Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: SELASA 30 OKTOBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: SELASA 30 OKTOBER 2012 
 (Angelus dr Acri, Dominikus Collins) 
Ef 5:21-33,Mzm 128:1-2,3,4-5, Luk 13:18-21 

BACAAN INJIL: Maka kata Yesus: 
"Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya." Dan Ia berkata lagi: "Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah? Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya." 

RENUNGAN: Y
esus mengumpamakan Kerajaan Allah itu dengan biji sesawi, biji yang kecil tetapi akhirnya tumbuh dan berkembang serta menjadi tempat bernaung dan bersarang burung-burung di udara. Juga mengumpakan dengan ragi yang dicampur dan diaduk ke dalam tepung terigu dan akhirnya ragi itu membuat tepung itu kembang menjadi roti. Biji sesawi maupun ragi itu akhirnya berguna karena ada yang menggunakannya atau melakukannya. Demikianpun Kerajaan Allah harus dihadirkan oleh orang beriman. 

Orang beriman harus menghadirkan Kerajaan Allah dalam hidup. Sudah menjadi tugas orang beriman menghadirkan Kerajaan Allah dalam hidup dunia ini. Sehingga jelas bahwa Kerajaan Allah itu harus bisa dinikmati oleh banyak orang dan akhirnya mendatangkan perlindungan dan mengubah hidup dunia ini menjadi lebih baik. 

Namun mungkin kita merasa bahwa kita tidak punya kemampuan untuk megnhadirkan Kerajaan Allah karena kita orang biasa. Namun mari kita ingat dalam Injil hari ini, Yesus mengumpamakan Kerajaan Allah itu dengan biji sesawi, biji yang kecil dan dengan ragi yang sedikit, bukan banyak. Ini bagi kita berarti bahwa kita sanggup menghadirkan Kerajaan Allah dengan perbuatan-perbuatan yang sederhana. Tuhan tidak menuntut dari kita perbuatan-perbuatan besar, tetapi dengan perbuatan kecil sekalipun kalau kita lakukan dengan penuh iman, pada akhirnya menghadirkan Kerajaan Allah. Kita wajib menghadirkan Kerajaan Allah sehingga orang merasakan ketenangan dalam hidup, dan mengubah hidup ini menjadi lebih baik. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: SENIN 29 OKTOBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: SENIN 29 OKTOBER 2012 
Ef 4:32-5:8 Mzm 128:1-2,3,4-5 r:1a, Luk 13:10-17 

BACAAN INJIL: 
Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat. Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh." Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah. Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat." Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?" Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya. 

RENUNGAN: 
Perbuatan baik haru dilakukan kapanpun dan di manapun. 

Memang kita merasa aneh mendengar sikap kepala rumah ibadah yang menegur Yesus karena menyembuhkan orang pada hari sabat, seharusnya dia senang karena seorang wanita yang sudah selapan belas tahun kerasukan setan, akhirnya disembuhkan oleh Yesus. Kepala rumah ibada itu menuduh Yesus melanggar aturan hari sabad. Kepala rumah ibadah itu lebih mementingkan aturan hari sabad dibanding dengan melakukan kebaikan dan orang menjadi sembuh. 

Yesus menanggapi teguran itu dengan teguran yang lebih keras, mengatakan bahwa dia adalah orang-orang munafik, karena mementingkan hari sabad, bersikap baik padahal jahat, tidak peduli dengan sesama yang miskin dan sakit. Hidup beriman terutama harus berbuah dalam perbuatan baik kepada sesama dan perbuatan baik itu harus dilakukan kapanpun dan di manapun. Inilah kiranya yang diajarkan oleh Yesus dalam Injil hari ini. Memang seringkali kita lebih mementingkan aturan atau ibadah dibanding dengan perbuatan baik. 

Kita terkadang merasa diri sudah menjadi orang beriman karena kita rajin beribadah, taat pada aturan. Tidak sedikit pula orang beriman yang merasa dirinya lebih baik dari orang lain, hidupnya begitu rajin beribadah, taat pada aturan, tetapi tidak peduli dengan sesama terutama yang menderita. Namun kita harus ingat sabda Yesus hari ini juga menegur kita yang mungkin bersikap munafik seperti kepala rumah ibadan itu. Sebagai orang beriman, kita harus menjadi pelaku kebaikan kepada sesama. Amin.

RENUNGAN HARI MINGGU MASA BIASA KE XXX: 28 OKTOBER 2012

RENUNGAN HARI MINGGU MASA BIASA KE XXX: 
28 OKTOBER 2012 
Yer 31:1-7, Mzm126:1-2ab,2cd-3.4-5.6;R3, Ibr 5:1-6, Mrk 10:46-52 

BACAAN INJIL : Mrk 10:46-52 
“Rabuni, semoga aku dapat melihat.” 

Pada suatu hari, Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan. Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!" Lalu Yesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau." Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus. Tanya Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!" Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. 

RENUNGAN:
Ada sebuah kisa, tentang seorang gadis muda yang cantik nambun buta atau tidak bisa melihat. Wanita itu sungguh ingin bisa melihat sehingga dia berusaha dengan berobat ke mana-mana. Dia sudah banyak berusaha namun belum ada hasilnya, dia hampir putus asa. Namun ada seorang pemuda yang selalu memberi dia semangat agar tidak putus asa dan selalu berharap bahwa dia pasti akan sembuh dan bisa melihat. Pemuda itu wajahnya jelek alias tidak menarik. Namun karena perhatian pemuda itu, wanita cantik itu jatuh cinta pada pemuda itu. Hingga dalam usaha berobat, dokter mengatakan bahwa jalan satu-satunya agar dia sembuh dan bisa melihat adalah dengan jalan operasi.

Wanita itu rindu ingin melihat, tetapi dia takut dioperasi, takut gagal yang pada akhirnya matanya semakin rusah. Dalam ketakutan itu, pemuda itu memberi dorongan semangat dan harapan bahwa operasi akan berhasil dan dia akan sembuh. Akhirnya operasipun dilakukan dan behasil. Maka tibalah waktu untuk membuka pembalut mata wanita cantik itu. Wanita itu bersuka cita karena sebentar lagi dia akan bisa melihat, juga akan bisa melihat pemuda yang dia cintai, yang selalu memberi dia semangat. Namun masa-masa itu adalah masa menakutkan bagi pemuda itu, karena dia takut bahwa setelah wanita itu bisa melihat wajahnya, wanita itu pasti akan kecewa karena wajahnya jelek.

Pemuda itu berada di dekat wanita itu ketika pembalut mata wanita itu dibuka. khirnya pembalut mata wanita itu dibuka, wanita itupun bisa melihat dan dia langsung memeluk pemuda yang dia cintai. Pemuda itu merasa kaget dan senang karena kekasihnya akhirnya bisa melihat dan memeluk dirinya. Pemuda itu bertanya kepada wanita itu, “Saya kira sesudah engkau bisa melihat wajahku yang jelak, kamu akan membenci dan meninggalkan aku!” Tetapi wanita itu menjawa, “Saya sudah melihat engkau dengan hati, sebelum saya bisa melihat engkau dengan mata saya.”

Dalam cerita itu, wanita itu tidak bisa melihat dengan matanya, tetapi melihat dengan mata hatinya. Melihat dengan mata hati, berarti melihat lebih dalam dari apa yang tampak oleh mata. Wanita muda itu, bukan melihat penampilan atau wajah jelek pemuda itu, tetapi mata hatinya melihat kebaikan dan ketulusan pemuda itu.

Dalam kisah injil hari ini, dikisahkan seorang buta bernama Bartimeus yang mengemis di pinggir jalan berseru kepada Yesus ketika dia mendengar bahwa Yesus sedang lewat. Bertimeus berseru, "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Orang melarang dia dan menyuruh dia supaya diam. Namun semakin dilarang, dia malah semakin berteriak dengan keras. Larangan orang-orang tidak menghentikan keinginannya untuk mendapat penyembuhan dari Yesus, supaya dia bisa melihat.

Kegigihan Bartimeus membuahkan hasil, Yesus menyuruh orang untuk memanggil Bartimeus datang kepada-Nya. Bartimeus sangat senang karena Yesus memintanya datang menghadap Yesus. Ia bergegas menghadap Yesus dengan meninggalkan jubahnya. Jubah yang pakai oleh Martimeus dan ditinggalkannya, tentu bukan sekedar jubah, jubah itu tentu adalah pakaian yang dipakai untuk mengemis. Jubah itu tentunya bukan jubah yang bagus, tetapi jubah jelek yang mendukung dia mengemis sehingga orang semakin prihatin melihat dia. Ketika Bartimeus sampai di depan Yesus, Yesus bertanya akan apa yang diharapkan oleh Bartimeus dari Yesus. Bartimeus menjawab bahwa dia ingin melihat.

Menanggapi permintaan Bartimeus, "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Jawaban Yesus sedikir aneh, sebab Yesus bukan mengatakan “sembuh” tetapi mengatakan bahwa imannya menyelamatkan dia. Yesus pertama-tama menyembuhkan mata iman Bartimeus dan kiranya itu yang lebih utama. Kesembuhan mata iman itu pula sekaligus menyembuhkan penglihatan Bartimeus. Bartimeus yang sudah disembuhkan mata iman dan penglihatannya, meninggalkan hidup lamanya, yakni orang buta yang mengemis, dengan mengikuti Yesus. Bartimeus akhirnya bisa mlihat dengan jelas siapa Yesus, maka iapun mengikuti Yesus.

Kita memang tidak buta dalam penglihatan, tetapi mungkin kita mata iman kita buta. Kita tidak mampu menangkap kehadiran kasih Tuhan dan kehadiran Tuhan dalam hidup kita, sehingga kita tidak sungguh mengenali siapa Yesus. Karena mata iman kita buta, kitapun tidak berani meninggalkan hidup lama kita dan mengikuti Yesus. Kalau sekiranya mata iman kita tidak buta tentu kitapun akan meninggalkan kebiasaan hidup lama kita dan hidup mengikuti Yesus dengan hidup seturut kehendak Tuhah. Dari sebab itu, mari kita berseru dan memohon kepada Yesus, agar Dia juga menyembuhkan mata iman kita. Sebab iman itulah yang menyelamatkan kita.

Selain itu, sabda Tuhan hari ini meneguhkan kita, bahwa Yesus memang Allah yang Mahakasih, Dia tidak akan pernah memalingkan telinga-Nya dari orang yang berseru memohon pertolongan dari-Nya. Mungkin seperti Bartimeus, kitapun ingin semakin mengenal Yesus, kita berseru memohon pertolongan dari Yesus, namun ada saja yang menghalangi kita dan bahkan menyuruh kita diam. Tantangan yang kita hadapi dalam usaha hidup beriman, seringkali melemahkan semangat iman kita. Namun baiklah kiranya seperti Bartimeus yang walaupun disuruh diam, tetapi dia semakin berteriak dengan keras menyerukan belaskasih Yesus, dia tetap yakin bahwa Yesus pasti mau mendengarkannya.

Demikian juga halnya kita, tantangan hidup beriman hendaknya tidak melemahkan iman kita, tetapi bila tantangan itu muncul kita harusnya semakin berjuang berseru dan berusaha untuk hidup beriman dan menyerukan pertolongan Yesus dalam hidup kita. Yakinlah, Yesus pasti mendengarkan seruan kita.

Maka semoga kita berseru memohon pada Tuhan, agar Dia menyembuhkan mata iman kita, sebab iman itulah yang menyelamatkan kita. Dengan demikian, kitapun selalu berjuang untuk tetap setia dalam iman. Amin.

BACAAN HARI MINGGU MASA BIASA KE XXX: 28 OKTOBER 2012

BACAAN HARI MINGGU MASA BIASA KE XXX: 
28 OKTOBER 2012 
Yer 31:1-7, Mzm126:1-2ab,2cd-3.4-5.6;R3, Ibr 5:1-6, Mrk 10:46-52 

BACAAN I: Yer 31:1-7 
“Dengan hiburan Aku akan membawa orang buta dan lumpuh.” 

Beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel! Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkan; dalam kumpulan besar mereka akan kembali ke mari! Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku 

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm126:1-2ab,2cd-3.4-5.6;R3 
Ulangan: Aku wartakan karya agung-Mu, Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan. 

Ayat: 
1. Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu, mulut kita penuh dengan tawa ria, dan lidah kita dengan sorak-sorai. 

2. Pada waktu itu, berkatalah orang di antara bangsa-bangsa, “Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini.” Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. 

3. Pulihkanlah kepada kami, ya Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. 

4. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya. 

BACAAN II: Ibr 5:1-6 
“Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut tata imamat Melkisedek .” 

Sebab setiap imam besar, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa. Ia harus dapat mengerti orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan, yang mengharuskannya untuk mempersembahkan korban karena dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri. Dan tidak seorang pun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri, tetapi dipanggil untuk itu oleh Allah, seperti yang telah terjadi dengan Harun. Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini", sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek." 

BACAAN INJIL : Mrk 10:46-52 
“Rabuni, semoga aku dapat melihat.” 

Pada suatu hari, Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan. Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!" Lalu Yesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau." Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus. Tanya Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!" Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. 


 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)