Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.
Showing posts with label Imam. Show all posts
Showing posts with label Imam. Show all posts

Pesan Prapaskah 2011 untuk para Imam

Pesan Prapaskah 2011 untuk para Imam
Oleh: Kardinal Mauro Piacenza, Prefek Kongregasi Untuk Imam

Saudara-saudara yang terhormat,

Masa rahmat ini, yang diberikan kepada kita untuk kita hayati, memanggil kita untuk sebuah pertobatan yang baru. Pelayanan imamat selalu baru, dan melalui karunia imamat ini, Tuhan Yesus dibuat hadir dalam hidup kita dan, melalui hidup kita, dalam kehidupan semua orang.

Pertobatan, bagi kita para imam, lebih dari semuanya, berarti menyesuaikan hidup kita secara lebih dekat dengan pewartaan yang kita tawarkan setiap hari kepada umat, menjadikan diri kita dengan cara ini ’secarik Injil yang hidup’ yang bisa dibaca dan disambut oleh setiap orang. Dasar dari sikap ini, tanpa ragu lagi, ialah pertobatan jati diri kita sendiri: Kita mesti mengembalikan diri kita kepada jatidiri kita! Jatidiri itu, yang disambut dan diterima secara sakramental dalam kemanusiaan kita yang rapuh, menuntut peneguhan yang progresif dari hati, pikiran, perilaku kita terhadap setiap hal, bahwa kita berada dalam citra Kristus Sang Gembala Baik yang secara sakramental telah dimeteraikan dalam diri kita.

Kita mesti memasuki Misteri-Misteri yang kita rayakan, teristimewa Ekaristi Suci, dan membiarkan diri kita dibentuk olehnya. Dalam Ekaristi itulah, imam menemukan kembali jatidirinya yang sejati. Di dalam perayaan Misteri Ilahi itulah, imam dapat menangkap penglihatan tentang ‘bagaimana’ menjadi gembala dan ‘apa’ yang perlu untuk benar-benar saling melayani.

Dunia yang sedang mengalami “pemerosotan hidup kristiani” ini menuntut evangelisasi baru; namun sebuah evangelisasi baru, menuntut imam-imam yang ‘baru’ pula. Bukan imam dalam arti dangkal seperti halnya mode yang segera berlalu, namun dalam arti hati yang seluruhnya diperbarui oleh setiap Misa Kudus, diperbarui oleh cinta Hati Kudus Yesus, Sang Imam dan Gembala Baik.

Terutama yang mendesak ialah pertobatan dari kebisingan menuju ke keheningan, dari kebutuhan yang serba gelisah untuk berbuat sesuatu, menuju ke hasrat untuk bertahan tinggal bersama Yesus, ambil bagian secara lebih sadar dengan keberadaan-Nya. Setiap tindakan pastoral haruslah selalu merupakan gema dan perluasan dari apakah hakikat imam itu! Kita mesti mengembalikan diri kita kepada paguyuban/Komunitas, menemukan kembali apakah sebenarnya paguyuban/komunitas itu: yakni paguyuban/komunitas bersama Allah dan Gereja dan kebersamaan satu sama lain.

Komunitas gerejawi secara mendasar ditandai dengan sebuah hati nurani yang diperbarui, yang menghidupi dan mewartakan ajaran yang sama, tradisi yang sama, sejarah orang-orang kudus yang sama, serta Gereja yang sama. Kita dipanggil untuk menghayati masa Prapaskah dengan kesadaran gerejawi yang mendalam, menemukan kembali keindahan berada dalam sekelompok umat yang sedang berziarah, yang di dalamnya termasuk semua imam tertahbis dam semua umat di mana mereka melihat gembala mereka sendiri sebagai contoh acuan yang aman dan sebagai kesaksian yang diperbarui dan bercahaya.

Kita harus menghadapkan kembali hidup harian kita pada pengorbanan Kristus di kayu salib. Kristus membuat Keselamatan kita menjadi dimungkinkan dan berdaya guna melalui pertukaran-Nya yang sempurna. Dengan cara yang sama, setiap Imam, Kristus Yang Lain, dipanggil sebagaimana para kudus yang mulia, untuk menghayati langsung misteri pertukaran ini dalam semua pelayanan khususnya ketika dengan setia bersama umat merayakan Sakramen Rekonsiliasi. Sakramen ini diberikan untuk kita sendiri, dan dengan murah hati ditawarkan kepada setiap orang, dengan disertai bimbingan rohani, sedemikian rupa sehingga dalam mempersembahkan hidup harian, kita memulihkan dunia dari dosa. Suasana tenang, peniten, imam-imam di hadapan Sakramen Mahakudus memberikan cahaya kebijaksanaan injili dan gerejawi untuk situasi masa kini yang menantang iman kita. Dengan cara ini, para imam mampu menjadi nabi-nabi, yang pada gilirannya, meluncurkan ke dunia, satu-satunya tantangan nyata: bahwa Injil memanggil kita kepada pertobatan.

Kadang-kadang kelelahan benar-benar berat dan kita merasakan ketidakberdayaan di hadapan kebutuhan Gereja. Namun jika kita tidak bertobat, kita akan selalu tak berdaya, karena hanya seorang imam yang diberbarui, dipertobatkan, imam yang ‘baru’, bisa menjadi alat yang dengannya Roh Kudus memanggil imam-imam baru lainnya.

Kepada Santa Perawan Maria, Ratu Para Rasul, kita memercayakan perjalanan masa prapaskah ini. Seraya memohon Kerahiman Ilahi, didasarkan pada teladan Bunda Surgawi semoga hati imamat kita akan menjadi “Pengungsian para Pendosa”.

Penerjemah: Rm Yohanes Dwi Harsanto Pr
Disadur dari : http://katolisitas.org/

Berbagi Berita : Imam aktivis memulai aksi Prapaskah

Imam aktivis memulai aksi Prapaskah
Oleh John Choi, Seoul

Pastor Bartholomew Mun Jung-hyun di halaman Katedral Myeongdong di Seoul. Memulai doa Prapaskahnya untuk pembaruan Gereja, seorang imam aktivis mendesak Gereja untuk mengikuti Yesus Kristus, bukan materialisme.

Pada Rabu Abu, Pastor Bartolomeus Mun Jung-hyun, seorang aktivis sosial terkenal, memulai aksi doa Prapaskahnya bersama sekitar 50 aktivis Katolik dan umat di Gua Maria di Katedral Myeongdong.

Pastor Mun mengatakan, “Melalui ibadat tersebut, kita akan membahas Gereja, kehidupan umat beriman, sesama kita, dan masa depan masyarakat, dan kita sendiri. Ibadat tersebut juga kesempatan untuk menyemangati diri kita untuk mengupayakan pembaruan Gereja.”

Dalam aksi doa tersebut, Pastor Mun akan mengadakan Jalan Salib, meditasi dan diskusi Kitab Suci dengan umat setiap hari hingga 20 April. Aksi tersebut bertema “Way of Jesus, Way of Man.”

Pastor Mun telah berdoa di Katedral Myeongdong bagi Nicholas Kardinal Cheong Jin-suk dan pertobatan Gereja sejak Agustus lalu. Dalam doa-doa tersebut, dia menulis frase-frase bacaan harian Alkitab di piringan kayu untuk menunjukkan keinginannya untuk membarui Gereja.

“Saya datang ke sini karena marah lantaran umat Myeongdong meminta imam untuk meninggalkan imamat dan Kardinal Cheong yang mendukung aksi umat tersebut. Memang awalnya saya marah tapi sekarang saya merasa tenang dalam Yesus,” kata imam yang sudah pensiuan asal Keuskupan Jeonju itu.

April lalu, para imam yang menolak proyek sungai dari pemerintah berusaha mendirikan tenda untuk berdoa di pintu masuk katedral tetapi umat memaksa mereka untuk meninggalkan katedral dan mengatakan bahwa imam-imam politik harus meninggalkan imamat.

Pastor Mun menyesal bahwa katedral, pusat Gereja Katolik di Korea dan jantung gerakan demokratisasi Korea, telah hancur karena materialisme dan telah kehilangan kekuatan simboliknya.

“Gereja dewasa ini,” katanya, “memiliki terlalu banyak hal dan telah dibutakan oleh materialisme seperti halnya masyarakat sekuler. Gereja kehilangan dasar pertobatan dan tidak mencerminkan keaslian dan kebenaran dari Gereja Kristen.”

“Iman itu berasal dari keyakinan dalam Yesus Kristus, bukan pada struktur Gereja. Gereja harus kembali ke posisinya dan umat tidak boleh mengabaikan Gereja yang bergerak menuju bersama arah lain bersama Yesus,” tambahnya.

ucanews.com

Disadur dari : http://www.cathnewsindonesia.com/Tanggal publikasi: 11 Maret 2011

Berbagi Berita : Jadi, jumlah imam meningkat….

Jadi, jumlah imam meningkat….
Oleh Michael Kelly, Bangkok

Pengumuman Vatikan pekan lalu tentang peningkatan jumlah imam di dunia dalam dasawarsa terakhir mendapat perhatian besar. Di situs ini saja, berita tersebut mendapat jumlah pengunjung terbanyak pada hari pengumuman itu dirilis, dan berita itu sendiri tersebar sangat luas ke seluruh penjuru dunia.

Tidak perlu sinis terhadap pengumuman itu, karena dengan ungkapan (“There are lies, damn lies and statistics”) ini, Benjamin Disraeli, perdana menteri Inggris abad ke-19 mungkin menyarankan agar kita harus sadar kalau angka-angka itu lebih bisa dipertimbangkan kalau memang menunjukkan kondisi sesungguhnya dari klerus di dalam Gereja.

Menyangkut klaim peningkatan jumlah imam tersebut, patut dipertanyakan, “meningkat relatif terhadap apa?” Jika dikatakan kepada seorang pengusaha bahwa profitnya meningkat, atau orang yang memiliki properti bahwa nilai propertinya naik, maka pertanyaan real untuk kedua orang tersebut adalah: dalam hubungan dengan apa?

Apakah nilai properti itu naik sebelum atau setelah pelunasan uang atau pinjaman? Apakah profit sesuai dengan tingkat pengembalian investasi untuk bisnis tersebut?

Hanya sekedar mengatakan bahwa harga properti naik atau profit bisnis meningkat tanpa melihat kaitannya dengan kualifikasi-kualifikasi ini sebenarnya tidak banyak membantu.

Jadi, jumlah imam meningkat dalam dasawarsa terakhir. Tapi dalam hubungannya dengan apa? Jumlah umat Katolik juga meningkat dalam dasawarsa yang sama sebanyak 128 juta menurut data Vatikan sendiri. Bahkan jika pertambahan jumlah imam sebanyak 50.000 orang (sebagaimana dilaporkan tentang perkiraan tahun sebelumnya) dalam dasawarsa terakhir, maka itu baru setengah dari pertumbuhan jumlah umat yang harus dilayani oleh para imam yang ditahbiskan itu.

Jika peningkatan jumlah umat dan imam dibandingkan, maka sesungguhnya jumlah imam benar-benar berkurang. Dalam satu dasawarsa terakhir, secara relatif, lebih baik dikatakan Gereja “mati.”

Tetapi pertanyaan-pertanyaan tentang jumlah kotor bahkan lebih perlu diselidiki. Di mana sebenarnya umat Katolik memiliki jumlah paling besar dan bagaimana penambahan tahbisan imam baru yang mereka miliki? Bagaimana jumlah imam lanjut usia dalam satu dasawarsa terakhir?

Apakah statistik Vatikan memasukkan para imam yang telah meninggalkan tugas imamat dan masih belum mendapatkan status awamnya? Dewasa ini, banyak imam yang meninggalkan tugas imamatnya tidak menghiraukan permohonan laikisasi karena prosesnya panjang dan Vatikan enggan memberikan status awam tersebut. Jadi banyak imam keluar, menemukan pekerjaan lain, dan menikah, tapi nama mereka masih tercatat sebagai imam.

Dengan beberapa pengecualian — India, Thailand dan Korea di Asia serta Nigeria dan Kongo di Afrika — jumlah imam menurun dibandingkan dengan jumlah umat.

Penyebaran klerus di seluruh dunia sendiri sangat tidak merata. Dalam sebuah kunjungan ad limina dari seorang uskup Australia ke Roma, Paus Yohanes Paulus II menyesalkan bahwa Italia sendiri memiliki 35.000 imam dan bertanya apa sesungguhnya yang mereka perbuat jika tahu bahwa negara-negara lain memiliki jumlah umat Katolik yang lebih besar namun jumlah imamnya terlalu sedikit. Italia sendiri memiliki sekitar sembilan persen dari total imam dunia untuk hanya tiga persen dari total umat Katolik terbaptis di dunia. Filipina baru saja mencapai 2,2 persen total imam dunia untuk 4,5 persen total umat Katolik terbaptis di dunia.

Dunia Barat, seperti biasa diketahui, mengalami penurunan jumlah kotor imam, namun peningkatan jumlah imam lanjut usia. Di Australia, usia rata-rata para imam mendekati 70. Di negara-negara sedang berkembang, usia rata-rata para imam mungkin sedikit lebih dari setengahnya.

Dengan kata lain, jika statistik itu tidak dibuat dalam kaitan dengan konteks real dan relatif, statistik itu tidak banyak gunanya.

Tapi statistik ini bahkan menimbulkan sejumlah pertanyaan mendasar. Apa yang kita maksudkan dengan menggunakan kata “imam?” Apa inti pelayanan seorang imam? Bandingkanlah itu dengan apa yang secara aktual dilakukan para imam. Hal-hal apa yang dilakukan imam, sehingga di banyak tempat di dunia kok malah kaum awam yang tak tertahbis pun melakukannya? Apa batasan terhadap pelayanan imamat dan mengapa itu hanya terbatas pada pria selibat?

Bukankah ada banyak pelayanan dalam Gereja — mengajar, administrasi keuangan dan staf, pelayanan orang sakit dan miskin, pengajaran agama seperti yang dilakukan katekis, dll — yang seharusnya menjadi tugas yang diakui, dirayakan, dan dipercayakan sebagai bagian dari pelayanan Gereja kepada komunitas umat untuk dilakukan?

Lebih dari 20 tahun yang lalu, seorang imam yang kini sudah berusia di atas 80-an mengajukan pertanyaan ini kepada saya: “Michael, apa kamu tahu, dua isu apa yang dikhususkan untuk Paus Paulus VI sendiri dan tidak memperbolehkan untuk dibahas dalam forum Vatikan II?”

Saya jawab, saya tidak tahu. Konsili Vatikan II dimulai ketika saya berusia sembilan tahun dan konsili itu ditutup ketika saya berusia 12 tahun.

“Kontrasepsi dan selibat klerus,” kata imam itu. “Dan dua hal apa yang dianggap sebagai setan bagi Gereja sejak saat itu? Anatomi perempuan dan hakekat pelayanan itu sendiri.”

Dalam Sinode Para Uskup 1971, selibat direncanakan untuk dibahas, namun terbentur agenda yang lebih mendukung keadilan sosial. Sinode tersebut menghasilkan “Dokumen Keadilan di Dunia” yang merupakan suatu terobosan besar. Sejak itu, dokumen ini menjadi mata air bagi berbagai aksi dan refleksi Gereja.

Tapi mungkin sudah saatnya untuk menempatkan kembali pelayanan pada agenda.

Pastor Michael Kelly SJ adalah direktur eksekutif UCA News. Dia telah bekerja dalam produksi radio dan TV sejak 1982 dan sebagai seorang jurnalis di Australia dan Asia untuk berbagai publikasi, baik religius maupun sekuler.

Disadur dari : http://www.cathnewsindonesia.com/Tanggal publikasi: 22 Februari 2011

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)