Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXX, Selasa 25 Oktober 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXX, Selasa 25 Oktober 2011
Yohanes Ston
Rm 8:18-25, Mzm 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6, Luk 13:18-21

BACAAN INJIL
Maka kata Yesus: "Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya." Dan Ia berkata lagi: "Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah? Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."

RENUNGAN:
Tidak selamanya kecil itu tidak baik, demikian juga tidak selamanya besar itu baik dan menyenangkan. Yesus mengumpamakan Kerajaan Allah dengan hal-hal yang kecil dan sepele yakni biji sesawi yang kecil. Biji kecil itu tumbuh menjadi besar dan burung-burung bernaung dan bersarang di pohon yang berasal dari biji kecil. Juga mengumpamakan Kerajaan Allah seperti ragi yang diadukkan ke dalam tepung. Ragi yang sedikit mempengaruhi dan mengubah tepung itu menjadi kue yang kembang dan gurih.

Kiranya kerajaan Allah itu dalam kehidupan kita memang kelihatan sepele dalam arti kecil, sederhana bila dibandingkan dengan gemerlap dunia dan tawaran-tawaran dunia kepada kita. Namun yakinlah bahwa kerajaan Allah yang kelihatan seperti biji sesawi yang kecil, akan menjadi tempat bernaung dan tempat yang menyenangkan. Sehingga tugas kitalah untuk menaburkan Kerajaan Allah itu sehingga tumbuh menjadi tempat banyak orang untuk bernaung dan menyandarkan hidupnya. Demikian juga halnya menjadi tugas kita untuk mengadukkan Kerajaan Allah itu dalam adonan atau tepung kehidupan ini sehingga hidup ini berkembang dan menjadi lebih baik. Kita harus yakin bahwa walaupun upaya kita dan Kerajaan Allah itu kelihata sederhana, tetapi yang kecil dan sederhana itu akan menjadi besar dan membuat hidup kita dan hidup sesama menjadi lebih enak dan lebih baik. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXX, Senin 24Oktober 2011

RENUNGAN HARI BIASA PEKAN XXX, Senin 24Oktober 2011
Antonius Maria Claret, Aloisius Guanella
Rm 8:12-17, Mzm 68:2,6-7ab,20-21, Luk 13:10-17

BACAAN INJIL
Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat. Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh." Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah. Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat." Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?" Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.

RENUNGAN:
Pada dinding GB GK, GK melampirkan laporan peduli kasih, yakni dana yang digalang oleh FB GK untuk rakyak miskin, pada dinding FB tersebut ada komentar yang mengatakan kekaguman atas usaha FB GK. Pada akhir komentar beliau mengatakan sekaligus bertanya, “Mengapa tidak bergabung dalam kebijakan Vinsensian.” Kita tahu kelompok Vinsencian adalah kelompok yang melakukan karya kasih kepada sesama. Namun tentunya berbuat baik atau berbuat kasih tidak harus masuk dalam kelompok tertentu. Berbuat kasih juga tidak mengenal tempat dan waktu. Perbuatan kasih harus melampaui aturan, tempat dan waktu. Berbuat kasih menjadi suatu keharusan bagi setiap orang yang percaya kepada Yesus.

Yesus ditegur oleh kepala rumah ibadat karena Yesus melakukan perbuatan kasih dengan menyembuhkan seorang perempuan yang sudah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga sia sakit dampai bungkut punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. Yesus melakukan penyembuhan itu di rumah ibadat dan pada hari sabat. Ini yang mereka anggap bahwa tindakan Yesus tidak menaati aturan hari sabad yang mewajibkan orang untuk tidak bekerja pada hari itu. Menanggapi hal itu, Yesus justru menegur mereka sebagai orang-orang munafik. Sebab jelas di tengah-tengah mereka ada seorang perempuan yang sudah lama sakit, tetapi mereka tidak mempedulikannya. Juga seharusnya di tempat yang disucikan dan pada hari yang disucikan itu, sangat cocok untuk berbuat kasih. Namun mereka justru menegur Yesus yang melakukan perbuatan kasih pada hari sabat dan dalam rumah ibadah.

Memang berbicara tentang kasih itu sangat gampang dan mudah, tetapi melakukannya bukanlah hal yang mudah. Juga begitu mudah menemukan orang yang rajin beribadah, rajin berdoa tetapi mereka dengan begitu mudah juga mengabaikan orang yang menderita yang ada disekitarnya. Orang pasti dengan mudah mengatakan ‘kasihan’ kepada orang yang menderita, tetapi sulit untuk mengungkapkan rasa kasihan itu dengan berbuat baik kepada orang yang menderita. Bahkan mungkin banyak orang yang tidak melakukan kasih tetapi malah mengkritik atau berpikir miring kepada orang yang berusaha melakukan perbuatan kasih. Bisa saja orang justru menuduh orang yang berbuat kasih adalah sok jadi pahlawan, sok baik atau cari perhatian. Seharusnya kita yang tidak melakukan perbuatan kasih bukannya mencap jelek atas orang yang berbuat kasih, tetapi seharusnya kita menjadi malu dan mendukung orang yang berusaha berbuat kasih.

Hari ini, renungkanlah sabda dan teladan yang diperbuat Yesus, yakni cinta kasih hendaknya bukan hanya dalam kata-kata, tetapi dalam kepedulian dan perbuatan nyata kepada sesama. Perbautan cinta kasih tidak mengenal tempat, waktu atau kelompok. Semua orang dipanggil untuk hidup dalam kasih serta berbuat kasih kepada sesama. Amin.

Pasca Kongres Rakyat Papua: Beberapa Mahasiswa STFT Belum Kembali

Pasca Kongres Rakyat Papua: Beberapa Mahasiswa STFT Belum Kembali

(Jayapura 20/10/2011)Beberapa mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Fajar Timur, Abepura, belum kembali ke asrama mereka.

Uskup Jayapura Mgr Leo Laba Ladjar OFM ketika ditemui, Kamis (20/10/2011), di Kompleks STFT Fajar Timur, Abepura, mengatakan, beberapa mahasiswa yang lain telah pulang setelah sebelumnya turut ditangkap oleh aparat. "Mereka telah dipulangkan setelah diperiksa di Polda," kata Mgr Leo Laba Ladjar.

Menurut penuturan beberapa mahasiswa STFT Fajar Timur, beberapa rekan mereka ditangkap di dalam kompleks kampus itu. Aparat menduga mereka terlibat dalam Kongres Rakyat Papua III.

Kebetulan kompleks Kampus STFT Fajar Timur berada tepat di atas Lapangan Zakheus, tempat di mana kongres itu digelar. Saat aparat membubarkan kongres itu, sebagian peserta lari ke arah kompleks tersebut.

"Saat mengejar mereka, aparat juga memasuki kompleks kampus itu. Mereka memecahkan pintu kaca kamar para frater dan mengambil dua CPU yang katanya sebagai barang bukti," kata seorang mahasiswa.

Beberapa tembakan yang dilepaskan saat membubarkan kongres itu juga mengenai ruang dosen. Sebuah lubang bekas peluru tampak di sebuah jendela kaca ruang dosen itu. Mgr Leo Laba Ladjar menyayangkan tindakan aparat itu.

Sebagaimana diberitakan, Rabu (19/10/2011), aparat membubarkan Kongres Rakyat Papua III. Setidaknya 200 orang ditangkap.(kompas.com)

(Foto: cathnews)

Disadur dari:www.mirifica.net

200 Tokoh Agama Berkumpul di Vatikan

200 Tokoh Agama Berkumpul di Vatikan

(Vatikan 19/10/2011)Sebanyak 200 pemimpin agama dari sejumlah negara akan bergabung dengan Paus untuk upacara pada 27 Oktober mendatang, kata Vatikan.

Paus Benedictus XVI akan menjadi tuan rumah acara untuk mendukung perdamaian dunia, yang dimulai oleh pendahulunya Paus Yohanes Paulus II di Assisi. Acara ini akan diikuti berbagai agama dan kepercayaan.

Sekitar 60 pemimpin Muslim juga akan hadir dari 19 negara, termasuk Iran dan Arab Saudi, kata Kardinal Peter Kodwo Appiah Turkson, kepala dewan kepausan Vatikan untuk keadilan dan perdamaian.

Di antara pemimpin spiritual yang akan hadir adalah dari Baha'i, Buddha, Konghucu, Hindu, Jain, Yahudi, Sikh, Taois, dan Zoroaster, yang akan bergabung dengan 100 pemimpin Kristen, kata Vatikan dalam konferensi pers, Selasa (18/10/2011).

Namun, Imam Besar Masjid Al-Azhar menolak hadir karena pusat Islam Sunni itu telah membekukan hubungan dengan Vatikan setelah Paus menyampaikan solidaritas pada masyarakat Koptik Mesir pasca-serangan bom pada Tahun Baru.

Turkson mengatakan, pertemuan itu akan menyerukan "jalan bersama" ke perdamaian. Dia menambahkan, para peserta semuanya akan diminta berdoa dengan diam dalam prosesi singkat ke Basilika Assisi dan di ruangan terpisah setelah upacara.

Turkson menambahkan, kegiatan itu mengalami sejumlah perubahan dibandingkan penyelenggaraan pertamanya. Hal itu dilakukan setelah beberapa protes dari para tradisionalis Katolik yang mengatakan bahwa upacara itu telah mendorong terjadinya sinkretisme atau percampuran kepercayaan. (kompas.com)

Disadur dari: www.mirifica.net

Hal penting tentang Hari Minggu Misi 2011

Hal penting tentang Hari Minggu Misi 2011

Pastor William Grimm MM, Tokyo


“Minggu, 23 Oktober adalah Hari Minggu Misi Dunia”

Kata apakah yang ada tujuh huruf untuk menggambarkan “Gereja”? Jawabannya adalah “Mission” (misi) yang berarti “perutusan.”

Itu adalah “panggilan” dari Trinitas dan dasar hubungan kita dengan Allah. Bapa mengirimkan Putra-Nya ke dalam dunia dalam wujud Inkarnasi. Bapa dan Putra mengutus Roh Kudus ke atas para murid.

Roh Kudus memberdayakan dan mendorong para murid mewartakan Injil. Roh Kudus adalah utusan untuk Gereja. Kita berkumpul (akar kata dari Gereja) untuk diutus. Ini adalah alasan seluruh keberadaan Gereja.

Bulan ini, populasi dunia mencapai tujuh miliar. Karena jumlah penduduk dunia berkembang, begitu juga agama Kristen. Di beberapa tempat, pertumbuhan sangat pesat sehingga beberapa memprediksi bahwa orang Kristen mungkin dalam waktu yang tidak terlalu lama menjadi mayoritas penduduk dunia. Tapi, bukan Kristen Katolik.

Pertumbuhan Gereja Katolik tidak pesat di tengah dunia yang berkembang. Sudah ada lebih banyak umat Muslim di dunia daripada umat Katolik, dan Gereja-gereja berkembang di Asia, Afrika dan Amerika Latin adalah Komunitas Evangelis. Islam dan Kristen Evangelis yang bertumbuh dua kali lipat dari pertumbuhan agama Katolik.

Tentu saja, bagi umat Katolik, misi bukanlah soal jumlah (angka). Tapi, kita masih harus bertanya mengapa orang lain melakukan lebih banyak hal untuk membagikan iman mereka. Jika kita tidak melakukan misi, kita tidak lagi melihat diri kita sebagai yang diutus, kita tidak lagi menjadi Gereja. Mungkinkah itu yang menjadi alasan penyusutan jumlah orang yang mengikuti Kristus sebagai orang Katolik? Apakah karena kita kurang merasa sebagai sebuah Gereja dari yang seharusnya?

Sosiolog Pierre Hegy mengamati, “Pandangan pasca Konsili Vatikan II bahwa misi evangelis melalui pembaptisan bagi semua orang belum dilaksanakan.”

Dia menjelaskan dalam bukunya Wake Up, Lazarus! bahwa mereka yang mengklaim sebagai pewarta Injil memiliki pandangan terbatas akan tugas panggilan mereka.

“De fakto, dalam survei singkat laporan saya tentang misionaris awam AS, saya menemukan bahwa semua mendedikasikan diri mereka secara eksklusif untuk karya amal, bukan evangelisasi. Selain itu, banyak kongregasi imam misionaris membagikan brosur-brosur karya amal mereka, jarang menyoroti prestasi misionaris mereka, seolah-olah pekerjaan misionaris adalah karya amal utama ke luar negeri.”

Program paroki sering menyediakan dapur umum, paket makanan, dan toko-toko barang bekas, tapi ini tidak terlalu berbeda dengan apa yang lembaga sosial sekuler lakukan. Biasanya, sebagian besar mereka tidak menawarkan bantuan rohani.”

Setiap bulan Oktober, kita menandai, lebih atau kurang, Hari Minggu Misi Dunia. Seseorang di Kongregasi untuk Evangelisasi Bangsa-Bangsa menulis sebuah pesan, yang ditandatangani oleh Sri Paus, dipublikasikan di situs Vatikan, dibaca oleh segelintir orang, sedikit masuk ke hati dan kita terus mengerjakan tugas seperti biasa sampai tahun depan.

Tapi, bisakah kita terus melangkah seperti biasa? Jika umat Katolik -kita masing-masing dan kita semua – membangkitkan kembali semangat untuk membiarkan semua saudara-saudari kita mengenal kasih Tuhan kepada kita yang ditunjukkan dalam diri Yesus Kristus, kita tidak lebih dari sebuah kultus. Sebuah sekte besar hanya terfokus pada dirinya sendiri dan ritual, peraturan, hirarki dan praktek-praktek. Ritual, aturan, hirarki dan praktik itu harus ada hanya demi pewartaan Injil.

Tujuh miliar orang berhak untuk mengetahui Bapa mereka. Jika setiap orang Katolik tidak ambil bagian dalam sharing bersama tentang Kabar Baik dengan saudara-saudari Kristen lain, dunia akan kehilangan cara yang unik dan penting untuk mengenal Kristus. Selain Minggu Misi, kita perlu Senin hingga Sabtu Misi setiap minggu.

Pastor William Grimm adalah seorang imam, yang tinggal di Tokyo dan publisher UCA News, serta mantan kepala editor “Katorikku Shimbun,” mingguan Katolik Jepang.

Article asliSome Thoughts for Mission Sunday 2011

Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

Vatikan: Kematian Gadhafi akhiri rezim otoriter

Vatikan: Kematian Gadhafi akhiri rezim otoriter


Moammar Gadhafi (CNN/Jetty Images)

Vatikan mengatakan kematian orang kuat Libya Moammar Gadhafi menandai akhir dari sebuah “rezim yang keras dan menindas” yang didasarkan pada kekuasaan, bukan martabat manusia.

Vatikan menyatakan harapan bahwa pertumpahan darah akan berakhir di negara Afrika Utara itu, dan bahwa pemerintah Libya baru akan membuka fase membangun kembali berdasarkan “semangat inklusif” dan keadilan sosial, demikian Catholic News Service.

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh kantor pers Vatikan 20 Oktober, beberapa jam setelah Gadhafi dilaporkan tewas di kota asalnya Sirte, di mana ia telah membarikade dengan pasukan loyalis. Kematiannya datang setelah berbulan-bulan perang saudara berdarah dan serangan udara NATO dalam mendukung pemberontak Libya.

Vatikan mengatakan konflik Libya telah “terlalu lama dan tragis” dan harus segera refleksi pada “biaya penderitaan besar manusia ” yang menyertai keruntuhan sistem tidak didasarkan pada penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Ini mendorong pemerintah Libya baru untuk mencoba mencegah kekerasan lebih lanjut yang disebabkan oleh semangat balas dendam dan untuk memulai program pasifikasi. Masyarakat internasional, katanya, harus memberikan bantuan suka rela terhadap pembangunan negara.

Untuk bagiannya, komunitas Katolik minoritas di Libya akan terus menawarkan “saksi dan pengabdian tanpa pamrih, terutama di bidang amal dan perawatan kesehatan,” katanya. Vatikan mengatakan akan bekerja dalam mendukung rakyat Libya di ajang diplomatik internasional.

Pernyataan itu mengatakan Vatikan menganggap pemerintahan transisi sebagai wakil sah rakyat Libya. Vatikan, katanya, telah memiliki berbagai hubungan dengan otoritas baru di Libya, melalui Kedutaan Besar Vatikan untuk Libya, di PBB dan di Libya.

Pernyataan itu mengatakan Duta Vatikan untuk Libya, yang tinggal di Malta, pergi ke Libya untuk pembicaraan di awal Oktober dengan perdana menteri sementara, Mahmoud Jibril, dan pejabat lainnya.

“Dalam pertemuan beragam ini, kedua belah pihak menggarisbawahi pentingnya hubungan diplomatik antara Tahta Suci dan Libya. Takhta Suci memiliki kesempatan memperbaharui dukungannya bagi rakyat Libya dan dukungan untuk pemerintahan transisi,” kata Vatikan.

Para pejabat pemerintah baru Libya telah menyatakan penghargaannya atas seruan kemanusiaan dari Paus Benediktus XVI dan atas pelayanan Gereja di Libya, khususnya karya dari 13 komunitas agama di rumah sakit atau pusat-pusat bantuan.

Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

RENUNGAN HARI MINGGU PEKAN KE XXX MINGGU 23 Oktober 2011

RENUNGAN HARI MINGGU PEKAN KE XXX
MINGGU 23 Oktober 2011
Kel 22: 21-27; 1Tes 1:5c-10; Mat 22:34-40

BACAAN INJIL: Mat 22:34-40

“Kasihilah Tuhan Allahmu dan kasihlah sesamamu seperti dirimu sendiri.”

Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

RENUNGAN:
Mungkin kita masih ingat kejadian sehubungan dengan apa yang dialami oleh kelompok Ahmadiah. Kelompok agama ini ditentang, dilarang keberadaannya, dan bahkan beberapa dari antar mereka dibunuh dengan begitu sadis, seakan bukan manusia. Kita juga pasti ingat kejadian yang dialami beberpa Gereja, yakni Gereja dirusak, diteror dan dibom. Semua ini dilakukan oleh kelompok tertentu yang mengatakan diri mereka beragama dan sangat mencintai Tuhannya. Mereka mencintai Tuhannya dan agamanya begitu ekstrim sehingga tidak menghargai dan menghendaki keberadaan orang lain. Seakan menyengsarakan dan membunuh orang lain yang tidak sealiran dengan mereka, itu dianggap halal dan bahkan seakan mendapat pahala kelak. Apakah memang Tuhan menghendaki perbuatan yang demikian? Apakah iman dan cinta kepada Tuhan meniadakan penghormatan dan cinta kepada sesama dan menganggap orang lain adalah musuh?

Kejadian yang senada ini juga pasti kita temui dalam hidup. Ada aliran agama tertentu yang mengajarkan ketaatan dan cinta yang mutlak hanya kepada Allah. Ini baik, tetapi yang menjadi persoalan, bahwa cinta mutlak kepada Allah yang begitu ekstrim mengajarkan bahwa yang tidak ada kaitannya dengan Allah, tidak dihargai dan tidak dihormati. Maka dalam hal ini, kita temui ada agama yang menolak menghormati bendera, menolak adat istiadat, karena menganggap itu pelecehan atas hormat kepada Allah. Sehubungan dengan hal ini, ada sekte kristen yang menolak ada istiadat sehingga mereka tercabut dari tradisi dan masyarakat sekitar mereka dan mereka sendiri menganggap orang yang tidak sealiran dengan mereka adalah bukan saudara mereka. Dalam hal ini kita juga bertanya, “Apakah cinta kepada Allah menghendaki kita tercabut dari adat istiadat dan dalam hubungan dengan kemasyarakatan? Apakah cinta kepada Allah membuat kita hidup hanya dengan orang yang sepaham dengan kita?

Hari ini Yesus mengajarkan kepada kita akan hukum yang terutama dan utama. Yesus mengatakan bahwa hukum yang terutama adalah "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Sabda ini mengatakan bahwa kasih kepada Allah harus kita jalankan dalam seluruh dan setiap hidup kita. Sehingga kasih kepada Allah itu tidak hanya ketika dalam beribadah atau saat dalam Gereja saja, tetapi di manapun dan kapanpun kita harus mengasihi Allah. Namun kenyataan yang sering terjadi adalah kita mengasihi Allah hanya dalam dalam ucapan bibir saja, hanya dalam nyanyian penyembahan atau dalam doa-doa pada saat ibadah, tetapi tidak dalam kehidupan sehari-hari. Hati, pikiran dan jiwa kita tidak diresapi oleh kasih kepada Allah. Bahkan tidak jarang hidup dan kasih kita lebih besar terhadap diri sendiri, terhadap harta atau jabatan. Tidak sedikit orang yang dengan mudah mengorbankan imannya demi harta dan kedudukan atau jabatan.

Yesus mengajarkan bahwa kasih kepada Allah bukan meniadakan kasih kepada sesama. Malahan Yesus menegaskan bahwa kasih kepada Allah itu terbukti dan tercurah dalam perbuatan kasih kepada sesama. Oleh karena itulah setelah mengajarkan hukum terutama dan pertama yakni kasih kepada Allah, Yesus melanjutkan hukum kasih kepada sesama seperti diri sendiri. Sehingga kasih kepada Allah adalah suatu hal yang mustahil bila tidak mengasihi sesama. Bahkan kasih kepada sesama itu merupakan perwujudan dan menunjukkan bahwa kita mengasihi Allah, sebab Allah itu kasih dan Dia mengasihi semua manusia. Bila kita tidak mengasihi manusia yang dikasihi Allah sendiri, itu artinya bahwa kasih kita kepada Allah hanya sebagai ungkapan bibir saja, bukan keluar dari keseluruhan hidup kita. Kasih itu harus terungkap dalam perbuatan kasih kepada sesama, terutama orang-orang kecil. Perbautan kasih tentunya tidak mendatangkan duka, kesedihan, kepada sesama tetapi mendatangkan kasih dan kebahagiaan bagi orang lain. Perbuatan kasih ini sungguh suatu yang harus dilakukan orang yang percaya, sebab sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama, bila sampai orang kecil kita buat menderita dan mereka berseru kepada Tuhan, Tuhan akan memberkati mereka dan kita akan mendapat penghukuman. Ini mengatakan bahwa kasih kepada sesama terutama orang kecil, suatu keharusna bagi kita yang mengasihi Allah.

Namun kiranya banyak terjadi di antara kita yang mengatakan diri mengasihi Allah, bahwa kita mengasihi Allah tetapi tidak mengasihi sesama, malahan hidup hanya untuk diri sendiri dan tidak peduli dengan sesama terutama yang menderita. Ada orang yang rajin ke gereja, rajin berdoa, aktif dalam kegiatan hidup menggereja, tetapi mereka tidak memiliki kasih. Mungkin kita tidak membuat orang lain terutama orang kecil menderita, atau tidak menindas orang kecil, tetapi kita tidak peduli kepada mereka, kita hanya hidup untuk diri sendiri. Kasih kita kepada sesama seringkali hanya sebatas bibi atau sebatas kata, “Kasihan” atau “berdoa untuk orang yang menderit”, padahal sebenarnya kita mempunyai sesuatu yang kita lakukan untuk mengungkapkan kasih kita kepada sesama. Perbuatan kasih yang sekecil apapun kita lakukan kepada sesama, kalau itu kita lakukan karena kasih, pasti akan sangat bermakna bagi mereka yang kita kasihi dan bagi kita sendiri.

Sehingga dengan mengasihi sesama, nyatalah bahwa kita sungguh mengasihi Tuhan. Kasih kepada Tuhan, harus nyata dalam kasih kepada sesama. Amin.

BACAAN HARI MINGGU PEKAN KE XXX MINGGU 23 Oktober 2011

BACAAN HARI MINGGU PEKAN KE XXX
MINGGU 23 Oktober 2011
Kel 22: 21-27; 1Tes 1:5c-10; Mat 22:34-40

BACAAN I: Kel 22: 21-27

“Jika kamu menyusahkan janda dan yatim piatu, maka murka-Ku akan menggarang.”

"Janganlah kautindas atau kautekan seorang orang asing, sebab kamu pun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir. Seseorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas. Jika engkau memang menindas mereka ini, tentulah Aku akan mendengarkan seruan mereka, jika mereka berseru-seru kepada-Ku dengan nyaring. Maka murka-Ku akan bangkit dan Aku akan membunuh kamu dengan pedang, sehingga isteri-isterimu menjadi janda dan anak-anakmu menjadi yatim. Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya. Jika engkau sampai mengambil jubah temanmu sebagai gadai, maka haruslah engkau mengembalikannya kepadanya sebelum matahari terbenam, sebab hanya itu saja penutup tubuhnya, itulah pemalut kulitnya -- pakai apakah ia pergi tidur? Maka apabila ia berseru-seru kepada-Ku, Aku akan mendengarkannya, sebab Aku ini pengasih.

MAZMUR TANGGAPAN : Mzm 17(18):2-3a.3bc-4.47.51ab

Reff.: Aku cinta pada-Mu, ya Tuhan, kekuatanku

1 "Aku mengasihi Engkau, ya TUHAN, kekuatanku!
Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku,

2. Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!
Terpujilah TUHAN, seruku; maka aku pun selamat dari pada musuhku.
3. TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan mulialah Allah Penyelamatku, Ia mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya, dan menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya, yaitu Daud dan kepada anak cucunya untuk selamanya.

BACAAN II: 1Tes 1:5c-10

“Kamu telah berpaling dari dewa-dewa kepada Allah untuk mengabdi Allah dan menantikan kedatangan Putera-Nya.”

Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu. Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus, sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya. Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah, sehingga kami tidak usah mengatakan apa-apa tentang hal itu. Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar, dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.

BACAAN INJIL: Mat 22:34-40

“Kasihilah Tuhan Allahmu dan kasihlah sesamamu seperti dirimu sendiri.”

Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)