Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

RENUNGAN HARI MINGGU PRAPASKAH IV, Minggu 3 april 2011

RENUNGAN HARI MINGGU PRAPASKAH IV, Minggu 3 april 2011
1Sam 16:1b,6-7,10-13a, Mzm 23:1-3a,3b-4,5,6, Ef 5:8-14, Yoh 9:1-41
Bacaan-bacaan hari ini, dapat dilihat di sini

Kemuliaan Allah telah dinyatakan kepada dunia, kepada kita semua dan kemuliaan Allah itu kita wartakan dengan hidup sebagai anak-anak terang yang membuahkan kebaikan, kebenaran dan keadilan.

BACAAN INJIL:
Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja. Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia." Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek. Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: "Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?" Ada yang berkata: "Benar, dialah ini." Ada pula yang berkata: "Bukan, tetapi ia serupa dengan dia." Orang itu sendiri berkata: "Benar, akulah itu." Kata mereka kepadanya: "Bagaimana matamu menjadi melek?" Jawabnya: "Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat." Lalu mereka berkata kepadanya: "Di manakah Dia?" Jawabnya: "Aku tidak tahu." Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi. Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat. Karena itu orang-orang Farisipun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya: "Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat." Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: "Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat." Sebagian pula berkata: "Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?" Maka timbullah pertentangan di antara mereka. Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?" Jawabnya: "Ia adalah seorang nabi." Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru dapat melihat lagi, sampai mereka memanggil orang tuanya dan bertanya kepada mereka: "Inikah anakmu, yang kamu katakan bahwa ia lahir buta? Kalau begitu bagaimanakah ia sekarang dapat melihat?" Jawab orang tua itu: "Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa ia lahir buta, tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri." Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan. Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata: "Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri." Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya: "Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang itu orang berdosa." Jawabnya: "Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat." Kata mereka kepadanya: "Apakah yang diperbuat-Nya padamu? Bagaimana Ia memelekkan matamu?" Jawabnya: "Telah kukatakan kepadamu, dan kamu tidak mendengarkannya; mengapa kamu hendak mendengarkannya lagi? Barangkali kamu mau menjadi murid-Nya juga?" Sambil mengejek mereka berkata kepadanya: "Engkau murid orang itu tetapi kami murid-murid Musa. Kami tahu, bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu kami tidak tahu dari mana Ia datang." Jawab orang itu kepada mereka: "Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku. Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya. Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta. Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa." Jawab mereka: "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar. Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?" Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya." Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!" Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya. Kata Yesus: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta." Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: "Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?" Jawab Yesus kepada mereka: "Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu."

RENUNGAN:

Sakit atau penyakit seringkali dikatakan akibat kutukan yang dikarenakan dosa keturunan. Lebih parah lagi orang sering mengatakan bahwa sakit atau penyakit seseorang apalagi bila itu diderita sejak lahir adalah karena kutukan dari Tuhan sendiri. Apakah memang Tuhan sekejam itu sehingga membuat seseorang menderita karena penyakit yang dideritanya padahal yang salah adalah orang tuanya tau atau leluhurnya? Tentu pikiran demikian tidaklah benar, karena Allah itu mahakasih. Memang bisa jadi seorang anak lahir cacat karena semasa dalam kandungan orang tua tidak menjaga kesehatan atau selama mudanya orang tua si bayi mungkin saja kurang hidup sehat, atau juga diakibatkan obat-obatan atau minuman yang dikomsumsi orang tuanya. Dalam artian demikian, si anak lahir cacat karena kesalahan atau kelalaian orang tuanya, tetapi bukan karena kutukan dari Tuhan.

Pemikiran yang demikian yang ada dalam pikiran para rasul ketika melihat orang buta yang sejak lahir sehingga menanyakan hal itu kepada Yesus. Atas pertanyaan dan pemikiran yang demikian, Yesus mengatakan bahwa yang salah bukan orang tuanya atau pun orang buta itu, tetapi kemuliaan Allah akan dinyatakan lewat mereka yang demikian. Arti dari kata-kata ini adalah Yesus mengatakan bahwa Allahpun mengasihi mereka walaupun seringkali orang sakit dianggap kurang berharga di mata manusia. Manusia seringkali melihat penampilan seseorang, tetapi Tuhan tidak melihat penampilan seseorang, tidak membeda-bedakan manusia, tidak melihat penampilan yang baik. Manusia yang hanya melihat penampilan luar, juga kita dengarkan dalam bacaan pertama tadi ketika Saul disuruh oleh Tuhan untuk mengurapi salah satu anak Isai untuk menjadi raja di Israel. Ketika Samuel melihat Eliab, Samuel menganggap bahwa dialah yang telah dipilih oleh Tuhan, karena perawakan dan penampilannya begitu mengagumkannya. Tetapi Tuhan berkata kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." Dan memang, Tuhan justru memilih dan mengurapi Daud anak bungsu Isai. Daud itu nampaknya dalam keluarganya dianggap kurang berharga karena anak bungsu, dia bekerja menggembalakan domba-domba di padang.

Hal yang sama kita dengarkan dalam Injil hari ini. Yesus bukan hanya menyapa orang buta yang sejak lahir, tetapi malah melakukan karya besar atas dirinya. Orang itu buta sudah sejak lahir, pekerjaannya hanya meminta-minta dan tentu dia kurang berharga dimata orang tuanya dan orang banyak karena dia tidak bisa berbuat banyak untuk membantu. Jangankan untuk bekerja untuk keluarganya, untuk dirinya sendiri dia tentu tidak bisa. Dia hanya tergantung pada orang lain. Namun walaupun tidak berharga di mata manusia, tetapi Tuhan tidak memandang kebutaannya, Tuhan tetap mengasihi Dia dan malah menyembuhkannya. Allah menyatakan kemuliaan-Nya dengan mengasihi manusia, tidak memandang rupa, bahkan Dia mengasihi orang yang dianggap manusia hina dan tak berguna. Sungguh berbeda dengan kita manusia yang seringkali menilai atau memandang orang lain dari penampilan luar, kita sering melihat bagaimana keadaan seseorang itu.

Demikianlah kiranya Tuhan tidak memandang rupa atau keadaan kita, Dia mengasihi kita semua. Bagaimanapun keadaan kita, baik kita kaya, miskin, sehat, sakit atau cacat, Allah mengasihi kita semua. Kemuliaan Allah nyata bagi kita semua dalam kasih-Nya kepada kita. Kemuliaan Allah itu dinyatakan pada kita pertama kali dalam baptisan yang kita terima. Baptisan yang kita terima adalah pengurapan yang menjadikan kita anak-anak Allah yang adalah Terang dunia. Pembaptisan juga sama halnya dengan penyembuhan yang diperbuat oleh Yesus kepada orang buta itu. Pembaptisan yang kita terima bukanlah acara seremonial Gereja tetapi juga materai yang menjadikan kita anak-anak terang. Baptisan itu adalah penyembuhan sehingga kita bisa mengenal Yesus Kristus. Maka orang-orang yang dibaptis harus dengan tegas menyatakan imannya, mengakui Yesus sebagai nabi dan kemudia secara pribadi mengucapkan imannya: “Aku percaya akan Yesus, Tuhan.” Paulus mengatakan bahwa sebelum kita mengenal Kristus atau sebelum kita dibaptis, kita adalah anak-anak gelap yang tinggal dalam kegelapan. Untuk itu, Paulus mengatakan agar kita hidup dalam terang Kristus. Lebih lanjut mengatakan bahwa anak-anak terang, hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan mengujil apa yang berkenan kepada Tuhan. Anak-anak terang tidak turut ambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya menelanjangi perbuatan-perbuatan itu. Menelanjangi perbuatan-perbautan jahat yang dimaksud adalah mengungakap dan melawan perbuatan kegelapan.

Namun kenyataannya, banyak orang yang telah dibaptis tetapi tidak melihat atau tidak percaya kepada Kristus. Mungkin karena baptisan itu terjadi karena formalitas, bukan dengan iman. Karena itulah, setelah dibaptis orang seperti itu tidak kelihatan dalam ibadah hari Minggu, tidak aktif dalam kegiatan Gereja atau lingkungan, mengikuit ibadah sesuai dengan seleranya dan secara pribadi tidak berbuah kebaikan, keadilan dan kebenaran. Kita secara fisik bisa melihat, tetapi secara rohani tidak bisa melihat dan mengenal Kristus.

Maka dalam masa prapaskah ini dengan berpantang dan berbuasa kita mengusahakan kesembuhan spiritual dalam bentuk bertobatan batin. Kita ingin sembuh dan dapat melihat kasih Allah kepada kita semua tanpa pandang bulu. Dalam pertobatan kita, kita hendak kembali kepaa Yesus, menyembah Dia dan mengakui bahwa Dia adalah Tuhan. Orang yang sembuh secara spiritual, dia akan berani bersaksi seperti si buta yang bersaksi akan Kristus, walaupun dia mendapat tekanan dan diusir. Kita bersaksi bahwa Allah mengasihi diri kita, mengasihi semua kita tanpa terkecuali, dan kasih Allah itu tidak memandang muka. Oleh karena itu, kita yang telah disembuhkan, hendaknya menyatakan kemuliaan Allah itu dengan hidup penuh sukacita dan juga dengan mengasihi sesama kita tanpa melihat keadaan dan bagaimana orang itu. Kemuliaan Allah kita nyatakan dengan mengasihi sesama, terutama mereka yang sakit, mereka yang dianggap hina, yang disingkirkan, tersingkir dan yang dianggap hina oleh manusia. Kemuliaan Allah telah dinyatakan kepada dunia, kepada kita semua dan kemuliaan Allah itu kita wartakan dengan hidup sebagai anak-anak terang yang membuahkan kebaikan, kebenaran dan keadilan. Amin.

PANJAHAON MINGGU PARHOBASON PASKA IV, Minggu 3 april 2011 (Bahasa Batak Toba)

PANJAHAON MINGGU PARHOBASON PASKA IV,
Minggu 3 april 2011 (Bahasa Batak Toba)
1Sam 16:1b,6-7,10-13a, Mzm 23:1-3a,3b-4,5,6, Ef 5:8-14, Yoh 9:1-41

PANJAHAON PARJOLO:

“Dimiahi si Daud, gabe raja ni Israel”.

Ninna Tuhan i ma mando si Samuel, “ Gohi ma sahanmu dohot miak, jala laho ho, naeng suruhononku ho tumopot si Isai, isi ni Betlehem; ai nunga hupillit di Ahu sada sian angka anakna bahen raja.” Jadi dung masuk nasida, dibereng ibana ma si Eliab, gabe ninna rohana ma: On do huroha simiahan di jolo ni Jahowa! Alai didok Jahowa ma tu si Samuel: Unang ho mamereng tu rupana, manang tu tongam di dagingna, ai nunga hubolongkon anggo ibana, ai ndada marguru tu parnidaan ni jolma; ianggo jolma rupa do na niidana, alai anggo Jahowa roha di bagasan do na niidana. Jadi songon i didokkon si Isai pitu angka anakna mamolus sian jolo ni si Samuel; alai ninna si Samuel ma tu si Isai; ndang adong na pinillit ni Jahowa sian nasida i. Dung i ro muse hata ni si Samuel tu si Isai: Holan on do angka anakmu? Dung i ninna ibana ma: Tinggal dope ianggo siampudan i, jala ida ma, marmahan birubiru do ibana. Jadi ninna si Samuel ma tu si Isai: Suru ma mangalap ibana; ai ndang tagamon hundul hita laho mangan, nda jolo ro ibana tuson. Jadi disuru ma na mangalapi ibana. Alai tarrara do dagingna, uli dohot rupana sorur do ro di panailina. Dung i ninna Jahowa ma: Hehe ma ho, miahi ma ibana, ai i ma ibana! Jadi dibuat si Samuel ma sahan parmiahan i, jala dimiahi ibana di tongatonga ni angka hahana.

PSALMEN HATOPAN:

Reff: Tuhan i do marmahan ahu, tung so tagamon hahurangan au.

1. Siparmahan ahu, ndang tagamon hurangan ahu.
Dipatongon do ahu tu jampalan angka na lomak, ditogutogu do ahu di lambung aek hasonangan.

2. Dipasabam do rohangku, ditogu do ahu di dalan hatigoran, * ala ni goarna i.
Ai nang pe mardalan ahu di * rura linggoman ni hamatean, ndang huhabiari parmaraan, ai Ho do mandongani ahu * tungkotmu dohot batahim mangapuli ahu.

3. Ho do manutup * meja di jolongku maradophon angka musungku, * dimiahi Ho do ulungku, suksuk do panginumanki.
Tongon tahe denggan basa dohot asi ni roha mangihutihut ahu saleleng ahu mangolu, jala dung mulak ahu masuhanku ma bagas ni Jahowa salelenglelengna.

PANJAHAON PADUAHON:

“Hehe ma ho sian angka na mate, gabe sondangan ni Kristus ma ho.”

Hamu angka dongan, ai na holom do hamu najolo; alai tiur do anggo nuaeng di bagasan Tuhan i: Marparange ma hamu, songon angka anak hatiuron! Ai nasa habasaon dohot hatigoran dohot hasintongan, i do parbue ni na tiur i. Tangkasi hamu ma, manang dia lomo ni roha ni Tuhan i! Unang ma saor hamu tu angka ulaon haholomon na soada parbuena; pinsangi hamu angka i tagonan! Ai gari manaringoti na niulanasida di na buni, gari hailaon do. Alai gabe patar do i saluhutna, tinoruan ni na tiur i; ai nasa naung dipapatar, tiur ma i! Dibahen i, ninna do: "Tarsunggul ma ho na tarpodom, jala hehe ma sian angka na mate; gabe sondangan ni Kristus ma ho!

BARITA NAULI:

“Laho ma na mapitung i marsuap, gabe marnida ma ibana.”

Di na sadari, di na mamolus i Ibana, diida ma sada halak na mapitung tubu. Gabe ninna angka siseanna ma manungkun Ibana: Ale Guru, ise do na mardosa, halak on do manang natorasna, umbahen na mapitung ibana tubu? Jadi dialusi Jesus ma: Ndada ala ni dosana manang ala ni dosa ni natorasna; alai naeng gabe patar angka ulaon ni Debata di ibana. Ingkon ulaonku do ulaon ni na marsuru Ahu, saleleng arian; ai dung ro borngin, ndang tarbahen mangula disi manang ise. Panondang ni portibi on do Ahu, tagan di portibi on Ahu. Jadi dung didok songon i, ditijuri ma tano i mambahen gambo marhite sian ijurna i, didalohon ma gambo i tu matana. Dung i didok ma tu ibana: Laho ma ho marsuap tu dano Siloam (na mandok: Na sinuru)! Jadi laho ma ibana marsuap, gabe marnida ma ibana mulak. Dung i didok hombar bagasna ma ro di angka na marnida ibana najolo mangidoido: Nda on do na somal hundul mangidoido? Jadi adong ma deba na mandok: Ibana do i! Alai na deba mandok: Ndangana, suman do ibana tusi. Didok ibana do: Ahu do i! Dung i ninna nasida ma: Beha do hamumungkap ni matami? Jadi didok ma mangalusi: Halak i na margoar Jesus, i do pauli gambo, didalohon ma i tu matangku, jadi disuru ahu marsuap tu dano Siloam; dung i laho ahu tusi marsuap, jadi marnida ma. Dung i ninna nasida ma tu ibana: Didia do Ibana? Jadi didok ma: Ndang huboto! Gabe ditogihon nasida ma halak na mapitung hian tu angka Parise. Alai ari Sabbat do tongon, uju dipauli Jesus gambo i dohot mangungkap matana i. Laos disungkun angka Parise i ma tu ibana pangalahona, umbahen marnida ibana. Jadi didok ma tu nasida: Gambo do didalohon tu matangki, dung i marsuap ahu jadi marnida ma! Dung i didok na deba sian angka Parise i ma: Ndang na sian Debata Halak i, ai ndang dijujur Ibana ari Sabbat i. Angka na asing mandok: Tung tarpatupa halak sipardosa ma tanda sisongon i? Jadi marsalisi ma nasida sama nasida. Dung i didok nasida ma muse tu na mapitung hian: Ia ho, dia ma pandokmu taringot tu Ibana, ala diungkap matami? Jadi didok ma: Panurirang do Ibana! Jadi ndang diparhatutu angka Jahudi i, ibana do na mapitung i najolo, gabe marnida muse, pola do dijou nasida natoras ni naung marnida i. Jadi disungkun ma nasida: Anakmuna do on tahe, na nidokmuna na mapitung tubu i? Na boha do gabe marnida ibana nuaeng? Dung i ninna natorasna i ma mangalusi nasida: Na huboto hami do on anaknami jala na mapitung do ibana tubu. Alai ndang huboto hami, manang beha pangalahona gabe marnida; ba, ndang hutanda hami na mangungkap matana. Ibana ma sungkun hamu; nunga tang dagingna, botoonna do mandok sidohononna. Ai mabiar mida Jahudi i do natorasna, umbahen na didok songon i. Ai nunga mardos ni roha angka Jahudi, ingkon sipabalion do sian huria ganup na marhatopothon, Kristus Ibana. Dibahen i do umbahen na didok natorasna i: Nunga tang dagingna; ibana ma sungkun hamu! Dung i dijou nasida ma paduahalihon halak na mapitung hian, didok ma tu ibana: Pasangap ma Debata! Huboto hami do, pardosa Halak i. Dung i ninna ibana ma mangalusi: Manang na pardosa Ibana, ndang huboto. Holan on do na huboto: Na mapitung do ahu najolo, alai na marnida do anggo nuaeng. Gabe ninna nasida ma mandok ibana: Ai aha do dibahen tu ho; beha do dibahen mangungkap matami? Jadi dialusi ma nasida: Nunga hupaboa i tu hamu; na so dibege hamu do i? Naeng begeonmuna i muse? Naeng gabe siseanna nang hamu? Dung i disurahi nasida ma ibana, ninna ma: Ho do siseanna; anggo hami sisean ni si Musa do. Huboto hami do, si Musa diangkupi Debata mangkatai; alai anggo Halak on, ndang binoto, manang sian dia Ibana. Gabe dialusi ibana ma nasida: Longang do rohangku disi, na so binotomuna, manang na sian dia Ibana, hape diungkap do matangku! Taboto do, na so ditangihon Debata angka pardosa, alai halak na mangkabiari Debata jala mangulahon pinangido ni rohana, i do ditangihon. Sian mula ni tano on ndang dung binege, adong na mangungkap mata ni halak na mapitung tubu. Aut so sian Debata Ibana, ndang tarpatupasa agia aha. Dung i ninna nasida ma mangalusi ibana: Hibul do ho tubu di bagasan dosa, hape naeng ajaranmu hami! Jadi dipabali nasida ma ibana. Dibege Jesus ma, naung dipabali nasida ibana, jadi ninna ma mandok ibana, dung jumpangsa: Na porsea do ho di Anak ni jolma i? Dung i ninna halak i ma mangalusi: Ai ise do i, Tuhan, asa huhaporseai Ibana? Jadi didok Jesus ma tu ibana: Na niidam, na mangkatai dohot ho, I ma Ibana. Gabe didok ma: Na porsea do ahu, ale Tuhan! Laos disomba ma Ibana. Dung i didok Jesus ma: Mamboan uhum do, umbahen na ro Ahu tu portibi on, asa marnida angka na so marnida hian, jala asa gabe mapitung angka na marnida. Jadi dibege na deba sian angka Parise na rap dohot Ibana ma i, jadi didok ma tu Ibana: Nda tung dohot hami mapitung? Jadi didok Jesus ma tu nasida: Aut na mapitung hamu, gabe so mardosa hamu. Alai didok hamu do: Na marnida do hami, gabe hot ma dosamuna.

OGEN WARI MINGGU PERSIKAPEN PASKA IV, Minggu 3 april 2011 (Bahasa Batak Karo)

OGEN WARI MINGGU PERSIKAPEN PASKA IV,
Minggu 3 april 2011 (Bahasa Batak Karo)
1Sam 16:1b,6-7,10-13a, Mzm 23:1-3a,3b-4,5,6, Ef 5:8-14, Yoh 9:1-41

OGEN SIPEMENA

“Daud ipasu-pasu jadi Raja Israel.’

Kenca raja Saul itulak, nina Tuhan man si Samuel, “To, isi tandukndu alu minak. Aku nuruh kam ku si Isai, kalak Betlehem, sabab enggo kupilih man bangku sekalak raja ibas anak-anakna nari”. Kenca ia reh kerina, idah Samuel anak Isai, Eliap gelarna, jenari nina i bas ukurna, "Si enda, si tedis i jenda i bas adep-adepen TUHAN , la banci lang enda me si enggo ipilihNa." Tapi nina TUHAN , "Ola nehen kuga gedangna ras kuga jilena rupana. La ia Kupilih, sabap pertimbangenKu la bali ras pertimbangen manusia. Adi manusia inehenna si teridah arah darat, tapi Aku Kupernehen pusuhna. Bagenda me ibaba Isai pitu kalak anakna ngadap man Samuel. Janah nina Samuel man bana, "Lang, sekalak pe langa ipilih TUHAN ia." E maka nungkun Samuel nina, "Lit denga tole anakndu?" Nina Isai ngaloi, "Lit denga si nguda, tapi sangana ermakan biri-biri." "Suruh ia reh ku jenda," nina Samuel. "Langa banci sisehken persembahen enda adi langa ia reh." E maka isuruh Isai kalak ngelegisa. Ia sekalak anak perana si mejile, sehat, janah matana pe mejile. Nina TUHAN man Samuel, "Enda me kalakna, tangkuhkenlah ia!" Ibuat Samuel minak saitun jenari iminakina Daud i lebe-lebe senina-seninana. Rempet Daud ikuasai Kesah TUHAN janah mulai i bas wari e nari Kesah e tetap ras ia. Kenca bage mulih Samuel ku Rama.

MASMUR PENGALO-NGALO

Reff: Kelengi kami o Tuhan kalak siperdosa enda.

1. TUHAN kap permakanku, e maka la kekurangen aku.
I bas mbalmbal si meratah, ipesenang-senangNa aku. Kempak lau si teneng permalerna, itegu-teguna aku.

2. IpelimbaruiNa gegehku, ibabaiNa aku arah dalan si pinter erkiteken gelarNa.
Aminna erdalan pe aku arah kelbung si gelap, la aku mbiar jumpa cilaka sabap Kam kap ras aku, o TUHAN . IkawaliNdu aku, desken permakan ngkawali biri-biri alu ciken ras kayan-kayanna

3. IaturkenNdu kerja si mbelin man bangku, maka kerina imbang-imbangku ngidahsa; desken temue si medolat, Ialo-aloNdu aku alu namaken minak ku takalku. Jenari ielaiNdu aku alu inemen seh riba-iba.
Kueteh maka lalap Kam melias kempak aku, kueteh maka tetap ateNdu keleng man bangku, dingen rumahNdu jadi rumahku kidekah umur geluhku.

OGEN SIPEDUAKEN:

“Keke min kam ibas si mate, maka Terang Kristus ersinalasal man kam”.

O seninan-seninan, Kam gelgel nari i bas gelap, tapi genduari enggo i bas terang, erkiteken kam enggo jadi anak-anak Tuhan. E maka kam arus nggeluh bagi kalak i bas terang. Sabap mbelin perulihen terang, e me erbage-bage si mehuli, si bujur ras si tuhu-tuhu. Daramilah kai si ngena ate Tuhan. Ola kam ikut i bas perbahanen kalak si gelap si sia-sia. Tapi bukakenlah perbahanen-perbahanen si bage. Si tuhuna ncakapken kerna kai si ibahanna alu erbuni-buni e pe mereha nge. Janah kai si ibukaken i bas terang, tangkas me. Janah kerina si banci idah alu tangkas, e terang gelarna. E me sabapna maka ikataken i bas ende-enden: "Medakkenlah, o, kam si tunduh, janah kekekenlah i bas si mate nari! Ersinalsal me Kristus ku babondu."

BERITA SI MERIAH:

“Kalak si Pentang laws erduhap, janah asum ia reh mulihken enggo erpengidah”.

Ibas sadsa wari, asum Jesus erdalan, idahNa sekalak si enggo pentang tubuhna nari. Nungkun ajar-ajarNa nina, "O Guru, dosa ise nge erbahanca maka ia pentang tubuhna nari? Dosana ntah dosa orang tuana?" 3 Erjabap Jesus, "Ia pentang labo erkiteken dosana bage pe labo erkiteken dosa orang tuana, tapi gelah teridah kuasa Dibata i bas geluhna. Kita arus ndahiken dahin si nuruh Aku sanga terang denga wari; sabap reh me gelap janah paksa si e ise pe la ngasup erdahin. Asum Aku i bas doni enda, Aku me terang doni." Kenca ikataken Jesus si enda, iciduriNa taneh, iadukNa taneh ras cidurNa e, jenari idampelkenNa taneh e ku mata kalak si pentang ndai. Kenca bage nina Jesus man bana, "To erduhap kam ku kolam Siloam." (I bas cakap Heber Siloam ertina "Isuruh".) E maka lawes si pentang e erduhap; janah asum ia reh mulihken enggo erpengidah matana. Jenari nungkun temanna si sada kesain bage pe si megati ngidah ia mindo-mindo nina, "Ma ia kin si biasa kundul mindo-mindo e?" Piga-piga kalak ngatakenca, "Ia me," tapi lit ka pe si ngatakenca, "Lang, labo ia. Tapi seri rupana ras." Si enggo erpengidah e ngaku nina, "Aku me si biasa mindo-mindo e." E maka isungkun kalak ndai ia nina, "Kuga maka kam enggo erpengidah?" Erjabap ia, "Si igelari Jesus erbahanca aku enggo erpengidah. IciduriNa taneh, iadukNa taneh e ras cidurNa jenari idampelkenNa ku matangku. Kenca bage nina, 'To erduhap kam ku kolam Siloam.' E maka lawes aku ku je, janah kenca aku erduhap minter erpengidah matangku." Nungkun ka kalak ndai, "I ja dage Ia?" Erjabap ia, "La kueteh." Asum Jesus ngaduk taneh ras cidurNa dingen mpemedakken mata kalak pentang e, rembang wari Sabat. E maka ibaba kalak Jahudi kalak si enggo erpengidah ndai man kalak Parisi. Jenari isungkun kalak Parisi ia kai sabapna maka ia enggo erpengidah. Ngaloi si enggo erpengidah e man kalak Parisi, "IdampelkenNa ku matangku taneh si enggo iadukNa ras cidurNa. Janah kenca aku erduhap, enggo erpengidah matangku." Nina piga-piga kalak Parisi, "Kalak si erbahanca e kugapa pe labo i bas Dibata nari, sabap la iperdiatekenNa Undang-undang Sabat." Nina ka deba, "Banci kin kalak perdosa erbahan tanda sengget si bagenda?" E maka kalak Parisi e pe enggo lain-lain pendapatna. Sekali nari nungkun kalak Parisi e man si enggo erpengidah ndai nina, "Ikatakenndu maka Ia me si erbahanca kam erpengidah. Genduari kuga dage pengakapndu kerna Ia?" Erjabap ia, "Ia sekalak nabi." Kalak Jahudi si erkuasa la tek maka nai ia pentang, janah genduari enggo erpengidah. E maka idilona orang tua kalak si enggo erpengidah ndai. Jenari isungkunna nina, "Tuhu kin enda anakndu si tubuh pentang e? Kuga maka genduari ia enggo erpengidah?" Erjabap orang tuana, "Payo nge ia anak kami si pentang tubuhna nari. Tapi la ieteh kami kuga maka enggo erpengidah ia genduari janah la ieteh kami ise erbahanca. Ia enggo mbelin, ialah sungkun! Enggo kap ia ngasup ertanggung jawab kerna dirina." Bagenda jabap orang tua sabap mbiar ia kalak Jahudi si erkuasa e. Sabap enggo ersada arih kalak Jahudi si erkuasa maka ise ngakui Jesus e Mesias si ipadanken Dibata, ipedarat i bas rumah pertoton nari. Erkiteken si e me maka nina orang tuana, "Ia enggo mbelin, ialah sungkuni." Sekali nari idilo kalak e si enggo erpengidah ndai, jenari nina, "Erpadanlah kam i lebe-lebe Dibata maka si tuhuna nge iturikenndu sabap ieteh kami si erbahanca kam erpengidah e kalak perdosa." Ngaloi ia, "Kerna Ia kalak perdosa ntah lang, e labo kueteh. Sada ngenca kueteh: Nai aku pentang, genduari enggo erpengidah." Nungkun kalak Jahudi si erkuasa e, "Kai ibahanNa man bandu? Kuga ibahanNa maka matandu enggo erpengidah?" Erjabap ia, "Enggo kap kukataken man bandu, tapi la ibegikenndu. Engkai maka isungkunndu denga ka. Ntah kin kam pe ersura-sura jadi ajar-ajarNa?" Merawa kalak ndai man bana janah nina, "Kamlah jadi ajar-ajarNa; kami ajar-ajar Musa kap. Si ieteh kami Dibata ngerana arah Musa nge. Tapi kerna kalak si ikatakenndu e la ieteh kami ntah i ja nari Ia." Ngaloi ka si enggo erpengidah e, "Mejin kap e adi la kin ietehndu i ja nari Ia reh, sedangken enggo ibahanNa matangku erpengidah! Sieteh maka Dibata labo megiken kalak perdosa. Kalak si mpehaga Dibata dingen si ngikutken peratenNa nge ibegikenNa. Nai-nai nari langa pernah si begi maka lit kalak si ngasup pemedakken mata kalak pentang tubuhna nari. Adi la kin ia i bas Dibata nari, labo ia ngasup erbahan kai pe." Ngaloi kalak Jahudi si erkuasa e, "Tubuhndu nari pe enggo kam erdosa, janah kam ipebelin-belin i bas dosa, jenari iajarindu ka atendu kami?" Kenca bage ipedarat kalak Jahudi si erkuasa e ia i bas rumah pertoton nari. Berita kerna kalak si pentang ndube ipedarat i bas rumah pertoton nari seh man Jesus. E maka asum jumpa Jesus ras ia, nina Jesus man bana, "Tek kin kam man Anak Manusia si isuruh Dibata e?" Erjabap ia, "O Tuan, kataken man bangku ise Ia gelah aku tek man baNa." Ngaloi Jesus man bana, "Enggo kap Ia idahndu. Ia kap si ngerana ras kam genduari e." Nina kalak ndai, "O Tuhan, tek nge aku!" Jenari erjimpuh ia i lebe-lebe Jesus. Jenari nina Jesus man bana, "Aku reh ku doni enda guna nehken keadilen, gelah si pentang jadi erpengidah janah si erpengidah jadi pentang." I je lit piga-piga kalak Parisi megi si ikataken Jesus. E maka nungkun ia man Jesus nina, "Rikutken pengakapndu kami pe kalak pentang kin?" Erjabap Jesus, "Adi pentang kam labo kam erdosa; tapi perbahan ikatakenndu, 'Kami erpengidah,' e maka tetap kam erdosa."

BACAAN HARI MINGGU PRAPASKAH IV, Minggu 3 april 2011

BACAAN HARI MINGGU PRAPASKAH IV, Minggu 3 april 2011
1Sam 16:1b,6-7,10-13a, Mzm 23:1-3a,3b-4,5,6, Ef 5:8-14, Yoh 9:1-41

BACAAN I:

“ Daud diurapi menjadi Raja Israel.”

Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku." Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: "Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya." Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: "Semuanya ini tidak dipilih TUHAN." Lalu Samuel berkata kepada Isai: "Inikah anakmu semuanya?" Jawabnya: "Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba." Kata Samuel kepada Isai: "Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari." Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia." Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.

MAZMUR TANGGAPAN:

Reff: Tuhanlah gembalaku, aku takkan kekurangan.

1. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku.

2. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya,
sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

3. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

BACAAN KEDUA:

“Bangkitlah dar kematian, maka Kristus akan menyinari engkau.”

Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. Tetapi segala sesuatu yang sudah Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.

BACAAN INJIL:

"Si buta itu pergi, emmbasuh diri dan kembali dengan mata sudah melek."

Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja. Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia." Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek. Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: "Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?" Ada yang berkata: "Benar, dialah ini." Ada pula yang berkata: "Bukan, tetapi ia serupa dengan dia." Orang itu sendiri berkata: "Benar, akulah itu." Kata mereka kepadanya: "Bagaimana matamu menjadi melek?" Jawabnya: "Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat." Lalu mereka berkata kepadanya: "Di manakah Dia?" Jawabnya: "Aku tidak tahu." Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi. Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat. Karena itu orang-orang Farisipun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya: "Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat." Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: "Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat." Sebagian pula berkata: "Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?" Maka timbullah pertentangan di antara mereka. Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?" Jawabnya: "Ia adalah seorang nabi." Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru dapat melihat lagi, sampai mereka memanggil orang tuanya dan bertanya kepada mereka: "Inikah anakmu, yang kamu katakan bahwa ia lahir buta? Kalau begitu bagaimanakah ia sekarang dapat melihat?" Jawab orang tua itu: "Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa ia lahir buta, tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri." Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan. Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata: "Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri." Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya: "Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang itu orang berdosa." Jawabnya: "Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat." Kata mereka kepadanya: "Apakah yang diperbuat-Nya padamu? Bagaimana Ia memelekkan matamu?" Jawabnya: "Telah kukatakan kepadamu, dan kamu tidak mendengarkannya; mengapa kamu hendak mendengarkannya lagi? Barangkali kamu mau menjadi murid-Nya juga?" Sambil mengejek mereka berkata kepadanya: "Engkau murid orang itu tetapi kami murid-murid Musa. Kami tahu, bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu kami tidak tahu dari mana Ia datang." Jawab orang itu kepada mereka: "Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku. Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya. Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta. Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa." Jawab mereka: "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar. Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?" Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya." Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!" Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya. Kata Yesus: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta." Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: "Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?" Jawab Yesus kepada mereka: "Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu."

Berbagi Berita : Internet suburkan Satanisme

Internet suburkan Satanisme

Satanisme yang meningkat akibat pengaruh Internet mengakibatkan meningkatnya permintaan akan semakin banyak pengusir setan (exorcists), demikian peringatan dari para narasumber dalam sebuah konferensi eksorsisme di Roma.

Lebih dari sebelumnya, Internet sangat memudahkan akses terhadap informasi tentang Devil-worshipping (penyembahan setan) dan occult (perdukunan), kata para pakar dalam konferensi yang diselenggarakan pekan ini di Regina Apostolorum Pontifical University di Roma, yang berada di bawah kuasa Vatikan, demikian UK Telegraph.

“Lebih dari sebelumnya, Internet mempermudah orang untuk memperoleh informasi tentang Satanisme,” kata Carlo Climati, seorang anggota universitas tersebut yang secara khusus mempelajari bahaya-bahaya yang ditawarkan Satanisme bagi orang muda.

“Hanya dalam hitungan menit, Anda bisa berkontak dengan berbagai kelompok Satanist (penyembah Setan) dan memperoleh banyak informasi tentang occultism (keyakinan-keyakinan terkait perdukunan). Konferensi ini bukan tentang cara menjadi seorang exorcist (pengusir setan). Konferensi ini hanya untuk berbagi informasi tentang eksorsisme, Satanisme, dan berbagai sekte perdukunan. Konferensi ini dimaksud untuk membantu keluarga dan para imam. Orang muda sangat beresiko, terutama mereka yang berada dalam kesulitan atau mereka yang secara emosional rapuh,” kata Climati.

Tujuan berbagai seminar dalam konferensi ini adalah untuk membahas fenomena Setanisme “secara serius dan saintifik,” dengan menghindari “pendekatan superfisial atau sensasional,” katanya.

Konferensi di Roma itu dihadiri oleh 60 lebih imam Katolik serta dokter, psikolog, psikiater, dan pekerja kaum muda. Mereka membahas cara melawan bahaya Devil-worship (penyembahan Setan).

Penyelenggara mengatakan, meningkatnya Satanisme dalam tahun-tahun belakangan ini dianggap enteng padahal sangat berbahaya.

“Belakangan ini juga muncul suatu kebangunan rohani,” kata Gabriele Nanni, salah satu narasumber dan sekaligus mantan pengusir setan.

BERITA SELENGKAPNYA:
Surge in Satanism sparks rise in demand for exorcists, says Catholic Church (telegraph.co.uk)

FOTO:
freeparking on Flickr

Disadur dari : www.cathnewsindonesia.com

Renungan Hari biasa Pekan III Prapaskah, Sabtu 2 April 2011

Renungan Hari biasa Pekan III Prapaskah, Sabtu 2 April 2011
(Fransiskus dr Paola)
Hos 6:1-6, Mzm 51:3-4,18-19,20-21ab, Luk 18:9-14

"Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
BACAAN INJIL:
Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
Demikianlah Injil Tuhan bagi kita hari ini.

RENUNGAN:
Bagaimana doa yang berkenan di hadapan Allah? Pertanyaan ini pasti sering muncul karena dalam pengalaman merasa doa-doanya tidak dikabulkan oleh Allah sehingga merasa bahwa doanya tidak berkenan di hadapan Allah.

Perumpamaan yang diberikan Yesus hari ini sungguh menarik. Dia menggambarkan 2 orang yang sedang berdoa di bait Allah. Salah satunya orang Farisi dan yang satu lagi adalah seorang pemungut cukai. Walau dalam injil hari ini tidak digambarkan di posisi mana orang Farisi itu berdoa, tapi sebagaimana lajimnya orang Farisi yang suka berdoa di persimpangan jalan atau di tempat terhormat yang gampang di lihat oleh banyak orang, pasti orang farisi itu mengambil tempat berdoa di tempat paling depan dalam Bait Allah atau di tempat yang paling mudah dilihat orang banyak. Dalam doanya orang farisi itu mengatakan bahwa dirinya adalah orang baik, orang yang taat melaksanakan peraturan dan tidak sama dengan orang lain yang melakukan perbuatan jahat. Dia memberi contoh bahwa dia tidak seperti pemungut cukai yang lagi berdoa di belakangnya, yang karena kedosaannya tidak sampai berani menengadah ke atas. Berbeda halnya pemungut cukai itu, dia pasti mengambil tempat di paling belakang di Bait Allah dan bahkan dia tidak berani menengadah ke langit, juga ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.

Dari antara dua orang yang sedang berdoa itu, secara sepintas kita pasti menganggap bahwa doa orang Farisi itulah yang berkenan di hadapan Allah karena dalam hidupnya dia hidup baik, sedangkan pemungut cukai itu dalam hidupnya sebagaimana pada masa itu dianggap sebagai pengkhianat karena menarik pajak buat pemerintah dan penjajah, sehingga dianggap seorang pendosa. Namun kiranya pikiran Tuhan lain, justru doa yang berkenan di hadapan Allah adalah doa pemungut cukai itu.

Sehingga seakan bahwa Tuhan tidak berkenan dengan doa orang yang hidup baik, tetapi doa orang pendosalah yang berkenan di hadapan Tuhan. Lagi-lagi itu pikiran kita. Dalam doanya, orang Farisi itu menyombongkan hidupnya dan menganggab hidupnya sudah baik, berlaku benar sehingga punya hak untuk menghakimi orang lain dengan merendahkan pemungut cukai itu. Dalam doanya dia bukannya bersikap rendah hati, bukan ungkapan iman kepada Tuhan, penyerahan diri dan juga permohonan belaskasih dari Tuhan. Beda halnya dengan pemungut cukai itu, dia menyadari kedosaannya di hadapan Tuhan dan memohon belaskasihan dari Tuhan. Pemungut cukai itu sungguh merendah di hadapan Tuhan. Inilah yang membuat doanya berkenan di hadapan Tuhan.

Kita diajak untuk merefleksikan doa-doa kita selama ini. Doa-doa kita seringkali seperti orang farisi itu. Dalam doa kita menyombongkan diri di hadapan Tuhan. Kita seringkali menganggap diri sudah hidup baik, menjadi pengikut Kristus yang baik sehingga seakan kita sudah layak dan pantas untuk didengarkan Tuhan, sudah seharusnya Tuhan mengabulkan doa kita. Hidup baik kita seakan kita lakukan untuk menyogok Tuhan. Doa yang demikian bukanlah doa yang berkenan di hadapan Tuhan. Pada umumnya orang yang demikian akan dengan mudah menghakimi orang lain. Doa yang berkenan di hadapan Tuhan adalah doa seperti pemungut cukai itu, yang senantiasa mengalir dari iman dan selalu bersikap rendah hati di hadapan Tuhan. Kita hendaknya selalu menyadari kerendahan kita di hadapan Tuhan, menyadari kedosaan kita sehingga kita memohon belaskasihan dari Tuhan. Kalupun kita sudah berusaha hidup berbuat buat baik, itu bukan untuk disombongkan di hadapan Tuhan, tetapi bersyukur kepada Tuhan karena semuanya itu bisa kita lakukan hanya karena belaskasih-Nya kepada kita. Doa yang rendah hati, juga akan bersikap rendah hati di hadapan sesama. Oleh karena itu, semoga kita berdoa karena iman, ungkapan syukur dan permohonan belaskasih dari Tuhan. Amin.

DAFTAR SUMBANGAN UNTUK PEMBANGUNAN GEREJA (LEWAT BRI, MULAI BULAN JULI S/D 2011)

DAFTAR SUMBANGAN UNTUK PEMBANGUNAN GEREJA
PAROKI MARIA DARI GUNUNG KARMEL-TIGALINGGA
(LEWAT BRI MULAI BULAN JULI 2011 S/D MEI 2012)


Para Saudara yang kami kasihi dalam Yesus Kristus. Terimakasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada para Saudara yang sudah mendoakan, mendukung dan mau berbagi berkat Tuhan kepada kami dengan memberi sumbangan untuk pembangunan Gereja Paroki Tigalingga. Berapapun pemberian para Saudara, itu adalah berkat Tuhan bagi kami yang membawa sukacita dan meneguhkan semangat kami dalam pembangunan Gereja Paroki dan juga meneguhkan iman kami kepada Tuhan.


Doa kami, semoga Tuhan membalas semua kebaikan Para Saudara dengan memberikan rahmat berlimpah kepada Para Saudara dan keluarga.


Di sini kami mencoba mencatat semua sumbangan untuk pembangunan Gereja Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, yang masuk lewat BRI sedangan yang lewat BCA kami buat dalam lembaran tersendiri. Kami mohon maaf bila kami tidak bisa menuliskan semua nama penyumbang karena kekurangan kami dalam pendataan. Juga kami mohon maaf bila ada kekurangan dalampencatatan dan pelaporan ini. Kami berusaha menyesuaikan dengan informasi yang sampai kepada kami lewat Sms. Kami juga mohon maaf bila kami tidak bisa setiap saat mencek ke Bank ketika para Saudara sudah mentransfer sumbangan, mengingat di Dairi tidak ada BCA. Oleh karena itulah BCA dibuka di Medan atas nama ADYTIA PERMANA P. Beliau adalah Pastor Karmel yang bekerja sebagai Ekonom Keuskupan Agung Medan. Beliau sengaja kami mintai tolong untuk membuka rekening khusus untuk pembangunan Gereja Paroki Tigalingga.


Demikianlah kiranya laporan yang bisa kami buat saat ini. Atas perhatian, doa, dukungan dan sumbangannya, kami ucapkan banyak terimakasih. Kami masih tetap mengharapkan doa, dukungan, bantuan sumbangan atau bantuan membantu kami dalam mencari dana dari para Saudara yang lain, mengingat masih begitu banyak dana yang dibutuhkan untuk pembangunan Gereja ini.


DOA KAMI BAGI PARA SAUDARA YANG KAMI KASIHI. TUHAN MEMBERKATI


SUMBANGAN YANG DITRANSFER LEWAT BRI


1Nama/No. HP Johanes Andre Juli

Tgl. Transfer 11 Oktober 2010

JumlahRp 150.000

BankBRI
2Nama/No. HP Sumbangan Umat Katolik

Tgl. Transfer 18 Oktober 2010

JumlahRP 50.000

BankBRI
3Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 18 Oktober 2010

JumlahRp 1.000.000

BankBRI
4Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 22 Oktober 2010

JumlahRp 200.000

Bank BRI-
5nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 29 Oktober 2010

JumlahRp 50.000

BankBRI-
6Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 29 Oktober 2010

JumlahRp 100.000

BankBRI
7Nama/No. HP Elisabeth Tan

Tgl. Transfer 30 Oktober 2010

JumlahRp 1.00.000

BankBRI
8Nama/No. HP

Tgl. Transfer 30 Oktober 2010

JumlahRp. 45.000

BankBRI
9Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 30 Oktober 2010

JumlahRp 200.000

BankBRI
10Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 30 Oktober 2010

JumlahRp.100.000

BankBRI
11Nama/No. HP 0812171xxxx

Tgl. Transfer 1 Nopember 2010

JumlahRp. 50.000

BankBRI
12Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 2 Nopember 2010

JumlahRp 150.000

BankBRI
13Nama/No. HP Marcelly/Samarinda

Tgl. Transfer 3 Nopember 2010

JumlahRp 150.000

Bank.BRI
14Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 4 Nopember 2010

JumlahRp 500.000

BankBRI
15Nama/No. HP 08122000XXXX

Tgl. Transfer 9 Nopember 2010

JumlahRp 2.000.000

BankBRI
16Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 12 Nopember 2010

JumlahRp 300.000

BankBRI
17Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 15 Nopember 2010

JumlahRp.500.000

BankBRI
18Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 15 Nopember 2010

JumlahRp.500.000

BankBRI
19Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 15 Nopember 2010

JumlahRp.5000.000

BankBRI
20Nama/No. HP NN

Tgl.Transfer 18 Nopember 2010

JumlahRp. 1.000.000

BankBRI
21Nama/No. HP Feliks Heru/08191297xxxx

Tgl. Transfer 18 Nopember 2010

JumlahRp. 211.161

BankBRI
22Nama/No. HP Anastasia Semarang

Tgl. Transfer 19 Nopember 2010

JumlahRp. 1.000.000

BankBRI
23Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 19 Nopember 2010

JumlahRp. 1.000.000

BankBRI
24Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 20 Nopember 2010

JumlahRp. 40.702

BankBRI
25Nama/No. HP 085687xxxx

Tgl. Transfer 24 Nopember 2010

JumlahRp. 410.000

BankBRI
26Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 3 desember 2010

JumlahRp. 200.000

BankBRI
26Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 8Desember 2010

JumlahRp. 1.000.000

BankBRI
27Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 10 Desember 2010

JumlahRp. 1000.000

BankBRI
28Nama/No. HP 0812601XXXX

Tgl. Transfer 12 Desember 2010

Jumlah250.000

BankBRI
29Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 23 Des 2010

JumlahRp. 5.00.000

BankBRI
30Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 23 Des 2010

JumlahRp. 500.000

BankBRI
31Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 23 Des 2010

JumlahRp. 1.000.000

BankBRI
32Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 26 Des 2010

JumlahRp. 300.000

BankBRI
33Nama/No. HP bpk. Elizaro Gea

Tgl. Transfer 3 Januari 2011

JumlahRp. 200.000

BankBRI
34Nama/No. HP 08522212xxxx

Tgl. Transfer 5 Januari 2011

JumlahRp. 500.000

BankBRI
35Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 8 Januari 2011

JumlahRp. 300.000

BankBRI
36Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 18 Januari 2011

JumlahRp.500.000

BankBRI
37Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 20 Januari 2011

JumlahRp. 119.429

BankBRI
38Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 1 Februari 2011

JumlahRp. 1.000.000

BankBRI
39Nama/No. HP Janres Manullang

Tgl. Transfer 11 Februari 2011

JumlahRp. 200.000

BankBRI
40Nama/No. HP 08180738xxxx

Tgl. Transfer 14 Februari 2011

JumlahRp. 600.000

BankBRI
41Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 24 Februari 2011

JumlahRp. 1.000.000

BankBRI
42Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 18 Maret 2011

JumlahRp. 200.000

BankBRI
43Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 28Maret 2011

JumlahRp. 300.000

BankBRI
44Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 5 April 2011

JumlahRp. 1.000.000

BankBRI
45Nama/No. HP Mala Silalahi

Tgl. Transfer 6 april 2011

JumlahRp.200.000

BankBRI
46Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 7 April 2011

JumlahRp. 5000.000

BankBRI
47Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 26 Mei 2011

JumlahRp. 201.177

BankBRI
48Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 26 Mei 2011

JumlahRp. 50.000

BankBRI
49Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 31 Mei 2011

JumlahRp. 1.000.000

BankBRI
50Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 3 Juni 2011

JumlahRp. 200.000

BankBRI
51Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 3 Juni 2011

JumlahRp. 500.000

BankBRI
52Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 8 Juni 2011

JumlahRp. 2.000.000

BankBRI
53Nama/No. HP Simon Saragih

Tgl. Transfer 8 Juni 2011

JumlahRp. 1.000.000

BankBRI
54Nama/No. HP Osman Sitorus

Tgl. Transfer 9 Juni 2011

JumlahRp. 5.000.000

BankBRI
55Nama/No. HP ATM 409766218145722

Tgl. Transfer 10 Juni 2011

JumlahRp. 400.000

BankBRI
56Nama/No. HP John Manimbul

Tgl. Transfer 12 Juni 2011

JumlahRp. 1.000.000

BankBRI
57Nama/No. HP ATM 4760850623083658

Tgl. Transfer 23 Juni 2011

JumlahRp. 250.000

BankBRI
58Nama/No. HP 01190522111

Tgl. Transfer 24 Juni 2011

JumlahRp. 150.000

BankBRI
59Nama/No. HP ATM 5264220120106723

Tgl. Transfer27 Juni 2011

JumlahRp. 1.000.000

BankBRI
60Nama/No. HP Risky Yakob

Tgl. Transfer 30 Juni 2011

JumlahRp. 100.000

BankBRI
66Nama/No. HP ATM Thomas Satrian

Tgl. Transfer 1 Juli 2011

Jumlah500.000

BankBRI
67Nama/No. HP Veronika

Tgl. Transfer 1 Juli 2011

JumlahRp 400.000

BankBRI
68Nama/No. HP ATM 6279320101102565

Tgl. Transfer 2 Juli 2011

Jumlah300.000

BankBRI
69Nama/No. HP ATM 4097662179972305

Tgl. Transfer 3 Juli 2011

JumlahRp 100.000

BankBRI
70Nama/No. HP ATM 409766219690572

Tgl. Transfer 3 Juli 2011

Jumlah200.000

BankBRI
71Nama/No. HP Budi Dharmawan

Tgl. Transfer 3 Juli 2011

JumlahRp 50.000

BankBRI
72Nama/No. HP ATM 4616994115672083

Tgl. Transfer 4 Juli 2011

JumlahRp 50.000

BankBRI
73Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 4 Juli 2011

JumlahRp 50.000

BankBRI
74Nama/No. HP Ibu Septarini Hryati

Tgl. Transfer 4 Juli 2011

Jumlah100.000

BankBRI
75Nama/No. HP ATM 5022820314272612

Tgl. Transfer 4 Juli 2011

Jumlah1.000.000

BankBRI
76Nama/No. HP Tonny H

Tgl. Transfer 5 Juli 2011

Jumlah2.000.000

BankBRI
77Nama/No. HP 14260512111

Tgl. Transfer 5 Juli 2011

Jumlah200.000

BankBRI
78Nama/No. HP Kuntjoro Wahyu Djati

Tgl. Transfer 6 Juli 2011

JumlahRp 1.000.000

BankBRI
79Nama/No. HP Evi Porong

Tgl. Transfer 6 Juli 2011

Jumlah200.000

BankBRI
80Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 6 Juli 2011

JumlahRp 500.000

BankBRI
81Nama/No. HP ATM 4893858100116725

Tgl. Transfer 6 Juli 2011

JumlahRp 1.000.000

BankBRI
82Nama/No. HP ATM 5577911410164453

Tgl. Transfer 7 Juli 2011

Jumlah200.000

BankBRI
83Nama/No. HP Vincen

Tgl. Transfer 7 Juli 2011

Jumlah300.000

BankBRI
84Nama/No. HP David Tarigan

Tgl. Transfer 7 Juli 2011

JumlahRp 500.000

BankBRI
85Nama/No. HP ATM 86080000

Tgl. Transfer 7 Juli 2011

Jumlah5.000.000

BankBRI
86Nama/No. HP NN Semarang

Tgl. Transfer 8 Juli 2011

Jumlah200.000

BankBRI
87Nama/No. HP Selly Lusiana

Tgl. Transfer 9 Juli 2011

Jumlah20.000

BankBRA
88Nama/No. HP Monika Sarawati

Tgl. Transfer 10 Juli 2011

JumlahRp 150.000

BankBRI
89Nama/No. HP ATM 5577911410809495

Tgl. Transfer 11 Juli 2011

Jumlah100.000

BankBRI
90Nama/No. HP Ilona Kopong

Tgl. Transfer 11 Juli 2011

Jumlah250.000

BankBRI
91Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 12 Juli 2011

Jumlah3.000.000

BankBRI
92Nama/No. HP Antonius Sihombing

Tgl. Transfer 12 Juli 2011

Jumlah500.000

BankBRI
93Nama/No. HP ATM 6220112030220033

Tgl. Transfer 13 Juli 2011

Jumlah1.000.000

BankBRI
94Nama No. HP Henni Nurlina

Tgl. Transfer 13 Juli

Jumlah100.000

BankBRI
95Nama/No. HP ATM 6038441040019174

Tgl. Transfer 14 Juli 2011

Jumlah300.000

BankBRI
96Nama/No. HP ATM 6274862710008551

Tgl. Transfer 15 Juli 2011

Jumlah100.000

BankBRI
97Nama/No. HP ATM 5221840093249788

Tgl. Transfer 15 Juli 2011

Jumlah5.000.000

BankBRI
98Nama/No. HP ATM 5264222280620154

Tgl. Transfer 15 Juli 2011

Jumlah150.000

BankBRI
99Nama/No. HP ATM TRBCA 6580000

Tgl. Transfer 16 Juli 2011

Jumlah1.000.000

BankBRI
100Nama/No. HP Laurensius Non

Tgl. Transfer 16 Juli 2011

Jumlah200.000

BankBRI
101Nama/No. HP Rita Panin Bank

Tgl. Transfer 18 Juli 2011

Jumlah20.000.000

BankBRI
102Nama/No. HP ATM 627486270005096

Tgl. Transfer 18 Juli 2011

Jumlah1.000.000

BankBRI
103Nama/No. HP Bpk. Simon Gomeri S.

Tgl. Transfer 18 Juli 2011

Jumlah500.000

BankBRI
104Nama/No. HP ATM 5264220600577377

Tgl. Transfer 19 Juli 2011

Jumlah1.000.000

BankBRI
106Nama/No. HP Sabarita Ginting

Tgl. Transfer 19 Juli 2011

Jumlah100.000

BankBRI
107Nama/No. HP ATM trbca 83667 0000

Tgl. Transfer 19 Juli 2011

Jumlah300.000

BankBRI
108Nama/No. HP Yohanes Leoputra

Tgl. Transfer 20 Juli 2011

Jumlah100.000

BankBRI
109Nama/No. HP Maria Martiningsih

Tgl. Transfer 20 Juli 2011

Jumlah100.000

BankBRI
110Nama/No. HP Firnando Sinaga

Tgl. Transfer 20 Juli 2011

Jumlah100.000

BankBRI
111Nama/No. HP NN dan Keluarga

Tgl. Transfer 21 Juli 2011

Jumlah2.100.000

BankBRI
112Nama/No. HP ATM 4616994101231084

Tgl. Transfer 21 Juli 2011

Jumlah500.000

BankBRI
113Nama/No. HP Ricky Kenny

Tgl. Transfer 22 Juli 2011

Jumlah1.000.000

BankBRI
114Nama/No. HP Bpk. Simon Sembiring.

Tgl. Transfer 22 Juli 2011

Jumlah300.000

BankBRI
115Nama/No. HP Sigit Wahyu

Tgl. Transfer 22 Juli 2011

Jumlah500.000

BankBRI
116Nama/No. HP Theresia Kurni.

Tgl. Transfer 23 Juli 2011

Jumlah50.000

BankBRI
117Nama/No. HP ATM 4616994110528454

Tgl. Transfer 24 Juli 2011

Jumlah500.000

BankBRI
118Nama/No. HP ATM 5264140007392461

Tgl. Transfer 25 Juli 2011

Jumlah25.000

BankBRI
119Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 26 Juli 2011

Jumlah1.000.000

BankBRI
120Nama/No. HP Raja Tiop Martin Sinaga

Tgl. Transfer 26 Juli 2011

Jumlah60.000

BankBRI
121Nama/No. HP 11200522111 SA CASH

Tgl. Transfer 26 Juli 2011

Jumlah1.000.000

BankBRI
122Nama/No. HP ATM 6392981088011287

Tgl. Transfer 26 Juli 2011

Jumlah250.000

BankBRI
123Nama/No. HP Agung Richardu

Tgl. Transfer 27 Juli 2011

Jumlah100.000

BankBRI
124Nama/No. HP 12060512111 SA CASH

Tgl. Transfer 27 Juli 2011

Jumlah200.000

BankBRI
125Nama/No. HP Eko Sunadi

Tgl. Transfer 28 Juli 2011

Jumlah100.000

BankBRI
126Nama/No. HP Gertuda Tinin

Tgl. Transfer 29 Juli 2011

Jumlah200.000

BankBRI
127Nama/No. HP Goodman P. Purba

Tgl. Transfer 1 Agustus 2011

Jumlah3.000.000

BankBRI
128Nama/No. HP Theresia Tarigan

Tgl. Transfer 2 Agustus 2011

Jumlah300.000

BankBRI
129Nama/No. HP 06960522111 SA CASH

Tgl. Transfer 3 Agustus 2011

Jumlah1.000.000

BankBRI
130Nama/No. HP Fesco Extrada

Tgl. Transfer 4 Agustus 2011

Jumlah100.000

BankBRI
131Nama/No. HP ATM LTR BCA 0000

Tgl. Transfer 6 Agustus 2011

Jumlah200.000

BankBRI
132Nama/No. HP Sianni Yusidja

Tgl. Transfer 10 Agustus 2011 2011

Jumlah500.000

BankBRI
133Nama/No. HP 1206051 2111 SA CASH

Tgl. Transfer 10 Agustus 2011

Jumlah100.000

BankBRI
134Nama/No. HP Lewa Sr. Auxilia Siringo-ringo

Tgl. Transfer 11 Agustus 2011

Jumlah5.100.000

BankBRI
135Nama/No. HP Rita Panin Bank

Tgl. Transfer 11 Agustus 2011 2011

Jumlah20.000.000

BankBRI
136Nama/No. HP Maria Regina

Tgl. Transfer 12 Agustus 2011

Jumlah100.000

BankBRI
137Nama/No. HP ATM 4893955700215022

Tgl. Transfer 13 Agustus 2011

Jumlah250.000

BankBRI
138Nama/No. HP Agustinus Situ

Tgl. Transfer 13 Agustus 2011

Jumlah100.000

BankBRI
139Nama/No. HP Stphani Rosiv

Tgl. Transfer 15 Agustus 2011

Jumlah100.000

BankBRI
140Nama/No. HP Frieda Teresa

Tgl. Transfer 16 Agustus 2011

Jumlah2.000.000

BankBRI
141Nama/No. HP Lewat bapak C.F. Sijabat

Tgl. Transfer 16 Agustus 2011

Jumlah30.000.000

BankBRI
142Nama/No. HP ATM BCA 2020001

Tgl. Transfer 19 Agustus 2011

Jumlah200.000

BankBRI
143Nama/No. HP Bunga Rekening

Tgl. Transfer 20 Agustus 2011

Jumlah234.776

BankBRI
144Nama/No. HP Donasi lewat pak C.F. Sijabat

Tgl. Transfer 23 Agustus 2011

Jumlah40.000.000

BankBRI
145Nama/No. HP 0866051 SA Cash Den

Tgl. Transfer 25 Agustus 2011

Jumlah10.000.000

BankBRI
146Nama/No. HP Trifonia

Tgl. Transfer 26 Agustus 2011

Jumlah500.000

BankBRI
147Nama/No. HP Sarmida Lasmar

Tgl. Transfer 27 Agustus 2011

Jumlah40.000

BankBRI
148Nama/No. HP J. Sihaloho

Tgl. Transfer 28 Agustus 2011

Jumlah100.000

BankBRI
149Nama/No. HP ATM 5264222451441224

Tgl. Transfer 1 September 2011

Jumlah100.000

BankBRI
150Nama/No. HP ATM TRBCA B9503 0002

Tgl. Transfer 5 September 2011

Jumlah250.000

BankBRI
151Nama/No. HP Herry Datu

Tgl. Transfer 6 September 2011

Jumlah1.000.000

BankBRI
152Nama/No. HP Dewi Suriani

Tgl. Transfer 8 September 2011

Jumlah500.000

BankBRI
153Nama/No. HP ATM4097662165152052

Tgl. Transfer 12 September 2011

Jumlah1.000.000

BankBRI
154Nama/No. HP Vincensius BR

Tgl. Transfer 13 September 2011

Jumlah300.000

BankBRI
155Nama/No. HP Frieda Teresa

Tgl. Transfer 18 September 2011

Jumlah1.000.000

BankBRI
156Nama/No. HP 46400512111SA Cash Dep

Tgl. Transfer 19 September 2011

Jumlah200.000

BankBRI
157Nama/No. HP Gunawan Yusuf

Tgl. Transfer 19 September 2011

Jumlah250.000.000

BankBRI
158Nama/No. HP BUNGA REKENING

Tgl. Transfer 20 September 2011

Jumlah297.117

BankBRI
159Nama/No. HP 13290092111 Sa Cash Dep

Tgl. Transfer 21 September 2011

Jumlah500.000

BankBRI
160Nama/No. HP Swadin Sinaga

Tgl. Transfer 21 September 2011

Jumlah200.000

BankBRI
161Nama/No. HP ATM 622011203220033

Tgl. Transfer 22 September 2011

Jumlah500.000

BankBRI
162Nama/No. HP Agustinus Samu

Tgl. Transfer 24 September 2011

Jumlah100.000

BankBRI
163Nama/No. HP Tumpal Leonard

Tgl. Transfer 27 September 2011

Jumlah200.000

BankBRI
164Nama/No. HP Trifonia

Tgl. Transfer 29 September 2011

Jumlah500.000

BankBRI
165Nama/No. HP Sintawati

Tgl. Transfer 30 September 2011

Jumlah3.000.000

BankBRI
166Nama/No. HP Paskarinda

Tgl. Transfer 7 Oktober 2011

Jumlah20.000

BankBRI
167Nama/No. HP ATM 5264228080231472

Tgl. Transfer 10 Oktober 2011

Jumlah1.000.000

BankBRI
168Nama/No. HP Ibu Diana Ginting

Tgl. Transfer 10 Oktober 2011

Jumlah5.000.000

BankBRI
169Nama/No. HP Via Suster Auxilia OSF

Tgl. Transfer 12 Oktober 2011

Jumlah3.000.000

BankBRI
170Nama/No. HP Jackson Arnald

Tgl. Transfer 18 Oktober 2011

Jumlah250.000

BankBRI
171Nama/No. HP ATM 4616994600255543

Tgl. Transfer 25 Oktober 2011

Jumlah3.000.000

BankBRI
172Nama/No. HP Trifonia

Tgl. Transfer 31 Oktober 2011

Jumlah200.000

BankBRI
173Nama/No. HP ATM 5264222451441224

Tgl. Transfer 11 Nopember 2011

Jumlah100.000

BankBRI
174Nama/No. HP Sondang Norver

Tgl. Transfer 23 Nopember 2011

Jumlah500.000

BankBRI
175Nama/No. HP Aloysius Lambo

Tgl. Transfer 25 Nopember 2011

Jumlah300.000

BankBRI
176Nama/No. HP ATM 4097662194700293

Tgl. Transfer 28 Nopember 2011

Jumlah500.000

BankBRI
177Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 6 Desember 2011

Jumlah5.000.000

BankBRI
178Nama/No. HP Trifonia BCA

Tgl. Transfer 6 Desember 2011

Jumlah150.000

BankBRI
179Nama/No. HP Via ibu Merry

Tgl. Transfer 19 Desember 2011

Jumlah50.000.000

BankBRI
180Nama/No. HP Lindawati Yani

Tgl. Transfer 21 Desember 2011

Jumlah500.000

BankBRI
181Nama/No. HP ATM 4616994121932505

Tgl. Transfer 6 Desember 2011

Jumlah100.000

BankBRI
182Nama/No. HP Handoko

Tgl. Transfer 27 Desember 2011

Jumlah25.000.000

BankBRI
183Nama/No. HP SA Cash Dep

Tgl. Transfer 2 Januari 2012

Jumlah500.000

BankBRI
184Nama/No. HP K. Sipangkar

Tgl. Transfer 3 Januari 2012

Jumlah300.000

BankBRI
185Nama/No. HP Trifonia

Tgl. Transfer 4 Januari 2012

Jumlah100.000

BankBRI
185Nama/No. HP John Manimbul

Tgl. Transfer 5 Januari 2012

Jumlah1.000.000

BankBRI
186Nama/No. HP ATM 5364222451441224

Tgl. Transfer 8 Januari 2012

Jumlah100.000

BankBRI
187Nama/No. HP SA Cash

Tgl. Transfer 16 Januari 2012

Jumlah500.000

BankBRI
188Nama/No. HP Irmina Sembiring

Tgl. Transfer 18 Januari 2012

Jumlah1.00.000

BankBRI
189Nama/No. HP Trifonia

Tgl. Transfer 30 Januari 2012

Jumlah125.000

BankBRI
190Nama/No. HP PGDP Paroki MKK

Tgl. Transfer 6 Februari 2012

Jumlah15.000.000

BankBRI
191Nama/No. HP Imelda

Tgl. Transfer 21 Februari 2012

Jumlah10.000.000

BankBRI
192Nama/No. HP Idris Ginting

Tgl. Transfer 6 Maret 2012

Jumlah2.000.000

BankBRI
193Nama/No. HP NN SA Cash

Tgl. Transfer 7 Maret 2012

Jumlah15.000.000

BankBRI
194Nama/No. HP Trifonia BCA

Tgl. Transfer 9 April 2012

Jumlah2.000.000

BankBRI
195Nama/No. HP Brayen Markos Purba

Tgl. Transfer 9 April 2012

Jumlah1.000.000

BankBRI
196Nama/No. HP Reni Sihombing

Tgl. Transfer 1 9 April 2012

Jumlah1.500.000

BankBRI
197Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 4 Mei 2012

Jumlah500.000

BankBRI
198Nama/No. HP Imelda F.K

Tgl. Transfer 29 Mei 2012

Jumlah8.000.000

BankBRI









Hormat Kami:


Pastor Antonius Manik O.Carm










 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)