Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

RENUNGAN HARIAN: Selasa 7 Agustus 2012

RENUNGAN HARIAN: 
Selasa 7 Agustus 2012 
(Sistus II, Kayetanus, Albertus dr Trapani, Agatangelus dan Kasianus) 
Yer 30:1-2,12-15,18-22, Mzm 102:16-18,19-21,29,22-23, Mat 14:22-36 

BACAAN INJIL: 
Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah." Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya. Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh. 

RENUNGAN: 
Yesus selalu menyertai hidup kita dan selalu datang untuk menolong kita. Kita tidak tahu mengapa Yesus memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Namun yang kita ketahui bahwa peristiwa ini terjadi setelah Yesus memberi makan lima ribu orang dengan mempergandakan lima roti dan dua ekor ikan. Dalam peristiwa itu, para murid sudah menyaksinakan secara langsung bagaimana kuasa Yesus yang adalah Tuhan. Tentu selain itu para murid juga pasti sudah melihat langsung bahwa Yesus mengadakan mukijzat lain. Namun pada kenyataannya, ketika perahu mereka terombang ambing oleh ombak dan Yesus hadir dengan berjalan di atas air, mereka tidak mengenali Yesus, malah mengatakan bahwa Yesus yang hadir adalah hantu. 

Dalam ketakutan itu Yesus memberitahukan siapa diri-Nya, dengan berkata, "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Namun para murid belum yakin akan kehadiran Yesus. Petrus malah berkata "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." Yesus menyanggupi permintaan Petrus dengan mengundang Petrus untuk berjalan di atas air. Petrus bimbang dan mulai tenggelam, namun pada saat itu pulalah Yesus mengulurkan tangan untuk menolong Petrus. 

Hidup kita seringkali diibaratkan dengan perahu yang sedang mengarungi laut luas. Dalam pengarungan itu, perahu kehidupan kita pasti seringkali mengalami gelompak ombak yang dasyat. Pada saat semikian iman kita pasti goyah dan tidak bisa menangkap kehadiran Tuhan. Malahan mungkin kita berpikir bahwa Tuhan meninggalkan dan membiarkan kita seorang diri mengarungi kehidupan yang sulit. 

Kita yang sudah mengatakan diri percaya pada Yesus, tetapi tidak dapat menangkap kehadiran Yesus dalam hidup terutama dalam kesulitan hidup. Namun pengalaman para murid hari ini menjadi pengalaman kita juga. Lewat pengalaman para murid kita diyakinkan bahwa Yesus tidak pernah meninggalkan kita, Dia selalu hadir dan mengulurkan tangan untuk menolong kita. 

Memang perahu kehidupan kita pasti akan mengalami gelombang besar yang membuat kita khawatir dan takut, namun kita harus tetap yakin bahwa Tuhan Yesus selalu bersama kita, Dia tidak akan pernah membiarkan kita tenggelam dihempaskan oleh ombak kehidupan. Yesus mengundang kita untuk hidup dalam iman. Iman itu kita ungkapkan dengan mempercayakan seluruh suka duka kita kepada Tuhan. Tuhan pasti selalu hadir dalam hidup kita, dan Dia akan mengulurkan tangan untuk menolong kita. Amin.

RENUNGAN HARIAN: SENIN 6 Agustus 2012 (Pesta Yesus menampakkan Kemuliaan-Nya)

RENUNGAN HARIAN: 
SENIN 6 Agustus 2012 
(Pesta Yesus menampakkan Kemuliaan-Nya) 
Dan 7:9-10,13-14, atau 2Ptr 1:16-19, Mzm 97:1-2,5-6,9, Mrk 9:2-10 

BACAAN INJIL: 
Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu. Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus. Kata Petrus kepada Yesus: "Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan. Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia." Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorangpun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri. Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorangpun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati. Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan "bangkit dari antara orang mati." 

RENUNGAN: 
Kata Petrus kepada Yesus: "Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Petrus begitu bangga dan bahagia melihat peristiwa yg terjadi yakni di hadapan mereka Yesus berubah rupa dan sedang berbincang-bincang dengan nabi besar Perjanjian Lama yakni Elia dan Musa. Petrus merasa bangga karena Yesus sama seperti nabi besar PL dan kelak merekapun akan bertemu dengan para kudus di surga. 

Namun tiba-tiba awan yang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia." Yesus bukan nabi, tetapi melebihi para nabi PL sebab Dia adalah Anak Allah dan Dialah jaminan hidup bahagia dan hidup kekal. Tidak ada jalan lain untuk beroleh kehidupan kekal, selain menerima Yesus Anak Allah dan mendengarkan Dia. 

Mungkin kita punya pengalaman bangga menjadi murid Yesus, sebab Yesus adalah Tuhan, bukan manusia biasa dan bukan nabi. Juga kita mungkin kita punya pengalaman bahagia, merasa damai ketika kita berada dalam Gereja saat berdoa, saat mengadakan ziarah rohani di tempat ziarah. Namun kiranya beriman, tidak cukup hanya rasa bangga bahwa Yesus adalah Anak Allah dan bahwa kelak kita beroleh hidup kekal. Namun iman itu haruslah terungkap dalam hidup yang senantiasa mendengarkan Yesus. Mendengarkan Yesus berarti kita mengikuti teladan hidup-Nya dan melaksanakan sabda-Nya. Hanya dengan mendengarkan Yesus, kita akan beroleh hidup bahagia yang kekal. Amin.

RENUNGAN HARI MINGGU BIASA KE XVIII : MINGGU 5 Agustus 2012

RENUNGAN HARI MINGGU BIASA KE XVIII : 
MINGGU 5 Agustus 2012 
Kel 16:2-4,12-15, Mzm 78:3,4bc,23-24,25,54, Ef 4:17,20-24, Yoh 6:24-35 

BACAAN INJIL : Yoh 6:24-35 
“Barang siapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barang siapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” 

Di seberang Danau Galilea, ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?" Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah." Maka kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga." Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia." Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. 

RENUNGAN: 

Yesus Tuhan adalah jaminan hidup kekal. Dalam satu film dikisahkan ada satu kawanan perampok yang terdiri atas anak muda dan dari antaranya ada juga wanita. Kelompok ini merampok Bank dan juga tidak segan-segan membunuh orang yang menghalangi aksi mereka. Mereka merampok bukan karena kemiskinan atau bukan karena tekanan ekonomi dan butuh uang. Mereka merampok hanya sebagai kesenangan dan pelampiasan kekesalan hati mereka, sebab mereka ternyata berasal dari keluarga yang kaya raya, anak pengusaha besar dan anak pejabat. 

Pada akhir cerita dikatakan bahwa saat merampok Bank, polisi yang sudah mengetahui asal-usul mereka, sengaja memanggil orang tua para perampok untuk datang ke Bank yang sedang dirampok, namun tidak memberitahukan bahwa anak-anak mereka sedang merampok Bank tersebut. Para orang tua itu begitu heran ketika mengetahui bahwa anak-anak mereka menjadi perampok dan penjahat, sebab mereka sudah mencukupi semua kebutuhan anak-anak mereka, yakni harta yang berlimpah, dan apapun yang mereka perlukan. Para orang tua itu berpikir bahwa harta yang berlimpah sudah cukup untuk anak-anak mereka. Ternyata semuanya itu keliru. 

Dalam film tersebut anak-anak muda itu mengatakan bahwa yang lebih mereka butuhkan bukan harta, tetapi kehadiran orang tua mereka di rumah, kasih dan perhatian orang tua mereka. Mereka tidak mendapatkan itu karena orang tua mereka sibuk dengan pekerjaan, sibuk dengan aktivitas di luar, sehingga melupakan anak-anak mereka. 

Orang memang seringkali berpikir bahwa harta kekayaan berlimpah, kekuasaan dan pangkat adalah yang paling utama dalam hidup ini. Semuanya dianggap bisa menjadi jaminan hidup bahagia. Oleh karena pemikiran yang demikian, orang hanya sibuk mencari hal-hal duniawi saja, lupa bahwa ada yang lebih penting dari semuanya itu. Dalam bacaan pertama tadi kita mendengarkan bersungut-sungut kepada Tuhan lewat Musa dan Harun karena mereka kekurangan makanan. Mereka mengatakan bahwa mereka lebih baik mati di tanah Mesir karena di sana banyak makanan, daripada keluar dari tanah Mesir di tidak mempunyai makanan dalam perjalanan. Bagi mereka makanan yang lebih utama, tidak melihat bagaimana kasih Allah yang telah membebaskan mereka dari perbudakan Mesir. Mereka tidak percaya bahwa Tuhan yang membebaskan mereka, Tuhan pula pasti akan menyelematkan mereka. Bahkan mereka lebih rela menjadi budak, asal tidak kekurangan makanan. 

Di dalam Injil kita mendengarkan bagaimana orang mencari Yesus. Mereka seakan tidak mau kehilangan sedikitpun dari Yesus. Namun Yesus tahu hati dan pikiran mereka mencari Dia bukan karena telah melihat tanda-tanda dan percaya bahwa Yesus adalah Mesias, namun karena mereka telah mendapatkan makanan dari Yesus lewat pergandaan roti. Mereka itu berpikir bahwa Yesus adalah pemimpin masa depan karena Yesus akan bisa memenuhi kebutuhan mereka dalam hal makanan. Bagi mereka tetap yang lebih penting adalah pemenuhan kebutuhan akan makanan. Oleh sebab itulah Yesus mengatakan “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." 

Kesempatan itu digunakan oleh Yesus untuk mengubah pola pikir mereka dan membukan pikiran mereka bahwa yang terpenting dalam hidup bukanlah makanan atau hal duniawi tetapi makanan rohani yakni roti yang turun dari surga. Roti yang turun dari surga itu membuat orang tidak lapar dan haus lagi, sebab roti itu akan memberi hidup. Orang yang mendengarkan pengajaran Yesus, tetap tidak percaya dan malah meminta tanda dari Yesus. Mereka meminta tanda seperti yang telah dilakukan oleh Musa yang telah memberi nenek moyang mereka manna di padang gurun. Merika meyakini bahwa yang memberi manna kepada nenek moyang mereka di padang gurung adalah Musa, bukan berasal dari Allah. Yesus menjelaskan kepada mereka bahwa manna yang didapatkan oleh nenek moyang mereka ketika di padang gurung bukanlah dari Musa, tetapi Allah sendirilah yang memberikannya. 

Yesus juga menjelaskan bahwa Dia sendirilah tanda yang dari Allah, karena Dia adalah roti hidup yang diberikan Allah bagi hidup dunia. Kesempatan itu digunakan oleh Yesus untuk mengubah pola pikir mereka dan membuka pikiran mereka bahwa yang terpenting dalam hidup bukanlah makanan atau hal duniawi tetapi makanan rohani yakni roti yang turun dari surga. Roti yang turun dari surga itu membuat orang tidak lapar dan haus lagi, sebab roti itu akan memberi hidup. Yesus mengatakan bahwa Dia sendirilah roti hidup itu, sehingga orang yang percaya dan datang kepada-Nya tidak akan lapar dan haus lagi. Sabda Yesus hari ini sungguh menegaskan kepada kita hanya Allah lah yang menjadi jaminan hidup bahagia dan kelak. Allah memberi hidup dan juga menjadi hidup kita. Banyak cara yang dilakukan oleh Allah dalam menjamin hidup kita. 

Memang kita selain mengharapkan berkat Allah, kita juga bekerja keras dan mungkin juga dibantu oleh orang lain. Namun kita harus selalu yakin bahwa Tuhanlah yang membantu dan memberkati kita. Seperti yang dialami oleh nenek moyang bangsa Israel, mereka makan manna bukan Musa yang memberikannya tetapi Tuhanlah yang memberikannya. 

Dalam kehidupan beriman, juga masih banyak orang seperti orang banyak yang mencari Yesus. Orang beriman bukan karena percaya kepada Tuhan, tetapi mungkin saja karena ikut-ikutan atau karena mengharapkan sesuatu atau untuk mendapatkan sesuatu yang duniawi. Orang yang beriman demikian, pada umumnya akan cepat kecewa bila keinginan hatinya tidak terkabulkan. Oleh sebab itu, lewat sabda Yesus hari ini, hendaknya kita percaya kepada Dia karena kita percaya bahwa Dia adalah Tuhan, Dialah jaminan hidup bahagia dan jaminan hidup kekal. Yesus adalah roti hidup yang turun dari surga. 

Oleh karena itu, baiklah kita selalu datang kepada-Nya, percaya kepada-Nya, maka kita akan dipuaskan dan tidak akan lapar lagi. Tuhan akan memberikan apa yang kita perlukan dalam hidup ini, dan Tuhan akan menjadi kehidupan bahagia dan kehidupan kekal bagi kita. Oleh karena itu juga, janganlah kita tidak hanya bekerja atau hidup untuk mencari makanan yang dapat beinasa, tetapi hendaknya kita juga berusaha untuk mendapatkan makanan yang tidak dapat binasa, yakni datang kepada Yesus dan percaya kepada-Nya. Amin.

BACAAN HARI MINGGU BIASA KE XVIII : 
MINGGU 5 Agustus 2012 
Kel 16:2-4,12-15, Mzm 78:3,4bc,23-24,25,54, Ef 4:17,20-24, Yoh 6:24-35 

BACAAN I: Kel 16:2-4,12-15, 
“Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu.” 

Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun; dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan." Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak. "Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, Allahmu." Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu. Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi. Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Apakah ini?" Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu. 

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm 78:3,4bc,23-24,25,54 
Ulangan: Tuhan memberkati umat-Nya dengan damai sejahtera. 

Ayat: 
1. Yang telah kami dengar dan kami ketahui, dan yang diceritakan kepada kami oleh para leluhur akan kami teruskan kepaa angkatan yang kemudian; puji-pujian kepada Tuhan dan kekuatan-Nya. 

2. Ia memberi perintah kepada awan-awan dari atas, dan membuka pintu-pintu langit; Ia menghujankan manna untuk mereka kaman, dan memberi mereka gandum dari langit. 

3. Roti para malaikat menjadi santapan insan bekal berlimpah disediakan oleh Allah, dibawa-Nya mereka ke tanah-Nya yang kudus, ke gunung-gunung-Nya ang Ia rebut dengan tangan kanan-Nya. 

BACAAN II : Ef 4:17,20-24 
“Kenakalan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah.” 

Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia.Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. 

BACAAN INJIL : Yoh 6:24-35 
“Barang siapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barang siapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” 

Di seberang Danau Galilea, ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?" Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah." Maka kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga." Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia." Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. 

RENUNGAN HARIAN: SABTU 4 Agustus 2012

RENUNGAN HARIAN:
SABTU 4 Agustus 2012 
(Yohanes Maria Vianney ) 
Yer 26:11-16,24, Mzm 69:15-16,30-31,33-34, Mat 14:1-12 

BACAAN INJIL: 
Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya." Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya. Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: "Tidak halal engkau mengambil Herodias!" Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi. Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes, sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya. Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam." Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara dan kepala Yohanes itupun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus. 

KEHIDUPAN: 

Hidup benar pasti mengalami resiko, apalagi mengatakan yang benar dan memperjuangkan kebenaran. Hal ini sudah terjadi dan dialami sejak dahulu hingga sekarang. Nabi Yeremia sebagaimana kita dengarkan dalam bacaan I hari ini dan nabi Yohanes dalam Injil hari ini adalah nabi Allah yang hidup benar dan menyuarakan kebenaran Allah. Mereka adalah nabi yang sangat berani mengatakan kebenaran, mereka tidak takut sama sekali. Bakan Yohanes tidak takut menegur raja Herodes yang telah mengambil istri saudaranya sendiri, meskipun hidupnya berakhir dengan kematian. Yesus juga mengalami hal yang sama dan juga Yesus wafat karena mengatakan dan membela kebenaran. 

Pada masa sekarang kita juga masih sering mendengar berita bahwa orang yang berusaha hidup benar, mengatakan kebenaran pasti akan mengalami resiko dalam hidupnya, misalnya dibenci kelompok orang yang hidupnya tidak baik, diancam, disingkirkan dan bahkan tidak sedikit yang pada akhirnya menjadi korban kelaliman orang-orang yang tidak berpihak pada kebenaran. Oleh sebab itulah banyak orang yang takut mengatakan dan membela kebenaran, walaupun dalam hati kecilnya menghendaki bahwa kebanaran itu harus ditegakkan. Bahkan tidak sedikit pula yang akhirnya ikut ambil bagian dalam hidup tidak benar. 

Memang nyata dalam kehidupan bahwa kebenaran akan selalu mendapat tantangan dari kejahatan. Namun bukan berarti kita harus berdiam diri dan bukan menjadi alasan untuk ambil bagian dalam hidup yang tidak benar. Sebagai pengikuti Yesus, kita harus menjadi pelaku kebenaran, baik itu dengan hidup benar dan membela kebenaran hidup. 

Memang mungkin tidak semua kita punya keberanian seperti para nabi, namun juga bukan menjadi alasan untuk tidak menjadi nabi allah. Kita harus memulainya dari diri sendiri yakni dengan berusaha hidup benar seuturut kehendak Allah. Kita memulainya dengan hidup jujur, berlaku adil kepada sesama dan melakukan hal-hal yang baik. Kita memang tidak bisa mengubah orang lain sebelum kita mengubah diri sendiri. Dengan hidup demikian, kita menjadi terbiasa dan berani menjadi nabi Allah dalam hidup. Amin.

Berbagi Berita: Timses Jokowi-Ahok lapor polisi terkait kampanye SARA

Timses Jokowi-Ahok lapor polisi terkait kampanye SARA 
(19/07/2012) 

Tim advokasi Jakarta Baru, yang merupakan tim sukses dari pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Jokowi-Ahok membuat laporan terkait kampanye berbau SARA di Polda Metro Jaya, Kamis (19/7/2012) siang. 
Timses meminta polisi segera menangkap pelaku penyebar informasi berbau SARA tersebut. 
 “Hari ini kami melaporkan tindak pidana terkait kampanye hitam dalam pemilukada DKI ini. Tindak pidana itu sebagian besar merugikan pasangan Jokowi-Basuki atau Ahok,” ungkap Koordinator Tim Advokasi Jakarta Baru, Habiburokhman, Kamis (19/7/2012), di Mapolda Metro Jaya. 
Habiburokhman menuturkan bahwa dari temuan tim, ada selebaran bernada SARA yang menjelek-jelekkan Ahok yang keturunan Tionghoa. Selain selebaran, tim juga menemukan adanya penyebaran informasi melalui Facebook, Twitter, hingga broadcast message yang disebar ke pengguna Blackberry. 
 “Itu adalah kabar bohong yang menyerang secara pribad soal identitas dan latar nelakang dan aktivitas Jokowi-Ahok. Penunjukkan rasa kebencian berdasarkan ras dan etnis itu melanggar Undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) dan Undang-undang penghilangan diskriminasi ras dan etnis,” tutur Habiburokhman. 
 Sementara itu sekretaris tim kampanye Jokowi-Ahok, M Sanusi mengatakan kandidatnya tidak peduli dengan beredarnya pesan singkat atau SMS gelap memasuki pilkada putaran kedua. 
 “Saya sudah sampaikan kepada Mas Jokowi mengenai maraknya SMS gelap yang mengandung SARA. Tapi Mas Jokowi mengatakan biarkan saja,” ujar M Sanusi di Jakarta, Kamis. 
Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Jakarta itu menambahkan pesan singkat gelap yang memojokkan kandidatnya beserta kampanye hitam, justru akan menjadi bumerang bagi kandidat yang melakukan hal itu. 
“Dengan banyaknya kampanye hitam itu, justru akan menurunkan citra dari orang yang melakukan itu,” ujarnya. 
SMS gelap memang beredar, termasuk yang sampai di redaksi harian sore Suara Pembaruan. Isinya mengenai kubu Jokowi-Ahok yang disebut-sebut akan didanai yayasan sebuah agama yang ada di luar negeri yang bermaksud memberikan donasi jutaan dolar, asalkan jika menang menjadi gubernur DKI akan mendirikan rumah-rumah ibadah dari agama tertentu. 
Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ahok, Boy Sadikin menepis berkembangnya isu bahwa Jokowi-Ahok menerima bantuan senilai 70 juta dollar dari Vatikan dan kelompok Gereja Kanada dan Amerika. 
“Ini tentu saja tidak benar, fitnah ini sungguh keji. Tidak pernah ada bantuan itu,” kata Boy kepada Tempo di Jakarta, Selasa, 17 Juli 2012. 
Sebelumnya beredar rumor bahwa Jokowi-Ahok menerima dana 30 juta dollar dari kelompok Gereja Kanada dan Amerika. Gereja Vatikan menyumbang 40 juta dollar untuk pemenangan dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta. Sebagai ”balasan” atas bantuan ini, Jokowi-Ahok terikat komitmen untuk mendirikan 96 gereja Katolik dan Protestan di DKI Jakarta. Sumber: kompas, suarapembaruan.com, tempo.co
Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

RENUNGAN HAR BIASA JUMAT 3 Agustus 2012

RENUNGAN HAR BIASA 
JUMAT 3 Agustus 2012 
(Yer 26:1-9, Mzm 69:5,8-10,14, Mat 13:54-58) 

BACAAN INJIL: 

Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya." Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ. 

RENUNGAN: 

Kesombongan daniri hati akan membuat orang tertutup terhadap orang lain dan juga atas kebaikan orang lain. 

Yesus ditolak dan diusir oleh orang-orang sekampun halaman-Nya. Mereka mengusir Yesus karena mereka sombong dan iri hati atas Yesus. Sebab dengan dikatakan dalam Injil bahwa alasan mereka menolak Yesus adalah karena mereka mengetahui keluarga Yesus yang bukan dari golongan terpandang atau bukan dari golongan orang kaya. Dalam hal ini tentu mereka menganggap bahwa status sosial mereka masih jauh lebih tinggi dari keluarga Yesus atau paling tidak menanggap setara. Mereka mengharapkan bahwa Yesus berasal dari keluarga yang status sosialnya jauh melebihi mereka. Penolakan mereka itu menyebabkan Yesus tidak berbuat banyak di kampung halaman-Nya. Sika mereka yang menolak Yesus berarti menolak keselamatan atas diri mereka. 

Kesombongan dan iri hari mereka, itu menjadi alasan penolakan Yesus sehingga Yesus tidak berbuat banyak atas mereka. Sehingga jelas bagi kita, salah satu syarat dalam hidup beriman adalah kerendahan hati. Kerendahan hati mengandung sikap tidak memandang orang lain bersadarkan status sosial mereka, tidak menganggap diri lebih tinggi dan orang lain lebih rendah. Kerendahan hati mengandung sikap hidup yang terbuka atas orang lain dan kebaikan yang dilakukan oleh orang lain. Demikian juga halnya Yesus dan sabda-Nya akan diam dan bekerja dalam hidup kita, bila kita memiliki sikap hidup yang senantiasa rendah hati. Maka mari kita senantiasa memupuk sikap rendah hati. Amin.

RENUNGAN HAR BIASA: KAMIS 2 Agustus 2012

RENUNGAN HAR BIASA 
KAMIS 2 Agustus 2012 
(Eusebius Vercelli, Petrus Yulianus Eymard, Yohanes dr Rieti, Petrus Faber) 
Yer 18:1-6, Mzm 146:2abc,2d-4,5-6, Mat 13:47-53 

BACAAN INJIL: 
"Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti." Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya." Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Iapun pergi dari situ. 

RENUNGAN: 

Terkadang kita berpikir bahwa hidup baik tidak ada gunanya. Sebab seringkali orang yang baik justru menjadi orang yang kalah dalam kehidupan ini. Juga tidak sedikit orang yang berpikir, “Mengapa Tuhan membiarkan kejahatan tetap ada dalam dunia ini, mengapa Tuhan tidak membinasakan kematian?” 

Memang seringkali kebaikan itu seakan tidak ada gunanya, namun Injil hari ini menegaskan bahwa akan tiba waktunya bahwa kebaikan itulah yang berkanan pada Allah. Yesus mengatakan bahwa pada akhir zaman, malaikat-malaikat Allah akan mengumulkan semua orang dan akan memisahkan orang yang hidup benar dari antara orang yang yang hidup jahat. Injil tidak menerangkan ke mana orang yang hidup benar. Namun kita tahu pasti bahwa orang yang hidup benar akan masuk dalam kebahagiaan abadi di surga. Sedangkan orang yang hidup jahat dengan jelas akan dikatakan bahwa mereka akan dimasukkan kedalam daput api, di sana terdapat ratapan dan kertakan gigi. Itu artinya, nasib orang yang hidup jahat akan masuk dalam penderitaan yang sangat mengerikan dan penderitaan itu tidak akan berkesudahan. Oleh sebab itu, bagi kita jelas bahwa orang akan diadili menurut perbuatannya sendiri. 

Dengan demikian, hendaknya kita tetap setia dalam hidup benar, walaupun seakan bagi pandangan dunia hidup benar itu sia-sia. Tetapi bila tiba waktunya, hidup benar akan dikumpulkan dan masuk dalam kebahagiaan abadi di surga. Amin.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)