Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.
Showing posts with label Berita Gerejani. Show all posts
Showing posts with label Berita Gerejani. Show all posts

Ratusan Yahudi ultra-Ortodoks protes kunjungan Paus Fransiskus ke Yerusalem

Ratusan Yahudi ultra-Ortodoks protes kunjungan Paus Fransiskus ke Yerusalem

Terakhir di Yerusalem menuntut agar Israel tetap memiliki hak atas situs ini dimana Paus Fransiskus akan merayakan Misa. Paus akan mengunjungi Tanah Suci dari 24 hingga 26 Mei dan sebelum kembali ke Roma ia dijadwalkan akan merayakan Misa di situs yang dikenal sebagai Perjamuan Kudus atau Cenacle, di Gunung Sion. 

Yahudi menghormati situs itu sebagai makam Raja Daud, yang terletak di lantai dasar gedung yang sama. Situs ini juga penting bagi umat Muslim. Rabbi Avraham Goldstein menuduh pemerintah Israel ingin menyerahkan Ruang Atas kepada pihak Vatikan. 

 Kedaulatan atas Cenacle itu, yang direnovasi oleh Fransiskan pada abad ke-14 sebelum kelompok itu dipaksa keluar, adalah masalah yang sangat sensitif. Saat ini bagian dari negosiasi antara Israel dan Vatikan yang diharapkan untuk memulihkan situs itu. Seperti yang dikisahkan dalam Kitab Suci Perjanjian Baru bahwa di tempat itu Yesus mengadakan Perjamuan Terakhir bersama para murid-Nya, sebelum penangkapan dan penyaliban-Nya. 

 Tempat ini, menurut Kitab Suci, Roh Kudus turun atas para rasul (Pentakosta), 50 hari setelah Hari Raya Paskah. Presiden Israel Shimon Peres mengatakan kepada sebuah surat kabar Italia saat berkunjung ke Vatikan April lalu bahwa kompromi telah dicapai tentang Cenacle, dan “99 persen” dari isu-isu yang berkaitan dengan situs tersebut telah ditangani. 

Namun, tidak ada kesepakatan resmi telah diumumkan. Pengunjuk rasa ultra-Ortodoks berencana menggelar aksi demonstrasi lain di sana pada 22 Mei – hanya tiga hari sebelum Paus dijadwalkan tiba di Yerusalem. Kunjungan singkat Paus Fransiskus ke Tanah Suci telah menghadapi kendala, termasuk peningkatan kebencian oleh ekstremis Yahudi yang menargetkan Muslim dan Kristen. 

“Aksi-aksi vandalisme tak terkendali meracuni suasana koeksistensi dan kolaborasi, terutama dalam dua minggu sebelum kunjungan Paus Fransiskus,” kata Patriark Latin Fuad Twal, tokoh Katolik Roma paling senior di Tanah Suci, pada Minggu. 

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Relikwi dua paus tiba di Thailand

Relikwi dua paus tiba di Thailand 

Pastor Komsan Yancharoen masih mengenang pentahbisannya 30 tahun lalu dalam cuaca panas yang menyengatkan. Memori abadi lain dari hari itu adalah bahwa orang yang menahbiskan dia menjadi orang kudus – Paus Yohanes Paulus II. Paus Yohanes Paulus II mengadakan kunjungan pastoral ke Asia tahun 1984 termasuk menahbiskan 23 imam Thailand. 

Pastor Yancharoen mengatakan bahwa meskipun bahasa Inggris-nya pada saat itu buruk dia masih ingat sedikit pesan yang disampaikan Paus itu. Tapi, dia ingat bahwa Paus Yohanes Paulus II menunjukkan “sisi lemah lembut Gereja” yang membantu memajukan peran Gereja Katolik dalam masyarakat Thailand. “Di Thailand, banyak orang yang bingung tentang Gereja Katolik dan tujuannya, tapi Paus itu membantu mengurangi kebingungan ini,” katanya kepada ucanews.com, pada Misa pada 10 Mei dan prosesi di Provinsi Nakhon Pathom menyambut relikwi dua orang kudus itu – St. Yohanes Paulus II dan St. Yohanes XXIII. 

 Dua Paus terkenal di abad ke-20 itu dikanonisasi oleh Paus Fransiskus di Vatikan pada 24 April. Relikwi itu - sebotol kecil darah dari St. Yphanes Paul II dan sepotong kecil kulit dari St. Yohanes XXIII, akan tetap berada di Thailand dan akan dibawa ke paroki-paroki di seluruh negeri itu. Pastor Yancharoen berkumpul di Aula St. Yohanes Paulus II bersama hampir 5.000 umat Katolik Thailand untuk menyambut relikwi itu ke Thailand. 

Keesokan harinya, relikwi itu dipresentasikan kepada Raja Bhumibol Adulyadej oleh Konferensi Waligereja Thailand di Klai Kangwon Palace di Hua Hin, dimana para uskup juga mempersembahkan doa-doa untuk kesehatan bagi raja itu. Monsignor Andrew Vissanu Thanya Anan, wakil sekjen Konferensi Waligereja Thailand dan mantan wakil Dewan Kepausan Dialog Antaragama, mengatakan kedua Bapa Suci itu memiliki hubungan khusus dengan Raja Thailand. 

Raja Bhumibol mengunjungi Paus Yohanes XXIII di Vatikan tahun 1960, kemudian raja mengundang Paus untuk mengunjungi Thailand. Kunjungan Paus Yohanes Paulus II tahun 1984 ini sebagai bagian untuk memenuhi undangan raja tersebut. Selama kunjungannya, Paus Yohanes Paulus II bertemu dengan para pengungsi di kamp Phanat Nikhom di Thailand. Mgr Vissanu mengatakan bahwa saat itu “rakyat Thailand menyaksikan sikap yang rendah hati dari Paus ini”. 

“Thailand selalu menjadi beban para pengungsi. Ketika mereka melihat pemimpin Gereja itu mengunjungi pengungsi, orang-orang Thailand mulai mengetahui Gereja Katolik dengan lebih baik,” katanya. 

 Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Tahun 2030, Cina jadi negara dengan umat Kristen terbanyak di dunia

Tahun 2030, Cina jadi negara dengan umat Kristen terbanyak di dunia

Tahun 2030, Cina jadi negara dengan umat Kristen terbanyak di dunia thumbnail Pada Minggu Paskah ribuan umat berbondong-bondong ke sebuah gereja terbesar di Cina, dan bahkan di Asia - gereja ini akan menjaminkan kesetiaan mereka – bukan kepada Partai Komunis, tetapi kepada Salib. 

Gereja Liushi yang berkapasitas 5.000 orang itu, menyediakan banyak kursi seperti Westminster Abbey dan salib dengan tinggi 206 kaki. Gereja itu dibuka tahun lalu, seorang teolog menyatakan sebuah “keajaiban bahwa sebuah kota kecil mampu membangun gereja raksasa seperti itu”. 

Gedung dengan biaya 8 juta ponsterling (lebih dari 80 miliar rupiah) itu juga salah satu simbol konversi yang paling menonjol yang berbahaya bagi Komunis Cina karena berkembang menjadi salah satu umat Kristen terbesar di dunia. 

“Ini adalah hal yang indah untuk menjadi pengikut Yesus Kristus. Ini memberi kita keyakinan besar,” kata Jin Hongxin, pengunjung berusia 40 tahun yang mengagumi salib emas di atas altar gereja Liushi. 

“Jika setiap orang di Cina percaya kepada Yesus maka kita tidak akan perlu lagi kantor polisi. Tidak akan ada orang berperilaku buruk dan karena itu tidak ada banyak kejahatan,” tambahnya. 

Secara formal Republik Rakyat Cina adalah negara ateis tapi itu berubah cepat karena banyak dari 1,3 miliar penduduk negara itu mencari makna dan kenyamanan spiritual. 

 Jumlah umat Kristen khususnya telah meroket sejak Gereja mulai dibuka kembali sejak wafatnya Mao tahun 1976 yang menandai berakhirnya Revolusi Kebudayaan. 

 Kurang dari empat dekade kemudian, sejumlah orang mengatakan Cina kini bukan hanya menjadi nomor satu ekonomi dunia, tetapi juga menjadi negara Kristen. 

“Dalam perhitungan saya, Cina ditakdirkan menjadi negara Kristen terbesar di dunia,” kata Fenggang Yang, seorang guru besar sosiologi di Purdue University dan penulis Agama di Cina: Survival and Revival under Communist Rule. “Ini akan kurang dari satu generasi. Tidak banyak orang yang siap untuk perubahan dramatis ini,” tambahnya. 

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus tekankan manfaat retret

Kurang dari seminggu sebelum ia bertemu dengan para pejabat tinggi Vatikan dan para pendamping rohani dari Italia untuk menghadiri Retret Prapaskah selama seminggu, Paus Fransiskus mengatakan retret harus memperbaharui iman peserta, mengubah pelayanan mereka, dan hubungan mereka dengan orang lain. 

“Mereka yang menjalani retret dengan cara yang otentik,” kata Paus, “mengalami penghiburan, pertobatan, kembali diperbaharui, perubahan dalam kehidupan dan pelayanan mereka sehari-hari serta dalam hubungan mereka.” Paus Fransiskus bertemu dengan sebuah federasi yang terdiri dari para pendamping rohani dari Italia dan mereka yang mengelola Rumah Retret di seluruh negeri itu, yang memberikan kesempatan orang-orang Katolik untuk “mendengarkan Firman Allah secara intens dalam keheningan dan doa.” 

 Vatikan telah mengumumkan pada Oktober bahwa Paus Fransiskus telah memutuskan bahwa ia dan para pejabat senior Vatikan tidak akan menghadiri retret Prapaskah mereka di Vatikan, tapi mereka akan pergi ke tempat retret milik Fathers Pauline (OSPPE) dan pusat konferensi di Ariccia, sebuah kota yang berjarak sekitar 20 kilometer sebelah tenggara Roma. 

Bapa Suci telah memilih Msgr Angelo De Donatis, direktur spiritual yang terkenal dan pastor dari sebuah paroki di kota Roma, untuk memimpin retret yang akan berlangsung pada 9 hingga 14 Maret. 

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus menjelaskan uskup yang dibutuhkan Gereja

Paus Fransiskus menjelaskan uskup yang dibutuhkan Gereja

 Paus Fransiskus bertemu dengan para anggota Kongregasi Uskup Vatikan belum lama ini, dan berbicara panjang lebar tentang karakteristik para pemimpin Gereja yang dibutuhkan. Dalam proses pengangkatan uskup, Paus mengatakan: “Kongregasi ini hendaknya memastikan bahwa nama yang dipilih pertama-tama dipanggil oleh Tuhan.” 

Dia meminta para anggota Kongregasi itu untuk mencari imam yang telah mendedikasikan diri untuk Tuhan dan menarik orang lain kepada-Nya. “Tidak ada seorang pastor yang standar untuk semua keuskupan,” kata Paus, kebutuhan khusus dari masing-masing keuskupan akan meminta berbagai macam uskup. Tapi semua uskup harus memiliki beberapa karakteristik umum: “Profesionalisme, semangat pelayanan, dan kesucian hidup.” 

Paus Fransiskus mengingatkan Kongregasi itu bahwa pemilihan yang dilakukan yakni seorang uskup harus menjadi saksi Kristus yang Bangkit. Selanjutnya, ia mengatakan: Uskup sebagai pengawal doktrin, tidak mengukur seberapa jauh dunia berpijak pada kebenaran doktrinal, tetapi dalam rangka untuk memikat dunia … dengan keindahan cinta, dengan kebebasan yang ditawarkan oleh Injil. 

Gereja tidak membutuhkan pembela atau tentara salib untuk pertempuran, tapi menjadi penabur rendah hati dan percaya kebenaran, yang tahu bahwa itu selalu diberikan kepada mereka dan kepercayaan dalam kekuasaan-Nya. Seorang uskup juga harus menjadi seorang pendoa, kata Paus. Dia harus berdoa terus-menerus untuk kesejahteraan keuskupannya. 

Paus memperingatkan Kongregasi itu bahwa dalam pemilihan uskup “kita harus menghindari dan mengatasi pilihan-pilihan tertentu – simpati, asalnya, atau kecenderungan.” Para calon uskup, tambahnya, “Hati-hati bahwa mereka tidak ambisius, mereka tidak dalam pencarian dari keuskupan.” 

 Meskipun mengakui bahwa sulit untuk menemukan para imam yang memiliki semua karakteristik seperti yang disebutkan untuk menjadi seorang uskup yang baik, Paus mengatakan kepada Kongregasi itu bahwa ia tidak ragu orang tersebut dapat ditemukan karena Yesus tidak akan meninggalkan Gereja-Nya. 

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Hukum Syariah diterapkan kepada warga non-Muslim

Hukum Syariah diterapkan kepada warga non-Muslim 

Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam telah me
nyetujui hukum kontroversial, qanun tentang Jinayat dan hukum Acara Jinayat, yang mereapkan hukum Islam, yang berlaku bagi umat Muslim dan non-Muslim. Menyusul keputusan tersebut, komunitas Kristen di provinsi ini merasa takut dan khawatir, kata laporan-laporan.

Hukum Syariah biasanya terbatas hanya untuk umat Muslim. Abdullah Saleh, ketua Badan Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menegaskan bahwa hukum itu secara resmi mulai berlaku setelah Gubernur Zaini Abdullah menandatangani pada Desember lalu dan secara resmi diterapkan mulai tanggal 31 Desember. 

 Menurut Qanun itu, semua orang yang melanggar hukum tersebut, terlepas dari agama mereka, akan dinilai sesuai dengan hukum Islam. Umat non-Muslim yang melanggar hukum tersebut akan diadili di pengadilan sipil atau pengadilan Islam. Perwakilan dari Gereja-gereja dan aktivis hak asasi manusia telah menyerukan bahwa UU tersebut, “berbahaya bagi hak asasi manusia dan kebebasan beragama”. 

Para aktivis mengkritik cara yang dilakukan oleh kepolisian khusus untuk Syariat. Mereka berpatroli di jalan-jalan untuk memastikan kepatuhan hukum Islam tersebut, terutama pada adat dan kebiasaan masyarakat. Pihak berwenang telah berulang kali menyerah karena tekanan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang memiliki otoritas terhadap hukum Syariah. 

MUI berargumen bahwa hukum itu untuk mengawasi perilaku yang mengganggu kehidupan masyarakat. Sejak penerapan Syariat Islam di Aceh, kaum perempuan tidak boleh memakai celana ketat atau rok mini. Sebanyak 62 orang, termasuk dua non-Muslim, ditahan dalam beberapa hari terakhir, karena mereka “memakai pakaian yang tidak pantas”.

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus tidak akan mengubah ajaran Gereja

Paus tidak akan mengubah ajaran Gereja

Sean Kardinal O’Malley dari Boston, Amerika Serikat, mengatakan ia memuji sikap Paus Fransiskus yang cepat menanggapi sorotan dunia terkait ajaran Gereja. Tapi, kardinal itu memperingatkan bahwa bagi mereka yang memiliki harapan tinggi perubahan ajaran Gereja tentang kontrasepsi, aborsi, homoseksualitas, dan isu-isu lainnya kemungkinan akan kecewa. 

“Saya tidak melihat Bapa Suci akan mengubah ajaran Gereja,” kata Kardinal O’Malley dalam sebuah wawancara dengan the Globe. Uskup Agung Boston itu yang dikenal dekat dengan Paus Fransiskus mengatakan Gereja akan mempertimbangkan kemungkinan umat Katolik yang bercerai dan menikah kembali untuk menerima sakramen-sakramen, meskipun Bapa Suci sendiri pernah memberikan sinyal secara keterbukaan terhadap isu tersebut. 

 “Gereja harus setia kepada Injil dan ajaran Kristus,” kata Kardinal O’Malley. “Kadang-kadang hal itu terasa sangat sulit. Kita harus mengikuti apa yang dikehendaki Kristus, dan percaya bahwa apa yang ia minta dari kita adalah sesuatu yang terbaik.” Kardinal O’Malley meminta agar wawancara, yang dilakukan di pastoran Katedral Salib Suci di Boston South End, tempat dia tinggal bersama empat imam lainnya, fokus pada Paus dan Gereja universal. Isu-isu tentang kontrasepsi, pernikahan gay dan perceraian, katanya, sudah sering dilontarkan oleh Paus Fransiskus di banyak kesempatan. 

Namun, Bapa Suci ingin lebih fokus pada penginjilan, sikap bela rasa dan perhatian kepada masyarakat miskin, kata Kardinal O’Malley. Para pengamat Gereja berspekulasi bahwa para uskup mungkin membahas dan melakukan revisi larangan menikah lagi bagi umat Katolik yang bercerai untuk menerima sakramen dalam sinode yang akan berlangsung di Roma pada Oktober tahun ini untuk membahas pelayanan Gereja pada isu-isu keluarga. 

Tapi, Kardinal O’Malley mengatakan bahwa meskipun Paus merasa prihatin dengan nasib umat Katolik yang menikah lagi yang ingin dekat dengan Gereja, “Saya tidak melihat adanya pembenaran teologis” untuk melonggarkan peraturan. Dalam persiapan untuk sinode tersebut, Vatikan telah mengumpulkan masukan dari para uskup di seluruh dunia tentang ajaran Gereja terkait keluarga dan moralitas seksual, serta sejauhmana pandangan mereka terhadap ajaran Gereja tersebut.

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Pesan Prapaskah tekankan sikap bela rasa dengan orang miskin

Pesan Prapaskah tekankan sikap bela rasa dengan orang miskin 

Masa Prapaskah tahun ini Paus Fransiskus telah memilih tema “Dia menjadi miskin, sehingga dengan kemiskinan-Nya kalian menjadi kaya”, demikian Vatikan. Tema itu diambil dari sebuah ayat dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Umat di Korintus, di mana santo itu mempromosikan sikap bela rasa dalam memberi dan keinginan untuk “menguji kasih yang tulus dari kalian melalui p
erhatian kalian kepada orang lain”.

Teks itu berbunyi: “Sebab kalian mengetahui betul bahwa kita sangat dikasihi oleh Yesus Kristus Tuhan kita. Ia kaya, tetapi Ia membuat diri-Nya menjadi miskin untuk kepentinganmu, supaya dengan kemiskinan-Nya itu, kalian menjadi kaya” (2 Kor 8:9). 

Pesan teks Paus untuk Masa Prapaskah, yang dimulai pada 5 Maret itu, akan dirilis pada konferensi pers di Vatikan. Prapaskah merupakan masa berpuasa dan berpantang bagi umat Katolik di seluruh dunia. Haiti diharapkan menjadi fokus untuk Masa Prapaskah bersama pasangan suami-istri Italia yang melayani sebagai misionaris di negara Karibia itu yang dijadwalkan akan berbicara pada konferensi pers di Vatikan. 

Mereka akan didampingi oleh para pejabat tinggi dari Dewan Kepausan Cor Unum, sebuah dewan yang menangani bantuan karitatif Gereja Katolik di seluruh dunia. Menurut Bank Dunia, Haiti adalah salah satu negara termiskin di belahan bumi ini dan masih berjuang untuk membangun kembali selama empat tahun setelah gempa dahsyat melanda negara itu pada 12 Januari 2010. 

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus dilukis seperti superman

Paus Fransiskus dilukis seperti superman 

Paus Fransiskus dilukis seperti superman, terbang di udara dengan jubah putih: gambar graffiti itu dilukis oleh seorang seniman anonim kemudian di-tweet oleh Vatikan pada Selasa. Gelar Person of the Year tampaknya tidak cukup bagi Paus Fransiskus. Pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia itu kini digambarkan sebagai pahlawan super, SuperPope. 

 Gambar yang menampilkan Paus Fransiskus sebagai pahlawan super mengenakan jubah putih dengan pose terbang ala Superman pada sebuah tembok di Borgo Pio, sebuah jalan kecil di dekat Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Paus Fransiskus dilukis terbang dengan tangan kanannya meninju ke depan sembari membawa tas berwarna hitam dengan tulisan berwarna putih Valores (bahasa Spanyol) yang berarti nilai atau norma. 

“Kami berbagi dengan Anda sebuah grafiti yang ditemukan di sebuah jalan di Roma dekat Vatikan,” demikian Dewan Kepausan untuk Komunikasi Sosial dari Takhta Suci pada halaman Twitter resminya. Paus berusia 77 tahun itu terkenal karena mengabaikan keamanan dan turun ke tengah kerumunan massa untuk menyalami para peziarah tersebut, dan sering menggunakan lelucon atau cerita untuk menyebarkan nilai-nilai Gereja. 

Paus adalah pengguna Twitter, secara rutin mem-posting ke twitter-nya dalam sembilan bahasa, dimana Twitter-nya kini memiliki lebih dari 10 juta pengikut. Paus Fransiskus sukses menarik hati warga dunia karena gaya kepemimpinannya yang sederhana dan pesannya untuk membantu kaum miskin. 

 Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus: Universitas Katolik harus menjadi saksi ajaran Gereja

Paus Fransiskus: Universitas Katolik harus menjadi saksi ajaran Gereja 

Universitas-universitas Katolik harus memberikan kesaksian ajaran Gereja “tanpa kompromi” serta menunjukkan identitas Katolik mereka, kata Paus Fransisksus. Universitas-universitas Katolik, “dengan ciri khasnya, berkomitmen untuk menunjukkan keselarasan iman dan pikiran serta menyampaikan pesan Kristen untuk kehidupan manusia secara utuh dan otentik,” katanya dalam audiensi dengan anggota Dewan Pengurus Universitas Katolik Notre Dame dan para pejabat lainnya. 

Paus bertemu pada Kamis dengan sekitar 130 orang yang mewakili universitas Katolik itu yang berbasis di Indiana, Amerika Serikat, yang berada di Roma untuk peresmian pusat universitasnya yang baru di ibukota Italia itu. Berbicara dalam bahasa Italia, Paus Fransiskus memuji universitas itu, dengan mengatakan universitas itu “telah memberikan kontribusi luar biasa bagi Gereja di negara kalian melalui komitmennya terhadap pendidikan agama bagi kaum muda dan beasiswa yang terinspirasi oleh keyakinan dalam keselarasan iman dan pikiran dalam mengejar kebenaran dan kebajikan.” 

Dia mengatakan visi awal lembaga itu yang ditetapkan oleh pendiri Kongregasi Salib Suci, “tetap bertahan dalam situasi yang berubah dari abad ke-21, ciri khas utama universitas itu dan pelayanan yang diberikan kepada Gereja dan masyarakat Amerika.” Identitas Katolik dan semangat kerasulan sangat penting, kata Paus, dan harus jelas dalam cara hidup Katolik dan cara kerja semua lembaga Katolik. 

Universitas Katolik berperan khusus untuk menjadi misionaris yang setia pada Injil karena komitmen mereka untuk menunjukkan keselarasan iman dan pikiran, dan menunjukkan bagaimana pesan Kristen menawarkan kepada orang lebih lengkap, lebih otentik terhadap kehidupan manusia, katanya. “Yang penting dalam hal ini adalah menjadi saksi tanpa kompromi dari universitas-universitas Katolik terhadap ajaran moral Gereja, dan mempertahanankan indenpendensinya, tepatnya di dalam dan melalui lembaga-lembaga tersebut, guna menegakkan ajaran itu sebagaimana dinyatakan secara otoritatif oleh magisterium para imam-imamnya,” katanya.

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus desak pemahaman dan solidaritas dalam media

Paus Fransiskus desak pemahaman dan solidaritas dalam media 
(27/01/2014)

Seperti orang Samaria yang Baik, yang berhenti di jalan untuk membantu orang yang membutuhkan, perjalanan sepanjang jalan raya komunikasi saat ini harus memberikan dukungan kepada mereka yang menghadapi hal itu, kata Paus Fransiskus. “Dunia digital dapat menjadi sebuah lingkungan yang kaya dalam kemanusiaan, sebuah jaringan bukan kabel tetapi orang,” katanya dalam pesannya untuk Hari Komunikasi Sedunia. 

Sarana komunikasi modern, khususnya Internet, menawarkan “kemungkinan besar untuk pertemuan dan solidaritas,” katanya. Karena itu, katanya, Internet adalah “rahmat dari Tuhan”. “Communication at the Service of an Authentic Culture of Encounter” adalah tema Hari Komunikasi Sedunia tahun ini, yang semua keuskupan akan menandai pada 1 Juni, hari Minggu sebelum Pentakosta. 

Pesan itu dikeluarkan pada Jumat, Hari Raya St. Fransiskus de Sales, santo pelindung wartawan. “Komunikasi yang baik membantu kita bertumbuh lebih dekat, mengenal satu sama lain lebih baik, dan akhirnya bertumbuh dalam kesatuan,” kata Paus. “Dinding yang memisahkan kita bisa diruntuhkan hanya jika kita siap untuk mendengarkan dan belajar satu sama lain,” katanya. “Pertemuan budaya menuntut bahwa kita siap tidak hanya untuk memberi, tetapi juga menerima.” 

Komunikator yang baik harus mengambil waktu yang diperlukan untuk mendengarkan orang lain, yang tidak hanya mentolerir, tapi benar-benar menerima mereka, katanya. “Terus terlibat dalam dialog tidak berarti melepaskan ide-ide dan tradisi kita sendiri, tetapi klaim itu mereka sendiri merasa valid atau absolut,” kata Paus dalam pesannya. Uskup Agung Claudio Celli, ketua Dewan Kepausan untuk Komunikasi Sosial, mengatakan kepada wartawan bahwa Paus tidak mengusulkan “relativisme” iman, tetapi menerus seruan pendahulunya ‘bagi Gereja untuk terlibat dalam dunia dengan multi-budaya dan multi-agama. 

“Saya tidak memiliki pandangan menjadi satu-satunya dan mutlak,” kata Uskup Agung Celli. Paus Fransiskus, dalam pesannya, mengutip teks Hari Komunikasi Sedunia 2013 yang dikeluarkan Paus Benediktus XVI, yang mengatakan kesaksian Kristen yang efektif adalah “tentang kesediaan kita untuk orang lain dengan sabar dan hormat, melibatkan pertanyaan-pertanyaan dan keraguan mereka saat mereka maju dalam pencarian mereka untuk kebenaran dan makna eksistensi manusia.” 

Orang Samaria yang Baik adalah model bagaimana melakukan pendekatan dan berinteraksi dengan orang lain di jalan raya digital saat ini, mengambil tanggung jawab untuk rela dilukai dan tersesat di sana, kata Paus. Informasi yang berlebihan tentang ketidakadilan seperti kemiskinan, kata Paus, ”dapat membuat kita begitu terbiasa dengan hal-hal yang mereka tidak lagi mengganggu ketenangan kita.” 

Komunikator yang baik membawa keindahan, kebaikan dan kebenaran kepada semua orang, sesuatu yang tidak ada strategi yang bias dilakukan media secara tajam atau canggih, katanya. “Semoga cahaya kita menerangi orang lain yang tidak menjadi hasil dari kosmetik atau efek khusus, melainkan kita mengasihi dan bersikap belarasa dengan ’tetangga’ untuk mereka yang terluka dan ditinggalkan di pinggir jalan.” Paus Fransiskus mengatakan ketidakberpihakan di media adalah ilusi, karena “hanya dengan pergi ke dunia dan mengambil risiko menjadi benar-benar transparan dan diri sendiri dapat menjadi komunikator dan “titik acuan yang benar.” 

“Keterlibatan pribadi adalah dasar dari kepercayaan dari sebuah komunikator,” katanya. Paus mengatakan ia lebih suka “sebuah Gereja menderita yang keluar ke jalan-jalan” dan membantu orang menemukan Kristus dalam penderitaannya ketimbang pintu dan ruang digital tertutup bagi orang luar. “Kita dipanggil untuk menunjukkan bahwa Gereja adalah rumah semua,” katanya, di mana orang-orang, “apa pun situasi mereka dalam kehidupan, bisa masuk.”

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Gereja terus mendukung pemerintah menangani para korban letusan Sinabung

Gereja terus mendukung pemerintah menangani para korban letusan Sinabung 
(27/01/2014) 

 Gereja Katolik Keuskupan Agung Medan, Sumatra Utara, berjanji akan terus mendukung pemerintah dalam membantu para korban akibat letusan Gunung Sinabung. Uskup Agung Medan, Mgr Anicetus B. Sinaga OFMCap mengatakan keuskupan agung Medan siap berperan aktif dan bertanggungjawab melaksanakan segala bentuk bantuan untuk pengungsi. 

“Kami mendukung pemerintah pusat menanggulangi biaya pendidikan masyarakat terkena erupsi. Kalau dipercaya, kami siap mempertanggungjawabkan apa pun yang dipercayakan kepada kami,” kata uskup agung. Ia berharap agar setiap bantuan dapat disampaikan secara langsung kepada pengungsi dan pihak terkait dapat mengawasinya untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penyelewengan. 

 “Atas nama Keuskupan Agung Medan (KAM), Paroki St. Petrus dan Paulus Jalan Irian Kabanjahe mengucapkan terima kasih kepada SBY dan seluruh para menteri, Bapak Kapolri, Bapak Panglima, Gubsu, Pangdam, Kapoldasu dan seluruh rombongan presiden yang berkenan datang dan menginap di komplek paroki,” kata Vikep Pastor Ignatius Simbolon OFMCap, yang didampingi Pastor Moses Situmorang OFMCap, Pastor Marianus Kedang, Pastor Sesarius Mau, Pastor Libert Sihombing, Pastor Michael Hutabarat OFMCap. 

Terpilihnya tempat tersebut, kata imam itu, “Ini bukan usulan paroki atau uskup, tapi pihak berkompeten dari Sekretariat Kepresidenan atau pun pihak protokuler Istana Negara. Kalau dipercaya dan dianggap layak, siapa pun kita terima tinggal bersama kita. Apalagi seorang Presiden dan Ibu Presiden serta rombongan dari pemerintah pusat. Tentu kita welcome.” 

Pastor Simbolon mengatakan kedatangan Presiden SBY yang melihat langsung keadaan pengungsi dan bersedia tidur di tenda pengungsian, dampaknya sangat luar biasa. “Mengapa luar biasa, karena itu banyak memberi penguatan psikologi dan mental. Mereka (pengungsi) makin dikuatkan. Yang dulunya mereka sudah lemas, sekarang sudah dikuatkan kembali hatinya karena ada harapan bahwa pemerintah memberi perhatian,” kata Pastor Simbolon. 

 Tampak para relawan membantu membagikan makanan kepada para pengungsi di Posko Gereja Katolik Kabanjahe yang berjumlah lebih dari 1.300 jiwa ini. “Saya membantu sejak para pengungsi tinggal di sini,” kata Suster Yosepine, seraya menambahkan, “para pengungsi di Posko ini berasal dari beragam latar belakang agama dan suku. Kami melayani dengan hati yang tulus.” 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memutuskan kebijakan penanganan erupsi Sinabung dan menunjuk Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif menjadi pimpinan penanganan terpadu. Kebijakan tersebut diputuskan setelah Presiden SBY mendengarkan langsung laporan dan penjelasan dari Gubsu, Bupati Karo dan pejabat terkait dalam pertemuan dengan sejumlah anggota kabinet, Kamis (23/1). 

 “Agar semua upaya ini berhasil dengan baik, saya putuskan pengelolaan termasuk pengendalian langsung dipimpin Kepala BNPB. Beliau akan dibantu elemen dari kementerian dan lembaga pusat. Kepala BNPB dibantu Kasdam I/BB Brigjen TNI Andogo,” kata Presiden dalam keterangan pers di lokasi pengungsian di kompleks Paroki Kabanjahe, Jumat (24/1). 

 Usai mendengarkan paparan, Presiden melanjutkan peninjauan dan berdialog dengan pengungsi di tiga posko yakni Posko Penanganan Erupsi Gunung Sinabung di Masjid Agung Kabanjahe, Posko Pengungsi Gereja Batak Kristen Protestan (GBKP) di Komplek Asrama Kodim Kabanjahe, dan Posko Pengungsi di Komplek Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus, di Jalan Irian, Kecamatan Kabanjahe. Bantuan taktis untuk tiga posko masing-masing sebesar Rp 75 juta yakni Posko Paroki Jalan Irian, Posko GBKP Asrama Kodim dan Posko Masjid Agung.
Kunjungan Presiden SBY diakhiri penanaman pohon bersama para menteri di sekitar paroki tersebut. Foto: nababan.wordpress.com 

Paus undang calon pengantin rayakan Valentine di Vatikan

Paus undang calon pengantin rayakan Valentine di Vatikan 

Hari Kasih Sayang atau Valentine sering dirayakan oleh banyak pasangan di dunia. Biasanya, mereka saling bertukar cokelat atau kado pada 14 Februari. Namun pada 2014 ini, a
da yang berbeda untuk pasangan yang sedang bertunangan. Paus Fransiskus mengundang mereka datang ke Vatikan untuk merayakan Valentine.

 “Undangan Paus itu dikeluarkan Vatikan dengan tema ‘The Joy of Yes Forever’,” tulis Mail Online, belum lama ini. Dalam Gereja Katolik, pasangan yang telah bertunangan atau akan menikah wajib mengikuti kursus pernikahan. Dan kali ini, Paus mengajak mereka untuk mengobrol bareng seputar pernikahan tersebut. “Acara ini diselenggarakan oleh Dewan Kepausan Vatikan,” tulis Asia One. 

 “Pasangan yang ingin bertemu Paus kala Valentine harus mendaftar sebelum 30 Januari 2014.” Sejak resmi menjadi pemimpin umat Katolik, Paus Fransiskus dianggap sebagai pemuka Gereja yang paling modern. Pekan lalu, ia bahkan bersedia membaptis anak dari pasangan yang tidak atau belum menikah. Paus juga meminta ibu tetap menyusui bayinya meski di tengah Misa.
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus: Aborsi sangat mengerikan

Paus Fransiskus: Aborsi sangat mengerikan 

Paus Fransiskus mengeluarkan kecaman terkait praktik aborsi atau pengguguran janin dalam kandungan dengan menyebutnya sebagai sesuatu yang “mengerikan” yang menyepelekan nilai kehidupan manusia. Dia mengatakan tindakan itu adalah “menakutkan” untuk berpikir tentang penghentian kehamilan dini. 

Sejak pemilihannya pada Maret, Paus belum berbicara menentang aborsi secara tegas seperti pendahulunya. Dia membuat komentar tersebut dalam pidato tahunannya kepada para diplomat untuk Vatikan tentang “State of the World”. “Ini sangat mengerikan, bahkan untuk membayangkannya sekalipun, bahwa ada anak-anak korban aborsi yang tak akan pernah melihat cahaya,” kata Paus, seperti dilansir muat BBC, Selasa (14/1/2014). 

 “Dan sayangnya, apa yang kini dibuang sia-sia oleh orang bukan hanya makanan dan benda-benda yang seharusnya bisa digunakan kembali. Tapi juga manusia, yang dianggap tak perlu ada.” Beberapa bulan yang lalu Paus Fransiskus mengakui ia tak banyak bicara soal isu-isu seperti aborsi dan kontrasepsi. Ia menjelaskan ia merasa tidak perlu untuk berbicara tentang pertanyaan-pertanyaan kontroversial “sepanjang waktu”. 

Masih terkait aborsi, Paus pernah menelepon perempuan yang hamil di luar nikah. Perempuan itu bernama Anna Romano, yang sebelumnya mengirim surat kepada Paus. Ia menceritakan bahwa ia hamil di luar nikah, tapi ia memutuskan untuk tidak mengaborsi bayinya. Wartawan BBC Alan Johnston di Roma mengatakan bahwa ada kekhawatiran di beberapa kalangan Katolik Roma bahwa Paus tidak cukup tegas terkait pandangan Gereja tentang aborsi. 

Beberapa bulan lalu Paus Fransiskus mengakui bahwa ia tak banyak bicara tentang isu-isu seperti aborsi dan kontrasepsi. Namun, ia menjelaskan bahwa ia merasa tidak perlu berbicara tentang pertanyaan-pertanyaan kontroversial “setiap saat”. 

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Perdana Menteri ajak dialog terkait perselisihan berlanjut tentang kata ‘Allah’

Perdana Menteri ajak dialog terkait perselisihan berlanjut tentang kata ‘Allah’ 

Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak mengatakan kepada seluruh warga Malaysia pada Senin untuk kembali berdialog guna menyelesaikan masalah terkait penggunaan kata “Allah” karena akan merusak perdamaian negara itu. 

Dalam pidato bulanan pertama di Departemen Perdana Menteri untuk menyambut tahun baru, Najib mengatakan isu-isu sensitif tersebut harus ditangani dengan sabar dan objektif, seraya memperingatkan bahwa kerukunan negara itu bisa terancam kalau kedua pihak tidak mau berdialog. “Ketegangan ini akan berkurang kalau kita bisa duduk bersama-sama. 

Menghadapinya dengan tenang dan menangani isu-isu tersebut didasarkan pada aturan hukum,” kata Najib seperti dikutip The Star dalam situsnya pada 6 Januari. Pada Minggu, ada kekhawatiran tentang kemungkinan kerusuhan karena UMNO di Selangor dan kelompok-kelompok Muslim berencana untuk melakukan aksi protes ke gereja-gereja di negara bagian itu dimana komunitas Kristen tetap ingin menggunakan kata Arab tersebut meskipun hukum negara itu membatasi penggunaannya untuk non-Muslim. UMNO kemudian membatalkan rencananya, namun sejumlah anggotanya bergabung dalam reli terpisah yang diadakan oleh kelompok-kelompok Muslim di Stadion Sultan Sulaiman. 

Mereka juga membatalkan rencana mereka untuk berdemonstrasi ke Gereja St. Maria Lourdes di Klang. Pada Kamis, Departemen Agama Islam Selangor (Jais) telah mengirim sebuah tim yang terdiri dari 20 pejabat agama dan aparat kepolisian untuk melakukan sweeping ke kantor Serikat Kitab Suci (BSM) di Petaling Jaya di mana mereka menyita lebih dari 300 Alkitab dan BUP Kudus. 

 Umat non Muslim di Selangor dilarang menggunakan 35 kata dan frase Arab dalam agama mereka, termasuk “Allah”, “nabi”, “Injil” dan “Insya ‘Allah”. Ketegangan meningkat dalam empat tahun terakhir akibat perselisihan penggunaan kata “Allah” yang masih belum tuntas dan menimbulkan ketegangan agama terburuk dalam sejarah negara itu. 

Sengketa hukum yang sedang berlangsung antara pemerintah dan Gereja Katolik atas haknya untuk mencetak kata “Allah” dalam surat kabar Herald berbahasa Malaysia masih tertunda sebelum Pengadilan Federal, yang diatur untuk mendengar argumen dari kedua pihak pada 24 Februari tahun ini sebelum memutuskan apakah Gereja Katolik boleh menggunakan kata ‘Allah’.

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus akan berziarah ke Tanah Suci untuk misi perdamaian

Paus akan berziarah ke Tanah Suci untuk misi perdamaian

Paus Fransiskus telah mengumumkan bahwa ia akan mengadakan ziarah ke Tanah Suci pada Mei mendatang untuk menandai momen penting dalam hubungan Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks. “Dalam suasana sukacita Natal ini, saya ingin mengumumkan bahwa pada 24-26 Mei mendatang, syukur kepada Allah, saya akan mengadakan sebuah ziarah ke Tanah Suci,” katanya setelah Doa Angelus pada 5 Januari kepada hadirin yang memadati Lapangan Santo Petrus. 

Selama perjalanan tersebut, Paus Fransiskus akan bertemu dengan Patriark Ortodoks Konstantinopel, Bartholomew I. Ia juga akan bertemu dengan perwakilan dari semua Gereja Kristen dari Yerusalem. Kedua pemimpin Gereja tersebut akan mengadakan pertemuan ekumenis di lokasi Makam Suci, yang orang Kristen yakin sebagai tempat penguburan Yesus sebelum kebangkitan-Nya. 

Paus menjelaskan bahwa “tujuan utama” dari perjalanannya adalah “untuk memperingati pertemuan bersejarah di antara Paus Paulus VI dan Patriark Athenagoras I pada 50 tahun lalu.” Pada Januari 1964, Paus Paulus VI mengadakan ziarah ke Tanah Suci. Dia bertemu dengan Patriark Ekumenis Konstantinopel di Bukit Zaitun pada 5 Januari. Pertemuan bersejarah ini membuat hubungan di antara Katolik dan Gereja Ortodoks semakin meningkat, termasuk deklarasi bersama yang dikeluarkan tahun 1965. 

Selain Yerusalem, Paus juga akan melakukan perjalanan ke Betlehem, Amman, dan Yordania. Bawa Misi Perdamaian Bapa Suci mengatakan lawatannya ke Tanah Suci tersebut, selain bertujuan untuk mendorong hubungan di antara Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks, tapi juga menggarisbawahi hubungan dekat Paus Fransiskus dengan masyarakat Yahudi, dalam upayanya menjangkau masyarakat Muslim dan himbauan Vatikan sejak lama bagi perdamaian antara Israel dan Palestina. 

Kantor berita Palestina Wafa mengatakan Presiden Mahmoud Abbas berharap kunjungan itu akan “berkontribusi untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina yang menginginkan kebebasan, keadilan dan kemerdekaan”. Di Jerusalem, Kementerian Luar Negeri Israel Yigal Palmor mengatakan Paus Fransiskus “akan disambut dengan hangat seperti pendahulunya”.
Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus: Tahun 2014, mengubah permusuhan menjadi persaudaraan

Paus: Tahun 2014, mengubah permusuhan menjadi persaudaraan 

Paus Fransiskus meletakkan harapannya untuk tahun yang baru saja dimulai dengan mendesak orang-orang untuk bekerja bagi sebuah dunia di mana setiap orang menerima perbedaan satu sama lain, dan di mana musuh mengakui bahwa mereka adalah saudara. 

“Kita semua adalah anak-anak dari satu ayah surgawi, kita milik keluarga manusia yang sama dan kita berbagi nasib yang sama,” kata Paus hari Rabu (1/1) ketika berbicara dari jendela studionya menghadap Lapangan Santo Petrus, Roma, di mana penuh sesak dengan puluhan ribu umat, wisatawan. “Hal ini membawa tanggung jawab masing-masing untuk bekerja agar dunia menjadi sebuah komunitas persaudaraan yang saling menghormati, saling menerima dalam keragaman, dan mengurus satu sama lain,” kata Paus seperti dilansir satuharapan.com. 

Paus sempat sejenak menyisihkan teks yang telah disiapkan, dia menyatakan ketidaksabarannya dengan kekerasan di dunia ini. “Apa yang terjadi di hati manusia? Apa yang terjadi di jantung manusia?” tanya Paus. “Sudah waktunya untuk berhenti.” 

Dia mengatakan tentang refleksi ini terinspirasi oleh surat yang dia terima dari seorang laki-laki. ”Mungkin salah satu dari kalian,” kata dia. Yang menyesalkan bahwa ada “begitu banyak tragedi dan perang di dunia.” “Saya juga percaya bahwa hal itu akan baik bagi kita untuk menghentikan jalan kekerasan dan mencari perdamaian,” kata Paus. 

 Dia juga menyatakan harapan bahwa “Injil persaudaraan berbicara kepada setiap hati nurani dan merobohkan dinding yang menghalangi musuh untuk mengakui bahwa mereka adalah saudara.” Paus mengatakan, tahun baru akan lebih cerah hanya jika semua orang langkah ke luar dengan aman dalam surga mereka, akan terlibat dan bekerja sama untuk memecahkan masalah-masalah lokal dengan kemurahan hati dan cinta. 

 Dengan menutup tahun 2013, biarkan semua orang meminta Tuhan untuk pengampunan dan berterima kasih atas kesabaran dan kasih-Nya, kata Paus ketika memimpin doa malam hari Selasa (31/12). Paus meminta orang untuk merenungkan bagaimana mereka telah menghabiskan tahun lalu, hari-hari yang berharga, minggu dan bulan yang Tuhan berikan sebagai hadiah untuk semua orang. 

“Apakah kita menggunakannya sebagian besar untuk diri kita sendiri, untuk kepentingan kita sendiri atau untuk orang lain juga?” Kualitas hidup di masyarakat, sebagaimana terlihat, bergantung pada setiap orang. “Wajah kota adalah seperti sebuah mosaik di mana keramik semua orang yang tinggal di sana,” kata dia.

Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus: Sudah saatnya kekerasan harus diakhiri

Paus: Sudah saatnya kekerasan harus diakhiri 

Paus Fransiskus mendesak umat manusia bersama-sama bekerja mewujudkan dunia yang setiap orang di dalamnya dapat saling menerima perbedaan masing-masing, dan orang-orang yang bermusuhan mengakui bahwa mereka bersaudara. 

 “Kita semua adalah anak-anak dari satu ayah surgawi. Kita milik keluarga manusia yang sama dan kita berbagi nasib yang sama,” kata Paus Fransiskus kepada ribuan umat Katolik dan wisatawan yang memadati Lapangan St. Petrus pada Rabu (1/1/2014). 

“Ini membawa tanggung setiap orang untuk bekerja mewujudkan dunia menjadi sebuah komunitas persaudaraan yang saling menghormati, saling menerima dalam keragaman setiap orang, dan mengurus satu sama lain,” kata Paus. Saat menyampaikan pidato tanpa teks, Paus mengungkapkan keprihatinannya tentang beragam aksi kekerasan di dunia. 

“Ada apa dengan hati manusia? Ada apa dengan hati kemanusiaan? Sudah saatnya (kekerasan) diakhiri!” Paus mengaku pernyataannya itu terinspirasi sebuah surat yang dia terima, yang menyatakan bahwa ada begitu banyak tragedi dan perang di dunia. 

 “Saya juga percaya, akan baik bagi kita semua untuk menghentikan diri kita sendiri dari jalan kekerasan ini dan mencari perdamaian.” Kembali ke naskah pidatonya, Paus menyatakan harapannya masih ada hati nurani yang tersentuh sehingga merobohkan dinding penghalang untuk mengakui bahwa semua orang sesungguhnya bersaudara. 

 “Kita juga dipanggil untuk melihat ada begitu banyak kekerasan dan ketidakadilan di seluruh belahan dunia, yang kita tinggalkan dan diamkan dengan acuh tak acuh,” ujar Paus. “(Saat ini) dibutuhkan komitmen semua orang untuk membangun masyarakat yang benar-benar lebih adil dan bersatu.” 

Gereja Katolik Roma menetapkan 1 Januari sebagai Hari Perdamaian Dunia. Di Lapangan St. Petrus tempat Paus berpidato ini, merupakan finis dari pawai yang diikuti ribuan orang. Dari banyak bendera yang dibawa selama pawai, terlihat bendera Suriah merupakan salah satunya. Beberapa peserta dari Suriah pun mengungkapkan harapan konflik di negara mereka tersebut segera berakhir.

Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Berharap dan Beresiko Bersama Paus Fransiskus

Berharap dan Beresiko Bersama Paus Fransiskus 

Jorge Mario Bergoglio, atau kini Paus Fransiskus, dijuluki oleh majalah Time sebagai «Person of the Year» untuk tahun 2013. Salah satu alasannya ialah karena ia membawa Gereja ke dalam kehidupan sehari-hari, tempat seantero soal dan masalah manusia berkelindan. Ada homoseksualitas, ada aborsi, ada phedofilia yang tersembunyi di tubuh manusia; tapi juga ada struktur keserakahan, pasar kapitalisme neo-liberal, dan kekuasaaan agama yang kokoh di atas kepala manusia. Dan Paus Fransiskus menaruh dirinya dan Gereja di tengah-tengah itu semua: ia menyambut tubuh rentan kita, lalu membasuhnya, namun ia juga menantang struktur raksasa di langit hari-hari kita, lalu mengutuknya. 

Sungguh-sungguhkah ia? Wong Cilik Paul Vallely, penulis buku “Pope Francis: Untying the Knots” (London, Bloomsbury,2013) mencatat dengan jelas bahwa masa kecil Paus sebagai anak keluarga kelas pekerja membuatnya cepat melihat kehidupan berpeluh dan nestapa mayoritas manusia. Ilusi hidup serba baik-baik tak ada padanya. Malah sejak usia 13 tahun ia sudah diminta ayahnya bekerja di pabrik kaus kaki. Segera juga Paus tahu martabat manusia akan dinista kalau ia menganggur – dan martabat kaum papa ini adalah sebentuk ihwal spiritualitas mendalam baginya. Maka ideologi Peronisme cepat memikat hatinya, semacam “marhaenisme” Soekarno kalau di sini. 

Ideologi itu cukup unik dan jadi “sinkretis” kalau di Argentina: konservatif, terharu pada rakyat papa, dan anti imperialisme global. Saat “perang kotor” tahun 1976-an di Argentina, saat junta militer menghilangkan hampir 20.000 orang, Paus Fransiskus jelas-jelas sadar bahwa ada kekuatan imperial global di balik kekejaman itu. Ia memang tak mudah mengambil tindakan yang bijak kala itu. Kita tahu ada kontroversi soal derajat keterlibatannya dalam penculikan dua imam Jesuit oleh pihak Angkatan Laut Argentina saat itu. 

Di pihak lain, setelah kediktatoran militer itu sirna di Argentina, tetap saja orang miskin di mana-mana. Maka ia sungguh-sungguh tahu struktur keserakahan pasar global, dan struktur itu telah menggores banyak trauma di tubuh rakyat kecil sehari-hari. Untuk itu ia memang mulai dengan membasuh kaki mereka yang terjangkit virus global, yaitu penderita HIV-AIDS. Ia pun membela imam yang melayani di wilayah kumuh, tempat narkoba diedarkan dari mancanegara. Ia pernah mengeluhkan itu semua: mengapa kami harus merawat korban globalisasi itu terus menerus? Tidak adakah jalan mengurangi korban-korban itu? 

Menghadang Struktur Kerakusan Bisakah ia, selanjutnya, sungguh-sungguh menantang globalisasi kapitalisme mutakhir ini? Bisakah kita berharap bersamanya, pasca tahun 2013 ini, sampai ke tingkat resiko yang sedemikian itu? Sesungguhnya ada dasar dalam iman Katolik untuk masuk dalam resiko itu. 

Saya pernah bertanya ke seorang rekan, Martin Robra, staf Dewan Gereja Se-Dunia di Genewa, saat kami naik bis umum melewati kantor pusat ILO (International Labour Organization): mengapa Gereja Katolik memiliki staf menetap di organisasi buruh dunia itu, sementara Gereja Protestan tidak? Jawabnya, ”Umat Katolik-lah yang paling menderita akibat revolusi industri dan kapitalisme, namun mereka tidak mau mengikuti jalan protes a la Marxisme, tapi mencari alternatif dengan Ajaran Sosial Gereja, yang amat solider dengan kaum buruh”. 

“Dan kita Protestan”, sambung saya sedikit berspekulasi berlagak berteori, “memuji-muji Weber karena etos Calivinismenya yang konon nyambung dengan roh kapitalisme”. Dalam arti lain, dari sanubari Katolisisme ada daya untuk menantang struktur kerakusan pasar kapitalisme saat ini. Iman Katolik memakai istilah “struktur dosa” (ini bisa dibaca: struktur kerakusan) yang perlu dihadang oleh “struktur rahmat”. Dengan kata lain, ada struktur dosa yang dilihat bekerja dalam ketidakadilan dan penindasan, yang membuat manusia jadi serigala atau penghisap bagi sesamanya. 

Struktur itu berfokus pada mamon (baca: uang), dan ia bekerja dengan prinsip mengakumulasi diri, sehingga ia akan pula bekerja memiskinkan orang lain. Maka di sini gereja perlu memihak pada struktur yang lain: artinya, ia perlu bekerja agar hidup bersama bisa bermuatan belas kasih yang adil, di mana struktur rahmat nyata bekerja. Struktur rahmat itu kurang lebih beroperasi kalau dalam hidup masyarakat terwujud empat hal: mekanisme berbagi, penghargaan pada kesetaraan martabat manusia, munculnya aksi-aksi solidaritas membantu yang lemah, dan terbukanya partisipasi demi melayani sesama manusia. 

Dengan kata lain yang diperbanyak ialah “the commons”, alias kepemilikan publik yang menjadi basis hidup sehari-hari. Bukan pemutlakan kepemilikan pribadi dalam bentuk mamon yang terus menggandakan diri itu. Kalau Paus ini tahun 2014 nanti bergerak ke arah pemberlakuan “struktur rahmat” itu, maka pastilah kita semua mendapat alasan baru untuk terus berharap bersamanya. Dan sejarah dunia akan tampak menjadi -memakai ungkapan Itali kesukaan presiden Soekarno: Vivere Pericoloso! 

Dr. Martin Lukito Sinaga adalah pendeta pada Gereja Kristen Protestan Simalungun, juga dosen tamu di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. 
Artikel ini telah dimuat di situs satuharapan.com pada 30 Desember 2013.
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus, Paus Revolusioner

Paus Fransiskus, Paus Revolusioner

Hanya dalam tempo sembilan bulan, sejak dipilihnya menjadi orang nomor satu di Vatikan, 13 Maret 2013, Paus Fransiskus mampu menjadi magnet dunia. Oleh karena kebijakan dan langkah-langkahnya mendobrak kemapanan Gereja. Revolusioner. 

Dan, majalah Time pun memilihnya menjadi ”Person of the Year” (Tokoh Tahun Ini). Pada 1994, Paus Yohanes Paulus II dipilih sebagai ”Man of the Year” oleh majalah Time; sebelumnya, 1962, Paus Yohanes XXIII-lah yang dinobatkan sebagai ”Man of the Year” juga oleh majalah Time karena Paus inilah pemrakarsa Konsili Vatikan II, yang memperbaharui Gereja. 

Sejak penampilannya pertama, setelah terpilih, di balkon Vatikan, Paus Fransiskus membuktikan dirinya sebagai ”Paus Yang Mengejutkan”. Sebagai Paus Jesuit pertama dalam sejarah, ia mencanangkan misinya untuk merestorasi otentisitas dan integritas Gereja Katolik yang digerogoti skandal seks, paedophilia, dan sekresi, intrik dan pertarungan di dalam, ambisi dan arogansi, hedonisme dan semangat menguasai dunia dalam arti yang sebenarnya. 

Ia menyatakan, Gereja harus menjadi ”Gereja miskin, untuk kaum miskin”. Inilah, kredo Paus Fransiskus, yang kakek-moyangnya, imigran Italia, mendarat di Argentina pada 1929. 

Nama Fransiskus 

Mengapa mantan Kardinal Buenos Aires Jorge Mario Bergoglio ini memilih nama Fransiskus setelah terpilih menjadi Paus? Paul Vallely dalam bukunya, Pope Francis, Untying the Knots, menulis, bahkan para kardinal yang ikut konklav (sidang para kardinal untuk memilih Paus) pun kaget, ketika ditanya, ”Nama apa yang Anda pakai?” Waktu itu Bergoglio menjawab, ”Vocabor Franciscus” (Saya akan dipanggil Fransiskus). Bukan Fransiskus Xaverius, bukan Fransiskus de Sales, tetapi Fransiskus Asisi. 

Fransiskus Asisi (disebut demikian karena dari Asisi, Italia bagian utara) adalah seorang imam anak saudagar kain yang kaya raya, tetapi menyerahkan hidupnya untuk kaum papa, kaum miskin. Inilah jalan hidup yang dipilih Kardinal Bergoglio sejak semula di Argentina. Ia meninggalkan istana kekardinalan dan memilih tinggal di rumah susun untuk kaum miskin. Ke mana-mana, ia naik bus, subway, mobilnya pun dijual. 

Ketika meninggalkan Buenos Aires untuk pergi ke Roma, memenuhi panggilan Paus Benediktus XVI (yang berujung pada konklav), meski mendapat tiket ”first-class”, ia memilih menukarnya dengan tiket kelas ekonomi. Ia hanya minta duduk dekat pintu darurat agar bisa selonjor, selama penerbangan 13 jam. Awak pesawat Alitalia pun memberinya kursi nomor 25. 

Langkah selanjutnya Paus pertama dari luar Eropa, setelah 1.200 tahun, ini tidak hanya membuat banyak kejutan, tetapi bahkan membuat banyak orang terbuka matanya akan kekurangan dan kelemahan Kuria (Kabinet) Roma, bahkan Gereja Katolik. Bukankah kesempurnaan manusia adalah mengetahui ketidaksempurnaannya? Begitu kata filsuf Augustinus. 

Banyak orang terinspirasi cara pandangnya yang lugas, baru, spontan, dan segar dalam menghadapi berbagai persoalan Gereja dan kemanusiaan. Yang dilakukannya pun mendorong orang lain untuk mengikutinya, sekaligus membuat malu Gereja yang selama ini seperti berada di ”menara gading”, kurang berbaur dengan masyarakat. 

 Paus, sebagai penyandang nama Fransiskus, yang mengutamakan kesederhanaan hidup, keutamaan hidup, belarasa, pelayanan, memahami betul apa artinya melayani. Karena itu, ia sejak pertama terpilih tidak mau tinggal di Istana Kepausan. Ia memilih tinggal di ”guesthouse”, Casa Santa Marta, supaya tidak terkucilkan, dan bisa selalu bersama dengan yang lain. 

Kepeduliannya kepada orang miskin, seperti yang sudah lama dihayati ketika masih menjadi kardinal di Buenos Aires, tetap dipegang teguh. Orang miskin memperoleh posisi istimewa di hatinya. Ia tidak peduli pada akibatnya. Paus pernah mengatakan, ”Kalau makan tidak habis dan dibuang-buang, itu sama saja merampok orang miskin.” 

 Citra Allah 

Sikap ini menegaskan pada pendiriannya yang memegang teguh teologi konservatif, yang membawa manusia ke fitrahnya, sebagai citra Allah, bukan teologi progresif. Sebab, teologi progresif itu pikiran orang elite; yang menganggap orang miskin itu hanya tahu iman dan makan, tidak tahu teologi. Hal itu seperti tecermin dalam ensiklik pertamanya, ”Gaudium Evangelii”, Kegembiraan Pewartaan. 

Paus sadar dan paham bahwa kebutuhan dunia, umat, bukanlah rumusan teologi yang canggih, mbulet, melainkan sebuah praksis hidup yang nyata: kesederhanaan, kepedulian, kemurahan hati, belarasa, melawan segala kemegahan duniawi, dan tidak menggunakan agama sebagai selubung untuk melakukan tindakan tidak terpuji, amoral, termasuk korupsi. 

Tidak diduga ribuan umat yang hadir di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, untuk mengikuti audiensi, ketika tiba-tiba Paus turun dari mobilnya dan memeluk seorang bocah kecil yang sakit, yang disable; orang tua yang duduk di kursi roda. Tidak pernah ada seorang Paus merayakan Misa Kamis Putih di penjara Casa del Marmo dan mencuci serta mencium kaki narapidana, laki maupun perempuan, hitam maupun putih, bertato dan bersih. Ada yang Kristen, Muslim, Ortodoks, bahkan atheis. 

Sejak masih di Buenos Aires, hal itu sudah dilakukan. Ia rajin membesuk orang sakit dan pasien AIDS. Ia menyapanya. Ia memeluknya. 

Membawa sapu 

Itulah Paus Fransiskus yang masuk ke Vatikan membawa sapu, membersihkan Bank Vatikan yang korup, yang digunakan untuk pencucian uang, dan mereformasi Kuria Roma. Ia juga membongkar pelecehan seks dan paedophilia yang dilakukan sejumlah pastor. 

Paus Fransiskus melihat bahwa Kuria Roma menjelma menjadi organisasi pemerintahan yang disibukkan urusan administratif. Akibatnya sisi pelayanan, pewartaan pastoral kurang mendapat tempat. Gereja makin sibuk dengan urusan duniawi yang menggiurkan. 

Ia juga melihat dan merasakan, bahkan sejak lama, Gereja tak ubahnya korporasi yang dibelit skandal demi skandal. Gereja keropos bukan karena kuatnya atheisme, melainkan karena kelakuan anak-anaknya. Dan, reputasinya dilempar di meja judi, dipertaruhkan. 

Paus Fransiskus melangkah mantap bahwa semua harus dibongkar, diperbaiki, dan didirikan bangunan baru. Gereja yang dari dulu sentralistis, diurai dan sistem kolegialitas mendapat tempat. Bahkan ditekankan. 

Sikapnya terhadap kaum homoseksual pun membuat orang terkejut. ”Aku ini siapa, sehingga harus menghukum mereka,” katanya. Banyak persoalan Gereja mulai diurai, diselesaikan. Dan, pantas kalau ia disebut sebagai pengubah sejarah Gereja, dan akhirnya nanti sejarah umat manusia. 

 Trias Kuncahyono, wartawan senior harian Kompas 
Artikel ini telah dimuat di kompas.com pada 13 Desember 2013
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)