Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

Renungan : Rabu 17 Nopember 2010

Why 4:1-11, Mzm 150:1-2,3-4,5-6, Luk 19:11-28
(St. Elisabeth dr Hungaria)

Tuhan memberikan berkat-Nya kepada kita, bukan untuk kita simpan atau untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kita bagikan kepada sesama.

Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan. Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali. Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami. Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing. Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina. Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina. Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota. Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan. Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur. Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur. ika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya. Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu. Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina. Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya. Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku." Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
Demikianlah warta gembira bagi kita hari ini.

PERMENUNGAN:

Hari ini adalah peringatan St. Elisabeth dari Hongaria. Olehkarena itu, baiklah kiranya menyediakan waktu sebentar untuk membaca kisah St. Elisabeth dari Hongaria. Kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk memahami warta gembira hari ini.

Elisabeth Hungaria adalah janda kudus mendiang Pangeran Ludwig IV dari Turingia. Sepeninggal suaminya, ia menjadi anggota Ordo Ketiga Santo Fransiskus dan sangat aktif melayani orang-orang miskin dengan kekayaannya. Elisabeth lahir di Pressbura atau Bratislava atau Saros Patak (sekarang: Cekoslovakia), ibukota Hungaria Utara, pada tahun 1207 dari pasangan Andreas II, Raja Hungaria, dan Gertrude dari Andechs Meran.

Ketika berusia 4 tahun, kedua orang-tuanya mempertunangkan dia dengan putera tertua Pangeran Hermann I dari Thuringia, Jerman Barat. Semenjak itu Elisabeth kecil tinggal di istana Wartburg di Jerman Tengah. Di sana ia dan putera Pangeran Herman I itu dibesarkan dan dididik bersama. Namun sayang, rencana pernikahan mereka menemui jalan buntu: sang pangeran muda itu mati dalam usia yang masih begitu muda. Sebagai gantinya Elisabeth lalu dipertunangkan dengan Ludwig IV, putera Hermann I yang lebih muda. Pernikahan mereka diselenggarakan pada tahun 1221 ketika Elisabeth berusia 14 tahun dan Ludwig berusia 21 tahun. Mereka dikaruniai tiga orang anak. Perkawinan ini berakhir pada tahun 1227, ketika Ludwig meninggal dunia karena serangan wabah pes sementara mengikuti Perang Salib di Tanah Suci.

Selagi hidup bersama suaminya, Elisabeth tetap hidup sederhana, tidak seperti penghuni istana lainnya yang serba mewah. Ia bahkan sangat sosial dan menunjukkan perhatian dan cintakasih yang besar kepada orang-orang miskin. Ia mendermakan uang, makanan dan pakaian kepada para fakir miskin itu. Hal itu tidak disukai oleh kaum keluarganya; mereka menuduh Elisabeth memboroskan harta suaminya. Suatu hari, ia dipergoki suaminya ketika sedang keluar membawa sebuah keranjang berisi roti. "Apa yang kaubawa itu?" tanya suaminya dengan suara agak keras. Elisabeth agak takut tetapi dengan serta merta ia menjawab: "Bunga mawar, Mas!". Suaminya tak percaya dan segera menggeledah bungkusan di dalam keranjang itu. Dan ternyata betul: keranjang itu berisi bunga-bunga mawar yang masih segar. Tuhan kiranya telah menyelamatkan hambanya. Sejak itu, Ludwig semakin menyayangi Elisabeth dan hidup rukun dengannya. Ludwig semakin memahami tujuan perbuatan sosial Elisabeth kepada orang-orang miskin. Kepada penghuni-penghuni istana lain yang tidak menyukai Elisabeth, Ludwig mengatakan: "Perbuatan amal Elisabeth akan membawa berkat Tuhan bagi kita. Kita tentu tidak akan dibiarkan Allah menderita suatu kekurangan pun, selama kita mengizinkan Elisabeth untuk meringankan penderitaan orang lain."

Sebelum kepergian suaminya ke Tanah Suci guna mengikuti Perang Salib, Elisabeth telah banyak menunjukkan perbuatan-perbuatan cintakasih yang mengagumkan kepada orang-orang miskin dan sakit. Ia mendirikan rumah-rumah sakit, dan memberikan makanan kepada orang-orang malang itu. Kegiatan amalnya ini diperganda, ketika Elisabeth menjadi anggota Ordo Ketiga Santo Fransiskus.

Kegiatan-kegiatannya semakin memperhebat kebencian anggota keluarga istana padanya. Ia diusir dari istana tanpa membawa apa-apa kecuali tiga orang puteranya. Kemudian ketiga anaknya itu dititipkan pada seorang sahabatnya yang terpercaya. Ia sendiri lalu masuk Ordo Ketiga Santo Fransiskus dan giat menjalankan berbagai kegiatan amal kepada orang-orang miskin dan anak-anak yatim-piatu. Ia mengakhiri hidupnya sebagai hamba Tuhan yang setia dan wafat di Marburg, Jerman pada tanggal 17 Nopember 1231, dalam usia 24 tahun. Banyak sekali terjadi mujizat berkat perantaraannya.

Pada tahun 1235, empat tahun setelah kematiannya, ia sudah dinyatakan 'kudus' berkat permohonan dari orang-orang yang mengenal baik dia dan semua kebajikan yang dilakukannya semasa hidupnya. Tak ketinggalan di antara orang-orang itu, bapa pengakuannya, yang sungguh mengagumi kepribadian dan karyanya. Elisabeth adalah seorang ibu yang memberi teladan hidup yang luar biasa kepada para ibu rumah tangga. Ia diangkat menjadi pelindung kudus karya-karya sosial.

Santa Elisabeth dari Hongaria menerima mina yang besar dari Tuhan, yakni sebagai puteri bangsawan, dan ia mempertanggungjawabkannya dengan baik, yakni dengan hidup sederhana, tidak seperti penghuni istana lainnya yang serba mewah. Ia bahkan sangat sosial dan menunjukkan perhatian dan cintakasih yang besar kepada orang-orang miskin. Ia mendermakan uang, makanan dan pakaian kepada para fakir miskin itu.

Kita semua juga sudah menerima mina atau berkat dari Tuhan. Apa yang ada pada kita adalah pemberian Tuhan, sehingga tidak ada alasan buat kita untuk disombongkan. Berkat itu dipercayakan oleh Tuhan kepada kita masing-masing bukan hanya untuk diri kita sendiri atau tidak untuk disimpang, tetapi untuk kita gandakan atau kembangkan. Menggandakan berkat yang kita terima artinya membagikan berkat itu bagi sesama, sehingga orang lainpun pada akhirnya ikut menikmati berkat yang sudah kita terima. Ketika orang lain ikut merasakan dan menikmati mina/berkat yang kita terima, pada saat itu pula berkat/mina itu kita gandakan. Semakin banyak orang yang merasakan dan menikmatinya, semakin berlipatganda pula berkat itu bertambah. Orang yang menggunakan atau menikmati berkat hanya untuk dirinya sendiri, itu sama halnya orang yang menyimpan mina dalam sapu tangan. Apa yang sudah kita terima, kelak harus kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan sendiri.

REFLEKSI PRIBADI:

1. Sadari dan yakinilah bahwa diri Anda sudah menerima mina/berkat dari Tuhan dan berkat itu harus dilipatgandakan, yakni menggunakannya bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi banyak orang.

2. Cobalah hari ini hidup sederhana seperti Santa Elisabeth, yakni dengan mengurangi jatah kesenangan atau pengeluaran sebagaimana biasanya, bukan supaya irit, tetapi untuk diberikan kepada sesama yang membutuhkannya.

Pujasumarta Uskup Agung Semarang

Pujasumarta Uskup Agung Semarang

(Semarang 13/11/10)Paus Benediktus XVI di Tahta Suci Vatikan menunjuk Mgr. Johannes Pujasumarta menjabat sebagai Uskup Agung Semarang.
Pengangkatan Pujasumarta tersebut telah diumumkan Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Leopoldo Girreli, kata administrator Keuskupan Agung Semarang, Romo Pius Riana Prapdi, di Semarang, Jumat (12/11).
Pujasumarta sebelumnya menjabat sebagai Uskup Agung Bandung. "Pujasumarta selanjutnya akan mengisi jabatan Uskup Agung Semarang yang telah beberapa waktu kosong karena pejabatnya Mgr. Ignatius Suharyo ditunjuk Vatikan sebagai Uskup Agung Jakarta," jelasnya.
Ditambahkan, surat keputusan tentang pengangkatan Pujasumarta kemungkinan baru akan ditetapkan sekitar satu bulan mendatang.
Jabatan Uskup Agung Bandung, katanya, sementara akan diampu Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo.
Pujasumarta lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 27 Desember 1949. Ia mengawali pendidikan imamatnya di Seminari Menengah Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, tahun 1963.
Romo yang menyandang gelar doktor spiritualitas dari Universitas St. Thomas Aquinas Roma pada 1987 itu, menjabat sebagai Uskup Agung Bandung sejak 2008. Sebelumnya, Pujasumarta menjabat Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang.(suaramerdeka.com)

Disadur dari http://www.mirifica.net/

Tolak Pembangunan Gereja, Warga Geruduk Rumah Pastur

Tolak Pembangunan Gereja, Warga Geruduk Rumah Pastur


(Bandung 12/11/10)Seratusan warga kampung Jiwanaya RW 04, Kelurahan Cibeunying, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, berunjuk rasa di di depan rumah dinas pastur lembaga Pengurus Gereja Amal Katolik Santa Melania di kampung itu, Jumat (12/11) siang. Sambil memajang spanduk, mereka menuntut pemilik dan penghuni rumah dinas tersebut tak menggelar kegiatan kegerejaan dan mengalihfungsikan rumah tinggal dua lantai yang kini dihuni Romo Iwan itu menjadi gereja.

"Kami bertahun-tahun ditipu. Kalau tetap membangun gereja, kami warga laki dan perempuan siap ramai-ramai menghancurkan bangunannya," kata salah seorang warga laki-laki saat berorasi di depan massa kampungnya, Jumat (12/11).

Pendemo lainnya, seorang perempuan, menyatakan, warga Jiwanaya memang kebanyakan bukan orang kaya, namun warga punya iman yang kuat. Kepada massa, wanita berjilbab ini pun bertanya apakah setuju pembangunan gereja di Jiwanaya yang langsung dijawab massa dengan pekik: "Tidak (setuju)."

Sementara itu pada saat yang sama sejumlah perwakilan warga, pihak penghuni dan pemilik rumah dinas, serta Musyawarah Pimpinan Kecamatan setempat, serta sebuah organisasi kemasyarakatan bertemu di lantai dua rumah dinas yang didemo. Pertemuan digelar untuk menuntaskan masalah antara warga dengan penghuni dan pemilik rumah dinas hari ini juga.

Agus, perwakilan warga, menjelaskan, keresahan warga bermula sekitar dua tahun lalu kala beberapa orang yang mengatasnamakan Yayasan Pengurus Gereja Amal Katolik membagikan uang Rp 350 ribu kepada sejumlah warga kampung Jiwanaya. "Menurut seorang warga, uang itu dibagikan untuk kompensasi debu dan kebisingan terkait rencana pembangunan gereja di area rumah ini (dinas pastur)," jelas anggota tim khusus warga itu saat pertemuan para pihak.

Pembagian duit itu lalu memicu keresahan antara warga yang menerima dan menolak duit yang diduga kompensasi pembangunan gereja itu. "Sejak itu terjadi saling curiga antar sesama warga Jiwanaya. Sayangnya, sejak itu pula tak ada penjelasan dari pihak PGAK (Pengurus Gereja Amal Katolik) maupun penghuni rumah terkait itu sehingga warga semakin resah," jelas Agus.

Lewat pertemuan tersebut, Agus berharap pihak Pengurus Gereja maupun penghuni rumah memastikan kalau rumah dua lantai yang tampak paling megah di Jiwanaya itu tetap berfungsi sebagai rumah tinggal.

"Kami berharap pertemuan ini bisa menuntaskan masalah yang sudah terjadi sejak lama pada hari ini juga. Kami meminta pihak PGAK berkomitmen supaya rumah tinggal ini tak digunakan untuk ritual ibadat dan kegiatan kegerejaan dan tidak membangun gereja di sini," tandas Agus.

Sementara itu, mewakili Pengurus Gereja, Romo Antonius Julistiana, menyangkal kalau pihaknya hendak membangun gereja di Jiwanaya. Ia pun memastikan kalau bangunan dua lantai tersebut tetap akan berfungsi sebagai rumah tinggal pastur Pengurus Gereja Amal Katolik paroki Santa Melania yang menangani jemaat di empat kecamatan, termasuk kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

"Tak ada maksud kami untuk membangun gereja dan mengalihfungsikan rumah ini menjadi rumah ibadah. Kalaupun memang sering banyak tamu datang ke rumah ini, itu bukan untuk melakukan ibadat," jelas mantan Ketua Pengurus Gereja Amal Kristen itu.

Adapun Romo Iwan, yang kini menghuni rumah dinas Jiwanaya, justru mengajak agar warga sekitar percaya pada dirinya dan tak mencurigai akan adanya kegiatan kegerejaan di rumah dinasnya. "Mari kita mempererat silaturahmi, tempat kami terbuka,"kata dia.

Dimulai sekitar pukul 13.00, pertemuan dan konflik berakhir setelah para pihak menandatangani naskah kesepakatan tentang tak adanya pembangunan gereja sekitar pukul 15.00. Para pendemo pun membubarkan diri setelah pihak Pengurus Gereja dan perwakilan warga mengumumkan komitmen masing-masing terkait kesepakatan tersebut.

(tempointeraktif.com)
Disadur dari http://www.mirifica.net/

Renungan Harian, Selasa 16 Nopember 2010

Renungan Harian, Selasa 16 Nopember 2010
Why 3:1-6, Mzm 15:2-3ab,3cd-4ab,5, Luk 19:1-10
(P. Fak. Margarita dr Skotlandia, Gertrudis, Rochus Gonzales, Yohanes de Castillo)
"Jadilah Zakeus-Zakeus yang baru!"

Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."
Demikianlah warta gembira buat kita hari ini.

PERMENUNGAN:

Berita tentang Gayus menghangat kembali, seakan ahmbir sehangat berita bencana merapi. Kita tentu tahu siapa dia dan apa yang dilakukannya. Singkat kata dia dituduh sebagai koruptor penggelapan pajak yang merugikan Negara dalam jumlah yang besar dan terakhir ini dikatakan dia ‘bebas berkeliaran’ bebas menonton pertandingan Tenis di Bali. Benar atau tidak berita itu, hanya dia yang tau, masih kontrofersi dan ada ‘pembelaan’ yang mengatakan bahwa yang dalam foto itu bukan dia. Bagaimana kelanjutan berita ini, silahkan kita ikuti dalam berita. Yang bisa kita lihat dari peristiwa ini adalah, bahwa tentu banyak orang yang tidak menyukai dia, mungkin mencibir, menghujat dia, tetapi pasti ada pula yang ‘mendekati’ dia dengan maksud tertentu, bisa jadi yang mendekati dia adalah orang-orang yang seakan mau membantu kasusnya, padahal dengan tujuan meraup keuntungan yang besar dari dia, atau mungkin ada pula yang mendekati dia karena dia memagang banyak rahasia para koruptor, sehiingga dia didekati supaya kasusnya tidak dia bongkar. Yang jelas orang mendekati mereka, entah itu terang-terangan atau diam-diam adalah dengan maksud meraup keuntungan bagi pribadi atau kelompok. Yang jelas, umumnya kita pasti tidak menyukai dia dan juga kita pasti tidak suka kepada orang-orang yang bergaul dengan dia. Kitapun pasti tidak berani mendekati dia supaya tidak dianggap dan dituduh orang yang jahat seperti dia.

Pola pikir yang sama dialami oleh orang-orang ketika melihat Yesus bukan hanya menyapa Zakeus si pemungut Cukai yang dikatakan sebagai seorang pendosa, tetapi malah makan bersama di rumah Zakeus. Apa yang dilakukan oleh Yesus memang sungguh bertolak belakang dengan perilaku para guru pada masa itu, apalagi menurut orang-orang Farisi yang merasa dirinya baik dan benar. Tindakan Yesus memang seringkali mengagetkan kita. Kitapun mungkin akan mengalami hal yang sama bila seseorang yang kita kenal baik, saleh, guru hidup tetapi bergaul dengan seorang pendosa. Tentu bukan maksud Yesus mau mengambil keuntungan pribadi atau kelompok dengan mendekati Zakeus. Yesus bukan mau mendapatkan bagian harta Zakeus, tetapi jelas bagi kita, sapaan Yesus yang penuh kasih justru membawa perubahan besar bagi Zakeus. Zakeus bukan hanya membagikan hartanya kepada orang-orang miskin, tetapi memberi hatinya, hatinya yang berubah atau bertobat. Dan jelas bagi kita bahwa maksud Yesus adalah sebagaimana dikatakan pada ayat terakhir yakni bahwa Dia datang untuk menyapa dan mengajak orang untuk bertobat. Dia menyapa Zakeus dengan penuh kasih adalah untuk mempertobatkan Zakeus.

Apa yang mau dikatakan warta gembira hari ini bagi kita?

Yesus sungguh adalah Tuhan yang mahakasih, Dia selalu merindukan semua orang menikmati hidup bahagia terutama dalam kebahagiaan kekal, Yesus mengharapkan pertobatan orang berdosa, bahkan orang yang dianggap seorang pendosa berat. Zakeus dianggap pendosa berat, karena itu dia disingkirkan. Tetapi walaupun demikian pandangan umum, Yesus menyapa dia dengan penuh cinta kasih, Dia tidak menolak Zakeus. Cinta kasih Yesus itulah yang mengubah Zakeus sehingga dia bertobat. Pertobatan yang sunguh-sungguh membawa kita kepada keselamatan kekal. Demikianpun kiranya kita, tentu kita tidak ada yang terlepas dari kekurangan dan dosa. Yesus juga mendambakan pertobatan kita. Dari kisah ini, jelas tidak ada ketakutan bagi kita untuk kembali kepada Yesus atau bertobat. Sebesar apapun dosa kita, asal kita sungguh-sungguh merindukan dan ketulusan untuk bertobat, Yesus tidak pernah akan menolak kita. Tidak ada alasan bagi kita untuk takut datang kepada Yesus. Zakeus menunjukkan kesungguhan dan kerinduan hatinya untuk melihat Yesus, yakni dengan menyingkirkan ‘harga dirinya’ dengan memanjat pohon. Demikianpun kiranya kita semua. Hanya persoalannya, kita seringkali merasa bukan pendosa berat, hanya dosa kecil-kecil, sehingga merasa tidak membutuhkan pertobatan. Janganlah kita pernah mengatakan bahwa kita tidak membutuhkan pertobatan, kita semua membutuhkan pertobatan, maka datanglah kepada Yesus dan Dia akan menerima kita dan kita akan dihantar kepada keselamatan kekal.

Kesadaran diri bahwa kita juga manusia yang punya kekurangan dan dosa, tentu menghantar kita sikap tobat dengan datang kepada Tuhan. Selain itu juga, tentu kita tidak dengan begitu mudah untuk menghakimi orang yang salah atau berdosa, menyingkirkan mereka. Namun kiranya karena kita tidak sadar bahwa kita juga orang yang berdosa, yang sering terjadi, kita dengan mudah menghakimi dan menuduh orang yang bersalah atau berdosa, menyingkirkan mereka atau mungkin sekedar mendiamkan mereka. Banyak diantara kita yang tidak peduli bahwa disekitarnya ada orang yang bersalah atau berdosa. Yang kita maksud di sini adalah, tidak peduli, tidak ada usaha untuk mempertobatkan mereka. Oleh karena itu, mari kita meneladan apa yang diperbuat oleh Yesus terhadap Zakeus, kitapun berani menyapa, mendoakan orang lain yang berdosa, dan kalau perlu kitapun mengupayakan supaya mereka bertobat. Pasti secara manusiawi tentu tidak akan punya keberanian itu, tetapi bila kita punya hati yang tulus untuk pertobatan sesama, bukan untuk mencari keuntungan dan terutama dengan mohon bantuan Tuhan, kita pasti mampu melakukannya.

REFLEKSI PRIBADI:

1. Sadarilah bahwa dirimu juga orang yang punya salah, dosa dan punya potensi untuk melakukan dosa berat. Dengan demikian sadarilah bahwa diri Anda juga membutuhkan pertobatan.

3. Jadilah Zakeus-Zakeus yang baru, yang rindu melihat Yesus dan bertobat karena sadar dan merasakan kasih Yesus.

3. Cobalah menyapa orang lain dengan penuh cinta kasih, orang yang menurut Anda bersalah atau berdosa, doakan dan mohonkanlah rahmat pertobatan bagi mereka.

4. Hindarkanlah untuk tidak dengan mudah menghakimi dan berpikiran negative kepada orang lain.

Renungan Harian, Senin 15 Nopember 2010

Renungan Harian, Senin 15 Nopember 2010
Why 1:1-4,2:1-5,Mzm 1:1-2,3,4,6, Luk 18:35-43
(Albertus Agung, Magdalena Marano)
"Tuhan, supaya aku dapat melihat!"

Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: "Apa itu?" Kata orang kepadanya: "Yesus orang Nazaret lewat." Lalu ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!" Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang itu: "Tuhan, supaya aku dapat melihat!" Lalu kata Yesus kepadanya: "Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.
Demikianlah warta Gembira bagi kita hari ini.

PERMENUNGAN:

Alkisah dikatakan bahwa di satu desa dikenal banyak terdapat orang buta, tidak diketahui apa penyebabnya. Orang-orang buta itu pekerjaannya setiap hari hanya meminta-minta di kota. Pagi hari mereka berangkat ke kota untuk meminta-minta, baik secara pribadai maupun bergerombol dan sorenya pulang ke desa mereka. Suatu ketika ada seorang kaya yang dermawan, merasa kasihan melihat orang-orang di desa itu. Dia berpikir, kasihan mereka itu, karena kebutaan, mereka menjadi peminta-minta. Dia berpikir, mungkin kalau mata mereka bisa disembuhkan dan bisa melihat kembali, mereka pasti hidup akan lebih baik, tidak perlu meminta-minta lagi. Oleh karena itu dia menawarkan niat baiknya kepada masyarakat lewat kepala desa dan kepala desa manyanggupinya untuk memberitahukan kepada masyarakatnya. Kepala desa mengumumkan hal itu berungkali dan orang kaya yang dermawan itupun pulang dan berusaha mencari dokter yang hebat. Dia bersedia menanggung semua biaya yang diperlukan untuk itu, masyarakat tidak perlu membayar. Sampailah pada hari yang ditentukan, si dermawan sudah datang bersama rombongan dokter mata yang hebat, lengkap dengan peralatan yang canggih langsung diboyong ke desa itu. Tetapi sampai di tempat yang ditentukan untuk pengobatan gratis, mereka hanya mendapatkan si kepala desa, belum ada satupun orang buta yang datang untuk berobat dan disembuhkan matanya. Si dermawan heran dan bertanya apakah hal itu belum diumumkan atau belum. Si kepala desa menjawab bahwa sudah diumumkan setiap hari dan bahkan sudah langsung mendatangani orang buta maupun keluarga orang buta yang akan diobati. Akan tetapi hingga hari itu lewat, tidak satu orangpun orang buta yang datang untuk disembuhkan, bukan karena mereka sudah sembuh. Akhirnya rombongan si dermawan pulang dengan kecewa karena merasa niat baiknya tidak ditanggapi.

Mengapa tidak seorangpun orang buta tidak mau disembuhkan? Tentu karena bila mereka sembuh dan bisa melihat, mereka tidak punya alasan lagi untuk meminta-minta, mereka akan kehilangan ‘mata pencaharian’ mereka. Mereka sudah nyaman dengan kebutaan mereka karena itu menjadi alasan untuk meminta-minta, tidak usah bekerja keras.

Beda halnya dalam Injil hari ini. Orang buta itu ketika mendengar bahwa Yesus lewat, dia berteriak mohon belaskasihan dari Yesus. Dia sungguh percaya bahwa Yesus adalah Almasih dari keturunan Daud sebagaimana yang diwartakan para nabi dan yakin bahwa Yesus bisa dan mau menyembuhkannya. Dia sungguh ingin mengakhiri kebutaannya, dia ingin melihat Yesus yang lewat dan ingin tidak hidup dalam kegelapan karena kebutaan penglihatan. Oleh karena itu ketika orang lain melarangnya, dia tidak diam, tetapi malah semakin berteriak dengan keras. Keyakinan, keingingan yang besar tidak dikalahkan oleh larangan orang lain, dan memang membuakan hasil, Yesus menghampirinya. Iman orang buta itulah kiranya yang mendorong dia demikian. Hal ini tampak ketika Yesus bertenya apa yang dia kehendaki, orang buta itu menjawab, “Tuhan, supaya aku dapat melihat.” Dia sungguh yakin bahwa Yesus adalah Tuhan dan mampu menyembuhkannya. Yesus juga memuji iman orang buta itu dan akhirnya menyembuhkan orang buta itu. Sesudah dia bisa melihat, orang buta itu begitu bersukacita, dia mengikuti Yesus dan memuliakan Tuhan.

Dalam hidup kita, mungkin banyak juga orang buta. Yang kami maksudkan adalah lebih pada buta dalam arti kiasan, bukan dalam arti buta penglihatan. Mungkin kita juga buta terhadap penderitaan, persoalan orang lain sehingga kita tidak peduli dengan semuanya, kita hanya hidup bagi diri sendiri. Mungkin kita juga buta iman, sehingga kita tidak mampu menangkap kehadiran Tuhan dalam hidup kita, dalam diri sesame kita, sehingga kita hidup tidak memuliakan Tuhan. Kita bisa melihat dengan mata, tetapi tidak melihat dengan hati dan iman kita. Kita sudah banyak mendengar bahwa Yesus itu Tuhan, Dialah satu-satunya penyelamat kita, namun seringkali kita buta dan tidak mau mengikutiNya. Kita juga mungkin seringkali tidak mau disembuhkan dari ‘kebutaan’ kita, karena sudah merasa nyaman tinggal dalam kebutaan.
Orang buta tadi merasa sudah bosan hidup dalam kegelapan. Dia ingin melihat terang dan terutama Sang Terang sehingga minta disembuhkan. Hidup dalam kebutaan dapat berarti hidup dalam ‘dunia kegelapan’ atau hidup dalam kedosaan. Mungkin kita pun dalam situasi hidup yang demikian. Namun hendaknya kita seperti orang buta itu, berseru-seru kepada Yesus agar Dia juga menyembuhkan kita dari kebutaan kita selama ini, agar kita bisa melihat terang, Sang terang itu sendiri dan hidup dalam ‘terang’. Atau mungkin kita termasuk orang buta yang tidak mau disembuhkan?

Kalau kita berseru-seru kepada Yesus agar Dia menyembuhkan kita, Dia pasti akan menyembuhkan kita, sehingga kita mampu melihat Dia yang hadir dalam hidup kita, sehingga kita hidup dalam terang Kristus yang penuh dengan keindahan dan kebahagiaan. Melihat Tuhan, berarti percaya kepadaNya dan hidupnya senantiasa ‘bernyani memuliakan Tuhan.’ Kalau ternyata hidup kita masih belum merupakan hidup yang memuliakan Tuhan, berarti kita masih termasuk orang yang buta, yang butuh disembuhkan oleh Yesus. Semoga kita juga berani berseru ,”Tuhan, kasihanilah aku. Tuhan, aku mau supaya bisa melihat.”. Amin.

REFLEKSI PRIBADI:

1. Renungkanlah, apakah diri Anda termasuk orang ‘buta’ yang butuh disembuhkan oleh Yesus?

2. Cobalah hanyati bahwa Yesus hadir dalam diri orang-orang yang kita temua hari ini, khususnya orang-orang ‘kecil’.

Para Paus Gereja Katolik

Para Paus Gereja Katolik

Kepala Gereja Katolik di dunia dipanggil dengan sebutan Paus (dari bahasa Yunani pappas, atau bahasa Italia papa, panggilan akrab seorang anak kecil terhadap ayahnya) karena otoritasnya yang superior dan karena dilaksanakan dengan cara yang paternal, mengikuti teladan Yesus Kristus.

Paus Pertama

Dan Aku berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. (Matius 16:18-19)

Suksesi Apostolik

Rasul-rasul yang kudus (Petrus dan Paulus), setelah mendirikan dan membangun Gereja (Katolik di Roma), menyerahkan kursi keuskupan kepada Linus. Paulus menyebutkan tentang Linus ini dalam surat kepada Timotius (2 Timotius 4:21). Dia digantikan oleh Anacletus, dan setelahnya, pada urutan ketiga dari para Rasul, Clement diangkat sebagai uskup. Dia telah bertemu muka dengan para Rasul yang kudus dan bersama-sama mereka. Boleh dikatakan bahwa dia masih mendengar gema kotbah para Rasul, dan menyaksikan tradisi-tradisi mereka dengan mata kepalanya sendiri. Dan tidak hanya dia, karena masih ada banyak lagi yang lain, yang telah diajarkan langsung oleh para Rasul.

...Setelah Clement, Evaristus menggantikan, dan Alexander menggantikan Evaristus. Lalu, yang keenam setelah Rasul, Sixtus diangkat, setelahnya Telesphorus, yang juga menjadi martir dengan mulia. Lalu Hyginus, dan setelahnya, Pius, dan setelahnya Anicetus. Soter menggantikan Anicetus, dan sekarang, di tempat kedua-belas setelah Rasul, kedudukan uskup jatuh kepada Eleutherus. Dalam urutan ini, dan melalui ajaran para Rasul yang diteruskan dalam Gereja, kotbah kebenaran telah sampai kepada kita.
(Santo Irenaeus, uskup Lyons, Perancis. Lahir tahun 140 - wafat tahun 202. Salah satu Bapa Gereja.)

Urut-urutan Para Paus Secara Kronologis

1. Santo Petrus (33-64 atau 33-67)
Martir, disalibkan dan wafat di Roma. Makamnya baru ditemukan pada tahun 1950-an tepat berada di bawah altar Basilika Santo Petrus di Vatikan. Mengingatkan kita akan sabda Yesus di Matius 16:18. Dengan demikian nubuat Yesus dalam ayat tersebut terpenuhi dengan suatu tanda yang signifikan.

2. Santo Linus dari Tuscany (67-76)
Santo Irenaeus mengatakan bahwa ia adalah Linus yang disebutkan dalam 2 Tim. 4:21 dan bahwa ia diangkat menjadi uskup oleh Santo Paulus sendiri. Dipestakan tanggal 23 September.

3. Santo Anacletus (atau Cletus) dari Roma (76-88)
Martir. Terbunuh selama penindasan oleh kaisar Domitian. Dua Bapa Gereja: Eusebius dan Santo Irenaeus menyebutkannya dalam urutan para paus.

4. Santo Clement I dari Roma (88-97)
Martir. Murid Santo Petrus. Juga adalah salah satu Bapa Gereja. Dipestakan tanggal 23 November.

5. Santo Evaristus dari Yunani (97-105)
Martir. Menjadi uskup Roma pada jaman kaisar Trajan. Disebutkan sebagai putra orang Yahudi-Yunani dari Betlehem. Dipestakan tanggal 26 Oktober.

6. Santo Alexander I dari Roma (105-115)
Martir. Meng-Kristenkan penangkapnya, St. Quirinus dan putrinya St. Balbina

7. Santo Sixtus I dari Roma (115-125)
Martir. Orang Romawi, tetapi namanya menunjukkan keturunan Yunani. Menjadi Uskup Roma pada jaman kaisar Hadrian.

8. Santo Telesphorus dari Yunani (125-136)
Martir. Orang Yunani, mungkin dari Calabria.

9. Santo Hyginius dari Athena, Yunani (136-140)
Filsuf Yunani yang menjadi Kristen.

10. Santo Pius I dari Aquileia (140-155)
Martir. Memimpin konsili yang mengucilkan pembangkang Marcion.

11. Santo Anicetus dari Emesa, Syria (155-166)
Santo Polycarpus, murid Rasul Yohanes mengunjungi Roma mengenai perselisihan tanggal perayaan Paskah antara Timur dan Barat. Dipestakan tanggal 17 April

12. Santo Soter dari Campagna, Italia (166-175)
Martir. Seperti St. Paulus dan St. Clement, ia menulis surat kepada Gereja yang rusuh di Korintus. Selama masa jabatannya, Paskah menjadi perayaan tahunan.

13. Santo Eleutherius dari Nicopolis di Epirus, Yunani (175-189)
Menjabat sebagai deakon pada masa Paus Anicetus dan dikunjungi oleh Santo Irenaeus, Uskup Lyons, salah satu Bapa Gereja.

14. Santo Victor I dari Afrika (189-199)
Paus pertama dari Afrika dan yang menjadikan Latin sebagai bahasa resmi Gereja Katolik Roma. Selama masa jabatannya ia memerangi gnostikisme dan monarchianisme

15. Santo Zephyrinus dari Roma (199-217)
Martir. Paus Zephyrinus memerangi pembangkang adoptionisme, modalisme, dan monarchianisme. Pada masa itu, Kaisar Septimius Severus menindas Gereja. Dipestakan tanggal 26 Agustus.

16. Santo Callixtus I dari Roma (217-222)
Mantan budak dan tahanan. Santo Callixtus I menjadi kekuatan dibalik Paus Zephyrinus yang baik hati tetapi tidak memiliki dasar teologis yang kuat. Dipestakan tanggal 14 Oktober.

17. Santo Urban I dari Roma (222-230)
Membaptis Valerianus, suami Santa Cecilia. Dikuburkan di pemakaman yang sama dengan Paus Santo Callixtus I.

18. Santo Pontian dari Roma (230-235)
Lima tahun setelah menjadi Paus, ia ditangkap dan diasingkan ke Sardina bersama-sama anti-paus Santo Hippolytus. Keduanya lantas bersatu selama di pengasingan. Paus Fabian memindahkan relikwi sang Paus dan anti-Paus ke Roma. Dipestakan berbareng dengan Santo Hyppolytus, tanggal 13 Agustus.

19. Santo Anterus dari Yunani (235-236)
Martir. Hanya menjabat Tahta Suci selama beberapa minggu. Paus Santo Anterus berkeinginan untuk mengumpulkan kisah-kisah para martir pada satu tempat. Dia adalah Paus pertama yang dikuburkan di peti paus di pemakaman Callixtus.

20. Santo Fabian dari Roma (236-250)
Eusebius menceritakan bagaimana Fabian menjadi Paus. Setelah kematian Paus Anterus, banyak orang datang ke Roma termasuk Fabian untuk menyaksikan pemilihan Paus. Tiba-tiba sewaktu diskusi, seekor burung merpati turun dari langit-langit dan mendarat di atas kepala Fabian seperti lambang Roh Kudus yang turun diatas Juru Selamat. Agaknya Roh Kudus sedang bekerja karena semua orang tiba-tiba memproklamasikan Fabian layak menjadi Paus, dan iapun diangkat menggantikan Paus Anterus. Paus Fabian menjadi teladan dan simbol perdamaian, ia mati sebagai martir dan dikuburkan di pemakaman Callixtus.

21. Santo Cornelius dari Roma (251-253)

22. Santo Lucius I dari Roma (253-254)

23. Santo Stephen I dari Roma (254-257)

24. Santo Sixtus II dari Athena, Yunani (257-258)

25. Santo Dionysius, asal tidak diketahui (259-268)

26. Santo Felix I dari Roma (269-274)

27. Santo Eutychian dari Luni (275-283)

28. Santo Caius dari Dalmatia (283-296)

29. Santo Marcellinus dari Roma (296-304)

30. Santo Marcellus I dari Roma (308-309)

31. Santo Eusebius dari Calabria, Yunani (309-310)

32. Santo Melchiades atau Miltiades dari Afrika (311-314)

33. Santo Sylvester I dari Roma (314-335)
Umumnya para Paus sebelum Paus Sylvester I menjadi martir

34. Santo Markus dari Roma (336)

35. Santo Julius I dari Roma (337-352)

36. Liberius dari Roma (352-366)

37. Santo Damasus I dari Spanyol (366-384)

38. Santo Siricius dari Roma (384-399)

39. Santo Anastasius I dari Roma (399-401)

40. Santo Innocentius I dari Albano (401-417)

41. Santo Zozimus dari Mesuras, Yunani (417-418)

42. Santo Boniface I dari Roma (418-422)

43. Santo Celestinus I dari Campania (422-432)

44. Santo Sixtus III dari Roma (432-440)

45. Santo Leo I (Agung) dari Tuscany (440-461)

46. Santo Hilarius dari Sardinia (461-468)

47. Santo Simplicius dari Tivoli (468-483)

48. Santo Felix III (II) dari Roma (483-492)
Mestinya disebut Felix II. Kesalahan dalam pemberian nomor urut disebabkan karena dimasukannya nama Santo Felix Martir dari Roma, dalam urutan nama Paus.

49. Santo Gelasius I dari Afrika (492-496)

50. Anastasius II dari Roma (496-498)

51. Santo Symmachus dari Sardinia (498-514)

52. Santo Hormisdas dari Frosinone (514-523)

53. Santo Yohanes I dari Tuscany (523-526)Martir

54. Santo Felix IV (III) dari Samnium (526-530)

55. Boniface II dari Roma (530-532)

56. Yohanes II (Mercury) dari Roma (533-535)
Paus Yohanes II adalah paus pertama yang mengganti namanya.

57. Santo Agapitus I dari Roma (535-536)

58. Santo Silverius I dari Campania (536-537)
Martir. Paus Santo Silverius digulingkan dengan kekerasan pada bulan Maret 537. Penggantinya, Vigilius, tidak diakui sebagai paus oleh seluruh gereja di Roma sampai Paus Silverius dilepaskan dari jabatannya.

59. Vigilius dari Roma (537-555)

60. Pelagius I dari Roma (556-561)

61. Yohanes III dari Roma (561-574)

62. Benedictus I dari Roma (575-579)

63. Pelagius II dari Roma (579-590)

64. Santo Gregorius I (Agung) dari Roma (590-604)

65. Sabinian dari Blera di Tuscany (604-606)

66. Boniface III dari Roma (607)

67. Santo Boniface IV dari Abruzzi (608-615)

68. Santo Deusdedit (Adeodatus I) dari Roma (615-618)

69. Boniface V dari Naples (619-625)

70. Honorius I dari Campania (625-638)

71. Severinus dari Roma (640)

72. Yohanes IV dari Dalmatia (640-642)

73. Theodore I orang Yunani dari Leventine Koloni di Roma (642-649)

74. Santo Martin I dari Todi (649-655)
Martir. Dalam pengasingan sejak 17 Juni 653

75. Santo Eugene I dari Roma (654-657)
Santo Eugene I diangkat menjadi Paus ketika Paus Santo Martin I dalam pengasingan. Santo Martin I dipercaya mendukungnya sebagai Paus

76. Santo Vitalian dari Segni (657-672)

77. Adeodatus II dari Roma (672-676)

78. Donus dari Roma (676-678)

79. Santo Agatho dari Yunani dari Sicilia (678-681)

80. Santo Leo II dari Sicilia (682-683)

81. Santo Benedictus II dari Roma (684-685)

82. Yohanes V dari Antiokia, Siria (685-686)

83. Conon dari Yunani dari Thracian (?) (686-687)

84. Santo Sergius I orang Siria dari Palermo (687-701)

85. Yohanes VI dari Yunani (701-705)

86. Yohanes VII orang Yunani dari Calabria (705-707)

87. Sisinnius orang Yunani dari Siria (708)

88. Constantine dari Siria (708-715)

89. Santo Gregorius II dari Roma (715-731)

90. Santo Gregorius III dari Siria (731-741)

91. Santo Zacharius orang Yunani dari Calabria (741-752)

92. Stephen II (III) dari Roma (752-757)
Setelah meninggalnya Paus Santo Zacharius, seorang imam Roma yang bernama Stephen diangkat menjadi Paus tetapi keburu meninggal empat hari kemudian sebelum ditahbiskan sebagai Uskup Roma yang menandai awal kepausannya. Stephen yang lain diangkat untuk menggantikan Zacharius sebagai Stephen II. Nomor urut III ditulis karena nama imam Stephen yang keburu meninggal dimasukkan dalam daftar lain

93. Santo Paulus I dari Roma (757-767)

94. Stephen III (IV) dari Sicilia (768-772)

95. Adrianus I dari Roma (772-795)

96. Santo Leo III dari Roma (795-816)

97. Stephen IV dari Roma (816-817)

98. Santo Paschal I dari Roma (817-824)

99. Eugene II dari Roma (824-827)

100. Valentinus dari Roma (827)

101. Gregorius IV dari Roma (827-844)

102. Sergius II dari Roma (844-847)

103. Santo Leo IV dari Roma (847-855)

104. Benedictus III dari Roma (855-858)

105. Santo Nicholas I (Agung) dari Roma (858-867)

106. Adrianus II dari Roma (867-872)

107. Yohanes VIII dari Roma (872-882)

108. Marinus I dari Gallese (882-884)

109. Santo Adrianus III dari Rome (884-885)

110. Stephen V (VI) dari Rome (885-891)

111. Formosus Uskup Porto (891-896)

112. Boniface VI dari Roma (896)

113. Stephen VI (VII) dari Roma (896-897)

114. Romanus dari Gallese (897)

115. Theodore II dari Roma (897)

116. Yohanes IX dari Tivoli (898-900)

117. Benedictus IV dari Roma (900-903)

118. Leo V dari Ardea (903)

119. Sergius III dari Roma (904-911)

120. Anastasius III dari Roma (911-913)

121. Landus dari Sabina (913-914)

122. Yohanes X dari Tossignano (Imola) (914-928)

123. Leo VI dari Roma (928)

124. Stephen VII (VIII) dari Roma (928-931)

125. Yohanes XI dari Roma (931-935)

126. Leo VII dari Roma (936-939)

127. Stephen VIII (IX) dari Roma (939-942)

128. Marinus II dari Roma (942-946)

129. Agapitus II dari Roma (946-955)

130. Yohanes XII (Octavius) dari Tusculum (955-964)

131. Leo VIII dari Roma (963-965)

132. Benedictus V dari Roma (964-966)
Ada kerancuan mengenai legitimasi Leo VIII dan Benedictus V. Paus Yohanes XII diturunkan 4 Desember 963 oleh dewan Romawi. Jika penurunan ini tidak sah, maka Leo adalah anti-Paus. Jika penggulingan ini sah, maka Benedictus adalah anti-Paus.

133. Yohanes XIII dari Roma (965-972)

134. Benedictus VI dari Roma (973-974)

135. Benedictus VII dari Roma (974-983)

136. Yohanes XIV (Peter Campenora) dari Pavia (983-984)

137. Yohanes XV dari Roma (983-996)

138. Gregorius V (Bruno dari Carinthia) dari Saxony (996-999)

139. Sylvester II (Gerbert) dari Auvergne (999-1003)

140. Yohanes XVII (Siccone) dari Roma (1003)

141. Yohanes XVIII (Phasianus) dari Roma1004-1009

142. Sergius IV (Peter) dari Roma (1009-1012)
Kebiasaan mengganti nama sewaktu diangkat menjadi Paus dimulai sejak Sergius IV. Sebelum ia, sudah ada beberapa Paus yang mengganti namanya. Akan tetapi sejak Sergius IV, kebiasaan ini menjadi tradisi dengan beberapa pengecualian

143. Benedictus VIII (Theophylactus) dari Tusculum (1012-1024)

144. Yohanes XIX (Romanus) dari Tusculum (1024-1032)

145. Benedictus IX (Theophylactus) dari Tusculum (1032-1044)

146. Sylvester III (Yohanes) dari Roma (1045)
Jika penggusuran Paus Benedictus IX pada tahun 1044 tidak sah, maka Sylvester III adalah seorang anti-paus

147. Benedictus IX (kedua kalinya) (Theophylactus) dari Tusculum (1045)

148. Gregorius VI (Yohanes Gratianus) dari Roma (1045-1046)

149. Clement II (Suitger, Lord Morsleben & Hornburg) dari Saxony (1046-1047)
Jika pengunduran diri Benedictus IX di tahun 1045 dan pengusirannya pada sinode Desember
1046 tidak sah, maka Gregorius VI dan Clement II adalah anti-paus.

150. Benedictus IX (ketiga kalinya) (Theophylactus) dari Tusculum (1047-1048)

151. Damasus II (Poppo) dari Bavaria, Jerman (1048)

152. Santo Leo IX (Bruno) dari Alsace (1049-1054)

153. Victor II (Gebhard) dari Swabia (1055-1057)

154. Stephen IX (X) (Frederick) dari Lorraine (1057-1058)

155. Nicholas II (Gerard) dari Burgundy (1059-1061)

156. Alexander II (Anselmo da Baggio) dari Milan (1061-1073)

157. Santo Gregorius VII (Hildebrand) dari Tuscany (1073-1085)

158. Beato Victor III (Dauferius atau Desiderius) dari Benevento (1086-1087)
Di-beatifikasi tanggal 23 July 1887

159. Beato Urban II (Otto diLagery) dari Perancis (1088-1099)
Di-beatifikasi tanggal 14 July 1881

160. Paschal II (Raniero) dari Ravenna (1099-1118)

161. Gelasius II (Giovanni Caetani) dari Gaeta (1118-1119)

162. Callistus II (Guido dari Burgundi) dari Burgundy, Perancis (1119-1124)

163. Honorius II (Lamberto) dari Fiagnano (Imola) (1124-1130)

164. Innocentius II (Gregorio Papareschi) dari Roma (1130-1143)

165. Celestinus II (Guido) dari Citta di Castello (1143-1144)

166. Lucius II (Gerardo Caccianemici) dari Bologna (1144-1145)

167. Beato Eugene III (Bernardo Paganelli di Montemagno) dari Pisa (1145-1153)
Di-beatifikasi tanggal 3 Oktober 1872

168. Anastasius IV (Corrado) dari Roma (1153-1154)

169. Adrianus IV (Nicholas Breakspear) dari Inggris (1154-1159)

170. Alexander III (Rolando Bandinelli) dari Siena (1159-1181)

171. Lucius III (Ubaldo Allucingoli) dari Lucca (1181-1185)

172. Urban III (Uberto Crivelli) dari Milan (1185-1187)

173. Gregorius VIII (Alberto de Morra) dari Benevento (1187)

174. Clement III (Paulo Scolari) dari Roma (1198-1191)

175. Celestinus III (Giacinto Bobone) dari Roma (1191-1198)

176. Innocentius III (Lotario dei Conti di Segni) dari Anagni (1198-1216)

177. Honorius III (Cencio Savelli) dari Roma (1216-1227)

178. Gregorius IX (Ugolino, Count Segni) dari Anagni (1227-1241)

179. Celestinus IV (Goffredo Castiglioni) dari Milan (1241)

180. Innocentius IV (Sinibaldo Fieschi) dari Genoa (1243-1254)

181. Alexander IV (Rinaldo) dari Ienne (Roma) (1254-1261)

182. Urban IV (Jacques Pantalon) dari Troyes, Perancis (1261-1264)

183. Clement IV (Guy Foulques atau Guido le Gros) dari Perancis (1265-1268)

184. Beato Gregorius X (Teobaldo Visconti) dari Piacenza (1271-1276)
Di-beatifikasi 12 September 1713

185. Beato Innocentius V (Peter dari Tarentaise) dari Savoy (1276)
Di-beatifikasi 13 Maret 1898

186. Adrianus V (Ottobono Fieschi) dari Genoa (1276)

187. Yohanes XXI (Petrus Juliani atau Petrus Hispanus) dari Portugal (1276-1277)
Ada kerancuan dalam nomor urut Paus yang bergelar Yohanes, sejak Paus Yohanes XV

188. Nicholas III (Giovanni Gaetano Orsini) dari Roma (1277-1280)

189. Martin IV (Simon de Brie) dari Perancis (1281-1285)
Nama Paus Marinus I dan Marinus II dianggap sebagai Martin. Oleh karena itu Paus ini disebut Martin IV

190. Honorius IV (Giacomo Savelli) dari Roma (1285-1287)

191. Nicholas IV (Girolamo Masci) dari Ascoli (1288-1292)

192. Santo Celestinus V (Pietro del Murrone) dari Isernia (1294)
Dikanonisasi tanggal 5 Mei 1313

193. Boniface VIII (Benedetto Caetani) dari Anagni (1294-1303)

194. Beato Benedictus XI (Niccolo Boccasini) dari Treviso (1303-1304)
Di-beatifikasi tanggal 24 April 1736

195. Clement V (Bertrand de Got) dari Perancis (1305-1314)
Paus pertama yang berdomisili di Avignon, Perancis

196. Yohanes XXII (Jacques d'Euse) dari Cahors, Perancis (1316-1334)

197. Benedictus XII (Jacques Fournier) dari Perancis (1334-1342)

198. Clement VI (Pierre Roger) dari Perancis (1342-1352)

199. Innocentius VI (Etienne Aubert) dari Perancis (1352-1362)

200. Beato Urban V (Guillaume de Grimoard) dari Perancis (1362-1370)
Di-beatifikasi tanggal 10 Maret 1870

201. Gregorius XI (Pierre Roger de Beaufort) dari Perancis (1370-1378)
Paus Avignon yang terakhir

202. Urban VI (Bartolomeo Prignano) dari Naples (1378-1389)

203. Boniface IX (Pietro Tomacelli) dari Naples (1389-1404)

204. Innocentius VII (Cosma Migliorati) dari Sulmona (1404-1406)

205. Gregorius XII (Angelo Correr) dari Venice (1406-1415)

206. Martin V (Oddone Colonna) dari Roma (1417-1431)

207. Eugene IV (Gabriele Condulmer) dari Venice (1431-1447)

208. Nicholas V (Tommaso Parentucelli) dari Sarzana (1447-1455)

209. Callistus III (Alfonso Borgia) dari Jativa (Valencia) (1455-1458)

210. Pius II (Enea Silvio Piccolomini) dari Siena (1458-1464)

211. Paul II (Pietro Barbo) dari Venice (1464-1471)

212. Sixtus IV (Francesco della Rovere) dari Savona (1471-1484)

213. Innocentius VIII (Giovanni Battista Cibo) dari Genoa (1484-1492)

214. Alexander VI (Rodrigo Borgia) dari Jativa (Valencia) (1492-1503)

215. Pius III (Francesco Todeschini-Piccolomini) dari Siena (1503)

216. Julius II (Giuliano della Rovere) dari Savona (1503-1513)

217. Leo X (Giovanni de'Medici) dari Florence (1513-1521)

218. Adrianus VI (Adrian Florensz) dari Utrecht, Jerman (1522-1523)

219. Clement VII (Giulio de'Medici) dari Florence (1523-1534)

220. Paulus III (Alessandro Farnese) dari Roma (1534-1549)

221. Julius III (Giovanni Maria Ciocchi) dari Roma (1550-1555)

222. Marcellus II (Marcello Cervini) dari Montepulciano (1555)

223. Paulus IV (Gian Pietro Carafa) dari Naples (1555-1559)

224. Pius IV (Giovan Angelo de'Medici) dari Milan (1559-1565)

225. Santo Pius V (Antonio-Michele Ghislieri) dari Bosco (Alexandria) (1566-1572)
Dikanonisasi tanggal 22 Mei 1712

226. Gregorius XIII (Ugo Buoncompagni) dari Bologna (1572-1585)

227. Sixtus V (Felice Peretti) dari Grottamare (Ripatransone) (1585-1590)

228. Urban VII (Giambattista Castagna) dari Roma (1590)

229. Gregorius XIV (Niccolo Sfondrati) dari Cremona (1590-1591)

230. Innocentius IX (Giovanni Antonio Facchinetti) dari Bologna (1591)

231. Clement VIII (Ippolito Aldobrandini) dari Florence (1592-1605)

232. Leo IX (Alessandro de'Medici) dari Florence (1605)

233. Paulus V (Camillo Borghese) dari Roma (1605-1621)

234. Gregorius XV (Alessandor Ludovisi) dari Bologna (1621-1623)

235. Urban VIII (Maffeo Barberini) dari Florence (1623-1644)

236. Innocentius X (Giovanni Battista Pamfili) dari Roma (1644-1655)

237. Alexander VII (Fabio Chigi) dari Siena (1655-1667)

238. Clement IX (Giulio Rospigliosi) dari Pistoia (1667-1669)

239. Clement X (Emilio Altieri) dari Roma (1670-1676)

240. Beato Innocentius XI (Benedetto Odescalchi) dari Como (1676-1689)
Di-beatifikasi tanggal 7 Oktober 1956

241. Alexander VIII (Pietro Ottoboni) dari Venice (1689-1691)

242. Innocentius XII (Antonio Pignatelli) dari Spinazzola (Venosa) (1691-1700)

243. Clement XI (Giovanni Francesco Albani) dari Urbino (1700-1721)

244. Innocentius XIII (Michelangelo dei Conti) dari Roma (1721-1724)

245. Benedictus XIII (Pietro Francesco-Vincenzo Maria-Orsini) dari Gravina (Bari) (1724-1730)

246. Clement XII (Lorenzo Corsini) dari Florence (1730-1740)

247. Benedictus XIV (Prospero Lambertini) dari Bologna (1740-1758)

248. Clement XIII (Carlo Rezzonico) dari Venice (1758-1769)

249. Clement XIV (Giovanni Vincenzo Antonio-Lorenzo-Ganganelli) dari Rimini (1769-1774)

250. Pius VI (Giovanni Angelo Braschi) dari Cesena (1775-1799)

251. Pius VII (Barnaba-Gregorio-Chiaramonti) dari Cesena (1800-1823)

252. Leo XII (Annibale della Genga) dari Genga (Fabriano) (1823-1829)

253. Pius VIII (Fracesco Saverio Castiglioni) dari Cingoli (1829-1830)

254. Gregorius XVI (Bartolomeo Alberto-Mauro-Cappelari) dari Belluno (1831-1846)

255. Pius IX (Giovanni M. Mastai-Ferretti) dari Senigallia (1846-1878)

256. Leo XIII (Gioacchino Pecci) dari Carpineto (Anagni) (1878-1903)

257. Santo Pius X (Giuseppe Sarto) dari Riese (Treviso) (1903-1914)
Dikanonisasi 29 Mei 1954

258. Benedictus XV (Giacomo della Chiesa) dari Genoa, Italia (1914-1922)

259. Pius XI (Achille Ratti) dari Desio, Milan, Italia (1922-1939)

260. Pius XII (Eugenio Pacelli) dari Roma (1939-1958)

261. Yohanes XXIII (Angelo Giuseppe Roncalli) dari Sotto il Monte (Bergamo) (1958-1963)

262. Paulus VI (Giovanni Battista Montini) dari Concescio (Brescia) (1963-1978)

263. Yohanes Paulus I (Albino Luciani) dari Forno di Canale (Belluno) (1978)

264. Yohanes Paulus II (Karol Wojtyla) Wadowice, Polandia (1978-2005)

265. Benediktus XVI (Joseph Ratzinger) Bavaria, Jerman (2005-sekarang)

Anti-Paus

Sejak abad-abad pertama berdirinya Gereja sampai abad pertengahan, ada sejumlah orang-orang yang disebut sebagai anti-paus. Mereka adalah orang-orang yang diangkat sebagai paus tandingan oleh pihak yang tidak setuju terhadap seorang paus sah yang baru diangkat maupun terhadap kebijakan yang ditempuhnya. Santo Hippolytus mungkin adalah seorang anti-paus yang paling terkenal. Ia tidak menyetujui kebijaksanaan yang ditempuh sejumlah paus. Terakhir pada masa jabatan Paus Pontian, ironisnya ia malah ditangkap dan diasingkan bersama-sama sang Paus. Di pengasingan, sebelum wafatnya, Santo Hippolytus berdamai dan diterima kembali oleh Gereja.

Para Paus Avignon

Sejumlah Paus yang berasal dari Perancis berdomisili di Avignon, Perancis antara tahun 1309-1377. Mereka adalah Clement V, Yohanes XXII, Benedictus XII, Clement VI, Innocentius VI, Urban V dan Gregorius XI. Pada masa itu terjadilah pergulatan kekuasaan menyangkut kepentingan Gereja dan negara diantara para penguasa Perancis (Philip IV, Yohanes II), Bavaria (Lewis IV), Inggris (Edward III), dan fraksi-fraksi kaum religius di Perancis dan Italia. Kekacauan politik yang tersangkut paut dengan Gereja di Italia merupakan sebuah faktor yang memperlama domisili para Paus di Avignon, Perancis.

To be continued....

Sumber-sumber:
1. Our Sunday Visitor's 1999 Catholic Almanac
2. Jesus, Peter & the Keys, A Scriptural Handbook on the Papacy
3. List of Popes, St.Joseph Radio flyer.


Sumber : http://www.gerejakatolik.net/info/parapaus.htm

Sebagian Foto Pertemuan Pengurus Gereja, Pelantikan dan Penerimaan Sakramen Krisma

Sebagian dari Foto Pembinaan, Pelantikan Pengurus Gereja
Periode 2010 s/d 2015 dan Penerimaan Sakramen Krisma
Tigalingga 6 s/d 7 Nopember 2010
















































IBADAT KATOLIK SUNGGUH KAYA DAN INDAH

IBADAT KITA TIDAK MENARIK, MONOTON DAN MEMBOSANKAN?

PEMBUKAAN

Pernyataan dan pertanyaan ini seringkali kita dengarkan dan bahkan umat kita sendiri seringkali mengatakannya, sehingga tidak jarang umat tidak ke beribadah pada hari Minggu atau justru “jajan” ke Gereja lain dengan alasan demikian.Sekarang benarkah pernyataan di atas? Tentu pernyataan di atas adalah tidak benar sama sekali. Hal itu bisa muncul karena seseorang kurang memahami makna dan tujuannya beriman, makna dan tujuannya beribadah dan makna dan isi dari ibadah itu sendiri.

1. Liturgi atau Ibadat adalah kehadiran Allah yang Menguduskan Manusia.

Sebagai mana kita lihat dalam pengertian Liturgi yang telah diterangkan di atas bahwa Liturgi adalah Perayaan karya keselamatan Allah. Allah dan karya keselamatannya sungguh dihadirkan dalam ibadat kita, secara khusus terutama dalam perayaan Ekaristi. Oleh Roh Kudus, Kristus dan kesealamatan-Nya. Kehadiran itu sungguh nyata, jadi bukan hanya sekedar mengenang apa yang terjadi 2000 tahun yang lalu, bukan hanya sekedar merayakan buah penebusan atau keselamatan Allah yang sudah terjadi 2000 tahun yang lalu.

Kehadiran ini adalah karena kasih Allah yang hendak “menguduskan dan menyelamatkan” manusia. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa dalam liturgi / Ibadat kita itu adalah tindakah Allah yang hadir dan hendak “menguduskan” manusia. Tindakan Allah dalam pengudusan manusia juga hendak diwujudkan dengan Tuhan dengan persatuan mesra, persatuan batin dengan manusia itu, bukan hanysecara lahiriah saja. Tuhan tidak hanya ingin memuaskan hidup jasmani manusia tetapi ingin memuaskan secara batin, karena dari batin atau hati yang tenang, akan membuat manusia itu kuat dan mampu menghadapai persoalan hidup yang
sifatnya lahiriah.

2. Liturgi atau Ibadat adalah Tanggapan Manusia untuk bersyukur dan Memuliakan Allah.

Menyadari dan mengimani kasih Allah itu, tentu membuat kita ingin menanggapinya. Kesadaran dan iman ini kita nyatakan dalam liturgi atau ibadat kita. Jadi jelas bahwa ibadat yang kita lakukan adalah tanggapan untuk bersyukur atas kasih Allah, upaya kita untuk memuliakan Tuhan.
Oleh karena itu, dengan menyadari makna dan nilai luhur Liturgi atau ibadat kita, tentu dari pihak kita yang ikut ambil bagian di dalamnya dituntut suatu sikap hidup. Ada beberapa hal praktis yang perlu kita perhatikan.

1. Persiapan yang sungguh-sungguh.

Seringkali terjadi karena kita tidak memahami makna dan nilai luhur dari liturgi atau ibadat kita dan belum menganggap itu semua sebagai bagian dari kebutuhan hidupnya. Banyak orang iman juga ibadah di gereja hanya sebagai pelengkap tambahan, karena malu bila tidak pergi ke Gereja pada hari Minggu. Bila kita mengetahui dan menyadari makna adan arti luhur dari Ibadat atau Liturgi tersebut, tentu kita perlu mempersiapkan diri yang sesungguhnya. Persiapan itu bukan hanya soal penampilan, tetapi lebih pada yang sifatnya batiniah. Hal ini tentu harus diwujudkan dengan datang dengan tepat waktu sebelum ibadat dimulai, dan bahkan lebih baik lagi bila datang sebelum ibadat dimulai. Sesudah sampai di Gereja tentunya menggunakan waktu sebelum ibadat mulai dengan berdoa, mengarahkan seluruh hidup kepada ibadat tersebut dan juga dalam doa mohon agar Tuhan bantu dalam mengarahkan seluruh hidup selama perayaan
Ibadat berlangsung.

Namun yang sering terjadi, banyak umat yang datang terlambat, dan setelah sampai di gerejapun mereka tidak langsung masuk ke gereja untuk berdoa, persiapan diri, tetapi berbincang-bincang di luar gereja sambil merokok atau makan siri, baru setelah ibadat mulai, baru masuk ke dalam gereja. Bahkan ada pula walau ibadat sudah dimulai dengan lagu pembukaan, pemimpin ibadat sudah berarak masuk ke gereja, tidak sedikit orang yang masih dengan santainya berbincang-bincang dan merokok di luar, bahkan baru masuk ketika hampir selesai ibadat atau ketika mau komuni saja.

Oleh karena itu, bagaimanapun mungkin seseorang itu bisa masuk secara mendalam dalam ibadat kalau dia tidak memberi diri sepenuhnya, tidakpersiapan. Apalagi bila datang terlambat, tergesa-gesa masuk gereja, tentu masih kelelahan,tentunya tidak merasa nyaman dalam mengikuti ibadah, sehingga tentunya ibadat akan dirasa membosankan. Bahkan sangat lebih bagus lagi bila persiapan sudah dilaksanakan sejak dari rumah, yakni membaca bacaan-bacaan yang akan didengarkan saat ibadat.

2. Terlibadat sungguh dalam seluruh Ibadat.

Kenyataan yang terjadi, banyak umat yang hadir dalam ibadat bertindang sekaan hanya seorang penontong pentas hiburan saja, tidak terlibat sungguh-sungguh lewat menjalankan tata cara selama ibadat, terlibat mendengarkan Sabda dan juga dengan bernyani sungguh-sungguh. Banyak umat yang tidak memahami arti dari mengambil air suci yang disediakan di pintu masuk gereja dan membuat tanda salib sebelum masuk Gereja, membungkuk ke arah salib sebelum masuk tempat duduk, arti berlutut, arti menepuk dana dan yang lainnya.Persolan lain, banyak umat yang tidak meu belajar untuk mengerti dan memahaminya.

Jadi bagaimana mungkin umat dapat merasakan indah, menarik dan menyenangkannya ibadat itu kalau orang memposisikan diri hanya sebagai seorang penonton. Keterlibatan kita dalam ibadat itu, ikut menentukan indahnya ibadat tersebut.

3. Petugas hendaknya mempersiapkan sungguh dengan sebaik-baiknya.

Yesuslah yang mengundang kita untuk hadir dalam ibadat dan Dia pulalah yang menjadi pelaku utama dalam ibadat tersebut. Kehadiran Yesus adalah berkat dan dalam Roh Kudus. Selain itu, para petugas menjadi ‘alat’ Tuhan dalam ibadat tersebut. Hanya sayang, para pengurus Gereja dan para petugas kurang menyadari dan mengimani hal ini, tidak mempersiapkan diri jauh sebelum menjalankan tugasnya, justru datang terlambatdan juga ketika menjalankan tugasnya kurang memperhatikan gerak-gerik atau bahasa tubuh yang mendukung kesucian dari ibadat tersebut, misalnhya duduknya atau berdiri layaknya seperti di kedai tuak, mata seperti sedang tidur atau malah ‘keluyuran’ ke mana-mana. Para pengurus dan petugas ibadat kurang sadar bahwa mereka ‘dipakai’ oleh Tuhan untuk menghadirkan keselamatan-Nya dalam menguduskan manusia.

PENUTUP

Apakah Ibadat Katolik itu tidak menarik, monoton dan membosankan? Kalau kita coba menghayati apa yang kami katakan di atas, Anda akan merasakan bahwa ibadat kita itu sungguh indah, menyenangkan dan menguduskan kita. Semoga.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)