Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

BACAAN HARI MINGGU MASA BIASA KE XXXII: 18 NOVEMBER 2012

BACAAN HARI MINGGU MASA BIASA KE XXXII: 
18 NOVEMBER 2012 
Dan 12:1-3, Mzm 16:5,8,9-10,11, Ibr 10:11-14,18, Mrk 13:24-32 

BACAAN I: Dan 12:1-3 
“Pada waktu itu bangsamu akan terluput.” 

Aku, Daniel, mendengar malaikat Tuhan berkata, "Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu. Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal. Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya. 

MAZMUR TANGGAPAN : Mzm 16:5,8,9-10,11 
Ulangan: Ya Tuhan, lindungilah kami di dalam kesesakan. 

Ayat: 
1. Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang idundikan kepadaku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; Karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku takkan goyah. 

2. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, dan tubuhku akan diam dengan tentram sebab Engkau tidak menyerahkan daku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan orang kurus-Mu melihat kebinasaan.

3. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan, di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi. 

BACAAN II : Ibr 10:11-14,18 
 ‘Oleh satu kurban saja Kristus telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.” 

Saudara-saudara, setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa. Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah, dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya. Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan. Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa. 

 BACAAN INJIL : Mrk 13:24-32 
“Ia akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru dunia.” 

Sekali peristiwa dalam khitbah-Nya tentang akhir zaman, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Pada masa itu, sesudah siksaan itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Dan pada waktu itupun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit. Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya itu terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja."

RENUNGAN HARI BIASA: SABTU 17 NOVEMBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: SABTU 17 NOVEMBER 2012 
(Elisabet dr Hungaria) 
3Yoh 5-8, Mzm 112:1-2,3-4,5-6, Luk 18:1-8 

BACAAN INJIL: Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku." Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" 

RENUNGAN: 
Pada zaman ini seringkali orang begitu mudah putus asa dan patah semangat. Seringkali ketika seseorang mengalami kegagalan atau apa yang diharapkannya belum tercapai, orang langsung dengan mudah putus asa dan merasa hidupnya gagal. Kemajuan zaman dengan mental instan juga mempengaruhi karakter manusia zaman ini. Orang seringkali mengharapkan sesuatu itu dengan cepat dan mudah, kiranya perjuangan dan kesabaran sudah dianggap ketinggalan zaman. 

Semuanya itu juga terjadi dalam kehidupan beriman. Seringkali dalam berdoa memohon kepada Tuhan pun, orang seringkali mengharapkan Tuhan segera mengabulkan apa yang mereka mohonkan. Kerapkali orang tidak lagi sabar menunggu dalam iman, bahkan kerapkali orang seakan memaksa Tuhan agar mengabulkan permohonannya. Bila kiranya merasa permohonannya tidak dikabulkan orang langsung kecewa dan rasa kecewa diungkapkan dengan sikap tidak lagi percaya pada Tuhan. Hari ini dalam Injil, Yesus menegaskan kembali sehubungan dengan kesabaran dan ketekunan tidak jemu-jemu dalam beriman terutama dalam memohon kepada Tuhan. Kesabaran dan permohonan tidak jemu-jemunya kepada Tuhan, itu menandakan iman dan kerendahan hati seseorang di hadapan Tuhan. 

Seringkali kita malah seakan memaksa Tuhan menuruti kehendak kita. Ini sebenarnya pertanda bahwa kita tidak percaya pada Tuhan, tidak percaya bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik kepada kita. Kita malah seringkali memaksa Tuhan menuruti kemauan kita, bukan kita menuruti kehendak Tuhan. 

Oleh sebab itu, dalam injil hari ini, pertama-tama kita diajak untuk percaya bahwa Tuhan yang mahakuasa juga mahakasih. Kita harus percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah menolak permohonan kita, Tuhan tidak akan pernah berlama-lama memberikan berkat dan rahmat-Nya yang perlu bagi kehidupan kita. Yang menjadi persoalan seringkali adalah kita tidak tahu apa yang kita butuhkan, kita tidak tahu apa yang kita mohonkan, kita menganggap bahwa yang kita minta adalah perlu bagi kehidupan kita sehingga memaksa Tuhan mengabulkannya. Padahal mungkin saja Tuhan melihat bahwa apa yang kita minta itu tidak perlu bagi kita sehingga Tuhan memberikan rahmat lain, hanya kita tidak menyadarinya. Maka dari itu, baiklah kita selalu percaya pada Tuhan. Iman kita itu kita nyatakan dalam kesetiaan, kesadaran dan tidak jemu-jemunya memohon pada Tuhan. Tuhan pasti memberikan apa yang terbaik kepada kita. Amin.

ADA YANG PERGI DAN ADA YANG DATANG TEMU PISAH (SIAP DIUTUS KEMANAPUN UNTUK MEWARTAKAN KERAJAAN ALLAH)

ADA YANG PERGI DAN ADA YANG DATANG
TEMU PISAH 
(SIAP DIUTUS KEMANAPUN UNTUK MEWARTAKAN KERAJAAN ALLAH) 


Ada pepatah yang mengatakan, “Ada pertemuan dan ada pula perpisahan.” Pertemuan dikatakan merupakan pengalaman hidup yang menggembirakan. Namun sebenarnya dalam pertemuan itu, orang harus siap untuk berpisah. Sebab tidak selamanya orang hidup bersama, akan ada saat akan mengalami perpisahan. Namun perpisahan tidaklah merupakan pengalaman yang menyedihkan, apalagi bila hal itu menyangkut iman. Perpisahan justru merupakan pengalaman yang membahagiakan. Sebab dengan berpisah, kita bisa mengenang pengalaman indah selama hidup bersama dengan orang yang berpisah dengan kita, dan kitapun akan mengalami pengalaman hidup yang baru bersama orang baru. Dalam hal ini yang kami maksud adalah perpisahan seorang imam ke tempat tugas yang baru. 

Pada hari Kamis 15 Nopember 2012 di paroki Maria dari Gunung Karmel diadakan acara TEMU PISAH. Romo Anton Samuel Situmorang O.Carm yang menjalani masa diakonat di paroki Tigalingga sejak bulan Maret 2012 yang lalu, setelah mendapat tahbisan imam pada tanggal 27 Oktober 2012 di Paroki Pasar Merah Medan, mendapat tugas baru di Paroki Kristus Raja Pardagangan. Untuk itu, paroki khususnya lingkungan kota dan para pengurus Gereja mengadakan acara perpisahan atau pelepasan untuk tugas baru. Namun pada acara ini juga diadakan sekaligus penyambutan Romo Willy Purwanto O.Carm yang mendapat tugas baru di paroki Tigalingga. Beliau sebelumnya bertugas sebagai pastor rekan di paroki Parongil. Berdasarkan SK dari Uskup Agung Medan, sejak tanggal 16 Nopember 2012 beliau ditugaskan di paroki Tigalingga. Sehingga jelaslah bahwa dalam acara perpisahan atau pelepasan ini, juga ada kegembiraan yakni menerima kedatangan romo baru yang akan bertugas di paroki Tigalingga. 
 
Acara perpisahan diawali dengan Misa bersama. Romo Anton Samuel Situmorang O.Carm mempersembahkan misa didampingi oleh Romo Paroki dan Romo Willy O.Carm. Sesudah perayaan ekaristi diadakan makan bersama dan ramah tama bersama di aula terbuka paroki. Dalam acara makan bersama, umat menyatakan dukungan dan penyambutan yang hangat bagi romo yang akan pindah dan romo yang baru datang dengan memberikan makanan khas batak yakni iman mas dan menyematkan ulos Karo. Sesudah itu, diadakan kata-kata ucapan terimakasih, kata-kata pelepasan dan kata sambutan selamat datang untuk pasto Willy O.Carm yang akan bertugas di paroki Tigalingga. Akhir kata dikatakan ‘Selamat bertugas untuk kedua pastor, baik yang akan pindah tugas ke tempat baru yakni paroki Perdagangan dan yang akan datang bertugas di Paroki Tigalingga.

RENUNGAN HARI BIASA: JUMAT 16 NOPEMBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: JUMAT 16 NOPEMBER 2012 
(Margarita dr Skotlandia, Gertrudis, Rochus Gonzales) 
2Yoh 4-9, Mzm 119:1,2,10,11,17,18, Luk 17:26-37 

BACAAN INJIL: 
Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali. Ingatlah akan isteri Lot! Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan." (Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.) Kata mereka kepada Yesus: "Di mana, Tuhan?" Kata-Nya kepada mereka: "Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar." 

RENUNGAN: 

Semua orang pasti punya masa depan dalam hidup, dan tidak ada yang tahu pasti bagaimana masa depannya. Namun kita semua tahu pasti akan satu hal yang pasti dialami setiap orang, yakni kematian. Setiap orang pasti akan mengalami kematian, tidak ada yang bisa menolak datangnya kematian. Bila kematian sudah menjemput seseorang, tidak ada yang bisa mengatakan ‘tidak’ atau ‘belum’, bahkan apa yang ada pada kitapun tidak bisa menghalangi datangnya kematian. Tidak ada pula orang yang tahu kapan dan bagaimana seseorang itu akan mati. Waktu dan kematian bagi seseorang bisa berbeda-beda satu sama lain. Dalam injil hari ini, 

Yesus berbicara tentang kedatangan Anak Manusia untuk menjemput manusia. Kedatangan Anak Manusia yang dimaksud dan bisa dimengerti dengan kematian seseorang. Yesus menggambarkan bagaimana manusia hidup beraktivitas, melakukan pekerjaannya dan pada saat itu pula bisa saja kematian itu menghampiri seseorang. Kematian itu digambarkan bisa datang dengan tiba-tiba, tanpa diduga sebelumnya dan tidak ada yang bisa menolak. Jadi jelas bahwa kematian merupakan hal yang biasa dalam kehidupan kita. Namun walau demikian, kematian seringkali menjadi hal yang sangat sulit untuk kita terima. 

Pengalaman kematian adalah tetap merupakan pengalaman hidup yang sangat menyedihkan kita. Bahkan pada saat demikian, kita sering berkata “di mana Tuhan?” Kita mempertanyanakan keberadaan Tuhan sebagai bentuk penolakan akan kematian. Kita menganggap bahwa ketika kita mengalami kematian, saat itu Tuhan tidak beserta kita. 

Kitapun seringkali mau menolak kematian, ingin hidup lama. Tidak sedikit orang ingin memelihara dan mempertahankan hidupnya di dunia ini dengan melakukan berbagai cara. Namun semuanya itu adalah sia-sia. Kematian bagi kita orang beriman bukanlah pengalaman hidup yang menyedihkan, tetapi sebenarnya justru itu adalah pengalaman di mana Anak Manusia datang menjemput kita untuk masuk dalam kebahagiaan kekal. Sehingga dalam kematian orang berian, kematian bukan merupakan pengalaman ketiadaan Tuhan, tetapi justru pada saat demikian Tuhan datang menjemput kita. 

Kita sering sulit menerima kematian karena kita tidak siap menyambut datangnya kematian itu. Oleh sebab itu, kita hendaknya mempersiapkan diri dalam hidup sehingga bila kematian datang menghampiri kita, kita siap dan menyambutnya dengan penuh sukacita. Dengan demikian, selama kita hidup adalah masa persiapan untuk menyambut datangnya kematian. Kita hendaknya mempersiapkan diri dengan hidup beriman. Hidup menghayati iman, itulah persiapan yang baik untuk menyongsong masa depan yang membahagiakan yakni hidup setelah kematian. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: KAMIS 15 NOPEMBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: KAMIS 15 NOPEMBER 2012 
(Albertus Agung, Magdalena Morano) 
Flm 7-20, Mzm 146:7,8-9a,9bc-10, Luk 17:20-25 

BACAAN INJIL: 
Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu." Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya. Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut. Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya. Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini. 

RENUNGAN: 
Berita terbaru yang sedang beredar adalah Ratusan umat Katolik berkumpul dalam doa di luar sebuah rumah sakit Malaysia setelah melihat gambar yang dinyatakan menyerupai Bunda Maria di salah satu jendela. Gambar tersebut tersebar luas di antara umat Kristen lokal melalui akun Facebook dan sejumlah besar orang berkumpul di Sime Darby Medical Centre, di luar Kuala Lumpur. Mereka berkumpul pada Minggu, dan kini mereka juga dapat melihat sebuah gambar Yesus Kristus dewasa yang hanya berjarak dua jendela dari ibunya. 
Hampir 100 umat Katolik masih berada di rumah sakit tersebut pada Minggu, menyalakan lilin, menyanyikan lagu pujian dan berdoa. Beberapa bus pariwisata berdatangan dan menambah kemacetan. Beberapa orang datang dari Singapura, lebih dari 300 kilometer, untuk melihat gambar pada jendela di lantai tujuh yang mereka nyatakan sebagai sebuah keajaiban.

Berita selengkatpnyadapat dilihat di sini atau di sini.
 
Apakah memang yang mereka lihat sungguh penampakan Bunda Maria dan Yesus Kristus? Kita tidak tahu pasti, yang jelas ada beberapa umat katolik yang menyakini bahwa itu adalah gambaran sosok Bunda Maria dan Yesus sendiri. Dalam peristiwa demikian, kita mengambil nilai positif yakni bahwa dalam diri kita sebenarnya ada kerinduan mendalam akan kehadiran Tuhan dan sepertinya kita sangat mendambakan kehadiran-Nya yang nyata, yang dapat dilihat oleh mata dan maupun yang dapat dirasakan oleh indera kita. Kiranya hal demikian sudah sering kita dengarkan. 

Sering kita dengar berita yang mengatakan kehadiran Yesus atau Kerajaan Allah. Kabar berita seperti itu pasti sangat menarik perhatian banyak orang dan pada umumnya orang berlomba-lomba untuk menyaksikan peristiwa itu. Ini suatu fenomena adanya kerinduan akan kehadiran Tuhan. Kerinduan itu sungguh mendalam sehingga bila ada berita mengarah tentang hal itu, banyak orang penasaran dan berusaha untuk menyaksikan hal itu. Orang merindukan kehadiran Tuhan dan Kerajaan-Nya. Di mana Kerajaan Allah hadir dan di mana kita bisa mengalami kehadiran Kerajaan Allah? 

Dalam injil hari ini Yesus mengatakan bahwa akan tiba waktunya orang akan mengatakan bahwa kehadiran Karajaan Allah ada di sini atau ada di situ. Yesus mengingatkan agar kita tidak perlu percaya akan hal itu, sebab kerajaan Allah datang dengan tanpa tanda-tanda. Yesus melarang kita agar tidak perlu percaya akan berita seperti itu tentu bukan karena Kerajaan Allah itu tidak benar hadir, tetapi mengingatkan kita agar waspada akan hal itu. Sebab bisa jadi orang meyalahgunakan kerinduan kita menjadi tujuan pribadi. 

Kerajaan Allah itu hadir dalam seluruh kehidupan kita, dalam kehidupan kita bahkan dalam hati kita sendiri. Seringkali orang begitu berusaha mencari kehadiran Kerajaan Allah di luar dirinya, di tempat-tempat yang jauh, padahal sebenarnya Allah hadir dalam diri kita masing-masing. Yang menjadi persoalannya adalah kita tidak mempu merasakan kehadiran Tuhan dalam diri kita. Kita sulit merasakah kehadiran Allah jelas karena kita kurang percaya pada Tuhan. Selain itu karena kita seringkali berpikir bahwa kehadiran Kerajaan Allah itu adalah suasana damai tanpa persoalan, tanpa penderitaan, padahal Yesus sendiri menegaskan bahwa Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini. Yesus menjelaskan bahwa kehadiran Kerajaan Allah itu bukan hanya dalam suasana damai tanpa penderitaan atau persoalan, tetapi kesetiaan kepada Yesus juga bila mengalami persoalan dan penderitaan. 

Dengan kata lain bisa juga dikatakan bahwa pada saat kita mengalami penderitaan karena iman, saat itu juga Kerajaan Allah dan malahan kesetiaan kita itu justru menghadirkan Kerajaan Allah. Dapat juga dikatakan bahwa dalam penderitaan yang kita alami dan yang kita saksikan, saat itu juga Kerajaan Allah hadir. Maka jelas bahwa Kerajaan Allah itu hadir bila kita tetap setia pada Yesus dan bila kita melakukan perbuatan cinta kasih kepada sesama. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: RABU 14 NOPEMBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: RABU 14 NOPEMBER 2012 
(Nikolaus Tavelic, Yosef Pignatelli) 
Tit 3:1-7, Mzm 23:1-3a,3b-4,5,6, Luk 17:11-19 

BACAAN INJIL: 
Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!" Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?" Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau." 

RENUNGAN: 
Menyadari bahwa hidup dan apa yang ada pada diri kita adalah berkat anugerah Tuhan, pasti akan membuat kita selalu datang kepada Tuhan untuk bersyukur kepada-Nya. Dalam Injil hari ini kita mendengar sepuluh orang buta berteriak kepada Yesus mohon belaskasihan dari Yesus atau mohon penyembuhan. Menanggapi seruan mereka, Yesus hanya menyuruh mereka memperlihatkan diri kepada imam-imam. Memang terasa aneh, Yesus tidak tampak melakukan perbuatan menyembuhkan mereka tetapi sudah menyuruh mereka pergi menghadap imam-imam. Karena biasanya orang sakit bila sudah sembuh, harus menghadap imam-imam untuk menyampaikan persembahan syukur dan para imamlah yang menyatakan kesembuhan mereka. 

Kesepuluh orang kusta itu melakukan apa yang dikatakan oleh Yesus, dan dalam perjalanan menuju pada imam, mereka menyadarai bahwa mereka sudah sembuh. Namun ternyata dari kesepuluh orang itu hanya satu orang saja yang menyadari bahwa mereka sembuh karena Yesus telah menyembuhkan mereka. Sedangkan yang lainnya tidak menyadari bahwa Yesus tidak menyembuhkan mereka karena Yesus tidak melakukan sesuatu proses penyembuhan, hanya menyuruh menghadap imam-imam. Mungkin mereka berpikir bahwa mereka sembuh adalah suatu kebetulan. 

Namun yang satu orang itu menyadari bahwa dia sembuh karena Yesuslah yang menyembuhkannya, oleh sebab itu dia kembali kepada Yesus untuk bersyukur atas kesembuhan itu. Kiranya kesadaran demikian perlu kita tanam dalam diri kita dan kita hanyati. Sebab seringkali kita merasa bahwa segala sesuatu yang kita miliki adapah hanya hasil perjuangan dan kerja keras kita. Kita merasa bahwa karena kita sudah bekerja keras sehingga kita layak mendapatkan hasil dari upaya kita. Kita sudah seringkali tidak mampu melihat bahwa di balik semuanya itu Tuhan turut bekerja dalam hidup kita. Memang Tuhan memberi berkat-Nya dengan banyak cara dan seringkali tidak dengan lansung mengabulkan keinginan kita. Tetapi kita harus selalu mengimani bahwa Tuhan senantiasa bekerja dan melimpahkan berkat-Nya kepada kita. Kita harus menyadari bahwa semua yang ada pada kita adalah karena berkat Tuhan, sehingga kita harus senantiasa datang kepada Tuhan untuk bersyukur atas kasih dan berkat-Nya kepada kita. Amin.

Berbagi Berita : Gambar ‘Bunda Maria’ muncul di jendela R.S. Malaysia

Gambar ‘Bunda Maria’ muncul di jendela R.S. Malaysia

 Ratusan umat Katolik berkumpul dalam doa di luar sebuah rumah sakit Malaysia setelah melihat gambar yang dinyatakan menyerupai Bunda Maria di salah satu jendela. Gambar tersebut tersebar luas di antara umat Kristen lokal melalui akun Facebook dan sejumlah besar orang berkumpul di Sime Darby Medical Centre, di luar Kuala Lumpur. 

Mereka berkumpul pada Minggu, dan kini mereka juga dapat melihat sebuah gambar Yesus Kristus dewasa yang hanya berjarak dua jendela dari ibunya. Hampir 100 umat Katolik masih berada di rumah sakit tersebut pada Minggu, menyalakan lilin, menyanyikan lagu pujian dan berdoa. Beberapa bus pariwisata berdatangan dan menambah kemacetan. 

Beberapa orang datang dari Singapura, lebih dari 300 kilometer, untuk melihat gambar pada jendela di lantai tujuh yang mereka nyatakan sebagai sebuah keajaiban. “Kami percaya Maria, Bunda Tuhan, memiliki pesan untuk kita, saat ia melihat ke bawah pada kita dan kemudian pada bendera Malaysia. 

Kita juga dapat melihat Yesus dan dia juga bergerak, mereka tidak statis,” ujar Eunice Fernandez, yang tinggal di dekat tempat tersebut kepada AFP, dan dilansir antara. Ibu rumah tangga berusia 54 tahun itu menolak klaim bahwa gambar tersebut mungkin merupakan sebuah tipuan.
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

RENUNGAN HARI BIASA: SELASA 13 NOPEMBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: SELASA 13 NOPEMBER 2012 
(Stanislaus Kostka, Didakus dr Alkala, Eugenius Bossilkoff, Artemides Zatti) 
Tit 2:1-8,11-14, Mzm 37:3-4,18,23,27,29, Luk 17:7-10 

BACAAN INJIL: "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan." 

RENUNGAN: 
 Pada dasarnya orang yang bekerja keras dan berhasil dalam pekerjaannya, layak mendapat penghargaan. Ini hal yang sangat wajar, meskipun terkadang orang yang bekerja keras, jujur seringkali tidak dihargai dan malah disingkirkan orang-orang yang tidak menyukainya. Hal demikian seringkali membuat orang menjadi patah semangat dan malah menjadi mundur dalam pekerjaan. 

Penghargaan atas prestasi kerja memang perlu. Tetapi kiranya dalam hidup dan berbuat terbaik dalam hidup tidak selamanya mengharapkan lenghargaan dari orang lain dan itu bukan tujuan utama. Sebab bila penghargaan yang diharapkan atau menjadi tujuan utama, maka bisa jadi prestasi atau pekerjaan yang baik yang kita lakukan tidak dihargai orang dan pada saat mengalami demikian, kita akan kecewa dan tidak lagi bekerja dengan baik. Oleh sebab itu, Yesus mengingatkan bahwa kita harus selalu ingat bahwa kita adalah hamba-hamba Tuhan. Dengan ungkapan ini, jelas dinyatakan kepada kita bahwa Tuhanlah yang menjadi tuan atas hidup dan semua yang kita lakukan. Tuhan memberikan kita hidup, memberikan berkat-Nya dan semua yang ada pada kita adalah pemberian Tuhan. 

Dengan demikian kita harus menggunakan semuanya dengan sebaik-baiknya dan berusaha menyenangkan hati Tuhan yang adalah Tuan atas hidup kita. Maka baiklah pula kita tidak berbangga diri atau menyombongkan diri atas hidup dan perbuatan baik kita. Sebab sebagai seorang hamba yang baik, sudah selayaknya kita melakukan semuanya itu demi menyenangkan hati Tuhan. Semoga hari ini dan dalam hidup kita, selalu hidup sebagai hamba Tuhan yang baik dan menyenangkan hati Tuhan. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: SENIN 12 NOPEMBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: SENIN 12 NOPEMBER 2012 
(Yosafat, Theodorus Studit) 
Tit 1:1-9, Mzm 24:1-2,3-4ab,5-6, Luk 17:1-6 

BACAAN INJIL: 
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia." Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!" Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu." 

RENUNGAN: 
Tantangan hidup beriman, itu pasti akan kita alami, bahkan kita pasti akan mengalami tantangan yang berusaha untuk menyesatkan iman kita. Tantangan saat ini atau godaan yang bisa menyesatkan kita dari iman, bentuknya banyak dan bahkan cara kerjanyapun lebih halus lagi. Untuk itu Yesus mengatakan tidak mungkin tidak ada penyesatan. Dengan kata lain, Yesus mengatakan bahwa para murid pasti akan mengalai penyesatan yang menjauhkan mereka dari iman kepada Tuhan. 

Dengan demikian, kita harus senantiasa waspada. Namun kiranya kita juga harus ingat nasihat Yesus, agar kita jangan malah jadi orang yang menyesatkan sesama dari imannya. Hukuman bagi para penyesat dikatakan lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. Sungguh Yesus mengharapkan kita jangan malah menjadi penyesat sesama kita. Ini kiranya yang perlu kita renungkan. Sebab bisa jadi kita orang beriman tanpa sadar ataupun dengan sadar menjadi penyesat iman sesama kita lewat perkataan dan perilaku kita. 

Kita bisa menyesatkan sesama kita, bila hidup kita membuat orang menjadi berdosa. Hal ini bisa terjadi bila hidup kita tidak selaras dengan iman kita. Salah satu contoh menjadi penyesat orang lain adalah bila orang melihat kita sebagai orang yang aktif dalam kegiatan Gereja, rajin berdoa, ternyata hidup dan perilaku kita kepada sesama tidak dapat dibanggakan. Oleh sebab itu, Yesus mengajak kita supaya waspada. Yesus memberi arahan kepada kita dalam sikap waspada yakni dalam hal memaafkan. Memaafkan bukanlah hal yang mudah, apalagi bila orang melakukan perbuatan yang sangat menyakitkan kepada kita. Namun kita harus memiliki sikap pemaaf kepada sesama kita. Orang yang memiliki sikap pemaaf pasti dia tidak gampang menghakimi orang lain. Orang yang tidak memiliki sikap pemaaf akan dengan mudah menghakimi orang lain. Sikap memaafkan orang lain, membuat kita terlepas dari penyesatan kepada sesama kita, sebab bisa saja orang yang bersalah dan meminta maaf kepada kita, tetapi karena kita tidak mau memaafkan, orang itu menjadi tersesat. Maka memaafkan adalah kekuatan yang melepaskan kita dari perbuatan dosa menyesatkan orang lain dan juga membebaskan orang lain dari kesesatan. 

Jalan lain yang diajarkan oleh Yesus agar kita waspada adalah dengan selalu hidup dalam iman. Kita adalah manusia lemah, yang bisa dengan gampang jatuh dalam kelemahan dan dosa. Kita memiliki keterbatasan dalam menghadapi hidup dengan segala persoalannya. Untuk itu Yesus mengingatkan kita agar senantiasa hidup dalam iman. Iman adalah kekuatan yang dasyat bagi kita dalam menghadapi hidup dan hidup sebagai orang beriman. Iman itu menjadi kekuatan yang besar karena bukan kita lagi yang bekerja atau kita tidak lagi mengandalkan kekuatan kita yang terbatas tetapi Tuhan sendirilah yang bekerja. Sehingga orang yang hidup dalam iman, mereka tidak lagi mengandalkan kekuatannya sendiri, tetapi membiarkan Allah bekerja dalam dirinya. Amin.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)