Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

RENUNGAN HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS MINGGU 3 Juni 2012

RENUNGAN HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS
MINGGU  3 Juni 2012 
Ul 4:32-34,39-40, Mzm 33:4-5,6,9,18-19,20,22, Rm 8:14-17, Mat 28:16-20

BACAAN INJIL: Mat 28:16-20 
“Baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak dan Roh Kudus.” 

Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." 

RENUNGAN: 
Allah Tritunggal Maha Kudus adalah misteri iman akan Allah dan misteri cinta kasih Allah. Iman Allah Tritunggal Maha Kudus ini seringkali menjadi bahan perdebatan dan menjadi alasan yang dipakai oleh non kristiani untuk megatakan bahwa Allah kita bukan Allah yang tunggal tetapi tiga Allah. 

Seringkali orang yang non kristiani mengatakan bahwa kita mempunyai tiga Allah. Mungkin karena tantangan itu pulalah orang berusaha mengerti Allah Tritunggal, mencoba menjelaskan dengan berbagai perumpamaan. Ada yang mencoba menjelaskan iman Tirtunggal Maha Kudus dengan perumpamaan matahari, cahayar dan panasnya, ada pula dengan menggunakan gambaran telur: kulit telur, kuning telur dan putih telurnya. Ada pula yang mencoba menjelaskan dengan menggunakan gambaran tentaung Dalihan Natolu dalam budaya Batak Toba. 

Namun semuanya itu tetap tidak bisa menjelaskan misteri Tri Tunggal Maha Kudus. Iman akan Allah Tritunggal Maha Kudus, tetapi menjadi suatu misteri iman bagi kita. Dalam iman Tritunggal Maha Kudus, kita mengakui bahwa Allah itu satu tetapi tiga pribadi, yakni Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus. Ketiga pribadi itu adalah satu dalam hakekat Allah, tidak bisa dipisahkan dan juga tidak punya tingkatan, namun bisa dibedakan dalam tugas dan peran masing-masing. Allah Tri Tunggal Maha Kudus adalah misteri cinta kasih Allah kepada manusia. Iman ini jelas bukan karangan Gereja, sudah ada dalam Alkitab. Sehingga iman Tritunggal Maha Kudus adalah refleksi iman Gereja berdasarkan kitab suci. 

Dalam renungan ini, kita tidak berteologi akan Tritunggal Maha Kudus, tapi kita mencoba merenungkan makna imanini kepada kita. Misteri Tritunggal Maha Kudus adalah misteri cinta kasih Allah yang sungguh luar besar pada kita. Ketiga pribadi dalam Allah Tritunggal satu dalam hakekat yakni Allah dan juga memiliki kesatuan yang sangat erat dalam kasih terutama kasih kepada manusia. Allah Bapa menciptakan manusia sungguh mengasihi Allah. Kasih Allah itu terungkap dalam penyertaan-Nya kepada manusia sejak dahulu kala. Musa dalam bacaan pertama mengingatkan bangsa Israel akan kasih Allah yang senantiasa menyertai mereka, khususnya ketika mereka keluar dari tanah Mesir. Musa menyerukan atau mengingatkan hal itu, karena bangsa Israel sudah melupakan kasih Allah yang besar, mereka tidak hidup seturut kehendak Allah. Sehingga Musa kembali mengingatkan agar mereka berpeganglah pada ketetapan dan perintah Allah. 

Karena kasih Allah Bapa pulalah makanya Allah Putera yakni Yesus diutus ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Allah menghendaki manusia yang sudah bergelimang dosa ikut menikmati kebahagiaan surga dengan kembali percaya pada-Nya. Untuk itu Allah Bapa mengutus Allah Putera, yakni Yesus Kristus. Kehendak dan cinta kasih Allah Bapa kepada manusia, itu pulalah yang ada dalam diri Allah Putera, sehingga Yesus juga mengasihi dan menghendaki manusia selamat. Karena besarnya kehendak dan kasih Allah kepada manusia, maka baik Allah Bapa rela mengorbankan Allah Putera demi menyelamatkan manusia. 

Sesudah Yesus bangkitadari mati dan naik ke surga, kasih Allah tetap tinggal bersama manusia bahkan bersatu dengan manusia. Untuk itu Allah Bapa dan Allah Putera mengutur Allah Roh Kudus. Roh Kudus itu dicurahkan dalam diri manusia untuk menghibur, menguatkan dan menolong manusia agar tetap merasakan kasih Allah, agar manusia dapat bertahan hidup dalam kehendak Tuhan. Lagi-lagi semuanya itu karena kasih Allah yang sungguh luar biasa besar kepada manusia. Secara singkat dapat kita pahami bahwa ketiga pribadi dalam Allah Tritunggal adalah satu dalam hakekat, satu dalam kehendak dan satu dalam kasih. Ketiganya tidak bisa dipisahkan, tetapi dapat dibedakan dalam peran. Namun walau dapat dibedakan dalam perat, tetapi dalam diri masing-masing pribadi, tetap ketiganya ada. Sehingga jelas kita ketahui bahwa misteri Allah Tritunggal adalah misteri cinta kasih Allah yang sungguh besar bagi manusia. Misteri cita kasih inilah yang kita rayakan dalam perayaan ini. 

Sungguh kita disegarkan kembali bahwa Allah sungguh mengasihi kita, oleh sebab itu Paulus dalam bacaan kedua mengatakan bahwa kita adalah anak-anak Allah. Kita sebagai anak-anak Allah diperkenankan menyebut Allah ‘Abba’ atau Bapa kita, hanya karena kasih Allah pada kita, yang telah memberikan diri-Nya ke dalam diri kita yakni dengan pencurahan Roh Kudus ke dalam hati kita. Roh itu telah kita terima saat kita dibaptis. Ketia kita dibaptis, kita dibaptis dalam Nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. 

Dengan baptisan itu, kita telah dipersatukan dalam kesatuan kasih Allah Tritunggal yang menyelamatkan kita. Sehingga dengan menerima baptisan itu, kita telah dipersatukan dalam kesatuan yang sangat erat dalam Allah Tritunggal. Namun harus tetap kita ingat bahwa dengan persatuan itu, maka hendaknya kita membina kesatuan kita dengan kehendak Allah, yakni dengan berusaha hidup seturu kehendak Allah, seperti Yesus yang taat pada kehendak Allah. Kia juga hendaknya membina kesatuan cinta dengan Allah dengan berusaha hidup membina kesatuan cinta kasih dengan sesama kita. 

Kesatuan dalam kehendak Allah dan kesatuan dalam kasih Allah Tritunggal, itu sangat penting bagi hidup manusia, karena dengan demikian orang akan menyadari keberadaannya yang sungguh dikasihi oleh Allah. Dengan kesatuan itu orang akan merasakan misteri kasih Allah. 

Oleh sebab itu, baiklah kita juga berusaha membina kesatuan kehendak dengan Allah dengan berusaha melaksanakan kehendak Allah. Kita juga hendaknya berusaha membina kesatuan cinta kasih dengan Allah dengan berusaha hidup dalam kasih kepada Allah dan kepada sesama. Hidup yang senantiasa membina kesatuan kasih dengan sesama, akan semakin mampu merasakah betapa besar kasih Allah pada hidupnya dan dengan hidup demikian, dia membagikan kasih Allah kepada sesama. Amin.

BACAAN HARI MINGGU : HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS 3 Juni 2012

BACAAN HARI MINGGU : HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS 
3 Juni 2012 
Ul 4:32-34,39-40, Mzm 33:4-5,6,9,18-19,20,22, Rm 8:14-17, Mat 28:16-20 

BACAAN I: Ul 4:32-34,39-40, 
 “Hanya Tuhanlah Allah di langit dan di bumi, tidak ada yang lain!” 

Dalam perjalanan di padang gurun, musa berkata kepada Bangsa Israel, “Cobalah tanyakan, dari ujung langit ke ujung langit, tentang zaman dahulu, yang ada sebelum engkau, sejak waktu Allah menciptakan manusia di atas bumi, apakah ada pernah terjadi sesuatu hal yang demikian besar atau apakah ada pernah terdengar sesuatu seperti itu. Pernahkah suatu bangsa mendengar suara ilahi, yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti yang kaudengar dan tetap hidup? Atau pernahkah suatu allah mencoba datang untuk mengambil baginya suatu bangsa dari tengah-tengah bangsa yang lain, dengan cobaan-cobaan, tanda-tanda serta mujizat-mujizat dan peperangan, dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan dengan kedahsyatan-kedahsy yang besar, seperti yang dilakukan TUHAN, Allahmu, bagimu di Mesir, di depan matamu? Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain. Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya." 

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm 33:4-5,6,9,18-19,20,22, 
Ulangan: Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku. 

Ayat: 
1. Firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya. 

2. Oleh Firman Tuhan, langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya diciptakan segala tentara-Nya. Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada. 

3. Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang bertakwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya. Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut, dan memelihata hidup mereka pada masa kelaparan. 

4. Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita. Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu. 

 BACAAN II: Rm 8:14-17, 
“Kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah, oleh Roh itu kita berseru, “Abba, ya Bapa!”

 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. 

BACAAN INJIL: Mat 28:16-20 
“Baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak dan Roh Kudus.” 

Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

BEBERAPA FOTO KEGIATAN PEMBANGUNAN GEREJA SANTO PETRUS STASI RANTE BESI-PAROKI MARIA GUNUNG KARMEL TIGALINGGA

BEBERAPA FOTO KEGIATAN PEMBANGUNAN GEREJA SANTO PETRUS 
STASI RANTE BESI-PAROKI MARIA GUNUNG KARMEL TIGALINGGA 

Pembangunan ini sudah dipersiapkan sejak tahun 2005 dengan membentuk panitia pembangunan dan pembuatan proposal. Namun pembangunan baru bisa dimulai pada Oktober 2011 lalu, karena kekurangan dana. Pembangunan ini dapat dilangsungkan bukan karena dana sudah cukup tetapi karena kerinduan hati umat untuk memiliki Gedung Gereja yang lebih layak dan juga hanya karena iman dan semua umat bersedia bergotong royong selama pembangunan ini.











































RENUNGAN HARIAN: MASA BIASA PEKAN VIII SABTU 2 Juni 2012

RENUNGAN HARIAN: MASA BIASA PEKAN VIII
SABTU 2 Juni 2012
(Marselinus & Petrus, Yohanes Baptista Skalabrini, Feliks dr Nikosia) 
Yud 17,20b-25,Mzm 63:2,3-4,5-6, Mrk 11:27-33 

BACAAN INJIL: 

Lalu Yesus dan murid-murid-Nya tiba pula di Yerusalem. Ketika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua, dan bertanya kepada-Nya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?" Jawab Yesus kepada mereka: "Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu. Berikanlah Aku jawabnya, maka Aku akan mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Baptisan Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia? Berikanlah Aku jawabnya!" Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? Tetapi, masakan kita katakan: Dari manusia!" Sebab mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul seorang nabi. Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Maka kata Yesus kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu." 

RENUNGAN: 

Akhir-akhir ini toleransi beragama di negara kita ini sungguh memprihatinkan. Bahkan karena begitu memprihatinkan, kebebasan beragama di negara kita ini (Indonesia) mendapat perhatian serius dalam sidang Universal Periodic Review (UPR) Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, pekan lalu, yang diikuti oleh 74 negara termasuk Indonesia tersebut, sebanyak 25 negara mencecar Indonesia dengan berbagai pertanyaan seputar permasalahan kebebasan beragama yang ada di Indonesia. 

Buramnya kebebasan beragama di Indonesia ini dilakukan oleh kelompok tertentu yang mengatasnamakan agama tertentu. Memang mereka itu mungkin hanya sebagian kecil dari kelompok agama itu, tetapi mereka bagian dari kelompok agama itu dan mengatasnamakan kelompok agama itu sendiri. Kelompok itu justru bagian dari kelompok agama yang jumlahnya lebih banyak di negera kita ini. Kelompok ini merasa bahwa hanya kelompok merekalah yang benar, yang boleh ada di negara ini sedangkan yang lain harus ditiadakan. Oleh sebab itu, ketika mereka melihat ada kelompok agama lain mulai muncul, mulai berkembang, mereka merasa terancam dan mereka mulai melakukan aksi penolakan dan bahkan penghilangan kelompok itu. Kelompok ini hampir selalu melakukan penolakan keberadaan kelompok agama lain, walaupun yang dilakukan oleh kelompok lain itu adalah hal yang baik. 

Kelompok ini pasti juga melihat bahwa yang dilakukan kelompok lain adalah baik, tetapi mereka tidak mau menerima dan mengakui hal itu, karena menganggap bahwa yang meraka anutlah yang paling benar. Mungkin pasti, masih banyak alasan mereka kelompok ini menolak kehadiran kelompok lain. Hal yang demikian juga kiranya sudah dialami oleh Yesus. Ketika Yesus mengajarkan hal kerajaan Allah dan melakukan kebenaran, imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua, dan bertanya kepada-Nya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?" Mereka mempertanyakan apa yang dilakukan oleh Yesus. Dari segi tindakan, apa yang diajarkan dan dilakukan oleh Yesus adalah benar, yakni melarang orang berjualan di sekitar Bait Allah, karena Bait Allah adalah tempat berdoa namun telah menjadi tempat yang ramai, tempat berbisni. Yesus menegaskan kekudusan Bait Allah. Tindakan ini sungguh benar, tetapi malah dipertanyakan oleh imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Mengapa? Tentu tidak ada bedanya dengan apa yang dilakukan oleh kelompok yang menolak agama lain yang terjadi di negara kita ini. 

Menghadapi tantangan demikian, Yesus berlaku bijaksana. Yesus tidak takut menghadapi tantangan atas apa yang diajarkan dan dilakukannya. Walaupun ada yang menolak apa yang dilakukan-Nya, Yesus tidak menarik perbuatan benar yang dilakukannya, juga tidak menghadapi dengan kekerasan. Tetapi Yesus menghadapi penolakan itu dengan suatu ajaran agar penolak itu berpikir akan kebenaran. Namun kiranya hati mereka itu sudah bebal, sehingga tetap tidak mau mengakui dan mengatakan yang benar. Apa yang dilakukan oleh Yesus hendaknya menjadi suatu pengajaran dan teladan bagi kita, Yesus mengajak kita untuk tidak takut mengatakan dan melakukan yang benar, walaupun pasti ada saja yang menolak kita.

Demikian juga dalam beriman, sama seperti Yesus yang mengalami penolakan, kitapun pasti akan mengalami penolakan dari kelompok tertentu. Namun baiklah kiranya kita tidak usah menjadi mundur sehingga tidak lagi berusaha hidup dalam beriman. Malah kita harus tetap setia dalam iman kita. Kita berusaha dan beraharap bahwa dengan kesetiaan menghayati iman itu, orang lain melihat kebenaran dari iman yang kita hanyati. 

Dalam Bacaan I, Yudas juga menasihati kepada orang beriman, bahwa akan ada muncul para pengejek yang berusaha menyesatkan iman mereka. Oleh sebab itu, Yudas menasihati agar orang beriman hendaknya tetap teguh dalam iman, bahkan menunjukkan belas kasih kepada yang meragukan dan menolak iman mereka. Nasihat ini menjabarkan ajaran Yesus, bahwa dalam menghadapai penolakan yang memecah belah kita, kita tidak perlu takut, tidak perlu menjadi surut, tetapi tetap teguh dalam iman. Keteguhan kita dalam iman, itu akan menjadi penegasan akan kebenaran iman kita kepada orang-orang yang meragukan dan menolak iman kita. 

 Lebih dari itu, Yesus juga mengajarkan kepada kita agar kita menjadi orang yang berani mengatakan dan melakukan kebaikan dan kebenaran. Janganlah kiranya kita takut mengatakan dan melakukan yang baik dan benar, karena takut kepada orang lain. Juga baiklah kiranya kita juga mau melihata dan mengakui kebaikan dalam diri sesama, jangan seperti orang-orang yang mempertanyakan kuasa Yesus. Namun hal ini bisa kita lakukan, kalau kita membuang sikap sombong dari dalam diri kita, kita harus menyungkirkan sikap merasa lebih hebat dari orang lain. Selama kita merasa diri lehih hebat dan harus lebih hebat dari orang lain, selama kesombongan ada dalam diri kita, kita tidak akan mampu menerima dan mengakui kebaikan yang ada dan yang dilakukan oleh orang lain. 

Oleh karena itu, mari juga kita tanamkan dan hayati kerendahan hati dalam diri kita. Kerendahan hati menjadi salah satu keutamaan kristiani. Amin.

DAFTAR SUMBANGAN UNTUK PEMBANGUNAN GEREJA SANTO PETRUS STASI RANTE BESI

DAFTAR SUMBANGAN UNTUK PEMBANGUNAN GEREJA SANTO PETRUS
STASI RANTE BESI
PAROKI MARIA DARI GUNUNG KARMEL-TIGALINGGA

Para Saudara yang kami kasihi dalam Yesus Kristus. Terimakasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada para Saudara yang sudah mendoakan, mendukung dan mau berbagi berkat Tuhan kepada kami dengan memberi sumbangan untuk pembangunan Gereja Santo Petrus, Stasi Rante Besi-Paroki Tigalingga. 

Berapapun pemberian para Saudara, itu adalah berkat Tuhan bagi kami yang membawa sukacita dan meneguhkan semangat kami dalam pembangunan Gereja stasi ini dan juga meneguhkan iman kami kepada Tuhan. Doa kami, semoga Tuhan membalas semua kebaikan Para Saudara dengan memberikan rahmat berlimpah kepada Para Saudara dan keluarga. 

Di sini kami mencoba mencatat semua sumbangan untuk pembangunan Gereja Santo Petrus, Stasi Rante Besi-Paroki Tigalingga. Kami juga mohon maaf bila kami tidak bisa setiap saat mencek ke Bank ketika para Saudara sudah mentransfer sumbangan. 


DOA KAMI BAGI PARA SAUDARA YANG KAMI KASIHI. TUHAN MEMBERKATI.

SUMBANGAN YANG MASUK

1Nama/No. HP Matang Marcelyus Pinem

Tgl. Transfer 1 Februari 2012

JumlahRp 2.000.000

BankBRI
2Nama/No. HP Saudara Adolfus S.

Tgl. Transfer 4 Februari 2012

JumlahRP 13.354.000

BankUang tunai
3Nama/No. HP Gianto Setiadi

Tgl. Transfer 28 April 2012

JumlahRp 100.000

BankBCA
4Nama/No. HP Thomas P/Grace M.

Tgl. Transfer 3 Mei 2012

JumlahRp 20.000.000

BankBRI
5Nama/No. HP Ibu Serli Citra

Tgl. Transfer 28 April 2012

JumlahRp 500.000

BankBCA
6Nama/No. HP Lucia S.

Tgl. Transfer 3 Mei 2012

JumlahRp 1.000.000

BankBRI
7nama/No. HP Ibu Maria Sembiring

Tgl. Transfer 19 Mei 2012

JumlahRp 5.000.000

BankBRI-
8Nama/No. HP Ibu Diane D.

Tgl. Transfer 29 Mei 2012

JumlahRp 5.000.000

BankBRI
9Nama/No. HP Ibu Lindawati Lukito

Tgl. Transfer 29 Mei 2012

JumlahRp 1.000.000

BankBRI
10Nama/No. HP Bapak Protasius S.

Tgl. Transfer 30 Mei 2012

JumlahRp. 10.000.000

BankBRI
11Nama/No. HP Ibu Yulia Riman

Tgl. Transfer 6 Juni 2012

JumlahRp. 500.000

BankBCA
12Nama/No. HP Ibu Roulina Sagala

Tgl. Transfer 8 Juni 2012

JumlahRp. 2.000.000

BankBRI
13Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 14 Juni 2012

JumlahRp. 2.500.000

BankBRI
14Nama/No. HP Ibu Patima Ima

Tgl. Transfer 26 Juni 2012

JumlahRp. 500.000

BankBRI
15Nama/No. HP Ibu Ria Valeria

Tgl. Transfer 12 Juli 2012

JumlahRp. 250.000

BankBRI
16Nama/No. HP Ibu Evi Herlina

Tgl. Transfer 13 Juli 2012

JumlahRp. 5.000.000

BankBRI
17Nama/No. HP Ibu Yulia Riman

Tgl. Transfer 18 Juli 2012

JumlahRp. 500.000

BankBCA
18Nama/No. HP Bapak Jhon Sianturi

Tgl. Transfer 14 Agustus 2012

JumlahRp. 1.000.000

BankBRI PAROKI
19Nama/No. HP Ibu Evi Herlina

Tgl. Transfer 21 Agustus 2012

JumlahRp. 3.000.000

BankBRI
20Nama/No. HP Ibu Hesta Siahaan

Tgl. Transfer 30 Agustus 2012

JumlahRp. 10.000.000

BankBCA
21Nama/No. HP Ibu Sherly Lesmana

Tgl. Transfer 5 September 2012

JumlahRp. 500.000

BankBRI
22Nama/No. HP Ibu Msu Monika / Anita

Tgl. Transfer 11 September 2012

JumlahRp. 300.000

BankBRI
23Nama/No. HP Ibu Lucia Subiakto

Tgl. Transfer 18 September 2012

JumlahRp. 300.000

BankBRI
24Nama/No. HP Ibu Jenny Tarigan

Tgl. Transfer 27 September 2012

JumlahRp. 2.000.000

BankBRI
25Nama/No. HP NN

Tgl. Transfer 8 Oktober 2012

JumlahRp. 200.000

BankBRI
26Nama/No. HP Ibu Imelda Waruna/td>

Tgl. Transfer 11 November 2012

JumlahRp. 350.000

BankBRI Paroki
27Nama/No. HP Ibu Gita

Tgl. Transfer 18 November 2012

JumlahRp. 500.000

BankChas
28Nama/No. HP Ibu Maria Widiastuti

Tgl. Transfer 18 November 2012

JumlahRp. 500.000

BankBRI PAROKI
29Nama/No. HP Bapak Charles Yong

Tgl. Transfer 23 November 2012

JumlahRp. 4.000.000

BankBRI
30Nama/No. HP Ibu Evi Herlina

Tgl. Transfer 28 November 2012

JumlahRp. 5.000.000

BankBCA



Demikianlah kiranya laporan yang bisa kami buat saat ini. Atas perhatian, doa, dukungan dan sumbangannya, kami ucapkan banyak terimakasih.

Kami masih tetap mengharapkan doa, dukungan, bantuan sumbangan atau bantuan dana untuk membantu kami dalam mencari dana dari para Saudara yang lain, mengingat masih begitu banyak dana yang dibutuhkan untuk pembangunan Gereja stasi ini.

Hormat Kami:


 Pastor Antonius Manik O.Carm

RENUNGAN HAR BIASA HARI JUMAT 1 Juni 2012

RENUNGAN HARIAN: MASA BIASA PEKAN VIII
JUMAT 1 Juni 2012 
(Yustinus) 
1Ptr 4:7-13, Mzm 96:10,11-12,13, Mrk 11:11-26 

BACAAN INJIL: 
Sesampainya di Yerusalem Ia masuk ke Bait Allah. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya. Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya. 

Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya, dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah. 

Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!" Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia, sebab mereka takut kepada-Nya, melihat seluruh orang banyak takjub akan pengajaran-Nya. Menjelang malam mereka keluar lagi dari kota. Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya. Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering." Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. 

Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.) 

RENUNGAN: 

Secara sepintas kita mungkin berpikir bahwa Yesus lumayan keras dan kejam. Pikiran itu bisa muncul karena perkataan-Nya pada buah ara yang tidak berbuah. Secara logika tumbuhan punya musim berbuah, tidak ada pohon yang berbuah sepanjang masa. Nah, pada saat Yesus mengambil buah pada pohon itu, namun pohon itu tidak berbuah karena saat itu bukan musim buah, Yesus seakan marah dan mengutuk pohon itu dengan mengatakan, "Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!" Eh, beberapa saat kemudian pohon itu bukan hanya tidak berbuah, tetapi juga malah mulai mengering menuju kematian. 

Demikian juga halnya ketika Yesus masuk Bait Allah di Yerusalem, Dia mengusir orang-orang yang berjual beli di halamang Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya, dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah. Sepintas ini tindakan yang arogan. Kiranya penulis injil ini bukan mau mengatakan bahwa Yesus itu keras dan kejam. 

Namun dari sikap Yesus yang demikian, kita dapat merenungkan bahwa Yesus itu Tuhan, Dia berkuasa atas hidup di bumi dan surga. Yesus adalah Tuhan, Dialah pemilik semua yang ada di bumi ini dan Dia pulalah yang empunya kerajaan surga, yang dalam hal ini digambarkan dengan Bait Allah yang adalah tempat suci. Yesus yang adalah Tuhan tampak dalam kuasa yang keluar dari kata-kata-Nya. Sehingga dengan demikian, lewat perikop ini kita hendaknya percaya bahwa Yesus sungguh Tuhan yang berkuasa atas semua kehidupan di dunia ini, semua adalah milik Tuhan. Maka dari itulah, lebih lanjut Yesus mengatakan, "Percayalah kepada Allah! 

Oleh sebab itu, percayalah pada Yesus yang adalah Tuhan. Selain itu, peristiwa perikop tentang pohon ara bisa menjadi permenungan bagi kita. Yesus sebagai pemilik semua yang hidup di bumi ini, Dia berhak menuntut buah dari apa yang telah diberikan-Nya. Tumbuhan memang benar ada musim berbuah dan musim tidak berbuah. Namun kiranya kita bukan tumbuhan sehingga tidak ada istilahnya bahwa ada musim saat kita menghasilkan buah dan ada masa kita tidak menghasilkan buah. Kita adalah manusia dan Tuhanlah yang memberikan hidup kepada kita. 

Dengan demikian, Yesus berhak menuntut dari kita buah dari hidup yang diberikan-Nya, dan buah itu haruslah kita hasilkan setiap saat. Bahkan kapanpan Yesus mengharapkan buah dari hidup yang telah kita terima dari-Nya, hidup kita harus memberikan buah. Oleh karena itu, hasilkanlah buah kehidupan setiap saat, kapanpun dan di manapun, sebab bila sewaktu-waktu Tuhan meminta buah dari kita, Dia menemukan buah dari apa yang telah diberikan-Nya kepada kita. Amin.

Berbagi Berita: Kelompok Atheis tuntut salib dihilangkan dari World Trade Center

Kelompok Atheis tuntut salib dihilangkan dari World Trade Center 

Pastor Brian Jordan OFM akhirnya sadar bahwa selama berbulan-bulan, ia diprotes dan digugat oleh kelompok Atheis karena ia berdoa dan memberkati salib di “World Trade Center Cross” atau yang dikenal Ground Zero cross, yang didirikan setelah serangan 11 September. 

Kelompok Atheis itu baru-baru ini menyerang Pastor Yordan, dan kasus anti-agama, khususnya anti-Katolik, terus berlanjut dalam masyarakat Amerika. Hal itu diperparah lagi dengan penolakan Gereja Katolik terkait mandat pemerintahan Barack Obama yang mengharuskan pengusaha menyediakan kontrasepsi Keluarga Berencana (KB) sebagai bagian dari asurasi kesehatan pegawai mereka. 

Setelah serangan 11 September di reruntuhan Menara Kembar itu, para petugas penyelamat menemukan balok baja menyatu berbentuk salib. 

Banyak umat Kristiani yang bekerja di sekitar lokasi itu setiap hari menyaksikan obyek menghiburkan itu. Pastor Yordan mengatakan, “Saya menghabiskan waktu berbulan-bulan melayani petugas penyelamat di Ground Zero. Arwah dari para korban yang meninggal mengingatkan kita bahwa Tuhan masih menyertai kita. World Trade Center Cross menjadi sumber inspirasi bagi para pekerja.” Salib itu sekarang diletakan di dalam National September 11 Memorial & Museum, properti milik pemerintah. 

Keputusan kelompok Atheis Amerika, Inc mengajukan gugatan terhadap pihak memorial itu, Negara Bagian New Jersey, dan yang lainnya, termasuk Pastor Yordan. Kelompok Atheis itu menginginkan salib itu dihilangkan dari memorial itu, meskipun itu menjadi bagian integral dari sejarah 11 September dan pentingnya bagi banyak pekerja penyelamatan yang menjadi korban.

Sumber: Atheists sue priest for praying at World Trade Center Cross
Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

RENUNGAN HAR BIASA HARI KAMIS 31 Mei 2012

RENUNGAN HAR BIASA HARI KAMIS 
31 Mei 2012 
(Pesta SP Maria Mengunjungi Elisabet)
 Zef 3:14-18a or Rm 12:9-16b, MT Yes 12:2-3,4-bcd,5-6, Luk 1:39-56 

BACAAN INJIL: Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana." 

 Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." 

Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya. 

RENUNGAN: 
Kiranya tidak ada habisnya bila kita berbicara soal Bunda Maria sebagai teladan iman. Sebab Maria sungguh menjadi teladan hidup bagi kita. Sebagaimana dalam Injil hari ini kita dengarkan bahwa Maria setelah menerima kabar dari malaikat Gabriel bahwa dia mendapat karunia dipercaya oleh Tuhan menjadi perantara kelahiran Sang Mesias, dan juga saat itu kepadanya diberitakan bahwa saudarinya Elisabet telah mengandung 6 bulan, dia langsung bergegas menemui Elisabet. 

 Maria mengunjungi Elisabet, tentu bukan hanya sekedar kunjungan saja, tetapi jelas sebagaimana dikatakan dalam Injil, Maria membantu Elisabet sampai dia melahirkan. Sungguh Maria hadir membawa kabar sukacita kepada Elisabet dan kandungannya dan juga membawa bantuan kepada Elisabet. Elisabet juga mengalami sukacita atas kehadiran Maria dan dia memuji Maria dan imannya. Kita ketahui bahwa kedua wanita ini sama-sama mendapat karunia dari Tuhan dan mereka menyadarinya. Kesadaran mereka akan kasih karunia yang mereka terima, itu mendorong mereka bersukacita dan yang pertama mereka lakukan adalan memuji Tuhan. 

Ketika Elisabet mendapat kunjungan dari Maria, Elisabet memuji Tuhan dengan mengatakan, "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” Maria juga menanggapinya dengan memuji Tuhan. Dalam pertemuan kedua wanita ini juga terkandung sikap rendah hati, di mana mereka berdua saling memuji karunia yang diterima masing-masing, tidak ada kesombongan dalam diri kedua wanita ini. Kesadaran dan kerendahan hati itu, berbuah pada kunjungan Maria yang membawa sukacita kepada Elisabet. Sehingga dalam hal ini jelas bagi kita makna yang mau disampaikan adalah bila kita kita menyadari bahwa kita telah menerima kasih karunia Tuhan, kita harus bersyukur, memuji dan memuliakan Tuhan dalam hidup. 

Dengan demikian bila kita sungguh menyadari bahwa apa yang ada pada kita adalah anugerah Tuhan, tentu kita juga memiliki sikap rendah hati, tidak menyombongkan anugerah yang kita terima. Sikap rendah itu juga tampak pada sikap menghaargai karunia yang diberikan oleh Tuhan kepada sesama. Kesadaran itu pula secara otomatis akan mendorong seseorang untuk peka terhadap sesama, mau berbagi sukacita dengan sesama. 

Kitapun harus senantiasa sadar bahwa kita sudah menerima kasih karunia dari Tuhan. Hidup dan apa yang kita miliki adalah hanya karunia Tuhan kepada kita, bukan karena saja-saja kita. Bila kita sungguh sadar akan hal ini, tentu tidak ada alasan bagi kita untuk menyombongkan diri, tetapi justru seperti Maria dengan riang gembira peka terhadap sesama dan rela berbagi sukacita dengan sesama. Rasa syukur atas karunia yang kita peroleh, hendaklah terungkap bukan hanya dengan kata-kata, tetapi kerelaan membantu dan berbagi sukacita dengan sesama. Semoga kita sungguh berusaha meneladan Bunda Maria. Amin.

RENUNGAN HAR BIASA HARI RABU 30 Mei 2012

RENUNGAN HAR BIASA HARI RABU 
30 Mei 2012 
(Baptista Varani, Marta Wiecka)
1Ptr 1:18-25, Mzm 147:12-13,14-15,19-20,Mrk 10:32-45 

BACAAN INJIL: 
Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan ke Yerusalem dan Yesus berjalan di depan. Murid-murid merasa cemas dan juga orang-orang yang mengikuti Dia dari belakang merasa takut. Sekali lagi Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan Ia mulai mengatakan kepada mereka apa yang akan terjadi atas diri-Nya, kata-Nya: "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, dan Ia akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit." Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!" Jawab-Nya kepada mereka: "Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?" Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu." Tetapi kata Yesus kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?" Jawab mereka: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan." Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." 

RENUNGAN: 

Menjadi orang yang paling hebat di antara yang lain, tentu menjadi keinginan semua orang. Hampir tidak ada orang yang ingin menjadi yang terlemah. Menjadi orang nomor satu atau orang hebat atau pemimpin bagi dunia umumnya berarti memiliki kekayaan yang banyak, mempunyai kekuasaan yang mampu memerintah banyak orang. Bahkan lebih ekstrim lagi, orang merasa sungguh menjadi pemimpin bila dia bisa orang tunduk kepadanya dan bisa berbuat apa saja kepada orang lain. Sehingga kiranya gambaran seorang pemimpin dan seorang yang terkemuka sebagaimana yang dikatakan oleh Yesus dalam Injil hari ini sungguh sulit kita temukan dalam kepemimpinan dunia. 

Model pemimpin sebagaimana yang dikatakan Yesus dalam Injil hari ini sungguh kita juga temukan pada zaman ini. Banyak pemimpin yang menggunakan kekerasan dalam kepemimpinan mereka, mementingkan diri sendiri dan ingin dilayani, bukan menjadi pelayan bagi sesalama. 

Oleh karena itu Yesus menegaskan kepada para murid dan para pengikut-Nya agar tidak meneladan cara kepemimpinan duniawi. Yesus sekaligus memberi pengajaran bahwa untuk menjadi orang yang terkemuka adalah menjadi hemba dan pelayan bagi sesama. Sikap yang demikian tentu bukan hanya terkemuka di hadapan Allah, tetapi juga di hadapan manusia. Inilah yang tidak disadari dan diahayati oleh para pemimpin dunia ini. Namun kiranya sabda ini bukan hanya untuk para pemimpin, tetapi ditujukan bagi kita semua. Lewat pengajaran ini, Yesus mengajarkan agar kita tidak mengejar keterkemukaan di hadapan manusia, tetapi terkemuka di hadapan Allah. 

Lebih dari itu, apapun pekerjaan atau tugas kita, hendaknya kita jalankan bukan dengan kekerasan tetapi kita jalani sebagai bentuk pelayanan bagi sesama sehingga kita berusaha hidup sebagai pelayan bagi sesama. Memang hal ini tidak mudah, tetapi justru sikap hidup sebagai pelayan, itu akan menjadikan kita menjadi pemimpin yang disayangi dan disegani oleh sesama. Semoga kita memiliki sifat seorang pelayan dan hamba bagi sesama. Amin.

RENUNGAN HAR BIASA HARI SELASA 29 Mei 2012

RENUNGAN HAR BIASA HARI SELASA 
29 Mei 2012 
(Maria Anna dr Paredes, Yoseph Gerard)
1Ptr 1:10-16, Mzm 98:1,2-3ab,3c-4, Mrk 10:28-31 

BACAAN INJIL: 

Berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!" Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu." 

RENUNGAN: 

Kembali sabda Yesus hari ini mengagetkan kita. Kalau dalam Injil kemarin atau injil sebelumnya Yesus hanya meminta supaya orang itu menjual seluruh hartanya, membagikannya kepada orang miskin lalu mengikuit Yesus, kali ini justru Yesus mengatakan bahwa untuk mengikuti Dia, orang juga harus meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapaknya, anak-anaknya atau ladangnya. Sebab meninggalkan harta saja udah sulit apalagi disuruh meninggalkan keluarga juga. 

Orang juga bisa salah mengerti bahwa dengan sabda ini Yesus mengajak orang untuk mengabaikan atau menelantarkan keluarganya demi mengikuti Yesus. Tentu sabda Yesus ini bukan bermaksud agar orang mengabaikan dan menelantarkan saudara-saudarinya dan orang tuanya, bukan bermaksud menyuruh agar orang yang sudah berkeluarga harus meninggalkan istri dan anak-anaknya serta pekerjaannya. 

Namun dari sabda ini, Yesus menegaskan bahwa kita harus berani mengutamakan Yesus dalam hidup kita. Yesus meminta agar kita berani meninggalkan apa saja yang menghalangi kita dalam mengikuti Yesus, bahkan keluarga sekalipun janganlah kiranya menghalangi kita dalam mengikuti Yesus Kristus. Sehingga dengan demikian jelas bahwa Yesus mengakatan bahwa kita harus mengutamakan Yesus dalam seluruh kehidupan kita. 

Dengan demikian juga bahwa sabda ini bukan hanya ditujukan kepada biarawan biarawati tetapi semua orang yang mau mengikuti Dia, harus menjalankan perintah ini. Ini tentu bukanlah hal yang mudah, pasti sangat sulit. Sebab seringkali banyak tantangan dan persoalan yang kita hadapi dalam kesetiaan kita mengikuti Yesus. Namun kiranya semua tantangan itu jangan jadi melemahkan kita, kita harus tetap setia sebab kehidupan kekal sudah menanti kita. 

Namun perlu kita ingat, agar kita selalu bersikap rendah hati. Janganlah kiranya kita merasa diri sudah setia mengikuti Yesus karena sudah meninggalkan banyak demi mengikuti Dia sehingga kita merasa pantas untuk mendapatkan pujian atau balasan dari Yesus dan dari sesama. Sebab bisa saja kita merasa sudah meninggalkan segala sesuatu demi mengikuti Yesus dan kita memanggakannya di hadapan Tuhan dan sesama. Kita jatuh pada kesombongan rohani. Sehingga baiklah kiranya kita tetap rendah hati dan dengan tulus mengikuti Yesus. Sehingga kita bukan seperti yang dikatakan Yesus, “Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu." Amin.

Berbagi Berita: PBB desak Indonesia serius tangani intoleransi agama

PBB desak Indonesia serius tangani intoleransi agama 

PBB desak Indonesia serius tangani intoleransi agama thumbnail Dalam sesi dialog Sidang Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss pemerintah Indonesia diminta melakukan investigasi dan menangani secara serius serangan dari kelompok-kelompok ekstrimis terhadap kelompok minoritas. 

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Indonesia yang menyampaikan pidato juga mengakui bagwa ada kelompok-kelompok tertentu yang cenderung ekstrim dan telah mencederai demokrasi di Indonesia. 

“Seperti negara demokrasi lainnya, baik yang telah mapan maupun yang sedang dalam transisi, kami sadar bahwa peningkatan dan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia bukan tanpa tantangan,” demikian ungkap Natalegawa, Rabu (23/5) lalu, seperti dilansir Jawaban.com. 

Dalam pidatonya, Natalegawa menanggapi kritikan keras dari Lembaga Swadaya Masyarakat baik dari dalam negeri maupun International yang menyoroti intoleransi kepada kelompok minoritas seperti penutupan sejumlah gereja, penganiayaan kepada aliran Ahmadiyah dan juga pelarangan diskusi buku. Mereka menyayangkan sikap penegak hukum dan pemerintah yang membiarkan intoleransi itu terjadi. 

Namun Natalegawa sebagai perwakilan pemerintah Indonesia menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan upaya-upaya positif untuk menekan intoleransi. 

Ia menekankan bahwa Indonesia berkomitmen untuk memajukan perlindungan HAM dan tidak akan berjalan ditempat apa lagi berjalan mundur. 

Dialoh dengan Dewan HAM PBB ini juga diikuti oleh 13 negara anggota PBB lainnya, dimana semua negara anggota PBB harus menjalani review dan juga memberikan laporan kinerja dibidang HAM.
Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

RENUNGAN HAR BIASA HARI SENIN, 28 Mei 2012

RENUNGAN HAR BIASA HARI SENIN, 28 Mei 2012 
Kis 3:11-26, Mzm 8:2a,5,6-7,8-9, Luk 24:35-48 

BACAAN INJIL: 

Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!" 

Lalu kata orang itu kepada-Nya: "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." 

Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah." Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. 

Tetapi Yesus menyambung lagi: "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah." 

RENUNGAN: 

Hidup beriman untuk beroleh keselamatan kekal, bukan hanya soal ketaatan dalam menjalankan hukum atau aturan, tetapi ketidaklekatan pada harta duniawi. Ketidaklekatan adalah berarti kerelaan berbagi kehidupan dengan sesama. 

Bila kita menyimak Injil hari ini, kita mungkin kagum akan orang yang datang bertanya kepada Yesus sehubungan dengan jalan untuk beroleh hidup kekal. Kita merasa kagum karena dia begitu peduli akan hidup kekal, ada kerinduan dalam hatinya untuk beroleh hidup kekal. Kekaguman kita mungkin bertambah ketika dia mengatakan bahwa dia telah mengukuti perintah Allah sejak masa mudanya. Namun kekaguman kita sirna ketika dia pergi dengan sedih mendengat perkataan Yesus, "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Sebab dikatakan karena banyak hartanya. 

Namun kiranya dapat kita lihat bahwa dia bertanya tentang apa yang harus dilakukan untuk beroleh hidup kekal, bukanlah keluar dari hatinya yang tulus untuk beroleh hidup kekal. Dia bertanya, namun sebenarnya dia mau membanggakan diri di hadapan Yesus karena merasa sudah hidup baik dan kiranya layak mendapat pujian dari Yesus dan layak pula mendapatkan hidup kekal. Hal ini bisa mengerti dari jawabannya yang lantang mengatakan bahwa dia sudah melaksanakan perintah Allah sejak masa mudanya. Dari jawabannya ada nada kebanggan atau membanggakan diri sehingga mengarapkan pujian dari Yesus atas apa yang dilakukannya dan dia juga berpikir bahwa Yesus akan memujinya dan mengatakan bahwa dia layak beroleh hidup kekal. Namun jawaban yang didengarnya dari Yesus bukan pujian tetapi mengatakan bahwa dia masih belum layak beroleh hidup kekal. Yesuspun mengatakan bahwa untuk beroleh hidup kekal, tidak cukup hanya taat pada perintah Tuhan, tetapi harus mau melepaskan hartanya dengan menjulnya dan membagikannya kepada orang. Yesus meminta dia untuk tidak melekat pada hartanya tetapi melekat atau mengikuti Yesus. 

Juga bisa kita mengerti bahwa hidup beriman harus juga nyata dalam kepedulian kepada sesama. Sehingga dengan demikian, orang itu pergi dengan sedih bukan hanya karena dia tidak mau melepaskan hartanya yang banyak, tetapi juga karena ternyata Yesus bukan memuji dia dan mengatakan bahwa dia sudah layak beroleh hidup kekal. Malahan Yesus mengatakan bahwa apa yang dilakukannya masih kurang, karena dia masih melekat pada hartanya, dia hanya taat pada aturan, tetapi tidak mempunyai cintakasih kepada sesama. 

Kitapun mungkin merasa bangga dan menggap diri bahwa kita adalah orang beriman yang sudah baik karena kita taat pada perintah Allah, merasa baik karena kita akif dalam kegiatan Gereja, juga karena terlibat dalam banyak kepengurusan Gereja. Ada juga yang merasa bangga merasa orang yang sungguh beriman karena begitu menguasai kitab suci, sehingga dalam pembicaraan selalu mengutip ayat-ayat kitab suci, adapula merasa dirinya sudah orang beriman karena sudah melakukan ziarah ke banyak tempat ziarah. Sehingga dengan semuanya itu merasa diri layak mendapat pujian dari orang lain dan juga dari Yesus, juga merasa diri memang sudah layak kelak beroleh hidup kekal. 

Namun kiranya lewat sabda Yesus hari ini, kita disadarkan bahwa semuanya itu belumlah cukup dalam kehidupan beriman untuk beroleh hidup kekal. Hidup beriman bukan sekedar taat pada perintah Tuhan, bukan hanya sekedar aktif dalam kegiatan gereja, tetapi harus tampak dalam hidup yang rela berbagi kehidupan dengan sesama. Rela berbagi kehidupan dengan seseama, berarti rela melepaskan milik dan dibagikan kepada sesama yang membutuhkannya. Ini juga mengandung makna bahwa kita tidak melakat pada harta duniawi, tetapi berani melepaskannya dan membagikannya kepada sesama. Tidak melekat pada harta dunia, juga berarti sikap percaya dan pasrah pada penyelenggaraan ilahi dalam kehidupan kita. 

Dalam Injil hari ini Yesus mengatakan "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah." Tentu bukan berarti bahwa orang kaya umumnya sukar masuk Kerajaan Allah. Lewat perkataan ini, Yesus bukan melarang kita untuk menjadi kaya, tetapi mengajak kita untuk selalu waspada akan harta dunia. Harta itu juga perlu, tetapi janganlah kita melekat padanya sehingga hartalah yang paling utama bagi kita dan kitapun menggantungkan diri pada harta dunia. Namun hendaknya harta dunia itu kita gunakan dengan sebaik-baiknya sebagai jalan untuk beroleh hidup kekal. Caranya adalah berani berbagi dengan sesama. Amin.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)