Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

BACAAN HARI MINGGU PEKAN KE XXXI MINGGU 30 Oktober 2011

BACAAN HARI MINGGU PEKAN KE XXXI
MINGGU 30 Oktober 2011
Mal 1:14b-2:2b,8-10; Mzm 131”1,2,3; 1Tes 2:7b-9,13; Mat 23:1-12

BACAAN I: 1:14b-2:2b,8-10
“Kamu telah menyeleweng dan menyebabkan banyak orang berdosa.”

Tuhan segala bangsa bersabda, “Aku ini Raja agung dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa. Maka sekarang kepada kamulah tertuju perintah ini, hai para imam. Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama-Ku, firman Tuhan semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk ke antaramu dan akan membuat berkatmu menjadi kutuk. Kamu ini menyimpang dari jalan; kamu membuat banyak orang tergelincir dengan pengajaranmu; kamu merusakkan perjanjian dengan Lewi, firman TUHAN semesta alam. Maka Aku pun akan membuat kamu hina dan rendah bagi seluruh umat ini, oleh karena kamu tidak mengikuti jalan yang Kutunjukkan, tetapi memandang bulu dalam pengajaranmu. Bukankah kita sekalian mempunyai satu bapa? Bukankah satu Allah menciptakan kita? Lalu mengapa kita berkhianat satu sama lain dan dengan demikian menajiskan perjanjian nenek moyang kita

MAZMUR TANGGAPAN : Mzm 131:1,2,3

Reff.: Tuhan, lindungilah aku dalam dama-Mu

1. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.

2. Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.

3. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!

BACAAN II: 1Tes 2:7b-9,13

“Kami bukan saja menyerahkan Injil Allah kepadamu, melainkan juga diri kami sendiri.”

Saudara-saudari, kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi. Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu. Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi - dan memang sungguh-sungguh demikian -- sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya

BACAAN INJIL: Mat 23:1-12

“Yang mereka ajarkan tidak mereka lakukan.”

Pada suatu ketika berkatalah Yesus kepada orang banyak dan para murid-Nya, “"Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Berbagi Berita: Peserta kongres dikejar hingga kamar Biara

Peserta kongres dikejar hingga kamar Biara

Pastor Neles Tebay (kiri) dalam jumpas pers kemarin (Foto:bintangpapua.com)

Kongres Rakyat Papua (KRP) III yang berakhir dengan deklarasi negara Federasi Papua Barat pada Rabu (19/10) berujung penangkapan terhadap para peserta, bahkan dilakukan hingga ke kamar-kamar frater, pastor, dan bruder di Abepura, Jayapura.

Tiga orang aparat berpakaian seragam dan preman hendak memasuki biara itu, namun dihadang oleh Pater Gonsa Saur OFM di tangga. Dia melihat aparat keamanan berpakain preman menerobos masuk ke kamar makan dan ruang tamu biara itu, kisah Pater Gonsa seperti dikutip pimpinan OFM Papua Pastor Gabriel Ngga OFM dalam jumpa pers bersama Rektor Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur, Abepura, Pastor Neles Tebay, Rabu (26/10) sore.

Diantara para aparat itu, kisah Pastor Gabriel, ada yang membawa senjata laras panjang dan pendek. Karena mendapat tekanan berkali-kali. Pater Gonsa akhirnya meminta mereka kalau bukan penghuni rumah boleh keluar kamar, akhirnya beberapa orang keluar. Namun banyak peserta kongres tetap bersembunyi di biara itu untuk menyelamatkan diri.

“Kamu boleh membawa mereka, tetapi jangan memukuli mereka,” kata Pater Gonsa kepada pihak aparat seperti dikutip Pastor Gabriel.

Seorang perempuan juga ditarik keluar dari biara. Seorang anggota aparat keamanan tiba-tiba menerobos ke lantai II. Tapi, Pater Gonsa memintanya turun.

Sementara Pastor Neles Tebay, mengutip kesaksian salah seorang pastor projo menceritakan bahwa di Seminari Tinggi Yohanes Maria Vianey, yang dikelola Keuskupan Jayapura, banyak peserta kongres bersembunyi menyelamatkan diri. Aparat yang berusaha mencari peserta kongres dan mereka menodongkan senjata api di kepala Pastor Yan You selaku pimpinan rumah. Tiga kali dia diancam ditembak.

“Kamu menyembunyikan mereka,” kata aparat-aparat itu. Tetapi Pastor Yan You tidak gentar. Dia malahan minta aparat untuk menembak saja dirinya. “Bunuh saja saya, tembak saya, ayo,” ujarnya.

Aparat kemudian mendobrak pintu, memasuki ruang dan mengeluarkan orang-orang yang bersembunyi. Sementara para frater mengumpulkan peserta kongres yang lari menyelamatkan diri di aula. Frater-frater juga mengikhlaskan kamarnya sebagai tempat perlindungan, kata imam itu.

Pastor Neles mengatakan para frater mengenakan jubah mereka dan menjaga peserta kongres. Tetapi ketika aparat datang, beberapa orang menyerahkan diri dan digelendang keluar oleh aparat. Melihat itu para frater pun berpesan agar para aparat tidak berlaku kasar kepada peserta kongres.

Ia melaporkan para peserta kongres bersembunyi di Seminari Tinggi Yohanes Vianey milik Keuskupan Jayapura, Asrama Katolik “Tauboria” untuk mahasiswa, Seminari Tinggi Interdiosesan “Yerusalem Baru” milik lima Keuskupan Se-Tanah Papua, kampus STFT Fajar Timur.

Artikel terkait:Kronologi peristiwa

Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

Berbagi Berita: Kronologi kekacauan pasca Kongres Papua

Kronologi kekacauan pasca Kongres Papua

Warga yang ditangkap oleh aparat (tabloidjubi.com)

Berikut adalah press release tentang apa yang dialami dan dilihat oleh Civitas Akademis STFT Fajar Timur pasca Kongres Rakyat Papua III

1.Hari Rabu, 19 Oktober 2011; pagi hari sekitar jam 09.00 aparat Polisi dan Brimob serta TNI dengan kendaraan perang (panser dan mobil patroli dan truk) lengkap dengan senjata bersiaga di sepanjang jalan SosIri dan jalan Yakonde, bahkan sampai di belakang Kampus Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur.

Kedua jalan ini mengampit kompleks misi Katolik yang terdiri dari Kompleks persekolahan SMP YPPK Santo Paulus beserta perumahan guru SMP YPPK SantoPaulus, Asrama Katolik “Nur Jaya” untuk mahasiswi dan susteran YMY, perumahan dosen dan karyawan STFT, biaraFransiskan (OFM) “Sang Surya”, asrama Katolik Tunas Harapan, lapangan Zakeus (tempat berlangsungnya kongres), Seminari Tinggi Yohanes Vianey milik Gereja Katolik Keuskupan Jayapura, Asrama Katolik “Tauboria” untuk mahasiswa, Seminari Tinggi Interdiosesan “Yerusalem Baru” milik lima Keuskupan Se Tanah Papua, kampus STFT Fajar Timur, perumahan dosen imam, Gedung Gereja, aula makan dan sejumlah gedung lain.

Penempatan pasukan keamanan tanpa pemberitahuan kepada pihak kampus, membuat kami merasa cemas dan menduga-duga bahwa situasi nanti kacau dan jangan sampai kami terjebak dalam situasi tersebut, sehingga pada jam 10.00, karyawan diminta untuk pulang ke rumah.

2. Siang hari sekitar jam 11.00, sepasukan tentara memasuki kampus STFT dan kompleks hunian mahasiswa (Seminari Tinggi Interdiosesan) dari arah gunung (belakang seminari) dengan senjata lengkap. Pasukan memasuki kampus tanpa minta izin kepada pihak kampus atau seminari. Mereka beristirahat di pondok serba guna. Kehadiran mereka di situ, mendapatkan reaksi dari beberapa mahasiswa, meminta agar mereka tidak memasuki area seminari dan kampus. Mendapat teguran tersebut mereka mengundurkan diri dan kembali lagi ke arah gunung.

3. Pada waktu sore harinya, kira-kira jam 15.30 , beberapa aparat keamanan, memasuki wisma-wisma yang dihuni oleh para frater (calon pastor) yang kuliah di STFT, mencari massa dan peserta kongres yang lari menyelamatkan diri. Aparat keamanan memasuki wisma yang dihuni oleh frater-frater dari Gereja Katolik Keuskupan Agats. Aparat memecahkan pintu kamar belajar dan kamar tidur bagian depan, memasuki ruang komputer dan mengobrak-abrik isinya, terdengar kalimat kurang lebih berbunyi “bawa itu komputer, ini sebagai barang bukti”.

Terdengar kaca berguguran pecah dan ada suara yang mengatakan: “jangan ini rumah misi”. Pada saat itu frater-frater dari keuskupan Agats dengan perasaan amat takut tiarap bersembunyi di kamar bagian belakang. Ada beberapa peserta kongres yang menyelamatkan diri di kamar mandi sepertinya ditangkap, dan terdengar ucapan bernada bentakan: “lari.., tembak!”

Ketika pasukan hendak menggerebek kamar belakang, tempat mahasiswa berlindung, terdengar suara, yang bersifat perintah: “ada batas! Ada batas! Hentikan tindakan! Mundur!”, lalu sepi. Setelah menunggu beberapa saat, mahasiswa yang bersembunyi, ke luar dari persembunyian dan berlari menuju ke rumah dosen imam. Sesampai di ruang minum dosen imam, diketahui seorang mahasiwa mengalami shock dan tidak mampu bangun dari tiarapnya. Ia digotong keluar dari kamar persembunyiannya, dan dibantu untuk berjalan sendiri.

4. Sementara itu di ruang studi dosen, Pater John Jehuru OSA yang adalah Puket III dan Rektor Seminari Tinggi Interdiosesan dikagetkan oleh peluru yang menembus kaca jendelanya. Dia sedang memantau dari jendela huru-hara di lapangan Zakeus sekitar jam 15.30. Sebuah peluru menembus kaca nako jendela dan kain horden, memantul di dinding, mental jatuh di meja studinya. Jarak antara peluru yang menembus kaca dengan pater John sekitar 50 s/d 75-an cm. Ditemukan serpihan peluru, dalam bentuk pipih.

5. Aparat juga memasuki wisma-wisma lain. Di Wsma yang ditempati oleh Frater-frater dari Gereja Katolik KeuskupanManokwari-Sorong, aparat yang lagi mencari peserta kongres, terdengar kata-kata yang berbunyi: “apa ini rumah misi?Mana itu pastor-pastor? Pastor-pastor bodok! Pastor baru sembunyikan penjahat!”

Di Wisma yang dihuni frater-frater dari Gereja Katolik Keuskupan Agung Merauke, aparat menangkap seorang mahasiswa yang bernama Agus Alua, yang kebetulan pada saat aparat lewat, dia berdiri di luar. Di Wisma ini ditemukan kaca nako jendela tertembus peluru. Tidak tahu persis apakah tertembus dari dalam atau dari luar. Aparat yang memasuki wisma ini, datang dari arah gunung di belakang seminari disertai dengan bunyi tembakan. Apakah mereka itu pasukan yang jam 11.00 siang muncul, tidak diketahui dengan pasti.

6. Sementara di kompleks perumahan dosen, aparat mengejar peserta kongres dan menghamburkan gas air mata. Salah satu rumah dimasuki oleh aparat dan menemukan penghuni rumah, seorang ibu, yang tiarap di bawah tempat tidur. Aparat bertanya kepadanya “siapa kamu” dan dijawab “saya penghuni rumah!” . “Keluarlah jangan takut” kata aparat.

Penghuni keluar dari tempat persembunyian, sambil mengusap matanya yang pedis ia menjawab aparat “saya tidak takut sama bapa, tetapi saya takut dengan peluru dan gas air mata bapa”. Aparat tersebut lalu meninggalkan penghuni rumah.

7. Di biara Fransiskan “Sang Surya”, banyak sekali peserta kongres lari menyelamatkan diri disitu. Pak Forkorus Yaboisembut (Ketua DAP) dan Dominikus Surabut yang kini berstatus tersangka juga sedang beristirahat di biara ini setelah Kongres ditutup.

Pater Gonsa Saur OFM selaku pimpinan rumah terbangun karena bunyi tembakan. Dia mengenakan jubah Fransiskan dan bejalan keluar dan berdiri di tangga. Tiga orang berpakaian seragam aparat dan beberapa aparat berpakaian sipil hendak memasuki rumah tetapi dihadang oleh Pater Gonsa di tangga naik. Dia melihat aparat keamanan berpakain preman menerobos masuk ke kamar makan dan tamu. Dari antara mereka, ada yang membawa senjata laras panjang dan ada yang membawa pistol.

Karena mendapat tekanan berkali-kali, Pater Gonsaakhirnya meminta supaya mereka yang bukan penghuni rumah boleh keluar kamar, akhirnya beberapa orang keluar. Meski demikian masih banyak peserta kongres tetap bersembunyi untuk menyelamatkan diri. Pater Gonsa berpesan kepada pihak aparat “kamu boleh membawa mereka, tetapi jangan memukuli mereka”. Memang di hadapan pimpinan rumah, mereka tidak dipukuli, namun ketika sudah di jalan keluar, beberapa aparat memukuli mereka.

Pak Forkorus dutarik secara kasar dan dibentak-bentak oleh enam aparat keamanan berpakainan sipil tapi memegang senjata. Seorang perempuan juga ditarik keluar dari biara.
Seorang anggota aparat keamanan tiba-tiba menerobos ke lantai II.

Pater Gonsa memintanya turun. Kemudian sekitar sepuluh orang yang tidak diketahui identiasnya keluar dan menyerahkan diri. Mereka diminta turun sambil menjongkok. Diantara mereka terdapat tiga orang perempuan. Di luar gedung, banyak aparat yang berseragam dan berpakaian sipil berkeliaran sambil membawa senjata.

8. Di Seminari Yohanes Maria Vianey milik Gereja Katolik Keuskupan Jayapura, banyak peserta kongres bersembunyi menyelamatkan diri. Aparat yang berusaha mencari peserta kongres menodongkan senjata api di kepala Pater Yan You Pr selaku pimpinan rumah sebanyak tiga kali oleh tiga aparat pada waktu yang berselang. Kata-kata mereka waktu itu: “Kamu menyembunyikan mereka”. Pimpinan rumah berujar: “bunuh saja saya, tembak saya, ayo”.

Aparat kemudian mendobrak pintu, memasuki ruang dan mengeluarkan orang-orang yang bersembunyi. Sementara para frater mengumpulkan peserta kongres yang lari menyelamatkan diri di aula. Frater-frater juga mengikhlaskan kamarnya sebagai tempat perlindungan. Para frater mengenakan jubahnya dan menjaga peserta kongres, tetapi ketika aparat datang, beberapa orang menyerahkan diri dan digelendang keluar oleh aparat.

Para frater berpesan agar para aparat tidak berlaku kasar kepada peserta kongres. Seorang frater yang sedang berusaha menolong orang-orang yang kena tembak dipukul dengan senjata hingga tulang tanggannya retak, dan hidungnya bengkak karena dipukul oleh karet petungan. Dia sempat ditahan semalam di tahanan Polda, dan kini sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit.

9. Ketika terjadi pengejaran sejumlah massa dan beberapa PETAPA (Penjaga Tanah Papua), berlari dari arah belakang ruang kuliah gedung perpustakaan dan hendak memasuki ruang minum dosen STFT, tetapi tidak bisa masuk karena pintu terkunci. Mereka merusak dua buah kaca loper ruang minum. Mereka berhamburan lari ke arah gunung, tapi dihadangdengan tembakan dari arah gunung, sehingga terpaksa mereka balik ke arah semak-semak di mana mereka datang.

Akibat dari peristiwa ini, Seminari Tinggi Interdiosesan “Yerusalem Baru” dan STFT Fajar Timur mengalami kerugian material dan non material sebagai berikut:

1. 7 lembar kaca pintu hancur, 2 buah CPU hilang, 2 tropi kemenangan hancur, 2 buah kursi rusak, 2 buah sabit dan sebuah pisau hilang, pot-pot bunga terpencar ke mana-mana. Kaca di wisma keuskupan agung Merauke tertembus peluru, 2 lembar kaca di ruang minum dosen hancur, 1 buah kaca di ruang studi dosen tertembus peluru, kaca jendela di kantor sekretariat seminari hancur.

2. Salah seorang mahasiswa saat ini dirawat di rumah sakit, karena wajahnya bengkak merata sehingga terkesan tidak ada perbedaan antara hidung dengan pipi.
3. Para frater masih diliputi perasaan cemas dan takut. Mereka mengalami trauma karena perlakuan aparat yang melampaui batas-batas kemanusiaan.

Terhadap peristiwa ini:

1.Kami tidak menuntut ganti rugi atas fasilitas yang sudah dihancurkan dan diambil. Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan telah mengakibatkan perusakan fasilitas tetapi terlebih-lebih perasaan takut dan cemascivitas akademika STFT Fajar Timur. Gedung dan kaca dapat diganti, tetapi perasaan takut dan cemas membutuhkan waktu lama untuk dipulihkan.

2. Kami tidak menuntut biaya pengobatan bagi frater yang sedang berobat di rumah sakit.

3. Kami secara tegas menolak segala bentuk tindakan represif yang dipakai sebagai upaya mengatasi persoalan, karena tindakan kekerasan merendahkan martabat kemanusian baik bagi para korban maupun bagi para pelaku.

4. Kami sangat menyesalkan karena kampus yang memiliki kebebasan akademis dimasuki oleh aparat keamanan dengan senjata lengkap tanpa surat isin dan pemberitahuan sebelumnya.

5. Kami menyesalkan atas monopoli kebenaran tunggal dari aparat yang menganggap para frater dan para pater bertindak salah ketika melindungi orang-orang yang dikejar aparat keamanan. Kami tegaskan bahwa perlindungan diberikan atas dasar kewajiban kemanusian universal, yakni manakala nyawa seorang terancam, wajib diberi perlindungan dan pembelaan. Maka perlindungan terhadap peserta kongres yang berusaha menyelamatkan diri dari kejaran dan ancaman aparat didasarkan atas rasa kemanusiaan jauh dari hiruk pikuk politik.

6. Kami memohon Komnas HAM untuk melakukan investigasi terhadap kekerasan yang terjadi pasca Kongres untuk melihat seberapa besar pelanggaran HAM yang telah terjadi.

7. Sesuai dengan komitmen Pemerintah, seperti yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 16 Agustus 2011 dalam pidato kenegarannya, yakni menata Papua dengan hati, kami mendukung terjadinya dialog Jakarta-papua. Dialog ini sangat penting bukan hanya untuk mengakhiri kekerasan tetapi juga untuk mencegah tindakan kekerasan terulang kembali di Tanah Papua. Kami mengajak semua pihak yang berkehendak baik untuk bersama-sama mendorong dialog Jakarta-Papua.

8. Kami memohon dukungan dan solidaritas dari anggota Gereja Katolik di seluruh dunia untuk mendoakan dan mendukung agar terjadi dialog Jakarta-Papua demi perdamaian di Tanah Papua. Karena hanya melalui dialog, masalah-masalah yang melatarbelakangi konflik Papua dapat diidentifikasi dan solusi-solusi dapat ditemukan tanpa kekerasan dan pertumpahan darah.

Jayapura, 26 Oktober 2011.
Rektor STFT Fajar Timur Pimpinan Ordo Fransiskan Papua
Pater Dr. Neles Tebay, Pr Pater Gabriel Ngga OFM, Lic Teol.

Disadur dari:www.cathnewsindonesia.com

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXX, Sabtu 29 Oktober 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXX, Sabtu 29 Oktober 2011
Mikael Rua
Rm 11:1-2a,11-12,25-29, Mzm 94:12-13a,14-15, Luk 14:1,7-11

BACAAN INJIL
Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah. Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

RENUNGAN:
Siapa yang tidak ingin dihormati dan menduduki tempat terhormat saat ada acara yang dihadiri banyak orang? Pasti semua orang akan berusaha menduduki tempat terhormat pada suatu pesta, apalagi berusaha duduk di dekat seorang pejabat atau orang-orang kaya, pasti setiap orang berusaha dan berlomba mendekati dan menyalami seorang artis atau orang terkenal, dan hal itu pasti akan diabadikan serta menjadi bahan ceritanya kepada orang lain. Suatu kebanggaan bila seseorang dihormati. Setiap orang pasti mencari kehormatan dan ingin dihormati. Orang juga pasti akan tersinggung, kecewa dan marah bila tidak dihormati apalagi bila hal itu tidak diperoleh dari orang-orang yang dianggap lebih rendah dari dirinya. Dari sebab itu kiranya sabda Yesus hari ini sungguh bertolak belakang dengan perilaku dan kebiasaan manusia.

Kiranya Yesus tidak melarang kita untuk dihormati atau ingin dihormati oleh orang lain. Ingin dihormati dan senang dihormati itu juga baik bila dalam taraf kewajaran yakni sejauh menyangkut harga diri. Sebab kita harus tetap menjaga harga diri kita sebagai manusia yang berpribadi. Yang dikritik oleh Yesus adalah bila seseorang gila hormat dan harus selalu dihormati. Gila hormat dan ingin harus selalu dihormati adalah ciri orang sombong dan tidak ada kerendahan hati dalam dirinya. Orang yang demikian pasti akan menganggap orang lain lebih rendah dari dirinya dan pasti akan selalu memandang rendah orang lain. Orang seringkali menganggap bahwa dia dihormati bila dia mendapat kedudukan, jabatan dan pangkat yang tinggi. Ini tentu suatu pemikiran yang keliru. Seseorang akan dihormati bila dia rendah hati dan mau menghormati orang lain. Kehormatan kita bukan ditentukan oleh jabatan, kedudukan, pangkat, harta, pendidikan ataupun dengan memaksa orang menghormati kita. Kita tidak usah mencari-cari kehormatan, sebab kehormatan kita akan datang sendiri bila kita bersikap rendah hati dan mau menghormati orang lain. Oleh sebab itu, mari kita selalu bersikap rendah hati. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXX, Jumat 28 Oktober 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXX, Jumat 28 Oktober 2011
St. Simon & Yudas, Rasul
Kem BcE Ef 2:19-22, Mzm 19:2-34-5, Luk 6:12-19

BACAAN INJIL
Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

RENUNGAN:
Hal yang sangat menarik bahwa sebelum Yesus memilih ke 12 rasul, Dia berdoa semalam-malaman. Ini menunjukkan kesungguhan Yesus dalam memilih rasul-rasul-Nya, betapa berharganya para rasul dan juga tentu Yesus punya harapan besar terhadap mereka. Namun kenyataannya bahwa dari antara para murid itu sendiri ada yang akhirnya mengkhianati Yesus dan sempat tidak setia ketika Yesus ditangkap dan diadili. Apakah Yesus salah memilih para murid? Apakah Yesus tertipu oleh Yudas Iskariot yang ternyata punya jiwa penipu dan pengkhianat? Apakah Yesus salah menilai para murid tidak tahu sebelumnya pribadi Yudas Iskariot yang akhirnya mengkhianati Yesus?

Tentu semuanya tidak tepat. Yesus tahu siapa sebenarnya semua murid itu juga bagaimana pribadi Yudas Iskariot. Yesus juga pasti tahu bahwa akhirnya para murid tidak setia dan Yudas akan mengkhianati Yesus. Yesus bukannya gagal memilih dan mendidik para rasul. Yesus tetap memilih ke 12 rasul karena memang Yesus memanggil dan mengundang semua orang kepada keselamatan dan juga mengharapkan semua murid setia mengikuti Dia dan menjadi rasul-Nya. Yesus bukannya gagal mendidik para murid dan Yudas Iskariot, tetapi para murid, terutama Yudas Iskariot lah yang gagal mengubah diri, gagal dalam mengenal dan mengikuti Yesus. Yudas kurang mampu menangkap maksud Yesus memilih dia menjadi rasul, sehingga tidak ada perubahan dalam dirinya. Para rasul yang lain, terutama Yudas Iskariot, tidak menyadari bahwa panggilan Yesus adalah rahmat Cuma-Cuma, bukan karena jasa mereka, juga bahwa Yesus punya maksud agar mereka bukan hanya merasakan kebahagian surga tetapi juga menjadi pewarta kerajaan surga. Dalam hal ini Yesus sebenarnya telah memberi contoh kepada para rasul yakni setelah Yesus memilih mereka, mereka langsung menyaksikan bagaimana Yesus berbuat baik kepada orang banyak dengan mengajar, dan menyembuhkan orang-orang sakit. Ini tentu bukan suatu kebetulan, tetapi pengajaran bagi para murid bahwa seperti itulah kiranya hidup para rasul.

Kita semua juga dipanggil oleh Yesus menjadi murid-murid dan rasul-rasul-Nya. Yesus tahu benar siapa kita, bahwa kita juga seringkali tidak setia kepada-Nya. Namun mari kita sadari bahwa Yesus yang memanggil dan menjadikan kita sebagai pengikut-Nya adalah rahmat Cuma-Cuma dari Yesus karena Dia menghendaki kita semua bahagia dan beroleh keselamatan kekal, jadi jelas bukan karena kemauan dan jasa-jasa kita. Kesadaran akan rahmat Cuma-Cuma ini hendaknya membuat kita berani mengubah diri dengan hidup seperti yang dikehendaki oleh Yesus. Kita seringkali gagal menjadi pengikut Yesus bukan karena Yesus gagal mendapingi kita, tetapi kitalah yang gagal mengikuti Yesus karena kita masih hidup seperti keinginan kita sendiri. Kita seringkali tidak tahu mengapa Tuhan memanggil kita menjadi murid-Nya dan untuk apa Dia menjadikan kita murid-murid-Nya. Jelas bahwa kita Dia panggil dan dijadikan murid-murid-Nya adalah agar kita ikut merasakah kebahagiaan surga dan hidup kekal. Juga agar kita tidak hanya sekedar menikmatinya tetapi ikut membagikannya kepada sesama. Sebab bila kita sadar menjadi murid Yesus adalah anugerah dari Allah, kitapun harus dengan senang hati membagikannya kepada sesama yakni mewartakan kerajaan surga dengan berbuat baik, berbuat kasih kepada sesama. Bila kita ternyata hanya sebagai murid yang pasif, tidak mewartakan kerajaan Allah, berarti kita telah gagal mengikuti Yesus.

Maka semoga kita berusaha agar kita tidak menjadi murid-murid yang gagal. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXX, Kamis 27 Oktober 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXX, Kamis 27 Oktober 2011
Rm 8:31b-39, Mzm 109:21-22,26-27,30-31, Luk 13:31-35

BACAAN INJIL
Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: "Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau." Jawab Yesus kepada mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!"
RENUNGAN:
Orang Farisi menganggap Yesus adalah musuh bebuyutan mereka, tentu bukan karena Yesus melakukan hal yang tidak benar, tetapi karena Yesus selalu dengan keras mengkritik mereka yang hidup dalam kemunafikan. Dari sebab itulah, mereka menyuruh Yesus meninggalkan tempat mereka karena Herodes hendak membunuh Yesus, bukanlah karena mereka mau menyelamatkan Yesus dari pembunuhan Herodes. Tetapi lebih-lebih hanya salah satu usaha mereka untuk mengusir dan menyingkirkan Yesus dari tempat mereka. Juga sekaligus mau menakut-nakuti Yesus. Namun kiranya usaha orang Farisi tidak membuat Yesus takut dan mundur dalam tugas pewartaan-Nya. Usaha orang Farisi dan ancaman Herodes tidak membatalkan kasih Yesus untuk menyelamatkan manusia, malahan Yesus menantang mereka agar memberitahukan kepada Herodes yang Dia sebut serigala, bahwa Dia akan tetap berkarya hingga tuntas bahkan siap meanggung kematian karena tugas itu.

Sungguh luar biasa cinta kasih Allah kepada manusia, yang dinyatakan oleh Yesus yang bekerja hingga akhir bahkan ancaman dan kematian tidak menghalangi, menggagalkan cinta kasih Allah. Yesus malahan siap menerima dan menanggung kematian karena cinta kasih-Nya yang hendak menyelamatkan manusia. Yesus melakukan semuanya itu adalah karena cinta-Nya yang menghendaki kita selamat. Maka semoga kita sungguh bersyukur atas kasih Yesus sehingga kita mau Dia kumpulkan dan Dia selamatkan dengan percaya dan mengikuti Dia.

Dalam percaya dan mengikuti Dia, kita tidak usah takut pada ancaman atau pada orang-orang yang mau menjauhkan kita dari keselamatan, sebab tidak ada siapapun yang bisa menghalangi dan membatalkan kasih Allah kepada kita.

Juga kita harus selalu sadar bahwa dalam usaha kita untuk menjadi murid Kristus yang sejati dan juga dalam usaha kita mewartakan keselamatan Allah, pasti ada saja orang yang berusaha menyingkirkan kita, pasti ada saja orang yang menakut-nakuti dan bahkan mengancam kita. Mengahadapi semuanya itu, hendaknya semangat dan iman kita tidak surut atau pudar, tetapi tetap setia pada Yesus. Sebab kita percaya, orang yang setia pada Yesus, dia akan diberkati oleh-Nya. Amin.

Berbagi Berita: Aliran sesat resahkan warga Sulut

Aliran sesat resahkan warga Sulut

Lambang Gereja Setan

Keberadaan dan perkembangan aliran sesat yang mengklaim nama mereka Gereja Setan (GS) di daerah Sulawesi Utara membuat umat khawatir setelah ditemukan video rekaman.

‘’Kami targetkan Sulut jadi basis di Asia,” kata Ronny dalam video berdurasi lebih dari 30 menit itu, demikian lapor Manado Post.

Mantiri, anggota GS, mengatakan sejak mengikuti aliran sesat itu, dirinya sudah banyak melakukan berbagai cara untuk menambah para pengikut. Bahkan sebagian anggota, telah mereka sebarkan ke setiap gereja dan kegiatan-kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR).

Namun Pendeta Johan Manampiring meminta masyarakat agar tidak perlu takut. Tingkatkanlah iman kepada Tuhan dengan cara lebih rajin lagi baca Alkitab.

Kuasa iblis itu ingin memanipulasi Firman bahwa kepuasan dunia itu adalah suatu kebenaran, yang memuaskan tubuh, emosi, daging, hawa nafsu dengan menghalalkan segala cara.

Pdt Manampiring mengimbau kepada generasi muda untuk selalu rajin membaca Firman Tuhan, rajin berdoa agar memiliki kemampuan membedakan mana yang baik dan mana yang jahat.

Ia menjelaskan dalam Alkitab jelas dikatakan bahwa setan atau iblis itu takut pada manusia, dan bukan sebaliknya.

Selengkapnya: Gereja Setan marak di Sulawesi Utara

Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

Forum Katolik kritik reshuffle kabinet

Forum Katolik kritik reshuffle kabinet

Sebastian Salang (dengan mikrofon) berbicara pada seminar akhir pekan lalu di Jakarta

Dalam diskusi yang diadakan Forum Masyarakat Katolik Indonesia Keuskupan Agung Jakarta (FMKI KAJ) akhir pekan, reshuffle kabinet yang diumumkan awal pekan lalu dikritik sebagai drama sinetron yang penuh dengan rekayasa.

“Reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ibarat drama politik. Seperti drama yang bisa dilihat rating-nya dan sebagai sebuah drama tentu ada alur ceritanya. Ada cerita sedihnya, ada cerita senangnya, tapi SBY berhasil menciptakan kondisi politik,” kata Sebastian Salang.

Hal itu disampaikan Ketua Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) ini kepada para peserta seminar ‘Sandera Politik Berujung Reshuffle’ di aula Gereja St. Theresa Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/10).

Ia mengatakan reshuffle itu memberikan kesan kepada rakyat Indonesia bahwa ada harapan yang berujung pada penemuan cahaya, namun, semua kita menyaksikan sebuah pergantian orang saja.

Sementara itu Permadi, pembicara lain, mengatakan, SBY masih mempertahankan menteri yang terindikasi terlibat korupsi.

Ia menegaskan bahwa apabila Presiden tak berhati-hati dalam menginstruksikan sesuatu ke menteri-menterinya itu, bisa dipastikan masa pemerintahan SBY akan patah di tengah jalan tidak sampai pada 2014.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan reshuffle kabinetnya pada 18 Oktober, dengan menggantikan atau mengalihtugaskan 12 menteri.

LINK: Forum decries cabinet reshuffle

Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXX, Rabu 26 Oktober 2011 Rm 8:26-30, Mzm 13:4-5,6, Luk 13:22-30

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXX,
Rabu 26 Oktober 2011
Rm 8:26-30, Mzm 13:4-5,6, Luk 13:22-30

BACAAN INJIL

Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem. Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?" Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang. Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami. Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan! Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar. Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir."

RENUNGAN:
Ada pepatah yang berbunyi, “Berakit-rakit ke hulu, berenang-rengan ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.” Kiranya pepatah ini sudah kurang relefan untuk zaman sekarang, karena zaman sekarang menuntut dan menawarkan jalan pintas. Kalau dulu orang memasang harus mencari kayu bakar dan menyalakannya, sekarang cukup dengan memencet tombol listrik saja. Zaman ini juga menawarkan semua yang serba instan. Perjuangan dan pengorbanan untuk mencapai hasil sepertinya tidak lagi menjadi suatu nilai yang patut dibanggakan. Orang ingin mencapai hasil dengan secepat mungkin dan kalau boleh tidak perlu lama-lama dan berlelah-lelah. Contoh nyata kita lihat saja banyaknya iklan yang berbunyi, “Ingin cepat kaya, hubungi....” atau “Ingin cepat dapat jodoh, hubungi...” Juga suatu kenyataan bila ingin cepat naik pangkat atau beroleh jabatan yang menyenangkan, sediakan sekian banyak uang dan bawa kepada atasan. Inilah kiranya mental yang sedang ada dalam diri manusia zaman sekarang ini.

Mental instan ini juga merasuki manusia dalam hidup beriman. Saya yakin semua orang pasti ingin masuk surga. Ini adalah hal yang baik. Yang menjadi permasalahan adalah orang hanya ingin masuk surga tetapi tidak mau mengikuti aturan main atau jalan yang telah ditentukan oleh Tuhan untuk masuk surga. Seringkali orang ingin dengan jalan pintas, tetapi nyatanya tidak ada jalan pintas. Yesus pun tidak pernah mengajarkan atau menjanjikan jalan pintas atas jalan yang mudah untuk masuk surga. Sebagamana dalam Injil hari ini, Yesus mengatakan agar kita berusaha dan berjuang masuk melalui jalan yang sesak. Pengertian jalan sesak yang dimaksudkan oleh Yesus berarti jalan sempit dan tidak menyenangkan. Jalan itu tentunya mau mengatakan bahwa jalan menuju kerajaan surga berarti kita siap menempuh jalan yang tidak menyenangkan, karena kita harus berani meninggalkan kesenangan diri demi menyelaraskan hidup kita dengan kehendak Tuhan. Jalan itu juga berarti kita harus siap mendapat perlawanan atau tantangan dari sesama dan dari pekembangan zaman yang seringkali lebih menarik daripada jalan menuju keselamatan. Intinya, jalan untuk beroleh keselamatan adalah harus melalui jalan yang ditentukan oleh Tuhan sendiri, yakni hidup selaras dengan kehendak Tuhan, hidup baik sebagaiaman dikehendaki oleh Tuhan. Jalan menuju surga tidak ada jalan pintas dan tidak bisa juga dengan jalan menyogok Tuhan Allah. Sehingga dalam hal ini, orang yang setia mengikuti Yesus, merekalah yang akan sampai dan masuk ke dalam keselamatan.

Kesetiaan dan kesungguhan mengikuti Yesus itulah jalan untuk masuk surga. Sehingga jelas juga bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga, bukan soal berapa lama kita mengenal dan mengaku diri sebagai pengikut Yesus. Sebab bisa saja kita sudah lama mengenal Yesus dan telah menjadi pengikut-Nya, namun hidup kita tidak berubah sebagaimana yang dikehendaki oleh Tuhan. Ada pula mungkin orang yang baru mengenal Yesus dan percaya kepada-Nya, namun dia sungguh berubah dan menyelaraskan hidupnya dengan kehendak Tuhan. Maka orang yang demikianlah yang masuk dalam keselamatan. Oleh karena itulah dikatakan oleh Yesus, ada yang terdahulu menjadi yang terakhir dan ada yang terakhir menjadi yang terdahulu. Semoga kita berusaha setia dan berusaha sungguh-sungguh dalam mengikuti Yesus. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXX, Selasa 25 Oktober 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXX, Selasa 25 Oktober 2011
Yohanes Ston
Rm 8:18-25, Mzm 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6, Luk 13:18-21

BACAAN INJIL
Maka kata Yesus: "Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya." Dan Ia berkata lagi: "Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah? Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."

RENUNGAN:
Tidak selamanya kecil itu tidak baik, demikian juga tidak selamanya besar itu baik dan menyenangkan. Yesus mengumpamakan Kerajaan Allah dengan hal-hal yang kecil dan sepele yakni biji sesawi yang kecil. Biji kecil itu tumbuh menjadi besar dan burung-burung bernaung dan bersarang di pohon yang berasal dari biji kecil. Juga mengumpamakan Kerajaan Allah seperti ragi yang diadukkan ke dalam tepung. Ragi yang sedikit mempengaruhi dan mengubah tepung itu menjadi kue yang kembang dan gurih.

Kiranya kerajaan Allah itu dalam kehidupan kita memang kelihatan sepele dalam arti kecil, sederhana bila dibandingkan dengan gemerlap dunia dan tawaran-tawaran dunia kepada kita. Namun yakinlah bahwa kerajaan Allah yang kelihatan seperti biji sesawi yang kecil, akan menjadi tempat bernaung dan tempat yang menyenangkan. Sehingga tugas kitalah untuk menaburkan Kerajaan Allah itu sehingga tumbuh menjadi tempat banyak orang untuk bernaung dan menyandarkan hidupnya. Demikian juga halnya menjadi tugas kita untuk mengadukkan Kerajaan Allah itu dalam adonan atau tepung kehidupan ini sehingga hidup ini berkembang dan menjadi lebih baik. Kita harus yakin bahwa walaupun upaya kita dan Kerajaan Allah itu kelihata sederhana, tetapi yang kecil dan sederhana itu akan menjadi besar dan membuat hidup kita dan hidup sesama menjadi lebih enak dan lebih baik. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXX, Senin 24Oktober 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXX, Senin 24Oktober 2011
Antonius Maria Claret, Aloisius Guanella
Rm 8:12-17, Mzm 68:2,6-7ab,20-21, Luk 13:10-17

BACAAN INJIL
Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat. Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh." Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah. Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat." Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?" Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.

RENUNGAN:
Pada dinding GB GK, GK melampirkan laporan peduli kasih, yakni dana yang digalang oleh FB GK untuk rakyak miskin, pada dinding FB tersebut ada komentar yang mengatakan kekaguman atas usaha FB GK. Pada akhir komentar beliau mengatakan sekaligus bertanya, “Mengapa tidak bergabung dalam kebijakan Vinsensian.” Kita tahu kelompok Vinsencian adalah kelompok yang melakukan karya kasih kepada sesama. Namun tentunya berbuat baik atau berbuat kasih tidak harus masuk dalam kelompok tertentu. Berbuat kasih juga tidak mengenal tempat dan waktu. Perbuatan kasih harus melampaui aturan, tempat dan waktu. Berbuat kasih menjadi suatu keharusan bagi setiap orang yang percaya kepada Yesus.

Yesus ditegur oleh kepala rumah ibadat karena Yesus melakukan perbuatan kasih dengan menyembuhkan seorang perempuan yang sudah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga sia sakit dampai bungkut punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. Yesus melakukan penyembuhan itu di rumah ibadat dan pada hari sabat. Ini yang mereka anggap bahwa tindakan Yesus tidak menaati aturan hari sabad yang mewajibkan orang untuk tidak bekerja pada hari itu. Menanggapi hal itu, Yesus justru menegur mereka sebagai orang-orang munafik. Sebab jelas di tengah-tengah mereka ada seorang perempuan yang sudah lama sakit, tetapi mereka tidak mempedulikannya. Juga seharusnya di tempat yang disucikan dan pada hari yang disucikan itu, sangat cocok untuk berbuat kasih. Namun mereka justru menegur Yesus yang melakukan perbuatan kasih pada hari sabat dan dalam rumah ibadah.

Memang berbicara tentang kasih itu sangat gampang dan mudah, tetapi melakukannya bukanlah hal yang mudah. Juga begitu mudah menemukan orang yang rajin beribadah, rajin berdoa tetapi mereka dengan begitu mudah juga mengabaikan orang yang menderita yang ada disekitarnya. Orang pasti dengan mudah mengatakan ‘kasihan’ kepada orang yang menderita, tetapi sulit untuk mengungkapkan rasa kasihan itu dengan berbuat baik kepada orang yang menderita. Bahkan mungkin banyak orang yang tidak melakukan kasih tetapi malah mengkritik atau berpikir miring kepada orang yang berusaha melakukan perbuatan kasih. Bisa saja orang justru menuduh orang yang berbuat kasih adalah sok jadi pahlawan, sok baik atau cari perhatian. Seharusnya kita yang tidak melakukan perbuatan kasih bukannya mencap jelek atas orang yang berbuat kasih, tetapi seharusnya kita menjadi malu dan mendukung orang yang berusaha berbuat kasih.

Hari ini, renungkanlah sabda dan teladan yang diperbuat Yesus, yakni cinta kasih hendaknya bukan hanya dalam kata-kata, tetapi dalam kepedulian dan perbuatan nyata kepada sesama. Perbautan cinta kasih tidak mengenal tempat, waktu atau kelompok. Semua orang dipanggil untuk hidup dalam kasih serta berbuat kasih kepada sesama. Amin.

Pasca Kongres Rakyat Papua: Beberapa Mahasiswa STFT Belum Kembali

Pasca Kongres Rakyat Papua: Beberapa Mahasiswa STFT Belum Kembali

(Jayapura 20/10/2011)Beberapa mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Fajar Timur, Abepura, belum kembali ke asrama mereka.

Uskup Jayapura Mgr Leo Laba Ladjar OFM ketika ditemui, Kamis (20/10/2011), di Kompleks STFT Fajar Timur, Abepura, mengatakan, beberapa mahasiswa yang lain telah pulang setelah sebelumnya turut ditangkap oleh aparat. "Mereka telah dipulangkan setelah diperiksa di Polda," kata Mgr Leo Laba Ladjar.

Menurut penuturan beberapa mahasiswa STFT Fajar Timur, beberapa rekan mereka ditangkap di dalam kompleks kampus itu. Aparat menduga mereka terlibat dalam Kongres Rakyat Papua III.

Kebetulan kompleks Kampus STFT Fajar Timur berada tepat di atas Lapangan Zakheus, tempat di mana kongres itu digelar. Saat aparat membubarkan kongres itu, sebagian peserta lari ke arah kompleks tersebut.

"Saat mengejar mereka, aparat juga memasuki kompleks kampus itu. Mereka memecahkan pintu kaca kamar para frater dan mengambil dua CPU yang katanya sebagai barang bukti," kata seorang mahasiswa.

Beberapa tembakan yang dilepaskan saat membubarkan kongres itu juga mengenai ruang dosen. Sebuah lubang bekas peluru tampak di sebuah jendela kaca ruang dosen itu. Mgr Leo Laba Ladjar menyayangkan tindakan aparat itu.

Sebagaimana diberitakan, Rabu (19/10/2011), aparat membubarkan Kongres Rakyat Papua III. Setidaknya 200 orang ditangkap.(kompas.com)

(Foto: cathnews)

Disadur dari:www.mirifica.net

200 Tokoh Agama Berkumpul di Vatikan

200 Tokoh Agama Berkumpul di Vatikan

(Vatikan 19/10/2011)Sebanyak 200 pemimpin agama dari sejumlah negara akan bergabung dengan Paus untuk upacara pada 27 Oktober mendatang, kata Vatikan.

Paus Benedictus XVI akan menjadi tuan rumah acara untuk mendukung perdamaian dunia, yang dimulai oleh pendahulunya Paus Yohanes Paulus II di Assisi. Acara ini akan diikuti berbagai agama dan kepercayaan.

Sekitar 60 pemimpin Muslim juga akan hadir dari 19 negara, termasuk Iran dan Arab Saudi, kata Kardinal Peter Kodwo Appiah Turkson, kepala dewan kepausan Vatikan untuk keadilan dan perdamaian.

Di antara pemimpin spiritual yang akan hadir adalah dari Baha'i, Buddha, Konghucu, Hindu, Jain, Yahudi, Sikh, Taois, dan Zoroaster, yang akan bergabung dengan 100 pemimpin Kristen, kata Vatikan dalam konferensi pers, Selasa (18/10/2011).

Namun, Imam Besar Masjid Al-Azhar menolak hadir karena pusat Islam Sunni itu telah membekukan hubungan dengan Vatikan setelah Paus menyampaikan solidaritas pada masyarakat Koptik Mesir pasca-serangan bom pada Tahun Baru.

Turkson mengatakan, pertemuan itu akan menyerukan "jalan bersama" ke perdamaian. Dia menambahkan, para peserta semuanya akan diminta berdoa dengan diam dalam prosesi singkat ke Basilika Assisi dan di ruangan terpisah setelah upacara.

Turkson menambahkan, kegiatan itu mengalami sejumlah perubahan dibandingkan penyelenggaraan pertamanya. Hal itu dilakukan setelah beberapa protes dari para tradisionalis Katolik yang mengatakan bahwa upacara itu telah mendorong terjadinya sinkretisme atau percampuran kepercayaan. (kompas.com)

Disadur dari: www.mirifica.net

Hal penting tentang Hari Minggu Misi 2011

Hal penting tentang Hari Minggu Misi 2011

Pastor William Grimm MM, Tokyo


“Minggu, 23 Oktober adalah Hari Minggu Misi Dunia”

Kata apakah yang ada tujuh huruf untuk menggambarkan “Gereja”? Jawabannya adalah “Mission” (misi) yang berarti “perutusan.”

Itu adalah “panggilan” dari Trinitas dan dasar hubungan kita dengan Allah. Bapa mengirimkan Putra-Nya ke dalam dunia dalam wujud Inkarnasi. Bapa dan Putra mengutus Roh Kudus ke atas para murid.

Roh Kudus memberdayakan dan mendorong para murid mewartakan Injil. Roh Kudus adalah utusan untuk Gereja. Kita berkumpul (akar kata dari Gereja) untuk diutus. Ini adalah alasan seluruh keberadaan Gereja.

Bulan ini, populasi dunia mencapai tujuh miliar. Karena jumlah penduduk dunia berkembang, begitu juga agama Kristen. Di beberapa tempat, pertumbuhan sangat pesat sehingga beberapa memprediksi bahwa orang Kristen mungkin dalam waktu yang tidak terlalu lama menjadi mayoritas penduduk dunia. Tapi, bukan Kristen Katolik.

Pertumbuhan Gereja Katolik tidak pesat di tengah dunia yang berkembang. Sudah ada lebih banyak umat Muslim di dunia daripada umat Katolik, dan Gereja-gereja berkembang di Asia, Afrika dan Amerika Latin adalah Komunitas Evangelis. Islam dan Kristen Evangelis yang bertumbuh dua kali lipat dari pertumbuhan agama Katolik.

Tentu saja, bagi umat Katolik, misi bukanlah soal jumlah (angka). Tapi, kita masih harus bertanya mengapa orang lain melakukan lebih banyak hal untuk membagikan iman mereka. Jika kita tidak melakukan misi, kita tidak lagi melihat diri kita sebagai yang diutus, kita tidak lagi menjadi Gereja. Mungkinkah itu yang menjadi alasan penyusutan jumlah orang yang mengikuti Kristus sebagai orang Katolik? Apakah karena kita kurang merasa sebagai sebuah Gereja dari yang seharusnya?

Sosiolog Pierre Hegy mengamati, “Pandangan pasca Konsili Vatikan II bahwa misi evangelis melalui pembaptisan bagi semua orang belum dilaksanakan.”

Dia menjelaskan dalam bukunya Wake Up, Lazarus! bahwa mereka yang mengklaim sebagai pewarta Injil memiliki pandangan terbatas akan tugas panggilan mereka.

“De fakto, dalam survei singkat laporan saya tentang misionaris awam AS, saya menemukan bahwa semua mendedikasikan diri mereka secara eksklusif untuk karya amal, bukan evangelisasi. Selain itu, banyak kongregasi imam misionaris membagikan brosur-brosur karya amal mereka, jarang menyoroti prestasi misionaris mereka, seolah-olah pekerjaan misionaris adalah karya amal utama ke luar negeri.”

Program paroki sering menyediakan dapur umum, paket makanan, dan toko-toko barang bekas, tapi ini tidak terlalu berbeda dengan apa yang lembaga sosial sekuler lakukan. Biasanya, sebagian besar mereka tidak menawarkan bantuan rohani.”

Setiap bulan Oktober, kita menandai, lebih atau kurang, Hari Minggu Misi Dunia. Seseorang di Kongregasi untuk Evangelisasi Bangsa-Bangsa menulis sebuah pesan, yang ditandatangani oleh Sri Paus, dipublikasikan di situs Vatikan, dibaca oleh segelintir orang, sedikit masuk ke hati dan kita terus mengerjakan tugas seperti biasa sampai tahun depan.

Tapi, bisakah kita terus melangkah seperti biasa? Jika umat Katolik -kita masing-masing dan kita semua – membangkitkan kembali semangat untuk membiarkan semua saudara-saudari kita mengenal kasih Tuhan kepada kita yang ditunjukkan dalam diri Yesus Kristus, kita tidak lebih dari sebuah kultus. Sebuah sekte besar hanya terfokus pada dirinya sendiri dan ritual, peraturan, hirarki dan praktek-praktek. Ritual, aturan, hirarki dan praktik itu harus ada hanya demi pewartaan Injil.

Tujuh miliar orang berhak untuk mengetahui Bapa mereka. Jika setiap orang Katolik tidak ambil bagian dalam sharing bersama tentang Kabar Baik dengan saudara-saudari Kristen lain, dunia akan kehilangan cara yang unik dan penting untuk mengenal Kristus. Selain Minggu Misi, kita perlu Senin hingga Sabtu Misi setiap minggu.

Pastor William Grimm adalah seorang imam, yang tinggal di Tokyo dan publisher UCA News, serta mantan kepala editor “Katorikku Shimbun,” mingguan Katolik Jepang.

Article asliSome Thoughts for Mission Sunday 2011

Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

Vatikan: Kematian Gadhafi akhiri rezim otoriter

Vatikan: Kematian Gadhafi akhiri rezim otoriter


Moammar Gadhafi (CNN/Jetty Images)

Vatikan mengatakan kematian orang kuat Libya Moammar Gadhafi menandai akhir dari sebuah “rezim yang keras dan menindas” yang didasarkan pada kekuasaan, bukan martabat manusia.

Vatikan menyatakan harapan bahwa pertumpahan darah akan berakhir di negara Afrika Utara itu, dan bahwa pemerintah Libya baru akan membuka fase membangun kembali berdasarkan “semangat inklusif” dan keadilan sosial, demikian Catholic News Service.

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh kantor pers Vatikan 20 Oktober, beberapa jam setelah Gadhafi dilaporkan tewas di kota asalnya Sirte, di mana ia telah membarikade dengan pasukan loyalis. Kematiannya datang setelah berbulan-bulan perang saudara berdarah dan serangan udara NATO dalam mendukung pemberontak Libya.

Vatikan mengatakan konflik Libya telah “terlalu lama dan tragis” dan harus segera refleksi pada “biaya penderitaan besar manusia ” yang menyertai keruntuhan sistem tidak didasarkan pada penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Ini mendorong pemerintah Libya baru untuk mencoba mencegah kekerasan lebih lanjut yang disebabkan oleh semangat balas dendam dan untuk memulai program pasifikasi. Masyarakat internasional, katanya, harus memberikan bantuan suka rela terhadap pembangunan negara.

Untuk bagiannya, komunitas Katolik minoritas di Libya akan terus menawarkan “saksi dan pengabdian tanpa pamrih, terutama di bidang amal dan perawatan kesehatan,” katanya. Vatikan mengatakan akan bekerja dalam mendukung rakyat Libya di ajang diplomatik internasional.

Pernyataan itu mengatakan Vatikan menganggap pemerintahan transisi sebagai wakil sah rakyat Libya. Vatikan, katanya, telah memiliki berbagai hubungan dengan otoritas baru di Libya, melalui Kedutaan Besar Vatikan untuk Libya, di PBB dan di Libya.

Pernyataan itu mengatakan Duta Vatikan untuk Libya, yang tinggal di Malta, pergi ke Libya untuk pembicaraan di awal Oktober dengan perdana menteri sementara, Mahmoud Jibril, dan pejabat lainnya.

“Dalam pertemuan beragam ini, kedua belah pihak menggarisbawahi pentingnya hubungan diplomatik antara Tahta Suci dan Libya. Takhta Suci memiliki kesempatan memperbaharui dukungannya bagi rakyat Libya dan dukungan untuk pemerintahan transisi,” kata Vatikan.

Para pejabat pemerintah baru Libya telah menyatakan penghargaannya atas seruan kemanusiaan dari Paus Benediktus XVI dan atas pelayanan Gereja di Libya, khususnya karya dari 13 komunitas agama di rumah sakit atau pusat-pusat bantuan.

Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

RENUNGAN HARI MINGGU PEKAN KE XXX MINGGU 23 Oktober 2011

RENUNGAN HARI MINGGU PEKAN KE XXX
MINGGU 23 Oktober 2011
Kel 22: 21-27; 1Tes 1:5c-10; Mat 22:34-40

BACAAN INJIL: Mat 22:34-40

“Kasihilah Tuhan Allahmu dan kasihlah sesamamu seperti dirimu sendiri.”

Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

RENUNGAN:
Mungkin kita masih ingat kejadian sehubungan dengan apa yang dialami oleh kelompok Ahmadiah. Kelompok agama ini ditentang, dilarang keberadaannya, dan bahkan beberapa dari antar mereka dibunuh dengan begitu sadis, seakan bukan manusia. Kita juga pasti ingat kejadian yang dialami beberpa Gereja, yakni Gereja dirusak, diteror dan dibom. Semua ini dilakukan oleh kelompok tertentu yang mengatakan diri mereka beragama dan sangat mencintai Tuhannya. Mereka mencintai Tuhannya dan agamanya begitu ekstrim sehingga tidak menghargai dan menghendaki keberadaan orang lain. Seakan menyengsarakan dan membunuh orang lain yang tidak sealiran dengan mereka, itu dianggap halal dan bahkan seakan mendapat pahala kelak. Apakah memang Tuhan menghendaki perbuatan yang demikian? Apakah iman dan cinta kepada Tuhan meniadakan penghormatan dan cinta kepada sesama dan menganggap orang lain adalah musuh?

Kejadian yang senada ini juga pasti kita temui dalam hidup. Ada aliran agama tertentu yang mengajarkan ketaatan dan cinta yang mutlak hanya kepada Allah. Ini baik, tetapi yang menjadi persoalan, bahwa cinta mutlak kepada Allah yang begitu ekstrim mengajarkan bahwa yang tidak ada kaitannya dengan Allah, tidak dihargai dan tidak dihormati. Maka dalam hal ini, kita temui ada agama yang menolak menghormati bendera, menolak adat istiadat, karena menganggap itu pelecehan atas hormat kepada Allah. Sehubungan dengan hal ini, ada sekte kristen yang menolak ada istiadat sehingga mereka tercabut dari tradisi dan masyarakat sekitar mereka dan mereka sendiri menganggap orang yang tidak sealiran dengan mereka adalah bukan saudara mereka. Dalam hal ini kita juga bertanya, “Apakah cinta kepada Allah menghendaki kita tercabut dari adat istiadat dan dalam hubungan dengan kemasyarakatan? Apakah cinta kepada Allah membuat kita hidup hanya dengan orang yang sepaham dengan kita?

Hari ini Yesus mengajarkan kepada kita akan hukum yang terutama dan utama. Yesus mengatakan bahwa hukum yang terutama adalah "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Sabda ini mengatakan bahwa kasih kepada Allah harus kita jalankan dalam seluruh dan setiap hidup kita. Sehingga kasih kepada Allah itu tidak hanya ketika dalam beribadah atau saat dalam Gereja saja, tetapi di manapun dan kapanpun kita harus mengasihi Allah. Namun kenyataan yang sering terjadi adalah kita mengasihi Allah hanya dalam dalam ucapan bibir saja, hanya dalam nyanyian penyembahan atau dalam doa-doa pada saat ibadah, tetapi tidak dalam kehidupan sehari-hari. Hati, pikiran dan jiwa kita tidak diresapi oleh kasih kepada Allah. Bahkan tidak jarang hidup dan kasih kita lebih besar terhadap diri sendiri, terhadap harta atau jabatan. Tidak sedikit orang yang dengan mudah mengorbankan imannya demi harta dan kedudukan atau jabatan.

Yesus mengajarkan bahwa kasih kepada Allah bukan meniadakan kasih kepada sesama. Malahan Yesus menegaskan bahwa kasih kepada Allah itu terbukti dan tercurah dalam perbuatan kasih kepada sesama. Oleh karena itulah setelah mengajarkan hukum terutama dan pertama yakni kasih kepada Allah, Yesus melanjutkan hukum kasih kepada sesama seperti diri sendiri. Sehingga kasih kepada Allah adalah suatu hal yang mustahil bila tidak mengasihi sesama. Bahkan kasih kepada sesama itu merupakan perwujudan dan menunjukkan bahwa kita mengasihi Allah, sebab Allah itu kasih dan Dia mengasihi semua manusia. Bila kita tidak mengasihi manusia yang dikasihi Allah sendiri, itu artinya bahwa kasih kita kepada Allah hanya sebagai ungkapan bibir saja, bukan keluar dari keseluruhan hidup kita. Kasih itu harus terungkap dalam perbuatan kasih kepada sesama, terutama orang-orang kecil. Perbautan kasih tentunya tidak mendatangkan duka, kesedihan, kepada sesama tetapi mendatangkan kasih dan kebahagiaan bagi orang lain. Perbuatan kasih ini sungguh suatu yang harus dilakukan orang yang percaya, sebab sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama, bila sampai orang kecil kita buat menderita dan mereka berseru kepada Tuhan, Tuhan akan memberkati mereka dan kita akan mendapat penghukuman. Ini mengatakan bahwa kasih kepada sesama terutama orang kecil, suatu keharusna bagi kita yang mengasihi Allah.

Namun kiranya banyak terjadi di antara kita yang mengatakan diri mengasihi Allah, bahwa kita mengasihi Allah tetapi tidak mengasihi sesama, malahan hidup hanya untuk diri sendiri dan tidak peduli dengan sesama terutama yang menderita. Ada orang yang rajin ke gereja, rajin berdoa, aktif dalam kegiatan hidup menggereja, tetapi mereka tidak memiliki kasih. Mungkin kita tidak membuat orang lain terutama orang kecil menderita, atau tidak menindas orang kecil, tetapi kita tidak peduli kepada mereka, kita hanya hidup untuk diri sendiri. Kasih kita kepada sesama seringkali hanya sebatas bibi atau sebatas kata, “Kasihan” atau “berdoa untuk orang yang menderit”, padahal sebenarnya kita mempunyai sesuatu yang kita lakukan untuk mengungkapkan kasih kita kepada sesama. Perbuatan kasih yang sekecil apapun kita lakukan kepada sesama, kalau itu kita lakukan karena kasih, pasti akan sangat bermakna bagi mereka yang kita kasihi dan bagi kita sendiri.

Sehingga dengan mengasihi sesama, nyatalah bahwa kita sungguh mengasihi Tuhan. Kasih kepada Tuhan, harus nyata dalam kasih kepada sesama. Amin.

BACAAN HARI MINGGU PEKAN KE XXX MINGGU 23 Oktober 2011

BACAAN HARI MINGGU PEKAN KE XXX
MINGGU 23 Oktober 2011
Kel 22: 21-27; 1Tes 1:5c-10; Mat 22:34-40

BACAAN I: Kel 22: 21-27

“Jika kamu menyusahkan janda dan yatim piatu, maka murka-Ku akan menggarang.”

"Janganlah kautindas atau kautekan seorang orang asing, sebab kamu pun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir. Seseorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas. Jika engkau memang menindas mereka ini, tentulah Aku akan mendengarkan seruan mereka, jika mereka berseru-seru kepada-Ku dengan nyaring. Maka murka-Ku akan bangkit dan Aku akan membunuh kamu dengan pedang, sehingga isteri-isterimu menjadi janda dan anak-anakmu menjadi yatim. Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya. Jika engkau sampai mengambil jubah temanmu sebagai gadai, maka haruslah engkau mengembalikannya kepadanya sebelum matahari terbenam, sebab hanya itu saja penutup tubuhnya, itulah pemalut kulitnya -- pakai apakah ia pergi tidur? Maka apabila ia berseru-seru kepada-Ku, Aku akan mendengarkannya, sebab Aku ini pengasih.

MAZMUR TANGGAPAN : Mzm 17(18):2-3a.3bc-4.47.51ab

Reff.: Aku cinta pada-Mu, ya Tuhan, kekuatanku

1 "Aku mengasihi Engkau, ya TUHAN, kekuatanku!
Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku,

2. Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!
Terpujilah TUHAN, seruku; maka aku pun selamat dari pada musuhku.
3. TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan mulialah Allah Penyelamatku, Ia mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya, dan menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya, yaitu Daud dan kepada anak cucunya untuk selamanya.

BACAAN II: 1Tes 1:5c-10

“Kamu telah berpaling dari dewa-dewa kepada Allah untuk mengabdi Allah dan menantikan kedatangan Putera-Nya.”

Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu. Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus, sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya. Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah, sehingga kami tidak usah mengatakan apa-apa tentang hal itu. Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar, dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.

BACAAN INJIL: Mat 22:34-40

“Kasihilah Tuhan Allahmu dan kasihlah sesamamu seperti dirimu sendiri.”

Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)