Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.
Showing posts with label Santo Yosef. Show all posts
Showing posts with label Santo Yosef. Show all posts

RENUNGAN HARI RAYA St. YUSUF, SUAMI SP. MARIA : Sabtu 19 Maret 2011

HARI RAYA St. YUSUF, SUAMI SP. MARIA : Sabtu 19 Maret 2011
2Sam 7:4-5a,12-14a,16, Mzm 89:2-3,4-5,27,29, Rm 4:13,16-18,22,
Mat 1:16,18-21,24a atau Luk 2:41-51a

Yusuf tokoh teladan hidup beriman.

BACAAN INJIL:
Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.
Demikianlah Injil Tuhan bagi kita hari ini.

RENUNGAN:
Kitab Suci tidak banyak berbicara tentang Yusuf dan hampir tidak ada kata-kata yang keluar dari Yusuf yang tercatat dalam Kitab Suci. Yusuf tampil sebagai tokoh yang banyak diam. Demikian juga halnya, penghormatan ataupun gelar yang diberikan kepada dia juga jauh lebih sedikit dibanding dengan penghormatan dan gelar yang diberikan kepada Maria. Dalam dunia teologi juga kita mendengar ada ilmu tentang Maria, yakni Marialogi, tetapi kita tidak pernah mendengar yang namanya Yusuflogi. Sama seperti dirinya yang digambarkan dalam Kitab Suci, Yusuf sebagai tokoh yang banyak diam, demikian juga halnya dalam kehidupan Gereja seakan dia juga didiamkan atau kurang banyak perhatian. Yusuf seakan kalah popular dibandingkan dengan Maria. Kalaupun Gereja menghormati beliau dengan menetapkan perayaan khusus kepadanya, (baca di sini) tentu bukanlah hanya karena dia suami Maria, bukan pula hanya karena dia mendapat keuntungan karena kepopuleran Maria tetapi juga mempunyai peran penting dalam karya keselamatan Allah. Di dalam Kitab Suci kita dapat melihat beberapa hal yang membuat Yusuf memang layak untuk dihormati dan mendapat tempat dalam Gereja.

Kitab Suci menggambarkan bahwa Yusuf adalah orang yang tulus hati. Karena dia tulus hati, maka ketika dia mendengar bahwa Maria tunangannya telah hamil dan itu bukan dari dirinya, dia tidak mau mempermalukan Maria, tetapi hendak menceraikan Maria dengan diam-diam. Apa yang dilakukan oleh Yusuf adalah wajar, sebab tidak ada pria yang akan menerima begitu saja bila tunangannya hamil dan bukan dari dirinya. Yang diluar kewajaran atau tidak mungkin dilakukan banyak pria adalah sikap Yusuf yang tidak mau mempermalukan Maria, yakni menceraikannya dengan diam-diam. Menceraikan dengan diam-dima, bisa saja dengan cara dia pergi jauh meninggalkan Maria atau bisa dengan cara lain. Itu kurang penting kita pikirkan. Yang kita renungkan dari sikap Yusuf adalah ketulusan hatinya. Sifar tulus hati adalah salah satu buah dari iman dan ketulusan hati itu berbuah pada sikap hidup yang tidak mau membuat orang lain menderita. Yusuf juga orang beriman dan itu terbukti ketika dia masih dalam keraguan akan keputusan yang mau dia ambil atas Maria, dalam mimpi malaikat Allah menampakkan diri dan berkata kepadanya agar dia tidak usah takut mengambil Maria sebagai istrinya karena Maria mengandung bukan dari manusia, tetapi dari Roh Kudus dan malaikan itu juga menerangkan siapa anak yang dikandung oleh Maria. Dalam peristiwa itu, Yusuf hanya mendengar, tidak bertanya apa-apa akan apa yang dikatakan oleh Malaikan itu. Tetapi sesudah bangun, tanpa pikir panjang, Yusuf langsung menjalankan apa yang dikatakan oleh Malaikat itu kepadanya dalam mimpi. Tepatlah bahwa Yusuf orang beriman yang taat melaksanakan perintah Allah, walau hanya dalam mimpi dia terima perintah itu dan walau tentu hal itu berat untuk dilaksanakannya tetapi dia menerima dan melaksanakannya.

Yusuf juga orang yang setia pada keputusan yang dia ambil. Sebab sesudah dia mengambil Maria sebagai isterinya, dia menjalankan hidupnya sungguh sebagai suami Maria dan kepala keluarga yang baik. Sebab bisa saja seorang pria tetap menikahi wanita atau pasangannya walau sudah hamil dan itu bukan dari dirinya, hanya untuk menjaga supaya wanita itu tidak malu pada saat itu saja, tetapi sesudah menikahi wanita itu, si pria itu tidak peduli karena menganggap wanita itu sudah mengkhinati cintanya. Bahkan bisa saja setelah anak wanita yang dinikahi itu lahir, si pria itu menceraikan wanita itu. Atau bisa saja setelah menikahi wanita seperti itu, si pria menggunakan hal itu menjadi jalan atau alasan untuk menekan pasangannya. Namun hal demikian tidak dilakukan oleh Yusuf. Yusuf sungguh setia pada keputusan yang telah dia ambil.

Kesetiaan Yusuf pada keputusan yang sudah dia ambil, tampaknya nyata pada tanggungjawabnya yang begitu besar kepada Maria atau keuarga mereka. Sehubungan dengan hal ini, Kitab Suci mencatat dengan baik bagaimana perjuangan Yusuf untuk merawat dan melindungi Maria. Ketika Maria sudah dalam keadaan hamil besar, Yusuf berusaha mencari penginapan yang layak untuk Maria saat melahirkan, walaupun akhirnya mereka tidak mendapat tempat. Demikian juga Yusuf beberapa kali harus membawa Maria bersama dengan Yesus anaknya melarikan diri untuk menyelamatkan Maria dan Yesus anaknya dari niat Herodes yang akan membunuh Yesus. Yusuf tetap melindungi keluarganya dan sungguh tidak menghendaki keluarganya celaka. Demikian juga dia bersama Maria mencari Yesus selama tiga hari ketika hilang karena terintinggal di Bait Allah dan setelah menemukan Yesus di sana, Kitab Suci tidak mencata bahwa Yusuf kesal ataupun marah, malah Kitab Suci mencatat sikap Maria yang sedikit kesal karena ulah Yesus.

Secara singkat kita katakan bahwa memang Yusuf juga mempunya peran dalam karya keselamatan Allah. Iman Yusus yang berbuah pada ketulusan hati dan kesetiaan serta tanggungjawab atas keluarga, menjadikan karya keselaamtan Allah berjalan dengan lancer.
Oleh karena itu, baiklah kiranya kita menghormati Yusuf dan menjadikan sebagai teladan iman kita. Kepada para pria yang berkeluarga dan dan menjadi suami, baiklah kiranya menjadikan Yusuf sebagai teladan dalam menjalankan peran sebagai suami dan kepala keluarga. Para suami hendaknya dengan tulus mencintai istri dan anak-anaknya. Cinta yang tulus tentu terpancara pada sikap hidup yang mau menerima kelebihan dan kekurangan yang ada pada istrinya, sikap hidup yang tidak mau mempermalukan pasangan, sikap hidup yang senantiasa menghindarkan perbuatan-perbuatan yang membuat istri atau keluarga menjadi malu atau menderita. Suami yang baik tentu juga seperti Yusuf yang bertanggungjawab penuh atas kelangsungan hidup keluarga, baik itu hidup fisik dan hidup iman keluarga. Suami yang kristian tentu juga hidup dalam iman dan memelihara iman dalam keluarga, seperti Yusuf yang beriman, juga seperti Yusuf yang menyelamatkan Yesus dari pembunuhan Herodes, itu juga berarti memelihara kehadiran Yesus dalam keluarga. Demikian juga halnya, suami memelihara kehadiran Yesus dalam keluarganya dan suami berusaha memelihara iman keluarga.

Tentu Hari Raya hari dan sabda hari ini bukan hanya menjadi permenungan bagi pria yang beristri atau berkeluarga. Kita semua juga bisa meneladan Yusuf sebagai teladan hidup kaum beriman. Iman kita hendaknya berbuah dalam ketulusan hati mengasihi orang lain, sehingga kita berusaha untuk berbuat hal yang baik kepada sesama. Dengan tulus kita mengasihi sesama kita, menerima mereka dengan segala kelebihan dan kekurangan sesama. Kekurangan sesama, jangalah kiranya kita jadikan sebagai bahan pembicaraan dan kita ikut menyebarkan kekurangan sesama. Tetapi hendaknya kekurangan sesama kita jadikan berkat Tuhan yang mana itu menjadi jalan bagi kita untuk membantu mereka mengatasi kekurangan mereka.

Sama seperti Yusuf yang setia pada keputusannya untuk menerima Maria sebagai isterinya, demikianpun kita hendaknya setia pada janji yang kita ucapkan. Kita semua sudah mempunya janji yang kita janjikan pada saat baptisan yakni menjadi pengikut Kristus. Kita hendaknya kommit atau setia pada janji baptis dan Krisma yang telah kita terima. Demikian juga halnya pada janji-janji baik yang kita lakukan, hendaknya kita selalu berusaha menepati semua janji itu.
Yusuf memelihara hidup Maria dan Yesus anaknya. Demikianpun kita ikut bertanggungjawab atas hidup sesama kita baik itu hidup iman dan hidup jasmani sesama kita. Tanggungjawab kita atas hidup jasmani sesemam itu kita wujudkan dengan tidak ambil bagian atas penderitaan sesama, tidak ambil bagian ikut membuat sesama menderita, tetapi dengan rela hati mau berbagi berkat dan sukacita dengan sesama kita. Penderitaan dan kemiskian seseorang bisa membuat iman seseorang menjadi lemah. Oleh karena itu, dengan rela berbagi berkat dengan orang lain, perbuatan kita yang kita lakukan dengan tulus dan buah dari iman kita menjadi suatu pernyataan bagi mereka bahwa Allah itu baik, sehinggga secara tidak langsung kita ikut meneguhkan dan memelihara iman mereka akan Allah.

Setiap kita juga tentu pasti mengalami persoalan sulit yang membuat kita bingung. Yusuf dalam keraguannnya mengahadapinya dengan sikap diam. Sikap diam Yusuf kita mengerti sebagai sikap menarik diri dari kehidupan dan masuk dalam keheningan batin untuk merenungkan persoalan yang dihadapi. Dalam diam atau keheningan itu, Yusuf mendapat pencerahan dari Tuhan lewat malaikat Allah. Demikian juga halnya, saat mengalami masa-masa sulit, hendaknya kita tidak langsung panic dan mengambil keputusan. Hendaknya kita masuk dalam keheningan bersama dengan Yesus. Dalam keheningan itu, kita hanya berdua bersama Tuhan dan kita memohon pertolongan dan pencerahan dari Tuhan agar kita bisa mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi masa-masa sulit kita. Sama seperti Yusuf, Tuhanpun akan datang membantu kita dalam keheningan batin itu.

Masih banyak hal yang bisa kita pelajari dan teladani dari Santo Yusuf si pendiam. Oleh karenanya, baiklah kiranya kita menghormati dan meneladan dia dalam hidup beriman. Amin.

St. Yosef : Tokoh Tanpa Suara

St. Yosef : Tokoh Tanpa Suara
oleh: P. William P. Saunders *

St Yosef sungguh merupakan seorang tokoh tanpa suara dari Perjanjian Baru. Sebagai contoh, Injil tidak mencatat sepatah kata pun yang diucapkan oleh St Yosef. Namun demikian, apa yang dilakukan santo besar ini sepanjang hidupnya demi Tuhan menyuarakan semuanya. Agar dapat menghargai serta memahami perannya dalam karya keselamatan, kita perlu memeriksa Injil.

St Yosef “berasal dari keluarga dan keturunan Daud” (Luk 2:4). Karena leluhurnya ini, St Yosef merupakan penghubung antara perjanjian lama yang dibuat dengan Abraham dan Musa, dengan perjanjian baru yang sempurna dan abadi, yang akan dibuat melalui darah Yesus. Ia mengakhiri gagasan tanah perjanjian para bapa bangsa serta kerajaan Raja Daud, dan mempersiapkan jalan bagi Yesus, sang Mesias, yang akan membangun kerajaan baru, yaitu Kerajaan Allah dan Tanah Perjanjian yang baru - bukan suatu kerajaan duniawi dengan benteng-benteng dan angkatan bersenjata, melainkan kerajaan yang ada dalam diri orang yang hidup dalam Allah, hidup sekarang yang akan mencapai kesempurnaannya di Surga.

St Matius mengidentifikasikan Yosef sebagai “seorang yang tulus hati.” Teks dalam bahasa aslinya mempergunakan kata adil atau benar, yang secara lebih baik menggambarkan bahwa ia hidup seturut ketentuan Allah, dengan melakukan perintah-perintah-Nya dan meneladani kasih-Nya.

St Yosef pertama kali muncul dalam Injil dalam kisah awal mula kelahiran Yesus. Sementara Injil St Lukas memberikan penekanan pada kabar sukacita kepada Maria, Injil St Matius memberikan penekanan pada St Yosef. Dikisahkan bahwa St Yosef bertunangan dengan Maria ketika ia mendapati bahwa tunangannya itu mengandung. Patut diingat bahwa dalam masyarakat Yahudi, apabila sepasang muda-mudi telah bertunangan secara resmi dan memaklumkan niat mereka di hadapan dua saksi, mereka dianggap telah menikah sebagai suami isteri. Biasanya setelah satu tahun masa pertunangan, mempelai pria datang ke rumah mempelai wanita dalam suatu upacara meriah dan memboyong mempelai wanita ke rumahnya di mana mereka melangsungkan pernikahan dan hidup bersama sebagai suami isteri. (Tradisi ini menjadi dasar dari perumpamaan tentang lima gadis bodoh dalam Mat 25). Karena St Yosef belum tahu akan rencana Allah, tetapi mendapati bahwa tunangannya telah mengandung bukan dari dirinya, Injil mengatakan bahwa “ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam” (Mat 1:19). Menurut Hukum Taurat, St Yosef dapat mengajukan Maria agar dihukum rajam hingga tewas karena perzinahan (bdk Ulangan 22). Jika St Yosef saja mengetahui bahwa Maria mengandung, apakah gosip di kota kecil itu tidak membicarakannya? Orang hanya dapat membayangkan betapa malu dan terlukanya hati St Yosef. Betapa ia pastilah patah hati!

Tetapi, malaikat Tuhan menampakkan diri kepada St Yosef dalam mimpi, mengatakan kepadanya bahwa Maria mengandung dari kuasa Roh Kudus, dan memintanya untuk mengambil Maria sebagai isterinya dan Yesus sebagai Putranya sendiri. Tanpa banyak tanya ataupun ragu-ragu, St Yosef melakukan seperti yang diperintahkan malaikat. Lagi, di sini kita melihat pentingnya peran St Yosef: Ia harus mengambil Yesus sebagai Putranya sendiri dan memberinya nama, dengan demikian memberi-Nya pengakuan sah sebagai Puteranya dan menjadikan-Nya pribadi yang sah.

Patut dicatat bahwa pemahaman akan Kabar Sukacita seperti di atas merupakan pemahaman menurut tradisi Gereja. Sebagian orang beranggapan bahwa St Yosef telah mengetahui bahwa Maria mengandung dari kuasa Roh Kudus dan karenanya merasa tak layak, bahkan takut, untuk menikahinya dan menerima tanggung-jawab ini; sebab itulah, ia bermaksud untuk menceraikannya secara diam-diam. Tetapi, jika demikian, mengapa kemudian malaikat mengatakan kepada St Yosef dalam mimpi bahwa Maria telah mengandung dari kuasa Roh Kudus? Karenanya, pemahaman menurut tradisi Gereja masih tetap merupakan tafsiran yang terbaik.

St Yosef menunaikan tugas kewajibannya dengan gagah berani. Sepanjang Injil, ia dengan setia dan tanpa ragu mentaati perintah-perintah Tuhan: membawa keluarganya ke Mesir agar aman dari murka Raja Herodes; kembali ke Nazaret; membawa Puteranya ke Bait Allah untuk disunatkan dan dipersembahkan kepada Allah; dan menempuh perjalanan ke Yerusalem untuk merayakan hari raya Paskah.

St Yosef menerima tanggung-jawab panggilannya - dengan menjadi seorang suami dan ayah yang setia. Ia memberikan yang terbaik yang dapat dilakukannya bagi keluarganya, entah itu berarti kandang di Betlehem ataupun rumah di Nazaret. Walau Injil tidak banyak memberikan informasi mengenai kehidupan Keluarga Kudus di Nazaret, kita dapat menyimpulkan bahwa mereka adalah orang-orang sederhana: ketika St Yosef dan Bunda Maria mempersembahkan Yesus di Bait Allah, mereka mempersembahkan dua ekor anak burung merpati sebagai korban, suatu pengecualian yang diperuntukkan bagi keluarga-keluarga miskin yang tak mampu mempersembahkan kurban anak domba seperti yang diwajibkan.

Guna menghidupi keluarganya, St Yosef bekerja sebagai seorang tukang kayu. Kata yang dipergunakan dalam Injil aslinya adalah “tekton” yang artinya “pengrajin” atau “tukang”, karenanya dapat juga berarti bahwa ia seorang tukang bangunan ataupun seorang tukang kayu. Sebagai seorang ayah Yahudi yang baik, St Yosef mewariskan keahliannya kepada Putranya, dan sesungguhnya Yesus dikenal sebagai “anak tukang kayu” (Mat 13:55) dan “tukang kayu” (Mrk 6:3).

Meskipun St Yosef bukanlah ayah Yesus secara fisik, namun di luar itu ia adalah seorang ayah dalam arti sepenuhnya. Lagipula, sebagai seorang ayah Yahudi yang baik, ia bertanggung-jawab atas pendidikan religius Putranya, termasuk mengajari-Nya membaca Kitab Suci. St Yosef pastilah seorang teladan yang baik hati dan gagah bagi Yesus, mengingat bahwa Allah Bapa telah mempercayakan PutraNya ke dalam pemeliharaannya.

Terkahir, pastilah Yesus amat mengasihi serta menghormati St Yosef dan Bunda Maria, seperti ditulis dalam Injil, setelah mereka menemukan-Nya dalam Bait Allah, Yesus pulang kembali ke Nazaret dan “tetap hidup dalam asuhan mereka” (Luk 2:51). Singkat kata, St Yosef dengan murah hati mengesampingkan segala kepentingan dirinya sendiri demi kebaikan keluarganya.

Menurut tradisi, St Yosef wafat sebelum Yesus memulai pewartaan-Nya di depan publik. Keyakinan ini didasarkan pada dua pokok pikiran utama: pertama, St Yosef tidak pernah muncul selama pewartaan Yesus di depan umum seperti yang dilakukan Bunda Maria, misalnya saat perjamuan nikah di Kana; dan kedua, dari salib, Yesus mempercayakan pemeliharaan BundaNya kepada St Yohanes Rasul, menunjukkan bahwa BundaNya telah menjadi janda tanpa adanya anak-anak lain untuk memeliharanya. Juga menurut tradisi, St Yosef wafat dengan didampingi Yesus dan Bunda Maria. Karena alasan inilah, St Yosef biasa dimohon bantuan doanya untuk kematian yang bahagia. Meskipun tidak didefinisikan oleh Magisterium, St Fransiskus de Sales (wafat thn 1622) yakin bahwa St Yosef diangkat jiwa dan raganya ke surga: “Adakah yang dapat kita katakan sekarang selain daripada, tak mungkinlah kita ragu bahwa santo yang mulia ini menikmati ganjaran berlimpah di surga bersama Dia yang begitu mengasihinya dan mengangkatnya ke sana, jiwa dan raganya; itulah yang hampir pasti terjadi sebab tak ada pada kita reliquinya di sini, di dunia. Bagiku tampaknya tak dapat orang meragukan kebenaran ini; sebab bagaimana mungkin Ia menolak memberikan rahmat ini kepada St Yosef, ia yang senantiasa taat selalu sepanjang hidupnya?”

Santa dan santo besar lainnya mempunyai devosi mendalam kepada St Yosef: St Bernardinus dari Siena (wafat thn 1444) menyampaikan khotbahnya, “Ia dipilih oleh Bapa yang kekal sebagai pelindung yang dapat diandalkan dan penjaga harta pusaka-Nya yang termulia, yaitu, Putra Ilahinya dan Maria. Ia melaksanakan panggilannya ini dengan ketaatan penuh hingga akhirnya Tuhan memanggilnya dengan berkata, `Mari, hambaku yang baik dan setia, masuklah ke dalam sukacita Tuan-mu'”.

St Theresia dari Avila (wafat thn 1582) dalam Riwayat Hidupnya menulis, “Aku menjadikan St Yosef pembela dan pelindungku, aku mempercayakan diriku sepenuh hati kepadanya. Ia datang menolongku dengan cara yang paling nyata. Bapa tercinta dari jiwaku ini, pelindungku terkasih ini, bergegas menarikku keluar dari situasi yang dapat melemahkan tubuhku, seperti ia merenggutku dari mara bahaya yang lebih besar dari alam lain yang membahayakan kehormatan dan keselamatan kekalku! Dan menyempurnakan sukacitaku, ia senantiasa menjawab doa-doaku lebih dari yang aku mohon dan harapkan. Aku tidak ingat, bahkan sekarang, bahwa aku pernah memohon sesuatu kepadanya yang tidak ia perolehkannya bagiku. Aku terpesona atas kemurahan luar biasa yang Tuhan anugerahkan kepadaku melalui santo yang kudus ini, dan atas segala mara bahaya di mana Ia telah membebaskan aku, baik tubuh maupun jiwa.”

Di masa-masa terakhir ini, Beato Broeder Andre Bessette (wafat 1937) memiliki devosi yang amat mendalam kepada St Yosef. Semasa masih seorang pemuda, ia bermimpi; dalam mimpinya ia melihat sebuah gereja yang dibangun di suatu tempat yang tak dikenalinya. Dari mimpinya ini, ia terinspirasi untuk membangun sebuah gereja yang indah demi menghormati St Yosef di Mount Royale di Montreal, Kanada. Sekarang ini, Oratorium St Yosef merupakan gereja terbesar di seluruh dunia yang dipersembahkan kepada St Yosef. Beato Andre tidak pernah menyatakan gereja ini sebagai proyek-“nya”; sebaliknya ia mengatakan, “Dari diriku sendiri, aku bukan apa-apa. Tuhan memilih orang yang paling bodoh. Jika ada seorang lain yang lebih bodoh dari aku, pastilah Allah yang baik akan memilihnya.” Melalui perantaraan St Yosef, Beato Andre melakukan berbagai penyembuhan, tetapi ia menyatakan, “St Yosef-lah yang menyembuhkan. Aku ini hanya anjing kecilnya.” Hidup Beato Andre mencerminkan devosi sejati kepada St Yosef: seorang yang sederhana, pendiam, rendah hati, yang melayani Tuhan dan keluarga-Nya, yaitu Gereja.

Para paus selama abad-abad Gereja juga mengakui peran penting St Yosef: Paus Pius IX memaklumkan St Yosef sebagai Pelindung Gereja Katolik (1870).

Paus Leo XIII dalam “Quamquam Pluries” (1889) menulis, “St Yosef adalah pelindung, penyelenggara, pembela yang sah dari rumah tangga ilahi yang dipimpinnya. Dengan demikian, wajarlah dan sudah sepantasnyalah bagi St Yosef bahwa, seperti ia di masa silam senantiasa memenuhi segala kebutuhan Keluarga Nazaret yang ia naungi dalam perlindungannya yang kudus, juga sekarang ia menaungi dengan perlindungan surgawinya serta membela Gereja Yesus Kristus.”

Paus Yohanes Paulus II dalam “Redemptoris Custos” (1989) mendorong umat beriman untuk memandang St Yosef dalam abad kita yang sulit ini: “Perlindungan ini sepatutnyalah dimohonkan karena senantiasa diperlukan Gereja, bukan hanya sebagai pembela melawan segala mara bahaya, melainkan juga, dan sungguh terutama, sebagai daya dorong bagi komitmennya yang telah diperbaharui untuk evangelisasi di dunia dan evangelisasi kembali di tanah-tanah dan bangsa-bangsa di mana “agama dan kehidupan Kristen dahulunya berkembang dan … sekarang dihadapkan dengan ujian yang berat” …. Kiranya St Yosef menjadi bagi kita semua seorang guru yang luar biasa dalam melayani misi keselamatan Kristus, suatu misi yang merupakan tanggung jawab dari setiap dan masing-masing anggota Gereja: para suami dan para isteri, para orangtua, mereka yang hidup dengan bekerja dengan tangan mereka atau dengan pekerjaan lain apapun, mereka yang dipanggil ke dalam kehidupan kontemplatif dan mereka yang dipanggil ke dalam karya kerasulan.”

Yang terakhir, St Yosef dihormati dalam liturgi Gereja. Sejak disahkannya kekristenan pada tahun 313 M, Misa telah dipersembahkan guna menghormatinya, dimulai dari Timur. Paus Yohanes XXIII pada tanggal 13 November 1962 menginstruksikan agar nama St Yosef dimasukkan dalam Kanon Romawi (Doa Syukur Agung I), sebagai pengakuan yang pantas bagi Pelindung Gereja Universal. Di samping itu, Hari Raya St Yosef pada tanggal 19 Maret merupakan hari raya wajib bagi seluruh Gereja universal (Kitab Hukum Kanon No. 1246). Pada tahun 1955, Paus Pius XII menetapkan Pesta St Yosef Pekerja pada tanggal 1 Mei guna menghadirkan St Yosef sebagai teladan bagi segenap pekerja dan guna memberikan penekanan pada martabat sejati sumber daya manusia untuk mengimbangi perayaan “Hari Buruh” di negara-negara komunis.

Kiranya masing-masing kita menghormati serta menghargai teladan St Yosef, mengandalkan doa-doanya guna menolong kita di jalan keselamatan.

* Fr. Saunders is pastor of Our Lady of Hope Parish in Potomac Falls and a professor of catechetics and theology at Christendom's Notre Dame Graduate School.

sumber : “Straight Answers: St. Joseph: The Silent Figure” by Fr. William P. Saunders; Arlington Catholic Herald, Inc; Copyright ©2006 Arlington Catholic Herald. All rights reserved; www.catholicherald.com

diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin The Arlington Catholic Herald.”

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)