Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.
Showing posts with label Berbagi Informasi. Show all posts
Showing posts with label Berbagi Informasi. Show all posts

MUI: Tolak budaya Valentine

MUI: Tolak budaya Valentine 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan budaya hari kasih sayang atau `Valentine` yang jatuh setiap 14 Februari tidak ada dalam ajaran Islam. “Budaya `Valentine` juga bukan budaya kita sebagai bangsa Indonesia. Budaya `Valentine` adalah budaya yang menjunjung tinggi pergaulan bebas dan tidak sesuai dengan budaya bangsa dan ajaran agama Islam,” ujar Ketua MUI Bidang Pendidikan, Anwar Abbas, di Jakarta, Kamis (12/2). Oleh karena itu, kata dia, hendaknya generasi muda yang beragama dan berbudaya, menjauhi dan menolak budaya tersebut. “Budaya hari kasih sayang ini akan merusak akhlak dan moral generasi muda,” jelas dia. Peringatan “Valentine” identik dengan pemberian coklat. 

Namun, “Valentine” juga identik dengan kencan dan seks bebas. Di beberapa daerah, beredar paket coklat beserta kondom yang dijual di toko serba ada. “MUI mengkhawatirkan tujuan paket coklat dengan kondom akan menjerumuskan generasi muda dalam zinah,” lanjutnya. Menurut Anwar, kasih sayang sesama manusia tidak hanya dilakukan selama satu hari saja, tetapi setiap saat. “Tidak perlu ikut-ikutan `Valentine`. Itu bukan budaya kita, itu budaya Barat,” ujar dia. Sejumlah daerah di Indonesia baik dari pihak ulama maupun pemerintah mendesak orang muda tidak merayakan Valentine. 

Aceh haramkan perayaan Valentine Pemerintah Kota Banda Aceh mengharamkan perayaan Valentine. Sosialisasi dilakukan ke sekolah-sekolah mulai pada 12 Februari 2015. Seruan larangan merayakan Hari Kasih Sayang dalam bentuk apa pun bagi kalangan muda-mudi dikeluarkan oleh Walikota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal. “Kepada generasi muda dan semua masyarakat Muslim Kota Banda Aceh agar tidak merayakan valentine’s day dalam bentuk apa pun, karena bertentangan dengan syariat Islam,” ujar Illiza, Kamis, 12 Februari 2015. 

Kepala Humas Pemerintah Kota Banda Aceh Marwan menuturkan seruan yang dikeluarkan itu merupakan bentuk kepedulian serta komitmen pelaksanaan dan penegakan syariat Islam secara kafah di Kota Banda Aceh. “Juga untuk antisipasi agar tidak ada perayaan Valentine di Banda Aceh,” ujarnya. 

(Antara/tempo.co/satuharapan.com)
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Salah kaprah: Mengusik akal sehat kita?

Salah kaprah: Mengusik akal sehat kita?

Romo FX Mudji Sutrisno SJ AKAL sehat adalah terjemahan kontekstual dari common sense. Harfiahnya menunjuk pada arti pemahaman biasa yang dibuat oleh akal sehat orang kebanyakan tanpa banyak-banyak berpikir rumit-rumit atau berenung-renung sulit. 

Semisal tanda alam langit berawan, akal sehat biasa ”menyimpulkan” akan hujan sebentar lagi. Apalagi bila angin dingin berair sudah bertiup dan kencang angin mulai memberat, common sense orang akan mengatakan sebentar lagi hujan. Geertz menaruh akal sehat ini sebagai tingkatan pemahaman sederhana sebelum diangkat ke refleksi logis sistematis terukur dan terverifikasi d
alam ilmu pengetahuan. Tulisan ini cukup mengartikan akal sehat sebagai pemahaman biasa sederhana budi. 

Akal sehat mulai diusik manakala pemahaman biasa akal budi diganggu oleh ketidaksesuaian antara logika (jalan pikiran) maknanya dan konsensus bersama proses memahami sebagai ”benar” logis yang ada. Akal sehat akan diganggu tatkala hukum logis nalar sebab-akibat dicederai lantaran keduanya tidak sekuensial atau tak bersambung. Lebih diusik lagi akal sehat biasa apabila proses diskursus (baca: berwacana) tiba-tiba disalahkaprahkan karena proses itu seharusnya dibuat sebelumnya (prafakta/praperistiwa), tetapi dilakukan post factum (sesudah peristiwa atau fakta). 

Contoh fenomena salah kaprah yang mengusik akal sehat saat ini adalah wacana makna atau proses ”koalisi”. Koalisi seharusnya dalam bingkai diskursus demokratis dibuat oleh partai-partai politik sebelum pemilu untuk tujuan berdialog mendapatkan kesamaan visi dan tujuan yang diemban demi kesejahteraan rakyat dari partai-partai lalu dirundingkan demi efektifnya pemerintahan untuk multipartai dalam parlemen agar pemerintah yang terbentuk bisa kuat dan efektif demi mencapai tujuan bernegara yaitu suara rakyat yang ingin keadilan, kesejahteraan, kedamaian, dan bisa cari nafkah yang cukup. 

 Jadi tidak untuk kuat pemerintahan demi dirinya sendiri atau demi kuasa dan pencapaian ambisi politik partainya apalagi demi bagi-bagi lahan kursi untuk berkuasanya partai yang tidak menaruh suara rakyat yang memilihnya untuk diwujudkan dalam tata masyarakat adil sejahtera. Salah kaprah wacana dan tindakan berkoalisi pasca-pemilu legislatif itulah yang dipersepsi dalam pemahaman salah sebagai bagi-bagi kuasa dan terus digulirkan tanpa menoleh sedikit pun dan sebentar pun pada pertanyaan mendasar tujuan pemilu oleh rakyat yang memilih. 

Karena salah kaprah ”palsu” dan tidak otentiklah arti koalisi yang sebenar-benarnya hanya berupa runding-runding cari kepentingan dan keuntungan politis demi keuntungannya partai politik. Karena itu, yang benar saat ini adalah temu untuk kerja sama! Karena salah kaprahnya makna koalisi, lihatlah, muncul dualisme wacana antara yang terbuka disantunkan sebagai pendekatan silaturahmi dan ”yang tertutup” berisi perundingan siapa calon wapres dan capres nanti. 

Lihatlah pula struktur pertemuan yang muncul keluar penandapenanda dualisme ambiguitas ini: pertemuan tertutup lalu disusul konferensi pers terbuka yang untuk akal sehat biasa tetap misterius terselubung isi sebenarnya. Sedang untuk akal budi yang kritis akan menggugat tanya: apa beda upacara temu kangen biasa dan silaturahmi tutup terselubung ”koalisi”? 

Akal sehat kita kembali diusik oleh fenomena tidak logis dalam penentuan kebijakan penghematan BBM, namun diizinkan terus diproduksinya mobil murah. Ketika devisa hemat BBM jebol, lalu debat tidak setujunya mereka yang tahu ada keanehan logika mengatasi macet lalu lintas, namun mobil ditambahi terus tetap tidak ”berani diangkat”. Yang diambil solusinya lebih mengusik akal sehat lagi karena yang akan diganti adalah ukuran corong pipa bahan minyak dipompa-pompa bensin antara yang BBM subsidi dan yang tidak. 

Akal sehat teraniaya lalu bertanya kritis tajam: bukankah manusianya yang menentukan kebijakan dan bukan ”saluran pipa bensin”. Tidakkah bila orangnya tidak mengelupas budinya yang salah kaprah antara mana sarana dan mana tujuan; mana esensi dan mana yang substansial, di sini terjadi pelecehan akal sehat kita semua. 

Mengapa? Karena kita dianggap tidak bisa berpikir sehat dengan common sense sehat bahwa kebijakan yang sudah diikat kepentingan kalkulasi untung rugi uang dan kepentingan bukan sejahteranya orang banyak, di sanalah logika uang dan hasrat cari untung dan memenangkan bisnis modal besar akan ”membuat rabun” akal sehat manusia. 

Jalan pikiran akal sehat berdasar pada logika sebabakibat. Ada asap pasti ada api. Ada buah baik tentu dari pohon yang baik. Ada akibat pecah belah kerukunan atau saling memaki halus atau melalui selubung santun puitis pastilah berasal dari sebab yang antisaling hormat dan antisaling menghargai. Inilah fenomena berikutnya yang mengusik akal sehat karena merasa baik, benar, dan berjuang untuk bangsa, namun hasil ucapan, laku tindakannya ”memecah belah” entah dengan memecah organisasinya atau menerjang anggaran dasar aturan kesepakatan. 

Akal sehat akan melanjutkan renung prediktif ke depan: belum menjadi pemimpin besar bangsa majemuk kok sudah main otoritas alias otoriter. Mestinya akan jadi pemimpin pemersatu keragaman kok laku tindakannya membuat resah dan pecah. Logika akal sehat akan menggugat: bisakah buah yang buruk berasal dari pohon baik? 

Dalam pokok ini akal sehat biasa akan dilukai dan dicederai manakala politik yang mestinya usaha perjuangan untuk Indonesia lebih baik, lebih sejahtera, lebih adil dan hormati kemajemukan suku, religi penyusun satunya Indonesia akan ”merintih luka” bila soal agama, beda ras, dan suku mulai dipakai untuk pemilu calon presiden. Jadi bisa ditarik garis kesimpulan untuk mengukur kerja-kerja akal sehat kita yaitu lihatlah buah-buah ucapan ”serang politik pada lawan!”. 

Dari sanalah bisa diukur calon pemimpin sejati kita apakah ia ambisi untuk kekuasaan dengan segala cara dihalalkan mencapai kursi nomor satu atau kursi-kursi lain ataukah ia menaruh telinga, hati dan nuraninya di jantung sejati rakyat banyak dengan tulus kerja nyata dan bukan pidato citra. 

 Rakyat banyak sudah amat cerdas membaca dan memahami dengan hati tulusnya, mana yang integritasnya jujur dan mana yang kelam mendung tanggung jawabnya dalam menyikapi korban dan anak bangsa yang menanti perubahan perbaikan nasib hidupnya. 

Padahal tanah airnya yang kaya mineral dan limpah kesuburan, tetapi selamanya mereka menjadi buruh di tanah yang bukan miliknya sendiri. Apalagi di air lautan yang sudah dikapling-kapling pemilikannya bukan oleh bangsa bahari Nusantara. 

MUDJI SUTRISNO SJ Guru Besar STF Driyarkara Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia Budayawan Artikel ini telah diterbitkan di sindonews.com pada 9 Mei 2014.

Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Ratusan Yahudi ultra-Ortodoks protes kunjungan Paus Fransiskus ke Yerusalem

Ratusan Yahudi ultra-Ortodoks protes kunjungan Paus Fransiskus ke Yerusalem

Terakhir di Yerusalem menuntut agar Israel tetap memiliki hak atas situs ini dimana Paus Fransiskus akan merayakan Misa. Paus akan mengunjungi Tanah Suci dari 24 hingga 26 Mei dan sebelum kembali ke Roma ia dijadwalkan akan merayakan Misa di situs yang dikenal sebagai Perjamuan Kudus atau Cenacle, di Gunung Sion. 

Yahudi menghormati situs itu sebagai makam Raja Daud, yang terletak di lantai dasar gedung yang sama. Situs ini juga penting bagi umat Muslim. Rabbi Avraham Goldstein menuduh pemerintah Israel ingin menyerahkan Ruang Atas kepada pihak Vatikan. 

 Kedaulatan atas Cenacle itu, yang direnovasi oleh Fransiskan pada abad ke-14 sebelum kelompok itu dipaksa keluar, adalah masalah yang sangat sensitif. Saat ini bagian dari negosiasi antara Israel dan Vatikan yang diharapkan untuk memulihkan situs itu. Seperti yang dikisahkan dalam Kitab Suci Perjanjian Baru bahwa di tempat itu Yesus mengadakan Perjamuan Terakhir bersama para murid-Nya, sebelum penangkapan dan penyaliban-Nya. 

 Tempat ini, menurut Kitab Suci, Roh Kudus turun atas para rasul (Pentakosta), 50 hari setelah Hari Raya Paskah. Presiden Israel Shimon Peres mengatakan kepada sebuah surat kabar Italia saat berkunjung ke Vatikan April lalu bahwa kompromi telah dicapai tentang Cenacle, dan “99 persen” dari isu-isu yang berkaitan dengan situs tersebut telah ditangani. 

Namun, tidak ada kesepakatan resmi telah diumumkan. Pengunjuk rasa ultra-Ortodoks berencana menggelar aksi demonstrasi lain di sana pada 22 Mei – hanya tiga hari sebelum Paus dijadwalkan tiba di Yerusalem. Kunjungan singkat Paus Fransiskus ke Tanah Suci telah menghadapi kendala, termasuk peningkatan kebencian oleh ekstremis Yahudi yang menargetkan Muslim dan Kristen. 

“Aksi-aksi vandalisme tak terkendali meracuni suasana koeksistensi dan kolaborasi, terutama dalam dua minggu sebelum kunjungan Paus Fransiskus,” kata Patriark Latin Fuad Twal, tokoh Katolik Roma paling senior di Tanah Suci, pada Minggu. 

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Relikwi dua paus tiba di Thailand

Relikwi dua paus tiba di Thailand 

Pastor Komsan Yancharoen masih mengenang pentahbisannya 30 tahun lalu dalam cuaca panas yang menyengatkan. Memori abadi lain dari hari itu adalah bahwa orang yang menahbiskan dia menjadi orang kudus – Paus Yohanes Paulus II. Paus Yohanes Paulus II mengadakan kunjungan pastoral ke Asia tahun 1984 termasuk menahbiskan 23 imam Thailand. 

Pastor Yancharoen mengatakan bahwa meskipun bahasa Inggris-nya pada saat itu buruk dia masih ingat sedikit pesan yang disampaikan Paus itu. Tapi, dia ingat bahwa Paus Yohanes Paulus II menunjukkan “sisi lemah lembut Gereja” yang membantu memajukan peran Gereja Katolik dalam masyarakat Thailand. “Di Thailand, banyak orang yang bingung tentang Gereja Katolik dan tujuannya, tapi Paus itu membantu mengurangi kebingungan ini,” katanya kepada ucanews.com, pada Misa pada 10 Mei dan prosesi di Provinsi Nakhon Pathom menyambut relikwi dua orang kudus itu – St. Yohanes Paulus II dan St. Yohanes XXIII. 

 Dua Paus terkenal di abad ke-20 itu dikanonisasi oleh Paus Fransiskus di Vatikan pada 24 April. Relikwi itu - sebotol kecil darah dari St. Yphanes Paul II dan sepotong kecil kulit dari St. Yohanes XXIII, akan tetap berada di Thailand dan akan dibawa ke paroki-paroki di seluruh negeri itu. Pastor Yancharoen berkumpul di Aula St. Yohanes Paulus II bersama hampir 5.000 umat Katolik Thailand untuk menyambut relikwi itu ke Thailand. 

Keesokan harinya, relikwi itu dipresentasikan kepada Raja Bhumibol Adulyadej oleh Konferensi Waligereja Thailand di Klai Kangwon Palace di Hua Hin, dimana para uskup juga mempersembahkan doa-doa untuk kesehatan bagi raja itu. Monsignor Andrew Vissanu Thanya Anan, wakil sekjen Konferensi Waligereja Thailand dan mantan wakil Dewan Kepausan Dialog Antaragama, mengatakan kedua Bapa Suci itu memiliki hubungan khusus dengan Raja Thailand. 

Raja Bhumibol mengunjungi Paus Yohanes XXIII di Vatikan tahun 1960, kemudian raja mengundang Paus untuk mengunjungi Thailand. Kunjungan Paus Yohanes Paulus II tahun 1984 ini sebagai bagian untuk memenuhi undangan raja tersebut. Selama kunjungannya, Paus Yohanes Paulus II bertemu dengan para pengungsi di kamp Phanat Nikhom di Thailand. Mgr Vissanu mengatakan bahwa saat itu “rakyat Thailand menyaksikan sikap yang rendah hati dari Paus ini”. 

“Thailand selalu menjadi beban para pengungsi. Ketika mereka melihat pemimpin Gereja itu mengunjungi pengungsi, orang-orang Thailand mulai mengetahui Gereja Katolik dengan lebih baik,” katanya. 

 Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Tahun 2030, Cina jadi negara dengan umat Kristen terbanyak di dunia

Tahun 2030, Cina jadi negara dengan umat Kristen terbanyak di dunia

Tahun 2030, Cina jadi negara dengan umat Kristen terbanyak di dunia thumbnail Pada Minggu Paskah ribuan umat berbondong-bondong ke sebuah gereja terbesar di Cina, dan bahkan di Asia - gereja ini akan menjaminkan kesetiaan mereka – bukan kepada Partai Komunis, tetapi kepada Salib. 

Gereja Liushi yang berkapasitas 5.000 orang itu, menyediakan banyak kursi seperti Westminster Abbey dan salib dengan tinggi 206 kaki. Gereja itu dibuka tahun lalu, seorang teolog menyatakan sebuah “keajaiban bahwa sebuah kota kecil mampu membangun gereja raksasa seperti itu”. 

Gedung dengan biaya 8 juta ponsterling (lebih dari 80 miliar rupiah) itu juga salah satu simbol konversi yang paling menonjol yang berbahaya bagi Komunis Cina karena berkembang menjadi salah satu umat Kristen terbesar di dunia. 

“Ini adalah hal yang indah untuk menjadi pengikut Yesus Kristus. Ini memberi kita keyakinan besar,” kata Jin Hongxin, pengunjung berusia 40 tahun yang mengagumi salib emas di atas altar gereja Liushi. 

“Jika setiap orang di Cina percaya kepada Yesus maka kita tidak akan perlu lagi kantor polisi. Tidak akan ada orang berperilaku buruk dan karena itu tidak ada banyak kejahatan,” tambahnya. 

Secara formal Republik Rakyat Cina adalah negara ateis tapi itu berubah cepat karena banyak dari 1,3 miliar penduduk negara itu mencari makna dan kenyamanan spiritual. 

 Jumlah umat Kristen khususnya telah meroket sejak Gereja mulai dibuka kembali sejak wafatnya Mao tahun 1976 yang menandai berakhirnya Revolusi Kebudayaan. 

 Kurang dari empat dekade kemudian, sejumlah orang mengatakan Cina kini bukan hanya menjadi nomor satu ekonomi dunia, tetapi juga menjadi negara Kristen. 

“Dalam perhitungan saya, Cina ditakdirkan menjadi negara Kristen terbesar di dunia,” kata Fenggang Yang, seorang guru besar sosiologi di Purdue University dan penulis Agama di Cina: Survival and Revival under Communist Rule. “Ini akan kurang dari satu generasi. Tidak banyak orang yang siap untuk perubahan dramatis ini,” tambahnya. 

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus tekankan manfaat retret

Kurang dari seminggu sebelum ia bertemu dengan para pejabat tinggi Vatikan dan para pendamping rohani dari Italia untuk menghadiri Retret Prapaskah selama seminggu, Paus Fransiskus mengatakan retret harus memperbaharui iman peserta, mengubah pelayanan mereka, dan hubungan mereka dengan orang lain. 

“Mereka yang menjalani retret dengan cara yang otentik,” kata Paus, “mengalami penghiburan, pertobatan, kembali diperbaharui, perubahan dalam kehidupan dan pelayanan mereka sehari-hari serta dalam hubungan mereka.” Paus Fransiskus bertemu dengan sebuah federasi yang terdiri dari para pendamping rohani dari Italia dan mereka yang mengelola Rumah Retret di seluruh negeri itu, yang memberikan kesempatan orang-orang Katolik untuk “mendengarkan Firman Allah secara intens dalam keheningan dan doa.” 

 Vatikan telah mengumumkan pada Oktober bahwa Paus Fransiskus telah memutuskan bahwa ia dan para pejabat senior Vatikan tidak akan menghadiri retret Prapaskah mereka di Vatikan, tapi mereka akan pergi ke tempat retret milik Fathers Pauline (OSPPE) dan pusat konferensi di Ariccia, sebuah kota yang berjarak sekitar 20 kilometer sebelah tenggara Roma. 

Bapa Suci telah memilih Msgr Angelo De Donatis, direktur spiritual yang terkenal dan pastor dari sebuah paroki di kota Roma, untuk memimpin retret yang akan berlangsung pada 9 hingga 14 Maret. 

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Umat Katolik diminta cerdas memilih Caleg

Umat Katolik diminta cerdas memilih Caleg 

Umat Katolik diajak agar cerdas dan menurut hati nurani memilih calon legislatif (Caleg) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. “Pemilu adalah suatu peristiwa politik yang merupakan titik awal baru bagi penentuan masa depan bangsa dan negara Indonesia lima tahun mendatang, karena itu pilihan kita harus tepat,” kata Mgr Josephus Suwatan MSC, Uskup Manado, dalam surat gembala Prapaskah tentang Pemilu 2014 yang dibacakan di semua gereja di Keuskupan Manado, Minggu. 

Pilihan tepat dan cermat, kata Mgr Suwatan, artinya mereka yang terpilih nanti adalah mereka yang benar-benar memberi diri untuk perkembangan dan kemajuan bangsa dan negara. “Memilih mereka yang tidak peduli dengan urusan bangsa dan negara, hanya mementingkan diri sendiri, mementingkan kelompoknya atau partainya, berarti pilihan kita tidak tepat,” kata Uskup Suwatan. 

Kalau pilihan tepat, katanya, pemilih percaya akan menikmati masa depan yang lebih baik dari hari ini. “Jika pilihan kita tidak tepat, berarti harus siap menghadapi masa depan yang lebih buruk dari hari ini,” katanya. Guna menentukan pilihan yang benar, kata Uskup Suwatan, penting untuk mencari informasi sebanyak mungkin tentang para calon yang ada, seperti agama, kesaksian hidup beriman, pengalaman dan keterlibatan dalam organisasi, pekerjaan atau profesi yang sementara ditekuni, kemampuan berpolitik khususnya dalam hal memperjuangkan kepentingan masyarakat umum. 

“Saya menyampaikan ajakan untuk mempergunakan hak suara pada waktunya dengan baik dan benar,” kata Uskup. Gambaran masa depan, kata Suwatan, semua menginginkan hidup sejahtera lahir dan batin, hidup dalam kedamaian dengan siapa saja tanpa pandang bulu, menikmati terjaminnya kebebasan beragama serta mengalami keadilan karena diperlakukan sama di hadapan hukum. Yang tak kalah penting, kata Uskup Suwatan, membangun bangsa tanpa korupsi, narkoba, perusakan lingkungan, serta menegakkan martabat hidup manusia yang menjadi korban tindakan pelecehan. Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo juga menyerukan kepada umat Katolik untuk tidak boleh Golput. 

“Diharapkan semua umat Katolik menggunakan hak pilihnya sebagai bentuk tanggung jawab seorang warga negara yang baik,” kata Uskup Agung Suharyo. “Kita memilih dengan cerdas dan menurut hati nurani, calon-calon yang jelas yang melayani kepentingan bersama atau kebaikan bersama dan bukan yang lain,” demikian surat gembala Prapaskah yang disampaikan Uskup Agung Suharyo melalui audio-visual ditayangkan saat Misa di gereja-gereja Keuskupan Agung Jakarta. Ia berharap mereka yang akan dipilih tidak menggantikan Pancasila dengan mamon. 

“Semoga mereka yang terpilih tidak menggantikan Pancasila dengan mamon. Semoga mereka terdorong oleh kekhawatiran yang melahirkan kepedulian dan kemurahan hati, bukan kekhawatiran yang melahirkan keserakahan.” Gereja menolak Caleg pro-tambang Pastor Bene Bensi menegaskan, gereja menolak calon legislatif pro-tambang atau pro-kerusakan alam. 

Sebaliknya, gereja akan mendukung calon legislatif yang pro-terhadap keselamatan dan keutuhan alam. “Kami berharap pemilih cerdas menentukan pilihan yang berkualitas dan jangan memilih yang pro-kerusakan alam di Manggarai Barat,” kata Pastor Bene, saat menjadi pembicara dalam dialog publik Pemuda Katolik Komisariat Cabang Manggarai Barat belum lama ini.
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus menjelaskan uskup yang dibutuhkan Gereja

Paus Fransiskus menjelaskan uskup yang dibutuhkan Gereja

 Paus Fransiskus bertemu dengan para anggota Kongregasi Uskup Vatikan belum lama ini, dan berbicara panjang lebar tentang karakteristik para pemimpin Gereja yang dibutuhkan. Dalam proses pengangkatan uskup, Paus mengatakan: “Kongregasi ini hendaknya memastikan bahwa nama yang dipilih pertama-tama dipanggil oleh Tuhan.” 

Dia meminta para anggota Kongregasi itu untuk mencari imam yang telah mendedikasikan diri untuk Tuhan dan menarik orang lain kepada-Nya. “Tidak ada seorang pastor yang standar untuk semua keuskupan,” kata Paus, kebutuhan khusus dari masing-masing keuskupan akan meminta berbagai macam uskup. Tapi semua uskup harus memiliki beberapa karakteristik umum: “Profesionalisme, semangat pelayanan, dan kesucian hidup.” 

Paus Fransiskus mengingatkan Kongregasi itu bahwa pemilihan yang dilakukan yakni seorang uskup harus menjadi saksi Kristus yang Bangkit. Selanjutnya, ia mengatakan: Uskup sebagai pengawal doktrin, tidak mengukur seberapa jauh dunia berpijak pada kebenaran doktrinal, tetapi dalam rangka untuk memikat dunia … dengan keindahan cinta, dengan kebebasan yang ditawarkan oleh Injil. 

Gereja tidak membutuhkan pembela atau tentara salib untuk pertempuran, tapi menjadi penabur rendah hati dan percaya kebenaran, yang tahu bahwa itu selalu diberikan kepada mereka dan kepercayaan dalam kekuasaan-Nya. Seorang uskup juga harus menjadi seorang pendoa, kata Paus. Dia harus berdoa terus-menerus untuk kesejahteraan keuskupannya. 

Paus memperingatkan Kongregasi itu bahwa dalam pemilihan uskup “kita harus menghindari dan mengatasi pilihan-pilihan tertentu – simpati, asalnya, atau kecenderungan.” Para calon uskup, tambahnya, “Hati-hati bahwa mereka tidak ambisius, mereka tidak dalam pencarian dari keuskupan.” 

 Meskipun mengakui bahwa sulit untuk menemukan para imam yang memiliki semua karakteristik seperti yang disebutkan untuk menjadi seorang uskup yang baik, Paus mengatakan kepada Kongregasi itu bahwa ia tidak ragu orang tersebut dapat ditemukan karena Yesus tidak akan meninggalkan Gereja-Nya. 

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Hukum Syariah diterapkan kepada warga non-Muslim

Hukum Syariah diterapkan kepada warga non-Muslim 

Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam telah me
nyetujui hukum kontroversial, qanun tentang Jinayat dan hukum Acara Jinayat, yang mereapkan hukum Islam, yang berlaku bagi umat Muslim dan non-Muslim. Menyusul keputusan tersebut, komunitas Kristen di provinsi ini merasa takut dan khawatir, kata laporan-laporan.

Hukum Syariah biasanya terbatas hanya untuk umat Muslim. Abdullah Saleh, ketua Badan Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menegaskan bahwa hukum itu secara resmi mulai berlaku setelah Gubernur Zaini Abdullah menandatangani pada Desember lalu dan secara resmi diterapkan mulai tanggal 31 Desember. 

 Menurut Qanun itu, semua orang yang melanggar hukum tersebut, terlepas dari agama mereka, akan dinilai sesuai dengan hukum Islam. Umat non-Muslim yang melanggar hukum tersebut akan diadili di pengadilan sipil atau pengadilan Islam. Perwakilan dari Gereja-gereja dan aktivis hak asasi manusia telah menyerukan bahwa UU tersebut, “berbahaya bagi hak asasi manusia dan kebebasan beragama”. 

Para aktivis mengkritik cara yang dilakukan oleh kepolisian khusus untuk Syariat. Mereka berpatroli di jalan-jalan untuk memastikan kepatuhan hukum Islam tersebut, terutama pada adat dan kebiasaan masyarakat. Pihak berwenang telah berulang kali menyerah karena tekanan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang memiliki otoritas terhadap hukum Syariah. 

MUI berargumen bahwa hukum itu untuk mengawasi perilaku yang mengganggu kehidupan masyarakat. Sejak penerapan Syariat Islam di Aceh, kaum perempuan tidak boleh memakai celana ketat atau rok mini. Sebanyak 62 orang, termasuk dua non-Muslim, ditahan dalam beberapa hari terakhir, karena mereka “memakai pakaian yang tidak pantas”.

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus tidak akan mengubah ajaran Gereja

Paus tidak akan mengubah ajaran Gereja

Sean Kardinal O’Malley dari Boston, Amerika Serikat, mengatakan ia memuji sikap Paus Fransiskus yang cepat menanggapi sorotan dunia terkait ajaran Gereja. Tapi, kardinal itu memperingatkan bahwa bagi mereka yang memiliki harapan tinggi perubahan ajaran Gereja tentang kontrasepsi, aborsi, homoseksualitas, dan isu-isu lainnya kemungkinan akan kecewa. 

“Saya tidak melihat Bapa Suci akan mengubah ajaran Gereja,” kata Kardinal O’Malley dalam sebuah wawancara dengan the Globe. Uskup Agung Boston itu yang dikenal dekat dengan Paus Fransiskus mengatakan Gereja akan mempertimbangkan kemungkinan umat Katolik yang bercerai dan menikah kembali untuk menerima sakramen-sakramen, meskipun Bapa Suci sendiri pernah memberikan sinyal secara keterbukaan terhadap isu tersebut. 

 “Gereja harus setia kepada Injil dan ajaran Kristus,” kata Kardinal O’Malley. “Kadang-kadang hal itu terasa sangat sulit. Kita harus mengikuti apa yang dikehendaki Kristus, dan percaya bahwa apa yang ia minta dari kita adalah sesuatu yang terbaik.” Kardinal O’Malley meminta agar wawancara, yang dilakukan di pastoran Katedral Salib Suci di Boston South End, tempat dia tinggal bersama empat imam lainnya, fokus pada Paus dan Gereja universal. Isu-isu tentang kontrasepsi, pernikahan gay dan perceraian, katanya, sudah sering dilontarkan oleh Paus Fransiskus di banyak kesempatan. 

Namun, Bapa Suci ingin lebih fokus pada penginjilan, sikap bela rasa dan perhatian kepada masyarakat miskin, kata Kardinal O’Malley. Para pengamat Gereja berspekulasi bahwa para uskup mungkin membahas dan melakukan revisi larangan menikah lagi bagi umat Katolik yang bercerai untuk menerima sakramen dalam sinode yang akan berlangsung di Roma pada Oktober tahun ini untuk membahas pelayanan Gereja pada isu-isu keluarga. 

Tapi, Kardinal O’Malley mengatakan bahwa meskipun Paus merasa prihatin dengan nasib umat Katolik yang menikah lagi yang ingin dekat dengan Gereja, “Saya tidak melihat adanya pembenaran teologis” untuk melonggarkan peraturan. Dalam persiapan untuk sinode tersebut, Vatikan telah mengumpulkan masukan dari para uskup di seluruh dunia tentang ajaran Gereja terkait keluarga dan moralitas seksual, serta sejauhmana pandangan mereka terhadap ajaran Gereja tersebut.

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Pesan Prapaskah tekankan sikap bela rasa dengan orang miskin

Pesan Prapaskah tekankan sikap bela rasa dengan orang miskin 

Masa Prapaskah tahun ini Paus Fransiskus telah memilih tema “Dia menjadi miskin, sehingga dengan kemiskinan-Nya kalian menjadi kaya”, demikian Vatikan. Tema itu diambil dari sebuah ayat dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Umat di Korintus, di mana santo itu mempromosikan sikap bela rasa dalam memberi dan keinginan untuk “menguji kasih yang tulus dari kalian melalui p
erhatian kalian kepada orang lain”.

Teks itu berbunyi: “Sebab kalian mengetahui betul bahwa kita sangat dikasihi oleh Yesus Kristus Tuhan kita. Ia kaya, tetapi Ia membuat diri-Nya menjadi miskin untuk kepentinganmu, supaya dengan kemiskinan-Nya itu, kalian menjadi kaya” (2 Kor 8:9). 

Pesan teks Paus untuk Masa Prapaskah, yang dimulai pada 5 Maret itu, akan dirilis pada konferensi pers di Vatikan. Prapaskah merupakan masa berpuasa dan berpantang bagi umat Katolik di seluruh dunia. Haiti diharapkan menjadi fokus untuk Masa Prapaskah bersama pasangan suami-istri Italia yang melayani sebagai misionaris di negara Karibia itu yang dijadwalkan akan berbicara pada konferensi pers di Vatikan. 

Mereka akan didampingi oleh para pejabat tinggi dari Dewan Kepausan Cor Unum, sebuah dewan yang menangani bantuan karitatif Gereja Katolik di seluruh dunia. Menurut Bank Dunia, Haiti adalah salah satu negara termiskin di belahan bumi ini dan masih berjuang untuk membangun kembali selama empat tahun setelah gempa dahsyat melanda negara itu pada 12 Januari 2010. 

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus dilukis seperti superman

Paus Fransiskus dilukis seperti superman 

Paus Fransiskus dilukis seperti superman, terbang di udara dengan jubah putih: gambar graffiti itu dilukis oleh seorang seniman anonim kemudian di-tweet oleh Vatikan pada Selasa. Gelar Person of the Year tampaknya tidak cukup bagi Paus Fransiskus. Pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia itu kini digambarkan sebagai pahlawan super, SuperPope. 

 Gambar yang menampilkan Paus Fransiskus sebagai pahlawan super mengenakan jubah putih dengan pose terbang ala Superman pada sebuah tembok di Borgo Pio, sebuah jalan kecil di dekat Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Paus Fransiskus dilukis terbang dengan tangan kanannya meninju ke depan sembari membawa tas berwarna hitam dengan tulisan berwarna putih Valores (bahasa Spanyol) yang berarti nilai atau norma. 

“Kami berbagi dengan Anda sebuah grafiti yang ditemukan di sebuah jalan di Roma dekat Vatikan,” demikian Dewan Kepausan untuk Komunikasi Sosial dari Takhta Suci pada halaman Twitter resminya. Paus berusia 77 tahun itu terkenal karena mengabaikan keamanan dan turun ke tengah kerumunan massa untuk menyalami para peziarah tersebut, dan sering menggunakan lelucon atau cerita untuk menyebarkan nilai-nilai Gereja. 

Paus adalah pengguna Twitter, secara rutin mem-posting ke twitter-nya dalam sembilan bahasa, dimana Twitter-nya kini memiliki lebih dari 10 juta pengikut. Paus Fransiskus sukses menarik hati warga dunia karena gaya kepemimpinannya yang sederhana dan pesannya untuk membantu kaum miskin. 

 Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus: Universitas Katolik harus menjadi saksi ajaran Gereja

Paus Fransiskus: Universitas Katolik harus menjadi saksi ajaran Gereja 

Universitas-universitas Katolik harus memberikan kesaksian ajaran Gereja “tanpa kompromi” serta menunjukkan identitas Katolik mereka, kata Paus Fransisksus. Universitas-universitas Katolik, “dengan ciri khasnya, berkomitmen untuk menunjukkan keselarasan iman dan pikiran serta menyampaikan pesan Kristen untuk kehidupan manusia secara utuh dan otentik,” katanya dalam audiensi dengan anggota Dewan Pengurus Universitas Katolik Notre Dame dan para pejabat lainnya. 

Paus bertemu pada Kamis dengan sekitar 130 orang yang mewakili universitas Katolik itu yang berbasis di Indiana, Amerika Serikat, yang berada di Roma untuk peresmian pusat universitasnya yang baru di ibukota Italia itu. Berbicara dalam bahasa Italia, Paus Fransiskus memuji universitas itu, dengan mengatakan universitas itu “telah memberikan kontribusi luar biasa bagi Gereja di negara kalian melalui komitmennya terhadap pendidikan agama bagi kaum muda dan beasiswa yang terinspirasi oleh keyakinan dalam keselarasan iman dan pikiran dalam mengejar kebenaran dan kebajikan.” 

Dia mengatakan visi awal lembaga itu yang ditetapkan oleh pendiri Kongregasi Salib Suci, “tetap bertahan dalam situasi yang berubah dari abad ke-21, ciri khas utama universitas itu dan pelayanan yang diberikan kepada Gereja dan masyarakat Amerika.” Identitas Katolik dan semangat kerasulan sangat penting, kata Paus, dan harus jelas dalam cara hidup Katolik dan cara kerja semua lembaga Katolik. 

Universitas Katolik berperan khusus untuk menjadi misionaris yang setia pada Injil karena komitmen mereka untuk menunjukkan keselarasan iman dan pikiran, dan menunjukkan bagaimana pesan Kristen menawarkan kepada orang lebih lengkap, lebih otentik terhadap kehidupan manusia, katanya. “Yang penting dalam hal ini adalah menjadi saksi tanpa kompromi dari universitas-universitas Katolik terhadap ajaran moral Gereja, dan mempertahanankan indenpendensinya, tepatnya di dalam dan melalui lembaga-lembaga tersebut, guna menegakkan ajaran itu sebagaimana dinyatakan secara otoritatif oleh magisterium para imam-imamnya,” katanya.

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Kantor Vatikan dibanjiri dengan surat untuk Paus Fransiskus

Kantor Vatikan dibanjiri dengan surat untuk Paus Fransiskus

Paus Fransiskus mendapatkan begitu banyak surat yang membanjiri kantor Vatikan dan para staf kantor itu harus bekerja lembur. “Sebagian besar dari surat-surat itu berisikan permohonan untuk kesembuhan atau doa-doa,” kata Monsignor Giuliano Gallorini, kepala kantor itu, kepada Vatican Television (CTV). 

Kantor itu mendapat sekitar 30 karung atau sekitar 6.000 surat setiap pekan, sehingga total setahun lebih dari 300.000 surat. Msgr Gallorini dan tiga stafnya adalah wanita, termasuk seorang suster, bekerja di sebuah ruangan berukuran kecil di mana surat-surat berlabel dengan berbagai bahasa dan negara berserakan di lantai dan di atas meja. 

“Surat-surat itu merupakan tanda-tanda zaman yang sulit di mana kita hidup. Banyak dari surat tersebut adalah tentang kesulitan, terutama penyakit yang mereka hadapi. Mereka meminta doa agar bisa sembuh dari penyakit tersebut. Mereka juga menggambarkan situasi ekonomi yang sulit,” kata Msgr Gallorini. 

Surat-surat yang paling mendesak dan bersifat pribadi dikirimkan langsung kepada dua imam sekretaris pribadi Paus, kemudian mereka memberikan kepada dia. Surat-surat tentang kesulitan ekonomi dikirim ke badan amal Katolik lokal untuk memutuskan bagaimana masyarakat dapat dibantu. 

Sumber: UCA News 

Paus Fransiskus desak pemahaman dan solidaritas dalam media

Paus Fransiskus desak pemahaman dan solidaritas dalam media 
(27/01/2014)

Seperti orang Samaria yang Baik, yang berhenti di jalan untuk membantu orang yang membutuhkan, perjalanan sepanjang jalan raya komunikasi saat ini harus memberikan dukungan kepada mereka yang menghadapi hal itu, kata Paus Fransiskus. “Dunia digital dapat menjadi sebuah lingkungan yang kaya dalam kemanusiaan, sebuah jaringan bukan kabel tetapi orang,” katanya dalam pesannya untuk Hari Komunikasi Sedunia. 

Sarana komunikasi modern, khususnya Internet, menawarkan “kemungkinan besar untuk pertemuan dan solidaritas,” katanya. Karena itu, katanya, Internet adalah “rahmat dari Tuhan”. “Communication at the Service of an Authentic Culture of Encounter” adalah tema Hari Komunikasi Sedunia tahun ini, yang semua keuskupan akan menandai pada 1 Juni, hari Minggu sebelum Pentakosta. 

Pesan itu dikeluarkan pada Jumat, Hari Raya St. Fransiskus de Sales, santo pelindung wartawan. “Komunikasi yang baik membantu kita bertumbuh lebih dekat, mengenal satu sama lain lebih baik, dan akhirnya bertumbuh dalam kesatuan,” kata Paus. “Dinding yang memisahkan kita bisa diruntuhkan hanya jika kita siap untuk mendengarkan dan belajar satu sama lain,” katanya. “Pertemuan budaya menuntut bahwa kita siap tidak hanya untuk memberi, tetapi juga menerima.” 

Komunikator yang baik harus mengambil waktu yang diperlukan untuk mendengarkan orang lain, yang tidak hanya mentolerir, tapi benar-benar menerima mereka, katanya. “Terus terlibat dalam dialog tidak berarti melepaskan ide-ide dan tradisi kita sendiri, tetapi klaim itu mereka sendiri merasa valid atau absolut,” kata Paus dalam pesannya. Uskup Agung Claudio Celli, ketua Dewan Kepausan untuk Komunikasi Sosial, mengatakan kepada wartawan bahwa Paus tidak mengusulkan “relativisme” iman, tetapi menerus seruan pendahulunya ‘bagi Gereja untuk terlibat dalam dunia dengan multi-budaya dan multi-agama. 

“Saya tidak memiliki pandangan menjadi satu-satunya dan mutlak,” kata Uskup Agung Celli. Paus Fransiskus, dalam pesannya, mengutip teks Hari Komunikasi Sedunia 2013 yang dikeluarkan Paus Benediktus XVI, yang mengatakan kesaksian Kristen yang efektif adalah “tentang kesediaan kita untuk orang lain dengan sabar dan hormat, melibatkan pertanyaan-pertanyaan dan keraguan mereka saat mereka maju dalam pencarian mereka untuk kebenaran dan makna eksistensi manusia.” 

Orang Samaria yang Baik adalah model bagaimana melakukan pendekatan dan berinteraksi dengan orang lain di jalan raya digital saat ini, mengambil tanggung jawab untuk rela dilukai dan tersesat di sana, kata Paus. Informasi yang berlebihan tentang ketidakadilan seperti kemiskinan, kata Paus, ”dapat membuat kita begitu terbiasa dengan hal-hal yang mereka tidak lagi mengganggu ketenangan kita.” 

Komunikator yang baik membawa keindahan, kebaikan dan kebenaran kepada semua orang, sesuatu yang tidak ada strategi yang bias dilakukan media secara tajam atau canggih, katanya. “Semoga cahaya kita menerangi orang lain yang tidak menjadi hasil dari kosmetik atau efek khusus, melainkan kita mengasihi dan bersikap belarasa dengan ’tetangga’ untuk mereka yang terluka dan ditinggalkan di pinggir jalan.” Paus Fransiskus mengatakan ketidakberpihakan di media adalah ilusi, karena “hanya dengan pergi ke dunia dan mengambil risiko menjadi benar-benar transparan dan diri sendiri dapat menjadi komunikator dan “titik acuan yang benar.” 

“Keterlibatan pribadi adalah dasar dari kepercayaan dari sebuah komunikator,” katanya. Paus mengatakan ia lebih suka “sebuah Gereja menderita yang keluar ke jalan-jalan” dan membantu orang menemukan Kristus dalam penderitaannya ketimbang pintu dan ruang digital tertutup bagi orang luar. “Kita dipanggil untuk menunjukkan bahwa Gereja adalah rumah semua,” katanya, di mana orang-orang, “apa pun situasi mereka dalam kehidupan, bisa masuk.”

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Gereja terus mendukung pemerintah menangani para korban letusan Sinabung

Gereja terus mendukung pemerintah menangani para korban letusan Sinabung 
(27/01/2014) 

 Gereja Katolik Keuskupan Agung Medan, Sumatra Utara, berjanji akan terus mendukung pemerintah dalam membantu para korban akibat letusan Gunung Sinabung. Uskup Agung Medan, Mgr Anicetus B. Sinaga OFMCap mengatakan keuskupan agung Medan siap berperan aktif dan bertanggungjawab melaksanakan segala bentuk bantuan untuk pengungsi. 

“Kami mendukung pemerintah pusat menanggulangi biaya pendidikan masyarakat terkena erupsi. Kalau dipercaya, kami siap mempertanggungjawabkan apa pun yang dipercayakan kepada kami,” kata uskup agung. Ia berharap agar setiap bantuan dapat disampaikan secara langsung kepada pengungsi dan pihak terkait dapat mengawasinya untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penyelewengan. 

 “Atas nama Keuskupan Agung Medan (KAM), Paroki St. Petrus dan Paulus Jalan Irian Kabanjahe mengucapkan terima kasih kepada SBY dan seluruh para menteri, Bapak Kapolri, Bapak Panglima, Gubsu, Pangdam, Kapoldasu dan seluruh rombongan presiden yang berkenan datang dan menginap di komplek paroki,” kata Vikep Pastor Ignatius Simbolon OFMCap, yang didampingi Pastor Moses Situmorang OFMCap, Pastor Marianus Kedang, Pastor Sesarius Mau, Pastor Libert Sihombing, Pastor Michael Hutabarat OFMCap. 

Terpilihnya tempat tersebut, kata imam itu, “Ini bukan usulan paroki atau uskup, tapi pihak berkompeten dari Sekretariat Kepresidenan atau pun pihak protokuler Istana Negara. Kalau dipercaya dan dianggap layak, siapa pun kita terima tinggal bersama kita. Apalagi seorang Presiden dan Ibu Presiden serta rombongan dari pemerintah pusat. Tentu kita welcome.” 

Pastor Simbolon mengatakan kedatangan Presiden SBY yang melihat langsung keadaan pengungsi dan bersedia tidur di tenda pengungsian, dampaknya sangat luar biasa. “Mengapa luar biasa, karena itu banyak memberi penguatan psikologi dan mental. Mereka (pengungsi) makin dikuatkan. Yang dulunya mereka sudah lemas, sekarang sudah dikuatkan kembali hatinya karena ada harapan bahwa pemerintah memberi perhatian,” kata Pastor Simbolon. 

 Tampak para relawan membantu membagikan makanan kepada para pengungsi di Posko Gereja Katolik Kabanjahe yang berjumlah lebih dari 1.300 jiwa ini. “Saya membantu sejak para pengungsi tinggal di sini,” kata Suster Yosepine, seraya menambahkan, “para pengungsi di Posko ini berasal dari beragam latar belakang agama dan suku. Kami melayani dengan hati yang tulus.” 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memutuskan kebijakan penanganan erupsi Sinabung dan menunjuk Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif menjadi pimpinan penanganan terpadu. Kebijakan tersebut diputuskan setelah Presiden SBY mendengarkan langsung laporan dan penjelasan dari Gubsu, Bupati Karo dan pejabat terkait dalam pertemuan dengan sejumlah anggota kabinet, Kamis (23/1). 

 “Agar semua upaya ini berhasil dengan baik, saya putuskan pengelolaan termasuk pengendalian langsung dipimpin Kepala BNPB. Beliau akan dibantu elemen dari kementerian dan lembaga pusat. Kepala BNPB dibantu Kasdam I/BB Brigjen TNI Andogo,” kata Presiden dalam keterangan pers di lokasi pengungsian di kompleks Paroki Kabanjahe, Jumat (24/1). 

 Usai mendengarkan paparan, Presiden melanjutkan peninjauan dan berdialog dengan pengungsi di tiga posko yakni Posko Penanganan Erupsi Gunung Sinabung di Masjid Agung Kabanjahe, Posko Pengungsi Gereja Batak Kristen Protestan (GBKP) di Komplek Asrama Kodim Kabanjahe, dan Posko Pengungsi di Komplek Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus, di Jalan Irian, Kecamatan Kabanjahe. Bantuan taktis untuk tiga posko masing-masing sebesar Rp 75 juta yakni Posko Paroki Jalan Irian, Posko GBKP Asrama Kodim dan Posko Masjid Agung.
Kunjungan Presiden SBY diakhiri penanaman pohon bersama para menteri di sekitar paroki tersebut. Foto: nababan.wordpress.com 

Paus undang calon pengantin rayakan Valentine di Vatikan

Paus undang calon pengantin rayakan Valentine di Vatikan 

Hari Kasih Sayang atau Valentine sering dirayakan oleh banyak pasangan di dunia. Biasanya, mereka saling bertukar cokelat atau kado pada 14 Februari. Namun pada 2014 ini, a
da yang berbeda untuk pasangan yang sedang bertunangan. Paus Fransiskus mengundang mereka datang ke Vatikan untuk merayakan Valentine.

 “Undangan Paus itu dikeluarkan Vatikan dengan tema ‘The Joy of Yes Forever’,” tulis Mail Online, belum lama ini. Dalam Gereja Katolik, pasangan yang telah bertunangan atau akan menikah wajib mengikuti kursus pernikahan. Dan kali ini, Paus mengajak mereka untuk mengobrol bareng seputar pernikahan tersebut. “Acara ini diselenggarakan oleh Dewan Kepausan Vatikan,” tulis Asia One. 

 “Pasangan yang ingin bertemu Paus kala Valentine harus mendaftar sebelum 30 Januari 2014.” Sejak resmi menjadi pemimpin umat Katolik, Paus Fransiskus dianggap sebagai pemuka Gereja yang paling modern. Pekan lalu, ia bahkan bersedia membaptis anak dari pasangan yang tidak atau belum menikah. Paus juga meminta ibu tetap menyusui bayinya meski di tengah Misa.
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Dari balik jeruji besi, seorang ibu menulis surat kepada Paus Fransiskus

Dari balik jeruji besi, seorang ibu menulis surat kepada Paus Fransiskus 

Tiga putri Asia Bibi memegang foto ibu mereka di luar rumah mereka di Punjab. 

Asia Bibi, yang mendapat perhatian di seluruh dunia tahun 2010 setelah ia dijatuhi hukuman mati karena diduga melanggar Undang-Undang Penghujatan Pakistan, telah menulis surat kepada Paus Fransiskus pada Tahun Baru. 

Surat Bibi kepada Paus diterbitkan di surat kabar Italia Tempi pada Malam Tahun Baru. “Saya berharap bahwa setiap orang Kristen bisa merayakan Natal dengan sukacita. Seperti banyak tahanan lain, saya juga merayakan kelahiran Tuhan dalam penjara di Multan, di sini di Pakistan,” tulis Bibi. 

 “Saya sangat berterima kasih kepada seluruh Gereja yang berdoa untuk saya dan berjuang untuk kebebasan saya. Saya tidak tahu berapa lama saya terus dan terus di penjara. Jika saya masih hidup, itu adalah berkat kekuatan yang Anda doakan untuk saya. 

Saya telah bertemu banyak orang yang berbicara dan berjuang untuk saya. Sayangnya, itu sia-sia. Pada saat ini saya hanya ingin percaya rahmat Tuhan, yang dapat melakukan segalanya, bahwa semua adalah mungkin. Hanya Tuhan yang akan mampu membebaskan saya.” 

 Bibi berterima kasih kepada Yayasan Pendidikan Renaissance karena membawa suami dan anak-anaknya untuk bertemu dengan dia di penjara saat Natal. “Saya akan senang berada di Basilika St. Petrus untuk Natal dan doa bersama Anda,” tulisnya kepada Paus, “tapi saya percaya dalam rencana Tuhan bagi saya dan mudah-mudahan itu akan tercapai tahun depan.” 

 Bibi, seorang ibu Katolik dari lima anak, ditangkap pada Juni 2009. Dia dipenjara selama 4,5 tahun di Multan. Ia menjelaskan kondisi di penjara itu, “Saya menghadapi banyak masalah dengan musim dingin saat ini: sel saya tidak memiliki pemanas dan tidak ada pintu untuk berlindung dari dingin, keamanan tidak memadai, dan saya tidak punya cukup uang untuk kebutuhan sehari-hari dan saya sangat jauh dari Lahore, sehingga keluarga saya tidak bisa membantu saya.” 

“Saya tahu Anda berdoa untuk saya dengan segenap hati Anda. Dan ini memberikan saya kekuatan bahwa suatu hari kebebasan saya akan mungkin,” tulisnya.
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Letusan Sinabung memaksa lebih dari 25.000 orang mengungsi

Letusan Sinabung memaksa lebih dari 25.000 orang mengungsi 

Lebih dari 25.000 orang telah dievakuasi dari rumah-rumah mereka di sekitar Gunung Sinabung, Sumatra Utara. Pada Jumat, gunung itu memuntahkan abu dan lahar panas hingga radius 4 kilometer, yang menyebabkan rumah-rumah kayu rusak serta ratusan polisi dan militer mengevakuasi warga sekitar gunung tersebut. 

“Status Gunung Sinabung saat ini masih awas,” kata Tri Budiarto, Deputi Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Polisi dan militer bertanggung jawab untuk memastikan para pengungsi berada di tempat yang aman.” Para pengungsi, yang berjumlah lebih dari 25.500 orang, sedang ditampung di 38 tempat penampungan darurat dengan bantuan selama setidaknya satu minggu. 

“Sekarang kita mencoba untuk menyediakan lebih banyak air bersih, yang sangat terbatas,” tambah Budiarto. Laporan pers Indonesia mencatat 14 tewas yang berhubungan dengan aktivitas gunung berapi tersebut sejak letusan pada September menyusul gunung itu kembali aktif tahun 2010 setelah 400 tahun tidak aktif. 

 Direktur Karitas Keuskupan Agung Medan, Pastor Markus Manurung, mengatakan kepada ucanews.com bahwa tim Karitas yang terdiri dari empat dokter dan lima perawat telah tiba di daerah tersebut dan memberikan pengobatan gratis kepada 500 orang dalam radius 10 km dari gunung itu. Pemerintah, LSM dan paroki juga telah memberikan obat-obatan, tambahnya. “Kami berharap kami dapat memiliki lebih banyak dokter dan perawat sehingga kami dapat melayani lebih banyak orang,” kata Pastor Manurung.
 Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus: Aborsi sangat mengerikan

Paus Fransiskus: Aborsi sangat mengerikan 

Paus Fransiskus mengeluarkan kecaman terkait praktik aborsi atau pengguguran janin dalam kandungan dengan menyebutnya sebagai sesuatu yang “mengerikan” yang menyepelekan nilai kehidupan manusia. Dia mengatakan tindakan itu adalah “menakutkan” untuk berpikir tentang penghentian kehamilan dini. 

Sejak pemilihannya pada Maret, Paus belum berbicara menentang aborsi secara tegas seperti pendahulunya. Dia membuat komentar tersebut dalam pidato tahunannya kepada para diplomat untuk Vatikan tentang “State of the World”. “Ini sangat mengerikan, bahkan untuk membayangkannya sekalipun, bahwa ada anak-anak korban aborsi yang tak akan pernah melihat cahaya,” kata Paus, seperti dilansir muat BBC, Selasa (14/1/2014). 

 “Dan sayangnya, apa yang kini dibuang sia-sia oleh orang bukan hanya makanan dan benda-benda yang seharusnya bisa digunakan kembali. Tapi juga manusia, yang dianggap tak perlu ada.” Beberapa bulan yang lalu Paus Fransiskus mengakui ia tak banyak bicara soal isu-isu seperti aborsi dan kontrasepsi. Ia menjelaskan ia merasa tidak perlu untuk berbicara tentang pertanyaan-pertanyaan kontroversial “sepanjang waktu”. 

Masih terkait aborsi, Paus pernah menelepon perempuan yang hamil di luar nikah. Perempuan itu bernama Anna Romano, yang sebelumnya mengirim surat kepada Paus. Ia menceritakan bahwa ia hamil di luar nikah, tapi ia memutuskan untuk tidak mengaborsi bayinya. Wartawan BBC Alan Johnston di Roma mengatakan bahwa ada kekhawatiran di beberapa kalangan Katolik Roma bahwa Paus tidak cukup tegas terkait pandangan Gereja tentang aborsi. 

Beberapa bulan lalu Paus Fransiskus mengakui bahwa ia tak banyak bicara tentang isu-isu seperti aborsi dan kontrasepsi. Namun, ia menjelaskan bahwa ia merasa tidak perlu berbicara tentang pertanyaan-pertanyaan kontroversial “setiap saat”. 

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)