Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

RENUNGAN HARIAN: Selasa 24 Januari 2012

RENUNGAN HARIAN: Selasa 24 Januari 2012
MASA BIASA TAHUN B: Pekan III:
(Fransiskus dr Sales)
2Sam 6:12b-15,17-19, Mzm 24:7,8, 9,10, Mrk 3:31-35

BACAAN INJIL:

Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau." Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?" Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

RENUNGAN:

Siapapun orang tua atau seorang ibu pasti akan tersinggung bila mendengar anaknya mengatakan kata-kata yang seakan tidak mengakui orang tuanya, apalagi bila hal itu dikatakan di depan orang banyak. Anak itu pasti akan dicap sebagai anak durhaka. Orang yang mendengarkan perkataan yang demikian juga pasti akan heran. Demikian halnya, orang-orang yang mendengar kata-kata Yesus sebagaimana kita dengarkan dalam injil ini, juga pasti heran. Sebab ketika mereka memberitahukan kepada Yesus bahwa ibu dan saudara-saudara-Nya ada di luar dan mau menemui-Nya, tapi Yesus mengatakan, “Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?” Kata-kata Yesus ini seakan menyangkal Maria sebagai ibu-Nya. Tentu bukan demikian yang mau dimaksudkan oleh Yesus. Sebab bila kita baca calam Injil, Yesus sangat menghargai dan mencintai Maria ibu-Nya maupun yang lainnya, sehingga saat menderita sekalipun ketika disalibkan, Yesus masih memperhatikan nasib Maria ibu-Nya. Malahan dengan pernyataan itu, Maria adalah salah seorang contoh manusia yang sungguh-sungguh mendengarkan dan melakukan sabda Tuhan.

Yang terpenting bagi kita untuk kita renungkan adalah perkataan Yesus yang mengatakan bahwa Dia berkenan menjadikan kita saudara-saudarai-Nya, Dia mau menjadikan kita sebagai anggota keluarga-Nya, yakni bila kita mendengarkan dan melaksanakan sabda Tuhan. Sungguh luar biasa, Yesus Tuhan mau menjadikan kita anggota keluarga-Nya hanya bila kita mau melaksanakan kehendak Allah. Padahal, dalam hidup, bila seseorang mau menjadi dianggap sebagai saudara atau teman apalagi menjadi keluarga seorang yang terkenal, dia harus terkenal dulu atau menjadi orang kaya. Atau seringkali orang-orang mengusahakan dirinya agar menjadi bagian keluarga atau kenalan dari orang yang terkenal. Namun tidak demikian dengan Yesus. Yesus sendiri yang mau menjadikan kita saudara-saudari-Nya, walapun sebenarnya kita tidak layak. Bahkan kita semuanya sudah menjadi anggota keluarga kerajaan Allah lewat baptisan yang sudah kita terima.

Kita telah menjadi anggota keluarga kerajaan Allah, semata-mata karena kasih Allah yang sungguh besar kepada kita. Namun baiklah kita ingat dan renungkan selalu kata-kata Yesus, yakni yang mengatakan agar kita melaksanakan kehendak Allah. Seorang saudara-saudarai Yesus, orang yang menjadi anggota kerajaan Allah, dia harus melaksanakan kehendak Allah. Sudahkah kita hidup sebagai saudara-saudari Yesus dengan hidup melaksanakan kehendak Allah?

RENUNGAN HARIAN: Senin 23 Januari 2012

RENUNGAN HARIAN: Senin 23 Januari 2012
MASA BIASA TAHUN B: Pekan III:
(Yosepha Maria dr Beniganim Hari ke-6 Pekan Doa Sedunia)
2Sam 5:1-7,10, Mzm 89:20,21-22,25-26, Mrk 3:22-30

BACAAN INJIL:

Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: "Ia kerasukan Beelzebul," dan: "Dengan penghulu setan Ia mengusir setan." Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: "Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya. Tetapi tidak seorangpun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal." Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.

RENUNGAN:

Sungguh aneh sikap, tanggapan dan tuduhan yang diberikan oleh ahli-ahli Taurat kepada Yesus, mereka mengatakan bahwa Yesus kerasukan Beelzebul dan mengusir setan dengan penghulu setan. Yesus melakukan hal baik, bukan hanya ditolak tetapi malah difitnah dengan sangat kejam. Kebaikan dan kehadiran Yesus membawa sukacita dan kasih Allah, tetapi malah dikatakan sebaliknya. Mereka bukan hanya menolak kasih Allah dan kebaikan, tetapi juga berarti menolak kehadiran Allah dan menyangkal kehadiran Allah dalam hidup mereka. Dengan demikian, orang yang demikian adalah menolak keselamatan, dan pada akhirnya tidak diselamatkan. Oleh sebab itulah Yesus mengatakan bahwa apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.

Kitapun pasti akan atau pernah mengalami hal yang demikian. Kita berusaha berbuat baik, namun malah kebaikan kita ditolak orang lain dan mungkin malah dituduh yang bukan-bukan. Seringkali kita dengar bahwa ketika Gereja atau umat kristiani mengadakan aksi sosial atau membantu para korban bencana atau yang sedang dilanda musibah, malah ditolak dan dituduh sebagai kristenisasi. Kehadiran kitapun seringkali ditentang dan tolak. Dalam menghadapi demikian, baiklah kita tidak usah berkecil hari, kecewa dan jangan putus asa sehingga mundur, tidak lagi berbuat baik bagi sesama. Namun hendaknya kita bertahan dalam perbuatan baik, demi mewartakan keselamatan Allah bagi kita dan bagi sesama. Yesus sendiri mengalami penolakan, maka kitapun pasti akan mengalaminya. Namun kita hendaknya setia seperti Yesus sendiri.

Namun selain itu, kita mungkin pernah bertindak seperti ahli-ahli Taurat. Kita telah menerima kebaikan dari sesama, namun kita menolaknya karena rasa gengsi ditolong orang lain, apalagi bila yang membantu kita statusnya lebih rendah dari kita, kita melaha menuduh mereka cari perhatian atau ada maunya. Mungkin juga kita melihat orang yang berusaha berbuat baik, tetapi malah kita menolak dan menfitnah mereka. Kita juga sudah beroleh berkat dari Allah dan dalam suatu saat kita mendapat pertolongan dari Allah, namun bisa jadi kita tidak mengakui dan menolak bahwa semuanya itu kita peroleh bukan karena pertolongan Allah, tetapi menganggap bahwa itu adalah karena usaha dan kerja keras kita. Penolakan yang demikian, berarti kita tidak mengakui kehadiran Tuhan dalam hidup kita, kita menolak kebaikan dan Allah sendiri dalam hidup kita. Penolakan yang demikian, berarti akan membawa kita pada kebinasaan hidup. Dari sebab itu, mari kita menerima kebaikan dalam diri sesama, menerima sesama yang berbuat baik dan terutama menerima dan mengakui kebaikan Allah atas hidup kita. Amin.

PBNU, KWI, usulkan Ormas cantumkan asas Pancasila

PBNU, KWI, usulkan Ormas cantumkan asas Pancasila

Wakil Sekjen PBNU Hanif Saha Ghafur dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Pansus Ormas di gedung DPR, Rabu (18/1), mengusulkan adanya klausul dalam RUU Keormasan agar mencantumkan Pancasila dalam asas organisasi.

“Ini penting untuk menghindari liberalisasi dan radikalisasi Ormas yang ada di Indonesia sekaligus sebagai bukti komitmen dan kesetiaan kepada NKRI,” katanya seperti dilansir nuonline.com.

PBNU juga mengusulkan di dalam pasal 19 sebuah poin baru, yaitu Ormas harus memperoleh perlakuan yang sama dihadapan hukum. Dalam hal ini, Ormas juga berkewajiban untuk menjunjung tinggi supremasi hukum, dan memiliki komitmen untuk memelihara dan mempertahankan tidak hanya kesatuan NKRI tetapi juga Ideologi bangsa.

Selain itu, RUU Ormas perlu diatur agar kemudahan fasilitas Negara untuk Ormas tidak dimanfaatkan untuk kegiatan pencucian uang, pencucian pajak dan lainnya oleh segelintir oknum untuk menghindari kewajiban sebagai warga negera.

Sementara itu Romo Antonius Benny Susetyo dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), seperti dilansir hukumonline.com, mengatakan RUU Ormas ini sangat terasa sekali paradigma pemerintah yang ingin terlalu intervensi kepada kehidupan ormas.

“RUU Ormas ini harus dibongkar total. RUU ini semangatnya masih ingin intervensi, paradigma ini harus dirombak total,” ujarnya usai menyampaikan pendapatnya di ruang rapat Pansus DPR, Kamis (19/1).

Romo Benny mengatakan seharusnya RUU Ormas ini secara tegas menyatakan ormas yang ada di Indonesia harus mengacu kepada empat pilar yang diakui oleh Indonesia, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kalau tak mau mengacu kepada ini, ormas itu jangan beraktivitas di Indonesia,” ujarnya.

Sayangnya, lanjut Romo Benny, RUU ini tak secara tegas mengatur hal tersebut. Pasal 2 menyatakan ‘Asas Ormas tidak boleh bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945’. Ketentuan selanjutnya, membolehkan ormas memiliki ciri tertentu.

Pasal 3 berbunyi ‘Ormas dapat mencantumkan diri tertentu yang mencerminkan kehendak dan cita-cita Ormas yang tidak bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945’.

Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

RENUNGAN HARI MINGGU BIASA 3: 22 Januari 2012

RENUNGAN HARI MINGGU BIASA 3: 22 Januari 2012
(Yosepha Maria dr Beniganim, Hari ke-5 Pekan Doa Sedunia)
Yun 3:1-5,10, Mzm 25:4bc-5ab,6-7bc,8-9, 1Kor 7:29-31, Mrk 1:14-20

BACAAN INJIL: Mrk 1:14-20

“Bertobatlah dan percayalah pada Injil!”

Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

RENUNGAN:

"Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"

Seruan ini disampaikan oleh Yesus ketika mendengar bahwa Yohanes pembaptis telah ditangkap dan dipenjarakan. Penangkapan Yohanes adalah suatu kejahatan, suatu pertentangan antara kebaikan dengan kejahatan. Yohanes Pembaptis adalah nabi yang menyerukan pertobatan karena Mesias akan datang. Namun orang-orang bukannya bertobat tetapi malah memenjarakan Yohanes. Beda halnya dengan yang kita dengarkan dalam bacaan I tadi, Tuhan menyuruh Yunus ke kota Ninive untuk menyerukan pertobatan dan mengatakan bahwa bila mereka tidka bertobat maka kota itu akan ditunggangbalikan Allah. Orang-orang Ninive akhirnya bertobat.

Dari sebab itu, melihat kenyataan yang demikian Yesus tampil menyerukan pertobatan, sebab kerajaan Allah sudah dekat, yakni dalam diri-Nya sendiri. Yesus tampil menyerukan pertobatan karena pada kenyataannya, orang tidak mendengarkan seruan pertobatan yang diserukan Yohanes tetapi malah memenjarakannya, orang bukannya bertobat dan berbuat baik, tetapi melakukan kejahatan. Tampaknya bahwa mereka tidak peduli lagi dengan pertobatan, tetapi seakan menganggap bahwa perbuatan jahat itu hal yang biasa.

Pertobatan yang diserukan oleh Yesus adalah pertobatan sejati, bukan hanya sekedar mendengar dan terkagum-kagum akan pengajaran yang baik dari Yohanes maupun dari yang disampaikan oleh Yesus sendiri. Pertobatan yang sejati itu, berarti percaya pada Injil. Dalam Injil hari ini, dinyatakan kepada kita bagaimana sesungguhnya pertobatan dan percaya pada Injil. Lewat panggilan Simon dan saudaranya Andreas, Yohanes dan Yakobus anak Zebedeus, merupakan gambaran nyata dari suatu pertobatan dan percaya kepada Injil. Para murid ini dipanggil oleh Yesus ketika mereka sedang bekerja sebagai nelayan. Ketika Yesus melihat Simon bersama saudaranya Andreas yang sedang bekerja menebarkan jalanya, Yesus mengajak mereka untuk mengikuti Dia dan berjanji akan menjadikan mereka sebagai penjala manusia. Yesus tidak menerangkan apa artinya menjadi penjala manusia, namun kedua bersaudara ini langsung meninggalkan pekerjaan mereka lalu mengikuti Yesus. Demikian juga halnya Yohanes dan saudaranya Yakobus sedang membereskan jala mereka bersama ayah dan para upahan ayah mereka, ketika diajak oleh Yesus untuk mengikuti-Nya, mereka berdua langsung meninggalkan ayah mereka dan para upahan ayah mereka. Yesus juga tidak menerangkan ke mana mereka akan mengikuti Yesus dan untuk apa. Namun para murid ini, tidak bertanya dan tanpa ragu meninggalkan pekerjaan mereka serta mengikuti Yesus. Inilah gambaran pertobatan yang sejati dan murid yang sungguh mendengarkan sabda Tuhan. Mereka meninggalkan hidup lama, masuk pada kehidupan baru bersama dengan Yesus dan percaya sepenuhnya kepada Yesus yang mereka ikuti.

Kita semua telah dipanggil oleh Yesus menjadi pengikut-pengikut-Nya yakni lewat baptisan yang kita terima. Namun seruan ini kembali disampaikan kepada kita, teruama seruan pertobatan agar kita mau mendengarkan sabda Yesus, menjadi murid yang sejati. Seruan ini sungguh relevan pada masa ini, karena saat ini hidup manusia penuh dengan perbuatan yang tidak baik, yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Dalam hidup yang sekarang, kita melihat bahwa seakan manusia zaman ini tidak lagi malu untuk berbuat yang tidak baik, berbuat jahat dianggap hal yang biasa karena telah umum dilakukan orang. Banyak juga orang yang tidak lagi mengakui bahwa dirinya adalah seorang ateis, orang yang tidak percaya pada Tuhan. Malahan sekarang ini, berbuat baik seringkali dianggap hal yang aneh.

Apalagi saat ini, banyak juga orang kristen yang mengakatan dirinya sebagai pengikut Yesus, tetapi tidak mendengarkan Injil dan tidak percaya pada Injil serta Yesus. Banyak para pengikut Yesus yang menjalankan ibadahnya hanya sebagai rutinitas saja, sebagai kewajiban saja. Malahan seringkali iman itu dirayakan hanya seputar liturgi saja, tetapi diluar itu, hidup dalam kedosaan. Kita seringkali mengatakan sebagai orang yang percaya kepada Yesus, tetapi hidup dalam perbuatan-perbuatan dosa, malah tidak sedikit yang menentang perbuatan baik dari sesama. Banyak orang yang mengatakan diri percaya kepada Yesus, tetapi mereka lebih percaya dan menggantungkan diri pada harta duniawi dan kekuatan dunia. Malahan seringkali orang dengan mudah dan berani meninggalkan imannya demi harta atau jabatan.

Oleh sebab ini hari ini, Yesus menyerukan pertobatan dan agar kita kembali mengikuti Dia dengan sungguh-sungguh. Maka mari kita bertobat meninggalkan hidup lama kita yang penuh dengan kedosaan, seperti orang-orang Ninive yang bertobat, jangan sampai perbuatan kita itu membawa kita ke kebinasaan. Dengan jelan dikatakan bahwa hidup orang berdosa pada akhirnya akan mendatangkan kebinasaan. Demikian juga halnya, hendaknya kita bertobat, tidak lagi menggantungkan diri pada harta duniawi, ataupun lebih mengutamakan harta dunia dalam hidup ini. Sebab seperti dikatakan oleh Paulus, bahwa dunia dan segala isinya akan berlalu. Itu artinya bahwa harta duniawi ini adalah sia-sia sehingga tidak berpegang padanya.

Para murid yang dipanggil Yesus, mengikuti Yesus dengan meninggalkan pekerjaan dan keluarga mereka. Tentu bukan berarti semua kita harus melakukan hal yang sama, meninggalkan pekerjaan dan keluarga kita. Tetapi paling pertobatan kita nyata dengan berpegang teguh pada Yesus, mengikuti Dia dan percaya sepenuhnya pada Yesus, tidak terikat atau mengikatkan diri pada dunia, tetapi sepenuhnya hanya apda Tuhan. Maka semoga kita bertobat segera, jangan sampai tiba waktunya kita masuk dalam kebinasaan hidup. Amin.

BACAAN HARI MINGGU BIASA 3: 22 Januari 2012

BACAAN HARI MINGGU BIASA 3: 22 Januari 2012
(Yosepha Maria dr Beniganim, Hari ke-5 Pekan Doa Sedunia)
Yun 3:1-5,10, Mzm 25:4bc-5ab,6-7bc,8-9, 1Kor 7:29-31, Mrk 1:14-20

BACAAN I: Yun 3:1-5,10

“Penghuni Ninive berbalik dari jalan kejahatan.”

Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian: "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu." Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan." Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung. Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya.

MAZMUR TANGGAPAN : Mzm 25:4bc-5ab,6-7bc,8-9
Reff.: Ya Tuhan, tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku.

1. Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.
Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.

2. Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.
Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.

3. TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.

BACAAN II: 1Kor 7:29-31
“Dunia yang kini nampak akan punah.”

Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri; dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli; pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.

BACAAN INJIL: Mrk 1:14-20

“Bertobatlah dan percayalah pada Injil!”

Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

Renungan Harian MASA BIASA TAHUN B: Pekan II: Sabtu 21 Januari 2012

Renungan Harian MASA BIASA TAHUN B: Pekan II: Sabtu 21 Januari 2012
(Agnes, Hari ke-4 Pekan Doa Sedunia)
2Sam 1:1-4,11-12,19,23-27, Mzm 80:2-3,5-7, Mrk 3:20-21

BACAAN INJIL:

Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.

RENUNGAN:
“Antara orang kudus, beda tipis dengan orang gila.”

Pernyataan ini memang terasa aneh. Kalimat ini juga bisa kita mengerti, yakni orang gila jelas berperilaku aneh, tidak seperti yang biasa dilakukan oleh manusia normal. Namun orang gila melakukan perbuatannya yang aneh itu, bukan dengan sadar, dan dia tidak tahu apa yang dilakukannya baik atau tidak serta tanpa tujuan. Sedangkan orang kudus memang perilakunya aneh bila dibandingkan dengan kebiasaan manusia normal, tetapi mereka melakukannya dengan sadar, dengan kemauan sendiri dan demi tujuan tertentu, yakni kekudusan hidup. Orang kudus seringkali dianggap aneh dan bahkan gila, karena orang kudus melakukan perbuatan yang tidak mungkin bisa dilakukan orang biasanya pada zamannya dan sungguh bertolak belakan dengan kebiasaan hidup pada masanya. Kebiasaan hidup yang dimaksudkan adalah perbuatan atau kebiasaan hidup yang tidak baik. Tetapi orang kudus melakukannnya dengan penuh kesadaran, yakni demi kekudusan hidup dan demi iman kepada Tuhan.

Salah satu contoh yang bisa kita ambil adalah bahwa sekarang ini, orang yang jujur, tidak mau korupsi akan dianggal orang gila, karena menipu dan korupsi pada sekarang ini dianggap hal yang sudah biasa, dan bahkan tuntutan hidup. Banyak orang menganggap bahwa korupsi itu bukan lagi doa besar, tetapi dianggap hal yang biasa. Ada pula orang yang jujur dianggap orang bodoh, sok suci, sok baik, sebab kalau tidak ikut korupsi tidak akan kebagian. Oleh karena itulah maka dapat dikatakan bahwa orang yang jujur, tidak mau korupsi dianggal orang gila, hidup mereka melawan arus kebiasaan manusia yang biasa dilakukan. Namun sebenarnya jelas, perbuatan orang baik dan jujur, bukanlah karena mereka gila, tetapi orang yang hidup dalam kedosaanlah yang menganggap mereka gila. Jadi yang gila adalah orang berdosa.

Hari ini dalam Ijil dikatakan bahwa orang banyak dan bahkan beberapa dari kaum keluarga Yesus menganggap Yesus tidak waras. Injil tidak menerangkan mengapa mereka menganggap demikian, hanya mengatakan bahwa Yesus banyak mengajar dan banyak orang berkumpul sehingga makanpun tidak sempat. Namun dari perikop lain jelas kita ketahui, orang menganggap demikian karena hidup Yesus, cara mengajar dan perilaku Yesus sebagai guru jelas sangat berbeda dengan hidup orang-orang pada zamannya. Cara mengajar Yesus juga jelas berbeda dengan cara mengajar para guru pada masa itu. Yesus mengajar penuh dengan kuasa, kuasa Allah ada pada-Nya sehingga Yesus dengan tegas dan berani mengatakan bahwa Dia bersama Allah adalah satu. Jelas pernyataan-pernyataan Yesus dianggap aneh dan gila karena dianggap mengamakan diri dengan Allah. Mereka menganggap demikian karena tidak mengenal Yesus adalah Mesias dan tidak mau percaya. Yesus juga dianggap aneh, tidak waras karena cara hidup-Nya berbeda dengan cara hidup orang pada masa itu, terutama dengan cara hidup orang-orang Farisi, ahli-ahli Taurat dan para imam pada waktu itu. Jadi Yesus dikatakan tidak waras terutama oleh orang-orang Farisi, ahli-ahli Taurat dan para imam pada waktu itu adalah karena Yesus hidup bertolak belakang atau melawan arus kebiasaan yang ada pada masa itu. Namun walaupun demikian, Yesus tidak menjadi surut pada kehendak Allah, Yesus tetap setia pada kehendak Allah, walaupun orang banyak menganggap demikian.

Demikian juga halnya dengan kita dalam usaha kita setia dalam hidup beriman. Bila kita berusaha setia hidup menghayati iman, pasti tidak semua orang menyukai kita dan bahkan pasti ada saja orang yang menganggap kita tidak wara atau gila, karena kita melawan arus kebiasaan yang sudah biasa dilakukan oleh banyak orang. Namun memang demikianlah kiranya hidup seorang beriman, harus berani melawan arus kebiasaan hidup yang tidak baik, demi keselamatan kekal dan demi kemuliaan Allah. Pada saat demikian, hendaknya kita tetap setia pada iman kita, walaupun dianggap aneh, tidak waras ataupun gila, sebab justru orang yang menganggap kita aneh karena hidup baik, beriman, merekalah yang tidak warah, aneh dan gila. Sehingga semoga dengan kesetiaan kita itu, orang lain pada akhirnya sadar bahwa hidup yang baik dan benar di hadapan Allah, bukan kebiasaan buruk yang dianggap sudah biasa, tetapi justru yang sedang kita hayati. Maka biarlah orang lain menganggap kita aneh, tidak waras dan gila karena hidup iman kita, karena di hadapan Allah, jsutru kitalah orang-orang yang waras. Amin.

Umat Kristiani perlu berkomunikasi dengan umat Muslim

Umat Kristiani perlu berkomunikasi dengan umat Muslim

Romo Franz Magnis-Suseno SJ
Romo Franz Magnis-Suseno SJ menegaskan pentingnya umat Kristiani berkomunikasi dan jalin kerja sama dengan komunitas Muslim dalam menghadapi situasi pelik di Indonesia saat ini dan dirasa akan terus meluas ke depan.

“Umat Kristiani menjunjung semangat civil society yaitu dengan menjalin komunikasi yang erat dengan kaum Muslim,” kata dosen Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta itu.

Romo Magnis berbicara kepada para peserta diskusi “Temu Muka Jurnalis Kristen Indonesia” Selasa (17/1) di Jakarta Pusat, yang diadakan oleh kelompok media Kristiani dalam rangka Natal Bersama.

“Jalinlah komunikasi kepada kaum Muslim dengan sikap positif. Jangan pernah buka ruang kebencian. Karena pandangan kita hanya pada Yesus! Ketika ketidakadilan dan penindasan terjadi. Ingatlah akan sikap dan teladan yang ditunjukan Yesus Kristus,” tegas Romo Magnis.

Ia mengatakan jika tidak ada kesadaran bersama untuk membangun demokrasi yang sudah ada. Terlebih pada wacana toleransi diantara mayoritas dan minoritas. Ini akan berbahaya bagi demokrasi.

Romo Magnis melihat bahwa pemerintah harus tanggap terhadap pertumbuhan demokrasi. Ketidakpedulian mereka terhadap demokrasi dinilai akan mengundang hal berbahaya.

“Jika pemerintah abai terhadap demokrasi, kekosongan itu akan diisi oleh pihak berkepentingan yang tidak bertanggungjawab. Inilah yang berbahaya bagi demokrasi disini (Indonesia),” ungkapnya.

Dalam sengketa GKI Yasmin, Romo Magnis mengakui tidak mau berkomentar banyak. Namun dirinya melihat bahwa jika kisruh tersebut terlalu lama dibiarkan bergulir, terlebih di media, maka dampaknya akan berbahaya.

“Sengketa yang terlihat di media akan membuat gelombang anti Kristen terjadi. Dan pemerintah akan malu karenanya,” tegasnya.

Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

RENUNGAN HARIAN: Jumat 20 Januari 2012

RENUNGAN HARIAN: Jumat 20 Januari 2012
(Fabianus, Sebastianus,Angelo Paoli, Cyprianus Michael Tansi,Johannes Pembaptis dr Triquerie)
1Sam 24:3-21, Mzm 57:2,3-4,6,11, Mrk 3:13-19

BACAAN INJIL:
Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

RENUNGAN:

Kita masih ingat berita tentang pemilihan ketua KPK. Sebelum pemilihan itu, banyak calon yang mengajukan diri atau diajukan dan katanya diadakan uji kelayakan sebelum dipilih. Dari sekian orang yang menjadi calon, pasti hanya beberapa yang akhirnya dipilih. Sesudah mereka terpilih, pihak yang berwenang mengatakan bahwa yang terpilih itu, merekalah yang layak menjadi pemimpin KPK karena mereka memenuhi syarat untuk itu. Namun walaupun demikian, kita juga mendengar suara yang mengatakan bahwa mereka yang terpilih itu bukanlah yang sungguh-sungguh layak, sebab mereka dipilih karena kepentingan tertentu. Bahkan ada yang mengatakan bahwa mereka dipilih adalah orang-orang yang ‘lemah’ agar mereka tidak mengungkit persoalan besar yang pernah dan akan terjadi. Jadi intinya ada orang mengatakan bahwa pihak berwenang memilih orang-orang yang berguna kelak untuk kepentingan orang-orang atau kelompok tertentu, bukan demi tujuan dari jabatan itu sendiri.

Hari ini kita mendengar dalam injil bahwa Yesus memilih kedua belas murid yang menjadi rasul. Sebelum pemilihan itu, Yesus juga melalui proses, yakni Dia naik ke atas bukit untuk berdoa. Yesus terlebih dahulu berdoa karena tugas yang diberikan-Nya bukanlah suatu jabatan yang menjanjikan kuasa atau kekayaan tetapi melulu suatu pelayanan kepada sesama, yakni menyertai Dia dalam mewartakan Injil. Yesus juga memberikan kepada mereka kuasa untuk mendukung tugas perutusan itu. Kalau dalam pemilihan untuk tugas pemerintahan ini, seringkali tidak murni dipilih untuk tugas, tetapi disertai kepentingan kelompok tertentu, beda halnya dengan pemilihan para murid. Yesus memilih para murid, bukan untuk kepentingan Yesus, tetapi demi kepentingan dan keselamatan manusia. Yesus memilih para rasul juga bukan karena memang layak untuk menjadi rasul, dalam arti bukan karena mereka sudah mengenal dan sungguh percaya kepada Yesus adalah Tuhan, bukan pula karena mereka sudah pahak betul akan tugas itu, tetapi karena Yesus mau mempercayakan tugas itu kepada para murid dan Yesus juga mau berbagi kuasa yang ada pada-Nya untuk dibagikan kepada sesama. Para murid sendiri tentu tidak semuanya tahu mengapa mereka dipilih dan untuk apa mereka dipilih. Para murid sendiri juga belum murni untuk mengikuti Yesus, masih diliputi kepentingan pribadai. Oleh karena itulah, dari 12 rasul itu, ada seorang murid yang akhirnya gagal dan mengkhianati Yesus yakni Zudas Iskariot.

Dari 12 murid itu ada yang akhirnya berkhianat, bukan karena Yesus dalah pilih dan gagal mendidik rasul itu. Sebab Yesus dari awal mengenal yang Dia pilih, dan Yesus sendiri menghendaki keselamatan bagi semua orang, jadi bukan karena mereka sudah layak. Murid itu mengkhianati Yesus karena gagal dalam mengerti pilihan Yesus dan tugas yang diberikan padanya.

Kitapun yang telah menjadi murid Yesus atau sudah menjadi pengikuti Yesus adalah karena Yesus sendiri telah memilih kita untuk menikmati keselamatan Allah. Mungkin kita merasa bahwa kita menjadi pengikut Yesus bukan karena Yesus sendiri memilih kita seperti Dia memilih para rasul, karena mungkin kita menjadi pengikut Yesus karena mengikuti orang-orang tertentu, misalnya ikut suami, ikut istri, ikut pacara atau karena yang lain. Mungkin juga kita merasa bahwa kita menjadi pengikut Yesus adalah karena keputusan dan pilihan kita sendiri. Mungkin ada juga yang berpikir bahwa dia menjadi pengikut Yesus juga karena memang layak menjadi pengikuti Yesus. Kemungkinan itu bisa terjadi dalam diri setiap orang. Namun ingatlah bahwa kita menjadi pengikut Yesus adalah karena Yesus sendiri yang memilih kita. Yesus memilih kita menjadi pengikut-Nya, bukan karena memang kita layak, bukan karena kita pantas, bukan pula demi kepentingan Yesus, tetapi semata-mata karena Yesus ingin berbagi sukacita surgawi dengan kita bahkan Yesus mau berbagi tugas dengan kita yakni kita dipercaya untuk mewartakan kerajaan Allah bagi sesama. Jadi semata-mata adalah demi keselamatan kita dan keselamatan semua orang.

Oleh karena itu, hari ini kita diajak untuk menyadari bahwa menjadi pengikut Yesus adalah panggilan khusus dan cuma-cuma dari Tuhan sendiri, bahwa Yesus sendirilah yang memilih kita untuk keselamatan kita. Jadi bukan karena jasa-jasa kita atau bahwa kita layak. Kita juga dipilih oleh Tuhan untuk tugas mulia yakni ambil bagian dalam mewartakan kerajaan Allah. Untuk tugas mulia ini, Yesus mempercayakan Roh Kudus dalam diri kita masing-masing agar membantu kita dalam tugas itu. Semuanya dalah karena cinta kasih Yesus sendiri. Maka mari kita sadari panggilan menjadi murid dan tugas perutusan kita menjadi murid. Baiklah kita jangan sampai menjadi salah seorang murid yang gagal dalam menjadi meurid Yesus seperti Yuda Iskariot. Amin.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)