Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.
Showing posts with label Adven. Show all posts
Showing posts with label Adven. Show all posts

RENUNGAN HARI MINGGU: 22 Desember 2013 (HARI MINGGU ADVEN IV)

RENUNGAN  HARI MINGGU: 22 Desember 2013 
(HARI MINGGU ADVEN IV) 
Yes. 7:10-14; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Rm. 1:1-7; Mat. 1:18-24 


INJIL : Mat. 1:18-24 
“Yesus lahir dari Maria, tunangan Yusuf, anak Daud.” 

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, 

RENUNGAN : 
Percaya berarti mendengarkan dan melaksanakan firman Tuhan. Dengan percaya, kita ikut ambil bagian menghadirkan kebahagiaan dari Tuhan dalam hidup bagi kita dan juga bagi sesama. Dengan percaya itu berarti Allah hadir dalam hidup kita, bagi kita dan bagi sesama. Para saudara, Percaya sepenuh hati kepada Tuhan bukanlah mudah, sebab seringkali pikiran dan kehendak Tuhan sulit kita mengerti dan bahkan seringkali membingungkan kita. 

Bukan suatu yang luar biasa kalau seringkali kehendak Tuhan tidak seperti yang kita kehendaki. Kita mungkin punya pengalaman bahwa apa yang kita mohonkan pada Tuhan seakan tidak dikabulkan atau apa yang diberikan Tuhan tidak seperti yang kita inginkan atau dambakan. Kita sulit mengerti mengapa hidup orang-orang beriman seakan tidak lebih baik daripada hidup orang yang tidak beriman. 

Kita sering mendengar bagaimana hidup orang-orang beriman, orang benar yang berakhir sangat menyedihkan, sedangkan hidup orang yang tidak beriman hidupnya tampak lancar, penuh sukacita dan seakan bahagia. Malahan tidak jarang kita menggugat Tuhan dengan berkata, “Kalau memang Tuhan itu Mahakuasa dan Mahakasih, mengapa Dia membiarkan orang-orang beriman menderita dalam hidup? Mengapa Tuhan membiarkan kejahatan itu tetap ada dalam hidup ini? Kiranya masih banyak pertanyaan yang seringkali diajukan oleh manusia kepada Tuhan. Manusia sering menggugat Tuhan. 

Namun seringkali manusia mengaku dirinya percaya kepada Tuhan tetapi tidak dalam kehidupannya. Hal inilah yang terjadi dalam diri Ahas pada bacaan I. Pada saat itu Ahas bersama rakyatnya sangat ketakutan atas serangan bangsa lain musuh mereka. Yesaya diutus oleh Tuhan untuk memberitahukan agar Ahas tidak usah takut dan gentar karena Tuhan akan melindungi mereka. Namun kiranya Ahas kurang menanggapi seruan Tuhan lewa Yesaya oleh sebab itulah Yesaya meminta sesuatu dari Tuhan, Tuhan pasti mendengarkannya. Yesaya ingin meyakinkan Ahas namun Ahas malah menjawab, "Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN." 

Sepintas jawaban Ahas tampak baik. Namun kalau memang baik, atau ungkapan imannya yang tidak mau mencobai Tuhan, kenapa Yesaya malah marah? Yesaya tampaknya marah karena jawaban Ahas bukan karena dia percaya kepada Tuhan, namun karena Dia tidak percaya bahwa Tuhan akan membantu dia, dia seakan tidak yakin dengan apa yang disampaikan oleh Yesaya. Ahas lebih yakin pada bangsa lain dengan meminta bangsa lain untuk menolong dia dalam melawan musuh-musuh mereka dan dia sudah merencanakan hal itu. Yesaya tersinggung karena Ahas tidak percaya akan perlindungan Tuhan atas bangsa itu. Oleh karena itu Yesaya menubuatkan bahwa Allah sendiri akan menyatakan kasih-Nya kepada mereka dengan nubuat, “Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” 

Apa yang dinubuatkan oleh Yesaya, itulah yang terjadi dalam kelahiran Yesus Sang Mesias. Marialah perempuan muda yang dikatakan dalam nubuat Yesaha dan Yesus lah Immanuel itu. Namun apa yang dinubuatkan oleh Yesaya baru terlaksana setelah tujuh ratus tahun kemudian, sebab Yesaya hidup tujuh ratus tahun sebelum kelharian Yesus Sang Mesias. Mengapa baru sekian lama Allah menggenapi nubuat itu? Kita tidak tahu. Itulah misteri cinta kasih Allah. 

Di dalam Injil juga, kita mendengarkan bagaimana pengalaman iman Yusuf tunangan Maria. Yusuf pasti mengalami pergolakan iman ketika mengetahui bahwa tunanangannya mengandung padahal mereka belum menikah. Yusuf juga pasti kaget dan tidak menduga mengapa hal itu terjadi pada Maria. Yusuf pasti tidak menyangka bahwa Maria yang dia kenal baik, sederhana dan beriman ternyat sudah mengandung. Yusuf bimbang apakah menerima Maria dalam kondisi demikian atau menceraikannya diam-diam. 

Akhirnya Yusuf sudah memutuskan untuk menceraikan Maria dengan diam-diam, dia tidak mau mengadukan Maria dan persoalan itu kepada pengadilan, karena dia tidak menghendaki Maria mendapat hukuman. Ketika dia sudah berencana menceraikan Maria secara diam-diam, malaikat Tuhan menyatakan diri kepadanya dalam mimpi. Malaikat itu menjelaskan kepada Yusuf bahwa anak yang dikandung oleh Maria berasal dari Roh Kudus, bukan karena Maria selingkuh dengan laki-laki lain. Malaikat itu juga menjelaskan bahwa anak yang akan dilahirkan oleh Maria adalah anak laki-laki dan dia akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. 

Malaikat itu juga menjelaskan bahwa Anak yang akan lahir itu adalah Immanuel yang dijanjikan Allah sebagaimana telah dinubuatkan oleh para nabi. Yusuf mendengarkan dan melaksanakan sabda Tuhan yang diterimanya dalam mimpi, sehingga dia tanpa ragu mengambil Maria menjadi istrinya. Kalau kita tadi mendengar bahwa Ahas kurang percaya akan sabda Tuhan yang dinyatakan oleh nabi Yesaya, berbeda halnya dengan Maria dan Yusuf yang percaya dan mendengarkan Sabda Tuhan. 

Maria adalah wanita yang percaya pada Tuhan, dia mendengarkan dan melaksanakan perintah Tuhan, karena kepercayaannya, maka Sang Mesias yang telah dijanjikan lewat para nabi akhirnya datang ke dunia ini. Iman Yusuf juga kiranya berperan dalam kedatangan Sang Mesias. Iman Yusuf yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya akhirnya ikut berperan akan kehadiran Sang Mesias yang pada akhirnya dirasakan oleh banyak orang dan juga oleh kita sendiri. 

Kita patut bersyukur atas iman Maria dan Yusuf sehingga keselamatan itu datang dan tinggal bersama kita dalam diri Yesus Sang Mesias yang kelahiran-Nya hendak kita rayakan. Hari ini kita diteguhkan kembali bahwa Yesus adalah Sang Mesias yang dijanjikan oleh Tuhan, kelahiran-Nya kita nantikan dan akan kira rayakan pada hari Raya Natal nanti. 

Oleh sebab itu, baiklah kita mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Persiapan yang terutama kita lakukan adalah memperbaharui iman kita. Sebagaimana iman Maria dan Yusuf sangat berperan dalam kehadiran Sang Mesias, maka iman kita hendaknya kita perbaharui. Iman itulah yang membuat kita meyakini dan merasakan kehadiran Yesus dalam hidup kita. Dengan beriman, kita berarti menghadirkan Yesus dalam hidup kita, menghadirkan keselamatan Tuhan dan pada akhirnya berkat iman kita, orang lain juga akan merasakan kehadiran Tuhan dalam hidupnya. 

Kalau kita tidak memperharui iman kita, kita tidak akan sanggup merasakan dan meyakini kehadiran Tuhan dalam perayaan Natal nanti, sehingga perayaan natal bagi kita hanya perayaan liturgi gereja belaka. Memang kelahiran Yesus Sang Mesias menjadi manusia lewat Bunda Maria sulit kita menggerti, seperti banyak hal yang sulit kita mengerti. Seperti Maria dan Yusuf sendiri tidak sepenuhnya mengerti akan kehendak Tuhan atas mereka, atas perintah yang harus mereka jalani. Namun walaupun demikian, mereka setia mendengarkan dan melaksanakan perintah Tuhan. Demikianpun kiranya kita, hendaknya kita setia mendengarkan dan melaksanakan perintah Tuhan, kita harus yakin bahwa Allah berserta kita. Amin.

BACAAN HARI MINGGU: 22 Desember 2013 (HARI MINGGU ADVEN IV)

BACAAN HARI MINGGU: 22 Desember 2013 
(HARI MINGGU ADVEN IV) 
Yes. 7:10-14; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Rm. 1:1-7; Mat. 1:18-24 

BACAAN I: Yes. 7:10-14 
“Seorang Perempuan muda akan mengandung.” 

Beginilah firman Tuhan Allah kepada Ahas bin Yotam bin Azia, raja Yehuda: "Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas." Tetapi Ahas menjawab: "Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN." Lalu berkatalah nabi Yesaya: "Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. 

MAZMUR TANGGAPAN : Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6 
Ulangan : Gapuramu, papangkanlah, menyambut Raja Mulia 

Ayat: 
1. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagad dan semua yang diam di dalamnya. Sebab, Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkannya di atas sungai. 

2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan, dan tidak bersumpah palsu. 

3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah yakub. 

BACAAN II : Rm. 1:1-7 
“Yesus Kristus, keturunan Dud, itu adalah Anak Allah.” 

Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci, tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita. Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya. Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus. Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus. 

 INJIL : Mat. 1:18-24 
“Yesus lahir dari Maria, tunangan Yusuf, anak Daud.” 

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

RENUNGAN MASA ADVEN : SENIN 16 DESEMBER 2013

RENUNGAN MASA ADVEN : SENIN 16 DESEMBER 2013 
(Maria dr Malaikat)
BcE Bil. 24:2-7,15-17a; Mzm. 25:4bc-5ab,6-7bc,8-9; Mat. 21:23-27 

BACAAN INJIL: 
 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?" Jawab Yesus kepada mereka: "Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?" Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi." Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Dan Yesuspun berkata kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu." 

RENUNGAN : 
Kehadiran Yesus memang sangat mengagumkan banyak orang. Yesus mengajar dengan penuh kuasa dan Dia pun melakukan mukjijzat yang tidak pernah dilakukan siapapun pada masa itu dan juga pada masa sekarang. Yesus melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh manusia, hanya Tuhan yang bisa melakukan demikian. Sehingga sebenarnya dengan mendengar pengajaran Yesus yang penuh kuasa dan mukjizat yang diperbuat-Nya, orang akan sampai pada suatu keyakinan bahwa Yesus bukanlah manusia tetapi Dia adalah Tuhan yang Mahakuasa. 

Namun walaupun demikian ternyata datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi mempertayakan atas nama kuasa siapa dan darimana Yesus beroleh kuasa itu. Mereka mempertanyakan itu kepada Yesus bukan untuk mencari tahu atau bukan untuk mencari kebenaran. Mereka mempertayakan hal itu hanya untuk menjebak Yesus. Sebab bila Yesus menjawab bahwa kuasa itu dari Tuhan karena Dia adalah Tuhan, ini menjadi alasan bagi mereka untuk menjerat Yesus dengan tuduhan menghujat Allah. Mereka akan menjerat Yesus dengan tuduhan demikian karena mereka tidak menerima bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan Allah. Jadi pertanyaan mereka itu hanya untuk menjebak Yesus, sebab seharusnya sebagai imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi, mereka pasti tahu bahwa kedatangan Sang Mesias adalah seperti tanda-tanda besar yang diperbuat oleh Yesus. 

Mereka seharusnya bisa menyadari bahwa Yesus adalah Tuhan karena Dia melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh manusia, hanya bisa dilakukan oleh Tuhan sendiri. Namun mereka menutup diri atas semuanya itu. Yesus tahu bahwa mereka bertanya bukan untuk mencari kebenaran iman, tetapi hanya untuk menjebak dan mencari pembenaran diri untuk menjerat Yesus. Oleh sebab itu Yesus justru menanggapi pertanyaan mereka dengan mengajukan pertanyaan, “Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?" Pertanyaan Yesus sangat mengagetkan mereka. Mereka sebanarnya tahu menjawab pertanyaan Yesus, tetapi tidak menjawabnya dengan mengatakan tidak tahu. Mereka jelas berbohong, sebab mereka sebenarnya bisa menjawab pertanyaan Yesus. 

Mereka tidak berani berkata jujur atau memberi jawaban yang jujur karena menolak kebenaran yang ada pada Yesus bahwa Dia adalah Tuhan Yang Mahakuasa. Karena mereka itu tidak mau menjawab, maka Yesuspun tidak menjawab pertanyaan mereka. Yesus tidak mau memberi jawaban atas pertanyaan mereka, bukan karena Yesus takut mati karena dihujat menyamakan diri dengan Tuhan, tetapi karena Yesus tahu kebusukan hati mereka. Para imam kepala dan tua-tua jemaat itu sudah menyaksikan kuasa Tuhan dalam Yesus Kristus, tetapi mereka tidak mau menerima dan menerima Yesus adalah memang Tuhan. Hendaknya tidak demikian dengan kita. 

Kalau mereka itu tidak menerima dan menolak Yesus, hendaknya kita menerima dan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Yesus adalah Tuhan yang penuh kuasa dalam perkataan dan juga dalam perbuatan. Namun mungkin saja kita masih sering seperti mereka itu yang mempertanyakan kuasa Yesus. Kita mungkin mengakui Yesus adalah Tuhan, tetapi kita sering meragukan kuasa-Nya, kita masih lebih mengandalkan kuasa atau kemampuan kita atau kemampuan dunia ini. Hal ini bisa terjadi bila kita mengalami persoalan hidup, kita meragukan kuasa Yesus sehingga kita justru mempercayakan diri pada kuasa dunia. Kitapun bisa meragukan kuasa Yesus ketika kita merasa bahwa Tuhan tidak mengabulkan doa kita. Namun hari ini, lewat sabda hari ini, baiklah kita memperbaharui iman kita bahwa Yesus adalah Tuhan yang Mahakuasa sehingga kita mempercakan hidup kita kepada-Nya. Amin.

RENUNGAN HARI MINGGU: 15 Desember 2013 (HARI MINGGU ADVEN III)

RENUNGAN  HARI MINGGU: 15 Desember 2013 
(HARI MINGGU ADVEN III) 
Yes. 35:1-6a,10; Mzm. 146:7,8-9a,9bc-10; Yak. 5:7-10; Mat. 11:2-11 

INJIL : Mat. 11:2-11 
“Engkaukah yang akan datang itu; atau haruskan kami menantikan orang lain?” 

Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku." Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya". 

RENUNGAN : 
 “Engkaukah yang akan datang itu; atau haruskan kami menantikan orang lain?” 

Inilah pertanyaan yan g diajukan oleh Yohanes Pembaptis kepada Yesus lewat para muridnya yang menemui Yesus. Pada saat itu, Yohanes sedang dalam penjara. Dia dipenjara oleh raja Herodes karena menegur dia yang mengambil istri saudaranya. Yohanes memang seorang nabi besar yang sangat berani. Dia nabi mempersiapkan kedatangan Sang Mesias dan dengan berani menyerukan pertobatan, tidak takut menyatakan kebenaran. 

Dari dalam penjara dia mendengarkan tentang Yesus yang mengajar penuh kuasa dan melakukan banyak mukjizat. Mendengar semua tentang Yesus, Yohanes Pembaptis merasa yakin bahwa Yesus lah Mesias yang dijanjikan itu, yang dia serukan persiapan untuk menyambut Dia. Namun dia perlu lebih yakin lagi bahwa Yesus lah sungguh Mesias yang akan datang. Oleh karena itu, dia menyuruh para muridnya untuk bertanya kepada Yesus. Selain untuk menyakinkan keyakinannya bahwa Yesus lah Mesias yang telah datang, Yohanes juga menghendaki agar para muridnya bertemu dan mengetahui langsung akan Yesus yang adalah Mesias. Menanggapi pertanyaan para murid Yohanes, Yesus tidak langsung menjawab ya atau tidak. Namun Yesus mengatakan agar para murid Yohanes itu memberitahukan apa yang mereka dengar dan apa yang mereka lihat sendiri sehubungan dengan Yesus. 

Para murid itu diminta untuk memberitahukan mukjizat yang dilakukan Yesus. Jawaban Yesus pasti tidak memuaskan bagi para murid Yohanes, tetapi dengan jawaban itu, Yohanes pasti tahu maksudnya bahwa Yesus lah Mesias yang dinanti-nantikan itu. Dengan memberitahukan semuanya itu, Yohanes pasti yakin bahwa Yesus lah Mesias yang dijanjikan para nabi, Mesias itu telah hadir. Sebab sebagaimana diwartakan oleh para nabi, kedatangan Mesias adalah dengan tanda-tanda sebagaimana dikatakan oleh Yesus. Itu juga berarti bahwa kedatangan Sang Mesias yakni Yesus sendiri adalah sukacita besar bagi manusia, datang membawa sukacita, kegembiraan dan keselamatan bagi manusia. 

Sungguh benarlah bahwa Yohanes Pembaptis adalah seorang nabi yang besar, melebihi semua nabi. Yesus memuji Yohanes dengan terus terang, bahwa Yohanes adalah nabi yang paling besar dari semua nabi, bahkan Yesus mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang dilahirkan seorang wanita tidak pernah tambil seorang yang lebih besar dari Yohanes Pembaptis. Yesus memuji Yohanes tetapai walaupun demikian, orang yan g paling kecil dalam kerajaan sorga lebih besar dari dia. Kebesaran di dunia ini tidak ada bandingnya dengan kebahagiaan di sorga. 

Kitapun mungkin mengalami seperti yang dialami Yohanes Pembaptis. Kita pasti pernah mengalami persoalan hidup dan penderitaan bukan karena kesalahan kita. Sekarang inipun hidup bukannya semakin mudah, tetapi malah sepertinya semakin berat. Ketika kita mengalami persoalan dan penderitaan hidup, iman kita bisa goyah, kita membutuhkan peneguhan atas iman dan keyakinan kita. Malahan tidak sedikit orang yang pada saat ini merasa hidup sekarang seakan tidak ada harapan untuk hidup lebih baik. Ada pula orang kristiani yang pada akhirnya mempertanyakan imannya karena merasa tidak merasakan arti beriman. Tidak sedikit orang berpikir bahwa kalau semakin beriman kepada Yesus, berarti hidupnya semakin aman, damai tanpa persoalan dan penderitaan, namun kenyataannya tidaklah demikian. 

Ketika mengalami semuanya itu, orang mulai meragukan imannya, membutuhkan peneguhan imannya. Semua orang pasti punya persoalan, tidak ada orang yang terbebas dari persoalan dan penderitaan hidup. Iman kepada Yesuspun tidak membebaskan kita dari persoalan dan penderitaan hidup. Namun yang membedakan kita dengan orang yang tidak percaya kepada Yesus adalah iman dan pengharapan akan Yesus Mesias yang Mahakuasa dan Mahakasih kepada kita. Yohanes pembaptis mengalami persoalan dan menderita dalam penjara bukan karena kesalahannya tetapi karena kejahatan orang lain. Namun dia tetap berpengharapan akan kedatangan Sang Mesias. Dia sempat membutuhkan peneguhan akan imannya, tetapi dia tidak sampai kehilangan pengharapan akan Sang Mesias. 

Sang Mesias yang diwartakan Yohanes Pembaptis telah datang dalam diri Yesus Kristus. Yesus Kristuslah Sang Mesias yang telah dinubuatkan para nabi dan yang diwartakan oleh Yohanes pembaptis. Sang Mesias yang datang itu mahakuasa dan mahakasih, Dia menjadikan orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Inilah sukacita dalam penantian kita. Dia yang kita nantikan kedatangan-Nya adalah Mesias yang Mahakuasa dan Mahapengasih. Inilah pengharapan Kristiani, bahwa dalam hidup yang bagaimanapun kita meyakini bahwa Tuhan selalu bersama dengan kita, dan Dia pasti akan selalu mengasihi serta memberi pertolongan kepada kita. Sehingga hendaknya kita seperti Yohanes Pembaptis, walaupun mengalami persoalan dan penderitaan hidup kita memang butuh peneguhan iman, tetapi hendaknya iman kita tidak menjadi lemah atau hilang, namun kita hendaknya tetap hidup dalam pengharapan atau senantiasa berharap pada Yesus Sang Mesias. 

Hidup dalam pengharapan iman berarti kita tetap teguh dalam iman dan setia kepada Dia. Inilah pengharapan kristiani. Sebagai seorang kristiani kita juga mengalami persoalan dan penderitaan hidup. Namun dalam semuanya itu kita percaya bahwa Yesus berserta kita. Keyakinan dan pengharapan kepada Yesus, itulah yang akan membuat kita tetap bertahan dan bersemangat menjalani hidup dan mengatasi semua persoalan yang kita hadapi. Hidup yang senantiasa berpengharapan pada Yesus, berarti membiarkan Yesus bekerja dalam dan atas hidup kita. Orang yang demikian, pada akhirnya akan beroleh kebahagiaan kekal di sorga. Dengan demikian, hendaknya kita dalam masa adven ini menantikan dengan sukacita iman, karena Dia yang kita nantikan adalah Mesias Tuhan, Dialah pengharapan kita. Amin.

BACAAN HARI MINGGU: 15 Desember 2013 (HARI MINGGU ADVEN III)

BACAAN HARI MINGGU: 15 Desember 2013
(HARI MINGGU ADVEN III) 
Yes. 35:1-6a,10; Mzm. 146:7,8-9a,9bc-10; Yak. 5:7-10; Mat. 11:2-11 

BACAAN I: Yes. 35:1-6a,10
 “Tuhan sendiri datang menyelamatkan kamu.” 

Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita. Kuatkanlah tangan y
ang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!" Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

MAZMUR TANGGAPAN : Mzm. 146:7,8-9a,9bc-10 
Ulangan : Bangkitkanlah uya Tuhan, kegagahan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami. 

Ayat : 
1. Dialah yang menegakkan keadilanbagi orang yang diperas dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung. Dia tetap setia untuk selama-lamanya. 

2. Tuhan membuka mata orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk. Tuhan mengasihi orang-orang benar. Tuhan menjaga orang-orang asing. 

3. Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. Tuhan itu Raja untuk selamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun. 

BACAAN II : Yak. 5:7-10 
“Teguhkanlah hatimu karena kedatangan Tuhan sudah dekat.” 

Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. 

INJIL : Mat. 11:2-11 
 “Engkaukah yang akan datang itu; atau haruskan kami menantikan orang lain?” 

Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku." Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya".

RENUNGAN MINGGU ADVEN III (TAHUN C) 8 Desember 2012

RENUNGAN MINGGU ADVEN III (TAHUN C) 
8 Desember 2012
 Zef 3:14-18a, MT Yes 12:2-3,4bcd,5-6, Flp 4:4-7, Luk 3:10-18 


BACAAN INJIL : Luk 3:10-18 
“Apakah yang harus kami perbuat?” 

Ketika Yohanes Pembaptis mewartakan pertobatan, orang banyak bertanya kepadanya: "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?" Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian." 

Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: "Guru, apakah yang harus kami perbuat?" Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu." Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu." Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias, Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan." Dengan banyak nasihat lain Yohanes memberitakan Injil kepada orang banyak. 

RENUNGAN: 
“Apakah yang harus kami perbuat?” 

Sangat menarik merenungkan pertanyaan ini, yang ditujukan para pendengar kepada Yohanes Pambaptis ketika dia mewartakan kedatangan Sang Mesias dan menyerukan agar mempersiapkan jalan bagi kedatangan Sang Mesias. Pertanyaan ini pula pantas kita renungkan saat ini, sebab hari ini kita sudah memasuki minggu Adven III. Itu berarti kita sudah menjalani masa adven selama 2 minggu. Adakah kita sudah mempersiapkan diri dan apa yang sudah kita perbuat dalam persiapan kita? 

Saat ini mungkin sudah banyak yang kita lakukan dalam rangka persiapan untuk menyambut kelahiran Sang Mesias, baik secara pribadi maupun secara bersama dalam paroki. Pasti sudah banyak paroki sudah sibuk mempersiapkan apa yang diperlukan dalam perayaan Natal nanti. Semua itu memang perlu sebagai salah satu bentuk syukur dan kegembiraan kita dalam perayaan natal nanti. Pasti ada juga paroki atau perorangan yang sudah mempersiapkan paket natal untuk para saudara yang dianggap kurang mampun. 

Namun kita jangan lupa merenungkan dan menerapkan apa yang dikatakan oleh Yohanes Pembaptis dalam Injil hari ini. Lewat Injil hari ini, Yohanes memberi jawaban tentang persiapan yang paling dibutuhkan, yakni pertobatan atau perubahan hidup. Pertobatan atau perubahan hidup itu, bukan hanya sekedar tidak melakukan perbuatan jahat, tetapi harus berbuah dalam perbuatan baik yang bisa dirasakan oleh banyak orang. Pada dalam pewartaannya, Yohanes Pembaptis mengatakan "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian." Nada yang sama dikatakan oleh Yohanes Pembaptis kepada orang-orang yang bertanya kepadanya. 

Pertobatan itu harus berbuah kebaikan, sukacita kepada orang lain, dapat dirasakan oleh banyak orang. Sehinggga jelas bagi kita, yang harus kita persiapkan adalah cinta dan perbuatan cinta kasih kepada sesama. Perbuatan cinta kasih itu, berarti kita harus rela berbagi apa yang ada pada kita, berbagi berkat Tuhan dengan sesama kita. Sehingga tepatlah yang dikatakan oleh Paulus dalam bacaan kedua, yang mengatakan, “Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!” (Flp 4:5) Dengan demikian, ada benarnya paroki maupun secara pribadi orang menyiapkan paket natal untuk dibagikan kepada sesama dalam rangka merayakan Natal. Namun semuanya itu harus dilakukan dengan penuh sukacita, tanda syukur dan kasih kepada Allah lewat sesama, bukan hanya sebagai penampilan saja. Semuanya itu kita lakukan dengan penuh sukacita dalam Tuhan dan juga sebagai ungkapan pertobatan kita. 

Sabda hari ini baiklah kita renungkan dengan sungguh-sungguh agar kita mempersiapkan yang terpenting dalam menyambut kelahiran Sang Mesias, yang membawa sukacita bagi manusia. Sabda yang kita dengarkan hari ini, sangatlah tepat untuk ita hayati. Sekarang ini begitu banyak orang yang khawatir akan hidupnya. Sekarang ini banyak orang yang merasa kehilangan harapan karena persoalan dan beban hidup yang mereka alami, banyak juga yang juga merasa tidak lagi merasakan kasih Tuhan dalam hidupnya. Bahkan sekarang ini juga banyak orang beriman yang hidup hanya memikirkan dirinya sendiri, tidak lagi peduli dengan sesamanya. Lewat bacaan hari ini, kita diingatkan kembali bahwa Allah sungguh mengasihi kita, untuk itu Allah hadir dan tinggal bersama kita lewat kelahiran Yesus Sang Mesias. 

Kelahiran Yesus adalah sukacita besar kepada kita, sebab dengan demikian Allah tinggal bersama dengan kita. Ini adalah harapan dan sukacita besar, karena dengan demikian nyatalah kasih Allah yang sungguh luar biasa kepada kita. Dialah harapan kita untuk hidup bahagia dan kehidupan kekal. Oleh sebab itulah nabi Zefaya menyerukan kepada puteri Sion agar bersukacita karena Allah mengasihi mereka dan ada diantara mereka. Apa yang diserukan oleh nabi Zefaya, itulah yang kita rayakan dalam perayaan Natal nanti. Maka natal adalah sukacita besar bagi kita, sebab Allah bersama dengan kita. Namun kiranya sukacita itu tidak lagi bisa dirasakan oleh banyak orang. 

Sebagai orang beriman, menjadi tugas kitalah untuk mewaratakan sukacita natal kepada kita. Kita mewartakan sukactita natal dengan terlebih dahulu bertobat dengan membuahkan perbuatan yang mendatangkan sukacita bagi sesama, yang bisa dirasakan oleh banyak sesama. Kalau sungguh kita percaya bahwa Natal adalah perayaan sukacita, kita juga berarti berani berbagi sukacita dengan sesama lewat berbagi apa yang ada pada kita kepada sesama yang membutuhkan. Pertobatan kita harus membuahkan pertobatan yang membuahkan perbuatan baik kepada sesama. Itu berarti kita percaya bahwa Tuhanlah sumber hidup yang senantiasa memberkati kita dan akan selalu memberikan rahmat-Nya kepada kita. Dengan keyakinan itu, kita berani berbagi karena kita sudah menerima dengan cuma-cuma dari Tuhan, apa yang ada pada kita adalah dititipkan oleh Tuhan kepada kita bukan untuk kita nikmati sendiri, tetapi juga diperuntukkan bagi orang lain lewat kita dengan rela berbagi dengan sesama. Dengan rela berbagi dengan sesama, kita menyatakan keyakinan bahwa kita tidak kehilangan atau kekurangan karena kita percaya bahwa Tuhan akan selalu melimpahkan berkat-Nya. 

Maka bisa dikatakan bahwa orang sungguh-sungguh bertobat bila pertobatannya membuahkan perbuatan baik yang membawa sukacita bagi sesama, rela berbagi berkat Tuhan dengan sesama. Orang yang demikian adalah orang yang bersukacita dalam Tuhan. Atau sebaliknya bisa dikatakan, hanya orang yang hidup dalam cukacita Tuhan, yang rela berbagi dengan sesama yang kekurangan. Pertobatan yang sungguh-sungguh, hanya tampak dalam kerelaan berbagi dengan orang lain. Inilah seruan Yohannes Pembaptis bagi kita hari ini. Maka semoga kita mempersiapkan diri dalam menyambut kelahiran Sang Mesias dengan pertobatan yang berbuah, dan buah pertobatan kita dapat dirasakan oleh banyak orang. Amin.

BACAAN MINGGU ADVEN II (TAHUN C) 8 Desember 2012

BACAAN MINGGU ADVEN II (TAHUN C) 
8 Desember 2012 
Bar 5:1-9, Mzm 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6, Flp 1:4-6,8-11, Luk 3:1-6 

BACAAN I : Bar 5:1-9 
“Allah akan mempertunjukkkan seri wajahmu. 

“Hai Yerusalem, hendkalah engkau menanggalkan pakaian kesedihan dan kesengsaraan, lalu mengenakan perhisasan kemulaiaan Allah untuk selama-lamanya. Hendaklah engkau berselubungkan kampuh kebenaran Allah, dan memasang di atas kepalamu tajuk kemuliaan dari Yang Kekal. Sebab di bawah kolong langit seri wajahmu akan dipertunjukkan oleh Allah. Dari pihak Allah engkau akan diberi nama abadi; ‘Damai sejahtera-Hasil-Kebenaran’ dan ‘Kemuliaan –hasil-Takwa”. Bangkitlah, hai Yerusalem, hendaklah engkau berdiri tegak di ketinggian! Tengoklah ke timur! Lihatlah anak-anakmu sudah berkumpul dari tempat matahari terbenam sampai ke temap terbitnya. Bersukarialah, karena Allah telah ingat kepada mereka. Memang dahulu mereka pergi dari tempat terbenam sampai ke tempat terbitnya. Beruskarialah, karena Allah telah ingat kepada mereka. Memang dahulu mereka pergi dari padamu dengan berjalan kaki, digiring oleh musuh. Tetapi kini mereka dikembalikan kepadamu oleh allah. Mereka diusung dengan hormat seolah-olah di atas tandu kerajaan. Sebab Allah memmerintahkan, supaya segala gunung yang tinggi dan segenap bukit abadi diratakan, supaya sekalian jurang ditimbun menjadi tanah yang rata. Dengan demikian, israel dapat berjalan dengan aman di bawah naungan kemuliaan Allah. Hutan rimba dan segala pohon yang harum semerbak pun menaungi Israel atas perintah Allah. Sebab Israel akan dituntun dengan sukacita oleh Allah, dan cahaya kemuliaan-Nya, dan dengan belaskasihan serta kebenaran-Nya.” 

MAZMUR TANGGAPAN : Mzm 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6 
Ulangan : Aku wartakan karya agung-Mu Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan. 

Ayat.: 
1. Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tawa ria, dan lidah kita dengan sorak-sorai. 

2. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa, “Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!” Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. 

3. Pulihkanlah kepada kami, ya Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan cucuran air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. 

4. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya. 

BACAAN II : Flp 1:4-6,8-11 
“Usahakanlah supaya kami suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus.” 

Saudara-saudara, setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian. Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah. 

BACAAN INJIL : Luk 3:1-6 
“Semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.” 

Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene, pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun. Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu, seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya. Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan."

RENUNGAN HARI BIASA: Hari biasa Pekan I Adven SELASA 4 DESEMBER 2012

RENUNGAN HARIAN: Hari biasa Pekan I Adven 
SELASA 4 DESEMBER 2012 
(Yohanes dr Damsyik, Adolph Kolping) 
Yes 11:1-10, Mzm 72:2,7-8,12-13,17,Luk 10:21-24 

BACAAN INJIL: 
 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu." Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya." 

RENUNGAN: 

Pada umumnya, orang akan merasa bangga juga bahagia bila dikagumi oleh banyak orang terutama orang-orang besar. Orang akan merasa bangga bila mempunyai banyak teman orang-orang hebat. Namun dalam Injil hari ini, kita mendengar bagamana bahagianya Yesus karena banyak orang-orang kecil yang mempunyai hikmat dan percaya kepada Tuhan. Yesus juga seakan bahagia karena rahasia Kerajaan Sorga dirahasiakan oleh Tuhan dari orang-orang pintar dan kaya. 

Tentu bukan berarti Tuhan tidak menghendaki orang-orang kaya atau orang pintar masuk dalam kebahagiaan sorga. Tuhan sangat menghendaki semua orang, siapa saja mauk dalam kebahagiaan sorga. Namun yang menjadi persoalan, seringkali orang pintar dan orang kaya jatuh pada kesombongan diri, yang mengandalkan kekuatan, kemampuan diri sendiri, kemampuan akal budinya dan juga mengandalkan hartanya. Orang-orang demikian pada akhirnya tidak dapat mengerti dan menangkap rahasia Kerajaan Sorga. Jadi bukan karena Tuhan menyembunyikan Kerajaan sorga dari mereka itu, tetapi ketamakan merekalah yang membuat semuanya itu menjadi tersembunyi. 

Sedangkan orang-orang kecil dan sederhana mempunyai hikmat, percaya kepada Tuhan karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk diandalkan selain mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Sehingga sabda hati ini mengajarkan kepada kita untuk senantiasa bersikap rendah hati di hadapan sesama dan terutama di hadapan Tuhan. Sikap rendah hati bukanlah rendah diri yang tidak yakin akan dirinya. Tetapi orang yang rendah hati adalah orang yang bersyukur atas hidupnya apa adanya, menyakini bahwa hidup dan apa yang ada padanya adalah anugerah dari Tuhan. Orang yang rendah hati senantiasa percaya pada Tuhan dan mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Maka semoga kita senantiasa bersikap rendah hati. Kerendahan hati menjadi salah satu kunci untuk hidup bahagia dan kunci untuk mengetahui dan menyakini rahasia Kerajaan Sorga. Amin.

RENUNGAN MINGGU ADVEN I (TAHUN C)

RENUNGAN MINGGU ADVEN I (TAHUN C) 
2 Desember 2012 
Yer 33:14-16, Mzm 25:4-5ab,8-9,10,14, 1Tes 3:12-4:2, Luk 21:25-28,34-36 

 BACAAN INJIL : Luk 21:25-28,34-36 
“Penyelamatmu sudah dekat.” Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "

Akan tampak tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat." "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia." 

RENUNGAN: 
Hari ini kita memasuki masa Adven I. Masa Adven adalah masa penantian. Apa dan siapa yang kita nantikan? Apakah yang kita nantikan itu adalah hal yang menggembirakan? Dalam memasuki masa Adven kita menantikan kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus. Selama masa Adven kita menantikan perayaan itu, tetapi penantian kita bukan hanya dengan diam menunggu saatnya tiba. Kita diajak menanti dengan berbuat sesuatu yang layak menyambut merayakan kelahiran Yesus Kristus. 

Dalam penantian itu kita diharuskan bukan menanti dengan diam, tetapi dengan melakukan persiapan untuk itu. Hal ini harus kita lakukan, sebab yang kita nantikan kelahiran-Nya adalah Yesus Tuhan yang mahakudus namun juga mahakasih. Kedatanan-Nya adalah sukacita besar bagi kita, sebab dengan demikian Allah hadir dalam hidup kita. Dia yang adalah Tuhan mau datang dan tinggal bersama dengan kita. Namun kiranya kita harus sadar bahwa Dia adalah Tuhan yang suci, sehingga dalam menyambut Dia kitapun harus mempersiapkan hidup yang layak untuk menyambut Dia. 

Kita semua tentu sadar bahwa kita adalah manusia berdosa, yang tidak pantas menyambut kehadiran Tuhan Mesias dalam hidup kita. Namun Tuhan itu mahakasih, Dia mau menerima kita asal kita sungguh percaya kepada-Nya dan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Oleh sebab itulah jelas bagi kita bahwa masa Adven adalah masa menyadari diri sebagai manusia lemah, dan memperbaharui diri. Kita memperbaharui diri dengan berusaha hidup seturut kehendak Tuhan, hidup semakin mendekatkan diri dengan Tuhan. Maka dari itu pula, persiapan yang perlu kita lakukan adalah diri kita sendiri yakni hidup yang diperbaharui. Oleh Paulus dalam bacaan II menasihatkan agar kita berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang. 

Lebih lanjut dia mengatakan kalau sebelumnya kita sudah hidup melakukan yang baik, baiklah selama masa adven ini, semuanya itu kita lakukan secara lebih bersungguh-sungguh lagi. Bacaan injil yang diperdengarkan kepada kita hari ini, mungkin saja membuat kita sedikit bingung akan maksudnya dan mungkin saja kita sedikit ketakutan. 

Dalam Injil hari ini, Yesus menggambarkan suatu kejadian atau malapetaka yang akan menimpa bumi, yang membuat manusia ketakutan dan khawatir. Apa yang dinyatakan oleh Yesus, seringkali dipakai orang menjadi patokan akan terjadinya hari kiamat. Berita tentang hari kiamat seringkali begitu menakutkan kita. Padahal sebenarnya yang mau ditekankan oleh Yesus bukanlah malapetaka atau kiamat itu, tetapi sehubungan dengan tujuan akhir hidup manusia. 

Sebagaimana yang digambarkan oleh Yesus, memang manusia pasti mengalami persoalan dan penderitaan dalam hidup ini, manusia pasti mengalami kekhawatiran dalam hidup, orang pasti mengalami ketakutan karena bencana yang diakibatkan oleh alam. Namun semuanya itu, bukanlah yang menjadi akhir tujuan hidup manusia. Tujuan akhir hidup manusia adalah melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Itu berarti bahwa tujuan akhir hidup manusia adalah masuk dalam kemuliaan surga, karena di situlah kita akan melihat Anak Manusia dalam kemuliaan-Nya. Dengan demikian, kita dikuatkan bahwa bila menghadapi semuanya itu, kita tidak usah khwatir dan ketakutan yang luar biasa, namun kita harus berani bangkit dan mengangkat muka, mengarahkan hidup kita pada tujuan akhir yakni kemuliaan surga. 

Kita pasti mengalami semuanya itu, juga pasti akan mengalami kematian di dunia ini, dan memang semuanya itu harus kita lalui untuk masuk dalam kemuliaan surga. Sebab dunia ini bukan tujuan akhir kehidupan kita, bukan tempat kita menetap, tetapi kemuliaan surgalah yang menjadi tempat tujuan akhir hidup kita. Dalam hidup dunia ini hidup kita berjalan menuju kemuliaan surga itu. Oleh sebab itulah, pada masa adven ini, sekaligus menyadarkan dan mengigatkan kita bahwa hidup kita di dunia ini hanya sementara, bukan tempat untuk menetap, juga diingatkan bahwa kita pasti mengalami penderitaan dan persoalan, tetapi menghadapi semuanya itu, kita tidak perlu takut, sebab tujuan akhir hidup kita adalah kemuliaan surga. 

Dalam masa adven ini kita diingatkan bahwa hidup kita adalah masa penantian untuk masuk dalam kemuliaan surga. Oleh sebab itu, agar kita bisa melihat kemuliaan surga, maka Yesus mengingatkan kita agar senantiasa berjaga-jaga sambil berdoa. Yesus mengingatkan kita untuk berjaga-jaga supaya hati kita jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Kita hendaknya waspada jangan sampai tergoda dan hanyut oleh kenikmatan dunia. Sebab tawaran dunia seringkali sangat menggiurkan dan menyenangkan, padahal sebanarnya menjerat kita masuk ke kebinasaan hidup. 

Oleh sebab itu Yesus mengatakan agar kita mengangkat muka, menatap jauh ke depan atau mengarahkan hidup ke kehidupan kekal. Yesus mengajar kita untuk berjaga sambil berdoa. Nasihat ini perlu kita laksanakan, sebab dari kemampuan kita sendiri, kita tidak akan mempu menghadapi jerat dunia yang membawa kita ke kebinasaan hidup. Dengan doa, kita menyadari kelemahan kita, kita menyadari kuasa Tuhan, sehingga upaya berjaga-jaga yang disertai dengan doa. Doa itu akan memberikan kekuatan kepada kita, karena Tuhan sendiri yang akan membantu kita. Dengan berdoa, kita membiarkan atau memberi kesempatan untuk menyatakan kuasa dan kasih-Nya kepada kita, memberi kesempatan bekerja dalam diri kita untuk mengatasi kelemahan kita. 

Oleh sebab itulah, kita harus meningkatkan hidup doa kita, agar kita kuat dalam berjaga-jaga, juga agar dalam masa adven ini, sungguh kita disanggupkan untuk memperbaharui diri. Maka, mari kita berjaga-juga senantiasa sambil berdoa. Amin.

BACAAN MINGGU ADVEN I (TAHUN C)

BACAAN MINGGU ADVEN I (TAHUN C) 
2 Desember 2012 
Yer 33:14-16, Mzm 25:4-5ab,8-9,10,14, 1Tes 3:12-4:2, Luk 21:25-28,34-36 

BACAAN I : Yer 33:14-16 
“Aku akan menumbuhkan Tunas Keadilan bagi Daud.” 

Beginilah firman Tuhan, "Sungguh, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menepati janji yang telah Kukatakan kepada kaum Israel dan kaum Yehuda. Pada waktu itu dan pada masa itu Aku akan menumbuhkan Tunas keadilan bagi Daud. Ia akan melaksanakan keadilan dan kebenaran di negeri. Pada waktu itu Yehuda akan dibebaskan, dan Yerusalem akan hidup dengan tenteram. Dan dengan nama inilah mereka akan dipanggil: TUHAN keadilan kita! 

MAZMUR TANGGAPAN : Mzm 25:4-5ab,8-9,10,14 
Ulangan : Tuhan, Dikaulah penyelamatku. 

Ayat: 
1. Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan. Tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku. 

2. Tuhan itu baik dan benar, sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja. 

3. Segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian dan peringatan-peringatan-Nya. Tuhan bergaul karib dengan orang yang bertakwa kepada-Nya, dan perjanjian-Nya Ia beritahukan kepada mereka. 

BACAAN II : 1Tes 3:12-4:2 
“Semoga Tuhan Allah menguatkan hatimu pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita.” 

Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu. Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya. Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus. 

BACAAN INJIL : Luk 21:25-28,34-36 
 “Penyelamatmu sudah dekat.” 

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Akan tampak tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat." 

"Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)