Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

RENUNGAN HARI MINGGU BIASA PEKAN XXIII MINGGU 4 September 2011

RENUNGAN HARI MINGGU BIASA PEKAN XXIII
MINGGU 4 September 2011
Yeh 33:7-9, Mzm 95:1-2,6-7,8-9, Rm 13:8-10, Mat 18:15-20

BACAAN INJIL: Mat 18:15-20

“Jika Saudaramu mendengarkan nasihatmu, maka engkau telah mendapatkannya kembali.”

"Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

RENUNGAN:
Dalam kata-kata sambutan seorang pemimpin yang baru diangkat atau dilantik, biasanya dia akan berkata bahwa dia bersedia dengan senang hati ditegur dan dikritik bila dia salah dalam perkataan dan kebijakan. Indah mendengar kata-kata ini. Tetapi apakah memang demikian adanya yang terjadi atas seorang pimpinan? Kiranya jarang sekali menemukan orang atau pemimpin yang terbukan bila dikritik atau ditegur orang lain apalagi bila hal itu dilakukan oleh bawahannya. Teguran dan kritik seringkali dianggap sebagai perendahan martabat, kedudukan dan penentangan atas diri.

Hal yang sama seringkali kita katakan kepada orang lain, karena kita pasti tidak suka orang lain membicarakan kekurangan kita di belakang kita. Namun bila kekurangan kita diberitahukan langsung, kita malah seringkali tersinggung. Dari sebab itulah sudah menjadi kebiasaan dalam hidup, banyak orang yang mengambil sikap diam bila melihat kekurangan dalam diri orang lain, terutama atasannya. Kita pasti jengkel karena itu, tetapi kita tidak berani mengatakannya, meskipun apa yang kita katakan benar dan demi kebaikan orang tersebut dan kebaikan bersama. Alasan yang seringkali membuat kita takut atau tidak berani memberitahukan kesalahan seseorang secara langsung adalah karena takut orang itu tersinggung, takut orang itu marah dan sakit hati kepada kita, segan karena orang itu atasan kita atau orang berkuasa atau orang kaya. Kita tahu seseorang itu salah, tapi kita tidak berani memberitahukannya, sehingga daripada kita menanggung resiko, kita mengambil sikap diam, pura-pura tidak tahu, namun dalam hati atau mungkin di belakang kita malah menggerutu atau membicarakannya dengan orang lain. Selain kebiasaan tahuk, segan memberitahukan kepada orang lain hal kesalahannya, ada pula kebiasaan yang kerap terjadi yakni selalu mengkritik orang lain, padahal dia sendiri melakukan hal yang sama dan marah atau tersinggung bila dikritik.

Memang benar bahwa mengkritik atau memberitahukan kebenaran atau memberitahukan secara langsung kepada seseorang bahwa dia salah, bisa jadi akan berdampak negatif kepada kita. Namun kiranya hal itu tidak menjadi alasan bagi kita untuk membiarkannya atau tidak tidak mau tahu akan hal itu. Malahan tindakah memberitahukan secara langsung bukan hanya kewajiban bagi kita orang beriman, tetapi lebih dari itu, itu merupakan suatu panggilan dari Tuhan sendiri. Sebab dalam kitab Yehezkiel dengan jelas dikatakan, “Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.”(Yeh 33:8) Dalam kitab ini Tuhan mengatakan bahwa memang orang bersalah akan mati dalam kesalahannnya, tetapi Tuhan menuntut pertanggungjawaban dari kita akan kematian orang itu bila kita tahu dia berbuat salah tetapi membiarkannya dan tidak menegurnya. Orang beriman justru harus menjadi penjaga umat Allah dalam arti penjaga moral bagi sesama. Maka jelaslah bagi kita, bahwa memberitahukan kesalahan orang secara langsung kepada yang bersangkutan adalah suatu kewajiban yang berasal dari Allah. Namun baiklah kita melakukannya dalam kasih persaudaraan. Di hadapan Allah, baiklah kita memberitahukannya secara langsung, bukan mendiamkannya, pura-pura tidak tahu atau menggerutu atau membicarakannya bersama orang lain di belakang orang tersebut.

Ketika Paus Yohanes Paulus II baru saja dipilih menjadi Paus, ia dinilai oleh para pembantunya yang tradisional bertindak terlalu “liar”, sehingga menjadi bulan-bulanan kritik para pembantu-pembantunya. Pada mulanya ia hanya diam, namun satu kali paus merasakan bahwa anak buahnya sudah terlalu mengatur. Maka ketika akan memimpin suatu upacara besar, seorang minster ceremonialis-nya mengingatkan sang Paus untuk tampil elegan dan berwibawa, dengan tenang Puas Yphanes Paulus II berkata kepadanya, “Saya yang paus ata anda? Dan ingat ini bukan kontes kecantikan, tetapi sebuah upaca!” sejak saat itu pasu tampil lebih relaks dalam berbagai upacara, dan ternyata umat pun lebih senang dengan gayanya yang lebih bersahabat.

Kritik dan teguran memang tidak pernah terasa enak, bahkan kadang terasa memalukan. Namun bisa kita bayangkan kalau hidup tidak ada tanpa teguran atau kritik. Bila kita tidak pernah ditegur atau dikritik orang, kita tidak tahu apakah kita salah atau tidak dan mungkin pasti kita tidak berubah ke arah yang lebih baik. Bila orang tidak mengkritik atau menegur kita padahal kita salah, itu berarti bisa jadi orang tidak peduli dengan kita dan hidup kita atau kita adalah orang pemarah sehingga orang tidak mau mengkritik atau menegur kita. Bila hal ini terjadi, tentu akan merugikan hidup kita sendiri.

Namun hendaknya kritik dan teguran kepada sesama yang bersalah tetap dilakukan dengan penuh persaudaraan dan cinta kasih, bukan karena rasa benci atau untuk mempermalukan. Hal ini juga dinyatakan Yesus dalam injil hari ini kita dengarkan. Mengkritik dan menegur langsung orang yang bersalah sebagai ungkapan cinta kasih kita kepada sesama karena kita juga menghendaki orang lain itu bahagia dan beroleh keselamatan dari Allah. Teguran atau kritik yang dimaksudkan kita kenal dengan istilah corectio fraterna, mengoreksi dalam persaudaan dan sebagai saudara. Mungkin nasihat kita tidka didengarkan atau malah kita benci, janganlah kiranya balik membenci mereka atau malah menjadikan kita putus asa, sakit hati dan akhirnya mendiamkan mereka. Tetapi hendkanya kita membawa mereka dalam doa sehingga Allah pada akhirnya mengubah sesama.

Maka para Saudaraku, Tuhan memanggil kita menjadi pejaga moral umat, kita dipanggil Allah untuk ikut membawa sesama kepada keselamatan. Semoga kita berani mengatakan yang baik dan benar kepada sesama kita karena dengan demikian, kita menyelamatkan nyawa sesama kita dan nyawa kita sendiri. Amin.

BACAAN HARI MINGGU BIASA PEKAN XXIII MINGGU 4 September 2011

BACAAN HARI MINGGU BIASA PEKAN XXIII
MINGGU 4 September 2011
Yeh 33:7-9, Mzm 95:1-2,6-7,8-9, Rm 13:8-10, Mat 18:15-20

BACAAN I: Yeh 33:7-9

“Jika engkau tidak memperingatkan si jahat, Aku akan menuntut pertanggungjawaban atas darahnya daripadamu.”

Tuhan bersanda demikian, “Hai anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku. Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! ?dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu.”

MAZMUR TANGGAPAN : Mzm 95:1-2,6-7,8-9

Reff.: Hari ini dengarkanlah suara Tuhan dan jangan bertegar hati.

1. Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita.
Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.

2. Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.
Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!

3. anganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun,
pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.

BACAAN II: Rm 13:8-10

“Cinta kasih itu kesempurnaan hukum.”

Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

BACAAN INJIL: Mat 18:15-20

“Jika Saudaramu mendengarkan nasihatmu, maka engkau telah mendapatkannya kembali.”

"Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXII, Sabtu 3 September 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXII, Sabtu 3 September 2011
Gregorius Agung
Kol 1:21-23, Mzm 54:3-4,6,8, Luk 6:1-5

BACAAN INJIL:
Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya. Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?" Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?" Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

RENUNGAN:
“Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”
Kata-kata Yesus ini seakan pembelaan diri yang membenarkan perbuatan para murid yang memetik gandum dari ‘ladang orang lain’ saat mereka lewat dan itu terjadi pada hari Sabat pula. Orang Farisi saat melihat hal ini, menegur dengan megatakan mengapa mereka melakukannya pada hari Sabat. Kita tidak tahu pasti perbuatan apa yang mereka maksudkan. Mungkin yang dimaksudkan adalah memetik gandum orang lain pada hari Sabat. Ini dianggap suatu perbuatan yang dilarang pada hari Sabat. Yah jelas memetik gandum orang lain dan memakannya tentu tidak baik, baik itu dilakukan pada hari biasa atau pada hari Sabat.

Mendengar itu Yesus menjawab dengan mengungkapkan apa yang dilakukan oleh Daud dan pada akhir kata-kata-Nya Yesus mengatakan bahwa “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” Jawaban Yesus seakan membenarkan perbuatan tidak baik yang dilakukan para murid. Namun bukan itu yang dimaksudkan oleh Yesus. Tetapi lewat teguran orang Farisi, Yesus pergunakan sebagai kesempatan untuk menegur orang Farisi yang bersikap munafik, mereka banyak membuat hukum dan taat pada hukum yang mereka buat, tetapi tidak berlaku cintakasih kepada sesama. Mereka lebih mengutamakan hukum daripada cintakasih kepada Allah yang nyata bagi sesama.

Selain itu mereka taat pada hukum, rajin menjalankan ibadah, tetapi hati mereka penuh dengan kebusukan dan mereka tidak menerima dan percaya bahwa Mesias telah hadir dalam Yesus. Mereka tidak mengenal dan menerima Yesus adalah Mesias. Mereka menganggap bahwa dengan taat pada hukum, itu sudah cukup untuk diselamatkan. Mereka merasa hidupnya baik dan suci sehingga mereka dengan mudah menuduh orang melanggar aturan terutama bila tidak seperti yang mereka lakukan.

Hal yang demikian kerap terjadi dalam diri kita. Banyak orang menganggap bahwa dengan taat pada aturan itu sudah cukup untuk diselamatkan. Tidak jarang pula orang taat pada aturan, merasa diri baik tetapi mereka melupakan cinta kasih kepada sesama. Kadang juga kita mengatakan diri beriman kepada Allah, tetapi dalam kenyataan hidup, Yesus bukanlah kita anggap sebagai yang paling berharga, di atas segala-galanya. Kita kerap jatuh pada kesombongan rohani, menganggap diri sudah baik karena taat pada aturan sehingga dengan mudah mengkritik dan menilai orang lain bila tidak taat pada aturan atau tidak melakukan seperti yang kita lakukan.

Oleh karena itu, baiklah kita merenungkan bahwa dalam beriman kita baik bila taat pada aturan, tetapi janganlah melupakan cinta kasih kepada sesama kita. Iman kepada Yesus juga harus nyata dalam sikap hidup baha Yesus melebihi segala sesuatu. Kita juga harus waspada jangan sampai jatuh kepada kesombongan rohani, maka kita harus selalu dengan rendah hati. Baiklah kita menjadi pelaku kebaikan, bukan sebagai pengkritik dan penilai orang lain. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXII, Jumat 2 September 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXII, Jumat 2 September 2011
Ludovikus Yosef Francois, Yohanes Gruyer & Petrus Renatus Rogue, Yohanes Fransiskus Burte,Severinus Girault, Apolinaris Morel
Kol 1:15-20, Mzm 100:2,3,4,5, Luk 5:33-39

BACAAN INJIL:
Orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum." Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa." Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: "Tidak seorangpun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu. Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik."

RENGUNAN:

Berpuasa pada zaman ini sudah sering dilakukan. Banyak bentuk puasa yang dilakukan oleh banyak orang. Ada orang berpuasa karena demi menjaga kesehatan, ada yang berpuasa supaya langsing, ada yang puasa karena pantangan. Tetapi ada pula yang berpuasa demi mengekang diri atas kenikmatan dan semakin mendekatkan diri dengan Tuhan. Nilai puasa yang kita lakukan bukan dilihat seberapa berat puasa yang kita lakukan, tetapi apakah puasa itu semakin membuat kita hidup lebih baik dan apakah hidup kita semakin dengan kepada Tuhan atau tidak.
Orang-orang Farisi melakukan puasa, tetapi hanya untuk dilihat orang dan tidak membuat hidup mereka semakin lebih baik dan dekat dengan Allah. Buktinya, mereka puasa, tetapi mereka malah tidak mengenal Mesias yang ada di depan mereka yakni Yesus sendiri.

Hidup orang beriman adalah hidup baru yang telah diperbaharui oleh Yesus sendiri berkat baptisan yang diterima. Namun kerap kali kita masih hidup dengan manusia lama kita, yakni hidup yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Kita sering mendengarkan Sabda Allah, tetapi sabda yang kita dengarkan itu berdiam dalam manusia lama kita. Hidup baru berarti kita harus merubah pola pikir, pola hidup sesuai dengan kehendak Allah, bukan lagi seperti kehendak kita sendiri. Demikian halnya dalam puasa, bila kita sungguh-sungguh melakukan puasa, hendaknya puasa itu membuat kita hidup lebih baik, di mana kita tidak lagi mementingkan diri sendiri, tidak lagi mementingkan kenikmatan sendiri, tetapi mampu mengekang diri. Puasa itupun hendaknya membuat kita semakind mengenal dan dekat pada Yesus. Dan pada akhirnya puasa itu berbuah pada sikap hidup yang peduli dan rela berkorban dalam mengasihi sesama. Maka mari kita mengikuti Yesus dengan senantiasa hidup dalam manusia baru. Amin.

KWI sampaikan Selamat Idul Fitri

KWI sampaikan Selamat Idul Fitri

Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komisi HAK KWI) menyampaikan selamat Idul Fitri kepada Umat Islam.

Idul Fitri, antara lain, memberi makna yang mendalam, yaitu memperbaiki hubungan antarsesama yang makin tidak harmonis akibat materialisme dan hedonisme.

“Mengacu pada surat Kepausan dari Vatikan, Komisi HAK KWI menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada Umat Islam,” kata Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI Romo Antonius Benny Susetyo Pr di Jakarta, pada 30 Agustus kepada Kompas.

Tema surat Vatikan, lanjut Romo Benny, terkait dengan kondisi umat manusia yang semakin tidak harmonis dan terasing akibat keserakahan, materialisme, dan hedonisme.

“Individu dan sesama manusia semakin lupa diri dan terasing dengan kondisi sosial karena keserakahan,” kata imam itu.

Idul Fitri, menurut Romo Benny, memberi makna perbaikan jati diri manusia yang lebih baik dan lebih dekat dengan Sang Pencipta sehingga hubungan antarsesama yang lebih baik dan harmonis diharapkan dapat tercipta.

Disadur dari :www.cathnewsindonesia.com

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXII, Kamis 1 September 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXII, Kamis 1 September 2011
Maria Margareta Redi
Kol 1:9-14, Mzm 98:2-3ab,3cd-4,5-6, Luk 5:1-11

BACAAN INJIL:
Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia." Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

RENUNGAN:
"Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." (Duc in altum.)

Petrus dan yang lain adalah para nelayan yang sudah biasa menangkap ikan. Mereka sudah tahu di mana tempat banyak ikan. Namun ternyata sepanjang malam mereka mencari ikan di tempat yang sudah biasa mereka lakukan, mereka tidak mendapatkan ikan seekorpun. Saat itu Yesus menyuruh mereka mertolak ke tempat yang lebih dalam dan menebarkan jala di situ, dan Yesus mengatkan bahwa mereka akan mendapatkan ikan. Memang benar, setelah mereka bertolak ke tempat yang lebih dalam dan menebarkan jala di situ, mereka akhirnya mendapatkan ikan yang sangat banyak.

Ini adalah peristiwa luar biasa bagi para murid, sebab Yesus bukan nelayan tetapi tahu tempat di mana mereka bisa mendapatkan banyak ikan. Namun Petrus tahu bahwa mereka mendapatkan ikan yang banyak bukan karena di tempat itu banyak ikan, tetapi karena Yesus sendiri yang menyuruh mereka dan mereka mengikuti perkataan Yesus. Petrus sadar bahwa orang yang mengatakan hal itu kepada mereka yakni Yesus adalah orang yang punya kuasa besar orang yang kudus. Oleh karena itu Petrus mengatakan, "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." Dengan demikian nyatalah bagi kita, bila kita mau percaya dan mengikuti kata-kata Yesus, kita tidak akan pernah menyesal, tetapi kita akan mendapatkan kebahagiaan yang berlimpah. Sebab Yesus akan selalu memberikan yang terbaik bagi kita. Juga jelasha bahwa hidup tanpa Yesus, kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Tetapi hidup bersama Yesus, hidup kita akan bermakna dan bahagia.

Juga kita renungkan apa yang dikatakan oleh Yesus, bertolak ke tempat yang lebih dalam. Petrus dan yang lain sudah pengalaman dan hapal tempat di mana ikan banyak. Jadi mereka menangkap ikan di tempat yang sudah mereka hapal dan di tempat yang biasa. Mereka tidak mencoba di tempat lain. Ini kiranya menjadi gambaran bahwa kitapun sering melakukan sesuatu karena sudah menjadi rutinitas. Kita juga seringkali melakukan sesuatu karena sudah biasa kita lakukan, sulit rasanya kita berubah untuk mencoba hal yang baru, karena takut gagal. Demikian juga dalam hidup beriman, kita menjalani hidup iman kita karena sudah biasa kita lakukan atau sebagai rutinitas. Kita juga beriman biasa-biasa aja, tidak berani semakin dalam mengetahui dan mendalami iman kita. Hari ini Yesus meminta kita untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam. Artinya bisa berarti kita harus berani mencoba semakin dalam mendalami iman kita dan semakin dalam akan penghayatan iman kita. Kalau selama ini iman kita hanya biasa-biasa saja dan kita melakukan hal-hal yang biasa kita lakukan atau dilakukan banyak orang, misalnya hanya sekedar rajin ke Gereja pada hari minggu, rajin doa lingkungan, tetapi hari ini Yesus meminta kita untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam lagi. Kita tidak usah takut melakukannya, karena Yesus selalu menyertai kita. Maka mari kita bertolak ke tempat yang lebih dalam dan di sana kita tebarkan jala iman kita. Amin.

Berbagi Berita: Lebih dari 40 ribu Napi dapat remisi Idul Fitri

Lebih dari 40 ribu Napi dapat remisi Idul Fitri

Sebanyak 44.423 narapidana (Napi) di seluruh Indonesia akan mendapat remisi khusus menyambut Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriah.

Juru Bicara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Akbar Hadi mengatakan, pengurangan masa hukuman itu akan diberikan oleh masing-masing kepala lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.

“Remisi akan diberikan persis pada hari H setelah pelaksanaan shalat Idul Fitri,” kata Akbar seperti dikutip tempointeraktif.com pada 28 Agustus.

Menurut data Ditjen Pemasyarakatan, saat ini di seluruh Indonesia terdapat 51.624 tahanan dan 85.755 Napi.

Dari total jumlah napi itu, 1.229 dinyatakan langsung bebas saat perayaan Idul Fitri nanti. Sisanya, 43.423 Napi, masih harus menjalani sisa masa tahanan setelah mendapatkan potongan masa tahanan.

Menurut Akbar, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar seorang Napi bisa mendapatkan remisi khusus Hari Raya Idul Fitri.

Adapun persyaratan, seperti status Napi sudah diputuskan oleh hakim, sudah menjalani minimal enam bulan masa tahanan, telah mengikuti program pembinaan, serta tidak tercatat melakukan tindakan yang melawan hukum selama berada di tahanan.

Selain itu Ditjen Pemasyarakatan juga memberikan masa remisi yang bervariasi kepada tahanan. Masa remisi yang diberikan minimal 15 hari hingga 2 bulan. Napi yang mendapatkan remisi 15 hari tercatat 14.612 Napi. Remisi 1 bulan diberikan kepada 25.288 Napi, remisi 1 bulan 15 hari pada 3.848 Napi, dan potongan 2 bulan diberikan kepada 904 Napi.

FOTO: Barbed Wire oleh McMollie
www.cathnewsindonesia.com

Surat Selamat Lebaran dari Vatikan

Surat Selamat Lebaran dari Vatikan

(Malang 20/8/2011)Dewan Kepausan Gereja Katolik di Vatikan mengirimkan surat ucapan dan pesan yang memberi pernyataan selamat berlebaran kepada kaum Muslim. Surat itu dalam file PDF diedarkan antara lain oleh Sekretaris Konferensi Wali Gereja Indonesia Romo Benny Susetyo Pr, melalui e-mail dan sarana internet lainnya.

"Dewan Kepausan untuk Dialog Antarumat Beragama mengirimkan ucapan selamat yang paling tulus kepada Anda dengan harapan agar segala upaya yang telah dilakukan dengan senang hati selama bulan ini akan menghasilkan buah-buah rohani yang diidam-idamkan," tulis surat itu.

Surat sepanjang empat halaman ditandatangani Direktur Dewan Kepausan untuk Dialog Antarumat Beragama Kardinal Jean-Louis Tauran dengan sekretarisnya Uskup Agung Pier Luigi Celata.

Di antara enam poin isi surat yang mengiringi ucapan Selamat Idul Fitri, ada pernyataan, "Untuk tahun ini, kami berpikir memberikan prioritas kepada topik 'dimensi rohani dari pribadi manusia'. Topik ini berkaitan dengan sebuah kenyataan yang dianggap amat penting oleh umat Kristiani dan umat Muslim, yang sama-sama menghadapi tantangan materialisme dan sekularisasi."

Selanjutnya, diuraikan bahwa umat Kristiani dan umat Muslim, sekalipun berbeda, toh bersama-sama mengakui harkat dan martabat manusia yang diberkahi dengan hak-hak serta kewajiban. Keduanya sepakat bahwa akal budi dan kebebasan adalah sungguh-sungguh anugerah yang harus mendorong umat beriman untuk mengakui nilai-nilai ini yang diberikan karena berbasis di atas kodrat manusia yang sama.

Umat Kristiani dan Muslim terlalu sering menjadi saksi kejahatan terhadap yang sakral, terhadap kecurigaan, di mana mereka yang menyebut dirinya orang beriman justru yang menjadi sasarannya. Kita tidak bisa tidak harus mengakhiri segala bentuk fanatisme dan intimidasi, prasangka-prasangka, dan polemik-polemik, demikian pula diskriminasi yang kadang-kadang menjadikan umat beriman sebagai sasaran, baik di dalam kehidupan sosial dan politik maupun di dalam media massa.

"Secara rohani kami merasa dekat dengan Anda, sahabat-sahabat sekalian, dan seraya memohon kepada Tuhan agar melimpahkan kekuatan rohani yang diperbarui kepada Anda sekalian; kami mengirimkan kepada Anda ucapan selamat untuk perdamaian dan kebahagiaan". (kompas.com)

Disadur dari : www.mirifica.net

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXII, Rabu 31 AGUSTUS 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXII, Rabu 31 AGUSTUS 2011
Kol 1:1-8, Mzm 52:10,11, Luk 4:38-44

BACAAN INJIL:
Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka. Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias. Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus." Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

RENUNGAN:
Ketika saya dipindah tugaskan dari paroki yang terletak di kabupaten ke paroki yang ada dikecamatan, ada umat yang berkelakar mengatakan bahwa saya ‘turun pangkat’, karena kata mereka biasanya orang dari satu tempat dipindahkan ke tempat yang lebih baik. Tapi ini hanya kelakar umat. Ada juga yang mengatakan, saya dipindah ke paroki kecamatan karena tenaga saya dibutuhkan di sana, khususnya katanya karena di paroki itu ada fondasi bangunan Gereja Paroki yang sudah 2 tahun terbengkalai. Umat itu mengatakan bahwa saya sudah bisa membantu umat paroki Sidikalang dalam membangun Gereja Sidikalang, maka saya harus ke Tigalingga untuk membantu meneruskan fondasi yang sudah lumutan. Memang benar bahwa saat saya dipindahkan ke paroki yang sekarang, saya tahu bahwa di paroki tempat yang baru sudah ada fondasi yang sudah 2 tahun lebih terbengkalai. Namun saya menerima tugas bukan karena menganggap bahwa saya dibutuhkan untuk melanjutkannya, tetapi hanya berbekal suatu keyakinan bahwa kehadiran saya dibutuhkan di tempat yang baru untuk melayani umat.

Hal yang demikian juga pernah saya katakan kepada seorang bapak yang dipindahkan dari kepala sekolah SMK di kota sidikalang menjadi kepala sekolah SMP di pedesaan. Beliau memang dipindahkan karena tidak berani bermain uang, menyogok pejabat agar tidak dipindah. Saya katakan kepada beliau, “Tidak usah kecewa karena dari kepala sekolah SMK di kota menjadi kepala sekolah SMP di pedesaan. Juga tidak usah kecewa atau merasa turun pangkat, tapi hadapi dengan suatu keyakinan bahwa bapak sangat dibutuhkan di tempat yang baru, untuk memajukan sekolah dan daerah itu.” Kata-kata ini lumayan ampuh juga, sehingga bapak itu tidak merasa kecewa dan tertekan di tempat yang baru, tetapi bekerja dengan sepenuh hati di tempat yang baru.

Apa yang saya katakan di atas adalah mengacu pada kata-kata Yesus dalam Injil hari ini. Saat orang banyak menahan Yesus agar tetap tinggal di tempat mereka, tidak usah pergi ke tempat lain, Yesus mengatakan bahwa "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus."

Kata-kata Yesus ini juga hendaknya menjadi inspirasi bagi hidup kita. Bila kita dipindahkan ke tempat tugas yang baru dan tempat yang baru itu tidak seperti sebelumnya, hendaknya kita dapat menerimana dengan penuh iman karena yakin bahwa kita dibutuhkan di tempat tugas yang baru dan kita juga harus melakukan hal yang baik di tempat yang baru. Selain itu, sabda Yesus hari ini mengingatkan kita bahwa warta keselamatan harus diwartakan kepada semua orang, banyak orang, bukan hanya di tempat kita hidup. Demikian juga hidup iman kita, hendaknya kita laksanakan bukan melihat tempat atau hanya saat kita berada di Gereja, saat kita mengikuti ibadah baik itu di Gereja maupun di lingkungan, tetapi kita harus menjalani hidup iman kita di manapun kita berada dan iman kita juga harus kita wartakan kepada semua orang. Semoga kita berani mewartakan iman kita kepada banyak orang. Amin.

VIDEO GOTONG ROYONG PENGECORAN LANTAI 2 BANGUNAN GEREJA.

VIDEO GOTONG ROYONG PENGECORAN LANTAI 2 BANGUNAN GEREJA.

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Pengecoran ini melibatkan semua umat dengan mengundang semua umat, juga dari stasi-stasi. Semula kita ragu apakah umat yang mananggapinya akan mencapai 200 orang atau tidak. Namun kehendak dan karya Tuhan sungguh luar biasa, karena umat yang hadir mencapai 400 orang lebih dan umat yang hadir maupun yang tidak bisa ikut juga menyumbangkan beras untuk makanan yang gotong royong. Tuhan juga memberi cuaca yang sangat bagus. Terpujilah Tuhan yang Mahakuasa dan Mahakasih.

Video Gotong Royong ini kami persembahkan kpd para Saudara yang sudah mendoakan, mendukung dan berbagi berkat dengan kami dengan memberi sumbangan dana dan materi. Semoga masih ada Saudara/i yang mau membantu kami sehingga kami bisa melanjutkan pembangunan Gereja Paroki ini hingga selesai. Tuhan memberkati.


RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXII, Selasa 30 AGUSTUS 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXII, Selasa 30 AGUSTUS 2011
1Tes 5:1-6,9-11; Mzm 27:1,4,13-14;R:13; Luk 4:31-37

BACAAN INJIL:
Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itu pun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar." Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu

RENUNGAN:
Membaca Injil hari ini memang membuat kita sedikit bingun dan bertanya-tanya karena Iblis mengenal siapa Yesus sebenarnya sedangkan orang lain saat itu belum mengenal siapa Yesus. Orang banyak yang mendengar pengajaran Yesus hanya sekedar takjub, tetapi tidak mengenal Yesus adalah Yang Kudus dari Allah. Bahkan saat Yesus mengusir roh jahat, orang hanya kagum dan berkata, “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar." Mengapa setan tahu siapa Yesus, kiranya tidak perlu menjadi pembahasan kita. Bagi kita yang perlu adalah pengakuan setan kiranya menjadi suatu pernyataan kepada kita siapa Yesus sebenarnya. Yang terjadi malah bahwa banyak orang yang sudah mendengar tentang Yesus, merasakan kasih-Nya dan mengatakan diri sebagai pengikut Yesus, tetapi belum sungguh-sungguh mengenal siapa Yesus sebanarnya.

Bila kita sungguh mengenal siapa Yesus, tentu kita sungguh percaya kepada-Nya dan menjadi pengikut-Nya yang setia. Dalam Injil hari ini jelas bahwa setan ketakutan ketika menghadapi Yesus dan Yesus mempunya kuasa yang luar biasa dan setanpun takluk kepada-Nya. Sehingga benarlah bahwa dengan peristiwa hari ini kita orang percaya kepada Yesus hendaklah selalu setia dan percaya kepadanya dan tidak usah takut menghadapi persoalan hidup, juga kepada setan-setan karena Yesus adalah Tuhan yang punya kuasa. Sehingga kita mengandalkan Yesus dalam hidup dan menyerahkan hidup kita kepada Yesus. Sangatlah tidak tepat bila kita katakan bahwa kita orang yang percaya kepada Yesus, tetapi kita mengandalkan harta, kekayaan, pangkat dan kuasa. Juga tidaklah benar kita mengenal Yesus bila kita masih percaya kepada kekuatan-kekuatan lain, misalnya ketika menghadapi persoalan kita malah pergi ke dukun atau orang pintar. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXII, Senin 29 AGUSTUS 2011 (Wafatnya St. Yohanes Pembaptis)

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXII, Senin 29 AGUSTUS 2011
(Wafatnya St. Yohanes Pembaptis)
Yer 1:17-19, Mzm 71:1-2,3-4a,5-6ab,15ab,17, Mrk 6:17-29

BACAAN INJIL:
Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarny perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!", lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!" Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!" Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!" Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

RENUNGAN:
Hidup baik, jujur dan berkata benar adalah sangat mahal harganya. Setiap orang pasti mengharapkan orang lain hidup baik, jujur dan berkata atau berlaku benar. Namun untuk melakukannya sendiri, bukanlah suatu hal yang mudah. Karena seringkali orang yang berusaha hidup jujur, baik dan berlaku benar akan mengalami nasib yang tidak mengenakkan dari pihak yang tidak menghendaki demikian. Itulah yang dialami oleh Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis tidak hanya dibenci karena berkata jujur menegur Herodes yang mengambil istri saudaranya Filipus, tetapi malah dia akhirnya dibunuh. Dia mati karena iman dan tugas perutusan dari Allah.

Nasib yang serupa kiranya sering terjadi dengan orang yang hidup jujur, baik dan benar. Olehkarena itulah seringkali ini menjadi alasan bagi orang untuk tidak terlalu berani hidup baik, jujur dan benar. Sehingga orang seringkali mencari selamat dengan berdiam diri dan seakan pura-pura tidak tahu bila melihat dan menemukan hal yang tidak baik. Namun walaupun demikian, hidup baik, jujur dan berlaku atau berkata benar adalah keutamaan kristiani yang harus kita hidupi. Benar bahwa dengan hidup demikian, kita akan mengalami persoalan atau penderitaan, namun dengan hidup demikian, Tuhan ada bersama kita dan kita bersama kita. Hidup yang demikianlah yang berkenan di hadapan Tuhan. Maka semoga kita berani hidup benar, jujur dan berlaku baik sebagai buah dari iman kita. Amin.

RENUNGAN HARI MINGGU BIASA PEKAN XXII, Minggu 27 Agustus 2011

RENUNGAN HARI MINGGU BIASA PEKAN XXII, Minggu 27 Agustus 2011Yer 20:7-9, Mzm 63:2,3-4,5-6,8-9, Rm 12:1-2, Mat 16:21-27

BACAAN INJIL: Mat 16:21-27

“Barangsiapa ingin menjadi murid-Mu, harus menyangkal diri.”
Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau." Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

RENUNGAN:
Satu setengah tahun lalu saya pindah ke paroki yang sekarang. Sebelumnya saya bertugas di paroki Santa Maria Pertolongan Orang Kristen Sidikalang. Saya bertugas di paroki itu selama 7 tahun. Saat pimpinan meminta saya bertugas di paroki Tigalingga, saya tidak bisa menolak karena memang kaul ketaatan. Saya dengan senang hati menerimanya, meskipun di depan saya, saya tahun tugas berat yang sudah menungguh. Tugas berat itu bukan karena medannya yang sulit, bukan juga karena lebih pedesaan dibanding paroki sebelumnya, tetapi di paroki baru sudah ada fondasi bangunan Gereja paroki yang sudah 2 tahun terbengkalai karena kekurangan dana. Pembangunan Gereja paroki sungguh menjadi tugas yang berat, bahkan sangat berat mengingat bangunan itu sungguh besar dengan biaya 2 setengah milyar dupiah, padahal paroki itu ada di pedesaan, jumlah umat tidak seberapa dan ekonomi umat juga tidak mendukung. Pimpinan tentu berharap agar saya melayani umat dengan baik dan juga dapat menyelesaikan bangunan yang tertunda, yang sudah dimulai konfrater sebelumnya. Umat tentu juga berharap bahwa saya membawa harapan baru untuk melanjutkan pembangunan gereja paroki yang mereka rindukan. Ini yang berat, bukan medan atau suasana pedesaan. Walaupun demikian saya mencoba taat menerima tugas itu dengan suatu pikiran bahwa saya datang untuk melayani umat dan menyerahkan semuanya pada Tuhan.

Mungkin pengalaman di atas bisa sedikit menjadi gambaran untuk mengerti Injil hari ini. Yesus mengatakan kepada para murid bahwa Dia harus pergi ke Jerusalem dan di sana Dia akan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. Yesus harus pergi ke Jerusalem untuk melaksanakan kehendak Allah, untuk mewartakan Kerajaan Allah. Yesus tahu dari pengalaman para nabi terdahulu bahwa di Yerusalem Dia pasti mengalami penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat. Yesus tetap pergi ke Yerusalem, tidak menolak resiko pewartaan itu karena taat setia pada kehendak Allah. Justru Petrus yang tidak siap menerima kenyataan itu terjadi kepada Yesus. Petrus berpikir demikian, karena menurut adat kebiasaan saat itu, orang yang menderita, mati dihukum dan sakit diyakini karena dikutuk oleh Allah. Sehingga bila Yesus mengalami semuanya itu, bagiknya dan bagi banyak orang seakan bahwa Yesus juga berarti dikutuk oleh Allah. Juga karena gambaran Mesias bagi mereka adalah Mesias yang gagah perkasa dan tidak mati dihukum. Yesus mengecam dengan keras pikiran dan keberatan Petrus dengan berkata, “Eyahlah engkau iblis!” Teguran Yesus sungguh bertolak belakang dengan pujian Yesus pada Minggu kemarin, yang memuji Petrus karena mengenal Yesus adalah Mesias. Namun yang dihardik oleh Yesus dan disebut iblis bukanlah pribadi petrus tetapi pikiran manusia yang menghalangi Petrus untuk mengimani bahwa Yesus adalah Mesias sebagaimana dikehendaki oleh Allah.

Apa yang dialami oleh Yesus dan Petrus mungkin juga kita alami. Kita berusaha hidup setia dalam iman, hidup berbuat baik, tetapi kita tahu pasti tantangan dan persoalan dengan hidup setia dalam iman. Dalam dunia sekarang, bila kita hidup setia dalam iman, melaksanakan kehendak Allah, itu berarti kita harus siap menyangkal diri. Menyangkal diri itu berarti kita harus bisa mengekang dan bahkan meninggalkan kehendak atau keinginan diri yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Ini tantangan dari dalam diri yang justru seringkali lebih sulit untuk diatasi. Bila kita berusaha hidup setia dalam iman kepada Yesus, bisa saja kita tidak naik jabatan atau pangkat. Bila kita mau hidup jujur, berlaku benar dan adil, bisa saja kita disingkirkan dalam pergaulan hidup. Tantangan dan persoalan ini pasti kita akan hadapi dan ini yang seringkali membuat kita surut sehingga tidak lagi berusaha setia pada Yesus. Masih ada persoalan dan penderitaan lain yang pasti kita hadapi. Karena setiap orang pasti tidak luput dari persoalan dan penderitaan, juga termasuk orang beriman.

Namun yakinlah bahwa dalam penderitaan hidup, Allah selalu menyayangi dan beserta kita. Penyakit, kemiskinan, penderitaan bukanlah karena Allah mengutuk kita, tetapi dalam situasi demikian, Allah selalu menyayangi dan memberkati kita. Oleh karena itu, mari kita berusaha setia mengikuti Yesus dalam seluruh hidup kita. Penderitaan dan persoalan yang datang menghampiri kita, mari kita jalani sebagai salib kita. Yesus sendiri mengatakan bahwa orang yang menjadi muri-Nya harus siap menyangkal diri dan memikul salibnya. Kesetiaan kita mengikuti Yesus walaupun kita harus menderita, justru kita menyelamatkan nyawa kita dan kita akan menemukan kebahagiaan sejati. Oleh karena itu, mari kita mohon kepada Yesus, agar Dia mengenyahkan iblis dalam diri kita yang menghalangi kita untuk setia percaya kepada-Nya. Amin.

BACAAN HARI MINGGU BIASA PEKAN XXII, Minggu 27 Agustus 2011

BACAAN HARI MINGGU BIASA PEKAN XXII,
Minggu 27 Agustus 2011
Yer 20:7-9, Mzm 63:2,3-4,5-6,8-9, Rm 12:1-2, Mat 16:21-27

BACAAN I: Yer 20:7-9

“Karena sabda Tuhan, aku disindir dan diejek.”

Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semuanya mereka mengolok-olokkan aku. Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: "Kelaliman! Aniaya!" Sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari. Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.

MAZMUR TANGGAPAN : Mzm 63:2,3-4,5-6,8-9

Reff.: Hatiku haus dan rindu akan Dikau, ya Tuhan Allah-Ku.

1. Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu.
Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.

2. Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.
Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji.

3. Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, ?
Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.
Tetapi orang-orang yang berikhtiar mencabut nyawaku, akan masuk ke bagian-bagian bumi yang paling bawah.

BACAAN II: Rm 12:1-2

“Persembahkanlah dirimu sebagai korban yang hidup.”

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

BACAAN INJIL: Mat 16:21-27

“Barangsiapa ingin menjadi murid-Mu, harus menyangkal diri.”
Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau." Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)