Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

PENGUMUMAN / BERITA

PENGUMUMAN DAN BERITA PAROKI

Hari ini, Minggu 7 Nopember 2010, di Paroki Maria dari Gunung Karmel akan dirayakan Perayaan Ekaristi bersama umat se-Paroki Tigalingga. Dalam Perayaan Ekaristi tersebut, akan diadakan pelantikan, pengutusan para pengurus Gereja periode 2010 s/d 2015. Pelantikan dan pengutusan Para Pengurus Gereja, akan denyatakan dengan pengalungan atau pemberian kalung salib untuk masing-masing pengurus Gereja. pada kesempatan itu juga, akan diadakan penerimaan Sakramen Krisma. Perayaan Ekaristi, pelantikan, pengutusan Para pengurus dan Penerimaan Sakramen Krisma, akan dipimpin oleh Vikjen Keuskupan Agung Medan, yakni Pastor Harold Harianja Ofm.Cap. Perayaan ini akan diadakan di pekarangan belakang Gereja dan di lokasi bangunan Gereja yang 'sudah terbengkalai', dan akan dihadiri semua umat katolik se-paroki Tigalingga.
Dalam perayaan ini, juga diharapkan sekaligus untuk menggalang dana bagi kelanjutan pembangunan Gereja, tetapi tetap akan diadakan kolekte khusus untuk korban Becana alam di Mentawai, Merapi dan Wasior. Biaya untuk pesta besar ini, sepenuhnya swuadaya umat se-paroki. Mari kita berdoa, semoga semuanya berjalan dengan baik, lancar dan semakin menguatkan iman umat. Amin.

RENUNGAN: MINGGU XXXII, 7 Nop. 2010

HARI MINGGU BIASA XXXII (7 Nop. 2010)
2Mak 7:1-2,9-14, Mzm 17:1,5-6,8b,15, 2Tes 2:16-3:5,
Luk 20:27-38
“Allah bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup."

Maka datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: "Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak.
20:30 Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak. Akhirnya perempuan itu pun mati. Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia." Jawab Yesus kepada mereka: "Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan. Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup." Demikianlah Injil Tuhan kita.

PENGANTAR:

Sering kita mendengar istilah yang mengatakan, “Hidup hanya sekali, mengapa hidup yang sekarang kita sia-siakan dan tidak kita nikmati sepuas-puasnya?” Pernyataan ini menyiratkan bahwa hidup yang sekarang di dunia inilah hidup sesungguhnya, hanya hidup di dunia inilah yang nyata, sedangkan hidup setelah mati, tidak ada yang tahu dan bahkan tidak mengakui adanya hidup setelah hidup di dunia ini. Ada pula yang mengatakan, “Mari kita nikmati hidup sekarang ini dengan sepuas-puasnya sebelum mita mati, karena kita tidak tahu apa yang terjadi setelah kematian, karena kita tidak tahu apa yang ada setelah kematian.” Pandangan-pandangan di atas jelas sebenarnya bahwa tidak sedikit orang yang tidak lagi mengakui hidup setelah kematian. Pemikiran semacam ini semakin kental karena manusia sudah lebih kritis, yang seringkali berpikir tentang surge seperti yang dipikirkannya. Manusia sudah ‘mendewakan’ rasionya, sehingga surga yang melampaui hidup dan akan budi manusia, itu dianggap suatu yang tidak nyata, tidak real dan bahkan tidak ada. Oleh sebab pemikiran yang demikian, orang seakan ingin menikmati hidup ini sepuas-puasnya.

PERMENUNGAN:

Pemikiran yang demikian menjadi tantangan bagi umat kristiani, sehubungand engan keyakinan akan kebankitan hidup, adanya hidup setelah kematian. Itulah yang ditanyakan oleh orang-orang Saduki kepada Yesus. Pertanyaan yang dilontarkan oleh orang-orang Saduki adalah suatu pertanyaan yang sulit, karena menggunakan logika manusia yang logis. Tetapi Yesus menjawab mereka dengan jawaban yang luar biasa, sehingga orang-orang Saduki jadi terdiam dan tidak lagi bertanya untuk mencobai Yesus. Yesus memberi jawaban bahwa setelah kematian, ada hidup yang lain, yang berbeda dengan hidup yang sekarang, hidup bukan seperti yang dipikirkan oleh manusia dan hidup itu bukan menjadi kelanjutan dari hidup yang sekarang.
Dalam jawaban yang diberikan oleh Yesus, jelas bahwa hidup setelah kematian adalah suatu hidup yang kekal, di mana orang tidak lagi mati dan hidup sebagai saudara. Karena dalam kehidupan setelah kematian, orang memiliki hidup yang kekal, tidak mati lagi, maka di sana tidak ada kawin dan dikawinkan.
Dalam kehidupan di dunia ini, orang kawin adalah karena tahu dirinya akan mati, dan ingin agar ada yang menjadi penerusnya dalam kehidupan ini. Hal ini kiranya sangat kental dalam budaya tertentu, misalnya dalam adat batak, seseorang menikah untuk meneruskan marga agar marga itu tidak punah. Bahkan dalam budaya Batak yang menganut paham patriarchal, sangat menekankan keturunan laki-laki demi meneruskan marga laki-laki. Sehingga dahulu, bila seseorang menikah dan tidak hanya memiliki anak perempuan, tidak memiliki anak laki-laki yang akan meneruskan marganya, dia seakan ‘diijinkan’ untuk menikah lagi demi menampatkan anak laki-laki yang akan meneruskan marganya. Sehingga sangat tepatlah jawaban Yesus bahwa dalam kehidupan setelah kematian, tidak ada kawin dan dikawinkan karena tidak akan mati lagi dan semua hidup sebagai saudara.
Sekarang, apa yang mau dikatakan kepada kita?
Hidup yang sekarang, bukanlah hidup yang sesungguhnya, bukanlah tujuan akhir hidup kita, tetapi masih ada kehidupan lain yang lebih indah yakni kehidupan kekal, di sana penuh dengan kebahagiaan bersama dengan Tuhan yang hidup. Dengan kenyakinan ini, kita diajak untuk waspada dalam hidup sekarang ini, jangan sampai kita terlena dengan pemikiran yang menyesatkan kita, yang mengatakan bahwa kehidupan kekal itu tidak ada. Tetapi dengan keyakinan ini, kita berusaha menjadikan hidup yang sekarang sebagai perjalanan untuk menuju kehidupan kekal.
Kenyakinan ini menjadi suatu kekuatan dan semangat baru bagi kita dalam menjalani hidup ini. Dalam hidup yang sekarang mungkin kita mengalami banyak persoalan, penderitaan dan tantangan. Penderitaan dan persoalan yang kita hadapi sekarang ini, tidak membuat kita putus asa, karena setelah hidup yang sekarang, kita masih punya harapan akan beroleh hidup yang kekal, hidup yang lebih membahagiakan. Namun untuk sampai ke situ, dituntut kesetiaan kita pada iman akan Yesus Kristus. Hal inilah yang digambarkan dalam bacaan pertama hari ini. Bila kita tetap setia pada iman kita, walaupun kita mengalami persoalan dan penderitaan, kita yakin akan memperoleh hidup kekal kelak. Jadi jelas, kesetiaan dalam iman dan menghayatinya merupakan syarat mutlak untuk masuk pada kehidupan kekal.

REFLEKSI RPIBADI:

1. Mari kita selalu waspada dengan ‘pemikiran’ dunia yang selalu menjauhkan kita dari keyakinan akan adanya kehidupa sesudah kematian, yakni kehidupa kekal.

2. Mari kita selalu setia pada iman dan menghayatinya, agar sesudah hidup di dunia ini, kita diperkenankan masuk dalam kehidupan kekal.

3. Mari kita dalam hidup sekarang ini, juga berusaha hidup bersama orang lain, memandang orang lain sebagai saudara kita, karena kelak kitapun dalam kehidupan kekal akan hidup sebagai satu saudara yang telah dibangkitkan oleh Yesus Kristus. Semoga. Amin.

Injil Hari Minggu XXXII (Bahasa Toba)

HARI MINGGU BIASA XXXII (7 Nop. 2010)
2Mak 7:1-2,9-14, Mzm 17:1,5-6,8b,15, 2Tes 2:16-3:5,
Luk 20:27-38
“Debata, ndang Debata ni angka na mate Ibana, Debata ni angka na mangolu do; ai saluhut do nasida mangolu di Ibana".

Di sada tingki, ro ma deba sian Saduse na so marhatutuhon, adong haheheon ni na mate, manungkun Ibana. Ninna nasida ma: Gurunami, disurathon si Musa di hita: Molo mate sihahaan, tuminggalhon parompuan so martinading, ingkon dihabia anggina do dongan saripe ni hahana i, pajongjongkon pomparan di ibana. Asa adong ma pitu halak na marhahamaranggi. Mangoli ma sihahaan, dung i mate ma ibana so martinading. Dihabia paidua ma boruboru i. Dung i paitolu i muse; gabe songon i do torus na pitu i, ndang martinading di hamamatenasida be. Umpudi sian nasida mate nang parompuan i.Onpe, di haheheon i, ise sian nasida nampuna nioli disi? Ai nasida na pitu i do marniolihonsa. Gabe didok Jesus ma tu nasida: Anak ni hasiangan on do mangoli jala pabolihonsa. Alai angka naung gabe tau tu hasiangan sogot dohot tu haheheon na sian angka na mate, ndang mangoli manang pabolihonsa pe. Ai ndang tarbahensa be mate, ai suman tu surusuruan i jala anak ni Debata do nasida, ia dung gabe partohap di haheheon i. Alai paboa, sipaheheon sogot angka naung mate, nang si Musa ditaringoti do i, uju di ramba na sampulguk i, ai digoar do disi Tuhan i "Debata ni si Abraham, Debata ni si Isak jala Debata ni si Jakkob." Nda tung Debata ni angka na mate Ibana, Debata ni angka na mangolu do; ai saluhut do nasida mangolu di Ibana.

Injil Hari Minggu XXXII (Bahasa Toba)

Sejarah GEREJA KATOLIK

Sejarah Gereja Katolik meliputi rentang waktu selama hampir dua ribu tahun. Sejarah Gereja Katolik merupakan bagian integral Sejarah kekristenan secara keseluruhan. Istilah Gereja Katolik yang digunakan secara khusus untuk menyebut Gereja yang didirikan di Yerusalem oleh Yesus dari Nazaret (sekitar tahun 33 Masehi) dan dipimpin oleh suatu suksesi apostolik yang berkesinambungan melalui Santo Petrus Rasul Kristus, dikepalai oleh Uskup Roma sebagai pengganti St. Petrus, yang kini umum dikenal dengan sebutan Paus.

"Gereja Katolik" diketahui pertama kali digunakan dalam surat dari Ignatius dari Antiokhia pada tahun 107, yang menulis bahwa: "Di mana ada uskup, hendaknya umat hadir di situ, sama seperti di mana ada Yesus Kristus, Gereja Katolik hadir di situ."

Di pusat doktrin-doktrin Gereja Katolik ada Suksesi Apostolik, yakni keyakinan bahwa para uskup adalah para penerus spiritual dari keduabelas rasul mula-mula, melalui rantai konsekrasi yang tak terputus secara historis. Perjanjian Baru berisi peringatan-peringatan terhadap ajaran-ajaran yang sekedar bertopengkan Kekristenan, dan menunjukkan bahwa para pimpinan Gereja diberi kehormatan untuk memutuskan manakah yang merupakan ajaran yang benar. Gereja Katolik mengajarkan bahwa Gereja Katolik adalah keberlanjutan dari orang-orang tetap setia pada kepemimpinan apostolik (rasuli) dan episkopal (Keuskupan) serta menolak ajaran-ajaran palsu.

Injil Hari Minggu XXXII (Bahasa Karo)

HARI MINGGU BIASA XXXII (7 Nop. 2010)
2Mak 7:1-2,9-14, Mzm 17:1,5-6,8b,15, 2Tes 2:16-3:5,
Luk 20:27-38
“Ia Dibata kalak si nggeluh labo Dibata si mate, sabap i bas adep-adepenNa kerina jelma nggeluh.”

Reh me piga-piga kalak Saduki ndahi Jesus. Kalak enda la tek maka kalak mate nggeluh mulihken. Isungkunna Jesus nina, "O Guru, man banta enggo isuratken Musa Undang-undang enda, 'Adi sekalak dilaki mate nadingken ndeharana, janah la lit pupusna, e maka diberu si enggo mbalu ndai arus ilakomangani senina si mate e gelah ipupusna anak jadi gancih senina si enggo mate ndai.' Lit me pitu kalak dilaki si ersenina. Sintua enggo empo, janah mate ia, la lit pupusna. E maka ilakomangani seninana si nomor dua diberu e, jenari seninana si nomor telu ngelako manganisa. Bage me jadi man pituna si ersenina ndai -- kerina ia mate, sada pe la nadingken anak. Dungna diberu ndai pe mate ka. Adi bage, kenca nggeluh kerina si mate ndai i bas wari kekeken, si apai nge perbulangen diberu ndai? Sabap pituna ia enggo pernah erjabu ras diberu e." Ijabap Jesus kalak ndai nina, "Kalak si nggeluh i bas paksa enda sereh dingen empo. Tapi kalak si metunggung ngaloken kegeluhen si mbaru kenca ipekeke i bas si mate nari lanai bo ia sereh dingen empo. Ia enggo bali ras malekat-malekat janah lanai banci mate. Ia enggo ipegeluh i bas si mate nari, janah enda me tandana maka ia anak-anak Dibata. Kerna si mate nggeluh mulihi enggo tangkas ituriken Musa i bas bagin turi-turin kerna rambah si gara. I je ikataken maka Tuhan e, e me Dibata si tetap isembah Abraham. Dibata si tetap isembah Isak ras Dibata si tetap isembah Jakup. Enda ertina maka Ia Dibata kalak si nggeluh labo Dibata si mate, sabap i bas adep-adepenNa kerina jelma nggeluh.

Injil Hari Minggu XXXII (Bahasa Indonesia)

HARI MINGGU BIASA XXXII (7 Nop. 2010)
2Mak 7:1-2,9-14, Mzm 17:1,5-6,8b,15, 2Tes 2:16-3:5,
Luk 20:27-38
“Allah bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup."

Pada suatu ketika datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: "Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak.
20:30 Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak. Akhirnya perempuan itu pun mati. Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia." Jawab Yesus kepada mereka: "Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan. Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup."

Renungan : 6 Nopember 2010

Hari Biasa
Flp 4:10-19, Mzm 112:1-2,5-6,8a,9, Luk 16:9-15

"Bagaimana sikap batin kita terhadap uang dan harta?"
Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi." "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.
Demikianlah Sabda bahagia bagi kita hari ini.

PERMENUNGAN:
Mungkin pernah kita dengar orang yang dulunya dia sangat kritis menyuarakan kejujuran, keterbukaan dan mengkritik para koruptor. Namun beberapa tahun kemudian, beliau mendapata jabatan tertentu dan kemudian dia terjerat dengan tuduhan menerima sogokan dari orang-orang tertentu. Benar atau tidak, yang jelas beliau akhirnya dihukum karena dianggap korupsi atau menerima sogokan. Orang yang dulunya ‘kritis’ mengkrikit para koruptor tetapi akhirnya melakukan hal yang sama. Sehingga dapat dikatakan bahwa uang dapat mengubah perilaku seseorang dari yang baik menjadi yang jahat, juga dapat dikatakan semua orang bisa tersesat oleh karena uang ketika mereka mempunya kesempatan.
Oleh karena itu, tepatlah nasihat yang diberikan oleh Yesus pada hari ini, agar kita waspada pada yang namanya uang atau harta. Kita yang hidup pada jaman ini tentu tidak terlepas dari semangat lingkungan yang suka mewah, ingin kaya, mencari jalan pintas untuk cepat menjadi kaya. Saat ini nampaknya orang melihat bahwa mamon, uang, kekayaan, harta sebagai jalan beroleh kebahagiaan dan itu menjadi tujuan hidupnya. Dari sebab itu orang berlomba-lomba untuk mendapatkannya dengan berbagai cara ditempuh. Korupsi dan penipuan seakan sudah dianggap biasa. Sepertinya mulai dari bawah sampai ke atas sudah hal biasa melakukan korupsi. Seseorang ketika posisinya di bawah, korupsinya kecil. Sesudah naik jabatan, korupsinya lebih besar, demikian seterusnya. Lebih parah lagi, bahwa korupsi ini juga sudah meracuni dalam hidup gereja. Pasti pernah kita dengan uang persembahan umat, uang ucapan terimkasih umat hilang entah ke mana dan ternyata ‘dipakai’ oleh pengurus gereja itu sendiri. Sehingga memang uang itu ‘menjadi’ sumber dosa yang bisa meracuni siapa saja bila seseorang tidak waspada.
Biasanya seseorang yang orientasi hidupnya adalah uang, mereka akan sulit untuk berbagi, memberi. Umumnya orang demikian hidup hanya untuk dirinya, hidup berfoya-foya dan tidak perduli dengan orang lain, karena menganggap bahwa uang atau harta yang ada padanya adalah hanya hasil dari kerja kerasnya. Oleh karena itupula, tidak jarang kita temukan orang kaya yang memberikan persembahan atau bantuannya hanya seribu rupiah saja, padahal sekali makan direstoran sampai ratusan atau jutaan rupiah dan bahkan padahal untuk membeli makanan anjingnya saja sampai ratusan ribu rupiah.
Hari ini Tuhan tidak melarang kita memiliki uang atau harta. Mamon ‘uang, kekayaan, sangat berguna berguna untuk kepentingan hidup manusia. Namun Tuhan mengatakan bahwa kita harus ‘bersahabat’ dengan mammon itu, bukan menjadi hamba dari mamon. Bersahabat dengan mammon berarti kita melihat uang, harta adalah selain karena usaha kerja keras kita tetapi juga merupakan berkat dan rahmat Tuhan yang kita peroleh. Sehingga dengan prinsip tersebut, kita diarahkan untuk menggunakan uang, harta bukan hanya untuk kepentingan sendiri tetapi juga digunakan untuk membantu orang lain terutama orang yang berkekurangan dan membutuhkan bantuan. Juga dengan prinsip hidup yang demikian, kita diajak untuk selalu waspada dalam mengupayakan uang atau harta, diarahkan untuk tidak ngotot, menghalalkan semua cara untuk memperoleh harta dan uang. Kita harus selalu waspada, jangan sampai uang menjadi tuan atas hidup kita dan kita menjadi budak dari yang atau harta. Yesus mengajar kita agar bersahabat dengan mammon, dalam arti justru uang dan harta yang kita miliki, yang kita yakini adalah juga karena berkat Tuhan, kita gunakan untuk mengupayakan ‘keselamatan’ bagi diri kita dan bagi sesama. Tetapi kita harus melakukannya dengan tulus, bukan hanya sebagai acting atau sandiwara saja. Bisa saja orang begitu royal dalam membantu sesame, tetapi sebanarnya itu semua hasil dari korupsi dan menyumbang dilakukan hanya untuk menutupi kejahatannya. Mungkin orang lain tidak tahu hal itu, tetapi Tuhan tahu kebusukan hati yang demikian. Kalau kita setia menggunakan uang, harta yang kita peroleh entah seberapapun besarnya, maka kepada kita akan dipercayakan oleh Tuhan yang lebih besar lagi. Maka kita sebagai orang Kristen, dipanggil untuk menjadi saksi kejujuran, keadilah, kesetiaan dalam menggunakan harta duniawi. Kita diajak untuk membuktikan bahwa kebahagiaan manusia sekarang dan yang akan datang tidak ditentukan oleh kekayaan. Amin.

REFLEKSI HARI INI:
1. Bagaimana sikap batin kita terhadap uang dan harta selama ini?
2. Bila hari ini ada orang yang meminta bantuan, cobalah berani memberi lebih besar dari yang biasanya Anda berikan.

PENTUPAN BULAN MARIA

PERARAKAN PATUNG BUNDA MARIA
DALAM RANGKA PENUTUPAN BULAN MARIA
DI STASI TAMPOK HITE TGL 31 OKTOBER 2010

Sore itu langit tampak tidak bersahabat. Gerimis kecil mengiringi perjalanan kami ( Rm Kim, Fr, dan beberapa Mudika) menuju stasi Tampok Hite. Padahal sore itu dijadwalkan misa penutupan bulan Maria, suatu perayaan yang umun dikalangan umat Katolik. Bulan Oktober yang oleh Gereja dikhusukan sebagai bulan Rosario memang seringkali dirayakan dengan penuh semarak untuk menghormati Bunda Maria. Kali ini stasi Tampok Hite mengakhiri perayaan Bulan Rosario dengan mengarak Patung Bunda Maria keliling kampung setelah dengan rutin melakukan doa rosario dari rumah ke rumah selama bulan Oktober. Berangkat dari salah satu rumah umat dan diarak menuju ke gereja stasi. Meski gerimis agak deras umat dengan penuh semangat berjalan sambil memegang sebatang lilin, mereka mendaraskan doa rosario ditengah gerimis dan diantara sekian pasang mata yang menonton didepan rumah mereka. Sesekali untaian doa rosario diselingi dengan lagu-lagu Maria yang dibawakan dalam bahasa Toba membuat perarakan ini menjadi begitu sakral dan membuat hati mereka yang mendegar nyanyian ini menjadi teduh. Bahkan lolongan anjing kampung pun menambah semangat mereka untuk menyanyi dengan lebih keras.
Patung Maria diarak paling depan di ikuti anak-anak dan umat lalu menyusul pengurus, misdinar dan Romo Kim dan umat lainya. Rombongan berjalan ditengah-tengah derai tawa dan senda gurau bapak-bapak yang menikmati tuak di kedai-kedai. Ditengah asiknya perrbincangan mereka, ketika rombongan kami lewat mereka mereka seakan-akan terheran-heran dengan apa yang kami lakukan sehingga meluangkan waktu sejenak untuk “menonton” kami. Anak-anak berhamburan keluar dari rumah mereka dengan penuh rasa ingin tahu, dengan tawa polos, dan bisik-bisik keheranan, mereka menatap patung Maria yang lewat seakan-akan mereka ingin disapa sebagai anak-anaknya, tak puas dengan itu mereka mengikuti agak jauh di belakang rombongan.
Malam itu umat stasi Tampok Hite menjadi saksi sebuah tradisi Devosi Gereja Katolik yang sudah dilakukan berabd-abad. Mereka menjadi tanda bahwa Bunda Maria memiliki tempat yang istimewa dalam Gereja Katolik dan iman mereka. Tanpa malu dan takut untuk diejek mereka mewartakan sebuah Devosi yang selama ini mungkin dianggap aneh oleh kelompok atau sadara/i dari gereja lain.

Tampok Hite menaburkan benih devosi yang apat dijadikan contoh untuk mengawali sebuah tradisi devosi secara lebih luas di Paroki Tiggalingga.
Setelah rombongan sampai di gereja, patung Bunda Maria di letakkan di depan altar dan dilanjutkan dengan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Kim. Gereja tampak penuh karena umat hampir semua datang. Dalam kotbahnya Rm. Kim menekankan pentingnya penghormatan terhadap Bunda Maria yang menjadi perantara kita untuk sampai pada Yesus. Ekaristi ini menjadi semarak karena setelah komuni ibu-ibu dengan kornya yang penuh semangat menyanyikan sebuah lagu dalam bahasa Toba yang indah. Setelah Ekaristi berakhir umat tidak langsung pulang. Mereka tingal di Gereja sejenak untuk menikmati makanan ringan yaitu ‘Lapet’. Setelah menikmati Lapet mereka baru pulang kerumah masing-masing.(Den’s)

Renungan Harian : 5 Nopember 2010

5 Nopember 2010
Flp 3:17-4:1; Luk 16:1-8
"Cerdik dan pandailah hari ini untuk mencari harta surgawi, bukan harta duniawi."

"Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara. Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka. Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku? Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan. Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul. Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang".
Demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

PERMENUNGAN:
Ketika seseorang mulai dicurigai korupsi oleh KPK atau oleh penegak hukum, biasanya mereka akan mulai mencari cara untuk membebaskan diri dari tuduhan yang akan dikenakan kepadanya. Mungkin dia akan mulai sogok sana sogok sini, biar kasusnya gak diungkit atau diungkap. Kalaupun usaha menyogok belum juga berhasil, dia akan mencoba untuk melarikan diri ke Negara lain, dan kalau perlu sampai merubah penampilan atau wajah dengan operasi plastik. Intinya, orang akan mencari cara untuk membebaskan dan menyelamatkan diri.
Di dalam Injil hari ini, Yesus menyampaikan suatu perumpamaan tentang seorang bendahara yang korup dan ketahuan oleh tuannya bahwa dia korupsi. Dia begitu cerdik mencari cara bagaimana mempertahankan diri bila dipecat tuannya dan dia bertindak cepat. Jalan yang dia ambil adalah dengan tampil sebagai seorang yang baik bagi orang-orang yang berutang kepada tuannya. Dengan jalan demikian dia yakin bahwa setelah dipecat tuannya, banyak orang yang akan membantu dia. Bendahara yang cerdik ini dipuji oleh Yesus.
Tentu yang dipuji oleh Yesus bukanlah kejaharan dan kelicikan si bendahara tersebut. Tetapi yang mau dikatakan oleh Yesus adalah bagaimana dia begitu cerdik untuk mencari selamat bagi hidupnya. Ini menjadi gambaran manusia yang seringkali cerdik dan tanpa menunda untuk mencari selamat dalam hidup dunia ini, tetapi seringkali ‘bodoh’ dan lambat dalam mencari cara untuk mencari jalan untuk kehidupan kekal. Lewat Sabda hari ini, Yesus mengajar kita untuk berlaku cerdik dan segera mencari jalan untuk menemukan dan memperoleh keselamatan kekal. Kita hendaknya tidak menunda-nunda karena akan tiba waktunya harta duniawi dan hidup sekarang ini akan berakhir. Kapan itu tiba, tidak ada yang tahu. Olehkarena itulah Yesus mengajak kita agar tidak menunda-nunda.
Kecerdikan bendahara ini, juga bisa kita renungkan sebagai gambaran kejahatan yang seringkali begitu cerdik untuk menggoda dan merayu kita sehingga bergabung dengannya. Setan atau anak-anak kejahatan seringkali sepintas menawarkan persahabatan yang baik dan seakan menyenangkan, padahal sebenarnya mereka mempunyai maksud tersembunyi untuk menyesatkan kita. Oleh karena itu, kitapun harus cerdik atau bijaksana dalam menghadapi mereka anak-anak kegelapan dan hendaknya tidak kalah sigap dengan berbuat baik. Jangan karena kelengahan dan sikap menunda pada akhirnya kita dan semakin banyak orang yang disesatkan oleh anak-anak kegelapan.

REFLEKSI HARI INI:
1. Cerdik dan pandailah hari ini untuk mencari harta surgawi, bukan harta duniawi.
2. Cobalah renungkan, hal-hal apa saja yang akan Anda kerjakan untuk mencari harta surgawi?

Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2010

Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI)2010: Sebuah Hajatan Iman

Pada tanggal 1-5 November 2010, para wakil umat katolik dari ke-37 Keuskupan dan Keuskupan Agung di Indonesia akan menyelenggarakan temu iman di Wisma Kinasih-Caringin-Bogor, Jawa Barat. Peristiwa ini merupakan ritual lima tahunan yang lasim disebut SAGKI (Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia). Sekadar untuk mengingat bahwa SAGKI sebelumnya diselenggarakan pada tahun 2000. Pada kesempatan itu, umat Katolik Indonesia merumuskan jati diri dan perutusannya sebagai gereja komunitas basis. Lima tahun berselang, melalui SAGKI tahun 2005, mereka menegaskan kembali panggilan dan perutusannya sebagai sebuah gerakan menuju keadaban publik baru. Untuk tahun 2010, Para Uskup Indonesia memilih tema 'Dia Datang Supaya Semua Memperoleh Hidup Dalam Kelimpahan '(bdk. Yoh 10:10). Melalui tema ini, umat Katolik diajak untuk menyadari panggilannya sebagai 'Gereja yang diutus untuk mewartakan kabar gembira Yesus Kristus, sekaligus merayakan iman akan Yesus Kristus yang mereka alami setiap hari dalam hidup bermasyarakat di Indonesia.

Pribadi Yesus Kristus ( hidup dan karya-Nya) akan menjadi sentra perayaan SAGKI 2010. Dalam konteks ini, perayaan SAGKI 2010 juga dapat dipandang sebagai tindak lanjut dari Kongres Misi Asia I yang diselenggarakan di Chiangmai- Thailand pada tahun 2006 silam. Pada kesempatan itu, utusan umat katolik dari negara-negara Asia berkumpul dan merayakan imannya secara bersama dalam sebuah komunitas bangsa-bangsa Asia melalui sharing dan perayaan, melalui pertunjukan seni dan pentas budaya. Walaupun demikian, kita tetap menyadari bahwa, SAGKI 2010 bukanlah duplikat (penggandaan) Kongres Misi I di Chiangmai-Thailand. Kongres misi di Tahiland tetap kita anggap sebagai Ilham, yang memberikan inspirasi bagi umat Katolik Indonesia untuk merayakan pengalaman imannya dan mengemban perutusannya sebagai Gereja Katolik di Indonesia.

Apa yang khas dari SAGKI 2010

Bebeda dengan SAGKI terdahulu yang diisi dengan diskusi-diskusi ilmiah dan analisis-analis intelektual, SAGKI tahun 2010 lebih merupakan sebuah perayaan dan kesempatan untuk berbagi (sharing). Para peserta SAGKI akan merayakan dan mensharingkan pengalaman imannya tentang pribadi Yesus Kristus dalam konteks Indonesia. Lewat perayaan iman ini kita akan melihat sejauhmana Kristus sudah diterima dan memengaruhi hidup orang Katolik Indonesia. Kekayaan yang diperoleh dari hajatan ini diharapkan dapat menggerakkan semangat ber-evangelisasi umat katolik Indonesia ( revitalisasi semangat bermisi). Suasana kekeluargaan dan penuh keakraban akan menjadi warna yang mendominasi proses menutur dan mendengarkan kisah-kisah pribadi yang orisinal dari setiap peserta. Dengan demikian gambaran tentang Wajah Yesus bukan didasarkan pada hasil riset para ahli atau ulasan para cendekiawan tetapi dari pengalaman dan kesaksian iman setiap orang Katolik.

Narasi (menuturkan dan mendengarkan kisah) akan dipergunakan sebagai metode dalam pengungkapan iman. Setiap peserta yang mewakili umat katolik keuskupan akan mendapat kesempatan untuk menuturkan kisah (sharing iman) selama hari-hari SAGKI dalam kelompok-kelompok (narasi kelompok). Sementara yang lain akan diberi kesempatan untuk bercerita di depan publik (narasi publik). Narasi-narasi itulah yang akan dirangkum, direfleksi dan didalami dalam terang Kitab Suci dan Ajaran Gereja yang pada akhirnya memberikan petunjuk (indikator) kepada kita untuk mengetahui sejauhmana kita mengalami Kristus dalam pergulatan hidup setiap hari. Keberhasilan narasi amat tergantung dari peran serta aktif para peserta sendiri . Olehkarena itu diharapkan agar para utusan akan datang dengan bekal yang memadai untuk bercerita baik isi cerita ( apa yang hendak dituturkan) maupun kemasan ceritanya (bagaimana menuturkan kisah itu). Tentu Panitia SAGKI 2010 akan mempersiapkan dan menentukan kriteria bercerita kepada semua peserta yang akan mengikuti perayaan SAGKI. Panduan itu akan menjadi pedoman bagi para peserta untuk menyampaikan kesaksian hidup mereka secara kreatif dan leluasa degan menimba inpirasi dari I Yoh 1:3 'Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami ceritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami..dan supaya sukacita kami (kita) menjadi sempurna.'

Mengapa Menuturkan dan Mendengarkan Kisah (Narasi)

Pada saat seseorang menutur kisah, ia sebenarya 'membongkar' struktur dirinya kepada orang lain yang mendengarkannya. Lewat tuturan kisah, seseorang mengungkapkan siapa dia, dimana dia berada, dengan siapa dia berelasi. Manusia sendiri teridiri dari struktur-stuktur kisah . Kisahnya tidak dapat berdiri sendiri. Ia selalu memiliki kaitannya dengan ligkungan di sekelilingnya yang dilihat, disentuh, dirasakan dan dihayati). Dengan menuturkan kisah, akan nampak bagaimana ia mengalami sesuatu termasuk pengalamannya dengan Pribadi Yesus yang mungkin sulit dipahami bila didefinisikan secara ilmiah. Yesus sendiri dalam karya pewartaan-Nya baik di hadapan khlayak ramai maupun secara perorangan, selalu menggunakan kisah dan narasi. Tatkala Ia menjelaskan 'siapakah sesama', Yesus tidak memberikan definisi. Yesus malah memulainya dengan menuturkan kisah yang akhirnya kita kenal dengan sebut Orang Samaria yang Baik Hati (bdk. Luk.10: 25-37). Paus Yohanes Paulus II dalam dokumen Ecclesia in Asia yang dipromulgasikan pada tahun 1999 menandaskan bahwa narasi-menuturkan kisah merupakan pedagogi yang paling cocok untuk bangsa-bangsa (EA no 20). Gereja Katolik Indonesia sebagai bagian dari Gereja di Asia dalam pertemuan lima tahunannya menganggap bahwa SAGKI tahun 2010 merupakan suatu moment yang tepat untuk menjadikan metode narasi sebagai sarana berbagi pengalaman iman .

Pribadi Yesus Kristus adalah Isi Narasi

Yang akan dikisahkan oleh para peserta SAGKI adalah pengalaman imannya tentang Pribadi Yesus dalam konteks kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Konteks masyarakat Indonesia memang sangat variatif dan kompleks. Namun di antara kompleksitasitu, para Uskup menjatuhkan pilihan pada tiga realitas yang dianggap sungguh dominan dan membutuhkan perhatian istimewa dari umat Katolik Indonesia. Ketiga realitas itu adalah kehidupan sosio-budaya, kehidupan sosio religius dan kehidupan sosio ekonomi

Ketiga kenyataan sosial tersebut akan direfleksikan dan disharingkan dalam tiga hari berturut-turut dibawa tiga tema yakni Mengenali Wajah Yesus dalam dialog dengan budaya lain (hari pertama sesi narasi); Mengenali Wajah Yesus dalam dialog dengan Agama dan Kepercayaan lain (hari kedua sesi narasi) dan Mengenali Wajah Yesus dalam Pergumulan Hidup Kaum Marjinal dan Terabaikan (hari ketiga sesi narasi ).

Pengenalan akan wajah Yesus itu juga akan nampak dalam seluruh rangkaian acara SAGKI2010, yakni dalam ekaristi yang bernuansa inkulturatif, dalam pentas budaya yang diadakan pada setiap akhir acara harian, melalui pendalaman dan pengendapan narasi dan tentunya dalam suasana spontanitas dan kekeluargaan yang tercipta selama SAGKI 2010.

Keterlibatan Semua Umat Katolik.

Betapapun yang akan hadir dalam acara SAGKI di Bogor adalah para utusan dari Keuskupan, Perayaan ini merupakan peristiwa iman semua umat Katolik Indonesia. Setiap Keuskupan akan mengirim enam hingga sepuluh orang sebagai utusan Keuskupan pada acara SAGKI. Diharapkan para utusan keuskupan adalah mereka yang akan sungguh-sungguh mewakili semua elemen umat Katolik yang berada dalam Keuskupan seperti komposisi awam dan rohaniwan, laki-laki dan perempuan dan juga mewakili lembaga atau organisasi gerejawi. Dengan demikian, para utusan sungguh-sungguh merepresentasi kekayaan dan keragaman yang ada dalam keuskupannya. Umat katolik yang tidak hadir dalam perayaan SAGKI di Bogor tetap diminta partisipasinya lewat doa, perayaan ekaristi dan juga dukungan moral serta sumbangan dana untuk kelancaran kegiatan SAGKI 2010. Kiranya perayaan iman ini membangkitkan semangat perutusan dalam diri kita sebagai gereja yang hidup, dinamis dan selaras jaman.

Rm. Agus Alfons Duka, SVDKetua Panitia SAGKI 2010

(HIDUP NO.32 8 Agustus 2010)

Renunan : 4 Nopember 2010

Renunan : 4 Nopember 2010
Flp 3:3-8a, Mzm 105:2-3,4-5,6-7, Luk 15:1-10
Peringatan Wajib St. Karolus Borromeus

‘Cinta kasih Tuhan mencari dan menyelamatkan. Bagi-Nya manusia sungguh berharga."

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka." Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan." "Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."
Demikianlah sabda bahagia bagi kita hari ini.

PERMENUNGAN:
Dalam satu kunjungan ke penjara, seorang narapidana bertanya, “Apakah Tuhan masih mengasihi kami?” “Apakah Tuhan masih mau mengampuni kami?” Pertanyaan ini kerap muncul ketika orang sungguh menyadari kedosaannya yang besar dan mempunyai niat untuk bertobat.
Injil hari ini kiranya menjadi jawaban yang sangat pasti kepada kita, bahwa Tuhan mengasihi semua orang dan akan selalu mengasihi semua orang. Dalam Injil jelas dikatakan bahwa kasih Tuhan sungguh luar biasa, Dia tidak ingin satu orangpun yang dikasihiNya hilang, Dia akan menari sampai ketemu dan bila sudah ketemu, Dia akan bergembira. Mendengar gambaran ini, tentu bukan berarti bahwa demi mencari satu orang yang hilang, Tuhan tidak mempedulikan yang lain. Tetapi yang mau dimaksudkan adalah bahwa kasih Tuhan itu sungguh besar, Dia tidak mengharapkan satu orangpun hilang, satu orangpun bagi Dia sangat berharga.
Berbeda halnya dengan prinsip orang Farisi dan prinsip kita pada umumnya. Pada umumnya kita sering mengatakan bahwa biar satu atau dua hilang, yang penting masih ada banyak lagi. Sehingga pertanyaan di atas sebenarnya menjadi, “Apakah keluarga dan orang lain masih mau menerima narapidana yang bebas dari tahanan dan mau bertobat?” Hal yang kerap terjadi adalah, kita tidak peduli dengan orang-orang yang ‘berdosa’, kita sulit menerima orang yang mempunyai niat untuk bertobat. Sikap ini mungkin kerap kita ungkapkan dengan sikap kecurigaan besar atau bahkan penolakan kepada orang-orang yang berdosa dan juga kepada orang yang mempunyai niat untuk bertobat. Sikap kita yang demikian, seringkali juga menghalangi mereka untuk ‘terlepas’ dari kedosaannya dan bahkan menjadi penyebab mereka kembali bahkan semakin jauh terjerumus dalam kedosaannya. Tetapi syukurlah, kasih Tuhan itu tidak seperti prinsip manusia. Bagi Tuhan satu orang sangat berharga, sehingga Dia akan selalu mencari dan bersukacita bila satu orang berdosa bertobat.
Sabda bahagia bagi kita hari ini mengajak kita untuk menyadari bahwa betapa besar kasih Tuhan, betapa Tuhan rindu agar kita mau bertobat. Kitapun tentu tidak lepas dari dosa, sehingga dengan Sabda ini kita berani kembali kepadaNya, kita berani bertobat walau sebesar apapun dosa-dosa kita. Lewat Sabda ini, kita sadar bahwa bila kita adalah juga orang yang tidak lepas dari dosa-dosa dan mengharapkan belaskasih Tuhan, tentu kita juga berani ‘mencari’, menerima dan bersukaria bila ada seseoang yang bertobat, bukan malah menolak atau menyingkirkan mereka.

REFLEKSI HARI INI:
1. Sadarilah bahwa diri kita juga tidak lepas dari dosa, dan mengharapkan belaskasih Tuhan.
2. Kita percaya bahwa Tuhan selalu mau menerima kita, sehingga kita berani untuk bertobat.
3. Iman juga harus berbuah dalam perbuatan yang mencari, mendoakan, menerima dan bersukacita bila ada orang yang bertobat.
4. Hanyatilah hari ini bahwa semua orang berharga di mata Tuhan.

Renungan ; 3 Nopember 2010

Renungan : 3 Nov 2010
Flp 2:12-18, Mzm 27:1,4,13-14, Luk 14:25-33

Apakah Anda termasuk orang yang setia? Tuhan menuntut kesetiaan total dari kita yang percaya kepada-Nya.

Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka: Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.
Demikianlah Warta Gembira bagi kita hari ini.

Ketika Gunung merapi meletus, banyak pemeritaan seakan hanya terfokus pada seseorang yakni mbah Marijan yang dikatakan sebagai juru kunci. Tanpa mempersoalkan benar tidaknya tentang apa yang dikatakan banyak orang sehubungan dengan mbah Marijan, dan apakah kita setujua atau tidak, ada satu hal yang menarik sebagai perbadingan bagi kita untuk memahami warta gembira hari ini, yakni diberitakan bahwa mbah Marijan mati karena setia pada prinsip, keyakinan dan ‘perintah’ yang dia emban. Terlepas dari penilaian atas semuanya itu, yang jelas dikatakan bahwa dia setia tetal pada apa yang diyakininya, bahkan dia mati karena kesetiaannya. Dia sungguh mengakar pada keyakinannya sehingga tidak bisa ‘tercabut’ dari keyakinannya itu, sehingga sebagaimana diberitakan dia tidak mau diajak turun dari gunung merapi.
Kesetiaan yang demikian kiranya sulit di temukan dalam hidup sekarang ini. Banyak orang yang dengan mudah berubah pikiran, banyak orang yang tidak mempunyai prinsip hidup atau kalaupun punya prinsip hidup, tapi prinsip yang keliru. Seringkali kita begitu bangga bila banyak orang banyak yang mengikuti ibadah, atau mengikuti suatu kegiatan. Tetapi apakah mereka semua yang hadir sungguh ‘menjadi pengikut’ yang setia?

Sama halnya sebagaimana yang kita dengarkan dalam Injil hari ini. Ketika orang banyak berbondong-bondong mengikuti Yesus, Yesus bukan bangga begitu saja, tetapi Dia mengingatkan mereka sehubungan dengan kesetiaan total dalam mengikutiNya. Yesus tentu tahu bahwa dari semua itu ada yang hanya ikut-ikutan, tidak sungguh-sungguh percaya kepadaNya dan tidak sungguh-sungguh mau menjadi pengikutNya. Perumpamaan yang kita dengarkan tentu bukan mau mengajarkan kita untuk membenci sesame kita, tetapi Yesus menuntut kesetiaan total dari para murid kepadaNya dan dalam kesetiaan itu, seorang murid harus siap memikul salib.

Nah bagaimana dengan kita, apakah kita sudah sungguh-sungguh menjadi murid yang setia kepada Yesus? Kita sering menjadi murid yang setengah-setengah. Kita mengatakan diri kita percaya kepada Yesus, tetapi kita juga ‘mempercayai’ hal yang bukan Yesus. Kalau kita sungguh-sungguh menjadi murid yang setia, tentu kita juga berani dan siap menerima ‘salib’ karena kesetiaan kita.

Menjadi murid yang setia kepada Yesus, bukan hal yang gampang dan sekali jadi. Kesetiaan iman kita harus senantiasa kita pupuk dan bina. Untuk itu Yesus mengajak kita untuk mengenal siapa diri kita, sehingga kita tahu bagaimana memelihara dan memupuk iman kita. Dengan mengetahui dan mengenal diri kita, kitapun dimampukan untuk ‘menjaduhkan’ diri dari hal-hal yang membuat kita tidak setia kepada Tuhan. Akhir kata, Warta Gembira hari ini, mengatakan kepada kita bahwa menjadei murid Yesus, dituntut kesetiaan total kepada Tuhan. Kita diajak untuk selalu berusaha membina kesetiaan kita kepada Tuhan.

REFLEKSI PRIBADI:
1. Apakah Anda termasuk orang yang setia?
2. Dalam hal apa Anda sering tidak setia kepada Tuhan?

Liturgi Perkawinan Bahasa Pakpak

BUKU
ATUREN PERJEJAPEN GEREJA KATOLIKGereja Katolik
Paroki Maria dari Gunung Karmel,
Tigalingga

I. KIPEMA DEKKET MEMEREKAN SINAING JEJAP

1. Menjalo sinaing jejap

(Pastor dekket mesdinar marang pè pengendeng ni kuria memèma rombongen sinaing merkejejapen i lebbe pèntu ni gereja)

Pastor :
Njuah-njuah mendahi kènè karina, terlebih mendahi kènè sidua, masèh niatè, dekket damè engket keleng ni Tuhanta memereken pasu-pasu-Na mendahi kita karina.

Umat :
Bagèndari dekket soh mi sidekah ni dekahna.

2. Memereken sinaing jejap (partua marangpe mewakili orangtua sinaing jejap)

Wakil Orangtua:
Pastor sikuhormati kami, kami partua sinaing jejap kipesoh anak nami engket berru nami, lako menjalo sakramèn perumahtanggan. Kami mengido mendahiken Pastor imo sebagai wakil Gereja, nggèut meneguhken keleng ni atè kalak èn sidua janah mengido pasu-pasu ni Tuhanta ibagasen Sakramèn Perumahtanggan simende.

Pastor :
Sampang ngo atè ngku, aku mewakili ibagasen gerar ni Gerèja menjalo janah menguèi pengidon ndene lako kisohken janah kipehot perumahtanggan kalak èn sidua bagè aturen Gerèja dekket iman katolik. Kumerna nai rebak mo kita mengidoken mendahi Dèbata Bapa benna ni karina keleng janah mengidoken pasu-pasuNa mendahi kalak èn sidua.

(Pastor memispis sinaing jejap)

(Pastor, sinaing menjalo pasu-pasu, orangtua engket saksi merbaris mi lebbe langgaten, janah merende, Koor)

II. LITURGI PERLEBBE

1. Tanda Silang dekket pembukaan

Pastor :
Ibagasen gerar ni Bapa engket Anak dekket Tendi Simbadia
Umat : Amèn.
Pastor :
Masèh ni atè Tuhanta Yèsus Kristus, engket keleng atè ni Dèbata Bapa dekket persadaan Tendi Perbadia mendengani kita karina.

Umat :
Bagèndari soh mi sidekah ni dekahna.

Pastor :
Kene sidua sinaing jejap, bagèndari kènè sidua enggo roh lako mengidoken asa keleng ndènè sidua asa i pasu-pasu ni Tuhanta i jolo ni umatNa. Pasu-pasu deket keleng atè simende kalon taba kènè sidua sada tanda Sakramèn simendè perkiroh ni Tuhanta i tengah-tengah rumahtangga sinaing i tempuh kènè sidua. Kumerna ni nggèut ngo Tuhan mendengani rumahtangga ndene janah kipehot dekket kipasu-pasu rumahtangga simende memaing pepadanen perumahtanggan ndènè imo sada tanda persadan ni Kristus dekket Gerèja, bagè ndari deket soh mi sidekah ni dekahna.

2. Mengaku dosa, menelseli dosa (Aku Merpadan)

Pastor :
Kènè karina sini kekelengen nderang madèng acara pemasu-masun i tubennai, sinok mo kita sikejap sipemendè mo perukurenta, lako menelseli dosanta, asa mende kita janah patut menjalo pasu-pasu ibagasen ulan Simbadia èn terlebih mendahi sinaing jejap èn.

Umat :
Aku merpadan mi Debata sipergegoh kalohon, dekket mendahi kenen pe ale dengen kumerna perdosa situhu-tuhu ngo aku, merkite pikiren, kata, perulan, deket mbue kekurangen. Merkiteken salahku, salahku,s alahku simbelgahna kumerna i, kuelek-elek Maria Simbadia janah dak tong simada mersakor dosa, dekket malekat dekket kalak simbadia, janah bagi ma pe kene ale dengan, asa sodipken kene aku mi Tuhan Debanta.

Pastor :
Dak mermasèh atè mo Dèbata sipergegoh kalohon i mendahi kita, i sèsa mo karina dosanta janah i tegu-tegu mo kita mi kenggeluhen sidekah ni dekahna.

Umat : Amèn.

3. Alè Tuhan masèh atè-Mu kami

Pastor : Ale Tuhan, masih atèMu midah kami.
Umat : Ale Tuhan, masih ateMu midah kami.

Pastor : Ale Kristus, masih atèMu midah kami.
Umat : Ale Kristus, masih ateMu midah kami.

Pastor : Ale Tuhan, masih atèMu midah kami
Umat : Ale Tuhan, masih ateMu midah kami

4. Kemulian (oda pella ibaingken)

4. Sodip Pertebenan

Pastor :
Alè Dèbata Permasèh atè, Kono ngo memaingken keleng ni atè mendahiken sinaing jejap èn, imo Rumahtangga memaing sada tanda kesadan mendahi Ko engket kami, ni tebus-Mu. Tengen mo kalak èn sidua.................................engket............................sinaing menempuh rumahtangga sirembaru. Dak tong mo pasu-pasuMu engket lemmoMu sambing mo mendengani lolo janah senang dekket mendengani iperdalanen nggelluh Rumahtangga kalak èn. Bereken mo pasu-pasuMu mendahi kami karina sipulung èn, asa patut kami menjalo perkirohMu segen. Merkitèken Jèsus Kristus, AnakMu Tuhan singgeluh janah simerkuasa bagèndari soh mi sidekah ni dekahna.

Umat : Amèn.

III. SIDENGKOHKEN MO KATA NI TUHANTA

1. Penjakaen Perlebbe Ef. 5:2;21-23

Perangèken kènè mo ngkelleng i bagè Kristus sienggo mengkekelengi kita. Iberrèken ngo diriNa mengkepkep kita, mahan luah janah pèlèen baungkus pesennangken atè Dèbata
Mersiuè-uèen mo kènè ibagasen merkebiaren midah Kristus.
Iuèi sinibages mo sinibalèna bagè penguèina bai Tuhan i.
Ai sinibalè i ngo takal si nibagesna, bagè Kristus takal Kuria i, janah ia ma ngo Sipaluah i kuria sienggo terdokken dagingNa.

(Bagimo ipermongkami Dèbata kita sidarièn)

Umat : Amèn.

2. Psalmèn marangpè merendè lako penjakaen

3. Solo-solo lako menjakaken èvangelum

Pastor : Alèluya, Alèluya, Alèluya
Umat : Alèluya, Alèluya, Alèluya

Pastor : Si enggo ni pedemu ni Debata oda ndorok sirangen ni jelma.
Umat : Alèluya, Alèluya, Alèluya

4. Menjakaken Evangelum (Matèus 19 : 3-8)

Pastor : Tuhan mendengani kita
Umat : Bagèndari soh mi sidekah ni dekahna

Pastor :
En mo sukuten keluahen Jèsus Kristus sini suratken Simbadia SiMatèus

Umat :
Sini poji mo Kono alè Tuhan

Pastor :
Nai roh mo kalak Parisè naing mencuba Jesus. Ikusoken kalak i mo, "Bakunè ndorok ngo kalak menirangken sinibagesna mengèkutken hatoren agamanta barang merkitè alasen kadè pe?"
Ialoi Jesus mo, "Oda ngo pennah ijaka kè ibas Bibèl, ai daholi dekket daberru ngo jelma itempa situmempai i mulana i?
Kessa i idokken nola ma mo, 'Kumarna nai, kennah itadingken anak laki ngo partuana lako mendahiken sinibagesna asa gabè sada kalak i sidua.'
Asa oda ngo kalak idi dua kalak nèngè, tapi sada ngo. Kumarna nai, jelma i mak ndorok menirang barang kadè sienggo ni peddemmu Dèbata."
Nai ikusoken kalak Parisè dèng ma mo tabaSa, "Mula bagi ngo kasa idokken si Musa, berèenken mo surat sirang lako menirangken?"
Nai mènter idokken Jesus mo taba kalak i, "Kerna ni jahat ndènè ngo memmaing asa ibelli si Musa kènè menirangken sinibages ndènè; tapi oda kin ngo bagidi arnia i

Pastor : Bagimo sukuten keluahen sinipeterang mendahi kita sidarièn

Umat : Sini poji mo Ko alè Tuhan
5. Jamita

6. Syahadat

IV. PEHOTKEN PERPADANEN/PERKAWINEN

Pastor :
Kènè karina dengan sini kekelengen, dapet mo tikkina bagèndari, mendahi sinaing jejap memagahken mbagak ni atena janah mengido dekket pehotken perpadanen kalak èn sidua.

1. Memagahken niat, marang mbelgah ni atè lako jejap

Pengantin sidua :
Pastor sikuhormati kami, ukum kami sidua enggo mersada ni atè dekket memilih nalako denganku enggeluh ibagasen ncerrep ni ukur. Bagèndari kami roh mengido mendahi Pastor asa enggeut kipasu-pasu, kisahken dekket pehotken kelleng atè nami èn imo Ripè Simbadia, ibagasen sada perpadanen Ripè Simbadia janah oda boi i sirangken menurut aturen Gerèja Katolik.

Pastor :
Lias ate mo kerna mbersih ni ukur ndene. Alai sinderang madeng i, perlebbe mo aku mengkusoi mendahi Pengendeng ni Kuria dekket Saksi.
Kene sinihormaten pengula ni kuria, kene ngo wakil i kurianta en, bakune ngo pendapet dekket perbetohen ndene terenget mi pengidon ni Si..................................dekket........................ en, janah enggo tangkas dibetoh kene enggo boi kalak en menjalo Sakramen Perjejapen,oda ne lot ne ambat-ambat merdemu mi aturen dekket kecemalen i kuria Katolik?

Pengendeng ni Kuria:
Pastor sikuhormati kami. Aku pengendeng i kurianta en kupertuhu ngo pengidon ni karina denganta en. Kumerna ni i, kupengido kami, asa rade roka ndene meresmiken najah memasu-masu perjejapen kalak en sidua mengekutken karina aturen dekket kecemalen i kuria Katolik. Janah merguru mi pengantusin dekket perbetohen nami, enggo boi kalak en sidua menjalo Sakramen Perjejapen, kumerna enggo sakata kalak en ibagasen kelleng janah kalak i pe enggo peradeken dirina janah oda ne lot ambat-ambat si boi mengambati perjejapen kalak i. Ala nang pe bagi, bagak sikusoi mo lebbe akka saksi dekket kalak i sidua.

Pastor :
Lias atè mo mendaho vorhanger nami. bagendari aku mengkusoi mendahi saksi . Kènè saksi sikuhormati, menurut pemettoh ndènè, lot ngo hambaten mendahi kalak èn sinaing jejap menurut peraturen dekket kebiasan Gerèja Katolik?

Saksi :
Menurut sikubettoh kami, oda lot hambaten lako kipasu-pasu kalak èn sidua. Kerna ni kami karina saksi kipertuhu pengidon kalak en sidua.

Pastor :
Lias atè mendahi kènè saksi.

Kuso-kuso mendahi Mempelai Pria

Pastor :
.......................................mersedia ngno ko meresmiken perjejapen èn ibagasen roka sintutus janah tuhu-tuhu?

M. Pria : Mersedia ngo aku.

Pastor :
enggèut ngo ko mengkekelengi dekket menghormati pertua ibagesmu sindekah ko enggeluh?

M. Pria : enggèut ngo aku

Pastor :
enggèut ngo ko jadi bapa simende meradepken anak dekket berru si naing i pesoh Debata mendahi kènè, janah menegu-negu kalak idi jadi Kristèn si senteng?

M. Pria : enggèut ngo aku.

Kuso-kuso mendahi Mempelai Peremuan.

Pastor :
.......................................mersedia ngno ko meresmiken perjejapen èn ibagasen roka sintutus janah tuhu-tuhu?

M. Pria : Mersedia ngo aku.

Pastor :
enggèut ngo ko mengkekelengi dekket menghormati pertua ibalèmu sindekahna ko enggèluh?

M. Pria : enggèut ngo aku

Pastor :
enggèut ngo ko jadi inang simende meradepken anak dekket berru si naing i pesoh Debata mendahi kènè, janah menegu-negu kalak idi jadi Kristèn si senteng?

M. Pria : enggèut ngo aku.

sidung i pastor mengkusoi sinaing jejap

Pastor :
enggèut ngo kènè sidua sebagai suami-isteri katolik menunaiken kewajiban-kewajiban ibagasen enggèuh perjejapen dekket pendasi enggèluh i perumahtanggan ndènè, marang pè i Gereja dekket ijolo-jolo ni dengan sakuta ?

k 2 mempelai : enggeut ngo kami

2. Mendokken lias atè, mengido mohon maaf dekket sodip mendahi orangtua.

Pastor :
Kènè sidua simerlolo ni atè, kumerna enggo ibaing kuso-kuso siperlu kalohon janah i lebbe saksi sebage pejabat gerèja, aku menguèi pengidon ndènè sidua. Nderang madèng kènè kupasu-pasu dekket kuresmiken, aku memerèken waktu mendahi kènè sidua, mendahi orangtua lako mendokken lias ate. mohon maaf dekket mengido sodip mendahi kalak i nai.

(duana sinaing menjalo pasu-pasu mendahi orangtua, mersembah i lebbe kalak i enggo kessa sidung balik mo mi bekkas perlebbe)

Pastor :
Mendahi kènè karina siroh, cender mo kita lako menghormati perpadanen, janji perumahtanggan kalak èn sidua.

3. Padan, janji perumahtanggan duana sinaing jejap

Pastor :
Pengantin simerlolo ni atè, enggo ke roh mi Gereja en lako kisahken perjejapen i jolo ni pengula ni kuria, dekket i saksiken umat simerkepercayan. Tuhan Jesus Kristus memasu-masu dekket peteguhken kene, asa tellap kene mersikekelengen dekket menunaikan tanggungjawab ipas enggeluh i perumahtanggan ndene.

PADAN SIDAHOLI :

........................................aku memilih ko menjadi pertua ibages. Aku merjanji ibagasen ukur mbersih dak tong kelleng atèngku bamu nderang susah dekket senang, nderang njuah-njuahen dekket mersakit ibagasen ukur mbersih, kennah kukelengi , janah kupesangap sindekah aku enggeluh. Janah aku merpadan kennah menjadi pertua ibalè dekket bapa simende mendahi anak-anak siniberèken Tuhan lako kiajari ia, janah kristèn siburju. Bagimo perpadanen èn, kupadanken mendahi Ko....................................(gerar sidaberru) ibagasen gerar ni Tuhan dekket buku Simbadia èn.

PADAN SIDABERRU:

..................................aku memilih kono menjadi pertua ibalengku. Aku merpadan kennah burju taba kono nderang susah dekket senang, nderang mersakit dekket njuah-njuahen ibas mbersih ni ukur kennah kukelengi janah kupesangap kono sindekah aku enggeluh. Janah aku merpadan kennah menjadi inang siburju dekket mendè mendahi anak-anak sini berèken Tuhan lako kiajari ia asa kalak Kristèn simendè. Bagimo perpadanen èn kudokken mendahi kono................................(gerar sidaholi) ibagasen gerar ni Tuhan dekket buku Simbadia en.

4. Pehotken sinaing jejap/pernikahen

Pastor :
Ibagasen gereja ni Tuhan, i lebbe ni saksi, orangtua ndene sidua sinaing jejap, sendihi ni kuria sipercaya, aku mendokken perjejapen èn, perjejapen Katolik situhunna, merkitè Sakramèn Perjejapen èn. En mo benna kegegohen ndene sidua ibagasen Ripè ndene. Mulai bagèndari nai dak tong mo pasu-pasu ni Tuhan i mendengani rumah tangga ndènè ibagasen gerar ni Bapa dekket Anak dekket Tendi Simbadia, amèn.

Pastor : Si enggo ipedemmu ni Debata

Umat : Oda boi sirangen ni jelma.

5. Kipasu-pasu dekket memereken cincin dengan perjejapen.

Pastor :
Mersodip mo kita,
Alè Pa, benna kekelengen pasu-pasu mo (+) cincin èn, asa jadi benna keleng ni atè kalak èn sidua merkitèken cincin èn, pesengetken kalak èn keleng ni atè, janah enggèut bagè padan ari sidarièn, merkitèken Kristus Tuhan janah pendengani kami.

Umat : Amèn

Pastor :
................................. bereken mo cincin èn mi jari manis pertua ibagesmu, imo tanda keleng ni atèmu, dekket mbersih ni ukurmu.

M. Daholi :
...............................(gelar sidaberru), Jalo mo cincin èn imo tanda kelleng ni atèngku, dekket mbersih ni ukurku taba kono.

Pastor :
.................................., bereken mo cincin èn mi jari manis pertua ibalèmu imo tanda kelleng ni ate dekket mbersih ni ukurmu.

M. Dabertu :
....................................(gelar sidaholi), jalo mo cincin èn imo tanda kelleng atèngku dekket mbersih ni ukurku mendahi kono.

6. Memasu-masu beras Simpihir ni Tendi dekket oles

Pastor :
Mersodip mo kita,
Ale Tuhan Debata Bapa nami, Ko ngo dalan pasu-pasu, kenggeluhen, sampang ni ate deket kinibèak. Pasu-pasu mo beras èn imo beras simpihir ni tendi menandaken pasu-pasu kenggeluhen, sampang ni atè dekket kinibèak, bagima dekket oles èn menuduhken kelleng ni atèmu janah dengani mo kami, pasu-pasu (+) beras èn dekket oles èn sinaing kupakkèken kami mendahi sinaing menjalo perjejapen kalak èn sidua. Merkitèken Kristus Tuhan simendèngani kami, Amèn.

(Mendahi partua sinaing jejap kibereken oles mendahi kalak i sidua)

Pastor :
Kènè........................................dekket............................jalomo oles èn sienggo ipasu-pasu dekket janah Tuhan mo mendengani kene sidua. Ibagasen gerar ni Bapa dekket Anak dekket Tendi Simbadia, Amèn.

Pastor :
Mendahi kita kalak batak en mo oles pasu-pasu, tujuanna anggiat mo nggedang umur ndènè janah merketurunen.

(Enggo kessa i Pastor memereken beras mendahi kalak i sidua dekket orangtua simenjalo pasu-pasu, dekket saksi mewakili pengurus gereja)

Pastor :
Jalo mo beras simpihir ni Tendi si enggo ipasu-pasu èn imo tanda keleng ni atè ni Tuhan mendahi kita dekket mendahi kènè sidua. Ibagasen gerar ni Bapa dekket Anak dekket Tendi Simbadia, Amen.

7. Sodip pasu-pasu mendahiken pengantin sienggo jejap

Pastor :
Partua-partua sini kekelengen mersodip mo kita ibagasen ncerrep ni ukur asa roh Tuhan i memereken pasu-pasuNa deket keleng ni ateNa mendahi ripe sirembaru en, si enggo ipesada ibagasen Kristus. Kumerna kalak i enggo i pesada ibagasen perpadanen simende asa dak tong kalak i gabe sada ibagasen keleng ni ate.

Mersodip mo kita, (sinok sikejap)
Ale Tuhan Debata nami, Ko ngo menempa karina silot ibagasen kegegohenMu, Ko ngo menempa daholi engket daberru dos engket rupaMu. Ko mango menempa daholi engket daberru asa gabe sada, Ko ngo mengajarken perpadanen perjejapen si enggo i pehot Ko oda boi sirangenken. Tuhan Ko ngo kipasu-pasu perjejapen janah memaing perpadanen perjejapen tanda persadan Kristus engket Gereja. Tengen mo merkiteken maseh ate-Mu ....................................(daberru) en merkiteken pasu-pasuMu engket keleng ateMu dekket dame si lot i ukurna, asa boi ia gabe inang simende janah rela dekket enggeut menjadi inang siburju dos dekket daberru Simbadia sini poji ibagasen buku Simbadia. Kami pe mersodip mendahi pengantin ................................(daholi) en, asa dak tong mo ia merusaha deket mertanggung jawab, taba siukatna kan nadekket dukak-dukakna dekket i tengah-tengah masyarakat. Kami mengido bamu ale Tuhan, Ale Tuhan dak tong mo kalak en sidua ibagasen kepercayan dekket tennahMU. dak tong mo kalak en gabe sada ibagasen rumah tangga, simende janah merandal daholi simende janah mengulaken sellloh i tengah-tengah kalak i. Pehot mo kalak i ibagasen kata ni Buku Simbadia, asa boi kalak i gabe saksi Kristus mendahi karina jelma.
Asa dak tong mo kalak i mende janah meppar, gabe orangtua janah boi i tiru janah merlolo ni ate menengen dukak-dukakna dekket kempu-kempuna. Janah boi kalak i soh sayurntua janah boi kalak i mersampang ate ibagasen kerajan sorga. Merkiteken Kristus Tuhan janah mendengani kami, Amen.

Umat : Amen.

(Oles enggo boi ii talksasi)

V. ULAN EKARISTI

1. Sodip Pengidon

Pastor :
Partua-partua sini kekelengen, mersodip mo kita pesakatken pengidonta mendahi Dèbata Bapa, asa i pesada Rumahtangga sirembaru èn, ibagasen kelleng atè janah mbuè pasu-pasu ni Tuhanta mendahi ia.

Petugas :
Alè Tuhan, tatap mo kalak èn sidua si enggo mengekèt perpadanen perjejapen en mi lebbeMu. Bereken mo pasu-pasuMu asa boi kalak èn mengerasaken enggeluh perumahtanggan kalak èn ibagasen keleng atè engket damè, merkitèken pasu-pasuMu dekket mendè ni Kristus mercuhaya ibagasen rumahtangga kalak i. Mersodip mo kita,

Umat : Dengkohken mo Tuhan sodip nami èn.

Petugas :
Alè Tuhan bereken mo tanganMu lako mendengani rumahtangga sirembaru èn. Mersodip mo kita,

Umat : Dengkohken mo Tuhan sodip nami èn.

Petugas :
Dak tong mo kalak èn enggeluh ibagasen keleng ni atè janah enggeut mendahi deket mengulaken simende mendahiken jelma sidèban. Mersodip mo kita,

Umat : Dengkohken mo Tuhan Sodip nami èn.

Petugas :
Bereken mo ntedoh mendahi kalak èn janah bereken mo mendahi kalak èn anak dekket berru janah merkininjuah. Mersodip mo kita,

Umat : Dengkohken mo Tuhan sodip nami en.

Petugas :
Pasu-pasu mo orangtua engket karina family karina sienggo jejap èn, asa merlolo ni atè janah oda merniletja kisodipken janah mendengani rumahtangga sirembaru èn. Mersodip mo kita,

Umat : Dengkohken mo Tuhan sodip nami èn.

Petugas :
Perimbaru mo karina rumahtangga siroh isèn bagèndari pasu-pasu sienggo i janjiken Ko ibagasen perpadanen perjejapèn. Mersodip mo kita

Umat : Dengkohken mo Tuhan Sodip nami èn.

Pastor :
Alè Debata simerkuaso, ramoti mo akka dengan nami èn ibagasen kelleng ni rokaMi, asa Ko dak tong menongketi dekket mendengani kalak èn i sindekah enggeluhna; janah embah mo kalak èn mi kesenangen simenenteng soh mi aman sumendah.

Umat : Amèn.

2. Endè dekket pesakatken siluah

3. Sodip pesakatken siluah

Pastor :
Mersodip mo kènè alè dengan, asa Tuhan simerkuasa memasu-masu luahta èn.

Umat :
Dak i jalo Tuhan imo pelenta èn memaing kesangapen deket kemulian deket karina umat ni Debata.

Pastor :
Ale Tuhan, uè i mo sodip nami èn janah jalo mo pèlèn nami èn kubereken kami bamu dekket duana pengantin èn, kerna enggo i i pèsada Kono kalak èn ibagasen perjejapen. Merkiteken ulan Simbadia èn kalak en makin mersikekelengen dekket mengkekelengiKo. Merkiteken Kristus Tuhan simendengani kami.

Umat : Amèn.

4. Prefasi
Pastor : Tuhan i mendengani kita,
Umat : Bagèndari soh mi sidekah ni dekahna

Pastor : Dempak dates mo ukurta
Umat : Enggo tutus ukurta dempak Tuhan i

Pastor : Mendokken lias atè mo kita mi Tuhan Dèbatanta,
Umat : Patut janah tuhu ngo i,

Pastor :
Kennah janah patut ngo kami, alè Pa Simerkuasa, Tuhan sidekah ni dekahna janah merkuasa, marang idikè pè kami kennah mendokken lias atè mendahi Ko merkiteken Kristus Tuhan nami. Merkiteken Ko, Ko ngo mengajari kami jelma mi kenggeluhen sidekah ni dekahna, ibagasen Ia Ko memaing Sakramen Perjejapen imo kelleng ni atè, imo tanda kesadan Tuhan dekket GerèjaNa. Makin tangkas mo kelengMu mendahi GerejaMu. Karina dukak si enggo tubuh ibagasen perjejapen si enggo i pasu-pasu Ko; ibaing Ko ngo gabè dukak-dukakMu dekket perjambar i kerajaan sorga. Rebak Simbadia sini sorga, kami dak tong memoji Ko janah oda mengadi-adi pesangapken kemulianMu janah merlolo ni atè dekket merendè :

5. Simbadia

6. Sodip Mbellin

Pastor :
Sini poji mo Ko alè Bapa, benna ni karina Simbadia. Kami mengido dak tong mo kuasoMu pemendèken pèlèn nami èn,

Umat :
Asa gabè daging mendahi kami tubuh engket daroh ni anakMu permende basa Tuhan nami Jesus Kristus.

Pastor :
I berngin nderang madèng i pesoh diriNa lako menjalo sitahanenNa, i buat Jesus mo Roti mendokken lias ate mo Ia baMu merdengan pemoji-mojin. I penggeli mo roti i, i bereken mo i mendahi sisinNa janah idokken :

JALO KENE JANAH PANGAN KENE MO, EN MO DAGINGKU SINIPESOH KUMEPKEP KENE.

i petuduh mo roti i mi sendihi ki kuria, enggo kessa i gamparken mo i babo langgaten, i hormati malim mo i janah i terusken:

enggo kessa sidung perpulungen i, i buat mo pengenumen i mendokken lias atè nola mo Ia mendahi Ko merdengan pemoji-mojin, ibereken mo taba sisinNa, janah mendokken :

JALO KENE JANAH ENUM KENE MO, EN MO PENGENUMEN SIMERISI DAROHKU, DAROH SIPEJENG-JENGKEN PADAN SIREMBARU JANAH SIDEKAH NI DEKAHNA, SINI DURUSKEN NGO I KUMEPKEP KENE DEKKET SINTEREM, LAKO MENESA DOSA, ULAKEN KENE MO I LAKO MERNENGET AKU.

Pastor :
En mo benna ni permenden karina kepercayan i,

Umat :
Tuhan, Ko enggo matè, Tuhan bagèndari enggo Kono enggeluh Ko ngo juru selamat, roh mo Ko alè Tuhan Jèsus.

Pastor :
Lako mernenget permateMu dekket perkekeMu Kristus, kami memelèken taba Kono, alè Bapa roti kenggeluhen dekket pengenumen asa boi maluah kami. Kami mendokken lias atè bamu kerna i padue Ko kami boi mersembah bamu, dekket pesangapken Kono.
Kami mengido, asa kami simenjalo daging dekket daroh ni Kristus, i pesada dekket Tendi Simbadia gabè umatMu,
Alè Bapa, pasu-pasu mo GerèjaMu si lot i babo tanoh èn, asa boi sada kata karina umatMu dekket memaing keleng janah mersada Bapa Simbadia................................dekket Uskup nami........................... dekket pengendeng ni kuria karinana. Tegu mo karina dengan nami, sipercaya dekket karina si enggo kumellip,

Baing mo bekkas simende bai kalak i, dekket karina jelma si enggo kumellip ibagasen Kristus. Kekelengi janah jalo mo kalak i igembarMu, Kami mengido masèh atèMu, alè Bapa terlebih mendahi keluarga sirembaru èn dekket mendahi kami karina, asa boi kami merjambar ibagasen lolo ni atè simendè, engket Santa Maria sioda mertikas asalna, inang ni Tuhan, dekket karina Rasul dekket karina kalak Simbadia, singgeluh ibagasen kelleng ni atèMu, baing mo kami memoji engket pesangapken Ko. Merkiteken Kristus rebbak engket Ia mersada ibagasen Tendi Simbadia, kami pesakatken bamu, Tuhan simerkuasa, karina sembah ujud dekket pemojin nami bagendari soh mi sidekah ni dekahna, Amèn.

7. Bapa Nami

Pastor :
Kènè dengan sini kekelengen, enggo tajalo Tendi Perbadia i si mengabin kita jadi anak ni Dèbata asa ibagasen Tendi i rebak mo kita mersodip

Umat :
Bapa nami sini sorga, dak niperbadia mo gerarMu, dak roh mo KerajanMu, dak saut mo lemo atèMu i banua tengah èn, bagè sini sorga. Berèken mo bai nami sidari èn panganen nami sigenep ari, janah sasa mo salah nami, bagè penasa nami, mi simersalah dempak kami, janah ulang mo uluken kami mi pengojin, tapi peluah mo kami bai pengago nai.

( Ai Ko ngo sidasa kerajaan, dekket kegegohen, dekket kesangapen soh mi sidekah ni dekahna) Amen.

8. Embolismè

Pastor :
Alè Bapa, i pesangap mo gerarMu ibagasen kerèjo dekket perulan nami sigenep ari, ibagasen keluarga dekket masyarakat nami, urupi mo kami asa boi kami mengulaken enggeluh nami dekket memoji gerarMu, dekket kipema sipaluah kami Jèsus Kristus.

Umat : Ko ngo Raja simersangap janah merkuasa, soh mi sidekah ni dekahna.

Pastor : Merkitèken damè ni Tuhanta Jesus Kristus dak tong mendengani kita.

Umat : Bagèndari soh mi sidekah ni dekahna.

9. Anak biri-biri ni Dèbata (marang i endèken)

10. Komuni

P :
Kènè karina dengan, i dokken Jèsus ngo, “Roh mo kènè siletja janah simbotong, asa kupesenang kènè. Dapetten pasu-pasu mo karina sini arahken biri-biri i,

Umat :
Alè Tuhan oda pantas aku menjalo Kono, tapi dokken mo kataMu gabè mendè mo aku noposoMèn.

(Menjalo Komuni. pengantin perjolo menjalo komuni dua rupa)

VI. LITURGI PENUTUP

1. Doa Penutup
Pastor :
Mersodip mo kita,
Alè Tuhan, ibas ari simende èn enggo i pepulung Kono kami ibas Gereja èn lako menengen perjejapen kalak sidua. Pasu-pasu mo janah dengani mo kalak èn ibagasen kesadan simende ibagasen gerarMu, asa dak tong kalak èn i bagasen gerar simende sada ukur janah sada kata ibagasen kelleng atè dekket menguei kataMu janah enggeut pejejengken kepercayan mendahi dengan sidèban. Merkitèken Kristus Tuhan nami janah mendengani kami.

Umat : Amèn.

2. Mengido pasupasu/kipasu-pasu buku simbadia dekket silang mula lot

Pastor :
Mersodip mo kita,
Alè Bapa janah Tuhan nami, pasu-pasu mo buku Simbadia èn (+) asa boi i pakkè dengan nami è..................dekket..................merkitèken kata ni Tuhan silot ibagasen buku èn asa menjadi dalan janah nterang ibagasen ripè kalak èn, terlebih nderang ibas kesusahen dekket bonek, janah bagima dekket silang èn (+) asa gabè tanda perkiroh janah idengani Kono ibagasen ripè kalak èn, memerèken kegegohen mendahi kalak èn terlebih lako mengulaken kataMu. Merkitèken Kristus Tuhan simendengani kami.

Umat : Amèn.

3. Tangiang mendahi Santa Maria

Pastor :
Kènè karina, aturen perjejapen èn enggo sidung, bagèndari kalak èn sidua mersodip mengido pengurupi asa i dengani merkitèken sodip inangta Santa Maria.

(Pengantin dua-duana mendahi patung Santa Maria janah mersodip dua-duana)

TANGIANG MENDAHI BUNDA MARIA
Alè Bunda Maria, inang ni Jesus dekket inang nami sini kekelengen, tengen mo kami sidua simerlolo ni atè èn. Oda boi kudokken kami lias ate bamu kerna bagimo maseh ni ateMu si enggo kujalo kami. Kubettoh kami ngo perdalanen nami ndaoh kalak en deng, i lebbe nami mbue deng ngo taki-taki, susah mendele dekket gemgem, kerna ni i ale nange mengidoken sodipMu asa boi kami meniru ripe Simbadia i Nazaret, mersampang ni ate dekket dame dekket nduma.
Ale Inang, pesenget mo kami nderang lupa kami, janah kurang mersiantusen janah boi menjaga diri nami, baing mo kami mersampang ni ate, nderang pengunjunen i enggeluh nami, pehot mo kepercayan nami tikki kegelapen kami , tikki roh kesusahen taba kami, tegu-tegu mo kami lako kiajar-ajari dukak-dukak nami kaduan, asa boikami kibereken ukur dekket keleng ate, memereken codin enggeluh simende. Mula mbalang keleng nami, Kono mo dak tong ale Inang simende ukur dak tong kisodipken kami mendahi AnakMu, Tuhan nami Jesus Kristus. Amen Doa Sintabi Maria (3 kali)

Sintabi bamu, Maria dom masih ate, i dengani Tuhan i ngo Ko, Ko ngo dapetten pasu-pasu i kumerna sinasa daberru janah ipasu-pasu ngo buah bertinMu Jesus.
O Maria Simbadia, Inang ni Debata, tangiangken mo kami, siperdosa en, bagendari soh mi ari kememate nami, Amen.

(Enggo kessa i pengantin mulak mi bekkas kundukna kin)

4. Menekken surat-surat perjejapen

(Pengantnin dekket saksi menekken surat-surat perjejapen, nderang bagidi boi mo mendokken sengkebabah dua kebabah kata, bai keluarga pengantin)

5. Pasu-pasu penutup

Pastor :
Partua-partua sini kekelengen, enggo sidung ulan pesta en sipengido mo pasu-pasu-pasu ni Tuhan i, terlebih mendahi kalak èn sidua simersampang ni atè èn.

Pastor :
Dak tong mo Bapa permendè basa i memerèken masèh atèNa mendengani kènè sidua keleng ni atèNa dekket damèNa merkitèken damè ni Kristus dak tong merbekkas ibagasen ripè ndènè sidua.

Umat : Amèn.

Pastor :
Dèbata Bapa permasèh ni atè memerèken masèh ni atèNa janah pehotken kesadan ndènè sidua dekket memerèken damèNa mendahiken kènè sidua janah dak i pasu-pasu mo kènè merkitèken keleng atèNa dekket dukak-dukak ndene, merlolo ni atè dekket dengan-dengan, janah merdengan taba karina jelma.

Umat : Amèn

Pastor :
Dak tong mo Debata Bapa menegu-negu, janah mendengani dekket memasu-masu kita karinana terlebih ripè sirembaru èn. Ibagasen Gerar ni Bapa dekket Anak dekket Tendi Simbadia.

Umat : Amèn.

Pastor : Upacara perjejapen èn enggo sidung.
Umat : Lias atè mo mendahi Debata

6. Lagu Penutup.

HIERARKIS GEREJA KATOLIK

HIERARKIS GEREJA KATOLIK

Menurut Ajaran resmi Gereja struktur Hierarkis termasuk hakikat kehidupan-nya juga. Perutusan ilahi, yang dipercayakan Kristus kepada para rasul itu, akan berlangsung sampai akhir zaman (lih. Mat 28:20). Sebab Injil, yang harus mereka wartakan, bagi Gereja merupakan azas seluruh kehidupan untuk selamanya. Maka dari itu dalam himpunan yang tersusun secara hirarkis yaitu para Rasul telah berusha mengangkat para pengganti mereka.Maka Konsili mengajarkan bahwa "atas penetapan ilahi para uskup menggantikan para rasul sebagai gembala Gereja" Kepada mereka itu para Rasul berpesan, agar mereka menjaga seluruh kawanan, tempat Roh Kudus mengangkat mereka untuk menggembalakan jemaat Allah (lih. Kis 20:28).(LG 20). Pengganti meraka yakni, para Uskup, dikehendaki-Nya menjadi gembala dalam Gereja-Nya hingga akhir jaman (LG 18).

Maksud dari "atas penetapan ilahi para uskup menggantikan para rasul sebagai gembala Gereja" ialah bahwa dari hidup dan kegiatan Yesus timbulah keplompok orang yang kemudian berkembang menjadi Gereja, seperti yang dikenal sekarang. Proses perkembangan pokok itu terjadi dalam Gereja perdana atau Gereja para rasul, Yakni Gereja yang mengarang Kitab Suci Perjanjian baru. Jadi, dalam kurun waktu antara kebangkitan Yesus dan kemartiran St. Ignatius dari Antiokhia pada awal abad kedua, secara prinsip terbentuklah hierarki Gereja sebagaimana dikenal dalam Gereja sekarang.

Struktur Hierarkis Gereja yang sekarang terdiri dari dewan para Uskup dengan Paus sebagai kepalanya, dan para imam serta diakon sebagai pembantu uskup

1. Para Rasul

Sejarah awal perkembangan Hierarki adalah kelompok keduabelas rasul. Inilah kelompok yang sudah terbentuk waktu Yesus masih hidup. Seperti Paulus juga menyebutnya kelompok itu " mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku" (Gal 1:17). Demikian juga Paulus pun seorang rasul, sebagaimana dalam Kitab Suci (1Kor 9:1, 15:9, dsb)

Pada akhir perkembangannya ada struktur dari Gereja St. Ignatius dari Antiokhia, yang mengenal "penilik" (Episkopos), "penatua" (presbyteros), dan "pelayan" (diakonos). Struktur ini kemudian menjadi struktur Hierarkis yang terdiri dari uskup, imam dan diakon.

2. Dewan Para Uskup

Pada akhir zaman Gereja perdana, dudah diterima cukup umum bahwa para uskup adalah pengganti para rasul, seperti juga dinyatakan dalam Konsili Vatikan II (LG 20). Tetapi hall itu tidak berarti bahwa hanya ada dua belas uskup (karena duabelas rasul). Disini dimkasud bukan rasul satu persatu diganti oelh orang lain, tetapi kalangan para rasul sebagai pemimpin Gereja diganti oleh kalangan pra uskup. hal tersebut juga di pertegas dalam Konsili Vatikan II (LG 20 dan LG 22).

Tegasnya, dewan para uskup menggantikan dewan para rasul. Yang menjadi pimpinan Gereja adalah dewan para uskup. Seseorang diterima menjadi uskup karena diterima kedalam dewan itu. itulah Tahbisan uskup, " Seorang menjadi anggota dewan para uskup dengan menerima tahbisan sakramental dan berdasarkan persekutuan hierarkis dengan kepada maupun para anggota dewan" (LG 22). Sebagai sifat kolegial ini, tahbisan uskup belalu dilakukan oleh paling sedikit tiga uskup, sebeb tahbisan uskup berarti bahwa seorang anggota baru diterima kedalam dewan para uskup (LG 21).

3. Paus

Kristus mengangkat Petrus menjadi ketua para rasul lainnya untuk menggembalakan umat-Nya. Paus, pengganti Petrus adalah pemimpin para uskup.

Nenurut kesaksian tradisi, Petrus adalah uskup Roma pertama. Karena itu Roma selalu dipandang sebagai pusat dan pedoman seluruh Gereja. Maka menurut keyakinan tradisi, uskup roma itu pengganti petrus, bukan hanya sebagai uskup lokal melainkan terutama dalam fungsinya sebagai ketua dewan pimpinan Gereja. Paus adalah uskup Roma, dan sebagai uskup Roma ia adalah pengganti Petrus dengan tugas dan kuasa yang serupa dengan Petrus. hal ini dapat kita lihat dalam sabda Yesus sendiri :

"Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." (Mat 16:17-19).

4. Uskup

Paus adalah juga seorang uskup. kekhususannya sebagai Paus, bahwa dia ketua dewan para uskup. Tugas pokok uskup ditempatnya sendiri dan Paus bagi seluruh Gereja adalah pemersatu. Tugas hierarki yang pertama dan utama adalah mempersatukan dan mempertemukan umat. Tugas itu boleh disebut tugas kepemimpinan, dan para uskup "dalam arti sesungguhnya disebut pembesar umat yang mereka bimbing" (LG 27).

Tugas pemersatu dibagi menjadi tiga tugas khusus menurut tiga bidang kehidupan Gereja. Komunikasi iman Gereja terjadi dalam pewartaan, perayaan dan pelayanan. Maka dalam tiga bidang itu para uskup, dan Paus untuk seluruh Gereja, menjalankan tugas kepemimpinannya. "Diantara tugas-tugas utama para uskup pewartaan Injilah yang terpenting" (LG 25). Dalam ketiga bidang kehidupan Gereja uskup bertindak sebagai pemersatu, yang mempertemukan orang dalam komunikasi iman.

5. Imam

Pada zaman dahulu, sebuah keuskupan tidak lebih besar daripada sekrang yang disebut paroki. Seorang uskup dapat disebut "pastor kepala" pada zaman itu. dan imam-imam "pastor pembantu", lama kelamaan pastor pembantu mendapat daerahnya sendiri, khususnya di pedesaan. Makin lama daerah-daerah keuskupan makin besar. Dengan Demikian, para uskup semakin diserap oleh tugas oraganisasi dan administrasi. Tetapi itu sebetulnya tidak menyangkut tugasnya sendiri sebagai uskup, melainkan cara melaksanakannya. sehingga uskup sebagai pemimpin Gereja lokal, jarang kelihatan ditengah-tengah umat.

melihat perkembangan demikian, para imam menjadi wakil uskup. "Di masing-masing jemaat setempat dalam arti tertentu mereka menghadirkan uskup. Para imam dipanggil melayani umat Allah sebagai pembantu arif bagu badan para uskup, sebagai penolong dan organ mereka" (LG 28).

Tugas konkret mereka sama seperti uskup: "Mereka ditahbiskan untuk mewartakan Injil serta menggembalakan umat beriman, dan untuk merayakan ibadat ilahi"

6. Diakon

"Pada tingkat hiererki yang lebih rendah terdapat para diakon, yang ditumpangi tangan 'bukan untuk imamat, melainkan untuk pelayanan'" (LG29). Mereka pembantu uskup tetapi tidak mewakilinya.

Para uskup mempunyai 2 macam pembantu, yaitu pembantu umum (disebut imam) dan pembantu khusus (disebut diakon). Bisa dikatakan juga diakon sebagai "pembantu dengan tugas terbatas". jadi diakon juga termasuk kedalam anggota hierarki

Istilah nama:

seorang kardinal adalah seorang uskup yang diberi tugas dan wewenang memilih Paus baru, bila ada seorang Paus yang meninggal. (karena Paus adalah uskup roma, maka Paus baru sebetulnya dipilih oleh pastor-pastor kota Roma, khususnya pastor-pastor dari gereja-gereja "utama" (cardinalis)). Dewasa ini para kardinal dipilih dari uskup-uskup seluruh dunia. lama kelamaan para kardinal juga berfungsi sebagai penasihat Paus, bahkan fungsi kardinal menjadi suatu jabatan kehormatan. Para kardinal diangkat oleh Paus. Sejak abad ke 13 warna pakaian khas adalah merah lembayung.

Sumber : imankatolik.or.id

Renungan : 2 Nopember 2010

Peringatan Arwah Semua Orang Kudus
2Mak 12:43-46, Mzm 130:1-2,3-4, 5-6a,6-7,8, 1Kor 15:12-34,
Yoh 6:37-40
“Ke manakah hidup sesusah mati?” Bolehkah ‘memanggil’ arwah orang yang meninggal untuk keperluan hidup sekarang?”

Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."
Demikialah warta gembira buat kita hari ini.

PERMENUNGAN
Ada orang bilang bahwa ketika seseorang dilahirkan ke dunia ini, dia juga harus siap untuk mati. Sepintas mungkin kalimat ini terasa ‘kejam’, tapi memang itulah kenyataan hidup manusia. Semua yang pernah dilahirkan, hidup dan pasti harus mengalami kematian. Namun kematian itu bukan menjadi akhir dan tujuan hidup manusia. Iman kita mengajarkan bahwa akhir dari kehidupan manusia di dunia ini adalah menuju atau terarah ke kehidupan kekal, hidup bersama Tuhan dalam kebahagiaan di Surga. Tuhan sendiri mendambakan hal itu sebagaimana yang kita dengarkan dalam Injil tadi. Yesus menjadikan kita milikNya, Dia tidak menghendaki satupun dari miliknya hilang, tetapi supaya dibangkitkan pada akhir zaman. Tuhan merindukan hal itu, tetapi yang terjadi, di dalam hidup kita manusia tidak menanggapi kerinduan Tuhan itu dengan mengikuti atau mendengarkan Dia. Tentu kitapun merindukan orang-orang yang kita sayangi, anggota keluarga atau kerabat yang sudah meninggal agar mereka menikmati kehidupan yang kekal. Namun jelas bahwa untuk sampai ke kehidupan kekal itu, tidak secara otomatis ketika orang mati, tergantung bagaimana perilakuknya ketika masih hidup. Untuk masuk ke kehidupan kekal, melihat Tuhan di sana, seseorang harus memenuhi syarat dan syarat itu harus dilaksanakan sewaktu hidup di dunia. Syarat yang dituntut adalah percaya kepada Yesus yang adalah Tuhan, kepercayaan itu hendaknya diwujudkan pula dengan kesetiaan mendengar dan melaksanakan firman dan teladan hidup Yesus. Bila syarat ini sungguh dipenuhi semasa hidup seseorang di dunia, kita berharap dan percaya bahwa Tuhan memperkenankan mereka untuk menikmati kehidupan kekal. Kalau sekiranya ternyata selama hidup, seseorang kurang memenuhi tuntutan Tuhan, tentu setelah mereka mati, mereka tidak punya kesempatan lagi untuk melaksantakan tuntutan itu. Namun kita perlu tahu, sepenuhnya tergantung pada Tuhan sendiri. Akan tetapi mengingat belaskasihan dan kerinduan Tuhan sendiri agar semua yang menjadi milikNya, selamat dan karena kita merindukan hal itu kepada orang-orang yang telah meninggal, maka kita mendoakan mereka. Kita memohonkan belaskasihan, pengampunan dosa bagi orang yang sudah meninggal dan memohon kepada Tuhan supaya mereka diperkenankan menikmati kebahagiaan kekal.
Jelaslah bagi kita sebagai orang beriman, bahwa tujuan hidup kita adalah persatuan dengan Tuhan. Tujuan hidup itu kita peroleh secara sempurna sesudah kita meninggalkan hidup dunia ini. Kalau hal ini kita sungguh imani, tentu kitapun merindukan dan memohonkan kehidupan kekal bagi orang-orang, saudara-saudari, ataupu leluhur kita yang sudah meninggal. Dengan demikian, sungguh tidak kristiani bila seseorang masih menghalang-halangi seseorang yang sudah meninggal untuk masuk ke dalam kerajaan Suraga, dengan ‘memanggil-manggil’ mereka untuk urusan hidup dunia ini atau untuk urusan apapun. Justru seharusnya kita berdoa agar mereka ‘segera’ menikmati kebahagiaan kekal.
Peringatan hari ini juga, menjadi suatu ajakan dan permenungan bagi kita bahwa kitapun pasti akan mengalami kematian. Kematian adalah peristiwa hidup yang tidak ada seorangpun bisa menolahnya. Namun bagi kita yang percaya kepada Yesus Kristus, kematian bukan menjadi akhir dan tujuan hidup kita, tetapi kematian adalah jalan yang harus dilalui untuk menuju kehidupan kekal, melihat Yesus dalam kemuliaanNya. Kapan kematian itu tiba, tidak ada yang tahu. Agar kita kelak sampai dan masuk ke kehidupan kekal itu, kita harus memenuhi tuntutan yang dituntut oleh Tuhan selama kita hidup. Selama kita hidup adalah masa untuk mempersiapkan diri sehingga kalau memang sungguh merindukan kehidupan kekal kelak, maka pada hidup yang sekarang bolehlah kita hidup seperti prinsip, ‘hiduplah hari ini, seolah-olah inilah akhir hidup kita’. Tentu artinya, hidup yang senantiasa mempersiapkan diri dengan percaya, mengikuti Yesus sendiri. Sehingga ketika waktunya tiba, kita diperkenankan menikmati kehidupan kekal.

REFLEKSI HARIAN:
1. Siapa saja yang akan kita doakan hari ini?
2. Hiduplah hari ini, seolah-olah hari ini adalah akhir hidupmu.

PERNIKAHAN BAHASA KARO

BUKU LAKON SAKRAMEN TUMBUK ERJABU



GEREJA KATOLIK
PAROKI ‘MARIA DARI GUNUNG KARMEL’TIGALINGGA
Jln. Kuta Bunga no. 16 Tiga Lingga 22252, Tlp. 0627-7436116
KEUSKUPAN AGUNG MEDAN

LAKON PEMENA
1. I lebe-lebe Gereja

Rende : TUHAN I BAS KAM NARI (PMD No. 335)

Malim :
Mejuah-juah man banta kerina. Senina ras turang i bas Yesus Kristus. Genduari, nandangi bengket me kita ku bas gereja, ngadap Tuhanta, lako mindo pasu-pasuNa i bas lakon Sakramen Tumbuk Erjabu enda. Mari dage kita bengket ku rumah Tuhan alu meriah ukur i bas kiriteken, maka sikap nge Tuhan ngalo-ngalo kita, janah mereken pasu-pasuNa man banta kerina, terlebih-lebih man bandu si nandangi erjabu i bas gelarNa.

Ertoto me kita:
O Dibata Bapa, Ka si njadiken jelma dilaki ras diberu, gelah nggeluh ngkuhi alu sikeleng-kelengen. Arak-araklah anakNdu enda, si reh ku bas GerejaNdu mindo pasu-pasuNud, lao majekken perjabunna. Suruhlah malekat-malekatNdu, bage pe kalak sibadia i surga nari, lako negu-negusa ku bas keliasen ateNdu.

(Malim ngampeken tanna ku arah penganten)

Mbera-mbera Dibata Bapa si la ersibar kekelengenNa dingen si dem aku lias ate, ngalo-ngalo kita ku bas rumaNa, janah mereken pasu-pasuNa (+) si simpar man bandu genduari seh rasa lalap.

Krina : Amen

(Malim mipiri jelma si nterem alu lau simalem alu lau simalem sibadia. Kenca si e:

Malim : Mari bage siarak-araken bengket ku bas gereja dingen rende kita.

Rende : MERIAH UKURKU (PMD NO. 369)

2. Tanda Silang

Malim :
I- bas gelar Ba-pa ras A-nak ras Ke-sah Si-ba- di - a.

Kerina : A- men

3. Tabi

Malim :
Lias ate Tuhanta Je-sus Kris-tus kekelengen Di-ba - ta, ras per-sa-dan Kesah Si- ba-di - a rem-bak ras kam.

Kerina :
Ja-nah ras kam ka pe.

4. Kata Penaruh
Malim :
Bapa, nande, turang dingen seninan si nikelengi tuhanta Jesus Kristus, terlebih kam si nandangi njabuken bana, bage ka pe kita kerina si pulung sibiak sukut, kalimbubu, anak beru, ras teman meriah pekepan mejuah-juah janah dame man banta kerina si rehna i bas Dibata nari. I bas wari si mehuli enda, i lebe-lebe Gereja Sibadia, enggo kita pulung sangkep nggeluh ......... ras ........ mergana em kap guna naksiken Sakramen Tumbuk Erjabu man temanta enda si ren]hna i bas Dibata nari. Pulung kita i bas gereja, janah pengurus Gereja ras pastor pe idilondu lako jadi saksi i bas perjabun temanta enda, erkiteken tek nge kita, maka perjabun sekalak Kristen jadi sada Sakramen, em kap sada lakon si jadi tanda, i ja Tuhan pesehken pasu-pasuNa man senina ras turangta si nandangi tumbuk erjabu enda. Jadi Tuhan nge si ringan genduari i jenda lako mpersadaken temanta enda i bas sada perjabun. Tuhan nge si masu-masu, janah si jadi jaminen, maka perjabun enda jadi sada dalin ku ketuahen ras kegeluhen si rasa lalap. Gelah sikap dingen metunggung dage kita ngadap tuhanta, maka kupindo man bandu duana rasken kia kerina, maka sisesali dosanta janah erkadiola kita gelah kita patut ngaloken perkuah ate Dibata.

(sinik kentisik)

5. Kinjeran

Ngaku me aku, man Dibata si la ersibar kuasa-Na,
Janah man babdu kerina,
maka aku enggo erdosa alu perukuren ras perkatan.
Alu perbahanen ras kelalen.
Aku erdosa, aku enggo erdosa.
Emsabapna mindo aku man Maria si sokeliamen,
Man kerina malekat ras man kerina kalak si badia,
Janah man bandu kerina,
Gelah notoken aku man Dibata Tuhanta.
Malim : Mbera-bera Dibata si la ersibar kuasa-Na, ngekelengi kita, ngalemi dosanta,
janah naruhken kita ku kegeluhen si rasa lalap.

Kerina : Amen.

6. Tuhan Kelengilah Min

Malim : Tuhan, kelengilah min kami.
Kerina : Tuhan, kelengilah min kami.
Malim : Kristus, kelengilah min kami.
Kerina : Kristus, kelengilah min kami.
Malim : Tuhan, kelengilah min kami.
Kerina : Tuhan, kelengilah min kami.

7. Toto Pemenan

Malim :
Ertoto me kita,
O Dibatta Bapa kami,
Tataplah alu lias ate turang ras senina kami enda. Enggo ersada arihna duana, lako nggeluh ras-ras dingen si keleng-kelengen ibas sada perjabun. Mindo kami O Bapa: peteguh rakuten kekelengenna, gelah tamba warina, tamba igejabna keleng ate-Ndu. Min ibas gedang-gedang geluhna reusure tergejab man bana pengkawali-Ndu. Ertiken Kristus Tuhan kami.

Kerina : Amin.

LAKON KATA

8. Ogen Efesus ( 5:2.21-33 ):
Lektor :
Ogen bagi sini isuratken Rasul Paulus man perpulungen i Efesus Geluhndu arus erpalasken keleng ate, bagi Kristus enggo engkelengi kita, dingen ngendesken kesahNa man gunanta. Ia enggo mpersembahken diriNa jadi persembahen si merim si ngena ate Dibata.
Patuhlah sekalak nandangi si debanna, erkiteken kam mehamat man Kristus. O kam ndehara, patuhlah man perbulangenndu bagi patuh man Tuhan. Sabap perbulangen nge takal ndeharana, bali ras Kristus takal perpulungen, janah Kristus nge si Engkelini perpulungen si jadi kulaNa e.
Erkiteken si e ndehara arus patuh kal man perbulangenna i bas kai-kai pe, bali ras perpulungen patuh man Kristus. Kam perbulangen, kelengilah ndeharandu, bagi Kristus engkelengi perpulungen, dingen ngendesken kesahNa guna perpulungen e. Kristus erbahan bage guna mpersembahken perpulungen e man Dibata, alu kataNa, kenca ibersihkenNa e alu mbasuhsa alu lau. Tole pe gelah iendeskenNa perpulungen e man DiriNa alu dem kinijilen desken sekalak penganten diberu bersih dingen la ersalah, la lit cungikna ntah ringutna, bage pe la lit si man pandangen. Perbulangen arus engkelengi ndeharana bagi ia engkelengi kulana. Kalak si engkelengi ndeharana, engkelengi dirina kap. Labo pernah lit kalak elem-elem nandangi kulana. Tapi ipekena-kenana dingen ikawalina kulana e bagi Kristus mpekena-kena dingen engkawali perpulungen. Sabap kita me ringring kula Kristus. Bagi lit tersurat i bas Pustaka Si Badia, "Erkiteken si e, sekalak dilaki nadingken nande bapana, jenari ersada ia ras ndeharana, janah si dua e jadi sada kula me." Si enda ncidahken rahasia si mbelin kal ertina. Janah aku jine ngidah, maka si enda nuduhken persadan Kristus ras perpulungen.
Tapi pe kerna kam: Tep-tep perbulangen arus engkelengi ndeharana bagi ia engkelengi dirina, janah tep-tep ndehara arus mehamat man perbulangenna. Bage me kata ni Tuhan.
Kerina : Bujur man Dibata.

(1Musa 2:18-24; Rom 2:1-2.9-18; Kol 3:12-17; 1Kor 12:31-13:8)

9. Masmur Pengalon

Kuendeken Pedah-Ndu (PMD No. 372)

10. Alleluya / ayat Pengalo-ngalo Berita Simeriah

Malim : Alleluya, alleluya, alleluya.
Kerina : Alleluya, alleluya, alleluya.
Malim : Dage si enggo ipersadaken Dibata, la banci isirangken manusia.
Kerina : Alleluya, alleluya, alleluya.

11. Berita Simeriah

Malim : Tuhan ras kam.
Kerina : Janah ras kam pe.
Malim : Enda me Berita si Meriah rikutken Mateus (19: 3-6)
Kerina : Imuliaken me Tuhan.
Malim :
I bas sada paksa, reh Jenari reh piga-piga kalak Parisi njumpai Jesus sabap atena ncubai Ia. Nungkun ia man Jesus nina, "Rikutken Undang-undang agamanta banci kin iulihken kalak ndeharana bagi ate-atena saja?"
Erjabap Jesus, "Langa kin iogendu kata si tersurat i bas Pustaka Si Badia, i ja ikataken maka mula-mulana ijadiken si Nepasa sekalak dilaki ras sekalak diberu? Jenari nina si Nepasa e, 'Erkiteken si enda itadingken si dilaki me nande-bapana jenari ersada ia ras ndeharana janah si dua e enggo jadi sada.'
E maka lanai bo ia dua, tapi sada. Dage si enggo ipersadaken Dibata la banci isirangken manusia." Bagen me kata Tuhan.

Kerina : Pujin man Bandu o Kristus.

(Joh 2:1-11;Joh 10:1-11; Joh 15: 1-12)

12. Nuri-nuri

LAKON TUMBUK

13. Penangkasi

Pengurus Gereja :
Bapa pastor si nihamati kami, sue ras Pedah Dibata si ................ras si .................enda enggo milih sapih ia duana, lako jadi teman sedekah geluhna. E maka kami sebagai pengurus Gereja genduari mindo man Bapa Pastor, gelah min ngesahkan rakuten kalak enda tumbuk erjabu rikutken adat-istiadat Gereja Katolik.

Malim :
Enggo me kam tek, kam Pengurus Gereja, maka kekelengen sapih ia tuhu-tuhu enggo nteguh, lako ndalani kegeluhen si mabru e, dingen la lit kai pe ngelang-langi pertumbuken enda?

Pengurus Gereja :
Asa ieteh kami, maka ia duana enggo cukup sitandan; janah kade-kade pekepar pe enggo sue arihna duana. E maka iakap kami lanai bo lit alangen.

Malim :
Melala bujur man bandu kam pengurus Gereja. Gendari gelah ilebuhndu dua kalak ku lebe enda guna jadi saksi i bas lakon enda.

(Pengurus Gereja ngelebuhi saksi-saki reh ku lebe panti imam, tedis arah kawes-kamuhen penganten.)

14. Perpadanen Tumbuk

Malim :
Kam si .................. ras........................, kam duana reh kujenda guna ngerayaken Sakramen Perjabun ilebe-lebengku sebagai pejabat Gereja Katolik, dingen isaksiken kalimbubu, seninan, bage pe anakberu, ras perpulung –en, rikut pe ras teman meriah kerina. Maka genduari kupindo gelah ibelaskendu sura-sura ras isi pusuh peratendu salu ngaloi penungkun-en-penungkunen kami alu sora tangkas terang:

Man si dilaki:

Malim :
Kam .................. tuhu-tuhu kin atendu ngesahken perjabun enda alu ukur si meciho?

Si dilaki : Ue, tuhu bage ateku.

Malim :
.............................ngit nge kam senina kami ngkelengi ras nghamati ndeharandu sedekah geluhndu?

Si dilaki : Ue, aku nggit.

Malim :
.........................nggit nge kam jadi bapa si mehuli man anak-anak sini bereken Dibata man bandu, janah ndidiksa, geluh jadi anak Katolik si mehuli?

Si dilaki : Ue, aku nggit.

Man si diberu:

Malim :
Kam .................. tuhu-tuhu kin atendu ngesahken perjabun enda alu ukur si meciho?

Si dilaki : Ue, tuhu bage ateku.

Malim :
.............................ngit nge kam turang kami ngkelengi ras nghamati Perbulangendu sedekah geluhndu?

Si dilaki : Ue, aku nggit.

Malim :
.........................nggit nge kam jadi nande si mehuli man anak-anak sini bereken Dibata man bandu, janah ndidiksa, geluh jadi anak Katolik si mehuli?

Si dilaki : Ue, aku nggit.

15. Mindo Doa Restu ibas Orang tua nari:

Malim :
Sope denga sibenaken lako tumbuk erjabu, ipindoken man pengantin duana gelah reh ku adepan orang tua mindo maaf ras doa restu. Ipindo kami gelah bapak vorhanger/pengurus gereja nemani penganten enda.

16. Pertumbuken ialoken

Malim :
Maka seh me paksana lako ngesahken perjabun enda. Kupido man bandu sekalak-sekalak lako ngaloi penungkunenku alu ukur tutus. Tamaken dage tandu si kemuhun ibabo Pustaka Sibadia enda, eme kata Dibata si ngkelengi kita.

Man sidilaki:

Malim :
........................ nggit nge kam tumbuk ras si ........................... si ijenda genduari, janah ngkelengisa, dingen tetap setia sedekah geluhndu subuk ibas senang tah pe ibas susah?

Si dilaki :
Ue, aku nggit. Janah aku erpadan tetap setia man bana, subuk ibas senang bage pe ibas susah; janah ateku ngkelengisa asa ngasupku, bage pe nghamatisa sedekah geluhku. Bagenda me perpadanenku ilebe-lebe Dibata ras Pustaka Sibadia enda.

Man sidiberu:

Malim :
........................ nggit nge kam tumbuk ras si ........................... si ijenda genduari, janah ngkelengisa, dingen tetap setia sedekah geluhndu subuk ibas senang bage pe ibas susah?

Si diberu :
Ue, aku nggit. Janah aku erpadan tetap setia man bana, subuk ibas senang bage pe ibas susah; janah ateku ngkelengisa asa ngasupku, bage pe nghamatisa sedekah geluhku. Bagenda me perpadanenku ilebe-lebe Dibata ras Pustaka Sibadia enda.

17. Pertumbuken Ipeteguh

Malim :
Ibas gelar Gereja Sibadia, ras ilebe saksi-saksi, ras kam kerina si pulung tangkas terang ku pebetehken maka perjabun si enggo iresmiken enda eme perjabun kalak Kristen si sah. Min Sakramen enda man bandu duana jadi sumbul peregegh ras dame. Janah kam kerina si pulung ijenda, subuk anak beru senina bage pe biak kalimbubu pekepar bage ka pe kam tegun perpulungen kubahan lako jadi jaminen ibas perjabun enda. Gelah min ras-ras kia nginget dingen pehagaken Kata Pustaka Sibadia; “Kai si enggo ipersada Dibata, ia arus isirangkken manusia.”

Kerina : Amen.

18. Pemasu-masun Si Dilaki ras Si diberu

Malim :
Turang ras senina kekelengen, mari dage kita ertoto alu meteruk ukur gelah min Dibata nggit nguseken pasu-pasu ras perkuah ate man kalak si erjabu enda, si enggo ipersada ibas perpadanen sibadia, gelah ia mbera-mbera tetap ersada ibas rakuten kekelengen.

Kerina ertoto ibas pusuhna sekalak-sekalak.

O Dibata, Kam njadiken si nasa lit alu gegeh ras kuasa-Ndu. Itepa Kam manusia umat ras Kam, gelah duana ipetumbuk jadi sada; dingen ipediaken-Ndu kap maka perjabun si enggo ipeteguh-Ndu ia banxi isirangken nasi. Tataplah alu lias ate-Ndu ndehara enda: gelah pemere kekelengen ras dame-Ndu lalap ringan ibas pasuh peratenna; gelah mian ia banci jadi ndehara si setia jadi nande si mehuli bagi pernanden-pernanden si badia, si nipuji ibas Pusataka Sibadia.
Bage pe ertoto kami guna perpulungenna enda, gelah min lalap ngasup ndalinken tanggungjawabna subuk mandangi ndehara ras anak-anakna bage pe nandangi jelma si enterem. Terlebih-lebih kami mindo man Bandu o Bapa, gelah min teman si erjabu enda, tetap nteguh ibas kinitekenna ras ndalinken pedah-pedah-Ndu. Gelah min ia tetap ersada arih diaki diberu, metunggung erkiteken lagu-langkahna, dingen erguna man kade-kadena, bage pe man jelma si enterem.
Mbera-mbera ertuah bayaklah ia, jadi orang tua si man usihenlah min, dingen melemlah atena sempat ngidah kempu-kempuna.
Mbere-mbera cawir ia metua, janah dunga bengket ia ku kegeluhen si rasa lalap ibas Kerajan Surga. Erkiteken Kristus Tuhan kami.

Kerina : Amen.

19. Tukar cincin

Malim :
Marilah kita ertoto, gelah pasu-pasu Dibatalah min cincin si dua enda, lako jadi tanda ke setian ibas perjabun.

(sinik kita kentisik)

O Dibata Bapa kami si mada kuasa, usekenlah pasu-pasu-Ndu nandangi cincin si dua enda, gelah min ia duana si makesa tetap ersada arih, sikeleng-kelengen, sihamat-hamaten, janah nggeluh ibas dame sue ras peraten-Ndu. Gelah min cincin enda mpersingerti ia duana kerna kekelengen ras kesetian si enggo ipadankenna ibas wari mehuli mehuli enda. Si enda kerina ipindoken kami erkelang-kelangken Kristus Tuhan kami.

Kerina : Amen.

Kenca ipir-ipir malim cincin e alu lau sibadia, ibereken cincin si diberu man si DILAKI, nina:

Malim :
Pakeken cincin enda, tanda kesetian perjabun, kubas jari manis tan si kawes ndeharandu. Ibas gelar Bapa, ras Anak, ras Kesah Sibadia.

Kerina : Amen.

Kenca si e ibereken cincin si diberu man si DIBERU, nina:
Malim :
Pakeken cincin enda, tanda kesetian perjabun, kubas jari manis tan si kawes pebulangendu. Ibas gelar Bapa, ras Anak, ras Kesah Sibadia.

Kerina : Amen.

20. Pertoton Pemindon

Malim :
Mari dage kita si pulung enda alu ersada ukur ertoto man Dibata guna perjabun turang ras seninanta enda :

P1 :
O Dibata Bapa, alu ersada arih ersada ukur reh kami mindo man Bandu, dudurkenla tan-Ndu si melias guna masu-masu kalak enda; peteguh-Ndu ka lah min perjabunna alu rakuten kekelengen-Ndu, janah Kalah min rusur jadi sukut ibas jabuna.
Ertoto me kita:

Kerina : O Tuhan begiken min toto kami.

P2 :
O dibata Bapa, useken min dame nu Kristus kubas pusuh peratenna, janah pedauhlah min ibas ia nari kerina si la tengka, gelah ia rusur lit ibas mejuah-juah.
Ertoto me kita:

Kerina : O Tuhan begiken min toto kami.

P3 :
O Dibata Bapa, pasu-pasulah min, gelah kalak enda ertuah bayak, sangap mupus anak anak dilaki ras diberu, mbuah page nisuanna, merih manuk niasuhna dingen sangap ibas kerina pendahinna.
Ertoto me kita:

Kerina : O Tuhan begiken min toto kami.

P4. :
O Dibata Bapa, bereken min keriahen, kemalemen ate ras kejuah-juahen man kerina kade-kadenna: anak beru-senina ras kelimbubuna, si enggo ersada arih pejabu kalak enda; janah bere gegeh man kalak enda duana, gelah ia pagin meingkat ndahi dahin-dahin kade-kadena apai pe la erndobah.
Ertoto me kita:

Kerina : O Tuhan begiken min toto kami.

P5 :
Berelah min o Dibata Bapa, maka ia duana cawir metua, mejingkat erdahin, tutus ibas perpulungen-Ndu, je nari kenca dung tegunna i doni enda daten kesenangen si rasa lalap ibas kerajaan surga.
Ertoto me kita:

Kerina : O Tuhan begiken min toto kami.

Malim :
O Dibata Bapa si Perkeleng, janah simada kerina kuasa. Kam kap si ngelakoken pertumbuken manusia enda erdandanken keleng ate-Ndu: janah ibas wari si sendah enggo ietumbuk Kam kalak si dua enda alu sakramen sibadia enda: pebadiaken janah pasu-pasun-Ndulah ia duana, subuk kula bagepe tendina; petetaplah rakuten perjabunna ibas kekelengen-Ndu si la ersibar. Erkiteken Kristus Tuhan kami.

21. Lakon Pepulung Kolekte I ras II

Rende Lakon Pepulung Kolekte ALOKEN MIN TUHAN (PMD No. 326)

(Adi lit Perayaan Ekaristi, perayaan ekaristi mulai ibas Persembahen)

22. Bapa Kami

Malim :
Ras Tuhan Jesus, si enggo i tengah-tengahta, mari bage sitotoken pertoton si niajarken-Na man banta:

Atau

Malim :
Senina ras turang, kita enggo ngaloken Kesah Sibadia si njadiken kita anak-anak Dibata. Emaka alu kuasa Kesah Dibata e, pang kita ertoto:

BAPA KAMI

Bapa kami si nisurga, ipebadiakenlah gelar-Ndu, rehlah kinirajan-Ndu sehlah peraten-ndu i doni bagi i surga.
Berekenlah man kami sada wari enda, nakan kami si teptep wari; janah alemilah min salah kami, bagi kami ngalemi salah kalak kempak kami; janah ola min badai kami kubas percuban, tapi pulahilah kami idur si bena nari. Amen.

23. Embolisme

Malim :
O Bapa, peluah min kami ibas kerina kemaran nari, janah bereken min genduari perdamen. Kelengilah janah sampati min kami, gelah lalap bersih ibas dosa-dosa nari, janah la kena ganggun kai pe, gelah kami banci nggeluh aman, dingen ngarapken kerehen Penebus kami Jesus Kristus.

Kerina : Sabap Kam kap raja, Sibadia ras erkuasa seh rasa lalap.

LAKON PENUTUP

24. Toto Penutup

Malim :
Malim : Ertoto me kita,
O Dibata Bapa Siperkuah,
Ibas perayaan enda, enggo kami rayaken Sakramen tumbuk Erjabu. Ibas Sakramen enggo ipadanken-Ndu kekelengen-ndu si ngkawali kami, lako pergegehi dingen erbahan kami ngasup erdalin kubas kegeluhen-Ndu.
Talangi min silalap pusuh peraten kami, gelah Kam banci tetap ringan ibas kami janah kami pe ibas Kam.
Gelah kami ngasup ndalinken penuruhen-Ndu man kami: meriaken penebusen ras pemulahin-Ndu itengah-tengah dingen arah keluarga kami. Si enda Tuhan ipindoken kami man ban-Ndu, erkelang-kelangken Kristus Tuhan kami.

Kerina : Amen.

25. Pengendesan man Maria

26. Pemasu-masun dingen Pengendesen Pustaka Sibadia,

27. Ngendesken Pustaka Sibadia man Sidilaki

28. Ngendesken Silang man Sidiberu

29. Ibereken Kesempaten man Orang Tua Ncabini Penganten alu Uis Peradaten

30. Njujungi Beras Piher

31. Pasu-pasu Peberkati

Malim : Tuhan ras kam.

Kerina : Janah ras kam pe.

Malim :
Mbera-mbera kita kerina ipasu-pasu Dibata si la ersibar kuasaNa: (+) Bapa, ras Anak, ras Kesah Sibadia.

Kerina : Amen.

32. Peberkaten

Malim : Senina ras turang, lakon Sakramen Tumbuk Erjabu enda enggo dung.
Kerina : Bujur man Dibata.

Malim : Mari dage kita berkat, pebelangken kata Dibata.
Kerina : Amen.

LAKON EKARISTI

22. Toto Persikapen Persembahen

Malim :
Terpujilah Kam o Tuhan, Dibata kerina si nasa lit, sabap ibas perkuah ate-Ndu nari kap ialoken kami roti si niisikapken kami enda. Enda me ulih taneh ras pe pendahin kami manusia, lako guna jadi roti kegeluhen man kami.

Kerina : Terpuji me Dibata seh rasa lalap.

Malim :
Terpujilah Kam o Tuhan, dibata kerina si nasa lit, sabap ibas perkuah ate-Ndu nari kap ialoken kami anggur si niisikapken kami enda. Enda me ulih taneh ras pe pendahin kami manusia, lako guna jadi inemen kegeluhen man kami.

Kerina : Terpuji me Dibata seh rasa lalap.

Malim :
Ertoto dage turang ras senina, gelah min persembahenku ras persebahenndu ialoken Dibata Bapa si la ersibar kuasa-Na.

Kerina :
Mbera-mbera persembahen enda ialoken erkiteken kemulian Tuhan ras kajuah-juahenta ras kerina perpulungen Dibata si badia.

23. Toto Persembahen

Malim :
Ertoto me kita,
O Tuhan Dibata Bapa kami!
Kekelengen-Ndu kempak kami enggo ididahken-Ndu ibas Anak-Ndu Yesus Kristus. Ia enggo ngasamken kesah-Na guna man kami i datas kayu persilang, janah ipersembahken genduari ibas rupa roti ras lau anggur i datas altar enda. Ipersada janah ipersembahken kami dage kubas kekelengen-Ndu kekelengen teman kami si njabuken bana enda, bage ka pe kekelengen kami kerina umat-Ndu, gelah kai si kurang ibas kekelengen kami, idemi-Ndu lah min alu keleng aten-Ndu si la ersibar e, gelah erdandanken si e kami pe ngasup erdalan sada pengolak sada pengole ngayaki kegeluhen-Ndu si rasa lalap, ibas Kristus Tuhan kami.

Kerina : Amen.

24. PREFASI

Malim : Tuhan ras kam.
Kerina : Janah ras kam ka pe.

Malim : Marilah dage sialaken pusuhta kempak Tuhanta.
Kerina : Enggo ialaken kami.

Malim : Mari dage ngataken bujur man Tuhan Dibatanta.
Kerina : Tuhu patut kal janah bujur.

Malim :
Tuhu-tuhu patut janah bujur, o Bapa Sibadia, Dibata si rasa lalap dingen erkuasa, maka katawari paksa pe kami tetap ngataken bujur man Bandu erkeleng-kelengken Kristus, Tuhan kami, Anak kekelengen-Ndu.
Ia kap si enggo isuruh-Ndu jadi si mulahi ras si nebusi dosa kami. Erkiteken Kristus e, anggo ibaba janah iarak-arak-Ndu kerina jelma ku kegeluhen dingen ketuahen. I bas Ia, ipajekken-Ndu Sakramen Tumbuk Erjabu jadi sada rakuten kekelengen, janah erdandanekn-Ndu si e: ipetubuh-Ndu kegeluhen si mbaru, ibereken-Ndu penebusen janah ipebadiaken-Ndu kerina doni enda. I bas Sakramen Tumbuk Erjabu, ibereken-Ndu jabaten kedibatan-Ndu si sada, em kapken: nepa doni enda, nerusken penebusen-ndu janah ikut pebadiaken kerinana.
Erkiteken si e, ipuji janah ipehaga kami kekelengen-Ndu, si enggo ngangkat kekelengen kami jelma ku bas penebusen-Ndu.
E maka, raduken kerina malekat ras kerina kalak sibadia, ipuji ras imuleaken kami Kam, dingen rende/ersurak alu ersada ari-ersada sora.

25. BADIA

Badia, badia, badia nge Tuhan, Dibata kerina si nerkuasa.
Surga ras doni dem kap kemulian-Ndu.
Terpuji me Kam i surga. Ipasu-masu me si reh ibas gelar Tuhan.
Terpuji me Kam i Surga.

26. TOTO SIMBELIN II

Malim :
Tuhu-tuhu badia nge Kam o Bapa, sumbul karina si badia.
Maka ipindo kami:
Badiaken min persembahan enda alu Kesah-Ndu, gelah salih man kami jadi Kula ras ( + ) Dareh Anak kekelengen-Ndu tuhan kami, Jesus Kristus.
Tupung nandangi ngenanami kiniseran alu meriah ukur, ibuat Jesus me roti, ikataken-Na bujur man Bandu emaka ibelahi-Na roti e, janah ibereken-Na man ajar-ajar-Na dingen ninna:

ALOKENLAH MIN JANAH PANLAH MIN:
ENDA ME KAP KULANGKU, SI NIENDESKEN GUNA BANDU.

Bage ka pe elah kenca man, ibuat-Na me calung. Sekali nari ikataken-Na bujur man Bandu, emaka ibereken-Na calung e man ajar-ajar-Na, dingen nina:
ALOKENLAH MIN JANAH INEMLAH MIN:
ENDA ME KAP CALUNG DAREHKU, DAREH PADAN SI MBARU RAS SI RASA LALAP, SI NIAMBURKEN GUNA BANDU RAS GUNA KERINA JELMA JADI PENGALEMEN DOSA.
BAHANLAH MIN ENDA GUNA NGINGET AKU.

ANAMNESE:

Malim :
Ma-ri-lah sicidahken rusia ki-ni-te-ken-ta.

Kerina :
Ke-ma-ten Tu- han si- be-ri- ta-ken.
Ke-ke-ken Tu-han si- pe-ha-ga-ken.
Ke-re-hen Tu-han si-te- de-hi-kal. A – men.

Malim :
Dingen nginget kematen ras kekeken Kristus, ipersembahekn kami man Bandu, o Bapa, roti kegeluhen ras calung pengalemen. Ikataken kami bujur, sabap metunggung iakap-Ndu kami ngadep man Bandu. Ipindo kami, gelah kami si ngaloken Kula ras Dareh Kristus ipedemu Kesah Sibadia jadi sada perpulungen.
O Bapa, kawali min Gerej-Ndu si lit i belang-belang doni. Peteguh min rakuten kekelengen umat-Ndu, ibas persadan ras Paus kami......, ras Uskup kami ....., bage pe kerina pastor, diakon, ras kerina singelai kami ibas Geejan-Ndu.
Selamatken ka pe dage turang dingen senina kami si erkiniteken ras kerina kalak si enggo mate. Berelah pengadi-ngadin si rasa lalap man bana, bage pe man kerina teman si enggo mate ibas Kristus. Kelengilah janah alokenlah ia kerina i adep-adepen-Ndu.
Kami kerina mindo keleng ate-Ndu, o Bapa, gelah kami pe ikut muat bagin ibas kejuah-juahen si rasa lalap e, ras Maria si badia si sokelamen, nande Dibata, ras kerina ajar-ajar dingen kerina kalak si badia, si nggeluh ibas kekelengen-Ndu. Berelah min kami muji-muji ras mpehagaken Kam.
Er- ki-te- ki- te-ken Kris-tus, ras Ia di-ngen i- bas I –a
Ke-rina kinhamaten ras kemulian man Bandu Di- ba-ta Ba-pa
Si-la ersibar kua-sa-Na, i-bas persadan
kesah Sibadia Seh ra-sa la- lap

Kerina :A-men, a- men, a - men

27. Lakon Komuni

(Dung toto Simbelin, malim ras umat nikapken diri lako komuni)

28. Bapa Kami

Malim :
Ras Tuhan Jesus, si enggo i tengah-tengahta, mari bage sitotoken pertoton si niajarken-Na man banta:

Atau

Malim :
Senina ras turang, kita enggo ngaloken Kesah Sibadia si njadiken kita anak-anak Dibata. Emaka alu kuasa Kesah Dibata e, pang kita ertoto:

BAPA KAMI

Bapa kami si nisurga, ipebadiakenlah gelar-Ndu,
rehlah kinirajan-Ndu sehlah peraten-ndu i doni bagi i surga.
Berekenlah man kami sada wari enda, nakan kami si teptep wari; janah alemilah min salah kami, bagi kami ngalemi salah kalak kempak kami; janah ola min badai kami kubas percuban, tapi pulahilah kami idur si bena nari. Amen.

29. Embolisme

Malim :
O Bapa, peluah min kami ibas kerina kemaran nari, janah bereken min genduari perdamen. Kelengilah janah sampati min kami, gelah lalap bersih ibas dosa-dosa nari, janah la kena ganggun kai pe, gelah kami banci nggeluh aman, dingen ngarapken kerehen Penebus kami Jesus Kristus.
Kerina : Sabap Kam kap raja, Sibadia ras erkuasa seh rasa lalap.

30. toto nu Dame

Malim :
O Tuhan Jesus Kristus, enggo pernah ikataken-Ndu man ajar-ajar-Ndu: “Dame Kutadingken man bandu, em kap dame-Ku si Kubereken man bandu”.
Malim : Ola nehen dosa kami, tapi ingetlah kiniteken Gereja-Ndu janah pasu-pasulah
kami, gelah nggeluh ersada ras dame sentudu ras peraten-Ndu, sabap Kam kelang-kelang kami seh rasa lalap.

31. Melah Roti (Anak Biri-biri Dibata)

Malim : Anak Biri-biri Dibata, si masapken dosa pertibi enda.
Kerina : Kelengilah kami.

Malim : Anak Biri-biri Dibata, si masapken dosa pertibi enda.
Kerina : Kelengilah kami.

Malim : Anak Biri-biri Dibata, si masapken dosa pertibi enda.
Kerina : Bere min dame man kami.

32. Persikapen Komuni

Malim :
Enda me Anak Biri-biri Dibata si masapken dosa doni enda, ketuahen kita kerina si idilo ku kerja man-man si badia.

Kerina :
O Tuhan, la patut Kam reh kubas aku, tapi katakenlah sengkebabah saja, maka sikap me aku.

33. Ngaloken Kula (Ras Dareh) Kristus.

Malim : Kula / Dareh Kristus
Kerina : Amen.

33. Enden Komuni

SADA PRARIH KITA KRINA (PMD NO. 338)

MARI SISEHKEN BUJUR MAN TUHAN (PMD No. 336)

LAKON PENUTUP

34. Toto Kenca Komuni

Malim :
Ertoto me kita,
O Dibata Bapa Si Perkeleng. Itepa-Ndu kerina manusia erkiteken keleng ate-Ndu guna kejuah-juahen kami. Ibas wari si sendah, ipersada-Ndu senina ras turang kami enda alu Sakramen Tumbuk Erjabu janah petunggung Kam padan perjabunna lau Lakon Ekaristi Simbadia enda.
Mindo kal kami man Bandu, gelah padan si enggo ipadankenna ringan rasa lalap i bas jabuna. Bage pe temani dage kerina kade-kadena i bas umputen acara enda guna petunggungken perjabunna. Ku bas keliasen ate-Ndu iendesken kami kerina erkeleng-kelangken Kristus Tuhan kami.

Kerina : Amen.

35. Pengendesan man Maria

Malim :
Turang ras senina i bas Kristus!
Arah pengalamenta, sieteh nge uga mberatna nggeluh i doni enda. Tapi sebagai anggota perpulungen Katolik Sibadia, tek nge kita man persadan ras kalak sibadia. Mari dage siendesken temanta enda man pengepkepen sibadai si ni surga, terlebih man pengepkepen nandenta Maria sibadia, gelah ia sebagai nande si enggo ngenanami uga mberatna kegeluhen i doni enda janah metehsa kegeluhenta, tetap notoken dingen mereken penampatna man perjabun si mbaru enda.
E maka, man bandu senina ras turang kami, berkat me dage kam lako ndahi nandenta Maria Sibadia. Babalah lilin ras bungandu lako ngendesken toto ras permindondu man Tuhan arah nandenta Maria si perkeleng.

(Penganten duana, si ldilaki mbaba lilin, janah si diberu mbaba bunga, berkat ku patung Maria janah erjimpuh. Kenca itamaken lilin ras bung i je, ras-ras kalak e duana mbelasken peroton enda: )

Si duana penganten:

O Maria nande kami, tataplah kami anak-anakndu si erjimpuh i lebe-lebendu. I bas wari si sendah, ibenaken kami nggeluh si mbaru. Ibas perjabun kami, totokenlah kami, ilebe-lebe anakndu Jesus e. Pindokenlah min man bana, gelah jabu kami enda, banci bagi jabundu nai i nasaret. Bagi santo Yosep sebagai perbapan, sampati kami gelah tutus erdahin. Bagi kam pe o nande, sampati kami gelah mejingkat ngatur rumah tangga. I lebe-lebendu erpadankami, maka lalap pagi mejingkat ertoto, gelah gegeh berita si meria la ernimpet-nimpet i bas jabu kami.
Mbera-mbera dame nu kesangapen tetap ringan i tengah jabu kami. Bunga si icibalken kami i lebe-lebendu, min jadi tanda maka kami tetap nghamati kam, o Maria nande kami totokenlah kami.

Toto SINTABI MARIA (3 X)

Sintabi Maria si nidemi perkua ate, itemani Tuhan nge kam.
Kam nge si nipasu-pasu arah kerina diberu, janah ipasu-pasu nge buah bertindu Jesus.
O Maria sibadia, nande Dibata totokenlah min kami si perdosa enda,
genudari ras i bas paksa kami mate. Amen.

36. Pemasu-masun dingen Pengendesen Pustaka Sibadia, Silang, Uis ras Beras Piher :

Malim :
Turang ras senina i bas Jesus Kristus!
I bas surat man kalak Heber bidu 1 ayat 1 seh ku 2 ninan bagenda: “Nai enggo megati Dibata ngerana man nini-nininta arah nabi-nabi alu erbage-bage cara. Tapi i bas paksa-paksa si arah pudi enda enggo neranan la man banta arah Anak-Na. Arah Anak-Na e me Dibata njadiken kerina si nasa lit, Anak-Na e me itetapken-Na jadi si mada kerina si nasa lit”.
I bas Berita Simeraiha sini isuratken Yohanes, ituriken maka Yesus me Dibata si rasa lalap, si enggo jadi manusia janah ringan i tengah-tengahta.
Ijenda enggo sikap :

1. Pusataka si Badia, sebagai kata Dibata si ringan i tengah-tengahta lako ngajari dingen nuturi kita kerna kekelengen Dibata.
2. Silang, sebagai tanda kemenangen ras kegeluhen si mbaru si enggo italangi Yesus man banta.
3. Uis peradaten, sebagai tanda kerina kade-kade ikut ngepkep jabundu.
4. Ras beras piher, sebagai tanda pasu-pasu si gel-gel ipake ibas peradatenta.

Sebagai bekal, janah sebagai tanda pengikutken pasu-pasu dingen penampat Dibata man bandu, nandangi iendesken me kerina tanda-tanda enda.

Maka kam pe anak kami: Pindolah kebujuren dingen gegeh Dibata lako ndalinken perjabundu arah silang ras Pustaka si Badia enda.

(ipirpir malim Pustaka Sibadia, Silang, Uis ras Beras Piher)

37. Ngendesken Pustaka Sibadia man Sidilaki

Malim :
Aloken dage Pustaka si Badia enda, janah begikenlah rusur kata Dibata ibas gedang-gedang geluhndu. Adi kata Dibata i bahandu jadi palas perjabundu, maka kam bagi kalak sipantas, si majekken rumahna ibabo batu karang. Maka amin pe reh angin meter ras udan meder, maka lalap nge rumah e enteguh pajek.

38. Ngendesken Silang man Sidiberu

Malim :
Aloken silang enda, em tanda kekelengen Dibata si nggit ngasamken Kesah-Na lako ngkelini kita. Katawari kam pagi duana ngenanami percuban, tataplah silang enda, maka Yesus mereken gegeh man bandu.

39. Ibereken Kesempaten man Orang Tua Ncabini Penganten alu Uis Peradaten

Malim :
Man bandu orang tua!
Cabinken dage Uis enda man anakndu e duana, tanda enteguh pengepkepndu pertendinna ibas jabuna.

O. tua :
Icabini kami kam duana alu Uis enda, gelah enteguh kal perjabunndu, tetap ersada iarak-arak Dibata.

40. Njujungi Beras Piher

Malim :
Kujujungi beras piher kam duana, beras page situnggung, maka piherlah
kinteken man Dibata, janah metunggunglah lagu langkandu katawari pe.

(Malim namaken beras piher ku takal pengantin janah nina: )

Sada-ersadalah min pagin rusur arihndu ibas jabundu.
Dua-ula erdua-dua ukur muat dimehuli ras ndalinken pedah Dibata.
Telu-talukenlah si ilat ras si jahat alu perbahanen si mehuli.
Empat-selpat liah-liah, banga kelaisa ras ukur gulut.
Lima-ertima rezeki tuah radumken sangap.
Enem-gelem pagin ulih latih.
Pitu-pitut ate kalak nembeh, ate kalak sian.
Waluh-naruh kerina toto pasu-pasu, kalimbubu ras anak beru senina.
Siwah-nilah kerina si la mehuli ibas perdalinen geluh perjabundu.
Sepuluh-ersepuh babah nibelasndu ibas si mehuli ras pebelangken kata Dibata.
Sepuluh sada-ersadalah tendindu duana, ersada perukuren ras penggejapendndu i bas jabundu.
I bas gelar Bapa, ras Anak, ras Kesah Sibadia. Amen.

41. Pasu-pasu Peberkati

Malim :
Turang ras seninan kekelengen!Mari bage sidungi lakon Sibadia enda lau ngaloken pemasu-masun si mbelin, gelah alu pemasu-masun Dibata, banci kita kerina ras jabu si mbaru enda nggeluh i bas kejah-juahen, ketuahen ras kesangapen.

Malim : Tuhan ras kam.

Kerina : Janah ras kam ka pe.

Malim :
Mbera-mbera kita kerina ipasu-pasu Dibata si la ersibar kuasaNa: (+) Bapa, ras Anak, ras Kesah Sibadia.

Kerina : Amen.

42. Peberkaten

Malim : Senina ras turang, lakon Sakramen Tumbuk Erjabu enda enggo dung.
Kerina : Bujur man Dibata.

Malim : Mari dage kita berkat, pebelangken kata Dibata.
Kerina : Amen.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)