Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.
Showing posts with label Paus Yohanes Paulus II. Show all posts
Showing posts with label Paus Yohanes Paulus II. Show all posts

Relikwi dua paus tiba di Thailand

Relikwi dua paus tiba di Thailand 

Pastor Komsan Yancharoen masih mengenang pentahbisannya 30 tahun lalu dalam cuaca panas yang menyengatkan. Memori abadi lain dari hari itu adalah bahwa orang yang menahbiskan dia menjadi orang kudus – Paus Yohanes Paulus II. Paus Yohanes Paulus II mengadakan kunjungan pastoral ke Asia tahun 1984 termasuk menahbiskan 23 imam Thailand. 

Pastor Yancharoen mengatakan bahwa meskipun bahasa Inggris-nya pada saat itu buruk dia masih ingat sedikit pesan yang disampaikan Paus itu. Tapi, dia ingat bahwa Paus Yohanes Paulus II menunjukkan “sisi lemah lembut Gereja” yang membantu memajukan peran Gereja Katolik dalam masyarakat Thailand. “Di Thailand, banyak orang yang bingung tentang Gereja Katolik dan tujuannya, tapi Paus itu membantu mengurangi kebingungan ini,” katanya kepada ucanews.com, pada Misa pada 10 Mei dan prosesi di Provinsi Nakhon Pathom menyambut relikwi dua orang kudus itu – St. Yohanes Paulus II dan St. Yohanes XXIII. 

 Dua Paus terkenal di abad ke-20 itu dikanonisasi oleh Paus Fransiskus di Vatikan pada 24 April. Relikwi itu - sebotol kecil darah dari St. Yphanes Paul II dan sepotong kecil kulit dari St. Yohanes XXIII, akan tetap berada di Thailand dan akan dibawa ke paroki-paroki di seluruh negeri itu. Pastor Yancharoen berkumpul di Aula St. Yohanes Paulus II bersama hampir 5.000 umat Katolik Thailand untuk menyambut relikwi itu ke Thailand. 

Keesokan harinya, relikwi itu dipresentasikan kepada Raja Bhumibol Adulyadej oleh Konferensi Waligereja Thailand di Klai Kangwon Palace di Hua Hin, dimana para uskup juga mempersembahkan doa-doa untuk kesehatan bagi raja itu. Monsignor Andrew Vissanu Thanya Anan, wakil sekjen Konferensi Waligereja Thailand dan mantan wakil Dewan Kepausan Dialog Antaragama, mengatakan kedua Bapa Suci itu memiliki hubungan khusus dengan Raja Thailand. 

Raja Bhumibol mengunjungi Paus Yohanes XXIII di Vatikan tahun 1960, kemudian raja mengundang Paus untuk mengunjungi Thailand. Kunjungan Paus Yohanes Paulus II tahun 1984 ini sebagai bagian untuk memenuhi undangan raja tersebut. Selama kunjungannya, Paus Yohanes Paulus II bertemu dengan para pengungsi di kamp Phanat Nikhom di Thailand. Mgr Vissanu mengatakan bahwa saat itu “rakyat Thailand menyaksikan sikap yang rendah hati dari Paus ini”. 

“Thailand selalu menjadi beban para pengungsi. Ketika mereka melihat pemimpin Gereja itu mengunjungi pengungsi, orang-orang Thailand mulai mengetahui Gereja Katolik dengan lebih baik,” katanya. 

 Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Yohanes XXIII dan Paus Yohanes Paulus II akan dikanonisasi

Paus Yohanes XXIII dan Paus Yohanes Paulus II akan dikanonisasi

Pada hari yang sama Paus Fransiskus merilis sebuah ensiklik, yang sebagian ditulis oleh salah satu pendahulunya Paus Emeritus Benediktus XVI, ia juga memberikan penghargaan yang luar biasa kepada dua Paus lain. Ia menyatakan bahwa Mendiang Paus Yohanes XXIII dan Mendiang Paus Yohanes Paulus II kemungkinan akan dikanonisasi bersama-sama pada tahun ini. 

Seorang juru bicara Vatikan mengatakan kemarin bahwa Paus Fransiskus akan mengadakan sebuah pertemuan dengan para kardinal untuk mengatur tanggal upacara kanonisasi, yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Paus Fransiskus telah menyetujui keajaiban terkait Mendiang Yohanes Paulus II, atas campur tangannya dalam menyembuhkan seorang wanita Kosta Rika akibat pendarahan otak yang parah, dan tampaknya ia juga akan memberikan kanonisasi kepada Mendiang Paus Yohanes XXIII tanpa menunggu proses formal yang mendokumentasikan dua keajaiban untuk mencapai kesimpulan. 

Berkenaan dengan Mediang Paus Yohanes XXIII, juru bicara Vatikan mengatakan pada Minggu bahwa kanonisasi paus ini berkaitan dengan peringatan 50 tahun Konsili Vatikan II (1962-1965) dan kesucian paus ini “tidak ada keraguan”. Untuk itu Paus Fransiskus memutuskan melakukan kanonisasi. Paus Yohanes XXIII dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II tahun 2000. Beatifikasi mendiang paus ini dilakukan bersama Mendiang Paus Pius IX. 

Disadur dari: indonesia.ucanews.com

1 Mei 2011 YUBELIUM BARU: Karol Wojtyla, Beato

1 Mei 2011 YUBELIUM BARU: Karol Wojtyla, Beato
Oleh: Shirley Hadisandjaja Mandelli
Pondok Renungan, Milano, 29 April 2011.

Hari Minggu tanggal 1 Mei, tepat pada Hari Raya Kerahiman Ilahi, perhatian umat Katolik sedunia akan tertuju kepada upacara yang sudah tidak langka dan yang sering dilakukan oleh Gereja Katolik. Namun upacara yang akan dilangsungkan tahun ini begitu spesial dan menyentuh hati seluruh umat dari Gereja dengan jumlah pengikut terbesar di dunia. Karena pada Hari Yubelium Baru itu, seorang wakil Kristus dan pemimpin Gereja Universal dari sebuah negara "jauh", akan menerima penghargaan dan penghormatan di Altar Tuhan. Pada hari itu, Karol Wojtyla, Paus Yohanes Paulus II, akan masuk ke dalam Persekutuan Orang Kudus, dia akan diakui sebagai seorang Beato, Yang Terberkati.

* Wojtyla Semasa Hidup

Karol Wojtyla lahir di kota Wadowice di Polandia pada tahun 1920. Diangkat menjadi Paus pada tahun 1978 dan bertahta sampai saat meninggal dunia tanggal 2 April 2005.

Wojtyla yang agung dan menggetarkan. Menggetarkan? Ungkapan ini mungkin jarang sekali digunakan akhir-akhir ini terutama di mana Kristianisme terkontaminasi oleh New Age. Karena bukan saja Yohanes Paulus II seorang Paus yang baik hati, yang terbaring mendoakan orang-orang sakit agar lekas sembuh, yang hatinya penuh pengampunan dan yang menampakkan Belas Kasih Allah melalui tatapan matanya. Tetapi, Paus asal Polandia itu juga memiliki kebaikan yang menggetarkan, bagaikan seorang serdadu seperti ayahnya. Hanya cukup menatap kakinya untuk mengetahui bahwa dia dilahirkan bukan saja untuk berjalan ke mana dia dibutuhkan, tetapi juga untuk menaklukkan kerajaan kegelapan dengan menendang dan meruntuhkan gerbang-gerbangnya.

Sejak Surat Ensiklik yang pertama, Yohanes Paulus II sudah menunjukkan ketegasannya. Dalam "Redemptor hominis" dia memperkenalkan ungkapan yang tidak lazim bagi umat Kristiani dan jarang digunakan: "kegetaran hati Allah". Ungkapan itu ditemukannya dalam diri Santo Paulus, untuk mengartikan hidup adalah sebuah pertempuran.

Menggetarkan Iblis. Itu pasti. Bahkan, sangat menggetarkan. Pada bulan September tahun 2001, dalam surat kabar Libero penulis Renato Farina dari Fraternitas Comunione e Liberazione menceritakan bagaimana Yohanes Paulus II sendiri menghadapi dan melawan Iblis, dengan mengusirnya keluar dari tubuh seorang anak perempuan dengan kalimat-kalimat yang menggetarkan dan menakutkan roh jahat itu. Dia mengikuti nasehat dari Santo Bernardus di Chiarvelle, yaitu bukan memerintah atas kekerasan, melainkan mengusir dan mematikan kekerasan: "jika kamu mengusir roh jahat keluar dari orang yang lemah dan mematikan dia, kamu bukan membunuh orang itu tetapi iblis yang kamu bunuh." Yohanes Paulus II tidak pernah meragukan nasehat Biarawan-serdadu Kudus itu.

Suatu hari dia pernah berkata: "Saya seorang Paus yang sudah tua, tetapi berjalan di dalam gunung-gunung." Dia menggunakan kata "di dalam" gunung-gunung, bukan "di atas" gunung-gunung. Jadi, dia berjalan di dalam batu-batu gunung. Pada upacara pemakamannya, tidak ada pernak-pernik apapun di atas peti matinya, yang ada hanya sebuah Kitab besar dan Salib. Petinya pun sederhana dan tidak berwarna. Saat itu angin berhembus kencang, membilah halaman demi halaman Injil seperti sebuah topi hias dari seorang janda yang putus asa.

Yohanes Paulus II tidak gentar melawan Komunisme. Berusia 59 tahun dan pergi ke Polandia memerangi Komunisme dengan berkotbah di hadapan orang-orang. Disebut sebagai “atlit Allah”. Dia tampak lebih lagi sebagai Malaikat Agung Mikael dengan pedang melawan penindas. Kepahlawanan Yohanes Paulus II yang menggetarkan ditampakkan saat dia menulis surat ke Moskow, mengatakan jika Soviet sampai menjajah Polandia mereka akan berhadapan langsung dengannya.

Kegetaran hatinya ditunjukkan dengan tidak memberikan toleransi atas pengartian yang salah terhadap tema doktrinal. Keyakinan Iman adalah kekayaan bagi orang miskin, maka tak seorang pun boleh memberikan pemahaman yang palsu. Waktu itu, dia baru saja menjabat Bapa Suci, namun dengan segera mengkritik Hans Kung dan menolak memberikan kesempatan kepadanya untuk menamakan dirinya dan mengajarkan “Teolog Katolik”. Yohanes Paulus II justru memberikan posisi itu kepada muridnya, Kardinal Joseph Ratzinger.

Demikian halnya mengenai “Teologi Pembebasan”. Wojtyla pergi ke Puebla di Meksiko dan menjelaskan rakyat bahwa: “hanya Kristus dan daripadaNya saja” datangnya pembebasan bagi manusia dan rakyat. Bahwa ajaran Marxisme adalah penyangkalan atas keadilan.

Dengan kaum muda, terutama dari Barat, dia tidak pernah putus asa berbicara tentang tema moralitas seksual, abortus, dan penggunaan metode kontrasepsi. Kepada siapa yang menunjuknya sebagai pemimpin yang paling bijak, yang paling dekat dengan modernitas, dia menjawab: “Bukan saya yang membuat doktrin Gereja, saya tidak mengubah firman Yesus.”

Yohanes Paulus II juga tidak gentar akan penyakit dan kematian. Bahkan tidak takut sama sekali. Boleh dibilang lebih galak daripada penyakit dan kematian itu. Dia tidak mau ditaklukan oleh penyakit dan kematian. Tahun 2003 dia masih sempat pergi ke Ajerbaijan dan Bulgaria, menampakkan sosoknya bagai sebuah patung putih yang kokoh.

Di akhir hayatnya, tidak mampu lagi mengucapkan kata-kata. Tetapi di hadapan dunia memukul meja baca dengan kepalan tangannya, dengan seluruh sisa kekuatan duniawi yang ada padanya.

Mungkin kepalan tangannya itu juga ditujukan kepada Allah, menunjukkan betapa Agung Dia dan betapa dia sangat mencintaiNya.

* Rahmat Kesembuhan Suster Marie Simon-Pierre melalui perantaraan Wojtyla

Setelah melalui penelitian yang panjang, akhirnya Kongregasi Penyebab Orang Kudus menyatakan setuju atas mukjizat yang dikaitkan dengan perantaraan Paus Wojtyla. Suster Marie Simon-Pierre, seorang biarawati asal Perancis berusia 44 tahun, menderita suatu bentuk agresif dari penyakit Parkinson. Penyakit itu memaksanya meninggalkan pelayanannya di bangsal sebuah rumah sakit bersalin di Arles. Namun, yang secara misterius langsung sembuh setelah para biarawati lainnya, pada bulan Juni 2005, datang kepada Yohanes Paulus II yang baru saja meninggal, untuk memohon rahmat mukjizat kesembuhan.

* Berkat Wojtyla juga Ratzinger Sembuh

Semua orang tahu, bahwa mereka berdua bersahabat dan secara doktrinal spektakuler. Tetapi bahwa Joseph Ratzinger telah mengalami sebuah pertemuan yang sangat spesial dengan seorang Beato masa depan, lebih-lebih di bawah tanda keajaiban – tanda mukjizat – sungguh-sungguh tiada yang tahu.

Saat sedang bekerja merampungkan Katekismus yang baru, antara tahun 1991 dan 1992, Kardinal Ratzinger mengalami sebuah serangan yang mematikan dan segera dirawat di sebuah klinik swasta di sekitar Jalan Aurelia. Saat itu, dia ditangani oleh Dokter Bedah Saraf, Francesco Chiappetta, yang menganalisa Ratzinger untuk menjalankan operasi. Kardinal Ratzinger juga disarankan untuk menjalankan operasi di Jerman, tetapi dia sendiri yang meminta untuk tidak dioperasi dan tetap tinggal di Roma.

Setelah beberapa saat berlalu, seorang dokter ahli yang baru membawa hasil analisa yang mengatakan bahwa penyakit mematikan tersebut hilang secara mukjizat.

Dalam perbincangan dengan tim dokter, Ratzinger menyebutkan secara khusus ikatan dengan Yohanes Paulus II. Tetapi, apakah yang telah terjadi?

Beberapa saksi mengatakan fakta bahwa, selama perawatannya itu, Ratzinger menerima kunjungan pribadi pada malam hari yang dilakukan oleh Wojtyla. Kemungkinan itu sebuah kunjungan yang dilakukan dengan doa bersama dan percakapan yang sangat mendalam diantara keduanya.
Lalu, muncul beritanya: Ratzinger sembuh.

* Upacara Beatifikasi

Upacara Beatifikasi Yohanes Paulus II akan di langsungkan di Vatikan di Basilika Santo Petrus dan Paulus pada pukul 10.00 waktu Italia atau pukul 15.00 waktu Indonesia, dan akan dipimpin oleh Paus Benediktus XVI. Diperkirakan ratusan ribu orang akan membanjiri alun-alun dan sekeliling Basilika untuk mengikuti acara penting tersebut.

Pada bagian facciata dari Basilika telah dipasang sebuah poster besar yang bergambar wajah Beato Karol, dan untuk pertama kalinya akan dipertunjukkan relikwi suci dari Yohanes Paulus II.

Sebuah ampola yang berisikan darahnya akan diarak bagi semua umat yang hadir dan yang menonton melalui acara TV dari rumah. Di Italia hampir sebagian besar kanal TV akan menayangkan acara penting tersebut. Sementara di Indonesia, umat dapat mengikutinya melalui kanal TVOne dan Indosiar.

Selain daripada itu, Youtube bekerjasama dengan Kanal TV Vatican Centro Televisivo Vaticano dan Radio Vatikan mengumumkan pada tanggal 1 Mei juga akan menayangkan Upacara Beatifikasi Yohanes Paulus II melalui live video streaming di link www.youtube.com/live, dan secara langsung di kanal Youtube buatan Vatikan di link www.youtube.com/giovannipaoloii. Tayangan Youtube itu akan berlangsung dari pukul 09.00 sampai pukul 12.45 waktu Italia. Sehingga demikian, siapapun juga di seluruh dunia dapat mendukung dan menyaksikan Upacara Beatifikasi Yohanes Paulus II yang bersejarah.

(Oleh: Shirley Hadisandjaja Mandelli, dari sumber Libero dan Il Giornale

Disadur dari :pondokrenungan.com

BEATO YOHANES PAULUS II

BEATO YOHANES PAULUS II
Oleh: Shirley Hadisandjaja Mandelli
Pondok Renungan, Milano, 1 Mei 2011.

Hari ini, 1 Mei, Hari Raya Kerahiman Ilahi, dihadapan sekitar 1 juta orang baik umat Katolik dan non-Kristiani, antara pukul 10.00-10.30 waktu Italia, Bapa Suci Benediktus XVI menyambut kerinduan dan permohonan dari Vikar General Tahta Suci untuk Keuskupan Roma dan seluruh umat dari Gereja Katolik untuk mengakui berdasarkan Otoritas Gereja Katolik dan memproklamasikan Venerabile Yohanes Paulus II sebagai BEATO (Yang Diberkati).

Hari ini, Venerabile Yohanes Paulus II masuk ke dalam Persekutuan Orang Kudus dan Diberkati. Pesta Perayaannya ditetapkan oleh Gereja Katolik setiap tanggal 22 Oktober.

Sesaat setelah Bapa Suci mengumumkan pengakuan Gereja atas kesucian paus dari Polandia itu, pada bagian atas tengah dari Basilika Santo Petrus dilepaskan kain putih yang sebelumnya menutupi foto besar Yohanes Paulus II yang diambil pada tahun 1995.
Setelah itu, Suster Marie Simon Pierre yang menerima Rahmat Kesembuhan dari Allah berkat perantaraan Yohanes Paulus II dan Suster Tobiana membawa ke hadapan Paus Benediktus sebuah ampul yang berisikan darah Beato yang amat dikasihi umat itu. Bapa Suci menerimakan ampul suci itu dan menciumnya.

Bapa Suci dalam Homilinya, mengingat penyebab utama dari masa kepausan Beato baru, yang diungkapkannya dengan penuh semangat dan gembira dalam Misa Kudusnya yang pertama di Lapangan Santo Petrus: "Jangan takut. Bukalah semua pintu bagi Kristus!". Paus juga mengatakan bahwa hari ini adalah hari pertama bulan Mei, yaitu bulan Maria; dan juga adalah peringatan Santo Yoseph pekerja. "Elemen-elemen ini memperkaya doa kita, membantu kita yang masih dalam peziarahan duniawi; sementara di Surga, sungguh berbeda, hari ini adalah pesta diantara para Malaikat dan Orang-orang Kudus! Namun demikian, hanya satu Allah, dan dia adalah Kristus Tuhan, yang bagaikan sebuah jembatan menghubungkan Langit dan bumi, dan kita saat ini merasa lebih dekat lagi, hampir terasa ikut serta di dalam Liturgi Abadi."

Sri Paus juga mengingat pengalaman pribadinya bekerja selama 23 tahun bagi Beato Yohanes Paulus II, saat dia diangkat menjadi Kepala Kongregasi Bagi Doktrin Iman. "Pelayanan saya telah didukung oleh semangatnya yang dalam, oleh kekayaan intuisinya." Paus melanjutkan, "Pribadinya yang sangat sederhana, mengakar dalam persatuan dengan Kristus, membuatnya mampu melanjutkan dan memimpin Gereja dan memberikan kepada dunia sebuah pesan yang lebih tepat lagi terlebih pada saat kondisi fisiknya menurun. Demikian, dia telah merealisasikan dengan cara yang luar biasa panggilan dari semua Imam dan Uskup: menjadi satu semuanya dengan Yesus, yang setiap hari menerima dan memberikan di dalam Ekaristi."

Paus Benediktus XVI kemudian menutup homili dengan berkata," Terberkatilah engkau, Paus Yohanes Paulus II tercinta, karena engkau telah percaya! Teruslah - kami mohon kepadamu - mendukung dari Surga, iman dari Umat Allah. Sering kali engkau memberkati kami di lapangan ini....Hari ini kami mohon kepadamu: Bapa Suci, berkatilah kami! Amen."

Sementara itu, di pagi hari saat menunggu beatifikasi, peti Yohanes Paulus II telah di pindahkan dari Grotta Vatikan menuju bagian dalam Basilika dan ditempatkan di hadapan Altar pusat, yang dinamakan Altar "Pengakuan".
Demikianlah, setelah upacara beatifikasi selesai, Paus dan para Kardinal menjadi yang pertama, lalu disusul para delegasi resmi, dan akhirnya barisan umat yang menyerupai ular, berbaris dan melakukan adorasi di hadapan peti.
Saat adorasi selesai nanti, peti tersebut akan di bawa ke tempat semayamannya yang pasti yaitu di dalam kapel Santo Sebastianus, dekat dengan patung Pietà di Micheangelo.

Menanggapi keinginan umat Allah agar Yohanes Paulus II dikanoniasi sebagai Santo (Orang Kudus), Kardinal Angelo Amato, kepala dari Kongregasi Penyebab Orang Kudus, meyakinkan bahwa dia sedang bekerja dengan "kecepatan" yang sama sehingga tahap akhir ini dapat terealisasi. Sudah banyak laporan-laporan mukjizat masuk ke Vatikan dari seluruh dunia, sehingga seharusnya tidak sulit untuk memberikan pengakuan atas mukjizat kedua yang terjadi berkat perantaraan Paus asal Polandia itu.

(Oleh Shirley Hadisandjaja Mandelli, dari Italia)

Disadur dari : www.pondokrenungan.com

Foto-foto dapat dilihat di http://www.facebook.com/notes/berita-katolik/laporan-dari-vatikan-beato-yohanes-paulus-ii/10150565967090538

Yohanes Paulus II di mata orang Indonesia

Yohanes Paulus II di mata orang Indonesia

Paus Yohanes Paulus II pada 1 Mei akan dibeatifikasi (dijadikan “beato,” yang berbahagia).

Paus kelahiran Polandia ini dikenal sebagai seorang tokoh yang dikagumi dunia dan telah menginspirasi banyak orang, termasuk di Indonesia.

Berkaitan dengan beatifikasi tersebut beberapa tokoh Muslim dan Katolik dimintai komentar tentang kesan mereka terhadap mendiang Paus.

Mereka mengaku Paus Yohanes Paulus II telah memberi kontribusi yang signifikan, baik bagi perdamaian, dialog antaragama di Indonesia, maupun inspirasi bagi pribadi-pribadi.

“Paus Yohanes Paulus II adalah seorang tokoh kemanusiaan. Ia menjadi saudara bagi siapa saja dari lataragama manapun,” kata Ahmad Syafi’i Maarif, dosen sejarah di Universitas Negeri Yogyakarta dan pendiri Maarif Inistitute.

Menurut mantan Ketua Muhammadiyah itu Yohanes Paulus II merupakan seorang tokoh karismatis yang luar biasa dan selalu bersuara di mana terjadi ketidakadilan.

Ia mengingat pada tahun 2003 saat dirinya dan beberapa tokoh lintas agama bertemu dengan Paus di Vatikan untuk meminta bantuan Paus agar mendesak Presiden AS kala itu George W. Bush tidak melakukan invasi ke Irak.

Ketika Paus meninggal tahun 2005, ia dan Kardinal Julius Darmaatmadja, SJ mengikuti pemakamannya. “Kematian beliau tidak saja suatu kehilangan bagi umat Katolik, tapi bagi semua orang di seluruh dunia,” kata Syafi’i.

Menurut Romo Thomas Aquino Deshi Ramadhani, SJ, Paus Yohanes Paulus II adalah seorang tokoh yang menjadi inspirasi banyak orang, terutama kaum muda.

“Paus Yohanes Paulus II adalah sosok yang luar biasa. Ia telah memberikan kontribusi besar bagi Gereja Katolik dan orang-orang muda,” kata Romo Deshi.

Dosen STF Driyarkara dan moderator Domus Cordis ini mengatakan buku Theology of the Body (Teologi Tubuh) karya Yohanes Paulus II berisi pesan-pesan yang patut digaungkan dewasa ini.

Sementara menurut Harry Tjan Silalahi, seorang intelektual dan salah seorang pelopor CSIS, Paus tidak saja seorang pemimpin spiritual tapi juga ‘tokoh kemanusiaan.’

Stefanus Gusma, ketua PMKRI, mengatakan Yohanes Paulus II mengajarkan banyak orang terutama kaum muda, tentang cinta, kesederhanaan dan perdamaian.

“Contoh-contoh seperti ini hendaknya diikuti oleh para pemimpin dunia, termasuk di Indonesia,” kata Stefanus.
Riwayat singkat Paus Yohanes Paulus II

-Paus Yohanes Paulus II lahir di Polandia pada 18 Mei 1920, dengan nama Karol Józef Wojtyła

-Ditahbiskan imam pada 1 November 1946. Ia mendapat gelar doktor dalam bidang Teologi dan Filsafat.

-Ditahbiskan uskup pada 28 September 1958.

-Pada awal Oktober 1962, Uskup Wojtyła mengambil bagian dalam Konsili Vatikan II (1962-1965) dan berpengaruh besar dalam pembuatan 2 dokumen yang sangat fenomenal: Dignitatis Humanae (Dekrit tentang Kebebasan Beragama) dan Gaudium et Spes (Konstitusi Pastoral tentang Gereja dalam Dunia Modern)

-Ditunjuk menjadi Uskup Agung Krakow (Polandia) pada 13 Januari 1964 oleh Paus Paulus VI.

-Pada 26 Juni 1967, Paus Paulus VI mengumumkan pengangkatan Uskup Agung Wojtyła menjadi Kardinal.

-Pada tahun 1967 ia berperan dalam penyusunan Humanae Vitae, ensiklik yang antara lain melarang aborsi dan KB buatan.

-Menjadi Paus mulai 16 Oktober 1978 hingga wafat pada 2 April 2005, pada usia 84 tahun.

-Lama menjadi Paus: 26 tahun dan 168 hari (kedua terlama setelah Paus Pius IX (1846–1878) yang memimpin selama 31 tahun.

-Yohanes Paulus II diakui sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh selama abad ke-20, dan berperan penting dalam berakhirnya Komunisme di negara kelahirannya.

-Ia menentang keras kapitalisme yang berlebihan

-Menjadi tokoh Katolik yang sentral dalam pemulihan hubungan Gereja Katolik dengan Judaisme, Islam, Ortodox, dan Anglikan.

-Ia dikritik karena melawan kontrasepsi (KB buatan), tidak menghendaki tahbisan perempuan. Ia juga dikritik kaum tradisionalis karena mendukung Konsili Vatikan II dan reformasi atas liturgi dan perjuangannya bagi ekumene.

-Yohanes Paulus II adalah salah satu pemimpin negara yang paling banyak mengungjungi negara lain. Selama menjadi Paus ia mengunjungi 129 negara.

-Ia berbicara bahasa Italia, Pranis, Jerman, INggris, Spanyol, Portugis, Ukrania, Rusia, Kroatia, Esperanto, Yunani Kuno, Latin, dan Polandia.

-Ia menguduskan 1,340 orang dan kanonisasi bagi 483 santo dan santa

-Pada tanggal 19 Desember 2009, ia dinyatakan “Venerable” oleh Paus Benediktus XVI dan dijadwalkan akan dikuduskan pada 1 Mei 2011 mendatang.

Disadur dari : www.cathnewsindonesia.com; Tanggal publikasi: 18 April 2011

Berbagi Informasi : Kini gereja bisa gunakan nama Yohanes Paulus II

Kini gereja bisa gunakan nama Yohanes Paulus II

Congregation for the Doctrine of the Faith (CDF) mengeluarkan sebuah dekrit yang mengizinkan gereja-gereja untuk menggunakan nama Yohanes Paulus II, yang segera akan dibeatifikasi.

Dekrit tersebut memberi kemungkinan “sebuah gereja didedikasikan kepada Allah dalam penghormatan kepada paus yang dibeatifikasi ini,” demikian AGI.

Jika ada keuskupan berminat untuk melakukannya, tidak diperlukan otorisasi khusus dari Takhta Suci untuk memasukkan nama Yohanes Paulus II ke dalam liturgi. Di Roma dan Polandia sendiri, tanggal 22 Oktober ditetapkan dalam penanggalan liturgi untuk peringatan Yohanes Paulus II. Konferensi waligereja bisa melakukan hal serupa.

Catatan dari CDF mengatakan, “Pilihan Yohanes Paulus II yang akan segera dibeatifikasi sebagai nama gereja membutuhkan izin Takhta Suci jika tanggal peringatannya belum dimasukkan ke dalam penanggalan liturgi. Jadi izin dari Takhta Suci, dalam kasus ini, tidak diperlukan.”

SUMBER

Vatican: Churches can be named for Pope John Paul II< (AGI) Disadur dari : www.cathnewsindonesia.com; Tanggal publikasi: 13 April 2011

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)