Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.
Showing posts with label Renungan Hari Biasa. Show all posts
Showing posts with label Renungan Hari Biasa. Show all posts

RENUNGAN HARIAN, PEKAN PASKAH IV: SABTU, 17 MEI 2014

RENUNGAN HARIAN, PEKAN PASKAH IV: 
SABTU, 17 MEI 2014 
(Paskalis Baylon) 
Kis. 13:44-52;Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Yoh. 14:7-14 

INJIL : 
Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." 

RENUNGAN : 
Sepertinya Yesus heran dan rada kecewa atas Filipus yang meminta agar Yesus menunjukkan Bapa kepada mereka. Yesus heran bahwa Filipus sudah lama bersama2 Yesus, tetapi belum mengenal Yesus, bahwa Yesus bersatu dengan Bapa, sehingga melihat Yesus, juga berarti melihat Bapa, krn Yesus bersatu dengan Bapa dan Yesus hanya melakukan yang dikehendaki oleh Bapa. Memang aneh bahwa Filipus sudah lama bersama2 dengan Yesus tetapi belum sepenuhnya mengenal Yesus. 

Para saudara, lamanya menjadi pengikut Yesus bukan jaminan seseorang itu sungguh mengenal dan percaya kpd Yesus. Malah mungkin banyak orang yang sudah dibaptis sejak bayi, tetapi belum mengenal dan percaya sungguh kepada Yesus. Ada orang yang belum lama menjadi pengikut Yesus, tetapi orang itu sungguh mengenal Yesus dan percaya sungguh. 

Sejak dibaptis, Yesus telah bersatu dengan kita dan kita dengan Dia.Persatuan itu kita ungkapkan setiap kita merayakan ekaristi dengan menyambut komuni suci.Namun sayang, kita sering kurang menyadari dan mengimaninya. Bila kita sungguh menyadari dan mengimaninya, kita pasti menghayati persatuan dengan Yesus dengan hidup melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh Yesus. Dalam hal ini Yesus mengatakan, "sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu."(Yoh 14:12) 

Para saudara, Orang beriman yang sungguh mengenal dan percaya kepada Yesus bukan hanya krn dia sudah dibaptis, juga karna sudah lama dibaptis, tetapi dilihat dari hidup yang melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh Yesus. Bila kita melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh Yesus, maka orang lainpun akan mengenal Yesus yang telah bersatu dengan kita.

RENUNGAN HARIAN, PEKAN PASKAH IV: JUMAT, 16 MEI 2014

RENUNGAN HARIAN, PEKAN PASKAH IV: 
JUMAT, 16 MEI 2014 
(Gemma Galgani, Aloisius Orione, Alipius dan Possidius, Simon Stock, Margareta dr Cortona, Andreas Bobola) 
Kis. 13:26-33; Mzm. 2:6-7,8-9,10-11; Yoh. 14:1-6 

INJIL : 
Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ." Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. 

RENUNGAN : 
Para saudara, Mungkin masih banyak diantara orang beriman yang tidak tahu untuk apa mereka beriman atau percaya kepada Allah atau beragama. Ada orang yang beragama mungkin hanya karena syarat sebagai warga negara, sehingga menganut salah satu agama yang diakui pemerintah bukan karena percaya akan ajaran agama itu, tetapi karena terpaksa. Mungkin juga ada orang kristiani yang belum tahu pasti mengapa dan untuk apa mengikuti Yesus Kristus, sehingga berpikir bahwa semua agama itu sama. Sering kita mendengar ungkapan bahwa semua agama itu sama. Kalau pernyataan ini memang sepenuhnya benar, buat apa banyak agama? 

Dalam hal bahwa setiap agama mengajarkan adanya surga dan hidup dalam kebehagiaan di surga, mungkin ungkapan itu benar. Namun dalam hal bagaimana mencapai kehidupan kekal atau surga itu, itu pasti berbeda-beda untuk masing-masing agama. Intinya bahwa semua agama mungkin mengajarkan adanya kehidupan kekal, hidup setelah kematian dan itu yang kita namakan surga. Surga itu adalah milik Allah, sehingga masuk surga berarti hidup dalam kebahagiaan kekal bersama Allah. Kehidupan kekal itu baru bisa kita raih hanya setelah kita mengalami kematian tubuh di dunia ini. Namun yang menjadi perbedaan adalah bagaimana cara untuk beroleh kehidupan kekal itu? 

Mungkins aja melihat situasi kehidupan beragama dalam kehidupan, khususnya banyak tekanan dari pihak lain kepada iman kristiani, membuat banyak orang kristiani menjadi ragu dan bimbang akan iman kristianinya. Tekanan dari pihak agama lain atas iman kristiani, menyatakan bahwa agama atau iman merekalah yang benar dan jalan benar menuju surga. Hal itu bisa membuat iman kristiani menjadi ragu dan gelisah akan imannya. Namun para saudara, dalam injil hari ini Yesus dengan tegas mengatakan agar para murid tidak usah geliasa, percaya saja kepada Dia dan ri rumah Bapa-Nya banyak tempat. Yesus juga mengatakan bahwa Dia pergi kembali kepada Allah Bapa untuk menyediakan tempat bagi manusia. Yesus dengan jelas mengatakan bahwa Dialah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui melalui Dia. Kiranya hanya Yesus yang berani berkata demikian. Yesus berani berkata demikian karena Dia adalah Allah Putera yang turun dari surga untuk menyelamatka Dia. 

Oleh sebab itu, tidak ada alasan bagi kita untuk bimbang atau ragu akan iman kita karena tekanan dari agama lain, justru kita harus yakin bahwa iman kita kepada Kristus adalah jaminan bagi kita kelak masuk dalam kebahagiaan abadi di surga.

RENUNGAN HARIAN, PEKAN PASKAH IV: KAMIS, 15 MEI 2014

RENUNGAN HARIAN, PEKAN PASKAH IV: KAMIS, 15 MEI 2014
(Pakomius) 
Kis. 13:13-25; Mzm. 89:2-3,21-22,25,27; Yoh. 13:16-20 

INJIL : 
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya. Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku." 

RENUNGAN : 
Para saudara, Sabda yang kita dengarkan hari ini adalah sabda yang disampaikan oleh Yesus kepada para rasul setelah Yesus membasuh kaki para murid saat perjamuan malam terakhir. Yesus mengingatkan mereka bahwa pra rasul adalah utusan yang diutus oleh Yesus sendiri. Yesus mengharapkan bahwa para rasul menjadi utusan yang baik. Seorang utusan yang baik adalah melakukan apa yang diajarkan, perintahkan dan diteladankan yang mengutus. Seorang utusan yang baik selalu menjaga nama baik yang mengutus, dan hidup hanya untuk yang mengutus atau hanya melakukan apa yang dikehendaki oleh yang mengutus. Seorang utusan yang baik, tentu tidak mencari kesenangan diri sendiri dan tidak ada niat untuk melebih ataupun menyingkirkan yang mengutus. Inilah perutusan Yesus atas para rasul. 

Para rasul adalah utusan Yesus, untuk mewartakan Yesus dengan melaksanakan apa yang diajarkan dan diteladankan oleh Yesus sendiri. Yesus mengatakan bahwa para rasul akan bahagia bila sungguh menyadari dan pelaksanakan perutusan mereka sebab yang mengutus mereka adalah Mesias. Namun Yesus tahu bahwa dari antara para rasul ada yang ingin melebihi dan bahkan menyingkirkan Yesus, sebab murid yang makan roti dengan Dia, malah akan mengangkat tumitnya terhadap Yesus. Para saudara, Yesus menyebut para rasul bahagia bila menyadari siapa yang mengutus mereka, bila mereka menyadari perutusan mereka dan hidup sebagai utusan yang baik. 

Kitapun sebenarnya adalah utusan Yesus Tuhan kita. Sebagaimana para murid mendapat perutusan dari Yesus sendiri, kitapun mendapat perutusan yang sama dari Yesus. Sebagai seorang utusan Yesus, kita hendaknya semata-mata hidup hanya untuk melaksanakan perintah dan teladan yang telah diberikan oleh Yesus kepada kita, kita hendaknya hanya untuk mewartakan Yesus, bukan mewartakan diri sendiri ataupun mencari keuntungan sendiri dari perutusan kita. Kalau umumnya orang bangga dan merasa bahagia kalau menjadi utusan atau perwakilan dari orang terkenal atau berpengaruh, maka kitapun akan lebih bahagia karena kita mendapat perutusan dari Yesus sendiri yang adalah Tuhan Allah kita. 

Semoga kita menyadari tugas perutusan yang kita terima dari Yesus sendiri, melaksanakan tugas perutusan itu dengan sebaik-baiknya dan hidup hanya untuk mewartakan Dia yang telah mengutus kita. Janganlah kiranya kita mengangkat tumit daripada-Nya.

RENUNGAN HARIAN, PEKAN PASKAH IV: RABU, 14 MEI 2014

RENUNGAN HARIAN, PEKAN PASKAH IV: 
RABU, 14 MEI 2014 
(Pesta St. Matias Rasul) 
Kis. 1:15-17,20-26; Mzm. 113:1-2,3-4,5-6,7-8; Yoh. 15:9-17 

INJIL : 
 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain." 

RENUNGAN: 
Para saudara, Dlm injil hari ini Yesus berbicara tentang kasih. Yesus mengatakan bahwa Dia sungguh mengasihi manusia sehingga Yesus menjadikan kita sahabat2-Nya, Dia rela menyerahkan nyawanya demi manusia.Yesus mengasihi manusia bukan krn terlebih dahulu manusia mengasihi Dia, tetapi Dia mengasihi manusia sebelum manusia mengasihi Dia. 

Yesus mengajarkan bahwa kasih berarti mau menjadikan orang lain menjadi sahabat/saudara, rela berkorban demi sesama dan mengasihi orang lain sebelum dikasihi atau bukan krn dikasihi. Inilah ajaran cinta kasih yang diajarkan oleh Yesus. Apa yang diajarkan oleh Yesus adalah yang telah dihidupi-Nya sendiri. Kita sering begitu mudah berbicara atau membahas tentang cinta kasih, namun sulit mengasihi apalagi seperti yang diajarkan oleh Yesus kpd kita. 

 Para saudara, Yesus sungguh mengasihi kita, menjadikan kita sahabat2-Nya dan sudah memberikan nyawa-Nya bagi kita. Bukan kita yang memilih Dia untuk kita kasihi, tetapi Dia yang tekah memilih kita untuk dikasihi-Nya. Dia telah mengasihi kita sbelum kita mengasihi-Nya. Maka sudah seharusnya kita sebagai sahabat2 Yesus, hidup saling mengasihi satu sama lain.

RENUNGAN HARIAN, PEKAN PASKAH IV: SELASA, 13 MEI 2014

RENUNGAN HARIAN, PEKAN PASKAH IV: 
SELASA, 13 MEI 2014 
(Maria dr Fatima, Maria Dominica Mazzarello ) 
Kis. 11:19-26; Mzm. 87:1-3,4-5,6-7; Yoh. 10:22-30 

INJIL : 
Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin. Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo. Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami." Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu." 

RENUNGAN : 
Para Saudara, orang-orang Yahudi protes kepada Yesus karena menganggap bahwa Yesus membuat mereka bimbang sebab Yesus tidak menyatakan dengan terus terang bahwa Dia adalah Mesias. Yesus menanggapi pernyataan mereka dengan mengatakan bahwa sebenarnya Yesus sudah menyatakan diri-Nya adalah Mesias lewat perkataan dan lewat pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan-Nya dalam nama Allah Bapa, itulah yang memberikan kesaksian tentang Dia. 

Yesus mengatakan bahwa mereka tetap tidak percaya karena mereka bukan berasa dari bagian dari domba-domba-Nya. Sebab kalau mereka bagian dari domba-domba-Nya, mereka pasti percaya dan mengikuti Dia. Kita juga mungkin sudah sering bimbang atas iman kita. Rasa bimbang dalam iman bisa muncul manakala kita mengalami persoalan hidup, manakala ajaran Yesus bertoalk belakang dengan kehendak Tuhan. Dalam hal ini kita sulit mengorbankan keinginan diri dalam mengikuti Yesus. 

Kita sering bimbang dalam iman, walaupun pasti bahwa sudah begitu banyak karya Tuhan dalam hidup kita, namun kita tidak menyadarinya sehingga iman kita tidak teguh kepada Yesus. Mari kita renungkan apa yang dikatakan oleh Yesus kepada orang-orang Yahudi itu. Mereka tidak percaya kepada Yesus karena mereka bukan bagian dari domba-domba-Nya, sebab domba-domba-Nya pasti akan mendengarkan suara-Nya dan Dia mengenal mereka dan mereka mengikut Dia. Maka bila kita sungguh bagian dari domba-domba Yesus, maka kita pun mendengarkan dan mengikuti Dia.

RENUNGAN HARIAN, PEKAN PASKAH IV:

RENUNGAN HARIAN, PEKAN PASKAH IV: 
SENIN, 12 MEI 2014 
Kis 11:1-18, Mzm 42:2-3,;43:3,4; Yoh 10:1-26 

INJIL : 
 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu. Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku. 

RENUNGAN : 
Para saudara, Yesus mengatakan bahwa diri-Nya adalah gembala yang baik. Sebagai gembala yang baik, Dia sangat mencintai domba-dombanya, mengenal semua domba-Nya dan bahkan rela memberikan diri serta nyawa demi domba-domba-Nya. Yesus juga adalah pemilik doma-domba itu. Berbeda halnya dengan gembala upahan yang bukan pemilik domba-domba itu; mereka karena bukan pemilik sehingga tidak memperhatikan domba-domba itu dan bahkan lari meninggalkan domba-domba itu ketika serigala datang untuk menerkam domba-domba itu. 

Para saudara, kita adalah milik Yesus, Dia sungguh mengasihi kita, mengenal kita satu-persatu dan Dia rela menyerahkan diri-Nya demi kita. Dengan demikian, walaupun banyak serigala dalam kehidupan ini yang akan berusaha menerkam kita, kita harus yakin bahwa kita punya Yesus yang siap membela dan mempertahankan hidup kita. 

Sekarang yang menjadi persoalannya adalah, "Apakah kita mau hidup sebagai domba-domba milik Yesus? Hidup sebagai domba-domba milik Yesus berarti kita mau dituntun oleh Yesus dengan hidup mendengarkan suara-Nya dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari. Menjadi milik Yesus berarti juga mempercayakan seluruh hidup pada penggembalaan Yesus. Hidup sebagai milik Yesus, maka hidup kita akan beroleh bahagia sejati. 

Para saudara, bila Yesus sungguh menjadi gembala dalam kehidupan kita dan kita adalah domba-dombanya, berarti kita siap sedia dituntun oleh Yesus, yakni dengan hidup mendengarkan, melaksanakan sabda Yesus dan teladan hidup-Nya. Namun kiranya menjadi domba-domba yang baik berarti juga siap menjadi gembala yang baik bagi sesama kita. Penggembalaan kita kepada sesama kita, haruslah meneladan penggembalaan Yesus kepada kita.

RENUNGAN HARIAN Hari Senin dalam Pekan Suc: 14 April 2014.

RENUNGAN HARIAN
Hari Senin dalam Pekan Suc: 14 April 2014. 

BACAAN INJIL:
Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.  Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:  "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"  Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu." Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga,  sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.
 
RENUNGAN

Para saudara, Maria tersungkur di bawah kaki Yesus, membasuhnya dengan minyak yang sangat harum, yang harganya pasti sangat mahal dan membasuh kaki Yesus dengan rambutnya. Maria melakukan demikian sebagai tanda cinta, penghormatan yang sangat tinggi kepada Yesus dan juga tanda syukurnya kepada Yesus atas kasih yang dirasakannya. Bagi Maria, merendahkan diri di bahwa kaki Yesus dengan cara tersungkur di hadapan Yesus. Maria tidak merasa rugi meminyaki kaki Yesus dengan minyak wangi yang mahal. Harga minyak wangi yang mahal, baginya tidak seberapa dibanding dengan kasih Yesus yang dialaminya. Demikian juga Maria juga tidak segan-segan menyeka kaki Yesus dengan rambutnya. Dia tidak merasa bahwa kehormatannya hilang dengan menyeka kaki Yesus dengan rambutnya yang indah. 

Berbeda halnya dengan Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Yesus berpikir bahwa tindakan Maria yang meminyaki kaki Yesus dengan minyak wangi yang harganya mahal, itu dianggap pemborosan, membuang-buang uang. Yudas Iskariot memberi alasan dengan mengatakan, "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" Namun Injil dengan jelas mengatakan bahwa Yudas berkata demikian bukan karena memang dia punya kepedulian dan memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. 

Para saudara, Maria sungguh mengasihi Yesus dan dia menyadari kasih Yesus sungguh besar. Oleh sebab itu, dia tidak segan-segan merendahkan diri dengan tersungkur di bawah kaki Yesus. Kitapun hendaknya demikian, kita manusia berdosa tetapi Yesus sungguh mengasihi kita. Maka baiklah kita datang kepada Yesus, tersungkur di bawah kaki-Nya untuk memohon ampun atas dosa-dosa kita. Kalau Maria membasuh kaki Yesus dengan minyak wangi yang mahal dan menyeka dengan rambutnya, mari kita basuh dan menyeka kaki Yesus dengan air mata pertobatan kita dan niat hati untuk bertobat dengan hidup baik seturut kehendak Tuhan sendiri. Ingatlah, bahwa harta dan apapun yang kita miliki, juga kehormatan kita, tidak ada bandingnya bila dibandingkan dengan cinta Yesus yang sudah kita terima. Selamat beraktifitas, selamat menjalani pekan suci. Tuhan memberkati.

RENUNGAN HARIAN, Hari Jumat sesudah Rabu Abu : 7 MARET 2014

RENUNGAN HARIAN, Hari Jumat sesudah Rabu Abu : 
7 MARET 2014 
(Perpetua dan Felisitas ) 
Yes. 58:1-9a; Mzm. 51:3-4,5-6a,18-19; Mat. 9:14-15 

INJIL
Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?" Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa". 

RENUNGAN ; 
Para saudara, kita sudah memasuki masa Prapaskah, masa yang dikenal dengan sebgai masa pantang dan puasa. Pantang dan puasa sudah lama ada dalam kehidupan agama. Sebagaiman kita baca dalam injil hari ini, murid-murid Yohanes datang kepada Yesus, mereka protes karena melihat bahwa murid-murid Yesus tidak berpuasa sedangkan mereka dan orang-orang Farisi melakukan puasa dan pantang. Mereka menganggap bahwa Yesus tidak mengajarkan murid-murid-Nya untuk pantang dan puasa. 

 Menanggapi protes para murid Yohanes, Yesus mengatakan bahwa sahabat-sahabat mempelai laki-laki bergembira selama mempelai itu bersama mereka. Mempelai laki-laki yang dimaksudkan adalah Yesus sendiri. Yesus sang Mesias sedang bersama dengan para murid, sehingga para murid bergembira dan tidak membutuhkan puasa dan pantang. Puasa dan pantang adalah upaya mengekang diri dari keinginan badan atau keinginan diri, sehingga hidup terarah pada Tuhan sendiri. Atau puasa dan pantang adalah mengendalikan diri supaya bersatu dengan Tuhan. 

Persatuan dengan Tuhan, itulah tujuan utama dari pantang dan puasa. Para murid Yesus sedang bersama dengan dengan Yesus yang adalah Tuhan. Maka jelas bahwa para murid tidak membutuhkan puasa dan pantang pada saat itu. Oleh sebab itu, pantang dan puasa dalam masa prapaskah bukan hanya soal makan dan minum tapi pertobatan hidup yg semakin dekat n bersatu dengan Tuhan. Kita masih sering hidup dikendalikan oleh keinginan diri atau keinginan daging karena kelemahan manusiawi kita. 

Kita perlu berpantang dan puasa karena keinginan n kelemahan manusiawi kita sering menjauhkan kita dari Tuhan. Pantang dan puasa yang kita lakukan adalah untuk mengatur hidup agar sesuai dengan kehendak Tuhan sehingga kita bersatu dengan Tuhan. Kiranya tidak ada gunanya berpuasa dan berpantang bila hidup kita tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Bila kita sudah bersatu dengan Tuhan, maka Tuhan sendirilah yang mengendalikan hidup kita. Maka bila kita sungguh2 sudah bersatu dngn Tuhan n Tuhan dlm kita,kita tdk butuh pantang n puasan,itu berarti kita hidup oleh Roh Allah saja. 

Berpuasa dan perpantang juga bukan hanya sekedar demi kepentingan diri sendiri. Berpuasa dan berpantang yang sesunggunya adalah menjadikan diri kita menjadi berkat bagi sesama. Nabi Yesaya mengatakan, “Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!(Yes 5: 6-7) Maka puasa dan pantang yang kita lakukan, kita melepaskan diri dari perbuatan yang tidak baik dan mengubahnya dengan hidup dan perbuatan baik bagi sesama kita. Dengan demikian, puasa dan pantang yang kita lakukan mendatangkan berkat bagi sesama kita. Amin.

RENUNGAN HARIAN, Hari Kamis sesudah Rabu Abu : 6 MARET 2014

RENUNGAN HARIAN, 
Hari Kamis sesudah Rabu Abu : 
6 MARET 2014 
Ul. 30:15-20; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 9:22-25 

INJIL : 
Suatu hari Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga." Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?". 

RENUNGAN :
 "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku." (Luk 9:23) 

Sangat wajar bila semua orang ingin hidup bahagia, tidak menghendaki hidupnya menderita dan bahkan seringkali orang akan berusaha berjuang agar hidupnya tidak menderita serta menghindarkan penderitaan dalam hidupnya. Namun Yesus mengatakan "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."(Luk 9:22) 

Yesus tahu pasti bagaimana hidup yang akan dialami-Nya karena perutusan-Nya. Itu semua konsekuensi dari cinta kasih-Nya kepada manusia yang hendak diselamatkan-Nya. Yesus tidak mencari-cari penderitaan itu, penderitaan itu juga bukan karena Allah Bapa menghendakinya demikian. Namun penderitaan itu adalah resiko yang diterima dengan sukacita karena kasih Tuhan yang mau menyelamatkan manusia. Yesus tidak menghindari resiko penderitaan itu, tetapi menerimanya dengan sukacita demi keselamatan manusia. Yesus mengajarkan kepada kita bahwa untuk mengikuti Dia, kita harus menyangkal diri dan memikul salib kita. 

Menyangkal diri berarti kita harus menyangkal atau mematikan kehendak dan keinginan daging yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Kita harus lebih mengutamakan kehendak Tuhan daripada kehendak diri sendiri atau kehendak daging. Yesus tidak mengajar kita supaya mencari-cari penderitaan dalam hidup. 

Penderitaan itu pasti akan menemui kita semua apalagi penderitaan karena hidup iman kita. Bila penderitaan itu menghampiri hidup kita, kita tidak boleh menolaknya, kita menghadapinya dalam iman dengan tetap teguh setia dalam iman kepada Allah. Juga apabila penderitaan itu menghampiri kita karena hidup iman, kita tidak bisa menolaknya, tetapi menghadapinya dalam Tuhan. Dengan demikian, penderitaan itu menjadi salib kehidupan kita sebagai orang beriman. 

Memang memikul salib demi Yesus, itu tidak enak dan berat, namun kita harus yakin kalau kita tetap setia dalam iman kepada Yesus, maka penderitaan dan salib yang berat itu pasti bisa kita hadapi dan pikul, karena Yesus sendiri telah memikul salib yang berat demi keselamatan kita, maka Dia juga akan menolong kita dengan ikut memikul salib kita. Dengan memikul salib bersama Yesus, kita justru akan beroleh keselamatan kekal. Kita jangan berpikir untuk menghindarkan salib atau penderitaan karena iman dengan alasan takut kehilangan nyawa atau hendak menyelamatkan nyawa kita. 

Ingatlah bahwa nyawa itu bukan milik kita, kita tidak bisa menguasai dan menyelamatkannya karena nyawa itu adalah milik Tuhan sendiri. Namun bila kita tetap setia dalam iman kepada Yesus walaupun harus menghadapi penderitaan hidup, kita menyelamatkan nyawa kita karena Yesus sendiri akan menganugerahkan hidup kekal kepada kita. Janganlah karena ingin mempertahankan hidup di dunia ini dengan segala kesenangannya justru kita kehilangan hidup kekal. Amin.

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VIII: RABU 5 MARET 2014

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VIII: 
RABU 5 MARET 2014 
Yak. 5:13-20; Mzm. 141:1-2,3,8; Mrk. 10:13-16 

INJIL : 
Suatu hari berkatalah Yesus kepada para muridNya: "ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." 

RENUNGAN 
Para saudara, hari ini kita memasuki awal masa Prapaskah dengan merayakan hari Rabu Abu. Pada awal masa Prapaskah kita menerima abu di dahi kita. Menerima abu pada awal Prapaskah ini mau mengingatkan bahwa kita adalah manusia biasa yang diciptakan Tuhan dari debu tanah, mengingatkan kita seperti abu yang kotor dan bukan siapa-siapa tanpa Tuhan, juga bahwa hidup kita seperti abu karena melakukan banyak kesalahan dan dosa. Dari sebab itu, dengan menerima abu pada awal Prapaskah ini, kita diingatkan bahwa kita semua membutuhkan pembersihan diri dengan pertobatan selama masa prapaskah ini. 

Yesus mengajak kita untuk merenungkan bagaimana hidup keimanan kita selama ini. Dalam menjalankan hidup keimanan kita, hendaknya kita lakukan dengan tulus karane iman, yang mana kita ingin semakin dekat dengan Tuhan sendiri, bukan untuk mendapat pujian dari sesama kita. Tentu juga bukan untuk mendapat pujian dari Tuhan atau mengharapkan pahala dari Tuhan sehingga berpikir bahwa bila kita melakukan hidup keimanan kita dengan baik, maka kita berhak untuk menuntut berkat dari Tuhan. Kita tidak perlu menuntut berkat dari Tuhan karena merasa sudah berjasa dengan hidup beriman, karena sudah sejak semula Allah menyatakan berkat-Nya kepada kita sebelum kita mengikuti-Nya. 

Dengan demikian, kita menghayati iman kita karena kita menyadari kasih dan berkat Tuhan yang sudah kita terima dan kita percaya bahwa hidup dengan segala yang baik yang ada pada kita adalah pemberian Tuhan sendiri. Oleh sebab itu, pada awal masa prapaskah ini, kita hendaknya merenungkan bagaimana hidup keimanan kita selama ini. Selama masa Prapaskah ini, kita hendak memperbaharui diri dengan pertobatan hidup yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. 

Pertobatan itu haruslah semakin mendekatkan diri kita kepada Tuhan. Oleh sebab itu, masa prapaskah bukan hanya soal makan dan minum saja. Berdasarkan injil yang kita dengarkan hari ini. Ada tiga hal yang patut kita lakukan selama masa prapaskah ini, yakni memberi sedekah, berdoa dan berpuasa. Ketiga hal ini kiranya wajib kita lakukan selama masa prapaskah ini, walaupun tidak hanya itu yang bisa kita lakukan. Memberi sedekah kepada orang miskin atau beramal berarti kita tidak lagi hanya memikirkan diri sendiri, kita ikut memikirkan orang lain yang lebih miskin dari kita. 

Mungkin selama ini kita hanya memikirkan diri sendiri, tidak peduli dengan sesama kita yang miskin. Mungkin selama ini kita hanya sibuk untuk mencari harta atau kepuasan diri. Maka selama masa prapaskah ini, kita diajak untuk peka dan pedulid engan sesama yang miskin. Sikap peduli dan peka itu haruslah diwujudkan dengan perbuatan kasih kepada sesama dengan rela berbagi dengan sesama yang jauh lebih miksin dari kita. 

Berdoa yang dimaksudkan adalah bukan hanya sekedar mendoakan rumusan doa yang biasa kita lakukan. Mungkin saja kita selama ini sudah berdoa, namun selama masa Parpaskah ini baiklah kita semakin banyak berdoa, atau kita lebih banyak lagi berdoa. Sebagaimana kita ketahui doa adalan membuka hati untuk Tuhan. Dengan membuka hati kepada Tuhan, kita membiarkan Tuhan hadir dalam hidup kita. Doa itu ungkapan iman kita kepada Allah dan lewat doa kita bersatu dengan Tuhan. 

Hal ketiga yang wajib kita lakukan selama masa Prapaskah adalah berpantang dan berpuasa makan dan minum. Kita berpantang dan berpuasa dengan tujuan mengekang diri dari keinginan badan atau keinginan tidak terarut. Kita berpantang atas kesenangan diri dan berpuasa dengan mengurangi makan dan minum. Dengan berpantang dan berpuasa, kita berarti berusaha mengatur diri, menjaga diri dari keinginan badan, sehingga bukan lagi badan atau kesenangan diri yang menugasai kita. Dengan berpantang dan berpuasa, kita juga sekaligus ingin ikut merasakan penderitaaan sesama yang miksin. Lebih dari itu, dengan berpantang dan berpuasa kita sekaligus hendak berbagi dengan sesama lewat persembahan dari hasil dan pantang kita. Namun hendaknya semuanya itu kita lakukan dengan tulus dan penuh iman, bukan karena hendak mendapat pujian dari sesama dan juga dari Allah. Amin.

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VIII: SELASA 4 MARET 2014

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VIII: 
SELASA 4 MARET 2014 
Yak. 5:13-20; Mzm. 141:1-2,3,8; Mrk. 10:13-16 

INJIL : 
Suatu hari berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!" Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu." 

RENUNGAN : 
 Injil yang kita baca hari ini adala kelanjutan dari kisah pemuda kaya yang menghendaki hidup kekal, tetapi ketika Yesus memintanya menjual semua hartanya dan memberikannya kepada orang miskin lalu mengikuti-Nya, namun pemuda itu kecewa dan pergi meninggalkan Yesus. Pemuda itu tidak rela kehilangan harta kekayaannya, sehingga Yesus mengatakan bahwa orang kaya sukat masuk surga. Mendengar perkataan itu, 

Petrus yang merasa diri sudah meninggalkan segala demi mengikuti Yesus seakan mau menyatakan bahwa mereka tidak seperti pemuda itu sehingga mereka kiranya layak beroleh hidup kekal. Memang kiranya para murid sudah meninggalkan bukan hanya harta benda mereka atau pekerjaan mereka, juga meninggalkan keluarga mereka demi mengikuti Yesus Kristus. Berbeda dengan pemuda kaya itu, maka para murid kiranya kelak layak menerima hidup kekal. 

Menanggapi pernyataan Petrus, Yesus mengatakan bahwa para murid akan menerima balasan akan semuanya itu bukan hanya kelak setelah mereka mati, tetapi semasa hidup juga akan menerima balasan dari pengorbanan mereka, yakni juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. 

Perkataan ini mengatakan kepada kita bahwa pengorbanan demi mengikuti Yesus akan membuahkan kebahagiaan bagi kita bukan hanya kelak tetapi juga dalam hidup yang sekarang ini. Memang benarlah bahwa orang yang sangat mencintai harta kekayaannya tidak akan disukai banyak orang karena orang demikian hanya memikirkan diri sendiri, tidak peduli dengan orang lain. Orang demikian juga tertutup terhadap sesamanya, dia hanya berteman dengan orang yang menguntungkan bagi dirinya. 

Sedangkan orang yang berani meninggalkan kekayaan atau yang rela berbagi harta kekayaan dan berkat Tuhan kepada sesama, dia terbukan akan semua orang, bersaudara dengan semua orang sehingga banyak orang yang mengasihinya. Terlebih lagi orang demikian dikasihi Tuhan sehingga Tuhan semakin mempercayakan rahmat dan berkat-Nya kepada dia untuk dibagikan kepada sesama. Dengan demikian, orang yang berani meninggalkan segala-galanya demi Yesus, akan beroleh hidup bahagia pada masa sekarang dan kelak akan beroleh hidup kekal. Amin.

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VIII: SENIN 3 MARET 2014

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VIII: 
SENIN 3 MARET 2014 
Yak. 5:13-20; Mzm. 141:1-2,3,8; Mrk. 10:13-16 

INJIL : 
Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja. Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!" Lalu kata orang itu kepada-Nya: "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah." Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah." 

RENUNGAN : 
Sebagai orang beriman, tentu kita semua mendambakan dan ingin beroleh hidup kekal. Namun kiranya untuk beroleh hidup kekal tidaklah cukup hanya sekedar mendambakan dan berharap. Yesus memberi syarat untuk beroleh hidup kekal, sebagaimana yang kita dengarkan dalam injil hari ini. Sebagaimana kita baca dalam injil hari ini, seorang pemuda yang kaya raya sangat mendambakan kehidupan kekal. Untuk itu dia berusaha beroleh hidup kekal dengan mentaati semua perintah Tuhan. 

Pemuda itu pasti mengira bahwa dia sudah layak beroleh hidup kekal Dengan bangga pemuda itu menjawab Yesus bahwa dia sudah mentaati sepuluh perintah Tuhan. Namun ternyata masih ada syarat yang diberikan oleh Yesus, yakni pemuda itu diminta untuk menjual semua hartanya, memberikannya kepada orang miskin lalu mengikuti Yesus. Pemuda itu begitu kaget mendengarkan jawaban Yesus. Dia sudah mengira bahwa dengan mentaati perintah Tuhan, dia pasti akan beroleh hidup kekal, namun ternyata itu masih kurang. Syarat terakhir yang diberikan Yesus, baginya sangat berat dan sulit untuk dia laksanakan sehingga dia pergi dengan kecewa. Pemuda itu itu sulit untuk melepas harta bendanya. 

Baginya hartanya sangat berharga. Apalagi Yesus mengatakan bahwa dia harus menjual hartanya dan membagikannya kepada orang-orang miskin. Mungkin kalau Yesus mengatakan agar dia menjual hartanya dan menyimpannya, mungkin saja pemuda itu masih bisa melaksanakannya. Namun yang diminta oleh Yesus adalah melepaskan harta-hartanya itu dan membagikannya kepada orang miskin. Memang seringkali banyak orang seperti pemuda yang kaya ini. 

Orang mengharapkan keselamatan kekal namun tidak mau berusaha untuk mendapatkannya dengan mengikuti perintah yang dikehendaki oleh Tuhan. Seringklai kita juga berpikir bahwa dengan menaati perintah Tuhan, kita sudah pasti layak beroleh hidup kekal sehingga kita hanya menaati peraturan saja. Selain itu, juga mungkin kita berpikir karena kita sudah rajin berdoa, rajin menghadiri perayan ekaristi dan banyak mengikuti kegiatan rohani juga melakukan ziarah rohani keberbagai tempat, kita berpikit bahwa kita pasti akan masuk surga dan beroleh hidup kekal. Mungkin sering kita temukan orang kristiani yang kaya harta, rajin salam ibadah, aktif dalam kegiatan gereja, tetapi sulit berkorban harta untuk membantu sesamanya atau tidak punya rasa kepedulian terhadap orang miskin. 

Kiranya hanya menaati peraturan saja atau hanya sekedar menjalankan kegiatan gereja, tidaklah cukup menjadi jaminan kita masuk surga beroleh hidup kekal. Selain itu semua kita harus rela berbagi harta dengan orang miskin. Tuhan tidak meminta kita menjual semua harta kita dan membagikan semuanya kepada orang miskin sehingga kita menjadi miskin dan melarat. Namun Yesus meminta tidak melekat pada harta kekayaan sehingga kita rela berbagi dengan sesama yang miskin, jangan sampai cinta terhadap harta menghalangi kita untuk masuk dalam Kerajaan surga. Amin.

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VIII: SABTU 1 MARET 2014

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VIII: 
SABTU 1 MARET 2014 
Yak. 5:13-20; Mzm. 141:1-2,3,8; Mrk. 10:13-16 

INJIL : 
Suatu hari banyak orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya." Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka. 

RENUNGAN : 
 Sangat menarik bahwa sebagaimana kita baca dalam injil hari ini, banyak orangyang membawa anak-anak kecil kepada Yesus. Apakah anak-anak itu dibawa orang tuanya masing-masing, atau hukan, kita tidak tahu dan itu tidak terlalu pening bagi kita. Yang menjadi perhatian kita adalah bahwa orang banyak itu membawa anak-anak kepada Yesus. Mereka rindu agar anak-anak itu juga bertemu dengan Yesus agar Yesus menjamah mereka. 

Namun sayang para murid melarang mereka. Memang biasanya kehadiran anak-anak bisa merepotkan, karena bisa saja anak-anak itu menangis sehingga suasana tenang menjadi ribut. Para murid juga melarang mungkin karena Yesus sedang sangat sibuk mengajar. Mengetahui hal itu, Yesus memarahi para murid yang melarang membawa anak-anak itu kepada-Nya. 

Yesus juga menyayangi anak-anak. Yesus tidak merasa terganggung dengan kehadiran anak-anak itu. Yesus menyambut mereka karena memang Yesus mengasihi semua orang dan juga anak-anak kecil. Kesempatan itu juga digunakan oleh Yesus untuk mengajar mereka. Yesus menggunakan anak kecil sebagai gambaran orang yang empunya kerajaan surga. Tentu yang dimaksud adalah sifat yang dimiliki oleh anak kecil, itulah yang empunya kerajaan surga. Kita tentu tahu bagaimana sikap anak kecil. 

Anak kecil itu polos, lugu, tulus, hati dan pikirannya masih murni dan juga bergantung pada yang lebih besar daripadanya. Demikian pun kiranya sikap hidup orang beriman, haruslah memiliki sikap polos salam arti ulus, hati dan pikiran murni dan bergantung pada Allah saja. Selain itu, baiklah sabda ini mengingatkan agar orang tua menyadari bahwa Yesus juga mengasihi anak-anak, juga hendaknya para orang tua sejak kecil memperkenalkan Yesus kepada anak-anak mereka. 

Orang tua yang baik, tentu juga berusaha memawa anak-anaknya kepada Yesus untuk dijamah oleh Yesus. Hal ini dilakukan dengan membaptis anak sejak masa kecil dan membiasakan hidup doa dalam keluarga dan mengajarkan serta memberi teladan iman kepada anak-anak. Amin.

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VII: SELASA 24 FEBRUARI 2014

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VII: 
SELASA 24 FEBRUARI 2014 
Yak. 4:1-10; Mzm. 55:7-8,9-10a,10b-11a,10b-11a,23; Mrk. 9:30-37 

INJIL : 
Suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya pergi dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang; sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit." Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya. Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?" Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka. Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya." Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka: "Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku." 

RENUNGAN
Para saudara, ketika Yesus menyatakan bagaimana perjalanan hidup-Nya bahwa Dia akan mengalami penderitaan, dibunuh tetapi bangkit pada hari ketika, para murid malah sibuk berdebat tentang siapa yang paling besar diantara mereka. Penginjil mengatakan bahwa mereka tidak mengerti apa maksud perkataan Yesus, tetapi tidak mau bertanya namun malah sibuk berdebat tentang siapa yang terbesar di antara mereka. Memang mereka tidak mengerti maksud perkataan Yesus tetapi sepertinya mereka berpikir siapa yang akan menjadi pemimpin mereka setelah Yesus wafat. Mereka berpikir suksesi. 

Para murid wajar berpikir demikian karena itulah jalan pikiran manusia pada umumnya, juga karena memang jelas bahwa mereka belum sepenuhnya mengerti maksud mereka mengikuti Yesus. Pada masa itu dan juga pada masa sekarang orang pasti ingin menjadi pemimpin yang mempunyai kuasa atas orang banyak. Orang berpikir bahwa menjadi pemimpin berarti punya kuasa, bisa memerintah orang lain dan orang lain pun melayaninya. Yesus tahu jalan pikiran mereka sehingga mengingatkan mereka akan tujuan mengikuti Dia dan sekaligus mengajarkan bagaimana seharusnya seorang pemimpin dan bagaimana menjadi terkemuka. 

Apa yang ajarkan oleh Yesus bertolak belakang dengan jalan pikiran atau pemikiran manusia tentang pemimpjn dan kekuasaan. Yesus dengan tegas mengatakan bahwa seseorang sungguh menjadi pemimpin dan menjadi terkemuka bukan terutama karena jabatan dan kekuasaan yang ada padanya, tetapi bila orang itu bersikap rendah hati dan mau menjadi pelayan bagi manusia. Seorang pemimpin dan akan menjadi terkemuka haruslah selalu bersikap rendah hati dan menjadi pelayan bagi sesama. 

 Seseorang yang merasa dirinya kekurangan, dia pasti banyak menuntut dari orang lain, menuntut perhatian dari orang lain dan mengharapkan dilayani orang lain. Jadi seorang pemimpin yang menggunakan kuasanya untuk memerintah orang lain agar tunduk padanya dan melayaninya, justru menjadi tanda dia seorang pemimpin yang kekuarangan. Sehingga seseorang itu menjadi pemimpin dan terkemukan tidak ditentukan oleh jabatan dan kuasa, tetapi sikap rendah hati dan pelayanannya. Para murid ternyata belum sepenuhnya mengerti untuk apa mereka mengikuti Yesus dan untuk apa Yesus memanggil mereka menjadi murid-murid-Nya. Yesus memanggil para murid untuk suatu tugas pelayanan kepada sesama seperti yang diperbuat-Nya sendiri. Dengan demikian, Yesus juga mengajarkan bahwa mengikuti Dia bukan untuk mengejar jabatan atau kuasa, tetapi untuk ikut ambil bagian menjadi pelayan bagi sesama. 

Yesus tidak melarang kita menjadi pemimpin dan mempunyai kuasa atas jabatan yang ada pada kita. Bahkan Yesus mengharapkan kita menjadi pemimpin dan hidup terkemuka tetapi bukan menurut pikiran manusia, tetapi menurut pikiran Tuhan yakni senantiasa bersikap rendah hati, pelayanan yang tulus kepada sesama. Jabatan dan kuasa yang ada pada kita hendaknya kita gunakan untuk melayani sesama, bahkan sesama yang seperti anak kecil sekalipun. 

KIta harus menjadi pemimpin bagi diri sendiri dengan mengusahakan hidup seturut kehendak Allah, memimpin diri sendiri untuk sampai kepada kebahagiaan kekal. Kita menjadi pemimpin bagi orang lain untuk memimpin orang lain sampai kepada Allah. Kita harus mempunya kuasa atas diri sendiri yakni dengan menguasai diri agar sesuai dengan kehendak Tuhan. Demikian juga halnya dalam hubungan dengan orang lain, kuasa yang ada pada kita, kita gunakan sebaik-baiknya bukan supaya orang takut kepada kita tetapi untuk membantu orang lain dapat sampai kepada kehidupan kekal. Selamat beraktifitas. Tuhan memberkati.

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VI: SENIN 23 FEBRUARI 2014

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VI: 
SENIN 23 FEBRUARI 2014 
Yak. 3:13-18; Mzm. 19:8,9,10,15; Mrk. 9:14-29. 

INJIL :
Ketika Yesus, Petrus, Yakobus dan Yohanes kembali pada murid-murid lain, mereka melihat orang banyak mengerumuni murid-murid itu, dan beberapa ahli Taurat sedang mempersoalkan sesuatu dengan mereka. Pada waktu orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia. Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?" Kata seorang dari orang banyak itu: "Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia. Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat." Maka kata Yesus kepada mereka: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!" Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa. Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya. Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami." Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!" Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!" Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: "Ia sudah mati." Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri. Ketika Yesus sudah di rumah, dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?" Jawab-Nya kepada mereka: "Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa." 

RENUNGAN : 
Para saudara, Kita bisa bayangkan bagaimana kekesalan Yesus menghadapi orang yang tidak percaya. Seorang anak yang sudah sejak kecil sudah kerasukan setan, sudah dibawa kepada para murid untuk didoakan tetapi tidak sembuh juga. Orang tua anak itu sangat jengkel karena anaknya ternyata tidak sembuh, sehingga dia mengatakan kepada Yesus, “Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat." Dalam kalimat ini ada rasa jengkel dan tidak yakin. Apakah doa para murid tidak manjur? 

Menanggapi pernyataan orang tua anak itu, Yesus berkata, "Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!" Sampai di sini, kita tidak tahu kepada siapa Yesus mengatakan perkataan ini. Mungkin saja kepada para murid atau kepada orang tua anak itu. Namun dalam ayat selanjutnya kita bisa mengetahui bahwa Yesus mengatakan kalimat di atas kepada para murid dan juga orang tua anak itu. Kita mengetahui bahwa orang tua anak itu tidak percaya karena dia mengatakan kepada Yesus, “Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami!” 

Mungkin saja orang tua anak itu juga tidak percaya kepada Yesus sanggup menyembuhkan anaknya karena para murid tidak sanggup menyembuhkannya. Yesus nampaknya kesal dengan ayah anak itu, karena menyamakan Dia dengan para murid, meragunakan kemampuan Yesus karena para murid tidak mampu menyembuhkan anaknya. Menanggapi pernyataan orang itu Yesus berkata, “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" 

Kita bisa bayangkan bahwa Yesus mengatakan kalimat ini dengan nada tinggi sehingga ayah anak itu cepat menyadari kesalahannya yang tidak percaya dengan berkata, “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!" Yesus pun akhirnya menyembuhkan anak itu. Kepercayaan ayah anak itu mendatangkan penyembuhan dari Yesus. Ternyata orang tua anak itu membawa anaknya kepada para murid untuk didoakan bukan karena percaya pada kuasa penyembuhan yang diberikan oleh Yesus kepada para muri. Dia membawanya hanya karena mengharapkan penyembuhan saja. 

Para murid tidak bisa menyembuhkan anak itu bukan karena kuasa yang diberikan oleh Yesus kepada para murid , itu tidak manjur, namun ketidak percayaan ayah anak itulah yang menyebabkan anaknya tidak sembuh. Mungkin kitapun demikian. Kita seringkali datang kepada Yesus bukan dengan iman bahwa Yesus adalah Mesias, namun kita datang kepada Yesus hanya semata-mata ingin memohon. Sehingga pada akhirnya apa yang kita harapkan tidak terkabul. Kita juga sering mengharapkan mukjizat dari Tuhan tetapi kita tidak percaya. Namun lewat sabda hari ini jelas bagi kita, bahwa iman kepada Yesuslah yang mendatangkan mukjizat sehingga seperti yang dikatakan oleh Yesus bahwa tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. 

Namun selain itu, kita patut merenungkan apa yang dikatakan oleh Yesus kepada para murid yakni, “Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami!” Bisa saja para murid mendoakan bukan karena percaya tetapi karena terpaksa sehingga tidak mendatangkan kesembuhan bagi anak itu, ditambah lagi ayah anak itupun tidak percaya. Akan tetapi juga menjadi peringatan bagi kita betapa doa itu punya kekuatan yang mendatangkan rahmat dan berkat Allah bagi orang lain. 

Doa itu mendekatkan diri kita dengan Tuhan sehingga kita ada dalam Tuhan dan Tuhan dalam diri kita. Dengan doa, kuasa Tuhan bekerja lewat diri kita sehingga mendatangkan berkat kepada sesama. Jadi bukan kita dan bukan rumusan doa itu itu yang mendatangkan berkat bagi sesama, tetapi Tuhan yang berdiam dalam diri kitalah yang mendatangkan berkat itu. Maka semoga, kita senantiasa mengusahakan hidup doa harian kita. Amin.

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VI: JUMAT 21 FEBRUARI 2014

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VI: 
JUMAT 21 FEBRUARI 2014 
 (Petrus Damianus ) 
Yak. 2:14-24,26; Mzm. 112:1-2,3-4,5-6; Mrk. 8:34?9:1 

INJIL : 
Suatu hari Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus."  Kata-Nya lagi kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa."

RENUNGAN : 
Seorang pengikut berarti mengikuti orang yang diikuti. Tidak mungkin orang yang diikuti malah mengikuti apa yang diinginkan oleh orang yang mengikuti. Seorang murid berarti mengikuti ajaran dan teladan hidup gurunya. Demikian juga halnya sehubungan dengan menjadi murid-murid Yesus. Menjadi pengikut Yesus berarti siap mengikuti ajaran dan teladan hidup Yesus bukan Yesus yang mengikuti kita. Hari ini Yesus dengan tegas menyatakan pengajaran dengan mengatakan "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. 

Yesus menegaskan bagaimana hidup seorang murid. Menyangkal diri tentu bukan berarti tidak mengakui diri sendiri. Tetapi yang dimaksud dengan menyangkal diri adalah menyelasakan hidup dan keinginan diri dengan keinginan Tuhan. Kita tahu bahwa sebagai manusia kita pasti punya keinginan dan kehendak. Namun kita harus sadar bahwa keinginan atau kehendak bebas kita tidak selamanya baik dan seringkali bertentangan dengan kehendak Allah. 

Untuk itulah bila kita mengikuti Yesus, berarti kita siap menyelaraskan keinginan atau kehendak kita bahkan bila perlu meninggalkannyadengan melakukan kehendak Allah sendiri dalam hidup kita. Inilah yang dimaksud oleh Yesus dengan menyangkal diri. Selain menyangkal diri, Yesus juga menuntut sikap hidup yang tela memikul salib karena Dia. Tidak semua penderitaan bisa dikatakan sebagai tindakan memikul salib. Penderitaan atau resiko yang harus kita terima karena menghayati iman, itulah yang dinamakan dengan memikul salib. Masing-masing dari kita pasti mengalami resiko dalam memikul salib dan berbeda-beda untuk setiap orang. 

Oleh sebab itulah Yesus mengatakan bahwa untuk menjadi pengikut-Nya harus siap memikul salibnya demi Dia. Semuanya itu kita lakukan hanya demi satu tujuan yakni mengikuti Yesus Kristus. Inilah syarat yang diajarkan oleh Yesus untuk menjadi murid-Nya. Semoga kita berusaha untuk sungguh-sungguh menjadi murid Yesus dengan menghayati apa yang dikatakan oleh Yesus kepada kita hari ini.

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VI: KAMIS 20 FEBRUARI 2014

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VI: 
KAMIS 20 FEBRUARI 2014 
Yak. 2:1-9; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7; Mrk. 8:27-33 

INJIL : 
Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Kata orang, siapakah Aku ini?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi." Ia bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Petrus: "Engkau adalah Mesias!" Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapapun tentang Dia. Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari. Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia. Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." 

RENUNGAN : 
 Kalau masa sekarang ini banyak kita temukan spanduk atau foto para calek bertebaran di jalan-jalan atau di tempat tertentu, tentu tujuannya agar mereka dikenal oleh banyak orang sehingga kelak dipilih ketika pemilihan umum legislatif. Namun kalau Yesus menanyakan kepada para murid tentang pengenalan orang banyak atas diri-Nya, bukan karena Yesus ingin mengetahui apakah diri-Nya sudah terkenal atau tidak. Malahan Yesus tidak menghendaki orang banyak mengenal Dia karena mukjizat yang telah Dia perbuat, Yesus tidak mau kalau orang banyak hanya sekedar mengenal Dia tetapi sungguh mengenal-Nya sebagai Mesias sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah. 

Memang ternyata menurut keterangan yang diberikan oleh para rasul, orang banyak mengenal Yesus hanya sebatas menganggap Yesus itu tidak ubahnya seperti Yohanes pembaptis atau nabi-nabi lain. Orang banyak itu belum sampai pada pengenalan yang sungguh-sungguh akan Yesus. Yesus jelas tidak puas dengan jawaban orang banyak itu. 

Oleh sebab itu, Yesus bertanya kepada para murid-Nya tentang siapa Dia menurut para murid-Nya. Yesus tentu mengharapkan bahwa para murid lebih mengenal Dia dibanding dari pengenalan orang banyak itu, sebab bagaimanapun para murid sudah sering hidup bersama dengan Yesus. Petrus mewakili para murid memberi jawaban bahwa Yesus adalah Mesias. Yesus puas dengan jawaban Petrus karena mengenal Yesus Mesias berarti Yesus jelas bukan hanya sekedar nabi sama seperti nabi lain, tetapi Mesias yang diutus oleh Allah untuk menyelamatkan manusia. 

Namun ternyata pengenalan para murid bahwa Yesus adalah Mesias belumlah seperti yang dikehendaki oleh Allah. Sebab ketika Yesus menjelaskan bahwa diri-Nya harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari. Yesus menjelaskan bahwa dirinya akan mengalami semuanya itu bukan karena Allah merencanakan demikian. Tetapi Allah menghendaki Mesias siap menerima dan menanggung semua resiko itu demi menyelamatkan manusia. 

Mendengar itu Petrus sangat keberatan sampe-sampe menarik Yesus dan menegor Dia. Petrus melakukan demikian karena gambaran Mesias yang dikenalnya bukan seperti yang dikehendaki oleh Tuhan. Menanggapi reaksi Petrus, Yesus sepertinya sangat kecewa sampe-sampe Yesus memarahi Petrus dengan berkata, "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." Petrus mengenal dan mengakui Yesus adalah Mesias tetapi tidak siap menerima kenyataan bahwa Yesus harus mengalami semuanya seperti yang dikatakan oleh Yesus kepada mereka. Petrus mengenal Yesus adalah Mesias tetapi Mesias sebagaimana yang dia pikirkan sendiri. 

Ini bisa dikatakan bahwa Petrus mengenal Yesus sebagai Mesias tetapi tidak mau mengikuti Yesus Mengenal sebagaimana yang dimaksud Yesus dalam injil hari ini tentu tidak hanya sekedar mengetahui siapa Yesus, bukan pula hanya sekedar pengakuan bahwa Yesus adalah Mesias. Mengenal yang dimaksud adalah Yesus adalah kita percaya Dia adalah Mesias sebagaimana dikehendaki oleh Allah. Bila kita percaya berarti kita juga mengikuti sabda dan teladan hidup-Nya. 

Namun mungkin pengenalan kita masih seperti pengenalan orang banyak pada saat itu. Tidak menutup kemungkinan bahwa kita mengenal Yesus sebagai seorang yang penuh kuasa, pembuat mekjizat atau hanya sebagai tempat untuk menyampaikan permohonan, sehingga kita datang kepada-Nya hanya kalau kita punya persoalan dan permohonan kepada Tuhan. Juga tidak menutup kemungkinan pengenalan kita kepada Yesus seperti Petrus yang dengan kata-kata mengenal bahwa Yesus adalah Mesias. 

Kitapun mungkin demikian adanya, mengakui Yesus adalah Mesias, tetapi bukan Mesias sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah. Kita seperti Petrus bila kita hanya mengakui Yesus Mesias tetapi kita tidak mengikuti sabda dan tidak siap mengikuti jalan hidup yang ditempuh oleh Yesus. Kalau kita sungguh mengenal Yesus sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah, berarti kita juga siap tolak dan mengalami penderitaan demi iman kepada Dia. Maka bila kita mengenal Yesus adalah Mesias tetapi kita tidak percaya kepada-Nya, tidak mengikuti Dia dengan siap menderita demi Dia, maka kita melakukan apa yang kita pikirkan, bukan yang dipikirkan oleh Allah. Dengan demikian, bila kita sungguh mengenal Yesus adalah Mesias, maka hidup kita seturut kehendak Yesus dan mengikuti teladan hidup-Nya. Amin.

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VI: RABU 19 FEBRUARI 2014

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VI: 
RABU 19 FEBRUARI 2014 
(Konradus dr Piacenza ) 
Yak. 1:19-27; Mzm. 15:2-3ab,3cd-4ab,5; Mrk. 8:22-26 

INJIL : 
Suatu hari tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia. Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?" Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: "Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon." Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas. Sesudah itu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata: "Jangan masuk ke kampung!" 

RENUNGAN : 
 "Sudahkah kaulihat sesuatu?" 

Dalam kisah penyembuhan orang buta sebagaimana kita dengarkan dalam injil hari ini, Yesus tidak langsung menyembuhkan orang buta itu dan Yesus juga menyembuhkan orang itu bukan di tengah orang banyak. Yesus membawa orang buta itu keluarga kampung, meludahi mata orang buta itu dan meletakkan tangan atas orang itu. Yesus juga sampai dua kali menjamah orang buta itu karena pada jamahan pertama orang buta itu belum melihat dengan jelas, baru setelah kedua kali Yesus menjamah orang buta itu, orang buta itu baru melihat dengan jelas. 

Yesus melakukan proses demikian bukan karena Yesus tidak bisa langsung menyembuhkan orang buta itu. Namun Yesus melakukan demikian karena Yesus tidak mau bahwa orang buta itu melihat Dia hanya sebagai seorang penyembuh saja atau pelaku mukjizat saja. Apalagi dengan jelas kita ketahui dalam injil bahwa orang buta itu dibawa oleh orang kepada Yesus untuk disembuhkan bukan dia sendiri yang memohon penyembuhan dari Yesus. 

Jadi bisa dikatakan bahwa orang buta itu belum percaya kepada Yesus. Oleh sebab itu ketika Yesus bertanya apakah dia sudah melihat sesuatu, orang buta itu hanya mengatakan "Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon." Orang buta itu belum melihat dengan jelas Yesus yang ada di depan matanya. Baru setelah Yesus menjamah orang buta itu kembali, orang buta itu bisa melihat dengan jelas. Yesus tidak bertanya untuk kedua kalinya kepada orang buta itu, tetapi penginjil mengatakan bahwa orang buta itu akhirnya sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh sehingga bisa melihat segala sesuatunya dengan jelas . 

Sesudah orang buta itu sembuh, Yesus menyuruh orang itu jangan masuk ke kampung. Yesus tidak menjelaskan mengapa Yesus melarang dia masuk ke kampung. Namun kita bisa mengartikan bahwa larangan Yesus itu bisa berarti menyuruh orang buta yang telah sembuh itu tidak kembali ke hidup masa lalunya tetapi hidup menjadi manusia baru yang telah mendapatkan sentuhan kasih dari Yesus. Kitapun seringkali menyampaikan permohonan kepada Yesus. Namun kita mungkin bisa merenungkan bahwa kita menyampaikan permohonan kepada Yesus bukan karena kita sungguh percaya kepada Yesus, kita bisa saja menganggap bahwa Yesus itu pelaku mukjizat saja sehingga kita datang kepada Dia hanya kalau kita mempunyai permohonan kepada Dia. 

Tuhan tahu apakah kita memohon karena iman atau hanya karena terpaksa. Oleh sebab itu, Yesus tidak langsung mengabulkan permohonan kita, Dia membawa kita ke luar dari kampung atau dari pemikiran atau kehendak kita yang hanya mengharapkan permohonan tetapi tidak sungguh percaya kepada Dia, Yesus menjamah kita terlebih dahulu sampai pada akhirnya kita mampu melihat kehadiran kasih-Nya dalam hidup kita. Baru setelah kita melihat kehadiran-Nya atau merasakah sentuhan kasih-Nya kepada kita, Yesus mengabulkan permohonan kita. Yesus tidak menghendaki bahwa kita datang kepada-Nya hanya kalau kita mempunyai permohonan dan menganggap Dia hanya sebagai orang yang bisa lakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh manusia. Yesus mengharapkan bahwa kita datang kepada Dia setiap saat dalam kehidupan kita karena kita percaya bahwa Dia adalah Tuhan kita. Amin.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)