Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

RENUNGAN HARI MINGGU BIASA PEKAN XXIII MINGGU 4 September 2011

RENUNGAN HARI MINGGU BIASA PEKAN XXIII
MINGGU 4 September 2011
Yeh 33:7-9, Mzm 95:1-2,6-7,8-9, Rm 13:8-10, Mat 18:15-20

BACAAN INJIL: Mat 18:15-20

“Jika Saudaramu mendengarkan nasihatmu, maka engkau telah mendapatkannya kembali.”

"Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

RENUNGAN:
Dalam kata-kata sambutan seorang pemimpin yang baru diangkat atau dilantik, biasanya dia akan berkata bahwa dia bersedia dengan senang hati ditegur dan dikritik bila dia salah dalam perkataan dan kebijakan. Indah mendengar kata-kata ini. Tetapi apakah memang demikian adanya yang terjadi atas seorang pimpinan? Kiranya jarang sekali menemukan orang atau pemimpin yang terbukan bila dikritik atau ditegur orang lain apalagi bila hal itu dilakukan oleh bawahannya. Teguran dan kritik seringkali dianggap sebagai perendahan martabat, kedudukan dan penentangan atas diri.

Hal yang sama seringkali kita katakan kepada orang lain, karena kita pasti tidak suka orang lain membicarakan kekurangan kita di belakang kita. Namun bila kekurangan kita diberitahukan langsung, kita malah seringkali tersinggung. Dari sebab itulah sudah menjadi kebiasaan dalam hidup, banyak orang yang mengambil sikap diam bila melihat kekurangan dalam diri orang lain, terutama atasannya. Kita pasti jengkel karena itu, tetapi kita tidak berani mengatakannya, meskipun apa yang kita katakan benar dan demi kebaikan orang tersebut dan kebaikan bersama. Alasan yang seringkali membuat kita takut atau tidak berani memberitahukan kesalahan seseorang secara langsung adalah karena takut orang itu tersinggung, takut orang itu marah dan sakit hati kepada kita, segan karena orang itu atasan kita atau orang berkuasa atau orang kaya. Kita tahu seseorang itu salah, tapi kita tidak berani memberitahukannya, sehingga daripada kita menanggung resiko, kita mengambil sikap diam, pura-pura tidak tahu, namun dalam hati atau mungkin di belakang kita malah menggerutu atau membicarakannya dengan orang lain. Selain kebiasaan tahuk, segan memberitahukan kepada orang lain hal kesalahannya, ada pula kebiasaan yang kerap terjadi yakni selalu mengkritik orang lain, padahal dia sendiri melakukan hal yang sama dan marah atau tersinggung bila dikritik.

Memang benar bahwa mengkritik atau memberitahukan kebenaran atau memberitahukan secara langsung kepada seseorang bahwa dia salah, bisa jadi akan berdampak negatif kepada kita. Namun kiranya hal itu tidak menjadi alasan bagi kita untuk membiarkannya atau tidak tidak mau tahu akan hal itu. Malahan tindakah memberitahukan secara langsung bukan hanya kewajiban bagi kita orang beriman, tetapi lebih dari itu, itu merupakan suatu panggilan dari Tuhan sendiri. Sebab dalam kitab Yehezkiel dengan jelas dikatakan, “Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.”(Yeh 33:8) Dalam kitab ini Tuhan mengatakan bahwa memang orang bersalah akan mati dalam kesalahannnya, tetapi Tuhan menuntut pertanggungjawaban dari kita akan kematian orang itu bila kita tahu dia berbuat salah tetapi membiarkannya dan tidak menegurnya. Orang beriman justru harus menjadi penjaga umat Allah dalam arti penjaga moral bagi sesama. Maka jelaslah bagi kita, bahwa memberitahukan kesalahan orang secara langsung kepada yang bersangkutan adalah suatu kewajiban yang berasal dari Allah. Namun baiklah kita melakukannya dalam kasih persaudaraan. Di hadapan Allah, baiklah kita memberitahukannya secara langsung, bukan mendiamkannya, pura-pura tidak tahu atau menggerutu atau membicarakannya bersama orang lain di belakang orang tersebut.

Ketika Paus Yohanes Paulus II baru saja dipilih menjadi Paus, ia dinilai oleh para pembantunya yang tradisional bertindak terlalu “liar”, sehingga menjadi bulan-bulanan kritik para pembantu-pembantunya. Pada mulanya ia hanya diam, namun satu kali paus merasakan bahwa anak buahnya sudah terlalu mengatur. Maka ketika akan memimpin suatu upacara besar, seorang minster ceremonialis-nya mengingatkan sang Paus untuk tampil elegan dan berwibawa, dengan tenang Puas Yphanes Paulus II berkata kepadanya, “Saya yang paus ata anda? Dan ingat ini bukan kontes kecantikan, tetapi sebuah upaca!” sejak saat itu pasu tampil lebih relaks dalam berbagai upacara, dan ternyata umat pun lebih senang dengan gayanya yang lebih bersahabat.

Kritik dan teguran memang tidak pernah terasa enak, bahkan kadang terasa memalukan. Namun bisa kita bayangkan kalau hidup tidak ada tanpa teguran atau kritik. Bila kita tidak pernah ditegur atau dikritik orang, kita tidak tahu apakah kita salah atau tidak dan mungkin pasti kita tidak berubah ke arah yang lebih baik. Bila orang tidak mengkritik atau menegur kita padahal kita salah, itu berarti bisa jadi orang tidak peduli dengan kita dan hidup kita atau kita adalah orang pemarah sehingga orang tidak mau mengkritik atau menegur kita. Bila hal ini terjadi, tentu akan merugikan hidup kita sendiri.

Namun hendaknya kritik dan teguran kepada sesama yang bersalah tetap dilakukan dengan penuh persaudaraan dan cinta kasih, bukan karena rasa benci atau untuk mempermalukan. Hal ini juga dinyatakan Yesus dalam injil hari ini kita dengarkan. Mengkritik dan menegur langsung orang yang bersalah sebagai ungkapan cinta kasih kita kepada sesama karena kita juga menghendaki orang lain itu bahagia dan beroleh keselamatan dari Allah. Teguran atau kritik yang dimaksudkan kita kenal dengan istilah corectio fraterna, mengoreksi dalam persaudaan dan sebagai saudara. Mungkin nasihat kita tidka didengarkan atau malah kita benci, janganlah kiranya balik membenci mereka atau malah menjadikan kita putus asa, sakit hati dan akhirnya mendiamkan mereka. Tetapi hendkanya kita membawa mereka dalam doa sehingga Allah pada akhirnya mengubah sesama.

Maka para Saudaraku, Tuhan memanggil kita menjadi pejaga moral umat, kita dipanggil Allah untuk ikut membawa sesama kepada keselamatan. Semoga kita berani mengatakan yang baik dan benar kepada sesama kita karena dengan demikian, kita menyelamatkan nyawa sesama kita dan nyawa kita sendiri. Amin.

BACAAN HARI MINGGU BIASA PEKAN XXIII MINGGU 4 September 2011

BACAAN HARI MINGGU BIASA PEKAN XXIII
MINGGU 4 September 2011
Yeh 33:7-9, Mzm 95:1-2,6-7,8-9, Rm 13:8-10, Mat 18:15-20

BACAAN I: Yeh 33:7-9

“Jika engkau tidak memperingatkan si jahat, Aku akan menuntut pertanggungjawaban atas darahnya daripadamu.”

Tuhan bersanda demikian, “Hai anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku. Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! ?dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu.”

MAZMUR TANGGAPAN : Mzm 95:1-2,6-7,8-9

Reff.: Hari ini dengarkanlah suara Tuhan dan jangan bertegar hati.

1. Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita.
Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.

2. Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.
Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!

3. anganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun,
pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.

BACAAN II: Rm 13:8-10

“Cinta kasih itu kesempurnaan hukum.”

Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

BACAAN INJIL: Mat 18:15-20

“Jika Saudaramu mendengarkan nasihatmu, maka engkau telah mendapatkannya kembali.”

"Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXII, Sabtu 3 September 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXII, Sabtu 3 September 2011
Gregorius Agung
Kol 1:21-23, Mzm 54:3-4,6,8, Luk 6:1-5

BACAAN INJIL:
Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya. Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?" Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?" Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

RENUNGAN:
“Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”
Kata-kata Yesus ini seakan pembelaan diri yang membenarkan perbuatan para murid yang memetik gandum dari ‘ladang orang lain’ saat mereka lewat dan itu terjadi pada hari Sabat pula. Orang Farisi saat melihat hal ini, menegur dengan megatakan mengapa mereka melakukannya pada hari Sabat. Kita tidak tahu pasti perbuatan apa yang mereka maksudkan. Mungkin yang dimaksudkan adalah memetik gandum orang lain pada hari Sabat. Ini dianggap suatu perbuatan yang dilarang pada hari Sabat. Yah jelas memetik gandum orang lain dan memakannya tentu tidak baik, baik itu dilakukan pada hari biasa atau pada hari Sabat.

Mendengar itu Yesus menjawab dengan mengungkapkan apa yang dilakukan oleh Daud dan pada akhir kata-kata-Nya Yesus mengatakan bahwa “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” Jawaban Yesus seakan membenarkan perbuatan tidak baik yang dilakukan para murid. Namun bukan itu yang dimaksudkan oleh Yesus. Tetapi lewat teguran orang Farisi, Yesus pergunakan sebagai kesempatan untuk menegur orang Farisi yang bersikap munafik, mereka banyak membuat hukum dan taat pada hukum yang mereka buat, tetapi tidak berlaku cintakasih kepada sesama. Mereka lebih mengutamakan hukum daripada cintakasih kepada Allah yang nyata bagi sesama.

Selain itu mereka taat pada hukum, rajin menjalankan ibadah, tetapi hati mereka penuh dengan kebusukan dan mereka tidak menerima dan percaya bahwa Mesias telah hadir dalam Yesus. Mereka tidak mengenal dan menerima Yesus adalah Mesias. Mereka menganggap bahwa dengan taat pada hukum, itu sudah cukup untuk diselamatkan. Mereka merasa hidupnya baik dan suci sehingga mereka dengan mudah menuduh orang melanggar aturan terutama bila tidak seperti yang mereka lakukan.

Hal yang demikian kerap terjadi dalam diri kita. Banyak orang menganggap bahwa dengan taat pada aturan itu sudah cukup untuk diselamatkan. Tidak jarang pula orang taat pada aturan, merasa diri baik tetapi mereka melupakan cinta kasih kepada sesama. Kadang juga kita mengatakan diri beriman kepada Allah, tetapi dalam kenyataan hidup, Yesus bukanlah kita anggap sebagai yang paling berharga, di atas segala-galanya. Kita kerap jatuh pada kesombongan rohani, menganggap diri sudah baik karena taat pada aturan sehingga dengan mudah mengkritik dan menilai orang lain bila tidak taat pada aturan atau tidak melakukan seperti yang kita lakukan.

Oleh karena itu, baiklah kita merenungkan bahwa dalam beriman kita baik bila taat pada aturan, tetapi janganlah melupakan cinta kasih kepada sesama kita. Iman kepada Yesus juga harus nyata dalam sikap hidup baha Yesus melebihi segala sesuatu. Kita juga harus waspada jangan sampai jatuh kepada kesombongan rohani, maka kita harus selalu dengan rendah hati. Baiklah kita menjadi pelaku kebaikan, bukan sebagai pengkritik dan penilai orang lain. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXII, Jumat 2 September 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXII, Jumat 2 September 2011
Ludovikus Yosef Francois, Yohanes Gruyer & Petrus Renatus Rogue, Yohanes Fransiskus Burte,Severinus Girault, Apolinaris Morel
Kol 1:15-20, Mzm 100:2,3,4,5, Luk 5:33-39

BACAAN INJIL:
Orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum." Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa." Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: "Tidak seorangpun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu. Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik."

RENGUNAN:

Berpuasa pada zaman ini sudah sering dilakukan. Banyak bentuk puasa yang dilakukan oleh banyak orang. Ada orang berpuasa karena demi menjaga kesehatan, ada yang berpuasa supaya langsing, ada yang puasa karena pantangan. Tetapi ada pula yang berpuasa demi mengekang diri atas kenikmatan dan semakin mendekatkan diri dengan Tuhan. Nilai puasa yang kita lakukan bukan dilihat seberapa berat puasa yang kita lakukan, tetapi apakah puasa itu semakin membuat kita hidup lebih baik dan apakah hidup kita semakin dengan kepada Tuhan atau tidak.
Orang-orang Farisi melakukan puasa, tetapi hanya untuk dilihat orang dan tidak membuat hidup mereka semakin lebih baik dan dekat dengan Allah. Buktinya, mereka puasa, tetapi mereka malah tidak mengenal Mesias yang ada di depan mereka yakni Yesus sendiri.

Hidup orang beriman adalah hidup baru yang telah diperbaharui oleh Yesus sendiri berkat baptisan yang diterima. Namun kerap kali kita masih hidup dengan manusia lama kita, yakni hidup yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Kita sering mendengarkan Sabda Allah, tetapi sabda yang kita dengarkan itu berdiam dalam manusia lama kita. Hidup baru berarti kita harus merubah pola pikir, pola hidup sesuai dengan kehendak Allah, bukan lagi seperti kehendak kita sendiri. Demikian halnya dalam puasa, bila kita sungguh-sungguh melakukan puasa, hendaknya puasa itu membuat kita hidup lebih baik, di mana kita tidak lagi mementingkan diri sendiri, tidak lagi mementingkan kenikmatan sendiri, tetapi mampu mengekang diri. Puasa itupun hendaknya membuat kita semakind mengenal dan dekat pada Yesus. Dan pada akhirnya puasa itu berbuah pada sikap hidup yang peduli dan rela berkorban dalam mengasihi sesama. Maka mari kita mengikuti Yesus dengan senantiasa hidup dalam manusia baru. Amin.

KWI sampaikan Selamat Idul Fitri

KWI sampaikan Selamat Idul Fitri

Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komisi HAK KWI) menyampaikan selamat Idul Fitri kepada Umat Islam.

Idul Fitri, antara lain, memberi makna yang mendalam, yaitu memperbaiki hubungan antarsesama yang makin tidak harmonis akibat materialisme dan hedonisme.

“Mengacu pada surat Kepausan dari Vatikan, Komisi HAK KWI menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada Umat Islam,” kata Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI Romo Antonius Benny Susetyo Pr di Jakarta, pada 30 Agustus kepada Kompas.

Tema surat Vatikan, lanjut Romo Benny, terkait dengan kondisi umat manusia yang semakin tidak harmonis dan terasing akibat keserakahan, materialisme, dan hedonisme.

“Individu dan sesama manusia semakin lupa diri dan terasing dengan kondisi sosial karena keserakahan,” kata imam itu.

Idul Fitri, menurut Romo Benny, memberi makna perbaikan jati diri manusia yang lebih baik dan lebih dekat dengan Sang Pencipta sehingga hubungan antarsesama yang lebih baik dan harmonis diharapkan dapat tercipta.

Disadur dari :www.cathnewsindonesia.com

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXII, Kamis 1 September 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXII, Kamis 1 September 2011
Maria Margareta Redi
Kol 1:9-14, Mzm 98:2-3ab,3cd-4,5-6, Luk 5:1-11

BACAAN INJIL:
Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia." Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

RENUNGAN:
"Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." (Duc in altum.)

Petrus dan yang lain adalah para nelayan yang sudah biasa menangkap ikan. Mereka sudah tahu di mana tempat banyak ikan. Namun ternyata sepanjang malam mereka mencari ikan di tempat yang sudah biasa mereka lakukan, mereka tidak mendapatkan ikan seekorpun. Saat itu Yesus menyuruh mereka mertolak ke tempat yang lebih dalam dan menebarkan jala di situ, dan Yesus mengatkan bahwa mereka akan mendapatkan ikan. Memang benar, setelah mereka bertolak ke tempat yang lebih dalam dan menebarkan jala di situ, mereka akhirnya mendapatkan ikan yang sangat banyak.

Ini adalah peristiwa luar biasa bagi para murid, sebab Yesus bukan nelayan tetapi tahu tempat di mana mereka bisa mendapatkan banyak ikan. Namun Petrus tahu bahwa mereka mendapatkan ikan yang banyak bukan karena di tempat itu banyak ikan, tetapi karena Yesus sendiri yang menyuruh mereka dan mereka mengikuti perkataan Yesus. Petrus sadar bahwa orang yang mengatakan hal itu kepada mereka yakni Yesus adalah orang yang punya kuasa besar orang yang kudus. Oleh karena itu Petrus mengatakan, "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." Dengan demikian nyatalah bagi kita, bila kita mau percaya dan mengikuti kata-kata Yesus, kita tidak akan pernah menyesal, tetapi kita akan mendapatkan kebahagiaan yang berlimpah. Sebab Yesus akan selalu memberikan yang terbaik bagi kita. Juga jelasha bahwa hidup tanpa Yesus, kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Tetapi hidup bersama Yesus, hidup kita akan bermakna dan bahagia.

Juga kita renungkan apa yang dikatakan oleh Yesus, bertolak ke tempat yang lebih dalam. Petrus dan yang lain sudah pengalaman dan hapal tempat di mana ikan banyak. Jadi mereka menangkap ikan di tempat yang sudah mereka hapal dan di tempat yang biasa. Mereka tidak mencoba di tempat lain. Ini kiranya menjadi gambaran bahwa kitapun sering melakukan sesuatu karena sudah menjadi rutinitas. Kita juga seringkali melakukan sesuatu karena sudah biasa kita lakukan, sulit rasanya kita berubah untuk mencoba hal yang baru, karena takut gagal. Demikian juga dalam hidup beriman, kita menjalani hidup iman kita karena sudah biasa kita lakukan atau sebagai rutinitas. Kita juga beriman biasa-biasa aja, tidak berani semakin dalam mengetahui dan mendalami iman kita. Hari ini Yesus meminta kita untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam. Artinya bisa berarti kita harus berani mencoba semakin dalam mendalami iman kita dan semakin dalam akan penghayatan iman kita. Kalau selama ini iman kita hanya biasa-biasa saja dan kita melakukan hal-hal yang biasa kita lakukan atau dilakukan banyak orang, misalnya hanya sekedar rajin ke Gereja pada hari minggu, rajin doa lingkungan, tetapi hari ini Yesus meminta kita untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam lagi. Kita tidak usah takut melakukannya, karena Yesus selalu menyertai kita. Maka mari kita bertolak ke tempat yang lebih dalam dan di sana kita tebarkan jala iman kita. Amin.

Berbagi Berita: Lebih dari 40 ribu Napi dapat remisi Idul Fitri

Lebih dari 40 ribu Napi dapat remisi Idul Fitri

Sebanyak 44.423 narapidana (Napi) di seluruh Indonesia akan mendapat remisi khusus menyambut Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriah.

Juru Bicara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Akbar Hadi mengatakan, pengurangan masa hukuman itu akan diberikan oleh masing-masing kepala lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.

“Remisi akan diberikan persis pada hari H setelah pelaksanaan shalat Idul Fitri,” kata Akbar seperti dikutip tempointeraktif.com pada 28 Agustus.

Menurut data Ditjen Pemasyarakatan, saat ini di seluruh Indonesia terdapat 51.624 tahanan dan 85.755 Napi.

Dari total jumlah napi itu, 1.229 dinyatakan langsung bebas saat perayaan Idul Fitri nanti. Sisanya, 43.423 Napi, masih harus menjalani sisa masa tahanan setelah mendapatkan potongan masa tahanan.

Menurut Akbar, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar seorang Napi bisa mendapatkan remisi khusus Hari Raya Idul Fitri.

Adapun persyaratan, seperti status Napi sudah diputuskan oleh hakim, sudah menjalani minimal enam bulan masa tahanan, telah mengikuti program pembinaan, serta tidak tercatat melakukan tindakan yang melawan hukum selama berada di tahanan.

Selain itu Ditjen Pemasyarakatan juga memberikan masa remisi yang bervariasi kepada tahanan. Masa remisi yang diberikan minimal 15 hari hingga 2 bulan. Napi yang mendapatkan remisi 15 hari tercatat 14.612 Napi. Remisi 1 bulan diberikan kepada 25.288 Napi, remisi 1 bulan 15 hari pada 3.848 Napi, dan potongan 2 bulan diberikan kepada 904 Napi.

FOTO: Barbed Wire oleh McMollie
www.cathnewsindonesia.com

Surat Selamat Lebaran dari Vatikan

Surat Selamat Lebaran dari Vatikan

(Malang 20/8/2011)Dewan Kepausan Gereja Katolik di Vatikan mengirimkan surat ucapan dan pesan yang memberi pernyataan selamat berlebaran kepada kaum Muslim. Surat itu dalam file PDF diedarkan antara lain oleh Sekretaris Konferensi Wali Gereja Indonesia Romo Benny Susetyo Pr, melalui e-mail dan sarana internet lainnya.

"Dewan Kepausan untuk Dialog Antarumat Beragama mengirimkan ucapan selamat yang paling tulus kepada Anda dengan harapan agar segala upaya yang telah dilakukan dengan senang hati selama bulan ini akan menghasilkan buah-buah rohani yang diidam-idamkan," tulis surat itu.

Surat sepanjang empat halaman ditandatangani Direktur Dewan Kepausan untuk Dialog Antarumat Beragama Kardinal Jean-Louis Tauran dengan sekretarisnya Uskup Agung Pier Luigi Celata.

Di antara enam poin isi surat yang mengiringi ucapan Selamat Idul Fitri, ada pernyataan, "Untuk tahun ini, kami berpikir memberikan prioritas kepada topik 'dimensi rohani dari pribadi manusia'. Topik ini berkaitan dengan sebuah kenyataan yang dianggap amat penting oleh umat Kristiani dan umat Muslim, yang sama-sama menghadapi tantangan materialisme dan sekularisasi."

Selanjutnya, diuraikan bahwa umat Kristiani dan umat Muslim, sekalipun berbeda, toh bersama-sama mengakui harkat dan martabat manusia yang diberkahi dengan hak-hak serta kewajiban. Keduanya sepakat bahwa akal budi dan kebebasan adalah sungguh-sungguh anugerah yang harus mendorong umat beriman untuk mengakui nilai-nilai ini yang diberikan karena berbasis di atas kodrat manusia yang sama.

Umat Kristiani dan Muslim terlalu sering menjadi saksi kejahatan terhadap yang sakral, terhadap kecurigaan, di mana mereka yang menyebut dirinya orang beriman justru yang menjadi sasarannya. Kita tidak bisa tidak harus mengakhiri segala bentuk fanatisme dan intimidasi, prasangka-prasangka, dan polemik-polemik, demikian pula diskriminasi yang kadang-kadang menjadikan umat beriman sebagai sasaran, baik di dalam kehidupan sosial dan politik maupun di dalam media massa.

"Secara rohani kami merasa dekat dengan Anda, sahabat-sahabat sekalian, dan seraya memohon kepada Tuhan agar melimpahkan kekuatan rohani yang diperbarui kepada Anda sekalian; kami mengirimkan kepada Anda ucapan selamat untuk perdamaian dan kebahagiaan". (kompas.com)

Disadur dari : www.mirifica.net

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)