Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

BACAAN HARI MINGGU PEKAN KE XXXI MINGGU 30 Oktober 2011

BACAAN HARI MINGGU PEKAN KE XXXI
MINGGU 30 Oktober 2011
Mal 1:14b-2:2b,8-10; Mzm 131”1,2,3; 1Tes 2:7b-9,13; Mat 23:1-12

BACAAN I: 1:14b-2:2b,8-10
“Kamu telah menyeleweng dan menyebabkan banyak orang berdosa.”

Tuhan segala bangsa bersabda, “Aku ini Raja agung dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa. Maka sekarang kepada kamulah tertuju perintah ini, hai para imam. Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama-Ku, firman Tuhan semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk ke antaramu dan akan membuat berkatmu menjadi kutuk. Kamu ini menyimpang dari jalan; kamu membuat banyak orang tergelincir dengan pengajaranmu; kamu merusakkan perjanjian dengan Lewi, firman TUHAN semesta alam. Maka Aku pun akan membuat kamu hina dan rendah bagi seluruh umat ini, oleh karena kamu tidak mengikuti jalan yang Kutunjukkan, tetapi memandang bulu dalam pengajaranmu. Bukankah kita sekalian mempunyai satu bapa? Bukankah satu Allah menciptakan kita? Lalu mengapa kita berkhianat satu sama lain dan dengan demikian menajiskan perjanjian nenek moyang kita

MAZMUR TANGGAPAN : Mzm 131:1,2,3

Reff.: Tuhan, lindungilah aku dalam dama-Mu

1. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.

2. Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.

3. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!

BACAAN II: 1Tes 2:7b-9,13

“Kami bukan saja menyerahkan Injil Allah kepadamu, melainkan juga diri kami sendiri.”

Saudara-saudari, kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi. Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu. Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi - dan memang sungguh-sungguh demikian -- sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya

BACAAN INJIL: Mat 23:1-12

“Yang mereka ajarkan tidak mereka lakukan.”

Pada suatu ketika berkatalah Yesus kepada orang banyak dan para murid-Nya, “"Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Berbagi Berita: Peserta kongres dikejar hingga kamar Biara

Peserta kongres dikejar hingga kamar Biara

Pastor Neles Tebay (kiri) dalam jumpas pers kemarin (Foto:bintangpapua.com)

Kongres Rakyat Papua (KRP) III yang berakhir dengan deklarasi negara Federasi Papua Barat pada Rabu (19/10) berujung penangkapan terhadap para peserta, bahkan dilakukan hingga ke kamar-kamar frater, pastor, dan bruder di Abepura, Jayapura.

Tiga orang aparat berpakaian seragam dan preman hendak memasuki biara itu, namun dihadang oleh Pater Gonsa Saur OFM di tangga. Dia melihat aparat keamanan berpakain preman menerobos masuk ke kamar makan dan ruang tamu biara itu, kisah Pater Gonsa seperti dikutip pimpinan OFM Papua Pastor Gabriel Ngga OFM dalam jumpa pers bersama Rektor Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur, Abepura, Pastor Neles Tebay, Rabu (26/10) sore.

Diantara para aparat itu, kisah Pastor Gabriel, ada yang membawa senjata laras panjang dan pendek. Karena mendapat tekanan berkali-kali. Pater Gonsa akhirnya meminta mereka kalau bukan penghuni rumah boleh keluar kamar, akhirnya beberapa orang keluar. Namun banyak peserta kongres tetap bersembunyi di biara itu untuk menyelamatkan diri.

“Kamu boleh membawa mereka, tetapi jangan memukuli mereka,” kata Pater Gonsa kepada pihak aparat seperti dikutip Pastor Gabriel.

Seorang perempuan juga ditarik keluar dari biara. Seorang anggota aparat keamanan tiba-tiba menerobos ke lantai II. Tapi, Pater Gonsa memintanya turun.

Sementara Pastor Neles Tebay, mengutip kesaksian salah seorang pastor projo menceritakan bahwa di Seminari Tinggi Yohanes Maria Vianey, yang dikelola Keuskupan Jayapura, banyak peserta kongres bersembunyi menyelamatkan diri. Aparat yang berusaha mencari peserta kongres dan mereka menodongkan senjata api di kepala Pastor Yan You selaku pimpinan rumah. Tiga kali dia diancam ditembak.

“Kamu menyembunyikan mereka,” kata aparat-aparat itu. Tetapi Pastor Yan You tidak gentar. Dia malahan minta aparat untuk menembak saja dirinya. “Bunuh saja saya, tembak saya, ayo,” ujarnya.

Aparat kemudian mendobrak pintu, memasuki ruang dan mengeluarkan orang-orang yang bersembunyi. Sementara para frater mengumpulkan peserta kongres yang lari menyelamatkan diri di aula. Frater-frater juga mengikhlaskan kamarnya sebagai tempat perlindungan, kata imam itu.

Pastor Neles mengatakan para frater mengenakan jubah mereka dan menjaga peserta kongres. Tetapi ketika aparat datang, beberapa orang menyerahkan diri dan digelendang keluar oleh aparat. Melihat itu para frater pun berpesan agar para aparat tidak berlaku kasar kepada peserta kongres.

Ia melaporkan para peserta kongres bersembunyi di Seminari Tinggi Yohanes Vianey milik Keuskupan Jayapura, Asrama Katolik “Tauboria” untuk mahasiswa, Seminari Tinggi Interdiosesan “Yerusalem Baru” milik lima Keuskupan Se-Tanah Papua, kampus STFT Fajar Timur.

Artikel terkait:Kronologi peristiwa

Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

Berbagi Berita: Kronologi kekacauan pasca Kongres Papua

Kronologi kekacauan pasca Kongres Papua

Warga yang ditangkap oleh aparat (tabloidjubi.com)

Berikut adalah press release tentang apa yang dialami dan dilihat oleh Civitas Akademis STFT Fajar Timur pasca Kongres Rakyat Papua III

1.Hari Rabu, 19 Oktober 2011; pagi hari sekitar jam 09.00 aparat Polisi dan Brimob serta TNI dengan kendaraan perang (panser dan mobil patroli dan truk) lengkap dengan senjata bersiaga di sepanjang jalan SosIri dan jalan Yakonde, bahkan sampai di belakang Kampus Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur.

Kedua jalan ini mengampit kompleks misi Katolik yang terdiri dari Kompleks persekolahan SMP YPPK Santo Paulus beserta perumahan guru SMP YPPK SantoPaulus, Asrama Katolik “Nur Jaya” untuk mahasiswi dan susteran YMY, perumahan dosen dan karyawan STFT, biaraFransiskan (OFM) “Sang Surya”, asrama Katolik Tunas Harapan, lapangan Zakeus (tempat berlangsungnya kongres), Seminari Tinggi Yohanes Vianey milik Gereja Katolik Keuskupan Jayapura, Asrama Katolik “Tauboria” untuk mahasiswa, Seminari Tinggi Interdiosesan “Yerusalem Baru” milik lima Keuskupan Se Tanah Papua, kampus STFT Fajar Timur, perumahan dosen imam, Gedung Gereja, aula makan dan sejumlah gedung lain.

Penempatan pasukan keamanan tanpa pemberitahuan kepada pihak kampus, membuat kami merasa cemas dan menduga-duga bahwa situasi nanti kacau dan jangan sampai kami terjebak dalam situasi tersebut, sehingga pada jam 10.00, karyawan diminta untuk pulang ke rumah.

2. Siang hari sekitar jam 11.00, sepasukan tentara memasuki kampus STFT dan kompleks hunian mahasiswa (Seminari Tinggi Interdiosesan) dari arah gunung (belakang seminari) dengan senjata lengkap. Pasukan memasuki kampus tanpa minta izin kepada pihak kampus atau seminari. Mereka beristirahat di pondok serba guna. Kehadiran mereka di situ, mendapatkan reaksi dari beberapa mahasiswa, meminta agar mereka tidak memasuki area seminari dan kampus. Mendapat teguran tersebut mereka mengundurkan diri dan kembali lagi ke arah gunung.

3. Pada waktu sore harinya, kira-kira jam 15.30 , beberapa aparat keamanan, memasuki wisma-wisma yang dihuni oleh para frater (calon pastor) yang kuliah di STFT, mencari massa dan peserta kongres yang lari menyelamatkan diri. Aparat keamanan memasuki wisma yang dihuni oleh frater-frater dari Gereja Katolik Keuskupan Agats. Aparat memecahkan pintu kamar belajar dan kamar tidur bagian depan, memasuki ruang komputer dan mengobrak-abrik isinya, terdengar kalimat kurang lebih berbunyi “bawa itu komputer, ini sebagai barang bukti”.

Terdengar kaca berguguran pecah dan ada suara yang mengatakan: “jangan ini rumah misi”. Pada saat itu frater-frater dari keuskupan Agats dengan perasaan amat takut tiarap bersembunyi di kamar bagian belakang. Ada beberapa peserta kongres yang menyelamatkan diri di kamar mandi sepertinya ditangkap, dan terdengar ucapan bernada bentakan: “lari.., tembak!”

Ketika pasukan hendak menggerebek kamar belakang, tempat mahasiswa berlindung, terdengar suara, yang bersifat perintah: “ada batas! Ada batas! Hentikan tindakan! Mundur!”, lalu sepi. Setelah menunggu beberapa saat, mahasiswa yang bersembunyi, ke luar dari persembunyian dan berlari menuju ke rumah dosen imam. Sesampai di ruang minum dosen imam, diketahui seorang mahasiwa mengalami shock dan tidak mampu bangun dari tiarapnya. Ia digotong keluar dari kamar persembunyiannya, dan dibantu untuk berjalan sendiri.

4. Sementara itu di ruang studi dosen, Pater John Jehuru OSA yang adalah Puket III dan Rektor Seminari Tinggi Interdiosesan dikagetkan oleh peluru yang menembus kaca jendelanya. Dia sedang memantau dari jendela huru-hara di lapangan Zakeus sekitar jam 15.30. Sebuah peluru menembus kaca nako jendela dan kain horden, memantul di dinding, mental jatuh di meja studinya. Jarak antara peluru yang menembus kaca dengan pater John sekitar 50 s/d 75-an cm. Ditemukan serpihan peluru, dalam bentuk pipih.

5. Aparat juga memasuki wisma-wisma lain. Di Wsma yang ditempati oleh Frater-frater dari Gereja Katolik KeuskupanManokwari-Sorong, aparat yang lagi mencari peserta kongres, terdengar kata-kata yang berbunyi: “apa ini rumah misi?Mana itu pastor-pastor? Pastor-pastor bodok! Pastor baru sembunyikan penjahat!”

Di Wisma yang dihuni frater-frater dari Gereja Katolik Keuskupan Agung Merauke, aparat menangkap seorang mahasiswa yang bernama Agus Alua, yang kebetulan pada saat aparat lewat, dia berdiri di luar. Di Wisma ini ditemukan kaca nako jendela tertembus peluru. Tidak tahu persis apakah tertembus dari dalam atau dari luar. Aparat yang memasuki wisma ini, datang dari arah gunung di belakang seminari disertai dengan bunyi tembakan. Apakah mereka itu pasukan yang jam 11.00 siang muncul, tidak diketahui dengan pasti.

6. Sementara di kompleks perumahan dosen, aparat mengejar peserta kongres dan menghamburkan gas air mata. Salah satu rumah dimasuki oleh aparat dan menemukan penghuni rumah, seorang ibu, yang tiarap di bawah tempat tidur. Aparat bertanya kepadanya “siapa kamu” dan dijawab “saya penghuni rumah!” . “Keluarlah jangan takut” kata aparat.

Penghuni keluar dari tempat persembunyian, sambil mengusap matanya yang pedis ia menjawab aparat “saya tidak takut sama bapa, tetapi saya takut dengan peluru dan gas air mata bapa”. Aparat tersebut lalu meninggalkan penghuni rumah.

7. Di biara Fransiskan “Sang Surya”, banyak sekali peserta kongres lari menyelamatkan diri disitu. Pak Forkorus Yaboisembut (Ketua DAP) dan Dominikus Surabut yang kini berstatus tersangka juga sedang beristirahat di biara ini setelah Kongres ditutup.

Pater Gonsa Saur OFM selaku pimpinan rumah terbangun karena bunyi tembakan. Dia mengenakan jubah Fransiskan dan bejalan keluar dan berdiri di tangga. Tiga orang berpakaian seragam aparat dan beberapa aparat berpakaian sipil hendak memasuki rumah tetapi dihadang oleh Pater Gonsa di tangga naik. Dia melihat aparat keamanan berpakain preman menerobos masuk ke kamar makan dan tamu. Dari antara mereka, ada yang membawa senjata laras panjang dan ada yang membawa pistol.

Karena mendapat tekanan berkali-kali, Pater Gonsaakhirnya meminta supaya mereka yang bukan penghuni rumah boleh keluar kamar, akhirnya beberapa orang keluar. Meski demikian masih banyak peserta kongres tetap bersembunyi untuk menyelamatkan diri. Pater Gonsa berpesan kepada pihak aparat “kamu boleh membawa mereka, tetapi jangan memukuli mereka”. Memang di hadapan pimpinan rumah, mereka tidak dipukuli, namun ketika sudah di jalan keluar, beberapa aparat memukuli mereka.

Pak Forkorus dutarik secara kasar dan dibentak-bentak oleh enam aparat keamanan berpakainan sipil tapi memegang senjata. Seorang perempuan juga ditarik keluar dari biara.
Seorang anggota aparat keamanan tiba-tiba menerobos ke lantai II.

Pater Gonsa memintanya turun. Kemudian sekitar sepuluh orang yang tidak diketahui identiasnya keluar dan menyerahkan diri. Mereka diminta turun sambil menjongkok. Diantara mereka terdapat tiga orang perempuan. Di luar gedung, banyak aparat yang berseragam dan berpakaian sipil berkeliaran sambil membawa senjata.

8. Di Seminari Yohanes Maria Vianey milik Gereja Katolik Keuskupan Jayapura, banyak peserta kongres bersembunyi menyelamatkan diri. Aparat yang berusaha mencari peserta kongres menodongkan senjata api di kepala Pater Yan You Pr selaku pimpinan rumah sebanyak tiga kali oleh tiga aparat pada waktu yang berselang. Kata-kata mereka waktu itu: “Kamu menyembunyikan mereka”. Pimpinan rumah berujar: “bunuh saja saya, tembak saya, ayo”.

Aparat kemudian mendobrak pintu, memasuki ruang dan mengeluarkan orang-orang yang bersembunyi. Sementara para frater mengumpulkan peserta kongres yang lari menyelamatkan diri di aula. Frater-frater juga mengikhlaskan kamarnya sebagai tempat perlindungan. Para frater mengenakan jubahnya dan menjaga peserta kongres, tetapi ketika aparat datang, beberapa orang menyerahkan diri dan digelendang keluar oleh aparat.

Para frater berpesan agar para aparat tidak berlaku kasar kepada peserta kongres. Seorang frater yang sedang berusaha menolong orang-orang yang kena tembak dipukul dengan senjata hingga tulang tanggannya retak, dan hidungnya bengkak karena dipukul oleh karet petungan. Dia sempat ditahan semalam di tahanan Polda, dan kini sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit.

9. Ketika terjadi pengejaran sejumlah massa dan beberapa PETAPA (Penjaga Tanah Papua), berlari dari arah belakang ruang kuliah gedung perpustakaan dan hendak memasuki ruang minum dosen STFT, tetapi tidak bisa masuk karena pintu terkunci. Mereka merusak dua buah kaca loper ruang minum. Mereka berhamburan lari ke arah gunung, tapi dihadangdengan tembakan dari arah gunung, sehingga terpaksa mereka balik ke arah semak-semak di mana mereka datang.

Akibat dari peristiwa ini, Seminari Tinggi Interdiosesan “Yerusalem Baru” dan STFT Fajar Timur mengalami kerugian material dan non material sebagai berikut:

1. 7 lembar kaca pintu hancur, 2 buah CPU hilang, 2 tropi kemenangan hancur, 2 buah kursi rusak, 2 buah sabit dan sebuah pisau hilang, pot-pot bunga terpencar ke mana-mana. Kaca di wisma keuskupan agung Merauke tertembus peluru, 2 lembar kaca di ruang minum dosen hancur, 1 buah kaca di ruang studi dosen tertembus peluru, kaca jendela di kantor sekretariat seminari hancur.

2. Salah seorang mahasiswa saat ini dirawat di rumah sakit, karena wajahnya bengkak merata sehingga terkesan tidak ada perbedaan antara hidung dengan pipi.
3. Para frater masih diliputi perasaan cemas dan takut. Mereka mengalami trauma karena perlakuan aparat yang melampaui batas-batas kemanusiaan.

Terhadap peristiwa ini:

1.Kami tidak menuntut ganti rugi atas fasilitas yang sudah dihancurkan dan diambil. Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan telah mengakibatkan perusakan fasilitas tetapi terlebih-lebih perasaan takut dan cemascivitas akademika STFT Fajar Timur. Gedung dan kaca dapat diganti, tetapi perasaan takut dan cemas membutuhkan waktu lama untuk dipulihkan.

2. Kami tidak menuntut biaya pengobatan bagi frater yang sedang berobat di rumah sakit.

3. Kami secara tegas menolak segala bentuk tindakan represif yang dipakai sebagai upaya mengatasi persoalan, karena tindakan kekerasan merendahkan martabat kemanusian baik bagi para korban maupun bagi para pelaku.

4. Kami sangat menyesalkan karena kampus yang memiliki kebebasan akademis dimasuki oleh aparat keamanan dengan senjata lengkap tanpa surat isin dan pemberitahuan sebelumnya.

5. Kami menyesalkan atas monopoli kebenaran tunggal dari aparat yang menganggap para frater dan para pater bertindak salah ketika melindungi orang-orang yang dikejar aparat keamanan. Kami tegaskan bahwa perlindungan diberikan atas dasar kewajiban kemanusian universal, yakni manakala nyawa seorang terancam, wajib diberi perlindungan dan pembelaan. Maka perlindungan terhadap peserta kongres yang berusaha menyelamatkan diri dari kejaran dan ancaman aparat didasarkan atas rasa kemanusiaan jauh dari hiruk pikuk politik.

6. Kami memohon Komnas HAM untuk melakukan investigasi terhadap kekerasan yang terjadi pasca Kongres untuk melihat seberapa besar pelanggaran HAM yang telah terjadi.

7. Sesuai dengan komitmen Pemerintah, seperti yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 16 Agustus 2011 dalam pidato kenegarannya, yakni menata Papua dengan hati, kami mendukung terjadinya dialog Jakarta-papua. Dialog ini sangat penting bukan hanya untuk mengakhiri kekerasan tetapi juga untuk mencegah tindakan kekerasan terulang kembali di Tanah Papua. Kami mengajak semua pihak yang berkehendak baik untuk bersama-sama mendorong dialog Jakarta-Papua.

8. Kami memohon dukungan dan solidaritas dari anggota Gereja Katolik di seluruh dunia untuk mendoakan dan mendukung agar terjadi dialog Jakarta-Papua demi perdamaian di Tanah Papua. Karena hanya melalui dialog, masalah-masalah yang melatarbelakangi konflik Papua dapat diidentifikasi dan solusi-solusi dapat ditemukan tanpa kekerasan dan pertumpahan darah.

Jayapura, 26 Oktober 2011.
Rektor STFT Fajar Timur Pimpinan Ordo Fransiskan Papua
Pater Dr. Neles Tebay, Pr Pater Gabriel Ngga OFM, Lic Teol.

Disadur dari:www.cathnewsindonesia.com

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXX, Sabtu 29 Oktober 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXX, Sabtu 29 Oktober 2011
Mikael Rua
Rm 11:1-2a,11-12,25-29, Mzm 94:12-13a,14-15, Luk 14:1,7-11

BACAAN INJIL
Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah. Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

RENUNGAN:
Siapa yang tidak ingin dihormati dan menduduki tempat terhormat saat ada acara yang dihadiri banyak orang? Pasti semua orang akan berusaha menduduki tempat terhormat pada suatu pesta, apalagi berusaha duduk di dekat seorang pejabat atau orang-orang kaya, pasti setiap orang berusaha dan berlomba mendekati dan menyalami seorang artis atau orang terkenal, dan hal itu pasti akan diabadikan serta menjadi bahan ceritanya kepada orang lain. Suatu kebanggaan bila seseorang dihormati. Setiap orang pasti mencari kehormatan dan ingin dihormati. Orang juga pasti akan tersinggung, kecewa dan marah bila tidak dihormati apalagi bila hal itu tidak diperoleh dari orang-orang yang dianggap lebih rendah dari dirinya. Dari sebab itu kiranya sabda Yesus hari ini sungguh bertolak belakang dengan perilaku dan kebiasaan manusia.

Kiranya Yesus tidak melarang kita untuk dihormati atau ingin dihormati oleh orang lain. Ingin dihormati dan senang dihormati itu juga baik bila dalam taraf kewajaran yakni sejauh menyangkut harga diri. Sebab kita harus tetap menjaga harga diri kita sebagai manusia yang berpribadi. Yang dikritik oleh Yesus adalah bila seseorang gila hormat dan harus selalu dihormati. Gila hormat dan ingin harus selalu dihormati adalah ciri orang sombong dan tidak ada kerendahan hati dalam dirinya. Orang yang demikian pasti akan menganggap orang lain lebih rendah dari dirinya dan pasti akan selalu memandang rendah orang lain. Orang seringkali menganggap bahwa dia dihormati bila dia mendapat kedudukan, jabatan dan pangkat yang tinggi. Ini tentu suatu pemikiran yang keliru. Seseorang akan dihormati bila dia rendah hati dan mau menghormati orang lain. Kehormatan kita bukan ditentukan oleh jabatan, kedudukan, pangkat, harta, pendidikan ataupun dengan memaksa orang menghormati kita. Kita tidak usah mencari-cari kehormatan, sebab kehormatan kita akan datang sendiri bila kita bersikap rendah hati dan mau menghormati orang lain. Oleh sebab itu, mari kita selalu bersikap rendah hati. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXX, Jumat 28 Oktober 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXX, Jumat 28 Oktober 2011
St. Simon & Yudas, Rasul
Kem BcE Ef 2:19-22, Mzm 19:2-34-5, Luk 6:12-19

BACAAN INJIL
Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

RENUNGAN:
Hal yang sangat menarik bahwa sebelum Yesus memilih ke 12 rasul, Dia berdoa semalam-malaman. Ini menunjukkan kesungguhan Yesus dalam memilih rasul-rasul-Nya, betapa berharganya para rasul dan juga tentu Yesus punya harapan besar terhadap mereka. Namun kenyataannya bahwa dari antara para murid itu sendiri ada yang akhirnya mengkhianati Yesus dan sempat tidak setia ketika Yesus ditangkap dan diadili. Apakah Yesus salah memilih para murid? Apakah Yesus tertipu oleh Yudas Iskariot yang ternyata punya jiwa penipu dan pengkhianat? Apakah Yesus salah menilai para murid tidak tahu sebelumnya pribadi Yudas Iskariot yang akhirnya mengkhianati Yesus?

Tentu semuanya tidak tepat. Yesus tahu siapa sebenarnya semua murid itu juga bagaimana pribadi Yudas Iskariot. Yesus juga pasti tahu bahwa akhirnya para murid tidak setia dan Yudas akan mengkhianati Yesus. Yesus bukannya gagal memilih dan mendidik para rasul. Yesus tetap memilih ke 12 rasul karena memang Yesus memanggil dan mengundang semua orang kepada keselamatan dan juga mengharapkan semua murid setia mengikuti Dia dan menjadi rasul-Nya. Yesus bukannya gagal mendidik para murid dan Yudas Iskariot, tetapi para murid, terutama Yudas Iskariot lah yang gagal mengubah diri, gagal dalam mengenal dan mengikuti Yesus. Yudas kurang mampu menangkap maksud Yesus memilih dia menjadi rasul, sehingga tidak ada perubahan dalam dirinya. Para rasul yang lain, terutama Yudas Iskariot, tidak menyadari bahwa panggilan Yesus adalah rahmat Cuma-Cuma, bukan karena jasa mereka, juga bahwa Yesus punya maksud agar mereka bukan hanya merasakan kebahagian surga tetapi juga menjadi pewarta kerajaan surga. Dalam hal ini Yesus sebenarnya telah memberi contoh kepada para rasul yakni setelah Yesus memilih mereka, mereka langsung menyaksikan bagaimana Yesus berbuat baik kepada orang banyak dengan mengajar, dan menyembuhkan orang-orang sakit. Ini tentu bukan suatu kebetulan, tetapi pengajaran bagi para murid bahwa seperti itulah kiranya hidup para rasul.

Kita semua juga dipanggil oleh Yesus menjadi murid-murid dan rasul-rasul-Nya. Yesus tahu benar siapa kita, bahwa kita juga seringkali tidak setia kepada-Nya. Namun mari kita sadari bahwa Yesus yang memanggil dan menjadikan kita sebagai pengikut-Nya adalah rahmat Cuma-Cuma dari Yesus karena Dia menghendaki kita semua bahagia dan beroleh keselamatan kekal, jadi jelas bukan karena kemauan dan jasa-jasa kita. Kesadaran akan rahmat Cuma-Cuma ini hendaknya membuat kita berani mengubah diri dengan hidup seperti yang dikehendaki oleh Yesus. Kita seringkali gagal menjadi pengikut Yesus bukan karena Yesus gagal mendapingi kita, tetapi kitalah yang gagal mengikuti Yesus karena kita masih hidup seperti keinginan kita sendiri. Kita seringkali tidak tahu mengapa Tuhan memanggil kita menjadi murid-Nya dan untuk apa Dia menjadikan kita murid-murid-Nya. Jelas bahwa kita Dia panggil dan dijadikan murid-murid-Nya adalah agar kita ikut merasakah kebahagiaan surga dan hidup kekal. Juga agar kita tidak hanya sekedar menikmatinya tetapi ikut membagikannya kepada sesama. Sebab bila kita sadar menjadi murid Yesus adalah anugerah dari Allah, kitapun harus dengan senang hati membagikannya kepada sesama yakni mewartakan kerajaan surga dengan berbuat baik, berbuat kasih kepada sesama. Bila kita ternyata hanya sebagai murid yang pasif, tidak mewartakan kerajaan Allah, berarti kita telah gagal mengikuti Yesus.

Maka semoga kita berusaha agar kita tidak menjadi murid-murid yang gagal. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXX, Kamis 27 Oktober 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXX, Kamis 27 Oktober 2011
Rm 8:31b-39, Mzm 109:21-22,26-27,30-31, Luk 13:31-35

BACAAN INJIL
Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: "Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau." Jawab Yesus kepada mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!"
RENUNGAN:
Orang Farisi menganggap Yesus adalah musuh bebuyutan mereka, tentu bukan karena Yesus melakukan hal yang tidak benar, tetapi karena Yesus selalu dengan keras mengkritik mereka yang hidup dalam kemunafikan. Dari sebab itulah, mereka menyuruh Yesus meninggalkan tempat mereka karena Herodes hendak membunuh Yesus, bukanlah karena mereka mau menyelamatkan Yesus dari pembunuhan Herodes. Tetapi lebih-lebih hanya salah satu usaha mereka untuk mengusir dan menyingkirkan Yesus dari tempat mereka. Juga sekaligus mau menakut-nakuti Yesus. Namun kiranya usaha orang Farisi tidak membuat Yesus takut dan mundur dalam tugas pewartaan-Nya. Usaha orang Farisi dan ancaman Herodes tidak membatalkan kasih Yesus untuk menyelamatkan manusia, malahan Yesus menantang mereka agar memberitahukan kepada Herodes yang Dia sebut serigala, bahwa Dia akan tetap berkarya hingga tuntas bahkan siap meanggung kematian karena tugas itu.

Sungguh luar biasa cinta kasih Allah kepada manusia, yang dinyatakan oleh Yesus yang bekerja hingga akhir bahkan ancaman dan kematian tidak menghalangi, menggagalkan cinta kasih Allah. Yesus malahan siap menerima dan menanggung kematian karena cinta kasih-Nya yang hendak menyelamatkan manusia. Yesus melakukan semuanya itu adalah karena cinta-Nya yang menghendaki kita selamat. Maka semoga kita sungguh bersyukur atas kasih Yesus sehingga kita mau Dia kumpulkan dan Dia selamatkan dengan percaya dan mengikuti Dia.

Dalam percaya dan mengikuti Dia, kita tidak usah takut pada ancaman atau pada orang-orang yang mau menjauhkan kita dari keselamatan, sebab tidak ada siapapun yang bisa menghalangi dan membatalkan kasih Allah kepada kita.

Juga kita harus selalu sadar bahwa dalam usaha kita untuk menjadi murid Kristus yang sejati dan juga dalam usaha kita mewartakan keselamatan Allah, pasti ada saja orang yang berusaha menyingkirkan kita, pasti ada saja orang yang menakut-nakuti dan bahkan mengancam kita. Mengahadapi semuanya itu, hendaknya semangat dan iman kita tidak surut atau pudar, tetapi tetap setia pada Yesus. Sebab kita percaya, orang yang setia pada Yesus, dia akan diberkati oleh-Nya. Amin.

Berbagi Berita: Aliran sesat resahkan warga Sulut

Aliran sesat resahkan warga Sulut

Lambang Gereja Setan

Keberadaan dan perkembangan aliran sesat yang mengklaim nama mereka Gereja Setan (GS) di daerah Sulawesi Utara membuat umat khawatir setelah ditemukan video rekaman.

‘’Kami targetkan Sulut jadi basis di Asia,” kata Ronny dalam video berdurasi lebih dari 30 menit itu, demikian lapor Manado Post.

Mantiri, anggota GS, mengatakan sejak mengikuti aliran sesat itu, dirinya sudah banyak melakukan berbagai cara untuk menambah para pengikut. Bahkan sebagian anggota, telah mereka sebarkan ke setiap gereja dan kegiatan-kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR).

Namun Pendeta Johan Manampiring meminta masyarakat agar tidak perlu takut. Tingkatkanlah iman kepada Tuhan dengan cara lebih rajin lagi baca Alkitab.

Kuasa iblis itu ingin memanipulasi Firman bahwa kepuasan dunia itu adalah suatu kebenaran, yang memuaskan tubuh, emosi, daging, hawa nafsu dengan menghalalkan segala cara.

Pdt Manampiring mengimbau kepada generasi muda untuk selalu rajin membaca Firman Tuhan, rajin berdoa agar memiliki kemampuan membedakan mana yang baik dan mana yang jahat.

Ia menjelaskan dalam Alkitab jelas dikatakan bahwa setan atau iblis itu takut pada manusia, dan bukan sebaliknya.

Selengkapnya: Gereja Setan marak di Sulawesi Utara

Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

Forum Katolik kritik reshuffle kabinet

Forum Katolik kritik reshuffle kabinet

Sebastian Salang (dengan mikrofon) berbicara pada seminar akhir pekan lalu di Jakarta

Dalam diskusi yang diadakan Forum Masyarakat Katolik Indonesia Keuskupan Agung Jakarta (FMKI KAJ) akhir pekan, reshuffle kabinet yang diumumkan awal pekan lalu dikritik sebagai drama sinetron yang penuh dengan rekayasa.

“Reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ibarat drama politik. Seperti drama yang bisa dilihat rating-nya dan sebagai sebuah drama tentu ada alur ceritanya. Ada cerita sedihnya, ada cerita senangnya, tapi SBY berhasil menciptakan kondisi politik,” kata Sebastian Salang.

Hal itu disampaikan Ketua Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) ini kepada para peserta seminar ‘Sandera Politik Berujung Reshuffle’ di aula Gereja St. Theresa Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/10).

Ia mengatakan reshuffle itu memberikan kesan kepada rakyat Indonesia bahwa ada harapan yang berujung pada penemuan cahaya, namun, semua kita menyaksikan sebuah pergantian orang saja.

Sementara itu Permadi, pembicara lain, mengatakan, SBY masih mempertahankan menteri yang terindikasi terlibat korupsi.

Ia menegaskan bahwa apabila Presiden tak berhati-hati dalam menginstruksikan sesuatu ke menteri-menterinya itu, bisa dipastikan masa pemerintahan SBY akan patah di tengah jalan tidak sampai pada 2014.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan reshuffle kabinetnya pada 18 Oktober, dengan menggantikan atau mengalihtugaskan 12 menteri.

LINK: Forum decries cabinet reshuffle

Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)