Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

RENUNGAN HARI MINGGU MASA BIASA KE XXXII: 11 NOPEMBER 2012

RENUNGAN HARI MINGGU MASA BIASA KE XXXII: 
11 NOPEMBER 2012 
1Raj 17:10-16, Mzm 146:7,8-9a,9bc-10,Ibr 9:24-28, Mrk 12:38-44 

 BACAAN INJIL: Mrk 12:38-44 
“Janda miskin itu telah memberi lebih banyak daripada semua orang lain.” 

Suatu hari dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat." Sehabis mengajar, duduklah Yesus dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya." 

RENUNGAN: 
Memberi adalah buah dari iman yang mengimani bahwa apa yang kita miliki adapah semata-mata anugerah Tuhan dan bersyukur atas apa yang diberikan oleh Tuhan. Nilai pemberian bukan diukur dari bayaknya yang kita berikan, tetapi dari ketulusan hati kita dalam memberi. Namun pemberian itu juga haruslah setimpal dengan berkat yang sudah kita terima. Maka memberi adalah bukan kewajiban, bukan terpaksa tetapi sudah menjadi keharusan kita. Jangan menunda untuk berbagi dengan sesama. 

Pada umumnya orang akan pasti lebih senang dan lebih menghargai bila orang memberi banyak. Pemberiaan orang yang banyak akan selalu kita ingat dan bahkan orang tersebut akan kita sanjung-sanjung. Sedangkan pemberian orang yang kecil karena memang orang tersebut miskin, umumnya kita abaikan dan kita anggap itu hal biasa. Pada umumnya juga orang lebih senang menerima daripada memberi. Banyak orang yang berpikir bahwa dirinya masih kekurangan, tidak punya apa-apa sehingga tidak bisa memberi apa-apa atau hanya bisa memberi sedikit. Ada pula orang yang mengatakan bahwa mereka akan memberi bila mereka sudah berkecukupan atau memberi lebih banyak lagi bila mereka sudah kaya. 

Benarkah memberi itu baru bisa kita lakukan setelah semua kebutuhan kita terpenuhi? Benarkah kita tidak punya apa-apa untuk kita berikan kepada sesama? Benarkah bahwa memberi itu bukan soal banyaknya, tetapi pemberian yang tulus atau benarkah pemberiaan yang besar jauh lebih membahagiakan orang? Dalam Injil hari ini diceritakan Yesus yang mengkritik ahli-ahli Taurat tetapi memuji seorang janda miskin. Yesus mengkritik ahli-ahli Taurat karena penampilan mereka yang selalu berpenampilan sebagai orang yang baik, beriman dan selalu ingin dihormati. Penampilan mereka sungguh bertolak belakang dengan sikap hati mereka. Mereka tampak baik, tetapi hatinya penuh dengan kejahatan, bahkan mereka dikatakan suka meneladan janda-janda. Hidup yang demikianlah yang dikatakan orang yang bersikap munafik. 

Sungguh Yesus tidak melihat dari penampilan seseorang, tetapi melihat kedalaman hati yang tulus yang pada dasarnya akan melahirkan perbuatan baik kepada sesama. Sehingga bisa dikatakan bahwa hati yang tulus, bersih akan melahirkan perbuatan-perbuatan baik. Perbuatan baik yang demikian tidaklah yang dibuat-buat, tetapi mengalir dengan sendirinya. Beda halnya dengan kita pada umumnya yang seringkali melihat dan menilai seseorang dari penampilannya. Kita pada umumnya akan begitu senang, akan begitu menghormati orang yang berpenampilan hebat atau orang kaya. Bila kita mendapat tamu yang berpenampilan hebat, orang kaya, kita pasti akan begitu senang dan berusaha menjamu meraka. Namun coba kalau rumah kita dikunjungi orang yang miskin, walaupun itu sanak saudara kita, sikap kita pasti berbeda, bahkan mungkin kita berpikir, mereka datang bukan membawa kabar sukacita, tapi malah mungkin mau meminta sesuatu dari kita. 

Sikap Yesus hendaknya juga menjadi sikap hidup kita. Seperti Yesus, baiklah kiranya kita selalu memandang orang bukan dari penampilannya, baiklah kita tidak lebih menghargai orang yang berpenampilan hebat dan merendahkan orang yang berpenampilan miskin karena mereka memang miskin. Kita jangan tertuju pada penampilan seseorang tetapi baiklah kita selalu memandang orang sebagai saudara terutama orang-orang miskin dan sederhana. Kritik Yesus atas hidup ahli-ahli Taurat juga harus kita renungkan. Yesus sungguh tidak senang dengan sikap orang munafik. Kiranya mungkin seringkali kita tanpa sadar atau dengan sadar melakukan hal itu. 

Kita seringkali mengatakan hal-hal yang baik, tetapi hati dan perbuatan kita tidak sesuai dengan sikap hati dan iman kita, tidak sesuadi dengan apa yang kita katakan. Begitu banyak orang yang begitu rajin beribada, aktif dalam kegiatan gereja dan melakukan banyak ziarah, tetapi tidak memiliki cinta kasih kepada sesama. Kita harus hidup apa adanya, sikap hidup kita harus selaras dengan hati yang tulus dan iman kita. Hati yang bersih dan tulus akan melahirkan hidup dan perbuatan baik bagi sesama. Demikian juga iman yang sungguh akan melahirkan perbuatan baik dan kerelaan memberi untuk sesama, tanpa menunda waktu untuk memberi. Yesus memuji memuji pemberian janda miskin yang hanya memberi 2 peser uang. Jumlah yang diberikan janda itu tentu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pemberian orang kaya. Bagi Yesus pemberian janda miskin itu jauh lebih banyak dibanding dengan pemberian orang lain. Yesus memuji dan sangat menghargai pemberian janda miskin itu, karena janda itu memberi semua apa yang ada padanya. Janda itu memang miskin, hal itu tampak dalam penampilannya, jadi bukan pura-pura miskin. Namun janda itu memberi 2 peser uang yang ada padanya. Dengan jelas dikatakan oleh Yesus bahwa janda itu hanya memiliki 2 peser uang dan itu diberikan untuk persembahan. Janda itu tidak berpikir tentang hidupnya setelah memberikan uang itu semuanya. Janda itu tidak khawatir akan hidupnya setelah memberikan semua uang yang ada padanya. Pemberian janda itu sama halnya dengan memberikan semua hidupnya kepada Tuhan. Pemberian memang tidak diukur dari banyaknya yang diberi, tetapi dari ketulusan hati untuk memberi. Tetapi pemberian juga bukan hanya sekedar tulus, sebab kata yang penting tulus seringkali disalah artikan atau disalah gunakan untuk membela diri tidak mau memberi lebih banyak. Misalnya ada orang yang punya banyak tetapi memberi sedikit dengan alasan yang penting memberi dengan tulus. Pemberian harus setimpal dengan berkat yang diberikan oleh Tuhan. Bahkan seperti janda itu memberikan seluruh hidupnya. Janda itu bisa melakukan hal demikian adalah karena dia memiliki iman yang teguh, percaya bahwa hidupnya adalah berasal dari Tuhan, hidupnya adalah milik Tuhan sehingga dia percaya bahwa Tuhan pasti akan selalu memelihara hidupnya. Maka dari itu dia tidak khawatir bagaimana hidupnya setelah dia memberi semua uang yang ada padanya, sebab dia yakin Tuhan pasti akan memeliharanya. 

Sungguh iman yang dalam berbuah pada kerelaan memberi dan penyarahan diri pada kuasa dan kasih Tuhan. Hal demikian pulalah yang kita dengarkan dalam bacaan I tadi. Dalam bacaan pertama dikatakan bahwa nabi Elia meminta seorang janda di Sarfat untuk membuatkan roti baginya. Janda itu dengan jujur mengatakan bahwa tepung yang ada padanya hanya bisa membuat roti untuk dia, anaknya dan untuk Elia, setelah itu tidak ada apa-apa lagi padanya. Elia meneguhkan iman janda itu agar tidak kahwatir akan hidupnya. Elia mengatakan bahwa Tuhan sendiri akan memelihara hidupnya. Sesudah janda itu membuatkan roti bagi Elia, apa yang dikatakan Elia memang benar bahwa tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia. Sungguh dengan memberi kita tidak akan kekurangan dan tidak kehabisan, karena Tuhan akan memelihara hidup kita. Sungguh kita sering berpikir bahwa dengan memberi kita akan kekurangan atau kehilangan. Kita juga sering berpikir bahwa kita tidak punya apa-apa untuk kita berikan. Ada pula yang berpikir bahwa kita akan memberi dan bahkan akan memberi banyak bila kita sudah kaya, kita menunda untuk berbuat baik. 

Dari kisah janda miskin itu pula kita diajarkan bahwa memberi tidak harus menunggu kaya, kiga juga diajarkan bahwa kita tidak usah khawatir akan hidup kita kalau kita berani berbagi hidup, sebab Tuhan akan menyelenggarakan hidup kita. Kepada juga diajarkan bahwa memberi dengan tulus berarti juga pemberian itu harus sepadan dengan rahmat yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Maka, baiklah kiranya kita berani memberi atau berbagi dengan sesama. Orang beriman sungguh akan rela memberi dengan senang hati karena percaya bahwa apa yang ada padanya berasal dari Tuhan dan tidak akan khawatir akan hidupnya karena Tuhan akan memelihara hidupnya. Amin.

BACAAN HARI MINGGU MASA BIASA KE XXXII: 11 NOPEMBER 2012

BACAAN HARI MINGGU MASA BIASA KE XXXII: 
11 NOPEMBER 2012 
1Raj 17:10-16, Mzm 146:7,8-9a,9bc-10,Ibr 9:24-28, Mrk 12:38-44 

BACAAN I: 1Raj 17:10-16 
 “Janda itu membuat sepotong roti bakar bundar kecil dan memberikannya kepada Elia.” 

Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum." Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti." Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati." Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi." Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia. 

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm 146:7,8-9a,9bc-10 
Ulangan: Pujilah Tuhan, hai umat Allah. Pujilah Tuhan, hai umat Allah! 

Ayat: 
1. Dialah yang menegakkan keadilan bagi orang yang diperas dan memberikan roti kepada orang-orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung. 

2. Tuhan membuka mata orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk, Tuhan mengasihi orang-orang benar, Tuhan menjaga orang-orang asing. 

3. Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allamu, ya Sion, turun temurun. 

BACAAN II: Ibr 9:24-28 
“Kritus hanya satu kali saja mengurbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang.” 

Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita. Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri. Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya. Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia. 

BACAAN INJIL: Mrk 12:38-44 
“Janda miskin itu telah memberi lebih banyak daripada semua orang lain.” 

Suatu hari dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat." Sehabis mengajar, duduklah Yesus dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."

Berbagi Berita : Vatikan ucapkan selamat kepada Presiden Obama

Vatikan ucapkan selamat kepada Presiden Obama 

Vatikan menyampaikan ucapan selamat kepada Barack Obama atas terpilih kembali menjadi presiden Amerika Serikat, namun mengingatkannya mengenai perbedaan di antara Gereja Katolik dan pemerintahannya terkait aborsi dan pelayanan kesehatan, pada Rabu. 

Vatikan berharap Presiden Obama akan mampu melayani hukum dan keadilan “dalam menghormati nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual yang esensial dan mempromosikan budaya kehidupan dan kebebasan beragama, yang selalu begitu berharga dalam tradisi rakyat Amerika dan budaya mereka,” kata seorang juru bicara. “Budaya kehidupan” adalah sebuah ungkapan yang mencakup oposisi Gereja terhadap aborsi. 

Presiden Obama mendukung hak aborsi dan membuat isu kesehatan perempuan merupakan bagian penting dari kampanyenya. Gereja Katolik di Amerika Serikat telah menentang pemerintahan Obama terkait Undang-Undang (UU) Kesehatan, yang mengharuskan para karyawan perusahaan swasta, termasuk lembaga swasta Religius, untuk menyediakan para pekerja mereka dengan asuransi kesehatan yang mencakup kontrasepsi. 

Gereja telah melihat UU ini sebagai sebuah ancaman terhadap kebebasan beragama yang ditetapkan dalam konstitusi AS, sebuah seruan yang dilakukan oleh Paus Benediktus XVI tahun ini. Lebih dari 20 tuntutan hukum telah diajukan menentang undang-undang pengendalian kelahiran oleh Universitas Notre Dame, Universitas Katolik Amerika dan Keuskupan Agung New York serta organisasi-organisasi lainnya. 

Vatikan mengatakan Paus Benediktus mengirim Obama sebuah pesan pribadi, tetapi tidak menyiarkannya melalui teks. Paus mengatakan kepada Presiden Obama bahwa dia berdoa agar Obama mampu menjalankan cita-cita kebebasan dan keadilan, tambah Vatikan.

 Sumber: Vatican reminds Obama of differences on healthcare, abortion
Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

RENUNGAN HARI BIASA: SABTU 10 NOPEMBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: SABTU 10 NOPEMBER 2012 
(Leo Agung) 
Flp 4:10-19, Mzm 112:1-2,5-6,8a,9, Luk 16:9-15 

BACAAN INJIL: 
Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi." "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah. 

RENUNGAN: 

Sabda Yesus hari ini yang mengatakan agar kita mengikat persahabatan dengan mamon yang tidak jujur, tentunya bukan bermaksud mengajak kita untuk bersahabat atau terikat dengan harta duniawi. Mamon yang tidak jujur dimaksudkan adalah harta duniawi atau hal-hal duniawi yang seringkali begitu menggiurkan dan seakan bisa menjamin hidup bahagia manusia. Dikatakan mamon yang tidak jujur karena memang seringkali manusia tertipu oleh penampilan luar, yang sekan dapat menjamin hidup bahagia manusia. Yesus mengatakan agar kita mengikat persahabatan dengan mamon yang tidak jujur maksudnya adalah kita diajak menggunakannya dengan sebaik-baiknya. 

Tuhan tidak melarang kita memiliki harta duniawi, tetapi Tuhan mengingatkan kita agar kita menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Justru kita harus menggunakan harta itu dengan sebaik-baiknya, menguasai dan mengaturnya sehingga kelak beroleh hidup kekal, diterima dalam kemah abadi. Sabda ini sungguh patut kita renungkan. 

Saat ini sungguh mamon banyak menguasai hidup manusia, bahkan bentuk mamon saat inipun sangat beragam. Mamon pada zaman modern ini dapat kita katakan adalah segala sesuatu yang menjauhkan kita dari Tuhan. Perkembangan zaman tekhnologi sungguh bisa menjadi mamon bagi kita. Kemajuan itu memang sangat baik, menggiurkan kita sehingga merasa bahwa kemajuan itu menjadi jaminan bagi kebahagiaan dan keselamatan kekal. Kita jangan sampai tertipu. Hari ini dengan jelas Yesus mengatakan bahwa akan tiba saatnya harta duniawi dan kemajuan zaman tidak akan bisa menolong kita, tidak akan berguna apa-apa bagi kita. Misalnya, walaupun seseorang mempunyai harta yang sangat banyak, bila tiba waktunya meninggal, harta yang banyak itu tidak bisa menyelamatkannya. 

Demikian juga halnya, bila seseorang mempunya harta yang sangat banyak, akan tiba waktunya bahwa semuanya itu tidak bisa menjadi jaminan kebahagiaan dan keselamatan kekal baginya dan bagi orang lain Maka demikian, sabda Yesus hari ini sungguh harus menjadi permenungan dan peringatan bagi kita. Seringkali kita menggunakan harta duniawi, dikuasai harta duniawi yang menjauhkan kita dari Tuhan. Sekali lagi, Yesus tidak melarang kita memiliki mamon atau harta duniawi, tetapi mamon itu harus kita gunakan sebagai jalan untuk memperoleh hidup kekal. Harta duniawi bukan menjadi tujuan utama kita, tetapi menjadi jalan yang bisa kita pakai untuk kelak masuk dalam kemah Surgawi. 

Kita juga harus ingat, bahwa harta duniawi atau apa yang kita miliki adalah dipercayakan Tuhan kepada kita untuk kita gunakan untuk kehidupan kita, dan terutama untuk kita gunakan dengan sebaik-baiknya. Apa yang dipercayakan Tuhan kepada kita, harus kita gunakan dengan sebaik-baiknya demi kebahagiaan kekal. Semakin besar yang dipercayakan Tuhan kepada kita, semakin besar pula tanggungjawab yang dituntut dari kita. Bila kita mempertanggungjawabkan pemberian Tuhan, Tuhanpun semakin mempercayakan banyak kepada kita. Maka semoga hidup dan berapapun banyaknya yang dipercayakan Tuhan bagi kita, kita gunakan dengan sebaik-baiknya demi keselamatan kekal, bukan malah menghalani kita atau menjauhkan kita dari Tuhan. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: JUMAT 9 NOPEMBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: JUMAT 9 NOPEMBER 2012 
(Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran) 
Yeh 47:1-2,8-9,12 atau 1Kor 3:9b-11,16-17, Mzm 46:2-3,5-6,8-9, Yoh 2:13-22 

BACAAN INJIL: 
Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan." Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku." Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?" Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?" Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus. 

RENUNGAN: 
Gedung gereja bagi kita tentu bukan sekedar gendung biasa, bukan hanya tempat berkumpul memuji Tuhan, tetapi kita menyakini bahwa Gereja adalah tumah Tuhan. Gedung Gereja kita kuduskan untuk Tuhan yang berbeda dengan gedung lainnya. Betapaun jeleknya atau sederhananya gedung Gereja, gedung itu lebih kita hormati dibanding dengan hotel yang mewah dan megah. Namun kiranya keyakinan ini seringkali sudah kurang dihayati oleh umat. 

Gedung Gereja seringkali dianggap tidak ubahnya dengan gedung lain, bahkan mungkin tidak sedikit orang yang menganggap gedung gereja lebih rendah daripada rumahnya sendiri, karena gedung rumahnya lebih bagus dan lebih megah. Ada pula orang yang enggan datang ke Gereja dengan alasan di Gereja tidak nyaman, tidak sebagus rumahnya atau mall mall. Maka tidak jarang juga ditemui di Gereja-gereja stasi orang dengan seenaknya merokok sebelum dan sesudah ibada / Misa. Orang tua dengan seenaknya meninggalkan bungkus makanan anaknya di gereja. 

 Oleh sebab itulah kita mengerti kemarahan Yesus ketika melihat di sekitar Bait Allah banyak orang yang berjualan dan menukarkan uang. Pekarangan Bait Allah tentu menjadi rame dan kotor. Suasana demikian pasti akan mengangggu keheningan dan kesakralan Baik Allah. Terlebih pasti banyak orang datang ke Bait Allah bukan lagi untuk berdoa, tetapi lebih pada berbisnis. Kemarahan Yesus mengingatkan akan kesucian Bait Allah dan tujuan orang datang ke Bait Allah. Bait Allah adalah tempat allah berdiam, tempat manusia bertemua dengan Allah atau sebaliknya. 

Dengan demikian injil hari ini mengingatkan kita kembali akan penghargaan kita atas gereja. Baiklah kita mengimani bahwa gedung gereja sungguh tempat yang dikuduskan untuk Tuhan. Sehingga ketika kita pergi dan masuk dalam gereja, kita harus sadari bahwa kita berada di tempat yang disucikan hanya untuk Allah. Dengan menyadari hal ini, kita harus menjaga sikap dan perilaku kita yang sesuai dengan tempat suci itu. Janganlah kiranya kita jadikan gereja sebagai tempat yang tidak ada bedanya dengan gedung lain. Jangan dijadikan menjadi tempat berbisnis atau tempat untuk pamer kekayaan atau seakan kita mau ke tempat konser atau pesta sehingga mengenakan pakaian yang tidak pantas. 

Maka semoga kita disadarkan kembali akan pengharagaan kita pada gereja adalah tempat yang disucikan atau dikuduskan bagi Tuhan. Amin.

Berbagi Berita: Pemimpin Gereja diminta menerima pria Kristen berpoligami

Pemimpin Gereja diminta menerima pria Kristen berpoligami

Para pendeta dan imam telah mendesak para pemimpin mereka untuk mempertimbangkan secara matang, dengan bersikap longgar terhadap pria Kristen berpoligami, atau berisiko penurunan jumlah anggota Gereja. Desakan ini muncul hanya dua tahun setelah para pemimpin Gereja diminta untuk menerima pria Kristen berpoligami. 

 Meskipun dalam Kristen mempromosikan perkawinan hanya satu istri seumur hidup, namun dampak yang berat tinggal di tengah masyarakat Muslim di mana keluarga-keluarga minoritas agama menjadi korban, kata mereka. Muslim di Pakistan diperbolehkan menikah hingga empat istri. Mereka menyuarakan keprihatinan mereka pada sebuah seminar baru-baru ini bertemakan “Keluarga Kristen,” yang diselenggarakan bersama oleh Institut Teologi untuk Kaum Awam dan Gereja Presbyterian. 

Tidak ada angka resmi yang menjelaskan berapa banyak pria Protestan dan Katolik memiliki lebih dari satu istri. Sumber Gereja Katolik mengatakan ada lebih dari 50 kasus tersebut di 12 paroki dari keuskupan agung Lahore. “Beberapa menikah dua kali demi keturunan, mereka yang miskin tetap lebih dari satu istri untuk membantu keuangan. Namun, sebagian besar poligami kaya hanya melakukannya untuk kesenangan,” kata Pastor Emmanuel Yousaf Mani, direktur Komisi Keadilan dan Perdamaian Konferensi Waligereja Pakistan. 

“Kami membaptis anak-anak mereka, tetapi Komuni Kudus tidak diberikan kepada pasangan tersebut.” Tapi, Liaqat Qaiser, kepala sekolah Full Gospel Assembly Bible College di Lahore, mengatakan: “Mereka hanyalah korban. Meskipun mereka tidak boleh menjadi pemimpin Gereja, kami harus mendorong mereka untuk terus menghadiri pelayanan di gereja. Ekskomunikasi bukanlah solusi.” Pastor Morris Jalal, yang telah menyelenggarakan program pesekutuan keluarga selama puluhan tahun di keuskupan agung Lahore, juga menyerukan pendekatan yang lebih lunak. 

“Kami harus memperluas pelayanan pastoral kepada keluarga-keluarga yang telah jatuh. Gereja-gereja di Barat kosong karena sikap mereka terkait poligami, berdasarkan hukum kanonik. Hal yang sama bisa terjadi di sini jika kami tidak memperhatikan dengan penuh belas kasih,” katanya.

Sumber:www.cathnewsindonesia.com
Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

MISA PERDANA PASTOR ANDREAS CORSINI LAMTARIDA SIMBOLON O.CARM

MISA PERDANA PASTOR ANDREAS CORSINI LAMTARIDA SIMBOLON O.CARM

“Orang yang menabur dengan bercucuran ari mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.” (Mzm 126:5) 

Kalimat di atas adalah motto tahbisan dari Pastoran Andreas Corsini Lamtarida Simbolon O.Carm, yang menerima tahbisan imam dari Uskup Agung Medan Mgr. Anicetus B. Sinaga Ofm.Cap pada hari sabtu 27 Oktober 2012 di paroki Santo Petrus dan Paulus Pasar Merah Medan. Beliau ditahbiskan bersama 4 orang diakon Karmel, yakni 
 1.Yohanes Rudy Kartolo Malau, O.Carm (Dari Paroki Aek Kanopan) 
2. Samuel Anton Situmorang, O.Carm 
3. Alfonsus Arpol Manik, O.Carm (Dari Paroki Jalan Sibolga P. Siantar) 
4. Roberto Hasudungan Sianturi, O.Carm (Dari Paroki Pekan Baru)
Sebagai tanda syukur atas tahbisan yang diterima oleh Romo Andreas Corsini Lamtarida Simbolon O.Carm, maka paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga mengadakan pesta syukur Misa perdana di Gereja Stasi Gundalin I Tigalingga. Pesta Misa perdana ini diadakan di sana karena beliau berasal dari stasi tersebut. Umat stasi Gundaling I bersama semua umat se-rayon dan panitia sungguh mempersiapkan semuanya dengan antusias dan penuh sukacita. 

Pesta syukur misa perdana itu dilangsungkan tanggal 31 Oktober 2012 di Gereja stasi Gundaling i Paroki Tigalingga. Perayaan dimulai dengan penyambutan dan pengalungan bunga kepada pastor Andreas Corsini Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 imam yang baru ditahbiskan bersama beliau. Pengalungan bunga juga diberikan kepada pimpinan atau Komisaris Ordo Karmel Sumatera yakni Pastor Frans Borta Rumapea O.Carm dan Pastor Vikaris Episkopal Dairi yakni Pastor Bernad Teguh O.Carm 

Perayaan ini mengundang semua umat katolik separoki Tigalingga, dihadiri oleh banyak imam karmel dan juga mengundang para pengurus Gereja dari paroki tetangga yakni paroki Sidikalang, paroki Parongil dan paroki sumbul. Perayaan Misa perdana ini langsung dipimpin oleh Pastor Andreas Corsini Lamtarida O.Carm, ditemani oleh 4 imam baru.
Pengkotbah pada perayaan ini adalah Pastor Matias Mangapul Simarmata O.Carm. Beliau diminta oleh Pastor Andreas Corsini Lamatarida Simbolon O.Carm. Dalam kotbahnya, pastor Mangapul mengatakan bahwa para pastor sungguh menghidupi cinta yang total kepada Allah sehingga mempersembahkan diri seutuhnya kepada Allah. Para imam hidup dalam kasih Allah sehingga mengasihi semua orang. Beliua juga mengajak agar semua umat mengasihi para pastor, hidup dalam kasih satu sama lain.

Sesudah Misa perdana, acara dilanjutkan dengan kata-kata sambutan, makan bersama, hiburan dan tortor bersama. Pesta ini berjalan dengan baik, hanya sayang cuaca kurang mendukung karena turn hujan yang lumayan deras. Akibat dari hujan turun, pada saat hujan sedikit reda banyak umat yang pulang. Umat pulang karena mengingat kalau hujan makin lebat, mereka akan kesulitan pulang ke tempat masing-masing, karena memang jalan ke tempat masing-masing sangat sulit bila hujan lebat. Namun walaupun demikian, acara tetap dilanjutkan dengan penuh semangat bahkan baru selesai pada jam 17.30 wib. 
Pesta syukur ini bisa berlangsung dengan baik terutama karena berkat Tuhan sendiri. Berkat Tuhan membantu kegiatan ini lewat semua umat, semua panitia dan para donatur yang memberi sumbangan untuk biaya kegiatan ini. Oleh sebab itu, kami mengucapkan terimakasih kepada beberapa orang yang mendukung dan memberi bantuan untuk pesta ini, yakni: 
1. Semua umat Stasi Gundaling 1 
2. DPPH Paroki yang sungguh mendampingi persiapan. 
3. Para Panitia 4. Para pastor Karmel yang mendukung kegiatan ini. 
5. Paroki Sidikalang yang memberi sumbangan panggung dan tenda panggung. 
6. Bapak Robert Sihite 
7. Bapak Harsono Pratikno (Jakarta)
8. Ibu Sondang Marta Samosir (Jakarta) 
9. Ibu Evi (Jakarta) 
10. Ibu Mariana Sitorus (Jakarta) 
11. Ibu Chatarina (Jakarta) 
12. Ibu Imelda Waruna (Tanjung Pinang) 
13. Bapak Leo Sukar Naibaho (Surabaya) 
Dan masih banyak lagi yang membantu kegiatan ini. 
Semoga pengorbanan umat dan doa-doa semua umat menjadi bekal semangat bagi para imam baru ini.











1. Andreas Corsini Lamtarida Simbolon, O.Carm (Dari Paroki Tigalingga) Lahir di Gundaling Tigalingga, 19 Mei 1982 “Orang yang menabur dengan bercucuran ari mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.” (Mzm 126:5)





  



2. Yohanes Rudy Kartolo Malau, O.Carm (Dari Paroki Aek Kanopan) Lahir di Tungkam, 04 Januari 1978 “Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai perintis bagi kita”. (Ibr 6:19)










3. Samuel Anton Situmorang, O.Carm (Dari Paroki Helvetia Medan) Lahir di Medan, 10 September 1983 “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yosua 1:8)








4. Alfonsus Arpol Manik, O.Carm (Dari Paroki Jalan Sibolga P. Siantar) Lahir di Pematangsiantar, 23 Maret 1983 “Aku telah memilih dan menetapkan kamu supaya kamu pergi dan menghasilkan buah.” (Yoh 15:16)








5. Roberto Hasudungan Sianturi, O.Carm (Dari Paroki Pekan Baru) Lahir di Pekan Baru, 17 Februari 1984 “Dia Tuhan, biarlah diperbuat-Nya apa yang dipandang-Nya baik.” (1Sam 3:18b)



















RENUNGAN HARI BIASA: KAMIS 8 NOPEMBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: KAMIS 8 NOPEMBER 2012 
(Elisabet dr Tritunggal) 
Flp 3:3-8a, Mzm 105:2-3,4-5,6-7, Luk 15:1-10 

BACAAN INJIL: 
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka." Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan." "Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat." 

RENUNGAN: 
Kharisma dan kasih Yesus memang sungguh luar biasa, sebab dikatakan dalam injil bahwa para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan ajaran-Nya. Kelompok mereka ini dicap orang-orang berdosa, yang disingkirkan dari kehidupan masyarakat, tetapi justru mereka yang sering datang kepada Yesus, mereka yang menerima dan mendengarkan pengajaran Yesus. Sedangkan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang merasa dirinya orang benar, tidak mau datang untuk mendengarkan pengajaran Yesus, mereka malah mengkritik Yesus yang mau menderima orang yang dianggap berdosa dan malah makan bersama dengan mereka. 

Dalam Injil hari ini, diperlihatkan kepada kita betapa besar kasih Allah kepada manusia. Kasih Allah itu dinyatakan dalam kerinduan-Nya agar manusia bertobat dan akhirnya ikut menikmati Kerajaan Allah. Lewat perumpamaan yang diberikan oleh Yesus, dikatakan dengan jelas bahwa Dia diutus untuk mencari domab yang hilang, mengajaknya bertobat. Pertobatan dari satu orang berdosa sungguh membahagiakan Allah dan bahkan dikatakan akan ada sukacita besar di surga karena satu orang yang bertobat, daripada 99 orang yang merasa diri benar dan tidak bertobat. Sungguh dalam Injil hari ini kepada kita dikatakan bahwa Allah sungguh mendambakan pertobatan kita. Allah sungguh bahagia bila kita mau bertobat dan kembali kepada-Nya. 

Dengan demikian, betapa besarpun dosa-dosa yang sudah kita lakukan, Tuhan pasti menerima pertobatan kita dan Tuhan pasti menerima kita dengan sukacita. Maka tidak ada alasan bagi kita untuk takut datang kepada Tuhan. 

Mari kita hidup dalam pertobatan dengan senantiasa datang kepada Yesus untuk mendengarkan ajaran-Nya. Pertobatan itu juga kita nyatakan dengan sikap hidup yang rendah hati, sikap hidup yang tidak merasa diri benar sehingga tidak membutuhkan pertobatan. Sikap tobat itu juga kita nyatakan dalam hidup yang senantiasa mengasihi sesama, mau menerima sesama juga yang dianggap berdosa. Jauhlah kiranya dari hati kita sikap hidup seperti orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang merasa diri benar, yang menghakimi orang-orang berdosa dan merasa diri tidak membutuhkan pertobatan. Ingatlah, bahwa pertobatan kita akan mendatangkan sukacita besar di surga. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: RABU 7 NOPEMBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: RABU 7 NOPEMBER 2012 
(Gratia dr Kotar, Assunta Pallota) 
Flp 2:12-18, Mzm 27:1,4,13-14, Luk 14:25-33 

BACAAN INJIL: Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka: "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku. 

RENUNGAN: 
Allah adalah kasih. Allah mengasihi kita dan kita diajarkan untuk saling mengasihi. Kiranya sepintas injil hari ini bertentangan dengan hekekat Allah dan ajaran-Nya. Mungkin kita berpikir bahwa Injil hari ini mengajarkan kita untuk membenci orang lain, bahkan membenci keluarga. Tuhan tetap mengajarkan kepada kita agar kita saling mengasihi satu sama lain dan injil hari ini tidak bermaksud untuk mengajar kita hidup dalam kebencian kepada sesama. Yang dimaksud oleh Yesus dalam Injil hari ini adalah syarat untuk mengikuti Yesus. 

Yesus memberi dua syarat yakni, cinta yang total hanya kepada Tuhan dan siap memikul salib demi iman kepada-Nya. Yesus mengharapkan agar kita sungguh mencintai Tuhan di atas semuanya, bahkan dia tas cinta terhadap keluarga dan orang tua. Cinta yang total hanya kepada Tuhan, berarti mengutamakan Tuhan di atas semuanya. Bahkan karena cinta yang total kepada Tuhan, siap membenci atau meninggalkan keluarga bila keluarga menghalangi untuk menjadi murid. Sebab bisa saja karena cinta kepada keluarga, keluarga menjadi penghalang kita untuk menjadi murid. Sehingga jelas bagi kita, bahwa Yesus bukan mengajar kita untuk membenci keluarga, tetapi harus mencintai Tuhan secara total, bahkan melebihi cinta kepada keluarga dan orang tua. 

Menjadi murid Yesus memang bukanlah hal yang mudah sebab dari pihak kita dituntut kesetiaan yang mengandung pengorbanan. Menjadi pengikuti Yesus, pasti akan menghadapi tantangan dari luar diri kita dan juga terutama dari dalam diri kita sendiri. Tantangan dari luar diri kita kiranya sudah pasti kita hadapi setiap saat, yakni dari mereka yang tidak percaya keapda Tuhan. 

Dalam hal ini banyak contoh yang sudah kita lihat sendiri. Sedangkan tantangan dari dalam diri kita adalah demi mengikuti Yesus kita harus berani menyesuaikan hidup, perilaku dan kehendak kita seturut kehendak Tuhan sendiri. Kita harus meninggalkan hidup dan perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Tantangan yang datang dari luar maupun dari dalam diri sendiri karena mengikuti Yesus, itulah yang dinamakan salib. Yesus dengan jelas mengatakan bahwa hanya orang yang berani memikul salibnya, dialah yang layak menjadi pengikuti Yesus. Semoga kita selalu berusaha menjadi murid Yesus yang setia. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: SELASA 6 NOPEMBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: SELASA 6 NOPEMBER 2012 
(Angel Maria Prat Hostench) 
Flp 2:5-11, Mzm 22:26b-27,28-30a,31-32, Luk 14:15-24 

BACAAN INJIL: 
Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorangpun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku." 

RENUNGAN: 
Bila seorang pejabat atau penguasa mengadakan pesta, pasti banyak orang berharap dan berusaha untuk menghadiri pesta itu. Pemilik pesta itu juga pasti berharap agar undangannya hadir dan menjabu para tamunya. Yesus mengumpamakan Kerajaan Allah dengan perjamuan pesta. Tuan rumah pesta itu menyediakan makanan yang enak dan mengundang semua orang untuk hadir dalam pesta itu. Namun ternyata orang-orang yang diundang tidak datang karena alasan kesibukan. Kita bisa bayangkan bagaimana kecewanya tuan rumah karena ketidak hadiran para undangan. Akan tetapi tuan rumah itu tidak kecewa, masih berharap orang hadir ke pestanya. Untuk itu dia menyuruh hamba-hambanya segera ke segala jalan dan lorong kota dan membawa orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Tua rumah itu menghendaki rumahnya penuh. 

Tuan rumah pesta itu adalah Allah sendiri. Allah mengadakan pesta jamuan dan mengundang semua orang untuk masuk dalam perjamuan Kerajaan Surga. Allah menyediakan makan sejati. Namun nyatanya yang diundang ke pesat itu tidak ada dengan alasan sibuk dengan urusan mereka. Tetapi Tuhan tetap berharap agar orang masuk dalam perjamuan Kerajaan Surga. 

Memang demikianlah yang sering terjadi dalam diri kita orang beriman. Kita semua tentu percaya dan berharap kelak masuk surga. Tuhan mengundang kita, tetapi kita sering menolak undangan Tuhan dengan berbagai alasan, terutama alasan sedang sibuk bekerja. Sebenarnya bukan karena kita sibuk, tetapi karena kita lebih mementingkan kepentingan pribadi atau kesenangan pribadi. 

Kita kerapkali berharap masuk surga tetapi kita tidak mau repot atau tidak mau mengikuti jalan yang harus kita jalani untuk masuk dalam perjamuan surga. Lewat Injil hari ini, kita diingatkan bahwa sungguh Tuhan mengharapkan kita masuk dalam kebahagiaan abadi di surga, Tuhan selalu berharap agar kita memenuhi undangan-Nya. Oleh sebab itu, mari kita memenuhi undangan Tuhan, jangan sampai kita terlambat sehingga kita tidak ikut menikmati perjamuan surga. Amin.

Berbagi Berita : Pertemuan kaum awam Katolik Cina ditutup

Pertemuan kaum awam Katolik Cina ditutup 

Sidang pleno enam hari Pelayanan Awam Katolik Cina yang melibatkan lebih dari 170 perwakilan dari seluruh dunia, telah ditutup di Hong Kong pada Kamis. Keuskupan Hong Kong menyelenggarakan pleno itu untuk menutup perayaan Tahun Awam keuskupannya, yang ditetapkan tahun 2011-2012. 

Pada acara hampir selama seminggu itu, para peserta belajar aspek Alkitabiah tentang pelayanan awam dan berbagi pengalaman praktis mereka dengan mengambil tiga misi pelayanan Kristus sebagai Imam, Nabi dan Raja. Menurut Lumen Gentium (dokumen Konsili Vatikan II), semua pria dan wanita awam Katolik berbagi tiga misi pelayanan Yesus: Imam, Nabi dan Raja, yaitu pelayanan untuk menguduskan, mengajar dan memerintah. 

“Banyak umat Katolik tidak memiliki konsep yang jelas tentang pelayanan ini. Beberapa orang berpikir tiga aspek itu adalah terpisah satu sama lain,” kata Eric Li, seorang peserta dari Amerika Serikat, usai pertemuan itu. “Bahkan ketika orang awam bekerja pada sebuah pelayanan, tiga peran tersebut bisa dilakukan sekaligus,” katanya. Mengevaluasi pertemuan itu, 

Pastor Dominic Chan Chi-ming, vikjen keuskupan Hong Kong, mengatakan, para peserta sangat jujur ketika mereka berbagi pengalaman pelayanan mereka. Dia mengatakan peserta dari Vietnam bercerita tentang penganiayaan yang mereka hadapi selama perang di Vietnam dan selanjutnya. “Bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada, Komunitas Katolik Cina kadang-kadang merasa minder. Tapi, mereka merasa diberkati bahwa anggota mereka mempertahankan solidaritas dan menyingkirkan perasaan seperti itu,” katanya. 

“Para peserta tahu bahwa setiap negara memiliki kesulitan tersendiri, tetapi mereka sepakat bahwa mereka harus terlebih dahulu membangun hubungan pribadi dengan Tuhan dan kemudian memperkenalkan-Nya kepada lingkungan dan tempat kerja mereka,” kata Pastor Chan.

Sumber: Laity plenary assembly ends
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

RENUNGAN HARI BIASA: SENIN 5 NOPEMBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: SENIN 5 NOPEMBER 2012 
(Guido M Conforti, Fransiska Ambosi) 
Flp 2:1-4, Mzm 131:1,2,3, Luk 14:12-14 

BACAAN INJIL: 
Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar." 

RENUNGAN: 
Pada umumnya orang pasti mengharapkan imbalan atau keuntungan dari apa yang dilakukannya. Saat ini rasanya sangat sulit menemukan orang yang bekerja atau melakukan perbuatan baik tanpa mengharapkan imbalan atau keuntungan. Imbalan atau keuntungan yang diharapkan tidak hanya dalam hal materi tetapi juga dalam hal non material, misalnya mengharapkan pujian dari orang lain. 

Prinsip yang demikian juga sudah terjadi dalam pesta. Kalau dahulu orang mengadakan pesta adalah sebagai ungkapan syukur dan mau berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Namun sekarang ini orang mengadakan pesta tidak lagi untuk mengadakan syukur dan berbagi sukacita dari orang lain, tetapi lebih pada gengsi, supaya dipuji orang dan lebih parah lagi adalah orang sudah mempertimbangkan keuntungan dari pesta yang diadakan. Orang yang mengadakan pesta pada umumnya berpikir bahwa dia harus mendapatkan keuntungan dari pesta itu. Untuk itu, si pemilik pesta mengundang orang-orang kaya, pejabat-pejabat atau pengusaha dengan harapan mereka itu pasti akan memberi kado yang banyak, sehingga biaya pesta tertutupi dan malah berharap mendapat keuntungan dari pesta itu. Selain itu berharap dipuji orang karena mempunyai relasi dengan orang-orang besar dan kelak merekapun akan diundang ke pesta mereka. Intinya orang sudah selalu mengharapkan balasan dari apa yang dilakukan. Oleh sebab itu, apa yang dikatakan Yesus hari ini sungguh sesuai dengan kenyataan hidup kita. 

Kita dan banyak orang pada saat ini begitu sulit untuk berkorban. Hampir sulit kita temukan orang yang mengadakan pesta dengan mengundang orang-orang kecil dan sederhana, juga rasanya sulit kita temukan orang yang mau berbagi sukacita dengan orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Oleh sebab itu, sebagai pengikut Yesus, baiklah kita mendengarkan dan melaksanakan sabda Tuhan ini. Kita diajak untuk berani berbagi sukacita dengan orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Dasar kita melakukan demikian adalah karena apa yang ada pada kita adalah anugerah Tuhan, Tuhan memberikannya kepada kita tanpa mengharapkan imbalan dari kita tetapi Tuhan hanya berharap agar kita melakukan hal yang sama kepada orang lain. Selain itu, kita diajak tidak mengharapkan imbalan di dunia ini, sebab masih ada imbalan yang lebih besar yang pasti akan kita terima yakni kehidupan kekal. Maka jelas bagi kita bahwa dengan memberi, kita akan mendapakan banyak. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: SABTU 3 NOPEMBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: SABTU 3 NOPEMBER 2012 
Flp 1:18b-26; Mzm 42:2-3.5bcd;R:3a; Luk 14:1.7-11 

BACAAN INJIL: 
Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di hadapan-Nya. Lalu Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu, kata-Nya: "Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?" Mereka itu diam semuanya. Lalu Ia memegang tangan orang sakit itu dan menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi. Kemudian Ia berkata kepada mereka: "Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?" Mereka tidak sanggup membantah-Nya. Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah. Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." 

 RENUNGAN: 
Sikap sombong menjadi sumber kedosaan. Sikap sombong ini merupakan naluri manusia yang dilandasi oleh sikap ingin menjadi yang terbaik. Menjadi yang terbaik, tentu bukan hal buruk, tetapi hal ini menjadi buruk bila terlalu dan jatuh pada kesombongan. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, adalah orang-orang sombong yang menganggap dirinya baik dan taat pada aturan agama. 

Kesombongan inilah yang membuat mereka mengkriti Yesus yang menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat. Secara manusiawi mereka pasti melihat bahwa apa yang dilakukan oleh Yesus yakni menyembuhkan orang sakit adalah baik. Tetapi mereka tidak bisa menerima itu karena hal itu dilakukan pada hari Sabat. Mereka juga menolak perbuatan itu, terutama karena iri atau cemburu pada Yesus yang punya kuasa melebihi mereka. Kesombongan diri yang menganggap dirinya adalah yang terbaik, membuat mereka menolak perbuatan yang dilakukan Yesus pada hari sabat. 

Oleh sebab itulah, pada akhir injil Yesus mengajarkan kerendahan hati. Lewat Injil hari ini, Yesus mengingatkan kita agar waspada dengan kesombongan diri. Kesombongan itu kita atasi dengan selalu bersikap rendah hati di hadapan sesama dan terutama di hadapan sesama. Orang yang sombong tentu tidak akan berkenan di hadapan Allah, tetapi orang yang rendah hati, berkenan di hadapan sesama dan terutama di hadapan Allah. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: JUMAT 2 NOPEMBER 2012 (HARI RAYA PERINGATAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN

RENUNGAN HARI BIASA: JUMAT 2 NOPEMBER 2012 
(HARI RAYA PERINGATAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN 
2Mak 12:43-46, Mzm 130:11-2,3-4,5-6a,6-7,8, 1Kor 15:12-34, Yoh 6:37-40 

BACAAN INJIL: 
 Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman." 

RENUNGAN: 
Hingga saat ini, masih ada orang yang berpikir bahwa arwah orang beriman ada di kuburan atau gentayangan di alam baka. Malah masih ada kebiasaan orang untuk memanggil arwa leluhur untuk kepentingan tertentu. Keyakinan seperti ini tentu bertentangan iman katolik. Hari ini kita merayakan hari Raya Peringatan Arwas Semua orang beriman. 

Hari raya ini mengajarkan kepada kita bahwa tujuan hidup orang beriman adalah menuju kebahagiaan surga. Semua orang pasti merindukan dan berharap masuk surga. Demikian juga halnya, kita mengharapkan agar saudara-saudari kita yang sudah meninggal dunia, masuk dalam kebahagiaan abadi di surga. Yesus sendiri merindukan dan menjanjikan kebahagiaan surga bagi orang yang percaya kepada-Nya. Maka kita tentu tidak menghendaki agar arwah saudara-saudari kita gentayangan tetapi masuk surga. Namun tidak semua orang beriman yang meninggal otomatis masuk surga. Bisa jadi orang beriman belum masuk surga karena masih ada dosa-dosa semasa hidupnya yang menghalangi dia masuk surga. Mereka itu dalam ajaran Gereja kita dikatakan berada dalam api pencucian atau dalam penantian. Mereka menantikan penyucian atau belaskasihan Allah untuk memperkenankan mereka masuk surga. Dari diri mereka sendiri, tidak bisa lagi memohonkan belaskasihan Tuhan. Untuk itu, mereka membutuhkan doa-doa kita untuk memohonkan belaskasihan dari Tuhan agar mengampuni dosa-dosa mereka, supaya mereka diperkenankan masuk surga. Ini ajaran iman yang hanya ada dalam Gereja Katolik. 

Ajaran ini berdasarkan kasih Yesus sendiri yang menghendaki semua manusia selamat. Ajaran ini juga sungguh melegakan hati kita terhadap orang-orang yang kita kasihi, yang sudah meninggal dunia. Maka baiklah kita berdoa bagi arwah-arwah orang beriman, supaya mereka akhirnya masuk surga. Dengan demikian, jelaslah bahwa sungguh bertentangan dengan iman kita, kalau kita masih memanggil arwah para leluhur. Sikap demikian, justru tidak mencerminkan kasih dan kerinduan kita kepada leluhur kita, kita menghalangi mereka masuk surga. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: KAMIS 1 NOPEMBER 2012 (Hari Raya semua orang Kudus)

RENUNGAN HARI BIASA: KAMIS 1 NOPEMBER 2012
 (Hari Raya semua orang Kudus) 
Why. 7:2-4,9-14; Mzm 24:1-2,3-4ab,5-6;R:6; Bacaan II 1Yoh 3:1-3; Mat 5:1-12a 

BACAAN INJIL: 
Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." 

RENUNGAN: 
Saat kita kehausan, tentu sangat membahagiakan dan menyegarkan bila ada orang yang memberi kita air minum walau hanya satu gelas saja. Juga saat kita menderita, tentu sangat membahagiakan bila ada orang yang memberi perhatian dan menguhkan kita, bukan mempersalahkan kita atas penderitaan yang kita alami. Yesus juga melakukan hal yang sama ketika melihat para murid yang berkumpul untuk mendengar pengajaran dari-Nya. Namun apa yang dikatakan oleh Yesus pada injil hari ini, bukanlah hanya penghiburan kosong belaka, bukan hanya membesarkan orang-orang yang saat itu sedang mengalami penderitaan dalam hidup. 

Kiranya apa yang dilakukan oleh Yesus bukan seperti yang dilakukan oleh para pejabat ketika ada rakyat yang menderita, mereka hanya menyampaikan kata-kata penghiburan belaka, tidak berbuat sesuatu untuk membantu. Sabda Yesus hari ini, memang meneguhkan pendengar yang menderita. Namun penderitaan yang mereka alami bukan hanya soal kemiskinan, tetapi penderitaan karena beriman kepada Yesus. Yesus menegaskan bahwa mereka pasti akan mengalami penderitaan karena mengikuti Dia. Untuk itu Yesus meneguhkan hati mereka agar mereka tetap setia kepada-Nya walau mengalami penderitaan hidup. 

Ajakan untuk setia dikatakan oleh Yesus, bukan karena Yesus menghendaki mereka menderita, tetapi karena Tuhan akan tetap mengasihi orang, juga orang yang menderita. Keyakinan bahwa Allah mengasihi juga orang yang menderita, kiranya itu perlu ditegaskan oleh Yesus. Sebab pada masa itu, orang yang miskin dan menderita seringkali dianggap orang yang tidak diberkati oleh Tuhan. Maka dengan sabda ini, Yesus menegaskan agar mereka yang mengalami penderitaan, tidak berkecil hati merasa dirinya tidak diberkati atau tidak dikasihi oleh Tuhan. 

Tuhan mengasihi semua orang, juga orang-orang yang menderita, bahkan Yesus menjanjikan kebahagiaan sejati bagi orang yang tetap setia mengikuti Yesus. Janji Yesus ini telah diterima oleh para kudus yang kita rayakan hari ini. Kita percaya bahwa para kudus sudah menerima kebahagiaan sejati di surga, walaupun semasa hidupnya mereka secara manusiawi mengalami penderitaan hidup. Dalam hidup para kudus kita melihat bahwa secara manusiawi mereka menderita, tetapi mereka tetap bahagia dan kebahagiaan mereka disempurnakan dalam kebahagiaan abadi di surga. Sehingga kebahagiaan berarti tidak diukur dari tidak mengalami penderitaan, tetapi kebahagiaan sejati adalah hidup seturut kehendak Allah, hidup setia beriman kepada Tuhan. Inilah kebahagiaan sejati itu. 

Maka semoga kita tetapi setia pada Yesus dalam situasi apapun sebab penderitaan yang kita alami dalam dunia sekarang ini, tidak ada bandingannya bila dibandingkan dengan kebahagiaan sejati yang akan kita terima. Amin.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)