Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.
Showing posts with label Pantang dan Puasa. Show all posts
Showing posts with label Pantang dan Puasa. Show all posts

Pesan Prapaskah tekankan sikap bela rasa dengan orang miskin

Pesan Prapaskah tekankan sikap bela rasa dengan orang miskin 

Masa Prapaskah tahun ini Paus Fransiskus telah memilih tema “Dia menjadi miskin, sehingga dengan kemiskinan-Nya kalian menjadi kaya”, demikian Vatikan. Tema itu diambil dari sebuah ayat dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Umat di Korintus, di mana santo itu mempromosikan sikap bela rasa dalam memberi dan keinginan untuk “menguji kasih yang tulus dari kalian melalui p
erhatian kalian kepada orang lain”.

Teks itu berbunyi: “Sebab kalian mengetahui betul bahwa kita sangat dikasihi oleh Yesus Kristus Tuhan kita. Ia kaya, tetapi Ia membuat diri-Nya menjadi miskin untuk kepentinganmu, supaya dengan kemiskinan-Nya itu, kalian menjadi kaya” (2 Kor 8:9). 

Pesan teks Paus untuk Masa Prapaskah, yang dimulai pada 5 Maret itu, akan dirilis pada konferensi pers di Vatikan. Prapaskah merupakan masa berpuasa dan berpantang bagi umat Katolik di seluruh dunia. Haiti diharapkan menjadi fokus untuk Masa Prapaskah bersama pasangan suami-istri Italia yang melayani sebagai misionaris di negara Karibia itu yang dijadwalkan akan berbicara pada konferensi pers di Vatikan. 

Mereka akan didampingi oleh para pejabat tinggi dari Dewan Kepausan Cor Unum, sebuah dewan yang menangani bantuan karitatif Gereja Katolik di seluruh dunia. Menurut Bank Dunia, Haiti adalah salah satu negara termiskin di belahan bumi ini dan masih berjuang untuk membangun kembali selama empat tahun setelah gempa dahsyat melanda negara itu pada 12 Januari 2010. 

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

SURAT GEMBALA PUASA-PRAPASKA 2011 Keuskupan Agung Medan

SURAT GEMBALA PUASA-PRAPASKA 2011
Keuskupan Agung Medan


Saudara-saudarai, umat beriman yang kekasih.
Rabu tanggal 9 Maret 2011 adalah ahri Rabu Abu. Ini adalah pembukaan masa Puasa-Prapaska Katolik, yang berlangsung sampai Jumat Agung, tanggal 22 April 2011. Diketahu bahwa, selama masa Puasa-Prapaska, kita wajib berpuasa dan berpantang.

Mereka yang berusia 18 (delapan belas) tahun sampai 69 (enam pulu) tahun wajib berpuasa, artinya hanya satu kali makan kenyang pada hari Rabu Abu, tanggal 9 Maret dan pada hari Jumat 22 April 2011. Pada kedua hari ini, selain berpuasa, umat juga wajib berpantang.
Mereka, berumur 14 (empat belas) tahun sampai 60 (enam pulu) tahun, berpantang, pada setiap hari Jumat, sepanjang masa Puasa-Prapaska. Artinya:

1. Tiap keluarga atau kelompok atau perorangan memilih sendiri sekurang-kurangnya satu dari kemungkinan ini: pantang garam, pantang jajan, pantang rokok.

2. Hendaklah menghindari mengadakan pesta atau suasana hari raya pada masa pantang dan puasa. Bila perkawinan terpaksa dilangsungkan dalam masa Adven atau parpaska, atau pada hari lain yang diliputi suasana tobat, pastor paroki hendaknya memperingatkan pada mempelai agar mengindahkan suasana tobat itu, misalnya, jangan mengadakan pesta besar (Upacara Perkawinan, Komisi Liturgi 1976, hl.14)

Tujuan keagamaan dari peraturan pantang dan puasa ini mencakup tiga hal, yakni:

Umat bertobat dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Kalau pada waktu-waktu lain kita agak lalai memelihara hubungan yang akrab dengan Tuha, maka masa puasa-Prapaska merupakan masa memalingkan diri kembali lebih mesra kepada Tuhan. Ini dilakukan lewat lebih berdoa, lebih rajin menerima sakramen dan lebih rajin melakukan kegiatan gerejawi: “Waktunya sudah genap…bertobatlah kepada Injil” (Mrk 1:15)

Dalam berpaling dan memusatkan perhatian kepada Tuhan, mirip dengan Nyepi bagi saudara-saudari penganup agama Hindu, dengan sendirinya muncul beberapa dorongan hati nurani. Terdapat rasa tidak layak bertemu dengan Tuhan, karena manusia tetaplah insane pendosa. “Pergilah daripadaku, sebab aku orang berdosa.: Inilah permulaan kesalehan sejati, yakni rasa takut, gentar, tidak layak berdiri di hadapan Tuhan. “Alangkah dasyatnya tempat ini. Ini pasti rumah Allah; inilah pintu gerbang surge,” kata Yakub bangun dari mimpinya di Betel (Kej 27:7).

Di sana kita merenungkan sengsara Tuhan. Untuk menebus kita dari dosa-dosa, Tuhan disesah, dimahkotai duri, dihujat, dipaku pada kayu salib, dan meneteskan darah terakhir serta menghembuskan nafas penghabisan, karena cinta-Nya kepada kita. Dari itulah setiap hati yang saleh akan mulai tegerak menyesali dosa-dosanya. Ia ingin menyilih dosa dan pelanggarannya dengan bermati-raga, berpuasa dan berpantang. Dengan ulah tapa dan matiraga, Umat beriman ingin diperdamaikan kembali kepada Tuhan. Hatinya tergerak oleh penyesalan sehingga, dengan rendah hati, ingin mengakukan dosa-dosanya di hadapan imam. Masa puasa-Prapaska dan juga Adven adalah saat “penyucian diri lewat pengakuan dosa.” Sebab mereka diwajibkan oleh hukum Gereja untuk mengaku dosa sekurang-kurangnya sekali setahun.

Bermacam upaya penyucian diri, seperti perecikan umat dan rumah mereka, dengan air kudus, adalah tindakah yang sangat berguna. Demikianlah langsung terasa, bahwa hidup berfoya-foya, bermewa dan berpesta-ria tidak sesuai dengan semangat Puasa-Prapaska. Yang sesuai ialah semangat pengendalian diri, berugahari, bermatiraga dan mengaku dosa.

Selain itu, masa Puasa-Prpaska adalah saat yang tepat untuk memperbahurui semangat dan tekad mengamalkan hidup keagamaan, memperbaharui kesalehan doa, rasa bakti dan bersyukur kepada Tuhan. Pada saat ini, semangat agama, yang suam-suam kuku, dihangatkan dan dibangkitkan kembali, sambil menenangkan hati nurani, demi kedamaian batin. Di sana akan tumbuh rahmat, berkat dan damai sejati.

Juga semangat cintakasih sejati terhadap sesama akan muncul dan tumbuh. Semangat ini membangkitkan keinginan untuk melakukan perintah cinta kasih kepada sesama. Kita mengumpulkan aksi puasa untuk menolong para saudara yang kurang beruntung. Sebab masih banyak saudara-saudari kita yang menderita cacat buta, tuli atau tertimpa musibah. Ada juga yang tak sanggup menanggung biaya pengobatan atau pendidikan yang layak. Mereka itu adalah saudara-saudari kita, yang dicintai Tuhan dengan pengurbanan salib-Nya. Masa puasa-Prapaska sangat tepat melakukan aksi belaskasih, dengan menjadi orang tua asuh, dengan mengunjungi panti jompo, panti asuhan, panti rhabilitasi atau penjara.

Pada masa Puasa-Prapaska ini, doa umat beriman dimohon juga untuk tujuan-tujuan pembaharuan dalam keuskupan kita. Setiap perubahan dan pembaharuan senantiasa menuntut penyesuaian dan pengurbanan.

Pada tanggal 17 Juni 2011, kita akan memberlakukan pembagian wilayah pelayanan pastoral dalam 9 (Sembilan) KEVIKEPAN. Kevikepan dipimpin oleh seorang Pastor Vikaris Episkopal di awah Uskup Agung Medan. Memang pastoral langsung dari Uskup Agung Medan tetap dipertahankan, misalnya kunjungan pelayanan Sakramen Krisma. Tetapi tugas koordinatif pastoral akan semakin diserahkan kepada Pastor Vikaris Episkopal.

Kita juga bertekad membangun dua paroki pada tahun 2011 ini, yakni pastoran Parsoburan, yang terbakar, dan paroki baru Batang Kuis di dekat lapangan terbang Kuala Namu. Termasuk pembelian tanah yang cukup luas, rasanya, untuk pembangunan kedua paroki ini, kita membutuhkan dana tak kurang delapan milyar rupiah. Marilah kita bersama-sama mendukung perwujudannya.

Selain itu, pada tahun 2011 ini, kita hendak melincahkan peranan paroki-paroki. Tetap dalam perikatan satu Keuskupan Agung Medan, kita hendak membadan hukumkan paroki-paroki, sehingga secara hukum, dapat bekerjasama dengan Pemerintah-Tingkat Dua. Serentak dengan itu, kita ingin mneyertifikatkan milik tanah dan bangunan, atas nama badan hukum paroki. Manajemen pastoral dan keuangan paroki akan ditata secara modern, dalam bentuk pastoral berbasi data. Transparansi, daya-guna dan keterpecayaan akan meningkat untuk menggalang kemajuan dan kebersamaan.

Demikian surat gembala Puasa-Prapaska ini disampaikan agar menjadi periksa dan perhatian, demi pengembangan modern Umat dalam keuskupan kita.
Salam, damai-sejahtera dan berkat, dari Tuhan kita Yesus Kristus.


Medan, 7 Maret 2011
Mgr. Anicetus B. Sinaga OFM.Cap
Uskup Agung Medan

Renungan Hari Jumat sesudah Rabu Abu ; 11 Maret 2011

Renungan Hari Jumat sesudah Rabu Abu ; 11 Maret 2011
Yes 58:1-9a, Mzm 51:3-45-6a18-19, Mat 9:14-15

"Untuk apa kita berpantang dan berpuasa?"

BACAAN INJIL:
Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?" Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
Demikianlah Injil Tuhan bagi kita hari ini.

RENUNGAN:
Dalam masa prapaskah kita diajak untuk berpuasa dan berpantang makan dan minum. Namun banyak juga orang yang melakukan pantang dan puasa di luar masa Prapaskah, ada yang pantang dan puasa karena demi menjaga kesehatan, ada yang karena sudah sakit. Ada pula ibu-ibu atau kaum wanita yang berpantang dan puasa makanan dan minuman demi melangsingkan tubuh. Tentu bukan pantang dan puasa yang demikian yang diharapkan oleh Gereja selama masa prapaskah ini.

Adapula mungkin keluarga yang melakukan pantang puasa makanan dan minuman, tetapi mereka tetap hidup dalam kemewahan, tetap hidup dengan kesenangan yang lain, biaya yang mereka keluarkan untuk ternak anjing mereka jauh lebih besar bila dibandingkan dengan gaji yang diberikan kepada pembantu atau karyawannya, relasai dengan sesamanya tetap tidak berjalan dengan baik, juga relasi dengan Tuhan tetap tidak lebih baik. Pantang dan puasa yang dilakukan tetapi tidak mengubah hidupnya menjadi lebih baik dan menjadi lebih dekat dengan Tuhan, itu bukanlah puasa yang sejati.

Selama masa prapaskah, pantang dan puasa bukanlah menjadi tujuan tetapi jalan untuk mengubah hidup lebih baik, yakni hidup lebih dekat dengan Tuhan. Dengan berpantang dan berpuasa kita berusaha untuk mengekang keinginan atau nafsu daging, nafsu badan kita dan kita berusaha mengharahkan hidup kita kepada Allah, sehingga semakin lebih dekat dan bersatu dengan Allah. Dalam bacaan pertama, nabi Yesaya dengan indah mengatakan puasa yang dikehendaki dan berkenan di hadapan Allah, “Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!”

Jelaslah kiranya bahwa bila kita sungguh-sungguh berpantang dan berpuasa, kita tidak lagi hidup dalam keinginan daging atau badan tetapi kita hidup dekat dengan Allah dan dalam Allah. Yesaya menggambarkan bahwa hidup yang dekat dan dalam Allah, dia mengasihi sesama dan rela berbagi sukacita dengan sesama yang menderita. Bila pantang dan puasa kita belum berbuah hasil yang Nampak yakni perubahan hidup yang semakin dekat, bersatu dengan Tuhan dan belum mengasihi serta serla berbagi dengan sesama, itu berarti puasa kita belumlah sempurna. Dan memang kenyataannya selama ini kita belum hidup bersatu dengan Allah, sehingga kita membutuhkan tindakan berpantang dan berpuasa. Dengan demikian, berpantang dan berpuasa sebenarnya tidak hanya dapat dilakukan pada masa prapaskah, tetapi selama dalam hidup kita supaya kita hidup dalam Allah dan bersatu dengan Allah. Amin.

BEBERAPA HAL PANTANG DAN PUASA

BEBERAPA HAL PANTANG DAN PUASA

MENGAPA KITA BERPANTANG?
Ada dua alasan utama. Pertama, sebagai kurban silih atas dosa-dosa kita. Kita melukai hati Tuhan dan sesama ketika kita berdosa. Kedua, dan yang paling utama, kita melukai hati Tuhan dan sesama karena kita kurang dapat mengendalikan diri. Ketika kita tergoda untuk melakukan sesuatu yang jahat (atau tidak melakukan sesuatu yang baik). Kita jatuh dalam pencobaan karena kita tidak mempunyai kehendak yang kuat untuk melakukan yang baik.

Jika kalian ingin belajar mengendalikan diri, mulailah dari hal-hal yang kecil. Selama beberapa minggu berpantanglah sesuatu yang kalian sukai. Misalnya berpantang permen, atau berpantang menonton acara TV yang kalian sukai, atau berpantang pergi ke bioskop.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com

MENGAPA KITA BERPANTANG DAGING PADA HARI JUMAT?

Pada abad ke-4 sudah ada hukum Gereja tentang berpantang pada hari-hari tertentu. Dahulu setiap hari Rabu, Jumat dan Sabtu adalah hari-hari pantang. Sejak abad ke-12 pantang ditetapkan hanya pada hari Rabu Abu dan setiap hari Jumat - untuk mengenang bahwa Yesus wafat pada hari itu. Pada tahun 1965 Paus Paulus VI mengijinkan Konferensi Para Uskup untuk menetapkan masa pantang dan puasa. Maka ditetapkan hari Rabu Abu dan Jumat Agung sebagai masa puasa dan pantang serta setiap hari Jumat dalam Masa Prapaskah sebagai masa pantang.

Mengapa berpantang daging? Banyak orang suka kelezatannya dan merasa kehilangan jika harus berpantang. Dulu peraturan pantang dan puasa orang-orang Kristen juga memasukkan susu dan telur sebagai pantangan. Pantang dan puasa menunjukkan rasa hormat akan ciptaan Tuhan dengan menggunakannya lebih hemat.

Sumber : Ask a Franciscan by Father Pat McCloskey, O.F.M.; © 2001 St. Anthony Messenger Press.


BAGAIMANA PERATURAN PANTANG & PUASA?

PERATURAN PANTANG DAN PUASA KEUSKUPAN SURABAYA TAHUN 2009

Sesuai dengan ketentuan Kitab Hukum Kanonik (Kanon No. 1249 - 1253) dan Statuta Keuskupan Regio Jawa No. 111, maka ditetapkan:

a. Hari Puasa dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung. Hari Pantang dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat selama Masa Prapaska sampai dengan Jumat Agung.

b. Yang wajib berpuasa ialah semua orang Katolik yang berusia 18 tahun sampai awal tahun ke-60. Yang wajib berpantang ialah semua orang Katolik yang berusia genap 14 tahun ke atas.

c. Puasa (dalam arti yuridis) berarti makan kenyang hanya sekali sehari. Pantang (dalam arti yuridis) berarti memilih pantang daging, atau ikan atau garam, atau jajan atau rokok. Bila dikehendaki masih bisa menambah sendiri puasa dan pantang secara pribadi, tanpa dibebani dengan dosa bila melanggarnya.

d. Salah satu ungkapan tobat ialah Aksi Puasa Pembangunan (APP) yang diharapkan mempunyai nilai pembaharuan pribadi dan nilai solidaritas tingkat paroki, keuskupan dan nasional. Hendaknya di setiap paroki diadakan kegiatan sosial konkret yang membantu masyarakat umum, seperti misalnya mengadakan beasiswa, pengobatan untuk umum, donor darah, pasar murah dan lain-lain.

e. Hasil pengumpulan dana selama APP, hendaknya selekas mungkin diserahkan kepada Romo Bendahara Panitia Aksi Puasa Pembangunan Keuskupan Surabaya, paling lambat tanggal 30 April 2009.

f. Hendaknya diusahakan agar masa tobat sungguh menjadi masa pembaharuan rohani umat dengan diselenggarakan pendalaman bahan APP di Lingkungan, Wilayah, Paroki dan kelompok-kelompok kategorial, rekoleksi, retret, ibadat Jalan Salib, meditasi dan sebagainya.


Surabaya, 11 Februari 2009
Mgr. V. Sutikno Wisaksono
Uskup Surabaya

“dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya”

Renungan Hari Rabu Abu, 9 Maret 2011

Renungan Hari Rabu Abu, 9 Maret 2011
Yl 2:12-18, Mzm 51:3-4,5-6a,12-13,14,17, 2Kor 5:20?6:2, Mat 6:1-6,16-18

"Menerima abu di dahi pada hari Rabu Abu."

BACAAN INJIL:
"Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
Demikianlah Injil Tuhan bagi kita hari ini.

RENUNGAN:
Sering kita mendengar komentar yang mengatakan bahwa puasa katolik itu gampang dan terlalu mudah, jauh lebih gampang bila dibandingkan dengan puasa kaum muslim, karena dikatakan hanya makan kenyang 1 kali dalam sehari dan tetap makan 3 kali sehari, hanya dikurangi porsinya. Memang kalau hanya melihat dan mengerti puasa dalam artian itu, puasa kita sangatlah mudah. Sebenarnya puasa kita bukan hanya menyangkut puasa dan pantang atau soal mengurangi makan dan minum, tetapi yang lebih penting adalah perubahan hidup yang berkenan pada Allah serta lewat semuanya itu hidup kita semakin dekat dengan Allah. Puasa atau pantang yang hebat sekalipun, tidak ada gunanya bila hidup kita tidak berubah dan tidak semakin dekat dengan Tuhan. Namun kenyataannya, walaupun banyak umat berkomentar bahwa puasa kita itu gampang, tapi toh yang dirasa gampang itu pun tidak dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Hari ini kita membuka masa Puasa atau Prapaskah kita dengan liturgy Rabu Abu. Pada hari rabu abu, kita menerima abu yang dioleskan di dahi kita. Pengolesan atau peneriaan abu pada awal masa puasa adalah suatu pertandan dan suatu ingatakan bagi kita bahwa diri kita adalah ciptaan Tuhan yang hina, yang telah dikotori oleh dosa sehingga kita membutuhkan pertobatan, pembersihan diri dari dosa-dosa kita. Penerimaan abu itulah yang menjadi tanda awal kita memulai retret agung selama 40 hari pada masa prapaskah. Namun seringkali kita temui, umat begitu sulit menghadiri perayaan Rabu Abu untuk menerima abu yang menjadi awal masa prapaskah. Di beberapa stasi masih terjadi bahwa pada hari Rabu Abu tidak diadakan ibadat penerimaan abu, tetapi dilaksanakan pada hari Minggu setelah Rabu Abu. Seringkali alasan yang dinyatakan adalah sibuk bekerja, sehingga tidak sempat ke Gereja untuk mengikuti Ibadah Rabu Abu. Dalam Liturgi kita jelas Hari Rabu Abu adalah awal masa Prapaskah, saat penerimaan Abu di dahi. Jelas juga bahwa kita tidak mengenal Minggu Abu. Banyak paroki atau stasi yang kurang menekankan liturgy Rabu abu ini dengan tetap mengadakan penerimaan Abu pada hari Minggu setelah Rabu Abu. Alasannya dikatakan demi mengerti dan memahami kesibukan umat dan agar umat tetap menerima abu, pada masa prapaskah. Alasan ini kesanya seakan hanya mengetengahkan hal penerimaan abu saja. Tanpa sadar kurang mendidik umat akan liturgy Rabu Abu pada awal masa prapaskah, karena demikian itulah makanya umat tidak melihat nilai hari Rabu Abu karena berpikir toh bisa menerima abu pada hari Minggu nanti. Sikap yang terlalu kompromi itu pula, tanpa sadar juga membuat umat kurang dididik untuk mengatur waktu dan rela berkorban meninggalkan kesibukan sebentar untuk ikut merayakan Rabu Abu di Gereja bersama dengan semua umat. Mengatur waktu dan berani meninggalkan kesibukan sebentar untuk ikut dalam perayaan Rabu Abu dan menerima abu, itu merupakan awal yang sangat bagus memasuki masa prapaskah. Sebab, bagaimana mungkin kita bisa mengubah diri dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan pada masa prapaskah, kalau kita tidak mengawalinya dengan sikap pengorbanan, kalau kita tidak bisa memngatur diri atau waktu untuk menghadiri perayaan Rabu Abu? Kiranya soal mengatur waktu, keluar sebentar dari kesibukan untuk menghadiri perayaan Rabu Abu, masih hal yang sederhana, tapi itupun belum bisa kita laksanakan, apalagi perubahan diri yang semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Nah, baiklah kitanya kita awali dan tunjukkan niat kita untuk serius menjalani masa prapaskah ini dengan diawali dengan kehadiran dalam perayaan Rabu Abu. Orang mengatakan, ‘Kalau tidak ada niat dan hati tidak di situ, pasti banyak alasan.’ Niat untuk menjalani masa prapaskah dengan baik, terwujud dalam kehadiran pada perayaan Rabu Abu dan menerima abu di dahi pada perayaan tersbeut.

Masa Pra-paskah kita kenal dengan masa Retret Agung selama 40 hari. Selama masa Pra-Paskah kita diajak untuk memperbaharui diri dan hidup kita seperti yang dikehendaki oleh Tuhan. Dalam masa Pra-paskah, pantang dan puasa adalah bentuk dari upaya kita untuk memperbaharui diri, di mana lewat pantang dan puasa, kita berusaha untuk tidak dirajai oleh makanan, minuman dan kesenangan lain. Bentuk lain yang bisa kita lakukan adalah hidup yang semakin rajin berdoa, semakin rajin bergereja, semakin rajin dan banyak melakukan amal baik kepada sesama. Intinya adalah hidup yang berubah sesuai dengan kehendak Tuhan dan hidup yang semakin dekat dengan Tuhan. Pantang dan puasa sebesar apapun yang kita lakukan, kalau kita hidup kita tidak berubah dan tidak semakin dekat dengan Tuhan, itu kiranya bukan pantang dan puasa yang dimaksudkan oleh Gereja. Selain itu, pantang dan puasa kita itu juga harus berbuah dan dapat dirasakah oleh sesama kita. Itulah yang diwujudkan dalam APP. Saat kita mengurangi makan, minum atau kesenangan lain, bukan untuk menambah kekayaan kita, tetapi hasil pantang dan puasa kita itu harus dirasakan oleh sesama yang menderita yakni hasil dari pantang dan puasa kita itulah yang kita berikan sebagai APP.

Namun hendaknya kita tetap ingat, bahwa pantang dan puasa kita itu adalah agar hidup kita semakin dekat dengan Tuhan. Pantang dan puasa selama masa pra-paskah bukan untuk dilihat atau untuk mendapat pujian dari orang lain, dan bukan juga jadi alasan untuk bermalas-malas dalam bekerja. Yesus mengatakan agar dalam menjalani pantang dan puasa seakan tidak melaksanakannya di mata orang, tetapi biarlah hanya Tuhan yang mengetahuinya. Sikap demikian juga menjadi salah satu bentuk penyangkalan diri kita, yang mana kita melakukan hal yang baik bukan untuk mendapat pujian dari orang lain. Sikap yang demikian juga berarti kita menghindarkan diri dari sikap untuk mencari pujian, kehormatan dan kesenangan diri.

Dengan demikian, mari kita awali masa pra-paskah dengan berusaha semaksimal mungkin dengan berkorban untuk menghadiri perayaan Rabu Abu di Gereja dan menerima abu pada perayaan itu. Pra-paskah yang kita awali dengan sikap berkorban, akan sangat memantu kita dalam menjalani masa pra-paskah dengan sangat baik. Sehingga pasa Pra-paskah merupakan kesempatan yang baik untuk mengubah hati, pikiran dan hidup kita serta hidup yang semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Amin.

MENGAPA KITA BERPANTANG DAGING PADA HARI JUMAT?

MENGAPA KITA BERPANTANG DAGING PADA HARI JUMAT?

Pada abad ke-4 sudah ada hukum Gereja tentang berpantang pada hari-hari tertentu. Dahulu setiap hari Rabu, Jumat dan Sabtu adalah hari-hari pantang. Sejak abad ke-12 pantang ditetapkan hanya pada hari Rabu Abu dan setiap hari Jumat - untuk mengenang bahwa Yesus wafat pada hari itu. Pada tahun 1965 Paus Paulus VI mengijinkan Konferensi Para Uskup untuk menetapkan masa pantang dan puasa. Maka ditetapkan hari Rabu Abu dan Jumat Agung sebagai masa puasa dan pantang serta setiap hari Jumat dalam Masa Prapaskah sebagai masa pantang.

Mengapa berpantang daging? Banyak orang suka kelezatannya dan merasa kehilangan jika harus berpantang. Dulu peraturan pantang dan puasa orang-orang Kristen juga memasukkan susu dan telur sebagai pantangan. Pantang dan puasa menunjukkan rasa hormat akan ciptaan Tuhan dengan menggunakannya lebih hemat.

Sumber : Ask a Franciscan by Father Pat McCloskey, O.F.M.; © 2001 St. Anthony Messenger Press.
“Dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya”


 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)