Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.
Showing posts with label berbbagi Berita. Show all posts
Showing posts with label berbbagi Berita. Show all posts

Hukum Syariah diterapkan kepada warga non-Muslim

Hukum Syariah diterapkan kepada warga non-Muslim 

Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam telah me
nyetujui hukum kontroversial, qanun tentang Jinayat dan hukum Acara Jinayat, yang mereapkan hukum Islam, yang berlaku bagi umat Muslim dan non-Muslim. Menyusul keputusan tersebut, komunitas Kristen di provinsi ini merasa takut dan khawatir, kata laporan-laporan.

Hukum Syariah biasanya terbatas hanya untuk umat Muslim. Abdullah Saleh, ketua Badan Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menegaskan bahwa hukum itu secara resmi mulai berlaku setelah Gubernur Zaini Abdullah menandatangani pada Desember lalu dan secara resmi diterapkan mulai tanggal 31 Desember. 

 Menurut Qanun itu, semua orang yang melanggar hukum tersebut, terlepas dari agama mereka, akan dinilai sesuai dengan hukum Islam. Umat non-Muslim yang melanggar hukum tersebut akan diadili di pengadilan sipil atau pengadilan Islam. Perwakilan dari Gereja-gereja dan aktivis hak asasi manusia telah menyerukan bahwa UU tersebut, “berbahaya bagi hak asasi manusia dan kebebasan beragama”. 

Para aktivis mengkritik cara yang dilakukan oleh kepolisian khusus untuk Syariat. Mereka berpatroli di jalan-jalan untuk memastikan kepatuhan hukum Islam tersebut, terutama pada adat dan kebiasaan masyarakat. Pihak berwenang telah berulang kali menyerah karena tekanan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang memiliki otoritas terhadap hukum Syariah. 

MUI berargumen bahwa hukum itu untuk mengawasi perilaku yang mengganggu kehidupan masyarakat. Sejak penerapan Syariat Islam di Aceh, kaum perempuan tidak boleh memakai celana ketat atau rok mini. Sebanyak 62 orang, termasuk dua non-Muslim, ditahan dalam beberapa hari terakhir, karena mereka “memakai pakaian yang tidak pantas”.

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus akan berziarah ke Tanah Suci untuk misi perdamaian

Paus akan berziarah ke Tanah Suci untuk misi perdamaian

Paus Fransiskus telah mengumumkan bahwa ia akan mengadakan ziarah ke Tanah Suci pada Mei mendatang untuk menandai momen penting dalam hubungan Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks. “Dalam suasana sukacita Natal ini, saya ingin mengumumkan bahwa pada 24-26 Mei mendatang, syukur kepada Allah, saya akan mengadakan sebuah ziarah ke Tanah Suci,” katanya setelah Doa Angelus pada 5 Januari kepada hadirin yang memadati Lapangan Santo Petrus. 

Selama perjalanan tersebut, Paus Fransiskus akan bertemu dengan Patriark Ortodoks Konstantinopel, Bartholomew I. Ia juga akan bertemu dengan perwakilan dari semua Gereja Kristen dari Yerusalem. Kedua pemimpin Gereja tersebut akan mengadakan pertemuan ekumenis di lokasi Makam Suci, yang orang Kristen yakin sebagai tempat penguburan Yesus sebelum kebangkitan-Nya. 

Paus menjelaskan bahwa “tujuan utama” dari perjalanannya adalah “untuk memperingati pertemuan bersejarah di antara Paus Paulus VI dan Patriark Athenagoras I pada 50 tahun lalu.” Pada Januari 1964, Paus Paulus VI mengadakan ziarah ke Tanah Suci. Dia bertemu dengan Patriark Ekumenis Konstantinopel di Bukit Zaitun pada 5 Januari. Pertemuan bersejarah ini membuat hubungan di antara Katolik dan Gereja Ortodoks semakin meningkat, termasuk deklarasi bersama yang dikeluarkan tahun 1965. 

Selain Yerusalem, Paus juga akan melakukan perjalanan ke Betlehem, Amman, dan Yordania. Bawa Misi Perdamaian Bapa Suci mengatakan lawatannya ke Tanah Suci tersebut, selain bertujuan untuk mendorong hubungan di antara Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks, tapi juga menggarisbawahi hubungan dekat Paus Fransiskus dengan masyarakat Yahudi, dalam upayanya menjangkau masyarakat Muslim dan himbauan Vatikan sejak lama bagi perdamaian antara Israel dan Palestina. 

Kantor berita Palestina Wafa mengatakan Presiden Mahmoud Abbas berharap kunjungan itu akan “berkontribusi untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina yang menginginkan kebebasan, keadilan dan kemerdekaan”. Di Jerusalem, Kementerian Luar Negeri Israel Yigal Palmor mengatakan Paus Fransiskus “akan disambut dengan hangat seperti pendahulunya”.
Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus dinobatkan sebagai orang paling berpengaruh keempat di dunia

Paus Fransiskus dinobatkan sebagai orang paling 
berpengaruh keempat di dunia

Paus Fransiskus dinobatkan oleh Forbes sebagai orang keempat yang ‘paling berpengaruh’ di dunia, demikian majalah bisnis bergengsi Amerika Serikat itu, yang baru saja merilis nama-nama dari “72 orang paling berpengaruh” di planet bumi tahun 2013. 

Dalam versi Forbes, Presiden Rusia Vladimir Putin di urutan pertama, disusul oleh Presiden AS Barack Obama dan Presiden Cina Xi Jinping, masing-masing di urutan kedua dan ketiga. Kanselir Jerman Angela Merkel di urutan kelima, yang dinilai sebagai wanita besi di dunia. Setiap tahun Forbes membuat peringkat kepala negara, pemodal, dermawan dan pengusaha “yang benar-benar mempengaruhi dunia”. 

Forbes memilih satu dari setiap 100 juta dari sekitar 7,2 miliar penduduk dunia, dan memilih 72 orang yang dianggap ‘paling berpengaruh’ di kalangan para kandidat tersebut. Tidak seperti Paus Fransiskus yang menganggap “kekuasaan sebagai sebuah pelayanan”, Forbes menggunakan kriteria yang jauh berbeda untuk mendefinisikan ‘kekuasaan.’ 

 Forbes menjelaskan kriteria tersebut dalam sebuah artikel yang diterbitkan melalui online pada 30 Oktober, di mana ia mengumumkan 72 nama. Pertama, mereka menilai “apakah para kandidat tersebut memiliki pengaruh besar terhadap banyak orang”. Kedua, mereka menilai “sumber daya keuangan yang dikontrol oleh setiap orang, dan melihat apakah mereka relatif lebih unggul dibandingkan dengan rekan-rekan mereka”. 

Ketiga, mereka memilih “kalau kandidat tersebut memiliki pengaruh dalam banyak bidang”, kalau hanya dalam satu bidang tidak cukup. Keempat, “mereka memastikan bahwa para calon secara aktif menggunakan kekuatan mereka.”
Sumber: Pope Francis named as world’s fourth most powerful man
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Ensiklik pertama Paus Fransiskus menampilkan gaya pastoral yang unik

Ensiklik pertama Paus Fransiskus menampilkan gaya pastoral yang unik 

Seorang Uskup Agung Vatikan mengatakan, ensiklik pertama yang dikeluarkan oleh Paus Fransiskus memberikan sebuah “pengantar” untuk ajaran dan gaya pastoral yang unik dari kepausannya. Uskup Agung Rino Fisichella, ketua Dewan Kepausan un
tuk Evangelisasi, menjelaskan “The Light of Faith” (Terang Iman) sebagai sebuah “kontribusi Paus Fransiskus akan sebuah Evangelisasi baru.”

Uskup agung itu mengatakan bahwa ensiklik ini – yang berjudul “Lumen Fidei” dalam bahasa Latin, - adalah “khas” dari Paus Fransiskus, meski banyak draft awal yang ditulis oleh Paus Emeritus Benediktus XVI. “Lumen Fidei, sementara memperbaiki beberapa pemikiran dan sejumlah konten dari ajaran Paus Emeritus Benediktus XVI, secara total adalah teks Paus Fransiskus,” katanya saat merilis ensiklik tersebut pada Jumat (5/7) di kantor pers Takhta Suci, Vatikan. 

 “Di sini kita menemukan gayanya, dan kekhasan dari isi yang mana kita telah menjadi terbiasa dalam bulan-bulan pertama masa kepausannya, terutama terkait dengan homilinya pada Misa-misa harian,” tambahnya. Uskup Agung Fisichella menekankan bahwa “penggunaan ekspresi, kekayaan gambar yang menjadi referensi dan kekhasan dari beberapa kutipan dari penulis kuno dan modern membuat teks ini menjadi sebuah pengenalan yang benar untuk mengajar dan memungkinkan pemahaman yang lebih baik dari gaya pastoral yang unik dari paus tersebut.” 

Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Berbagi Berita: KWI bersikukuh tolak RUU Ormas

KWI bersikukuh tolak RUU Ormas
(Pewarta: Fransiska Ninditya)

Jakarta (ANTARA News) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) tetap menolak Rancangan Undang Undang Organisasi Kemasyarakatan (RUU Ormas) meskipun DPR akan membawa rancangan tersebut ke rapat paripurna, kata Sekretaris Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan KWI Benny Susetyo.

 "Kami menolak RUU Ormas karena masih penuh masalah, yakni ketidakjelasan definisi Ormas dan ruang lingkup yang terlalu luas," kata Romo Benny ketika dihubungi dari Jakarta, Sabtu malam. Pihaknya menilai rumusan RUU Ormas menyimpan kepentingan tertentu guna memperlemah posisi Ormas sebagai salah satu pilar demokrasi. "Ada kepentingan tersembunyi di balik rumusan Undang-undang Ormas, yang sengaja memperlemah posisi ormas sebagai pilar demokrasi," tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga menilai sebagian besar pasal perubahan dalam RUU Ormas tersebut masih kabur sehingga dapat memicu multi-tafsir dalam penerapannya. Otoritas pendaftaran ormas juga masih belum jelas, apakah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) atau Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri). Menurut Romo Benny, pihaknya hanya sekali diundang untuk berdialog mengenai rumusan UU tersebut. "Masukan dari KWI hanya ditampung, tetapi realitasnya tidak mengubah isi," tambahnya.
Editor: Aditia Maruli
Disadur dari: http://www.antaranews.com

Vatikan ingin perwakilan permanen di Vietnam

Vatikan ingin perwakilan permanen di Vietnam 

Takhta Suci Vatikan telah menekan pemerintah Vietnam untuk memungkinkan pembentukan “sesegera mungkin” perwakilan diplomatic permanen di negara itu, selam
a dialog resmi putaran terbaru di Roma pekan lalu. Selama pertemuan, yang berlangsung di Vatikan pada 13-14 Juni, pemerintah Vietnam meminta Gereja Katolik “berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan sosial-ekonomi.”

Sebuah komisi bilateral antara Vietnam dan Takhta Suci dibentuk tahun 2009 dan mereka telah bertemu tiga kali dalam beberapa tahun terakhir. Kerja komisi itu berhasil mengangkat Uskup Agung Leopoldo Girelli sebagai wakil Vatikan non-residen di negeri itu, duta besar Takhta Suci pertama sejak kemenangan komunis tahun 1975. Uskup Agung Girelli saat ini berbasis di Singapura. 

Vietnam telah berjanji memfasilitasi kunjungan ke negara itu “untuk memungkinkan dia menjalankan misi Gereja,” demikian pernyataan bersama yang dirilis setelah pertemuan di Roma. Pembentukan keduatan Vatikan permanen di Vietnam akan membawa “kepentingan semua pihak”, kata Vatikan. Selama sesi dua hari, delegasi Vietnam menekankan upaya negara Komunis itu untuk “mengimplementasikan secara konsisten dan perbaikan terus menerus” terhadap berbagai kebijakan guna “menghormati dan menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan.” 

 Pada akhir Mei, wakil presiden majelis nasional, Uong Chu Lu, mulai merevisi kerangka hukum yang mengatur agama di negara ini. Ketika Vietnam merevisi konstitusinya, Gereja Katolik telah mengajukan proposal sendiri. Hal ini dianggap menentang Partai Komunis yang “menjadi kekuatan negara dan masyarakat,” dan Marxisme-Leninisme adalah ideologinya. Sebuah amandemen konstitusi juga diminta oleh 72 intelektual terkemuka negara itu termasuk Uskup Vinh Mgr Nguyen Thai Hop, ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Konferensi Waligereja Vietnam, yang telah ditandatangani oleh ribuan orang. 

 Menurut pernyataan akhir, selama pertemuan Vietnam dan Takhta Suci pekan ini “mengakui pelayanan Gereja mengenai ‘penyebaran Injil di negara itu dan ‘menjadi seorang Katolik yang baik juga harus menjadi seorang warga negara yang baik’.” Selain itu, Vatikan menegaskan bahwa Gereja Katolik ingin “berkontribusi, dengan cara khusus demi kebaikan bersama.” 

Kedua negara juga mengakui kemajuan yang dibuat dalam beberapa tahun terakhir, terutama dengan rapat pleno Federasi Konferensi-Konferensi Waligereja Asia di Negara itu pada Desember 2012. Pertemuan itu berlangsung dalam suasana “ketulusan, keterbukaan, dan saling menghormati,” kata pernyataan akhir. Delegasi Vatikan dipimpin oleh Monsignor Antoine Camilleri, wakil sekretaris Menteri Luar Negeri, sedangkan Vietnam dipimpin oleh Bui Thanh Son, wakil Menteri Luar Negeri.

Sumber: Vatican seeks stable representation in Vietnam
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Fransiskus: Orang Katolik korup merusak Gereja

Paus Fransiskus: Orang Katolik korup merusak Gereja

Orang-orang Katolik yang “korup” akan membawa dampak kerusakan serius bagi Gereja, kata Paus Fransiskus, awal pekan ini. Dalam homilinya pada Misa di Domus Sanctae Marthae, kediamannya, ia menjelaskan ada “tiga jenis orang Kristen dalam Gereja: orang berdosa, orang korup dan orang saleh”.

Mengacu pada Perumpamaan tentang Talenta dalam bacaan hari itu, ia mengatakan bahwa para koruptor diwakili oleh mereka dalam perumpamaan yang ingin “menguasai kebun anggur dan telah kehilangan hubungan mereka dengan Tuhan”. Ia mengatakan, “Orang tergelincir di atas kemandirian, kemandirian dalam hubungan mereka dengan Tuhan. Kami tidak membutuhkan Tuhan.”

 “Mereka yang berdosa sama seperti kita semua, tetapi mereka telah mengambil satu langkah lebih maju, seolah-olah mereka telah mengkonsolidasikan diri mereka dalam dosa. Mereka tidak membutuhkan Tuhan! Mereka menyangkal-Nya, mereka menciptakan tuhan khusus, bahkan mereka mengklaim mereka sendiri adalah tuhan,” katanya seperti dilansir AsiaNews.it. Ia mengatakan, “Kemandirian dari Tuhan adalah berbahaya, korup akibat orang melupakan Tuhan.

Mereka telah melupakan cinta yang Tuhan telah membuat kebun anggur. Dia menciptakan mereka! Mereka memutus hubungan dengan sumber cinta ini! Dan mereka menjadi penyembah diri sendiri. Semoga Tuhan membebaskan kita dari jalan korupsi ini.” Di akhir homilinya, Paus Fransiskus mengajak: “Mari kita mohon kepada Tuhan hari ini menganugerahkan kasih karunia-Nya karena kita adalah orang berdosa, dan sungguh berdosa.” Semoga Tuhan menganugerahkan rahmat-Nya agar orang tidak korup dan hidup dalam kesalehan, tambahnya.

 Sumber: Corrupt Christians cause grave harm to Church, says pope
  Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Berbagi Berita : Pesan Twitter pertama Paus Benediktus

Pesan Twitter pertama Paus Benediktus

 Paus Benediktus XVI sudah mengirim pesan Twitter pertama yang ditunggu-tunggu dari akun pribadinya. Dalam foto yang disebarkan oleh Vatikan, Paus terlihat sedang menekan sebuah tombol dalam komputer tablet iPad. “Kawan-kawan terkasih, saya senang bisa berkomunikasi dengan Anda melalui Twitter. Terima kasih atas tanggapan Anda yang baik.

Saya memberkati Anda semua dari lubuk hati saya,” begitulah pesan pertamanya. Seorang juru bicara Vatikan sebelumnya mengatakan Paus akan menyampaikan pesan melalui akun Twitter dalam delapan bahasa. Akun Paus Benediktus yang berbahasa Inggris sudah memiliki lebih dari 700.000 pengikut dan masih bertambah dengan cepat.

Sejauh ini akun @pontifex yang berarti Paus atau ‘pembangun jembatan’ sebatas mengikuti para pengikutnya saja. Pembukaan akun pribadi Paus ini sudah diumumkan pada pekan pertama Desember. Setelah pesan pembukaan yang dikirim pada Rabu (12/12) tersebut, Paus Benediktus mengirim dua pesan lanjutan. Kedua pesan itu berkaitan dengan promosi dari Tahun Iman, sebuah prakarsa yang baru diluncurkan untuk meningkatkan kembali semangat Katolik.

 “Bagaimana kita merayakan Tahun Iman dengan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari?” tanya Paus. Dia pun menjawab, “Dengan berbicara kepada Yesus dalam doa, mendengarkan yang disampaikan-Nya dalam firman dan mencari-Nya bagi yang membutuhkan.” Tahun lalu, Paus mengirim pesan Twitter dengan menggunakan akun Vatikan untuk meluncurkan situs internet tentang berita-berita Kepausan.

Pesan-pesan Paus di Twitter diperkirakan mengangkat pesan-pesan mingguannya kepada khayalak umum, pemberkatan hari Minggu, khotbahnya dalam hari raya Kristen dan reaksi atas peristiwa-peristiwa penting dunia. Sebagian besar pesan Twitter Paus akan berisi inti misa mingguan dan pesan-pesan khusus menyangkut peristiwa besar dunia, termasuk bencana alam.

Vatikan mengatakan, Paus akan menggunakan format tanya jawab dalam sesi pertama Twitter-nya dengan jawaban terkait agama, maksimal 140 karakter. Gereja Katolik telah menggunakan beberapa media sosial untuk berkomunikasi dengan umat, terutama orang muda, termasuk melalui SMS dan YouTube.

Sumber: bbc.co.uk
Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

Vatikan, Ateis, dan spirit pluralisme

Vatikan, Ateis, dan spirit pluralisme

Pemutusan hubungan kerja terjadi di banyak tempat. Tingkat pengangguran melonjak di hampir semua negara di benua biru tersebut. Ekonomi Yunani, Irlandia, Spanyol, dan Italia nyaris bangkrut. Sementara negara-negara yang lebih kuat, seperti Prancis, Austria, dan Belanda, juga ikut terpengaruh. Bahkan negara dengan ekonomi terkuat di Eropa, seperti Jerman, juga dipertanyakan ketahanannya. 

Formula kapitalisme ternyata tak cukup digdaya. Sistem ekonomi yang menyandarkan diri pada kekuatan pasar dan bergantung pada logika penumpukan kapital ini ternyata hanya melambungkan satu persen manusia ke piramida kesejahteraan dan menyerat 99 persen lainnya ke jurang ketidakberdayaan. Revisi berulang kali yang dilakukan terhadapnya belum cukup memoles wajah bopengnya. Ide negara kesejahteraan pun belum bisa menjadi obat. 

 Secara paradoks, globalisasi kapitalisme (baca: neoliberalisme) justru melahirkan kebencian terhadap segala hal yang “asing” dan pada saat bersamaan menumbuhkan sikap fundamentalis. Migrasi kapital dan manusia, yang justru kerap mencipta jurang kesejahteraan, secara pelahan menumbuhkan sikap saling curiga dan memunculkan ledakan kebencian atas nama suku, ras, maupun agama. 

Penghargaan terhadap manusia yang mestinya bersifat universal tiba-tiba berhenti hanya pada kelompok sendiri. Situasi inilah yang agaknya mendorong Vatikan untuk kembali “membuka jendela” agar bisa melihat ke luar, untuk berdialog dengan dunia yang tengah berlari tunggang langgang. Istilah “membuka jendela” pertama kali dikemukakan oleh Paus Yohanes XXIII pada 1962, saat ditanya alasan digelarnya Konsili Vatikan II. “Saya ingin membuka jendela dari gereja sehingga kita bisa melihat keluar dan mereka yang ada di luar bisa melihat ke dalam,” ungkapnya. 

 Konsili Vatikan II yang digelar selama tiga tahun dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap situasi sosial, politik, dan ekonomi yang terjadi saat itu. Gereja tak hanya berfokus pada urusan surga atau laku baik perorangan, tapi lebih pada penyelamatan dunia dan manusia–sebagai entitas yang utuh—di dalamnya. Salah satu dokumen kontroversial yang lahir dari Konsili Vatikan II adalah dekrit kebebasan beragama (Dignitatis Humanae). Dekrit ini menjadi “jendela” untuk memangkas sikap arogan komunitas agama yang bisa berdampak pada pengabaian kemanusiaan.

Sumber: Vatikan, Ateis, dan spirit pluralisme
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

PESAN NATAL BERSAMA KWI DAN dan PGI Tahun 2012

PESAN  NATAL  BERSAMA  KWI  DAN  dan PGI Tahun 2012 
ALLAH TELAH MENGASIHI KITA (1 Yoh 4:19) 

Saudara-saudari terkasih, 
 Setiap merayakan Natal, pandangan kita selalu terarah kepada bayi yang lahir dalam kesederhanaan, namun menyimpan misteri kasih yang tak terhingga. Allah menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Inilah perayaan penuh sukacita atas kedatangan Tuhan. Dialah Sang Juruselamat yang menjadi manusia lemah dan miskin, agar kita yang miskin ini dapat ambil bagian dalam kekayaan keallahan-Nya. Maka pada perayaan kelahiran Yesus Kristus ini, baiklah kita merenungkan kasih Allah itu dan menegaskan apa yang harus kita lakukan untuk hidup sebagai orang-orang yang percaya kepada-Nya. 

Kasih Allah Bagi Semua Manusia Allah mengasihi semua manusia. 

Kasih-Nya yang besar kepada manusia itu diwujudkan dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dunia. Anak itu dikandung oleh seorang perawan, bernama Maria. Kelahiran-Nya membawa sukacita bagi banyak orang. Warta gembira itu diserukan oleh malaikat Allah: “sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Luk 2:10-11). Tanda sukacita itu nyata dalam diri seorang bayi yang dibungkus dengan lampin dan dibaringkan dalam palungan sebagai wujud kesederhanaan dan kesahajaan. 

 Kasih Allah itu disambut dengan gembira oleh para gembala yang bergegas pergi ke Betlehem untuk menjumpai bayi itu seperti diwartakan oleh malaikat Allah. Hal yang sama juga dilakukan oleh orang-orang majus dari Timur. Mereka mencari kanak kanak Yesus dengan mengikuti bimbingan bintang. Setelah menemukan tempat yang dicarinya, “masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia” (Mat 2:11a). Begitulah bayi kudus itu semakin menjadi besar dalam didikan kasih kedua orangtua-Nya. Dia “makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia” (Luk 2:52). 

Kasih Allah Tanpa Syarat 

Allah adalah kasih (bdk. 1 Yoh 4:8.16b). Seluruh aktivitas Allah adalah tindakan kasih. Ia menyatakan diri dalam kasih kepada manusia. Ia mengasihi manusia tanpa membedakan. Ia tidak menuntut syarat apa pun dari manusia sebelum menyatakan kasih-Nya. Ia mengasihi orang benar maupun orang jahat dan semuanya tidak pernah lepas dari kasih-Nya. Demikianlah, Allah Bapa di surga, “menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar” (Mat 5:45). Semua orang telah berdosa dan dosa membuat manusia terpisah dari Allah. Akibatnya, manusia kehilangan kemuliaannya sebagai anak Allah (Rm 3:23) dan tidak layak untuk tinggal bersama Allah. Hukuman yang harus diterima oleh orang berdosa adalah terpisah dari Allah, “sebab upah dosa adalah maut” (Rm 6:23). 

Tetapi, Yesus rela menanggung penderitaan agar kita dibebaskan dari maut tersebut dan kita dianggap benar oleh Allah. Yesus pun rela menanggung semua itu karena Ia mengasihi manusia dan melihat semua manusia sebagai sahabat. Yesus menunjukkan kasih-Nya dengan memberikan nyawa-Nya sendiri untuk para sahabat-Nya. Sabda Nya, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabatsahabatnya” (Yoh 15:13). Demikianlah Allah “telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” dan Ia telah “mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia” (Yoh 3:16-17). Jelas bahwa “bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita” (1Yoh 4:10). Allah tidak menunggu manusia mengasihi diri-Nya dan baru kemudian Ia mau mengasihi mereka. Ia mengasihi manusia walaupun manusia berdosa dan Kristus sendiri mati ketika manusia masih berdosa (Rm 5:8). Yesus datang ke dalam dunia dan hidup di tengah manusia bukan karena manusia itu baik. Sebaliknya, Ia rela meninggalkan kemuliaan surgawi dan mengurbankan diri-Nya justru karena manusia berdosa dan tidak sanggup melepaskan diri dari ikatan dosa. Semua ini dilakukan-Nya semata-mata karena Ia menghendaki kebaikan dan kebahagiaan manusia. Allah menghendaki manusia hidup bahagia dalam kemuliaan abadi bersama Dia. 

Mengasihi seperti Allah 

Kehadiran Kristus sebagai manusia di dalam dunia ini mengajak kita untuk mengasihi seperti Allah. Sabda menjadi manusia untuk menjadi teladan kita dalam mengasihi. Seperti Allah yang menyatakan kasih-Nya dalam diri Kristus, kita diingatkan untuk mengasihi sesama semata-mata karena kita menginginkan orang lain bahagia. Hal ini juga berarti bahwa kita diajak untuk mengasihi sesama tanpa membuat pembedaan, walaupun mereka tidak berlaku seperti yang kita harapkan. Jika demikian, kita berlaku seperti Allah dan menjadi anak-anak Allah. Hanya orang yang membuka hati dan menyadari kasih Allah akan dapat mengasihi Allah dan sesama. Jika orang mengatakan bahwa ia mengasihi Allah tetapi membenci saudaranya, ia berdusta karena tidak mungkin mencintai Allah yang tidak kelihatan tanpa mencintai sesama yang kelihatan. Siapa yang mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya (bdk. 1Yoh 4:20-21). Dasar untuk saling mengasihi ini adalah kasih Allah. Dengan kasih seperti itulah orang diajak untuk mengasihi sesamanya. 

Dalam terang kasih itu, kami mengajak Saudara-saudari untuk menanggapi kasih Allah dengan bertobat dan sungguh-sungguh mewujudkan kasih dengan memperhatikan beberapa hal penting berikut ini: 

Pertama, Allah menciptakan alam semesta ini baik adanya dan menyerahkan pemeliharaan serta pemanfaatannya secara bertanggungjawab kepada manusia. Perilaku tidak bertanggungjawab terhadap alam ciptaan akan menyengsarakan bukan hanya kita yang hidup saat ini, tetapi terlebih generasi yang akan datang. Maka kita dipanggil untuk melestarikan dan menjaga keutuhan ciptaan-Nya dari perilaku sewenang-wenang dalam mengelola alam. 

Kedua, melibatkan diri dalam berbagai usaha baik yang dilakukan untuk mengatasi persoalan-persoalan kemasyarakatan seperti konflik kemanusiaan, menguatnya sikap intoleran, dan perilaku serta tindakan yang menjauhkan semangat persaudaraan sebagai sesama warga bangsa. 

Ketiga, melalui jabatan, pekerjaan dan tempat kita masing-masing dalam masyarakat, kita ikut sepenuhnya dalam semua usaha yang bertujuan memerangi kemiskinan jasmani maupun rohani. Demikian juga kita melibatkan diri dalam berbagai upaya untuk memberantas korupsi. Salah satu caranya adalah mengembangkan semangat hidup sederhana dan berlaku jujur. 

Keempat, melibatkan diri dalam menjawab keprihatinan bersama terkait dengan lemahnya penegakan hukum. Hal itu bisa kita mulai dari diri kita sendiri dengan menjadi warga negara yang taat kepada hukum dan yang menghormati setiap proses hukum seraya terus mendorong ditegakkannya hukum demi keadilan dan kebaikan seluruh warga bangsa. 

Saudara-saudari terkasih, 

 Allah yang menyatakan kebesaran kasih-Nya melalui Yesus Kristus yang dilahirkan di kandang Betlehem akan menyertai serta memberkati usaha kita semua dalam memberi wujud pada kasih-Nya itu. Semoga kasih Allah yang kita alami dan kita rayakan pada Natal ini mendorong kita untuk semakin giat berbuat kasih. Berkat Tuhan melimpah kepada kita. 

SELAMAT NATAL 2012 DAN TAHUN BARU 2013 
 Jakarta, 20 November 2012 
Atas nama 
KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI) 
 Mgr Igantius Susaryo, ketua presidium 
Mgr Johanes Maria Pujasumarta, sekretaris jenderal

PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI) 
 Pdt. Dr. A.A. Yewangoe, Ketua Umum 
 Pdt. Gomar Gultom, Sekretaris Umum 


Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Berbagi Berita : @Pontifex, Akun Twitter resmi Paus Benediktus XVI

@Pontifex, Akun Twitter resmi Paus Benediktus XVI 

Paus Benediktus XVI kini terjun ke dunia maya dengan memiliki akun Twitter pribadi. Paus akan nge-tweet menggunakan delapan bahasa berbeda mulai 12 Desember mendatang lewat akun Twitter@Pontifex. Akun itu akan menjawab sejumlah pertanyaan mengenai iman sebagai bagian dari acara audiensi mingguan Paus. 

Sekitar 10 jam setelah Vatikan mengumumkan bahwa Paus Benediktus XVI memiliki akun Twitter, akun @Pontifex telah memiliki follower sebanyak seperempat juta orang. Itu baru di akun @Pontifex yang berbahasa Inggris. Ribuan lainnya menjadi follower di delapan akun bahasa yang berbeda. Selain bahasa Inggris, juga Jerman, Italia, Spanyol, Perancis, Portugal, Arab, dan Polandia. 

Itu terjadi saat Paus Benediktux XIV belum mengirimkan satu tweet pun. Greg Burke, penasehat komunikas Vatikan, mengatakan akun @Pontifex dipilih karena kata itu tidak hanya berarti Paus dalam bahasa latin namun juga berarti pembangun jembatan yang bisa diartikan sebagai pembuat persatuan. Seberapa sering Paus akan mengeluarkan tweet? “Sesering dia mau,” ujar Burke. 

“Meski Paus tidak akan selalu membawa Blackberry atau iPad setiap saat, saya bisa menjamin bahwa apa yang di-tweet di @Pontifex adalah benar kata-kata Paus,” tegas Burke, seperti dilansir mediaindonesia.com.

Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Vatikan sambut baik pengakuan PBB atas Palestina

Vatikan sambut baik pengakuan PBB atas Palestina

Vatikan menyambut baik pengakuan implisit PBB bagi kedaulatan negara Palestina dengan mengangkat statusnya sebagai “negara pengamat non anggota.” Otoritas tertinggi Gereja Katolik Roma itu juga menyerukan agar kota suci Yerusalem, yang dikuasai Israel, mendapat status khusus secara internasional. 

“Paus menyambut baik keputusan Majelis Umum, yang secara mayoritas menyetujui resolusi mengangkat status Otoritas Palestina di PBB dari ‘entitas’ menjadi ‘negara non anggota,’” demikian pernyataan Vatikan seperti dikutip kantor berita Reuters dan dilansir vivanews.com. Vatikan juga mencatat bahwa dengan demikian status Palestina di PBB sama dengan mereka, yaitu negara pengamat non anggota. Momen ini juga dimanfaatkan Vatikan untuk kembali menyerukan status khusus atas Yerusalem. 

Status kota suci bagi umat Islam, Kristen, dan Yahudi ini terbilang pelik. Vatikan mengingatkan bahwa pada tahun 2000 sudah ada perjanjian antara mereka dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) – yang kemudian menjadi otoritas Palestina di Tepi Barat – dalam menyikapi Yerusalem. Namun, Israel sudah menjadikan Yerusalem sebagai ibukota bagi negara zionis itu. Maka, Vatikan minta agar ada “statuta khusus yang dijamin secara internasional” bagi Yerusalem. 

Ini bertujuan “menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan, identitas dan karakter khusus Yerusalem sebagai kota suci, penghormatan, dan kebebasan, serta akses ke tempat-tempat suci di kota itu,” demikian pernyataan Vatikan. Penegasan kembali sikap Vatikan soal Yerusalem bisa membuat gundah Israel. Bagi Israel, tidak perlu ada status internasional bagi Yerusalem karena kenyataannya sudah dijamin secara khusus. Israel mencanangkan Yerusalem sebagai ibukota “persatuan dan abadi” pada 1980 setelah menduduki Yerusalem Timur dalam “Perang Enam Hari” tahun 1967. Namun, masyarakat internasional belum mengakui pendudukan itu. Palestina juga menginginkan Yerusalem sebagai ibukota negara mereka. Ini yang membuat kota itu masih jadi bahan sengketa hingga saat ini.

Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Berbagi Berita : Pastor Maryknoll dipecat akibat terlibat dalam penahbisan imam wanita

Pastor Maryknoll dipecat akibat terlibat dalam penahbisan imam wanita 

Kongregasi Ajaran Iman Vatikan telah menyampaikan kepada para Pastor Maryknoll dan Bruder (Maryknoll Fathers and Brothers) pada 19 November bahwa pihaknya telah memecat Roy Bourgeois dari imamat karena partisipasinya dalam penahbisan imam wanita yang tidak sah. 

Pada 4 Oktober Ordo Meryknoll (MM) mengatakan dalam sebuah pernyataannya bahwa imam MM itu melanggar hukum kanonik. Mengacu pada partisipasi Bourgeois dalam penahbisan tidak sah tersebut di Lexington, Ky, Amerika Serikat (AS) pada 9 Agustus 2008, pernyataan Maryknoll mengatakan, “Dengan kesabaran, Takhta Suci dan Tarekat Maryknoll telah mendorong rekonsiliasi.” “Sebaliknya, Bourgeois memilih untuk melanjut kampanye melawan ajaran Gereja Katolik. Ini dilakukan tanpa izin dari para uskup Katolik Amerika Serikat dan mengabaikan kepekaan umat beriman di seluruh negeri itu. 

Ketidaktaatan dan berkhotbah menentang ajaran Gereja Katolik tentang penahbisan perempuan menyebabkan pemecatan dan ekskomunikasi.” Bourgeois, 74, mengatakan dalam pernyataannya tertanggal 20 November bahwa pemecatannya dari imamat dan Ordo Maryknoll “sangat sulit dan menyakitkan”. “Vatikan dan Maryknoll boleh memecat saya, tetapi mereka tidak dapat memecat permasalahan tersebut terkait ketidaksetaraan gender dalam Gereja Katolik,” kata pernyataan itu. “Tuntutan kesetaraan gender berakar pada keadilan dan martabat manusia.” Gereja Katolik menyatakan bahwa Bourgeois tidak memiliki wewenang untuk menahbiskan perempuan. 

Tahun ini pada Misa krisma Kamis Putih di Vatikan, Paus Benediktus XVI menegaskan kembali larangan Gereja mengenai imam wanita. Bourgeois mengatakan, “Pelarangan perempuan dari imamat adalah mengabaikan ketidakadilan terhadap perempuan.” Bourgeois mengeluarkan pernyataannya dan dikirim melalui email oleh Konferensi Pentahbisan Perempuan, mengatakan suara hatinya “memaksa saya untuk memecah keheningan saya.” 

Pernyataan dari Ordo Maryknoll menjelaskan, “Bourgeois bebas memilih pandangan dan tindakan, dan semua anggota Ordo Maryknoll sangat sedih atas kegagalan rekonsiliasi. Dengan pemecatan ini, Ordo Maryknoll berterima kasih kepada Roy Bourgeois atas pelayanannya bagi misi dan semua anggota berharap dia menjalani hidupnya dengan baik. “Maryknoll akan membantu Bourgeois selama masa transisi ini,” kata pernyataan itu. Sumber: Maryknoll priest expelled over woman’s ordination
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Paus Benediktus XVI: "Indahnya Menjadi Tua"

Paus Benediktus XVI: "Indahnya Menjadi Tua" 

Paus Benediktus XVI berbicara di depan sekelompok orang tua di Roma, Italia, menegaskan bahwa "indahnya menjadi tua" dan bahwa mereka yang berusia lanjut ini masih bisa memberikan kepada masyarakat sekalipun dengan keterbatasan yang ada. pope-oldBernama asli Joseph Aloisius Ratzinger, Paus Benediktus kini berusia 85 tahun. 

Pemimpin umat katolik sejagat ini lahir pada 16 April 1927 di Bavaria, Jerman selatan. Paus Benediktus XVI termasuk salah paus yang terpilih pada usia relatif lanjut pada April 2005. Dia menjadi Paus yang ke-265 dalam hirarki tertinggi Gereja Katolik. "Kita tahu kesulitan muncul dengan datangnya usia. Saya menggunakan tongkat sesekali mulai awal tahun ini, dan mulai melambat," ujar Paus. Namun kesehatannya tetap saja baik dan jadwal acaranya penuh. 

 Seperti pada hari Senin kemarin, sebagaimana dilaporkan kantor berita AP, Paus meninggalkan Vatikan berkunjung ke sebuah tempat permukiman di dekat Vatikan guna merayakan Hari Solidaritas Bagi Orang Tua yang acap dirayakan di Eropa. Paus Benediktus XVI menyerukan para warga berusia tua untuk tidak melihat sedih pada masa muda mereka namun menikmati usia tua mereka sekarang ini. "Kualitas masyarakat, maksud saya peradaban, bisa dilihat dari bagaimana mereka memperlakukan orang tua," ujar Paus. (kompas.com) (Foto: www.cbc.ca)
Disadur dari: mirifica.net

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)