Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

Pemimpin Islam-Katolik Bahas Akal Budi dan Iman

Pemimpin Islam-Katolik Bahas Akal Budi dan Iman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Forum Internasional Katolik-Muslim (Catholic-Muslim Forum) kembali berdialog dengan menggelar seminar yang berlangsung di Rumah Konferensi Baptism Site of Jesus di padang gurun tepi Laut Mati, Yordania, 21 - 23 Nopember 2011. Royal Aal al-Bayt Institute for Islamic Thought sebagai tuan rumah.

Royal Aal al-Bayt Institute yang dikepalai Pangeran Ghazi Muhammad bin Talal adalah sebuah pusat kajian teologis-ilmiah tentang pemikiran-pemikiran Islam, juga bergelut dalam kajian lintas agama untuk memajukan dialog antarumat beragama, terutama antara umat Kristiani dan Muslim.

Seminar ke-2 kali ini yang mengambil tema Reason, Faith and the Human Person (Akal Budi, Iman dan Pribadi Manusia), dihadiri 24 tokoh Katolik Roma dan 24 tokoh Muslim di seluruh dunia.

Wakil-wakil setiap agama dipilih oleh masing-masing pihak secara bebas atas berbagai pertimbangan. Pihak Muslim menghadirkan pula Prof Din Syamsuddin selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammidiyah satu-satunya wakil dari Indonesia.

Pastor Markus Solo Kewuta SVD, satu-satunya putra Indonesia yang menjabat di Dewan Kepausan di Vatikan ambil bagian dalam kegiatan ini selaku satu dari 24 peserta Katolik, dan mewaikil Dewan Kepausan untuk Dialog Antarumat Beragama (Pontifical Council for Interreligious Dialogue), sekaligus ko-penyelenggara even tersebut.

Menurut Markus, Sekretaris Eksekutif Desk Dialog Kristem-Islam di Asia pada Dewan Kepausan Dialog Antarumat Beragama mengatakan, para peserta seminar mendapat kehormatan diterima Raja Yordania Abdullah II bin al-Hussein di Istana Basman di Kota Amman.

Saat pertemuan dengan pemuka agama-agama itu, Raja mengutarakan beberapa hal penting guna memajukan perdamaian dan keharmonisan global serta mendorong para peserta untuk tetap berkarya demi perdamaian antar penganut kedua agama besar ini di seluruh dunia.

Di akhir seminar para tokoh ke-dua agama merumuskan lima butir kesepakatan sebagai Deklarasi Bersama. Pertama, Allah telah menganugerahkan akal budi kepada manusia, melaluinya (akal budi) manusia mengenal kebenaran. Pengenalan kebenaran menyinari tanggungjawab kita di hadapan Allah dan di hadapan satu sama lain.

Kedua, iman adalah anugerah Allah, melaluinya (iman) manusia sadar (discover) bahwa ia diciptakan oleh Allah dan bertumbuh di dalam pengetahuan akan Dia. Ketiga, hati yang putih-bersih adalah pusat (center) dari seorang yang setia, di mana iman, akal budi dan belarasa (compassion) berpadu di dalam penyembahan kepada Allah dan kasih akan sesama manusia.

Kesepakatan keempat, derajat manusia yang dianugerahkan Allah harus dihormati oleh semua orang dan harus pula dilindungi di dalam/melalui hukum. Dan kelima, di dalam dialog, kaum beriman harus mengucapkan rasa syukur kepada Allah atas segala rahmatNya di atas di dalam suasana saling menghormati dan dalam belarasa, dan di dalam sebuah bentuk hidup yang harmonis dengan ciptaan Tuhan.

Tokoh-tokoh Katolik-Roma dan Muslim seluruh dunia tetap ingin melanjutkan dialog ini sebagai sebuah jalan untuk memajukan saling pemahaman dan kebaikan bersama seluruh umat manusia, terutama mewujudnyatakan hasratnya terhadap perdamaian, keadilan dan solidaritas.

Forum Internasional Katolik-Muslim (Catholic-Muslim Forum) dibentuk tahun 2008 sebagai tanggapan bersama antara Katolik dan Muslim terhadap surat pernyataan sikap ke-137 tokoh Muslim seluruh dunia terhadap Kuliah Sri Paus Benediktus di Regensburg, Jerman.

Seminar pertama dilakukan dari 2-4 Nopember 2008 di Vatikan dengan tema "Kasih akan Allah dan Kasih akan Sesama", sebuah refleksi teologis mencari aplikasi nyata dalam relasi keseharian antara Kristiani dan Muslim. (*)

Editor: Domu D. Ambarita

Disadur dari: www.tribunnews.com

RENUNGAN HARIAN PEKAN ADVEN I, Kamis 1 Desember 2011-11

RENUNGAN HARIAN PEKAN ADVEN I,
Kamis 1 Desember 2011-11
(Beato Dionisius dan Redemptus)
Yes 26:1-6, Mzm 118:1,8-9,19-21,25-27a, Mat 7:21,24-27

BACAAN INJIL:
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

RENUNGAN:
Hendaknya kita menjadi pewarta sabda bukan hanya dengan kata-kata, tetapi terutama dengan perbuatan yang melaksanakan sabda Tuhan.

Mudah kiranya mengatakan kata-kata yang baik demikian juga mudah bagi kita mengatakan diri kita beriman atau mengatakan sabda Tuhan kepada sesama. Tetapi pasti melaksanakan sabda Tuhan tidak semudah dengan mengatakannya. Sebab dengna melaksanakan sabda Tuhan, kita harus berani menyangkal diri dan berani berbuat baik kepada sesama. Kenyataannya, banyak orang mengira bahwa beriman itu hanya sebatas liturgi, hanya sebatas kata-kata atau nyanyian puji-pujian yang menggelegar bergema saja, merasa itu semua sudah cukup sebagai jalan untuk beroleh keselamatan kekal. Makanya tidak heran kita temukan bahwa begitu antusiasnya orang menghadiri kebaktian yang nyanyiannya meriah (KRK) dan ktobah yang menggelegar, meggetarkan telinga (bukan hati), tetapi apa yang dibawa pulang, hanya rasa puas, kegembiraan lahiriah saja, dan mungkin kekaguman atas acara yang meriah dan ktobah yang menarik saja, tidak mengubah hidup dan menguatkan iman. Mungkin bisa saja orang merasa imannya semakin kuat, tetapi itu kiranya hanya karena kepuasan lahiriah saja. Sehingga tidak jarang orang yang akitf dalam kegiatan Gereja, rajin menghadiri KRK, tetapi ketika ada persoalan, imannya langsung goyah dan runtuh. Itulah yang dikatakan oleh Yesus dalam perumpamaan hari ini, yakni mendengar perkataan-Nya tetapi tidak melaksanakannya, itu seperti orang mendirikan rumahnya di atas batu, dan ketika hujan datang, rumah itu langsung rusak dan rubuh. Orang demikian dikatakan orang yang bodoh.

Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita agar kita waspada, yakni dalam beriman jangan terlalu puas hanya dengan kata-kata, hanya dengan nyanyian yang meriah dan tidak hanya dengan mewartakan sabda Tuhan saja. Semuanya itu tidak cukup. Tetapi hendaknya sabda Tuhan yang kita dengarkan harus kita laksanakan dalam hidup sehari-hari. Dengan menjadi pelaksana sabda Tuhan, kita bukan hanya kelak diperkenankan masuk surga, tetapi kita akan beroleh kekuatan dalam hidup sehingga kita tidak gampang digoyahkan oleh persoalan yang pasti menghampiri kita.

Beato Dionisius dan Redemptus, dua biarwan Karmel sungguh menajdi teladan bagi kita atas sabda Yesus hari ini. Mereka berdua mati sebagai martir di tanah Aceh demi mewartakan sabda Tuhan. Baiklah kiranya kita tidak hanya menghapal sabda Tuhan dan mewartakannya dengan kata-kata atau bibir kita, tetapi mewartakannya dengan menjadi pelaksana sabda Tuhan. Amin.

Siaran Langsung Misa Kudus di Manila Melalui Internet

Siaran Langsung Misa Kudus di Manila Melalui Internet

(Manila 17/11/2011) Misa Kudus di Gereja Quiapo kini boleh diikuti secara langsung melalui internet. Gereja Quiapo merupakan tempat ‘kelahiran' pencinta doa "Black Nazarene" dan ia juga merupakan pusat ziarah penting di Filipina.

Msgr Clemente Ignacio, paderi paroki Basilika Minor bagi pencinta doa "Black Nazarene" mengatakan projek itu sedang menjalani "siaran ujian" dan setakat ini ia berjalan dengan lancar.

"Secara khusus, kami sebenarnya ingun menjangkau para warga Filipina yang sedang bekerja di luar negara dan para pengikut "Black Nazarene." Msgr Ignacio memberi peringatan bahawa siaran langsung ini bukanlah pengganti atau alasan untuk tidak ke Misa Kudus. Umat Katolik harus menghadiri Perayaan Ekaristi di Gereja.

"Siaran langsung Misa Kudus ini tercetus kerana permintaan ramai warga Filipina yang bekerja di luar negara. Mereka selalunya tidak dapat menghadiri Misa Kudus. Diharapkan dengan menonton upacara Misa Kudus melalui internet, ia akan dapat menyegarkan dan melepaskan rindu mereka terhadap Ekaristi," kata Msgr Ignacio.

Beberapa Misa Kudus diadakan setiap hari di Gereja Quiapo tetapi hanya ibadat liturgi pada hari Jumaat dan Ahad sahaja yang akan disiarkan secara langsung.

Hari Jumaat merupakan Hari Quiapo. Pada hari tersebut beribu-ribu umat Katolik akan membanjiri Basilika Minor untuk berdoa memperoleh mukjizat-mukjizat daripada "Black Nazarene." Siaran internet ini juga boleh dilayari melalui laman web paroki Quiapo.

Siaran tersebut merupakan salah satu contoh usaha Sidang Uskup Katolik Filipina untuk menggunakan Internet bagi tujuan penginjilan.

Satu lagi projek yang menarik perhatian umat awam ialah "Visiting Iglesia Online (Melawat Gereja secara online)" yang bertujuan untuk membantu rakyat Filipina mematuhi upacara Pra-Paskah Katolik, terutama bagi orang-orang yang bukan dari negara Katolik.

Beberapa uskup dan paderi juga giat menulis blog untuk menyebarkan Firman Tuhan.

(heraldmalaysia.com)

(Foto : ilustrasi)
Disadur dari: www.mirifica.net(KWI)

Lagu Gregorian ‘perlu dihidupkan kembali’

Lagu Gregorian ‘perlu dihidupkan kembali’

Bruder Ignatius Bintang Prakarsa OSB

Seorang pakar musik liturgi mendesak umat Katolik menghidupkan kembali lagu-lagu Gregorian yang dinyanyikan dalam bahasa Latin, karena saat ini tradisi itu sangat jarang didengar di gereja-gereja lokal.

“Padahal gregorian sebagai nyanyian khas liturgi Romawi, maka gregorian hendaknya diutamakan dalam upacara-upacara liturgi,” kata Bruder Ignatius Bintang Prakarsa OSB pada sebuah pertemuan 26 November dengan para pemerhati lagu-lagu itu di Gereja St. Alfonsus di Yogyakarta.

Bruder Prakarsa, yang tinggal di Pertapaan St. Benediktin di Italia, juga menyesalkan tradisi liturgi lain seperti berlutut juga sudah mulai hilang.

Sejumlah paroki bahkan tidak menyediakan bangku untuk berlutut, katanya.

“Kalau hal-hal ini dihilangkan atau diremehkan, maka dengan sendirinya iman terhadap doktrin itu akan semakin menyurut dan memudar karena tidak mendapat dukungan apapun dari praktik hidup sehari-hari,” katanya.

Ia mengatakan Konsili Vatikan II ingin Gereja memiliki kembali vitalitasnya karena hal itu bisa mewartakan Injil, dan tidak memiliki niat untuk mematikan tradisi itu.

“Jadi memang ada missing thing. Ada yang tercecer. Nyanyian gregorian adalah salah satu yang tercecer itu,” tambahnya.

Pastor Matheus Joseph Riawinarta, ketua Bidang Musik Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang, Jawa Tengah, mendukung seruan Bruder Prakarsa.

Pastor Riawinarta mengatakan ia “ingin membuka semacam kursus gregorian di Seminari Tinggi Kentungan. Saya berharapkan kursus tersebut diikuti para seminaris muda, juga tidak tertutup kemungkinan bagi kaum awam.”

Namun, Piet Hari Santoso, seorang penyanyi Gregorian, mengatakan situasi di Yogyakarta kurang mendukung untuk berkembangnya gregorian.

“Karena ada gereja yang terang-terang tidak mendukung bahkan menolak adanya Misa gregorian, sehingga kelompok koor gregorian tidak semangat lagi dan akhirnya mati,” kata umat Paroki Hati St. Maria Tak Bercela di Kumetiran.

Sumber: Gregorian chant ‘needs reviving’

Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

RENUNGAN HARIAN PEKAN ADVEN I, Rabu 30 Nopember 2011-11 (Pesta St. Andreas, Rasul) Rabu 30 Nopember 2011-11 (Pesta St. Andreas, Rasul)

RENUNGAN HARIAN PEKAN ADVEN I, Rabu 30 Nopember 2011-11
(Pesta St. Andreas, Rasul)
Rm 10:9-18, Mzm 19:2-3,4-5, Mat 4:18-22

BACAAN INJIL:
Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

RENUNGAN:

"Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Hanya kata-kata ini yang diucapkan oleh Yesus kepada Petrus dan suadaranya Andreas juga kepada Yakobus dan Saudaranya Yohanes, kedua anak Zebedeus. Sapaan atau kata-kata Yesus sungguh luar biasa, karena hanya dengna kata-kata itu mereka semua mengikuti Yesus, mereka langsung meninggalkan pekerjaan, jala dan bahkan ayah mereka. Mereka juga belum tahu pasti ke mana mereka mengikuti Yesus dan pekerjaan apa sebenarnya menjadi penjala manusia yang dimaksudkan oleh Yesus. Dalam hal ini kita tidak usah terlalu heran, karena Yesus adalah Tuhan, kuasanya juga mengalir dalam perkataan-Nya.

Yang menjadi permenungan kita adalah bahwa Tuhan justru memanggil mereka yang hanya seorang nelayan saja, bukan dari kalangan berpendidikan dan tentu juga bukan orang kaya. Para nelayan pada umumnya sudah biasa menghadapi tantangan dan mereka biasa mempertaruhkan nyawanya di tengah lautan, para nelayan umumnya keras, kuat fisik dan juga tidak gampang menyerah, atau ulet. Namun kiranya bukan karena itu Yesus memanggil mereka untuk mengikuti Dia. Yesus memanggil mereka adalah karena Yesus mengasihi semua orang dan Yesus sebenarnya memanggil semua orang untuk mengikuti Dia. Namun Dia tahu apakah seseorang itu mau mengikuti-Nya atau tidak, karena itulah ketika Yesus melihat mereka, Yesus memanggil mereka untuk mengikuti Dia dan memang benar bahwa mereka menanggapi ajakan Yesus. Mereka menanggapinya dengan sungguh dengan berani meninggalkan hidup lama mereka sebagai nelayan dan mengikuti Yesus serta kelak menjadi penjala manusia. Ini berarti menanggapi panggila Yesus, berarti menjadi manusia baru yang semata-mata mengikuti Yesus dan menjadi penjala manusia tuk mengikuti Yesus.

Kita semua juga dipanggil oleh Yesus untuk mengikuti Dia dan mau menjadikan kita sebagai penjala manusia. Panggilan Yesus ini ditujukan kepada kita semua, tanpa memandang status dan kedudukan kita. Ini sungguh hal yang luar biasa, karena Yesus yang adalah Tuhan, bukan hanya mau menyapa kita tetapi malah mau mengajak kita mengikuti-Nya dan bahkan mau mempercayai kita sebagia penjala manusia. Hanya persoalannya, kita menanggapi panggilan Yesus tetapi tidak seperti para rasul menanggapi panggilan Yesus yakni dengan berani meninggalkan pekerjaan, dan menjalani hidup baru dengan Yesus. Kita mengatakan diri sebagai pengikut Yesus, tetapi kita masih senang hidup dalam manusia lama kita, yakni masih senang hanya mencari kesenangan pribadi, tidak berani meninggalkan kebiasaan-kebiasaan kita yang tidak sesuai dengan kehendak Yesus. Kita tidak percaya bahwa dengan mengikuti Yesus, kita akan beroleh kebahagiaan dan Tuhan akan melimpahkan berkat-Nya kepada kita. Mari kita belajar dari para murid yang menanggapi panggilan Yesus, mereka menjadi manusia baru. Mengikuti Yesus berarti kita harus menjadi manusia baru, hidup dalam dan bersama Yesus.

Selain itu, kita belajar bahwa menanggapi panggilan Yesus berarti kita juga harus siap diminta untuk menjadi penjala manusia. Sehingga jelas bahwa beriman mengikuti Yesus, bukanlah hanya untuk diri sendiri, tetapi iman itu harus kita wartakan sehingga orang lainpun datang mengikuti Yesus. Iman kita tidak pasif hanya untuk diri sendiri, tetapi aktif mengajak orang lain untuk percaya kepada Yesus.
Maka semoga dalam masa Adven ini, kita berusaha hidup menjadi manusia baru dalam dan bersama Yesus. Iman yang hidup, itulah jala yang ampuh untuk menjala manusia dan membawanya kepada Yesus. Amin.

RENUNGAN HARIAN PEKAN ADVEN I, Selasa 29 Nopember 2011

RENUNGAN HARIAN PEKAN ADVEN I,
Selasa 29 Nopember 2011
(Fredericus dr Regensburg)
Yes 11:1-10, Mzm 72:2,7-8,12-13,17, Luk 10:21-24

BACAAN INJIL:
Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu." Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."

RENUNGAN:
Yesus sungguh berbahagia melihat manusia dapat melihat kemuliaan dan kuasa Allah dan pada akhirnya mau percaya kepada Tuhan. Namun kiranya tidak semua orang mampu melihat kemuliaan, kuasa Tuhan dalam hidup ini sehingga tidak dapat sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan. Mengapa demikian? Untuk dapat melihat, merasakan kemuliaan, kuasa kasih dan kehadiran Tuhan dalam hidup, dituntut sikap renah hati yang tidak mengandalkan hidup dan kemampuan sendirti serta hal yang duniawi. Kalaupun dalam Injil Yesus mengatakan bahwa seakan Tuhan menyembunyikan semuanya kepada orang bijak dan pandai, bukan karena Tuhan tidak menyatakannya kepada mereka, sebab Tuhan menyatakan semuanya kepada semua orang, mengasihi semua orang. Namun orang bijak dan pandai seringkali tidak bersikap rendah hati, mengandalkan kemampuan dan kekayaannya sehingga mereka tidak mampu melihat, merasakan kemuliaan, kasih dan kuasa Tuhan dalam hidup mereka.

Oleh sebab itu, Yesus mengajarkan agar kita bersikap rendah hati di hadapan sesama dan terutama di hadapan Allah. Sikap rendah hati ini pula yang juga harus kita bina selama masa Adven ini, agar kita mampu menemukan dan melihat kehadiran Tuhan dalam pengalaman hidup dan sesama kita. Sebab orang yang rendah hati, dia juga akan bergembira melihat keberhasilan sesama, atau bergembira melihat sesama yang beroleh berkat, juga bergembira bila sesama akhirnya mampu melihat dan merasakan kasih karunia, kemuliaan dan kuasa Allah hadir dalam hidupnya. Semoga kita berusaha membuat Yesus tersenyum dan bergembira. Amin.

RENUNGAN HARIAN PEKAN ADVEN I, SENIN 28 Nopember 2011-11

RENUNGAN HARIAN PEKAN ADVEN I,
SENIN 28 Nopember 2011-11
(Yakobus dr Marka, Katarina Laboure, Maria Helena Stollenwerk)
Yes 2:1-5 atau Yes 4:2-6, Mzm 122:1-2,3-4a,4b-5,6-7,8-9, Mat 8:5-11

BACAAN INJIL:
Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita." Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya." Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,

RENUNGAN:
Hari pertama masa Adven ini, kepada kita langsung disodori suatu pengajaran yang mengakatan bahwa iman harus berbuah dalam perbuatan nyata pada sikap hidup dan kepedulian atau perbuatan nyata kepada sesama.

Perwira yang diceritakan dalam Injil tentu adalah tuan hamba yang sedang sakit parah. Perwira itu walau seorang tuan, tetapi dia sangat peduli kepada hambanya yang sedang sakit parah. Padahal sebenarnya bisa saja dia memecat hambanya yang sakit itu dan menggantinya dengan orang lain. Namun perwira itu tidak seperti itu, dia peduli kepada hambanya dan dengan rendah hati dia datang memohon kepada Yesus agar Yesus berkenan menyembuhkan hambanya itu. Tentu dia melakukan demikian, bukan karena supaya hambanya itu sembuh dan bisa kembali bekerja untuk dia. Tetapi karena memang dia orang yang peduli kepada sesama, dan sikap peduli ditunjukkan dengan mau repot datang kepada Yesus untuk memohonkan kesembuhan bagi hambanya. Pada akhir perikop ini, nyatalah bagi kita mengapa perwira itu mau melakukan hal itu kepada hambanya, yakni karena dia memang orang yang beriman. Yesus sendiri memuji iman perwira itu dengan mengatakan, “"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga.”

Apakah kita juga termasuk orang yang beriman? Pasti kita semua menjawab ‘ya’. Tetapi belajarlah dari perwira ini, hidup iman bukan hanya untuk diri sendiri, hidup beriman bukan hanya saat perayaan liturgi saja, tetapi harus terungkap dalam sikap rasa peduli kepada sesama, terutama yang sedang menderita. Namun sikap peduli kepada sesama, bukan hanya rasa simpati, bukan pula rasa kasihan dan tidak cukup hanya mengatakan bahwa kita berdoa bagi mereka agar Tuhan menolong mereka. Tetapi sikap beriman yang peduli kepada sesama harus terungkap dalam sikap mau repot melakukan sesuatu bagi sesama.

Maka dalam masa adven ini, mari kita perdalam iman kita dengan meningkatkan sikap rasa peduli kepada sesama. Iman kita harus aktiv dan kreativ. Amin.

Frans Seda dicalonkan sebagai Pahlawan Nasional

Frans Seda dicalonkan sebagai Pahlawan Nasional

Alm. Frans Seda

Pemerintah Propinsi NTT bersama Universitas Negeri Nusa Cendana (Undana) menggelar seminar nasional untuk pencalonan Alm. Fransiskus Xaverius Seda sebagai pahlawan nasional.

Demikian Humas Undana, David Sir, yang ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (26/11), seperti dilansir Kupang Pos.

Menurut David, seminar ini akan dilaksanakan hari ini (28/11).

“Seminar ini bertujuan untuk mendapatkan bukti-bukti sah sesuai kriteria peraturan perundangan tentang jasa luar biasa Alm, Fransiscus Xaverius Seda dalam pembangunan nasional,” jelasnya.

David menambahkan, “Tersusunnya bukti-bukti sah dimaksud secara sistematis sesuai definisi, prosedur dan kriteria peraturan perundangan tentang pencalonan nasilna dan membangun semangat masyarakat NTT dan dukungan masyarakat secara nasional untuk pencalonan tersebut.”

David mengatakan, sebagai bagian dari bangsa, masyarakat dan pemda NTT harus berusaha semaksimal mungkin untuk membuktikan sesuai definisi, kriteria dan prosedur pencalonan menurut ketentuan peraturan yang berlaku.

“Usaha pembuktian adalah melalui pengumpulan bukti-bukti sah secara sistematis, salah satunya melalui seminar,” jelasnya

David menambahkan, seminar tersebut akan menghadirkan enam orang nara sumber yakni Dr. Cosmas Batu Bara dengan makalah berjudul Frans Seda dan Konsep Pembangunan Daerah, Ricard Bagun (pemred Kompas), Prof. Dr. Anhar Gonggong dengan judul makalah Perspektif Sejarah Perjalana Bapak Frans Seda.

Pembicara lainnya adalah Rektor Unika Atmajaya dengan makalah berjudul Peranan Almarhum sebagai tokoh pendidikan dan tokoh Gereja, serta Daniel Wodapale, mantan Bupati Sikka, sebagai pembicara mewakili keluarga dengan judul Pandangan Masyarakat Sikka dan masyarakat NTT tentang Alm. Frans Seda.

David menambahkan tim pembahas dan perumus diantaranya Prof.Ir. Fredrik Benu, Dr. David BW Pandie, Prof. Dr. Liliweri Aloysius, dan Rektor STFTK Ledalero.

Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)