Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

RENUNGAN HARIAN : SABTU 19 JANUARI 2013

RENUNGAN HARIAN : SABTU 19 JANUARI 2013 
(Yakobus Sales & Wilhelmus Saultemouche, Melkhior Grodec & Stefanus Pongracz, Ignasius de zevedo, Yakobus Bonnaud) 
Ibr. 4:12-16; Mzm. 19:8-9,10,15; Mrk. 2:13-17 

BACAAN INJIL:
Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka. Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." 

RENUNGAN: 
Mungkin kita masih ingat perdebatan dan sakit hati dari beberapa pengacara karena ‘nyanyian’ dari wakil menteri HUM yang mengatakan bahwa pengacara yang membela koruptor, dia juga seorang keruptor. Pengandaiannya adalah bahwa para pengacara itu dibayar oleh para koruptor dari hasil korupsi mereka, sehingga pengacara ikut makan uang koruptor. Pernyataan ini membuat para pengacara tersinggung dan marah, bahkan sampai mau menuntut si wakil menteri. 

Ada juga berita yang mengatakan bahwa ketika seseorang terdakwa sebagai koruptor, dia ditinggalkan oleh orang-orang yang dulu dekat dengan dirinya, alasan yang sering diungkapkan adalah supaya tidak dicap ikut korupsi bersama dengan si koruptor. 

Memang inilah pemikiran manusia pada umumnya. Makanya berdasarkan pola pikir yang demikian, wajar bila orang-orang Farisi heran ketika melihat Yesus makan bersama Levi pemungut cukai di rumahnya dan bersama para pemungut cukai lainnya. Oleh karena itulah orang-orang Farisi protes kepada murid-murid Yesus dengan bertanya “Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Orang Farisi berkata demikian, karena mereka justru menghindarkan orang-orang yang dianggap berdosa, supaya mereka tidak jadi ikut berdosa. Itu berarti orang-orang Farisi menganggap diri mereka benar dan tidak berdosa. Inilah yang menjadi persoalannya. 

Sepertinya Yesus mendengar pertanyaan orang Farisi yang mereka ajukan kepada para murid-Nya. Oleh sebab itu Yesus menjawab "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." Dengan pernyataan ini Yesus mengatakan bahwa Dia mengasihi semua orang, berharap agar semua orang masuk surga, untuk itulah Yesus mengasihi juga para pemungut cukai agar mereka bertobat dan akhirnya juga menikmati kebahagiaan surga. Syukurlah bahwa pikiran Yesus tidak seperti yang dipikirkan manusia. 

Kalau sekiranya Yesus juga seperti kita berpikir tidak bergaul dengan orang berdosa agar tidak ikut berdosa, tentu tidak ada satupun diantara kita yang layak bertemu dan bergaul dengan Yesus, sebab tidak ada seorangpun diantara kita yang tidak pernah melakukan dosa. Yesus mengasihi kita walaupun kita berdosa, bahkan Yesus rindu agar kita bertobat dan berbalik kepada-Nya. Dengan demikian, betapapun besar dosa kita, Yesus tetap mengasihi kita, Dia tetap mau menemui dan melimpahkan rahmat-Nya. Namun dengan menyadari kasih Yesus yang demikian, kiranya menyadarkan kita untuk mau bertobat, berbalik kepada Dia. 

Selain itu, patut kita ingat bahwa tidak ada satu orangpun yang terlepas dari dosa. Semua kita pasti mempunyai dosa. Dari sebab itu, semua kita membutuhkan Tuhan. Janganlah kita merasa bahwa kita tidak berdosa sehingga tidak membutuhkan Tuhan dalam hidup kita. Selain itu, janganlah kita merasa diri benar, tidak berdosa sehingga kita seperti orang-orang Farisi dengan mudah dan dengan gampang menilai dan menghakimi orang lain jahat dan menyingkirkannya. Justru menjadi tanggungjawab kita agar orang lain bertobat dan berbalik kepada Tuhan. Sudah menjadi tugas kita agar mengasihi orang-orang yang dianggap berdosa, supaya mereka merasakan kasih Tuhan lewat perbuatan kasih kita, sehingga akhirnya mereka mau kembali kepada Tuhan. Amin.

RENUNGAN HARIAN : JUMAT 18 JANUARI 2013 (Margareta dr Hongaria)

RENUNGAN HARIAN : JUMAT 18 JANUARI 2013 
(Margareta dr Hongaria) 
Pembukaan Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani 
Ibr. 4:1-5,11; Mzm. 78:3,4bc,6c-7,8; Mrk. 2:1-12 

BACAAN INJIL: 
Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" ?berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu?: "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."

RENUNGAN: 
Iman harus berbuah dalam perbuatan nyata kepada sesama. Iman juga harus kreatif dalam berusaha berbuat kebaikan kepada sesama. Inilah kiranya yang bisa kira renungkan dalam injil hari ini dan ini pula yang diajarkan kepada kita. 

 Dalam injil dengan jelas kita mengetahui bagaimana orang-orang membawa orang sakit menghadap Yesus untuk disembuhkan. Memang kita tidak tahu apakah mereka itu keluarga si sakit atau tidak. Namun yang jelas kita ketahui bagaimana usaha dan perjuangan mereka untuk membawa orang sakit itu kepada Yesus. Tujuan mereka adalah tentu agar orang sakit itu disembuhkan oleh Yesus. Ketika mereka mau membawa orang sakit itu kepada Yesus, mereka mendapat hambatan yakni mereka terhalang membawa orang sakit itu kepada Yesus karena banyaknya orang yang berkumpul mengerumuni Yesus. Orang yang mengerumuni Yesus nampaknya tidak peduli dengan orang sakit itu, tidak memberi jalan masuk bagi mereka. Sungguh adalah wajar kalau sekiranya memberi jalan bagi orang-orang itu agar sisakit yang mereka bawa bisa menghadap Yesus, namun ternyata itu tidak mereka lakukan. Namun orang-orang itu tidak kehilangan akal, mereka berpikir dan berusaha keras bagaimana membawa orang sakit itu kepada Yesus supaya disembuhkan. Mereka akhinrya berhasil dan orang sakit itupun disembuhkan oleh Yesus. 

Sungguh kita harus belajar dari orang-orang yang membawa orang sakit itu. Mereka itu merupakan gambaran orang yang beriman. Iman mereka berbuah dalam kebaikan dan usaha keras untuk berbuat baik kepada sesama, membawa orang sakit itu kepada Yesus. Berbeda dengan orang-orang yang berkerumun saat itu mendengarkan Yesus, mereka tidak peduli dan tidak memberi jalan masuk bagi orang sakit itu agar bisa bertemu dengan Yesus. 

Orang-orang yang membawa orang sakit itu, itulah gambaran hidup orang beriman. Sebagai orang beriman, iman kita juga harus berbuah dalam perbuatan baik bagi sesama. Berbuat baik kepada sesama tidak cukup hanya berbelas kasih, tidak cukup hanya dengan sikap prihatin, tetapi berusaha berbuat baik kepada sesama. Perbuatan baik yang dilandasi iman dan kasih kepada sesama, tidak mudah putus asa bila menghadapi tantangan, tetapi tetap berusaha keras mencari cara untuk berbuat baik kepada sesama. Perbuatan baik tentu bukan hanya dalam bentuk pemberian, tetapi bisa dengan usaha membawa sesama ke Yesus, supaya mereka juga merasakan kasih Tuhan Yesus. Juga baiklah kita tidak seperti orang yang berkerumun, tidak peduli dengan sesama yang menderita. Mungkin betapa banyak juga orang begitu rajin dalam kegiatan rohani, tetapi tetap tidak peduli dengan sesama yang menderita. Iman harus berbuah dalam kepedulian dan perbuatan baik kepada sesama. Amin.

RENUNGAN HARIAN : KAMIS 17 JANUARI 2013

RENUNGAN HARIAN : KAMIS 17 JANUARI 2013 
(Peringatan Wajib St. Antonius,) 
Ibr. 3:7-14; Mzm. 95:6-7,8-9,10-11; Mrk. 1:40-45 atau Mat. 19:16-26 

BACAAN INJIL: 
Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?" Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin." 

RENUNGAN: 
"Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 

Pertanyaan yang kita dengar dalam injil hari ini bisa kita mengerti tidak hanya menyangkut kehidupan kekal setelah kematian, namun bisa kita mengerti dalam arti kebahagiaan pada masa hidup. Pemuda yang kaya raya itu sepertinya masih tetap merasa hidupnya kurang bahagia walaupun dia sudah berusahan hidup baik dengan mentaati peraturan sehingga tidak menyakiti orang lain. 

Di lain sisi, dia kaya raya tetapi merasa hidup bahagia. Oleh sebab itu dia datang kepada Yesus dan bertanya bagaimana dia bisa beroleh kebahagiaan hidup. Dari dialog dalam injil ini tampak bahwa pemuda kaya itu memang hidupnya baik, taat pada aturan, tetapi ternyata dia begitu pelit dengan hartanya. Yesus meminta pemuda itu menjual semua hartanya dan membagikannya kepada orang miskin lalu mengikuti Dia. 

Pemuda itu hidup saleh, tetapi sayang dia hanya sekedar mengikuti aturan agama, tidak menghayati ajaran utama yakni perbuatan cinta kasih kepada sesama. Pemuda itu melekat pada hartanya, bukan pada Tuhan sehingga dia begitu sulit berbagi harta dengan sesama. Setiap orang pasti merindukan hidup bahagia, dan setiap orang berusaha mengejarnya. 

Kebahagiaan yang sejati tidak bisa ditemukan dari harta kekayaan. Kebahagiaan sejati hanya ada pada Tuhan. Untuk itu dengan hidup melepaskan diri dari harta duniawi dan hanya melekatkan diri pada Tuhan, manusia akan beroleh kebahagiaan hidup yang sekarang dan hidup kekal. Orang yang tidak melekat pada harta, orang itupun akan rela berbagi sukacita dan kebahagiaan hidup. 

Betapa sering orang mengira bahwa hanya dengan taat pada peraturan, itu sudah cukup untuk beroleh hidup bahagia. Begitu banyak orang yang begitu kelihatan saleh tetapi mereka sangat pelit dengan hartanya, tidak rela berbagi dengan sesama. Betapa sering orang tidak menyakini bahwa dengan berbagi dengan sesama, dia akan beroleh kebahagiaan yang tidak ternilai. Bahkan dengan memberi atau berbagi dengan sesama, itu akan mendatangkan kebahagiaan bagi kita dan bagi orang lain. Berbagi dengan sesama, merupakan selah satu jaln beroleh hidup bahagia. Amin.

Berbagi Berita : Uskup agung minta cagub untuk bersikap satria dan sportif dalam pemilu

Uskup agung minta cagub untuk bersikap satria dan sportif dalam pemilu 

Uskup Agung Medan Mgr Anicetus Bongsu Sinaga OFMCap meminta agar Effendi MS Simbolon bersikap ksatria dan sportif dalam menghadapi pemilihan gubernur 7 Maret mendatang karena sikap ini untuk menghindari perpecahan di kalangan masyarakat Sumatera Utara. “Sudah tidak jamannya lagi kita bertingkah laku seperti nenek moyang kita dulu, sekali musuh tetap musuh. 

Harusnya kita bisa bersikap sportif dan mau mengakui kemenangan lawan-lawan kita,” ujar Mgr Sinaga saat menerima calon gubernur Effendi MS Simbolon di Keuskupan Agung Medan, Senin (14/01/2013). Lebih lanjut Mgr Sinaga mengatakan, meski sering didatangi calon kepala daerah, tapi secara tegas Gereja Katolik dilarang untuk ikut berpolitik, karena Gereja berada di atas kepentingan politik. 

“Setiap yang datang tentu akan kami sambut dengan tangan terbuka. Apalagi kalau yang datang memang memiliki tujuan untuk membawa kesejahteraan bagi masyarakat banyak”, imbuh Mgr Sinaga. Meski tidak diijinkan berpolitik, lanjut Mgr Sinaga, gereja tetap mendorong umatnya untuk menggunakan hak politiknya secara bebas tanpa paksaan dari Gereja dan sesuai dengan hati nurani. Menurut Mgr Sinaga, pihaknya mendorong calon untuk menjalin komunikasi dengan Forum Komunikasi Masyarakat Katolik (FMKI). 

“Kita sudah mendorong umat katolik untuk menggunakan hak politiknya dalam setiap pesta demokrasi. Untuk itu, berkomunikasilah dengan FMKI,” tambah uskup agung itu. Calon gubernur Effendi mengatakan, sebagai umat beragama ia meminta doa restu untuk bisa tetap sehat dan semangat sehingga bisa menjalankan tugas yang sangat berat dalam memenangkan hati masyarakat Sumatera Utara. “Ompung, cuma doa restu yang kami minta, supaya kami dilimpahi kedamaian dan semangat dalam menjalankan tugas berat memenangkan hati rakyat,” ujar Effendi. Menurut Effendi, pemilihan kepala daerah bukanlah pertempuran yang hanya mengenal menang tetapi tidak mengenal kalah. 

 “Untuk bersikap ksatria dan sportif, saya siap menjalankan apa yang ompung minta,” tegasnya. Effendi mengatakan, niatnya mengikuti pemilihan gubernur ini bukan untuk mencari kekayaan, tapi lebih kepada keinginan untuk membawa perubahan di Sumatera Utara. Effendi yang datang bersama pendiri FMKI Sonny Keraf mengatakan, secara pribadi ia siap memenuhi permintaan untuk bersikap ksatria dan sportif dalam pemilihan nanti. 

 Sonny Keraf, yang juga tokoh senior PDI-Perjuangan menambahkan, ada tiga hal yang menjadi tugas berat yang dibebankan ketua umum PDI-Perjuangan kepada Effendi MS Simbolon jika terpilih sebagai gubernur, yakni penyediaan energi, perbaikan infrastruktur dan menangani masalah lingkungan hidup di Sumatera Utara yang sudah semakin parah. 

 “Ketika Effendi diberikan tanggungjawab untuk maju sebagai gubernur, saya kaget. Tetapi saya yakin, pemberian tugas dan tanggung jawab itu dikarenakan ibu Mega yakin dengan kemampuan Effendi untuk mengatasi ketiga persoalan utama itu,” ujar Sonny. Sementara, Ketua FMKI Sumatera Utara Parlindungan Purba mengatakan, saat ini ada 1,3 juta umat Katolik yang tersebar di Sumatera Utara.

Sumber: kabarcepat.com
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Berbagi Berita : Wanita menang di pengadilan terkait pemakaian salib di tempat kerja

Wanita menang di pengadilan terkait pemakaian salib di tempat kerja 

Seorang karyawati British Airways (BA) telah mengalami diskriminasi di tempat kerja terkait imannya, demikian Pengadilan HAM Eropa (ECHR). Nadia Eweida membawa kasusnya ke ECHR setelah BA memintanya tidak boleh mengenakan salib emasnya di tempat kerja. Pengadilan mengatakan BA tidak adil terkait keyakinan agama Eweida dan kebijakan perusahaan ingin “menegakan citra perusahaan”. 

 Pengadilan menyatakan hak tiga orang lainnya tidak boleh dilanggar oleh majikan mereka. Tetapi, perusahaan telah melanggar hak Eweida berdasarkan Pasal 9 Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia. Empat orang Kristen itu telah membawa kasus mereka kepada pemerintah Inggris karena hak-hak mereka tidak dilindungi, tetapi para menteri berpendapat bahwa hak karyawan hanya dilindungi secara pribadi. Eweida, 60, seorang Kristen Koptik dari Twickenham di barat daya London, mengatakan kepada BBC bahwa ia “meloncat dengan sukacita” setelah putusan itu, seraya menambahkan itu “bukan sebuah perjalanan yang mudah”. 

BA mengatakan kebijakan seragamnya diubah tahun 2007 untuk memungkinkan Eweida dan yang orang lain “mengenakan simbol-simbol iman” dan dia serta karyawan lain telah bekerja di bawah pengaturan ini selama enam tahun terakhir. BA mengatakan Eweida tidak bekerja sejak tahun 2006 sedangkan banding internal terkait penolakannya untuk menanggalkan salib, tapi dia tetap seorang pegawai BA. Sebuah keputusan pengadilan ditegakkan oleh Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung di Inggris sebelum wanita itu membawa kasusnya ECHR. 

Perdana Menteri David Cameron mengatakan dia “senang” bahwa “prinsip mengenakan simbol-simbol agama di tempat kerja telah ditegakkan”, seraya menambahkan bahwa orang “tidak harus menderita diskriminasi karena keyakinan agama”. Analis berpendapat bahwa meski kemenangan Eweida menunjukkan bahwa orang Kristen dapat mengenakan salib di tempat kerja sebagai perwujudan iman mereka, keputusan pengadilan itu didasarkan pada keadaan khusus – termasuk fakta bahwa salib tidak akan terpengaruh citra publik British Airways’.

Sumber: Disadur dari: Woman wins landmark court battle to wear a cross at work
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

RENUNGAN HARIAN : RABU 16 JANUARI 2013

RENUNGAN HARIAN : RABU 16 JANUARI 2013 
(Berardus) 
Ibr. 2:14-18; Mzm. 105:1-2,3-4,6-7,8-9; Mrk. 1:29-39 

BACAAN INJIL: 
Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia. Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau." Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang." Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan 

RENUNGAN: 
Kehadiran Tuhan membawa sukacita bagi semua orang. Sukacita itu diperuntukkan bagi semua orang. Allah menghendaki agar semua orang merasakan sukacita yang dari sorga. Yesus sungguh menyatakan kasih Tuhan yang sungguh besar dan selalu peduli akan hidup manusia. Oleh sebab itu, ketika mereka pergi ke rumah mertua Petrus dan diberitahukan kepada-Nya bahwa mertua Petrus sedang terbaring sakit, Yesus langsung menemui dan menyembuhkannya. Demikian juga halnya ketika orang membawa orang-orang sakit dan kerasukan ke hadapan Yesus, Yesus melayani dan menyembuhkan mereka semua. Yesus menyatakan kasih-Nya kepada manusia dan juga mewartakan Kerajaan Allah lewat pelayanan kasih dan perbuatan mukjizat. 

Namun perlu diingat bahwa tujuan utama pelayanan Yesus adalah mewartakan Kerajaan Allah, mengajak orang untuk bertobat. Pelayanan yang penuh kasih dan mukjizat yang diperbuat oleh Yesus menjadi bentuk dalam pewartaan itu. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa mukjizat bukan menjadi hal yang utama dalam karya pelayanan Yesus. Dalam hal ini, Yesus tidak menghendaki orang banyak mengikuti Dia atau mencari Dia hanya karena menghendaki mukjizat tetapi karena sungguh percaya kepada-Nya adalah Mesias dan bertobat. Dalam tugas pelayanan yang sangat berat dan padat itu, Yesus tetap menyempatkan diri untuk berdoa kepada Allah Bapa. Yesus berdoa bisa dikatakan untuk senantiasa setia pada tugas perutusan-Nya juga tentu pasti mendoakan para pengikut-Nya. Yesus tidak mau terlena dengan banyaknya orang yang mencari Dia, tetapi hanya karena mengharapkan mukjizat. Yesus juga tidak mau berpuas diri melayani di satu tempat. 

Oleh sebab itu, Yesus mengajak para murid pergi ke tempat lain, karena warta keselamatan ditujukan kepada semua orang, bukan kepada orang-orang tertentu. Yesus sungguh menyatakan kasih Tuhan bagi kita. Yesus tidak pernah lelah dalam mewartakan kasih-Nya dan pasti akan melayani orang-orang yang mencari dan memohonkan pertolongan kepada-Nya. Iman dan kepercayaan kita kepada-Nya tidak pernah akan sia-sia dan juga tidak akan pernah ditolak-Nya. Dari sebab itu, baiklah kita selalu setia percaya dan mengikuti Dia. Namun kita percaya, mengikuti Dia, bukan karena mengharapkan mukjizat tetapi karena percaya bahwa Dia adalah Tuhan yang mahakuasa dan kasih. Dia adalah Tuhan yang pasti senantiasa mencurahkan rahmat dan berkat-Nya bagi orang yang percaya. Iman akan Yesus yang mahakuasa dan mahakasih hendaklah kita wartakan kepada semua orang. 

Warta keselamatan harus diwartakan kepada semua orang di manapun berada. Menjadi tugas kita mewartakan kerajaan Allah. Dalam menjalankan tugas pewartaan itu, baiklah kita menjalankannya dengan melakukan perbuatan kasih kepada sesama. Sehingga perbuatan baik dan perbuatan kasih yang kita lakukan sungguh buah dari iman dan berkat itu semua orang bertobat dan percaya kepada Tuhan. Namun baiklah kita tetap wasapada, jangan kita menjadi terlena dalam pelayanan yang menjadikan kita jatuh pada rasa puas karena banyak orang yang memuji dan mencari kita. Oleh sebab itu, baiklah kita senantiasa dalam kesibukan pelayanan, tetapi menyediakan diri untuk berdoa. Doa kita, untuk menguatkan kita dalam karya pelayanan, dalam karya pewartaan dan juga sekaligus untuk mengingatkan kita bahwa tugas kita hanyalah untuk mewartakan Kerajaan Allah, sehingga kita tidak jatuh pada kepuasan diri. Amin.

RENUNGAN HARIAN : SELASA 15 JANUARI 2013

RENUNGAN HARIAN : SELASA 15 JANUARI 2013 
(Arnoldus Janssen, Aloysius Variara, Maurus & Plasidus) 
Ibr. 2:5-12; Mzm. 8:2a,5,6-7,8-9; Mrk. 1:21b-28. 

BACAAN INJIL: 
Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya." Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea. 

RENUNGAN: 
Memang sungguh mengherankan bahwa ternyata di rumah ibadat ada juga orang yang kerasukan roh jahat, bahkan orang itu berteriak dan mengenal Yesus. Padahal menurut pandangan kita bahwa rumah ibadat adalah tempat yang dikuduskan, yang dianggap suci sehingga pastilah roh jahat tidak sanggup masuk ke rumah ibadat. Lebih mengherankan lagi bahwa roh jahat itu mengenal siapa Yesus. Dalam kebingungan ini, kita lebih ditakjubkan lagi bahwa kehadiran Yesus membuat roh jahat itu gelisah, ketakutan. Sebab semula orang yang kerasukan itu pasti merasa nyaman, baru gelisah dan ketakutan ketika Yesus hadir di rumah ibadat itu. 

Yesus memang Tuhan yang Mahakuasa, Dia berkuasa sehingga hanya dengan berkata "Diam, keluarlah dari padanya!" roh jahat itupun keluar dari orang itu. Yesus sungguh tidak pernah kompromi dengan roh jahat. Lewat bacaan hari ini, kita harus waspada bahwa roh jahat seringkali menyamar dalam bentuk kebaikan, bahkan dalam bentuk suatu perbuatan atau perkataan yang seakan beriman. Juga seringkali tanpa sadar kita atau orang lain yang aktif dalam kehidupan menggereja tanpa sadar bahwa diri kita sudah dirasuki oleh roh jahat. Oleh sebab itu, kita harus selalu waspada, jangan sampai roh jahat menipu kita. Roh jahat pasti selalu berbuah penderitaan bagi diri kita dan sesama. 

Sebagaimana dalam injil hari ini, roh jahat yang merasuki orang itu pasti hidupnya menderita dan roh jahat itu ingin tetapi berdiam dalam diri orang itu. Dengan demikian, bila perbuatan dan perkataan kita mendatangkan penderitaan bagi diri kita dan bagi sesama, itu berarti roh jahat telah merasuki dalam diri kita dan mengelabui mata kita. Oleh sebab itu, baiklah kita senantiasa tinggal dalam Yesus dan Yesus dalam diri kita. Bila Yesus dalam diri kita dan kita hidup dalam Yesus, roh jahat tidak bisa mengelabui mata kita dan kitapun tidak diperdaya oleh Yesus. Maka mari kita mohon kepada Yesus, supaya Yesus mengusir roh jahat yang mengelabui mata kita. Amin.

RENUNGAN HARIAN : SENIN 14 JANUARI 2013 (Petrus Donders, Odorico da Pordenone)

RENUNGAN HARIAN : SENIN 14 JANUARI 2013 
(Petrus Donders, Odorico da Pordenone) 
Ibr. 1:1-6; Mzm. 97:1,2b,6,7c,9; Mrk. 1:14-20 

BACAAN INJIL: 
Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia. 

RENUNGAN: 
"Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." 

Inilah kalimat yang disampaikan Yesus kepada para rasul sewaktu memanggil mereka. Suatu hal yang aneh, mereka langsung mau mengikuti ajakan Yesus, padahal mereka belum begitu mengenal siapa Yesus dan juga belum mengerti dengan pasti apa maksud ajakan Yesus dan apa maksudnya menjadi penjala manusia. 

Mungkin karena mereka bekerja sebagai penjala ikan, sehingga ketika Yesus mengatakan bahwa mereka akan dijadikan menjadi penjala manusia, mereka langsung ikut karena menganggap pekerjaan yang sama yakni menjala. Namun tentu jelas mereka juga belum mengerti apa yang dimaksud dengan menjala manusia. Para murid pertama itu tidak hanya langsung mengikuti ajakan Yesus, malah mereka meninggalkan pekerjaan mereka juga ayah mereka yang sedang bekerja bersama mereka. Kita juga tidak tahu mengapa Yesus justru memilih mereka, bukan dari kalangan yang lebih baik status sosialnya. Itulah misteri panggilan Tuhan. Itu pulalah makana panggilan Tuhan. 

Tuhan memanggil kita semua untuk mengikuti Dia dan sebenarnya kalau sudah Tuhan memanggil kita mengikuti Dia, tidak ada yang bisa menolak. Setiap orang seharusnya mengikuti panggilan Yesus hanya banyak orang yang menolak panggilan itu. Yesus memanggil kita mengikuti Dia, dan menanggapi panggilan Yesus tidak harus meninggalkan pekerjaan dan keluarga kita. Kita boleh melaksanakan panggilan mengikuti Yesus dalam hidup dan pekerjaan setiap hari, bahkan itu harus kita lakukan. Hidup dan pekerjaan kita harus merupakan pelaksanaan panggilan Yesus, yakni menjala manusia. 

Menjala manusia yang dimaksud adalah menyerukan pertobatan bagi sesama kita. Kita mengajak sesama bertobat dengan menyadari bahwa waktunya telah genap, yakni dalam arti Kerajaan Allah telah hadir dalam hidup kita. Kerajaan Allah sudah dekat dalam arti bahwa Kerajaan Allah itu telah hadir, ada di dekat kita tetapi kita belum menyadari kehadirannya dan belum percaya kepadanya. Oleh sebab itu, kita mengajak orang untuk bertobat dan agar percaya kepada Injil. Sebab hanya dengan bertobat dan percaya kepada Injil, kita dapat menyadari kehadiran Allah dan Kerajaan-Nya dalam hidup. Inila jalan kita dalam menjala manusia. Kita menjala manusia, bukan supaya percaya kepada kita, bukan supaya menjadi pengikuti kita, tetapi supaya mereka percaya kepada Tuhan dan menjadi anggota Kerajaan Allah. Maka semoga tugas panggilan ini kita laksanakan dalam hidup kita sehari-hari. Amin.

RENUNGAN HARI MINGGU: 13 JANUARI 2013 (Pesta Pembaptisan Tuhan )

RENUNGAN HARI MINGGU: 13 JANUARI 2013 
(Pesta Pembaptisan Tuhan ) 
Yes. 40:1-5,9-11; Mzm. 104:1b-2,3-4,24-25,27-28,29-30; Tit. 2:11-14; 3:4-7; 
Luk. 3:15-16,21-22 

 BACAAN INJIL : Luk. 3:15-16,21-22 
“Ketika Yesus berdoa, setelah Ia dibaptis, terbukalah langit.” 

Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias, Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." 

 RENUNGAN: 

Hari merupakan akhir dari msa natal dalam kalendarium Gereja kita. Mulai besok kita memasuki masa biasa. Hari ini merupakan Pesta Pembaptisan Yesus. Mungkin kita masih ingat pengajaran yang pernah kita terima sehubungan dengan makna sakramen baptis, yakni merupakan tanda pertobatan dan penghapusan dosa. 

Bertolak dari pengertian ini, orang bisa berpikir bahwa Yesus juga berdosa karena Dia juga dibaptis. Atau karena Yesus juga berdosa makanya Dia membutuhkan pembaptisan Yohanes Pembaptis. Logika dan pernyataan ini adalah jelas tidak benar. Orang membutuhkan baptisan untuk penghapusan dosa, tetapi bukan demikian halnya Yesus ketika dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan. Yesus memberi diri dibaptis oleh Yohanes Pembaptis bukan karena Dia membutuhkan baptisan itu dan bukan pula karena Yesus juga berdosa. Yesus dibaptis adalah sebagai contoh teladan bagi kita semua bahwa semua orang membutuhkan pembaptisan, yang menyucikannya dari dosa, Yesus mau menunjukkan betapa pentingnya pembaptisan bagi manusia sebagai bentuk pertobatan. 

Selain itu, dengan dibaptis di Sungai Yordan, Yesus mau memasuki hidup manusia sesungguhnya, mau merasakan kehidupan manusia, keculai dalam hal dosa. Dengan pembaptisan itu, Yesus menyucikan air sehingga air menjadi pembaptisan yang membersihkan manusia dari dosa. Jadi air itu bukan membersihkan Yesus dari dosa, tetapi karena Yesus mau menerima baptisan itu, maka Yesus menyucikan air menjadi air baptis yang menyucikan setiap orang yang menerima baptisan. 

Namun yang lebih penting lagi kita renungkan dari pesta hari ini adalah peristiwa ketika Yesus menerima baptisan itu, dikatakan langit terbuka dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." Pembaptisan ini adalah pemakluman Allah Bapa bahwa Yesus adalah Anak-Nya yang dikasihi-Nya dan kepada-Nya Dia berkenan. Sehingga jelas bagi kita bahwa Yesus adalah bukan manusia seperti kita tetapi Dia adalah Putera Allah. 

Apa yang bisa kita renungkan pada pesta hari ini? Perayaan hari ini dan terutama lewat bacaan yang kita dengarkan hari ini, kepada kita dinyatakan bahwa Yesus adalah sungguh Putera Allah yang diutus oleh Allah dan tinggal bersama dengan kita manusia. Dia Tuhan Yang Agung, mulia dan kudus, namun tidak jauh dari kehidupan kita, bahkan Dia berkenan tinggal bersama dengan kita, merasakan semua yang kita rasakan, kecuali dalam hal dosa. Oleh sebab itu, kita patur bersyukur bahwa Tuhan ada bersama dengan kita, Tuhan merasakan apa yang kita rasakan. Semuanya ini adalah karena kasih Tuhan yang sungguh besar kepada kita. Inilah kegembiraan hidup kristiani dan kekuatan hidup kita, sebab kita mempunyai Tuhan yang hadir dalam kehidupan kita dan tentunya siap membantu kita dalam mengarungi kehidupan ini. Maka dari itu, baiklah kita percaya kepada Yesus adalah Tuhan kita. Iman kita kepada Dia, tidak akan pernah sia-sia. 

"Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." Kalimat ini dinyatakan oleh Allah ketika Yesus menerima baptisan Yohanes. Kita semua sudah menerima baptisan, bukan dari Yohanes Pembaptis tetapi dari Tuhan sendiri. Kita dibaptis dalam Roh Kudus dan dengan api. Baptisan yang kita terima telah menjadikan kita anak-anak Allah yang dikasihi-Nya. Kiranya kata-kata yang diperdengarkan kepada kita, juga ditujukan kepada kita ketika kita menerima baptisan dalam nama-Nya. Sehingga dengan menerima baptisan, kita nyataka dikasihi oleh Tuhan dan kita berkenan bagi Tuhan. Sungguh jelas bagi kita betapa berharganya baptisan yang sudah kita terima. 

Hanya persoalannya, “Apakah kita mengerti dan menghayati makna sakramen baptisan yang kita terima?” Kita harus kembali mengingat dan menyadari bahwa pembaptisan telah menjadikan kita sebagai anak-anak Allah, kita mempunyai identitas yang kudus. Dengan demikian, baiklah kita hidup berdasarkan identitas kita tersebut. Hidup sebagai anak-anak Allah, berarti hidup seturu kehendak Allah, melaksanakan perintah dan sabda Tuhan. Atau dengan kata lain, hari ini kita diingatkan agar hidup kita berkenan di hadapan Tuhan. Maka semoga kita hidup sebagai anak-anak Tuhan. Amin.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)