Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

Berbagi Berita: Paus adakan rapat dengan tokoh agama dunia

Paus adakan rapat dengan tokoh agama dunia

Paus Benediktus XVI

Lebih dari 200 pemimpin agama, termasuk Hindu, Muslim, Jain, Sikh dan Budha, akan menghadiri pertemuan multi-agama yang diselenggarakan oleh Paus Benediktus XVI pada 27 Oktober di Vatikan untuk mempromosikan perdamaian dunia.

Paus Benediktus XVI akan menjadi tuan rumah pertemuan multi-iman dalam mendukung perdamaian dunia, yang dimulai oleh pendahulunya Paus Yohanes Paulus II, kata Vatikan dalam sebuah pernyataan kemarin.

Para pemimpin agama itu diundang berasal dari Hindu, Buddha, Muslim, Sikh, Konghucu, Baha’i, Jain, Yahudi, Tao dan Zoroastrian, katanya.

Di antara undangan Hindu adalah cucu Mahatma Gandhi Rajmohan Gandhi, yang telah berpartisipasi dalam pertemuan sebelumnya. Tiga Jain, lima Sikh dan 67 Buddhis berada dalam daftar undangan.

Sekitar 70 pemimpin Muslim, termasuk dari Iran dan Arab Saudi, juga akan hadir pada kesempatan tersebut, kata Kardinal Peter Kodwo Appiah Turkson, ketua Dewan Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian Vatikan.

Pertemuan itu akan menyerukan “jalan umum” bagi perdamaian, katanya, seraya menambahkan para peserta akan berdoa dalam keheningan selama prosesi singkat ke basilika Assisi, dan di ruang terpisah setelah upacara.

Namun, Imam Besar Masjid Al-Ahar yang berpengaruh berbasis di Mesir telah memboikot konferensi itu karena paus mengungkapkan solidaritas dengan Koptik Mesir menyusul serangan bom Tahun Baru kepada mereka.

Acara ini juga akan menandai ulang tahun ke-25 dari pertemuan multi-iman yang bersejarah yang diadakan di Assisi pada 27 Oktober 1986 oleh Paus Yohanes Paulus II.

Sumber: Pope hosting multi-faith meeting for peace

Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXIX, Sabtu 22 Oktober 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXIX, Sabtu 22 Oktober 2011
Rm 8:1-11, Mzm 24:1-2,34ab,5-6, Luk 13:1-9

BACAAN INJIL
Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan. Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian. Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian." Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"

RENUNGAN:
Ketika gempa yang baru lalu getarannya sangat terasa di Tigalingga, seorang ibu datang ke pastoran dan bercerita bahwa salib yang dirumahnya jatuh sehingga pecah. Dia berpikiran bahwa benda lain di dinding tidak jatuh, tetapi salib jatuh, sehingga berpikir bahwa karena dia banyak dosa makanya itu terjadi. Hal yang demikian juga pasti sering terlontar dalam pikiran kita, bahwa bencana terjadi di tempat tertentu karena mereka banyak dosanya. Pikiran yang demikian tanpa sadar membawa kita pada sikap penghakiman terhadap orang lain, orang lain sudah menderita karena mendapat musibah, semakin menderita karena kita hakimi demikian. Kita malah menambah penderitaan mereka. Itu juga membuat kita merasa lebih baik dari mereka itu.

Kita seringkali dengan mudah menuduh orang lain berdosa sehingga layak mendapat hukuman, juga hal yang demikian kita lemparkan kepada para saudara yang mendapat musibah atau bencana. Padahal seharusnya, bencana atau musibah yang dialami oleh orang lain hendaknya menjadi suatu peringatan bagi kita bahwa dalam hidup ini pasti kita mengalami suatu musibah, sehingga kita harus saling menolong, saling membantu dan semakin mengandalkan Tuhan dalam hidup ini, bukannya menjadi ajang pembenaran diri dan menuduh orang lain banyak dosanya.

Allah itu mahakasih, Dia tidak pernah mendatangkan celaka atau musibah kepada manusia. Bencana atau celaka yang dialami oleh manusia adalah bukan dari Tuhan, tetapi faktor alam, faktor kesalahan manusia. Namun Tuhan dapat menggunakan semuanya itu sebagai jalan pertobatan kepada manusia. Dalam artian ini, bukan berarti bahwa Tuhan memperalat bencana atau celaka agar orang percaya kepada-Nya. Bukan itu yang dimaksudkan. Tetapi dalam peristiwa bencana, celaka, Tuhan menunjukkan kasih-Nya lewat mengutus orang-orang yang berbuat baik dan juga menyadarkan orang akan kasih dan kuasa Allah menyertai manusia, dan mengajak orang supaya berpegang teguh pada Tuhan. Juga bahwa hidup sekarang bukanlah hidup sesungguhnya, masih ada kehidupan kekal setelah kematian. Sehingga bila kita ingin masuk dalam kehidupan kekal, maka setiap orang membutuhkan pertobatan.

Hidup ini adalah pertobatan terus menerus. Tidak ada diantara kita yang hidup di dunia ini telah sempurna tanpa dosa. Semua kita membutuhkan pertobatan, tanpa kecuali. Allah itu mahakasih, Dia selalu memberi kesempatan bagi kita untuk bertobat. Selama kita hidup, itu adalah kesempatan yang diberikan oleh Tuhan kepada kita untuk bertobat, memperbaharui diri. Maka semoga kita selalu bersikap rendah hati dengan menyadari bahwa kita juga tidak lepas dari dosa dan membutuhkan pertobatan terus menerus. Pertobatan terus menerus kita laksanakan dengan berusaha hidup sesuai kehendak Tuhan dan berusaha banyak melakukan perbuatan kasih kepada sesama. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXIX, Jumat 21 Oktober 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXIX, Jumat 21 Oktober 2011
Ursula
Rm 7:8-25a, Mzm 119:66,68,76,77,9394, Luk 12:54-59

BACAAN INJIL
Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas."

RENUNGAN:
Ada pernah orang mengatakan, “Banyak orang yang pintar dulunya katolik akhirnya pindah ke Gereja sekte pentekosta. Alasan yang mereka katakan adalah karena di Gereja Katolik merasa imannya tidak berkembang dan juga merasa pengetahuan iman mereka tidak bertambah. Sebab katanya, “Gereja Katolik tidak mengajarkan banyak hal tentang iman, sedangkan di gereja pentekosta, mengupas iman itu dan menjelaskan iman dengan terang, sehingga bisa dimengerti. Gereja Katolik seakan menutup-nutupi iman ajaran iman itu kepada umat.”

Tentu pendapatknya itu tidaklah benar, apalagi mempersalahkan Gereja Katolik. Dia sendiri mengatakan bahwa pengajaran yang ada dalam Gereja Pentekosta dapat dia mengerti dan logis. Padahal iman melampaui akal budi manusia, tidak semua kebenaran iman dapat dimengerti oleh akal budi manusia. Dianya yang terlalu sombong, menganggap bahwa bila ajaran iman itu tidak bisa dipikirkan oleh akal budinya, dia tidak puas. Dianya yang terlalu sombong, menganggap bahwa semua harus bisa dipikirkannya dan dimengertinya. Orang pintar memang bisa jatuh pada kesombongan, yang mana kerjanya harnya mengkritik saja, tidak berbuat yang baik. Kepintaran juga bisa membuat seseorang jatuh pada prinsip semuanya harus bisa dia pikirkan. Bahkan kepintaran bisa membuat sesorang menjadi tidka beriman, karena mereka mengandalkan logika dan pikirannya, tidak lagi percaya pada kuasa dan kebesaran Tuhan dalam hidupnya.

Oleh sebab itu, mari kita waspada atas kepintaran atau pengetahuan yang kita miliki. Jangan semuanya itu membuat kita jatuh pada sikap hidup yang tidak beriman. Hendaknya semuanya itu juga kita gunakan untuk menemukan kehadiran Tuhan dalam hidup kita, hendkanya juga kita gunakan untuk menemukan kehendak Tuhan atas hidup kita. Sebab Tuhan hadir dan berkarya dalam setiap pengalaman hidup kita dan juga lewat peristiwa alam. Orang yang beriman, pasti akan bisa menemukan bahwa hidup, alam dan pengalaman hidup adalah ‘kehadiran’ dan ‘sabda Tuhan. Amin.

WTF!! Yue Yue Bocah Balita Terlindas Mobil, Orang Tak Peduli

WTF!! Yue Yue Bocah Balita Terlindas Mobil, Orang Tak Peduli



Paus umumkan peringatan Konsili Vatikan II

Paus umumkan peringatan Konsili Vatikan II

Paus Benediktus XVI

Paus Benediktus XVI telah mengumumkan bahwa Gereja Katolik akan merayakan sebuah “tahun iman” untuk mengingat pembukaan Konsili Vatikan II.

Paus mengatakan tahun iman dimulai secara resmi pada 12 Oktober. Tahun itu tidak akan menjadi sebuah “perayaan”, melainkan sebuah “inisiatif misi”, dan Surat Apostolik yang menetapkan tujuan dan tema acara sepanjang tahun itu akan diterbitkan.

Pengumuman itu muncul ketika Paus Benediktus merayakan Misa penutupan pertemuan pertama para pewarta Injil yang diselenggarakan oleh Dewan Kepausan untuk Promosi Evangelisasi Baru.

Paus mengenang bahwa Paus Paulus VI menyerukan “tahun iman” serupa tahun 1976 selama periode “perubahan budaya yang signifikan.”

“Setengah abad setelah pembukaan Dewan itu, saya menganggap tepat untuk mengenang keindahan dan peran sentral iman, kebutuhan untuk memperkuat dan memperdalam di tingkat pribadi dan komunitas,” kata Paus Benediktus selama doa Angelus mingguan di Lapangan Santo Petrus.

Konsili Vatikan II membahas hubungan antara Gereja Katolik dengan dunia modern, yang dibuka pada tanggal 11 Oktober 1962 oleh Paus Yohanes XXIII dan ditutup oleh Paus Paulus VI pada 8 Desember 1968.

Dari sekian banyak pejabat Gereja yang hadir pada pembukaan konsili, 4 orang sudah menjadi paus, yakni Kardinal Giovanni Battista Montini, yang kemudian menggantikan Paus Yohanes XXIII dengan nama Paulus VI, Uskup Albino Luciani dengan nama Paus Yohanes Paulus I, Uskup Karol Wojtyła dengan nama Paus Yohanes Paulus II dan Pastor Joseph Ratzinger, atau Paus Benediktus XVI

LINK: Pope calls for ‘year of faith’

Sekilas tentang Konsili Vatikan II
Disadur dari: Sekilas tentang www.cathnewsindonesia.com

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXIX, Kamis 20 Oktober 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXIX, Kamis 20 Oktober 2011
Magdalena dr Nagasaki, Kaprisius
Rm 6:19-23, Mzm 1:1-2,3,4,6, Luk 12:49-53

BACAAN INJIL
"Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung! Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya."

RENUNGAN:

Kata-kata Yesus hari ini tentu mengagetkan para pembaca, sebab seakan apa yang dikatakan oleh Yesus bertolak belakang dengan apa yang dikatakannya. Kita tahu bahwa Yesus adalah pembawa keselamatan dan damai, tetapi Dia hari ini mengatakan bahwa Dia melemparkan api ke bumi ini. Banyak orang yang mungkin trauma dengan api, sebab api itu bisa membakar dan membumi hanguskan. Dengan perkataan Yesus demikian, seakan Yesus mau membumi hanguskan bumi ini. Juga dikatakan bahwa Dia akan membawa perselisihan dan bertengkaran bahkan diantara keluarga, padahal Yesus mengatakan bahwa Dia membawa damai.

Api yang dilemparkan oleh Yesus ke bumi tentu bukan untuk membumi hanguskan manusia atau bumi ini. Tetapi api yang dimaksudkan bisa merupakan api Roh Kudus. Sebab sebagaimana kita ketahui saat Roh Kudus turun atas para rasul digambarkan Roh itu berupa lidah-lidah api. Sehingga api yang dimaksudkan adalah Roh Kudus yang membakar semangat hidup beriman para murid yang percaya kepada-Nya. Yesus sungguh berharap bahwa api yang membakar semangat para murid itu menyala-nyala, yakni mereka sungguh hidup dalam iman kepada Yesus. Api yang membakar para murid itu menyala, sehingga para murid tetap setia pada iman, walaupun untuk itu mereka harus menghadapi tantangan dan persoalan dari orang lain. Tantangan dan persoalan itu bisa muncul bukan hanya dari orang jauh, tetapi bisa jadi muncul dari orang-orang dekat, yakni keluarga sendiri. Sehingga manakala persoalan dan tantangan itu muncul juga dari keluarga, para murid tetap setia pada Yesus. Inilah yang dikatakan bahwa Dia datang bukan untuk membawa damai, dan akan terjadi pertentangan dengan anggota keluarga.

Yang sering terjadi, Api Roh Kudus itu belum sungguh menyala dalam diri kita, sehingga tidak membakar semangat kita untuk percaya dan setia kepada Yesus. Bahkan seringkali kesetiaan kita terhadap keluarga, adat, budaya masih lebih besar dibanding dengan kesetiaan kita kepada Tuhan Yesus. Masih banyak orang karena kepentingan keluarga, kepentingan orang lain atau kekasih, mereka meninggalkan iman kepada Yesus. Padahal seharusnya api Roh Kudus itu menyala, membakar semangat kesetiaannya pada Yesus dan juga membakar orang lain sehingga merekapun percaya kepada Yesus.

Maka, semoga api Roh Kudus menyala dalam diri kita semua. Amin.

VIDEO PENGECORAN LANTAI PANTI IMAM RABU 19 Oktober 2011

VIDEO PENGECORAN LANTAI PANTI IMAM
RABU 19 Oktober 2011



RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXIX, Rabu 19 Oktober 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXIX, Rabu 19 Oktober 2011
Yohanes de Berbeuf & Isaac Jogues, Paulus dr Salib
Rm 6:12-18, Mzm 124:1-3,4-6,7-8, Luk 12:39-48

“Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."

BACAAN INJIL
Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan." Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?" Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia. Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."
RENUNGAN:
Tuang yang baik, tentu akan disenangi oleh hamba-hambanya dan hamba-hamba itu juga pasti akan baik terhadap tuannya dan melakukan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Kalau tuan itu baik tetapi hamba-hamba itu tidak baik terhadap tuannya dan tidak menjalankan tugasnya dengan baik, itu artinya hamba itu tidak tahu diri dan tidak tahu bersyukur.

Yesus menyampaikan perumpamaan tentang tuan dan hamba. Digambarkan bahwa tuan itu mempercayakan pekerjaan kepada hambanya. Kedatangan tuan itu tidak bisa disangka-sangka, dan bila tuan itu datang, Bila tuan itu menemukan hambanya menjalankan tugasnya dengan baik, maka tuan itu akan semakin mempercayakan pekerjaan kepadanya. Namun hamba yang tidak didapatinya tidak menjalankan tugasnya dengan baik, hamba itu akan mendapat hukuman.
Dengan gambaran ini, Yesus menyadarkan kita bahwa Tuhan adalah tuan kita yang sangat baik, Dia mempercayakan hidup dan berkat-Nya kepada kita untuk kita kelola. Tuhan yang adalah tuan atas hidup kita, berharap bahwa hidup dan berkat yang dipercayakan kepada kita hendaknya kita gunakan dengan sebaik-baiknya, kita hendaknya menjadi hamba yang baik. Bila kita sungguh menjadi hamba yang baik, Tuhan pasti akan semakin mempercayakan banyak berkat kepada kita. Semakin banyak berkat yang dipercayakan kepada kita, semakin besar pula yang dituntut dari kita.

Namun seringkali kita tidak sadar bahwa Tuhanlah adalah tuan atas hidup kita, bahwa Tuhan mempercayakan berkat-Nya kepada kita. Banyak orang yang merasa dirinya adalah tuan atas semua hidupnya sehingga hidup hanya menurut kemauannya sendiri. Lebih parah lagi, banyak orang merasa bahwa apa yang ada padanya adalah milikinya, bukan karena Tuhan yang memberi dan mempercayakan kepadanya untuk dikelola sesauai dengan kehendak Tuhan. Banyak orang yang mendapat kepercayaan dari Tuhan atas harta melebihi orang lain, tetapi tidak melihatnya sebagai pemberian kepercayaan dari Tuhan, sehingga menggunakannya untuk diri sendiri, dan tidak seperti yang dikehendaki oleh Tuhan. Dalam injil tadi dengan jelas dikatakan, bahwa hamba yang tidak baik, menyangka tuannya tidak belum datang sehingga dia memukul hamba-hamba yang lain. Itu berarti sebaliknya, hamba yang baik menjalankan tugasnya dengan baik walaupun tuannya belum datang dan dia memelihara hamba-hamba lain. Gambaran ini juga menjelaskan bahwa orang yang menerima berkat kepercayaan lebih, bila dia berlaku sebagai hamba yang baik, tentu harus memelihara hamba-hamba lain atau sesama sebagaimana dikehendaki oleh tuannya.

Maka hari ini kita diajak menyadari bahwa kita adalah hamba-hamba Allah yang dipercayakan oleh Tuhan atas berkat-Nya. Bila kita mendapat kepercayaan lebih besar dari Tuhan, baiklah kita menggunakannya dengan sebaik-baiknya sebagaimana dikehendaki oleh Tuhan, juga baiklan kita mempergunakan berkat itu untuk memelihara sesama atau berbuat baik kepada sesama. Dan ingatlah, bahwa kedatangan Tuhan, yakni dalam hal ini kematian yang menjemput kita, kita tidak tahu dengan pasti. Namun bila Tuhan yang adalah tuan kita datang lewat kematian yang menghampiri kita, semoga kita didapati-Nya sebagai hamba yang baik. Bila hal itu terjadi, maka Tuhan akan memercayakan kita untuk masuk dalam kebahagiaan surga. Semoga kita hidup sebagai hamba-hamba yang baik. Amin.

UU Kerukunan akan timbul konflik baru

UU Kerukunan akan timbul konflik baru

Romo Antonius Benny Susetyo (kanan)

Keinginan pemerintah akan adanya Undang-Undang Kerukunan Umat Beragama (UU KUB) mendapat tanggapan dari sejumlah tokoh agama.

Romo Antonius Benny Susetyo, sekretaris eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia menilai produk RUU KUB yang tengah digodok merupakan usaha yang buang-buang waktu saja.

Ia mengatakan, keberadaan undang-undang bukan hal yang tepat dalam menyikapi masalah kerukunan di Indonesia.

Dengan adanya rancangan tersebut, katanya, seakan-akan memperlihatkan bahwa di negeri ini umat beragama sedang tidak rukun. “Saya merasa kalau hal itu diatur justru akan menimbulkan konflik baru,” kata Romo Benny.

Ia mengatakan, kerukunan antarumat beragama sebenarnya telah lama terwujud di Tanah Air melalui hubungan yang terjalin berlangsung secara alamiah.

“Hal yang paling penting sekarang ini bagaimana political will dari pemerintah untuk menegakkan hukum secara tegas. Selain itu, pemerintah harusnya tahu bagaimana berkoordinasi antardepartemen,” tambahnya.

Jadi, bukannya membuat lagi undang-undang baru. “Itu artinya pemerintah kurang kerjaan dan hanya buang-buang waktu,” kata Romo Benny.

“Sepanjang undang-undang itu tidak mengganggu akidah dan tidak mengatur ibadah, itu tidak masalah,” katanya, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Fatah Wibisono, Ahad (16/10).

Ia mengaku belum bisa menentukan sikap. Namun selama draf dalam RUU itu mengatur relasi antarumat beragama, ia anggap tak menjadi masalah. Harus dicermati terlebih dahulu mengenai isinya.

Sementara itu Pendeta Andreas Yewangoe, ketua umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), mengatakan praktik kerukunan beragama terwujud sebelum lahir undang-undang, bahkan negeri ini sekali pun.

Ia menambahkan, lebih baik pemerintah menciptakan undang-undang perlindungan kebebasan beragama daripada kerukunan umat beragama.

Pada 14 Oktober, Menko Kesra Agung Laksono mengatakan bahwa pemerintah mendorong adanya undang-undang kerukunan umat beragama. Intinya, ada dua hal yang bisa masuk di dalamnya, yaitu mengenai tindakan preventif dan represif terkait kerukunan. Meski, ia mengaku masih harus melakukan kajian akademik untuk membuat rancangannya.

Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXIX, Selasa 18 Oktober 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXIX, Selasa 18 Oktober 2011
Pesta St. Lukas, Penginjil
2Tim 4:10-17b, Mzm 145:10-11,12-13ab,17-18, Luk 10:1-9

BACAAN INJIL:
Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.

RENUNGAN:
Menjadi murid Kristus, bukan hanya dipanggil kepada keselamatan Allah, tetapi juga diutus untuk membagikan dan mewartakan keselamatan Allah. Menjadi orang beriman Kristiani, iman itu bukan hanya untuk dinikmati sendiri tetapi harus berbuah dan bahkan keluar untuk dibagikan serta membawa orang kepada keselamatan. Tugas perutusan mewartakan keselamatan Allah menjadi tanggungjawab semua murid Kristus, jadi bukan hanya tugas para pastor, katekis atau orang-orang tertentu.

Memang menjadi murid yang menjadi rasul Kristus bukanlah hal yang mudah. Yesus sendiri memberi beberapa gambaran tugas perutusan, yakni bahwa para murid di utus ke tengah-tengah serigala. Tentu artinya bukan mau membinasakan kita, tetapi Yesus mempersiapkan kita agar kita tidak kaget dalam perutusan bila menghadapi tantangan yang membuat kita tidak nyaman dan bahkan mengancam hidup kita. Sebab pasti dalam tugas itu kita menghadapi kesulitan. Sudah begitu, Yesus juga mengatakan agar kita tidak usah membawa apa-apa sebagai bekal, tidak perlu membawa uang atau tongkat untuk memukul serigala. Sudah tugas berat, juga dituntut tidak membawa persiapan bekal. Maksud Yesus adalah agar dalam tugas perutusan kita hanya mengandalkan Yesus, bukan mengandalkan kekuatan atau kemampuan kita. Kita harus yakin bahwa Tuhan pasti akan membantu kita, karena yang bekerja patut mendapat upahnya. Juga bermaksud agar kita sungguh-sungguh hanya untuk mewartakan Kerajaan Allah, bukan mau mencari hormat atau nama. Maka kita tidak boleh mambawa ambisi pribadi atau kepentingan pribadi. Oleh karena itulah Yesus mengatakan bahwa kita diutus seperti domba ke tengah serigala. Dalam tugas perutusan kita hendaknya menjadi domba yang penuh dengan kelembutan kepada sesama, bukan dengan kekerasan dan sikap pasrah kepada yang mengutus kita.

Kemana kita di utus? Atau ke mana saja kita menjadi rasul yang mewartakan Kerajaan Allah? Kita diutus menjadi rasul dalam dunia kehidupan kita sehari-hari; dalam keluarga, di tempat kerja, dan di manapun kita berada.

Maka para Saudara murid-murid Yesus, mari kita seperti Santo Lukas pengarang Injil, menjalankan tugas perutusan kita, yakni hidup menjadi pewarta Kerajaan Allah. Iman kita bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi iman itu juga harus berusaha membawa sesama kepada Kerajaan Allah. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXIX, Senin 17 Oktober 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXIX, Senin 17 Oktober 2011
Ignasius dr Antiokhia
Rm 4:20-25, MT Luk 1:69-70,71-72,73-75, Luk 12: 13-21

BACAAN INJIL:
Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?" Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."

RENUNGAN:
Harta itu perlu bagi hidup kita, dan tidak salah bila seseorang mencari dan mempunya harta. Namun harta juga bisa membuat hidup kita sengsara. Sebab kerakusan akan harta bisa membuat kita tidak peduli lagi dengan orang lain, karena pikiran kita hanya untuk mencari dan mengumpulkan harta. Bahkan bisa jadi demi mengumpulkan harta, kita menghalalkan segala cara. Lebih-lebih lagi, kitapun merasa tidak lagi membutuhkan Tuhan dalam hidup kita. Ini bisa terjadi karena menganggap bahwa dengan memiliki harta banyak, kita akan bisa hidup bahagia. Memang banyak orang yang berpikir bahwa bila memiliki harta banyak, apapun bisa dilakukan, misalnya bisa membayar orang agar tunduk atau takluk kepadanya, bila sakit bisa berobat ke rumah sakit yang paling bagus, dengan harta banyak bisa makan enak di resotorang manapun. Namun benarkah harta itu bisa menjamin hidup bahagia?

Hari ini Yesus mengaskan agar kita hati-hati terhadap harta. Yesus juga dengan jelas menegaskan bahwa harta itu tidak menjamin hidup bahagia dan juga hidupnya tidak tergantung pada hartanya. Harta itu bersifat sementara, pada suatu saat harta tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa membuat kita bahagia. Jaminan kebahagiaan dan jaminan hidup adalah Yesus Kristus sendiri. Yesus mengatakan bahwa orang yang menganggap harta bisa menjamin hidupnya bahagia dan menjamin hidupnya, adalah orang yang bodoh.

Walaupun dalam pengalaman kita, kita bisa menyaksikan sendiri bagaimana harta itu merusak hidup seseorang, kita juga pasti tahu bahwa harta itu tidak bisa menjamin kebahagiaan hidup, dan bila kita mati, harta tidak bisa menjamin kita masuk surga, namun kia seringkali terlena dalam hal harta. Banyak orang yang menumpuk hartanya, bukan karena kebutuhan tetapi demi gengsi dan kesenangan belaka. Tidak sedikit orang yang berpikir, mendingan hartanya membusuk di gudang daripada diberikan kepada orang yang membutuhkan.

Tuhan Yesus tidak melarang kita mencari dan mempunyai harta. Namun harta yang kita ada pada kita, kita gunakan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga kita pakai untuk berbagi berkat dan kasih dengan sesama. Semakin banyak harta yang kita miliki, semakin besar pula peluang kita untuk berbuat kasih dengan sesama. Dengan demikian, kita tidak hanya mempunyai harta dalam hidup ini, tetapi kita juga akhirnya mempunyai harta surgawi. Harta dunia yang ada pada kita, justru harus kita gunakan sebagai jalan untuk beroleh harta surgawi. Oleh karena itu, mari kita berbagi harta dengan sesama kita. Amin.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)