Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.
Showing posts with label Berita Umum. Show all posts
Showing posts with label Berita Umum. Show all posts

Ratusan Yahudi ultra-Ortodoks protes kunjungan Paus Fransiskus ke Yerusalem

Ratusan Yahudi ultra-Ortodoks protes kunjungan Paus Fransiskus ke Yerusalem

Terakhir di Yerusalem menuntut agar Israel tetap memiliki hak atas situs ini dimana Paus Fransiskus akan merayakan Misa. Paus akan mengunjungi Tanah Suci dari 24 hingga 26 Mei dan sebelum kembali ke Roma ia dijadwalkan akan merayakan Misa di situs yang dikenal sebagai Perjamuan Kudus atau Cenacle, di Gunung Sion. 

Yahudi menghormati situs itu sebagai makam Raja Daud, yang terletak di lantai dasar gedung yang sama. Situs ini juga penting bagi umat Muslim. Rabbi Avraham Goldstein menuduh pemerintah Israel ingin menyerahkan Ruang Atas kepada pihak Vatikan. 

 Kedaulatan atas Cenacle itu, yang direnovasi oleh Fransiskan pada abad ke-14 sebelum kelompok itu dipaksa keluar, adalah masalah yang sangat sensitif. Saat ini bagian dari negosiasi antara Israel dan Vatikan yang diharapkan untuk memulihkan situs itu. Seperti yang dikisahkan dalam Kitab Suci Perjanjian Baru bahwa di tempat itu Yesus mengadakan Perjamuan Terakhir bersama para murid-Nya, sebelum penangkapan dan penyaliban-Nya. 

 Tempat ini, menurut Kitab Suci, Roh Kudus turun atas para rasul (Pentakosta), 50 hari setelah Hari Raya Paskah. Presiden Israel Shimon Peres mengatakan kepada sebuah surat kabar Italia saat berkunjung ke Vatikan April lalu bahwa kompromi telah dicapai tentang Cenacle, dan “99 persen” dari isu-isu yang berkaitan dengan situs tersebut telah ditangani. 

Namun, tidak ada kesepakatan resmi telah diumumkan. Pengunjuk rasa ultra-Ortodoks berencana menggelar aksi demonstrasi lain di sana pada 22 Mei – hanya tiga hari sebelum Paus dijadwalkan tiba di Yerusalem. Kunjungan singkat Paus Fransiskus ke Tanah Suci telah menghadapi kendala, termasuk peningkatan kebencian oleh ekstremis Yahudi yang menargetkan Muslim dan Kristen. 

“Aksi-aksi vandalisme tak terkendali meracuni suasana koeksistensi dan kolaborasi, terutama dalam dua minggu sebelum kunjungan Paus Fransiskus,” kata Patriark Latin Fuad Twal, tokoh Katolik Roma paling senior di Tanah Suci, pada Minggu. 

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus menjelaskan uskup yang dibutuhkan Gereja

Paus Fransiskus menjelaskan uskup yang dibutuhkan Gereja

 Paus Fransiskus bertemu dengan para anggota Kongregasi Uskup Vatikan belum lama ini, dan berbicara panjang lebar tentang karakteristik para pemimpin Gereja yang dibutuhkan. Dalam proses pengangkatan uskup, Paus mengatakan: “Kongregasi ini hendaknya memastikan bahwa nama yang dipilih pertama-tama dipanggil oleh Tuhan.” 

Dia meminta para anggota Kongregasi itu untuk mencari imam yang telah mendedikasikan diri untuk Tuhan dan menarik orang lain kepada-Nya. “Tidak ada seorang pastor yang standar untuk semua keuskupan,” kata Paus, kebutuhan khusus dari masing-masing keuskupan akan meminta berbagai macam uskup. Tapi semua uskup harus memiliki beberapa karakteristik umum: “Profesionalisme, semangat pelayanan, dan kesucian hidup.” 

Paus Fransiskus mengingatkan Kongregasi itu bahwa pemilihan yang dilakukan yakni seorang uskup harus menjadi saksi Kristus yang Bangkit. Selanjutnya, ia mengatakan: Uskup sebagai pengawal doktrin, tidak mengukur seberapa jauh dunia berpijak pada kebenaran doktrinal, tetapi dalam rangka untuk memikat dunia … dengan keindahan cinta, dengan kebebasan yang ditawarkan oleh Injil. 

Gereja tidak membutuhkan pembela atau tentara salib untuk pertempuran, tapi menjadi penabur rendah hati dan percaya kebenaran, yang tahu bahwa itu selalu diberikan kepada mereka dan kepercayaan dalam kekuasaan-Nya. Seorang uskup juga harus menjadi seorang pendoa, kata Paus. Dia harus berdoa terus-menerus untuk kesejahteraan keuskupannya. 

Paus memperingatkan Kongregasi itu bahwa dalam pemilihan uskup “kita harus menghindari dan mengatasi pilihan-pilihan tertentu – simpati, asalnya, atau kecenderungan.” Para calon uskup, tambahnya, “Hati-hati bahwa mereka tidak ambisius, mereka tidak dalam pencarian dari keuskupan.” 

 Meskipun mengakui bahwa sulit untuk menemukan para imam yang memiliki semua karakteristik seperti yang disebutkan untuk menjadi seorang uskup yang baik, Paus mengatakan kepada Kongregasi itu bahwa ia tidak ragu orang tersebut dapat ditemukan karena Yesus tidak akan meninggalkan Gereja-Nya. 

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Hukum Syariah diterapkan kepada warga non-Muslim

Hukum Syariah diterapkan kepada warga non-Muslim 

Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam telah me
nyetujui hukum kontroversial, qanun tentang Jinayat dan hukum Acara Jinayat, yang mereapkan hukum Islam, yang berlaku bagi umat Muslim dan non-Muslim. Menyusul keputusan tersebut, komunitas Kristen di provinsi ini merasa takut dan khawatir, kata laporan-laporan.

Hukum Syariah biasanya terbatas hanya untuk umat Muslim. Abdullah Saleh, ketua Badan Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menegaskan bahwa hukum itu secara resmi mulai berlaku setelah Gubernur Zaini Abdullah menandatangani pada Desember lalu dan secara resmi diterapkan mulai tanggal 31 Desember. 

 Menurut Qanun itu, semua orang yang melanggar hukum tersebut, terlepas dari agama mereka, akan dinilai sesuai dengan hukum Islam. Umat non-Muslim yang melanggar hukum tersebut akan diadili di pengadilan sipil atau pengadilan Islam. Perwakilan dari Gereja-gereja dan aktivis hak asasi manusia telah menyerukan bahwa UU tersebut, “berbahaya bagi hak asasi manusia dan kebebasan beragama”. 

Para aktivis mengkritik cara yang dilakukan oleh kepolisian khusus untuk Syariat. Mereka berpatroli di jalan-jalan untuk memastikan kepatuhan hukum Islam tersebut, terutama pada adat dan kebiasaan masyarakat. Pihak berwenang telah berulang kali menyerah karena tekanan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang memiliki otoritas terhadap hukum Syariah. 

MUI berargumen bahwa hukum itu untuk mengawasi perilaku yang mengganggu kehidupan masyarakat. Sejak penerapan Syariat Islam di Aceh, kaum perempuan tidak boleh memakai celana ketat atau rok mini. Sebanyak 62 orang, termasuk dua non-Muslim, ditahan dalam beberapa hari terakhir, karena mereka “memakai pakaian yang tidak pantas”.

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus tidak akan mengubah ajaran Gereja

Paus tidak akan mengubah ajaran Gereja

Sean Kardinal O’Malley dari Boston, Amerika Serikat, mengatakan ia memuji sikap Paus Fransiskus yang cepat menanggapi sorotan dunia terkait ajaran Gereja. Tapi, kardinal itu memperingatkan bahwa bagi mereka yang memiliki harapan tinggi perubahan ajaran Gereja tentang kontrasepsi, aborsi, homoseksualitas, dan isu-isu lainnya kemungkinan akan kecewa. 

“Saya tidak melihat Bapa Suci akan mengubah ajaran Gereja,” kata Kardinal O’Malley dalam sebuah wawancara dengan the Globe. Uskup Agung Boston itu yang dikenal dekat dengan Paus Fransiskus mengatakan Gereja akan mempertimbangkan kemungkinan umat Katolik yang bercerai dan menikah kembali untuk menerima sakramen-sakramen, meskipun Bapa Suci sendiri pernah memberikan sinyal secara keterbukaan terhadap isu tersebut. 

 “Gereja harus setia kepada Injil dan ajaran Kristus,” kata Kardinal O’Malley. “Kadang-kadang hal itu terasa sangat sulit. Kita harus mengikuti apa yang dikehendaki Kristus, dan percaya bahwa apa yang ia minta dari kita adalah sesuatu yang terbaik.” Kardinal O’Malley meminta agar wawancara, yang dilakukan di pastoran Katedral Salib Suci di Boston South End, tempat dia tinggal bersama empat imam lainnya, fokus pada Paus dan Gereja universal. Isu-isu tentang kontrasepsi, pernikahan gay dan perceraian, katanya, sudah sering dilontarkan oleh Paus Fransiskus di banyak kesempatan. 

Namun, Bapa Suci ingin lebih fokus pada penginjilan, sikap bela rasa dan perhatian kepada masyarakat miskin, kata Kardinal O’Malley. Para pengamat Gereja berspekulasi bahwa para uskup mungkin membahas dan melakukan revisi larangan menikah lagi bagi umat Katolik yang bercerai untuk menerima sakramen dalam sinode yang akan berlangsung di Roma pada Oktober tahun ini untuk membahas pelayanan Gereja pada isu-isu keluarga. 

Tapi, Kardinal O’Malley mengatakan bahwa meskipun Paus merasa prihatin dengan nasib umat Katolik yang menikah lagi yang ingin dekat dengan Gereja, “Saya tidak melihat adanya pembenaran teologis” untuk melonggarkan peraturan. Dalam persiapan untuk sinode tersebut, Vatikan telah mengumpulkan masukan dari para uskup di seluruh dunia tentang ajaran Gereja terkait keluarga dan moralitas seksual, serta sejauhmana pandangan mereka terhadap ajaran Gereja tersebut.

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Pesan Prapaskah tekankan sikap bela rasa dengan orang miskin

Pesan Prapaskah tekankan sikap bela rasa dengan orang miskin 

Masa Prapaskah tahun ini Paus Fransiskus telah memilih tema “Dia menjadi miskin, sehingga dengan kemiskinan-Nya kalian menjadi kaya”, demikian Vatikan. Tema itu diambil dari sebuah ayat dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Umat di Korintus, di mana santo itu mempromosikan sikap bela rasa dalam memberi dan keinginan untuk “menguji kasih yang tulus dari kalian melalui p
erhatian kalian kepada orang lain”.

Teks itu berbunyi: “Sebab kalian mengetahui betul bahwa kita sangat dikasihi oleh Yesus Kristus Tuhan kita. Ia kaya, tetapi Ia membuat diri-Nya menjadi miskin untuk kepentinganmu, supaya dengan kemiskinan-Nya itu, kalian menjadi kaya” (2 Kor 8:9). 

Pesan teks Paus untuk Masa Prapaskah, yang dimulai pada 5 Maret itu, akan dirilis pada konferensi pers di Vatikan. Prapaskah merupakan masa berpuasa dan berpantang bagi umat Katolik di seluruh dunia. Haiti diharapkan menjadi fokus untuk Masa Prapaskah bersama pasangan suami-istri Italia yang melayani sebagai misionaris di negara Karibia itu yang dijadwalkan akan berbicara pada konferensi pers di Vatikan. 

Mereka akan didampingi oleh para pejabat tinggi dari Dewan Kepausan Cor Unum, sebuah dewan yang menangani bantuan karitatif Gereja Katolik di seluruh dunia. Menurut Bank Dunia, Haiti adalah salah satu negara termiskin di belahan bumi ini dan masih berjuang untuk membangun kembali selama empat tahun setelah gempa dahsyat melanda negara itu pada 12 Januari 2010. 

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus dilukis seperti superman

Paus Fransiskus dilukis seperti superman 

Paus Fransiskus dilukis seperti superman, terbang di udara dengan jubah putih: gambar graffiti itu dilukis oleh seorang seniman anonim kemudian di-tweet oleh Vatikan pada Selasa. Gelar Person of the Year tampaknya tidak cukup bagi Paus Fransiskus. Pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia itu kini digambarkan sebagai pahlawan super, SuperPope. 

 Gambar yang menampilkan Paus Fransiskus sebagai pahlawan super mengenakan jubah putih dengan pose terbang ala Superman pada sebuah tembok di Borgo Pio, sebuah jalan kecil di dekat Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Paus Fransiskus dilukis terbang dengan tangan kanannya meninju ke depan sembari membawa tas berwarna hitam dengan tulisan berwarna putih Valores (bahasa Spanyol) yang berarti nilai atau norma. 

“Kami berbagi dengan Anda sebuah grafiti yang ditemukan di sebuah jalan di Roma dekat Vatikan,” demikian Dewan Kepausan untuk Komunikasi Sosial dari Takhta Suci pada halaman Twitter resminya. Paus berusia 77 tahun itu terkenal karena mengabaikan keamanan dan turun ke tengah kerumunan massa untuk menyalami para peziarah tersebut, dan sering menggunakan lelucon atau cerita untuk menyebarkan nilai-nilai Gereja. 

Paus adalah pengguna Twitter, secara rutin mem-posting ke twitter-nya dalam sembilan bahasa, dimana Twitter-nya kini memiliki lebih dari 10 juta pengikut. Paus Fransiskus sukses menarik hati warga dunia karena gaya kepemimpinannya yang sederhana dan pesannya untuk membantu kaum miskin. 

 Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus: Universitas Katolik harus menjadi saksi ajaran Gereja

Paus Fransiskus: Universitas Katolik harus menjadi saksi ajaran Gereja 

Universitas-universitas Katolik harus memberikan kesaksian ajaran Gereja “tanpa kompromi” serta menunjukkan identitas Katolik mereka, kata Paus Fransisksus. Universitas-universitas Katolik, “dengan ciri khasnya, berkomitmen untuk menunjukkan keselarasan iman dan pikiran serta menyampaikan pesan Kristen untuk kehidupan manusia secara utuh dan otentik,” katanya dalam audiensi dengan anggota Dewan Pengurus Universitas Katolik Notre Dame dan para pejabat lainnya. 

Paus bertemu pada Kamis dengan sekitar 130 orang yang mewakili universitas Katolik itu yang berbasis di Indiana, Amerika Serikat, yang berada di Roma untuk peresmian pusat universitasnya yang baru di ibukota Italia itu. Berbicara dalam bahasa Italia, Paus Fransiskus memuji universitas itu, dengan mengatakan universitas itu “telah memberikan kontribusi luar biasa bagi Gereja di negara kalian melalui komitmennya terhadap pendidikan agama bagi kaum muda dan beasiswa yang terinspirasi oleh keyakinan dalam keselarasan iman dan pikiran dalam mengejar kebenaran dan kebajikan.” 

Dia mengatakan visi awal lembaga itu yang ditetapkan oleh pendiri Kongregasi Salib Suci, “tetap bertahan dalam situasi yang berubah dari abad ke-21, ciri khas utama universitas itu dan pelayanan yang diberikan kepada Gereja dan masyarakat Amerika.” Identitas Katolik dan semangat kerasulan sangat penting, kata Paus, dan harus jelas dalam cara hidup Katolik dan cara kerja semua lembaga Katolik. 

Universitas Katolik berperan khusus untuk menjadi misionaris yang setia pada Injil karena komitmen mereka untuk menunjukkan keselarasan iman dan pikiran, dan menunjukkan bagaimana pesan Kristen menawarkan kepada orang lebih lengkap, lebih otentik terhadap kehidupan manusia, katanya. “Yang penting dalam hal ini adalah menjadi saksi tanpa kompromi dari universitas-universitas Katolik terhadap ajaran moral Gereja, dan mempertahanankan indenpendensinya, tepatnya di dalam dan melalui lembaga-lembaga tersebut, guna menegakkan ajaran itu sebagaimana dinyatakan secara otoritatif oleh magisterium para imam-imamnya,” katanya.

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Letusan Sinabung memaksa lebih dari 25.000 orang mengungsi

Letusan Sinabung memaksa lebih dari 25.000 orang mengungsi 

Lebih dari 25.000 orang telah dievakuasi dari rumah-rumah mereka di sekitar Gunung Sinabung, Sumatra Utara. Pada Jumat, gunung itu memuntahkan abu dan lahar panas hingga radius 4 kilometer, yang menyebabkan rumah-rumah kayu rusak serta ratusan polisi dan militer mengevakuasi warga sekitar gunung tersebut. 

“Status Gunung Sinabung saat ini masih awas,” kata Tri Budiarto, Deputi Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Polisi dan militer bertanggung jawab untuk memastikan para pengungsi berada di tempat yang aman.” Para pengungsi, yang berjumlah lebih dari 25.500 orang, sedang ditampung di 38 tempat penampungan darurat dengan bantuan selama setidaknya satu minggu. 

“Sekarang kita mencoba untuk menyediakan lebih banyak air bersih, yang sangat terbatas,” tambah Budiarto. Laporan pers Indonesia mencatat 14 tewas yang berhubungan dengan aktivitas gunung berapi tersebut sejak letusan pada September menyusul gunung itu kembali aktif tahun 2010 setelah 400 tahun tidak aktif. 

 Direktur Karitas Keuskupan Agung Medan, Pastor Markus Manurung, mengatakan kepada ucanews.com bahwa tim Karitas yang terdiri dari empat dokter dan lima perawat telah tiba di daerah tersebut dan memberikan pengobatan gratis kepada 500 orang dalam radius 10 km dari gunung itu. Pemerintah, LSM dan paroki juga telah memberikan obat-obatan, tambahnya. “Kami berharap kami dapat memiliki lebih banyak dokter dan perawat sehingga kami dapat melayani lebih banyak orang,” kata Pastor Manurung.
 Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus: Aborsi sangat mengerikan

Paus Fransiskus: Aborsi sangat mengerikan 

Paus Fransiskus mengeluarkan kecaman terkait praktik aborsi atau pengguguran janin dalam kandungan dengan menyebutnya sebagai sesuatu yang “mengerikan” yang menyepelekan nilai kehidupan manusia. Dia mengatakan tindakan itu adalah “menakutkan” untuk berpikir tentang penghentian kehamilan dini. 

Sejak pemilihannya pada Maret, Paus belum berbicara menentang aborsi secara tegas seperti pendahulunya. Dia membuat komentar tersebut dalam pidato tahunannya kepada para diplomat untuk Vatikan tentang “State of the World”. “Ini sangat mengerikan, bahkan untuk membayangkannya sekalipun, bahwa ada anak-anak korban aborsi yang tak akan pernah melihat cahaya,” kata Paus, seperti dilansir muat BBC, Selasa (14/1/2014). 

 “Dan sayangnya, apa yang kini dibuang sia-sia oleh orang bukan hanya makanan dan benda-benda yang seharusnya bisa digunakan kembali. Tapi juga manusia, yang dianggap tak perlu ada.” Beberapa bulan yang lalu Paus Fransiskus mengakui ia tak banyak bicara soal isu-isu seperti aborsi dan kontrasepsi. Ia menjelaskan ia merasa tidak perlu untuk berbicara tentang pertanyaan-pertanyaan kontroversial “sepanjang waktu”. 

Masih terkait aborsi, Paus pernah menelepon perempuan yang hamil di luar nikah. Perempuan itu bernama Anna Romano, yang sebelumnya mengirim surat kepada Paus. Ia menceritakan bahwa ia hamil di luar nikah, tapi ia memutuskan untuk tidak mengaborsi bayinya. Wartawan BBC Alan Johnston di Roma mengatakan bahwa ada kekhawatiran di beberapa kalangan Katolik Roma bahwa Paus tidak cukup tegas terkait pandangan Gereja tentang aborsi. 

Beberapa bulan lalu Paus Fransiskus mengakui bahwa ia tak banyak bicara tentang isu-isu seperti aborsi dan kontrasepsi. Namun, ia menjelaskan bahwa ia merasa tidak perlu berbicara tentang pertanyaan-pertanyaan kontroversial “setiap saat”. 

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Perdana Menteri ajak dialog terkait perselisihan berlanjut tentang kata ‘Allah’

Perdana Menteri ajak dialog terkait perselisihan berlanjut tentang kata ‘Allah’ 

Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak mengatakan kepada seluruh warga Malaysia pada Senin untuk kembali berdialog guna menyelesaikan masalah terkait penggunaan kata “Allah” karena akan merusak perdamaian negara itu. 

Dalam pidato bulanan pertama di Departemen Perdana Menteri untuk menyambut tahun baru, Najib mengatakan isu-isu sensitif tersebut harus ditangani dengan sabar dan objektif, seraya memperingatkan bahwa kerukunan negara itu bisa terancam kalau kedua pihak tidak mau berdialog. “Ketegangan ini akan berkurang kalau kita bisa duduk bersama-sama. 

Menghadapinya dengan tenang dan menangani isu-isu tersebut didasarkan pada aturan hukum,” kata Najib seperti dikutip The Star dalam situsnya pada 6 Januari. Pada Minggu, ada kekhawatiran tentang kemungkinan kerusuhan karena UMNO di Selangor dan kelompok-kelompok Muslim berencana untuk melakukan aksi protes ke gereja-gereja di negara bagian itu dimana komunitas Kristen tetap ingin menggunakan kata Arab tersebut meskipun hukum negara itu membatasi penggunaannya untuk non-Muslim. UMNO kemudian membatalkan rencananya, namun sejumlah anggotanya bergabung dalam reli terpisah yang diadakan oleh kelompok-kelompok Muslim di Stadion Sultan Sulaiman. 

Mereka juga membatalkan rencana mereka untuk berdemonstrasi ke Gereja St. Maria Lourdes di Klang. Pada Kamis, Departemen Agama Islam Selangor (Jais) telah mengirim sebuah tim yang terdiri dari 20 pejabat agama dan aparat kepolisian untuk melakukan sweeping ke kantor Serikat Kitab Suci (BSM) di Petaling Jaya di mana mereka menyita lebih dari 300 Alkitab dan BUP Kudus. 

 Umat non Muslim di Selangor dilarang menggunakan 35 kata dan frase Arab dalam agama mereka, termasuk “Allah”, “nabi”, “Injil” dan “Insya ‘Allah”. Ketegangan meningkat dalam empat tahun terakhir akibat perselisihan penggunaan kata “Allah” yang masih belum tuntas dan menimbulkan ketegangan agama terburuk dalam sejarah negara itu. 

Sengketa hukum yang sedang berlangsung antara pemerintah dan Gereja Katolik atas haknya untuk mencetak kata “Allah” dalam surat kabar Herald berbahasa Malaysia masih tertunda sebelum Pengadilan Federal, yang diatur untuk mendengar argumen dari kedua pihak pada 24 Februari tahun ini sebelum memutuskan apakah Gereja Katolik boleh menggunakan kata ‘Allah’.

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus: Sudah saatnya kekerasan harus diakhiri

Paus: Sudah saatnya kekerasan harus diakhiri 

Paus Fransiskus mendesak umat manusia bersama-sama bekerja mewujudkan dunia yang setiap orang di dalamnya dapat saling menerima perbedaan masing-masing, dan orang-orang yang bermusuhan mengakui bahwa mereka bersaudara. 

 “Kita semua adalah anak-anak dari satu ayah surgawi. Kita milik keluarga manusia yang sama dan kita berbagi nasib yang sama,” kata Paus Fransiskus kepada ribuan umat Katolik dan wisatawan yang memadati Lapangan St. Petrus pada Rabu (1/1/2014). 

“Ini membawa tanggung setiap orang untuk bekerja mewujudkan dunia menjadi sebuah komunitas persaudaraan yang saling menghormati, saling menerima dalam keragaman setiap orang, dan mengurus satu sama lain,” kata Paus. Saat menyampaikan pidato tanpa teks, Paus mengungkapkan keprihatinannya tentang beragam aksi kekerasan di dunia. 

“Ada apa dengan hati manusia? Ada apa dengan hati kemanusiaan? Sudah saatnya (kekerasan) diakhiri!” Paus mengaku pernyataannya itu terinspirasi sebuah surat yang dia terima, yang menyatakan bahwa ada begitu banyak tragedi dan perang di dunia. 

 “Saya juga percaya, akan baik bagi kita semua untuk menghentikan diri kita sendiri dari jalan kekerasan ini dan mencari perdamaian.” Kembali ke naskah pidatonya, Paus menyatakan harapannya masih ada hati nurani yang tersentuh sehingga merobohkan dinding penghalang untuk mengakui bahwa semua orang sesungguhnya bersaudara. 

 “Kita juga dipanggil untuk melihat ada begitu banyak kekerasan dan ketidakadilan di seluruh belahan dunia, yang kita tinggalkan dan diamkan dengan acuh tak acuh,” ujar Paus. “(Saat ini) dibutuhkan komitmen semua orang untuk membangun masyarakat yang benar-benar lebih adil dan bersatu.” 

Gereja Katolik Roma menetapkan 1 Januari sebagai Hari Perdamaian Dunia. Di Lapangan St. Petrus tempat Paus berpidato ini, merupakan finis dari pawai yang diikuti ribuan orang. Dari banyak bendera yang dibawa selama pawai, terlihat bendera Suriah merupakan salah satunya. Beberapa peserta dari Suriah pun mengungkapkan harapan konflik di negara mereka tersebut segera berakhir.

Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus, tokoh tahun ini versi Time

Paus Fransiskus, tokoh tahun ini versi Time 

Majalah Time telah menetapkan Paus Fransiskus sebagai Person of The Year for 2013. Redaktur pelaksana Majalah Time Nancy Gibbs menjelaskan keputusan mengapa mereka memilih Paus Fransiskus karena kerendahan hati dan perjuangannya melawan kemiskinan di dunia. 

“Selama s
embilan bulan, ia telah menempatkan dirinya di tengah-tengah percakapan sentral waktu kita, tentang kekayaan dan kemiskinan, keadilan dan keadilan, transparansi, modernitas, globalisasi, peran perempuan, sifat perkawinan, godaan kekuasaan,” ujar Gibbs.

“Ketika ia mencium wajah seorang pria cacat atau mencuci kaki seorang wanita Muslim, gambaranya bergema jauh melampaui batas-batas Gereja Katolik.” Tak hanya Majalah Time yang menetapkan Paus Fransiskus sebagai tokoh tahun ini. Pada awal Juli lalu, majalah Vanity Fair, Italia pun terlebih dulu memilih pemimpin umat Katolik pengganti Paus Benediktus XVI itu. 

 Sebelumnya TIME juga memberikan hal yang sama kepada pendahulu Paus Fransiskus, yakni Paus Yohanes XXIII (1962) dan Yohanes Paulus II (1994). Pilihan ini disambut gembira oleh Vatikan. Juru Bicara Vatikan Pastor Federico Lombardi SJ menyampaikan tanggapannya. “Beliau tidak ingin menjadi terkenal atau ingin mendapatkan penghargaan. Tetapi pilihan ini membantu menyebarkan pesan Injil,” ujar Lombardi. “Puji Tuhan untuk semua orang, beliau pasti akan senang,” 
 
Ia mengatakan, “Ini adalah tanda positif bahwa salah satu penghargaan paling bergengsi di bidang pers internasional telah dikaitkan pada orang yang memberitakan spiritual, agama dan nilai-nilai moral di dunia, dan yang berbicara secara efektif dalam mendukung perdamaian dan keadilan.” “Namun, ia tidak mencari ketenaran dan kesuksesan, karena ia melaksanakan pengabdiannya untuk mewartakan Injil dan kasih Allah untuk semua,” tambahnya.
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus jadi orang berpengaruh di Facebook

Paus Fransiskus jadi orang berpengaruh di Facebook 

Paus Fransiskus telah menarik perhatian dunia dengan pernyataannya yang berani, sikapnya yang ramah, rendah hati dan solider sejak terpilih menjadi Paus pada Maret 2013 – dan semua orang berbicara tentang dia di online. 

Paus berada di puncak daftar orang yang paling berpengaruh di Facebook dari sejumlah orang terkenal dan berbagai hal yang terjadi di seluruh dunia dari 1,2 miliar pengguna Facebook, dan ini bukan daftar statistik Internet pertama yang membuat dia unggul. 

Sebuah survei pada Juli oleh Twiplomacy menjadikan pemimpin Gereja Katolik sedunia itu yang paling berpengaruh di Twitter, termasuk akunnya @Pontifex mendapat rata-rata 8.200 retweets untuk setiap tweet berbahasa Inggris. 

 Survei Global Language Monitor juga menentukan bahwa Paus adalah yang paling populer. Paus tampaknya menyadari kekuatan Internet dan berharap untuk mendorong umat beriman untuk memanfaatkan media online, terutama orang muda: “Untuk mewartakan Kristus di era digital adalah bidang khusus dari tugas orang muda.” Daftar Facebook dari seluruh dunia: 
1. Pope Francis 
2. Election 
 3. Royal Baby 
4. Typhon 
5. Margaret Thatcher 
 6. Harlem Shake 
7. Miley Cyrus 
8. Boston Marathon 
9. Tour de France 
10. Nelson Mandela 

Disadur dari: indonesia.ucanews.com

15 alasan Paus Fransiskus menarik perhatian dunia

15 alasan Paus Fransiskus menarik perhatian dunia 

Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik ini cukup menarik perhatian dunia. Sejak menjabat sebagai Paus, pelayanannya kerap menjadi sorotan. Tindakannya yang terbuka terhadap publik mengundang pandangan tersendiri dari berbagai kalangan. Bila dibandingkan dengan paus sebelumnya, Paus berusia 74 tahun ini tampak berbeda. Berikut berbagai tanggapan: 

1. Sarah Palin menilai Paus adalah sosok yang liberal 
Sarah Palin, mantan kandidat wakil presiden Amerika Serikat tahun 2008 ini menilai bahwa Paus ini sedikit liberal dan wanita itu merasa heran bahwa Paus ini tidak khawatir bilamana berbagai media dapat memanipulasi pesan yang disampaikannya. 

 2. Paus merasa prihatin dengan korban Topan Haiyan, Filipina 
 Setelah kehancuran akibat Topan Haiyan pekan lalu, Paus Fransiskus memimpin 60 ribu orang untuk berdoa bagi para korban. Ia memutuskan agar Vatikan menyumbangkan US$ 150 ribu. Meskipun 80 persen warga Filipina adalah Katolik, namun Paus Fransiskus tetap melakukan hal serupa bagi siapapun. 

3. Paus memberi pelukan hangat bagi 100 penyandang cacat 
 Beberapa waktu lalu, Paus menyambut pengunjung Lourdes sebanyak 100 orang dan memberikan pelukan hangat. Lourdes merupakan tempat suci yang diyakini bias menyembuhkan orang yang sakit dan cacat. 

4. Paus seorang pribadi yang humoris 
 Paus juga dikenal sebagai seorang yang homoris. Hal itu pernah dilakukannya ketika ia berpartisipasi dalam acara amal Italia untuk membantu anak-anak sakit. Saat itu dirinya tampil dengan mengenakan hidung badut. 

5. Paus akan merangkul setiap orang, tak peduli siapa dia 
Beberapa pekan lalu, Paus merangkul seorang pria yang menderita kanker syaraf dan dipenuhi dengan bisul di sekujur tubuhnya. Tindakan ini sebagai bentuk pribadi Paus yang berbela rasa terhadap siapapun. 

6. Paus Fransiskus mengerti tentang “keluarga modern” 
Paus menyadari bahwa keluarga masa kini telah berubah dan menjadi tanda bahwa sudah waktunya Gereja untuk bergerak maju. Atas hal ini, Paus telah mengajak seluruh Gereja untuk fokus pada hal-hal yang dibutuhkan umat seperti persoalan pernikahan sesama jenis dan perceraian. Maka ia menganjurkan agar Gereja memodifikasi tradisi Gereja yang kurang efektif. 

7. Paus mengajak para pemimpin Gereja untuk hidup sederhana 
 Paus yang dikenal sebagai pribadi yang sederhana merasa prihatin dengan cara hidup para pemimpin Gereja yang penuh kemewahan. Dengan itu, dirinya mengajak kardinal dan uskup untuk hidup sederhana sebagai bentuk teladan bagi para umat. 

8. Dia tidak ingin Gereja Katolik “mencampuri” terkait pernikahan sesama jenis 
 Paus Fransiskus telah membuat komentar tentang pernikahan sesama jenis. Pada September, katanya, Gereja Katolik tidak berhak untuk “mencampuri” pernikahan gay atau lesbi. Dia memperingatkan untuk tidak terlalu fokus pada pernikahan gay, hak-hak gay, dan aborsi. Kata-kata ini muncul setelah pernyataan pada Juli yang menarik perhatian dunia. “Jika seseorang gay dan ia mencari Tuhan dan memiliki kemauan baik,” katanya, “siapakah aku untuk menghakimi?” 

9. Dia menggunakan Renault bekas Paus Fransiskus mendapat hadiah 
Renault tua yang pernah digunakan Pastor Renzo Zocca. Cara itu banyak yang mengecewakan keamanan Vatikan, yang lebih suka dia menggunakan “Popemobile” (mobil kepausan). Paus Fransiskus mengemudi mobil tua dan memakai pakaian sederhana karena ia solider dengan kaum miskin di dunia. 

10. Dia menentang kapitalisme global Dia mengkritik keras kapitalisme global. 
Kritikan itu terjadi selama Misa pada September dimana dia mengatakan dunia telah “mendewakan uang.” “Kita tidak ingin sistem ekonomi global ini yang membuat kita begitu banyak kerusakan,” katanya kepada hadirin. “Manusia harus berada di pusat … bukan uang.” 

11. Dia tidak ingin menjadi seorang yang diidolakan 
 Paus Fransiskus tidak ingin dirinya menjadi seorang yang diidolakan. Namun, kerendahan hatinya yang membuat dia menjadi idola. Ketika ia melihat kota Buenos Aires mendirikan patung berukuran dirinya di luar Katedral Buenos Aires, ia meminta mereka untuk merobohkan. 

12. Dia mencuci kaki tahanan pria dan wanita 
Ada banyak cara untuk menjadi rendah hati. Sebuah cara tradisional adalah dengan mencuci kaki orang lain. Paus Fransiskus mengunjungi tahanan remaja Casal Del Marmo di Roma pada Maret lalu dan membasuh kaki beberapa tahanan, termasuk perempuan. Ia adalah paus pertama dalam sejarah untuk membasuh kaki wanita. 

 13. Dia memiliki akun Twitter 
Untuk melakukan evangelisasi dan menjangkau seluruh umat, Paus memiliki akun Twitter dan kini akunnya telah memiliki jutaan pengikut. 

14. Ia secara acak akan menelepon Anda 
Twitter adalah futuristik, namun Paus Frasiskus juga suka menggunakan teknologi lama. Sejak terpilih sebagai Paus, ia telah merima banyak surat dari seluruh dunia, namun sebagian surat itu ditanggapi dia dengan menelpon secara pribadi. 

15. Dia merangkul agama lain 
Paus Fransikus merayakan akhir Ramadan tahun ini dengan merangkul umat Muslim. “Saya ingin mengirim salam kepada umat Muslim di seluruh dunia,” katanya. “Saya berharap bahwa umat Kristen dan umat Muslim terlibat dalam saling menghormati, khususnya melalui pendidikan generasi baru.” 

Sumber: globalpost.com 

Presiden diminta jamin tegaknya hukum

Presiden diminta jamin tegaknya hukum 

Pakar etika politik Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Romo Franz Magnis-Suseno, mengharapkan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono fokus
menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa menjelang masa jabatannya berakhir. Romo Magnis mengatakan, saat ini masih banyak permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia, mulai dari keadilan sosial, unjuk rasa buruh, hukum, pemberantasan korupsi, hingga politik.

“Saya meminta beliau tegas menjamin semuanya,” kata Romo Magnis, seperti dilansir kompas.com. Ia mengatakan, Presiden Yudhoyono juga harus menjamin hak dan kebebasan masyarakat dalam memeluk agama dan keyakinan. Hal itu menjadi penting karena akan menjadi warisan untuk masyarakat dan kepala negara setelah dirinya lengser. 

“Saya juga berharap, di tahun terakhirnya dia terus memberi dukungan tegas pada pemberantasan korupsi,” ujarnya. Pekan lalu, Presiden Yudhoyono yang juga menjabat sebagai Ketua Umum dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat menilai dirinya telah menjadi korban pemberitaan media massa. Ia juga menilai bahwa Partai Demokrat diserang oleh berbagai pihak sehingga elektabilitas Demokrat merosot. 

Menurut Romo Magnis, menjadi hal lumrah bila presiden merangkap jabatan sebagai pimpinan partai. Ia berpendapat, Presiden Yudhoyono tak perlu melepas jabatannya di dalam partai. Namun, ia menyatakan bahwa rangkap jabatan itu tak memengaruhi kinerja sebagai kepala negara. “Itu hal biasa, tapi saya harap SBY memberikan semua tenaganya untuk menyelesaikan tugas sebagai presiden,” tambah Romo Magnis.

Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Pastor Paroki St. Bernadette: Berdoalah bagi orang yang membenci kita

Pastor Paroki St. Bernadette: Berdoalah bagi orang yang membenci kita 

Bagian depan bangunan Gereja Katolik Santa Bernadette, Ciledug, Tangerang Selatan.

Gereja Katolik Santa Bernadette, Ciledug, Tangerang Selatan, pada Minggu (22/9) didemo massa yang mengatasnamakan warga sekitar. Unjuk rasa tersebut dilakukan setelah selesai Misa. “Mereka pun sebelum demo minta izin dulu ke kita (pihak Gereja) dan kepolisian. 

Mereka sampaikan tuntutan tidak boleh ada pembangunan gereja dan tidak boleh ada peribadatan,” kata Kepala Paroki Romo Paulus Dalu Lubur CICM, Selasa (1/10), di Pastoran yang bertempat di Ciledug, Tangerang Selatan, seperti dilansir satuharapan.com. 

Gereja Santa Bernadette yang berlokasi di Graha Raya, Kecamatan Pinang, Ciledug, Tangerang Selatan, kondisinya masih digembok oleh warga, dengan spanduk, poster, sampai coretan di tembok yang bertuliskan kata-kata anarkis. 

Pemberitaan media sebelumnya tidak benar 

“Mereka datang dengan pakaian putih, sorban merah, seperti orang yang ingin menghadapi musuh besarnya saja. Mereka datang mengatasnamakan warga, tetapi pada kenyataannya banyak juga warga yang tidak berdemo, banyak warga yang juga mendukung kita, bahkan ustad, haji, mereka berpihak pada kita dalam pembangunan gereja ini,” kata Romo Paulus. 

 “Tidak ada embel-embel ormas (organisasi masyarakat). Selama ini orang beranggapan buruk tentang ormas seperti FPI, FBR, justru orang-orang ini ada yang membantu kami mengurus gereja. Mereka tidak keberatan membantu kita. Meskipun ada warga yang tidak mendukung tapi banyak dari mereka tidak menyukai aksi demo tersebut. Mereka tidak keberatan ada gereja di lokasi mereka.” 

Meski aksi demo penolakan mengatasnamakan warga, tapi tidak semua warga menolak didirikannya gereja di situ, ungkap Romo Paulus. 

Pastor Paulus menjelaskan, pemberitaan media sebelumnya tidak benar yang menyebutkan ada 2.000-an pendemo. Pendemo tidak sampai 500 orang, itu pun kebanyakan ibu-ibu dan anak-anak kecil. Media massa banyak yang wawancara pihak lain tapi tidak konfirmasi ke pihak gereja, jadi selama ini media massa hanya memberitakan satu pihak. 

Pastor Paulus mengungkapkan keprihatinannya terhadap anak-anak Indonesia ini, dari kecil sudah diindoktrinasi dengan kekerasan dan intimidasi. Bagaimana dengan nasib bangsa ini selanjutnya? 

 Umat tetap beribadah dengan aman 

Namun demikian, meskipun masih terdapat spanduk dan tulisan-tulisan anarkis di depan bangunan gereja yang seluas 6.600 m2 tersebut, umat tetap melakukan ibadah pada hari minggu dengan aman. 

“Mereka boleh menuntut, tuntutan mereka kami dengar, tapi beribadah jalan terus. Kami masih mau tunggu kapan polisi dan tentara turun untuk masalah ini,” kata Romo Paulus. 

Bangunan gereja tersebut masih kosong, hanya ada satu bedeng dan satu poliklinik yang digunakan untuk kegiatan Misa. Dalam kondisi gereja digembok warga yang menolak, umat tetap beribadah di gereja yang sudah 23 tahun berdiri tersebut, dan tetap berjuang demi sebuah rumah ibadah yang layak. 

11.000 umat tidak punya tempat ibadah 

Sebelumnya umat Paroki Santa Bernadette melakukan ibadah di Sekolah Sang Timur, Ciledug. Saat hari besar seperti Natal dan Paskah umat biasanya menyewa tempat, misalnya di gedung Universitas Budi Luhur, Jakarta Selatan atau di Komplek Tentara, Tangerang Selatan. 

 Namun, tahun 2004, setelah didemo oleh berbagai ormas berpaham garis keras, Sekolah Sang Timur akhirnya ditutup untuk kegiatan peribadatan. 

Saat ini umat Paroki Santa Bernadette yang berjumlah sekitar 11.000 orang yang masih tidak punya gereja, melakukan ibadah di beberapa tempat selain di Graha Raya, Gereja Paroki Maria Kusuma Karmel, Ciledug Indah, Metro Permata, Pondok Lestari, dan di daerah Joglo. 

Berdoalah bagi orang yang membenci kita 

“Iman kita mengajarkan menjadi murid Yesus memang tidak mudah, setiap hari harus memikul salib-Nya. Ini belum seberapa dibanding salib Yesus, belum sampai ada pertumpahan darah, meskipun demikian bukan berarti kita mengharapkan ada pertumpahan darah,” katanya. 

Ia mengatakan, “Jika ditampar pipi kiri, berikan pipi kanan, yang berarti iman Katolik menyelesaikan masalah bukan dengan kekerasan, tapi dengan cinta kasih. Oleh karena itu, dialog, mediasi, jalan damai tetap jadi hal utama.” 

“Maka tidak perlu kalau mereka berbuat kekerasan kita juga balas dengan kekerasan, karena jika demikian bisa menyulut kemarahan dan bisa menyebar kemana-mana. Supaya menghindari diri dari konflik horizontal. Inilah pesan injil, agar kita berdoa bagi orang yang membenci kita.”

Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Perjalanan perizinan Gereja St. Bernadette, Tangerang

Perjalanan perizinan Gereja St. Bernadette, Tangerang 

Berusaha patuh pada pemerintah, Paroki St. Bernadette memindah ibadahnya dari Sekolah Sang Timur di Karangtengah, Ciledug, Tangerang (2004) karena ditolak kelompok intoleran. Mereka mendapat izin mendirikan bangunan di Bintaro, tetapi hari Mi
ngggu massa mengatasnamakan warga, menyegel Gereja Katolik Paroki St. Bernadette. ICRP (Indonesian Conference on Religion and Peace) melalui Koordinator Bidang Informasi, Komunikasi, dan Penelitian, Ahmad Nurcholish mengatakan, “Mempercayai pemerintah sia-sia. Mereka tunduk pada mayoritas, bukan tunduk pada hukum.”

Sejarah berdirinya Paroki St. Bernadette 

Paroki St. Bernadette adalah gereja Katolik di bawah dekenat Tangerang, Keuskupan Agung Jakarta. Paroki ini didirikan pada 11 Februari 1990 dengan ditandai pembentukan Pengurus Gereja dan Dana Papa (PGDP) Roma Katolik Paroki Santa Bernadette, Ciledug oleh Uskup Agung Jakarta, Leo Sukoto SJ (Alm). Karena tidak memiliki tempat ibadah permanen, kebaktian Minggu dan kegiatan keagamaan di hari raya kristiani secara bergantian dilaksanakan berpindah-pindah. Misalnya: bekas bedeng kompleks perumahan Ciledug Indah, bekas gudang padi di kompleks Asrama Polri Ciledug, dan Gudang Arsip Kompleks Keuangan Karang Tengah Ciledug. 

Dua tahun kemudian, pengurus gereja mengajukan permohonan kepada Bupati Tangerang (20/7/92) untuk memanfaatkan Bangunan Sementara Sekolah (BSS) Sang Timur di Kompleks Barata/Keuangan Karang Tengah, Ciledug sebagai tempat menjalankan ibadah. PGDP mendapatkan rekomendasi melaksanakan kegiatan keagamaan umat Katolik Kepala Desa Karang Tengah melalui Surat No. 192/Pem/VII/1992, tanggal 21 Juli 1992, dengan tembusan disampaikan kepada Bupati Tangerang, Walikota Tangerang, Musyawarah Pimpinan Kecamatan Ciledug, Ketua RW dan Ketua RT sekompleks Barata Karang Tengah. Sejak itu kegiatan peribadatan berlangsung dan terkonsentrasi di BSS Sang Timur dengan aman, dan tenteram untuk seluruh umat Katolik Paroki Santa Bernadette Ciledug (8.975 jiwa) yang berasal dari enam kecamatan (Karang Tengah, Ciledug, Larangan, Cipondoh, Pondok Aren dan sebagian Serpong). 

Penolakan tiba-tiba 

Setelah 12 tahun berjalan, tanpa ada pembicaraan atau berita sebelumnya, Sekolah Sang Timur memperoleh surat nomor: Kd.258.5/BA.00/248/2004 dari Kepala Departemen Agama Kantor Kota Tangerang, 29 Juli 2004, meminta menghentikan kegiatan keagamaan dengan menggunakan gedung sekolah. Sebulan kemudian, tiba-tiba Ketua Pengurus Gereja dan Dana Papa (PGDP) Paroki St. Bernadette Karang Tengah memperoleh surat dari Lurah Karang Tengah, no. 642/71-KRT/04, tanggal 30 Agustus 2004, perihal Pencabutan Rekomendasi Surat Lurah Karang Tengah No. 192/Pem/VUU/92. 

Setelah pencabutan surat rekomendasi, beberapa kali ibadah diganggu dengan demonstrasi dan orasi oleh sekelompok warga yang menamakan dirinya Forum Komunikasi Umat Islam Karang Tengah yang menginginkan dihentikannya kegiatan keagamaan di BSS Sang Timur Karang Tengah Ciledug. Puncaknya pada Minggu, 3 Oktober 2004, massa yang menyebut masyarakat sekitar melakukan demonstrasi dan meminta tempat tersebut tidak lagi digunakan untuk ibadah. Mereka bahkan membangun tembok di pintu gerbang menuju sekolah itu, dan memblokir akses ke sekolah. Mereka juga mengusir umat yang sedang beribadah. Walau keberadaan Paroki St. Bernadette dibela Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama waktu itu, Abdurrahman Wahid, dan pegiat perlindungan anak, Seto Mulyadi, tidak menyurutkan kelompok intoleran ngotot peribadatan dihentikan. 

Kompromi, mendapat IMB, tetapi tetap ditolak di Bintaro 

 Jemaat Paroki St. Bernadette berkompromi. Dalam pertemuan dengan tim dari kementerian agama pada 29 Oktober 2004, disepakati jemaat Paroki St. Bernadette mencari lahan baru. Dalam pernyataannya, Menteri Agama waktu itu, Muhammad M. Basyuni menegaskan persoalan kasus warga perumahan Karang Tengah Ciledug, Tangerang Banten dengan Yayasan Pendidikan Karya (YPK) Sang Timur telah selesai dan tuntas. Murid-murid di sana sudah dapat belajar kembali. “Ini bukan persoalan agama. Jadi itu hanya masalah kesalahpahaman.” 

Jemaat Paroki St. Bernadette pun nomaden. Jemaat paroki ini kemudian menggelar misa dengan menumpang di sejumlah tempat. Mereka paling sering beribadah di Gereja Maria Kusuma Karmel, Gedung Lokagenta di Perumahan Ciledug Indah I, Balai Pertemuan RW di Metro Permata I, dan Pondok Lestari. Tempat-tempat itu dipilih karena lokasinya dekat dengan gereja sebelumnya. Akhirnya, paroki menemukan lokasi di Kelurahan Sudimara Pinang dan memutuskan membangun gereja di sana. Menurut Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Romo Benny Susetyo, mengatakan, paroki tersebut memperoleh izin mendirikan bangunan (IMB) pada 11 September 2013. 

“Warga telah menyetujui pembangunan tersebut,” kata Romo Benny. Namun, kemarin, upaya mereka kembali ditolak warga sekitar. Ratusan orang menggelar unjuk rasa menolak pembangunan Gereja Katolik Santa Bernadette di Bintaro, Kelurahan Sudimara Pinang, Kota Tangerang, kemarin. Selain berunjuk rasa, mereka menghentikan kegiatan ibadah yang sedang berlangsung dengan menggembok gerbang masuk gereja. Pernyataan dari ICRP Ahmad Nurcholish, Koordinator Bidang Informasi, Komunikasi, dan Penelitian ICRP mengungkapkan kepada satuharapan.com, “Pemerintah tidak dapat diandalkan untuk mengatasi permasalahan intoleransi karena mereka terdiri dari para politikus yang memiliki banyak kepentingan.” 

Jika pemerintah diisi para negarawan, mereka akan berusaha menegakkan hukum, kata Nurcholish. “Namun, kenyataannya mereka tunduk kepada kelompok yang mengatasnamakan diri mayoritas,” katanya. Sumber: satuharapan.com Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Berjuang 23 Tahun Dapatkan IMB, Lahan Paroki St Bernadet Tetap Digembok Massa Intoleran

Berjuang 23 Tahun Dapatkan IMB, Lahan Paroki St Bernadet Tetap Digembok Massa Intoleran 

Sekelompok orang berdemonstrasi menentang pembangunan gereja St Bernadet di Ciledug, Tangerang, Minggu, 22 September 2013. Sekelom pok orang berdemonstrasi menentang pembangunan gereja St Bernadet di Ciledug, Tangerang, Minggu, 22 September 2013. (sumber: Istimewa) 

Tangerang Selatan - Mendapatkan izin mendirikan bangunan (IMB) setelah 23 tahun berjuang ternyata tidak menghentikan masalah yang dihadapi Paroki St Bernadet untuk mendirikan gereja bagi sekitar 11.000 jemaatnya. “Sekelompok orang yang mengatasnamakan warga berdemonstrasi menentang pembangunan gereja kami hari Minggu pagi kemarin,” kata Pastor Paulus Dalu Lubur pada Beritasatu.com, Senin (23/9). 

Ratusan orang mengenakan baju putih dan ikat kepala merah, Minggu (22/9), berdemonstrasi di depan lahan milik paroki di kompleks Tarakanita, Kelurahan Sudimara Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang Selatan, yang rencananya akan dibangun gereja untuk menampung 11.000 umat yang selama ini beribadah di enam tempat terpisah. Mereka menggembok paksa pagar gereja. “Saya percaya mereka yang datang kemarin mayoritas, atau tidak seratus persen warga di situ. Kami sudah mendapatkan dukungan dari beberapa ustaz, haji, dan pemuka masyarakat di sekitar lokasi rencana pembangunan gereja,” kata Paulus. 

Sebelum demonstrasi hari Minggu, ada yang mengedarkan surat ajakan ke warga setempat untuk berdemo. Alasannya adalah rumah ibadah tersebut melanggar Surat Keputusan Bersama (SKB) 2 Menteri tentang Pendirian Rumah Ibadah, khususnya Pasal 13, terkait pendirian rumah ibadah yang harus didasarkan pada keperluan nyata dan berdasarkan komposisi jumlah penduduk bagi pelayanan umat bersangkutan. 

Pendemo juga menyatakan bahwa pembangunan gereja tersebut melanggar Pasal 14 dari SKB 2 Menteri tersebut tentang dukungan minimal 60 warga yang disahkan oleh lurah. Mereka juga mempermasalahkan penggunaan aula di kompleks Tarakanita sebagai tempat peribadatan sementara, serta mengkhawatirkan kemungkinan Kristenisasi bila gereja tersebut didirikan. Terkait hal itu, Sekretaris Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Antonius Benny Susetyo mengatakan pada Beritasatu.com bahwa gereja tersebut sudah mendapatkan IMB pada 11 September 2013 dan baru akan memulai pembangunan. “Gereja baru saja mendapat IMB. Masyarakat sekitar sudah menyetujuinya. Kita berharap agar aparat keamanan memberi jaminan rasa aman,” kata Benny.Sambil menanti pembangunan gereja, umat Paroki St Bernadet beribadah di empat gedung yang berbeda pada hari Sabtu dan Minggu dan dua minggu sekali di dua rumah jemaat. Salah satu tempat ibadahnya adalah sebuah aula yang juga terletak di kompleks Tarakanita. 

Dipaksa Pindah 
Kejadian ini adalah protes kedua setelah pada 2004 ketika umat Paroki St Bernadet dipaksa oleh massa intoleran pindah dari Sekolah Sang Timur di Ciledug. Masa intoleran menutup akses ke sekolah Sang Timur yang digunakan oleh Paroki St Bernadet untuk beribadah. Sampai saat ini akses jalan yang ditembok oleh warga belum dibuka. Paulus mengatakan alasan penolakan tidak berdasar karena mayoritas warga di kompleks Tarakanita beragama Katolik. 

Namun demikian, pihak Paroki akan tetap mengupayakan membangun relasi baik dengan warga sekitar. “Kami sedang melakukan bina lingkungan, jadi relasi baik terus dijalankan tidak sebatas untuk mendapatkan IMB saja,” kata Paulus. Bonar Tigor Naipospos, wakil direktur Setara, mengatakan kepada Beritasatu.com bahwa kelompok intoleran yang berdemo di St Bernadet adalah kelompok yang mobile, tidak menetap di sekitar paroki. “Selalu mereka menggunakan isu Kristenisasi dengan memengaruhi orang bahwa kalau nanti ada gereja, orang-orang akan menjadi murtad atau pindah agama karena kegiatan-kegiatan sosial gereja. 

Kelompok ini bergerak ke berbagai tempat dan aktif mencari informasi gereja-gereja mana yang sedang memproses atau belum mendapatkan izin. Lalu mereka berdemo mengatasnamakan warga, meski warga lokalnya paling satu atau dua orang,” kata Bonar. Bonar mengatakan bahwa berkembangnya kasus-kasus intoleransi di Indonesia sejalan dengan pemerintah daerah yang kerap tidak bisa bersikap tegas terhadap kelompok intoleran. “Ditambah lagi, pemerintah pusat kerap melemparkan tanggung jawab dengan menyatakan bahwa pemerintah daerah yang harus aktif mencari solusi,” kata Bonar. Penulis: Camelia Pasandaran/AB
Disadur dari: www.beritasatu.com

Paus Fransiskus ganti mobil mewah dengan mobil bekas

Paus Fransiskus ganti mobil mewah dengan mobil bekas 

Paus Fransiskus menerima mobil bekas dari Pastor Renzo Zocca (Foto: AFP) Paus Fransiskus kembali menunjukkan sikapnya yang sederhana. Dia mengganti mobil mewah yang selama ini dikendarainya dengan mobil bekas. Bapa Suci menerima mobil bekas tersebut dari seorang rohaniwan bernama Pastor Renzo Zocca. 

Dia mengaku terkejut Paus Fransiskus senang mendapat mobil bekas miliknya. “Saya sangat terkejut. Saya sampai susah bernafas,” ujar Pastor Zocca, seperti dikutip AFP, Rabu (11/9/2013), dan dilansir okezone.com. Pastor Zocca menerangkan, mobil bekas miliknya bertipe Renault 4. Mobil itu telah digunakannya selama lebih dari 20 tahun. 

Pemimpin Vatikan selama ini menggunakan mobil khusus yang terkenal dengan nama popemobile. Setelah menerima mobil bekas Zocca, Paus Fransiskus lebih memilih mengendarai mobil sendiri daripada menggunakan popemobile. “Pejabat Vatikan khawatir karena Paus Fransiskus kini menggunakan mobil bekas saya jika ingin bepergian. Saya telah memasang ban khusus sebagai pengamanan jika musim dingin tiba dan jalanan ditutupi salju,” tambah Pastor Zocca.
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

PBB menetapkan hari amal internasional untuk menghormati Beata Teresa

PBB menetapkan hari amal internasional untuk menghormati Beata Teresa

Ratusan orang yang berkumpul untuk memperingati wafatnya Beata Teresa dari Kolkata, India kemarin sekaligus menandai Hari Amal Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pertama yang dirancang untuk menghormati biarawati Katolik itu. “Mereka yang ingin menghormati Ibu Teresa pada hari pestanya harus meniru karya cinta kasihnya pertama yang dimulai dari rumah dan kemudian di antara orang-orang miskin di lingkungan,” kata Suster Prema, kepala Misionaris Cinta Kasih pada Kamis di Kolkata. Dia berbicara setelah acara doa pagi menandai ulang tahun ke-16 atas wafatnya Beata Teresa.

Ibu Teresa mendirikan Kongregasi Misionaris Cinta Kasih (MC) tahun 1950, dua tahun setelah meninggalkan suster-suster Loreto untuk bekerja di antara orang-orang termiskin dari yang miskin di kawasan kumuh yang sekarang Kolkata. Dia mengabdikan sisa hidupnya untuk bekerja di kota India bagian timur ini, tempat yang menjadi basis kongregasinya. “Rumah suster MC itu adalah pusat amal,” kata Pastor Dominic Gomes, vikjen Keuskupan Agung Kolkata. Ia mengatakan sekitar 5.100 suster dari kongregasi itu bekerja di lebih dari 120 negara.

Sidang umum PBB pada 12 Desember tahun lalu menyetujui sebuah resolusi yang diajukan oleh Hungaria untuk menjadikan 5 September sebagai Hari Amal Internasional. Tujuannya adalah untuk mengatur acara khusus dan meningkatkan dukungan publik bagi badan amal yang “mempromosikan hak-hak bagi orang terpinggirkan dan kurang mampu serta menyebar pesan kemanusiaan dalam situasi konflik,” kata Csaba KÅ‘rösi, Duta Besar Hungaria untuk PBB, kepada Majelis Umum itu ketika mengajukan resolusi tersebut. Beata Teresa, yang meraih Hadiah Nobel Perdamaian tahun 1979, lahir pada 26 Agustus 1910.

Dia berangkat ke India sebagai misionaris pada usia 19 tahun dan meninggal tahun 1997 pada usia 87 tahun. Tahun 2003, Vatikan membeatifikasi Ibu Teresa, merupakan langkah menuju kanonisasinya menjadi Santa.

Sumber: UN names charity day in honor of Blessed Teresa
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)