RENUNGAN HARI MINGGU MASA BIASA KE XXIX:
21OKTOBER 2012
Yes 53:10-11, Mzm 33:4-5,18-19,20,22, Ibr 4:14-16, Mrk 10:35-45
BACAAN INJIL: Mrk 10:35-45
“Anak Manusia datang untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya sebgai tebusan bagi banyak orang.”
Sekali peristiwa, Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!" Jawab-Nya kepada mereka: "Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?" Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu." Tetapi kata Yesus kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?" Jawab mereka: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan."
Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
RENUNGAN:
Semua orang pasti punya keinginan punya jabatan atau kedudukan tinggi. Kedudukan atau jabatan tinggi dianggap sebagai suatu kehormatan dan dianggap bisa membuat sesorang beroleh bahagia atau jalan untuk mewujudkan keinginannya. Oleh sebab itulah banyak orang berjuang untuk memperolehnya, bahkan tidak sedikit orang yang berjuang dengan menggunakan berbagai cara, tidak peduli apakah cara itu benar atau tidak. Tidak sedikit orang yang ingin mendapatkannya dengan cara yang mudah, tidak mau berjuang. Motivasi orang untuk meraihnya sangat beragam, tetapi seringkali motivasi sebenarnya adalah untuk kepentingan diri sendiri. Seringkali motivasi pelayanan kepada sesama hanya sebagai topeng untuk melancarkan keinginannya. Sikap hidup yang mengharapkan sesuatu tanpa perjuangan atau dengan cara sederhana juga seringkali terjadi dalam kehidupan beriman. Orang beriman tentu punya kerinduan untuk beroleh hidup bahagia dan kelak beroleh kebahagiaan di surga. Namun keinginan itu seringkali tidak disertai dengan usaha atau perjuangan untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.
Terkadang orang mengira bahwa kebahagiaan itu bisa diperoleh hanya dengan cara yang sederhana, tanpa perjuangan. Demikian juga halnya kita lihat dalam bacaan Injil hari ini. Yohanes dan Yakobus adalah bagian dari kedua belas rasul. Mereka mengikuti Yesus dan mereka mempunyai kerinduan hati yakni agar mendapat kedudukan enak dalam Kerajaan Surga kelak. Mereka mengikuti Yesus, tidan sungguh-sungguh karena percaya pada Yesus tetapi karena menghadapkan kedudukan dalam Kerajaan Surga. Mereka mengira bahwa dalam Kerajaan Surga seperti dalam kerajaan dunia ini. Mereka menginginkan kedudukan atau jabatan.
Menanggapi permintaan kedua murid ini, Yesus mengatakan bahwa mereka tidak tahu apa yang mereka minta. Mereka tidak tahu karena mereka mengira bahwa Kerajaan Surga sama halnya dengan kerajaan dunia ini, juga karena mereka mengira bahwa untuk masuk dalam Kerajaan Surga dapat diperoleh dengan begitu saja. Untuk itu Yesus menegaskan bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga kelak, orang harus mengikuti aturan atau ajaran yang diberikan oleh Tuhan. Yesus mengatakan bahwa untuk beroleh Kerajaan Surga orang harus siap minum piala yang diminum oleh Yesus sendiri dan dibaptis dengan baptisan yang diterima oleh Yesus sendiri. Minum piala yang diminum oleh Yesus maksudnya adalah bahwa piala penderitaan yang dialami oleh Yesus. Maka itu berarti bahwa mereka harus siap menderita bersama dengan Yesus dan demi Yesus. Sedangkan baptisan yang dimaksud adalah mereka harus siap mati terhadap dosa, hidup baru sebagai anak-anak Allah, yang mengusahakan kekudusan hidup. Sehingga jelas bahwa menjadi murid Yesus agar masuk dalam kemuliaan surga harus siap menanggung penderitaan hidup demi dan bersama dengan Yesus dan juga harus sungguh-sungguh hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Kepada orang-orang demikianlah Kerajaan Allah itu akan diberikan.
Selain itu, Yesus juga mengajarkan bahwa menjadi seorang murid juga harus siap melayani sesama atau hidup berguna bagi sesama. Yesus mengajarkan agar sikap saling melayani ada dalam diri para murid. Sikap menjadi pelayan itulah yang berkenan di hadapan Tuhan. Makanya Yesus mengatakan bahwa untuk menjadi orang yang terbesar di hadapan sesama dan di hadapan Tuhan, bukan karena jabatan atau pangkat, tetapi dengan hidup menjadi pelayan bagi sesama. Yesus memberi teladan sehubungan dengan hal ini, sebab Yesus datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani.
Permintaan kedua murid ini menjadi gambaran kita orang beriman. Kita mengikuti Yesus mungkin saja bukan karena percaya sungguh bahwa Yesus adalah Tuhan, tetapi karena kita mengharapkan sesuatu dari Tuhan sesuai dengan kehendak hati kita. Seringkali kita begitu rajin berdoa atau rajin beribadah karena kita mempunyai permohonan dan sangat berharap Tuhan mengabulkan keinginan kita. Ketika kita tidak mempunyai permohonan, kita kembali menjadi orang beriman yang tidak merayakan iman. Juga tidak sedikit orang yang karena merasa diri sudah mengikuti Yesus, menjadi pengurus Gereja, aktif dalam kegiatan gereja, berharap mendapatkan kedudukan dalam Gereja dan berharap mendapatkan perlakuan khusus dari Gereja dan juga dari Tuhan. Kita mengikuti Yesus, bukan karena percaya bahwa Dia adalah Tuhan, tetapi karena mengharapkan sesuatu. Sehingga dalam hal ini, kita sebenarnya bukan mengikuti Yesus, tetapi mengikuti keinginan hati kita sendiri. Oleh sebab itu, bila mana keinginan kita tidak dikabulkan oleh Tuhan, kita langsung kecewa dan tidak lagi hidup sebagai orang beriman. Seringkali kita juga menganggap bahwa Kerajaan Allah itu bisa kita peroleh dengan cara yang mudah. Kita merindukan Kerajaan Allah, tetapi kita tidak mau berjuang untuk meraihnya. Kita beriman hanya dengan cara kita sendiri, hanya mencari senangnya sendiri. Bahkan ada pula yang merasa bahwa Allah bisa disogok untuk mendapatkan Kerajaan Allah.
Terkadang orang beriman karena senang, maka ketika Tuhan menuntut pengorbanan dari dirinya, orang menolak. Namun hari ini, Yesus mengingatkan kita bahwa Kerajaan Allah diperuntukkan untuk orang yang dikehendaki oleh Allah, yakni orang yang mau berjuang hidup seperti yang dikehendaki oleh Allah. Orang yang dikehendaki oleh Allah itu, adalah orang yang berani berjuang menghayati imannya, dan karena iman itu siap menanggung penderitaan demi iman kepada Yesus, juga orang yang siap hidup seturut kehendak Tuhan dengan mati terhadap dosa. Kesetiaan iman itu tentunya tidak hanya dalam kata-kata, tetapi harus sungguh tampak dalam kehidupan nyata terutama dalam hubungan dengan orang lain.
Dalam ayat terakhir Injil hari ini Yesus mengatakan bahwa hidup orang beriman hendaknya menjadi pelayan bagi sesama. Betapa sering orang berpikir bahwa beriman itu hanya urusan pribadi dengan Tuhan, beriman dianggap hanya sekedar ibadah. Ada banyak orang beriman yang begitu rajin dan aktif tetapi tidak mempunyai sikap pelayanan kepada sesama. Jangankan melayani sesama, malah berperilaku seperti orang penting dan menuntut dilayani oleh orang lain. Juga banyak orang yang mengatakan dirinya beriman, tetapi tidak peduli dengan sesamanya. Oleh sebab itu, hari ini, Yesus mengingatkan kita, bila kita mau menjadi terhormat di hadapan sesama dan juga dihadapan Tuhan, kita harus mau menjadi pelayan bagi sesama. Dengan menjadi pelayan bagi sesama.
Orang beriman yang bermental pemimpin bukan karena jabatan yang tinggi, tetapi karena pelayanan bagi sesama. Maka semoga, sabda Tuhan hari ini menguatkan kita agar kita hidup sebagai orang beriman, karena percaya pada Yesus Tuhan. Kita percaya dengan hidup sebagai orang beriman, kelak pasti Tuhan memperkenankan kita beroleh kebahagiaan sejati dalam Kerajaan Surga. Amin.
RENUNGAN:
Semua orang pasti punya keinginan punya jabatan atau kedudukan tinggi. Kedudukan atau jabatan tinggi dianggap sebagai suatu kehormatan dan dianggap bisa membuat sesorang beroleh bahagia atau jalan untuk mewujudkan keinginannya. Oleh sebab itulah banyak orang berjuang untuk memperolehnya, bahkan tidak sedikit orang yang berjuang dengan menggunakan berbagai cara, tidak peduli apakah cara itu benar atau tidak. Tidak sedikit orang yang ingin mendapatkannya dengan cara yang mudah, tidak mau berjuang. Motivasi orang untuk meraihnya sangat beragam, tetapi seringkali motivasi sebenarnya adalah untuk kepentingan diri sendiri. Seringkali motivasi pelayanan kepada sesama hanya sebagai topeng untuk melancarkan keinginannya. Sikap hidup yang mengharapkan sesuatu tanpa perjuangan atau dengan cara sederhana juga seringkali terjadi dalam kehidupan beriman. Orang beriman tentu punya kerinduan untuk beroleh hidup bahagia dan kelak beroleh kebahagiaan di surga. Namun keinginan itu seringkali tidak disertai dengan usaha atau perjuangan untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.
Terkadang orang mengira bahwa kebahagiaan itu bisa diperoleh hanya dengan cara yang sederhana, tanpa perjuangan. Demikian juga halnya kita lihat dalam bacaan Injil hari ini. Yohanes dan Yakobus adalah bagian dari kedua belas rasul. Mereka mengikuti Yesus dan mereka mempunyai kerinduan hati yakni agar mendapat kedudukan enak dalam Kerajaan Surga kelak. Mereka mengikuti Yesus, tidan sungguh-sungguh karena percaya pada Yesus tetapi karena menghadapkan kedudukan dalam Kerajaan Surga. Mereka mengira bahwa dalam Kerajaan Surga seperti dalam kerajaan dunia ini. Mereka menginginkan kedudukan atau jabatan.
Menanggapi permintaan kedua murid ini, Yesus mengatakan bahwa mereka tidak tahu apa yang mereka minta. Mereka tidak tahu karena mereka mengira bahwa Kerajaan Surga sama halnya dengan kerajaan dunia ini, juga karena mereka mengira bahwa untuk masuk dalam Kerajaan Surga dapat diperoleh dengan begitu saja. Untuk itu Yesus menegaskan bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga kelak, orang harus mengikuti aturan atau ajaran yang diberikan oleh Tuhan. Yesus mengatakan bahwa untuk beroleh Kerajaan Surga orang harus siap minum piala yang diminum oleh Yesus sendiri dan dibaptis dengan baptisan yang diterima oleh Yesus sendiri. Minum piala yang diminum oleh Yesus maksudnya adalah bahwa piala penderitaan yang dialami oleh Yesus. Maka itu berarti bahwa mereka harus siap menderita bersama dengan Yesus dan demi Yesus. Sedangkan baptisan yang dimaksud adalah mereka harus siap mati terhadap dosa, hidup baru sebagai anak-anak Allah, yang mengusahakan kekudusan hidup. Sehingga jelas bahwa menjadi murid Yesus agar masuk dalam kemuliaan surga harus siap menanggung penderitaan hidup demi dan bersama dengan Yesus dan juga harus sungguh-sungguh hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Kepada orang-orang demikianlah Kerajaan Allah itu akan diberikan.
Selain itu, Yesus juga mengajarkan bahwa menjadi seorang murid juga harus siap melayani sesama atau hidup berguna bagi sesama. Yesus mengajarkan agar sikap saling melayani ada dalam diri para murid. Sikap menjadi pelayan itulah yang berkenan di hadapan Tuhan. Makanya Yesus mengatakan bahwa untuk menjadi orang yang terbesar di hadapan sesama dan di hadapan Tuhan, bukan karena jabatan atau pangkat, tetapi dengan hidup menjadi pelayan bagi sesama. Yesus memberi teladan sehubungan dengan hal ini, sebab Yesus datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani.
Permintaan kedua murid ini menjadi gambaran kita orang beriman. Kita mengikuti Yesus mungkin saja bukan karena percaya sungguh bahwa Yesus adalah Tuhan, tetapi karena kita mengharapkan sesuatu dari Tuhan sesuai dengan kehendak hati kita. Seringkali kita begitu rajin berdoa atau rajin beribadah karena kita mempunyai permohonan dan sangat berharap Tuhan mengabulkan keinginan kita. Ketika kita tidak mempunyai permohonan, kita kembali menjadi orang beriman yang tidak merayakan iman. Juga tidak sedikit orang yang karena merasa diri sudah mengikuti Yesus, menjadi pengurus Gereja, aktif dalam kegiatan gereja, berharap mendapatkan kedudukan dalam Gereja dan berharap mendapatkan perlakuan khusus dari Gereja dan juga dari Tuhan. Kita mengikuti Yesus, bukan karena percaya bahwa Dia adalah Tuhan, tetapi karena mengharapkan sesuatu. Sehingga dalam hal ini, kita sebenarnya bukan mengikuti Yesus, tetapi mengikuti keinginan hati kita sendiri. Oleh sebab itu, bila mana keinginan kita tidak dikabulkan oleh Tuhan, kita langsung kecewa dan tidak lagi hidup sebagai orang beriman. Seringkali kita juga menganggap bahwa Kerajaan Allah itu bisa kita peroleh dengan cara yang mudah. Kita merindukan Kerajaan Allah, tetapi kita tidak mau berjuang untuk meraihnya. Kita beriman hanya dengan cara kita sendiri, hanya mencari senangnya sendiri. Bahkan ada pula yang merasa bahwa Allah bisa disogok untuk mendapatkan Kerajaan Allah.
Terkadang orang beriman karena senang, maka ketika Tuhan menuntut pengorbanan dari dirinya, orang menolak. Namun hari ini, Yesus mengingatkan kita bahwa Kerajaan Allah diperuntukkan untuk orang yang dikehendaki oleh Allah, yakni orang yang mau berjuang hidup seperti yang dikehendaki oleh Allah. Orang yang dikehendaki oleh Allah itu, adalah orang yang berani berjuang menghayati imannya, dan karena iman itu siap menanggung penderitaan demi iman kepada Yesus, juga orang yang siap hidup seturut kehendak Tuhan dengan mati terhadap dosa. Kesetiaan iman itu tentunya tidak hanya dalam kata-kata, tetapi harus sungguh tampak dalam kehidupan nyata terutama dalam hubungan dengan orang lain.
Dalam ayat terakhir Injil hari ini Yesus mengatakan bahwa hidup orang beriman hendaknya menjadi pelayan bagi sesama. Betapa sering orang berpikir bahwa beriman itu hanya urusan pribadi dengan Tuhan, beriman dianggap hanya sekedar ibadah. Ada banyak orang beriman yang begitu rajin dan aktif tetapi tidak mempunyai sikap pelayanan kepada sesama. Jangankan melayani sesama, malah berperilaku seperti orang penting dan menuntut dilayani oleh orang lain. Juga banyak orang yang mengatakan dirinya beriman, tetapi tidak peduli dengan sesamanya. Oleh sebab itu, hari ini, Yesus mengingatkan kita, bila kita mau menjadi terhormat di hadapan sesama dan juga dihadapan Tuhan, kita harus mau menjadi pelayan bagi sesama. Dengan menjadi pelayan bagi sesama.
Orang beriman yang bermental pemimpin bukan karena jabatan yang tinggi, tetapi karena pelayanan bagi sesama. Maka semoga, sabda Tuhan hari ini menguatkan kita agar kita hidup sebagai orang beriman, karena percaya pada Yesus Tuhan. Kita percaya dengan hidup sebagai orang beriman, kelak pasti Tuhan memperkenankan kita beroleh kebahagiaan sejati dalam Kerajaan Surga. Amin.
0 comments:
Post a Comment
Syalom. Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya.Semoga Tuhan memberkati para Saudara.