Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

Pesan Prapaskah tekankan sikap bela rasa dengan orang miskin

Pesan Prapaskah tekankan sikap bela rasa dengan orang miskin 

Masa Prapaskah tahun ini Paus Fransiskus telah memilih tema “Dia menjadi miskin, sehingga dengan kemiskinan-Nya kalian menjadi kaya”, demikian Vatikan. Tema itu diambil dari sebuah ayat dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Umat di Korintus, di mana santo itu mempromosikan sikap bela rasa dalam memberi dan keinginan untuk “menguji kasih yang tulus dari kalian melalui p
erhatian kalian kepada orang lain”.

Teks itu berbunyi: “Sebab kalian mengetahui betul bahwa kita sangat dikasihi oleh Yesus Kristus Tuhan kita. Ia kaya, tetapi Ia membuat diri-Nya menjadi miskin untuk kepentinganmu, supaya dengan kemiskinan-Nya itu, kalian menjadi kaya” (2 Kor 8:9). 

Pesan teks Paus untuk Masa Prapaskah, yang dimulai pada 5 Maret itu, akan dirilis pada konferensi pers di Vatikan. Prapaskah merupakan masa berpuasa dan berpantang bagi umat Katolik di seluruh dunia. Haiti diharapkan menjadi fokus untuk Masa Prapaskah bersama pasangan suami-istri Italia yang melayani sebagai misionaris di negara Karibia itu yang dijadwalkan akan berbicara pada konferensi pers di Vatikan. 

Mereka akan didampingi oleh para pejabat tinggi dari Dewan Kepausan Cor Unum, sebuah dewan yang menangani bantuan karitatif Gereja Katolik di seluruh dunia. Menurut Bank Dunia, Haiti adalah salah satu negara termiskin di belahan bumi ini dan masih berjuang untuk membangun kembali selama empat tahun setelah gempa dahsyat melanda negara itu pada 12 Januari 2010. 

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus dilukis seperti superman

Paus Fransiskus dilukis seperti superman 

Paus Fransiskus dilukis seperti superman, terbang di udara dengan jubah putih: gambar graffiti itu dilukis oleh seorang seniman anonim kemudian di-tweet oleh Vatikan pada Selasa. Gelar Person of the Year tampaknya tidak cukup bagi Paus Fransiskus. Pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia itu kini digambarkan sebagai pahlawan super, SuperPope. 

 Gambar yang menampilkan Paus Fransiskus sebagai pahlawan super mengenakan jubah putih dengan pose terbang ala Superman pada sebuah tembok di Borgo Pio, sebuah jalan kecil di dekat Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Paus Fransiskus dilukis terbang dengan tangan kanannya meninju ke depan sembari membawa tas berwarna hitam dengan tulisan berwarna putih Valores (bahasa Spanyol) yang berarti nilai atau norma. 

“Kami berbagi dengan Anda sebuah grafiti yang ditemukan di sebuah jalan di Roma dekat Vatikan,” demikian Dewan Kepausan untuk Komunikasi Sosial dari Takhta Suci pada halaman Twitter resminya. Paus berusia 77 tahun itu terkenal karena mengabaikan keamanan dan turun ke tengah kerumunan massa untuk menyalami para peziarah tersebut, dan sering menggunakan lelucon atau cerita untuk menyebarkan nilai-nilai Gereja. 

Paus adalah pengguna Twitter, secara rutin mem-posting ke twitter-nya dalam sembilan bahasa, dimana Twitter-nya kini memiliki lebih dari 10 juta pengikut. Paus Fransiskus sukses menarik hati warga dunia karena gaya kepemimpinannya yang sederhana dan pesannya untuk membantu kaum miskin. 

 Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus: Universitas Katolik harus menjadi saksi ajaran Gereja

Paus Fransiskus: Universitas Katolik harus menjadi saksi ajaran Gereja 

Universitas-universitas Katolik harus memberikan kesaksian ajaran Gereja “tanpa kompromi” serta menunjukkan identitas Katolik mereka, kata Paus Fransisksus. Universitas-universitas Katolik, “dengan ciri khasnya, berkomitmen untuk menunjukkan keselarasan iman dan pikiran serta menyampaikan pesan Kristen untuk kehidupan manusia secara utuh dan otentik,” katanya dalam audiensi dengan anggota Dewan Pengurus Universitas Katolik Notre Dame dan para pejabat lainnya. 

Paus bertemu pada Kamis dengan sekitar 130 orang yang mewakili universitas Katolik itu yang berbasis di Indiana, Amerika Serikat, yang berada di Roma untuk peresmian pusat universitasnya yang baru di ibukota Italia itu. Berbicara dalam bahasa Italia, Paus Fransiskus memuji universitas itu, dengan mengatakan universitas itu “telah memberikan kontribusi luar biasa bagi Gereja di negara kalian melalui komitmennya terhadap pendidikan agama bagi kaum muda dan beasiswa yang terinspirasi oleh keyakinan dalam keselarasan iman dan pikiran dalam mengejar kebenaran dan kebajikan.” 

Dia mengatakan visi awal lembaga itu yang ditetapkan oleh pendiri Kongregasi Salib Suci, “tetap bertahan dalam situasi yang berubah dari abad ke-21, ciri khas utama universitas itu dan pelayanan yang diberikan kepada Gereja dan masyarakat Amerika.” Identitas Katolik dan semangat kerasulan sangat penting, kata Paus, dan harus jelas dalam cara hidup Katolik dan cara kerja semua lembaga Katolik. 

Universitas Katolik berperan khusus untuk menjadi misionaris yang setia pada Injil karena komitmen mereka untuk menunjukkan keselarasan iman dan pikiran, dan menunjukkan bagaimana pesan Kristen menawarkan kepada orang lebih lengkap, lebih otentik terhadap kehidupan manusia, katanya. “Yang penting dalam hal ini adalah menjadi saksi tanpa kompromi dari universitas-universitas Katolik terhadap ajaran moral Gereja, dan mempertahanankan indenpendensinya, tepatnya di dalam dan melalui lembaga-lembaga tersebut, guna menegakkan ajaran itu sebagaimana dinyatakan secara otoritatif oleh magisterium para imam-imamnya,” katanya.

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Kantor Vatikan dibanjiri dengan surat untuk Paus Fransiskus

Kantor Vatikan dibanjiri dengan surat untuk Paus Fransiskus

Paus Fransiskus mendapatkan begitu banyak surat yang membanjiri kantor Vatikan dan para staf kantor itu harus bekerja lembur. “Sebagian besar dari surat-surat itu berisikan permohonan untuk kesembuhan atau doa-doa,” kata Monsignor Giuliano Gallorini, kepala kantor itu, kepada Vatican Television (CTV). 

Kantor itu mendapat sekitar 30 karung atau sekitar 6.000 surat setiap pekan, sehingga total setahun lebih dari 300.000 surat. Msgr Gallorini dan tiga stafnya adalah wanita, termasuk seorang suster, bekerja di sebuah ruangan berukuran kecil di mana surat-surat berlabel dengan berbagai bahasa dan negara berserakan di lantai dan di atas meja. 

“Surat-surat itu merupakan tanda-tanda zaman yang sulit di mana kita hidup. Banyak dari surat tersebut adalah tentang kesulitan, terutama penyakit yang mereka hadapi. Mereka meminta doa agar bisa sembuh dari penyakit tersebut. Mereka juga menggambarkan situasi ekonomi yang sulit,” kata Msgr Gallorini. 

Surat-surat yang paling mendesak dan bersifat pribadi dikirimkan langsung kepada dua imam sekretaris pribadi Paus, kemudian mereka memberikan kepada dia. Surat-surat tentang kesulitan ekonomi dikirim ke badan amal Katolik lokal untuk memutuskan bagaimana masyarakat dapat dibantu. 

Sumber: UCA News 

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA IV: SELASA 4 FEBRUARI 2014

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA IV: 
SELASA 4 FEBRUARI 2014 
 (Yosef dr Leonisa, Katarina dr Ricci, Yohanes de Britto, Rudolfo Acquaviva, Fransiskus Pacheco, Yakobus Berthieu, Leo Mangin) 
2Sam. 18:9-10,14b,24-25a,30-19:3; Mzm. 86:1-2,3-4,5-6; Mrk. 5:21-43 

INJIL
Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup." Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya. 

Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. 

Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?" Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?" Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. 

Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?" Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!" Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus. Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. 

Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!" Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu. Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!" Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub 

Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan. 

RENUNGAN : 
Para saudara, Penginjil Markus menceritakan dua peristiwa mukjzjat yang terjadi atas dua orang wanita, yakni puteri Yairus dan wanita yang sudah mengalami pendarahan selama dua belas tah
un. Kedua wanita itu sembuh karena iman mereka kepada Yesus dan karena Yesus Mahakuasa, sanggup melakukan apa yang tidak terpikirkan oleh manusia.

Kedua kisah ini diawali dengan kerinduan untuk mencari Yesus untuk mengharapkan penyembuhan. Kedua cerita itu berakhir dengan penyembuhan dan bahkan beroleh hidup kembali. Yairus seorang kepala rumah ibadah mencari Yesus untuk memohonkan kesembuhan bagi puterinya yang sudah hampir mati. Yairus tersungkur di hadapan Yesus dan berkata, “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup." 

Sangat menarik untuk kita simak, bahwa Yairus tanpa halangan menemui Yesus dan memohonkan kesembuhan. Dari permohonan Yairus jelas pula bahwa puterinya itu bukan hanya sakit biasa, tetapi sakit parah dan hampir mati. Yairus tidak mencari kesembuhan dari tabib lain, karena dia yakin bahwa dari sakit anaknya itu tidak ada lagi harapan untuk sembuh sehingga tidak ada tabib yang bisa menyembuhkan anaknya itu. Yairus datang kepada Yesus karena percaya bahwa Yesuslah satu-satunya harapan kesembuhan anaknya. Yesus melihat kesungguhan iman Yairus sehingga menyanggupi permohonan Yairus dengan datang ke rumah Yairus. 

Namun masih dalam perjalanan ke rumah Yairus, ternyata ada seorang wanita yang sudah sakit pendaharan selama dua belas tahun. Wanita itu sudah berobat ke banyak tabib dan sudah menghabiskan banyak uang tetapi dia tidak sembuh juga. Dia tidak punya harapan lagi untuk sembuh. Namun dia punya keyakinan bahwa Yesus sanggung menyembuhkannya, bahkan imannya sungguh dalam sebab dia yakin bahwa hanya dengan menyentuh jubah Yesus saja, dia pasti bisa sembuh. Wanita sungguh yakin dengan hal itu sehingga dia dengan diam-diam mendatangi Yesus. 

Dia datang dengan diam-diam karena peraturan saat itu melarang dia untuk berkumpul dengan orang banyak. Wanita itu datang sendiri kepada Yesus, tidak ada yang menghalangi. Pada akhirnya wanita itupun sembuh. Dalam kisah selanjutnya, juga dikisahkan bahwa akhirnya puteri Yairus pun akhirnya sembuh dan bahkan hidup kembali. Sebelum Yesus menghidupkan kembali puteri Yairus, orang-orang tidak yakin bahwa Yesus sanggup menghidupkan kembali puteri Yairus. Yairus juga pasti hampir putus asa sehingga Yesus meneguhkan imannya dengan berkata, "Jangan takut, percaya saja!" 

Kedua wanita yang beroleh kesembuhan dari Yesus, mereka mengalami sakit yang berat, tidak ada lagi harapan untuk sembuh. Namun baik iman Yairus dan iman wanita itu begitu kuat, mereka yakin bahwa Yesuslah harapan satu-satunya manakala tidak ada lagi harapan. Untuk itu mereka memberanikan diri datang kepada Yesus untuk memohonkan kesembuhan. Iman mereka membuahkan kesembuhan bagi kedua wanita itu. Yesus memang sungguh Tuhan Yang Mahakuasa. Yesus sanggup menyembuhkan dan bahkan menghidupkan kembali orang yang sudah mati. Yairus dan wanita itu mengajarkan kepada kita agar kita selalu percaya kepada Yesus dan tidak usah takut datang kepada Dia untuk memohonkan kesembuhan. Yesus sendiri juga tidak sulit ditemui bila kita sungguh beriman. Amin.

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA IV: 3 FEBRUARI 2014

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA IV: 3 FEBRUARI 2014
(Blasius, Ansgarius, Stefanus Bellesini) 
2Sam. 15:13-14,30; 16:5-13a; Mzm. 3:2-3,4-5,6-7; Mrk. 5:1-20 

INJIL : 
Suatu hari sampailah Yesus bersama para murid di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia. Orang itu diam di sana dan tidak ada seorang pun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!" Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!" Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: "Siapa namamu?" Jawabnya: "Namaku Legion, karena kami banyak." Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu. Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan, lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: "Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!" Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya. Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka. Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu. Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka. Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia. Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!" Orang itu pun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran. 

RENUNGAN : 
 Bagi Yesus, keselamatan manusia itu lebih utama daripada segala-galanya, bahkan daripada nyawa-Nya sehingga Yesus rela mengorbankan nyawa-Nya demi keselamatan manusia. Yesus sungguh Allah yang Mahakuasa. Kehadiran-Nya Yang Mahakuasa menjadi sukacita bagi manusia karena dengan kuasa itu, Yesus membebaskan manusia dari berbagai penyakit dan juga dari roh-roh jahat, dengan kuasa itu Yesus hendak menyelamatkan manusia. Namun kehadiran Yesus Yang Mahakuasa menjadi ancaman bagi sijahat. Di manapun Yesus hadir, si jahat pasti ketakutan dan gentar. 

Hal inilah yang kita dengarkan dalam injil hari ini. Ketika Yesus baru tiba di Garasa dan baru turun dari perahu, Yesus didatangi oleh seorang yang kerasukan roh jahat. Roh jahat yang merasuki orang itu sangat kuat sehingga walaupun orang itu sudah dirantai, rantainya bisa diputuskan, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. Orang itu langsung menemui Yesus bukan untuk menyambut Yesus tetapi kehadiran Yesus membuat roh jahat yang merasuki orang itu menjadi ketakutan. Roh jahat itu sangat ketakutan atas kehadiran Yesus sehingga dia berteriak, "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku! Ternyata roh jahat yang memasuki orang orang itu bernama Legion yang artinya pasukan, itu berarti sangat benyak. 

Sangat banyak roh jahat yang memasuki orang itu karena itulah orang yang kerasukan itu sangat kuat, tidak ada yang bisa membelenggunya dan menjinakkannya. Namun berhadapan dengan Yesus, roh jahat itu ketakutan dan takluk. Itu berarti bahwa Yesus sungguh Mahakuasa. Kuasa Yesus membawa sukacita bagi manusia tetapi ancaman bagi roh jahat. Yesus akhirnya membebaskan orang yang kerasukan itu dari kuasa roh jahat. Roh jahat itu diusir oleh Yesus ke babi-babi sebagaimana permintaan roh jahat itu, yang pada saat itu ada di perbukitan. 

Yesus mengusir roh-roh jahat itu ke babi-babi itu dan kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya. Yesus tentu tahu akan hal itu. Namun bagi Yesus, kesembuhan orang yang kerasukan itu, itu lebih penting daripada babi-babi itu. Melihat peristiwa itu, para penjaga babi-babi itu melaporkan kepada pemilik babi-babi itu. Para pemilik babi-babi itu merasa sangat dirugikan akan peristiwa itu. Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka. Mereka melakukan demikian karena perbuatan Yesus merugikan mereka. Mereka tidak mau dirugikan karena kehadiran Yesus. Bagi mereka jauh lebih penting harta atau babi-babi itu daripada kesembuhan orang yang sudah lama dirasuki roh jahat. 

Ketika Yesus hendak berangkat meninggalkan tempat itu, orang yang sudah disembuhkan oleh Yesus dari kuasa roh-roh jahat meminta untuk mengikuti Yesus, namun Yesus menolaknya dan menyuruh dia pulang ke kampung halamannya dan menceritakan semua yang telah dialaminya. Yesus menolak orang itu karena Yesus tidak menghendaki orang itu mengikuti-Nya karena sudah disembuhkan. Namun Yesus mengaharapkan agar dia mengikuti Yesus dengan cara mewartakan pengalaman imannya kepada semua orang yang hidup bersama dengan dia. Para saudara, Kita sungguh patut bersyukur dan bergembira karena Yesus Tuhan kita adalah sungguh Mahakuasa. 

Yesus sanggup melakukan apapun demi kebahagiaan dan keselamatan kita. Baginya yang lebih utama adalah menyelematkan kita. Keselamatan manusia jauh lebih penting bagi Yesus daripada harta dan bahkan nyawa-Nya sendiri. Yesus Yang Mahakuasa adalah sukacita bagi kita, tetapi ancaman bagi roh-roh jahat. Dengan demikian, kita hendaknya selalu percaya kepada Yesus. Dalam kehidupan kita, banyak kekuatan jahat yang selalu berusaha untuk merong-rong iman kita, yang membelenggu kita. Maka hendaknya kita selalu percaya kepada Yesus karena tidak ada kuasa yang melebihi kuasa Yesus yang adalah Tuhan. Percaya kepada Yesus akan menguatkan kita dalam menghadapi dan menyingkirkan kekuatan jahat yang hendak menguasai kita. Namun hendaknya kita meneladan sikap Yesus. Kehadiran Yesus membawa cukacita bagi manusia tetapi ancaman bagi kejahatan. 

Maka kitapun sebagai pengikuti Yesus hendaknya demikian. Kehadiran kita hendaknya membawa sukacita bagi sesama kita yang menderita namun kehadiran kita hendaknya menjadi ancaman bagi kejahatan karena kita akan membela yang benar dan melawan kejahatan. Mungkin saja hal yang demikian sudah sering kita alami. Bilamana kehadiran kita menjadi ancaman bagi kejahatan, kita tidak usah takut dan gentar karena kita mempunya Yesus Yang Mahakuasa yang pasti siap untuk menolong kita. 

Hendaknya kita juga mengasihi sesama kita terutama mereka yang menderita. Baiklah kita seperti Yesus yang lebih mengutamakan keselamatan orang yang kerasukan roh jahat dibanding dengan harta atau babi-babi. Bagaimana dengan kita? Apakah kita lebih mengutamakan menolong sesama atau dibanding harta kita. Yesus memberi teladan kepada kita agar kita peduli dengan sesama yang menderita dan untuk itu kita harus mengutamakan keselamatan orang yang menderita dibanding harta kita. Untuk itu kita harus rela mengorbankan harta kita demi menolong sesama kita. Namun sayang, mungkin banyak di antara kita lebih memilih harta daripada menolong sesama. Menolak perbuatan baik kepada sesama karena tidak mau kehilangan hartanya. Amin.

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA IV: 1 FEBRUARI 2014

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA IV: 
1 FEBRUARI 2014 
2Sam 12: 1-17 + Mzm 51 + Mrk 4: 35-41 

INJIL :
Suatu hari, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?" 

RENUNGAN: 
Badai n gelombang kapal yg dialami para murid ibarat masalah hidup yg sekonyong2 menerpa hidup.Kita sadar bhw hdp ini tdk sll nyaman,badai hdp stiap saat bisa dtng menghantam.Sikap kepanikan hadapi badai hidup menunjukkan betapa lemahnya iman kita n membuat kita smakin mengalami kegelapan hdp.Tanpa iman teguh akan Yesus,kita tdk akan dpt bertahan menghadapi terpaan badai kehidupan. 

Beriman kpd Yesus tdk akan membebaskan kita dari gelombang kehidupan atau persoalan.Namun dgn beriman kpd Yesus,hidup bersama Yesus kita akan punya kekuatan utk menghadapi persoalan hidup betapun beratnya krn Yesus akan selalu memberi kekuatan dan bahkan menolong kita.Jadi bagaimanapun gelombang kehidupan yg kita hadapi,tetaplah percaya kpd Yesus,maka kita akan selamat. 

Seringkali ketika kita diterpa gelombang ombak kehidupan ini,kita sering panik,mengeluh dan bahkan berpikir Yesus 'tertidur' tdk peduli dgn hidup kita. Yesus tdk pernah tertidur,Dia selalu bersama kita n peduli dgn hidup kita.Kita hrus percaya n datang kpd-Nya mohon pertolongan.Dlm n bersama Dia,semua persoalan pasti ada jalan keluarnya,pasti dpt kita hadapi n kalahkan.

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA III: JUMAT 31 JANUARI 2014

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA III: 
JUMAT 31 JANUARI 2014 
2Sam 12: 1-17 + Mzm 51 + Mrk 4: 35-41

INJIL : 
Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba." Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya." Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri. 

RENUNGAN : 
Para saudara, banyak hal yang tidak bisa kita mengerti dalam hidup ini. Kalaupun ada orang yang berusaha memberi penjelasan akan persoalan dalam hidup, belum tentu bisa memuaskan kita semuanya. Memang jelas banyak hal yang tidak bisa kita pahami, namun kita memiliki suatu keyakinan bahwa dalam seluruh hidup kita, Tuhan senantiasa hadir dan menaburkan berkat-Nya kepada kita. 

Di dalam injil hari ini Yesus mengatakan perumpamaan tentang benih yang ditaburkan seseorang, saat orang itu tidur benih itu tumbuh dan akhirnya berbuat, orang yang menaburkan benih itu tidak tahu kapan benih itu tumbuh. Orang yang menaburkan itu juga tidak tahu bagaimana benih itu bisa tumbuh. Yesus juga menggambarkan Kerajaan Allah seperti biji sesawi yang tiaburkan ke tanah. Biji sesawi adalah biji yang paling kecil dari sayuran tetapi biji itu bisa tumbuh dan menjadi besar, bahkan burung-burung bisa bersarang pada biji sesawi yang tumbuh itu. 

Bagaimana hal itu terjadi? Kita tidak tahu. Namun dari peristiwa yang demikian kita tahu bahwa semua itu bisa terjadi karena kuasa Tuhan sendiri yang melebihi akal pikiran manusia. Lewat perumpamaan ini Yesus mengajak kita untuk percaya bahwa sebagaimana Tuhan Allah sudah mengatur semuanya dalam ciptaan, demikian juga Yesus senantiasa mengatur dan bekerja dalam hidup kita. Kita memang seringkali sulit mengerti akan hadirnya Kerajaan Allah dalam hidup kita, juga kita kadang sulit untuk mengerti bagaimana Tuhan itu berkarya dalam hidup kita. 

Namun lewat perumpamaan yang diberikan oleh Yesus, Yesus mengajak kita untuk percaya bahwa Tuhan hadir dalam hidup kita dan selalu bekerja dalam hidup kita. Hal ini memang sulit untuk kita mengerti, namun justru karena itu, kita diajak percaya saja kepada Dia. Namun walau sulit kita pahami, tetap menjadi tugas kita untuk mewartakan kepada sesama bahwa Kerajaan Allah itu telah ditaburkan Tuhan dalam hidup kita. Kehadiran Kerajaan Allah dalam hidup kita membuat ktia bisa berdiam di dalamnya, menemukan kedaimaian hidup. Kita mewartakan kehadiran Kerajaan Allah lewat perkataan, namun terutama lewat perbuatan hidup atau perbuatan baik kepada sesama. 

Kita mewartakan kehadiran Kerajaan Allah lewat hidup yang bisa memberi rasa nyaman kepada sesama. Mungkin tidak semua kita bisa melakukan perbuatan baik yang besar. Namun sekecil apapun perbuatan baik yang kita lakukan sesuai dengan apa yang ada pada kita, dalam Tuhan semuanya itu akan menjadi besar dan karena Tuhan yang kecil itu akan bisa memberi rasa nyaman kepada sesama kita. Amin.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)