Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.
Showing posts with label Berita Paroki. Show all posts
Showing posts with label Berita Paroki. Show all posts

PROSESI MINGGU PALMA 29 MARET 2015

Umat Katolik Paroki Santa Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, mengadakan prosesi Minggu Palma melewati kota Tigalingga. Mari Muliakan Yesus Tuhan Raja kita. 

SUKACITA DAN DUKACITA ‘MENGEMIS’ UNTUK MEMBANGUN RUMAH TUHAN.

SUKACITA DAN DUKACITA ‘MENGEMIS’ 
UNTUK MEMBANGUN RUMAH TUHAN. 

“Pertama-tama perlu saya konfirmasikan bahwa saya bukan anggota umat Gereja Katolik....” inilah sepenggal balasan pesan yang saya kirimkan kepada seorang ibu lewat FB. Sebagaimana biasanya, saya mengirimkan pesan Permohonan Bantuan Dana untuk pembangunan Gereja Tigalingga, kepada orang yang memang belum saya kenal. Saya mengirimkan pesan permohonan kepada orang yang saya tahu namanya lewat FB saja. Harapan saya adalah bahwa mereka Kristiani dan katolik. 

Saya berharap bahwa karena mereka katolik, mereka mau membantu kami. Saya melakukan demikian, karena kemampuan ekonomi umat yang tidak mendukung untuk pembangunan Gereja.Dalam pembangunan ini umat memang tidak bisa memberi kontribusi dana, tetapi mereka berjuang dengan bergotong royong dan juga membantu sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Semuanya itu tentu tidak cukup, karena uang tetap dibutuhkan untuk membeli bahan bangunan dan juga gaji tukang. Kami sudah mencoba dengan meminta lewat proposal, namun sepertinya tidak menghasilkan dan pembangunan membutuhkan banyak dana.

Namun puji syukur pada Tuhan, Tuhan menunjukkan jalan lewat FB, mengemis lewat FB walaupun seringkali ada rasa risih dan malu dalam meminta lewat dunia maya. Ada rasa malu karena seorang pastor meminta-mita lewat dunia maya yang dalam hal ini FB dan semua orang pasti bisa melihat atau membacanya. Malu juga karena berteman dengan orang dengan tujuan untuk meminta bantuan doa terutama dana untuk pembangunan ini. Rasa malu karena harus banyak duduk di depan komputer, pelototin layar komputer dan keluyuran di dunia maya (FB) demi mencari dana. Namun semuanya ini dapat teratasi dengan hasil yang sudah kami rasakan, ini adalah berkat Tuhan bagi kami lewat dunia maya (FB). Oleh sebab itu, dengan dikuatkan demi memuliakan Tuhan lewat pembangunan Gereja Paroki dan juga demi iman umat paroki, kami kembali mencari dan mengirimkan permohonan bantuan pembangunan kepada beberapa orang lewat FB. Mungkin karena begitu yakin bahwa yang kami kirimi adalah umat Katolik, kami tidak memperhatikan keyakinan atau agama yang kami kirimi. 

Umumnya permohonan kami akan dibalas besok harinya dan bahkan banyak juga yang tidak membalasnya sama sekali. Seperti biasanya, keesokan harinya saya membuka FB saya melihat ada pesan. Saya buka pesan itu dengan berdebar-debar karena sadar bahwa permohonan kami pasti merepotkan, sehingga bisa saja yang kami kirimi pesan permohonan tersinggung dan jengkel. Dengan keberanian iman, saya baca pesan itu. Pesan dari seorang ibu yang saya kirimi seperti sepenggal pesan yang saya tulis di atas, namun beliau tetap dengan ramah mengatakan bahwa dia akan pertimbangkan dan akan beritahukan bila sudah membantu. Membaca pesan ini ada juga rasa malu dan juga rasa bersalah. 

Walau dengan rasa malu, saya tetap membalas pesan beliau dengan memohon maaf karena kesalahan mengirimkan pesan permohonan, kesalahan karena mengira beliau katolik dan dengan tidak lupa saya memohonkan berkat bagi beliau dan keluarganya. Inilah sepenggal sukacita yang terjadi dalam usaha membangun rumah Tuhan. Munkin pengalaman demikian tidak akan dialami oleh paroki yang ada di peroki perkotaan, yang mana ekonomi paroki dan umat sanggup untuk membangun dan bahkan memperindah gedung gereja mereka. Inilah dinamika kehidupan iman dan kehidupan paroki. 

Namun demikian, setiap orang dan juga setiap gereja paroki punya persoalan masing-masing, yang memang pasti berbeda-beda. Sehingga walau demikian, dalam hidup dan dalam karya pelayanan dituntut keyakinan pada Tuhan, penyerahan diri pada Tuhan dan berusaha sekuat hidup untuk berbuat yang terbaik sebagai ungkapan iman. Hidup dan perbuatan dalam iman, akan memberi kekuatan sehingga mencari cara untuk berkarya, memampukan untuk melihat peluang dalam memuliakan Tuhan dan juga berani mengakui kekeliruan serta dalam situasi apapun tetap menjadi berkat atau memohonkan berkat bagi orang lain. Tuhan Yesus memberkati.

ADA YANG PERGI DAN ADA YANG DATANG TEMU PISAH (SIAP DIUTUS KEMANAPUN UNTUK MEWARTAKAN KERAJAAN ALLAH)

ADA YANG PERGI DAN ADA YANG DATANG
TEMU PISAH 
(SIAP DIUTUS KEMANAPUN UNTUK MEWARTAKAN KERAJAAN ALLAH) 


Ada pepatah yang mengatakan, “Ada pertemuan dan ada pula perpisahan.” Pertemuan dikatakan merupakan pengalaman hidup yang menggembirakan. Namun sebenarnya dalam pertemuan itu, orang harus siap untuk berpisah. Sebab tidak selamanya orang hidup bersama, akan ada saat akan mengalami perpisahan. Namun perpisahan tidaklah merupakan pengalaman yang menyedihkan, apalagi bila hal itu menyangkut iman. Perpisahan justru merupakan pengalaman yang membahagiakan. Sebab dengan berpisah, kita bisa mengenang pengalaman indah selama hidup bersama dengan orang yang berpisah dengan kita, dan kitapun akan mengalami pengalaman hidup yang baru bersama orang baru. Dalam hal ini yang kami maksud adalah perpisahan seorang imam ke tempat tugas yang baru. 

Pada hari Kamis 15 Nopember 2012 di paroki Maria dari Gunung Karmel diadakan acara TEMU PISAH. Romo Anton Samuel Situmorang O.Carm yang menjalani masa diakonat di paroki Tigalingga sejak bulan Maret 2012 yang lalu, setelah mendapat tahbisan imam pada tanggal 27 Oktober 2012 di Paroki Pasar Merah Medan, mendapat tugas baru di Paroki Kristus Raja Pardagangan. Untuk itu, paroki khususnya lingkungan kota dan para pengurus Gereja mengadakan acara perpisahan atau pelepasan untuk tugas baru. Namun pada acara ini juga diadakan sekaligus penyambutan Romo Willy Purwanto O.Carm yang mendapat tugas baru di paroki Tigalingga. Beliau sebelumnya bertugas sebagai pastor rekan di paroki Parongil. Berdasarkan SK dari Uskup Agung Medan, sejak tanggal 16 Nopember 2012 beliau ditugaskan di paroki Tigalingga. Sehingga jelaslah bahwa dalam acara perpisahan atau pelepasan ini, juga ada kegembiraan yakni menerima kedatangan romo baru yang akan bertugas di paroki Tigalingga. 
 
Acara perpisahan diawali dengan Misa bersama. Romo Anton Samuel Situmorang O.Carm mempersembahkan misa didampingi oleh Romo Paroki dan Romo Willy O.Carm. Sesudah perayaan ekaristi diadakan makan bersama dan ramah tama bersama di aula terbuka paroki. Dalam acara makan bersama, umat menyatakan dukungan dan penyambutan yang hangat bagi romo yang akan pindah dan romo yang baru datang dengan memberikan makanan khas batak yakni iman mas dan menyematkan ulos Karo. Sesudah itu, diadakan kata-kata ucapan terimakasih, kata-kata pelepasan dan kata sambutan selamat datang untuk pasto Willy O.Carm yang akan bertugas di paroki Tigalingga. Akhir kata dikatakan ‘Selamat bertugas untuk kedua pastor, baik yang akan pindah tugas ke tempat baru yakni paroki Perdagangan dan yang akan datang bertugas di Paroki Tigalingga.

PERTEMUAN DAN PERAYAAN PASKAH UMAT KATOLIK PEGAWAI NEGERI SIPIL, PEGAWAI SWASTA, APARAT DESA, POLRI DAN TNI SE-PAROKI MARIA DARI GUNUNG KARMEL TIGALINGGA KEUSKUPAN AGUNG MEDAN

PERTEMUAN DAN PERAYAAN PASKAH UMAT KATOLIK PEGAWAI NEGERI SIPIL, PEGAWAI SWASTA, APARAT DESA, POLRI DAN TNI SE-PAROKI MARIA DARI GUNUNG KARMEL TIGALINGGA KEUSKUPAN AGUNG MEDAN 

Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk !” (Markus 16:15) 
 
Sabda Yesus ini ditujukan kepada semua orang yang percaya kepada Dia, sehingga semua orang diutus untuk mewartakan Injil kepada semua orang dalam dunia kehidupannya setiap hari baik itu dalam dunia keluarga, dunia pekerjaan dan dunia kemasyarakatan. Dengan demikian semua yang percaya kepada Yesus diingatkan akan panggilan dan tugas pewartaan dalam mewartakan injil Yesus Kristus. 

Dengan semangat inilah maka diadakan Pertemuan dan Paskahan bersama Umat Katolik yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil, Pegawai Swasta, aparat Desa, Polri dan TNI yang memang secara nyata bertugas dalam kemasyarakatan. Sehingga dengan perayaan Paskah ini, mereka diingatkan bahwa dalam tugas mereka itu, mereka tidak hanya sekedar mencari nafkah untuk memebuhi kebutuhan hidup tetapi juga sebagai jalan untuk mewartakan Injil Kristus. Gereja juga diharapkan menjadi pewarta Injil, menjadi perpanjangan tangan Gereja untuk mewartakan injil dalam dunia pekerjaan mereka. 

 Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini sudah berlangsung pada hari Sabtu-Minggu, 5 s/d 6 Mei 2012 di Paroki Tigalingga. Pertemuan dan misa diadakan di Aula bawah paroki dengan dihadiri sekitar 80 orang peserta. Jumlah ini sebenarnya bisa lebih diperkirakan sampai 100 orang, tetapi masih ada yang tidak bisa hadir dalam pertemuan ini. Pada hari pertama, pertemuan diisi dengan perkenalan masing-masing peserta. Hal ini kiranya perlu, karena ternyata masih banyak juga peserta yang belum saling kenal, meskipun mereka ada dalam satu paroki. Selanjutnya diisi dengan permenungan dari Diakon Samuel Situmorang O.Carm. Diakon ini memberi tema Spiritualitas pelayanan. Dalam permenungan ini, Diakon menekankan bahwa pekerjaan harus juga dihayati sebagai tugas dan penggilan pelayanan dari Yesus sendiri. Dalam menjalankan tugas pelayanan, harus belajar dari Yesus Sang pelayan sejati. 

Dalam pertemuan ini, juga mengundang Kepala Kepegawaian Kabupaten Dairi, yakni bapak J. Sigalingging, tetapi beliau berhalangan hadir, juga mengundang bapak S. Tinambunan yang saat ini bekerja sebagai kepala Badan Perencanaan Pendapatan Daerah Kabupaten Diari, juga mengundang Kasi Bimas Katolik Kabupaten Dairi yakni bapak M. Sihotang. Mereka semua adalah umat katolik dari Paroki Sidikalang, Mereka menakankan bagaimana seorang pegawai yang katolik bekerja di pemerintahan dan dalam pelayanan masyarakat. Mereka mengharapkan bahwa pegawai yang katolik harus membawa nilai-nilai kekatolikan dalam tugas di manapun. Dalam hal ini bapak S. Tinambunan berbagi pengalaman dengan menceritakan bahwa dia dulunya hanya pegawai bias di pemerintahan, namun karena berusaha menjadi pegawai yang membawa nilai-nilai kekatolikan, dia bisa sampai mendapatkan jabatan yang strategis. Dikatakannya bahwa meskipun dia sudah menghadapi 6 kali pergantian bupati di Dairi, beliau tidak risau dengan jabatannya, karena dia yakin, kalau dia bekerja sebagai pegwai yang katolik, pasti akan tetap mendapat berkat dari Tuhan. 
 
Pada hari kedua kegiatan ini, diisi dengan Misa Minggu bersama umat dari lingkungan paroki bersama keluarga para peserta. Perayaan ekaristi diadakan di Aula bawah paroki. Perayaan ekaristi berjalan dengan baik. Sesudah itu, diadakan acara ramah tamah bersama di tempat yang sama. Dalam acara ramah tama ini, acaranya santai yakni dari peserta atau yang hadir diminta untuk bernyanyi. Walaupun acara bernyanyi secara spontan, namun tetapi beriah, bahkan ternyata lebih menarik daripada acara menortor sebagaimana selama ini biasa dilakukan. Bahkan ternyata, banyak peserta yang suka bernyanyi. Kegiatan ini ditutup setelah makan siang bersama pada jam 13.00 Wib. 
 
Dalam kesan pesan peserta terlontar suatu keinginan bahwa kegiatan ini hendaknya dilanjutkan, bahkan ditingkatkan, bukan hanya sekali setahun, kalau boleh dua kali dalam setahun. Ini semua baik, tetapi tentu tergantung kesediaan peserta untuk melanjutkannya. Semoga pertemuan ini sungguh bermanfaat bagi perkembangan iman umat dalam Gereja Paroki Tigalingga. Sekian dan terimakasih.

Karya sosial perlu diselaraskan dengan doa

Karya sosial perlu diselaraskan dengan doa 

Semua karya pastoral, termasuk mempromosikan keadilan sosial dan membantu masyarakat miskin, harus ditopang dengan doa, kata Paus Benediktus XVI. 

Tanpa merenungkan dan melakukan internalisasi Sabda Allah setiap hari, salah satu risiko adalah karya itu dianggap sebagai beban dan orang akan mengabaikan peran Roh Kudus, katanya, seperti dilansir Catholic News Service. 

 “Kasih dan keadilan tidak hanya dalam bentuk aksi sosial, tetapi juga tindakan spiritual dalam terang Roh Kudus,” kata paus itu saat audiensi umum di Basilika St. Petrus, 25 April. 

 Audiensi itu dihadiri oleh lebih dari 20.000 peziarah dari seluruh dunia. 

Terkait doa Kristen, paus itu mengutip Kisah Para Rasul Pasal 6, yang mengisahkan bagaimana komunitas Kristen perdana memutuskan untuk memanggil “tujuh orang dari antara kamu yang terkenal baik dan, yang penuh Roh dan hikmat” yang akan mengabdi untuk tugas tersebut dan supaya kami memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman.” 

“Pewartaan Injil dan (melakukan) karya amal konkret mengalami kesulitan,” namun orang harus menemukan solusi sehingga keduanya akan memiliki tempat dalam Gereja, kata Paus. 

Para rasul menciptakan pelayanan baru yang didedikasikan kepada orang miskin karena Gereja dipanggil bukan hanya untuk mewartakan Sabda, tetapi juga memenuhinya melalui tindakan nyata, katanya. 

Pada saat yang sama, katanya, para rasul menekankan pentingnya doa. Untuk itu mereka yang melayani misi amal Gereja hendaknya melakukan “dalam semangat iman dengan terang Allah.”
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Indonesia termasuk 9 negara pelanggar kebebasan beragama

Indonesia termasuk 9 negara pelanggar kebebasan beragama

Komisi Kebebasan Beragama Internasional AS (USCIRF) mencatat Indonesia ke dalam daftar negara yang butuh pengawasan dunia soal pelanggaran kebebasan beragama.

Laporan tahunan USCIRF menilai pemerintah Indonesia kerap membiarkan pelanggaran terkait kebebasan beragama.

Menurut Peneliti LSM The Wahid Institute Rumadi, laporan tersebut semestinya dibarengi dengan sanksi, seperti pemutusan hubungan ekonomi.

Menurut dia, catatan internasional tentang buruknya toleransi beragama di Indonesia sudah berkali-kali dilaporkan, akan tetap belum ada efek jera.

“Jadi, sejauh ini hanya sekedar catatan saja. Belum ada semacam desakan yang kuat. Indonesia, misalnya sebagai negara yang sering melakukan pelanggaran kebebasan beragama, itu segera melakukan perubahan kebijakan politiknya.”

“Jadi, yang saya lihat ini memang, hanya sekedar catatan, tapi belum ada tindakan yang lebih nyata dari komunitas internasional,” katanya.

Dalam catatan tahunannya, USCIRF meletakkan Indonesia sekelompok dengan sembilan negara lain yang juga perlu perhatian internasional soal kebebasan beragama.

Di antaranya Somalia, Afganistan, Belarus, Sudan dan Rusia. Pemerintah negara ini, dinilai sering membiarkan pelanggaran kebebasan beragama.

Sumber: KBR68H

Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

RAHMAT DAN PERLINDUNDUNGAN TUHAN ATAS ROMO ANTON MANIK O.CARM YANG MENGALAMI KECELAKAAN MOBIL, MASUK JURANG

RAHMAT DAN PERLINDUNDUNGAN TUHAN
ATAS ROMO ANTON MANIK O.CARM

YANG MENGALAMI KECELAKAAN MOBIL, MASUK JURANG

Tuhan itu sungguh mahabaik dan selalu memberkati dan melindungi umat-Nya. Rahmat dan berkat Tuhan seringkali justru tidak kita sadari. Kita hidup dan bisa menjalani hidup ini adalah hanya karena kasih dan berkat Tuhan selalu menyertai kita. Keyakinan itulah yang harus kita hanyati senantiasa sehingga kitapun akan menikmati hidup dengan sukacita dan penuh rasa syukur dan semuanya itu hendaknya membuat kita selalu mengasihi dan mengabdi Allah.

Berkat dan perlindungan Tuhan terjadi pada tanggal 3 Februari 2012 yang lalu. Yakni karena pada tanggal itu pukul 20.15 Wib mobil yang dikendarai oleh Pastor Antonius Manik O.Carm mengalami kecelakaan yakni masuk ke dalam jurang di Purbahinalang-Seribudolok. Kecelakaan ini bukanlah kecelakaan yang biasa atau kecil karena mobil sampai berguling-guling sampai beberapa kali sebelum berhenti pada posisi mobil berdiri. Namun puji Tuhah, walaupun demikian, Pastor Anton tidak mengalami luka serius, hanya retak kecil di bagian tulang belikat lengan kiri dan mengalami memar dan terkilir di lengan kiri, padahal keadaan mobil cukup parah. Semuanya ini adalah hanya karena berkat, kasih dan perlindungan Tuhan. Berkat dan perlindungan Tuhan juga terjadi lewat orang-orang yang membantu pastor Anton saat kecelakaan itu. Masyarakat sekitar kecelakaan yang nyatanya mayoritas katolik sungguh membantu saat kejadian itu, juga para pastor di paroki Seribudolik datang untuk membantu pastor Anton. Dari kejadian ini menjadi suatu nyata bagi kita bahwa memang sungguh indah hidup sebagai satu saudara yang dipersatukan dalam iman kepada Kristus dalam Gereja Katolik yang Kudus.

Setelah mengalami kecelakaan itu, Pastor Anton istirahat selama 1 Minggu di Pastoran Paroki Sidikalang, baru pada hari Jumat 10 Februari 2012 kembali ke paroki Sidikalang, walaupun masih dalam masa pengobatan.

Antonius Manik O.Carm sudah beraktivitas di paroki. Semoga pulih kembali seperti sedia kala.

Kegiatan keagamaan umat paroki diprotes

Kegiatan keagamaan umat paroki diprotes

Sekitar 40 umat Islam dari dua kelompok di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggelar aksi protes secara damai di pintu masuk Paroki St. Joannes Baptista saat sekitar 350 umat paroki sedang mengikuti Misa Minggu di bawah sebuah tenda semi-permanen.

Kurang dari 10 aparat kepolisian mengawasi para demonstran yang berasal dari Gerakan Pemuda Parung dan Forum Umat Muslim Parung. Di bawah penjagaan ketat, Misa Minggu tetap berjalan dengan baik tetapi jumlah umat paroki yang hadir lebih sedikit dibandingkan minggu lalu.

Aksi protes pada Minggu, 29 Januari, itu merupakan aksi kedua yang digelar oleh kedua kelompok tersebut. Minggu sebelumnya, sejumlah wakil dari kedua kelompok ini menggelar aksi serupa untuk menentang kegiatan keagamaan umat paroki. Aksi inilah yang menyebabkan jumlah umat paroki yang menghadiri Misa Minggu menurun.

“Mereka datang untuk mengawal SK Bupati 2010 tentang penghentian seluruh kegiatan keagamaan di tempat ini,” kata Hendrikus Masan Hena, staf humas paroki.

Dibantu oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) setempat, Hena berhasil melakukan dialog dengan para demonstran. Hasilnya, “mereka menginginkan tidak adanya kegiatan keagamaan minggu depan kecuali pemerintah Kabupaten Bogor, dalam hal ini bupati, memberi izin bahwa tempat ini bisa dipakai untuk beribadah.”

Laporan menyebutkan bahwa Bupati Rachmat Yasin sudah membuat surat sanggahan itu. “Namun kami belum mendapatkannya,” lanjutnya.

”Saya berharap pemerintah menyikapi masalah ini,” katanya.

Menurut staf sekretariat paroki, Agustinus Indharta, aksi-aksi protes itu bukan yang pertama yang dihadapi oleh sekitar 3.000 umat paroki.

“Aksi protes pertama terjadi tahun 2004, ketika kami mengadakan Misa Paskah di bawah tenda bongkar-pasang di paroki. Lalu kegiatan keagamaan sempat vakum karena demonstrasi tersebut. Kegiatan keagamaan dimulai lagi tahun 2008,” katanya.

Paroki membeli tanah seluas 7.000 meter persegi tahun 1990, tetapi belum mendapatkan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) meskipun berkas-berkas sudah diajukan tahun 2007. Paroki sudah memenuhi semua persyaratan seperti yang ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) dua menteri yang dikeluarkan tahun 2006 tentang pendirian tempat ibadah.

Untuk kebutuhan pelayanan sehari-hari, sebuah ruang doa, pastoran dan sekretariat sudah dibangun, sementara Misa Minggu diadakan di bawah sebuah tenda semi-permanen.

“Nampaknya ada kolaborasi politik. Proses pengurusan IMB macet di tingkat kelurahan,” jelas Hena.

Oleh Katharina R. Lestari, Jakarta

Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

50 tahun Konsili Vatikan II

50 tahun Konsili Vatikan II

Pada 50 tahun lalu tepatnya bulan Oktober, Paus Yohanes XXIII dan lebih dari 2.500 uskup dan kepala Ordo Religius dari seluruh dunia berkumpul di Basilika St. Petrus untuk membuka sesi-sesi Konsili Vatikan II.

Tiga tahun kemudian, Konsili Vatikan II mengeluarkan 16 “dokumen” utama tentang pernyataan-pernyataan fundamental termasuk otoritas hierarki Gereja, penafsiran Kitab Suci, serta peran klerus dan awam.

Dokumen-dokumen dan hasil lain dari sidang itu telah mengubah bagaimana Gereja Katolik memahami dan menampilkan dirinya dalam konteks budaya dan masyarakat sekular modern.

Karena Konsili Vatikan II adalah salah satu peristiwa monumental dalam sejarah keagamaan modern, ulang tahun emasnya akan menjadi kesempatan untuk diadakan berbagai kegiatan peringatan, termasuk perayaan liturgi, publikasi dan konferensi akademis.

Sebuah pameran tentang Konsili Vatikan II diadakan di Basilika Roma, yang dibuka pada akhir Januari dan akan berlangsung sampai November 2013. Pameran itu termasuk tulisan tangan asli dari pidato Paus Yohanes pada sesi pembukaan.

Klerus dan kaum awam dengan cara berbeda bagaimana menerapkan dokumen konsili itu secara meluas, apakah sesui surat dokumen itu atau membuat penafsiran yang luas dari “semangat Vatikan II.”

Paus Benediktus XVI telah menolak apa yang dia sebut “hermeneutika diskontinuitas dan perpecahan” dalam pemahaman konsili itu di masa kini.

Paus Benediktus telah membuat rekonsiliasi dengan Socuety of St. Pius X sebagai sebuah prioritas kepausannya.

Sumber:Half a century after Vatican II, a year of faith and debate

Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

Paus soroti komersialisme dan kekerasan

Paus soroti komersialisme dan kekerasan

Allah mengutus putra-Nya ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia dari kejahatan, kesombongan dan kekerasan, kata Paus Benediktus XVI dalam pesan Natalnya.

“Anak yang kita renungkan adalah penyelamat kita! Dia telah diutus membawa pesan universal untuk rekonsiliasi dan perdamaian,” kata Paus, pada 25 Desember saat dia berdiri di balkon utama Basilika Santo Petrus dan memberikan berkat Natal.

Dalam pesan Natal, seperti dalam homilinya pada Misa malam sebelumnya, Paus Benediktus berbicara tentang kehendak Allah untuk menyelamatkan umat manusia dan keputusannya untuk melakukan itu melalui kelahiran seorang anak di Betlehem, hidup di tengah manusia, mati dan bangkit dari kematian untuk mereka.

“Ia datang untuk menyelamatkan kita! Ini adalah seruan yang digemakan oleh segenap umat manusia,” kata Paus.

Yesus datang ke bumi untuk membawa orang kembali kepada Tuhan, untuk mengubah mereka dari dosa mereka dan mempromosikan rekonsiliasi, dialog dan kerjasama, katanya.

Seperti biasanya, Paus Benediktus menggunakan pesannya untuk meminta orang Kristen untuk berdoa dan menyalurkan bantuan untuk orang yang menderita pada Natal ini: kelaparan di Benua Afrika; banjir di Thailand dan Filipina; ketegangan diantara Israel dan Palestina; kekerasan di Suriah; kurangnya perdamaian dan keamanan di Irak dan Afghanistan, perjuangan untuk demokrasi dan hak asasi manusia di seluruh Afrika Utara dan Timur Tengah, dan rakyat Myanmar.

Tepat sebelum Paus muncul di balkon, kantor berita melaporkan ledakan bom di sebuah Gereja Katolik di pinggiran Abuja, Nigeria. Laporan awal mengatakan, ada lebih dari 10 tewas.

“Hari Natal telah menjadi perayaan komersial, kegemerlapan lampu menyembunyikan misteri kerendahan hati Allah, yang pada gilirannya memanggil kita dengan kerendahan hati dan kesederhanaan. Mari kita minta Tuhan untuk membantu kita bercemin pada bayi Yesus di kandang Betlehem, guna menemukan sukacita dan terang sejati,” katanya.

Sumber: Pope says Christmas shows God’s will

Disadur dari:www.cathnewsindonesia.com ,Tanggal publikasi: 27 Desember 2011

KWI, PGI, ajak umat Kristiani rayakan Natal sederhana

KWI, PGI, ajak umat Kristiani rayakan Natal sederhana

Mgr M.D. Situmorang dan Pdt. A.A. Yewangoe

Melalui Pesan Natal Bersama, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengajak umat Kristiani merayakan Natal secara sederhana dan tidak mencolok.

“Marilah kita menyambut kedatangan-Nya dengan sederhana dan tidak mencolok karena kita tidak boleh melupakan, bahwa sebagian besar bangsa kita masih dalam kemiskinan yang ekstrim,” demikian pesan bersama itu, yang ditandatangani oleh Mgr Martinus Dogma Situmorang OFMCap dan Mgr Johannes Maria Pujasumarta, masing-masing sebagai ketua presidium dan sekjen KWI, serta Pendeta Anderas A. Yewangoe dan Pendeta Gomar Gultom, masing-masing sebagai ketua umum dan sekum PGI.

Para pemimpin Gereja itu mengatakan, “Kita juga menyaksikan, bahwa bangsa kita masih mengalami berbagai persoalan.”

“Kemiskinan sebagai akibat ketidakadilan masih menjadi persoalan sebagian besar bangsa kita, yang mengakibatkan masih sulitnya menanggulangi biaya-biaya bahkan kebutuhan pokok hidup, apalagi untuk pendidikan dan kesehatan,“ demikian pesan mereka.

Kekerasan, lanjut mereka, masih merupakan bahasa yang digemari guna menyelesaikan masalah relasi antar-manusia. Kecenderungan penyeragaman, ketimbang keanekaragaman.

Kerukunan hidup, kata mereka, termasuk kerukunan antar-umat beragama, tetap masih menjadi barang mahal.

Mereka mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap penegakan hukum pelanggaran hak-hak asasi manusia, pencemaran dan perusakan lingkungan yang menyebabkan bencana alam.

Dalam pesan Natal bersama tahun ini, lanjut mereka, “Kami hendak menggarisbawahi semangat kedatangan Kristus tersebut dengan bersaksi dan beraksi, bukan hanya untuk perayaan Natal kali ini saja, tetapi hendaknya juga menjadi semangat hidup kita semua.”

Mereka juga menegaskan merayakan Natal tanpa membeda-bedakan secara eksklusif, tapi dengan bersahaja.

Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

ANEKA PERSIAPAN NATAL DAN GUA/KANDANG NATAL

ANEKA PERSIAPAN NATAL DAN GUA/KANDANG NATAL

Natal sudah mendekat, umat paroki juga sudah kelihat sibuk beraktivitas untuk mempersiapkan natal. Umat mulai membersihkan lokasi pekarang Gereja, membersihkan dan menghias Gereja. Umat juga sibuk mempersiapkan aula yang masih dalam pembangunan, karena di tempat itu akan diadakan Natal umat se-paroki pada tanggal 28 Desember 2011 nanti. Juga tidak lupa membuat kandang natal. Khusus kandang natal langsung dikerjakan oleh Pastor Paroki yakni Pastor Antonius Manik O.Carm. Batu-batuan dalam kandang Natal tidak dibuat dari kertas tetapi langsung menggunakan batu gunung bahan bangunan paroki, jadi kelihatan lebih alami. Singkatnya, paroki berbenah dan sibuk mempersiapkan hari raya Natal.

















































Konferensi Muslim-Kristen Asia digelar di Indonesia

Konferensi Muslim-Kristen Asia digelar di Indonesia

KH Hasyim Muzadi

Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Muslim-Kristen untuk Keadilan Asia (Muslim-Christian Conference for Justice of Asia) yang digelar pada Februari 2012.

Rencana penyelenggaraan forum tersebut merupakan salah satu hasil pertemuan sejumlah tokoh lintas agama dari berbagai organisasi keagamaan di Sekretariat International Conference of Islamic Scholars (ICIS), Jakarta, Senin (19/12).

Para peserta berasal dari NU, Muhammadiyah, Federasi Konferensi-Konferensi Waligereja Asia (FABC), Konferensi Kristen Asia (CCA), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI).

“Forum ini diharapkan dapat meningkatkan relasi personal para tokoh Muslim dan Kristen sehingga masing-masing pemimpin dapat secara terbuka melakukan aksi-aksi bersama untuk menuntaskan persoalan keadilan dan konflik ekonomi-sosial yang ada,” kata Sekretaris Jenderal ICIS, KH Hasyim Muzadi, seperti dilansir tribunews.com.

ICIS dipercaya menjadi penyelenggara forum yang rencananya dihadiri 130 pemimpin agama Islam dan Kristen dari 20 negara Asia tersebut.

Menurut Hasyim, kegiatan tersebut merupakan bentuk respons terhadap surat cendekiawan Muslim dari 138 negara kepada Paus Benediktus pada 2007 lalu.

Sejumlah pemimpin Katolik Asia yang dimotori oleh Ketua FABC Mgr Fernando Capalla dan Pastor Ray O’ Toole lalu berinisiatif untuk menyelenggarakan forum internasional tersebut.

ICIS sebagai organisasi yang telah memiliki jaringan ulama di seluruh dunia diminta menjadi salah satu penyelenggara. “ICIS merespons positif usulan Ketua Bishop Asia Pasifik terkait penyelenggaraan Muslim-Christian Conference for Justice of Asia tersebut,” kata Hasyim.

Dikatakannya, ICIS adalah rumah bersama bagi lintas agama untuk mendialogkan berbagai isu penting terkait dengan masalah-masalah perdamaian dunia.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pentingnya mengangkat topik-topik yang menjadi persoalan keumatan di Asia.

Nasaruddin berharap forum Konferensi Muslim-Kristen Asia itu menjadi ajang dialog agama dan penyampaian wacana yang dapat dikembangkan menjadi sebuah aksi bersama para tokoh agama dalam menjawab problem keadilan dan persoalan perdagangan manusia yang menjadi masalah bersama di Asia saat ini.

Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com,Tanggal publikasi: 20 Desember 2011

PEMBINAAN DAN RAPAT AKHIR TAHUN PENGURUS GEREJA 2011

PEMBINAAN DAN RAPAT AKHIR TAHUN PENGURUS GEREJA 2011


Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi, karena merekalah yang menjadi pembina iman umat dan juga memimpin ibadah pada hari minggu dan juga dalam pelayanan Gereja kepada umat, karena imam tidak setiap saat bisa berada di tengah-tengah umat, demikian juga halnya pada hari Minggu.

Meningat pentingnya peran penguruh Gereja, maka perlulah kiranya para pengurus Gereja dibekali dengan pembinaan, pertemuan dan penyegaran rohani. Sebagaimana biasanya setiap akhir tahun paroki mengadakan pertemuan akhir tahun, untuk mengevaluasi program selama setahun yang akan berlalu, sekaligus mengevaluasi kehidupan menggereja baik di paroki maupun di stasi-stasi, maka paroki mengadakan rapat akhir tahun yakni pada hari Senin – Selasa, 19 s/d 20 Desember 2011 yang lalu. Para pengurus semuanya diundang untuk menghadiri pertemuan ini. Namun pertemuan akhir tahun dibuat dengan acara bernuansa yang sedikit berbeda. Dalam pertemuan kali ini, tidak banyak waktu dipakai untuk rapat atau membahas program tetapi lebih merupakan pembinaan dan penyegaran bagi para pengurus dan bisa dikatakan lebih menekankan konsolidasi ke dalam antar pengurus dan ke dalam Gereja.

Pada hari pertama pertemuan, para pengurus Gereja mendapat masukan dari Pastor Vikep Vikariat Santo Andreas Dairi yakni Pastor Bernard Teguh O.Carm. pastor vikep menerangkan apa itu Vikariat, Vikep adan apa yang menjadi tugas Vikep. Juga beliau menerangkan bagaiman keterikatan parok-paroki dan umat terhadap Vikep atau vikariat.

Sesudah itu, para peserta mendapat masukan penyegaran rohani dari Pastor Julius Sudarnoto O.Carm. Beliau ini pastor yang tinggal di rumah pembinaan para Postulan Karmel yang ada di Sidikalang. Pastor ini memberi masukan dengan Judul, Pengurus Gereja adalah menjadi Rasul Kristus yang beriman. Para pengurus disdarkan bahwa tugas menjadi pengurus adalah panggilan yang diterima dari Yesus Kristus lewat Gereja-Nya, sehingga pengurus harus senantiasa mengusahakan persatuan dengan Yesus sendiri dengan hidup beriman. Iman kepada Kristus, itulah yang hendaknya menjadi fondasi utama pengurus Gereja dalam menjalankan tugasnya menjadi pengurus Gereja. Para pengurus Gereja ditantang untuk melihat kembali bagaimana kehidupa iman mereka selama ini. Banyak pengurus Gereja yang malah kurang beriman. Sebab bagaimanapun kalau tugas pelayanan dan gereja itu tidak dilandasi oleh iman, umat maupun gereja tidak akan berkembang.

Setelah bagian ini, sesudah makan malam bersama, para pengurus Gereja masuk dalam kelompok masing-masing untuk mengadakan sharing sehubungan dengan peranpengurus gereja dan sehubungan dengan situasi dan kondisi Gereja di stasi masing-masing. Para pengurus Gereja diajak untuk melihat kembali bagaimana mereka menjalankan tugas dan bagaimana keadaan gereja di stasi.Sebab seringkali para pengurus Gerjea hanya menjalankan tugasnya, dan seringkali mengeluh atas setiasi umat atau stasi tetapi tidak peduli bagaimana keberadaan stasi dan umat. Sangat diharapkan bahwa dengan sharing ini, para pengurus Gereja semakin dikuatkan dan juga semakin peduli akan umat dan gereja di stasinya.


Pada malam harinya, diadakan rekreasi bersama. Para pengurus Gereja duduk mengitari meja-meja yang disedikan oleh panitia dan di meja-meja itu sudah tersedia makanan dan minuman ringan. Sambil makan minum ringan yang telah disediakan, para pengurus Gereja menikmati hiburan yang dipersiapkan panitia. Semua ini dilakukan paroki sebagia bentuk perhatian kepada pengurus Gereja yang mungkin karena kesibukan dalam tugas yang pasti mengalami tantangan dan juga dalam keluarga, pasti tidak mempunyai waktu untuk berkumpul dalam suasana santai atau rekreasi. Maka dalam pertemuan kali ini, para pengurus diajak untuk santai dan rekreasi sejenak bersama.

Kegitan pada hari kedua barulah di situ mengevaluasi dan merencanakan program paroki untuk tahun 2012. Diharapkan bahwa setelah menerima masukan dan sudah disegarkan pada hari sebelumnya, para pengurus dengan sukacita iman bisa membuat rencana program tahun 2012 sesuai dengan kebutuhan umat dan kebutuhan Gereja. Semua berjalan dengan baik dan DPP menampung semua usulan program untuk digodok kembali dan dimatangkan menjadi program tahun 2012.

Pada akhir pertemuan, setiap pengurus Gereja mendapatkan kenang-kenangan sebuah jaket yang telah dipersiapkan oleh panitia. Semua ini dilakukan oleh Paroki sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terimakasih kepada pengurus gereja yang sudah membantu Gereja dalam perlayanan di stasi-stasi. Para pengurus Gereja menerimanya dengan senang hati, meskipun sedikit bertanya-tanya darimana semua dana untuk semuanya itu, yakni untuk rekreasi bersama pada malam hari dan juga biaya untuk pembelian jaket yang dibagikan. Sebab dengan jelas kepada mereka, bendahara paroki memaparkan bahwa keuangan paroki bukannya berlebihan, malah sebenarnya dana operasional paroki masih minus, jadi tidak memungkinkan sanggup untuk mendanai pembelian jaket yang dibagi-bagikan. Namun pastor paroki menjawab bahwa walaupun paroki minus, Gereja tetap berusaha menunjukkan penghargaan dan ucapan terimakasih kepada para pengurus semampu paroki, soal dari mana dana untuk semuanya itu, pastor paroki menjawabnya dengan tersenyum.

Singkat peristiwa, semuanya berjalan dengan baik. Gereja berharap semuanya itu dilakukan demi pujian dan syukur pada Tuhan dan semoga Gereja semakin tumbuh dan berkembang dalam mewartakan kerajaan Allah bagi semua umat dan bagi sekitarnya.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)