Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: RABU 27 NOVEMBER 2013

RENUNGAN HARI BIASA: RABU 27 NOVEMBER 2013 
(Fransiskus-Antonius Pasani) 
Dan. 5:1-6,13-14,16-17,23-28; MT Dan. 3:62,63,64,65,66,67; Luk. 21:12-19 


BACAAN INJIL: 
Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu." 

RENUNGAN : 
Orang seringkali mengharapkan hidup aman, nyaman tanpa persoalan dan penderitaan hidup. Namun harapan itu tidak pernah dapat terwujud, karena setiap orang pasti punya persoalan masing-masing dan bahkan punya penderitaan masing-masing. Tidak ada seorangpun yang lepas dari semuanya itu, malahan setiap hari punya persoalan tersendiri, mungkin berbeda dengan hari sebelumnya. Yesus sendiri sebagaimana kita dengarkan dalam injil hari ini mengatakan bahwa para murid akan menghadapi tantangan ,persoalan berat dan dibenci karena iman kepada Dia. 

Yesus mengatakan hal ini setelah Yesus berbicara sehubungan dengan keruntuhan Bait Allah dan keruntuhan itu diartikan para murid sebagai akhir zaman atau hari kiamat. Dengan pernyataan itu, Yesus mengatakan bahwa para murid tidak usah sibuk berpikir tentang akhir zaman, karena penderitaan yang akan dihadapi bukan hanya pada akhir zaman, tetapi dalam hidup setiap hari para murid akan mengalaminya. Yesus bukan bermaksud menakut-nakuti para murid tetapi mempersiapkan para murid agar tidak takut bila menghadapi penderitaan dalam hidup. Yesus berjanji bahwa bila para murid menghadapinya semuanya itu, Dia akan membantu, menolong dan memberi kekuatan kepada mereka. Yesus mengatakan agar para murid tidak usah khawatir dan takut, karena Tuhan sendiri akan menolong bahkan Tuhan akan menolong mereka sebelum mereka memohon pertolongan dari Tuhan. 

Selain itu, Yesus mengingatkan agar para murid harus melihat kesulitan dan penderitaan harus sebagai kesempatan untuk bersaksi akan iman mereka. Tuhan menjadi menjamin perlindungan dengan mengatakan, “Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang.” Ungkapan ini menyatakan perlindungan sangat istimewa bagi para murid. Apa yang dikatakan oleh Yesus kepada para murid, juga kita alami hingga saat ini. Kita pasti menghadapi banyak tantangan, persoalan dan bahkan penderitaan pdalam hidup kita. Semunya itu bisa terjadi karena beratnya beban hidup yang kita alami dan bahkan kitapun pasti sudah mengalami kesulitan karena iman kita. 

Semuanya itu membuat kita kecewa dan putus asa. Kita sering berpikir bahwa dengan beriman, kita akan terbebas dari semuanya itu. Pemikiran demikian tentu keliru besar. Yesus tidak pernah menjanjikan hidup aman tentera, terbebas dari persoalan dan penderitaan hidup. Tuhan juga tidak pernah menjanjikan bahwa kita akan menjalani hidup kita dengan aman tanpa gangguan. Yesus sudah menegaskan hal ini dalam injil yang kita dengarkan hari ini. Namun Yesus menjanjikan perlindungan dan pertolongan . 

 Oleh sebab itu, kita tidak usah khawatir dan takut, karena Tuhan akan segera menolong, membantu dan memberi kita kekuatan dalam menghadapi semuanya itu. Maka dari itu, hendaknya kita tetap bertahan dalam iman, karena dengan bertahan dalam iman, kita akan selamat. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: SELASA 26 NOVEMBER 2013

RENUNGAN HARI BIASA: SELASA 26 NOVEMBER 2013 
 (Leonardus a Porto Mauritio,Yohanes Berchmans ) 
Dan. 2:31-45; MT Dan. 3:57,58,59,60,61; Luk. 21:5-11 

BACAAN INJIL: 
Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: "Apa yang kamu lihat di situ -- akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan." Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?" Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera." Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. 

RENUNGAN : 
 Saya masih ingat ketika terjadi gempa di Nias ataupun tsunami di Aceh, pada masa itu getaran gempa yang juga terasa di Dairi membuat banyak orang ketakutan. Ternyata orang takut juga mati. Namun ada pengalama menarik pada masa itu, yakni banyak orang yang akhirnya rajin menghadiri ibadat atau perayaan ekaristi pada hari Minggu, ada pula umat yang meminta atau membeli lilin ke paroki, katanya untuk dipakai untuk berdoa dan katanya sekaligus kalau gempa lagi, listrik padam, ada lilin sebagai persiapan. Saya tidak tahu apa alasan banyak umat yang dulunya jarang ke gereja, tetapi pada masa itu menjadi raji. Usut punya usut, ada yang mengatakan bahwa mereka jadi rajin ke gereja dengan harapan kalaupun gempa dan mati, kelak masuk surga karena sudah mulai beriman. Ada pula yang mengatakan lebih baik mati di gereja saat gempa daripada di luar gereja. 

Apapun alasan mereka, yang jelas orang takut juga mati dan rindu bahwa setelah mati mereka masuk surga. Dari pengalaman itu juga kita ketahui bahwa ketika ada bencana alam, orang salalu berpikir bahwa hari kiamat akan tiba dan ketika ada berita hari kiamat akan tiba, orang mulai mempersiapkan diri. Kiranya itu pulalah pemikiran para rasul ketika Yesus menubuatkan kehancuran Bait Allah yang mereka kagumi. Nubuat itu dikatakan oleh Yesus ketika para murid mengagumi keindahan Bait Allah dengan persembahan yang ada di Bait Allah itu. 

Orang-oarang pada masa itu meyakini bahwa Bait Allah adalah tanda kehadiran dan perlindungan Allah atas mereka. Keyakinan ini sangat kuat sehingga beranggapan bahwa semakin megah Bait Allah itu dan semakin banyak persembahan yang dipersembahkan di Bait Allah, maka mereka akan semakin dilindungi Tuhan. Kiranya pemikiran demikian keliru karena mereka akhirnya mengandalkan Bait Allah, atau gedung, bukan berpegang pada Tuhan. Ketika para murid mengagumi Bati Alalh itu, saat itulah Yesus menubuatkan kehanduran Bait Allah. 

 Kehancuran Bait Allah dianggap sebagai akhir zaman. Para murid tidak kaget mendengar nubuat Yesus, tetapi mereka hanya bertanya kapan itu terjadi. Mereka ingin mengetahui dengan pasti dengan pemikiran supaya mereka bisa mempersiapkan diri. Yesus tidak menjawab kapan kehancuran atau akhir zaman itu tiba, namun Yesus justru menubuatkan akan tantangan yang dihadapi oleh para murid, baik itu bencana alam, perang dan akan ada orang yang mengatakan bahwa akhir zaman sudah tiba. Yesus mengingatkan agar bila hal itu terjadi, para murid tetap waspada dan bahkan jangan mengikuti orang yang mengatakan bahwa akhir zaman akan tiba. 

Yesus mnegingatkan kita agar waspada sehingga tidak disesatkan oleh semuanya itu. Memang banyak hal yang bisa menyesatkan kita dalam kehidupan ini. Penyesatan pada zaman ini justru jauh lebih hebat dibanding dengan sebelumnya. Penyesatan itu berarti segala sesuatu yang menjauhkan kita dari Tuhan dan yang membuat kita tidak beriman. Ingatlah apa yang mau dinubuatkan oleh Yesus tentang keruntuhan Bait Allah; Bait Allah itu berdiri kokoh dan megah, juga banyak persembahan di sana, namun semuanya itu akan hancur. 

Sabda Yesus ini mau mengatakan, bahwa apa yang kita anggap kuat, megah dan kita andalkan, pada akhirnya akan tiba waktunya semuanya itu hancur binasa. Orang yang perpegang teguh pada hal-hal duniawi, pada akhinrya apa yang dianggapnya dapat membantu dan menyelamatkannya, akan hancur. Oleh sebab itu, kita hendaknya berpegang teguh dan mengandalkan Tuhan dalam hidup kita. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: SENIN 25 NOVEMBER 2013

RENUNGAN HARI BIASA: SENIN 25 NOVEMBER 2013 
(Katarina dr Aleksandria, Elisabet dr Reute) 
Dan. 1:1-6,8-20; MT Dan. 3:52,53,54,55,56; Luk. 21:1-4 

BACAAN INJIL: 
Persembahan seorang janda miskin Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya." 

RENUNGAN : 
 Saya yakin kita semua sudah pernah dan bahkan sering memberi sumbangan kepada orang lain baik itu karena diminta ataupun karena tanpa diminta. Paling tidak kita semua pasti memberi persembahan / kolekte ketika mengikuti perayaan ekaristi. Kalau kita tidak memberi persembahan saat ekaristi, itu namanya terlalu. Namun, apakah kita memberi dengan sukacita iman, atau memberi dengan terpaksa? Apakah kita memberi dengan pengorbanan dan memberi sewajarnya sesuai dengan berkat yang ada pada kita? 

Lagi-lagi kita mendengarkan injil yang berbicara tentang persembahan janda miskin yang dipuji oleh Yesus. Yesus memuji persembahan janda miskin itu, bukan karena jumlahnya yang tidak seberapa dibanding dengan persembahan banyak orang kaya. Dengan tegas Yesus mengatakan bahwa dia memberi dari kekurangannya dan bahkan seluruh hidupnya sedangkan orang lain memberi banyak dari kelimpahannya. Janda itu jelas memberi sedikit, tetapi yang sedikit itu yang dia miliki. 

Luar biasa janda itu, dia memberi tanpa berpikir bagaimana dan apa yang akan dia pakai untuk makan, dia tidak memikirkannya. Janda itu dalam memberi persembahan kepada Tuhan, tidak memikirkan nasib hidupnya. Dia melakukan demikian karena baginya adalah suatu keharusan untuk memberi persembahan kepada Tuhan, bukan hanya uang tetapi seluruh hidupnya. Dia percaya bahwa uang yang dia miliki dan hidupnya adalah milik Tuhan, sehingga harus dipersembahkan kepada Tuhan. Dengan memberi persembahan itu, dia juga mempersembahkan hidupnya kepada Tuhan dengan keyakinan bahwa Tuhan yang memberi hidup itu, Tuhan pula akan memelihara hidupnya. Janda miskin itu memberi sedikit tetapi memberi dengan iman dan sekaligus mempersembahkan hidupnya kepada Tuhan. Janda itu memberi dari kekurangannya dan dia tidak merasa kekurangan. 

Berbeda halnya dengan kita. Kita seringkali begitu sulit untuk memberi, kalaupun kita memberi, kita memberi dengan terpaksa karena dimintai, kita memberi dengan terpaksa dan memberi yang paling kecil. Coba kita renungkan, setiap kita memberi persembahan dalam perayaan ekaristi, berapa yang kita beri? Apakah kita memberi dengan tulus, sewajarnya atau memberi dari yan g paling kecil yang ada pada kita? Kita sulit memberi karena kita kurang beriman dan masih selalu merasa kekurangan. Kita berpikir bahwa kita saja masih kekurangan, bagaimana mungkin kita bisa memberi. Kita tidak percaya bahwa apa yang ada pada kita dan hidup ini adalah milik Tuhan yang harus kita kembali kepada Tuhan dengan cara berbagi dengan sesama, kita tidak yakin bahwa dengan memberi kita tidak akan kekurangan karena Tuhan akan memelihara hidup kita. 

 Juga kita sering berpikir bahwa bukan karena banyaknya pemberian kita, tetapi yang penting adalah memberi dengan tulus hati. Memang pemikiran ini benar, sebab apa gunanya memberi banyak tetapi dengan terpaksa dan tidak dengan tulus hati. Namun apakah pemberian itu tulus bila kita memberi sedikit padahal kita punya banyak dan bisa memberi banya? Tentu itu juga bukan pemberian dengan tulus. Pemberian dengan tulus adalah bila apa yang kita berikan sepadan dengan apa yang ada pada kita dan kemampuan kita. Sering pula kita dengar ungkapan yang mengatakan, “Memberi tidak harus dengan uang atau materi, tetapi bisa saja memberi yang bukan materi dan doa.” Ini juga benar. Tapi kita harus hati-hati, bisa saja pemikiran demikian menjadi alasan bagi kita untuk berbagi. Bisa saja kita mengatakan demikian karena kita tidak mau berkorban kekurangan atau memberikan apa yang kita miliki. 

Pemberian yang tulus adalah dilandasi oleh pengorbanan, melepas apa yang ada padanya. Orang yang melekat pada hartanya, dia akan sulit untuk berbagi. Banyak diantara kita yang demikian, kita dengan mudah mengatakan bahwa kita hanya bisa membantu dengan dukungan dan doa, padahal kita bisa berbuat lebih nyata dengan apa yang ada pada kita, hanya kita tidak mau melepas apa yang ada pada kita. Kita takut kekutangan dengan berbagi apa yang ada pada kita. Janda miskin ini menjadi contoh pada kita bahwa dengan memberi, dia juga mempersembahkan hidupnya pada Tuhan. Pemberian kita adalah sekaligus persembahan diri kepada Tuhan. Amin.

RENUNGAN HARI MINGGU: 24 NOVEMBER 2013

RENUNGAN  HARI MINGGU: 24 NOVEMBER 2013 
(HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM) 
2Sam. 5:1-3; Mzm. 122:1-2,4-5; Kol. 1:12-20; Luk. 23:35-43 


INJIL Luk. 23:35-43 
“Tuhan, ingatlah akan daku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” 

Ketika Yesus bergantung di salib, pemimpin-pemimpin Bangsa Yahudi mengejek-Nya, "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah." Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya dan berkata: "Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!" Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: "Inilah raja orang Yahudi". Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah." Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." 

RENUNGAN : 
"Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."(Luk 23:42) 

Para Saudara, Sungguh menarik bahwa pada hari Raya ini kepada kita justru diperdengarkan berita tentang Yesus yang disalibkan bersama dua orang penyamun yang dihukum salib. Apa yang kita dengarkan dalam injil seakan bertoalk belakang dengan hari raya hari ini. Dalam pikiran kita dan pada umumnya, seorang raja tampil dengan kebesaran, kekuasaan dan kemuliaannya. Namun pada hari raya ini, kepada kita diperdengarkan kisah hidup Yesus yang sungguh tragis, yakni Dia menderita disalibkan dan bahkan dianggap sebagai seorang penjahat karena Dia dihukum dengan hukuman yang diperuntukkan untuk seorang penjahat serta Dia dihukum bersama dengan dua orang penjahat. 

Kalau sekiranya Yesus tampil dengan kekuasaan-Nya, dengan kemegahan dan dikawal oleh para serdadu yang gagah perkasa, tentu orang-orang saat itu pasti mengakui Yesus sebagai raja. Kalau Yesus tampil seperti itu, pasti tidak ada yang mengejek Yesus sebagaimana kita dengarkan dalam injil hari ini. Sungguh tragis karena para serdadu dan salah seorang penjahat yang sedang dihukumpun ikut mengejek Yesus. Mungki kitapun akan demikian, kalau kita berada di sekitar salib Yesus ketika Dia disalibkan. Namun itulah kenyataan yang dihadapi oleh Yesus. 

Dalam Injil yang hari ini, Yesus sebgai raja hana dinyatakan dalam dua peristiwa, yakni tulisan yang ada di atas salib Yesus, INRI: Yesus dari Nasaret Raja Orang Yahudi dan pernyataan salah seorang penyamnun. Tulisan yang ada di salib Yesus, itu dibuat mereka bukan karena mengakui Yesus raja mereka tetapi itu hanya sebagai penghinaan mereka kepada Yesus, karena mereka menganggap bahwa Yesus mengakui diri sebgai raja bangsa Yahudi. Sehingga dengan membuat tulisan itu, mereka mau mengejek Yesus yang mengakui diri sebgai raja tetapi mati disalibkan. Hal ini juga kita dengarkan dari perkataan ejekan mereka, "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah." 

Namun kalau kita simak dengan teliti, ungkapannya bukan tidak sepenuhnya mengakui Yesus sebagai raja, karena dia mengatakan, “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." Dari kata-kata ini ada tersirat suatu harapan akan identitas Yesus sebgai raja kelak, bukan sekarang ini. Apalagi yang mengatakan ini adalah seorang hukuman, tentu pernyataannya bagi banyak orang tidak berbobot dan tidak dapat diterima. Memang Yesus Raja kita bukan seperti raja pada umumnya di dunia ini. 

 Injil Lukas memaparkan konsep Kristus sebagai Raja atau pemimpin yang berbeda dengan konsep pemimpin zaman kini. Secara khusus ciri khas Kristus sebagai raja dilukiskan berkaitan dengan peristiwa di Gunung Kalvari. Dia dimahkotai duri dan bukan emas, perak dan berlian. Kerajaan-Nya bukan dari dari dunia ini. Maka ketika Ia diperlakukan tidak adil, disiksa, disalibkan, tidak seorang pun yang membela dia. Kursi tahkta dan istana-Nya bukan kursi dan istana yang besar dan megah tetapi salib dan Dia tidak mempunyai serdadu namun hanya para murid yang sederhana. 

Menjelang wafat-Nya dia tidak kelililingi oleh tokoh politik atau pengawal melainkan hanya dua orang penjahat. Bahkan Dia diperlakukan sebagai seorang penjahat dan ketika Ia tersalib, tidak ada kehormatan. Yang ada hanya ejekan dan penghinaan. Yesus sebagai raja mau menegaskan bahwa bukan kekuasaan namun pelayanan. Bukan juga kemewahan melainkan kesederhanaan. Ia bukan mau mencari kehormatan dan kepopuleran pribadi tetapi nama Allah semakin dimuliakan. Ia mau menegakkan damai, keadilan, dan kasih. Sebagai raja ia tidak pernah menyombongkan diri namun merendahkan diri. Dalam Filipi 2:7-8 dikatakan, “Ia telah mengosongkan diri-Nya sendiri , dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 

Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” Maka ada beberapa ciri khas kepemimpinan Yesus sebagai raja atau pemimpin. 

Yang pertama, Gembala. Yesus sendiri mengatakan, “Akulah gembala yang baik.” Gembala yang baik itu mengenal domba-dombaNya dan domba-dombaNya mengenal-Nya (lihat Yohanes 10:1-15). 

Kedua, Melayani dan bukan untuk dilayani. Ungkapan ini berasal dari perkataan Yesus sendiri, “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mateus 20:28 dan Markus 10:45). Inilah revolusi nilai kepemimpinan yang dibawakan oleh Yesus. Mungkin penilaian dunia mengukur kepemimpinan seseorang dengan banyaknya manusia yang dikuasai oleh seorang pemimpin. Atau mengukur seorang pemimpin dengan kepintaran dan pendidikannya. Atau juga berdasarkan ukuran tinggi kedudukan, kekayaan dan harta bendanya. Tetapi Yesus sendiri melihat kebesaran seorang pemimpin dari sudut kualitas moral pelayanan yang didasarkan pada ketaatan akan kehendak Tuhan. 

Ketiga, Pewarta Injil dan berita keselamatan. “Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan umat-Nya, terutama orang – orang yang percaya. Yesus datang ke dunia bukan untuk menghakimi dunia tetapi untuk menyelamatkannya“ (Yohanes 3:17). 

Dan keempat, Guru mengajar dan mendidik. Sebagai pemimpin, Yesus Kristus tidak memberikan garis pemisah antara pemberitaan dan pengajaran. Dalam pelayananNya Yesus serempak mengajar dan mewartakan kabar gembira. Serempak sebagai guru dan pewarta. 

Kita harus berani belajar dari salah seorang penyamut yang ikut disalibkan bersama dengan Yesus. Kata-kata di atas dikatakan seorang penjahat yang ikut disalibkan bersama dengan Yesus. Dia yang dalam penghukuman dan menjelang kematian, berani mengakui Yesus adalah Raja dan berharap ikut masuk dalam Kerajaan Allah. Dalam penderitaan penghukumannya, justru dia bertobat dan menyatakan imannya. 

Di dalam Injil kita juga mendengarkan bahwa salah seorang penyamun itu mengakui Yesus sebagai raja. Dia juga mengakui Yesus adalah Raja padahal Yesus saat itu bukan dalam kebesaran sebagaimana biasanya seorang raja, tetapi saat itu justru Yesus seperti manusia lemah, tak berdaya tergantung di salib. Penjahat itu melihat kemaharajaan Yesus yang rela menderita dan mati di salib. 

Mengakui Yesus sebagai raja kita, pada saat hidup kita nyaman, tidak ada persoalan, pada saat semua kebutuhan terpenuhi dan hidup kita sukses, pastilah sangat mudah. Namun apakah kita sanggup mengakui Yesus raja kita pada saat itu mengalami persoalan, dalam kekurangan kita, pada saat menghadapi penderitaan hidup? Mungkin ini akan sangat sulit kita lakukan. 

 Mengakui Yesus adalah raja kita pada saat hidup beriman serasa nyaman tanpa hambaran, pada permohonan kita dikabulkan dan pada saat merayakan liturgi yang menyenangkan hati kita. Namun apakah kita tetap berani mengakui Yesus raja kita pada saat kita kesulitan menghayati iman kita? Apakah kita juga mau ikut berkorban dan menderita demi mengikuti Yesus Tuhan kita yang menderita dan wafat di salib? 

Semoga kita mengakui iman kita bahwa Yesus adalah Raja kita dengan hidup menuruti perintah-Nya dalam semua kehidupan kita dan kitapun mau meneladan hidup-Nya. Ingatlah apa yang dikatakan oleh kepada salah seorang penyamun itu, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)