Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan. (2Kor 8:14

Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

Berbagi Berita : Pengamat Vatikan di PBB bicara kasus Farah

Pengamat Vatikan di PBB bicara kasus Farah

Pengamat Tahta Suci untuk PBB, Uskup Agung Silvano Tomasi, mengatakan bahwa Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) harus mengintervensi kasus Farah Hatim, gadis Kristen Pakistan diculik dan dipaksa menikah dan menjadi Muslim.

Ini “merupakan pelecehan agama dan kebebasan nurani,” maka “intervensi Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia” itu sangat diharapkan, karena “kebebasan beragama merupakan bukti sejauhmana hak asasi manusia itu dihormati,” kata Uskup Agung Tomasi kepada Fides.

“Revisi sistem peradilan” diperlukan agar hak-hak warga kelompok-kelompok minoritas benar-benar bisa dilindungi, tambahnya.

Yang Mulia, apakah Anda tahu kasus Farah Hatim? Apa pendapat Anda?

Kasus Farah Hatim itu merupakan salah satu dari banyak kasus yang dilaporkan media, komunikasi pribadi keluarga, atau Gereja-Gereja lokal Pakistan: semua ini menyangkut kasus gadis-gadis Kristen yang diculik, dipaksa untuk menikah, meninggalkan iman mereka, dan masuk Islam. Menurut keluarga Farah, inilah yang terjadi: dia diculit dan kehendak bebasnya dilanggar. Masalahnya, tak seorangpun yang berkomunikasi dengannya. Maka perlu ada mekanisme yang, dalam situasi ini, memungkinkan dialog langsung dengan pengacara, keluarga, dan para pejabat negara untuk menyelidiki dan memastikan kebenarannya. Dalam pengalaman kami, ini merupakan pelanggaran hak asasi manusia, kebebasan hati nurani, dan agama. Ini merupakan pelecehan terhadap kebebasan pribadi, kebebasan untuk menentukan hidup sendiri yang perlu dijalani.

Gereja Pakistan tengah berusaha untuk membebaskan gadis itu. Sejumlah LSM Katolik juga terlibat. Menurut Anda, apakah tindakan dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB masih diperlukan?

Saya kira begitu: Jika ada situasi penganiayaan terhadap agama dari kelompok-kelompok minoritas, baik Kristen atau agama lain, sangatlah penting untuk mengirimkan dokumentasi rinci kepada Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia. Sesuai mandat komisaris itu, dokumen rinci tersebut akan digunakan untuk memulai suatu investigasi resmi. Beberapa LSM Katolik terakreditasi untuk PBB menerima informasi langsung dari Pakistan dan kini tengah mengumpulkan data untuk dilaporkan ke Dewan PBB, sehingga, menurut kriteria objektivitas dan transparansi, sekalipun dalam situasi sulit seperti ini, prinsip-prinsip utama hak asasi manusia dapat diterapkan. Solidaritas dengan orang Kristen yang menderita karena iman dan, dalam kasus-kasus seperti ini harus diingat, saya kira berbagai fasilitas masyarakat internasional yang diciptakan untuk melindungi kaum tertindas itu harus dimanfaatkan. Selain itu, ketidakpedulian media Barat harus dirombak, karena sering mengabaikan diskriminasi yang diderita oleh jutaan orang beragama.

WAWANCARA SELENGKAPNYA

The Vatican Observer at the United Nations: the case of Farah-only a UN intervention (Fides)

Disadur dari : www.cathnewsindonesia.com, Tanggal publikasi: 17 Juni 2011

RENUNGAN HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS, MINGGU 19 JUNI 2011

RENUNGAN HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS,
MINGGU 19 JUNI 2011

Kel 34:4b-6,8-9, MT Dan 3:52,53,54,55,56, 2Kor 13:11-13, Yoh 3:16-18

“Allah mengutus Putera-Nya untuk menyelamatkan dunia.”

BACAAN INJIL:

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada Nikodemus, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

RENUNGAN:

Salam damai Yesus Kristus bagi kita semua.
Hari ini kita merayakan hari Raya Tri Tunggal Mahakudus. Hari raya Tritunggal Mahakudus adalah dogma Gereja yang mengajarkan dan mengimanai bahwa Allah itu adalah satu tetapi memiliki 3 pribadi yakni Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus. Allah yang satu tetapi tiga pribadi tentu bukanlah dalam artian berpribadi ganda sebagaimana dalam disiplin ilmu psikologi mengatakan bahwa ada orang yang berpribadi ganda. Sebab kata para ahlinya orang yang berpribadi ganda itu pada waktu tertentu dia berperilaku sebagai si A dan waktu tertentu sebagai si B, juga dikatakan bahwa saat seseorang itu menjadi si A, pribadi lainnya yakni Si B tidak hadir. Sehingga jelas tidak ada hubungan satu sama lain. Tentu bukan demikian dengan Allah Tritunggal.

Tiga pribadi dalam Allah Tritunggal sungguh tiga pribadi yang satu dan mempunyai hubungan yang sangat erat dan bahkan tidak terpisahkan satu sama lain, dalam masing-masing pribadi, ketiga pribadi tetap satu dan hadir. Dalam Allah Bapa, Allah Putera dan Roh Kudus juga hadir, demikian juga dalam Allah Putera, Allah Bapa dan Allah Roh Kudus juga hadir, juga dalam Allah Roh Kudus, Allah Bapa dan Allah Putera juga hadir. Ketiga pribadi Allah ini tidak terpisahkan tetapi bisa dibedakan dalam peran atau tugas masing-masing. Dalam ajaran iman Tritunggal, ketiga pribadai mempunyai satu hakekat, yakni Allah. Bagaimana ini bisa dimengerti? Memang sulit untuk dimengerti oleh akal budi manusia. Tetapi bagi kita yang percaya kepada Allah Tritunggal, bisa mengerti, memahami dan mengimaninya dalam iman, yakni dengan mengatakan bahwa inilah misteri Allah yang adalah Tuhan kita.

Dogma Allah Tritunggal adalah misteri cinta kasih Allah kepada manusia. Sebagaimana sabda Yesus yang kita dengarkan hari ini dikatakan kepada kita bahwa sungguh begitu besar kasih Allah kepada kita, sehingga Dia rela mengaruniakan Anak-Nya yakni Yesus Kristus datang ke dunia untuk menyelamatkan kita. Allah juga menghendaki agar kasih-Nya itu tetap tinggal bersama kita dan bahkan bersatu dengan diri kita, oleh karena itulah Allah Bapa dan Allah Putera mengutus Roh Kudus untuk tinggal bersama kita dan bersatu dengan kita. Allah Tritunggal bukan hanya satu dalam hakekat tetapi juga dalam kehendak dan cinta kasih kepada manusia yang merindukan keselamatan bagi manusia. Maka dari itu, sungguh hari ini adalah hari suka cita karena kasih Allah yang sungguh besar bagi kita.

Perayaan hari ini mengajak kita menyadari dan mengimani kasih Allah yang luar biasa besar kepada kita manusia. Kasih Allah itu sudah ada sejak awal mula, semakin nyata dalam diri Yesus Kristus dan kasih-Nya itu tetap kekal bersama kita lewat Roh Kudus yang diutus. Namun pada perayaan ini, kita hendaknya juga mengasihi Allah yang telah terlebih dahulu mengasihi Dia. Oleh karena itu, sejauh mana kita telah mengasihi Allah? Mungkin kita bisa dengan mudah mengatakan bahwa kita percaya akan kasih Allah dan kitapun mengasihi Dia. Namun dalam kehidupan sehari-hari, kita kurang memperlihatkan hidup yang percaya akan kasih Allah dan hidup yang mengasihi Allah.

Hidup yang percaya akan kasih Allah, tentu nyata dalam hidup yang mengasihi Dia. Mengasihi Allah berarti hidup bersatu dan selalu berusaha menjalin relasi atau persatuan erat dengan Allah seperti Allah Tritunggal yang senantiasa satu dan tidak terpisahkan. Membina persatuan dengan Allah dengan hidup menuruti kehendak Tuhan.

Dalam perayaan ini juga mari kita belajar dari persatuan Allah Tritunggal. Kitapun yang telah bersatu dengan Allah Tritunggal, hendaknya membina persatuan yang erat dengan sesama kita. Bahkan kita hendaknya menjadi pelopor persatuan dalam kasih dalam hidup dunia yang sudah terpecah-pecah dan sudah terjadi pengelompokan-pengelompokan. Bukan rahasia lagi bahwa dalam hidup sekarang persatuan atau persaudaraan sejati yang mengandung saling menerima, saling mengerti dan saling berkorban, saat ini adalah barang yang langka. Dalam situasi demikian, dalam perayaan ini kita diingatkan agar kita belajar dan meneladani persatuan Allah Tritunggal. Kita yang merayakan dan mengimani Allah Tritunggal dipanggil dan sekaligus diutus ke tengah dunia untuk membagikan kasih Allah kepada sesama kita dengan hidup bersama dengan sesama, hidup menjalin persaudaraan sejati dengan sesama kita. Seperti Allah Tritunggal yang satu bukan hanya dalam hakekat saja tetapi juga dalam kehendak untuk mengasihi manusia, maka demikian juga kita hendaknya membina persatuan/persaudaraan dengan sesama untuk membagikan cinta kasih kepada sesama. Maka semoga dengan perayaan ini, kita menyadari kasih Allah kepada kita dan kitapun mengasihi Allah dengan membina persatuan yang mesra dengan Allah. Persatuan atau persaudaraan sejati yang nyata dalam Allah Tritunggal, itu pula yang kita wujudkan dalam hidup sehari-hari kepada sesama kita. Amin.

Berita Keuskupan: VIKARIAT EVISKOPAL KEUSKUPAN AGUNG MEDAN

VIKARIAT EVISKOPAL KEUSKUPAN AGUNG MEDAN

ada Jumat 17 Juni 2011 yang lalu telah terjadi babak baru dalam Keuskupan Agung Medan. Keuskupan Medan yang selama ini dibagi atas beberapa DEWIL, tetapi mulai hari itu juga diganti mejadi keVikariatan. Hal ini sebenarnya bukan suatu hal yang baru, tetapi sesuatu yang sudah terdapat dalam Kitab Hukum Kanonik pasal 476 yang bernubyi, ...Uskup Diosesan dapat juga mengangkat seorang atau beberapa Vikaris ekiskopal.


KAM dibagi atas 9 Vikariat, yakni:

1 Vikariat Episkopal St. Petrus Rasul Medan-Katedralmeliputi paroki-paroki: paroki Katedral St. Maria, Paroki St. paulus pasar Merah, paroki St. Petrus Medan Timur, Paroki Kristus Raja Medan Kota, paroki St. Yohanes penginjii Mandala, paroki St. Konrad Martubung, paroki St. yoseph Delifua, paroki Gembala yang Baik Lubuk Pakam, dan Paroki St. Yoseph Tebingtinggi.

2. Vikariat Episkopalst Yohanes Rasul Medan-Hayamwuruk meliputi paroki-paroki: Paroki St. Antonius Hayam Wuruk, Paroki St. Fransiskus Assisi Padang Bulan, paroki St. Maria Tanjung Selamat, Paroki St. Padre Pio Helvetia, Paroki St. Maria pertolongan Abadi Binjai, dan Paroki St. paulus pangkalan Brandan.

3. Vikariat Episkopal St. Yakobus Rasul Kabanjahe meliputi paroki-paroki: Paroki St. Maria Jl. Letnan Rata Kabanjahe, Paroki St. Petrus dan Paulus Jl. Irian Kabanjahe, Paroki St. Fransiskus Asisi Berastagi, Paroki Sang Penebus Bandar Baru, Paroki St. Fransiskus Assisi Seribudolok, Paroki St. Yoseph Lawedesky, dan Paroki St. Fransiskus Asisi Tigabinanga.

4. Vikariat Episkopal St. Andreas Rasul Sidikalang meliputi paroki-paroki: Paroki St. Maria Pertolongan Orang Kristen Sidikalang, Paroki St. Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, Paroki Beato Dionysius Sumbul, dan Paroki St. Petrus dan Paulus Parongil.

5. Vikariat Episkopal Beato Dionysius dan Redemptus Banda Aceh meliputi Paroki Hati Kudus BandaAceh.

6. Vikariat Episkopal St. Paulus Rasul Pematangsianfar meliputi paroki-paroki: Paroki St. Laurensius Jl Sibolga, Paroki St. Josef Jl. Bali, Paroki Pastor Bonus Jl. Medan, Paroki St. Petrus dan Paulus Batu Lima, Paroki Kristus Raja Tanah Jawa, Paroki Krisrus Raja Perdagangan, Paroki St. Antonius Padua Tigadolok, dan Paroki St. Fidelis Parapat.

7. Vikariat Episkopal St. llateus Rasul Aekkanopan meliputi paroki-paroki: Paroki St. Pius X Aekkanopan. Paroki Sakramen Mahakudus Kisaran, Paroki St. Mikael Tanjungbalai. dan Paroki Fransiskus Assisi Aeknabara.

8. Vikariat Episkopal St. Filippus Rasul Doloksanggul meliputi paroki-paroki: Paroki St. Fidelis Doloksansgul. Paroki St. Lusia Parlilitan, Paroki St. Yohannes Pembaptis Pakkar Paroki St. Maria Tarurung, Paroki St. Konrad Lintongnihuta, Paroki St. Yoseph Balige. dan Paroki St Yosepseph Parsoburan.

9. Vikariat Episkopal St Thomas Rasul Pangururan meliputi paroki-paroki: Paroki St. lvlikael Pangururan Paroki St. Maria Klaret Tomok, Paroki St. Paulus Onanrunggu, dan Paroki St. FransiskusAssisi Palipi.

Kedudukan dan Vikep Saat ini:

Vikariat Episkopal berkedudukan di sembilan tempat yang telah ditetapkan oleh Uskup Agung Medan. yakni:

1. Vikariat Episkopal St. Petms Rasul Medan-Katedral berkedudukan di Jalan Pemuda No. l. Medan – No. 20153
Nama Vikep : Pastor Benno Ola Tage Pr

2. Vikariat Episkopai St. Yohanes Rasul Medan-Hayam Wuruk berkedudukan di Jalan Hayam Wuruk No. 1. Medan - 201 53.
Nama Vikep: Pastor Karolus Sembiring OFM.Cap

3. Vikariat Episkopal St. Yakobus Rasul Kabanjahe berkedudukan di Jalan Letnan Rata Perangingangin No. 13, Kabanjahe - 22114.
Nama Vikep : P. Ignatius Simbolon OFM.Cap

4. Mkariat Episkopal St. Andreas Rasul Sidikalang berkedudukan di Jalan Mergasilima No. 1, Sidikalmg - 22211.
Nama Vikep: P. Bernard Teguh O.Carm

5. Vikariat Episkopal Beato Dionysius dan Redemptus Banda Aceh berkedudukan di Jalan Ahmad Yani No. 2, Banda Aceh - 23 00 1 .
Nama Vikep: Pastor Michael Manurung OFM.Cap

6. Vikariat Episkopal St. Paulus Rasul Pematangsiantar berkedudukan di Jalan
Sibolga No. 2l, Pematangsiantar 2112 l.
Nama Vikep: Pastor Ramli Simarmata Pr.

7. Vikariat Episkopal St. Mateus Rasul Aekkanopan berkedudukan di Jalan Serma Maulana S No. 48, Aekkanopan - 21451 .
Nama Vikep: P. Hiasintus Sinaga OFM.Cap

8. Vikariat Episkopal St. Filippus Rasul Doloksanggul berkedudukan di Jalan Merdeka No. 47, Doloksanggl - 22457 .
Nama Vikep: Pastor Gabriel Madja SVD

9. Vkariat Episkopal St. Thomas Rasul Pangururan berkedudukan di Jalan Uskup Agung Sugiyopranoto No. 1, Pangururan - 22392.
Nama Vikep: Pastor Nelson Sitanggang OFM.Cap

Pelayanan VIKEP KAM

I. Ke dalam (ad Intra) Gereja

Mengambil iangkah-langkah yang perlu dan mengkoordinir secara terpadu pengembangan karya pelayanan pastoral se-Vikariat sesuai kebijakan KAM dan program KAM baik jangka menengah maupun jangka pendek (bdk. KHK Kan.555 S 1.1).

1. Membina dan mengawasi agar upacara-upacara keagamaan dirayakan menurut ketentuan-ketentuan liturgi suci; agar perhiasan dan keindahan gerejagereja dan perlengkapan suci, terutama dalam perayaan ekaristi dan penyimpanan sakramen Mahakudus dipelihara dengan saksama; agar buku-buku paroki diisi dengan tepat dan disimpan semestinya, demikian pula pengarsipan dokumendokumen; agar harta benda gerejawi diurus dengan teliti; dan akhirnya, agar pastoran dipelihara dengan sepantasnya (bdk. KHK Kan.555 91.3).

2. Mengatur agar para klerus di wilayahnya menghayati hidup yang pantas bagi statusnya dan memenuhi kewajibannya dengan cermat; termasuk dalam hal ini khususnyapemeliharaan dan peningkatan hidup rohani melalui doa offisi yang teratur,
rekoleksi berkala, dll. (bdk. KHK Kan. 555 1.2").

3. Melayani permohonan dispensasi daram vikariat masing-masing, selaku ordinaris wilayah, dengan memperhatikan norma-norma dasar untuk dispensasi dalam KHK, Kan.85-93 perihal Dispensasi dan Kan. 1078 perihal Dispensasi Perkawinan.

4. Memimpin upacara pemberkatan Gereja dalam wilayah vikariatnya, atau meminta Uskup untuk itu apabila dianggapnya perlu. Melantik Pastor Parok idan Pengurus Organisasi tingkat diwilayah vikariatnya. Dalam kasus khusus yakni: pastor paroki (yang sekaligus menjabat vikep) dilepaskan sebagai Pastor paroki atau, pastor Vikep diberi penugasan baru sebagai Pastor Paroki atau, Apabila Vikep pelantik berhalangan, maka pelantikan itu hendaknya dilaksanakan oleh Uskup atau oreh yang dikuasakan Uskup.

II. Ke luar (ad Extra) Gereja.

Membina dan mengembangkan kerja sama dengan pemerintah, instansi, lembaga, umat beragama lain dan masyarakat pada umumnya dalam vikariatnya.

BEBERAPA HAL UNTUK DILAMPIRKAN
UNTUK PENGAIUAN PERMOHONAN DISPENSASI KEPADA VIKEP

1. UNTUK DISPENSASI HALANGAN PERKAWINAN
Pada kolom ALASAN untuk dikabulkan : dapat disesuaikan kondisi sebenarnya
1. Ada harapan pihak bukan-katolik menjadi Katolik
2. Sulit menemukan pasangan lain
3. Bahaya menikah di luar Gereja Katolik
4. Mengesahkan perkawinan yang telah diteguhkan di luar Gereja Katolik
5. Pergaulan sudah terlalu erat, atau sudah tinggal serumah
6. Pihakwanita sudah mengandung
7. Pihak wanita sudah s;uperadulta.
8. Menghindari percekcokan dalam keluarga.
9. Calon mempelai miskin
10. Menghindari batu sandungan di tengah masyarakat
11. Mempelai telah berjasa besar bagi masyarakat/gereja

2. UNTUK PERMOHONAN DISPENSASI BEDA AGAMA

Mohon dilampirkan :
1. Foto copy surat fanji Pihak Katolik
2. Keterangan dua Saksi di bawah sumpah tentang Status Bebas pihak bukankatolik
3.UNTUK MOHON IZIN PERKAWINAN BEDA GEREJA
1. Foto copy Surat Janji pihak Katolik
2. Keterangan dua Saksi di bawah sumpah tentang Status Bebas pihak bukan-Katolik
3. Keterangan Baptis pihak bukan-Katolik.

BACAAN HARI MINGGU : HARI RAYA TRI TUNGGAL MAHAKUDUS ; MINGGU 19 Juni 2011

BACAAN HARI MINGGU :
HARI RAYA TRI TUNGGAL MAHAKUDUS ; MINGGU 19 Juni 2011
Kel 34:4b-6,8-9, MT Dan 3:52,53,54,55,56, 2Kor 13:11-13, Yoh 3:16-18

BACAAN I: Kel 34:4b-6,8-9

“Engkau Tuhan, Allah pengasih dan penyayang, sabar hati dan berlimpah kasih setia-Mu.”
Lalu Musa memahat dua loh batu sama dengan yang mula-mula; bangunlah ia pagi-pagi dan naiklah ia ke atas gunung Sinai, seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, dan membawa kedua loh batu itu di tangannya. Turunlah TUHAN dalam awan, lalu berdiri di sana dekat Musa serta menyerukan nama TUHAN. Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: "TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah serta berkata: "Jika aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami; sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami; ambillah kami menjadi milik-Mu."

MAZMUR TANGGAPAN : Dan 3:52,53,54,55,56

Reff.: Allah yang mahamulia, kepada-Mulah pujian selama segala abad.

1. "Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah nenek moyang kami, yang patut dihormati dan ditinggikan selama-lamanya. Terpujilah namaMu yang mulia dan kudus, yang patut dihormat dan ditinggikan selama-lamanya.

2. Terpujilah Engkau dalam BaitMu yang mulia dan kudus, Engkau patut dinyanyikan dan dimuliakan selama-lamanya.

3. Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaanMu, Engkau patut dinyanyikan dan ditinggikan selama-lamanya.

4. Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya dan bersemayam di atas kerub-kerub, Engkau patut dihormat dan ditinggikan selama-lamanya.

5. Terpujilah Engkau di bentangan langit, Engkau patut dinyanyikan dan dimuliakan selama-lamanya.

BACAAN II: 2Kor 13:11-13

“Rahmat Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persatuan Roh Kudus.”

Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu! Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Salam dari semua orang kudus kepada kamu.

BACAAN INJIL: Yoh 3:16-18

“Allah mengutus Putera-Nya untuk menyelamatkan dunia.”

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada Nikodemus, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

Berbagi Berita : Larangan terhadap Alkitab dicabut

Larangan terhadap Alkitab dicabut

Tokoh-tokoh agama dalam sebuah acara doa lintas agama di Lahore

Umat Kristen memuji sebuah partai Islam karena mengubah keputusannya. Sebelumnya, partai itu menuntut agar Alkitab dilarang.

Julius Salik, penyelenggara World Minorities Alliance, sangat menghargai pernyataan yang penuh solidaritas dari partai itu. “Ini merupakan langkah terpuji dari seorang ulama yang paham kebenaran ajaran Islam. Menemukan orang yang berkarya bagi kerukunan agama itu sulit,” kata mantan menteri federal yang tinggal di Islamabad itu dalam siaran pers pada 14 Juni.

Reaksi positif bermunculan setelah Maulana Sami Ul Haq, pemimpin Jamiat Ulema-e-Islam, mengatakan kepada media bahwa dia mengecam seorang ulama yang menjadi tokoh partainya, karena menuntut agar Alkitab dilarang.

“Kami percaya pada solidaritas keagamaan; saya tantang orang yang menuntut agar Alkitab dilarang itu. Semua muslim wajib menghormati kitab-kitab suci, tetapi ini juga berlaku untuk para pengikut agama-agama lain,” katanya pada 13 Juni.

Bulan lalu, para ulama meminta Mahkamah Agung untuk melarang Alkitab berdasarkan Undang-Undang Penghujatan Pakistan. Permintaan muncul sebagai reaksi atas aksi pembakaran Alquran di Amerika Serikat yang diselenggarakan oleh Pendeta Terry Jones.

Pastor Francis Nadeem, pelindung Dewan Nasional untuk Dialog Antaragama, mengatakan, keputusan partai itu tidak manfaat maupun merugikan kerukunan antaragama di Pakistan.

“Larangan itu sendiri salah. Tidak ada seorangpun yang akan memperkarakan hal itu atau membawa kitab-kitab suci untuk diperkarakan di pengadilan,” katanya.

“Yesus sendiri diakui dalam Alquran. Setiap aksi melawan Alkitab akan berhadapan dengan kekuatan mayoritas,” tambah imam Kapusin tersebut.

Leaders appreciate lifting of Bible threat(ucanews.com)
Disadur dari :cathnewsindonesia.com ,Tanggal publikasi: 16 Juni 2011

Berbagi Berita : Gereja harus melibatkan diri dalam dunia

Gereja harus melibatkan diri dalam dunia

Tema pembicaraan ini — Gereja dan Dunia Modern – merupakan judul dari dokumen Vatikan II Gaudium et Spes. Dokumen ini dikeluarkan pada Desember 1965.

Tema sentral dari dokumen tersebut adalah ini: Gereja harus melibatkan diri dalam dunia, yaitu menjadi Gaudium et Spes – kegembiraan dan pengharapan – bagi dunia. Gereja dipanggil untuk memberi kepada dunia kegembiraan dan pengharapan yang dianugerahkan Yesus

Konsili Vatikan II berakhir dengan catatan sangat optimis – Gereja di seluruh dunia mekar – dalam panggilan imamat dan religius, pengaruhnya meningkat, dan jumlah umat bertambah. Sejumlah kemajuan terjadi dalam politik terutama di Eropa dan dalam penyatuan bangsa-bangsa di Afrika dan Amerika Latin.

Kemajuan itu sedemikian kuat dan siap merangkul dunia, dan dengan sangat meyakinkan Gereja memperlihatkan dirinya sebagai Terang, terutama karena Gereja percaya bahwa kebaikan itu sendiri sudah berada di dunia.

Gereja mulai menjangkau pemerintahan Komunis, karena yakin bahwa dia bisa membantu rakyat di bawah pemerintahan Komunis dengan meringankan beban palu-arit Komunis.

Jutaan umat Katolik di seluruh dunia merasakan zaman baru yang penuh optimisme telah tiba. Gereja muncul dari ghetto-nya, dengan pembaruan dari dalam, siap untuk memberitakan kabar baik bagi dunia, dan senantiasa menjadi kegembiraan dan pengharapan terutama bagi jutaan orang berkekurangan, miskin, dan tersingkir.

Semua itu menjadi hari-hari perubahan, pembaruan, inovasi, dan antusiasme.

Apa sesungguhnya yang terjadi? Saat Gereja mulai siap untuk berubah, dunia tiba-tiba berubah secara radikal, tak terduga, dan ini menyebabkan Gereja sedikit ragu karena Gereja masih berusaha untuk mengerti apa yang sedang terjadi.

- Uskup Agung Perth, Australia, Mgr Barry Hickey

SELENGKAPNYA
Go where I cannot go, transform the world and bring it to Christ: Hickey (The Record)

Disadur dari :cathnewsindonesia.com ,Tanggal publikasi: 16 Juni 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN 11, SABTU 18 JUNI 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN 11, SABTU 18 JUNI 2011
2Kor 12: 1-10, Mzm 34:8-9,10-11,12-13, Mat 6:24-34

"Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

BACAAN INJIL:
Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

RENUNGAN:
Saat memulai melanjutkan pembangunan Gereja Paroki, umat sudah bersemangat dan bahkan umat mau bergotong royong untuk melanjutkan pembangunan. Semula saya khawatir apakah umat sungguh mau peduli dan mau berkorban untuk pembangunan ini. Tetapi akhirnya kekhawatiran saya akan hal ini lenyap karena umat sungguh-sungguh bersemangat. Namun setelah kekhawatiran itu muncul lagi kekhawatiran baru yakni soal dana yang belum seberapa. Saya khawatir apakah ada bantuan dana yang masuk dari para donatur. Sebab dana yang ada hanyalah cukup untuk membeli bahan bangunan cukup untuk mengecor lantai 2. Saya khawatir apakah kami bisa melanjutkan pembangunan hingga selesai. Saya juga khawatir, jangan-jangan nanti karena dana yang ada tidak cukup dan sumbangan dari donatur tidak banyak yang masuk sehingga pembangunan terpaksa harus dihentikan, sehingga umat menjadi kecewa dan semangatnya melemah kembali.

Saat kekhawatiran itu muncul, ada umat yang sms saya dengan mengatakan, “Pastor, pastor tidak usah khawatiran akan dana, kami siap membantu untuk mencari dana dan yakinlah Tuhan akan ikut campur tangan dalam pembangunan ini. Pastor teruskan saja pembangunan dengan penuh keyakinan kepada Tuhan Yesus.”

Kata-kata ini sungguh menyejukkan iman dan harapan kepada Tuhan. Saya justru disadarkan oleh umat, karena saya khawatir akan kelanjutan pembangunan ini. Saya disadarkan dan sekaligus menjadi merasa malu karena umat yang menyadarkan dan menguatkan iman saya sebab saya khawatir. Saya jadi bermenung, saya khawatir karena hanya melihat kemampuan diri saya dan kemampuan paroki, sehingga saya lupa akan kuasa dan kasih Allah. Itu artinya saya mengandalkan diri saya dan kemampuan paroki, sehingga lupa untuk percaya akan penyelenggaraan ilahi dan juga menjadi lupa untuk berpasrah kepada kehendak Tuhan.

Kita semua pasti pernah dan memiliki kekhawatiran dalam hidup ini. Kiranya wajar bila kita khawatir karena benyaknya persolan dalam hidup ini. Tetapi mari kita renungkan kata-kata Yesus hari ini yang mengajak kita tidak sudah terlalu khawatir atas hidup ini. Lewat sabda-Nya hari ini, Yesus bukannya kita tidak perlu khawatir atas hidup kita, yang seakan kita menyangkal persoalan dan kekhawatiran hidup kita. Yesus tahu akan persoalan yang kita hadapi dalam hidup ini, Yesus juga tahu batas kemampuan kita. Yesus mengajak kita tidak terlalu khawatir karena Dia Tuhan mengasihi kita sehingga Dia akan membantu kita dalam menjalani semua dalam kehidupan kita.

Kekhawatiran yang berlebihan akan hidup seringkali karena kita lebih mengarahkan diri pada kemampuan diri kita, kita mengandalkan kemampuan kita. Kekhawatiran seringkali membuat kita lupa akan Allah yang kuasa, yang mengasihi dan siap membantu kita. Karena kita khawatir akan makanan, minuman dan akan yang lain, kita jadi seringkali melupakan Tuhan dalam hidup kita dan bahkan seringkali kita jadikan alasan untuk tidak menghayati iman kita kepada Tuhan. Untuk itu Yesus mengatakan agar kita melihat burung-burung di udara, mereka tidak menanam tetapi mereka mendapat makan. Bunga bakung di tanam nan indah, mereka tidak memintal tetapi tumbuh indah. Semuanya adalah karena Tuhan menyelenggarakan dan memberi apa yang perlu untuk hidup. Allah menyelenggarakan dan memberi apa yang perlu untuk binatang dan tumbuh-tumbuhan, apalagi untuk kita manusia yang sangat dikasihi-Nya dan secitra dengan Dia.

Namun perlu kita ingat, dengna perumpaan itu bukan berarti bahwa kita tidak perlu bekerja karena percaya bahwa Tuhan akan menyelenggarakan hidup kita. Sebab burung untuk mencari makanan juga dia harus terbang mencari makanannya, bunga bakung juga pasti meberja untuk menyerap makanan dari tanah dan dari sekitarnya. Demikianpun kita manusia tetap harus bekerja menjadi makan dan dalam menjalani hidup kita. Tetapi lewat sabda hari ini, kita disadarkan dan diajak untuk bekerja atau hidup tidak hanya mengandalkan kekuatan dan kemampuan kita, tetapi kita menjalaninya dalam iman akan Allah. Dengan demikian, beratnya persoalan hidup yang kita hadapi, kita tidak terlalu khawatir karena Tuhan mengasihi kita dan Dia akan menyelenggarakan dan memberikan apa yang perlu untuk hidup kita. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN 11, JUMAT 17 JUNI 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN 11, JUMAT 17 JUNI 2011
2Kor 11:18,21b-30, Mzm 34:2-3,4-5,6-7, Mat 6:19-23

BACAAN INJIL:

"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.

RENUNGAN:

Kita mungkin masih ingat berita seorang wanita yang menjadi koruptor dengan menggelapkan miliaran rupiah uang nasabah salah satu Bank di Indonesia. Dalam pemeritaan dikatakan bahwa dia memiliki banyak mobil mewah dan juga rumah. Semuanya akhirnya disita dan dia dimasukkan ke dalam penjara. Mobil yang dia miliki bukan karena kebutuhan tetapi lebih pada rasa gengsi dan pemuasaan diri. Masih banyak berita lain sehubungan dengan para koruptor yang memiliki banyak harta dari hasil kejahatan mereka. Harta yang mereka miliki dari hasil kejahatannya sangat banyak, namun pada akhirnya mereka juga masuk ke penjara. Harta yang mereka kumpulkan akhirnya tidak bisa mereka nikmati, orang lain yang akhirnya menikmatinya.

Fenomena demikian terjadi karena seringkali banyak orang berpikir bahwa hartalah yang menjadi tujuan hidup mereka, harta itulah ukuran dari kesuksesan dan kebahagiaan hidup ini. Oleh karena itu mereka ingin meraup harta sebanyak-sebanyaknya dan kadang tidak peduli apakah cara kepemilikan itu benar atau tidak. Orang yang berprinsip demikian, hidupnya akan selalu terarah pada harta dan kepemilikan harta dan mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Harta dunia inilah yang menjadi tuhan mereka dan yang mereka sembah. Apakah memang mereka merasa bahagia dengan harta yang mereka miliki? Melihat dari nasib yang akhirnya mereka alami, kita berani mengatakan bahwa mereka tidak bahagia. Sebab apakah hidup yang berakhir di penjara atau dikejar-kejar oleh hukum, dapat disebut bahagia? Tentu tidak. Mungkin saja mereka sebagian terlepas dari jerat hukum atau bisa mengelabui kejahatan mereka sehingga tidak dipenjara, tetapi pasti mereka tetap tidak bahagia karena mereka memiliki kekhawatiran akan harta mereka dan juga akan kejahatan mereka. Namun walaupun kita tahu bahwa hidup orang yang selalu terarah untuk mengumpulkan dan memiliki harta pada akhirnya hidupnya tidaklah bahagia, tetap masih banyak orang yang hidupnya demikian.

Hari ini Yesus mengingatkan kita akan kejahatan harta yang bisa mengelabui kita, harta yang bisa menjauhkan kita dari Tuhan. Yesus mengatakan bahwa harta dunia bukanlah jaminan untuk hidup bahagia, harta dunia justru akan menggerogoti hidup kita. Kata-kata Yesus ini mengingatkan kita bahwa pada suatu saat, akan tiba waktunya bahwa harta itu justru akan menyengsarakan hidup kita dan berpuncak pada hidup yang jauh dari Allah dan jauh dari keselamatan kekal. Oleh karena itulah Yesus mengatakan agar kita waspada, jangan sampai dibutakan oleh harta dunia. Yesus juga mengajarkan bahwa harta yang membawa kita kepada kebahagiaan hidup dan kebahagiaan kekal adalah harta surgawi.
Mungkin kita berpikir bahwa kita tidak seperti para koruptor sehingga merasa kita bukanlah orang yang terarah pada harta duniawi. Pemikiran ini sepintas benar. Tetapi seringkali hidup kitapun selalu terarah dan terpenjara pada harta dunia. Saat kita mengabaik atau menomor duakan Tuhan dalam hidup kita, saat itupula sebenarnya kita sudah sepeti orang yang mengumulkan harta dunia. Juga saat kita kurang berani berbagi berkat atau rejeki kepada sesama kita yang berkekurangan karena merasa masih kurang, saat itu pula kita sebenarnya sudah menganut prinsip mengumpulkan harta dunia. Sering tanpa kita sadari bahwa kita hanya mengumpulkan harta dunia, lupa untuk mengumpulkan harta surga.

Yesus tidak melarang kita untuk memiliki harta, tetapi Yesus mengingatkan bahwa harta dunia bukan jaminan untuk keselamatan kekal, bukan jaminan kebahagiaan. Mengumpulkan harta surga yakni percaya kepada Allah dan melakukan perbuatan-perbuatan baik seperti yang dikehendaki oleh Allah sendiri. Oleh karena itu, kita hendaknya waspada agar hati, budi dan iman kita tidak dibutakan oleh harta dunia, kita hendaknya waspada jangan pada akhirnya tanpa kita sadari kita hidup hanya mengumpulkan harta dunia. Amin.

Hadiri Misa tetap penting bagi umat Katolik

Hadiri Misa tetap penting bagi umat Katolik
Oleh Konradus Epa, Jakarta

Menghadiri Misa Kudus tetap penting bagi umat Katolik untuk memperkuat iman serta membangun hubungan dengan Tuhan dan sesama, kata para imam.

”Menghadiri Misa Kudus membantu kita berhubungan dengan Tuhan. Hal ini juga membuat high-touch terhadap hati kita,” kata Pastor Yohanes Dwi Harsanto, sekretaris eksekutif Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia.

Dia berbicara kepada 150 umat Katolik yang menghadiri talkshow pada 12 Juni berjudul “Mengapa Kita Harus Pergi ke Gereja.” Acara ini berlangsung di aula Gereja St. Theresia, Menteng, Jakarta Pusat.

Mereka membahas bagaimana mengatasi kehadiran umat yang berkurang pada Misa di gereja.

“Pergi ke gereja (untuk Misa Kudus) bertujuan untuk memperkuat spiritualitas kita,” lanjutnya. “So tugas orangtua itu penting yaitu mendorong anak-anak untuk pergi ke gereja.”

Imam itu mengatakan, di gereja umat Katolik bisa menemukan banyak sarana untuk meningkatkan iman dan juga kotbah dari imam dan menerima hosti suci.

Pastor Petrus Tukan SDB, kepala paroki St. Don Bosco di Danau Sunter, Jakarta Utara, mengatakan program parokinya tahun ini adalah mengunjungi keluarga-keluarga Katolik di wilayah paroki itu.

“Saya telah mengunjungi sekitar 300 keluarga dan menemukan bahwa beberapa dari mereka tidak pergi ke gereja,” katanya. Dia menambahkan, dia mengatakan kepada mereka bahwa menghadiri Misa Kudus di gereja itu “penting karena kita adalah sebuah komunitas.”

Dia menceritakan sejumlah umat paroki mengatakan bahwa mereka tidak perlu pergi ke gereja karena telah melakukan banyak perbuatan baik.

Pastor Telephorus Krispurwana Cahyadi SJ, dosen Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta, mengatakan bahwa beberapa umat Katolik tidak menghadiri Misa Kudus. Mereka malah pergi gereja denominasi lain yang lebih bisa memberi penghiburan.

“Ekaristi tidak membuat kita individualistis,” katanya. Misa Kudus itu “penting bagi kita untuk membangun kasih,” tambahnya.

Ia mengatakan, “Pendidikan katekese perlu memberi penjelasan kepada umat tentang berbagai sarana di dalam gereja.”

Holy Mass ‘remains important’(ucanews.com) Tanggal publikasi: 13 Juni 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN 11, KAMIS 16 JUNI 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN 11, KAMIS 16 JUNI 2011
2Kor 9: 6-11, Mzm 112:1-2,3-4,9, Mat 6:1-6,16-18

Baiklah kita dalam setiap mendoakan doa Bapa Kami, kita mendoakannya dengan penuh iman. Kitapun hendaknya mencoba menghayati isi dari doa ini. Amin.

BACAAN INJIL:
Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.) Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

RENUNGAN:
Semua orang kristen pasti mengenal dan menghapal doa Bapa Kami. Kalau ada orang kristen terutama orang katolik yang tidak mengetahui dan tidak menghafal doa Bapa Kami, itu sengat terlalu. Sebab Doa Bapa Kami adalah doa yang diajarkan Yesus sendiri dan doa ini dalam setiap Ibadat terutama pada Ibadat Hari Minggu pasti selalu didoakan. Namun seringkali karena doa ini sudah biasa didengar atau didoakan, akhirnya orang mendoakannya begitu saja, tanpa suatu penghayatan bahkan kadangkala didoakan dengan cepat-cepat seakan mengalir seperti air deras saja. Kadangkala kita mendoakannya dengan tidak sadar akan kedalaman makna dari doa Bapa kami.

Doa Bapa kami adalah doa yang agung karena doa ini diberikan dan diwariskan oleh Yesus sendiri. Namun selain itu juga karena doa ini mengandung kedalaman iman. Secara garis besar, dalam doa ini kita diajak untuk percaya kepada Allah, menyadari kedekatan Allah dengan kita dan kita juga dekat dengan Allah. Kedekatan dan malah persatuan dengan Allah, itu pulalah yang hendaknya menjadi kerinduan kita sehingga kita selalu mengharapkan kedatangan kerajaan Allah. Iman kepada Allah itu, juga terpancar pada sikap hidup yang selalu berharap akan belas kasih Allah dalam hidup. Orang yang sungguh beriman kepada Allah mempunyai keyakinan dan prinsip hidup bahwa Allahlah yang memberi hidup dan berkat bagi manusia, sehingga selalu berharap dan memohon belaskasih Allah atas hidupnya. Namun dalam perngharapan dan permohonan itu, orang yang beriman selalu percaya akan penyelenggaraan Allah atas hidupnya sehingga dalam permohonan, selalu memohonkan apa yang perlu untuk hidupnya. Mada dalam Doa Bapa Kami kita memohon rejeki secukupnya, bukan rejeki yang berlebihan. Itu berarti sikap hidup orang kristiani yang beriman adalah hidup dengan semangat kemiskinan. Juga dalam doa Bapa Kami kita diajak menyadari bahwa diri kita lemah, seringkali gampang jatuh dalam kedosaan sehingga kita selalu mengharapkan pengampunan dari Allah. Kesadaran akan kelemahan diri dan kesadaran bahwa kita butuh Allah dalam hidup, sehingga kita diajak untuk selalu mengharapkan pertolongan Allah agar kita tidak jatuh dalam kedosaan. Namun selain itu, doa ini mengajak kita untuk selalu menyadari bahwa kita harus hidup dengan menjaga kesucian atau kekudusan hidup atau kita harus selalu berusaha hidup baik.

Namun dalam Doa ini, kita diajak bukan hanya dalam hubungan diri kita sendiri dengan Tuhan, namun kita juga diajar untuk memperhatikan hubungan dengan sesama kita. Sebab dengan jelas dikatakan bahwa bila kita sungguh percaya akan Allah dan mengharapkan belaskasih dan pengampunan-Nya, kita sendiripun harus melakukannya kepada sesama kita. Bahkan hubungan baik kita dengan sesama kita sangat mempengaruhi permohonan kita kepada Allah. Dengan kata lain, adalah suatu yang aneh bila kita memohonkan belaskasih dan pengampunan Allah, sedangkan kita sendiri tidak mengasihi dan tidak mau mengampuni sesama.

Hal yang terakhir ini penting untuk kita perhatikan dan hanyati. Sebab seringkali kita mengharapkan belaskasih Tuhan dan berkat dari-Nya tetapi kita sendiri tidak mengasihi sesama dan tidak rela berbagi berkat dengan sesama. Sehingga Doa Bapa Kami ini mengajak kita untuk menghayati bahwa doa yang sungguh-sungguh keluar dari iman, akan terpancar dalam sikap hidup yang baik dan perbuatan kasih kepada sesama.

Dengan melihat sepintas isi dari Doa Bapa Kami yang hari ini diajarkan oleh Yesus kepada kita, maka baiklah kita dalam setiap mendoakan doa Bapa Kami, kita mendoakannya dengan penuh iman. Kitapun hendaknya mencoba menghayati isi dari doa ini. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN 11, RABU 15 JUNI 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN 11, RABU 15 JUNI 2011
2Kor 9: 6-11, Mzm 112:1-2,3-4,9, Mat 6:1-6,16-18

BACAAN INJIL:
"Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

RENUNGAN:

Saat terjadi bencana alam, banyak orang berlomba melakukan perbuatan amal, baik secara perorangan maupun secara kelompok dengan atas nama kelompok tertentu. Kerap juga kita dengarkan saat hendak pemilihan kepala daerah atau pemilu, orang membagi-bagikan bantuan. Adapula orang pada momen tertentu membagi-bagikan sembako. Sepintas perbuatan itu sungguh baik dan menampakkan suatu perbuatan baik, kepedulian untuk berbagi dengan sesama. Namun hal yang ganjil adalah bahwa perbuatan itu dibumbui oleh atribut-atribut pribadi atau kelompok atau partai, bahkan atribut itu dipajang besar-besar sehingga semua orang bisa melihat, juga mereka tidak lupa mengundang banyak wartawan untuk meliput dan menyiarkan perbuatan baik itu. Sehingga jelas bahwa bukan berbuat baik kepada sesama yang menjadi utama, tetapi propaganda diri atau kelompok, atau kepentingan pribadi atau kelompoklah yang menjadi utama. Dalam hal ini bisa dikatakan, bahwa dalam peristiwa seperti di atas tadi, orang-orang tertentu atau kelompok bukannya memang mau berbuat baik tetapi sedang memperjualkan kebaikan dan menggunakan kebaikan untuk mendapatkan kepentingan pribadi atau kelompok.

Peristiwa demikian yang terjadi dalam masyarakat juga pasti bisa saja terjadi dalam kehidupan beriman. Mungkin ada orang yang mau memberi atau menyumbang kepada Gereja tetapi nama pemberi dan jumlahnya harus diumumkan supaya semua orang tahu. Ada juga yang rajin beribadah, aktif dalam hampir semua kegiatan gereja dengan harapan dipuji atau pada akhirnya dihargai dan diperlakukan istimewa.

Sikap-sikap yang demikian sudah sering dan biasa kita temui, meskipun masih banyak orang yang berbuat baik bukan untuk dipuji, dihormati dan tidak mau diketahui oleh orang lain. Tapi kiranya jumlah orang yang demikian tidak seberapa bila dibandingkan dengan orang yang melakukan perbuatan baik tetapi hanya untuk mencari keuntungan sendiri. Sehingga sabda Yesus yang kita dengarkan hari ini menjadi suatu permenungan bagi kita. Yang jelas sikap orang yang berbuat baik hanya untuk supaya dipuji orang, dan untuk mencari kepentingan pribadi dan kelompok, adalah sikap yang tidak sesuai dengan sabda Yesus, bukanlah jiwa hidup seorang kristiani.

Dalam Injil hari ini, Yesus menakan bahwa kalau kita berbuat baik dan juga dalam menjalankan ibadah atau iman kita, hendaknya semua itu kita lakukan semata-mata karena kita ingin menghayati iman iman, semata-mata untuk memuji memuliakan Allah. Kita hendaknya tidak memperdagangkan kebaikan demi kepentingan diri sendiri. Atau kita hendaknya kita tidak memperalat orang yang kita bantu hanya untuk mencari kepentingan kita sendiri atau kelompok. Demikianpun dalam penghayatan iman, hendaknya kita lakukan dengan tulus. Perbuatan baik dan iman yang kita hayati, walaupun tidak diketahui orang lain, Tuhan pasti mengetahui dan memperhitungkannya. Biarlah perbuatan baik dan penghayatan iman kita, hanya Tuhan yang tahu dan Dia pun akan membalasanya kepada kita. Maka berbuatlah baik karena perbuatan baik itu, dan hanyatilah iman karena iman itu menyelamatkan kita. Amin.

VIDEO 2 :GOTONG ROYONG PEMBANGUNAN GEREJA TIGALINGGA

VIDEO 2 :GOTONG ROYONG PEMBANGUNAN GEREJA TIGALINGGA


VIDEO GOTONG ROYONG PEMBANGUNAN GEREJA TIGALINGGA

VIDEO GOTONG ROYONG PEMBANGUNAN GEREJA TIGALINGGA


RENUNGAN HARI SENIN PEKAN 13, 13 JUNI 2011 (Antonius dr Padua)

RENUNGAN HARI SENIN PEKAN 13, 13 JUNI 2011
(Antonius dr Padua)
2Kor 6: 1-10, Mzm 98:1,2-3ab,3cd-4, Mat 5:38-42

BACAAN INJIL:
Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

RENUNGAN:

Ketika Gereja dibakar, umat kristiani dilarang beribadah, ada juga yang berkomentar dengan mengatakan bahwa “Gereja selama ini terlalu baik, tidak berani melawan. Coba kalau sekali-sekali kita melawan dan membalas perbuatan mereka, tentu mereka akan pikir-pikir untuk melakukan tekanan pada umat kristiani dan membakar Gereja.” Memang pada kenyataannya, Gereja selalu berusaha untuk berbuat baik kepada yang memusuhinya dan berusaha menjalin relasi yang baik dengan siapa dan agama saja. Bagi dunia mungkin sikap Gereja yang demikian dianggap aneh dan ganjil. Sebab prinsip yang dianut manusia sekarang ini adalah membalas perbuatan jahat orang lain dengan perbuatan jahat pula. Bahkan bukan rahasia, ada kelompok tertentu yang sungguh menganut paham ini dan sengaja membuat kekacauwan dengan maksud mengadu domba supaya timbul perbuatan saling balas dendam.

Selalu berbuat baik dan tidak membalas dendam, itulah ajaran yang disampaikan oleh Yesus kepada kita hari ini. Yesus sendiri tidak membalas kejahatan orang-orang yang membenci dan membunuh-Nya, tetapi malah berdoa bagi mereka. Bagi dunia memang sikap hidup demikian dianggap suatu kebodohan, tetapi itulah kenyataan ajaran yang disampaikan oleh Yesus. Sebab benarlah bahwa bila kejahatan dibalas dengan kejahatan, tentu akan melahirkan kejahatan baru yang bahkan mungkin akan lebih hebat lagi. Kita sendiri pasti sudah pusing menghadapi kejahatan dalam hidup ini, dan kita berharap supaya paling tidak kejahatan itu berkurang, oleh karena itu tugas kitalah untuk melawan atau mengurangi kejahatan dengan tidak melakukan kejahatan dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi dengan melakukan kebaikan. Dalam hal ini, Yesus mengajar kita agar kita setia dan bertekun dalam kebaikan, meskipun kita pasti akan mengalami penderitaan, karena dengan demikian kita malaksanakan amanat Yesus yakni membawai damai dan keselamatan bagi manusia. Hidup yang bertekun dalam perbuatan baik, itulah tandanya kita murid-murid Kristus yang rela mati demi berbuat baik. Amin.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)