Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan. (2Kor 8:14

Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

Para Paus Gereja Katolik

Para Paus Gereja Katolik

Kepala Gereja Katolik di dunia dipanggil dengan sebutan Paus (dari bahasa Yunani pappas, atau bahasa Italia papa, panggilan akrab seorang anak kecil terhadap ayahnya) karena otoritasnya yang superior dan karena dilaksanakan dengan cara yang paternal, mengikuti teladan Yesus Kristus.

Paus Pertama

Dan Aku berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. (Matius 16:18-19)

Suksesi Apostolik

Rasul-rasul yang kudus (Petrus dan Paulus), setelah mendirikan dan membangun Gereja (Katolik di Roma), menyerahkan kursi keuskupan kepada Linus. Paulus menyebutkan tentang Linus ini dalam surat kepada Timotius (2 Timotius 4:21). Dia digantikan oleh Anacletus, dan setelahnya, pada urutan ketiga dari para Rasul, Clement diangkat sebagai uskup. Dia telah bertemu muka dengan para Rasul yang kudus dan bersama-sama mereka. Boleh dikatakan bahwa dia masih mendengar gema kotbah para Rasul, dan menyaksikan tradisi-tradisi mereka dengan mata kepalanya sendiri. Dan tidak hanya dia, karena masih ada banyak lagi yang lain, yang telah diajarkan langsung oleh para Rasul.

...Setelah Clement, Evaristus menggantikan, dan Alexander menggantikan Evaristus. Lalu, yang keenam setelah Rasul, Sixtus diangkat, setelahnya Telesphorus, yang juga menjadi martir dengan mulia. Lalu Hyginus, dan setelahnya, Pius, dan setelahnya Anicetus. Soter menggantikan Anicetus, dan sekarang, di tempat kedua-belas setelah Rasul, kedudukan uskup jatuh kepada Eleutherus. Dalam urutan ini, dan melalui ajaran para Rasul yang diteruskan dalam Gereja, kotbah kebenaran telah sampai kepada kita.
(Santo Irenaeus, uskup Lyons, Perancis. Lahir tahun 140 - wafat tahun 202. Salah satu Bapa Gereja.)

Urut-urutan Para Paus Secara Kronologis

1. Santo Petrus (33-64 atau 33-67)
Martir, disalibkan dan wafat di Roma. Makamnya baru ditemukan pada tahun 1950-an tepat berada di bawah altar Basilika Santo Petrus di Vatikan. Mengingatkan kita akan sabda Yesus di Matius 16:18. Dengan demikian nubuat Yesus dalam ayat tersebut terpenuhi dengan suatu tanda yang signifikan.

2. Santo Linus dari Tuscany (67-76)
Santo Irenaeus mengatakan bahwa ia adalah Linus yang disebutkan dalam 2 Tim. 4:21 dan bahwa ia diangkat menjadi uskup oleh Santo Paulus sendiri. Dipestakan tanggal 23 September.

3. Santo Anacletus (atau Cletus) dari Roma (76-88)
Martir. Terbunuh selama penindasan oleh kaisar Domitian. Dua Bapa Gereja: Eusebius dan Santo Irenaeus menyebutkannya dalam urutan para paus.

4. Santo Clement I dari Roma (88-97)
Martir. Murid Santo Petrus. Juga adalah salah satu Bapa Gereja. Dipestakan tanggal 23 November.

5. Santo Evaristus dari Yunani (97-105)
Martir. Menjadi uskup Roma pada jaman kaisar Trajan. Disebutkan sebagai putra orang Yahudi-Yunani dari Betlehem. Dipestakan tanggal 26 Oktober.

6. Santo Alexander I dari Roma (105-115)
Martir. Meng-Kristenkan penangkapnya, St. Quirinus dan putrinya St. Balbina

7. Santo Sixtus I dari Roma (115-125)
Martir. Orang Romawi, tetapi namanya menunjukkan keturunan Yunani. Menjadi Uskup Roma pada jaman kaisar Hadrian.

8. Santo Telesphorus dari Yunani (125-136)
Martir. Orang Yunani, mungkin dari Calabria.

9. Santo Hyginius dari Athena, Yunani (136-140)
Filsuf Yunani yang menjadi Kristen.

10. Santo Pius I dari Aquileia (140-155)
Martir. Memimpin konsili yang mengucilkan pembangkang Marcion.

11. Santo Anicetus dari Emesa, Syria (155-166)
Santo Polycarpus, murid Rasul Yohanes mengunjungi Roma mengenai perselisihan tanggal perayaan Paskah antara Timur dan Barat. Dipestakan tanggal 17 April

12. Santo Soter dari Campagna, Italia (166-175)
Martir. Seperti St. Paulus dan St. Clement, ia menulis surat kepada Gereja yang rusuh di Korintus. Selama masa jabatannya, Paskah menjadi perayaan tahunan.

13. Santo Eleutherius dari Nicopolis di Epirus, Yunani (175-189)
Menjabat sebagai deakon pada masa Paus Anicetus dan dikunjungi oleh Santo Irenaeus, Uskup Lyons, salah satu Bapa Gereja.

14. Santo Victor I dari Afrika (189-199)
Paus pertama dari Afrika dan yang menjadikan Latin sebagai bahasa resmi Gereja Katolik Roma. Selama masa jabatannya ia memerangi gnostikisme dan monarchianisme

15. Santo Zephyrinus dari Roma (199-217)
Martir. Paus Zephyrinus memerangi pembangkang adoptionisme, modalisme, dan monarchianisme. Pada masa itu, Kaisar Septimius Severus menindas Gereja. Dipestakan tanggal 26 Agustus.

16. Santo Callixtus I dari Roma (217-222)
Mantan budak dan tahanan. Santo Callixtus I menjadi kekuatan dibalik Paus Zephyrinus yang baik hati tetapi tidak memiliki dasar teologis yang kuat. Dipestakan tanggal 14 Oktober.

17. Santo Urban I dari Roma (222-230)
Membaptis Valerianus, suami Santa Cecilia. Dikuburkan di pemakaman yang sama dengan Paus Santo Callixtus I.

18. Santo Pontian dari Roma (230-235)
Lima tahun setelah menjadi Paus, ia ditangkap dan diasingkan ke Sardina bersama-sama anti-paus Santo Hippolytus. Keduanya lantas bersatu selama di pengasingan. Paus Fabian memindahkan relikwi sang Paus dan anti-Paus ke Roma. Dipestakan berbareng dengan Santo Hyppolytus, tanggal 13 Agustus.

19. Santo Anterus dari Yunani (235-236)
Martir. Hanya menjabat Tahta Suci selama beberapa minggu. Paus Santo Anterus berkeinginan untuk mengumpulkan kisah-kisah para martir pada satu tempat. Dia adalah Paus pertama yang dikuburkan di peti paus di pemakaman Callixtus.

20. Santo Fabian dari Roma (236-250)
Eusebius menceritakan bagaimana Fabian menjadi Paus. Setelah kematian Paus Anterus, banyak orang datang ke Roma termasuk Fabian untuk menyaksikan pemilihan Paus. Tiba-tiba sewaktu diskusi, seekor burung merpati turun dari langit-langit dan mendarat di atas kepala Fabian seperti lambang Roh Kudus yang turun diatas Juru Selamat. Agaknya Roh Kudus sedang bekerja karena semua orang tiba-tiba memproklamasikan Fabian layak menjadi Paus, dan iapun diangkat menggantikan Paus Anterus. Paus Fabian menjadi teladan dan simbol perdamaian, ia mati sebagai martir dan dikuburkan di pemakaman Callixtus.

21. Santo Cornelius dari Roma (251-253)

22. Santo Lucius I dari Roma (253-254)

23. Santo Stephen I dari Roma (254-257)

24. Santo Sixtus II dari Athena, Yunani (257-258)

25. Santo Dionysius, asal tidak diketahui (259-268)

26. Santo Felix I dari Roma (269-274)

27. Santo Eutychian dari Luni (275-283)

28. Santo Caius dari Dalmatia (283-296)

29. Santo Marcellinus dari Roma (296-304)

30. Santo Marcellus I dari Roma (308-309)

31. Santo Eusebius dari Calabria, Yunani (309-310)

32. Santo Melchiades atau Miltiades dari Afrika (311-314)

33. Santo Sylvester I dari Roma (314-335)
Umumnya para Paus sebelum Paus Sylvester I menjadi martir

34. Santo Markus dari Roma (336)

35. Santo Julius I dari Roma (337-352)

36. Liberius dari Roma (352-366)

37. Santo Damasus I dari Spanyol (366-384)

38. Santo Siricius dari Roma (384-399)

39. Santo Anastasius I dari Roma (399-401)

40. Santo Innocentius I dari Albano (401-417)

41. Santo Zozimus dari Mesuras, Yunani (417-418)

42. Santo Boniface I dari Roma (418-422)

43. Santo Celestinus I dari Campania (422-432)

44. Santo Sixtus III dari Roma (432-440)

45. Santo Leo I (Agung) dari Tuscany (440-461)

46. Santo Hilarius dari Sardinia (461-468)

47. Santo Simplicius dari Tivoli (468-483)

48. Santo Felix III (II) dari Roma (483-492)
Mestinya disebut Felix II. Kesalahan dalam pemberian nomor urut disebabkan karena dimasukannya nama Santo Felix Martir dari Roma, dalam urutan nama Paus.

49. Santo Gelasius I dari Afrika (492-496)

50. Anastasius II dari Roma (496-498)

51. Santo Symmachus dari Sardinia (498-514)

52. Santo Hormisdas dari Frosinone (514-523)

53. Santo Yohanes I dari Tuscany (523-526)Martir

54. Santo Felix IV (III) dari Samnium (526-530)

55. Boniface II dari Roma (530-532)

56. Yohanes II (Mercury) dari Roma (533-535)
Paus Yohanes II adalah paus pertama yang mengganti namanya.

57. Santo Agapitus I dari Roma (535-536)

58. Santo Silverius I dari Campania (536-537)
Martir. Paus Santo Silverius digulingkan dengan kekerasan pada bulan Maret 537. Penggantinya, Vigilius, tidak diakui sebagai paus oleh seluruh gereja di Roma sampai Paus Silverius dilepaskan dari jabatannya.

59. Vigilius dari Roma (537-555)

60. Pelagius I dari Roma (556-561)

61. Yohanes III dari Roma (561-574)

62. Benedictus I dari Roma (575-579)

63. Pelagius II dari Roma (579-590)

64. Santo Gregorius I (Agung) dari Roma (590-604)

65. Sabinian dari Blera di Tuscany (604-606)

66. Boniface III dari Roma (607)

67. Santo Boniface IV dari Abruzzi (608-615)

68. Santo Deusdedit (Adeodatus I) dari Roma (615-618)

69. Boniface V dari Naples (619-625)

70. Honorius I dari Campania (625-638)

71. Severinus dari Roma (640)

72. Yohanes IV dari Dalmatia (640-642)

73. Theodore I orang Yunani dari Leventine Koloni di Roma (642-649)

74. Santo Martin I dari Todi (649-655)
Martir. Dalam pengasingan sejak 17 Juni 653

75. Santo Eugene I dari Roma (654-657)
Santo Eugene I diangkat menjadi Paus ketika Paus Santo Martin I dalam pengasingan. Santo Martin I dipercaya mendukungnya sebagai Paus

76. Santo Vitalian dari Segni (657-672)

77. Adeodatus II dari Roma (672-676)

78. Donus dari Roma (676-678)

79. Santo Agatho dari Yunani dari Sicilia (678-681)

80. Santo Leo II dari Sicilia (682-683)

81. Santo Benedictus II dari Roma (684-685)

82. Yohanes V dari Antiokia, Siria (685-686)

83. Conon dari Yunani dari Thracian (?) (686-687)

84. Santo Sergius I orang Siria dari Palermo (687-701)

85. Yohanes VI dari Yunani (701-705)

86. Yohanes VII orang Yunani dari Calabria (705-707)

87. Sisinnius orang Yunani dari Siria (708)

88. Constantine dari Siria (708-715)

89. Santo Gregorius II dari Roma (715-731)

90. Santo Gregorius III dari Siria (731-741)

91. Santo Zacharius orang Yunani dari Calabria (741-752)

92. Stephen II (III) dari Roma (752-757)
Setelah meninggalnya Paus Santo Zacharius, seorang imam Roma yang bernama Stephen diangkat menjadi Paus tetapi keburu meninggal empat hari kemudian sebelum ditahbiskan sebagai Uskup Roma yang menandai awal kepausannya. Stephen yang lain diangkat untuk menggantikan Zacharius sebagai Stephen II. Nomor urut III ditulis karena nama imam Stephen yang keburu meninggal dimasukkan dalam daftar lain

93. Santo Paulus I dari Roma (757-767)

94. Stephen III (IV) dari Sicilia (768-772)

95. Adrianus I dari Roma (772-795)

96. Santo Leo III dari Roma (795-816)

97. Stephen IV dari Roma (816-817)

98. Santo Paschal I dari Roma (817-824)

99. Eugene II dari Roma (824-827)

100. Valentinus dari Roma (827)

101. Gregorius IV dari Roma (827-844)

102. Sergius II dari Roma (844-847)

103. Santo Leo IV dari Roma (847-855)

104. Benedictus III dari Roma (855-858)

105. Santo Nicholas I (Agung) dari Roma (858-867)

106. Adrianus II dari Roma (867-872)

107. Yohanes VIII dari Roma (872-882)

108. Marinus I dari Gallese (882-884)

109. Santo Adrianus III dari Rome (884-885)

110. Stephen V (VI) dari Rome (885-891)

111. Formosus Uskup Porto (891-896)

112. Boniface VI dari Roma (896)

113. Stephen VI (VII) dari Roma (896-897)

114. Romanus dari Gallese (897)

115. Theodore II dari Roma (897)

116. Yohanes IX dari Tivoli (898-900)

117. Benedictus IV dari Roma (900-903)

118. Leo V dari Ardea (903)

119. Sergius III dari Roma (904-911)

120. Anastasius III dari Roma (911-913)

121. Landus dari Sabina (913-914)

122. Yohanes X dari Tossignano (Imola) (914-928)

123. Leo VI dari Roma (928)

124. Stephen VII (VIII) dari Roma (928-931)

125. Yohanes XI dari Roma (931-935)

126. Leo VII dari Roma (936-939)

127. Stephen VIII (IX) dari Roma (939-942)

128. Marinus II dari Roma (942-946)

129. Agapitus II dari Roma (946-955)

130. Yohanes XII (Octavius) dari Tusculum (955-964)

131. Leo VIII dari Roma (963-965)

132. Benedictus V dari Roma (964-966)
Ada kerancuan mengenai legitimasi Leo VIII dan Benedictus V. Paus Yohanes XII diturunkan 4 Desember 963 oleh dewan Romawi. Jika penurunan ini tidak sah, maka Leo adalah anti-Paus. Jika penggulingan ini sah, maka Benedictus adalah anti-Paus.

133. Yohanes XIII dari Roma (965-972)

134. Benedictus VI dari Roma (973-974)

135. Benedictus VII dari Roma (974-983)

136. Yohanes XIV (Peter Campenora) dari Pavia (983-984)

137. Yohanes XV dari Roma (983-996)

138. Gregorius V (Bruno dari Carinthia) dari Saxony (996-999)

139. Sylvester II (Gerbert) dari Auvergne (999-1003)

140. Yohanes XVII (Siccone) dari Roma (1003)

141. Yohanes XVIII (Phasianus) dari Roma1004-1009

142. Sergius IV (Peter) dari Roma (1009-1012)
Kebiasaan mengganti nama sewaktu diangkat menjadi Paus dimulai sejak Sergius IV. Sebelum ia, sudah ada beberapa Paus yang mengganti namanya. Akan tetapi sejak Sergius IV, kebiasaan ini menjadi tradisi dengan beberapa pengecualian

143. Benedictus VIII (Theophylactus) dari Tusculum (1012-1024)

144. Yohanes XIX (Romanus) dari Tusculum (1024-1032)

145. Benedictus IX (Theophylactus) dari Tusculum (1032-1044)

146. Sylvester III (Yohanes) dari Roma (1045)
Jika penggusuran Paus Benedictus IX pada tahun 1044 tidak sah, maka Sylvester III adalah seorang anti-paus

147. Benedictus IX (kedua kalinya) (Theophylactus) dari Tusculum (1045)

148. Gregorius VI (Yohanes Gratianus) dari Roma (1045-1046)

149. Clement II (Suitger, Lord Morsleben & Hornburg) dari Saxony (1046-1047)
Jika pengunduran diri Benedictus IX di tahun 1045 dan pengusirannya pada sinode Desember
1046 tidak sah, maka Gregorius VI dan Clement II adalah anti-paus.

150. Benedictus IX (ketiga kalinya) (Theophylactus) dari Tusculum (1047-1048)

151. Damasus II (Poppo) dari Bavaria, Jerman (1048)

152. Santo Leo IX (Bruno) dari Alsace (1049-1054)

153. Victor II (Gebhard) dari Swabia (1055-1057)

154. Stephen IX (X) (Frederick) dari Lorraine (1057-1058)

155. Nicholas II (Gerard) dari Burgundy (1059-1061)

156. Alexander II (Anselmo da Baggio) dari Milan (1061-1073)

157. Santo Gregorius VII (Hildebrand) dari Tuscany (1073-1085)

158. Beato Victor III (Dauferius atau Desiderius) dari Benevento (1086-1087)
Di-beatifikasi tanggal 23 July 1887

159. Beato Urban II (Otto diLagery) dari Perancis (1088-1099)
Di-beatifikasi tanggal 14 July 1881

160. Paschal II (Raniero) dari Ravenna (1099-1118)

161. Gelasius II (Giovanni Caetani) dari Gaeta (1118-1119)

162. Callistus II (Guido dari Burgundi) dari Burgundy, Perancis (1119-1124)

163. Honorius II (Lamberto) dari Fiagnano (Imola) (1124-1130)

164. Innocentius II (Gregorio Papareschi) dari Roma (1130-1143)

165. Celestinus II (Guido) dari Citta di Castello (1143-1144)

166. Lucius II (Gerardo Caccianemici) dari Bologna (1144-1145)

167. Beato Eugene III (Bernardo Paganelli di Montemagno) dari Pisa (1145-1153)
Di-beatifikasi tanggal 3 Oktober 1872

168. Anastasius IV (Corrado) dari Roma (1153-1154)

169. Adrianus IV (Nicholas Breakspear) dari Inggris (1154-1159)

170. Alexander III (Rolando Bandinelli) dari Siena (1159-1181)

171. Lucius III (Ubaldo Allucingoli) dari Lucca (1181-1185)

172. Urban III (Uberto Crivelli) dari Milan (1185-1187)

173. Gregorius VIII (Alberto de Morra) dari Benevento (1187)

174. Clement III (Paulo Scolari) dari Roma (1198-1191)

175. Celestinus III (Giacinto Bobone) dari Roma (1191-1198)

176. Innocentius III (Lotario dei Conti di Segni) dari Anagni (1198-1216)

177. Honorius III (Cencio Savelli) dari Roma (1216-1227)

178. Gregorius IX (Ugolino, Count Segni) dari Anagni (1227-1241)

179. Celestinus IV (Goffredo Castiglioni) dari Milan (1241)

180. Innocentius IV (Sinibaldo Fieschi) dari Genoa (1243-1254)

181. Alexander IV (Rinaldo) dari Ienne (Roma) (1254-1261)

182. Urban IV (Jacques Pantalon) dari Troyes, Perancis (1261-1264)

183. Clement IV (Guy Foulques atau Guido le Gros) dari Perancis (1265-1268)

184. Beato Gregorius X (Teobaldo Visconti) dari Piacenza (1271-1276)
Di-beatifikasi 12 September 1713

185. Beato Innocentius V (Peter dari Tarentaise) dari Savoy (1276)
Di-beatifikasi 13 Maret 1898

186. Adrianus V (Ottobono Fieschi) dari Genoa (1276)

187. Yohanes XXI (Petrus Juliani atau Petrus Hispanus) dari Portugal (1276-1277)
Ada kerancuan dalam nomor urut Paus yang bergelar Yohanes, sejak Paus Yohanes XV

188. Nicholas III (Giovanni Gaetano Orsini) dari Roma (1277-1280)

189. Martin IV (Simon de Brie) dari Perancis (1281-1285)
Nama Paus Marinus I dan Marinus II dianggap sebagai Martin. Oleh karena itu Paus ini disebut Martin IV

190. Honorius IV (Giacomo Savelli) dari Roma (1285-1287)

191. Nicholas IV (Girolamo Masci) dari Ascoli (1288-1292)

192. Santo Celestinus V (Pietro del Murrone) dari Isernia (1294)
Dikanonisasi tanggal 5 Mei 1313

193. Boniface VIII (Benedetto Caetani) dari Anagni (1294-1303)

194. Beato Benedictus XI (Niccolo Boccasini) dari Treviso (1303-1304)
Di-beatifikasi tanggal 24 April 1736

195. Clement V (Bertrand de Got) dari Perancis (1305-1314)
Paus pertama yang berdomisili di Avignon, Perancis

196. Yohanes XXII (Jacques d'Euse) dari Cahors, Perancis (1316-1334)

197. Benedictus XII (Jacques Fournier) dari Perancis (1334-1342)

198. Clement VI (Pierre Roger) dari Perancis (1342-1352)

199. Innocentius VI (Etienne Aubert) dari Perancis (1352-1362)

200. Beato Urban V (Guillaume de Grimoard) dari Perancis (1362-1370)
Di-beatifikasi tanggal 10 Maret 1870

201. Gregorius XI (Pierre Roger de Beaufort) dari Perancis (1370-1378)
Paus Avignon yang terakhir

202. Urban VI (Bartolomeo Prignano) dari Naples (1378-1389)

203. Boniface IX (Pietro Tomacelli) dari Naples (1389-1404)

204. Innocentius VII (Cosma Migliorati) dari Sulmona (1404-1406)

205. Gregorius XII (Angelo Correr) dari Venice (1406-1415)

206. Martin V (Oddone Colonna) dari Roma (1417-1431)

207. Eugene IV (Gabriele Condulmer) dari Venice (1431-1447)

208. Nicholas V (Tommaso Parentucelli) dari Sarzana (1447-1455)

209. Callistus III (Alfonso Borgia) dari Jativa (Valencia) (1455-1458)

210. Pius II (Enea Silvio Piccolomini) dari Siena (1458-1464)

211. Paul II (Pietro Barbo) dari Venice (1464-1471)

212. Sixtus IV (Francesco della Rovere) dari Savona (1471-1484)

213. Innocentius VIII (Giovanni Battista Cibo) dari Genoa (1484-1492)

214. Alexander VI (Rodrigo Borgia) dari Jativa (Valencia) (1492-1503)

215. Pius III (Francesco Todeschini-Piccolomini) dari Siena (1503)

216. Julius II (Giuliano della Rovere) dari Savona (1503-1513)

217. Leo X (Giovanni de'Medici) dari Florence (1513-1521)

218. Adrianus VI (Adrian Florensz) dari Utrecht, Jerman (1522-1523)

219. Clement VII (Giulio de'Medici) dari Florence (1523-1534)

220. Paulus III (Alessandro Farnese) dari Roma (1534-1549)

221. Julius III (Giovanni Maria Ciocchi) dari Roma (1550-1555)

222. Marcellus II (Marcello Cervini) dari Montepulciano (1555)

223. Paulus IV (Gian Pietro Carafa) dari Naples (1555-1559)

224. Pius IV (Giovan Angelo de'Medici) dari Milan (1559-1565)

225. Santo Pius V (Antonio-Michele Ghislieri) dari Bosco (Alexandria) (1566-1572)
Dikanonisasi tanggal 22 Mei 1712

226. Gregorius XIII (Ugo Buoncompagni) dari Bologna (1572-1585)

227. Sixtus V (Felice Peretti) dari Grottamare (Ripatransone) (1585-1590)

228. Urban VII (Giambattista Castagna) dari Roma (1590)

229. Gregorius XIV (Niccolo Sfondrati) dari Cremona (1590-1591)

230. Innocentius IX (Giovanni Antonio Facchinetti) dari Bologna (1591)

231. Clement VIII (Ippolito Aldobrandini) dari Florence (1592-1605)

232. Leo IX (Alessandro de'Medici) dari Florence (1605)

233. Paulus V (Camillo Borghese) dari Roma (1605-1621)

234. Gregorius XV (Alessandor Ludovisi) dari Bologna (1621-1623)

235. Urban VIII (Maffeo Barberini) dari Florence (1623-1644)

236. Innocentius X (Giovanni Battista Pamfili) dari Roma (1644-1655)

237. Alexander VII (Fabio Chigi) dari Siena (1655-1667)

238. Clement IX (Giulio Rospigliosi) dari Pistoia (1667-1669)

239. Clement X (Emilio Altieri) dari Roma (1670-1676)

240. Beato Innocentius XI (Benedetto Odescalchi) dari Como (1676-1689)
Di-beatifikasi tanggal 7 Oktober 1956

241. Alexander VIII (Pietro Ottoboni) dari Venice (1689-1691)

242. Innocentius XII (Antonio Pignatelli) dari Spinazzola (Venosa) (1691-1700)

243. Clement XI (Giovanni Francesco Albani) dari Urbino (1700-1721)

244. Innocentius XIII (Michelangelo dei Conti) dari Roma (1721-1724)

245. Benedictus XIII (Pietro Francesco-Vincenzo Maria-Orsini) dari Gravina (Bari) (1724-1730)

246. Clement XII (Lorenzo Corsini) dari Florence (1730-1740)

247. Benedictus XIV (Prospero Lambertini) dari Bologna (1740-1758)

248. Clement XIII (Carlo Rezzonico) dari Venice (1758-1769)

249. Clement XIV (Giovanni Vincenzo Antonio-Lorenzo-Ganganelli) dari Rimini (1769-1774)

250. Pius VI (Giovanni Angelo Braschi) dari Cesena (1775-1799)

251. Pius VII (Barnaba-Gregorio-Chiaramonti) dari Cesena (1800-1823)

252. Leo XII (Annibale della Genga) dari Genga (Fabriano) (1823-1829)

253. Pius VIII (Fracesco Saverio Castiglioni) dari Cingoli (1829-1830)

254. Gregorius XVI (Bartolomeo Alberto-Mauro-Cappelari) dari Belluno (1831-1846)

255. Pius IX (Giovanni M. Mastai-Ferretti) dari Senigallia (1846-1878)

256. Leo XIII (Gioacchino Pecci) dari Carpineto (Anagni) (1878-1903)

257. Santo Pius X (Giuseppe Sarto) dari Riese (Treviso) (1903-1914)
Dikanonisasi 29 Mei 1954

258. Benedictus XV (Giacomo della Chiesa) dari Genoa, Italia (1914-1922)

259. Pius XI (Achille Ratti) dari Desio, Milan, Italia (1922-1939)

260. Pius XII (Eugenio Pacelli) dari Roma (1939-1958)

261. Yohanes XXIII (Angelo Giuseppe Roncalli) dari Sotto il Monte (Bergamo) (1958-1963)

262. Paulus VI (Giovanni Battista Montini) dari Concescio (Brescia) (1963-1978)

263. Yohanes Paulus I (Albino Luciani) dari Forno di Canale (Belluno) (1978)

264. Yohanes Paulus II (Karol Wojtyla) Wadowice, Polandia (1978-2005)

265. Benediktus XVI (Joseph Ratzinger) Bavaria, Jerman (2005-sekarang)

Anti-Paus

Sejak abad-abad pertama berdirinya Gereja sampai abad pertengahan, ada sejumlah orang-orang yang disebut sebagai anti-paus. Mereka adalah orang-orang yang diangkat sebagai paus tandingan oleh pihak yang tidak setuju terhadap seorang paus sah yang baru diangkat maupun terhadap kebijakan yang ditempuhnya. Santo Hippolytus mungkin adalah seorang anti-paus yang paling terkenal. Ia tidak menyetujui kebijaksanaan yang ditempuh sejumlah paus. Terakhir pada masa jabatan Paus Pontian, ironisnya ia malah ditangkap dan diasingkan bersama-sama sang Paus. Di pengasingan, sebelum wafatnya, Santo Hippolytus berdamai dan diterima kembali oleh Gereja.

Para Paus Avignon

Sejumlah Paus yang berasal dari Perancis berdomisili di Avignon, Perancis antara tahun 1309-1377. Mereka adalah Clement V, Yohanes XXII, Benedictus XII, Clement VI, Innocentius VI, Urban V dan Gregorius XI. Pada masa itu terjadilah pergulatan kekuasaan menyangkut kepentingan Gereja dan negara diantara para penguasa Perancis (Philip IV, Yohanes II), Bavaria (Lewis IV), Inggris (Edward III), dan fraksi-fraksi kaum religius di Perancis dan Italia. Kekacauan politik yang tersangkut paut dengan Gereja di Italia merupakan sebuah faktor yang memperlama domisili para Paus di Avignon, Perancis.

To be continued....

Sumber-sumber:
1. Our Sunday Visitor's 1999 Catholic Almanac
2. Jesus, Peter & the Keys, A Scriptural Handbook on the Papacy
3. List of Popes, St.Joseph Radio flyer.


Sumber : http://www.gerejakatolik.net/info/parapaus.htm

Sebagian Foto Pertemuan Pengurus Gereja, Pelantikan dan Penerimaan Sakramen Krisma

Sebagian dari Foto Pembinaan, Pelantikan Pengurus Gereja
Periode 2010 s/d 2015 dan Penerimaan Sakramen Krisma
Tigalingga 6 s/d 7 Nopember 2010
















































IBADAT KATOLIK SUNGGUH KAYA DAN INDAH

IBADAT KITA TIDAK MENARIK, MONOTON DAN MEMBOSANKAN?

PEMBUKAAN

Pernyataan dan pertanyaan ini seringkali kita dengarkan dan bahkan umat kita sendiri seringkali mengatakannya, sehingga tidak jarang umat tidak ke beribadah pada hari Minggu atau justru “jajan” ke Gereja lain dengan alasan demikian.Sekarang benarkah pernyataan di atas? Tentu pernyataan di atas adalah tidak benar sama sekali. Hal itu bisa muncul karena seseorang kurang memahami makna dan tujuannya beriman, makna dan tujuannya beribadah dan makna dan isi dari ibadah itu sendiri.

1. Liturgi atau Ibadat adalah kehadiran Allah yang Menguduskan Manusia.

Sebagai mana kita lihat dalam pengertian Liturgi yang telah diterangkan di atas bahwa Liturgi adalah Perayaan karya keselamatan Allah. Allah dan karya keselamatannya sungguh dihadirkan dalam ibadat kita, secara khusus terutama dalam perayaan Ekaristi. Oleh Roh Kudus, Kristus dan kesealamatan-Nya. Kehadiran itu sungguh nyata, jadi bukan hanya sekedar mengenang apa yang terjadi 2000 tahun yang lalu, bukan hanya sekedar merayakan buah penebusan atau keselamatan Allah yang sudah terjadi 2000 tahun yang lalu.

Kehadiran ini adalah karena kasih Allah yang hendak “menguduskan dan menyelamatkan” manusia. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa dalam liturgi / Ibadat kita itu adalah tindakah Allah yang hadir dan hendak “menguduskan” manusia. Tindakan Allah dalam pengudusan manusia juga hendak diwujudkan dengan Tuhan dengan persatuan mesra, persatuan batin dengan manusia itu, bukan hanysecara lahiriah saja. Tuhan tidak hanya ingin memuaskan hidup jasmani manusia tetapi ingin memuaskan secara batin, karena dari batin atau hati yang tenang, akan membuat manusia itu kuat dan mampu menghadapai persoalan hidup yang
sifatnya lahiriah.

2. Liturgi atau Ibadat adalah Tanggapan Manusia untuk bersyukur dan Memuliakan Allah.

Menyadari dan mengimani kasih Allah itu, tentu membuat kita ingin menanggapinya. Kesadaran dan iman ini kita nyatakan dalam liturgi atau ibadat kita. Jadi jelas bahwa ibadat yang kita lakukan adalah tanggapan untuk bersyukur atas kasih Allah, upaya kita untuk memuliakan Tuhan.
Oleh karena itu, dengan menyadari makna dan nilai luhur Liturgi atau ibadat kita, tentu dari pihak kita yang ikut ambil bagian di dalamnya dituntut suatu sikap hidup. Ada beberapa hal praktis yang perlu kita perhatikan.

1. Persiapan yang sungguh-sungguh.

Seringkali terjadi karena kita tidak memahami makna dan nilai luhur dari liturgi atau ibadat kita dan belum menganggap itu semua sebagai bagian dari kebutuhan hidupnya. Banyak orang iman juga ibadah di gereja hanya sebagai pelengkap tambahan, karena malu bila tidak pergi ke Gereja pada hari Minggu. Bila kita mengetahui dan menyadari makna adan arti luhur dari Ibadat atau Liturgi tersebut, tentu kita perlu mempersiapkan diri yang sesungguhnya. Persiapan itu bukan hanya soal penampilan, tetapi lebih pada yang sifatnya batiniah. Hal ini tentu harus diwujudkan dengan datang dengan tepat waktu sebelum ibadat dimulai, dan bahkan lebih baik lagi bila datang sebelum ibadat dimulai. Sesudah sampai di Gereja tentunya menggunakan waktu sebelum ibadat mulai dengan berdoa, mengarahkan seluruh hidup kepada ibadat tersebut dan juga dalam doa mohon agar Tuhan bantu dalam mengarahkan seluruh hidup selama perayaan
Ibadat berlangsung.

Namun yang sering terjadi, banyak umat yang datang terlambat, dan setelah sampai di gerejapun mereka tidak langsung masuk ke gereja untuk berdoa, persiapan diri, tetapi berbincang-bincang di luar gereja sambil merokok atau makan siri, baru setelah ibadat mulai, baru masuk ke dalam gereja. Bahkan ada pula walau ibadat sudah dimulai dengan lagu pembukaan, pemimpin ibadat sudah berarak masuk ke gereja, tidak sedikit orang yang masih dengan santainya berbincang-bincang dan merokok di luar, bahkan baru masuk ketika hampir selesai ibadat atau ketika mau komuni saja.

Oleh karena itu, bagaimanapun mungkin seseorang itu bisa masuk secara mendalam dalam ibadat kalau dia tidak memberi diri sepenuhnya, tidakpersiapan. Apalagi bila datang terlambat, tergesa-gesa masuk gereja, tentu masih kelelahan,tentunya tidak merasa nyaman dalam mengikuti ibadah, sehingga tentunya ibadat akan dirasa membosankan. Bahkan sangat lebih bagus lagi bila persiapan sudah dilaksanakan sejak dari rumah, yakni membaca bacaan-bacaan yang akan didengarkan saat ibadat.

2. Terlibadat sungguh dalam seluruh Ibadat.

Kenyataan yang terjadi, banyak umat yang hadir dalam ibadat bertindang sekaan hanya seorang penontong pentas hiburan saja, tidak terlibat sungguh-sungguh lewat menjalankan tata cara selama ibadat, terlibat mendengarkan Sabda dan juga dengan bernyani sungguh-sungguh. Banyak umat yang tidak memahami arti dari mengambil air suci yang disediakan di pintu masuk gereja dan membuat tanda salib sebelum masuk Gereja, membungkuk ke arah salib sebelum masuk tempat duduk, arti berlutut, arti menepuk dana dan yang lainnya.Persolan lain, banyak umat yang tidak meu belajar untuk mengerti dan memahaminya.

Jadi bagaimana mungkin umat dapat merasakan indah, menarik dan menyenangkannya ibadat itu kalau orang memposisikan diri hanya sebagai seorang penonton. Keterlibatan kita dalam ibadat itu, ikut menentukan indahnya ibadat tersebut.

3. Petugas hendaknya mempersiapkan sungguh dengan sebaik-baiknya.

Yesuslah yang mengundang kita untuk hadir dalam ibadat dan Dia pulalah yang menjadi pelaku utama dalam ibadat tersebut. Kehadiran Yesus adalah berkat dan dalam Roh Kudus. Selain itu, para petugas menjadi ‘alat’ Tuhan dalam ibadat tersebut. Hanya sayang, para pengurus Gereja dan para petugas kurang menyadari dan mengimani hal ini, tidak mempersiapkan diri jauh sebelum menjalankan tugasnya, justru datang terlambatdan juga ketika menjalankan tugasnya kurang memperhatikan gerak-gerik atau bahasa tubuh yang mendukung kesucian dari ibadat tersebut, misalnhya duduknya atau berdiri layaknya seperti di kedai tuak, mata seperti sedang tidur atau malah ‘keluyuran’ ke mana-mana. Para pengurus dan petugas ibadat kurang sadar bahwa mereka ‘dipakai’ oleh Tuhan untuk menghadirkan keselamatan-Nya dalam menguduskan manusia.

PENUTUP

Apakah Ibadat Katolik itu tidak menarik, monoton dan membosankan? Kalau kita coba menghayati apa yang kami katakan di atas, Anda akan merasakan bahwa ibadat kita itu sungguh indah, menyenangkan dan menguduskan kita. Semoga.

RENUNGAN HARI MINGGU BIASA XXXIII ( 14 Nopember 2010 )

RENUNGAN HARI MINGGU BIASA XXXIII ( 14 Nopember 2010 )
Mal 3:19-20a, Mzm 98:5-6,7-8,9a,9bc, 2Tes 3:7-12, Luk 21:5-19
" Sebagai murid-murid yang setia kepada Yesus, kita harus siap memikul salib karena nama-Nya dan siap memikul salib bersama orang lain, karena iman kepada Yesus..”

Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: "Apa yang kamu lihat di situ -, akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan." Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?" Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera." Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."
Demikianlah Injil Tuhan bagi kita hari ini.

PENGANTAR:

Mungkin kita masih ingat Film yang berjudul KIAMAT tahun 2010. Film ini seakan menggambarkan akan terjadinya bencan yang begitu dasyat pada tahun 2012 dan karena digambarkan begitu dasyat, tahun itu dianggap sebagai gambaran kiamat. Film ini menabur kritik dari berbagai pihak, dengan alasan bahwa film itu ‘membawa; ketakutan kepada banyak orang. Seakan meneror kehidupan bersama. Kita juga sudah beberapa kali adanya ramalan orang-orang tertentu atau sekte tertentu yang meramalkan akan datangnya kiamat. Banyak orang yang percaya akan halite, tidak sedikit orang yang menjadi pengikut dari sekte yang meramalkan hari kiamat. Lebih dari itu, kalaupun tidak percaya dan bukan dari pengikut dari sekte-sekte itu, tetapi paling tidak jelas banyak yang ketakutan. Hari kiamat seakan suatu peristiwa yang menakutkan banyak orang, digambarkan dengan suatu peristiwa yang mengerikan. Selain gamabaran peristiwa yang mengerikan dan juga karena ketidakpastian kapan tibanya, itu pula yang semakin membuat banyak orang ketakutan. Orang berpikir, sekiranya bila tahu pasti kapan munculnya, tahu pula mempersiapkan diri untuk menyambutnya. Benarkah hal itu akan terjadi dan kapan sebenarnya akan terjadi?

PERMENUNGAN:

Pertanyaan kapan datangnya akhirn zaman, merupakan pertanyaan yang tidak pernah terjawabi. Para murid juga mempertanyakan kapan datangnya, ketika Yesus menggambarkan akan datangnya hal itu. Tetapi Yesus tidak menjawabnya. Hal yang menarik, Yesus mewartakan datangnya akhir zaman justru ketika orang mengagumi keindahan bait Allah dan juga banyaknya persembahan-persembahan di Bait Allah. Kita tidak tahu kenapa Yesus mengatakan hal itu pada saat itu. Ketika para murid bertanya kapan terjadi, Yesus bukannya langsung menjawab tetapi dia mengingatkan para murid agar tidak percaya bila mendengar orang akan meramalkan bahwa hal itu akan terjadi. Yesus mengingatkan para murid, bahwa akan ada orang yang mengatasnamakan Tuhan, mengatasnamakan nama-Nya, meramalkan hal itu akan terjadi. Yesus meminta para murid tidak usah mengikutinya. Selanjutnya Yesus mengajarkan bahwa para murid akan mengalami penderitaan, bencana alam dalam hidup ini, tetapi itupun bukan menjadi tanda akhir dari semuanya. Dalam hal ini, Yesus mengatakan bahwa kapan datangnya dan bagaimana tanda datangnya hari kiamat, itu bukan menjadi pertanyaan yang penting bagi kita. Yang penting bagi kita adalah bahwa para murid akan mengalami penderitaan, penghinaan dan penghianatan karena iman kepada Yesus. Yesus menggambarkan hal itu pasti akan dialami para murid dan pada saat mengalami demikian, Yesus mengharapkan agar para murid tidak usah takut, tetap setia dan bahkan mengharapkan agar para murid menggunakan peristiwa itu menjadi saat untuk bersaksi dan Yesus berjanji bahwa Roh-Nya akan membantu para murid. Barang siapa yang tetap setia kepada Yesus, maka ia akan memperoleh hidupnya.

Apa yang mau dikatakan oleh Yesus bagi kita hari ini?

Kapan terjadinya akhir zaman dan bagaimana tanda-tandanya, kiranya hal itu bukan menjadi persoalan besar bagi kita. Hal itu pasti akan datang, dan tidak ada seorangpun yang tidak tahu kapan hal itu datang. Sehingga kita tidak begitu saja percaya bila ada orang yang meramalkan hari kiamat akan datang.

Yesus mengingatkan kita bahwa yang terpenting bagi kita adalah agar kita tetap setiap kepadaNya. Yesus sudah menggambarkan kepada kita bagaimana nasib kita bila tetap setia dalam iman, yakni bahwa kita akan mengalami penderitaan, mengahadapi banyak tantangan, persoalan bahkan pengadiayaan. Dalam situasi demikian, hendaknya kita tetap bertahan dan tidak usah takut, karena Roh-Nya yang Kudus akan membantu kita. Apa yang digambarkan oleh Yesus memang sungguh sudah dialami oleh Gereja sejak adanya hingga saat ini. Gereja banyak mengalami tantangan, persoalan, penolakan, tetapi Gereja tetap bertahan. Bahkan seringkali, ketika Gereja mendapat tantangakan, tekanan, saat itu justru Roh Tuhan berkarya, Gereja bukannya menjadi hilang, tetapi semakin berkembang. Kiranya hal ini sudah kita alami di Negara kita ini. Ada juga banyak orang karena imannya, mereka dihambat dalam jabatan atau kedudukan, pergaulan. Tetapi barang siapa tetap bertahan dalam imannya, ia akan beroleh hidupnya dan Roh Tuhan akan membantunya.

Mungkin saja tantangan yang dialami Gereja membuat Gereja tidak berkembang. Tetapi apakah Gereja akan hilang lenyap? Hal itu tidak akan pernah terjadi, karena Yesus sendiri berkata, “…Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang.” Yesus tidak akan pernah membiarkan hal itu akan terjadi.

Sebagaimana kita dengarkan tadi, Yesus menggambarkan datangnya akhir zaman adalah ketika banyak orang mengagumi keindahan bait Allah dan banyaknya persembahan yang dipersembahkan di bait Allah.
Apa maksud hal itu bagi kita?

Mungkin mau mengatakan bahwa kehidupan iman kepada Yesus tidak diukur dari bagus, indah, mahal dan megahnya bagunan Gereja kita. Tidak juga diukur dari banyaknya umat yang datang ke Gereja dan memberikan banyak persembahan, banyak stipendium, sumbangan dan intense misa. Itu bukan suatu ukuran dan jaminan kehidupan yang setia kepada kepada Yesus. Tetapi hidup iman yang hidup, yang setia kepada Yesus adalah bila kita bersedia memikul salib karena iman kepada-Nya dan kita bersedia memikul salib bersama orang lain karena iman kepada Yesus. Nyatanya dapat dikatakan, banyak Gereja Katolik yang begitu megah dan bahkan seakan tidak ada habis-habisnya mempermegah Gereja mereka, sementara banyak gereja katolik yang hampir sama dengan kandang ternak. Ada paroki tertentu yang mengadakan program-program yang besar, sementara ada paroki lain untuk bertahan hidup aja sudah kesulitan. Iman sejati kepada Yesus adalah bila kita bersedia memikul salib karena iman kepada Yesus dan juga bersedia memikul salib bersama dengan orang lain karena iman kepada Yesus.

PENUTUP

Akhir zaman akan terjadi, tetapi kapan dan bagaimana tanda-tanda akhir zaman tiba, kiranya itu bukan menjadi persoalan dan pertanyaan penting bagi kita. Kitapun hendaknya tidak mengikuti orang-orang yang meramalkan hal itu. Yang terpenting bagi kita adalah agar kita tetap setia dalam Iman kepada Yesus walaupun karena iman itu kita kan menghadapi tantangan, persoalan, penindasan, penganiayaan dan pembunuhan. Kita tidak usah takut, karena Tuhan sendiri akan membantu kita. Bahkan hendaknya peristiwa itu kita gunakan sebagai kesempatan indah untuk bersaksi. Sebagai murid-murid yang setia kepada Yesus, kita harus siap memikul salib karena nama-Nya dan siap memikul salib bersama orang lain, karena iman kepada Yesus. Barangsiapa yang tetap setia, dia akan memperoleh hidup.

Tigalingga, 13 Nopember 2010

BACAAN MINGGU BIASA XXXIII ; 14 Nop 2010 (BAHASA TOBA)

HARI MINGGU BIASA XXXIII ( 14 Nopember 2010 )
Mal 3:19-20a, Mzm 98:5-6,7-8,9a,9bc, 2Tes 3:7-12, Luk 21:5-19
“Jaga ma hamu, so tung lilu hamu!”

Dung i ditaringoti na deba ma joro i, naung dipajagar dohot batu angka na uli dohot silua ni halak, jala ninna Ibana ma: Diida hamu pe i sude, na ro ma angka arina, ndang tinggal disi dua batu martinditindi na so gargaronna. Jadi disungkun nasida ma Ibana, ninna ma: Andigan ma masa i, Guru; jala dia ma tandana, paboa laho songgop ma i? Alai ninna Ibana ma: Jaga ma hamu, so tung lilu hamu! Ai lan do na ro sogot manoluk Goarhu, angka na mandok: Ahu do! Nunga dapot tingkina i! Unang ma ihuthon hamu nasida! Alai molo dibege hamu barita ni angka hamusuon dohot hagunturon, unang ma hamu tarsonggot; ai ndang tarbahen so songgop i jumolo. Alai ndang dope manigor dapot ajalna i. Laos didok ma tu nasida: Na hehe do sogot bangso maralohon bangso, harajaon maralohon harajaon. Masa ma lalo angka na bolon, angka sahit bala marluatluat nang haleon, tarida ma angka panonggoti ro di tanda na balga sian langit. Alai tagan so masa dope angka i, tangkupon jala leleannasida do hamu; pasahatonna do hamu tu angka parguruan dohot hurungan, gabe togihononna hamu tu jolo ni raja dohot panguhum humongkop Goarhu. Laos i ma gabe dalanmuna, mangkatindangkon Ahu. On ma parateatehon hamu: Na so pola sarihononmuna hian sitariashononmuna disi. Ai Ahu mangalehon tu hamu soara dohot habisuhon, na so bolas aloon nang alusan ni angka musumuna. Alai nang natorasmuna, hahaanggi, sisolhot ro di alealemuna do pasahathon hamu; jala pamateonna deba sian hamu. Hosoman ni saluhut jolma do hamu ala Goarhu. Jala na so tupa mago sada obuk sian ulumuna. Marhitehite benget ni roha do malua hosamuna.

BACAAN MINGGU BIASA XXXIII ; 14 Nop 2010 (BAHASA KARO)

HARI MINGGU BIASA XXXIII ( 14 Nopember 2010 )
Mal 3:19-20a, Mzm 98:5-6,7-8,9a,9bc, 2Tes 3:7-12, Luk 21:5-19
"Metengetlah gelah ola kam kena tipu.”

Lit piga-piga kalak ncakapken kerna jilena Rumah Pertoton, si ihiasi alu batu-batu si mejile dingen erbage-bage persembahen si iendesken man Dibata. Nina Jesus, "Kerina si iidahndu enda lit pagi masana maka lanai lit sada batu pe pagi tading i bas inganna; kerina pagi iruntuhken." Nungkun ajar-ajar man Jesus nina, "O Guru, ndigan kin e jadi? Janah kai nge pagi tanda-tandana kejadin e?" Erjabap Jesus, "Metengetlah gelah ola kam kena tipu. Sabap nterem pagi kalak reh i bas gelarKu nina, 'Aku kap Ia,' janah, 'Enggo ndeher waktuna.' Tapi ola ikutken ia. Bage pe ola kam mbiar adi ibegindu kerna perang ras pemberontaken-pemberontaken. Kerina si e arus jadi, tapi labo berarti maka enggo seh ku kedungenna."0 Tole nina Jesus, "Bangsa pagi ngelawan bangsa, kerajan ngelawan kerajan. Ijapa pe terjadi pagi taneh linuren, kelihen ras penakit langket-langket. Lit pe pagi kejadin si mehantu ras tanda-tanda sengget i langit nari. Ope denga jadi si enda kerina, kam pagi itangkap dingen isiksa. Kam pagi iendesken ku bas rumah pertoton guna icubai janah itamaken ku bas penjara. Kam pagi ibaba ku lebe-lebe raja ras ku lebe-lebe kalak si erkuasa erkite-kiteken Aku. Enda pagi jadi kesempaten man bandu guna meritaken Berita Si Mehuli si i bas Dibata nari e. E maka tetapkenlah i bas ukurndu, maka la atendu ndele kerna kai si man katanken guna mbela dirindu. Aku pagi mereken man bandu jabapenna, ras kepentaren gelah la lit sekalak pe imbang-imbangndu ngasup ngelawan ntah nimbak kai si ikatakenndu e. Kam pagi iendesken orang-tuandu, senina-seninandu, kade-kadendu ras teman-temanndu. Piga-piga i bas kam ibunuh pe pagi. Kerina kalak e rate segat man bandu erkite-kiteken Aku. Tapi labo bene selambar buk pe i bas takalndu nari. Megenggenglah kam, sabap alu bage maka kam banci engkelini geluhndu.

BACAAN MINGGU BIASA XXXIII ; 14 Nop 2010 (BAHASA INDONESIA)

HARI MINGGU BIASA XXXIII ( 14 Nopember 2010 )
Mal 3:19-20a, Mzm 98:5-6,7-8,9a,9bc, 2Tes 3:7-12, Luk 21:5-19
"Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan.”

Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: "Apa yang kamu lihat di situ -- akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan." Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?" Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera." Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."

Renungan : Sabtu, 13 Nopember 2010

Sabtu, 13 Nopember 2010
3Yoh 1:5-8, Mzm 112:1-2,3-4,5-6, Luk 18:1-8
“BERDOALAH TANPA HENTI!”

Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku." Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"
Demikianlah warta Gembira bagi kita hari ini.

PERMENUNGAN:

Ada dua kenyataan yang terjadi dalam hidup orang-orang beriman. Pertama, pada saat tertentu kita merasa kalau doa kita terkabul. Tentang hal ini aku memiliki sebuah pengalaman. Pada suatu hari datang seorang ibu yang sudah tua sambil bercucuran air mata menjabat tanganku erat-erat lalu berkata, Pastor tolong doakan anak-anakku yang saat ini lagi bermusuhan bahkan hampir saling membunuh. Dalam hati kuberdoa, “Tuhan, engkau sendiri tahu isi hati ibu ini. Kabulkanlah permintaannya.” Selang beberapa minggu ibu itu datang lagi sambil tersenyum menjabat tanganku lalu berujar, “Terimakasih pastor atas doa-doanya.”
Kenyataan kedua, ada juga yang merasa kalau doanya tidak terkabul. Suatu hari HPku berdering, terdengar suara yang begitu panik meminta supaya mendoakan kesembuhan suaminya yang sedang sekarat di rumah sakit. Akupun bergegas ke gereja dan di depan Sakramen Mahakudus kuberdoa agar Tuhan sudi mencurahkan rahmat kesembuhan bagi bapak yang sedang sakit tersebut. Selang beberapa jam kemudian, HPku berdering lagi tidak ada kata yang terucap cuma tangisan yang kudengar. Aku langsung paham kalau bapak tersebut sudah meninggal.

Kisah ini adalah kenyataan yang sering kita hadapi sekaligus menjadi tantangan bagi kehidupan iman kita. Dalam Injil Lukas 18 : 1 – 8, Tuhan Yesus memberikan nasihat kepada kita agar berdoa dengan tidak jemu-jemu, berdoa tanpa henti. Untuk memperkuat nasihat-Nya, Tuhan Yesus mengangkat kisah seorang janda miskin dengan seorang hakim yang tidak adil. Janda itu memohon agar hakim itu membantu untuk menyelesaikan perkaranya. Namun, tentu saja hakim itu tidak akan memperhatikan permintaan janda tersebut karena janda itu miskin, tidak memiliki uang untuk membayar hakim tersebut. Tetapi janda itu tidak putus asa. Tiap hari dia datang ke hakim tersebut memohon supaya hakim itu memperhatikan perkaranya. Dikisahkan bahwa hakim itu kemudian mengabulkan permohonan janda tersebut dengan alasan supaya tidak diganggu terus-terusan oleh janda tersebut.

Ketekunan dari janda tersebut akhirnya membuahkan hasil. Dan janda ini menjadi contoh untuk kita dalam berdoa. Kita diajak untuk senantiasa tekun dalam doa. Dan tentu saja dalam doa kita, kita selalu menambahkan kesempurnaan dari doa itu sendiri sebagaimana yang diajarkan oleh Kristus sendiri, yakni “KehendakMulah yang terjadi.

REFLEKSI PRIBADI:

1. Awalilah hari ini dengan doa dan selalula berdoa sebelum melaksankan tugas-tugas hari ini.
2. Berapa jam, menit, atau detik yang Anda usahakan untuk berdoa setiap hari?

GAMBARAN PEMBANGUNAN GEREJA

GAMBARAN PEMBANGUNAN GEREJA


Sudut Gereja Yang sudah mulai retak

Dinding Depan Bagian panti Imam sudah mulai retak


Dinding Gereja model lubang angin, kurang mendukung Keheningan


Tanah Bagian Belakang, lebih rendah hampri 3 meter selisihnya.


Pastoran dilihat dari Sambing, langsung berbatasan dinding dengan Gereja


Gambar Gereja Yang direncanakan


Denah Lantai Atas Gereja (Lokasi Tempat Ibadah)
Denah Bagian Bawah yang direncanakan(Tempat Pertemuan, Pembinaan, Tempat Rapat.)


Gambar Fondasi Gereja yang sudah hampir 2 tahun berhenti, tidak bisa diteruskan karena ketiadaan Biaya.

Barang-Barang Rohani di mata Banyak Umat.

BARANG ROHANI/DEVOSI DI MATA KEBANYAKAN UMAT

PENGANTAR

Pernah terjadi suatu kecelakaan. Sebuah mobil baru yang ditumpangi satu keluarga ditabrak dari depan, mobil itu ringsek bagian depan, tetapi semua penumpang selamat. Salah satu penumpang dari keluarga itu berceolteh, “Wah, berkat pastor atas mobil ini gak manjur, kemarin baru diberkati, taunya hari ini sudah kecelakaan?” Menanggapi celoteh itu, ibunya menjawab, “Justru untung mobil ini sudah diberkati oleh pastor, sehingga walaupun kecelakaan, kita semua selamat, coba kalau belum diberkati, mungkin kita semua sudah mati.” Bisa dikatakan bahwa adanya barang-barang rohani atau devosi hanya ada dalam Gereja Katolik. Barang-barang rohani itu umumnya diberkati oleh imam dan begitu dihormati. Namun apakah pengertian dan penggunaan barang-barang rohani/devosi itu sudah seperti yang dimaksudkan? Atau apakah semua umat sudah memahami makna berkat bagi barang-barang rohani tersebut? Illustrasi yang buat di atas, mungkin bisa mewakili pemahaman benda-benda rohani atau berkat atas benda-benda rohani itu.

JIMAT DAN BARANG-BARANG ROHANI

Jimat dalam dunia kita, tentu bukan barang baru, kita pasti sudahpernah mendengar dan bahkan mungkin masih banyak orang yang menggunakannya. Secara umum dapat dikatakan bahwa jimat adalah benda yang diyakini mempunyai kekuatan tertentu melebihi kemampuan manusia. Jimat ini diperoleh dengan dipelajari/berguru atau diberi orang lain yang dianggap sakti. Orang bilang benda itu diisi oleh orang sakti dan dipakai untuk tujuan tertentu. Singkat kata, jimat itu dipake orang sebagai ‘pertahanan’ atau dianggap buat lindungi orang yang make, ntah itu biar kebal atau selamat dari marabahaya. Orang yang memakainya hanya berpegang dan percaya pada benda dan kekuatan yang ada di dalamnya. Hal ini tentu tidak sesuai dengan iman kristiani. Namun itulah yang masih terjadi dan mungkin masih terjadi dalam diri beberapa umat kristiani.

Kalaupun tidak lagi menggunakan jimat yang umumnya dari ‘dunia kegelapan’, tapi pola pikir seperti itu masih marak di kalangan umat kristiani dan mungkin lebih besar pada umat katolik. Saya katakana demikian, karena pola pikir demikian seringkali yang terjadi pada benda- benda rohani. Tidak sedikit umat katolik yang melihat bahwa berkat pastor itu seperti layaknya mantra sehingga barang-barang rohani yang diberkati oleh pastor seakan dianggap sebagai jimat, jimat rohani menggantikan jimat yang umum dalam hidup masyarakat. Yang seringterjadi sehubungan dengan hal ini adalah Rosario. Umat memakai Rosario bukan untuk berdoa tetapi hanya sebagai kalung hiasan, dan bahkan tidak sedikit yang menganggap sebagai ‘pelindung’ agar mereka terlindung dari marabahaya. Seakan yakin bahwa bila memakai Rosario, mereka akan selamat dari marabahaya dan Rosario itulah yang menjadi pokok. Olehkarena itulah seringkali, Rosario yang dicari adalah Rosario yang bisa dikalungkan. Seberapapun bagusnya Rosario itu tetapi kalau gak bisa dikalungkan, itu tetap gak menarik bagi mereka. Dengan pola pikir demikian, tanpa disadari umat akhirnya jatuh pada pola pikir ‘berkat dan benda-benda rohani’ dilihat tidak ada ubahnya seperti jimat. Pola pikir demikian tentunya keliru dan tidak sesuai dengan iman.

BERKAT DAN BENDA-BENDA ROHANI, BUKAN JIMAT.

Umat yang menganut pola pikir demikian, tidak bisa kita persalahkan. Hal itu bisa terjadi karena masih sebatas itulah pengetahuan mereka sehubungan dengan berkat dan devosi. Tapi kenyataannya, tidak sedikit pula orang-orang katolik yang berpendidikan tinggi jatuh pada pola pikir demikian. Umat masih terpusat pada berkat atau rumusan berkat dan benda rohani itu, berpikir bahwa rumusan doa itulah dan benda-benda itulah yang akan melindungi dan menyelamatkan mereka. Tidak sedikit umat yang belum sampai pada puncaknya atau yang inti, yakni Tuhan Allah.
Doa yang diucapkan untuk memberkati bukanlah rumusan mantra, tetapi permohonan dalam iman, yang memohon agar Tuhan berkenan ‘mengkuduskan’ atau memberkati benda-benda rohani itu, dan berkenan menjadikannya sebagai sarana kehadiran-Nya, sarana keselamatanNya yang menyelamatkan manusia. Doa berkat dan benda-benda rohani itu, hanya sebagai alat dan sarana, bukan menjadi subyek keselamatan dan kehadiran Tuhan. Dalam artian inipun yang kami maksudkan bahwa bukan dengan sendirinya doa itu dan benda-benda rohani itu bukan pada hakekatnya menjadi berkat. Bagi orang non katolik, Rosario yang sudah diberkati sekalipun, tidak akan bermakna apa-apa buatnya. Baginya itu tidak ubahnya hanya sebagai hiasan belaka atau hanya untaian manic-manik yang indah. Tetapi bagi orang katolik, itu sangat bermakna.
Secara singkat dapat kita katakana bahwa bagi orang katolik, benda-benda rohani yang sudah diberkati merupakan suatu cirri khas kekatolikan kita. Orang memakai dan menggunakannya sebagai salah satu bentuk untuk menunjukkan identitas kekatolikan. Tentu diharapkan bukan hanya sekedar mau memperkenalkan identitas kekatolikan, tettapi lebih dari itu. Dengan ,menggunakan barang-barang rohani, hendaknya kita diingatkan bahwa Tuhanlah yang menyelamatkan kita, kita diajak untuk selalu ingat akan Tuhan yang sudah berkenan memberkati benda-benda rohani itu. Jadi yang menjadi pusat bukanlah benda itu atau doa berkat, tetapi Tuhan sendiri. Dengan memakai Rosario, kita diharapkan senantiasa setia kepada Tuhan, seperti Bunda Maria yang menjadi teladan iman dalam kesetiaan kepada Tuhan. Jadi jelasnya bahwa bukan kepada benda itu kita percaya, bukan benda itu yang kita percayai akan menyelamatkan kita, tetapi iman kepada Tuhanlah satu-satunya yang menyelamatkan kita. Benda-benda rohani yang kita gunakan, diharapkan membantu kita sampai kepada hal itu.

PENUTUP

Sebagai penutup dari coretan kecil ini, dapat kita katakana bahwa doa berkat bukan mantra, benda-benda rohani bukan pula jimat. Doa berkat dan benda-benda rohani adalah alat atau sarana yang bisa membantu kita untuk senantiasa ingat dan beriman pada Tuhan. Tuhanlah dan iman kepadaNyalah yang menyelamatkan kita, bukan benda-benda rohani itu. Olehkarena itu, mari kita gunakan benda-benda rohani itu sesuai dengan tujuannya, jangan malah kita jatuh pada pemikiran bahwa itu sebagai jimat rohani kita.

GAMBAR GEREJA-GEREJA PAROKI

GAMBAR GEREJA-GEREJA
PAROKI MARI DARI GUNUNG KARMEL - TIGALINGA


GEREJA PAROKI


GEREJA LAMA


BAGIAN DALAM GEREJA PAROKI


GEREJA STASI TANJUNG BERINGIN


GEREJA STASI TAMPOK KITE


GEREJA STASI SUMBUL KARO


GEREJA STASI RANTE BESI


GEREJA STASI PARSAORAN


GEREJA STASI PENGKURUKEN


GEREJA STASI PANDAN II


GEREJA STASI KENDIT LIANG


GEREJA STASI GUNUNG SITEMBER


GEREJA STASI GUNDALING I


GEREJA STASI LAU GAMBIR


GEREJA STASI BUKIT TINGGI


GEREJA STASI BERTUNGEN JULU


GEREJA STASI AEK NAULI


GEREJA STASI TANAH PINEM


GEREJA STASI SUKEN DEBI


GEREJA STASI SIBENGKURUNG


GEREJA STASI PERTUMBUNGEN


GEREJA STASI ONOM KODIN


GEREJA STASI NAPAN BELANG


GEREJA STASI LAU RAMBONG


GEREJA STASI LAU PEMULUTAN


GEREJA STASI LAU IPUH


GEREJA STASI GUNDALING II


GEREJA STASI LAU KERSIK


GEREJA STASI RINDANG







 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)