Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga
Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.
Gotong Royong Pembangunan Gereja
Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.
Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja
Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.
Kerjasama Imam dan Umat
Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.
Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan
HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...
Pembinaan Para Pengurus Gereja
Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.
Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki
Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.
Pembinaan Asmika se-Paroki
Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.
Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki
Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.
Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)
Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.
Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)
Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.
Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)
Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.
Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki
Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.
Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal
Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.
Rahmat dan Perlindungan Tuhan
Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.
Rekoleksi dan Aksi Panggilan
Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.
Pesan Prapaskah Kepausan 2012
"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).
Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi
Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.
Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm
Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.
Bakti Sosial : Pengobatan Gratis
Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.
MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN
| "Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14) |
| "Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9) |
| "Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27) |
| "Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17) |
| Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur. |
|
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
|
| BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang |
| No. Rekening : 5379-01-000112-50-8 |
| Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK. |
| ATAU |
| BCA KCU MEDAN |
| NO.0222053453. |
| Atas Nama : ADYTIA PERMANA P. |
| (Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.) |
| Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui: |
| E mail ke :. |
| parokimariagk3lingga@yahoo.com |
| atau di SMS ke:. |
| Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645 |
| Romo Willy O.Carm : 081333837433 |
|
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat . Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat |
| Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin. |
HORMAT KAMI: |
Pastor Antonius Manik O.Carm |
VARIA PAROKI

RENUNGAN HARI RAYA MALAM NATAL: 24 DESEMBER 2013
RENUNGAN HARI RAYA NATAL(FAJAR): 25 DESEMBER 2013
BACAAN HARI RAYA NATAL(FAJAR): 25 DESEMBER 2013
BACAAN HARI MALAM NATAL: 24 DESEMBER 2013
Pesan Natal Bersama PGI dan KWI 2013
Berbagi Informasi : Tujuh daerah diincar teroris jelang Natal
BACAAN MINGGU HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN, 8 Januari 2012:
(Hari Anak Misioner Sedunia)
Yes 60:1-6, Mzm 72:1-2,7-8,10-11,12-13, Ef 3:2-3a,5-6, Mat 2:1-12
“Kemuliaan Tuhan terbit atasmu.”
Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.
MAZMUR TANGGAPAN: (72:1-2,7-8,10-11,12-13)
Reff: Semua bangsa di dunia bersujud menyembah Tuhan.
1. Kiranya Sang Raja memerintah umat-Mu dengan hukum
Dan para hamba-Mu yang tertindas dengan adil.
2. Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan!
Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!
3. kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persemb kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti!
Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya!
4. Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong;
ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin.
BACAAN II: (Ef 3:2-31,5-6)
“Kini telah dinyatakan bahwa pada bangsa menjadi ahli waris dan peserta perjanjian.”
Saudara-saudaro, kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.
BACAAN INJIL: (Mat2:1-12)
“Kami datang dari Timur mau menyembah Sang Raja baru.”
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia." Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.
RENUNGAN HARI MINGGU MASA NATAL: 1 Januari 2012 Hari Raya SP Maria Bunda Allah, Hari Perdamaian Sedunia
Hari Raya SP Maria Bunda Allah, Hari Perdamaian Sedunia
Bil 6:22-27, Mzm 67:2-3,5,6,8, Gal 4:4-7, Luk 2:16-21
“Setelah depalan hari Puteranya itu diberi nama Yesus.”
Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.
RENUNGAN:
Selamat Tahun baru bagi semuanya. Ucapan selamat Tahun baru bergema di mana-mana dan dirayakan dengan kemeriahan dan kegembiraan. Dalam menyambut tahun baru pasti selalu ada kegembiraan dan ada harapan baru. Tetapi apakah tahun yang baru ini berbeda dengan tahun sebelumnya dan akan penuh dengan sukacita sehingga disambut dengan sukacita dan kemeriahan? Ini tentu menjadi harapan, belum menjadi suatu jaminan. Namun dalam menyambut tahun yang baru, ada suatu kebahagiaan tersendiri yang sudah pasti, yakni bahwa kita bergembira dan bersykur karena kita telah bisa melewati tahun sebelumnya dan diperkenankan memasuki tahun yang baru. Tentu pada tahun sebelumnya kita pasti mengalami banyak hal baik itu suka dan duka, namun walaupun demikian kita bersyukur dan bergembira semuanya itu bisa kita lewati dan kita masuk pada tahun yang baru.
Pada umumnya saat memasuki tahun yang baru, pasti banyak orang mencoba meramal apa yang akan terjadi pada tahun yang baru. Demikian juga halnya pada tahun ini, kita mungkin sudah banyak mendengar ramalan orang akan tahun yang baru ini. Kadang kala ramalan-ramalan itu membuat kita gentar, khawati dan gelisah, karena bagaimanapun, bila yang diramalkan itu terjadi, tentu akan berpengaruhi pada kehidupan pribadi kita. Selain itu, kita juga pasti mempunyai kekhawatiran tersendiri dalam hidup juga dalam tahun yang baru ini.
Namun kita sebagai orang beriman, tidak perlu terlalu cemas dan gelisah akan semua ramalan itu, juga akan kekhawatiran hidup kita pada tahun yang baru ini. Hari ini Gereja yang sungguh hidup dalam dunia dan mengerti situasi hidup manusia, mengajak kita menghadapi tahun yang baru dalam Iman. Hari ini dalam memasuki tahun yang baru, kita sekaligus merayakan hari Raya Maria Bunda Allah. Tentu hari raya ini bukan suatu kebetulan, tetapi Gereja bermaksud mau mengajak kita meneladan Maria dalam memasuki setiap tahun baru.
Kita sendiri tahu bahwa Maria adalah manusia biasa, tetapi dia dipilih oleh Allah menjadi saluran berkat Tuhan lewat kerelaannya mengandung Yesus sang Mesias. Maria rela menerima tugas mulia namun berat itu, meskipun dia sebanarnya belum tahu pasti bagaimana hidup yang akan dialaminya setelah menerima tawaran Allah, dia juga sebenarnya tidak tahu akan kehendak Allah pada diri-Nya. Namun walau demikian dia terbuka pada rencana Allah, pada kehendak Allah dan berserah diri pada Allah. Maria menghadapi semuanya dalam iman. Karena imannya kepada Allah, Yesus berdiam dalam dirinya dan itu pulalah yang menjadi kekuatan bagi dia menghadapi hidupnya yang penuh dengan persoalan dan penderitaan sebagaimana yang kita alami.
Bunda Maria menjadi teladan bagi kita dalam menghadapi tahun yang baru, yakni iman kepada Allah. Iman kepada Tuhan itulah kiranya harus menjadi jaminan dan pegangan kita setiap kita memasuki tahun yang baru. Kita percaya bahwa Tuhan senantiasa beserta kita dan akan senantiasa melimpahkan berkat-Nya kepada kita sehingga walau apapun yang kita alami tahun 2012, kita akan sanggup menghadapinya, dan akhirnya kita juga pasti mampu melewatinya sehingga kita akan bisa kembali melewati tahun 2012 ini. Sehubungan dengan kesetiaan Allah yang senantiasa mengasihi kita, itulah yang dinyatakan kepada kita dalam bacaan pertama hari ini. Kebenaran iman ini, juga kiranya sudah kita rasakan dalam tahun sebelumnya. Kalau bukan karena kasih karunia, penyertaan dan berkat Tuhan, pasti kita tidak akan mampu melewati tahun 2011 yang barusan kita lewati. Sehingga sama seperti tahun sebelumnya, demikian juga pada tahun 2012 ini, kita harus yakin bahwa Tuhan senantiasa ada beserta kita dan pasti Dia siap membantu kita. Maka masuki dan jalanilah tahun 2012 ini dengan semangat iman dan kasih-Nya kepada kita.
Oleh karena itu, mari kita seperti bunda Maria terbuka kepada iman akan Allah, membuka diri terhadap rahmat, berkat dan kehendak Allah dalam hidup kita. Keterbukaan kita kepada Allah, itu berarti kita mempersilahkan Yesus memasuki hidup kita, memasuki diri kita dan Tuhan berdiam dalam hidup kita. Dengan demikian, Tuhan yang berdiam dalam diri kita, Dialah yang menjadi kekuatan bagi kita menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dalam tahun 2012 ini.
Kita juga tentu berharap bahwa hidup tahun ini lebih baik, dan kita pasti berusaha hidup lebih baik lagi. Namun kita hendaknya tidak hanya sekedar berharap, namun kita sendiri yang harus mewujudkannya. Kita jangan hanya mengharapkan dari orang lain agar hidup tahun ini lebih baik, agar hidup kita lebih baik lagi, namun kita sendirilah yang harus mewujudkannya. Kita harus menjadi pelaku pembaharuan hidup yang lebih baik, entah sekecil apapun yang bisa kita lakukan, itu pasti bisa membuat hidup kita lebih baik lagi. Sama halnya seperti bunda Maria, kehadiran Tuhan dalam dirinya, membuat hidupnya bahagia, hidupnya bersukacita, dan sukacita itu juga dinikmati oleh semua manusia karena Yesus yang lahir dari kandungannya. Sehingga adalam hal ini, kita mencoba mengupayakan hidup yang lebih baik atas diri kita dan atas kehidupan ini dengan berusaha hidup dalam dan bersama Tuhan. Maka kita hendaknya terbuka atas Tuhan, dan mengusahakan agar Tuhan berdiam dalam diri kita, dan biarkanlah Tuhan memasuki hidupnya sehingga hidupmu bersukacita dan juga berkat hidup kita yang sesuai dengan kehendak Allah, orang lainpun ikut merasakan sukacita hidup di tahun ini, maka tahun ini akan menjadi tahun berkat Tuhan dan penuh sukacita Tuhan. Dari sebab itu, hendaknya kita menjadi pelaku pembaharuan hidup yang lebih baik. Hidup yang lebih baik, harus kita mulai dari diri kita sendiri. Amin.
RENUNGAN HARIAN MASA NATAL: Hari Ketujuh Dalam Oktaf Natal
Hari Ketujuh Dalam Oktaf Natal
1Yoh 2:18-21, Mzm 96:1-2,11-12,13, Yoh 1:1-18
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
RENUNGAN:
Sungguh indah merenungkan Injil hari ini di penghujung tahun 2011 ini. Sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2011 dan akan memasuki tahun 2012. Tahun 2011 kita bisa lewati walaupun pasti banyak pengalaman suka dan terutama duka yang kita alami. Kalau kita boleh jujur, dalam tahun 2011 kita pasti banyak mengalami persoalan hidup, yang kalau kita renungkan dengan jujur, seharusnya kita tidak bisa menghadapi semuanya itu, karena melampaui kekuatan atau kemampuan kita. Namun walaupun demikian, kita masih bisa tetap bertahan dan bersiap-siap mau menyambut tahun 2012 dan hendak memasuki tahun 2012. Selain duka, pasti kita juga mengalami pengalaman sukacita selama tahun 2011 yang akan kita lewati sebentar lagi. Mengapa kita sanggup melewati semua duka atau persoalan selama tahun 2011? Darimana semua sukacita yang kita alami selamat tahun 2011 ini? Hal ini mungkin yang kurang kita renungkan dan perlu kita renungkan dengan jujur di penghujung tahun 2011 ini.
Di penghujung tahun 2011 ini kita patur merenungkan dan menyadari bahwa segala duka atau persoalan berat dapat kita lalui adalah karena memang Tuhan telah datang dan hadir dalam kehidupan kita, walaupun kita sering tidak mengenal Dia, tidak menyadari kehadiran-Nya dan bahkan menolak kehadiran-Nya dalam hidup kita. Demikian juga halnya bahwa semua suka cita yang kita alami selama tahun 2011 ini adalah karena Tuhan yang hadir dalam kehidupan kita. Kehadiran Tuhan itu pun tidak kita sadari, tidak kita kenal dan bahkan kita menolak kehadiran-Nya. Semuanya ini kita lakukan, karena kita menganggap bahwa semua duka yang kita alami bisa kita lalui adalah karena menganggap bahwa kita memang hebat atau karena kemampuan kita. Demikian juga halnya kita berpikir bahwa semua suka yang kita alami itu, juga karena hasil perjuangan dan kerja keras kita. Dalam semuanya itu kita tidak menyadari dan mengimani bahwa itu semua adalah karena memang nyata bahwa Tuhan telah hadir dalam kehidupan kita.
Dari sebab itu, di penghujung tahun 2011 ini, kita hendaknya tidak hanya melewatkan tahun 2011 ini dengan begitu saja, tetapi dengan penuh rasa syukur atas kehadiran Tuhan dalam hidup kita selama tahun 2011 yang akan kita lalui ini. Jangan lupa melewatkan tahun 2011 ini dengan ucapan syukur pada kehadiran Tuhan dan berkat-Nya. Dengan iman ini pula kita sambut tahun 2012 ini. Jelas bahwa tahun 2012 pasti juga ada tantangan yang harus kita hadapi, tetapi tahun 2012 kita sambut dengan penuh sukacita iman, karena kita yakin bahwa Tuhan telah hadir dalam hidup kita dan Dia senantiasa ada dalam hidup kita. Kehadiran Tuhan dalam hidup kita, itulah kekuatan kita dalam menyambut tahun 2012 ini. Amin.
RENUNGAN HARIAN MASA NATAL: Jumat 30 Desember 2011
Jumat 30 Desember 2011
(Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria, Yusuf)
Kej 15:1-6, 21:1-3, Mzm 105:1b-2,3-4,5-6,8-9, atau Ibr 11:8,11-12,17-19, Luk 2:36-40
Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.
RENUNGAN:
Hari ini kita merayakan hari Raya keluarga kudus. Dalam ayat terakhir injil hari ini dikatakan bahwa bahwa Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya. Semuanya itu bisa terjadi pada diri kanak-kanak Yesus tentu bukan karena keluarga ini adalah keluarga kaya dan terpandang, tetapi terlebih karena keluarga ini adalah keluarga yang taat beriman kepada Allah. Keluarga ini juga hidup dalam cinta kasih satu sama lain. Keluarga inilah menjadi teladan hidup bagi hidup keluarga.
Dalam kehidupan keluarga tentu banyak suka duka yang dialami juga dalam hal mendidik anak-anak. Banyak orang menganggap jaminan hidup bahagia adalah memiliki banyak harta. Tidak sedikit juga orang tua yang berpikir bahwa kebutuhan utama bagi anak-anak adalah harta, menganggap bahwa bila kebutuhan anak semua tercukupi, maka anak itu akan bertumbuh dengan baik. Oleh sebab itulah banyak orang tua yang sibuk mencari uang dan mengumpulkan harta, semua waktu mereka habiskan di luar rumah dengan suatu pikiran agar kebutuhan materi anak atau keluarga terpenuhi. Orang tua sibuk bekerja di luar rumah, seakan tidak ada waktu lagi buat anak-anak dan keluarga. Hal yang demikian juta banyak dilakukan oleh para isteri, sehingga pengasuhan anak diserahkan kepada pembantu atau orang lain. Dalam semuanya itu, orang tua berdalih bahwa semuanya dilakukan demi kebahagiaan dan masa depan anak. Maka tidak heran bila orang tua banyak menuntut pada anak karena merasa sudah melakukan banyak hal dan mencukupi kebutuhan materi anak. Sehingga bila anak nakal atau tidak seperti yang diharapkan orang tua, orang tua pasti marah besar dan kecewa kepada anak-anak.
Benarkah harta dan tercukupinya semua kebutuhan materi menjadi jaminan hidup bahagia keluarga? Benarkah bahwa harta atau kebutuhan materi yang tercukupi adalah kebutuhan utama anak-anak dalam keluarga? Kiranya berdasarkan pengalaman hidup, jelas semuanya itu tidak menjamin hidup bahagia dalam keluarga demikian juga dalam diri anak-anak. Banyak keluarga yang hidupnya tercukupi bahkan berlebihan secara materi tetapi tidak merasakan bahagia dalam hidupnya. Juga banyak anak dari keluarga yang kaya hidupnya tidka bahagia dan bahkan berperilaku tidak baik, karena di rumah tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tua, karena orang tua sibuk di luar untuk mencari harta dan sibuk dengan pekerjaan dan hoby. Anak yang tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang dalam keluarga akhirnya mencarinya di luar dan jatuh pada pencarian yang salah.
Maka hari ini, keluarga kudus Nasaret hendaknya menjadi teladan bagi para saudara yang berkeluarga. Harta, uang dan kebutuhan materi yang cukup memang perlu untuk keluarga dan anak-anak, tetapi semuanya itu tidak cukup dan bukan menjadi jaminan hidup bahagia dalam keluarga, serta semuanya itu tidak menjadi jaminan bahwa anak-anak bertumbuh menjadi anak-anak yang baik. Keluarga Nasaret memberi teladan bahwa jaminan hidup bahagia dalam keluarga adalah iman dan ketaatan kepada Tuhan. Iman dan ketaatan itu diwujudkan juga dalam keteladanan hidup yang baik. Banyak orang tua hanya mengajarkan hal yang baik kepada anak-anaknya tetapi tidak menjadi teladan dalam kebaikan. Banyak juga orang tua menjalankan hidup imannya hanya sebagai formalitas, tidak sungguh menghayati imannya. Oleh karena itu, hendaknya para orang tua senantiasa sadar akan tanggungjawab mereka untuk mewujudkan keluarga kudus seperti keluarga nasaret. Amin.
Paus soroti komersialisme dan kekerasan
Allah me
ngutus putra-Nya ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia dari kejahatan, kesombongan dan kekerasan, kata Paus Benediktus XVI dalam pesan Natalnya.“Anak yang kita renungkan adalah penyelamat kita! Dia telah diutus membawa pesan universal untuk rekonsiliasi dan perdamaian,” kata Paus, pada 25 Desember saat dia berdiri di balkon utama Basilika Santo Petrus dan memberikan berkat Natal.
Dalam pesan Natal, seperti dalam homilinya pada Misa malam sebelumnya, Paus Benediktus berbicara tentang kehendak Allah untuk menyelamatkan umat manusia dan keputusannya untuk melakukan itu melalui kelahiran seorang anak di Betlehem, hidup di tengah manusia, mati dan bangkit dari kematian untuk mereka.
“Ia datang untuk menyelamatkan kita! Ini adalah seruan yang digemakan oleh segenap umat manusia,” kata Paus.
Yesus datang ke bumi untuk membawa orang kembali kepada Tuhan, untuk mengubah mereka dari dosa mereka dan mempromosikan rekonsiliasi, dialog dan kerjasama, katanya.
Seperti biasanya, Paus Benediktus menggunakan pesannya untuk meminta orang Kristen untuk berdoa dan menyalurkan bantuan untuk orang yang menderita pada Natal ini: kelaparan di Benua Afrika; banjir di Thailand dan Filipina; ketegangan diantara Israel dan Palestina; kekerasan di Suriah; kurangnya perdamaian dan keamanan di Irak dan Afghanistan, perjuangan untuk demokrasi dan hak asasi manusia di seluruh Afrika Utara dan Timur Tengah, dan rakyat Myanmar.
Tepat sebelum Paus muncul di balkon, kantor berita melaporkan ledakan bom di sebuah Gereja Katolik di pinggiran Abuja, Nigeria. Laporan awal mengatakan, ada lebih dari 10 tewas.
“Hari Natal telah menjadi perayaan komersial, kegemerlapan lampu menyembunyikan misteri kerendahan hati Allah, yang pada gilirannya memanggil kita dengan kerendahan hati dan kesederhanaan. Mari kita minta Tuhan untuk membantu kita bercemin pada bayi Yesus di kandang Betlehem, guna menemukan sukacita dan terang sejati,” katanya.
Sumber: Pope says Christmas shows God’s will
Disadur dari:www.cathnewsindonesia.com ,Tanggal publikasi: 27 Desember 2011
RENUNGAN HARIAN MASA NATAL: Kamis 29 Desember 2011
Kamis 29 Desember 2011
(Tomas Becket)
1Yoh 2:3-11, Mzm 96:1-2a,2b-3,5b-6, Luk 2:22-35
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."
RENUNGAN:
Sungguh mengharukan kisah hidup iman Simeon yang ditampilkan dalam Injil hari ini. Simeon orang yang saleh dan dia mempunyai kerinduan hati yang mendalam yakni menantikan kedatangan Sang Mesias. Sepertinya kerinduan itu sangat besar dan kuat dan mungkin itu membuat dia bertahan tidak cepat mati. Maka ketika Yesus dibawa ke Bait Allah di Yerusalem oleh orang tuanya untuk dipersembahkan kepada Allah, Simeon langsung bersukacita memuji Tuhan. Dia bersukacita dan bersyukur karena kerinduan hatinya untuk menantikan dan melihat Sang Mesias sudah terpenuhi. Menantikan kedatangan Sang Mesias dan bertemua dengan Dia, bagi Simeon itulah sukacita yang melebihi segala-galanya, bahkan melebihi nyawanya sendiri. Dari sebab itu, setelah bertemu dengan kanak-kanak Yesus, dia siap dipanggil oleh Tuhan. Melihat dan bertemu dengan Mesias, itulah tujuan akhir hidupnya, itulah kerinduannya yang paling mendalam, itu pulalah sukacita yang paling besar baginya.
Bagaimana dengan kita sendiri? Perayaan Natal Yesus Kristus sudah 4 hari yang lalu kira rayakan. Apakah kita sungguh menghayati bahwa hari Natal adalah perayaan iman, sukacita karena Yesus Tuhan mau melawat dan tinggal bersama kita, sungguh merupakan sukacita besar bagi kita? Atau mungkin semuanya itu kita lalui hanya sebagai masa bergembira, kesempatan bergembira ria dengan segala hiburan kesenangan? Apakah sukacita natal sungguh kita hanyati hingga saat ini? Kalau memang iman kita seperti Simeon, kita yang sudah bertemu dengan Sanga Mesias yakni dalam diri kanak-kanak Yesus yang lahir di kandang domba, tentu kita bersukacita dan sukacita itu membuat kita menyakini bahwa pertemuan dengan Yesus itulah sukacita yang paling besar melebihi segala-galanya sehingga kita berani hidup hanya untuk Dia.
Kita yang merayakan natal Yesus Kristus, diingatkan kembali oleh Simeon, bahwa Yesus Tuhan adalah Mesias yang datang untuk membawa terang dan keselamatan kepada semua orang. Simeon memuji memuliakan Tuhan setelah bertemua dengan Sang Mesias. Maka bagaimana dengan kita? Sukacita Natal, pertemuan kita dengan Sang Mesias, baiklah kiranya membuat kita bersukcita dan sukacita itupula kita bagikan kepada sesama dengan membawa terang dan membagikan keselamatan Allah bagi sesama kita. Sudah seharusnya Natal tidak kita lewatkan hanya dengan seremonial saja, janganlah dilewatkan hanya dengan pesta pora dan hura-hura, juga tidak hanya dengan kembang api, tetapi dengan berbagi sukacita dengan sesama kita. Banyak hal yang bisa kita lakukan. Semua kita bisa berbagi sukacita natal kepada sesama kita, asal kita mau. Amin.
Presiden ajak umat Kristiani perkuat toleransi
Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan selamat Natal kepada umat Kristiani di Indonesia, dan juga mengajak untuk terus memperkuat toleransi.“Atas nama negara dan pemerintah, saya ingin menyampaikan salam hormat dan salam bahagia kepada umat Kristiani di seluruh tanah air yang merayakan Natal tahun 2011 ini,” kata Presiden SBY, dalam pidato pada perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional 2011, di JCC, Jakarta, Selasa (27/12) malam.
Di hadapan sekitar 6.000 umat Kristiani, ia mengungkapkan semoga perayaan Natal tahun ini membawa, kebahagiaan, kedamaian, dan kesejahteraan kepada segenap Umat Kristiani, dan kepada semua bangsa Indonesia.
Ia menegaskan, “Agama menjadi landasan moral dan etika untuk bangun bangsa yang lebih maju, mari kita songsong tahun depan penuh harapan. Kita cetak kondisi politik stabil, ekonomi baik dan kehidpan sosial yang lebih baik,” katanya.
“Renungan Natal yang disampaikan, juga mengajak umat Kristiani untuk meningkatkan kualitas keberagamaan, sekaligus partisipasi dalam pembangunan bangsa. Melalui renungan-renungan Natal tahun ini, segenap umat manusia disadarkan akan pentingnya penerapan prinsip humanisme, pluralisme, dan toleransi, dalam mengatasi berbagai persoalan yang kita hadapi bersama,” paparnya.
“Kesalahan dan ketidakpatutan dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat tahun ini jangan terjadi lagi tahun depan, dengan iman, pengharapan dan kasih, bangun Indonesia lebih sejahtera, adil dan damai,” katanya.
Presiden juga meminta semua umat beragama, khususnya umat Nasrani yang tengah merayakan Natal, untuk terus meningkatkan toleransi dan kebersamaan dalam menyelesaiakan berbagai masalah.
Presiden menyebutkan kebersamaan, toleransi dan saling memahami adalah salah satu kunci keberhasilan pembangunan. Dia mengajak masyarakat dan umat kristiani untuk mensyukuri kondisi bangsa yang baik dari sektor ekonomi, politik dan kehidupan masyarakat sehingga terbangun harmoni.
Sementara itu Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo, yang membawakan narasi Natal, mengatakan, makin banyak orang hidup berkelimpahan, tetapi tidak menemukan makna hidup sejati. “Bagi mereka, berhala bukan lagi batu atau pohon besar, melalinkan keserakahan,” kata wakil ketua Konferensi Waligereja Indonesia itu.






























