Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.
Showing posts with label Gereja Katolik. Show all posts
Showing posts with label Gereja Katolik. Show all posts

Pesan ‘Urbi et Orbi’ Paus Fransiskus pada Hari Raya Paskah 2014

Pesan ‘Urbi et Orbi’ Paus Fransiskus pada Hari Raya Paskah 2014 

Saudara-saudari terkasih, Selamat Paskah! 

Gereja di seluruh dunia menggemakan pesan malaikat kepada para wanita: “Janganlah takut! Aku tahu kalian mencari Yesus yang sudah disalibkan itu. Ia tidak ada di sini. Ia sudah bangkit seperti yang sudah dikatakan-Nya dahulu. Mari, lihat tempatnya Ia dibaringkan” (Mat 28:5-6). 

Ini adalah puncak dari Injil, itu adalah Kabar Baik yang luar biasa: Yesus, yang disalibkan, bangkit! Peristiwa ini adalah dasar dari iman kita dan harapan kita. Jika Kristus tidak bangkit, Kekristenan akan kehilangan makna dasarnya; seluruh misi Gereja akan kehilangan dorongan, karena hal itu adalah titik dari mana ia pertama kali menetapkan. Pesan yang orang Kristen bawa ke dunia ini adalah: Yesus, Cinta yang menjelma, mati di kayu salib demi dosa-dosa kita, tetapi Allah Bapa membangkitkan Dia dan menjadikan-Nya Tuhan kehidupan dan kematian. Di dalam Yesus, cinta telah menang atas kebencian, rahmat atas dosa, kebaikan atas kejahatan, kebenaran atas kepalsuan, kehidupan atas kematian. 

Itulah sebabnya kami memberitahu semua orang: “Datang dan lihatlah”. Dalam setiap situasi manusia, ditandai dengan kelemahan, kedosaan, dan kematian, Kabar Baik bukanlah hanya kata-kata, tetapi kesaksian cinta tanpa syarat dan setia: itu adalah kerendahan hati anda dan menghadapi orang lain, yang dekat dengan mereka yang tertimpa masalah hidup, berbagi dengan orang yang membutuhkan, memperhatikan orang sakit, lansia dan terbuang … “Mari dan lihatlah!”: Cinta lebih kuat, cinta memberi kehidupan, cinta memberi harapan mekar di padang gurun. 

Dengan suka cita ini dalam hati kami, hari ini kami beralih kepada-Mu, Tuhan yang bangkit! 

Bantulah kami untuk mencari Engkau dan menemukan Engkau, menyadari bahwa kami memiliki Bapa dan tidak yatim; bahwa kami dapat mencintai dan memuliakan Engkau. 

Bantulah kami untuk mengatasi bencana kelaparan, yang diperburuk oleh konflik dan oleh pemborosan besar yang harus kami pertanggungjawabkan. 

Mampukan kami melindungi mereka yang rentan, terutama anak-anak, perempuan, dan jompo, saat mereka dieksploitasi dan ditinggalkan. 

Mampukan kami untuk memperhatikan saudara-saudara kami yang dikejutkan oleh wabah Ebola di Guinea Conakry, Sierra Leone dan Liberia, dan untuk merawat mereka yang menderita begitu banyak penyakit lain yang juga menyebar melalui pengabaian dan kemiskinan yang parah. 

Kuatkanlah semua orang yang tidak dapat merayakan Paskah dengan orang yang mereka cintai karena mereka telah secara tidak adil dirampok kasih sayang mereka, seperti dialami banyak orang, imam dan awam, yang di berbagai belahan dunia telah diculik. 

Kuatkanlah mereka yang telah meninggalkan tanah mereka sendiri untuk bermigrasi ke tempat-tempat yang menawarkan harapan untuk masa depan mereka yang lebih baik dan kemungkinan hidup mereka berjalan secara bermartabat dan, dengan bebas menjalankan keimanan mereka. 

Kami memohon Engkau, Tuhan Yesus, agar mengakhiri semua perang dan setiap konflik, baik besar atau kecil, yang telah lama atau baru. 

Kami berdoa secara khusus untuk Suriah, Suriah tercinta, agar semua mereka yang menderita dampak dari konflik dapat menerima bantuan kemanusiaan yang diperlukan dan tidak ada lagi pihak-pihak akan menggunakan kekuatan mematikan, terutama terhadap warga sipil tak berdaya, melainkan berani menegosiasikan perdamaian yang lama ditunggu dan telah lama tertunda! 

Yesus, Tuhan yang agung, kami memohon Engkau menghibur para korban tindak kekerasan perang saudara di Irak dan mempertahankan harapan yang diajukan dengan dimulainya kembali perundingan damai di antara Israel dan Palestina. 

Kami mohon mengakhiri konflik di Republik Afrika Tengah dan menghentikan serangan brutal teroris di beberapa bagian Nigeria dan tindak kekerasan di Sudan Selatan. Kami mohon agar hati yang keras akan beralih ke rekonsiliasi dan kerukunan persaudaraan di Venezuela. 

Dengan kebangkitan Engkau, yang tahun ini kami merayakan bersama-sama dengan Gereja-gereja yang mengikuti kalender Julian, kami memohon Engaku mencerahkan dan menginspirasi inisiatif yang mempromosikan perdamaian di Ukraina sehingga semua pihak yang terlibat, dengan dukungan dari komunitas internasional, akan membuat setiap upaya untuk mencegah kekerasan, dalam semangat persatuan dan dialog, dan masa depan Negara itu. Pada hari ini, mungkin mereka dapat memberitakan kepada saudara-saudari mereka bahwa Kristus telah bangkit, Khrystos voskres! 

Ya Tuhan, kami berdoa kepada-Mu bagi semua bangsa di bumi: Engkau telah mengalahkan kematian, memberikan kami kehidupan-Mu, memberikan kami damai sejahtera-Mu! Saudara-saudara terkasih, Selamat Paskah! 

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus tekankan manfaat retret

Kurang dari seminggu sebelum ia bertemu dengan para pejabat tinggi Vatikan dan para pendamping rohani dari Italia untuk menghadiri Retret Prapaskah selama seminggu, Paus Fransiskus mengatakan retret harus memperbaharui iman peserta, mengubah pelayanan mereka, dan hubungan mereka dengan orang lain. 

“Mereka yang menjalani retret dengan cara yang otentik,” kata Paus, “mengalami penghiburan, pertobatan, kembali diperbaharui, perubahan dalam kehidupan dan pelayanan mereka sehari-hari serta dalam hubungan mereka.” Paus Fransiskus bertemu dengan sebuah federasi yang terdiri dari para pendamping rohani dari Italia dan mereka yang mengelola Rumah Retret di seluruh negeri itu, yang memberikan kesempatan orang-orang Katolik untuk “mendengarkan Firman Allah secara intens dalam keheningan dan doa.” 

 Vatikan telah mengumumkan pada Oktober bahwa Paus Fransiskus telah memutuskan bahwa ia dan para pejabat senior Vatikan tidak akan menghadiri retret Prapaskah mereka di Vatikan, tapi mereka akan pergi ke tempat retret milik Fathers Pauline (OSPPE) dan pusat konferensi di Ariccia, sebuah kota yang berjarak sekitar 20 kilometer sebelah tenggara Roma. 

Bapa Suci telah memilih Msgr Angelo De Donatis, direktur spiritual yang terkenal dan pastor dari sebuah paroki di kota Roma, untuk memimpin retret yang akan berlangsung pada 9 hingga 14 Maret. 

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Umat Katolik diminta cerdas memilih Caleg

Umat Katolik diminta cerdas memilih Caleg 

Umat Katolik diajak agar cerdas dan menurut hati nurani memilih calon legislatif (Caleg) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. “Pemilu adalah suatu peristiwa politik yang merupakan titik awal baru bagi penentuan masa depan bangsa dan negara Indonesia lima tahun mendatang, karena itu pilihan kita harus tepat,” kata Mgr Josephus Suwatan MSC, Uskup Manado, dalam surat gembala Prapaskah tentang Pemilu 2014 yang dibacakan di semua gereja di Keuskupan Manado, Minggu. 

Pilihan tepat dan cermat, kata Mgr Suwatan, artinya mereka yang terpilih nanti adalah mereka yang benar-benar memberi diri untuk perkembangan dan kemajuan bangsa dan negara. “Memilih mereka yang tidak peduli dengan urusan bangsa dan negara, hanya mementingkan diri sendiri, mementingkan kelompoknya atau partainya, berarti pilihan kita tidak tepat,” kata Uskup Suwatan. 

Kalau pilihan tepat, katanya, pemilih percaya akan menikmati masa depan yang lebih baik dari hari ini. “Jika pilihan kita tidak tepat, berarti harus siap menghadapi masa depan yang lebih buruk dari hari ini,” katanya. Guna menentukan pilihan yang benar, kata Uskup Suwatan, penting untuk mencari informasi sebanyak mungkin tentang para calon yang ada, seperti agama, kesaksian hidup beriman, pengalaman dan keterlibatan dalam organisasi, pekerjaan atau profesi yang sementara ditekuni, kemampuan berpolitik khususnya dalam hal memperjuangkan kepentingan masyarakat umum. 

“Saya menyampaikan ajakan untuk mempergunakan hak suara pada waktunya dengan baik dan benar,” kata Uskup. Gambaran masa depan, kata Suwatan, semua menginginkan hidup sejahtera lahir dan batin, hidup dalam kedamaian dengan siapa saja tanpa pandang bulu, menikmati terjaminnya kebebasan beragama serta mengalami keadilan karena diperlakukan sama di hadapan hukum. Yang tak kalah penting, kata Uskup Suwatan, membangun bangsa tanpa korupsi, narkoba, perusakan lingkungan, serta menegakkan martabat hidup manusia yang menjadi korban tindakan pelecehan. Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo juga menyerukan kepada umat Katolik untuk tidak boleh Golput. 

“Diharapkan semua umat Katolik menggunakan hak pilihnya sebagai bentuk tanggung jawab seorang warga negara yang baik,” kata Uskup Agung Suharyo. “Kita memilih dengan cerdas dan menurut hati nurani, calon-calon yang jelas yang melayani kepentingan bersama atau kebaikan bersama dan bukan yang lain,” demikian surat gembala Prapaskah yang disampaikan Uskup Agung Suharyo melalui audio-visual ditayangkan saat Misa di gereja-gereja Keuskupan Agung Jakarta. Ia berharap mereka yang akan dipilih tidak menggantikan Pancasila dengan mamon. 

“Semoga mereka yang terpilih tidak menggantikan Pancasila dengan mamon. Semoga mereka terdorong oleh kekhawatiran yang melahirkan kepedulian dan kemurahan hati, bukan kekhawatiran yang melahirkan keserakahan.” Gereja menolak Caleg pro-tambang Pastor Bene Bensi menegaskan, gereja menolak calon legislatif pro-tambang atau pro-kerusakan alam. 

Sebaliknya, gereja akan mendukung calon legislatif yang pro-terhadap keselamatan dan keutuhan alam. “Kami berharap pemilih cerdas menentukan pilihan yang berkualitas dan jangan memilih yang pro-kerusakan alam di Manggarai Barat,” kata Pastor Bene, saat menjadi pembicara dalam dialog publik Pemuda Katolik Komisariat Cabang Manggarai Barat belum lama ini.
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus menjelaskan uskup yang dibutuhkan Gereja

Paus Fransiskus menjelaskan uskup yang dibutuhkan Gereja

 Paus Fransiskus bertemu dengan para anggota Kongregasi Uskup Vatikan belum lama ini, dan berbicara panjang lebar tentang karakteristik para pemimpin Gereja yang dibutuhkan. Dalam proses pengangkatan uskup, Paus mengatakan: “Kongregasi ini hendaknya memastikan bahwa nama yang dipilih pertama-tama dipanggil oleh Tuhan.” 

Dia meminta para anggota Kongregasi itu untuk mencari imam yang telah mendedikasikan diri untuk Tuhan dan menarik orang lain kepada-Nya. “Tidak ada seorang pastor yang standar untuk semua keuskupan,” kata Paus, kebutuhan khusus dari masing-masing keuskupan akan meminta berbagai macam uskup. Tapi semua uskup harus memiliki beberapa karakteristik umum: “Profesionalisme, semangat pelayanan, dan kesucian hidup.” 

Paus Fransiskus mengingatkan Kongregasi itu bahwa pemilihan yang dilakukan yakni seorang uskup harus menjadi saksi Kristus yang Bangkit. Selanjutnya, ia mengatakan: Uskup sebagai pengawal doktrin, tidak mengukur seberapa jauh dunia berpijak pada kebenaran doktrinal, tetapi dalam rangka untuk memikat dunia … dengan keindahan cinta, dengan kebebasan yang ditawarkan oleh Injil. 

Gereja tidak membutuhkan pembela atau tentara salib untuk pertempuran, tapi menjadi penabur rendah hati dan percaya kebenaran, yang tahu bahwa itu selalu diberikan kepada mereka dan kepercayaan dalam kekuasaan-Nya. Seorang uskup juga harus menjadi seorang pendoa, kata Paus. Dia harus berdoa terus-menerus untuk kesejahteraan keuskupannya. 

Paus memperingatkan Kongregasi itu bahwa dalam pemilihan uskup “kita harus menghindari dan mengatasi pilihan-pilihan tertentu – simpati, asalnya, atau kecenderungan.” Para calon uskup, tambahnya, “Hati-hati bahwa mereka tidak ambisius, mereka tidak dalam pencarian dari keuskupan.” 

 Meskipun mengakui bahwa sulit untuk menemukan para imam yang memiliki semua karakteristik seperti yang disebutkan untuk menjadi seorang uskup yang baik, Paus mengatakan kepada Kongregasi itu bahwa ia tidak ragu orang tersebut dapat ditemukan karena Yesus tidak akan meninggalkan Gereja-Nya. 

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus tidak akan mengubah ajaran Gereja

Paus tidak akan mengubah ajaran Gereja

Sean Kardinal O’Malley dari Boston, Amerika Serikat, mengatakan ia memuji sikap Paus Fransiskus yang cepat menanggapi sorotan dunia terkait ajaran Gereja. Tapi, kardinal itu memperingatkan bahwa bagi mereka yang memiliki harapan tinggi perubahan ajaran Gereja tentang kontrasepsi, aborsi, homoseksualitas, dan isu-isu lainnya kemungkinan akan kecewa. 

“Saya tidak melihat Bapa Suci akan mengubah ajaran Gereja,” kata Kardinal O’Malley dalam sebuah wawancara dengan the Globe. Uskup Agung Boston itu yang dikenal dekat dengan Paus Fransiskus mengatakan Gereja akan mempertimbangkan kemungkinan umat Katolik yang bercerai dan menikah kembali untuk menerima sakramen-sakramen, meskipun Bapa Suci sendiri pernah memberikan sinyal secara keterbukaan terhadap isu tersebut. 

 “Gereja harus setia kepada Injil dan ajaran Kristus,” kata Kardinal O’Malley. “Kadang-kadang hal itu terasa sangat sulit. Kita harus mengikuti apa yang dikehendaki Kristus, dan percaya bahwa apa yang ia minta dari kita adalah sesuatu yang terbaik.” Kardinal O’Malley meminta agar wawancara, yang dilakukan di pastoran Katedral Salib Suci di Boston South End, tempat dia tinggal bersama empat imam lainnya, fokus pada Paus dan Gereja universal. Isu-isu tentang kontrasepsi, pernikahan gay dan perceraian, katanya, sudah sering dilontarkan oleh Paus Fransiskus di banyak kesempatan. 

Namun, Bapa Suci ingin lebih fokus pada penginjilan, sikap bela rasa dan perhatian kepada masyarakat miskin, kata Kardinal O’Malley. Para pengamat Gereja berspekulasi bahwa para uskup mungkin membahas dan melakukan revisi larangan menikah lagi bagi umat Katolik yang bercerai untuk menerima sakramen dalam sinode yang akan berlangsung di Roma pada Oktober tahun ini untuk membahas pelayanan Gereja pada isu-isu keluarga. 

Tapi, Kardinal O’Malley mengatakan bahwa meskipun Paus merasa prihatin dengan nasib umat Katolik yang menikah lagi yang ingin dekat dengan Gereja, “Saya tidak melihat adanya pembenaran teologis” untuk melonggarkan peraturan. Dalam persiapan untuk sinode tersebut, Vatikan telah mengumpulkan masukan dari para uskup di seluruh dunia tentang ajaran Gereja terkait keluarga dan moralitas seksual, serta sejauhmana pandangan mereka terhadap ajaran Gereja tersebut.

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Pesan Prapaskah tekankan sikap bela rasa dengan orang miskin

Pesan Prapaskah tekankan sikap bela rasa dengan orang miskin 

Masa Prapaskah tahun ini Paus Fransiskus telah memilih tema “Dia menjadi miskin, sehingga dengan kemiskinan-Nya kalian menjadi kaya”, demikian Vatikan. Tema itu diambil dari sebuah ayat dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Umat di Korintus, di mana santo itu mempromosikan sikap bela rasa dalam memberi dan keinginan untuk “menguji kasih yang tulus dari kalian melalui p
erhatian kalian kepada orang lain”.

Teks itu berbunyi: “Sebab kalian mengetahui betul bahwa kita sangat dikasihi oleh Yesus Kristus Tuhan kita. Ia kaya, tetapi Ia membuat diri-Nya menjadi miskin untuk kepentinganmu, supaya dengan kemiskinan-Nya itu, kalian menjadi kaya” (2 Kor 8:9). 

Pesan teks Paus untuk Masa Prapaskah, yang dimulai pada 5 Maret itu, akan dirilis pada konferensi pers di Vatikan. Prapaskah merupakan masa berpuasa dan berpantang bagi umat Katolik di seluruh dunia. Haiti diharapkan menjadi fokus untuk Masa Prapaskah bersama pasangan suami-istri Italia yang melayani sebagai misionaris di negara Karibia itu yang dijadwalkan akan berbicara pada konferensi pers di Vatikan. 

Mereka akan didampingi oleh para pejabat tinggi dari Dewan Kepausan Cor Unum, sebuah dewan yang menangani bantuan karitatif Gereja Katolik di seluruh dunia. Menurut Bank Dunia, Haiti adalah salah satu negara termiskin di belahan bumi ini dan masih berjuang untuk membangun kembali selama empat tahun setelah gempa dahsyat melanda negara itu pada 12 Januari 2010. 

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus dilukis seperti superman

Paus Fransiskus dilukis seperti superman 

Paus Fransiskus dilukis seperti superman, terbang di udara dengan jubah putih: gambar graffiti itu dilukis oleh seorang seniman anonim kemudian di-tweet oleh Vatikan pada Selasa. Gelar Person of the Year tampaknya tidak cukup bagi Paus Fransiskus. Pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia itu kini digambarkan sebagai pahlawan super, SuperPope. 

 Gambar yang menampilkan Paus Fransiskus sebagai pahlawan super mengenakan jubah putih dengan pose terbang ala Superman pada sebuah tembok di Borgo Pio, sebuah jalan kecil di dekat Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Paus Fransiskus dilukis terbang dengan tangan kanannya meninju ke depan sembari membawa tas berwarna hitam dengan tulisan berwarna putih Valores (bahasa Spanyol) yang berarti nilai atau norma. 

“Kami berbagi dengan Anda sebuah grafiti yang ditemukan di sebuah jalan di Roma dekat Vatikan,” demikian Dewan Kepausan untuk Komunikasi Sosial dari Takhta Suci pada halaman Twitter resminya. Paus berusia 77 tahun itu terkenal karena mengabaikan keamanan dan turun ke tengah kerumunan massa untuk menyalami para peziarah tersebut, dan sering menggunakan lelucon atau cerita untuk menyebarkan nilai-nilai Gereja. 

Paus adalah pengguna Twitter, secara rutin mem-posting ke twitter-nya dalam sembilan bahasa, dimana Twitter-nya kini memiliki lebih dari 10 juta pengikut. Paus Fransiskus sukses menarik hati warga dunia karena gaya kepemimpinannya yang sederhana dan pesannya untuk membantu kaum miskin. 

 Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus: Universitas Katolik harus menjadi saksi ajaran Gereja

Paus Fransiskus: Universitas Katolik harus menjadi saksi ajaran Gereja 

Universitas-universitas Katolik harus memberikan kesaksian ajaran Gereja “tanpa kompromi” serta menunjukkan identitas Katolik mereka, kata Paus Fransisksus. Universitas-universitas Katolik, “dengan ciri khasnya, berkomitmen untuk menunjukkan keselarasan iman dan pikiran serta menyampaikan pesan Kristen untuk kehidupan manusia secara utuh dan otentik,” katanya dalam audiensi dengan anggota Dewan Pengurus Universitas Katolik Notre Dame dan para pejabat lainnya. 

Paus bertemu pada Kamis dengan sekitar 130 orang yang mewakili universitas Katolik itu yang berbasis di Indiana, Amerika Serikat, yang berada di Roma untuk peresmian pusat universitasnya yang baru di ibukota Italia itu. Berbicara dalam bahasa Italia, Paus Fransiskus memuji universitas itu, dengan mengatakan universitas itu “telah memberikan kontribusi luar biasa bagi Gereja di negara kalian melalui komitmennya terhadap pendidikan agama bagi kaum muda dan beasiswa yang terinspirasi oleh keyakinan dalam keselarasan iman dan pikiran dalam mengejar kebenaran dan kebajikan.” 

Dia mengatakan visi awal lembaga itu yang ditetapkan oleh pendiri Kongregasi Salib Suci, “tetap bertahan dalam situasi yang berubah dari abad ke-21, ciri khas utama universitas itu dan pelayanan yang diberikan kepada Gereja dan masyarakat Amerika.” Identitas Katolik dan semangat kerasulan sangat penting, kata Paus, dan harus jelas dalam cara hidup Katolik dan cara kerja semua lembaga Katolik. 

Universitas Katolik berperan khusus untuk menjadi misionaris yang setia pada Injil karena komitmen mereka untuk menunjukkan keselarasan iman dan pikiran, dan menunjukkan bagaimana pesan Kristen menawarkan kepada orang lebih lengkap, lebih otentik terhadap kehidupan manusia, katanya. “Yang penting dalam hal ini adalah menjadi saksi tanpa kompromi dari universitas-universitas Katolik terhadap ajaran moral Gereja, dan mempertahanankan indenpendensinya, tepatnya di dalam dan melalui lembaga-lembaga tersebut, guna menegakkan ajaran itu sebagaimana dinyatakan secara otoritatif oleh magisterium para imam-imamnya,” katanya.

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus desak pemahaman dan solidaritas dalam media

Paus Fransiskus desak pemahaman dan solidaritas dalam media 
(27/01/2014)

Seperti orang Samaria yang Baik, yang berhenti di jalan untuk membantu orang yang membutuhkan, perjalanan sepanjang jalan raya komunikasi saat ini harus memberikan dukungan kepada mereka yang menghadapi hal itu, kata Paus Fransiskus. “Dunia digital dapat menjadi sebuah lingkungan yang kaya dalam kemanusiaan, sebuah jaringan bukan kabel tetapi orang,” katanya dalam pesannya untuk Hari Komunikasi Sedunia. 

Sarana komunikasi modern, khususnya Internet, menawarkan “kemungkinan besar untuk pertemuan dan solidaritas,” katanya. Karena itu, katanya, Internet adalah “rahmat dari Tuhan”. “Communication at the Service of an Authentic Culture of Encounter” adalah tema Hari Komunikasi Sedunia tahun ini, yang semua keuskupan akan menandai pada 1 Juni, hari Minggu sebelum Pentakosta. 

Pesan itu dikeluarkan pada Jumat, Hari Raya St. Fransiskus de Sales, santo pelindung wartawan. “Komunikasi yang baik membantu kita bertumbuh lebih dekat, mengenal satu sama lain lebih baik, dan akhirnya bertumbuh dalam kesatuan,” kata Paus. “Dinding yang memisahkan kita bisa diruntuhkan hanya jika kita siap untuk mendengarkan dan belajar satu sama lain,” katanya. “Pertemuan budaya menuntut bahwa kita siap tidak hanya untuk memberi, tetapi juga menerima.” 

Komunikator yang baik harus mengambil waktu yang diperlukan untuk mendengarkan orang lain, yang tidak hanya mentolerir, tapi benar-benar menerima mereka, katanya. “Terus terlibat dalam dialog tidak berarti melepaskan ide-ide dan tradisi kita sendiri, tetapi klaim itu mereka sendiri merasa valid atau absolut,” kata Paus dalam pesannya. Uskup Agung Claudio Celli, ketua Dewan Kepausan untuk Komunikasi Sosial, mengatakan kepada wartawan bahwa Paus tidak mengusulkan “relativisme” iman, tetapi menerus seruan pendahulunya ‘bagi Gereja untuk terlibat dalam dunia dengan multi-budaya dan multi-agama. 

“Saya tidak memiliki pandangan menjadi satu-satunya dan mutlak,” kata Uskup Agung Celli. Paus Fransiskus, dalam pesannya, mengutip teks Hari Komunikasi Sedunia 2013 yang dikeluarkan Paus Benediktus XVI, yang mengatakan kesaksian Kristen yang efektif adalah “tentang kesediaan kita untuk orang lain dengan sabar dan hormat, melibatkan pertanyaan-pertanyaan dan keraguan mereka saat mereka maju dalam pencarian mereka untuk kebenaran dan makna eksistensi manusia.” 

Orang Samaria yang Baik adalah model bagaimana melakukan pendekatan dan berinteraksi dengan orang lain di jalan raya digital saat ini, mengambil tanggung jawab untuk rela dilukai dan tersesat di sana, kata Paus. Informasi yang berlebihan tentang ketidakadilan seperti kemiskinan, kata Paus, ”dapat membuat kita begitu terbiasa dengan hal-hal yang mereka tidak lagi mengganggu ketenangan kita.” 

Komunikator yang baik membawa keindahan, kebaikan dan kebenaran kepada semua orang, sesuatu yang tidak ada strategi yang bias dilakukan media secara tajam atau canggih, katanya. “Semoga cahaya kita menerangi orang lain yang tidak menjadi hasil dari kosmetik atau efek khusus, melainkan kita mengasihi dan bersikap belarasa dengan ’tetangga’ untuk mereka yang terluka dan ditinggalkan di pinggir jalan.” Paus Fransiskus mengatakan ketidakberpihakan di media adalah ilusi, karena “hanya dengan pergi ke dunia dan mengambil risiko menjadi benar-benar transparan dan diri sendiri dapat menjadi komunikator dan “titik acuan yang benar.” 

“Keterlibatan pribadi adalah dasar dari kepercayaan dari sebuah komunikator,” katanya. Paus mengatakan ia lebih suka “sebuah Gereja menderita yang keluar ke jalan-jalan” dan membantu orang menemukan Kristus dalam penderitaannya ketimbang pintu dan ruang digital tertutup bagi orang luar. “Kita dipanggil untuk menunjukkan bahwa Gereja adalah rumah semua,” katanya, di mana orang-orang, “apa pun situasi mereka dalam kehidupan, bisa masuk.”

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Gereja terus mendukung pemerintah menangani para korban letusan Sinabung

Gereja terus mendukung pemerintah menangani para korban letusan Sinabung 
(27/01/2014) 

 Gereja Katolik Keuskupan Agung Medan, Sumatra Utara, berjanji akan terus mendukung pemerintah dalam membantu para korban akibat letusan Gunung Sinabung. Uskup Agung Medan, Mgr Anicetus B. Sinaga OFMCap mengatakan keuskupan agung Medan siap berperan aktif dan bertanggungjawab melaksanakan segala bentuk bantuan untuk pengungsi. 

“Kami mendukung pemerintah pusat menanggulangi biaya pendidikan masyarakat terkena erupsi. Kalau dipercaya, kami siap mempertanggungjawabkan apa pun yang dipercayakan kepada kami,” kata uskup agung. Ia berharap agar setiap bantuan dapat disampaikan secara langsung kepada pengungsi dan pihak terkait dapat mengawasinya untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penyelewengan. 

 “Atas nama Keuskupan Agung Medan (KAM), Paroki St. Petrus dan Paulus Jalan Irian Kabanjahe mengucapkan terima kasih kepada SBY dan seluruh para menteri, Bapak Kapolri, Bapak Panglima, Gubsu, Pangdam, Kapoldasu dan seluruh rombongan presiden yang berkenan datang dan menginap di komplek paroki,” kata Vikep Pastor Ignatius Simbolon OFMCap, yang didampingi Pastor Moses Situmorang OFMCap, Pastor Marianus Kedang, Pastor Sesarius Mau, Pastor Libert Sihombing, Pastor Michael Hutabarat OFMCap. 

Terpilihnya tempat tersebut, kata imam itu, “Ini bukan usulan paroki atau uskup, tapi pihak berkompeten dari Sekretariat Kepresidenan atau pun pihak protokuler Istana Negara. Kalau dipercaya dan dianggap layak, siapa pun kita terima tinggal bersama kita. Apalagi seorang Presiden dan Ibu Presiden serta rombongan dari pemerintah pusat. Tentu kita welcome.” 

Pastor Simbolon mengatakan kedatangan Presiden SBY yang melihat langsung keadaan pengungsi dan bersedia tidur di tenda pengungsian, dampaknya sangat luar biasa. “Mengapa luar biasa, karena itu banyak memberi penguatan psikologi dan mental. Mereka (pengungsi) makin dikuatkan. Yang dulunya mereka sudah lemas, sekarang sudah dikuatkan kembali hatinya karena ada harapan bahwa pemerintah memberi perhatian,” kata Pastor Simbolon. 

 Tampak para relawan membantu membagikan makanan kepada para pengungsi di Posko Gereja Katolik Kabanjahe yang berjumlah lebih dari 1.300 jiwa ini. “Saya membantu sejak para pengungsi tinggal di sini,” kata Suster Yosepine, seraya menambahkan, “para pengungsi di Posko ini berasal dari beragam latar belakang agama dan suku. Kami melayani dengan hati yang tulus.” 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memutuskan kebijakan penanganan erupsi Sinabung dan menunjuk Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif menjadi pimpinan penanganan terpadu. Kebijakan tersebut diputuskan setelah Presiden SBY mendengarkan langsung laporan dan penjelasan dari Gubsu, Bupati Karo dan pejabat terkait dalam pertemuan dengan sejumlah anggota kabinet, Kamis (23/1). 

 “Agar semua upaya ini berhasil dengan baik, saya putuskan pengelolaan termasuk pengendalian langsung dipimpin Kepala BNPB. Beliau akan dibantu elemen dari kementerian dan lembaga pusat. Kepala BNPB dibantu Kasdam I/BB Brigjen TNI Andogo,” kata Presiden dalam keterangan pers di lokasi pengungsian di kompleks Paroki Kabanjahe, Jumat (24/1). 

 Usai mendengarkan paparan, Presiden melanjutkan peninjauan dan berdialog dengan pengungsi di tiga posko yakni Posko Penanganan Erupsi Gunung Sinabung di Masjid Agung Kabanjahe, Posko Pengungsi Gereja Batak Kristen Protestan (GBKP) di Komplek Asrama Kodim Kabanjahe, dan Posko Pengungsi di Komplek Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus, di Jalan Irian, Kecamatan Kabanjahe. Bantuan taktis untuk tiga posko masing-masing sebesar Rp 75 juta yakni Posko Paroki Jalan Irian, Posko GBKP Asrama Kodim dan Posko Masjid Agung.
Kunjungan Presiden SBY diakhiri penanaman pohon bersama para menteri di sekitar paroki tersebut. Foto: nababan.wordpress.com 

Dari balik jeruji besi, seorang ibu menulis surat kepada Paus Fransiskus

Dari balik jeruji besi, seorang ibu menulis surat kepada Paus Fransiskus 

Tiga putri Asia Bibi memegang foto ibu mereka di luar rumah mereka di Punjab. 

Asia Bibi, yang mendapat perhatian di seluruh dunia tahun 2010 setelah ia dijatuhi hukuman mati karena diduga melanggar Undang-Undang Penghujatan Pakistan, telah menulis surat kepada Paus Fransiskus pada Tahun Baru. 

Surat Bibi kepada Paus diterbitkan di surat kabar Italia Tempi pada Malam Tahun Baru. “Saya berharap bahwa setiap orang Kristen bisa merayakan Natal dengan sukacita. Seperti banyak tahanan lain, saya juga merayakan kelahiran Tuhan dalam penjara di Multan, di sini di Pakistan,” tulis Bibi. 

 “Saya sangat berterima kasih kepada seluruh Gereja yang berdoa untuk saya dan berjuang untuk kebebasan saya. Saya tidak tahu berapa lama saya terus dan terus di penjara. Jika saya masih hidup, itu adalah berkat kekuatan yang Anda doakan untuk saya. 

Saya telah bertemu banyak orang yang berbicara dan berjuang untuk saya. Sayangnya, itu sia-sia. Pada saat ini saya hanya ingin percaya rahmat Tuhan, yang dapat melakukan segalanya, bahwa semua adalah mungkin. Hanya Tuhan yang akan mampu membebaskan saya.” 

 Bibi berterima kasih kepada Yayasan Pendidikan Renaissance karena membawa suami dan anak-anaknya untuk bertemu dengan dia di penjara saat Natal. “Saya akan senang berada di Basilika St. Petrus untuk Natal dan doa bersama Anda,” tulisnya kepada Paus, “tapi saya percaya dalam rencana Tuhan bagi saya dan mudah-mudahan itu akan tercapai tahun depan.” 

 Bibi, seorang ibu Katolik dari lima anak, ditangkap pada Juni 2009. Dia dipenjara selama 4,5 tahun di Multan. Ia menjelaskan kondisi di penjara itu, “Saya menghadapi banyak masalah dengan musim dingin saat ini: sel saya tidak memiliki pemanas dan tidak ada pintu untuk berlindung dari dingin, keamanan tidak memadai, dan saya tidak punya cukup uang untuk kebutuhan sehari-hari dan saya sangat jauh dari Lahore, sehingga keluarga saya tidak bisa membantu saya.” 

“Saya tahu Anda berdoa untuk saya dengan segenap hati Anda. Dan ini memberikan saya kekuatan bahwa suatu hari kebebasan saya akan mungkin,” tulisnya.
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Perdana Menteri ajak dialog terkait perselisihan berlanjut tentang kata ‘Allah’

Perdana Menteri ajak dialog terkait perselisihan berlanjut tentang kata ‘Allah’ 

Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak mengatakan kepada seluruh warga Malaysia pada Senin untuk kembali berdialog guna menyelesaikan masalah terkait penggunaan kata “Allah” karena akan merusak perdamaian negara itu. 

Dalam pidato bulanan pertama di Departemen Perdana Menteri untuk menyambut tahun baru, Najib mengatakan isu-isu sensitif tersebut harus ditangani dengan sabar dan objektif, seraya memperingatkan bahwa kerukunan negara itu bisa terancam kalau kedua pihak tidak mau berdialog. “Ketegangan ini akan berkurang kalau kita bisa duduk bersama-sama. 

Menghadapinya dengan tenang dan menangani isu-isu tersebut didasarkan pada aturan hukum,” kata Najib seperti dikutip The Star dalam situsnya pada 6 Januari. Pada Minggu, ada kekhawatiran tentang kemungkinan kerusuhan karena UMNO di Selangor dan kelompok-kelompok Muslim berencana untuk melakukan aksi protes ke gereja-gereja di negara bagian itu dimana komunitas Kristen tetap ingin menggunakan kata Arab tersebut meskipun hukum negara itu membatasi penggunaannya untuk non-Muslim. UMNO kemudian membatalkan rencananya, namun sejumlah anggotanya bergabung dalam reli terpisah yang diadakan oleh kelompok-kelompok Muslim di Stadion Sultan Sulaiman. 

Mereka juga membatalkan rencana mereka untuk berdemonstrasi ke Gereja St. Maria Lourdes di Klang. Pada Kamis, Departemen Agama Islam Selangor (Jais) telah mengirim sebuah tim yang terdiri dari 20 pejabat agama dan aparat kepolisian untuk melakukan sweeping ke kantor Serikat Kitab Suci (BSM) di Petaling Jaya di mana mereka menyita lebih dari 300 Alkitab dan BUP Kudus. 

 Umat non Muslim di Selangor dilarang menggunakan 35 kata dan frase Arab dalam agama mereka, termasuk “Allah”, “nabi”, “Injil” dan “Insya ‘Allah”. Ketegangan meningkat dalam empat tahun terakhir akibat perselisihan penggunaan kata “Allah” yang masih belum tuntas dan menimbulkan ketegangan agama terburuk dalam sejarah negara itu. 

Sengketa hukum yang sedang berlangsung antara pemerintah dan Gereja Katolik atas haknya untuk mencetak kata “Allah” dalam surat kabar Herald berbahasa Malaysia masih tertunda sebelum Pengadilan Federal, yang diatur untuk mendengar argumen dari kedua pihak pada 24 Februari tahun ini sebelum memutuskan apakah Gereja Katolik boleh menggunakan kata ‘Allah’.

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus: Sudah saatnya kekerasan harus diakhiri

Paus: Sudah saatnya kekerasan harus diakhiri 

Paus Fransiskus mendesak umat manusia bersama-sama bekerja mewujudkan dunia yang setiap orang di dalamnya dapat saling menerima perbedaan masing-masing, dan orang-orang yang bermusuhan mengakui bahwa mereka bersaudara. 

 “Kita semua adalah anak-anak dari satu ayah surgawi. Kita milik keluarga manusia yang sama dan kita berbagi nasib yang sama,” kata Paus Fransiskus kepada ribuan umat Katolik dan wisatawan yang memadati Lapangan St. Petrus pada Rabu (1/1/2014). 

“Ini membawa tanggung setiap orang untuk bekerja mewujudkan dunia menjadi sebuah komunitas persaudaraan yang saling menghormati, saling menerima dalam keragaman setiap orang, dan mengurus satu sama lain,” kata Paus. Saat menyampaikan pidato tanpa teks, Paus mengungkapkan keprihatinannya tentang beragam aksi kekerasan di dunia. 

“Ada apa dengan hati manusia? Ada apa dengan hati kemanusiaan? Sudah saatnya (kekerasan) diakhiri!” Paus mengaku pernyataannya itu terinspirasi sebuah surat yang dia terima, yang menyatakan bahwa ada begitu banyak tragedi dan perang di dunia. 

 “Saya juga percaya, akan baik bagi kita semua untuk menghentikan diri kita sendiri dari jalan kekerasan ini dan mencari perdamaian.” Kembali ke naskah pidatonya, Paus menyatakan harapannya masih ada hati nurani yang tersentuh sehingga merobohkan dinding penghalang untuk mengakui bahwa semua orang sesungguhnya bersaudara. 

 “Kita juga dipanggil untuk melihat ada begitu banyak kekerasan dan ketidakadilan di seluruh belahan dunia, yang kita tinggalkan dan diamkan dengan acuh tak acuh,” ujar Paus. “(Saat ini) dibutuhkan komitmen semua orang untuk membangun masyarakat yang benar-benar lebih adil dan bersatu.” 

Gereja Katolik Roma menetapkan 1 Januari sebagai Hari Perdamaian Dunia. Di Lapangan St. Petrus tempat Paus berpidato ini, merupakan finis dari pawai yang diikuti ribuan orang. Dari banyak bendera yang dibawa selama pawai, terlihat bendera Suriah merupakan salah satunya. Beberapa peserta dari Suriah pun mengungkapkan harapan konflik di negara mereka tersebut segera berakhir.

Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Berharap dan Beresiko Bersama Paus Fransiskus

Berharap dan Beresiko Bersama Paus Fransiskus 

Jorge Mario Bergoglio, atau kini Paus Fransiskus, dijuluki oleh majalah Time sebagai «Person of the Year» untuk tahun 2013. Salah satu alasannya ialah karena ia membawa Gereja ke dalam kehidupan sehari-hari, tempat seantero soal dan masalah manusia berkelindan. Ada homoseksualitas, ada aborsi, ada phedofilia yang tersembunyi di tubuh manusia; tapi juga ada struktur keserakahan, pasar kapitalisme neo-liberal, dan kekuasaaan agama yang kokoh di atas kepala manusia. Dan Paus Fransiskus menaruh dirinya dan Gereja di tengah-tengah itu semua: ia menyambut tubuh rentan kita, lalu membasuhnya, namun ia juga menantang struktur raksasa di langit hari-hari kita, lalu mengutuknya. 

Sungguh-sungguhkah ia? Wong Cilik Paul Vallely, penulis buku “Pope Francis: Untying the Knots” (London, Bloomsbury,2013) mencatat dengan jelas bahwa masa kecil Paus sebagai anak keluarga kelas pekerja membuatnya cepat melihat kehidupan berpeluh dan nestapa mayoritas manusia. Ilusi hidup serba baik-baik tak ada padanya. Malah sejak usia 13 tahun ia sudah diminta ayahnya bekerja di pabrik kaus kaki. Segera juga Paus tahu martabat manusia akan dinista kalau ia menganggur – dan martabat kaum papa ini adalah sebentuk ihwal spiritualitas mendalam baginya. Maka ideologi Peronisme cepat memikat hatinya, semacam “marhaenisme” Soekarno kalau di sini. 

Ideologi itu cukup unik dan jadi “sinkretis” kalau di Argentina: konservatif, terharu pada rakyat papa, dan anti imperialisme global. Saat “perang kotor” tahun 1976-an di Argentina, saat junta militer menghilangkan hampir 20.000 orang, Paus Fransiskus jelas-jelas sadar bahwa ada kekuatan imperial global di balik kekejaman itu. Ia memang tak mudah mengambil tindakan yang bijak kala itu. Kita tahu ada kontroversi soal derajat keterlibatannya dalam penculikan dua imam Jesuit oleh pihak Angkatan Laut Argentina saat itu. 

Di pihak lain, setelah kediktatoran militer itu sirna di Argentina, tetap saja orang miskin di mana-mana. Maka ia sungguh-sungguh tahu struktur keserakahan pasar global, dan struktur itu telah menggores banyak trauma di tubuh rakyat kecil sehari-hari. Untuk itu ia memang mulai dengan membasuh kaki mereka yang terjangkit virus global, yaitu penderita HIV-AIDS. Ia pun membela imam yang melayani di wilayah kumuh, tempat narkoba diedarkan dari mancanegara. Ia pernah mengeluhkan itu semua: mengapa kami harus merawat korban globalisasi itu terus menerus? Tidak adakah jalan mengurangi korban-korban itu? 

Menghadang Struktur Kerakusan Bisakah ia, selanjutnya, sungguh-sungguh menantang globalisasi kapitalisme mutakhir ini? Bisakah kita berharap bersamanya, pasca tahun 2013 ini, sampai ke tingkat resiko yang sedemikian itu? Sesungguhnya ada dasar dalam iman Katolik untuk masuk dalam resiko itu. 

Saya pernah bertanya ke seorang rekan, Martin Robra, staf Dewan Gereja Se-Dunia di Genewa, saat kami naik bis umum melewati kantor pusat ILO (International Labour Organization): mengapa Gereja Katolik memiliki staf menetap di organisasi buruh dunia itu, sementara Gereja Protestan tidak? Jawabnya, ”Umat Katolik-lah yang paling menderita akibat revolusi industri dan kapitalisme, namun mereka tidak mau mengikuti jalan protes a la Marxisme, tapi mencari alternatif dengan Ajaran Sosial Gereja, yang amat solider dengan kaum buruh”. 

“Dan kita Protestan”, sambung saya sedikit berspekulasi berlagak berteori, “memuji-muji Weber karena etos Calivinismenya yang konon nyambung dengan roh kapitalisme”. Dalam arti lain, dari sanubari Katolisisme ada daya untuk menantang struktur kerakusan pasar kapitalisme saat ini. Iman Katolik memakai istilah “struktur dosa” (ini bisa dibaca: struktur kerakusan) yang perlu dihadang oleh “struktur rahmat”. Dengan kata lain, ada struktur dosa yang dilihat bekerja dalam ketidakadilan dan penindasan, yang membuat manusia jadi serigala atau penghisap bagi sesamanya. 

Struktur itu berfokus pada mamon (baca: uang), dan ia bekerja dengan prinsip mengakumulasi diri, sehingga ia akan pula bekerja memiskinkan orang lain. Maka di sini gereja perlu memihak pada struktur yang lain: artinya, ia perlu bekerja agar hidup bersama bisa bermuatan belas kasih yang adil, di mana struktur rahmat nyata bekerja. Struktur rahmat itu kurang lebih beroperasi kalau dalam hidup masyarakat terwujud empat hal: mekanisme berbagi, penghargaan pada kesetaraan martabat manusia, munculnya aksi-aksi solidaritas membantu yang lemah, dan terbukanya partisipasi demi melayani sesama manusia. 

Dengan kata lain yang diperbanyak ialah “the commons”, alias kepemilikan publik yang menjadi basis hidup sehari-hari. Bukan pemutlakan kepemilikan pribadi dalam bentuk mamon yang terus menggandakan diri itu. Kalau Paus ini tahun 2014 nanti bergerak ke arah pemberlakuan “struktur rahmat” itu, maka pastilah kita semua mendapat alasan baru untuk terus berharap bersamanya. Dan sejarah dunia akan tampak menjadi -memakai ungkapan Itali kesukaan presiden Soekarno: Vivere Pericoloso! 

Dr. Martin Lukito Sinaga adalah pendeta pada Gereja Kristen Protestan Simalungun, juga dosen tamu di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. 
Artikel ini telah dimuat di situs satuharapan.com pada 30 Desember 2013.
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus, Paus Revolusioner

Paus Fransiskus, Paus Revolusioner

Hanya dalam tempo sembilan bulan, sejak dipilihnya menjadi orang nomor satu di Vatikan, 13 Maret 2013, Paus Fransiskus mampu menjadi magnet dunia. Oleh karena kebijakan dan langkah-langkahnya mendobrak kemapanan Gereja. Revolusioner. 

Dan, majalah Time pun memilihnya menjadi ”Person of the Year” (Tokoh Tahun Ini). Pada 1994, Paus Yohanes Paulus II dipilih sebagai ”Man of the Year” oleh majalah Time; sebelumnya, 1962, Paus Yohanes XXIII-lah yang dinobatkan sebagai ”Man of the Year” juga oleh majalah Time karena Paus inilah pemrakarsa Konsili Vatikan II, yang memperbaharui Gereja. 

Sejak penampilannya pertama, setelah terpilih, di balkon Vatikan, Paus Fransiskus membuktikan dirinya sebagai ”Paus Yang Mengejutkan”. Sebagai Paus Jesuit pertama dalam sejarah, ia mencanangkan misinya untuk merestorasi otentisitas dan integritas Gereja Katolik yang digerogoti skandal seks, paedophilia, dan sekresi, intrik dan pertarungan di dalam, ambisi dan arogansi, hedonisme dan semangat menguasai dunia dalam arti yang sebenarnya. 

Ia menyatakan, Gereja harus menjadi ”Gereja miskin, untuk kaum miskin”. Inilah, kredo Paus Fransiskus, yang kakek-moyangnya, imigran Italia, mendarat di Argentina pada 1929. 

Nama Fransiskus 

Mengapa mantan Kardinal Buenos Aires Jorge Mario Bergoglio ini memilih nama Fransiskus setelah terpilih menjadi Paus? Paul Vallely dalam bukunya, Pope Francis, Untying the Knots, menulis, bahkan para kardinal yang ikut konklav (sidang para kardinal untuk memilih Paus) pun kaget, ketika ditanya, ”Nama apa yang Anda pakai?” Waktu itu Bergoglio menjawab, ”Vocabor Franciscus” (Saya akan dipanggil Fransiskus). Bukan Fransiskus Xaverius, bukan Fransiskus de Sales, tetapi Fransiskus Asisi. 

Fransiskus Asisi (disebut demikian karena dari Asisi, Italia bagian utara) adalah seorang imam anak saudagar kain yang kaya raya, tetapi menyerahkan hidupnya untuk kaum papa, kaum miskin. Inilah jalan hidup yang dipilih Kardinal Bergoglio sejak semula di Argentina. Ia meninggalkan istana kekardinalan dan memilih tinggal di rumah susun untuk kaum miskin. Ke mana-mana, ia naik bus, subway, mobilnya pun dijual. 

Ketika meninggalkan Buenos Aires untuk pergi ke Roma, memenuhi panggilan Paus Benediktus XVI (yang berujung pada konklav), meski mendapat tiket ”first-class”, ia memilih menukarnya dengan tiket kelas ekonomi. Ia hanya minta duduk dekat pintu darurat agar bisa selonjor, selama penerbangan 13 jam. Awak pesawat Alitalia pun memberinya kursi nomor 25. 

Langkah selanjutnya Paus pertama dari luar Eropa, setelah 1.200 tahun, ini tidak hanya membuat banyak kejutan, tetapi bahkan membuat banyak orang terbuka matanya akan kekurangan dan kelemahan Kuria (Kabinet) Roma, bahkan Gereja Katolik. Bukankah kesempurnaan manusia adalah mengetahui ketidaksempurnaannya? Begitu kata filsuf Augustinus. 

Banyak orang terinspirasi cara pandangnya yang lugas, baru, spontan, dan segar dalam menghadapi berbagai persoalan Gereja dan kemanusiaan. Yang dilakukannya pun mendorong orang lain untuk mengikutinya, sekaligus membuat malu Gereja yang selama ini seperti berada di ”menara gading”, kurang berbaur dengan masyarakat. 

 Paus, sebagai penyandang nama Fransiskus, yang mengutamakan kesederhanaan hidup, keutamaan hidup, belarasa, pelayanan, memahami betul apa artinya melayani. Karena itu, ia sejak pertama terpilih tidak mau tinggal di Istana Kepausan. Ia memilih tinggal di ”guesthouse”, Casa Santa Marta, supaya tidak terkucilkan, dan bisa selalu bersama dengan yang lain. 

Kepeduliannya kepada orang miskin, seperti yang sudah lama dihayati ketika masih menjadi kardinal di Buenos Aires, tetap dipegang teguh. Orang miskin memperoleh posisi istimewa di hatinya. Ia tidak peduli pada akibatnya. Paus pernah mengatakan, ”Kalau makan tidak habis dan dibuang-buang, itu sama saja merampok orang miskin.” 

 Citra Allah 

Sikap ini menegaskan pada pendiriannya yang memegang teguh teologi konservatif, yang membawa manusia ke fitrahnya, sebagai citra Allah, bukan teologi progresif. Sebab, teologi progresif itu pikiran orang elite; yang menganggap orang miskin itu hanya tahu iman dan makan, tidak tahu teologi. Hal itu seperti tecermin dalam ensiklik pertamanya, ”Gaudium Evangelii”, Kegembiraan Pewartaan. 

Paus sadar dan paham bahwa kebutuhan dunia, umat, bukanlah rumusan teologi yang canggih, mbulet, melainkan sebuah praksis hidup yang nyata: kesederhanaan, kepedulian, kemurahan hati, belarasa, melawan segala kemegahan duniawi, dan tidak menggunakan agama sebagai selubung untuk melakukan tindakan tidak terpuji, amoral, termasuk korupsi. 

Tidak diduga ribuan umat yang hadir di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, untuk mengikuti audiensi, ketika tiba-tiba Paus turun dari mobilnya dan memeluk seorang bocah kecil yang sakit, yang disable; orang tua yang duduk di kursi roda. Tidak pernah ada seorang Paus merayakan Misa Kamis Putih di penjara Casa del Marmo dan mencuci serta mencium kaki narapidana, laki maupun perempuan, hitam maupun putih, bertato dan bersih. Ada yang Kristen, Muslim, Ortodoks, bahkan atheis. 

Sejak masih di Buenos Aires, hal itu sudah dilakukan. Ia rajin membesuk orang sakit dan pasien AIDS. Ia menyapanya. Ia memeluknya. 

Membawa sapu 

Itulah Paus Fransiskus yang masuk ke Vatikan membawa sapu, membersihkan Bank Vatikan yang korup, yang digunakan untuk pencucian uang, dan mereformasi Kuria Roma. Ia juga membongkar pelecehan seks dan paedophilia yang dilakukan sejumlah pastor. 

Paus Fransiskus melihat bahwa Kuria Roma menjelma menjadi organisasi pemerintahan yang disibukkan urusan administratif. Akibatnya sisi pelayanan, pewartaan pastoral kurang mendapat tempat. Gereja makin sibuk dengan urusan duniawi yang menggiurkan. 

Ia juga melihat dan merasakan, bahkan sejak lama, Gereja tak ubahnya korporasi yang dibelit skandal demi skandal. Gereja keropos bukan karena kuatnya atheisme, melainkan karena kelakuan anak-anaknya. Dan, reputasinya dilempar di meja judi, dipertaruhkan. 

Paus Fransiskus melangkah mantap bahwa semua harus dibongkar, diperbaiki, dan didirikan bangunan baru. Gereja yang dari dulu sentralistis, diurai dan sistem kolegialitas mendapat tempat. Bahkan ditekankan. 

Sikapnya terhadap kaum homoseksual pun membuat orang terkejut. ”Aku ini siapa, sehingga harus menghukum mereka,” katanya. Banyak persoalan Gereja mulai diurai, diselesaikan. Dan, pantas kalau ia disebut sebagai pengubah sejarah Gereja, dan akhirnya nanti sejarah umat manusia. 

 Trias Kuncahyono, wartawan senior harian Kompas 
Artikel ini telah dimuat di kompas.com pada 13 Desember 2013
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus mengeluarkan Eksortasi Apostolik: Evangelii Gaudium

Paus Fransiskus mengeluarkan Eksortasi Apostolik: Evangelii Gaudium 

Paus Fransiskus telah mengeluarkan Eksortasi Apostolik pertamanya, Evangelii Gaudium (Kegembiraan Injil) pada Selasa. Evangelii Gaudium adalah judul dokumen yang dipilih Paus Fransiskus, dengan menempatkan kegembiraan dalam perjumpaan dengan Kristus yang menjadi ciri khasnya setiap penampilan publik yang telah dilakukan selama ini. 

Dokumen setebal 224 halaman itu menguraikan visi Paus tentang sebuah Gereja misionaris, yang memperbaharui struktur dan program Gereja untuk fokus pada misi evangelisasi dalam dunia modern. Dalam dokumen itu, Paus berbicara tentang berbagai tema, termasuk evangelisasi, perdamaian, homiletik, keadilan sosial, keluarga, menghormati ciptaan, iman dan politik, ekumene, dialog antaragama, serta peran perempuan dan kaum awam dalam Gereja. Paus Fransiskus terus-menerus menjadi perhatian media dengan keinginannya untuk merangkul dan berbagi imannya dengan semua orang. 

Dalam dokumen itu, Paus menyerukan kepada semua orang Kristen untuk melakukan “revolusi dengan cara yang lembut” dengan membuka hati mereka setiap hari terhadap kasih Allah dan pengampunan. Menurutnya, bahaya besar dalam masyarakat konsumen saat ini adalah “kesedihan dan penderitaan” yang diakibatkan oleh “hati yang rakus, mengejar kesenangan, dan hati nurani yang tumpul. “Setiap kali kehidupan batin kita menjadi terjebak dalam kepentingan diri sendiri, tidak ada tempat lagi untuk orang lain, tidak ada ruang lagi bagi orang miskin.” 

 Ia mendesak peran yang lebih besar bagi kaum awam dan perempuan dalam Gereja, terutama “dalam membuat keputusan.” “Saya mengakui bahwa banyak perempuan berbagi tanggung jawab pastoral dengan imam, membantu untuk membimbing orang-orang, keluarga dan kelompok, serta menawarkan kontribusi baru untuk refleksi teologis,” tulis Paus. Paus Fransiskus juga mengkritik sistem ekonomi global yang “tidak adil” saat ini, yang disebabkan oleh tirani pasar, spekulasi keuangan, korupsi dan penggelapan pajak. Selain mengkritik sekularisasi yang telah mengikis nilai-nilai etika, yang mengakibatkan disorientasi dan kedangkalan, Paus juga menyoroti pentingnya perkawinan dan hubungan keluarga yang langgeng. 

Kembali ke visinya tentang Gereja yang miskin dan untuk orang miskin, Paus mendorong kita untuk memberi perhatian khusus terhadap orang-orang yang terpinggirkan dalam masyarakat, termasuk tunawisma, pengungsi, masyarakat adat, lansia, migran, dan korban perdagangan. Akhirnya, dokumen itu juga fokus pada tema mempromosikan perdamaian, keadilan dan persaudaraan, melalui dialog yang baik dan hormat dengan semua orang dari semua agama maupun tak beragama. 

Membangun hubungan yang lebih baik dengan orang Kristen lainnya, Yahudi dan Muslim, dengan semua orang untuk mempromosikan perdamaian dan memerangi fundamentalisme.

Sumber:  Pope Francis releases his first Apostolic Exhortation: Evangelii Gaudium
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Pesan Natal Bersama PGI dan KWI 2013

Pesan Natal Bersama PGI dan KWI 2013 

“Datanglah, ya Raja Damai” (Bdk. Yes. 9:5) 
Saudara-saudari terkasih, segenap umat Kristiani Indonesia, Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. 

1. Kita kembali merayakan Natal, peringatan kelahiran Yesus Kristus Sang Juruselamat di dunia. Perayaan kedatangan-Nya selalu menghadirkan kehangatan dan pengharapan Natal bagi segenap umat manusia, khususnya bagi umat Kristiani di Indonesia. Dalam peringatan ini kita menghayati kembali peristiwa kelahiran Yesus Kristus yang diwartakan oleh para Malaikat dengan gegap gempita kepada para gembala di padang Efrata, komunitas sederhana dan terpinggirkan pada jamannya (bdk. Luk. 2:8-12). Selayaknya, penyampaian kabar gembira itu tetap menggema dalam kehidupan kita sampai saat ini, dalam keadaan apapun dan dalam situasi bagaimanapun. 

Tema Natal bersama PGI dan KWI kali ini diilhami suatu ayat dalam Kitab Nabi Yesaya 9:5 “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita; seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang; Penasehat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai”. 

Kekuatan pesan sang nabi tentang kedatangan Mesias dibuktikan dari empat gelar yang dijabarkan dalam nubuat tersebut, yaitu: 1). Mesias disebut “Penasihat Ajaib”, karena Dia sendiri akan menjadi keajaiban adikodrati yang membawakan hikmat sempurna dan karenanya, menyingkapkan rencana keselamatan yang sempurna. 

2). Dia digelari “Allah yang Perkasa”, karena dalam Diri-Nya seluruh kepenuhan keallahan akan berdiam secara jasmaniah (bdk. Kol. 2:9, bdk. Yoh. 1:1.14). 3). Disebut “Bapa yang Kekal” karena Mesias datang bukan hanya memperkenalkan Bapa Sorgawi, tetapi Ia sendiri akan bertindak terhadap umat-Nya secara kekal bagaikan seorang Bapa yang penuh dengan belas kasihan, melindungi dan memenuhi kebutuhan anak-anak-Nya (Bdk. Mzm. 103:3). 4). Raja Damai, karena pemerintahan-Nya akan membawa damai dengan bagi umat manusia melalui pembebasan dari dosa dan kematian (bdk. Rm. 5:1; 8:2).

2. Seiring dengan semangat dan tema Natal tahun ini, kita menyadari bahwa Natal kali ini tetap masih kita rayakan dalam suasana keprihatinan untuk beberapa situasi dan kondisi bangsa kita. Kita bersyukur bahwa Konstitusi Indonesia menjamin kebebasan beragama. Namun, dalam praktek kehidupan berbangsa dan bernegara, kita masih merasakan adanya tindakan-tindakan intoleran yang mengancam kerukunan, dengan dihembuskannya isu mayoritas dan minoritas di tengah-tengah masyarakat oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan kekuasaan. Tindakan intoleran ini secara sistematis hadir dalam berbagai bentuknya.

Selain itu, di depan mata kita juga tampak perusakan alam melalui cara-cara hidup keseharian yang tidak mengindahkan kelestarian lingkungan seperti kurang peduli terhadap sampah, polusi, dan lingkungan hijau, maupun dalam bentuk eksploitasi besar-besaran terhadap alam melalui proyek-proyek yang merusak lingkungan.

Hal yang juga masih terus mencemaskan kita adalah kejahatan korupsi yang semakin menggurita. Usaha pemberantasan sudah dilakukan dengan tegas dan tidak pandang bulu, tetapi tindakan korupsi yang meliputi perputaran uang dalam jumlah yang sangat besar masih terus terjadi. 

Hal lain yang juga memprihatinkan adalah lemahnya integritas para pemimpin bangsa. Bahkan dapat dikatakan bahwa integritas moral para pemimpin bangsa ini kian hari kian merosot. Disiplin, kinerja, komitmen dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat digerus oleh kepentingan politik kekuasaan. Namun demikian, kita bersyukur karena Tuhan masih menghadirkan beberapa figur pemimpin yang patut dijadikan teladan. Kenyataan ini memberi secercah kesegaran di tengah dahaga dan kecewa rakyat atas realitas kepemimpinan yang ada di depan mata. 

3. Karena itu, Gema tema Natal 2013 “Datanglah, Ya raja Damai” menjadi sangat relevan. Nubuat Nabi Yesaya sungguh memiliki kekuatan dalam ungkapannya. Seruan ini mengungkapkan sebuah doa permohonan dan sekaligus harapan akan datangnya sang pembawa damai dan penegak keadilan (bdk. “Penasihat Ajaib”). 

Doa ini dikumandangkan berangkat dari kesadaran bahwa dalam situasi apapun, pada akhirnya “Allah yang perkasa, Bapa yang Kekal,” Dialah yang memiliki otoritas atas dunia ciptaan-Nya. Dengan demikian, semangat Natal adalah semangat merefleksikan kembali arti Kristus yang sudah lahir bagi kita, yang telah menyatakan karya keadilan dan perdamaian dunia, dan karenanya pada saat yang sama, umat berkomitmen untuk mewujudkan kembali karya itu, yaitu karya perdamaian di tengah konteks kita. Tema ini sekaligus mengacu pada pengharapan akan kehidupan kekal melalui kedatangan-Nya yang kedua kali sebagai Hakim yang Adil. Semangat tema ini sejalan dengan tekad Gereja-gereja sedunia yang ingin menegakkan keadilan, sebab kedamaian sejati tidak akan menjadi nyata tanpa penegakan keadilan. 


4. Karena itu, dalam pesan Natal bersama kami tahun ini, kami hendak menggarisbawahi semangat Kedatangan Kristus tersebut dengan sekali lagi mendorong Gereja-gereja dan seluruh umat Kristiani di Indonesia untuk tidak jemu-jemu menjadi agen-agen pembawa damai di mana pun berada dan berkarya. Hal itu dapat kita wujudkan antara lain dengan: 

a). Terus mendukung upaya-upaya penegakkan keadilan, baik di lingkungan kita maupun dalam lingkup yang lebih luas. Hendaklah kita menjadi pribadi-pribadi yang adil dan bertanggung jawab, baik dalam lingkungan keluarga, pekerjaan, gereja, masyarakat dan di mana pun Allah mempercayakan diri kita berkarya. Penegakkan keadilan, niscaya diikuti oleh sikap hidup yang berintegritas, disiplin, jujur dan cinta damai. 

 b). Terus memberi perhatian serius terhadap upaya-upaya pemeliharaan, pelestarian dan pemulihan lingkungan. Mulailah dari sikap diri yang peduli terhadap kebersihan dan keindahan alam di sekitar kita, penghematan pemakaian sumber daya yang tidak terbarukan, serta bersikap kritis terhadap berbagai bentuk kegiatan yang bertolak belakang dengan semangat pelestarian lingkungan. Dengan demikian kita juga berperan dalam memberikan keadilan dan perdamaian terhadap lingkungan serta generasi penerus kita. 

c). Semangat cinta damai dan hidup rukun menjadi dasar yang kokoh dan modal yang sangat penting untuk menghadapi agenda besar bangsa kita, yaitu Pemilu legislatif maupun Pemilu Presiden-Wakil Presiden tahun 2014 yang akan datang. 

Saudara-saudara terkasih, 
Marilah kita menyambut kedatangan-Nya sambil terus mendaraskan doa Santo Fransiskus dari Asisi ini: 

Tuhan, Jadikanlah aku pembawa damai, 
Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih 
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan 
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian 
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran 
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku sumber kegembiraan, 
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang, 
Tuhan semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur, 
Memahami dari pada dipahami, mencintai dari pada dicintai, 
Sebab dengan memberi aku menerima 
Dengan mengampuni aku diampuni 
Dengan mati suci aku bangkit lagi, untuk hidup selama-lamanya. 
Amin 

SELAMAT NATAL 2013 DAN TAHUN BARU 2014 
Jakarta, 18 November 2013 

Atas nama PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA 
Pdt. Dr. A. A. Yewangoe (Ketua Umum) 
Pdt. Gomar Gultom, M.Th. (Sekretaris Umum) 

KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA Mgr Ignatius Suharyo (Ketua Umum) 
Mgr J. M. Pujasumarta (Sekretaris Jenderal)
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus memberikan peneguhan kepada warga Filipina

Paus Fransiskus memberikan peneguhan kepada warga Filipina 

Paus Fransiskus bertemu dengan komunitas Filipina di Roma hari ini, dengan mendorong mereka untuk bangkit dari bencana baru-baru ini di negara asal mereka untuk tidak pernah bosan berdoa. Mengacu pada topan Haiyan yang menimbulkan bencana dahsyat di Filipina, Paus Fransiskus mendorong mereka, “Di saat-saat sedih, biarkan kuasa doa ini menjadi andalan kita. …Dan saya juga menemani Anda dengan doa.” 

“Sebagai anak-anak Tuhan, kita harus berdoa, terutama di saat-saat sulit,” tekan Paus Fransiskus. Paus Fransiskus telah bergabung dengan Luis Antonio Kardinal Tagle dari Manila dan komunitas Filipina di Roma untuk menghormati St. Pedro Calungsod, seorang katekis dan martir Filipina. Paus memberkati mosaik pemuda itu yang dikanonisasikan sebagai Santo oleh Paus Benediktus XVI Oktober tahun lalu. Kardinal Tagle berbicara tentang perjuangan rakyat Filipina, serta keberanian mereka dalam menghadapi situasi menakutkan. 

Paus Fransiskus memeluk kardinal itu pada akhir sambutannya, menunjukkan rasa solidaritas serta “kedekatan dan doanya.” Penghormatan terhadap St. Pedro Calungsod di Basilika Santo Petrus datang pada saat yang penting bagi rakyat Filipina, yang sedang berjuang untuk pulih akibat topan tersebut. Lina Santos, yang tinggal di Roma, tetapi berasal dari Filipina, mengatakan kepada CNA bahwa pertemuan hari ini adalah “sangat berarti bagi kami” karena menghormati santo dari Filipina” meskipun kesulitan yang kami hadapi sekarang.” “Meskipun kami telah mengalami bencana, masih ada harapan bahwa kami dapat memperoleh lagi harapan kami,” katanya.

Sumber: Rome’s Filipino community meets the pope
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus angkat Pastor Paskalis OFM sebagai Uskup Bogor

Paus angkat Pastor Paskalis OFM sebagai Uskup Bogor 

Pastor Paskalis Bruno Syukur OFM Pada Kamis (21/11), Paus Fransiskus mengangkat Pastor Paskalis Bruno Syukur OFM sebagai Uskup Bogor yang baru. Sebagaimana dilansir Agenzia Fides, penunjukkan ini dilakukan setelah Bapa Suci menerima permohonan pengunduran diri Mgr Mikael Cosmas Angkur OFM yang menjadi Uskup Bogor sejak 1994 dan kini menginjak usia 76 tahun. 

Pastor Paskalis yang lahir di Ranggu, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur pada 17 Mei 1962 selama ini bertugas sebagai Definitor General OFM di Roma, jabatan di bawah pemimpin umum OFM. Dari 9 anggota Definitor General, ia membawahi sejumlah provinsi OFM di Asia dan Oceania, seperti India, Pakistan, Jepang, Australia-Selandia Baru, termasuk Indonesia. 

Dalam rangka tugasnya sebagai Definitor General, ia terakhir kali mengunjungi Indonesia pada awal Oktober lalu, saat menghadiri Sidang OFM Provinsi Indonesia di Pacet, Sindanglaya, Jawa Barat. Dalam perpisahannya dengan pimpinan OFM di Roma, setelah mendapat berita pengangkatannya, Pastor Paskalis mengatakan, ini merupakan tugas baru yang tampaknya sulit. 

“Tapi saya mohon doa saudara-saudara sekalian”, tegasnya dalam video yang di-posting di situs www.ofm.org. Pastor Paskalis masuk Ordo Fransiskan, setelah menyelesaikan pendidikan SMP-SMA di Seminari Pius XII Kisol, Manggarai Timur. Studi filsafat dilewatinya di Sekolah Tinggi Filsafat Driyakara, Jakarta (1983-1987) dan kemudian melanjutkan studi teologi di Fakultas Teologi Wedhabkti, Kentungan, Yogyakarta. Pada 2 Februari 1991 ia ditahbiskan menjadi imam, dimana setelahnya ia diutus bertugas di Paroki Moanemani, Keuskupan Jayapura, hingga 1993. Tahun 1993-1996 ia studi Spiritualitas Fransiskan di Universitas Antonianum, Roma dan meraih gelar licensiat. 

Sepulang studi, ia menjadi magister para novis OFM di Novisiat Transitus Depok, Jawa Barat (1996-2001) sekaligus menjadi anggota dewan OFM Provinsi Indonesia. Tahun 2001, dalam Sidang Provinsi, ia dipilih menjadi Provinsial OFM Indonesia. Sidang periode berikutnya, pada 2007, ia terpilih kembali dan hanya menjabat 2 tahun, karena diangkat menjadi Definitor General, sehingga ia harus pindah ke Roma. Pastor Paskalis akan memimpin Keuskupan Bogor yang berdiri sejak 3 Januari 1961. 

 Keuskupan dengan luas wilayah 18,369 kilometer persegi ini awalnya dipimpin uskup Fransiskan asal Belanda, Mgr Nicolaus Johannes Cornelis Geise OFM (1961-1975). Ia kemudian digantikan oleh Mgr Ignatius Harsono (1975-1993). Setelah Uskup Ignatius pensiun, Uskup Agung Jakarta Mgr Leo Soekoto SJ menjadi administrator hingga Mgr Mikael dipilih pada 1994. Populasi penduduk di Keuskupan Bogor mencapai 16.283.000, dengan jumlah umat Katolik 83.406, yang tersebar di 18 paroki. Mayoritas warga di wilayah keuskupan ini, adalah Muslim. 

Ryan Dagur, Jakarta
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Kesaksian seorang penderita penyakit langka dipeluk Paus Fransiskus

Kesaksian seorang penderita penyakit langka dipeluk Paus Fransiskus

Seorang pria yang menderita penyakit langka merasa bahagia dan dikasihi setelah dirangkul Paus Fransiskus. “Paus tidak takut dengan saya, ia memeluk saya. Ia membelai saya, saya merasa sentuhan kasihnya,” kata Vinicio, 53. Ini adalah kesaksian Vinicio, pria yang menerima berkat khusus dari Paus Fransiskus, dan foto-fotonya telah beredar di seluruh dunia. 

 Dalam sebuah wawancara dengan koran Italia, Panorama, Vinicio berbicara dengan penuh emosional tentang rangkulan kasih Paus Fransiskus yang berlangsung di Lapangan Santo Petrus, Vatikan. “Saya pertama kali mencium tangannya, sedangkan ia membelai kepala dan menyentuh lukaku. Kemudian dia merangkul saya, saya mendekap dia erat-erat dan ia mencium wajahku,” kisah pria itu. Ia menambahkan, “Paus menarik kepalaku ke dadanya dan tangannya merangkul saya. 

Dia memelukku erat-erat, seolah tidak membiarkan saya pergi. Saya mencoba untuk berbicara, mengatakan sesuatu, tapi saya tidak bias berkat-kata: Saya sangat emosional. Itu berlangsung sekitar lebih dari satu menit, tapi rasanya seperti seabad.” Berasal dari Isola, sebuah desa kecil di Provinsi Vicenza, Italia, Vinicio tinggal bersama adiknya dan bibi mereka, Caterina Morena, yang mengasuh mereka. 

Seperti saudarinya yang menderita penyakit yang sama (dalam tipe yang lebih ringan), ia telah menderita nuerofibromitosis tipe 1 sejak ia berusia 15 tahun. Nuerofibromitosis adalah penyakit langka yang menyebabkan rasa sakit di seluruh tubuh. Saat ini, tidak ada pengobatan untuk menyembuhkan penyakit tersebut. “Tanda-tanda pertama dari penyakit itu muncul setelah saya berusia 15 tahun. Saya diberitahu bahwa saya akan mati dalam 30 tahun. 

Tapi, saya masih hidup hingga sekarang,” katanya. “Tangan Paus begitu lembut. Lembut dan indah. Senyumnya ceria dan terbuka. Tapi, apa yang paling mengesankan saya adalah bahwa ia langsung mencium saya. Penyakitku tidak menular, tapi ia tidak tahu itu. Ia membelai wajahku, dan ketika dia melakukan, saya merasakan sentuhan kasihnya,” tambahnya.
Sumber:  How it felt to be embraced by the pope
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)