Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

BACAAN MINGGU ADVEN II (TAHUN C) 8 Desember 2012

BACAAN MINGGU ADVEN II (TAHUN C) 
8 Desember 2012 
Bar 5:1-9, Mzm 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6, Flp 1:4-6,8-11, Luk 3:1-6 

BACAAN I : Bar 5:1-9 
“Allah akan mempertunjukkkan seri wajahmu. 

“Hai Yerusalem, hendkalah engkau menanggalkan pakaian kesedihan dan kesengsaraan, lalu mengenakan perhisasan kemulaiaan Allah untuk selama-lamanya. Hendaklah engkau berselubungkan kampuh kebenaran Allah, dan memasang di atas kepalamu tajuk kemuliaan dari Yang Kekal. Sebab di bawah kolong langit seri wajahmu akan dipertunjukkan oleh Allah. Dari pihak Allah engkau akan diberi nama abadi; ‘Damai sejahtera-Hasil-Kebenaran’ dan ‘Kemuliaan –hasil-Takwa”. Bangkitlah, hai Yerusalem, hendaklah engkau berdiri tegak di ketinggian! Tengoklah ke timur! Lihatlah anak-anakmu sudah berkumpul dari tempat matahari terbenam sampai ke temap terbitnya. Bersukarialah, karena Allah telah ingat kepada mereka. Memang dahulu mereka pergi dari tempat terbenam sampai ke tempat terbitnya. Beruskarialah, karena Allah telah ingat kepada mereka. Memang dahulu mereka pergi dari padamu dengan berjalan kaki, digiring oleh musuh. Tetapi kini mereka dikembalikan kepadamu oleh allah. Mereka diusung dengan hormat seolah-olah di atas tandu kerajaan. Sebab Allah memmerintahkan, supaya segala gunung yang tinggi dan segenap bukit abadi diratakan, supaya sekalian jurang ditimbun menjadi tanah yang rata. Dengan demikian, israel dapat berjalan dengan aman di bawah naungan kemuliaan Allah. Hutan rimba dan segala pohon yang harum semerbak pun menaungi Israel atas perintah Allah. Sebab Israel akan dituntun dengan sukacita oleh Allah, dan cahaya kemuliaan-Nya, dan dengan belaskasihan serta kebenaran-Nya.” 

MAZMUR TANGGAPAN : Mzm 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6 
Ulangan : Aku wartakan karya agung-Mu Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan. 

Ayat.: 
1. Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tawa ria, dan lidah kita dengan sorak-sorai. 

2. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa, “Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!” Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. 

3. Pulihkanlah kepada kami, ya Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan cucuran air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. 

4. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya. 

BACAAN II : Flp 1:4-6,8-11 
“Usahakanlah supaya kami suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus.” 

Saudara-saudara, setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian. Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah. 

BACAAN INJIL : Luk 3:1-6 
“Semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.” 

Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene, pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun. Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu, seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya. Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan."

RENUNGAN HARIAN: Hari biasa Pekan I Adven: SABTU 8 DESEMBER 2012 (HARI RAYA SP MARIA DIKANDUNG TANPA DOSA)

RENUNGAN HARIAN: Hari biasa Pekan I Adven 
SABTU 8 DESEMBER 2012 
(HARI RAYA SP MARIA DIKANDUNG TANPA DOSA) 
 Kej 3:9-15,20, Mzm 98:1,2-3ab,3bc-4, Ef 1:3-6,11-12, Luk 1:26-38 

BACAAN INJIL: 
 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. 

RENUNGAN: 
Hari ini Gereja Merayakan Santa Perawan Maria dikandung tanpa noda dosa. Hari raya ini tentu bukan hanya sebagai gelar yang diberikan kepada Maria karena dia mengadung Yesus yang suci. Namun ini merupakan keyakinan iman tentang bunda Maria. Gereja yakin bahwa bahwa bunda Maria sudah sejak dikandungan tidak ternoda oleh dosa, demikian juga selama hidupnya, bunda Maria tidak memiliki dosa. 

Keyakinan ini berdasar pada pilihan Allah atas Maria menjadi perantara kelahiran Yesus di dunia ini. Yesus adalah Tuhan yang mahasuci, tanpa dosa, dengan demikian yang menjadi perantara tentu juga tidak berdosa sejak awal mula. Santa Perawan Maria dikandung tanpa dosa, tentu bukan karena jasa Maria dan juga bukan karena bunda Maria adalah Allah. Tidaklah demikian.

 Bunda Maria hidup tanpa dosa adalah anugerah pemberian Tuhan sendiri. Tuhan mempersiapkan Maria untuk tugas mulia yakni menjadi perantara kelahiran Yesus Tuhan ke dunia ini. Bunda Maria sendiri dalam magnifikatnya menyadari bahwa hidupnya adalah anugerah Tuhan. Bunda Maria juga menjaga anugerah itu dalam hidupnya yakni dengan senantiasa bersikap rendah hati, menyadari dirinya adalah hamba Tuhan yang harus selalu setia untuk melaksanakan kehendak Tuhan. Bunda Maria juga selalu berserah diri secara total kepada Tuhan. Rahmat yang diterimanya, sungguh dijaga dan dipelihara demi kemuliaan Tuhan. 

Pada hari raya Santa Perawan Maria dikandung tanpa noda dosa, patutlah kita bersyukur karena kita mempunyai seorang ibu yang tanpa dosa, yang menjadi teladan iman kita. Kita hendaknya meneladan Maria dalam beriman. Tuhanpun sudah memberikan anugerah berkat-Nya kepada kita. Memang anugerah hidup yang tanpa dosa seperti yang diberikan kepada bunda Maria, itu tidak diberikan kepada kita, tetapi Tuhan tetap melimpahkan berkat-Nya kepada kita. Namun apakah kita menyadari hal ini dan memelihara berkat yang kita terima dari Tuhan? Dengan demikian, kita meneladan bunda Maria, menyadari bahwa Tuhan telah menganugerahkan berkat-Nya kepada kita, berkat itu kita pelihara dengan sebaik-baiknya. 

 Menyadari berkat Tuhan atas diri kita, berarti kita menyadari bahwa kita adalah hamba Tuhan. Sebagai hambat Tuhan, kita selalu berusaha hidup dengan siap selalu untuk melaksanakan kehendak Tuhan. Dalam hidup kita juga senantiasa berserah diri pada kehendak dan kasih Tuhan. Tuhan mempersiapkan bunda Maria karena sejak awal punya rencana indah dan mulia atas Maria. Kitapun dikasihi oleh Tuhan dan sejak awal Tuhan punya rencana indah atas hidup kita. Kita harus menyadari ini dengan senantiasa mendekatkan diri dengan Tuhan, agar kita tahu apa rencana Tuhan atas hidup kita. Semoga kita meneladan Bunda Maria. Amin.

PESAN NATAL BERSAMA KWI DAN dan PGI Tahun 2012

PESAN  NATAL  BERSAMA  KWI  DAN  dan PGI Tahun 2012 
ALLAH TELAH MENGASIHI KITA (1 Yoh 4:19) 

Saudara-saudari terkasih, 
 Setiap merayakan Natal, pandangan kita selalu terarah kepada bayi yang lahir dalam kesederhanaan, namun menyimpan misteri kasih yang tak terhingga. Allah menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Inilah perayaan penuh sukacita atas kedatangan Tuhan. Dialah Sang Juruselamat yang menjadi manusia lemah dan miskin, agar kita yang miskin ini dapat ambil bagian dalam kekayaan keallahan-Nya. Maka pada perayaan kelahiran Yesus Kristus ini, baiklah kita merenungkan kasih Allah itu dan menegaskan apa yang harus kita lakukan untuk hidup sebagai orang-orang yang percaya kepada-Nya. 

Kasih Allah Bagi Semua Manusia Allah mengasihi semua manusia. 

Kasih-Nya yang besar kepada manusia itu diwujudkan dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dunia. Anak itu dikandung oleh seorang perawan, bernama Maria. Kelahiran-Nya membawa sukacita bagi banyak orang. Warta gembira itu diserukan oleh malaikat Allah: “sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Luk 2:10-11). Tanda sukacita itu nyata dalam diri seorang bayi yang dibungkus dengan lampin dan dibaringkan dalam palungan sebagai wujud kesederhanaan dan kesahajaan. 

 Kasih Allah itu disambut dengan gembira oleh para gembala yang bergegas pergi ke Betlehem untuk menjumpai bayi itu seperti diwartakan oleh malaikat Allah. Hal yang sama juga dilakukan oleh orang-orang majus dari Timur. Mereka mencari kanak kanak Yesus dengan mengikuti bimbingan bintang. Setelah menemukan tempat yang dicarinya, “masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia” (Mat 2:11a). Begitulah bayi kudus itu semakin menjadi besar dalam didikan kasih kedua orangtua-Nya. Dia “makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia” (Luk 2:52). 

Kasih Allah Tanpa Syarat 

Allah adalah kasih (bdk. 1 Yoh 4:8.16b). Seluruh aktivitas Allah adalah tindakan kasih. Ia menyatakan diri dalam kasih kepada manusia. Ia mengasihi manusia tanpa membedakan. Ia tidak menuntut syarat apa pun dari manusia sebelum menyatakan kasih-Nya. Ia mengasihi orang benar maupun orang jahat dan semuanya tidak pernah lepas dari kasih-Nya. Demikianlah, Allah Bapa di surga, “menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar” (Mat 5:45). Semua orang telah berdosa dan dosa membuat manusia terpisah dari Allah. Akibatnya, manusia kehilangan kemuliaannya sebagai anak Allah (Rm 3:23) dan tidak layak untuk tinggal bersama Allah. Hukuman yang harus diterima oleh orang berdosa adalah terpisah dari Allah, “sebab upah dosa adalah maut” (Rm 6:23). 

Tetapi, Yesus rela menanggung penderitaan agar kita dibebaskan dari maut tersebut dan kita dianggap benar oleh Allah. Yesus pun rela menanggung semua itu karena Ia mengasihi manusia dan melihat semua manusia sebagai sahabat. Yesus menunjukkan kasih-Nya dengan memberikan nyawa-Nya sendiri untuk para sahabat-Nya. Sabda Nya, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabatsahabatnya” (Yoh 15:13). Demikianlah Allah “telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” dan Ia telah “mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia” (Yoh 3:16-17). Jelas bahwa “bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita” (1Yoh 4:10). Allah tidak menunggu manusia mengasihi diri-Nya dan baru kemudian Ia mau mengasihi mereka. Ia mengasihi manusia walaupun manusia berdosa dan Kristus sendiri mati ketika manusia masih berdosa (Rm 5:8). Yesus datang ke dalam dunia dan hidup di tengah manusia bukan karena manusia itu baik. Sebaliknya, Ia rela meninggalkan kemuliaan surgawi dan mengurbankan diri-Nya justru karena manusia berdosa dan tidak sanggup melepaskan diri dari ikatan dosa. Semua ini dilakukan-Nya semata-mata karena Ia menghendaki kebaikan dan kebahagiaan manusia. Allah menghendaki manusia hidup bahagia dalam kemuliaan abadi bersama Dia. 

Mengasihi seperti Allah 

Kehadiran Kristus sebagai manusia di dalam dunia ini mengajak kita untuk mengasihi seperti Allah. Sabda menjadi manusia untuk menjadi teladan kita dalam mengasihi. Seperti Allah yang menyatakan kasih-Nya dalam diri Kristus, kita diingatkan untuk mengasihi sesama semata-mata karena kita menginginkan orang lain bahagia. Hal ini juga berarti bahwa kita diajak untuk mengasihi sesama tanpa membuat pembedaan, walaupun mereka tidak berlaku seperti yang kita harapkan. Jika demikian, kita berlaku seperti Allah dan menjadi anak-anak Allah. Hanya orang yang membuka hati dan menyadari kasih Allah akan dapat mengasihi Allah dan sesama. Jika orang mengatakan bahwa ia mengasihi Allah tetapi membenci saudaranya, ia berdusta karena tidak mungkin mencintai Allah yang tidak kelihatan tanpa mencintai sesama yang kelihatan. Siapa yang mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya (bdk. 1Yoh 4:20-21). Dasar untuk saling mengasihi ini adalah kasih Allah. Dengan kasih seperti itulah orang diajak untuk mengasihi sesamanya. 

Dalam terang kasih itu, kami mengajak Saudara-saudari untuk menanggapi kasih Allah dengan bertobat dan sungguh-sungguh mewujudkan kasih dengan memperhatikan beberapa hal penting berikut ini: 

Pertama, Allah menciptakan alam semesta ini baik adanya dan menyerahkan pemeliharaan serta pemanfaatannya secara bertanggungjawab kepada manusia. Perilaku tidak bertanggungjawab terhadap alam ciptaan akan menyengsarakan bukan hanya kita yang hidup saat ini, tetapi terlebih generasi yang akan datang. Maka kita dipanggil untuk melestarikan dan menjaga keutuhan ciptaan-Nya dari perilaku sewenang-wenang dalam mengelola alam. 

Kedua, melibatkan diri dalam berbagai usaha baik yang dilakukan untuk mengatasi persoalan-persoalan kemasyarakatan seperti konflik kemanusiaan, menguatnya sikap intoleran, dan perilaku serta tindakan yang menjauhkan semangat persaudaraan sebagai sesama warga bangsa. 

Ketiga, melalui jabatan, pekerjaan dan tempat kita masing-masing dalam masyarakat, kita ikut sepenuhnya dalam semua usaha yang bertujuan memerangi kemiskinan jasmani maupun rohani. Demikian juga kita melibatkan diri dalam berbagai upaya untuk memberantas korupsi. Salah satu caranya adalah mengembangkan semangat hidup sederhana dan berlaku jujur. 

Keempat, melibatkan diri dalam menjawab keprihatinan bersama terkait dengan lemahnya penegakan hukum. Hal itu bisa kita mulai dari diri kita sendiri dengan menjadi warga negara yang taat kepada hukum dan yang menghormati setiap proses hukum seraya terus mendorong ditegakkannya hukum demi keadilan dan kebaikan seluruh warga bangsa. 

Saudara-saudari terkasih, 

 Allah yang menyatakan kebesaran kasih-Nya melalui Yesus Kristus yang dilahirkan di kandang Betlehem akan menyertai serta memberkati usaha kita semua dalam memberi wujud pada kasih-Nya itu. Semoga kasih Allah yang kita alami dan kita rayakan pada Natal ini mendorong kita untuk semakin giat berbuat kasih. Berkat Tuhan melimpah kepada kita. 

SELAMAT NATAL 2012 DAN TAHUN BARU 2013 
 Jakarta, 20 November 2012 
Atas nama 
KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI) 
 Mgr Igantius Susaryo, ketua presidium 
Mgr Johanes Maria Pujasumarta, sekretaris jenderal

PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI) 
 Pdt. Dr. A.A. Yewangoe, Ketua Umum 
 Pdt. Gomar Gultom, Sekretaris Umum 


Disadur dari: indonesia.ucanews.com

Berbagi Berita : @Pontifex, Akun Twitter resmi Paus Benediktus XVI

@Pontifex, Akun Twitter resmi Paus Benediktus XVI 

Paus Benediktus XVI kini terjun ke dunia maya dengan memiliki akun Twitter pribadi. Paus akan nge-tweet menggunakan delapan bahasa berbeda mulai 12 Desember mendatang lewat akun Twitter@Pontifex. Akun itu akan menjawab sejumlah pertanyaan mengenai iman sebagai bagian dari acara audiensi mingguan Paus. 

Sekitar 10 jam setelah Vatikan mengumumkan bahwa Paus Benediktus XVI memiliki akun Twitter, akun @Pontifex telah memiliki follower sebanyak seperempat juta orang. Itu baru di akun @Pontifex yang berbahasa Inggris. Ribuan lainnya menjadi follower di delapan akun bahasa yang berbeda. Selain bahasa Inggris, juga Jerman, Italia, Spanyol, Perancis, Portugal, Arab, dan Polandia. 

Itu terjadi saat Paus Benediktux XIV belum mengirimkan satu tweet pun. Greg Burke, penasehat komunikas Vatikan, mengatakan akun @Pontifex dipilih karena kata itu tidak hanya berarti Paus dalam bahasa latin namun juga berarti pembangun jembatan yang bisa diartikan sebagai pembuat persatuan. Seberapa sering Paus akan mengeluarkan tweet? “Sesering dia mau,” ujar Burke. 

“Meski Paus tidak akan selalu membawa Blackberry atau iPad setiap saat, saya bisa menjamin bahwa apa yang di-tweet di @Pontifex adalah benar kata-kata Paus,” tegas Burke, seperti dilansir mediaindonesia.com.

Disadur dari: indonesia.ucanews.com

RENUNGAN HARIAN: Hari biasa Pekan I Adven JUMAT 7 DESEMBER 2012

RENUNGAN HARIAN: Hari biasa Pekan I Adven 
JUMAT 7 DESEMBER 2012 
(Ambrosius) Yes 29:17-24, Mzm 27:1,4,13-14,Mat 9:27-31 

BACAAN INJIL: 
Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: "Kasihanilah kami, hai Anak Daud." Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya." Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu." Maka meleklah mata mereka. Dan Yesuspun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: "Jagalah supaya jangan seorangpun mengetahui hal ini." Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu. 

RENUNGAN: 

Iman dan keyakinan yang mendalam, membuat orang tidak cepat putus asa, tetapi selalu berjuang dengan penuh pengharapan. Usaha dan perjuangan itu tidak akan pernah sia-sia. Kiranya inilah yang kita temukan dalam diri dua orang buta dalam injil hari ini. Kedua orang buta itu mampu menangkap kehadiran Yesus hadir dan sedang lewat dan mengikuti Yesus sambil berseru mohon belaskasih dari Yesus. Mereka terus mengikuti Yesus sampai Yesus masuk ke dalam sebuah rumah. 

Orang buta itu tidak mengungkapkan apa yang mereka kehendaki dari Yesus, hanya mohon belakasih dari Yesus. Namun Yesus tahu apa yang mereka kehendaki, yakni disembuhkan dari kebutaan mereka. Sehingga pada akhirnya Yesus menyembuhkan kedua orang buta itu, karena mereka yakin bahwa Yesus sanggup melakukannya. Iman kedua orang buta itu sungguh dalam. Walau bata mereka buta, tidak dapat melihat tetapi iman mereka tidak buta, malah mereka begitu yakin bahwa Yesus sanggup menyembuhkan mereka. Bahkan walaupun mereka tidak mengatakan dengan rinci permohonan mereka, Yesus tahu apa yang mereka inginkan, yakni kesembuhan dari kebutaan mata mereka. Kedua orang buta akhirnya disembuhkan karena kasih Yesus yang luar biasa, tetapi juga karena kedua orang buta itu beriman. 

Kita mungkin tidak buta dalam penglihatan, tetapi mungkin kita seringkali iman kita buta, kita tidak mampu menangkap kehadiran Tuhan di tengah-tengah kita, kita tidak mampu menangkap kehadiran kasih dan berkat Tuhan dalam hidup kita. Iman kita juga seringkali buta akan Yesus adalah Tuhan. Orang buta itu tidak melihat tetapi iman mereka tidak buta, mereka yakin Yesus tahu apa yang mereka butuhkan dan sanggup melakukannya. Sedangkan kita, iman kita mungkin buta, kita tidak yakin akan Yesus dan tidak yakin bahwa Yesus akan memberikan apa yang kita butuhkan. Hal ini seringkali terungkap dalam permohonan kita, kita memaparkan banyak yang kita minta, padalah sebenarnya Tuhan mengetahui apa yang kita butuhkan. 

Maka lewat Injil hari ini, kita mohon kepada Yesus, agar kita disembuhkan dari kebutaan iman kita, agar kita dapat menangkap kehadiran Tuhan dan berkat-Nya dalam hidup kita sehari-hari. Kita juga harus selalu yakin bahwa Tuhan tahu apa yang kita minta dan butuhkan dalam hidup, dan akan memberikannya kepada kita. Dengan demikian, dalam doa-doa kita, kita memohon belaskasih Tuhan, bukan mendikte atau memaksa Tuhan mengabulkan apa yang kita minta. Sebab seringkali kita tidak tahu apakah yang kita minta itu memang perlu untuk hidup kita atau tidak. 

Selain itu, kita belajar dari kedua orang buta itu. Iman mereka yang mendalam juga membuat mereka tidak cepat putus asa dan berusaha dengan berharap akan belaskasih Tuhan. Kitapun hendaknya tidak cepat putus asa karena persoalan hidup, karena merasa Tuhan tidak mendengarkan permohonan kita. Kita harus tetap teguh dalam iman. Yakinlah bahwa Tuhan pasti memberikan yang terbaik, apa yang kita butuhkan. Amin.

RENUNGAN HARIAN: Hari biasa Pekan I Adven KAMIS 6 DESEMBER 2012 (Nikolaus)

RENUNGAN HARIAN: Hari biasa Pekan I Adven 
KAMIS 6 DESEMBER 2012 (Nikolaus) 
Yes 26:1-6, Mzm 118:1,8-9,19-21,25-27a, Mat 7:21,24-27 

BACAAN INJIL: 
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya." 

RENUNGAN: 
Bila kita lihat di FB, ada suatu fenomena yang menarik, bisa sedikit membanggakan. Sebab di FB sangat banyak orang yang mengisi status dengan kata-kata bijak dan tidak sedikit pula yang mewartakan sabda Tuhan. Hal ini bisa dikatakan suatu kemajuan, kesadaran orang yang mewartakan Injil Tuhan dan menggunakan sarana dunia dalam pewartaan. 

Namun kiranya semuanya itu belum cukup. Sebab belum tentu apa yang dituliskan atau apa yang dikatakan seseorang menunjukkan kedalaman iman seseorang. Bisa saja orang begitu hebat dalam berbicara tentang sabda Tuhan dengna mengutip ayat-ayat kitab Suci, tetapi apa yang dikatakan tidak dilaksanakan. 

Dalam Injil hari ini, Yesus mengatakan bahwa tidak semua orang yang berseru-seru, Tuhan, Tuhan!, akan masuk Kerajaan Surga. Kata berseru, tentu bukan hanya dalam arti berteriak-teriak tentang Tuhan, atau gencar mewartakan tentang Tuhan dengan kotbah yang hebat, atau bukan hanya dalam arti setiap berbicara mengutip sabda Tuhan, tetapi juga dalam arti menyatakan atau mengakui diri sebagai orang yang percaya kepada Tuhan. Semuanya itu memang baik, tetapi kiranya itu belum cukup untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. 

Yesus mengatakan bahwa syarat yang utama adalah iman yang tidak hanya dengan perkataan tetapi terutama adalah iman yang tampak dalam perbuatan atau dalam hidup. Artinya iman harus sungguh diamalkan dan dihayati dalam hidup setiap hari. Apa yang dikatakan oleh Yesus, sungguh harus menjadi permenungan kepada kita semua. Kita umumnya menganggap bahwa hanya mengakui diri beriman, sudah cukup untuk masuk ke dalam Kerajaan surga. Ada pula orang yang memang begitu aktif dalam berkotbah, begitu pintar dalam mengolah Sabda Tuhan, tetapi kiranya itu semua belum cukup. 

Yesus menggambarkan orang demikian adalah seperti orang mendirikan rumah di atas pasir, sehingga ketika hujan turun, banjir datang, lalu angin melanda rumah itu, maka rumah itu rubuh itu dan hebatlah kerusakannya. Orang yang hanya mengatakan diri beriman, imannya tidak akan kokoh sehingga ketika ada persoalan dan cobaan, imannya akan goyah dan mungkin hancur. Yesus mengharapkan bahwa iman kita harus dihanyati dan diamalkan. Apa yang kita imani, apa yang kita dengar dan apa yang kita katakan, harus kita hayati sehingga orang melihat contoh nyata dari semuanya itu lewat hidup kita. 

Yesus mengharapkan agar kita tidak hanay sekedar hanya dengan kata-kata, tetapi sungguh menghayati iman itu. Orang demikianlah yang layak masuk surga dan bahkan Yesus mengatakan bahwa orang demikianlah yang akan teguh dan kokoh hidupnya walaupun mengahadapi persoalan dan pencobaan dalam hidup. Semoga kita dalam beriman, bukan hanya sekedar basa-basi, bukan hanya sekedar dalam perkataan, tetapi nyata dalam perbuatan dan teladan hidup. Amin.

RENUNGAN HARIAN: Hari biasa Pekan I Adven RABU 5 DESEMBER 2012

RENUNGAN HARIAN: Hari biasa Pekan I Adven 
RABU 5 DESEMBER 2012 
(Filipus Rinaldi, Bartolomeus Fanti, Sabas) 
Yes 25:6-10a,Mzm 23:1-3a,3b-4,5,6,Mat 15:29-37 

BACAAN INJIL: 
Setelah meninggalkan daerah itu, Yesus menyusur pantai danau Galilea dan naik ke atas bukit lalu duduk di situ. Kemudian orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel. Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan." Kata murid-murid-Nya kepada-Nya: "Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?" Kata Yesus kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" "Tujuh," jawab mereka, "dan ada lagi beberapa ikan kecil." Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, tujuh bakul penuh. 

RENUNGAN: 
Tuhan sungguh memang Allah yang mahakuasa dan mahakasih. Tuhan sungguh peduli dengan hidup kita. Yesus sungguh Tuhan yang mahakuasa dan mahakasih. Tuhan selalu peduli dengan manusia dan memberikan serta melakukan yang terbaik bagi manusia. Tuhan Yesus tidak pernah akan membiarkan orang yang percaya kepada-Nya, mengikuti-Nya kelaparan, kekurangan dan binasa. Tuhan pasti akan mencukupkan apa yang kita butuhkan untuk hidup. Sehingga kita tidak perlu khawatir dalam mengikuti Dia. 

Namun bila kita lihat sekarang ini, masih banyak orang yang menderita, miskin dan kekurangan. Apakah Tuhan tidak lagi bekerja, melakukan mukjizat untuk menolong mereka? Tuhan Yesus tetap mengasihi hidup kita, tetap bekerja membantu manusia. Namun Yesus meminta kita yang menyatakan mukjizat-Nya bagi sesama. Tuhan mempercaykan tugas itu kepada kita dengan kerelaan kita untuk berbagi kasih dengan sesama. 

Memang kita seringkali berpikir seperti para murid, "Bagaimana mungkin kita bisa membantu semua orang, bagaimana mungkin kita bisa berbagi kasih dengan orang lain, sebab kita sendiri masih kekurangan, apa yang ada pada kita saja hanya cukup untuk kita sendiri?" 

Merasa tidak mempunyai apa2, merasa masih kekurangan, seringkali menjadi senjata ampun untuk tidak peduli dan berbagi dengan sesama yang membutuhkan pertolongan dan bantuan kita. Ingatlah dalam Injil hari ini, tujuh roti dan beberapa roti yang ada pada murid, dalam tangan Yesus akhirnya menjadi banyak dan sanggup memberi makan banyak orang. Dengan demikian, walaupun sedikit yang ada pada kita, kitapun bisa dan harus berbagi dengan sesama kita. Yang sedikit itu, bila sungguh kita persembahkan pada Tuhan, Tuhan akan menyempurnakannya, orang lain merasakan sukacita, kitapun bersukacita karena bisa memberi dari kekurangan dan kitapun tidak akan kelaparan atau kekurangan. 

Maka, sebenarnya yang menjadi inti adalah memiliki kasih, kepekaan, kepedulian dan kasih kepada sesama. Bila kita punya kasih, kepekaan dan kepedulian dengan sesama, kita akan sanggup berbuat bagi sesama, dan Tuhan akan memakai kita menjadi alat menyatakan kasih dan mukjizat-Nya bagi sesama. Semoga kita menjadi perpanjangan tangan Tuhan bagi sesama kita. Selamat pagi, selamat beraktivitas. Tuhan memberkati.

RENUNGAN HARI BIASA: Hari biasa Pekan I Adven SELASA 4 DESEMBER 2012

RENUNGAN HARIAN: Hari biasa Pekan I Adven 
SELASA 4 DESEMBER 2012 
(Yohanes dr Damsyik, Adolph Kolping) 
Yes 11:1-10, Mzm 72:2,7-8,12-13,17,Luk 10:21-24 

BACAAN INJIL: 
 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu." Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya." 

RENUNGAN: 

Pada umumnya, orang akan merasa bangga juga bahagia bila dikagumi oleh banyak orang terutama orang-orang besar. Orang akan merasa bangga bila mempunyai banyak teman orang-orang hebat. Namun dalam Injil hari ini, kita mendengar bagamana bahagianya Yesus karena banyak orang-orang kecil yang mempunyai hikmat dan percaya kepada Tuhan. Yesus juga seakan bahagia karena rahasia Kerajaan Sorga dirahasiakan oleh Tuhan dari orang-orang pintar dan kaya. 

Tentu bukan berarti Tuhan tidak menghendaki orang-orang kaya atau orang pintar masuk dalam kebahagiaan sorga. Tuhan sangat menghendaki semua orang, siapa saja mauk dalam kebahagiaan sorga. Namun yang menjadi persoalan, seringkali orang pintar dan orang kaya jatuh pada kesombongan diri, yang mengandalkan kekuatan, kemampuan diri sendiri, kemampuan akal budinya dan juga mengandalkan hartanya. Orang-orang demikian pada akhirnya tidak dapat mengerti dan menangkap rahasia Kerajaan Sorga. Jadi bukan karena Tuhan menyembunyikan Kerajaan sorga dari mereka itu, tetapi ketamakan merekalah yang membuat semuanya itu menjadi tersembunyi. 

Sedangkan orang-orang kecil dan sederhana mempunyai hikmat, percaya kepada Tuhan karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk diandalkan selain mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Sehingga sabda hati ini mengajarkan kepada kita untuk senantiasa bersikap rendah hati di hadapan sesama dan terutama di hadapan Tuhan. Sikap rendah hati bukanlah rendah diri yang tidak yakin akan dirinya. Tetapi orang yang rendah hati adalah orang yang bersyukur atas hidupnya apa adanya, menyakini bahwa hidup dan apa yang ada padanya adalah anugerah dari Tuhan. Orang yang rendah hati senantiasa percaya pada Tuhan dan mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Maka semoga kita senantiasa bersikap rendah hati. Kerendahan hati menjadi salah satu kunci untuk hidup bahagia dan kunci untuk mengetahui dan menyakini rahasia Kerajaan Sorga. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: SENIN 3 DESEMBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: SENIN 3 DESEMBER 2012 
(Pesta St. Fransiskus Xaverius) 
1Kor 9:16-19,22-23, Mzm 117:1,2, Mrk 16:15-20 

BACAAN INJIL: 
 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. 

RENUNGAN: 
Menjadi orang beriman, berarti juga siap diutus untuk mewartakan Kerajaan Allah bagi semua orang dan ke manapun. Inilah perintah yang disampaikan oleh Yesus kepada para murid sebelum terangkat ke sorgar. Perintah ini sangat penting, karena merupakan pesan perpisahan Yesus dengan para murid. Bahkan dalam perintah itu Yesus menyuruh membaptis orang-orang yang percaya. 

Kita tentu sudah mengetahui perintah ini. Namun kiranya seringkali kita menganggap bahwa iman itu hanya untuk diri kita sendiri. Padahal keselamatan itu diperuntukkan bagi semua orang, Tuhan mendambakan agar semua orang beroleh keselamatan kekal. Untuk itulah Yesus memberi perintah kepada kita untuk mewartakan Kerajaan Sorga, membaptis orang yang percaya. Yesus meminta kita untuk melanjutkan karya keselamatan Tuhan. Perintah ini wajib dilaksanakan orang yang beriman. 

Perintah ini sulit kita lakukan karena tantangan dan persoalan yang kita hadapi dalam hidup. Sebab jangankan mewartakan Kerajaan Sorga, hanya hidup menghayati iman saja sudah begitu sulit, mendapat tantangan dan persoalan dari orang-orang yang tidak percaya pada Yesus. Tantangan dan persoalan juga muncul dari dalam diri kita, karena dengan beriman, kita harus siap mengubah diri, hidup seturut kehendak Tuhan, bukan seturut kehendak kita lagi. 

 Namun apapun tantangan dan persoalan yang pasti kita hadapi dalam beriman, bukan menjadi alasan bagi kita untuk tidak melaksanakan perintah Yesus ini. Yesus sendiri tahu bahwa melaksanakan tugas ini bukanlah mudah. Oleh karena itulah dalam menyatakan perutusan ini, juga memberi jaminan bahwa Tuhan akan melindungi dan membantu dalam menjalankan tugas perutusan itu. Bahkan Yesus memberi kuasa-Nya kepada para murid, asal para murid tetap setia dan percaya. 

Kita menjalankan tugas perutusan kita dengan tujuan agar orang percaya dan beroleh keselamatan kekal. Baptis yang dimaksud oleh Yesus dalam injil hari ini, bukan dalam artian dibaptis dalam Gereja atau menjadi anggota gereja kita. Bukan itu terutama yang dimaksudkan. Perintah untuk membaptis dalam arti orang menjadi manusia baru, hidupnya diperbaharui dengan percaya kepada Tuhan, meninggalkan hidup lama yang tidak sesuati dengan kehendak Tuhan. Maka semoga kita beriman bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga menjalankan perintah Yesus, memberitahkan Injil dan membaptis orang yang percaya, supaya semakin banyak orang yang beroleh keselamatan kekal. Amin.

RENUNGAN MINGGU ADVEN I (TAHUN C)

RENUNGAN MINGGU ADVEN I (TAHUN C) 
2 Desember 2012 
Yer 33:14-16, Mzm 25:4-5ab,8-9,10,14, 1Tes 3:12-4:2, Luk 21:25-28,34-36 

 BACAAN INJIL : Luk 21:25-28,34-36 
“Penyelamatmu sudah dekat.” Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "

Akan tampak tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat." "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia." 

RENUNGAN: 
Hari ini kita memasuki masa Adven I. Masa Adven adalah masa penantian. Apa dan siapa yang kita nantikan? Apakah yang kita nantikan itu adalah hal yang menggembirakan? Dalam memasuki masa Adven kita menantikan kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus. Selama masa Adven kita menantikan perayaan itu, tetapi penantian kita bukan hanya dengan diam menunggu saatnya tiba. Kita diajak menanti dengan berbuat sesuatu yang layak menyambut merayakan kelahiran Yesus Kristus. 

Dalam penantian itu kita diharuskan bukan menanti dengan diam, tetapi dengan melakukan persiapan untuk itu. Hal ini harus kita lakukan, sebab yang kita nantikan kelahiran-Nya adalah Yesus Tuhan yang mahakudus namun juga mahakasih. Kedatanan-Nya adalah sukacita besar bagi kita, sebab dengan demikian Allah hadir dalam hidup kita. Dia yang adalah Tuhan mau datang dan tinggal bersama dengan kita. Namun kiranya kita harus sadar bahwa Dia adalah Tuhan yang suci, sehingga dalam menyambut Dia kitapun harus mempersiapkan hidup yang layak untuk menyambut Dia. 

Kita semua tentu sadar bahwa kita adalah manusia berdosa, yang tidak pantas menyambut kehadiran Tuhan Mesias dalam hidup kita. Namun Tuhan itu mahakasih, Dia mau menerima kita asal kita sungguh percaya kepada-Nya dan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Oleh sebab itulah jelas bagi kita bahwa masa Adven adalah masa menyadari diri sebagai manusia lemah, dan memperbaharui diri. Kita memperbaharui diri dengan berusaha hidup seturut kehendak Tuhan, hidup semakin mendekatkan diri dengan Tuhan. Maka dari itu pula, persiapan yang perlu kita lakukan adalah diri kita sendiri yakni hidup yang diperbaharui. Oleh Paulus dalam bacaan II menasihatkan agar kita berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang. 

Lebih lanjut dia mengatakan kalau sebelumnya kita sudah hidup melakukan yang baik, baiklah selama masa adven ini, semuanya itu kita lakukan secara lebih bersungguh-sungguh lagi. Bacaan injil yang diperdengarkan kepada kita hari ini, mungkin saja membuat kita sedikit bingung akan maksudnya dan mungkin saja kita sedikit ketakutan. 

Dalam Injil hari ini, Yesus menggambarkan suatu kejadian atau malapetaka yang akan menimpa bumi, yang membuat manusia ketakutan dan khawatir. Apa yang dinyatakan oleh Yesus, seringkali dipakai orang menjadi patokan akan terjadinya hari kiamat. Berita tentang hari kiamat seringkali begitu menakutkan kita. Padahal sebenarnya yang mau ditekankan oleh Yesus bukanlah malapetaka atau kiamat itu, tetapi sehubungan dengan tujuan akhir hidup manusia. 

Sebagaimana yang digambarkan oleh Yesus, memang manusia pasti mengalami persoalan dan penderitaan dalam hidup ini, manusia pasti mengalami kekhawatiran dalam hidup, orang pasti mengalami ketakutan karena bencana yang diakibatkan oleh alam. Namun semuanya itu, bukanlah yang menjadi akhir tujuan hidup manusia. Tujuan akhir hidup manusia adalah melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Itu berarti bahwa tujuan akhir hidup manusia adalah masuk dalam kemuliaan surga, karena di situlah kita akan melihat Anak Manusia dalam kemuliaan-Nya. Dengan demikian, kita dikuatkan bahwa bila menghadapi semuanya itu, kita tidak usah khwatir dan ketakutan yang luar biasa, namun kita harus berani bangkit dan mengangkat muka, mengarahkan hidup kita pada tujuan akhir yakni kemuliaan surga. 

Kita pasti mengalami semuanya itu, juga pasti akan mengalami kematian di dunia ini, dan memang semuanya itu harus kita lalui untuk masuk dalam kemuliaan surga. Sebab dunia ini bukan tujuan akhir kehidupan kita, bukan tempat kita menetap, tetapi kemuliaan surgalah yang menjadi tempat tujuan akhir hidup kita. Dalam hidup dunia ini hidup kita berjalan menuju kemuliaan surga itu. Oleh sebab itulah, pada masa adven ini, sekaligus menyadarkan dan mengigatkan kita bahwa hidup kita di dunia ini hanya sementara, bukan tempat untuk menetap, juga diingatkan bahwa kita pasti mengalami penderitaan dan persoalan, tetapi menghadapi semuanya itu, kita tidak perlu takut, sebab tujuan akhir hidup kita adalah kemuliaan surga. 

Dalam masa adven ini kita diingatkan bahwa hidup kita adalah masa penantian untuk masuk dalam kemuliaan surga. Oleh sebab itu, agar kita bisa melihat kemuliaan surga, maka Yesus mengingatkan kita agar senantiasa berjaga-jaga sambil berdoa. Yesus mengingatkan kita untuk berjaga-jaga supaya hati kita jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Kita hendaknya waspada jangan sampai tergoda dan hanyut oleh kenikmatan dunia. Sebab tawaran dunia seringkali sangat menggiurkan dan menyenangkan, padahal sebanarnya menjerat kita masuk ke kebinasaan hidup. 

Oleh sebab itu Yesus mengatakan agar kita mengangkat muka, menatap jauh ke depan atau mengarahkan hidup ke kehidupan kekal. Yesus mengajar kita untuk berjaga sambil berdoa. Nasihat ini perlu kita laksanakan, sebab dari kemampuan kita sendiri, kita tidak akan mempu menghadapi jerat dunia yang membawa kita ke kebinasaan hidup. Dengan doa, kita menyadari kelemahan kita, kita menyadari kuasa Tuhan, sehingga upaya berjaga-jaga yang disertai dengan doa. Doa itu akan memberikan kekuatan kepada kita, karena Tuhan sendiri yang akan membantu kita. Dengan berdoa, kita membiarkan atau memberi kesempatan untuk menyatakan kuasa dan kasih-Nya kepada kita, memberi kesempatan bekerja dalam diri kita untuk mengatasi kelemahan kita. 

Oleh sebab itulah, kita harus meningkatkan hidup doa kita, agar kita kuat dalam berjaga-jaga, juga agar dalam masa adven ini, sungguh kita disanggupkan untuk memperbaharui diri. Maka, mari kita berjaga-juga senantiasa sambil berdoa. Amin.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)