Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan. (2Kor 8:14

Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

Ketua KWI: Masa depan Gereja ada di hati OMK 2


Ketua KWI: Masa depan Gereja ada di hati OMK 2

Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Martinus Dogma Situmorang OFMCap menekankan bahwa masa depan Gereja ada di hati orang muda Karolik (OMK). “Tuhan memberikan banyak kepada-mu, memberikan diri-Nya, waktu, dan segalanya. Masa depan Gereja ada di hatimu,” kata Uskup Situmorang dalam homilinya pada Misa pembukaan Indonesian Youth Day (IYD) di Sanggau, Kalimantan Barat, 23 Oktober. 

 Prelatus itu mengatakan, “Tuhan memberi banyak, Tuhan mengharapkan banyak, Orang Muda Katolik harus merekat, merajut pekerjaan menjadi tajam. Tidak hanya diam dan membiarkan perpecahan serta perselisihan terus terjadi karena hal-hal sepele.” Ia mengatakan, usia muda identik dengan mimpi. Mimpi itu sesuatu yang positif bila mimpi itu menjadi pribadi yang lebih baik untuk dirinya sendiri, Gereja dan masyarakat. 

Orang Muda Katolik, lanjutnya, mengemban tugas membentuk umat yang utuh. Tuhan memberi banyak pada kalian, memberi kiprah yang membangun dan Tuhan mengharapkan banyak dari kalian. Mengacu pada tema IYD 2012 “Berakar dan dibangun dalam Yesus Kristus, Berteguh dalam Iman” (Kol 2:7), uskup itu mengajak OMK untuk datang kepada Yesus. “OMK nampak ceria, namun keceriaan itu menjadi tawar bila tanpa Yesus dan hal itu akan meletihkan dan melelahkan. 

Untuk itu datanglah kepada Yesus, tumbuh dan berakarlah,” kata uskup Padang tersebut. Ia mengatakan, “Yesus tak minta disembah, dilayani oleh kita, tetapi Dialah yang melayani sebab Dialah jalan kebenaran dan hidup. Jika kita memberi banyak bukan untuk Dia melainkan untuk sesama.” “Jangan menunggu, jangan seorang pun memandang engkau rendah dengan usia-mu yang masih muda. 

Yesus akan tetap memandang Anda dengan kasih,” tambahnya. Pada Senin (22/10) diadakan malam kreasi budaya OMK yang diadakan di Gedung Balai Kenyalang, Sanggau, yang dimeriahkan dengan suguhan kreasi OMK, dimana OMK Regio Kapuas Hulu menampilkan tarian adat Dayak. OMK Regio Melawi menampilkan tarian kreasi Dayak dan OMK Regio Sintang diwakili oleh Paroki Katedral dan Sei Durian, yang banyak menarik perhatian peserta karena menampilkan beberapa budaya yang ada di Indonesia. 

Tidak ketinggalan, OMK keuskukan agung Jakarta dengan pakaian betawi dan keuskupan agung Semarang dengan belangkonnya. Begitu pula dengan OMK dari keuskupan-keuskupan lain juga menampilkan budaya mereka.
Sumber: Pesan Ketua KWI untuk Orang Muda Katolik
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Berbagi Berita : Paus Benediktus angkat tiga orang Asia sebagai kardinal

Paus Benediktus angkat tiga orang Asia sebagai kardinal 

Uskup Agung Luis Antonio Tagle Paus Benediktus XVI telah mengumumkan pengangkatan enam kardinal baru, termasuk tiga orang Asia. Nama-nama kardinal baru Asia, yang diumumkan pada Rabu, adalah Uskup Agung Luis Antonio Tagle dari Manila, Filipina, Mgr Baselios Cleemis Thottunkal, kepala Gereja Katolik Siro-Malankara di India, dan Patriark Bechara Rai dari Gereja Maronit di Lebanon. Para kardinal baru itu akan dibentuk dalam sebuah konsistori di Roma pada 24 November. 

Dua dari para kardinal baru Asia itu akan menjadi kardinal termuda dalam Gereja Katolik seperti Mgr Tagle berusia 55 tahun dan Mgr Thottunkal berusia 53 tahun. Sebelumnya, anggota termuda dari Kolega Kardinal adalah Kardinal Rainer Maria Woelky dari Berlin yang berusia 56 pada Agustus lalu. Ketika diwawancarai Radio Vatikan, Mgr Tagle, yang saat ini menghadiri Sinode Para Uskup di Roma tentang Evangelisasi Baru, mengaku “belum siap menerima kehormatan ini.” Dia menekankan bahwa pengangkatan tersebut harus dianggap bukan sebagai penghargaan terhadap pribadinya, tetapi seluruh Gereja di Filipina. “Gereja Filipina memiliki peran penting bagi misi di seluruh Asia. 

Mungkin ini adalah hadiah untuk meningkatkan peran Gereja Filipina dalam penginjilan Asia,” katanya. Mgr Tagle dianggap sebagai rising star dalam gereja global dan telah disebut-sebut mungkin menjadi calon dalam konklaf mendatang. Dalam sebuah acara publik pertamanya sebagai kardinal terpilih, ia menyerukan Gereja untuk berbicara lebih sedikit dan lebih banyak mendengarkan umatnya. “Saya menyadari bahwa penderitaan orang dan pertanyaan yang sulit yang mereka ajukan adalah undangan untuk menjadi yang pertama dalam solidaritas dengan mereka, jangan berpretensi bahwa kita memiliki semua solusi,” katanya kepada Radio Vatikan. 

Langkah tak terduga Paus Benediktus muncul hanya beberapa bulan setelah kelompok terakhir dari para kardinal yang diangkat pada Februari. Hal ini tidak biasa bagi seorang Paus untuk memiliki lebih dari satu konsistori per tahun. Pada saat itu, pemilihan kardinal baru telah dikritik karena terlalu berpusat di Italia dan Eropa, dan mereka yang bekerja di Kuria Vatikan. Kali ini, tak satu pun dari para kardinal baru itu berasal dari Italia atau Eropa dan hanya satu dari Amerika 

Mgr James Michael Harvey yang memimpin Prefektur Rumah Tangga Kepausan – berasal dari Vatikan. Paus Benediktus juga telah berniat untuk menekankan peran Gereja-gereja Katolik Timur. Dua dari para kardinal baru Asia, Mgr Thottunkal dan Mgr Rai, berasal dari ritus Timur dan dalam konklaf sebelumnya telah mengangkat Kardinal Alencherry, kepala Gereja Siro-Malabar di India.

Sumber: Pope names three Asians as new cardinals
 Disadur dari: indonesia.ucanews.com

RENUNGAN HARI BIASA: SABTU 27 OKTOBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: SABTU 27 OKTOBER 2012
  Ef 4:7-16, Mzm 122:1-2,3-4a,4b-5, Luk 13:1-9

BACAAN INJIL: 
Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan. Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian. Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian." Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!" 

RENUNGAN:
Akan tiba saatnya bahwa setiap orang harus mempertanggungjawabkan hidupnya di hadapan Tuhan. Apa yang kita dengarkan dalam injil ini, sering kita temukan dan bahkan mungkin terjadi atas diri kita. Ketika kita mendengar bahwa seseorang mengalami peristiwa menyedihkan, kita berpikir bahwa hal itu terjadi bisa saja karena kesalahan mereka sendiri, apalagi kalau kita mengetahui bahwa hidup mereka tidak baik. Bahkan mungkin ada orang menganggap bahwa itu dialami seseorang karena kesalahannya sendiri, hukuman atas perbuatannya. Juga terkadang bisa saja orang bukan merasa kasihan, tetapi menghakimi dan menasihati orang tersebut supaya bertobat. 

Nasihat supaya orang bertobat itu memang baik. Namun perlu kita ingat bahwa pertobatan itu bukan hanya orang tertentu, tetapi bagi kita semua. Kita jangan jatuh pada sikap merasa diri sudah hidup baik dan lebih baik dari orang lain sehingga tidak membutuhkan pertobatan. Mungkin kita merasa diri kita bukan seorang penjahat, merasa sudah hidup baik karena tidak melakukan kejahatan karena rajin berdoa, rajin beribadah. 

Namun kiranya itu tidak cukup membuat kita merasa diri sudah baik dan tidak membutuhkan pertobatan. Semua kita membutuhkan pertobatan dan dari semua orang kelak akan dituntut pertanggungjawaban atas hidupnya. Tuhan menuntut pertanggungjawaban dari semua orang berdasarkan rahmat yang telah diberikan-Nya kepada setiap orang, jadi tidak sama buat semua orang. Semakin banyak rahmat yang diterima, semakin besar pula yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Yang dituntut Tuhan dari kita adalah buah dari hidup dan rahmat yang diberikan-Nya kepada kita. 

Hidup kita harus berbuah seperti yang dikehendaki oleh Tuhan, buah itu adalah iman yang teguh, hidup yang baik dan hidup dalam cinta kasih kepada sesama. Tuhan memberi kita berkat-Nya dan memberi kesempatan bagi kita agar hidup kita menghasilkan buah. Namun bila hidup kita tidak menghasilkan buah, maka hidup kita akan ditebang. Maka selama kita hidup, adalah kesempatan yang diberikan oleh Tuhan, agar hidup kita menghasilkan buah. Semoga kita senantiasa hidup dalam pertobatan terus menerus hingga tiba waktunya kita mempertanggungjawabkan hidup kita di hadapan Tuhan. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: JUMAT 26 OKTOBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: JUMAT 26 OKTOBER 2012 
Ef 4:1-6, Mzm 24:1-2,3-4ab,5-6, Luk 12:54-59 

BACAAN INJIL: 

Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas." 

RENUNGAN: 

Salah satu keistimewaan manusia sebagai cipataan Tuhan dibanding dengan ciptaan lain adalah manusia diberi akal budi. Manusia dengan akal budinya memiliki kehendak, bisa berpikir dan itu dianugerahkan agar manusia bisa hidup. Akal budi yang diberikan oleh Tuhan tentu juga agar manusia bisa menilai, menentukan dan memutuskan mana yang benar dan mana yang salah. Namun sayang, jsutru seringkali kita temukan banyak orang yang begitu mendewakan akal budi dan pada akhirnya jatuh pada hidup tidak beriman atau tidak percaya lagi kepada Tuhan. 

Tuhan memberikan akal budi itu tentu bukan dengan maksud agar manusia menjadi tuhan atas hidupnya atau juga bukan untuk mendewakan akal budi itu. Namun hal demikianlah yang seringkali terjadi. Sangat banyak kita temukan orang pintar tetap tidak beriman dan orang menganggap bahwa dengan akal budinya dia bisa berbuat seperti Tuhan. Orang menggunakan kepintarannya untuk kepentingan diri sendiri, mencari kesenangan diri dan pada akhirnya tidak lagi percaya akan kuasa dan peran serta Tuhan dalam hidup ini. 

Hari ini, Yesus menegur dengan tegas orang-orang yang pintar tetapi tidak beriman. Teguran itu juga ditujukan kepada orang-orang yang merasa dirinya pintar, tetapi mereka bersikap munafik karena kepintaran itu mereka gunakan untuk mengelabui banyak orang. Itu berarti orang pintar itu menggunakan kepintarannya justru untuk kepentingan diri sendiri dan justru untuk menyengsarakan orang lain. 

Lewat sabda hari ini, Yesus menegur dan mengingatkan kita agar kita menyadari bahwa akal budi adalah anugerah Tuhan. Akal budi itu harus kita gunakan dengan sebaik-baiknya, terutama harus kita gunakan untuk menilai, memutuskan dan melakukan apa yang baik seturut kehendak Tuhan. Akal budi yang ada pada kita justru harus kita gunakan sebagai jalan untuk mewartakan kerajaan Allah. Akal budi yang dianugerahkan Tuhan jangan kita gunakan hanya untuk hidup sekarang ini, tetapi juga untuk hidup kekal. Maka semoga kita tidak hanya pintar dalam hal dunia, tetapi juga pintar dalam hal surgawi. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: KAMIS 25 OKTOBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: KAMIS 25 OKTOBER 2012 
(Yohanes Ston) 
Ef 3:14-21, Mzm 33:1-2,4-5,11-12,18-19, Luk 12:49-53 

BACAAN INJIL: 
"Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung! Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya." 

RENUNGAN: 
Pasti kita sulit mengerti sabda Yesus hari ini. Bila kita baca sepintas, seakan Yesus mengharapkan dan bahkan menginginkan terjadi pertentangan atau pertengkaran di kalangan manusia, padahal Dia Tuhan yang membawa damai bagi manusia. Yesuspun dengan tegas mengatakan bahwa Dia datang bukan untuk membawa damai atas bumi ini, melainkan pertentangan. Sehingga sepintas terjadi perbedaan antara tujuan kedatangan Yesus dengan apa yang dikatakan-Nya. 

Tentu Yesus bukan bermaksud menjadi profokator yang menghendaki pertentangan bagi manusia, Yesus tetap datang untuk membawa damai bagi manusia. Damai yang dimaksudkan oleh Tuhan tentu bukan damai seperti pikiran manusia. Damai yang dimaksudkan oleh Allah adalah persatuan manusia dengan Allah, manusia hidup setia dalam iman kepada Allah dan Allah hidup dalam manusia. Inilah damai sejati yang dibawa oleh Allah. 

Mungkin bagi kita damai yang kita mengerti adalah hidup tanpa persoalan, hidup tanpa penderitaan, hidup tanpa pertentangan. Yesuspun tidak menghendaki pertentangan dan penderitaan dalam hidup manusia. Namun tidak semua orang yang bisa menerima dan percaya akan Yesus dan ajaran-Nya. Sehingga pertentangan dan penderitaan akan terjadi ketika orang yang setia percaya pada Yesus berhadapan dengan orang-orang yang tidak percaya kepada Dia. Orang-orang yang tidak menerima dan tidak mau percaya kepada Yesus, pasti akan tidak menyukai para pengikuti Yesus. Inilah pertentangan yang dimaksudkan oleh Yesus. Jadi jelas bukan Yesus menghendaki pertentangan itu, tetapi karena iman kepada-Nya, para pengikut-Nya pasti akan terjadi pertentangan. Pertentangan itu adalah konsekuensi yang pasti dihadapi orang beriman. Yesus menghendaki orang menghayati iman dalam hidupnya, untuk menyucikan hidup manusia dan juga mengingatkan orang untuk bertobat. 

Apa yang dikatakan oleh Yesus dalam nubuat ini, mau mengingatkan para murid bahwa mereka pasti akan mengalami semuanya ini, sehingga para murid tidak kaget dan tidak takut bila hal ini terjadi. Apa yang dikatakan oleh Yesus masih kita rasakan hingga saat ini. Banyak terjadi karena iman kepada Yesus, kita mengalami kesulitan dari orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus. Banyak Gereja yang ditutup, bahkan beribadahpun mendapat tantangan dan pelarangan. Adapula orang yang berseberangan dengan keluarga sendiri karena imannya. 

Mungkin bagi orang yang tidak mau repot atau tidak mau menghadapi persoalan, pasti akan mencari aman bagi dirinya. Misalnya agar seseorang tidak dipersulit dalam urusan atau pekerjaan, orang akhirnya menghilangkan imannya atau bahkan mungkin pindah agama. Ada pula mungkin orang dengan alasan tolerasni dengan sesama penganut agama lain, orang tidak lagi mengungkapkan identias imannya. Hal demikian tentu tidak dikehendaki oleh Yesus. Malahan Yesus menghendaki agar api iman itu menyala dan para pengikuti-Nya hidup dalam baptisan yang telah dia terima. Memang secara manusia, hidup orang beriman tidak damai, tetapi sebenarnya orang yang setia beriman, mereka hidup dalam damai sejati. 

Maka semoga kita tetap setia pada iman kita. Amin.

Berbagi Informasi : Doa Rosario menyelamatkan pecandu narkoba

Doa Rosario menyelamatkan pecandu narkoba 

Seorang biarawan Benediktin dan juga mantan pengguna narkoba kini sedang bekerja dengan para pecandu untuk menghentikan kebiasaan mereka, dengan bantuan doa Rosario. Setiap hari pukul 02.00 siang, sebuah kelompok yang terdiri dari 20 orang yang terkait masalah narkoba bergabung dengan Pastor Franciscus Xaverius Tran An OP untuk mendaraskan Rosario di kapel di Pusat Rehabilitasi Narkoba Huong Thien. Pusat itu berlokasi di provinsi Quang Tri, yang dikenal secara nasional sebagai tempat doa Bunda Maria La Vang. 

Sambil mendaraskan Rosario, kelompok warga tersebut duduk bersama dan dalam keheningan merenungkan pembacaan yang dibawakan oleh Pastor An. Salah satu anggota dari kelompok itu, Simon Cao Van Ha, mengatakan ia mencoba untuk tetap fokus pada patung Bunda Maria sambil berdoa Rosario, meskipun matanya kabur, kurang tidur, dan sulit berkonsentrasi akibat mengkonsumsi obat-obatan terlarang tersebut. Doa Rosario adalah sebuah praktek yang ia sudah tidak menjalankannya lagi selama 20 tahun. Tapi, kini dia mengatakan Rosario itu “membantu saya untuk mendekatkan diri dengan Tuhan dan merasakan kedamaian, pengampunan serta merasakan berkat-Nya dan Bunda Maria.” 

Ha, yang menjadi seorang pecandu tahun 2008, mengakui bahwa ia telah mencuri barang-barang berharga dan telah mengancam atau melukai orang dalam rangka mendukung kebiasaannya. Akibatnya, ia dipenjara selama satu tahun. “Sekarang saya selalu memegang seutas Rosario di tanganku sebagai pengganti pisau,” katanya. Dia telah mencoba untuk mengalahkan kebiasaan sebelumnya, namun tidak berhasil. Selama satu setengah tahun ia tinggal di sebuah pusat yang dikelola pemerintah di provinsi Ha Tinh, dengan biaya perawatan sebesar tiga juta dong (US$ 150) per bulan. 

“Tapi, saya tidak bisa menghindar dari obat-obat tersebut,” katanya, “karena obat-obat itu dijual di pusat itu.” Dengan bimbingan Pastor An, rutinitas hariannya meliputi bacaan rohani, terapi latihan fisik, memasak dan merawat pohon bonsai. Kini ia memiliki berat badan 50 kg. “Saya menderita,” katanya, “tapi ketika saya memiliki teman-teman di sini, Pastor An dan yang lain di sekitar saya. Mereka membimbing saya dan berdoa untuk saya. Sekarang saya bisa mengontrol kehidupan saya sendiri.” Seorang warga binaan lain, Etienne Nguyen Quang Dung telah berada di pusat itu selama dua bulan dan mengatakan doa-doa harian itu telah membuat pikirannya tenang. 

Ketika ia sembuh dan bebas dari narkoba, ia memutuskan bergabung dengan para Benediktin. Pastor An, 42, mengikuti sebuah asosiasi Rosario dan merasa bahwa ia berutang banyak akibat perbuatannya. “Saya percaya Bunda Maria menyelamatkan saya setelah ibu saya berdoa Rosario selama 10 tahun, membuat saya meninggalkan narkoba,” katanya. “Sekarang saya ingin menggunakan Rosario untuk menyelamatkan para pecandu narkoba lain yang ditinggalkan oleh keluarga mereka dan masyarakat.” Selain menyediakan mereka dengan doa-doa, Pastor An mengalami tekanan hebat bagaimana mengajarkan warga bimbingannya memperlakukan sesamanya dengan rasa kemanusiaan dan hormat. Sumber: Swapping drugs for God in Vietnam

RENUNGAN HARI BIASA: RABU 24 OKTOBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: RABU 24 OKTOBER 2012 
(Antonius Maria Claret, Aloisius Guanella) 
Ef 3:2-12, MT Yes 12:2-3,4bcd,5-6, Luk 12:39-48  

BACAAN INJIL: 
 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan." Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?" Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia. Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut." 

RENUNGAN: 
Seringkali kita mendengar bahwa ada orang yang meninggal secara tiba-tiba, orang tersebut meninggal mendadak padahal sebelumnya kita ketahui dia tidak sedang dalam keadaan sakit. Ada pula yang meninggal tiba-tiba karena kecelakaan. Peristiwa demikian pasti membuat semua orang kaget dan bertanya “Kog bisa ya?”. Jelas dan pasti bagi kita bahwa semua orang pasti akan mati, hanya kapan waktunya dan bagaimana kematian bagi tiap orang pasti berbeda-beda dan tidak ada yang tahu dengan pasti. 

Datangnya kematian bagi kita bukanlah kemalangan, tetapi sebenarnya suatu jalan untuk beralih ke hidup yang kekal. Namun agar kita beralih ke hidup kekal, kita harus senantiasa berjaga-jaga dalam hidup. Yesus sendiri mengatakan bahwa hidup kita di dunia ini pada suatu waktu akan dibongkar, dan Anak Manusia datang saat yang tidak disangka-sangka, tidak ada yang tahu dan bila Anak Manusia datang, tidak ada yang bisa menolaknya. Oleh sebab itu, dalam hidup kita harus senantiasa berjaga-jaga. 

Hidup berjaga-jaga adalah hidup melaksanakan tugas seperti seorang hambat yang melaksanakan tugas yang dipercayakan oleh tuannya. Hamba yang baik pasti melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya, walaupun tuannya tidak melihatnya. Kitapun harus demikian, hidup baik dan melaksanakan tugas dengan baik yang dipercayakan Tuhan kepada kita karena sadar bahwa kita adalah hamba yang mendapat kepercayaan dari Tuhan. 

Tuhan mempercayakan hidup dan berkat-Nya kepada kita untuk kita gunakan dengan sebaik-baiknya. Hidup dan apa yang dipercayakan Tuhan pada kita harus kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan. Mempertanggungjawabkan hidup dan berkat-Nya kepada kita, yakni dengan menggunakan semuanya itu sesuai dengan kehendak Tuhan. Kepada setiap orang akan dituntut pertanggungjawaban atas hidup dan berkat yang diberikan Tuhan, sesuai dengan apa yang diterima. Semakin banyak berkat yang diterima dari Tuhan, semakin besar pula dituntut pertanggungjawaban darinya. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: SALASA 23 OKTOBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: SALASA 23 OKTOBER 2012 
(Yohanes dr Kapestrano, Ursulin dr Valenciennes, Gulielmus, Erem, & Yohanes Bono) 
 Ef 2:12-22, Mzm 85:9ab-10,11-12,13-14, Luk 12:35-38 

BACAAN INJIL: 
 "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka. 

RENUNGAN: 

Salah satu kebiasaan buruk yang kita lakukan adalah menunda, baik itu menunda suatu pekerjaan atau sesuatu hal. Kita menunda suatu tugas karena berpikir karena waktunya masih lama, toh bisa dikerjakan pada saat-saat terakhir. Padahal kita tidak tahu bahwa bisa saja pada saat terakhir itu, kita tidak bisa menyelesaikan pekerjaan kita hingga tiba waktunya. Kebiasaan menunda itu juga kerap kita lakukan. Banyak orang berpikir bahwa mereka akan bertobat dan beriman nanti setelah pensiun dari pekerjaan sehingga punya waktu banyak untuk beriman. Adapula yang mengatakan bahwa dia akan aktif beriman nanti setelah tua atau mau mati saja. 

Pemikiran demikian tentu tidak baik, sebab bisa saja terjadi sesuatu sebelum tua atau sebelum tiba waktu yang dipikirkannya. Oleh sebab itu, hari ini Yesus mengatakan agar kita berjaga-jaga menantikan kedatangan anak manusia. Kita berjaga-jaga dengan pinggang terikat dan pelita menyala. Itu maksudnya adalah bahwa kita berjaga dengan selalu hidup seturut kehendak Tuhan, di mana Tuhanlah yang mengarahkan hidup kita, dan kitapun hidup dengan iman. Inilah yang dimaksud dengan pinggang terikat dan pelia bernyala. Sikap berjaga-jaga ini kita lakukan bukan dengan terpaksa tetapi dengan senang hati seperti menantikan tuan yang pulang dari pesta nikah. 

Hidup berjaga-jaga ini kita lakukan tidak menunggu nanti, tetapi sepanjang hidup kita, sebab kita tidak tahu akan Tuhan datang untuk memanggil kita. Sehingga seluruh hidup adalah masa untuk berjaga-jaga untuk menantikan kedatangan Tuhan. Bila tiba waktunya Tuhan datang, dan kita ditemui berjaga-jaga maka, kita akan berbahagia karena Tuhan akan menganuerahkan kita kebahagiaan surgawi. Maka semoga kita menggunakan hidup sebagai masa untuk berjaga-jaga dengan hidup seturut kehendak Tuhan dan iman kita sungguh menyala. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: SENIN 22 OKTOBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: SENIN 22 OKTOBER 2012 
Ef 2:1-10, Mzm 100:2,3,4,5, Luk 12: 13-21 

BACAAN INJIL: 

Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?" Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah." 

RENUNGAN: 
Harta itu baik dan perlu untuk kehidupan. Namun harta seringkali bisa menyebabkan perselisihan dan kebinasaan hidup. Harta bisa menjadi sumber dosa dan kebinasaan bila orang melekat pada harta dan menjadikan harta sebagai tujuan hidupnya. Maka tidak jarang kita dengar bahwa dalam satu keluarga terjadi pertengkaran karena memperebutkan harta warisan dalam keluarga. Orang juga melakukan banyak cara untuk memperoleh harta, bahkan tidak peduli cara yang ditembuh adalah tidak benar. Orang mengira bahwa dengan mempunyai harta, dia akan memperoleh hidup bahagia. Padahal sebenarnya, harta tidak menjamin hidup bahagia seseorang. 

Yesus menegaskan agar kita waspada terhadap harta. Jelas bahwa Yesus tidak melarang kita mencari dan mempunyai harta, hanya harus waspada terhadap harta. Harta jangan kita lihat sebagai tujuan hidup, jangan kita hidup yang untuk mengumpulkan harta. Yesus sendiri menegaskan bahwa tidak ada gunanya harta banyak, tetapi kita kehilangan nyawa kita. Atau tidak ada gunanya banyak harta tetapi kita miskin iman. Harta itu tidak kekal, akan tiba waktunya harta yang ada pada kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk keselamatan dan kebahagiaan kita. Satu-satunya jaminan hidup bahagia dan kekal adalah hanya pada Tuhan. Beriman kepada Tuhan itulah jaminan hidup kekal sehingga kita hendaknya melekat pada Tuhan sendiri, bukan pada harta itu. 

Oleh sebab itu, harta yang ada pada kita, adalah anugerah Tuhan yang dipercayakan kepada kita. Tuhan mempercayakan harta itu, bukan hanya untuk kita sendiri, bukan pula untuk kita kumpulkan untuk diri sendiri, tetapi Tuhan menghendaki bahwa semuanya itu kita pakai dengan sebaik-baiknya sebagai sarana untuk mewartakan Kerajaan Allah. Harta yangh ada pada kita, baiklah kita gunakan sebagai alat membagikan kasih Tuhan kepada sesama. Untuk itu, kita harus rela berbagi dengan sesama. Semoga kita tidak menjadi orang bodoh dalam hal harta, tetapi menjadi orang yang bijaksana menguasai harta itu. Amin.

RENUNGAN HARI MINGGU MASA BIASA KE XXIX: 21OKTOBER 2012

RENUNGAN HARI MINGGU MASA BIASA KE XXIX: 
21OKTOBER 2012 
Yes 53:10-11, Mzm 33:4-5,18-19,20,22, Ibr 4:14-16, Mrk 10:35-45 

BACAAN INJIL: Mrk 10:35-45 
 “Anak Manusia datang untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya sebgai tebusan bagi banyak orang.” 

Sekali peristiwa, Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!" Jawab-Nya kepada mereka: "Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?" Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu." Tetapi kata Yesus kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?" Jawab mereka: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan." 

Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

RENUNGAN:
Semua orang pasti punya keinginan punya jabatan atau kedudukan tinggi. Kedudukan atau jabatan tinggi dianggap sebagai suatu kehormatan dan dianggap bisa membuat sesorang beroleh bahagia atau jalan untuk mewujudkan keinginannya. Oleh sebab itulah banyak orang berjuang untuk memperolehnya, bahkan tidak sedikit orang yang berjuang dengan menggunakan berbagai cara, tidak peduli apakah cara itu benar atau tidak. Tidak sedikit orang yang ingin mendapatkannya dengan cara yang mudah, tidak mau berjuang. Motivasi orang untuk meraihnya sangat beragam, tetapi seringkali motivasi sebenarnya adalah untuk kepentingan diri sendiri. Seringkali motivasi pelayanan kepada sesama hanya sebagai topeng untuk melancarkan keinginannya. Sikap hidup yang mengharapkan sesuatu tanpa perjuangan atau dengan cara sederhana juga seringkali terjadi dalam kehidupan beriman. Orang beriman tentu punya kerinduan untuk beroleh hidup bahagia dan kelak beroleh kebahagiaan di surga. Namun keinginan itu seringkali tidak disertai dengan usaha atau perjuangan untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.

Terkadang orang mengira bahwa kebahagiaan itu bisa diperoleh hanya dengan cara yang sederhana, tanpa perjuangan. Demikian juga halnya kita lihat dalam bacaan Injil hari ini. Yohanes dan Yakobus adalah bagian dari kedua belas rasul. Mereka mengikuti Yesus dan mereka mempunyai kerinduan hati yakni agar mendapat kedudukan enak dalam Kerajaan Surga kelak. Mereka mengikuti Yesus, tidan sungguh-sungguh karena percaya pada Yesus tetapi karena menghadapkan kedudukan dalam Kerajaan Surga. Mereka mengira bahwa dalam Kerajaan Surga seperti dalam kerajaan dunia ini. Mereka menginginkan kedudukan atau jabatan.

Menanggapi permintaan kedua murid ini, Yesus mengatakan bahwa mereka tidak tahu apa yang mereka minta. Mereka tidak tahu karena mereka mengira bahwa Kerajaan Surga sama halnya dengan kerajaan dunia ini, juga karena mereka mengira bahwa untuk masuk dalam Kerajaan Surga dapat diperoleh dengan begitu saja. Untuk itu Yesus menegaskan bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga kelak, orang harus mengikuti aturan atau ajaran yang diberikan oleh Tuhan. Yesus mengatakan bahwa untuk beroleh Kerajaan Surga orang harus siap minum piala yang diminum oleh Yesus sendiri dan dibaptis dengan baptisan yang diterima oleh Yesus sendiri. Minum piala yang diminum oleh Yesus maksudnya adalah bahwa piala penderitaan yang dialami oleh Yesus. Maka itu berarti bahwa mereka harus siap menderita bersama dengan Yesus dan demi Yesus. Sedangkan baptisan yang dimaksud adalah mereka harus siap mati terhadap dosa, hidup baru sebagai anak-anak Allah, yang mengusahakan kekudusan hidup. Sehingga jelas bahwa menjadi murid Yesus agar masuk dalam kemuliaan surga harus siap menanggung penderitaan hidup demi dan bersama dengan Yesus dan juga harus sungguh-sungguh hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Kepada orang-orang demikianlah Kerajaan Allah itu akan diberikan.

Selain itu, Yesus juga mengajarkan bahwa menjadi seorang murid juga harus siap melayani sesama atau hidup berguna bagi sesama. Yesus mengajarkan agar sikap saling melayani ada dalam diri para murid. Sikap menjadi pelayan itulah yang berkenan di hadapan Tuhan. Makanya Yesus mengatakan bahwa untuk menjadi orang yang terbesar di hadapan sesama dan di hadapan Tuhan, bukan karena jabatan atau pangkat, tetapi dengan hidup menjadi pelayan bagi sesama. Yesus memberi teladan sehubungan dengan hal ini, sebab Yesus datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani.

Permintaan kedua murid ini menjadi gambaran kita orang beriman. Kita mengikuti Yesus mungkin saja bukan karena percaya sungguh bahwa Yesus adalah Tuhan, tetapi karena kita mengharapkan sesuatu dari Tuhan sesuai dengan kehendak hati kita. Seringkali kita begitu rajin berdoa atau rajin beribadah karena kita mempunyai permohonan dan sangat berharap Tuhan mengabulkan keinginan kita. Ketika kita tidak mempunyai permohonan, kita kembali menjadi orang beriman yang tidak merayakan iman. Juga tidak sedikit orang yang karena merasa diri sudah mengikuti Yesus, menjadi pengurus Gereja, aktif dalam kegiatan gereja, berharap mendapatkan kedudukan dalam Gereja dan berharap mendapatkan perlakuan khusus dari Gereja dan juga dari Tuhan. Kita mengikuti Yesus, bukan karena percaya bahwa Dia adalah Tuhan, tetapi karena mengharapkan sesuatu. Sehingga dalam hal ini, kita sebenarnya bukan mengikuti Yesus, tetapi mengikuti keinginan hati kita sendiri. Oleh sebab itu, bila mana keinginan kita tidak dikabulkan oleh Tuhan, kita langsung kecewa dan tidak lagi hidup sebagai orang beriman. Seringkali kita juga menganggap bahwa Kerajaan Allah itu bisa kita peroleh dengan cara yang mudah. Kita merindukan Kerajaan Allah, tetapi kita tidak mau berjuang untuk meraihnya. Kita beriman hanya dengan cara kita sendiri, hanya mencari senangnya sendiri. Bahkan ada pula yang merasa bahwa Allah bisa disogok untuk mendapatkan Kerajaan Allah.

Terkadang orang beriman karena senang, maka ketika Tuhan menuntut pengorbanan dari dirinya, orang menolak. Namun hari ini, Yesus mengingatkan kita bahwa Kerajaan Allah diperuntukkan untuk orang yang dikehendaki oleh Allah, yakni orang yang mau berjuang hidup seperti yang dikehendaki oleh Allah. Orang yang dikehendaki oleh Allah itu, adalah orang yang berani berjuang menghayati imannya, dan karena iman itu siap menanggung penderitaan demi iman kepada Yesus, juga orang yang siap hidup seturut kehendak Tuhan dengan mati terhadap dosa. Kesetiaan iman itu tentunya tidak hanya dalam kata-kata, tetapi harus sungguh tampak dalam kehidupan nyata terutama dalam hubungan dengan orang lain.

Dalam ayat terakhir Injil hari ini Yesus mengatakan bahwa hidup orang beriman hendaknya menjadi pelayan bagi sesama. Betapa sering orang berpikir bahwa beriman itu hanya urusan pribadi dengan Tuhan, beriman dianggap hanya sekedar ibadah. Ada banyak orang beriman yang begitu rajin dan aktif tetapi tidak mempunyai sikap pelayanan kepada sesama. Jangankan melayani sesama, malah berperilaku seperti orang penting dan menuntut dilayani oleh orang lain. Juga banyak orang yang mengatakan dirinya beriman, tetapi tidak peduli dengan sesamanya. Oleh sebab itu, hari ini, Yesus mengingatkan kita, bila kita mau menjadi terhormat di hadapan sesama dan juga dihadapan Tuhan, kita harus mau menjadi pelayan bagi sesama. Dengan menjadi pelayan bagi sesama.

Orang beriman yang bermental pemimpin bukan karena jabatan yang tinggi, tetapi karena pelayanan bagi sesama. Maka semoga, sabda Tuhan hari ini menguatkan kita agar kita hidup sebagai orang beriman, karena percaya pada Yesus Tuhan. Kita percaya dengan hidup sebagai orang beriman, kelak pasti Tuhan memperkenankan kita beroleh kebahagiaan sejati dalam Kerajaan Surga. Amin.

BACAAN HARI MINGGU MASA BIASA KE XXIX: 21OKTOBER 2012

BACAAN HARI MINGGU MASA BIASA KE XXIX: 
21OKTOBER 2012 
Yes 53:10-11, Mzm 33:4-5,18-19,20,22, Ibr 4:14-16, Mrk 10:35-45 

BACAAN I: Yes 53:10-11 
“Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai kurban silih, ia akan melihat keturunannya, dan umurnya akan lanjut.” 

Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. 

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm 33:4-5,18-19,20,22 
Ulangan: 
Perlihatkanlah kepada kami, kasih setia-Mu, ya Tuhan. 

Ayat: 
1. Sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan, Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya. 

2. Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang bertakwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya. Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari mau dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan. 

3. Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan. Dialah Penolong kita dan perisai kita! Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu. 

BACAAN II: Ibr 4:14-16 
“Marilah kita menghampiri tahkta kerahiman Allah dengan penuh keberanian.” 

Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya 

BACAAN INJIL: Mrk 10:35-45 
 “Anak Manusia datang untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya sebgai tebusan bagi banyak orang.” 

Sekali peristiwa, Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!" Jawab-Nya kepada mereka: "Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?" Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu." Tetapi kata Yesus kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?" Jawab mereka: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan." 

Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)