Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.
Showing posts with label Renungan Hari Minggu. Show all posts
Showing posts with label Renungan Hari Minggu. Show all posts

RENUNGAN MINGGU, Hari Minggu Biasa VII : 23 FEBRUARI 2014

RENUNGAN MINGGU, Hari Minggu Biasa VII : 
23 FEBRUARI 2014 
 Im. 19:1-2,17-18; Mzm. 103:1-2,3-4,8,10,12-13; 1Kor. 3:16-23; Mat. 5:38-48. 

BACAAN INJIL (Mat 5:38-48) 

I. Tuhan bersamamu 
U. Dan bersama rohmu 
I. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 
U. Dimuliakanlah Tuhan. 

I. Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, “Kalian mendengar, bahwa dahulu disabdakan, ‘mata ganti mata; gigi ganti gigi’. Tetapi Aku berkata kepadamu, ‘Janganlah kalian melawan orang yang berbuat jahat kepadamu. Sebaliknya, bila orang menampar pipi kananmu, berikanlah pipi kirimu. Bila orang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Bila engkau dipaksa mengantarkan seseorang berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berikanlah kepada orang apa yang dimintanya, dan jangan menolak orang yang mau meminjam sesuatu dari padamu. Kalian telah mendengar bahwa disabdakan, ‘Kasihilah sesamamu manusia, dan bencilah musuhmu’. Tetapi Aku berkata kepadamu, ‘Kasihilah musuh-musuhmu, dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kalian.’ Karena dengan demikian kalian menjadi anak-anak Bapamu di surga. Sebab Ia membuat matahari-Nya terbit bagi orang yang jahat, dan juga bagi orang yang baik. Hujan pun diturunkan-Nya bagi orang yang benar dan juga bagi orang yang tidak benar. Apabila kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kalian hanya memberi salam kepada saudaramu saja, apakah lebihnya dari perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu kalian harus sempurna sebagaimana Bapamu di surga sempurna adanya. 
I. Demikianlah Injil Tuhan 
U. Terpujilah Kristus. 

RENUNGAN :
Para saudara,
Mengasihi orang yang mengasihi kita atau yang memberi kita untung, itu tentu sangatlah mudah. Walaupun terkadang mengasihi orang yang mengasihi kita saja seringkali juga sulit. Sebab sering kita dengar bahwa ada orang yang mengasihi orang lain, tetapi orang itu tidak mengasihi orang yang mengasihi mereka.

Oleh sebab itu sabda Yesus yang mengatakan agar kita mengasihi bukan hanya orang yang mengasihi kita, juga musuh-musuh kita dan bahkan berbuat baik kepada orang yang membenci kita, ini tentulah bukanlah perintah yang mudah untuk kita lakukan. Kita pasti ingin dikasihi oleh semua orang, tetapi kita sendiri belum tentu bisa mengasihi semua orang apalagi orang yang membenci kita.

Apalagi ajaran yang berlaku dalam kehidupan nyata adalah mengasihi orang yang mengasihi kita. Tanpa diajarkan pun kita pasti cenderung membenci orang yang membenci dan yang tidak mengasihi kita. Jangankan yang membenci, dalam mengasihi sesama juga seringkali orang memperhitungkan untung ruginya. Kalau dirasa orang itu menguntungkan bagi dirinya, pasti akan dikasihi. Tetapi kalau orang itu dirasa tidak menguntungkan bagi dirinya, orang itu mungkin tidak dibenci tetapi tidak berkawan dengan dia.

Inilah hukum manusia bahkan lebih dari itu, seperti yang dikatakan oleh Yesus pada awal sebelum Yesus mengajarkan hukum kasih bagi semua orang, yakni: "Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi!" (Mat 5:38) Pada umumnya kita mengerti teks ini sebagai ajaran balas dendam. Tanpa diajarkan, orang pasti menganut ajaran ini.

Perintah yang disebutkan Yesus “mata ganti mata dan gigi ganti gigi”. dikutip dari Kel 21:24. Bila kita baca dalam Kel 21: 22-25, Hukum Taurat sebenarnya mau mengatakan bahwa bertapa berharganya hidup itu, tidak ada yang bisa menggantikan nyawa seseorang selain nyawa sendiri. Tidak sepenuhnya teks ini mau berbicara tentan balas dendam. Hukum Taurat mau melindungi kehidupan dengan ganti rugi yang setimpal. Sekaligus ditunjukkan betapa nyawa dan kehidupan itu amat dihormati. Jadi hukum Taurat ini sebenarnya mengajarkan bagaimana orang hendaknya menghargai kehidupan orang lain seperti kehidupannya sendiri. Jadi tekanan utama bukan pada pembalasan melainkan pada menghormati kehidupan.

Dengan mengerti latar belakang sabda yang dikutip oleh Yesus,kita bisa mengerti maksud Yesus dalam mengasihi sesama. Mengasihi sesama bukan hanya tidak membalas dendam, mengasihi bukan hanya sekedar tidak berbuat jahat kepada sesama. Yesus menuntut lebih dari itu, yakni mengasihi sesama dengan melakukan perbuatan baik kepada sesama. Sehingga ketika kita dibenci oleh orang lain, kita tidak hanya tidak membalas dendam tetapi melakukan perbuatan baik kepada mereka atau mendoakannya supaya bertobat dan diberkati oleh Tuhan.

Ini tentu bukannya muda dan mungkin kita berpikir, "Apakah itu dapat kita lakukan?" Kita mungkin berpikir bahwa sabda ini hanya Yesus sendiri dapat melakukannya.

Kita juga mampu melakukan sabda ini kalau kita sungguh-sungguh mau mencoba dan mau ingin seperti Allah yang adalah sempurna. Yesus mengajak kita agar kita sempurna seperi Bapa yang di sorga adalah sempurna. Kesempurnaan jangan dipikirkan terlalu muluk2. Bapa yang di sorga adalah sempurna, tetapi mau mengasihi kita manusia yang tidak sempurna. Kasih Allah menyempurnakan ketdak sempurnaan kita. Allah yang sempurna mau mengasihi kita yang tidak sempurna, maka sangatlah wajar bila kita yang tidak sempurna mau juga mengasihi orang yang tidak sempurna. Justru dalam ketidak sempurnaan kita sebagai manusia, kita mau mengasihi sesama juga yang tidak sempurna, itu berarti kita mau menjadi sempurna seperti Bapa Yang adalah sempurna. BIla kita mengasihi sesama tanpa membeda-bedakan juga mengasihi yang membenci kita dan kasih itu diwujudkan dalam perbuatan baik yang nyata, kita sudah berusaha ingin seperti Bapa yang adalah sempurna.

Maka semoga kita berusaha seperti Allah Bapa yang sempurna dengan mengasihi sesama kita seperti Allah mengasihi semua manusia.

Selamat Hari Minggu. Tuhan memberkati.

RENUNGAN MUNGGU BIASA V: 9 Februari 2014

RENUNGAN MUNGGU BIASA V:
 9 Februari 2014
Yes. 58:7-10; Mzm. 112:4-5,6-7,8a,9; 1Kor. 2:1-5; Mat. 5:13-16 


BACAAN INJIL (Mat 5:13-16) 
 "Kamu adalah terang dunia."

I. Dalam khotbah di bukit, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga."

I: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U: Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

RENUNGAN :

Para saudara,
Yesus menyebut dua hal dalam diri setiap umat kristiani yang sangat mendasar, yakni apa arti keberadaan dirinya untuk pribadinya sendiri, dan apa arti pribadi dirinya untuk orang lain. Secara simbolis Yesus mengumpamakan para murid sebagai garam dan terang. Maksud-Nya kita ini digambarkan bagaikan garam dan terang, yang sangat penting tetapi berada dan hidup bukan sekadar bagi diri kita sendiri saja, melainkan juga bagi orang lain.

Kita semua tentu tahu betapa pentingnya garam dan terang dalam kehidupan kita. Hampir semua orang membutuhkan garam dan terang, dan malah bisa dikatakan bahwa tidak ada orang yang tidak bisa terlepas dari garam dan terang. Seperti garam dan terang itulah hidup para pengikut Yesus dalam dunia ini. Kita mengetahui apa fungsi garam dalam hidup kita; garam bisa mengawetkan makanan sehingga menjadi tahan lama. Garam lebih sering kita gunakan untuk membuat makanan menjadi enak, makanan tanpa garam akan terasa hambar dan makanan itu tidak akan berguna. Garam itu dicampurkan ke manakan, larut dalam makanan tetapi tidak kehilangan identitasnya yakni rasa garam itu. Demikian juga halnya para murid Kristus. Murid Kristus haruslah hidup bercampur dengan manusia lain dalam hidup dunia, namun hendaknya tidak menjadi kehilangan identitas diri sebagai murid Yesus, malah harus memberi rasa agar hidup itu semakin lebih nikmat untuk dihidupi oleh orang lain. 

Peran kita sebagai pengikuti Kristus menjadi garam dalam dunia sungguh sangat penting. Sudah menjadi tugas kita untuk menjadikan hidup bersama menjadi lebih baik. Hal ini perlu kita ingat dan mendesak untuk kita lakukan dalam hidup dunia ini. Pada masa sekarang ini banyak orang yang merasa hidupnya hambar karena tanpa kasih sayang, merasa hidupnya hambar karena kurang mampu menangkap peran dan kehadiran Tuhan dalam hidup mereka. Pada masa sekarang ini banyak orang yang larut dalam dunia dan kehilangan identitasnya yakni dengan hidup hanya menuruti keinginan daging atau kehidupan dunia. Maka untuk itulah, peran kita sangat dibutuhkan dalam dunia ini. 

Nabi Yesaya menjelaskan kepada kita bagaimana hidup menjadi garam dan terang dunia yakni bila mau memecah-mecah roti bagi orang yang lapar dan membawa ke rumah orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila melihat orang telanjang, supaya kita memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudara kita sendiri! Yesaya juga mengajarkan agar kita menyerahkan kepada orang lapar apa yang kita inginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas. Maka teran kita akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.

Oleh sebab itulah, Yesus menekankan bahwa siapapun, yang ingin menjadi murid-Nya yang sejati harus selalu memiliki dan menyadari jatidiri atau identitas dirinya seperti yang diajarkan dan dimiliki oleh Yesus sendiri. Yesus mengatakan bahwa kira adalah garam dan terang dunia. Sebagai pengikut Yesus, kita tinggal dalam dunia, berbaur dengan dunia, bagi dunia tetapi tanpa kehilangan identitas kita sebagai murid Yesus, yakni sebagai garam dan terang seturut teladan Yesus Kristus sendiri. Atau hidup dan berbuat menurut ajaran dan teladan Yesus.

Namun kiranya kita melakukan semuanya itu hanya demi kemuliaan Tuhan sehingga hidup iman kita menjadi terang bagi sesama, sehingga sesama mampu melihat kemuliaan Tuhan dalam hidupnya dan mereka menjadi percaya kepada Tuhan.

RENUNGAN MINGGU, Hari Minggu Biasa III : 26 JANUARI 2014

RENUNGAN  MINGGU, Hari Minggu Biasa III :
26 JANUARI 2014 
Yes. 8:23b - 9:3; Mzm. 27:1,4,13-14; 1Kor. 1:10-13,17; Mat. 4:12-23 

BACAAN INJIL (Mat 4:12-23) 
"Yesus diam di Kapernaum supaya genaplah Firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya."

Ketika mendengar bahwa Yohanes Pembaptis ditangkap, Yesus menyingkir ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya: Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang Sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain; bangsa yang diam dalam kegelapan telah melihat Terang yang besar, dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut telah terbit Terang. Sejak waktu itu Yesus memberitakan, "Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!" Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia. Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. I: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya U: Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami. 

RENUNGAN : 
"Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"(Mat 4:17) 
"Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."(Mat 4:19) 

Dua seruan Yesus yang kita dengarkan dalam injil hari ini patutlah kita renungkan dengan sungguh-sungguh. Seruan pertobatan yang disampaikan oleh Yesus, disampaikan di tempat yang pada masa itu dianggap lebih susbur, lebih makmur dan rakyatnya lebih maju tetapi oleh para imam dan ahli-ahli Taurat dianggap bahwa kota dan penduduk kota itu tidak diperhitungkan untuk beroleh keselamatan, mereka dianggap suku bangsa yang hidup dalam kedosaan. Namun justru Yesus memulai tugas pewartaan-Nya di tempat itu dan ditempat itu Yesus menyerukan pertobatan. 

Seruan pertobatan Yesus mengajak penduduk kota itu bahwa Tuhan hadir di tengah-tengah mereka, mengajak mereka untun menyadari bahwa Tuhan juga mengasihi dan membawa keselamatan kepada mereka. Seruan pertobatan itu juga mengajak mereka untuk melihat kembali kehidupan mereka dan menyadari bahwa hidup dan yang mereka punyai adalah karena berkat Tuhan. Dengan demikian, Yesus mengajak mereka untuk melihat kembali kehidupan mereka dan menata hidup mereka agar sesuai dengan kehendak Tuhan. Yesus mengajak mereka untuk melihat hidup dalam terang Kristus yang hadir dalam kehidupan mereka. 

Sangat menarik bahwa di tempat itu juga Yesus memilih para murid, mengajak mereka untuk mengikuti Dia dan menjadikan mereka menjadi penjala manusia. Mereka yang dipilih oleh Yesus adalah orang-orang yang sibuk bekerja, bukan orang pengangguran. Mereka itu pula adalah orang-orang yang berkecukupan dan bahkan bisa dikatakan orang-orang kaya. Mereka itu langsung mengikuti Yesus dengan meninggalkan pekerjaan dan keluarga mereka. Mereka belum tahu pasti apa yang dimaksud Yesus dengan menjadikan mereka sebagai penjala manusia, namun mereka sungguh terpesona dengan Yesus dan mereka merasakan ajakan Yesus penuh kuasa, mereka tidak mau kehilangan pesona itu sehingga tanpa pikir panjang mereka meninggalkan pekerjaan dan keluarga mereka. 

Ajakan Yesus memanggil para murid untuk menjala manusia sering diartikan bahwa para murid diajak atau diminta untuk mengumpulkan banyak orang sebagaimana mereka biasa mengumpulkan banyak ikan. Penafsiran ini juga bagus. Namun menurut para ahli, bila dilihat dari latar belakang mereka yang dipanggil itu, Murid-murid Yesus yang pertama itu berasal dari kalangan yang cukup berada serta cukup terpandang di masyarakat. Dengan demikian, Yesus mengajak mereka untuk membantu Dia mewartakan keselamatan Tuhan kepada banyak orang dengan segala yang mereka miliki. Yesus mengajak mereka agar Kemampuan, status dan kekayaan mereka digunakan untuk membantu dan memelihara hidup sesama sehingga semakin banyak orang yang merasakan sukacita hidup.

Dengan demikian, sabda hari ini mengajak kita untuk bertobat dengan menyadari bahwa hidup dan apa yang kita milik adalah karena anugerah Tuhan. Tuhan senantiasa hadir dalam hidup kita dan Yesus mengharapkan kita semua beroleh Kerajaan Surga. Oleh sebab itu, hendaknya kita melihat kembali bagaimana kehidupan kita dan menata kembali hidup kita dengan memandang hidup ini dalam terang Kristus yang senantiasa yang hadir dalam hidup kita. Sebagaimana Yesus memanggil para murid yang pertama, kitapun dipanggil Yesus untuk mengikuti Dia dan menjadikan kita menjala manusia. 

Yesus meminta kita agar dengan segala yang ada pada kita, yakni hidup, kemampuan dan kekayaanyaan yang ada pada kita, kita gunakan untuk membantu dan memelihara hidup sesama yang berkekurangan, sehingga banyak orang yang merasakan kehadiaran Sang Terang dalam hidup kita. Apa yang ada pada kita, harus kita pergunakan untuk menyatakan kasih Tuhan bagi sesama. Amin. Selamat merayakan hari Minggu. Tuhan memberkati.

BACAAN DAN RENUNGAN HARI MINGGU BIASA II:

BACAAN DAN RENUNGAN HARI MINGGU BIASA II: 
19 JANUARI 2014 
 (Hari kedua Pekan Doa Sedunia) 
Yes. 49:3,5-6; Mzm. 40:2,4ab,7-8a,8b-9,10; 1Kor. 1:1-3; Yoh. 1:29-34 


BACAAN I (Yes 49:3.5-6) 
"Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi." 

Tuhan berfirman kepada-Ku, "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku." Demikianlah firman Tuhan yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, yaitu untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya; yang karenanya aku dipermuliakan di mata Tuhan, dan Allahku menjadi kekuatan-Ku. Beginilah firman-Nya, "Terlalu sedikit bagimu untuk menjadi hamba-Ku, hanya menegakkan suku-suku Yakub dan mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Maka Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai di ujung bumi." Demikianlah sabda Tuhan U. Syukur kepada Allah. 

 MAZMUR TANGGAPAN (PS 846) 
Refren: Ya Tuhan aku datang melakukan kehendak-Mu. 

Mazmur: 
1. Aku sangat menanti-nantikan Tuhan; lalu Ia menjengukku dan mendengar teriakku minta tolong. Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. 

2. Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan, tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata, "Lihatlah Tuhan, aku datang! 

3. Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku: Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada di dalam dadaku." 

4. Aku mengabarkan keadilan, di tengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup; Engkau tahu itu, ya Tuhan. 

BACAAN II (1Kor 1:1-3)
 "Kasih karunia dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus." 

 Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita, kepada Jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus. Serta kepada sekalian saudara di mana pun yang berseru kepada nama Yesus Kristus, Tuhan mereka dan Tuhan kita. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. Demikianlah sabda Tuhan U. Syukur kepada Allah BAIT 

PENGANTAR INJIL (PS 960) 
Refren. Alleluya, Alleluya, Alleluya 
Ayat. Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, semua orang yang menerima-Nya diberi kuasa menjadi anak-anak Allah. 

BACAAN INJIL (Yoh 1:29-34) 
"Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia." 

Ketika Yohanes membaptis di Sungai Yordan, Ia melihat Yesus datang kepadanya. Maka katanya, "Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Sesudah aku akan datang seorang yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi Yang mengutus aku membaptis dengan air telah berfirman Jikalau engkau melihat Roh turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dia itulah yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya! Maka aku memberikan kesaksian: Dia inilah Anak Allah." I: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya U: Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami. 

 RENUNGAN : 
Para saudara, kita pasti mendengar berita yang lagi marak di beritakan yakni erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara yang sudah berlangsung selama empat bulan, banjir di Jakarta dan di beberapa tempat. Masih banyak kejadian yang menyebabkan banyak orang menderita dan membuat kita bersedih. Tidak sedikit orang yang menghadapinya dengan rasa putus asa. Tidak sedikit pula orang beprikir bahwa semuanya itu terjadi karena Tuhan sudah bosan dengan ulah manusia sehingga melihat bahwa semuanya itu terjadi karena Tuhan menghukum manusia. Ada pula yang mempertanyaan adanya Tuhan dan mempertanyakan mengapa Tuhan membiarkan semuanya itu terjadi. 

Memang sudah biasa terjadi bahwa penderitaan dikaitkan dengan Tuhan dan bisa membuat iman seseorang akan Tuhan menjadi goyah. Apakah memang Tuhan menghukum manusia dengan bencana atau penderitaan yang terjadi selama ini? Apakah memang Tuhan itu sudah bosan dengan hidup manusia? Kalau kita ditanya, “Siapakah Yesus itu? Atau Siapakah Tuhan itu? Jawaban kita pasti mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan yang Mahakuasa, Yang Mahakudus. Jawaban dan pemahaman kita seringkali tertuju pada ke Ilahian Yesus Tuhan. 

Namun hari ini, Yohanes memperkenalkan Yesus kepada orang banyak pada saat itu, bukan pertama memperkenalkan ke ilahian atau ke Mahakuasaan Yesus, tetapi dia terlebih dahulu memperkenalkan bahwa Yesus adalah anak domba Allah. Yohanes menggunakan gambaran anak domba kepada Yesus. Sebagaimana kita ketahui, pada zaman itu domba seringkali menjadi korban atau tumbal untuk penghapusan dosa manusia. Domba adalah binatang yang dikorbankan pada saat manusia mengadakan korban bakaran untuk penghapusan dosa manusia. 

Pada umumnya domba yang disembelih dan dikorbankan tidak melawan dan tidak bersuara ketika dipotong. Penggunaan gambaran anak domba Allah kepada Yesus, itu mau mengatakan kepada kita bahwa Yesus datang untuk menghapus dosa manusia. Yesus menghapus dosa manusia dengan menjadi korban untuk penghapusan dosa manusia, dirinya sendiri menjadi ‘anak domba’ yang dikorbankan untuk menghapus dosa manusia. 

Sungguh jelas bahwa Yohanes Pembaptis lebih menyatakan kasih Tuhan kepada manusia dalam diri Yesus Kristus. Baru setelah itu Yohanes menjelaskan bahwa Yesus itulah Mesias yang sudah ada sebelum dia dan Yohanes tetap dengan rendah hati mengakui bahwa dia datang untuk mempersiapkan jalan untuk kedatangan Yesus. 

Oleh sebab itu, dengan sabda Yesus hari ini, Yohanes menyakinkan kita bahwa Yesus adalah Mesias yang telah dijanjikan oleh Tuhan sejak zaman para nabi. Yesus adalah Tuhan yang Mahakuasa, namun Dia sungguh Mahakasih kepada kita. Karena kasih Tuhan yang sungguh besar kepada kita, dia menjadi korban sembelihan untuk menebus kita. Maka dengan pewartaan itu, hendaknya kita semakin percaya kepada Yesus dan mengasihi Dia dalam hidup kita. 

Apakah kita sungguh sudah percaya kepada Yesus adalah Mesias yang penuh kasih? Kiranya kalau kita sungguh percaya kepada Yesus, kitapun seperti Yohanes Pembaptsi, berani bewartakan Yesus kepada sesama kita. Pada masa sekarang ini, kiranya banyak orang yang kurang dan bahkan tidak percaya lagi kepada Yesus adalah Mesias. 

Banyak orang yang sudah kurang melihat peran dan kasih Tuhan dalam hidup ini terutama bila menghadapi kejadian atau peristiwa yang membuat orang menderita. Tugas kitalah untuk mewartakan Yesus kepada sesama kita. Kita hendaknya seperti Yohanes Pembaptis, memberitahukan kepada sesama bahwa Yesus adalah anak domba Allah yang Mahakuasa dan Mahakasi. Bila kita melihat sesama yang karena penderitaan menjadi kurang atau tidak percaya kepada Yesus adalah Mesias, menjadi tanggungjawab itu membuat mereka menjadi percaya. 

Bila kita melihat orang menderita, kita seringkali tidak peduli atau kalaupun kita peduli, kita hanya berdoa memohon kepada Tuhan agar Tuhan membantu mereka. Namun ingatlah, sebenarnya Tuhan sudah memberkati kita dan Tuhan mengharapkan bahwa kitalah menjadi tangan Tuhan untuk menyatakan kasih dan pertolongan-Nya kepada sesama yang menderita. Lewat perbuatan baik kita kepada sesama, kita mewartakan bahwa Yesus sungguh Mesias yang mengasihi kita dan bahkan karena kasih-Nya sungguh luar biasa besar, Dia mau berkorban untuk manusia. Amin.

RENUNGAN MINGGU, 5 JANUARI 2014 HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN

RENUNGAN  MINGGU, 5 JANUARI 2014 HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN 
(Hari Anak Misioner Sedunia) 
Yes. 60:1-6; Mzm. 72:1-2,7-8,10-11,12-13; Ef. 3:2-3a,5-6; Mat. 2:1-12 

BACAAN INJIL : Matius 2:1-12
 "Kami datang dari timur untuk menyembah Sang Raja." Pada zaman pemerintahan raja Herodes, sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea, datanglah orang-orang majus dari timur ke Yerusalem. Mereka bertanya-tanya, “Dimanakah Raja Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di ufuk timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” Mendengar hal itu, terkejutlah Raja Herodes beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya kete-rangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya, “Di Betlehem di tanah Yudea, karena beginilah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau, Betlehem di tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” 

Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu, dan dengan teliti bertanya kepada mereka kapan bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya, “Pergilah, dan selidikilah dengan saksama hal-ikhwal Anak itu! Dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku, supaya aku pun datang menyembah Dia.” Setelah mendengar kata-kata Raja Herodes, berangkatlah para majus itu. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat di mana Anak itu berada. Melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu, dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya. Lalu mereka sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya, dan mempersembahkan persembahan kepada Anak itu, yaitu emas, kemenyan dan mur. 

Kemudian, karena diperingatkan dalam mimpi supaya jangan kembali kepada Herodes, mereka pun pulang ke negerinya lewat jalan lain. Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya. U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami. 

RENUNGAN : 
Para saudara, hari ini adalah Hari Raya Penampakan Tuhan. Maksud dari hari raya ini adalah bahwa Yesus Mesias yang lahir dinyatakan kepada semua orang. Yesus Mesias yang lahir itu harus dinyatakan dan di kenal oleh semua orang. Di dalam Injil diceritakan tentang tiga orang Majus sedang mencari Yesus dan ingin bertemu dengan Yesus yang baru lahir. Ketiga orang itu adalah raja dari timur. Mereka melihat tanda bintang dan dari tanda itu mereka beroleh suatu keyakinan akan kelahiran seorang Raja Yahudi. 

Sepertinya mereka itu juga ahli perbintangan dan mendapat wahyu sehingga dapat menangkap makna dari bintang yang mereka lihat. Mereka sungguh yakin akan maksud bintang yang mereka lihat sehingga mereka meninggalkan tanah air mereka untuk bertemu dengan Raja Yahudi yang baru lahir itu dan mereka datang untuk menyembah Dia. Mereka mengikuti bintang itu dan bintang itupun menuntun perjalanan mereka. Dikatakan sesudah sampai di Yerusalem, mereka bertanya-tanya tempat Sanga Raja Yahudi itu dilahirkan. Herodes dan seluruh Yerusalem sangat terkejut mendengar berita itu. 

Mereka kaget karena ketiga orang dari Majus itu melihat tanda kelahiran Raja Yahudi lewat tanda bintang, tetapi mereka sendiri tidak mengetahui dan melihatnya. Oleh sebab itu, Herodes mengumpulkan semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Para imam dan ahli Taurat memberi jawaban bahwa raja orang Yahudi itu lahir di Betlehem di tanah Yudea. Herode mencari tahu akan kelahiran Sang Mesias tentu bukan untuk menyembah Yesus, sama halnya ketika dia berkata kepada ketiga orang dari Majus itu, “Pergilah, dan selidikilah dengan saksama hal-ikhwal Anak itu! Dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku, supaya aku pun datang menyembah Dia.” 

Herodes mencari tahu dan mengatakan demikian adalah karena dia begitu kaget mendengar berita bahwa Raja orang yahudi telah lahir. Dia merasa bahwa kelahiran Raja Orang Yahudi adalah saingan baginya, merupakan ancaman baginya karena dia merasa bahwa tidak ada raja lain, selain dirinya sendiri. Oleh sebab itu, dia berpikir untuk mempertahankan kedudukannya. Hal ini bisa kita lihat pada ayat selanjutnya, yang mana Herodes membunuh semua anak laki-laki di bawah umuar dua tahun di Yerusalem, demi mempertahankan kedudukannya. Hal yang sangat mengherankan bahwa ketika Herodes bertanya kepada semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi tentang kebenaran apa yang dikatakan oleh ketiga orang dari Majus itu, mereka mengetahui tempat yang dicari oleh ketiga orang majus itu, bahkan mereka dapat memberi keterangan lebih lanjut sebagaimana telah dinubuatkan oleh para nabi. 

Para imam dan ahli-ahli taurat mengetahui tempat dan nubuat tempat kelahiran Sang Mesias, namun mereka tidak memberitahukannya kepada orang-orang Yerusalem dan mereka sendiri tidak pergi ke Betlehem untuk menyembah Yesus Sang Mesias yang baru lahir. Mereka harusnya menjadi tanda kepada bangsa Israel seperti bintang menjadi tanda bagi ketiga orang dari Majus tetapi mereka tidak melakukan hal itu. Ketiga orang Majus itu setelah mendengar penjelasan para imam dan ahli-ahli Taurat melanjutkan perjalanan ke Betelehem. Lewat tuntunan bintang itu, akhirnya mereka sampai di Betlehem. Mereka menemukan bintang yang mereka lihat di timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat di mana Anak itu berada. Melihat bintang itu, mereka sangat bersukacita. 

Sesudah itu mereka masuk dan menyembah Yesus dan mengeluarkan persembahan mereka. Mereka adalah seorang raja dari tempat masing-masing, namun mereka menyembah Yesus dan memberi persembahan, ini merarti mereka mengakui dan percaya bahwa Yesus adalah Raja dunia melebihi semua raja dan melebihi mereka. Sesudah mereka bertemu dan mempersembahkan persembahan mereka, mereka pulang ke negara mereka dengan mengambil jalan lain, bukan lagi lewat jalan ketika mereka datang yang mana dalam perjalanan itu mereka bertemu dengan Herodes. Mereka mengambil jalan lain karena diperingatkan dalam mimpi. Mereka mengambil jalan lain menjadi tanda bahwa setelah bertemu dengan Yesus Sang Mesias, mereka menjalani hidup baru, jalan hidup yang dinyatakan Tuhan kepada mereka. Yesus memang adalah Sang Mesias, Dialah Raja yang menggembalakan dan menyelamatkan kita. 

Warta Yesus adalah Mesias harus diketahui dan diberitakan kepada semua orang karena memang Yesus datang untuk semua orang. Ketiga orang Majus itu mencari Yesus dan akhirnya bertemu dengan Yesus karena diuntun oleh bintang. Bintang itu menjadi tanda bagi mereka dan sekaligus menuntun mereka sampai ke Betlehem. Lain halnya dengan orang Yerusalem, mereka tidak mengetahui kelahiran Sang Mesias dan tidak melihat tanda itu. Bahkan setelah mendengar berita itu, Herodes bukannya mencari dan ke Betlehem menyembah Yesus, tetapi malah dia punya rencana untuk membunuh Yesus. 

Seperti ketiga orang majus itu, kitapun harus pergi ke Betlehem untuk bertemu dan menyembah Yesus Sang Mesias. Kita harus mampu menangkap tanda yang diberikan Allah kepada kita dalam hidup kita, yang menuntut kita untuk bersatu dengan Yesus. Memang pasti banyak halangan yang akan kita hadapi, pasti banyak Herode-herodes pada zaman ini yang akan menghalangi perjalanan iman kita. Untuk itu, seperti ketiga orang itu tetapi setia pada tuntunan bintang, demikianpun kita hendaknya setia pada tanda atau tuntunan Allah pada kita yakni sabda-Nya. 

Di dalam hidup kita, juga pasti banyak yang tidak melihat tanda kehadiran Yesus dan pasti banyak orang yang ingin bertemu dengan Yesus, namun tidak ada orang yang membantu mereka. Kita yang sudah dibaptis sudah seharusnya menjadi tanda bagi banyak orang, tanda yang menuntun mereka datang ke Betelehem untuk bertemu dengan Yesus. Baiklah kita bukan menjadi Herodes baru yang menghalangi dan bahkan membunuh niat baik orang untuk bertemu dengan Yesus. Kita juga hendaknya tidak seperti para imam dan ahli Taurat yang mengetahui nubuat para nabi tetapi mereka tidak memberitahukannya kepada bangsa Israel dan bahkan mereka sendiri tidak pergi ke Betlehem untuk menyembah Yesus. 

Dengan demikian, kita harus menjadi tanda yang menuntun orang lain pergi ke Betlehem untuk menyembah Yesus. Kelahiran Yesus Sang Mesias harus kita wartakan kepada semua orang. Menjadi tugas kita mewartakannya. Jalan untuk mewartakannya tentu tidak cukup hanya dengan kata-kata tetapi terutama dalam hidup baru dalam Tuhan. Orang majus itu setelah bertemu dengan Yesus, mereka pulang dengan jalan lain seperti yang diperintahkan kepada mereka dalam mimpi. Kita pun demikian, bila memang sudah bertemu dengan Yesus, kita hidup dalam hidup baru, hidup dalam jalan yang ditentukan Tuhan dengan selalu setia mendengarkan dan melaksanakan sabda Tuhan. Maka 

semoga kitapun mau pergi ke Betlehem untuk menyembah Yesus dan memberi persemahan kita kepada-Nya. Kita yang sudah percaya kepada-Nya hendaknya menjadi tanda bagi banyak orang. Amin.

RENUNGAN HARI RAYA MALAM NATAL: 24 DESEMBER 2013

RENUNGAN HARI  RAYA MALAM  NATAL: 24 DESEMBER 2013

BACAAN INJIL (Luk 2:1-14)

“Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat.”
Sekali peristiwa Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftar semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi walinegeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing ke kota asalnya. Demikian juga Yusuf. Ia pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, - karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud - supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tuna-ngannya, yang sedang mengandung. Ketika mereka berada di Betlehem, tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung. Lalu dibungkusnya anak itu dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka, sehingga mereka sangat ketakutan. Maka kata malaikat itu kepada mereka, “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” Dan tiba-tiba tampaklah bersama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara surga yang memuji Allah, katanya, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi, dan damai sejahtera di bumi bagi orang yang berkenan kepada-Nya.”
I: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U: Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

RENUNGAN :
Para saudara,
Malam ini kita patut sungguh bersukacita, karena kelahiran Sang Mesias Penyelamat kita. Kelahiran Yesus memang merupakan kegembiraan besar bagi seluruh dunia, umat kristiani seluruh dunia bersukacita, bergembira merayakan natal. Kita pasti bisa menyaksikan kemeriahan natal yang dilakukan manusia untuk merayakan natal ini. Namun walaupun demikian, kelahiran Yesus dalam perayaan Natal ini adalah misteri besar bagi manusia dan hingga kita juga masih menimbulkan tanda tanya dan perdebatan bagi orang-orang yang tidak meyakini bahwa Yesus adalah Mesias yang telah dijanjikan oleh Allah lewat para nabi.
Akhir-akhir ini, kembali kita membaca pernyataan atau pengumuman yang mengatakan, “Umat muslim haram mengucapkan selamat natal kepada orang-orang kristiani!” Umat muslim, haram merayakan Tahun Baru Masehi!” Fatwa ini dikumandangkan kembali sebelum menjelang nata. Alasan mereka adalah karena dengan mengucapkan selamat Natal, itu berarti mereka dianggap mengakui bahwa Yesus yang lahir adalah Mesias. Bagi mereka Yesus bukan Mesias, bukan Tuhan, hanya seorang nabi. Mereka juga bagi kita memang adalah hal yang sulit kita mengerti bahwa Yesus adalah Tuhan yang menjadi manusia. Secara manusiawi, kita sulit mengerti bagaimana mungkin Tuhan itu yang adalah kekal, Mahakuasa menjadi manusia, lahir dari seorang Perawan Maria.  Kita juga sulit mengerti Yesus Tuhan menjadi manusia dengan mengambil jalan kemiskinan karena lahir dari keluarga miskin. Yesus Tuhan menjadi manusia mau menjadi manusia dan tinggal bersama kita yang adalah manusia berdosa.

Memang semuanya itu sulit kita mengerti. Namun bagi kita itulah misteri cinta kasih Tuhan bagi kita. Semuanya itu bisa terjadi bukan karena manusia memang layak tetapi semata-mata karena cinta kasih Tuhan kepada kita. Tuhan yang selama dalam Perjanjian Baru tidak dikenal atau tidak dapat dilihat dengan mata, ingin dikenal oleh manusia dan bisa dilihat oleh manusia untuk itu Dia lahir dalam rupa manusia. Tuhan yang selama itu dikenal menakutkan, ingin menyatakan bahwa Tuhan itu penuh kasih, sehingga Dia datang ke dunia dan tinggal bersama kita. Pada saat itu,orang kehilangan keilahian kemanusiaannya akibat dosa, dengan kelahiran Yesus ke dunia dengan mengambil rupa manusia, ingin memulihkan keilahian manusia. Kelahiran Yesus Tuhan memulihkan hidup manusia yang telah dirusak oleh dosa, Tuhan sungguh menhargai hidup manusia. 

Pada masa itu orang sangat mengagungkan harta kekayaan, pangkat dan kuasa, justru Tuhan hadir dengan mengambil jalan kemiskinan dan kesederhanaan. Orang pada masa itu terutama orang-orang miskin dan menderita merasa tersingkirkan, disapa oleh Tuhan dengan mengambil jalan kemiskinan dan sebagai orang tersingkir. Yesus lahir dalam kegelapan dan kesunyian di Betlehem, tanpa keramaian dan gemerlapnya lampu-lampu ataupu sorak-sorai manusia, hanya para malaikat yang bersorak-sorai atas kelahiran Yesus.
Oleh karena itu, Natal bagi kita adalah sukacita besar, sebab Yesus yang lahir memulihkan kembali hidup kita yang sudah rusak karena kedosaan manusia. Dia menyatakan kasih-Nya kepada kita, dan hendak tinggal bersama dengan kita sehingga kita senantiasa dapat merasakan kasih-Nya. Dia ingin mengalami semua yang kita alami kecuali dalam hal dosa, Dia ingin mengajak kita hidup seturut kehendak Tuhan. Dia datang membawa damai bagi kita manusia. Dia mendamaikan kita dengan Tuhan sehingga kita bisa langsung bertemu dengan Tuhan lewat Yesus Sang Mesias.

Yesus datang membawa damai atau kasih Tuhan kepada semua orang terutama orang-orang miskin, orang-orang tersingkirkan dan juga orang yang merasa hidup ini penuh dengan kegelapan. Kelahiran Yesus dalam kegelapan di Betelehem menjadi lambang hidup manusia yang penuh dengan kegelapan karena persoalan hidup, karena penderitaan, karena kejahatan sehingga tiada harapan untuk hidup lebih baik, maka Yesus yang lahir membawa terang baru yakni kasih Tuhan yang menyertai manusia. Yesus datang membawa makna baru bagi manusia bahwa jalan sukacita dan hidup bahagia bukanlah ditentukan oleh gemerlapnya dunia tetapi kesediaan menerima Yesus Sang Mesias.

Para saudara,
Yesus akhirnya terpaksa lahir di kandang domba di Betlehem bukan karena Allah merencanakan demikian, namun karena manusia menolak Dia. Sebagaimana kita ketahui dalam injil, dikatakan bahwa ketika tiba saatnya bagi Maria untuk bersalin, tidak ada tempat bagi mereka di penginapan. Memang benar bahwa bisa jadi penginapan saat itu penuh dengan tamu-tamu yang juga dalam perjalanan mengadakan sensus penduduk. Namun kiranya dengan melihat kondisi Maria saat itu, si pemilik penginapan harusnya peka dan memberi tumpangan. Namun kiranya hal itu tidak terjadi. Pemilik penginapan itu menolak tentu karena mereka miskin, dia tidak mau repot manakala tiba waktunya Maria melahirkan anaknya di penginapan itu, pemilik penginapan tidak mau repot dan rugi karena tamu-tamunya akan protes karena kejadian Maria melahirkan di tempat itu. Sungguh dia hanya memikirkan diri sendiri, tidak peduli dan tidak mau repot bagi sesama. Dia menolak kelharian Yesus dengan menolak Maria dan Yusuf yang miskin.

Merayakan natal kiranya kita menjauhkan sikap seperti pemilik penginapan itu. Kitapun mungkin menolak kelahiran Yesus dalam diri kita atau keluarga kita, manakala kita hanya sibuk memikirkan diri sendiri, sibuk mencari kesenangan dan hanya sibuk mencar atau mengumpulkan harta dunia sehingga kita tidak mau repot untuk orang lain, tidak peka dengan sesama kita yang membutuhkan pertolongan. Betapa sering hal ini kita lakukan. Kita menolak kelahiran Yesus Sang Mesias manakala kita tidak peka kepada orang miskin dan tidak mau repot dengan mereka. Oleh sebab itu, merayakan Natal berarti kita peka terhadap sesama yang miskin, kita tidak hanya sibuk dengan urusan pribadi, tidak hanya sibuk dengan pekerjaan, tidak hanya sibuk dengan mencari kesenangan diri. Merayakan Natal juga berarti kita harus siap berjalan menuju Betelehem yang gelap dan sunyi, itu berarti kita harus berani meninggalkan gemerlap dunia, meninggalkan atau tidak terikat dengan kesenangan diri atau dunia dengan hidup miskin dn sederhana. Merayakan natal berarti kita mau menuju Betelehem dengan berusaha pergi bertemu dengan orang-orang yang merasa hidupnya gelap karena kemiskinan, karena tersingkirikan atau disingkirkan, menemui orang-orang menderita dan kita membawa terang kasih Yesus Sang Mesias kepada mereka. Sehingga kita seperti para malaikat berkata kepada mereka :  “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan, di kota Daud.” Semoga sukacita Natal bergema dalam hidup kita dan dapat dirasakan oleh banyak orang. Amin.

RENUNGAN HARI RAYA NATAL(FAJAR): 25 DESEMBER 2013

RENUNGAN HARI RAYA NATAL(FAJAR): 
25 DESEMBER 2013 
Yes. 62:11-12; Mzm. 97:1,6,11-12; Tit. 3:4-7; Luk. 2:15-20. 

BACAAN INJIL (Luk 2:15-20) 
"Mereka mendapati Maria, Yusuf dan si Bayi." 

Setelah mendengar berita kelahiran penyelamat dunia, para gembala berkata seorang kepada yang lain, "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita." Lalu mereka cepat-cepat berangkat ke Betlehem, dan mendapati Maria dan Yusuf serta Bayi yang terbaring di dalam palungan. Ketika melihat Bayi itu, para gembala memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hati dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat; semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. 

RENUNGAN : 
 'Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita', kata gembala satu kepada yang lain. Mereka merasa mendapatkan kabar sukacita yang memang perlu ditanggapi. Para gembala adalah orang-orang kecil, orang-orang miskin, orang yang mungkin tersingkir yang penuh harapan akan hidup yang lebih baik lagi. 

Kabar gembira selalu membahagiakan umat manusia. Lalu mereka cepat-cepat berangkat bukan sekedar memuktikan yang dikatakan oleh malaikat Tuhan kepada mereka, tetapi karena mereka menanggapi kabar sukacita yang membawa damai dan harapan baru bagi mereka dan bagi manusia. Di tempat sebagaimana dikatakan oleh malaikat Tuhan, mereka menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. 

Apa yang dikatakan kepada mereka sungguh benar. Ketika mereka melihat-Nya, mereka dengan sukacita memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Mereka saling meneguhkan dengan pengalaman yang mereka terima bersama dari para malaikat. Semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Mendengar cerita mereka, Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. 

Setelah bertemu dengan Sang Mesias yang lahir, mereka kembali dengan penuh cukacita sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. 

Kelahiran Yesus adalah kedatangan sang Mesias. Dengan kelahiran Yesus kita tidak hanya mengenal Allah dalam diri Yesus Kristus tetapi malahan Tuhan tinggal bersama dengan kita. Dia datang membawa damai surgawi kepada manusia bahwa Tuhan mengasihi kita, Tuhan menghendaki manusia menikmati kasih-Nya dan karena itu, Tuhan ingin tinggal bersama dengan manusia dalam hidup manusia. Kedatangan para gambala adalah kedatangan mereka, orang-orang yang merindukan hidup lebih baik, orang yang merindukan kasih dalam hidupnya dan orang yang mengharapkan dirinya untuk diselamatkan. Maka tepatlah kalau 'mereka disebut bangsa kudus, orang-orang tebusan TUHAN' (Yes 62), karena memang mereka adalah orang orang yang menghendaki keselamatan. 

Mereka datang ke Betlehem bukan sekedar membuktikan bahwa Dia telah datang, melainkan mereka ingin menikmati keselamatan itu. Sebab kabar malaikat bahwasannya 'hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud' benar-benar suatu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Mereka semua merindukanNya. 

Seruan para gembala, “'Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita' ini ditujukan kepada kita. Para gembala itu mengajak kita untuk pergi ke Betlehem, menemui Sang Mesias yang telah datang. 

Kita pun adalah orang-orang yang dapat mencontoh para gembala yang dengan sukacita datang kepadaNya. Kita hendaknya mau datang kepadaNya, karena kasih karunia yang telah dilimpahkan kepada kita. Kita mau datang kepada Yesus karena kita hendak mengucapkan syukur dan terima kasih kepadaNya, sebab memang 'Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita'. 

Kita 'sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya' memberanikan diri datang kepadaNya, karena kita yakin bahwa kita adalah orang-orang yang 'berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita'. Kita datang kepada-Nya bukan sekedar ingin menyaksikan keajaiban Tuhan, tetapi datang untuk percaya kepada Dia bahwa Dia adalah Tuhan Sang Penyelamat kita. 

Dengan merayakan Natal: 
Pertama, kita bersyukur kepada Tuhan sang Empunya kehidupan yang telah datang ke dunia dengan menjadi Manusia; kita bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepadaNya, karena memang Dia rela datang, bukan karena perbuatan baik kita, melainkan karena kasih karuniaNya. 

Kedua, kita memperteguh pengharapan kita untuk hidup kekal bersamaNya. Karena memang Dia datang ke dunia menjadi Manusia, agar kita menjadi anak-anak Allah, sebuah pertukaran suci, yang semuanya akan terealisir pada kedatanganNya kembali, bukan dalam rangkulan kain lampin, melainkan dalam kemuliaan yang penuh semarak. 

Ketika : kita datang kepada ke Betlehem bukan hanya sekedar ingin meyaksikan keajaiban Tuhan. Kita merayakan natal bukan sekedar melaksanakan kewajiban agama tetapi karena kita percaya kepada Dia bahwa Dia adalah Tuhan Penyelamat kita sehingga kita menyambah Dia, berpengharapan hanya kepada Dia. Kita percaya kepada Dia karena Dia telah mengasihi kita, Dia menawarkan kedamaian, kebahagiaan dan keselamatan kekal sehingga kita ingin menikmatinya yang hanya kita peroleh dalam Dia. Sehingga kita yang merayakan Natal memuji dan memuliakan Tuhan dalam hidup kita. 

Keempat, baiklah kita seperti para gembala itu, yakni kita menyerukan kelahiran Sang Mesias dan mengajak orang lain untuk datang kepada Yesus Sang Mesias, mengajak mereka untuk percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang sangat mengasihi kita, Dialah penyelamat kita yang mau tinggal bersama dengan kita. 

Semoga perayaan Sukacita Natal bergema dalam hidup kita dan kita gemakan dalam hidup kepada semua orang. Amin.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)