Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga
Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.
Gotong Royong Pembangunan Gereja
Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.
Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja
Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.
Kerjasama Imam dan Umat
Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.
Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan
HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...
Pembinaan Para Pengurus Gereja
Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.
Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki
Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.
Pembinaan Asmika se-Paroki
Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.
Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki
Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.
Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)
Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.
Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)
Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.
Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)
Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.
Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki
Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.
Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal
Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.
Rahmat dan Perlindungan Tuhan
Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.
Rekoleksi dan Aksi Panggilan
Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.
Pesan Prapaskah Kepausan 2012
"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).
Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi
Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.
Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm
Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.
Bakti Sosial : Pengobatan Gratis
Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.
MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN
| "Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14) |
| "Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9) |
| "Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27) |
| "Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17) |
| Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur. |
|
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
|
| BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang |
| No. Rekening : 5379-01-000112-50-8 |
| Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK. |
| ATAU |
| BCA KCU MEDAN |
| NO.0222053453. |
| Atas Nama : ADYTIA PERMANA P. |
| (Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.) |
| Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui: |
| E mail ke :. |
| parokimariagk3lingga@yahoo.com |
| atau di SMS ke:. |
| Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645 |
| Romo Willy O.Carm : 081333837433 |
|
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat . Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat |
| Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin. |
HORMAT KAMI: |
Pastor Antonius Manik O.Carm |
VARIA PAROKI

SUKACITA DAN DUKACITA ‘MENGEMIS’ UNTUK MEMBANGUN RUMAH TUHAN.
“Pertama-tama perlu saya konfirmasikan bahwa saya bukan anggota umat Gereja Katolik....” inilah sepenggal balasan pesan yang saya kirimkan kepada seorang ibu lewat FB. Sebagaimana biasanya, saya mengirimkan pesan Permohonan Bantuan Dana untuk pembangunan Gereja Tigalingga, kepada orang yang memang belum saya kenal. Saya mengirimkan pesan permohonan kepada orang yang saya tahu namanya lewat FB saja. Harapan saya adalah bahwa mereka Kristiani dan katolik. ADA YANG PERGI DAN ADA YANG DATANG TEMU PISAH (SIAP DIUTUS KEMANAPUN UNTUK MEWARTAKAN KERAJAAN ALLAH)
Ada pepatah yang mengatakan, “Ada pertemuan dan ada pula perpisahan.” Pertemuan dikatakan merupakan pengalaman hidup yang menggembirakan. Namun sebenarnya dalam pertemuan itu, orang harus siap untuk berpisah. Sebab tidak selamanya orang hidup bersama, akan ada saat akan mengalami perpisahan.
Namun perpisahan tidaklah merupakan pengalaman yang menyedihkan, apalagi bila hal itu menyangkut iman. Perpisahan justru merupakan pengalaman yang membahagiakan. Sebab dengan berpisah, kita bisa mengenang pengalaman indah selama hidup bersama dengan orang yang berpisah dengan kita, dan kitapun akan mengalami pengalaman hidup yang baru bersama orang baru. Dalam hal ini yang kami maksud adalah perpisahan seorang imam ke tempat tugas yang baru. PERTEMUAN DAN PERAYAAN PASKAH UMAT KATOLIK PEGAWAI NEGERI SIPIL, PEGAWAI SWASTA, APARAT DESA, POLRI DAN TNI SE-PAROKI MARIA DARI GUNUNG KARMEL TIGALINGGA KEUSKUPAN AGUNG MEDAN
Sabda Yesus ini ditujukan kepada semua orang yang percaya kepada Dia, sehingga semua orang diutus untuk mewartakan Injil kepada semua orang dalam dunia kehidupannya setiap hari baik itu dalam dunia keluarga, dunia pekerjaan dan dunia kemasyarakatan. Dengan demikian semua yang percaya kepada Yesus diingatkan akan panggilan dan tugas pewartaan dalam mewartakan injil Yesus Kristus.
Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini sudah berlangsung pada hari Sabtu-Minggu, 5 s/d 6 Mei 2012 di Paroki Tigalingga. Pertemuan dan misa diadakan di Aula bawah paroki dengan dihadiri sekitar 80 orang peserta. Jumlah ini sebenarnya bisa lebih diperkirakan sampai 100 orang, tetapi masih ada yang tidak bisa hadir dalam pertemuan ini.
Pada hari pertama, pertemuan diisi dengan perkenalan masing-masing peserta. Hal ini kiranya perlu, karena ternyata masih banyak juga peserta yang belum saling kenal, meskipun mereka ada dalam satu paroki. Selanjutnya diisi dengan permenungan dari Diakon Samuel Situmorang O.Carm. Diakon ini memberi tema Spiritualitas pelayanan. Dalam permenungan ini, Diakon menekankan bahwa pekerjaan harus juga dihayati sebagai tugas dan penggilan pelayanan dari Yesus sendiri. Dalam menjalankan tugas pelayanan, harus belajar dari Yesus Sang pelayan sejati.
Dalam pertemuan ini, juga mengundang Kepala Kepegawaian Kabupaten Dairi, yakni bapak J. Sigalingging, tetapi beliau berhalangan hadir, juga mengundang bapak S. Tinambunan yang saat ini bekerja sebagai kepala Badan Perencanaan Pendapatan Daerah Kabupaten Diari, juga mengundang Kasi Bimas Katolik Kabupaten Dairi yakni bapak M. Sihotang. Mereka semua adalah umat katolik dari Paroki Sidikalang, Mereka menakankan bagaimana seorang pegawai yang katolik bekerja di pemerintahan dan dalam pelayanan masyarakat. Mereka mengharapkan bahwa pegawai yang katolik harus membawa nilai-nilai kekatolikan dalam tugas di manapun. Dalam hal ini bapak S. Tinambunan berbagi pengalaman dengan menceritakan bahwa dia dulunya hanya pegawai bias di pemerintahan, namun karena berusaha menjadi pegawai yang membawa nilai-nilai kekatolikan, dia bisa sampai mendapatkan jabatan yang strategis. Dikatakannya bahwa meskipun dia sudah menghadapi 6 kali pergantian bupati di Dairi, beliau tidak risau dengan jabatannya, karena dia yakin, kalau dia bekerja sebagai pegwai yang katolik, pasti akan tetap mendapat berkat dari Tuhan. Karya sosial perlu diselaraskan dengan doa
Semua karya pastoral, termasuk mempromosikan keadilan sosial dan membantu masyarakat miskin, harus ditopang dengan doa, kata Paus Benediktus XVI. Indonesia termasuk 9 negara pelanggar kebebasan beragama
Beragama Internasional AS (USCIRF) mencatat Indonesia ke dalam daftar negara yang butuh pengawasan dunia soal pelanggaran kebebasan beragama.Laporan tahunan USCIRF menilai pemerintah Indonesia kerap membiarkan pelanggaran terkait kebebasan beragama.
Menurut Peneliti LSM The Wahid Institute Rumadi, laporan tersebut semestinya dibarengi dengan sanksi, seperti pemutusan hubungan ekonomi.
Menurut dia, catatan internasional tentang buruknya toleransi beragama di Indonesia sudah berkali-kali dilaporkan, akan tetap belum ada efek jera.
“Jadi, sejauh ini hanya sekedar catatan saja. Belum ada semacam desakan yang kuat. Indonesia, misalnya sebagai negara yang sering melakukan pelanggaran kebebasan beragama, itu segera melakukan perubahan kebijakan politiknya.”
“Jadi, yang saya lihat ini memang, hanya sekedar catatan, tapi belum ada tindakan yang lebih nyata dari komunitas internasional,” katanya.
Dalam catatan tahunannya, USCIRF meletakkan Indonesia sekelompok dengan sembilan negara lain yang juga perlu perhatian internasional soal kebebasan beragama.
Di antaranya Somalia, Afganistan, Belarus, Sudan dan Rusia. Pemerintah negara ini, dinilai sering membiarkan pelanggaran kebebasan beragama.
Sumber: KBR68H
Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com
RAHMAT DAN PERLINDUNDUNGAN TUHAN ATAS ROMO ANTON MANIK O.CARM YANG MENGALAMI KECELAKAAN MOBIL, MASUK JURANG
ATAS ROMO ANTON MANIK O.CARM
YANG MENGALAMI KECELAKAAN MOBIL, MASUK JURANG
mahabaik dan selalu memberkati dan melindungi umat-Nya. Rahmat dan berkat Tuhan seringkali justru tidak kita sadari. Kita hidup dan bisa menjalani hidup ini adalah hanya karena kasih dan berkat Tuhan selalu menyertai kita. Keyakinan itulah yang harus kita hanyati senantiasa sehingga kitapun akan menikmati hidup dengan sukacita dan penuh rasa syukur dan semuanya itu hendaknya membuat kita selalu mengasihi dan mengabdi Allah.Berkat dan perlindungan Tuhan terjadi pada tanggal 3 Februari 2012 yang lalu. Yakni karena pada tanggal itu pukul 20.15 Wib mobil yang dikendarai oleh Pastor Antonius Manik O.Carm mengalami kecelakaan yakni masuk ke dalam jurang di Purbahinalang-Seribudolok. Kecelakaan ini bukanlah kecelakaan yang biasa atau kecil karena mobil sampai berguling-guling sampai beberapa kali sebelum berhenti pada posisi mobil berdiri. Namun puji Tuhah, walaupun demikian, Pastor Anton tidak mengalami luka serius, hanya retak kecil di bagian tulang belikat lengan kiri dan mengalami memar dan terkilir di lengan kiri, padahal keadaan mobil cukup parah. Semuanya ini adalah hanya karena berkat, kasih dan perlindungan Tuhan. Berkat dan perlindungan Tuhan juga terjadi lewat orang-orang yang membantu pastor Anton saat kecelakaan itu. Masyarakat sekitar kecelakaan yang nyatanya mayoritas katolik sungguh membantu saat kejadian itu, juga para pastor di paroki Seribudolik datang untuk membantu pastor Anton. Dari kejadian ini menjadi suatu nyata bagi kita bahwa memang sungguh indah hidup sebagai satu saudara yang dipersatukan dalam iman kepada Kristus dalam Gereja Katolik yang Kudus.
Setelah mengalami kecelakaan itu, Pastor Anton istirahat selama 1 Minggu di Pastoran Paroki Sidikalang, baru pada hari Jumat 10 Februari 2012 kembali ke paroki Sidikalang, walaupun masih dalam masa pengobatan.
Antonius Manik O.Carm sudah beraktivitas di paroki. Semoga pulih kembali seperti sedia kala.
Kegiatan keagamaan umat paroki diprotes
t Islam dari dua kelompok di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggelar aksi protes secara damai di pintu masuk Paroki St. Joannes Baptista saat sekitar 350 umat paroki sedang mengikuti Misa Minggu di bawah sebuah tenda semi-permanen.Kurang dari 10 aparat kepolisian mengawasi para demonstran yang berasal dari Gerakan Pemuda Parung dan Forum Umat Muslim Parung. Di bawah penjagaan ketat, Misa Minggu tetap berjalan dengan baik tetapi jumlah umat paroki yang hadir lebih sedikit dibandingkan minggu lalu.
Aksi protes pada Minggu, 29 Januari, itu merupakan aksi kedua yang digelar oleh kedua kelompok tersebut. Minggu sebelumnya, sejumlah wakil dari kedua kelompok ini menggelar aksi serupa untuk menentang kegiatan keagamaan umat paroki. Aksi inilah yang menyebabkan jumlah umat paroki yang menghadiri Misa Minggu menurun.
“Mereka datang untuk mengawal SK Bupati 2010 tentang penghentian seluruh kegiatan keagamaan di tempat ini,” kata Hendrikus Masan Hena, staf humas paroki.
Dibantu oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) setempat, Hena berhasil melakukan dialog dengan para demonstran. Hasilnya, “mereka menginginkan tidak adanya kegiatan keagamaan minggu depan kecuali pemerintah Kabupaten Bogor, dalam hal ini bupati, memberi izin bahwa tempat ini bisa dipakai untuk beribadah.”
Laporan menyebutkan bahwa Bupati Rachmat Yasin sudah membuat surat sanggahan itu. “Namun kami belum mendapatkannya,” lanjutnya.
”Saya berharap pemerintah menyikapi masalah ini,” katanya.
Menurut staf sekretariat paroki, Agustinus Indharta, aksi-aksi protes itu bukan yang pertama yang dihadapi oleh sekitar 3.000 umat paroki.
“Aksi protes pertama terjadi tahun 2004, ketika kami mengadakan Misa Paskah di bawah tenda bongkar-pasang di paroki. Lalu kegiatan keagamaan sempat vakum karena demonstrasi tersebut. Kegiatan keagamaan dimulai lagi tahun 2008,” katanya.
Paroki membeli tanah seluas 7.000 meter persegi tahun 1990, tetapi belum mendapatkan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) meskipun berkas-berkas sudah diajukan tahun 2007. Paroki sudah memenuhi semua persyaratan seperti yang ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) dua menteri yang dikeluarkan tahun 2006 tentang pendirian tempat ibadah.
Untuk kebutuhan pelayanan sehari-hari, sebuah ruang doa, pastoran dan sekretariat sudah dibangun, sementara Misa Minggu diadakan di bawah sebuah tenda semi-permanen.
“Nampaknya ada kolaborasi politik. Proses pengurusan IMB macet di tingkat kelurahan,” jelas Hena.
Oleh Katharina R. Lestari, Jakarta
Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com
50 tahun Konsili Vatikan II
lalu tepatnya bulan Oktober, Paus Yohanes XXIII dan lebih dari 2.500 uskup dan kepala Ordo Religius dari seluruh dunia berkumpul di Basilika St. Petrus untuk membuka sesi-sesi Konsili Vatikan II.Tiga tahun kemudian, Konsili Vatikan II mengeluarkan 16 “dokumen” utama tentang pernyataan-pernyataan fundamental termasuk otoritas hierarki Gereja, penafsiran Kitab Suci, serta peran klerus dan awam.
Dokumen-dokumen dan hasil lain dari sidang itu telah mengubah bagaimana Gereja Katolik memahami dan menampilkan dirinya dalam konteks budaya dan masyarakat sekular modern.
Karena Konsili Vatikan II adalah salah satu peristiwa monumental dalam sejarah keagamaan modern, ulang tahun emasnya akan menjadi kesempatan untuk diadakan berbagai kegiatan peringatan, termasuk perayaan liturgi, publikasi dan konferensi akademis.
Sebuah pameran tentang Konsili Vatikan II diadakan di Basilika Roma, yang dibuka pada akhir Januari dan akan berlangsung sampai November 2013. Pameran itu termasuk tulisan tangan asli dari pidato Paus Yohanes pada sesi pembukaan.
Klerus dan kaum awam dengan cara berbeda bagaimana menerapkan dokumen konsili itu secara meluas, apakah sesui surat dokumen itu atau membuat penafsiran yang luas dari “semangat Vatikan II.”
Paus Benediktus XVI telah menolak apa yang dia sebut “hermeneutika diskontinuitas dan perpecahan” dalam pemahaman konsili itu di masa kini.
Paus Benediktus telah membuat rekonsiliasi dengan Socuety of St. Pius X sebagai sebuah prioritas kepausannya.
Sumber:Half a century after Vatican II, a year of faith and debate
Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com
Paus soroti komersialisme dan kekerasan
Allah me
ngutus putra-Nya ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia dari kejahatan, kesombongan dan kekerasan, kata Paus Benediktus XVI dalam pesan Natalnya.“Anak yang kita renungkan adalah penyelamat kita! Dia telah diutus membawa pesan universal untuk rekonsiliasi dan perdamaian,” kata Paus, pada 25 Desember saat dia berdiri di balkon utama Basilika Santo Petrus dan memberikan berkat Natal.
Dalam pesan Natal, seperti dalam homilinya pada Misa malam sebelumnya, Paus Benediktus berbicara tentang kehendak Allah untuk menyelamatkan umat manusia dan keputusannya untuk melakukan itu melalui kelahiran seorang anak di Betlehem, hidup di tengah manusia, mati dan bangkit dari kematian untuk mereka.
“Ia datang untuk menyelamatkan kita! Ini adalah seruan yang digemakan oleh segenap umat manusia,” kata Paus.
Yesus datang ke bumi untuk membawa orang kembali kepada Tuhan, untuk mengubah mereka dari dosa mereka dan mempromosikan rekonsiliasi, dialog dan kerjasama, katanya.
Seperti biasanya, Paus Benediktus menggunakan pesannya untuk meminta orang Kristen untuk berdoa dan menyalurkan bantuan untuk orang yang menderita pada Natal ini: kelaparan di Benua Afrika; banjir di Thailand dan Filipina; ketegangan diantara Israel dan Palestina; kekerasan di Suriah; kurangnya perdamaian dan keamanan di Irak dan Afghanistan, perjuangan untuk demokrasi dan hak asasi manusia di seluruh Afrika Utara dan Timur Tengah, dan rakyat Myanmar.
Tepat sebelum Paus muncul di balkon, kantor berita melaporkan ledakan bom di sebuah Gereja Katolik di pinggiran Abuja, Nigeria. Laporan awal mengatakan, ada lebih dari 10 tewas.
“Hari Natal telah menjadi perayaan komersial, kegemerlapan lampu menyembunyikan misteri kerendahan hati Allah, yang pada gilirannya memanggil kita dengan kerendahan hati dan kesederhanaan. Mari kita minta Tuhan untuk membantu kita bercemin pada bayi Yesus di kandang Betlehem, guna menemukan sukacita dan terang sejati,” katanya.
Sumber: Pope says Christmas shows God’s will
Disadur dari:www.cathnewsindonesia.com ,Tanggal publikasi: 27 Desember 2011
KWI, PGI, ajak umat Kristiani rayakan Natal sederhana
Mgr M.D. Situmorang dan Pdt. A.A. Yewangoe

“Marilah kita menyambut kedatangan-Nya dengan sederhana dan tidak mencolok karena kita tidak boleh melupakan, bahwa sebagian besar bangsa kita masih dalam kemiskinan yang ekstrim,” demikian pesan bersama itu, yang ditandatangani oleh Mgr Martinus Dogma Situmorang OFMCap dan Mgr Johannes Maria Pujasumarta, masing-masing sebagai ketua presidium dan sekjen KWI, serta Pendeta Anderas A. Yewangoe dan Pendeta Gomar Gultom, masing-masing sebagai ketua umum dan sekum PGI.
Para pemimpin Gereja itu mengatakan, “Kita juga menyaksikan, bahwa bangsa kita masih mengalami berbagai persoalan.”
“Kemiskinan sebagai akibat ketidakadilan masih menjadi persoalan sebagian besar bangsa kita, yang mengakibatkan masih sulitnya menanggulangi biaya-biaya bahkan kebutuhan pokok hidup, apalagi untuk pendidikan dan kesehatan,“ demikian pesan mereka.
Kekerasan, lanjut mereka, masih merupakan bahasa yang digemari guna menyelesaikan masalah relasi antar-manusia. Kecenderungan penyeragaman, ketimbang keanekaragaman.
Kerukunan hidup, kata mereka, termasuk kerukunan antar-umat beragama, tetap masih menjadi barang mahal.
Mereka mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap penegakan hukum pelanggaran hak-hak asasi manusia, pencemaran dan perusakan lingkungan yang menyebabkan bencana alam.
Dalam pesan Natal bersama tahun ini, lanjut mereka, “Kami hendak menggarisbawahi semangat kedatangan Kristus tersebut dengan bersaksi dan beraksi, bukan hanya untuk perayaan Natal kali ini saja, tetapi hendaknya juga menjadi semangat hidup kita semua.”
Mereka juga menegaskan merayakan Natal tanpa membeda-bedakan secara eksklusif, tapi dengan bersahaja.
Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com
ANEKA PERSIAPAN NATAL DAN GUA/KANDANG NATAL
Konferensi Muslim-Kristen Asia digelar di Indonesia
KH Hasyim Muzadi

Rencana penyelenggaraan forum tersebut merupakan salah satu hasil pertemuan sejumlah tokoh lintas agama dari berbagai organisasi keagamaan di Sekretariat International Conference of Islamic Scholars (ICIS), Jakarta, Senin (19/12).
Para peserta berasal dari NU, Muhammadiyah, Federasi Konferensi-Konferensi Waligereja Asia (FABC), Konferensi Kristen Asia (CCA), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI).
“Forum ini diharapkan dapat meningkatkan relasi personal para tokoh Muslim dan Kristen sehingga masing-masing pemimpin dapat secara terbuka melakukan aksi-aksi bersama untuk menuntaskan persoalan keadilan dan konflik ekonomi-sosial yang ada,” kata Sekretaris Jenderal ICIS, KH Hasyim Muzadi, seperti dilansir tribunews.com.
ICIS dipercaya menjadi penyelenggara forum yang rencananya dihadiri 130 pemimpin agama Islam dan Kristen dari 20 negara Asia tersebut.
Menurut Hasyim, kegiatan tersebut merupakan bentuk respons terhadap surat cendekiawan Muslim dari 138 negara kepada Paus Benediktus pada 2007 lalu.
Sejumlah pemimpin Katolik Asia yang dimotori oleh Ketua FABC Mgr Fernando Capalla dan Pastor Ray O’ Toole lalu berinisiatif untuk menyelenggarakan forum internasional tersebut.
ICIS sebagai organisasi yang telah memiliki jaringan ulama di seluruh dunia diminta menjadi salah satu penyelenggara. “ICIS merespons positif usulan Ketua Bishop Asia Pasifik terkait penyelenggaraan Muslim-Christian Conference for Justice of Asia tersebut,” kata Hasyim.
Dikatakannya, ICIS adalah rumah bersama bagi lintas agama untuk mendialogkan berbagai isu penting terkait dengan masalah-masalah perdamaian dunia.
Sementara itu, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pentingnya mengangkat topik-topik yang menjadi persoalan keumatan di Asia.
Nasaruddin berharap forum Konferensi Muslim-Kristen Asia itu menjadi ajang dialog agama dan penyampaian wacana yang dapat dikembangkan menjadi sebuah aksi bersama para tokoh agama dalam menjawab problem keadilan dan persoalan perdagangan manusia yang menjadi masalah bersama di Asia saat ini.
Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com,Tanggal publikasi: 20 Desember 2011
PEMBINAAN DAN RAPAT AKHIR TAHUN PENGURUS GEREJA 2011
Meningat pentingnya peran penguruh Gereja, maka perlulah kiranya para pengurus Gereja dibekali dengan pembinaan, pertemuan dan penyegaran rohani. Sebagaimana biasanya setiap akhir tahun paroki mengadakan pertemuan akhir tahun,
Pada hari pertama pertemuan, para pengurus Gereja mendapat masukan dari Pastor Vikep Vikariat San
Sesudah itu, para peserta mendapat masukan penyegaran rohani dari Pastor Julius Sudarnoto O.Carm. Beliau ini pastor yang tinggal di rumah pembinaan para Postulan Karmel yang ada di Sidikalang. Pastor ini memberi masukan dengan Judul, Pengurus Gereja adalah menjadi Rasul Kristus yang beriman. Para pengurus disdarkan bahwa tugas menjadi pengurus adalah panggilan yang diterima dari Yesus Kristus lewat Gereja-Ny
Setelah bagian ini, sesudah makan malam bersama, para pengurus Gereja masuk dalam kelompok masing-masing untuk mengadakan sharing sehubungan dengan peranpengurus gereja dan sehubungan dengan situasi dan kondisi Gereja di stasi masing-masing. Para pengurus Gereja
Pada malam harinya, diadakan rekreasi bersama. Para pengurus Gereja duduk mengitari meja-meja yang disedikan oleh panitia dan di meja-meja itu sudah tersedia makanan dan minuman ringan. Sambil makan minum ringan yang telah disediakan, para pengurus Gereja menikmati hiburan yang dipersiapkan panitia. Semua ini dilakukan paroki sebagia bentuk perhatian kepada pengurus Gereja yang mungkin karena kesibukan dalam tugas yang pasti mengalami tantangan dan juga dalam keluarga, pasti tidak mempunyai waktu untuk berkumpul dalam suasana santai atau rekreasi. Maka dalam pertemuan kali ini, para pengurus diajak untuk
Kegitan pada hari kedua barulah di situ mengevaluasi dan merencanakan program paroki untuk tahun 2012. Diharapkan bahwa setelah menerima masukan dan sudah disegarkan pada hari sebelumnya, para pengurus dengan sukacita iman bisa membuat rencana program tahun 2012 sesuai dengan kebutuhan umat dan kebutuhan Gereja. Semua berjalan dengan baik dan DPP menampung semua usulan program untuk digodok kembali dan dimatangkan menjadi program tahun 2012.
Pada akhir pertemuan, setiap pengurus Gereja mendapatkan kenang-kenangan sebuah jaket yang telah dipersiapkan oleh panitia. Semua ini dilakukan oleh Paroki sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terimakasih kepada pengurus gereja yang sudah membantu Gereja dalam perlayanan di stasi-stasi. Para pengurus Gereja menerimanya dengan senang hati, meskipun sedikit bertanya-tanya darimana semua dana untuk semuanya itu, yakni untuk rekreasi bersama pada malam hari dan juga biaya untuk pembelian jaket yang dibagikan. Sebab dengan jelas kepada mereka, bendahara paroki memaparkan bahwa keuangan paroki bukannya berlebihan, malah sebenarn
Singkat peristiwa, semuanya berjalan dengan baik. Gereja berharap semuanya itu dilakukan demi pujian dan syukur pada Tuhan dan semoga Gereja semakin tumbuh dan berkembang dalam mewartakan kerajaan Allah bagi semua umat dan bagi sekitarnya.













































