Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.
Showing posts with label Natal. Show all posts
Showing posts with label Natal. Show all posts

RENUNGAN HARI RAYA MALAM NATAL: 24 DESEMBER 2013

RENUNGAN HARI  RAYA MALAM  NATAL: 24 DESEMBER 2013

BACAAN INJIL (Luk 2:1-14)

“Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat.”
Sekali peristiwa Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftar semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi walinegeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing ke kota asalnya. Demikian juga Yusuf. Ia pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, - karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud - supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tuna-ngannya, yang sedang mengandung. Ketika mereka berada di Betlehem, tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung. Lalu dibungkusnya anak itu dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka, sehingga mereka sangat ketakutan. Maka kata malaikat itu kepada mereka, “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” Dan tiba-tiba tampaklah bersama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara surga yang memuji Allah, katanya, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi, dan damai sejahtera di bumi bagi orang yang berkenan kepada-Nya.”
I: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U: Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

RENUNGAN :
Para saudara,
Malam ini kita patut sungguh bersukacita, karena kelahiran Sang Mesias Penyelamat kita. Kelahiran Yesus memang merupakan kegembiraan besar bagi seluruh dunia, umat kristiani seluruh dunia bersukacita, bergembira merayakan natal. Kita pasti bisa menyaksikan kemeriahan natal yang dilakukan manusia untuk merayakan natal ini. Namun walaupun demikian, kelahiran Yesus dalam perayaan Natal ini adalah misteri besar bagi manusia dan hingga kita juga masih menimbulkan tanda tanya dan perdebatan bagi orang-orang yang tidak meyakini bahwa Yesus adalah Mesias yang telah dijanjikan oleh Allah lewat para nabi.
Akhir-akhir ini, kembali kita membaca pernyataan atau pengumuman yang mengatakan, “Umat muslim haram mengucapkan selamat natal kepada orang-orang kristiani!” Umat muslim, haram merayakan Tahun Baru Masehi!” Fatwa ini dikumandangkan kembali sebelum menjelang nata. Alasan mereka adalah karena dengan mengucapkan selamat Natal, itu berarti mereka dianggap mengakui bahwa Yesus yang lahir adalah Mesias. Bagi mereka Yesus bukan Mesias, bukan Tuhan, hanya seorang nabi. Mereka juga bagi kita memang adalah hal yang sulit kita mengerti bahwa Yesus adalah Tuhan yang menjadi manusia. Secara manusiawi, kita sulit mengerti bagaimana mungkin Tuhan itu yang adalah kekal, Mahakuasa menjadi manusia, lahir dari seorang Perawan Maria.  Kita juga sulit mengerti Yesus Tuhan menjadi manusia dengan mengambil jalan kemiskinan karena lahir dari keluarga miskin. Yesus Tuhan menjadi manusia mau menjadi manusia dan tinggal bersama kita yang adalah manusia berdosa.

Memang semuanya itu sulit kita mengerti. Namun bagi kita itulah misteri cinta kasih Tuhan bagi kita. Semuanya itu bisa terjadi bukan karena manusia memang layak tetapi semata-mata karena cinta kasih Tuhan kepada kita. Tuhan yang selama dalam Perjanjian Baru tidak dikenal atau tidak dapat dilihat dengan mata, ingin dikenal oleh manusia dan bisa dilihat oleh manusia untuk itu Dia lahir dalam rupa manusia. Tuhan yang selama itu dikenal menakutkan, ingin menyatakan bahwa Tuhan itu penuh kasih, sehingga Dia datang ke dunia dan tinggal bersama kita. Pada saat itu,orang kehilangan keilahian kemanusiaannya akibat dosa, dengan kelahiran Yesus ke dunia dengan mengambil rupa manusia, ingin memulihkan keilahian manusia. Kelahiran Yesus Tuhan memulihkan hidup manusia yang telah dirusak oleh dosa, Tuhan sungguh menhargai hidup manusia. 

Pada masa itu orang sangat mengagungkan harta kekayaan, pangkat dan kuasa, justru Tuhan hadir dengan mengambil jalan kemiskinan dan kesederhanaan. Orang pada masa itu terutama orang-orang miskin dan menderita merasa tersingkirkan, disapa oleh Tuhan dengan mengambil jalan kemiskinan dan sebagai orang tersingkir. Yesus lahir dalam kegelapan dan kesunyian di Betlehem, tanpa keramaian dan gemerlapnya lampu-lampu ataupu sorak-sorai manusia, hanya para malaikat yang bersorak-sorai atas kelahiran Yesus.
Oleh karena itu, Natal bagi kita adalah sukacita besar, sebab Yesus yang lahir memulihkan kembali hidup kita yang sudah rusak karena kedosaan manusia. Dia menyatakan kasih-Nya kepada kita, dan hendak tinggal bersama dengan kita sehingga kita senantiasa dapat merasakan kasih-Nya. Dia ingin mengalami semua yang kita alami kecuali dalam hal dosa, Dia ingin mengajak kita hidup seturut kehendak Tuhan. Dia datang membawa damai bagi kita manusia. Dia mendamaikan kita dengan Tuhan sehingga kita bisa langsung bertemu dengan Tuhan lewat Yesus Sang Mesias.

Yesus datang membawa damai atau kasih Tuhan kepada semua orang terutama orang-orang miskin, orang-orang tersingkirkan dan juga orang yang merasa hidup ini penuh dengan kegelapan. Kelahiran Yesus dalam kegelapan di Betelehem menjadi lambang hidup manusia yang penuh dengan kegelapan karena persoalan hidup, karena penderitaan, karena kejahatan sehingga tiada harapan untuk hidup lebih baik, maka Yesus yang lahir membawa terang baru yakni kasih Tuhan yang menyertai manusia. Yesus datang membawa makna baru bagi manusia bahwa jalan sukacita dan hidup bahagia bukanlah ditentukan oleh gemerlapnya dunia tetapi kesediaan menerima Yesus Sang Mesias.

Para saudara,
Yesus akhirnya terpaksa lahir di kandang domba di Betlehem bukan karena Allah merencanakan demikian, namun karena manusia menolak Dia. Sebagaimana kita ketahui dalam injil, dikatakan bahwa ketika tiba saatnya bagi Maria untuk bersalin, tidak ada tempat bagi mereka di penginapan. Memang benar bahwa bisa jadi penginapan saat itu penuh dengan tamu-tamu yang juga dalam perjalanan mengadakan sensus penduduk. Namun kiranya dengan melihat kondisi Maria saat itu, si pemilik penginapan harusnya peka dan memberi tumpangan. Namun kiranya hal itu tidak terjadi. Pemilik penginapan itu menolak tentu karena mereka miskin, dia tidak mau repot manakala tiba waktunya Maria melahirkan anaknya di penginapan itu, pemilik penginapan tidak mau repot dan rugi karena tamu-tamunya akan protes karena kejadian Maria melahirkan di tempat itu. Sungguh dia hanya memikirkan diri sendiri, tidak peduli dan tidak mau repot bagi sesama. Dia menolak kelharian Yesus dengan menolak Maria dan Yusuf yang miskin.

Merayakan natal kiranya kita menjauhkan sikap seperti pemilik penginapan itu. Kitapun mungkin menolak kelahiran Yesus dalam diri kita atau keluarga kita, manakala kita hanya sibuk memikirkan diri sendiri, sibuk mencari kesenangan dan hanya sibuk mencar atau mengumpulkan harta dunia sehingga kita tidak mau repot untuk orang lain, tidak peka dengan sesama kita yang membutuhkan pertolongan. Betapa sering hal ini kita lakukan. Kita menolak kelahiran Yesus Sang Mesias manakala kita tidak peka kepada orang miskin dan tidak mau repot dengan mereka. Oleh sebab itu, merayakan Natal berarti kita peka terhadap sesama yang miskin, kita tidak hanya sibuk dengan urusan pribadi, tidak hanya sibuk dengan pekerjaan, tidak hanya sibuk dengan mencari kesenangan diri. Merayakan Natal juga berarti kita harus siap berjalan menuju Betelehem yang gelap dan sunyi, itu berarti kita harus berani meninggalkan gemerlap dunia, meninggalkan atau tidak terikat dengan kesenangan diri atau dunia dengan hidup miskin dn sederhana. Merayakan natal berarti kita mau menuju Betelehem dengan berusaha pergi bertemu dengan orang-orang yang merasa hidupnya gelap karena kemiskinan, karena tersingkirikan atau disingkirkan, menemui orang-orang menderita dan kita membawa terang kasih Yesus Sang Mesias kepada mereka. Sehingga kita seperti para malaikat berkata kepada mereka :  “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan, di kota Daud.” Semoga sukacita Natal bergema dalam hidup kita dan dapat dirasakan oleh banyak orang. Amin.

RENUNGAN HARI RAYA NATAL(FAJAR): 25 DESEMBER 2013

RENUNGAN HARI RAYA NATAL(FAJAR): 
25 DESEMBER 2013 
Yes. 62:11-12; Mzm. 97:1,6,11-12; Tit. 3:4-7; Luk. 2:15-20. 

BACAAN INJIL (Luk 2:15-20) 
"Mereka mendapati Maria, Yusuf dan si Bayi." 

Setelah mendengar berita kelahiran penyelamat dunia, para gembala berkata seorang kepada yang lain, "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita." Lalu mereka cepat-cepat berangkat ke Betlehem, dan mendapati Maria dan Yusuf serta Bayi yang terbaring di dalam palungan. Ketika melihat Bayi itu, para gembala memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hati dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat; semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. 

RENUNGAN : 
 'Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita', kata gembala satu kepada yang lain. Mereka merasa mendapatkan kabar sukacita yang memang perlu ditanggapi. Para gembala adalah orang-orang kecil, orang-orang miskin, orang yang mungkin tersingkir yang penuh harapan akan hidup yang lebih baik lagi. 

Kabar gembira selalu membahagiakan umat manusia. Lalu mereka cepat-cepat berangkat bukan sekedar memuktikan yang dikatakan oleh malaikat Tuhan kepada mereka, tetapi karena mereka menanggapi kabar sukacita yang membawa damai dan harapan baru bagi mereka dan bagi manusia. Di tempat sebagaimana dikatakan oleh malaikat Tuhan, mereka menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. 

Apa yang dikatakan kepada mereka sungguh benar. Ketika mereka melihat-Nya, mereka dengan sukacita memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Mereka saling meneguhkan dengan pengalaman yang mereka terima bersama dari para malaikat. Semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Mendengar cerita mereka, Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. 

Setelah bertemu dengan Sang Mesias yang lahir, mereka kembali dengan penuh cukacita sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. 

Kelahiran Yesus adalah kedatangan sang Mesias. Dengan kelahiran Yesus kita tidak hanya mengenal Allah dalam diri Yesus Kristus tetapi malahan Tuhan tinggal bersama dengan kita. Dia datang membawa damai surgawi kepada manusia bahwa Tuhan mengasihi kita, Tuhan menghendaki manusia menikmati kasih-Nya dan karena itu, Tuhan ingin tinggal bersama dengan manusia dalam hidup manusia. Kedatangan para gambala adalah kedatangan mereka, orang-orang yang merindukan hidup lebih baik, orang yang merindukan kasih dalam hidupnya dan orang yang mengharapkan dirinya untuk diselamatkan. Maka tepatlah kalau 'mereka disebut bangsa kudus, orang-orang tebusan TUHAN' (Yes 62), karena memang mereka adalah orang orang yang menghendaki keselamatan. 

Mereka datang ke Betlehem bukan sekedar membuktikan bahwa Dia telah datang, melainkan mereka ingin menikmati keselamatan itu. Sebab kabar malaikat bahwasannya 'hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud' benar-benar suatu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Mereka semua merindukanNya. 

Seruan para gembala, “'Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita' ini ditujukan kepada kita. Para gembala itu mengajak kita untuk pergi ke Betlehem, menemui Sang Mesias yang telah datang. 

Kita pun adalah orang-orang yang dapat mencontoh para gembala yang dengan sukacita datang kepadaNya. Kita hendaknya mau datang kepadaNya, karena kasih karunia yang telah dilimpahkan kepada kita. Kita mau datang kepada Yesus karena kita hendak mengucapkan syukur dan terima kasih kepadaNya, sebab memang 'Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita'. 

Kita 'sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya' memberanikan diri datang kepadaNya, karena kita yakin bahwa kita adalah orang-orang yang 'berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita'. Kita datang kepada-Nya bukan sekedar ingin menyaksikan keajaiban Tuhan, tetapi datang untuk percaya kepada Dia bahwa Dia adalah Tuhan Sang Penyelamat kita. 

Dengan merayakan Natal: 
Pertama, kita bersyukur kepada Tuhan sang Empunya kehidupan yang telah datang ke dunia dengan menjadi Manusia; kita bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepadaNya, karena memang Dia rela datang, bukan karena perbuatan baik kita, melainkan karena kasih karuniaNya. 

Kedua, kita memperteguh pengharapan kita untuk hidup kekal bersamaNya. Karena memang Dia datang ke dunia menjadi Manusia, agar kita menjadi anak-anak Allah, sebuah pertukaran suci, yang semuanya akan terealisir pada kedatanganNya kembali, bukan dalam rangkulan kain lampin, melainkan dalam kemuliaan yang penuh semarak. 

Ketika : kita datang kepada ke Betlehem bukan hanya sekedar ingin meyaksikan keajaiban Tuhan. Kita merayakan natal bukan sekedar melaksanakan kewajiban agama tetapi karena kita percaya kepada Dia bahwa Dia adalah Tuhan Penyelamat kita sehingga kita menyambah Dia, berpengharapan hanya kepada Dia. Kita percaya kepada Dia karena Dia telah mengasihi kita, Dia menawarkan kedamaian, kebahagiaan dan keselamatan kekal sehingga kita ingin menikmatinya yang hanya kita peroleh dalam Dia. Sehingga kita yang merayakan Natal memuji dan memuliakan Tuhan dalam hidup kita. 

Keempat, baiklah kita seperti para gembala itu, yakni kita menyerukan kelahiran Sang Mesias dan mengajak orang lain untuk datang kepada Yesus Sang Mesias, mengajak mereka untuk percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang sangat mengasihi kita, Dialah penyelamat kita yang mau tinggal bersama dengan kita. 

Semoga perayaan Sukacita Natal bergema dalam hidup kita dan kita gemakan dalam hidup kepada semua orang. Amin.

BACAAN HARI RAYA NATAL(FAJAR): 25 DESEMBER 2013

BACAAN HARI RAYA NATAL(FAJAR): 
25 DESEMBER 2013 
Yes. 62:11-12; Mzm. 97:1,6,11-12; Tit. 3:4-7; Luk. 2:15-20. 

BACAAN I (Yes 62:11-12)
 "Lihat, Penyelamatmu datang!" 

Pembacaan dari Kitab Yesaya: Inilah yang telah diperdengarkan Tuhan sampai ke ujung bumi! Katakanlah kepada puteri Sion: Sesungguhnya, keselamatanmu datang; sesungguhnya, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. Orang akan menyebutkan mereka "bangsa kudus", "orang-orang tebusan Tuhan", dan engkau akan disebutkan "yang dicari", "kota yang tidak ditinggalkan". Demikianlah sabda Tuhan U. Syukur kepada Allah. 

MAZMUR TANGGAPAN (PS 806; Mzm 97:1.6.11-12) 
ULANGAN : Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai dihadapan wajah Tuhan, kar'na Ia sudah datang. 

AYAT: 
1. Tuhan adalah Raja, biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Langit memberikan keadilannya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya. 

2. Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. Bersukacitalah karena Tuhan, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus. 

 BACAAN II (Tit 3:4-7) 
"Kita diselamatkan seturut belas kasih-Nya" 

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus: Saudara-saudara, kami ingin agar kamu mengetahui tentang orang-orang yang sudah meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena kalau kita percaya bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama dengan Yesus. Hal ini kami katakan kepadamu seturut sabda Allah ini. Kita yang hidup dan masih tinggal sampai kedatangan Tuhan sekali-kali takkan mendahului mereka yang sudah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberikan, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, Tuhan sendiri akan turun dari surga. Dan mereka yang meninggal dalam Kristus Yesus akan lebih dahulu bangkit. Sesudah itu, kita yang hidup dan masih tinggal akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Karena itu hendaklah kamu saling menghibur dengan perkataan-perkataan ini. Demikianlah sabda Tuhan U. Syukur kepada Allah 

BAIT PENGANTAR INJIL (PS 953; Luk 2:14) 
Refren. Alleluya, Alleluya. 
Ayat. Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi, dan damai sejahtera di bumi bagi orang yang berkenan kepada-Nya. 

BACAAN INJIL (Luk 2:15-20) 
"Mereka mendapati Maria, Yusuf dan si Bayi." 

Setelah mendengar berita kelahiran penyelamat dunia, para gembala berkata seorang kepada yang lain, "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita." Lalu mereka cepat-cepat berangkat ke Betlehem, dan mendapati Maria dan Yusuf serta Bayi yang terbaring di dalam palungan. Ketika melihat Bayi itu, para gembala memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hati dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat; semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. I: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya U: Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

BACAAN HARI MALAM NATAL: 24 DESEMBER 2013

BACAAN HARI MALAM NATAL: 
24 DESEMBER 2013 
Yes. 9:1-6; Mzm. 96:1-2a,2b-3,11-12,13; Tit. 2:11-14; Luk. 2:1-14. 

BACAAN I (Yes 9:1-6) 
 “Seorang Putra telah diberikan kepada kita.” 

Pembacaan dari Kitab Yesaya: Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar, terang telah bersinar atas mereka yang diam di negeri kekelaman. Engkau, ya Tuhan, telah banyak menimbulkan sorak-sorai dan sukacita yang besar. Mereka telah bersukacita di hadapan-Mu seperti orang bersukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorai di waktu membagi-bagi jarahan. Sebab kuk yang menekan bangsa itu dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Median. Setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api. Sebab seorang anak telah lahir bagi kita, seorang putra telah diberikan kepada kita. Lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan orang menyebut dia: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besarlah kekuasaannya dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas tahta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan me-ngokohkan kerajaannya itu dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan Tuhan semesta alam akan melakukan hal ini. 
Demikianlah sabda Tuhan 
U. Syukur kepada Allah. 

MAZMUR TANGGAPAN (PS 806) 
Refren: 
Hendaklah langit bersukacita, dan bumi bersorak sorai di hadapan wajah Tuhan kar'na Ia sudah datang. 
Mazmur: 
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan menyanyilah bagi Tuhan hai seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya. 

2. Kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa. 

3. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak sorai Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atas-Nya, biar gemuruhlah laut serta segala isinya! dan segala pohon di hutan bersorak- sorai. 

4. Biarlah bersukaria di hadapan Tuhan, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya. 

 BACAAN II (Tit 2:11-14) 
 “Kasih karunia Allah sudah nyata bagi semua orang.” 

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus: Saudaraku terkasih, sudah nyatalah kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia. Kasih karunia itu mendidik kita agar meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi, dan agar kita hidup bijaksana, adil dan beribadah, di dunia sekarang ini, sambil menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia, dan pe-nyataan kemuliaan Allah yang mahabesar dan Penyelamat kita Yesus Kristus. Ia telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, milik-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik. 
Demikianlah sabda Tuhan 
U. Syukur kepada Allah 

BAIT PENGANTAR INJIL (PS 953) 
Refren. Alleluya, Alleluya. Ayat. Kabar gembira kubawa kepadamu. Pada hari ini lahirlah penyelamat dunia, Tuhan kita Yesus Kristus. 

BACAAN INJIL (Luk 2:1-14) 
 “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat.” 

Sekali peristiwa Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftar semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi walinegeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing ke kota asalnya. Demikian juga Yusuf. Ia pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, - karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud - supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tuna-ngannya, yang sedang mengandung. Ketika mereka berada di Betlehem, tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung. Lalu dibungkusnya anak itu dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka, sehingga mereka sangat ketakutan. Maka kata malaikat itu kepada mereka, “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” Dan tiba-tiba tampaklah bersama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara surga yang memuji Allah, katanya, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi, dan damai sejahtera di bumi bagi orang yang berkenan kepada-Nya.” I: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya U: Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami. 

Pesan Natal Bersama PGI dan KWI 2013

Pesan Natal Bersama PGI dan KWI 2013 

“Datanglah, ya Raja Damai” (Bdk. Yes. 9:5) 
Saudara-saudari terkasih, segenap umat Kristiani Indonesia, Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. 

1. Kita kembali merayakan Natal, peringatan kelahiran Yesus Kristus Sang Juruselamat di dunia. Perayaan kedatangan-Nya selalu menghadirkan kehangatan dan pengharapan Natal bagi segenap umat manusia, khususnya bagi umat Kristiani di Indonesia. Dalam peringatan ini kita menghayati kembali peristiwa kelahiran Yesus Kristus yang diwartakan oleh para Malaikat dengan gegap gempita kepada para gembala di padang Efrata, komunitas sederhana dan terpinggirkan pada jamannya (bdk. Luk. 2:8-12). Selayaknya, penyampaian kabar gembira itu tetap menggema dalam kehidupan kita sampai saat ini, dalam keadaan apapun dan dalam situasi bagaimanapun. 

Tema Natal bersama PGI dan KWI kali ini diilhami suatu ayat dalam Kitab Nabi Yesaya 9:5 “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita; seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang; Penasehat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai”. 

Kekuatan pesan sang nabi tentang kedatangan Mesias dibuktikan dari empat gelar yang dijabarkan dalam nubuat tersebut, yaitu: 1). Mesias disebut “Penasihat Ajaib”, karena Dia sendiri akan menjadi keajaiban adikodrati yang membawakan hikmat sempurna dan karenanya, menyingkapkan rencana keselamatan yang sempurna. 

2). Dia digelari “Allah yang Perkasa”, karena dalam Diri-Nya seluruh kepenuhan keallahan akan berdiam secara jasmaniah (bdk. Kol. 2:9, bdk. Yoh. 1:1.14). 3). Disebut “Bapa yang Kekal” karena Mesias datang bukan hanya memperkenalkan Bapa Sorgawi, tetapi Ia sendiri akan bertindak terhadap umat-Nya secara kekal bagaikan seorang Bapa yang penuh dengan belas kasihan, melindungi dan memenuhi kebutuhan anak-anak-Nya (Bdk. Mzm. 103:3). 4). Raja Damai, karena pemerintahan-Nya akan membawa damai dengan bagi umat manusia melalui pembebasan dari dosa dan kematian (bdk. Rm. 5:1; 8:2).

2. Seiring dengan semangat dan tema Natal tahun ini, kita menyadari bahwa Natal kali ini tetap masih kita rayakan dalam suasana keprihatinan untuk beberapa situasi dan kondisi bangsa kita. Kita bersyukur bahwa Konstitusi Indonesia menjamin kebebasan beragama. Namun, dalam praktek kehidupan berbangsa dan bernegara, kita masih merasakan adanya tindakan-tindakan intoleran yang mengancam kerukunan, dengan dihembuskannya isu mayoritas dan minoritas di tengah-tengah masyarakat oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan kekuasaan. Tindakan intoleran ini secara sistematis hadir dalam berbagai bentuknya.

Selain itu, di depan mata kita juga tampak perusakan alam melalui cara-cara hidup keseharian yang tidak mengindahkan kelestarian lingkungan seperti kurang peduli terhadap sampah, polusi, dan lingkungan hijau, maupun dalam bentuk eksploitasi besar-besaran terhadap alam melalui proyek-proyek yang merusak lingkungan.

Hal yang juga masih terus mencemaskan kita adalah kejahatan korupsi yang semakin menggurita. Usaha pemberantasan sudah dilakukan dengan tegas dan tidak pandang bulu, tetapi tindakan korupsi yang meliputi perputaran uang dalam jumlah yang sangat besar masih terus terjadi. 

Hal lain yang juga memprihatinkan adalah lemahnya integritas para pemimpin bangsa. Bahkan dapat dikatakan bahwa integritas moral para pemimpin bangsa ini kian hari kian merosot. Disiplin, kinerja, komitmen dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat digerus oleh kepentingan politik kekuasaan. Namun demikian, kita bersyukur karena Tuhan masih menghadirkan beberapa figur pemimpin yang patut dijadikan teladan. Kenyataan ini memberi secercah kesegaran di tengah dahaga dan kecewa rakyat atas realitas kepemimpinan yang ada di depan mata. 

3. Karena itu, Gema tema Natal 2013 “Datanglah, Ya raja Damai” menjadi sangat relevan. Nubuat Nabi Yesaya sungguh memiliki kekuatan dalam ungkapannya. Seruan ini mengungkapkan sebuah doa permohonan dan sekaligus harapan akan datangnya sang pembawa damai dan penegak keadilan (bdk. “Penasihat Ajaib”). 

Doa ini dikumandangkan berangkat dari kesadaran bahwa dalam situasi apapun, pada akhirnya “Allah yang perkasa, Bapa yang Kekal,” Dialah yang memiliki otoritas atas dunia ciptaan-Nya. Dengan demikian, semangat Natal adalah semangat merefleksikan kembali arti Kristus yang sudah lahir bagi kita, yang telah menyatakan karya keadilan dan perdamaian dunia, dan karenanya pada saat yang sama, umat berkomitmen untuk mewujudkan kembali karya itu, yaitu karya perdamaian di tengah konteks kita. Tema ini sekaligus mengacu pada pengharapan akan kehidupan kekal melalui kedatangan-Nya yang kedua kali sebagai Hakim yang Adil. Semangat tema ini sejalan dengan tekad Gereja-gereja sedunia yang ingin menegakkan keadilan, sebab kedamaian sejati tidak akan menjadi nyata tanpa penegakan keadilan. 


4. Karena itu, dalam pesan Natal bersama kami tahun ini, kami hendak menggarisbawahi semangat Kedatangan Kristus tersebut dengan sekali lagi mendorong Gereja-gereja dan seluruh umat Kristiani di Indonesia untuk tidak jemu-jemu menjadi agen-agen pembawa damai di mana pun berada dan berkarya. Hal itu dapat kita wujudkan antara lain dengan: 

a). Terus mendukung upaya-upaya penegakkan keadilan, baik di lingkungan kita maupun dalam lingkup yang lebih luas. Hendaklah kita menjadi pribadi-pribadi yang adil dan bertanggung jawab, baik dalam lingkungan keluarga, pekerjaan, gereja, masyarakat dan di mana pun Allah mempercayakan diri kita berkarya. Penegakkan keadilan, niscaya diikuti oleh sikap hidup yang berintegritas, disiplin, jujur dan cinta damai. 

 b). Terus memberi perhatian serius terhadap upaya-upaya pemeliharaan, pelestarian dan pemulihan lingkungan. Mulailah dari sikap diri yang peduli terhadap kebersihan dan keindahan alam di sekitar kita, penghematan pemakaian sumber daya yang tidak terbarukan, serta bersikap kritis terhadap berbagai bentuk kegiatan yang bertolak belakang dengan semangat pelestarian lingkungan. Dengan demikian kita juga berperan dalam memberikan keadilan dan perdamaian terhadap lingkungan serta generasi penerus kita. 

c). Semangat cinta damai dan hidup rukun menjadi dasar yang kokoh dan modal yang sangat penting untuk menghadapi agenda besar bangsa kita, yaitu Pemilu legislatif maupun Pemilu Presiden-Wakil Presiden tahun 2014 yang akan datang. 

Saudara-saudara terkasih, 
Marilah kita menyambut kedatangan-Nya sambil terus mendaraskan doa Santo Fransiskus dari Asisi ini: 

Tuhan, Jadikanlah aku pembawa damai, 
Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih 
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan 
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian 
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran 
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku sumber kegembiraan, 
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang, 
Tuhan semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur, 
Memahami dari pada dipahami, mencintai dari pada dicintai, 
Sebab dengan memberi aku menerima 
Dengan mengampuni aku diampuni 
Dengan mati suci aku bangkit lagi, untuk hidup selama-lamanya. 
Amin 

SELAMAT NATAL 2013 DAN TAHUN BARU 2014 
Jakarta, 18 November 2013 

Atas nama PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA 
Pdt. Dr. A. A. Yewangoe (Ketua Umum) 
Pdt. Gomar Gultom, M.Th. (Sekretaris Umum) 

KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA Mgr Ignatius Suharyo (Ketua Umum) 
Mgr J. M. Pujasumarta (Sekretaris Jenderal)
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Berbagi Informasi : Tujuh daerah diincar teroris jelang Natal

Tujuh daerah diincar teroris jelang Natal 

Mabes Polri all out mengamankan peringatan Natal dan malam pergantian baru di tengah ancaman aksi terorisme yang masih mungkin terjadi setiap waktu. Tujuh Polda menjadi perhatian khusus dan telah dimasukan dalam Rencana Operasi (renops) supaya polisi di kawasan tersebut terus meningkatkan kewaspadaan. 

 “Ada sejumlah Polda yang kita beri atensi khusus dan sudah kita masukan dalam Ren Ops. Para Kabiro Ops di Polda-Polda itu juga telah kita undang ke Mabes Polri dan telah kita briefing untuk mengantisipasi ancaman terorisme yang masih potensial,” kata Asisten Operasi Polri Irjen Badrodin Haiti di Mabes Polri, Jakarta, belum lama ini. Polda yang mendapat perhatian khusus itu adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Sumatra Utara, Sulawesi Tengah, Bali, dan Maluku. 

 Polda-Polda itu menjadi perhatian khusus karena pengalaman di masa lalu dan kecenderungan saat ini di mana daerah-daerah tersebut menjadi sasaran pengeboman. “Bahkan kami spesifikkan kota-kota mana saja yang terindikasi akan potensial menjadi sasaran aksi teror itu,” kata mantan Kapolda Sumut ini yang menambahkan jika kekuatan pasukan pengamanan yang akan diturunkan sesuai dengan kemampuan Polda masing-masing. 

Pengamanan ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya akan tetap diberi nama sandi Operasi Lilin yang tahun ini akan dimulai pada 23 Desember 2012 hingga 1 Januari 2013. Setidaknya ada 38.499 gereja di seluruh Indonesia yang diamankan dalam operasi ini. Selain gereja, Badrodin mengatakan, jika jalan raya, stasiun, terminal, tempat wisata, dan mal juga menjadi perhatian pihaknya. 

Pasalnya, Senin (24/12) adalah cuti bersama sehingga masyarakat akan menikmati libur panjang sejak Jumat (21/12). Serangkaian bom meledak di sejumlah daerah di Indonesia pada malam Natal 24 Desember 2000. Belakangan aksi ini diketahui dikoordinir oleh Hambali yang tergabung dengan Jamaah Islamiah. Hambali saat ini tengah mendekam di tahanan Guantanamo yang dioperasikan oleh Amerika Serikat.

BACAAN MINGGU HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN, 8 Januari 2012:

BACAAN MINGGU HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN, 8 Januari 2012:
(Hari Anak Misioner Sedunia)
Yes 60:1-6, Mzm 72:1-2,7-8,10-11,12-13, Ef 3:2-3a,5-6, Mat 2:1-12

BACAAN I: (Yes 60:1-6)

“Kemuliaan Tuhan terbit atasmu.”

Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.

MAZMUR TANGGAPAN: (72:1-2,7-8,10-11,12-13)

Reff: Semua bangsa di dunia bersujud menyembah Tuhan.

1. Kiranya Sang Raja memerintah umat-Mu dengan hukum
Dan para hamba-Mu yang tertindas dengan adil.

2. Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan!
Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!

3. kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persemb kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti!
Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya!

4. Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong;
ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin.

BACAAN II: (Ef 3:2-31,5-6)

“Kini telah dinyatakan bahwa pada bangsa menjadi ahli waris dan peserta perjanjian.”

Saudara-saudaro, kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.

BACAAN INJIL: (Mat2:1-12)

“Kami datang dari Timur mau menyembah Sang Raja baru.”

Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia." Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

RENUNGAN HARI MINGGU MASA NATAL: 1 Januari 2012 Hari Raya SP Maria Bunda Allah, Hari Perdamaian Sedunia

RENUNGAN HARI MINGGU MASA NATAL: 1 Januari 2012
Hari Raya SP Maria Bunda Allah, Hari Perdamaian Sedunia
Bil 6:22-27, Mzm 67:2-3,5,6,8, Gal 4:4-7, Luk 2:16-21

BACAAN INJIL: Luk 2:16-21

“Setelah depalan hari Puteranya itu diberi nama Yesus.”
Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

RENUNGAN:

Selamat Tahun baru bagi semuanya. Ucapan selamat Tahun baru bergema di mana-mana dan dirayakan dengan kemeriahan dan kegembiraan. Dalam menyambut tahun baru pasti selalu ada kegembiraan dan ada harapan baru. Tetapi apakah tahun yang baru ini berbeda dengan tahun sebelumnya dan akan penuh dengan sukacita sehingga disambut dengan sukacita dan kemeriahan? Ini tentu menjadi harapan, belum menjadi suatu jaminan. Namun dalam menyambut tahun yang baru, ada suatu kebahagiaan tersendiri yang sudah pasti, yakni bahwa kita bergembira dan bersykur karena kita telah bisa melewati tahun sebelumnya dan diperkenankan memasuki tahun yang baru. Tentu pada tahun sebelumnya kita pasti mengalami banyak hal baik itu suka dan duka, namun walaupun demikian kita bersyukur dan bergembira semuanya itu bisa kita lewati dan kita masuk pada tahun yang baru.

Pada umumnya saat memasuki tahun yang baru, pasti banyak orang mencoba meramal apa yang akan terjadi pada tahun yang baru. Demikian juga halnya pada tahun ini, kita mungkin sudah banyak mendengar ramalan orang akan tahun yang baru ini. Kadang kala ramalan-ramalan itu membuat kita gentar, khawati dan gelisah, karena bagaimanapun, bila yang diramalkan itu terjadi, tentu akan berpengaruhi pada kehidupan pribadi kita. Selain itu, kita juga pasti mempunyai kekhawatiran tersendiri dalam hidup juga dalam tahun yang baru ini.

Namun kita sebagai orang beriman, tidak perlu terlalu cemas dan gelisah akan semua ramalan itu, juga akan kekhawatiran hidup kita pada tahun yang baru ini. Hari ini Gereja yang sungguh hidup dalam dunia dan mengerti situasi hidup manusia, mengajak kita menghadapi tahun yang baru dalam Iman. Hari ini dalam memasuki tahun yang baru, kita sekaligus merayakan hari Raya Maria Bunda Allah. Tentu hari raya ini bukan suatu kebetulan, tetapi Gereja bermaksud mau mengajak kita meneladan Maria dalam memasuki setiap tahun baru.

Kita sendiri tahu bahwa Maria adalah manusia biasa, tetapi dia dipilih oleh Allah menjadi saluran berkat Tuhan lewat kerelaannya mengandung Yesus sang Mesias. Maria rela menerima tugas mulia namun berat itu, meskipun dia sebanarnya belum tahu pasti bagaimana hidup yang akan dialaminya setelah menerima tawaran Allah, dia juga sebenarnya tidak tahu akan kehendak Allah pada diri-Nya. Namun walau demikian dia terbuka pada rencana Allah, pada kehendak Allah dan berserah diri pada Allah. Maria menghadapi semuanya dalam iman. Karena imannya kepada Allah, Yesus berdiam dalam dirinya dan itu pulalah yang menjadi kekuatan bagi dia menghadapi hidupnya yang penuh dengan persoalan dan penderitaan sebagaimana yang kita alami.

Bunda Maria menjadi teladan bagi kita dalam menghadapi tahun yang baru, yakni iman kepada Allah. Iman kepada Tuhan itulah kiranya harus menjadi jaminan dan pegangan kita setiap kita memasuki tahun yang baru. Kita percaya bahwa Tuhan senantiasa beserta kita dan akan senantiasa melimpahkan berkat-Nya kepada kita sehingga walau apapun yang kita alami tahun 2012, kita akan sanggup menghadapinya, dan akhirnya kita juga pasti mampu melewatinya sehingga kita akan bisa kembali melewati tahun 2012 ini. Sehubungan dengan kesetiaan Allah yang senantiasa mengasihi kita, itulah yang dinyatakan kepada kita dalam bacaan pertama hari ini. Kebenaran iman ini, juga kiranya sudah kita rasakan dalam tahun sebelumnya. Kalau bukan karena kasih karunia, penyertaan dan berkat Tuhan, pasti kita tidak akan mampu melewati tahun 2011 yang barusan kita lewati. Sehingga sama seperti tahun sebelumnya, demikian juga pada tahun 2012 ini, kita harus yakin bahwa Tuhan senantiasa ada beserta kita dan pasti Dia siap membantu kita. Maka masuki dan jalanilah tahun 2012 ini dengan semangat iman dan kasih-Nya kepada kita.

Oleh karena itu, mari kita seperti bunda Maria terbuka kepada iman akan Allah, membuka diri terhadap rahmat, berkat dan kehendak Allah dalam hidup kita. Keterbukaan kita kepada Allah, itu berarti kita mempersilahkan Yesus memasuki hidup kita, memasuki diri kita dan Tuhan berdiam dalam hidup kita. Dengan demikian, Tuhan yang berdiam dalam diri kita, Dialah yang menjadi kekuatan bagi kita menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dalam tahun 2012 ini.

Kita juga tentu berharap bahwa hidup tahun ini lebih baik, dan kita pasti berusaha hidup lebih baik lagi. Namun kita hendaknya tidak hanya sekedar berharap, namun kita sendiri yang harus mewujudkannya. Kita jangan hanya mengharapkan dari orang lain agar hidup tahun ini lebih baik, agar hidup kita lebih baik lagi, namun kita sendirilah yang harus mewujudkannya. Kita harus menjadi pelaku pembaharuan hidup yang lebih baik, entah sekecil apapun yang bisa kita lakukan, itu pasti bisa membuat hidup kita lebih baik lagi. Sama halnya seperti bunda Maria, kehadiran Tuhan dalam dirinya, membuat hidupnya bahagia, hidupnya bersukacita, dan sukacita itu juga dinikmati oleh semua manusia karena Yesus yang lahir dari kandungannya. Sehingga adalam hal ini, kita mencoba mengupayakan hidup yang lebih baik atas diri kita dan atas kehidupan ini dengan berusaha hidup dalam dan bersama Tuhan. Maka kita hendaknya terbuka atas Tuhan, dan mengusahakan agar Tuhan berdiam dalam diri kita, dan biarkanlah Tuhan memasuki hidupnya sehingga hidupmu bersukacita dan juga berkat hidup kita yang sesuai dengan kehendak Allah, orang lainpun ikut merasakan sukacita hidup di tahun ini, maka tahun ini akan menjadi tahun berkat Tuhan dan penuh sukacita Tuhan. Dari sebab itu, hendaknya kita menjadi pelaku pembaharuan hidup yang lebih baik. Hidup yang lebih baik, harus kita mulai dari diri kita sendiri. Amin.

RENUNGAN HARIAN MASA NATAL: Hari Ketujuh Dalam Oktaf Natal

RENUNGAN HARIAN MASA NATAL:
Hari Ketujuh Dalam Oktaf Natal
1Yoh 2:18-21, Mzm 96:1-2,11-12,13, Yoh 1:1-18

BACAAN INJIL:
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

RENUNGAN:

Sungguh indah merenungkan Injil hari ini di penghujung tahun 2011 ini. Sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2011 dan akan memasuki tahun 2012. Tahun 2011 kita bisa lewati walaupun pasti banyak pengalaman suka dan terutama duka yang kita alami. Kalau kita boleh jujur, dalam tahun 2011 kita pasti banyak mengalami persoalan hidup, yang kalau kita renungkan dengan jujur, seharusnya kita tidak bisa menghadapi semuanya itu, karena melampaui kekuatan atau kemampuan kita. Namun walaupun demikian, kita masih bisa tetap bertahan dan bersiap-siap mau menyambut tahun 2012 dan hendak memasuki tahun 2012. Selain duka, pasti kita juga mengalami pengalaman sukacita selama tahun 2011 yang akan kita lewati sebentar lagi. Mengapa kita sanggup melewati semua duka atau persoalan selama tahun 2011? Darimana semua sukacita yang kita alami selamat tahun 2011 ini? Hal ini mungkin yang kurang kita renungkan dan perlu kita renungkan dengan jujur di penghujung tahun 2011 ini.

Di penghujung tahun 2011 ini kita patur merenungkan dan menyadari bahwa segala duka atau persoalan berat dapat kita lalui adalah karena memang Tuhan telah datang dan hadir dalam kehidupan kita, walaupun kita sering tidak mengenal Dia, tidak menyadari kehadiran-Nya dan bahkan menolak kehadiran-Nya dalam hidup kita. Demikian juga halnya bahwa semua suka cita yang kita alami selama tahun 2011 ini adalah karena Tuhan yang hadir dalam kehidupan kita. Kehadiran Tuhan itu pun tidak kita sadari, tidak kita kenal dan bahkan kita menolak kehadiran-Nya. Semuanya ini kita lakukan, karena kita menganggap bahwa semua duka yang kita alami bisa kita lalui adalah karena menganggap bahwa kita memang hebat atau karena kemampuan kita. Demikian juga halnya kita berpikir bahwa semua suka yang kita alami itu, juga karena hasil perjuangan dan kerja keras kita. Dalam semuanya itu kita tidak menyadari dan mengimani bahwa itu semua adalah karena memang nyata bahwa Tuhan telah hadir dalam kehidupan kita.

Dari sebab itu, di penghujung tahun 2011 ini, kita hendaknya tidak hanya melewatkan tahun 2011 ini dengan begitu saja, tetapi dengan penuh rasa syukur atas kehadiran Tuhan dalam hidup kita selama tahun 2011 yang akan kita lalui ini. Jangan lupa melewatkan tahun 2011 ini dengan ucapan syukur pada kehadiran Tuhan dan berkat-Nya. Dengan iman ini pula kita sambut tahun 2012 ini. Jelas bahwa tahun 2012 pasti juga ada tantangan yang harus kita hadapi, tetapi tahun 2012 kita sambut dengan penuh sukacita iman, karena kita yakin bahwa Tuhan telah hadir dalam hidup kita dan Dia senantiasa ada dalam hidup kita. Kehadiran Tuhan dalam hidup kita, itulah kekuatan kita dalam menyambut tahun 2012 ini. Amin.

RENUNGAN HARIAN MASA NATAL: Jumat 30 Desember 2011

RENUNGAN HARIAN MASA NATAL:
Jumat 30 Desember 2011
(Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria, Yusuf)
Kej 15:1-6, 21:1-3, Mzm 105:1b-2,3-4,5-6,8-9, atau Ibr 11:8,11-12,17-19, Luk 2:36-40

BACAAN INJIL:
Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

RENUNGAN:

Hari ini kita merayakan hari Raya keluarga kudus. Dalam ayat terakhir injil hari ini dikatakan bahwa bahwa Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya. Semuanya itu bisa terjadi pada diri kanak-kanak Yesus tentu bukan karena keluarga ini adalah keluarga kaya dan terpandang, tetapi terlebih karena keluarga ini adalah keluarga yang taat beriman kepada Allah. Keluarga ini juga hidup dalam cinta kasih satu sama lain. Keluarga inilah menjadi teladan hidup bagi hidup keluarga.

Dalam kehidupan keluarga tentu banyak suka duka yang dialami juga dalam hal mendidik anak-anak. Banyak orang menganggap jaminan hidup bahagia adalah memiliki banyak harta. Tidak sedikit juga orang tua yang berpikir bahwa kebutuhan utama bagi anak-anak adalah harta, menganggap bahwa bila kebutuhan anak semua tercukupi, maka anak itu akan bertumbuh dengan baik. Oleh sebab itulah banyak orang tua yang sibuk mencari uang dan mengumpulkan harta, semua waktu mereka habiskan di luar rumah dengan suatu pikiran agar kebutuhan materi anak atau keluarga terpenuhi. Orang tua sibuk bekerja di luar rumah, seakan tidak ada waktu lagi buat anak-anak dan keluarga. Hal yang demikian juta banyak dilakukan oleh para isteri, sehingga pengasuhan anak diserahkan kepada pembantu atau orang lain. Dalam semuanya itu, orang tua berdalih bahwa semuanya dilakukan demi kebahagiaan dan masa depan anak. Maka tidak heran bila orang tua banyak menuntut pada anak karena merasa sudah melakukan banyak hal dan mencukupi kebutuhan materi anak. Sehingga bila anak nakal atau tidak seperti yang diharapkan orang tua, orang tua pasti marah besar dan kecewa kepada anak-anak.

Benarkah harta dan tercukupinya semua kebutuhan materi menjadi jaminan hidup bahagia keluarga? Benarkah bahwa harta atau kebutuhan materi yang tercukupi adalah kebutuhan utama anak-anak dalam keluarga? Kiranya berdasarkan pengalaman hidup, jelas semuanya itu tidak menjamin hidup bahagia dalam keluarga demikian juga dalam diri anak-anak. Banyak keluarga yang hidupnya tercukupi bahkan berlebihan secara materi tetapi tidak merasakan bahagia dalam hidupnya. Juga banyak anak dari keluarga yang kaya hidupnya tidka bahagia dan bahkan berperilaku tidak baik, karena di rumah tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tua, karena orang tua sibuk di luar untuk mencari harta dan sibuk dengan pekerjaan dan hoby. Anak yang tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang dalam keluarga akhirnya mencarinya di luar dan jatuh pada pencarian yang salah.

Maka hari ini, keluarga kudus Nasaret hendaknya menjadi teladan bagi para saudara yang berkeluarga. Harta, uang dan kebutuhan materi yang cukup memang perlu untuk keluarga dan anak-anak, tetapi semuanya itu tidak cukup dan bukan menjadi jaminan hidup bahagia dalam keluarga, serta semuanya itu tidak menjadi jaminan bahwa anak-anak bertumbuh menjadi anak-anak yang baik. Keluarga Nasaret memberi teladan bahwa jaminan hidup bahagia dalam keluarga adalah iman dan ketaatan kepada Tuhan. Iman dan ketaatan itu diwujudkan juga dalam keteladanan hidup yang baik. Banyak orang tua hanya mengajarkan hal yang baik kepada anak-anaknya tetapi tidak menjadi teladan dalam kebaikan. Banyak juga orang tua menjalankan hidup imannya hanya sebagai formalitas, tidak sungguh menghayati imannya. Oleh karena itu, hendaknya para orang tua senantiasa sadar akan tanggungjawab mereka untuk mewujudkan keluarga kudus seperti keluarga nasaret. Amin.

Paus soroti komersialisme dan kekerasan

Paus soroti komersialisme dan kekerasan

Allah mengutus putra-Nya ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia dari kejahatan, kesombongan dan kekerasan, kata Paus Benediktus XVI dalam pesan Natalnya.

“Anak yang kita renungkan adalah penyelamat kita! Dia telah diutus membawa pesan universal untuk rekonsiliasi dan perdamaian,” kata Paus, pada 25 Desember saat dia berdiri di balkon utama Basilika Santo Petrus dan memberikan berkat Natal.

Dalam pesan Natal, seperti dalam homilinya pada Misa malam sebelumnya, Paus Benediktus berbicara tentang kehendak Allah untuk menyelamatkan umat manusia dan keputusannya untuk melakukan itu melalui kelahiran seorang anak di Betlehem, hidup di tengah manusia, mati dan bangkit dari kematian untuk mereka.

“Ia datang untuk menyelamatkan kita! Ini adalah seruan yang digemakan oleh segenap umat manusia,” kata Paus.

Yesus datang ke bumi untuk membawa orang kembali kepada Tuhan, untuk mengubah mereka dari dosa mereka dan mempromosikan rekonsiliasi, dialog dan kerjasama, katanya.

Seperti biasanya, Paus Benediktus menggunakan pesannya untuk meminta orang Kristen untuk berdoa dan menyalurkan bantuan untuk orang yang menderita pada Natal ini: kelaparan di Benua Afrika; banjir di Thailand dan Filipina; ketegangan diantara Israel dan Palestina; kekerasan di Suriah; kurangnya perdamaian dan keamanan di Irak dan Afghanistan, perjuangan untuk demokrasi dan hak asasi manusia di seluruh Afrika Utara dan Timur Tengah, dan rakyat Myanmar.

Tepat sebelum Paus muncul di balkon, kantor berita melaporkan ledakan bom di sebuah Gereja Katolik di pinggiran Abuja, Nigeria. Laporan awal mengatakan, ada lebih dari 10 tewas.

“Hari Natal telah menjadi perayaan komersial, kegemerlapan lampu menyembunyikan misteri kerendahan hati Allah, yang pada gilirannya memanggil kita dengan kerendahan hati dan kesederhanaan. Mari kita minta Tuhan untuk membantu kita bercemin pada bayi Yesus di kandang Betlehem, guna menemukan sukacita dan terang sejati,” katanya.

Sumber: Pope says Christmas shows God’s will

Disadur dari:www.cathnewsindonesia.com ,Tanggal publikasi: 27 Desember 2011

RENUNGAN HARIAN MASA NATAL: Kamis 29 Desember 2011

RENUNGAN HARIAN MASA NATAL:
Kamis 29 Desember 2011
(Tomas Becket)
1Yoh 2:3-11, Mzm 96:1-2a,2b-3,5b-6, Luk 2:22-35

BACAAN INJIL:
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."

RENUNGAN:

Sungguh mengharukan kisah hidup iman Simeon yang ditampilkan dalam Injil hari ini. Simeon orang yang saleh dan dia mempunyai kerinduan hati yang mendalam yakni menantikan kedatangan Sang Mesias. Sepertinya kerinduan itu sangat besar dan kuat dan mungkin itu membuat dia bertahan tidak cepat mati. Maka ketika Yesus dibawa ke Bait Allah di Yerusalem oleh orang tuanya untuk dipersembahkan kepada Allah, Simeon langsung bersukacita memuji Tuhan. Dia bersukacita dan bersyukur karena kerinduan hatinya untuk menantikan dan melihat Sang Mesias sudah terpenuhi. Menantikan kedatangan Sang Mesias dan bertemua dengan Dia, bagi Simeon itulah sukacita yang melebihi segala-galanya, bahkan melebihi nyawanya sendiri. Dari sebab itu, setelah bertemu dengan kanak-kanak Yesus, dia siap dipanggil oleh Tuhan. Melihat dan bertemu dengan Mesias, itulah tujuan akhir hidupnya, itulah kerinduannya yang paling mendalam, itu pulalah sukacita yang paling besar baginya.

Bagaimana dengan kita sendiri? Perayaan Natal Yesus Kristus sudah 4 hari yang lalu kira rayakan. Apakah kita sungguh menghayati bahwa hari Natal adalah perayaan iman, sukacita karena Yesus Tuhan mau melawat dan tinggal bersama kita, sungguh merupakan sukacita besar bagi kita? Atau mungkin semuanya itu kita lalui hanya sebagai masa bergembira, kesempatan bergembira ria dengan segala hiburan kesenangan? Apakah sukacita natal sungguh kita hanyati hingga saat ini? Kalau memang iman kita seperti Simeon, kita yang sudah bertemu dengan Sanga Mesias yakni dalam diri kanak-kanak Yesus yang lahir di kandang domba, tentu kita bersukacita dan sukacita itu membuat kita menyakini bahwa pertemuan dengan Yesus itulah sukacita yang paling besar melebihi segala-galanya sehingga kita berani hidup hanya untuk Dia.

Kita yang merayakan natal Yesus Kristus, diingatkan kembali oleh Simeon, bahwa Yesus Tuhan adalah Mesias yang datang untuk membawa terang dan keselamatan kepada semua orang. Simeon memuji memuliakan Tuhan setelah bertemua dengan Sang Mesias. Maka bagaimana dengan kita? Sukacita Natal, pertemuan kita dengan Sang Mesias, baiklah kiranya membuat kita bersukcita dan sukacita itupula kita bagikan kepada sesama dengan membawa terang dan membagikan keselamatan Allah bagi sesama kita. Sudah seharusnya Natal tidak kita lewatkan hanya dengan seremonial saja, janganlah dilewatkan hanya dengan pesta pora dan hura-hura, juga tidak hanya dengan kembang api, tetapi dengan berbagi sukacita dengan sesama kita. Banyak hal yang bisa kita lakukan. Semua kita bisa berbagi sukacita natal kepada sesama kita, asal kita mau. Amin.

Presiden ajak umat Kristiani perkuat toleransi

Presiden ajak umat Kristiani perkuat toleransi

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan selamat Natal kepada umat Kristiani di Indonesia, dan juga mengajak untuk terus memperkuat toleransi.

“Atas nama negara dan pemerintah, saya ingin menyampaikan salam hormat dan salam bahagia kepada umat Kristiani di seluruh tanah air yang merayakan Natal tahun 2011 ini,” kata Presiden SBY, dalam pidato pada perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional 2011, di JCC, Jakarta, Selasa (27/12) malam.

Di hadapan sekitar 6.000 umat Kristiani, ia mengungkapkan semoga perayaan Natal tahun ini membawa, kebahagiaan, kedamaian, dan kesejahteraan kepada segenap Umat Kristiani, dan kepada semua bangsa Indonesia.

Ia menegaskan, “Agama menjadi landasan moral dan etika untuk bangun bangsa yang lebih maju, mari kita songsong tahun depan penuh harapan. Kita cetak kondisi politik stabil, ekonomi baik dan kehidpan sosial yang lebih baik,” katanya.

“Renungan Natal yang disampaikan, juga mengajak umat Kristiani untuk meningkatkan kualitas keberagamaan, sekaligus partisipasi dalam pembangunan bangsa. Melalui renungan-renungan Natal tahun ini, segenap umat manusia disadarkan akan pentingnya penerapan prinsip humanisme, pluralisme, dan toleransi, dalam mengatasi berbagai persoalan yang kita hadapi bersama,” paparnya.

“Kesalahan dan ketidakpatutan dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat tahun ini jangan terjadi lagi tahun depan, dengan iman, pengharapan dan kasih, bangun Indonesia lebih sejahtera, adil dan damai,” katanya.

Presiden juga meminta semua umat beragama, khususnya umat Nasrani yang tengah merayakan Natal, untuk terus meningkatkan toleransi dan kebersamaan dalam menyelesaiakan berbagai masalah.

Presiden menyebutkan kebersamaan, toleransi dan saling memahami adalah salah satu kunci keberhasilan pembangunan. Dia mengajak masyarakat dan umat kristiani untuk mensyukuri kondisi bangsa yang baik dari sektor ekonomi, politik dan kehidupan masyarakat sehingga terbangun harmoni.

Sementara itu Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo, yang membawakan narasi Natal, mengatakan, makin banyak orang hidup berkelimpahan, tetapi tidak menemukan makna hidup sejati. “Bagi mereka, berhala bukan lagi batu atau pohon besar, melalinkan keserakahan,” kata wakil ketua Konferensi Waligereja Indonesia itu.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)