Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

RENUNGAN HARI MINGGU PEKAN KE XXIX MINGGU 16 Oktober 2011

RENUNGAN HARI MINGGU PEKAN KE XXIX
MINGGU 16 Oktober 2011
Yes 45:1,4-6, Mzm 96:1,3,4-5,7-8,9-10ac, 1Tes 1:1-5b, Mat 22:15-21

BACAAN INJIL: Mat 22:15-21
“Berikanlah kepada kaisar yang menjadi hak kaisar, dan kepada Allah yang menjadi hak Allah.”

Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?" Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."

RENUNGAN:
“Warga negara yang baik, taat membayar pajak tepat waktu.” Slogan ini pasti pernah kita baca dalam satu spandok atau baliho yang dibuat dipinggir jalan. Banyak orang yang membaca pesan ini seikit mencibir dan berpikir bahwa saat ini rasanya urgi membayar pajak karena ternyata banyak pajak yang dikorupsikan oleh beberapa oknum petugas pajak. Membiarkan pajak seakan menambah uang untuk dikorupsikan para petugas pajak. Pemikiran ini tentu tidak tepat, karena jelas bagi kita bahwa pajak adalah diperuntukkan untuk kepentingan negara dan masyarakat. Kalaupun dikorupsikan, itu adalah kasus penyelewengan oleh orang-orang tertentu.

Soal membayar pajak, berbeda halnya dengan injil hari ini. Pajak ditarik dari masyarakat adalah diperuntukkan kepada penjajah sebagai tanda ataun betuk ketundukan sebgai taklukan kepada bangsa penjajah. Jadi jelas bukan untuk kepentingan rakyat, tapi kepentingan penjajah. Oleh karena itu, orang-orang Farisi bertanya kepada Yesus “Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?" Mereka bertanya demikian kepada Yesus bukan untuk minta peneguhan atau pendapat, tetapi dengan tujuan untuk menjebak Yesus. Atas pertanyaan itu, bila Yesus menjawab ‘Ya” Yesus akan dipersalahkan karena dianggap sebagai pengkhianat yang berpihak kepada penjajah dan tidak berpihak atau membela rakyat. Namun bila Yesus menjawab ‘tidak”, maka Yesus juga akan dilaporkan kepada Kaisar karena dianggap menentang penjajah dan kaisar dan dituduh menghasut rakyat untuk tidak membayar pajak.

Yesus tahu kelicikan hati mereka yang hendka menjebak Dia. Malah akhirnya Yesus sebenarnya justru menjebak atau membuka kedok kelicikan hati mereka dengan meminta mata uang dari mereka. Kalau sekiranya mereka sebagai guru yang baik, yang berpihak kepada rakyat, tentu mereka tidak menyimpan mata uang penjajah. Namun nyatanya ketika Yesus meminta mata uang dari mereka, mereka memberi mata yang penjajah. Mereka sendiri mengantongi mata uang itu, itu berarti mereka mengatakan diri mereka sebagai guru yang berpihak pada rakyat, ternyata lebih takut kepada Kaisar atau penjajah. Mereka lebih takut kepada kaisar daripada membela rakyat, tentu demi kepentingan jabatan dan juga kepentingan ekonomi mereka.

“Berikanlah kepada kaisar, apa yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah.”

Menjawab pertanyaan orang-orang Farisi, Yesus tidak menjawab boleh atau tidak. Tetapi Yesus kembali mengungkap kebusukan hati mereka selama ini, yangmana mereka mengatakan diri sebagai guru, orang beriman, tetapi lebih mementingkan kepentingan sendiri bukan kepentingan Allah. Kepentingan Allah adalah mereka mewartakan Kerajaan Allah, membawa orang percaya kepada Allah, hidup dan berbuat baik kepada orang lain. Ini adalah hak Allah, karena Allah telah memberi hidup, melimpahkan berkat-Nya dan mempercayakan tugas itu kepada mereka. Namun mereka lupa bahwa semuanya itu berasal dari Allah sehingga Allah berhak atas semuanya itu.

Sabda Yesus ini juga menjadi permenungan bagi kita semua. Kita seringkali bersikap munafik seperti orang-orang Farisi yang bertanya untuk menjebak Yesus. Seringkali apa yang kita katakan tidak sesuai dengan apa yang kita lakukan dan perbuat. Terkadang kita menyampaikan sesuatu atau bertanya kepada orang lain, bukan dengan maksud baik, tetapi hanya sekedar menjebak orang itu, untuk mempermalukannya dan juga untuk pamer diri bahwa kita lebih baik dari mereka. Ini tentu hanya sedikit dari perilaku hidup yang dalam kepura-puraan dan kemunafikan. Dari sebab itu, baiklah kita selalu berusaha agar hidup kita selaras dengan apa yang kita katakan, apa yang kita pikirkan dan kehendakai. Kita hendaknya selalu berusaha memiliki hati yang tulus, murni dan jujur.

Dalam hidup, kita pasti membayar pajak, entah itu disadari atau tidak. Saat kita makan di restoran atau mengingap di hotel, biasanya biaya pajak ditambahkan dalam biaya makan atau penginapan. Kita tahu itu dan kita tidak protes. Bila kita telat bayar pajak, kita pasti akan didenda. Singkatnya, kita membahar pajak kepada negara yang menjadi kewajiban kita. Pajak kepada negara bisa kita artikan dalam artian yang lebih luas, yakni kewajiban kita dalam kehidupan bernegara, bermasyarakat dan dalam adat. Kita pasti membayar kewajiban atau iuran kemasyarakatan, sebab kalau takut dianggap tidak bermasyarakat. Juga kita pasti membayar kewajiban dalam ada, entah itu dengan mengikuti kegiatan adat, atau iuran dalam adat, sebab kalau tidak, kita takut bila dikatakan tidak beradat. Selain itu, pajak kepada negara, bisa kita artikan dalam artian semua hal yang kita lakukan atau berikan untuk kepentingan hidup jasmani kita, misalnya waktu dan tenaga untuk mencari makan, waktu dan tenaga untuk mencari kepuasan badan atau kepuasan diri. Kita taat pajak, taat adat, taat bermasyarakat dan bernegara, juga dalam hal memenuhi kebutuhan jasmani kita. Namun apakah kita juga taat dalam beriman kepada Allah? Apakah kita orang yang taat kepada agama kita? Ini yang harus kita renungkan.

Sehubungan dengan membayar pajak kepada ‘negara’ pasti sudah kita lakukan. Tetapi memberikan apa yang menjadi hak Allah, ini pasti menjadi persoalan yang perlu kita renungkan. Kalau negara, lembaga kemasyarakatan, adat dan tubuh mempunyai hak yang bisa dituntut dari kita, sebenarnya Allah lebih mempunyai hak yang dituntut dari kita, dan bahkan Allah lebih berkuasa menuntut hak-Nya dari kita. Sebab hidup dan apa yang baik yang ada pada kita adalah milik Allah dan berasal dari Allah sendiri. Semuanya itu dipercayakan Tuhan kepada kita, bukan karena jasa atau kebaikan kita. Namun ini seringkali tidak kita sadari sehingga kita tidak menyadari bahwa kita harus memberikan apa yang menjadi hak Allah. Sehingga sebenarnya semua hidup dan apa yang kita miliki adalah hak Allah dan kita harus memberikan apa yang menjadi hak Allah.

Hak Allah yang harus kita berikan kepada-Nya adalah hidup yang senantiasa beriman dan percaya kepada-Nya. Hidup beriman itu kita wujudkan dengan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan sendiri. Maka baiklah kiranya kita selalu hidup baik sesuai dengan kehendak-Nya, memberi waktu untuk Tuhan baik itu dalam kebaktian dan penyembahan kepada Tuhan. Hal ini dikatakan Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Tesalonika. Paulus memuji pekerjaan iman mereka, perbuatan kasih dan pengharapan mereka pada Yesus Tuhan. Kiranya hidup yang demikianlah hidup yang memberikan apa yang menjadi hak Allah.

Dalam hidup sehari-hari, kita menghabiskan uang untuk membayar pajak kepada negara, bayar iuran kemasyarakatan atau untuk kepentingan hidup manusiawi kita. Semua kita lakukan tanpa bersungut-sungut. Namun ketika Tuhan meminta hak-Nya lewat Gereja-Nya sebagai tanda tanggungjawab kita kepada Gereja-Nya, kita umumnya bersungut-sungut, atau pelit atau kalaupun memberi tetap dengan bersungut-sungut dan memberi yang paling kecil. Demikian juga kalau Tuhan menuntut tanggungjawab waktu dan pengorbanan dari hidup yang telah diberikan kepada kita, kita menolak dengan berbagai alasan, ataupun kita memberikan sisa-sisa dari kehidupan kita. Padahal jelas, semuanya adalah hak Allah. Sehingga sebenarnya, bila kita memberikan apa yang menjadi hak Allah, itu sebenarnya kita bukan mempersembahkan apa yang kita miliki kepada Allah, tetapi mengambalikan hak Allah, mengembalikan sebagian kecil dari sekian banyak yang telah diberikan oleh Allah kepada kita. Justru seharusnya, kita harus sadar bahwa Allah lebih berhak menuntut sesuatu dari kita, dan kita lebih wajib memberikan apa yang menjadi hak Allah.

Maka dari itu, semoga kita memberikan apa yang menjadi hak negara, hak hidup tetapi terutama memberikan apa yang menjadi hak Allah. Amin.

BACAAN HARI MINGGU PEKAN KE XXIX MINGGU 16 Oktober 2011

BACAAN HARI MINGGU PEKAN KE XXIX
MINGGU 16 Oktober 2011
Yes 45:1,4-6, Mzm 96:1,3,4-5,7-8,9-10ac, 1Tes 1:1-5b, Mat 22:15-21

BACAAN I: Yes 45:1,4-6

“Aku memegang tangan kanan Koresy untuk menaklukkan bangsa-bangsa di harapannya.”

Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup: Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku, supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain,

MAZMUR TANGGAPAN : Mzm 96:1,3,4-5,7-8,9-10ac

Reff.: Unjukkanlah kepada Tuhan kemuliaan dan kuasa.

1. Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!
Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa.

2. Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah.:
Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah hampa, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit. Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah.
Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah hampa, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit.

3. Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan!
Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!

4. Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi!
Katakanlah di antara bangsa-bangsa: "TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."

BACAAN II: 1Tes 1:1-5b

“Kami terkenang akan iman, cinta kasih dan harapanmu.”

Dari Paulus, Silwanus dan Timotius kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang di dalam Allah Bapa dan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu. Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami. Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita. Dan kami tahu, hai saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu. Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu.

BACAAN INJIL: Mat 22:15-21

“Berikanlah kepada kaisar yang menjadi hak kaisar, dan kepada Allah yang menjadi hak Allah.”

Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?" Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXVIII, Sabtu 15 Oktober 2011 Teresia dr Yesus

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXVIII, Sabtu 15 Oktober 2011
Teresia dr Yesus
Rm 4:13,16-18, Mzm 105:6-7,8-9,42-43, Luk 12:8-12

BACAAN INJIL:
Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah. Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.

RENUNGAN:

Apakah kita termasuk orang yang tidak mengaku Yesus? Apakah kita termasuk orang yang tidak menyangkal roh Kudus? Mungkin kita merasa diri bukan orang yang tidak mengakui Yesus Tuhan dan tidak menyangkal Roh Kudus. Namun kiranya menjadi permenungan bagi kita, yakni apakah kita memang mengakui Yesus adalah Tuhan, yakni bukan hanya dalam bibir saja tetapi dalam kesaksian hidup? Ini kiranya mungkin kurang kita lakukan. Sebabnya bisa jadi karena kita sulit melepaskan kesenangan pribadi kita. Sebab sabda Tuhan seringkali berseberangan dengan keinginan kita, sehingga kita sulit mengakui iman kita akan Yesus dalam hidup menghayati sabda-Nya adalah karena kita tidak mau terlepas dari kesenagan diri. Alasan lains ulit mengakui Yesus dalam hidup dalam arti kita tidak berani mengakui atau menunjukkan identitas kita sebagai murid Yesus. Alasan pembelaan diri bisa diajukan dengan mengatkan bahwa kita menghargai penganut iman lain, atau dengan mengatakan bahwa yang terpenting kan kesaksian hidup. Itu memang benar, tapi pada saat tertentu kita perlu mengakui Yesus Tuhan kita dengan menunjukkan identitas diri, misalnya saat berdoa membuat tanda salib. Ada juga alasan karena takut. Untuk alasan ini, Yesus memberi suatu jaminan bahwa kita tidak usah takut mengenai apa yang kita katakan kalau kita mau bersaksi dan mengakui Yesus adalah Tuhan kita, karena Roh Kudus sendiri akan berkata-kata atas diri kita.

Yesus mengatakan bahwa Roh Kudus akan bekerja apabila kita sungguh mau bersaksi akan Tuhan Yesus. Hal ini bisa terjadi bila kita tidak mengandalkan kekuatan atau kemampuan kita dan bila kita dengan tulus mau mengikuti dan bersaksi akan Yesus. Sehubungan dengan hal ini, banyak contoh yang kita bisa ketahui dari hidup para kudus. Para kudus adalah manusia biasa sama seperti kita, namun hidup mereka akhirnya menjadi kesaksian, dan mereka menjadi pengaku iman akan Yesus. Mereka bisa bukan terutama karena mereka pintar atau hebat, tetapi karena Roh Kudus berkarya atas mereka. Salah satu contoh adalah orang kudus yang kita peringati hari ini yakni Santa Teresia dari Avila atau dari Yesus. Dia seorang wanita, seorang suster, tetapi akhirnya menjadi besar karena kesaksian iman lewat hidup dan karya-karyanya. Dia tidak pernah kuliah teologi atau kitab suci, tetapi tulisan-tulisannya sungguh mengandung teologi kristiani dan merupakan penafsiran kitab suci. Mengapa bisa demikian, karena Roh Kudus berkarya dalam dirinya. Mengapa Roh itu bekerja dalam dirinya? Karena dia menjalin relasi yang erat dengan Tuhan dan membiarkan Roh itu yang bekerja dalam dirinya. Roh Kudus itu pulalah yang menggerakkan dan menuntun dia untuk menjadi pengaku iman akan Yesus Kristus.

Maka bermenung atas Injil hari ini, kita diajak menyadari bahwa kita semua dipanggil dan diukus oleh Tuhan untuk menjadi saksi atau pengaku iman akan Yesus Kristus. Kita tidak usah takut akan apa yang mau kita katakan dan lakukan, tetapi kita hendaknya menjalin relasi yang mendalam dengan Yesus dan membiarkan Roh Kudus yang telah dicurahkan dalam hati kita untuk bekerja, sehingga kita bukan lagi mengandalkan kekuatan atau pikiran kita, tetapi biarlah Roh Kudus itu yang bekerja. Oleh karena itu, baiklah kita belajar menaydari karya Roh dalam diri kita, Roh Kudus yang menuntun kita pada hidup yang baik. Janganlah kiranya kita memadamkan api Roh Kudus yang telah dicurahkan dalam diri kita. Sebab inilah yang dikatakan oleh Yesus bahwa melawan Roh Kudus, maka tidak akan terampuni. Artinya bila kita memadamkan Roh Kudus yang mengarahkan kita ke arah hidup yang lebih baik, itu sama halnya kita menolak keselamatan dan hidup kita menuju kepada kebinasaan. Hidup yang demikian tentu tidak terampuni atau tidak terselamatkan. Amin.

SEMINAR SEHARI KWI, MENCARI MAKNA 50 TAHUN HIRARKI INDONESIA 13 Oktober 2011 08:39

SEMINAR SEHARI KWI, MENCARI MAKNA 50 TAHUN HIRARKI INDONESIA
13 Oktober 2011 08:39

(13/10/2011)Uskup bukan wakil Paus, Uskup adalah wakil Yesus Kristus, demikian, tandas Mgr. FX.Hadisumarta .O.Carm pada Seminari Sehari , Rabu 12 Oktober 2011 di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)- Jakarta. Seminar dalam rangka memperingati HUT ke-50 Hirarki Gereja Katolik Indonesia ini mengambil tema Menuju Gereja Yang Makin Mengindonesia.

hirarkiTampil sebagai pembicara dalam forum ini antara lain Rm. Ignatius L.Madya Utama, SJ; P.John Manford Prior, SVD, Sri Palupi, Dr,Ery Seda dan Dr.J. Kristiadi. Untuk menjadi klerus yang mandiri tandas John Prior, para klerus harus ‘ balik ke asal' (back to basic) yang adalah Kristus sendiri baik dalam opsi isi pewartaan maupun dalam cara pewartaan. Untuk itu menurut Sri Palupi, Klerus yang mengindonesia adalah mereka yang menjadikan penderitaan dan kecemasan masyarakat Indonesia sebagai duka dan kecemasannya. Para Klerus tidak dapat lagi memfokuskan diri dan pelayanannya hanya pada felt need (kebutuhan yang dirasakan oleh mereka sendiri) tetapi pada real need (kebutuhan yang menyata di tengah umat), tambah Ery Seda. Olehkarena itu, seminar ini menganjurkan agar formasi para calon imam hendaknya diperhatikan untuk mampu mengintegrasikan ilmu, iman dan umat (realitas) dalam selauruh kehidupannya (lives), dalam pelayanan (services) dan dalam tata pelayanan (ministry)

undanganSeminar ini dihadiri oleh para awan katolik, Uskup. imam, Suster. Diharapkan peringatan 50 tahun hirarki Gereja Katolik Indonesia tidak hanya diisi dengan kegiatan-kegiatan seremonial, tetapi terutama mencari dan menemukan makna kehadiran Yesus Kristus di dalam realitas dan wajah bangsa Indonesia dalam diri umat katolik dan para pemimpinnya.

Agus duka,svd

Disadur dari : www.mirifica.net

Berbagi berita : Vatikan harap Iran batal hukum mati pendeta

Vatikan harap Iran batal hukum mati pendeta


Youcef Nadarkhani (Catholic Herald)

Tahta Suci telah menyatakan keprihatinannya dengan laporan dari Iran atas hukuman mati yang dijatuhkan kepada seorang pendeta Protestan atas tuduhan pindah dari agama Islam, demikian juru bicara Konferensi Waligereja Inggris dan Weles.

Youcef Nadarkhani, 33, telah diberikan harapan segar setelah kasusnya dirujuk kembali ke pengadilan negeri yang lebih rendah menyusul putusan bahwa tuduhan itu didasarkan pada “penyelidikan tidak akurat”.

Pendeta Protestan itu ditangkap di kota Rasht bagian utara tahun 2009, atas tuduhna menolak untuk berpindah menjadi Muslim, dan dijatuhi hukuman mati.

Namun, setelah kritik dari pemerintah, kelompok hak asasi manusia dan para pemimpin Kristen, rezim itu mengklaim bahwa ia telah dikutuk bukan karena melakukan pemurtadan tapi “menjadi Zionis dan pengkhianat, yang telah melakukan kejahatan yang berhubungan dengan keamanan”.

Di London rekannya David Alton mengangkat masalah tersebut di House of Lords dan dengan Pemerintah Inggris.

Dia mengatakan kepada Catholic Herald, “Ini adalah kabar gembira bahwa pengadilan Iran telah melaporkan kasus ini kepada pemimpin tertinggi Iran, sebuah langkah yang hampir pasti menunjukkan bahwa Iran menyadari kemarahan internasional yang sangat besar atas kasus ini.

Dalam meminta pendapat Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin spiritual negara Islam itu dan otoritas tertinggi, mengatakan dunia akan dapat menilai apakah kepemimpinan Iran mempunyai konsep kebebasan beragama atau keadilan dasar.

“Hanya kejahatan Youcef Nadarkhani telah menjadi seorang Kristen. Dalam menghadapi hukuman mati, keberaniannya menolak untuk melepaskan agama Kristen menunjukkan keberanian yang luar biasa.”

Seorang juru bicara Konferensi Waligereja Uskup Inggris dan Wales mengatakan: “Kami prihatin dengan laporan dari Iran mengenai hukuman mati bagi Youcef Nadarkhani. Takhta Suci telah menyatakan keprihatinan melalui saluran diplomatik dan kami berharap bahwa pengadilan akan mencabut hukuman mati beberapa hari mendatang. Sementara itu, doa kami menyertai dia dan keluarganya.”

Sumber: Vatican asks Iran to spare pastor
Disadur dari : www.cathnewsindonesia.comTanggal publikasi: 13 Oktober 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXVIII, Jumat 14 Oktober 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXVIII, Jumat 14 Oktober 2011
Kalistus I, Gonzalo dr Lagos, Yohanes Ogilvie
Rm 4:1-8, Mzm 32:1-2,5,11, Luk 12:1-7

BACAAN INJIL
Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah. Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

RENUNGAN:

“Burung pipit yang kecil, dikasihi Tuhan, terlebih diriku, dikasihi Tuhan.”

Kita mungkin masih ingat syair nyanyian minggu gembira ini. Lagu ini menggambarkan bahwa Tuhan mengasihi burung pipit yang kecil, yang nilainya tidak seberapa, apalgi kita manusia yang sangat berharga di mata Tuhan. Lagu ini mengungkapkan kasih Allah kepada kita sehingga kita boleh bersyukur, boleh bangga atas kasih Tuhan pada kita.

Kiranya nyanyian ini tentu berinspirasi dari Injil yang kita dengarkan hari ini. Yesus mengingatkan dan meneguhkan para murid supaya tidak takut dalam mengikuti Dia dan dalam menghayati iman mereka. Yesus juga memang mengingatkan bahwa dalam hidup beriman, para murid pasti akan menghadapi kemunafikan orang-orang Farisi, yang pasti akan menentang dan bahkan membunuh mereka. Namun walaupun demikian Yesus menegaskan agar para murid waspada atas mereka dan tidak perlu takut kepada mereka. Sebab di mata Tuhan tidak ada yang tersembunyi, Tuhan tahu mana yang baik dan benar dan Tuhan pasti akan berpihak kepada yang hidup dan berlaku benar. Terlebih lagi, Yesus mengatakan bahwa hidup kita sangat berharga di mata Tuhan. Maka baiklah para murid tidak takut kepada kemunafikan orang-orang Farisi tetapi takut pada Tuhan yang berkuasa atas hidup.

Dalam hidup pun banyak ketakutan yang terjadi dan kita alami. Kita bisa saja takut akan keadaan hidup kita, akan masa depan kita atau masa depan anak-anak kita. Kita juga mengalami ketakutan dalam beriman. Ketakutan yang sangat besar akan hidup, akan membuat seseorang frustrasi dan bahkan menganggap bahwa Tuhan dalam hidupnya tidak ada, menganggap hidup itu tidak berharga sehingga mengakhiri hidupnya. Kita juga seringkali takut dalam menghayati iman kita, kita lebih takut pada manusia, orang lain daripada Tuhan. Sehingga dengan mudah kita ikut ambil bagian dalam kejahatan hidup dan tidak menghayati iman kita.

Memang ketakutan itu merupakan bagian hidup kita, dan kita pasti akan mengalami persoalan dalam hidup yang bisa membuat kita ketakutan. Namun hati ini, Yesus meneguhkan kita bahwa kita sangat berharga di mata Tuhan, sehingga dikatakan bahwa rambut di kepala kitapun terhitung oleh Tuhan. Suatu ungkapan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, Tuhan sangat memperhatikan dan mengasihi kita. Maka kita tidak perlu takut menghadapi persoalan hidup, tidak perlu takut dalam menghayati iman kepada kepada Yesus, juga tidak perlu takut kepada kemunafikan orang-orang yang bisa saja membunuh kita. Sebab jelas bahwa yang berkuasa atas hidup ini adalah Tuhan, bukan manusia dan orang lain. Dalam semuanya itu, kita hendaknya selalu takut akan Tuhan.

Takut akan Tuhan, bukan berarti kita menakuti Tuhan karena Dia jahat, kejam atau karena takut dihukum. Takut akan Tuhan yang dimaksudkan adalah kesetiaan iman kepada Tuhan dalam hidup. Kesetiaan itu diungkapkan dalam hormat, penyembahan dan ketaatan melaksanakan sabda atau perintah-perintah-Nya. Kita melakukan semuanya itu, karena Dialah yang mempunyai hidup sekarang dan kehidupan kekal. Sehingga dengan takut akan Tuhan, kita bukan hanya memiliki kehidupan sekarang, tetapi terutama kehidupan kekal. Amin.

MENGAPA ORANG BATAK TOBA MARGONDANG

MENGAPA ORANG BATAK TOBA MARGONDANG

Pada 30-31 Agustus 2011 yang lalu, bertempat di aula Paroki St. Mikael Pangururan diadakan seminar dengan I tema: Gondang Saborngin, Lotung-Lotung, dan Mangongkal Holi Seminar yang dibuka oleh Mgr. Anicetus B. Sinaga, OFMCap ini diikuti 200-an peserta yang terdiri dari utusan stasi separoki Pangururan, utusan Paroki Tomok, Palipi, 0nanrunggu, tokoh adat, raja-raja bius (kampung), utusan gereja tetangga, biarawan/ti, dan pemerhati budaya.

P. Herman Nainggolan,OFMCap selaku ketua panitia mengatakan bahwa seminar ini menjadi langkah awal dalam penyusunan liturgi Katolik yang berkaitan dengan gondang, Maka untuk itu panitia menghadirkan 12 narasumber yang dianggap berkompeten: Mgr. Anicetus B. Sinaga, P. Richard Sinaga, P. Kornel Sipayung, P. Elio Sihombing, Prof Bungaran Simanjuntak, Nai Orli br Sinurat, Ama Asima Silalahi, Ama Friska Sitanggang, Karimuda Sihole, Alimantua Limbong, Willem Situmorang, dan MC. Situmorang.

Gondang Saborngin

Ama Friska Sitanggang menuturkan bahwa latar belakang utama diadakannya gondang sabomgin adalah untuk menolong orang yang menderita, yang diganggu oleh roh jahat. Gondang saborngin, bukan menjadi syarat mutlak untuk memperoleh kesembuhan tetapi menjadi sarana untuk berkomunikasi dengan Mulajadi Nabolon dan roh nenek moyang. Gondang untuk ritus penyembuhan disebut Gondang Saem. Selain itu, gondang saborngin kerap juga diselenggarakan karena ada sukacita. Misalnya: ketika ada keluarga yang sudah lama menginginkan seorang anak, dan berjanji apabila anak lahir maka akan diadakan gondang saborngin. Ada juga yang disebut dengan Gondang Songgot. Misalnya: ketika mengalami kecelakaan. Melihat tempat kecelakaan tersebut, dia pasti sudah meninggal; tetapi dia selamat. Maka akan diadakan gondang saborngin. Ada juga yang disebut dengan Gondang Sungsang. Gondang ini dibuat untuk menghapus dosa. Misalnya: nenek moyang seseorang atau sekelompok orang pada generasi ketiga atau kelima berdosa kepada teman semarg a (dongan sabutuha), pihak pemberi istri (hula-hula), atau penerima istri (boru). Dosa itu berakibat kepada keturunannya. Maka untuk mengaku dan minta ampun diadakanlah gondang sungsang.

Apakah gondang ini sungguh diselenggarakan sepanjang malam? Dalam pemaparan, M.C. Situmorang menyampaikan waktu pelaksanaan godang saborngin antara pukul 15.00 wib sampai jam 10.00 Wib hari berikutnya. Sementara itu, Nai Orli br Sinurat seorang sibaso parutui (dukun perempuan) mengatakan tidak ada waktu yang ditetapkan; setengah hari juga bisa. Hanya saja karena bangsa batak diikat oleh Dalihan Natolu (dongan tubu, hula, boru); maka dibutukan waktu minimal 1 malam supaya semua pihak dalam Dalihan Natolu mendapat giliran manortor.

Gondang Lotung Lotung

Gondang ini diperuntukkan bagi kakek atau nenek yang berkeluarga dan sudah mencapai kepenuhan hidup menurut cita-cita orang Batak Toba: hamoraon (kaya), hagabeon (berketurunan laki-laki dan perempuan), dan hasangapon (terpandang dalam masyarakat). Fungsi gondang dalam nlus lotung-lotung ada dua. Pertama, sebagai ganti tangisan (andung-andung) karena orangtua yang meninggal tersebut masih mempunyai anak yang belum menikah. Kedua sebagai ucapan syukur karena semua anak dari yang meninggal tersebut sudah berkeluarga. Waktu pelaksanaan gondang lotung-lotung bisa antara satu, tiga, lima, tujuh hari atau lebih. Hal ini tergantung kepada keadaan orang yang meninggal dan kemampuan keturunannya untuk melaksanakan gondang lotung-lotung tersebut.

M.C. Situmorang mengatakan terdapat beberapa jenis gondang lotung-lotung:
Pertama, gondang lotung-lotung kepada kakek-nenek na sari matua (yang meninggal sudah memiliki cucu, tetapi masih ada diantara anaknya: perempuan atau laki-laki yang belum berkeluarga).

Kedua, gondang lotung-.lotung kepada kakek-nenek na saur saimatua (yang meninggal sudah memiliki cucu dan semua anaknya sudah menikah tetapi kemudian si kakek (biasanya laki-laki) menikah lagi dan pada waktu dia meninggal masih ada anaknya dari istri kedua yang belum menikah). Maka meskipun dia saur matua dari isteri pertama, tetapi dia masih sari matua dari isteri kedua.

Ketiga gondang lotung-lotung kepada kakek-nenek na matua bulung, (yang meninggal sudah punya cucu dari anaknya yang laki-laki maupun perempuan dan sudah memiliki cicit (marnini-marnono,) tetapi sebelum dia meninggal sudah ada anak atau cucunya yang meninggal),

Keempat, gondang lotung-lotung kepada kakek-nenek na saur mauli bulung. Artinya gondang lotung-lotung tersebut dilaksanakan bagi kakek-nenek yang punya cucu dan cicit dan tidak ada di antara keturunannya yang meninggal sebelum dia sendiri meninggal. Bagi kakek-nenek yang demikian diperbolehkan untuk mengadakan gondang lotung-totung lmpu sanggar ni huta. Jenis gondang ini adalah gondang penghormatan tertinggi untuk kakek-nenek yang meninggal.

Gondang Mangongkal Holi

Gondang mangongkal holi adalah ritus untuk menghormati orangtua yang sudah meninggal dengan menggali tulang belulang mereka dan disimpan di tempat yang terhormat dan aman. pada masa sekarang tempat terhormat dan aman adalah simin/tugu yang banyak dijumpai di daerah Samosir.

Prof. Bungaran A. Simanjuntak (dosen Pasca Sarjana Jurusan Antropologi Budaya Unimed) yang akrab disapa Prof. Bas menuturkan bahwa gondang mangongkal holi menjadi sarana menaikkan status nenek moyang di dalam dunia orang mati. Dengan ritus gondang mangongkal holi berarti status roh nenek moyang itu berubah dari status begu (roh biasa) menjadi sumangot (roh yang disegani). Dan kalau semakin besar pengaruh nenek moyang tersebut kepada keturunanya, artinya semakin banyak keturunannya menjadi orang yang berhasil (kaya, berketurunan, terpandang) maka keturunannya mengadakan pesta yang lebih besar sehingga nenek moyang tersebut mendapat predikat sombaon (roh yang disembah). Tempatnya pun akan dipindahkan dari ssimin/tugu ke tempat yang lebih kudus misalnya; hutan perawan, sumber air, batu besar, danau atau sungai.

Fungsi dan Manfaat Gondang

Dalam kesempatan yang sama, Prof Bas juga mengetengahkan fungsi dan manfaat gondang. Meenurut beliau, gondang berfungsi kommemoratif (pengenangan kepada nenek moyang yang sudah meninggal dunia); revitalisasi spirit (memperkuat, meningkatkan spirit penghormatan kepada nenek moyang); honour (penghormatan kepada nenek moyang dongan sabutuha, hula-hula, boru); Reunion (perjumpaan roh nenek moyang dengan keturuannya yang masih hidup); solidaritas (menjalin kekrabatan diantara orang batak), Selain itu, gondang juga memiliki manfaat antara lain:

pertama, sebagai sarana membangun kehormatan yang mati dan juga kehormatan keturunan;

kedua, menaikkan status roh nenek moyang dari begu ke sumangot dan akhirnya menjadi sombaon;

kefiga, menaikkan status keturunan didepan keluarga dan masyarakat umum;

keempat, membuat roh nenek moyang menjadi roh yang dihormati di dunia roh-roh apalagi kalau persembahan yang dipersembahkan bemilai linggi;

kelima, supaya roh tidak kesepian dan dapat membanggakan diri kepada roh-roh orang lain: sahabat atau lawan.

Tantangan Zaman lni

Tidak dapat dipungkiri, banyak orang toba yang tidak lagi mengerti gondang. Persoalan utama antara lain:semakin sedikit orang yang memahami gondang, tidak tahu lagi urutan maminta gondang (permintaan gondang). Prof. Bas mengutarakan bahwa urutan maminta gondang yang seharusnya ada tujuh adalah:

pertama gondang mula-mula yang terdiri dari : alu-alu kepada Debata Mulajadi Nabolon, alu-alu kepada sahala ni amanta raja, dan alu-alu kepada badia ni Inanta Soripada Mulia;

kedua, gondang somba-somba (kepada Debata Mulajadi Nabolon dan masyarakat yang hadir);

ketiga, gondang Sampur marmeme;

keempat, Gondang Monang-monang;

kelima, Gondang Sampur marorot;

keenam, gondang Didang-didang; dan kejutuh, Gondang Sitio tio dohot hasahaton.

Masih menurut Prof. Bas, untuk melestarikan adat batak, kebatakan harus diajarkan kepada generasi muda dan kembali membiasakan membawa anak-anak ke pesta adat. Selain itu, orang batak harus "menentang" gereja yang anti gondang dan adat batak. Diharapkan, Gereja menjadi penjaga kearifan lokal yang terdapat dalam gondang dan menjaga agar budaya batak tidak bertentangan dengan kekristenan.

Refleksi Gereja: Benih sabda Dalam Budaya Toba

P. Richard Sinaga,OFM.Cap mengatakan bahwa terdapat banyak hal yang indah dan baik dalam budaya batak toba. Setiap budaya, termasuk budaya toba mengandung benih-benih Sabda (Semina verbi) tetapi tidak bisa langsung diadopsi ke dalam kekristenan. Tugas kita adalah terus-menerus mencari dan menentukan mana benih Sabda yang terungkap dalam adat kebatakan menurut cahaya ajaran Katolik yang benar. Oleh karena itu menurut beliau, seminar ini tidak akan memberi jawaban praktis mana yang benar dan salah dari adat-istiadat kita. Perihal mana yang benar dan tidak benar perlu dikomunikasikan dengan magisterium partikular (Uskup).

Dibutuhkan Kejelian

Mgr. Anicetus B. Sinaga, OFMCap sebagai pemilik otoritas tertinggi di KAM ini mengatakan bahwa gereja tidak menolak yang baik, suci yang terdapat dalam adat istiadat. Hal baik yang terdapat di agama batak dapat dibandingkan dengan kesediaan bangsa lsrael menerima penyelamatan. Jadi agama batak menjadi preparatio evangelica (persiapan injil). Jadi sebelum kekristenan datang ke tanah batak, agama batak menjadi penghantar ke surga. Supaya adat batak itu tidak bertentangan dengan kekristenan, dibutuhkan suatu transformasi (pengubahan) baik dalam lingkup ritus liturgi maupun pandangan teologis agar semuanya menjadi milik Kristus. Tetapi harus diingat, dibutuhkan kejelian dalam menilai dan memilah-milah sebab tidak semua peninggalan leluhur itu baik.

Nenget unang tartuktuk, manat unang tarrobung. Begitu Mgr. Anicetus mengingatkan peserta seminar dalam berinkulturasi. Oleh sebab itu menurut beliau dibutuhkan tiga prinsip dalam menata liturgi Katolik yang berkaitan dengan gondang sabomgin, lotung-lotung, dan mangongkal holi.
Pertama, dalam acara ritus, harus disembah Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus.

Kedua, Dalam acara tersebut disampaikan tentang kisah kebangkitan Yesus Kristus, Kematian adalah cara untuk mencapai surga,

Ketiga, Yesus Kristus telah mati untuk keselamatan manusia, menebus dari kematian

(Fr Albert Simbolon, OFM Cap.)
MENJEMAAT, No. 10?XXXIII/Oktober 2011

PENYULUH AGAMA KATOLIK: MITRA GEREJA DENGAN NEGARA

PENYULUH AGAMA KATOLIK: MITRA GEREJA DENGAN NEGARA

Jabatan Penyuluh Agama Katolik sepertinya baru beberapa tahun ini kedengaran di kalangan masyarakat. Apa dan bagaimana peran serta fungsi dari Penyuluh Agama Katolik sepertinya belum diketahui dengan baik oleh masyarakat. Selama puluhan tahun yang dikenal masyarakat mengenai penyuluh adalah penyuluh pertanian, dan penyuluh KB (Keluarga Berencana).

Pembakuan istilah Penyuluh Agama Katolik dan pengangkatan mereka dalam jabatan fungsional makin mempertegas eksistensi dan identitas para penyuluh agama di tengah masyarakat, serta untuk mempertajam tugas dan fungsi yang dijalankan. Sebagaimana dalam Keputusan Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 5 4/KEP/MK.WASPAN/9/1999 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Agama dan Angka Kreditnya, disebutkan bahwa tugas pokok penyuluh agama adalah melakukan dan mengembangkan kegiatan bimbingan atau penyuluhan agama dan pembangunan melalui bahasa agama. Maka, peranan penyuluh agama, salah satunya adalah Penyuluh Agama Katolik dalam melaksanakan bimbingan tugas operasional Departemen Agama sangatlah penting dan strategis, karena tugas tersebut, tidak hanya melaksanakan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat, tetapi juga memberikan penerangan dan motivasi terhadap pelaksanaan program-program pembangunan melalui pendekatan keagamaan dengan bahasa agama.

Pemerintah, dalam hal ini Departemen Agama menjadi salah satu tombak, dan Penyuluh Agama Katolik adalah ujung tombak yang berperan penting dalam upaya membimbing umat katolik memahami ajarun agana dan mengamalkannya seaara berkualitas. Keberhasilan seorang Penyuluh Agama Katolik di tengah-tengah umat dipengaruhi oleh beberapa elemen terkait seperti pengembangan kerja sama dan koordinasi yang baik dengan Gereja, para imam/kaum religius, dewan pastoral paroki/stasi, umat, serta perangkat masyarakat lainnya. Kemajemukan masyarakat lndonesia khususnya umat katolik yang ada di berbagai keuskupan di Indonesia sangat beragam, yakni terdiri dari berbagai suku, ras, tradisi, bahasa, dan status sosial ekonomi yang berbeda satu sama lain. Melihat kondisi semacam ini. Penyuluh Agama Katolik harus menyusun strategi yang tepat agar tercapai tujuan yang diharapkan.

Untuk menunjang tugas itu pemerintah telah mengeluarkan Keppres Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil yang antara lain menetapkan bahwa penyuluh agama adalah jabatan fungsional pegawai negeri yang termasuk dalam rumpun keagamaa. Sedangkan strategi pelaksanaan penyuluhan mencakup semua langkah yang tepat dalam melaksanakan tugas penyuluhan, menentukan sasaran penyuluhan, menggunakan metode penyuluhan yang tepat dengan keadaan dan kondisi sasaran. Yang dimaksud dengan penyuluh agama negara adalah pegawai negeri sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan bimbingan keagamaan dan penyuluhan pembangunan melalui bahasa agama. Masing-masing penyuluh agama negara ini berada dalam strukur organisasi Kementerian Agama Republik Indonesia Begitu pula dengan Penyuluh Agama Katolik yang berada dalam naungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Katolik Kementerian Agama RI. Sementara itu, yang menjadi Pembimbing Masyarakat Katolik Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Sumatera Utara (Pembimas Katolik Kanwil Depag Provsu) adalah Dra. Yulia Sinurat, M.Pd.

Berikut ini Penyuluh Agama Katolik/Katekis sejajaran Bimas Katolik Kanwil Kemenag Provsu di KAM yang berkarya di wilayah kerja/paroki :
1. Abdon Manalu, S.Ag Kabupaten
Serdang B edagai, Tebingtinggi

2. Asil Karo-karo, S.Pd Kota Medan, Medan

3. Alisben Nababan Kabupaten Tapanuli Utara, Tarutung

4. Agustina Sibagariang, Dra. M.Pd Kota Binjai,Binjai

5. Antonius Manullang, S.Ag KabupatenNias, Grurungsitoli

6. Batu Tarigan, S.Ag Kabupaten Karo, Kabanjahe

7. Bisler Simatrpang, S.Ag Kabupaten Pakpak Bharat, Sidikalang

8. Budiman Situmorang Kota Medan, Medan

9. Eduardus B. Sihaloho, S.Ag Kota Tanjungbalai, Tanjungbalai

10. Eus Takues Galis Embu, S.Ag Kota Tebingtinggi, Tebingtinggi

11. F. Sudarianto, S.Ag Kabupaten Tapanuli Utara, Tarutung

12. HotmanManalu, S.Ag, M.Pd Kabupaten Deli Serdang Delitua

13. Malam Ginting Kabupaten Asahan, Kisaran

14. Mayam Kabupaten Karo, Kabanjahe

15. Marihuttua Pasaribu, S.Ag Kota Pematangsiantar, Pematangsiantar

16. Marningot Marbun Kabupaten HUMBAIIAS, Dolok Sanggul

17. Plasidus Papi, S.Ag Kabupaten Samosir, Pangururan

18. Rositta Pae Kabrryaten Tapanuli Utara,Tarutung

19- Santanaria SPd, Kota Pematang iantar, Pematangsiantar
20. Sorang Tumanggor, Sag Kabupaten Dairi, Sidikalang

21. Tetty Rosanti Situmorang Kota Sibolga Sibolga

22. Tri Sujarwadi, S.S Kabupaten Deli Serdang, Tanjung Selamat

23. Tulozomasi Hulu S.Ag Kota Medan, Medan

24. Johanes Bohalima S.Ag Kabupaten Nias, Gunung Sitoli

Penyuluh Agama Katolik dilihat dari jabatan fungsionalnya berbeda dengan pejabat dan pegawai kantor serta guru agama, meskipun berada di bawah naungan Ditjen Bimas Katolik Kemenag RI. Misalnya untuk guru agama katolik hanya terfokus pada anak-anak didik di sekolah, sementara Penyuluh Agama Katolik memainkan peran di dua wilayah yakni umat beriman yang secara teritorial dan kategorial berada dalam wilayah domain pimpinan Gereja. Penyuluh Agama Katolik melakukan penyuluhan di beberapa kelompok binaan seperti masyarakat pedesaan, masyarakat perkotaan, kelompok pemerintah, Orang Muda Katolik, Lembaga Pendidikan Masyarakat seperti komuni pertama, WKRI, BIA, untuk binaan khusus seperti pondok sosial, panti rehabilitasi, pekerja seks komersial, lembaga pemasyarakatan, dan di masyarakat daerah terpencil maupun suku terasing, dan masih banyak lagi.

Jika berbicara mengenai tunjangan jabatan fungsional Penyuluh Agama Katolik, ditetapkan dalam Peraturan Presiden RI No.43 Tahun 2006, dalam Pasal 2 dikatakan bahwa kepada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dan ditugaskan secara penuh dalam Jabatan Fungsional Penyuluh Agama, diberikan tunjangan Penyuluh Agama setiap bulan, yang sesuai dengan beban kerja dan tanggung jawab pekerjaannya. Keberadaan Penyuluh Agama Katolik memiliki makna yang penting dalm mengkomunikasikan ajaran agama dan progam-program pembangunan dengan bahasa agama kepada masyarakat. Keberadaan Penyuluh Agama Katolik mempunyai arti penting serta turut berperan dalam membangun karakter umat. Walau bertugas melayani masyarakat, khususnya umat katolik, para PenyuluhAgama Katolik ini tidak bisa bekerja sendiri, tapi harus bekerja sama dengan Gereja.

Peranan Penyuluh Agama Katolik dalam pembangunan sebagai pelopor dan motivator, melalui usaha memberikan penerangan, pengertian, tentang maksud dan tujuan pembangunan, mengajak serta menggerakkannya untuk ikut serta aktif mensukseskan pembangunan. Terlebih, pada pembangunan dewasa ini, beban tugas Penyuluh Agama Katolik lebih ditingkatkan lagi dengan usaha menjabarkan segala aspek pembangunan melalui pintu dan bahasa agama. Peran dan posisi Penyuluh Agama Katolik adalah untuk melanggengkan tugas kemitraan yang telah dibangun antara Gereja dan Negara RI. Sementara tugas dan tanggung jawab khusus untuk melanggengkan tugas kemitraan dijalankan oleh Bimbingan Masyarakat Katolik (Bimas Katolik) dalam domain Kementerian Agama RI.
(EE dari berbagai sumber)
MENJEMAAT,No. 10/XXXIII/Oktober 2011

KERJASAMA ANTARA GEREJA KATOLIK, BIMAS KATOLIK DAN PENYULUH AGAMA KATOLIK

KERJASAMA ANTARA GEREJA KATOLIK, BIMAS KATOLIK
DAN
PENYULUH AGAMA KATOLIK

Kesatuan dalam keragaman.

Keragaman lembaga dan peran menjadi ciri khas Gereja. Ketika bersinggungan dengan negara keragaman tersebut semakin lebih luas lagi. Walaupun di sanasini masih banyak hal yang belum diapresiasi pemerintah atas apa yang kita harapkan dari negara soal hidup keberagaman, khususnya dalam relasi dengan agama lain dan perhatian negara terhadap agama kita, tetap kita syukuri bahwa pemerintah masih memberi ruang dan kesempatan untuk kemajuan dan perkembangan hidup keberagamaan kita.

Keberadaan Bimas Katolik dan Penempatan beberapa Penyuluh Agama Katolik di beberapa daerah, misalnya, menjadi bukti perhatian pemerintah. Dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Jelas bahwa keberadaan lembaga ini dengan orang-orangnya merupakan sebuah sikap menampung aspirasi dari, oleh dan untuk umat Katolik. Keberadaan Gereja katolik menjadi dasar keberadam Bimas Katolik dan penyuluh Agama Katolik. Premis terbalik tidak bisa dikatakan. Keberadaan lembaga keagamaan kdolik jelas ada dan lahir karena umat katolik. Dengan demikian misinya pun menjadi jelas. Misinya selaras dengan misi Gereja Katotik, yaitu pewartaan dan pengembangan iman kekatolikan.

Pengalaman selama ini menjadi gembala yang memberi pandangan kepada saya. Segala hal yang dijalani dan dialami menjadi barometer tuk melihat kekompakm gerak dalam bemisi di Keuskupan Agung Medan khususnya. Saya merasa ada kekurang harmonisan nyata antata misi Gereja dan misi Departemen Agama atau Bimas katolik. Di sini kenyataanny bisa timbal balik dialami oleh gereja sendiri atau orang-orang yang bekerja di Bimas dan penyuluh agama Katolik. Kurang bijak saling menuduh, tapi bijak bila kita mengakui ada secara factual kekurangharmonisan itu. Pada kenyataannnya masih terjadi kekurangpuasan baik dari pihak kalangan katekis negara terhadap para imam-imam, atau ketidak puasan komunitas Gereja paroki terhadap para penyuluh agama katolik. Keadaan ini masih merupakan sebuah sandungan dan kendala bagi pengembangan pastoral yang utuh dan efektif untuk paroki. Untuk itu perlu beberapa penegasan awal sebelum melangkah kepada sistematisasi kejelasan. Penegasan awal itu adalah:

Pertama, negara pancasila dalam kementrian agama telah mengambil kewajiban bagi dirinya untuk mendukung hidup dan pengembangan agama di Indonesia.

Kedua, eksistensi Bimas Katolik tergantung dan teruntuk pelayanan umat katolik. Hanya karena jumlah umat katoliklah sehingga eksistensi dan formasi Bimas Katolik mempunyai adanya yang sekarang. Karena itu, adalah tuntutan adanya dan fungsi Bimas Katolik yang teruntuk bagi pelayanan umat katolik untuk lebih akurat penyaluran (pelayanan) fungsi Bimas Katolik telah didaftarkan bidang-bidang yang dapat, yang sepantasanya, dan yang disanggupi oleh pihak Bimas katolik bagi pengembangan dan pembinaan Gereja Katolik. Dalam hal ini antara lain tentulah tercatat bantuan Bimas Katolik untuk mendukung sekolah katekis (STP Bonaventura) menyediakan sarana-sarana gerejawi, seperti perangkat misa, peralatan Gereja, bahkan sumbangan pembangunan rumah ibadat. Juga telah disepakati dan sudah terlaksana subsidi dan pendampingan Bimas Katolik bagi seminaris, pembinaan para pengurus gereja, imam muda, dan lain-lain. Termasuk dalam kesepakatan kerjasama antara Bimas Katolik dan paroki-paroki untuk mengusahakan diangkatrya beberapa PenyuluhAgama Katolik agar terjadi keselarasan kerjasama antara paroki dan tenaga-tenaga Penyuluh Agama Katolik. Mereka kita harapkan resmi ditempatkan di paroki-paroki. Artinya, pendampingan dan bimbingan kerja dan karya diserahkan kepada pastor paroki juga dalam peningkatan status dan golongan dibutuhkan rekomendasi dari pastor paroki. Para penyuluh mendapat penghidupan dan penggajian dari negara, tetapi koordinasi dan pemberian lingkup karya dan tanggung jawab para penyuluh tersebut adalah pastor paroki. Pastor paroki yang bertanggungjawab untuk melakukan bimbingan atas tenagatenaga ini dalam hubungan dengan Bimas Katolik dan Keuskupan. Ada baiknya jika secara berkala mereka dikumpulkan, diarahkan dan dibina dalam kesatuan seluruh tenaga pastoral di paroki.

+ Salam dan berkat
MgrA.B. Sinaga, OFMCap
MENJEMAAT, No. l0D(XXIIVOktober'2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXVIII, Kamis 13 Oktober 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXVIII, Kamis 13 Oktober 2011
Aleksandrina Maria da Costa
Rm 3:21-30, Mzm 130:1-2,3-4b,4c-6, Luk 11:47-54

BACAAN INJIL
Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka. Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya. Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya, supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan, mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi." Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal. Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.

RENUNGAN:
Kembali Yesus mengkritik dan mengecam orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang . Yesus mengkritik mereka bukan karena jabatan mereka, tetapi karena kemunafikan mereka. Bahkan kemunafikan mereka itu sudah keterlaluan sehingga Yesus mengatakan bahwa mereka itu celaka dan darah semua nabi yang telah dibunuh dituntut dari mereka. Orang-orang Farisi membangun makan para nabi yang dibunuh nenek moyang mereka, sehingga seakan mereka menghormati para nabi yang dibunuh oleh nenek moyangnya, tetapi mereka sendiri juga menolak para nabi, hidup tanpa cinta kasih sebagaimana diwartakan para nabi, dan terlebih mereka menolak Yesus adalah Mesias. Demikian halnya dengan ahli-ahli Taurat, mereka bukannya membawa orang percaya kepada Allah, tetapi justru menyesatkan orang lain. Kedua kelompok orang ini hidup dalam kemunafikan, itulah yang dikecam oleh Yesus. Kecaman Yesus sungguh keras, yang seharusnya mereka bertobat, tetapi malah membenci Yesus dan berusaha untuk melenyapkan Yesus.

Rasanya sekarang ini tidak sulit menemukan orang seperti orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Kita banyak melihat orang yang berpenampilan baik, dan sekan berjuang membela kebenaran, tetapi sebenanya hidup mereka penuh dengan kemunafikan. Sering kita mendengar orang pada saat-saat tertentu membagi-bagikan uang atau sembako, sehingga mereka kelihatan baik, tetapi ternyata mereka hidup dalam ketidak adilan dan tanpa kasih. Ada juga orang yang ketika ada berita tentang perlakuan tidak adil kepada seseorang atau orang kecil dan itu menjadi berita nasional, berlomba-lomba memberi komentar, menyerukan kebenaran dan memperjuangkannya, tetapi itu hanya omong kosong, malahan penderitaan orang lain mereka jadikan sebagai kesempatan untuk publikasi diri. Masih banya contoh-contoh kemunafikan yang bisa kita temukan pada masa ini.

Selain itu, kita juga pasti sering mendengar berita bahwa orang yang memperjuangkan kebenaran dan keadilan, akan bernasip sial dan malah akan dilenyapkan. Pada umumnya orang yang hidup benar, orang yang memperjuangkan kebenaran, keadilan dan mengkritik kejahatan orang lain, pasti dibenci dan mungkin akan berusaha untuk dilenyapkan.

Bagaimana dengan kita? Kita tidak usah jauh-juah menilai orang lain dan melihat contoh kemunafikan hidup dalam diri orang lain. Tetapi mari kita renungkan diri kita senditi. Mungkin saja kita juga seringkali hidup dalam kebohongan dan kemunafikan. Kita berpenampilan baik, berbicara manis, sopan dan seakan orang-orang baik, tetapi hidup kita tidak seperti penampilan dan apa yang kita katakan. Kita menyerukan dan membicarakan cinta kasih kepada sesama, tetapi kita sendiri tidak berbuat cinta kasih kepada sesama, tetapi malah sebaliknya tidak peduli dengan sesama. Mungkin kita termasuk orang yang rajin beribadah, rajin berdoa, kemana-mana kalung salib lengket di leher, aktif kegiatan gereja, pintar berbicara tentang sabda Tuhan, tetapi hidup kita tanpa cinta kasih, tidak sesuai dengan kehendak Allah. Kemunafikan yang kita lakukan mungkin kemunafikan kecil-kecil, tetapi walaupun kecil, itu tetap saja tidak disukai oleh Yesus. Maka baiklah kita hidup selaras dengan iman, selaras dengan penampilan kita, dan selaras dengan apa yang kita katakan. Singkatnya, kita hendaknya hidup seperti yang dikehendaki oleh Yesus.

Memang hidup baik itu tidak mudah, pasti akan tidak disukai atau dibenci orang-orang yang merasa terancam dengan kebaikan atau kebenaran. Namun kiranya hal itu tidak membuat kita takut, tidak membuat kita tidak berusaha hidup baik dan bukannya menjadi alasan bagi kita untuk ambil bagian dalam hidup yang tidak baik. Sebab walaupun hidup baik itu ancaman bagi beberapa orang, pasti masih banyak orang yang berpihat dan mendambakan hidup baik. Terutama orang yang hidup baik sesuai dengan kehendak Allah, itulah hidup yang berkenan pada Allah. Amin.

KEUSKUPAN AGUNG MEDAN PROPOSAL PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK STASI SANTO PETRUS RANTE BESI PAROKI MARIA dari GUNUNG KARMEL TIGALINGGA Jln. Kota Bunga No.

KEUSKUPAN AGUNG MEDAN
PROPOSAL PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK
STASI SANTO PETRUS RANTE BESI
PAROKI MARIA dari GUNUNG KARMEL TIGALINGGA
Jln. Kota Bunga No. 16, Tiga Lingga 22252, Tlp. 0627-7436116



PENGANTAR:
Kepada Yth: Bapak, Ibu dan Saudara-saudari yang kami hormati dan dikasihi Yesus Kristus di manapun berada.

SALAM DAMAI YESUS KRISTUS

Di stasi Rante Besi sudah berdiri gedung Gereja stasi sejak tahun 1967. Namun kiranya gedung Gereja sekarang sudah kurang memadai sebab:


1. Gedung gereja yang sekarang sudah dimakan usia sehingga beberapa dinding Gereja
sudah mulai rapuh dan retak apalagi setelah kena dampak getaran gempa di Aceh dan Nias, juga daya tampung gedung gereja yang sekarang tidak lagi cukup menampung umat ketika beribadah.


2. Gedung gereja yang sekarang sudah kurang mendukung untuk pengembangan hidup iman.
Kami rindu mempunyai gedung Gereja yang lebih layak, sehingga semakin mendukung perkembangan iman umat. Oleh karena itulah, sudah sejak tahun 2005 kami merencanakan pembangunan Gereja dengan membentuk panitia pembangunan dan penggalangan dana partisipasi dari umat. Hingga akhir tahun 2010 kami belum berani memulai pembangunan sebab kami sadar akan kemampuan ekonomi kami. Namun sejak tahun 2011 kami berencana memulai pembangunan Gereja pada bulan Oktober 2011, bukan karena dana sudah cukup, tetapi sudah saatnya gedung Gereja baru dibangun demi perkembangan iman umat. Kami berani memulai karena selain kami berusaha, juga terutama hanya berharap dan percaya bahwa Tuhan pasti berkenan membantu lewat para Saudara, bapak, ibu dan umat Allah khusus umat katolik di manapun berada yang rela berbagi berkat sukacita dari Allah dengan mendoakan, mendukung dan terutama mau menyumbang kami. Kami hanya memohon dan berharap pada pertolongan Tuhan.


Maka, Bapak / Ibu / Saudara-saudari umat Allah, khususnya Saudara-saudari se iman dalam Gereja Katolik di manapun berada, berkenanlah kiranya berbagi berkat Tuhan dengan kami dengan memberi sumbangan dana untuk pembangunan Gereja, rumah Tuhan ini. Kami memohon dan sangat mengharapkan uluran kasih dari semua para Saudara. Berapapun pemberian Bapak / Ibu / Saudara-saudari itu adalah sukacita dan berkat Allah bagi kami. Kami berdoa semoga Tuhan membalas semua kebaikan para Saudara dengan melimpahkan berkat-Nya.


Bila Bapak / Ibu / Saudara-saudari berkenan berbagi berkat Tuhan dengan kami dengan memberi sumbangan, sumbangan dapat disalurkan lewat:


BRI UNIT TIGALINGGA
NO. : 5379-01-002408-53-1
NAMA : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA RK ST. PETRUS


Demikianlah kiranya alasan kami membangun gedung Gereja stasi Santo Petrus Rante Besi. Atas doa, dukungan, kemurahan hati, kerelaan dan kebaikan Pastor/Suster/ Bapak / Ibu / Saudara-saudari, para donatur dan semua pihak yang berperan serta atas kelancaran pelaksanaan pembangunan ini, kami mengucapkan banyak terima kasih. Tuhan Yesus Kristus melimpahkan berkat-Nya kepada para Saudara semua dan merestui rencana kami ini lewat para Saudara.


Salam dan doa dari kami.

Salam dan doa dari kami.




RATA TARIGAN AMIN ANTONIUS SITEPU ELISON UJUNG
Ketua I Panitia Sekretaris IBendahara I


Mengetahui dan Turut Memohon Bantuan:




SAMUEL GINTING JANSEN GINTING BONAR SIANTURI
Ketua Dewan Stasi Ketua DPPH Sekretaris DPPH


P. ANTONIUS MANIK O.CARM


Pastor Paroki




I. Latar Belakang dan Sejarah Singkat Gereja Katolik Stasi Santo Petrus Rante Besi


Pada tahun 1965 Gereja Katolik masuk ke wilayah Rante Besi. Pastor perintis masuknya Gereja Katolik ke wilayah Rante Besis adalah Pastor Kahmadi O.Carm. Tokoh Gereja pertama adalah Katadis Sinuraya, Jangena Pinem dan Ngena Ginting. Pada tahun 1967 diadakan Permandian massal oleh Pastor Lisi Kleopas OFM.Cap dari Kabanjahe karena Pastor Kahmadi mengalami kecelakaan lalu lintas menjelang tanggal yang sudah ditetapkan. Pada saat itu Gereja Katolik Rante Besi beranggotakan 40 KK.


Usai penerimaan Sakramen Baptis, diadakan pemilihan Vorhanger dan Katadis Sinuraya terpilih menjadi Vorhanger. Tempat Ibadat sementara di rumah Bapak Jumpangena Tarigan. Pada tahun 1968 mulailah dibangun Gereja darurat melalui swadaya umat. Tapak dibeli seluas sepertiga hektar dengan harga 50 Kaleng Padi dengan ketentuan umat dikenakan 1 kaleng/KK. Ukuran gereja yang dibangun 6X8 dengan bahan-bahan dari kayu dan atap lalang. Gereja didirikan dengan bergotong royong. Baru pada tahun 1978 gereja didirikan secara permanen dengan memakai batako ukuran 6x8. Dan bangunan itu bertahan sampai sekarang.


Jumlah umat saat ini adalah 70kk. Kapasitas gereja tidak memadai dan kurang layak dipakai maka umat berkeinginan untuk membangun gedung gereja yang baru, lebih luas dari yang sekarang dan lebih layak. Rencana ini sudah dimulai sejak tahun 2005 dan bahkan panitia juga pada saat itu sudah dibentuk. Panitia yang telah dibentuk tahun 2005 itu, bertugas untuk mempersiapkan pembangunan yang dalam hal ini menggalan dana partisipasi dari umat. Pembangunan belum dapat dilaksanakan mengingat kesulitan sehubungan dengan dana. Baru pada tahun 2011 ini, stasi dan panitia memberanikan diri untuk secara resmi memulai pembangunan Gereja.


II. URAIAN PEMBANGUNAN
2.1. Latar Belakang: Melihat dan memperhatikan keadaan gereja yang sekarang tidak layaklagi untuk digunakan untuk beribadat karena sudah dalam keadaan rusak, dan juga karena sudah terlalu kecil sehingga tidak lagi dapat menampung jumlah umat yang ada sekarang ini untuk beribadat di dalamnya maka kami seluruh umat Stasi Rante Besi yang didukung oleh Pastor Paroki dan Dewan Pastoral Paroki sepakat untuk membangun gereja yang baru menggantikan gereja yang ada sekarang ini. Rencana ini memang sudah lama dipikirkan dan direncanakan yakni sejak tahun 2005, namum baru kali ini (tahun ini) kami berani untuk melaksanakannya.
2.2. Tujuan Proyek : Proyek ini bertujuan untuk memberikan kesejukan dan kenyamanan bagi umat ketika sedang menjalankan ibadat. Disamping itu juga untuk menyadarkan umat akan hak dan tanggungjawabnya sebagai pemilik gereja, sehingga diharapkan seluruh umat berpartisipasi aktif baik secara moral maupun material. Partisipasi tersebut adalah juga merupakan upaya peningkatan kehidupan rohani dan tidak lupa dengan pengadaan dana bangunan.
2.3. . Cara Kerja : Proyek ini melibatkan seluruh umat stasi terutama dalam hal pendanaan maupun gotong royong, termasuk mengupayakan makan tukang selama pengerjaan, juga melibatkan Rayon. Pembangunan dilakukan secara bertahap:
Tahap I : Penataan Lolasi Banungan, Pengerjaan Fondasi.
Tahap II : Pengerjaan tiang dan dinding
Tahap III : Pengerjaan Atap.
Tahap IV : Pengerjaan bagian dalam (Lantai, Plafon dll.)
Tahap V : Finishing.
Namun karena melihat keterbatasan umat kami mengajukan permohonan bantuan ke-Keuskupan maupun sumbangan para donateur.
2.4. Rencana Pembangunan

2.4.1. Rencanaa. Jenis Bangunan : Rehap Total (Permanen dan diperbesar)
b. Luas Bangunan : Ukuran 10 x 20 m.

2.4.2. Bentuk fisik Bangunan:

a. Bentuk Bangunan bisa, pendopo depan pake bentuk rumah adat Karo.

b. Fondasi : Batu + batu padas + Pasir Uruk

c. Dinding Dinding Pas batu padas + Pas batu Bata Luar tanpa di plester.)

d. Atap 1: Seng Biasa

e. Plafon 1Gibsum/Tripleks

f. Lantai: Keramik


III. SUSUNAN PANITIA

1Pelindung 1. Uskup Agung Medan


2. Pastor Paroki Tigalingga


3. Dewan Paroki Tigalingga


4. Camat Gunung Sitember

2Penasehat 1. Dewan Rayon Tampuk Kite


2. Dewan Stasi Rante Besi

3Ketua : RATA TARIGAN
4Wakil Ketua : RISON PINEM
5Sekretaris : AMIN ANTONIUS SITEPU
6Wakil Sekretaris : MAROLOP MALAU
7Bendahara : ELISON UJUNG

8
Seksi Dana

a. Wilayah Rante Besi 11. BINARIA GINTING

b. Wilayah Barisan Mesin 2. DINA BR. TARIGAN

c. Medan 3. MATANG PINEM

d. Pekan Baru 4. MONANG PASARIBU
9Penanggungjawa di lapangan : Djoharman Silaban


IV. RENCANA ANGGARAN BIAYA:
4.1. Pandanaan


A. Partisipasi dana dari umat:

1. Tahap I :

Janda/Duda 21 KK x 400.000 Rp 8.400.000

Lenkap 49 KK x 800.000 Rp 39.200.000

Jumlah Rp. 47.600.000


2. Tahap II


Lenkap 49 KK x 400.000 Rp 39.200.000

Jumlah Rp. 47.600.000

2. Tahap II:

Janda/Duda 21 KK x 200.000 Rp 4.200.000

Lenkap 49 KK x 400.000 Rp 19.600.000


Jumlah
Rp 23.800.000


JUMLAH KESELURUHAN PARTISIPASI

1. DIHARAPKAN DARI UMAT STASI:
Rp. 71.400.000


B. Sumbangan Sukarela Umat stasi dan se-paroki.


1m kubik pasir (Rp 100.000) x 70 KK Rp. 7.000.000

Sumbangan Donatur umat Stasi Rp. 15.000.000

Bantuan KAS Stasi (Kolekte khusus Rp. 30.000.000

Sumbangan dari stasi lain separoki Rp 5.000.000

Jumlah Rp. 57.000.000


Catatan: Sumbangan sukarela umat ini, belum termasuk makan tukang dan bahan-bahan yang bisa diupayakan bersama


Yang diharapkan dari KAM
Rp 50.000.000


Jumlah Modal awal Rp 178.400.000
4.2. Biaya yang dibutuhkan:

NO JENIS KEBUTUHAN SATUAN HARGA SATUAN JUMLAH HARGA
1 Cetak Proposal

500.000

Bagian Batu dan Pasir:


2 Batu Padas 75 m 110.000 8.250.000
3 Batu Kerikil 30 m 250.000 7.250.000
4 Pasir 100 m 120.000 12.000.000
5 Batu Bata 31.000 biji 600 18.600.000

Bagian Semen dan Besi:


6 Semen 400 zak 60.000 24.000.000
7 Besi 12 x 12 SNI 180 Batang 105.000 18.900.000
8 Besi 6 x 9 130 batang 25.000 3.250.000
9 Kawat Beton 2 gulung 135.000 270.000

Bagian Kayu:


10 Kosen pintu besar dan bulat (2 daun) 3 buah 600.000 1.800.000
11 Kosen Pintu Kecil2 buah

12 Kosen pintu biasa1 buah400.000 400.000
13 Daun pintu bulat besar (2 daun pintu) 3 buah 1.000.000 3.000.000
14 Daun Pintu kecil 2 buah 500.000 1.000.000
15 Daun pintu biasa1 buah 400.000 400.000
16 Daun Pintu kecil 2 buah 500.000 1.000.000
17 Kosen Jendela (2 daun jendela) 4 buah 600.000 2.400.000
18 Kosen Jendela (1 daun jendela) 4 buah 400.000 1.600.000
19 Daun Jendela 12 buah 300.000 3.600.000
20 Kayu 9 ton 5.500.000 48.600.000

BAGIAN ATAP DAN PLAFON


21 Seng 400 lembar 50.000 20.000.000
22 Rabung seng 11 lembar 25.000275.000
23 Paku seng 15 kg 27.000405.000
24 Reng stang 2 buah 350.000700.000
25 Lat sudut 20 batang 25.000500.000
26 Baut 7 inci 120 biji 15.0001.800.000
27 Paku campur 75kg 15.0001.125.000
28Tripleks 120 lembar 70.0008.400.000

BAGIAN FINISHING:


29 Kunci-kunci dan engsel

6.000.000
30 Kabel dan Lampu-lampu

15.000.000
31Cat 10Kaleng/ @25kg 300.000
3.000.000
32 Keramik 210 kotak 60.00012.600.000
33Lonceng

30.000.000
34Meja Altar, mimbar

11.000.000
35 Salib Dinding

2.000.000
36Saound sistem / Pengeras Suara

15.000.000
37Upah tukang

75.000.000
38Transportasi

8.000.000
39JUMLAH TOTAL

375.225.000


REKAPITULASI PENDANAAN:

1Pemasukan dari partisipasi umat dan swadaya umat Rp. 128.400.000
2Dana bantuan dari Keuskupan Rp. 50.000.000

JumlahRp. 178.400.000
3Anggaran Biaya PembangunanRp. 304.035.000
4kolom 2 dari baris 1kolom 2 dari baris 1
4Maka dana yang diharapkan dari para donatur adalah Rp. 375.225.000-Rp. 178.400.000 = Rp.196.825.000

Maka dana yang diharapkan dari para donatur adalah(Seratus sembilan pulu enam juta, delapan ratus dua puluh lima ribu rupiah)


V. GAMBAR GEDUNG GEREJA YANG DIRENCANAKAN













































































































































































































































































































































































PENUTUP


Demikianlah kiranya Proposal ini kami perbuat. Kami umat Katolik Stase Santo Petrus Rante Besi, Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga-Kueksupan Agung Medan, sangat merindukan rumah Tuhan yang lebih layak dan agung tempat kami untuk memuji memuliakan Tuhan dan memohon berkat dari-Nya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan doa, dukungan dan bantuan dari Bapak/Ibu/Saudara/Saudari agar sudi kiranya berbagi berkat Tuhan kepada kami dengan memberi bantuan dana kepada kami untuk pembangunan Rumah Tuhan ini. Berapapun pemberian Bapak/Ibu/Saudara/Saudari, kami menerimanya dengan penuh suka cita, itu berupakan berkat Tuhan bagi kami. Kami berdoa agar Tuhan membalas kebaikan Bapak/Ibu/Saudara/Saudari. Berkat Tuhan selalu menyertai kita semua. Amin.




Salam dan doa dari kami.


TARIGAN


AMIN ANTONIUS SITEPU


ELISON UJUNG
Ketua I Panitia Sekretaris I Bendahara I






Mengetahui dan Turut Memohon Bantuan:




SAMUEL GINTING JANSEN GINTING BONAR SIANTURI
Ketua Dewan Stasi Ketua DPPH Sekretaris DPPH


P. ANTONIUS MANIK O.CARM


Pastor Paroki

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)