Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

Renungan Hari Minggu Adven III: 12 Desember 2010, Thn. A

Renungan Hari Minggu Adven III:
12 Desember 2010, Thn. A

Yes 35:1-6a,10, Mzm 146:7,8-9a,9bc-10, Yak 5:7-10, Mat 11:2-11

“Pembawa Harapan”

BACAAN INJIL:

Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: 5orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku." Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
Demikianlah Injil Tuhan.

HOMILI:

Pengantar

Para saudara yang dikasihi Tuhan. Dalam setiap kesempatan pasti kita pernah mengalami situasi dimana kita menantikan seseorang. Menanti adalah situasi dimana kita seringkali diliputi harapan, kegembiraan, sukacita atau bahkan kecemasan. Ketika kita menanti kedatangan anak atau saudara kita dari jauh, kita pasti menantikannya dengan penuh sukacita dan kegembiraan. Ketika kita menunggu kelahiran seorang bayi di dalam kandungan pasti kita berharap bahwa kelahiranya memberikan kegembiraan untuk keluarga. Hari ini para murid Yoh Pembaptis berharap dengan penuh tanya akan kedatangan sang Mesias Agung yaitu Tuhan Yesus. Hari inipun kita juga diajak untuk bertanya dalam diri kita siapakah yang sedang kita nantikan dalam hati dan pikiran kita saat ini?

Renungan

Menanti adalah aktivitas yang memiliki dan mencerminkan banyak hal dalam diri kita. Ungkapaan lahiriah yang muncul dalam diri kita adalah wujud dari isi dalam pikiran dan hati kita siapa yang sedang kita nanti-nantikan. Beberapa minggu yang lalu kita kedatangan tamu kehormatan dari Amerika yaitu Presiden Barack Obama. Banyak orang berharap dengan penuh sukacita dan rasa ingin tahu siapa dan seperti apa presiden Amerika yang masa kecilnya pernah di Indonesia. Bagi mereka yang kenal dekat waktu kecil mereka pasti berharap bahwa mereka masih diingat oleh sang Presiden. Itulah sedikit bentuk ungkapan dari penantian orang besar seperti Barack Obama.

Menantikan kedatangan orang besar seringkali diliputi oleh banyak pertanyaan dan rasa ingin tahu yang besar. Hari ini Yoh Pembaptis meminta murid-muridnya untuk bertanya pada Yesus , “ Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" (ay.3). Yesus tidak menjawab dengan pengakuan yang jelas mengenai siapa seperti yang dipikirkan murid-murid Yoh.Pembantis, tetapi ia mengatakan hal-hal apa saja yang telah ia perbuat. Amat menarik sekali cara menjawab yang digunakan Yesus ini. Secara sederhana ia tidak bermaksud menyatakan diri pada murid-murid Yoh.Pembaptis siapa ia sebenarnya tetapi ia menyerahkan semua keputusan dan penilaian tentang dirinya pada mereka sendiri.

Jawaban yang diberikan Yesus hari ini juga ditujukan pada kita semua yang sampai saat ini mengaku diri sebagai pengikutnya. Kita semua parcaya bahwa kita mengikuti dia sebagai Juru Selamat yang sejati. Sungguhkah demikian? Dalam hal ini kita diminta menjawab dengan jujur sungguhkah Yesus yang kita nantikan dalam hidup kita? Jika dalam pikiran kita Yesus yang kita nantikan adalah Yesus yang membuat orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, mari kita juga melakukan hal yang sama! Ukuran bahwa kita sungguh-sungguh meyakini bahwa Yesus adalah pribadi yang kita nantikan adalah bahwa kita juga tergerak untuk melakukan hal yang sama. Membantu orang lain yang “buta” menjadi melihat, mensyukuri bahwa mereka mampu melihat Allah. Orang yang “lumpuh” menjadi berjalan karena kita menopang dan mendukung dalam setiap kesulitan yang mereka hadapi. Membantu orang lain “mendengar” karena mereka selama ini tuli. Tuli karena mereka tidak memiliki teman yang mampu membisikkan kalimat dan sabda Allah.

Mari para saudara yang terkasih kita arahkan pikiran dan hari kita pada satu penantian yang sejati yaitu, Yesus sendiri. Mari kita juga melakukan hal yang sama seperti yang Yesus perbuat “orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.” Jadilah pemberi harapan pada banyak orang di sekitar kita.

“Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."
( dens 12/12/10)

Bacaan Injil Hari Minggu Adven III: 12 Desember 2010, Thn. A( Bahasa Toba)

Bacaan Injil Hari Minggu Adven III: 12 Desember 2010,
Thn. A( Bahasa Toba)
(Yes 35:1-6a,10, Mzm 146:7,8-9a,9bc-10, Yak 5:7-10, Mat 11:2-11)

“Jala martua do na so targasip di Ahu!

Alai dibege si Johannes na tarhurung i do barita ni angka na binahen ni Kristus i, jadi disuru ma siseanna manungkun Ibana: Ho do na naeng ro i, manang na asing dope sipaimaonnami? Dung i didok Jesus ma mangalusi nasida: Mulak ma hamu, baritahon hamu ma tu si Johannes i angka na binege dohot na niidamuna on: Na gabe marnida do angka na mapitung, na mardalani do angka na lumpuon, na gabe ias do angka na huliton, na marbinege do angka na nengel na mulak mangolu do angka na mate; tu angka na pogos do binoan barita na uli. Jala martua do na so targasip di Ahu! Jadi dung laho nasida, ditaringoti Jesus ma si Johannes tu natorop i: Aha do na naeng idaonmuna, umbahen na laho hamu tu halongonan? Arung na meoleol na niullus ni alogo do? Manang na naeng idaonmuna do sahalak parabit na lamot? Di jabu ni angka na raja do anggo parabit na lamot. Manang na naeng idaonmuna do tahe panurirang? Olo, hudok ma tu hamu: Sumurung do ibana sian panurirang. Ibana do na nidok ni hata on: "Ahu ma marsuru suruanki patujolom, sipature dalanmu di jolomi." Na tutu do na hudok on tu hamu: Ndang adong na hehe sian jolma, na tinubuhon ni parompuan, na umbalga sian si Johannes pandidi; alai halak na ummetmet pe, naung di bagasan harajaon banua ginjang i, umbalga do i sian ibana.

Songon i ma Barita Nauli na dipatolhas tu hita sadari on.

Bacaan Injil Hari Minggu Adven III: 12 Desember 2010, Thn. A( Bahasa Karo)

Bacaan Injil Hari Minggu Adven III: 12 Desember 2010, Thn. A( Bahasa Karo)
Yes 35:1-6a,10, Mzm 146:7,8-9a,9bc-10, Yak 5:7-10, Mat 11:2-11

“Ketuahen kalak adi la tondel ukurna erkiniteken man bangKu!"

Johanes Peridiken si lit i bas penjara megi berita kerna pendahin Kristus. E maka isuruhna piga-piga kalak ajar-ajarna ndahi Jesus. Nungkun ajar-ajarna e man Jesus nina, "Kam kin si ikataken Johanes si enggo ndeher e ntah itimai kami dengan kalak si deban?" Erjabap Jesus man bana, "Dahilah Johanes Peridiken, turiken man bana kerina si ibegindu ras iidahndu genduari enda; kalak pentang erpengidah, si pang-pangen erdalan, si gadamen malem, si pasek erpemegi, si mate nggeluh mulihi janah Berita Si Meriah iberitaken man kalak musil. Ketuahen kalak adi la tondel ukurna erkiniteken man bangKu!" Kenca lawes ajar-ajar Johanes Peridiken, ibenaken Jesus ngerana man kalak si nterem kerna Johanes nina, "Asum idahindu ndube Johanes Peridiken ku taneh si melungun, kai kin si man nehenenndu? Atendu kin ngenehen beski si mole-ole iembus angin? Tentu lang! Kai dage nehenenndu ku je? Sekalak si mejile uisna? Tentu lang, sabap kalak si mejile uisna inganna i bas istana raja nge. Kataken man bangKu, kai nehenenndu ku je? Sekalak nabi? Payo, Kukataken pe man bandu maka si enggo idahndu e lebihen asangken sekalak nabi. Sabap kerna Johanes Peridiken enggo isuratken i bas Pustaka Si Badia, 'Kusuruh persuruhenKu leben asangken Kam,' nina Dibata, 'Ia kap nikapken dalan man bandu.' Ingetlah! Johanes Peridiken kap si mbelinna i bas kerina manusia si enggo pernah nggeluh. Tapi si kitikna i bas Kinirajan Surga belinen asangken Johanes Peridiken.

Bagenda me kata Tuhan.

Para Uskup Tiongkok Buka Pertemuan di Tengah Ketegangan dengan Vatikan

Para Uskup Tiongkok Buka Pertemuan di Tengah Ketegangan
dengan Vatikan

Ketegangan baru dengan Vatikan dipicu oleh pengangkatan seorang uskup yang tidak mendapat persetujuan dari Paus.

Paus Benediktus XVI terpilihnya seorang Uskup di Tiongkok.

Para uskup di Tiongkok telah membuka sebuah pertemuan untuk memilih pimpinan gereja Katolik yang didukung pemerintah, di tengah-tengah ketegangan baru dengan Vatikan karena pengangkatan seorang uskup yang tidak mendapat persetujuan Paus.

Para uskup itu hari Selasa berkumpul di Beijing untuk memilih pimpinan baru Asosiasi Katolik Patriotik Tiongkok dan Dewan Keuskupan Tiongkok. Pertemuan mereka diperkirakan berlangsung selama beberapa hari.

Hubungan Tiongkok-Vatikan bulan lalu sudah tegang akibat pengangkatan pendeta Joseph Guo Jincai. Vatikan memperingatkan pendeta Jincai bahwa ia menghadapi resiko dikucilkan karena diangkat oleh pejabat Katolik Tiongkok tanpa persetujuan Paus.

Pejabat Vatikan juga menuduh pihak berwenang Tiongkok menekan para uskup untuk ikut dalam upacara pengangkatan itu, yang kata Vatikan melanggar “kebebasan beragama dan hati nurani serta menghina Paus.

Tiongkok menolak keberatan Vatikan itu, mengatakan tuduhan apapun termasuk campur tangan dalam pengangkatan uskup itu merupakan pembatasan kebebasan beragama dan toleransi.

Disadur dari :http://www.voanews.com/indonesian/news/

Bacaan Injil Hari Minggu Adven III: 12 Desember 2010, Thn. A( Bahasa Indonesia)

Bacaan Injil Hari Minggu Adven III: 12 Desember 2010,
Thn. A( Bahasa Indonesia)

Yes 35:1-6a,10, Mzm 146:7,8-9a,9bc-10, Yak 5:7-10, Mat 11:2-11

"Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."

Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: 5orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku." Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan : Sabtu 11 Nopember 2010

Renungan : Sabtu 11 Nopember 2010
Sir 48:1-4,9-11, Mzm 80:2ac,3b,15-16,18-19, Mat 17:10-13
(SP. Maria dr. Guadalupe, St. Damasus I)

"Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka."

BACAAN INJIL:
Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?" Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka." Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

PERMENUNGAN:

Nabi Elia merupakan nabi besar dalam Perjanjian Lama yang sangat dihormati. Elia diutus oleh Allah untuk menyerukan pertobatan, agar bangsa Israel kembali kepada Allah karena mereka sudah menjauh dari Allah dan malah menyembah dewa-dewa baal. Juga dia berani melawan para nabi baal. Nabi Elia sebagaimana diceritakan dalam 2Raja 2:1-25, tidak mati tetapi terangkat ke sorga dengan menaiki datanglah kereta berapi dengan kuda berapi. Olehkarena itulah diyakini bahwa Elia akan datang kembali.

Sama seperti Elia, Yohanes Pemandi juga tampil menyerukan pertobatan dalam menyambut kedatangan Sang Mesias dan kehadiran Kerajaan Allah. Seperti Elia, Yohanespun tampil dengan penuh keberanian menegur, mengkritik dan menyerukan pertobatan. Dia juga seperti Elia menjadi nabi yang sungguh hidup dalam kesederhanaan, ‘memisahkan’ diri dari kehidupan dunia pada zamannya. Orang-orang pada zaman itu, mengira bahwa Elia yang naik ke sorga telah hadir kembali dalam diri Yohanes Pembaptis. Mereka berpikiran demikian karena melihat kemiripan peran kenabian dalam diri Yohanes Pembandi. Oleh karena itulah Yesus sungguh memuji Yohanes Pembandi sebagai nabi besar dalam perjanjian Baru.

Namun walaupun demikian, orang-orang yang mendengar pewartaan nabi Elia dan juga Yohanes Pembaptis tetap tidak bertobat, tidak menerima pewartaan para nabi dan bahkan menolak kehadiran para nabi. Berdasarkan pengalaman para nabi inilah, Yesus juga ,menyadari bahwa diri-Nya pun akan mengalami nasib yang sama. Inilah yang diwartakan dalam Injil hari ini. Yesus tahu bahwa Dia pun akan ditolak, dan bahkan akan dianiaya karena tugas mewartakan kerajaan Allah dan juga dalam rangka menyelamatkan manusia.

Masa Adven adalah masa menanti kedatangan Sang Mesias dan kehadiran Kerajaan Allah. Sang Mesias adalah Tuhan sendiri yang datang untuk menyerukan pertobatan dan hendak menyelamatkan kita. Sikap dan tanggapan kita hendaknya menerima Dia dan tawaran keselamatan yang diwartakannya. Bagaimana kita mempersiapkan diri dalam menerima kehadiran Sang Mesias? Dalam hal ini, kita belajar dari hidup nabi Elia dan juga nabi Yohanes Pemandi. Mereka adalah nabi besar yang menerima kehadiran Tuhan dalam diri mereka. Mereka sungguh-sungguh tinggal dalam Allah dan Allah dalam mereka. Persatuan dan kehadiran Tuhan dalam diri mereka mereka ungkapkan dalam hidup yang semata-mata untuk kemuliaan Tuhan, mereka ‘melepaskan’ diri dari kehidupan dunia atau mereka ‘keluar’dari kehidupan dunia yakni dengan hidup dalam kesederhanaan. Selain itu juga, mereka sungguh hidup hanya untuk membawa sukacita, menghadirkan Kerajaan Allah bagi orang lain, membawa berkat bagi orang lain.

Hal yang demikianlah kiranya dapat kita teladani dan kita laksanakan dalam masa Adven ini. Dalam masa Adven Gereja mengajak kita mengupayakan hidup sederhana, berbagi berkat dan sukacita dengan orang-orang yang lebih menderita dari kita. Hal ini kita ungkapkan dengan berusaha hidup sederhana, mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang sifatnya kesenangan kita dan ini kita kumpulkan sebagai aksi Natal kita. Aksi Natal hanya merupakan salah satu cari Gereja untuk mendidik kita agar kita hidup sederhana dan dalam kesederhanaan itu, kita juga merbagi berkat dengan sesama yang berkekurangan. Dengan aksi Natal yang berupakan buah dari pertobatan dan upaya hidup sederhana, kita menghadirkan kerajaan Allah bagi diri kita yang mana kita tidak lagi terikat dengan hidup dunia atau keinginan daging, tetapi hidup untuk dan dalam Allah. Dengan hidup yang demikian juga, kita menghadirkan Kerajaan Allah bagi sesama kita yang berkurangan. Dengan demikian, masa Adven sungguh menjadi persiapan bagi kita dalam menyambut kehadiran Sang Mesias dan Kerajaan Allah, bagi diri kita dan juga bagi sesama kita.

REFLEKSI PRIBADI:

1. Apakah kita sungguh-sungguh menjalani masa Adven sebagai persiapan kita menerima kehadiran Sang Mesias? Atau kita lalui begitu saja tanpa berbuat apa-apa?

2. Berusahalah untuk lebih banyak berbuat baik kepada sesama pada masa Adven ini.

Mempersiapkan Kedatangan Tuhan

Mempersiapkan Kedatangan Tuhan

Pada awal masa Adven gereja Katolik menghantar kita putera-puterinya untuk memasuki masa adven. Adven adalah kata bahasa latin yang berarti kedatangan. Masa adven dimaksudkan sebagai masa persiapan untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus.

Masa adven ini mempunyai dua makna yang sama pentingnya bagi putera-puteri Gereja, yaitu:
Pertama: Secara liturgis. Pada masa adven ini kita mempersiapkan perayaan kelahiran Tuhan Yesus Kristus yang akan kita rayakan pada hari raya Natal nanti. Kelahiran Tuhan Yesus Kristus perlu kita persiapkan dengan dengan sebaik mungkin agar pada saat kita merayakan hari raya Natal kita semua mampu menyambut kedatangan Tuhan Yesus dengan penuh kegembiraan. Kelihatannya hal ini sederhana saja, tetapi senyatanya tanpa persiapan yang memadai untuk setiap pribadi, hari raya Natal kurang mampu memberi pesan secara mendalam kepada pribadi-pribadi yang merayakan hari raya Natal sehingga hari raya Natal hanya akan berlalu sebagai perayaan liturgis saja dan kurang bermakna bagi pribadi-pribadi yang merayakan Natal.

Kedua: Secara batin. Secara batin masa adven juga mengingatkan semua putera-puteri Gereja akan kebenaran iman Katolik yang setiap kali diungkapkan dalam doa Aku Percayadan dalam Anamneses setiap kali kita merayakan ekaristi pada hari minggu. Kebenaran iman itu adalah: bahwa Tuhan Yesus sungguh akan datang kembali pada akhir jaman dalam kedatangan-Nya yang kedua. Kedatangan kedua Tuhan Yesus ke dunia ini juga perlu dipersiapkan dengan baik. Sebab tanpa persiapan yang baik oleh masing-masing pribadi, kedatangan kedua Tuhan Yesus ini akan menjadi saat yang menakutkan, sedangkan bila orang mempersiapkan dengan baik maka kedatanagan kedua Tuhan Yesus ini akan menjadi sebuah saat penuh kegembiraan yang dinanti-nantikan. Oleh karena itu sekali lagi kita perlu mempersiapkan diri utuk peristiwa itu.

Dari uraian tentang makna masa adven tersebut di atas, kita memahami dengan bak bahwa keduanya perlu dipersipkan dengan sebaik mungkin. Syukur kepada Allah pewartaan Injil hari ini mengungkapkan secara jelas kepada kita tentang persiapan-persiapan yang perlu kita lakukan. Di tegaskan dalam Injil hari ini bahwa selama masa adven ini kita perlu mempersiapkan diri dengan menjaga diri kita supaya hati kita tidak sarat dengan pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi. Apa maksudnya? Maksudnya adalah: Injil hari ini mengingatkan kita semua akan pentingnya bagi setiap orang untuk tidak terhanyut dalam arus kehidupan jaman ini.

Kita semua memang hidup di dalam dunia, namun kita tidak berasal dari dunia ini, dan dunia ini juga bukan tujuan hidup kita. Tak jarang kesibukan dan tuntutan-tuntutan kehidupan di dunia membuat manusia menjadi pribadi-pribadi yang terlalu sibuk dengan kesibukan duniawi sehingga kerap manusia terhanyut dalam arus kehidupan dunia dan lantas melupakan pentingnya menyiapkan sebuah ruang dalam hidupnya untuk Tuhan yang akan datang. Sikap manusia yang lalai menyiapkan ruang dalam hatinya untuk Tuhan yang akan datang (baik secara liturgis dalam hari raya Natal maupun kelak pada kedatangan-Nya yang kedua) hanya akan membuat manusia terombang-ambing oleh gelombang samudera kehidupan dunia.

(Fr. Aris O.Carm, Tigalingga 1 Desember 2010)

Arti Natal Bagiku

Arti Natal Bagiku

Bulan Desember, bulan yang dinanti-nantikan semua orang Kristen, kenapa? Tentu alasannya karena sebentar lagi kita akan menyongsong hari Natal, hari peringatan kelahiran Tuhan kita, Yesus Kristus. Natal memang sudah menjadi peristiwa tahunan yang selalu dirayakan setiap menjelang akhir tahun, di mana orang-orang mulai mempersiapkan diri, ada yang mulai merencanakan ingin berlibur ke mana, atau ada yang sudah merencanakan untuk membeli barang-barang pernik-pernik Natal, atau bahkan ada yang sudah mulai Christmas shopping. Memang beragam cara orang-orang merayakan Natal.

Namun, 1 hal yang terkadang terbesit di pikiran saya. Apa sih, sebenarnya makna dari Natal itu? Apakah Natal harus selalu disambut dengan semua yang wah, semua yang baru, semua yang penuh gegap gempita dan semua yang meriah?

Pernah suatu kali saya bersama teman-teman di lingkungan gereja kami di JKT, kami mengadakan aksi Natal dengan berkunjung ke salah satu panti asuhan. Awalnya saya merasa bosan, kok Natalan bersama orang-orang lain yang saya gak kenal, rasanya kok,… tidak nyaman. Namun semuanya berubah ketika kami sampai di panti tersebut. Kami disambut dengan keramahan orang-orang di sana, dan melihat kondisi pantinya yang sudah agak tua, seketika itu juga, mata saya seperti terbuka. Saya seperti merasa ditegur oleh yang Di Atas. Selama ini saya selalu merayakan Natal, namun saya seperti kurang mendapat makna dari Natal itu sendiri. Namun, ketika berada di panti tersebut, melihat kegembiraan orang-orang yang tinggal di sana, melihat keceriaan mereka menyambut kedatangan kami dan melihat begitu senangnya mereka menerima tanda mata dari lingkungan kami, saat itu saya merasa, aah.. ini Natal. Inilah makna Natal yang sebenarnya yang selama ini tidak pernah saya alami.

Ya, Natal adalah peristiwa kasih. Kasih yang sudah diberikan Allah Bapa untuk kita, 2000 tahun yang lalu dengan kelahiran Putra-Nya sendiri, Yesus Kristus. Natal merupakan manifestasi cinta kasih yang harus kita syukuri. Dengan berbagi damai dan kasih kepada orang-orang di sekitar kita, saat itu lah makna Natal bisa terasa di hati setiap orang yang kita temui.

Berbagi damai, berbagi kasih, bisa kita mulai dari hal yang sederhana, seperti di tengah keluarga kita, atau dengan teman-teman kita, atau boleh dengan setiap orang yang kita temui, di manapun kita berada. Semoga dengan berbagi damai dan kasih, kita bisa terus mengobarkan semangat Natal di hati orang-orang dan di hati kita masing-masing.

Selamat Natal. Tuhan berkati.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)