Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

RENUNGAN HARI MINGGU BIASA XXXIII ( 14 Nopember 2010 )

RENUNGAN HARI MINGGU BIASA XXXIII ( 14 Nopember 2010 )
Mal 3:19-20a, Mzm 98:5-6,7-8,9a,9bc, 2Tes 3:7-12, Luk 21:5-19
" Sebagai murid-murid yang setia kepada Yesus, kita harus siap memikul salib karena nama-Nya dan siap memikul salib bersama orang lain, karena iman kepada Yesus..”

Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: "Apa yang kamu lihat di situ -, akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan." Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?" Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera." Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."
Demikianlah Injil Tuhan bagi kita hari ini.

PENGANTAR:

Mungkin kita masih ingat Film yang berjudul KIAMAT tahun 2010. Film ini seakan menggambarkan akan terjadinya bencan yang begitu dasyat pada tahun 2012 dan karena digambarkan begitu dasyat, tahun itu dianggap sebagai gambaran kiamat. Film ini menabur kritik dari berbagai pihak, dengan alasan bahwa film itu ‘membawa; ketakutan kepada banyak orang. Seakan meneror kehidupan bersama. Kita juga sudah beberapa kali adanya ramalan orang-orang tertentu atau sekte tertentu yang meramalkan akan datangnya kiamat. Banyak orang yang percaya akan halite, tidak sedikit orang yang menjadi pengikut dari sekte yang meramalkan hari kiamat. Lebih dari itu, kalaupun tidak percaya dan bukan dari pengikut dari sekte-sekte itu, tetapi paling tidak jelas banyak yang ketakutan. Hari kiamat seakan suatu peristiwa yang menakutkan banyak orang, digambarkan dengan suatu peristiwa yang mengerikan. Selain gamabaran peristiwa yang mengerikan dan juga karena ketidakpastian kapan tibanya, itu pula yang semakin membuat banyak orang ketakutan. Orang berpikir, sekiranya bila tahu pasti kapan munculnya, tahu pula mempersiapkan diri untuk menyambutnya. Benarkah hal itu akan terjadi dan kapan sebenarnya akan terjadi?

PERMENUNGAN:

Pertanyaan kapan datangnya akhirn zaman, merupakan pertanyaan yang tidak pernah terjawabi. Para murid juga mempertanyakan kapan datangnya, ketika Yesus menggambarkan akan datangnya hal itu. Tetapi Yesus tidak menjawabnya. Hal yang menarik, Yesus mewartakan datangnya akhir zaman justru ketika orang mengagumi keindahan bait Allah dan juga banyaknya persembahan-persembahan di Bait Allah. Kita tidak tahu kenapa Yesus mengatakan hal itu pada saat itu. Ketika para murid bertanya kapan terjadi, Yesus bukannya langsung menjawab tetapi dia mengingatkan para murid agar tidak percaya bila mendengar orang akan meramalkan bahwa hal itu akan terjadi. Yesus mengingatkan para murid, bahwa akan ada orang yang mengatasnamakan Tuhan, mengatasnamakan nama-Nya, meramalkan hal itu akan terjadi. Yesus meminta para murid tidak usah mengikutinya. Selanjutnya Yesus mengajarkan bahwa para murid akan mengalami penderitaan, bencana alam dalam hidup ini, tetapi itupun bukan menjadi tanda akhir dari semuanya. Dalam hal ini, Yesus mengatakan bahwa kapan datangnya dan bagaimana tanda datangnya hari kiamat, itu bukan menjadi pertanyaan yang penting bagi kita. Yang penting bagi kita adalah bahwa para murid akan mengalami penderitaan, penghinaan dan penghianatan karena iman kepada Yesus. Yesus menggambarkan hal itu pasti akan dialami para murid dan pada saat mengalami demikian, Yesus mengharapkan agar para murid tidak usah takut, tetap setia dan bahkan mengharapkan agar para murid menggunakan peristiwa itu menjadi saat untuk bersaksi dan Yesus berjanji bahwa Roh-Nya akan membantu para murid. Barang siapa yang tetap setia kepada Yesus, maka ia akan memperoleh hidupnya.

Apa yang mau dikatakan oleh Yesus bagi kita hari ini?

Kapan terjadinya akhir zaman dan bagaimana tanda-tandanya, kiranya hal itu bukan menjadi persoalan besar bagi kita. Hal itu pasti akan datang, dan tidak ada seorangpun yang tidak tahu kapan hal itu datang. Sehingga kita tidak begitu saja percaya bila ada orang yang meramalkan hari kiamat akan datang.

Yesus mengingatkan kita bahwa yang terpenting bagi kita adalah agar kita tetap setiap kepadaNya. Yesus sudah menggambarkan kepada kita bagaimana nasib kita bila tetap setia dalam iman, yakni bahwa kita akan mengalami penderitaan, mengahadapi banyak tantangan, persoalan bahkan pengadiayaan. Dalam situasi demikian, hendaknya kita tetap bertahan dan tidak usah takut, karena Roh-Nya yang Kudus akan membantu kita. Apa yang digambarkan oleh Yesus memang sungguh sudah dialami oleh Gereja sejak adanya hingga saat ini. Gereja banyak mengalami tantangan, persoalan, penolakan, tetapi Gereja tetap bertahan. Bahkan seringkali, ketika Gereja mendapat tantangakan, tekanan, saat itu justru Roh Tuhan berkarya, Gereja bukannya menjadi hilang, tetapi semakin berkembang. Kiranya hal ini sudah kita alami di Negara kita ini. Ada juga banyak orang karena imannya, mereka dihambat dalam jabatan atau kedudukan, pergaulan. Tetapi barang siapa tetap bertahan dalam imannya, ia akan beroleh hidupnya dan Roh Tuhan akan membantunya.

Mungkin saja tantangan yang dialami Gereja membuat Gereja tidak berkembang. Tetapi apakah Gereja akan hilang lenyap? Hal itu tidak akan pernah terjadi, karena Yesus sendiri berkata, “…Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang.” Yesus tidak akan pernah membiarkan hal itu akan terjadi.

Sebagaimana kita dengarkan tadi, Yesus menggambarkan datangnya akhir zaman adalah ketika banyak orang mengagumi keindahan bait Allah dan banyaknya persembahan yang dipersembahkan di bait Allah.
Apa maksud hal itu bagi kita?

Mungkin mau mengatakan bahwa kehidupan iman kepada Yesus tidak diukur dari bagus, indah, mahal dan megahnya bagunan Gereja kita. Tidak juga diukur dari banyaknya umat yang datang ke Gereja dan memberikan banyak persembahan, banyak stipendium, sumbangan dan intense misa. Itu bukan suatu ukuran dan jaminan kehidupan yang setia kepada kepada Yesus. Tetapi hidup iman yang hidup, yang setia kepada Yesus adalah bila kita bersedia memikul salib karena iman kepada-Nya dan kita bersedia memikul salib bersama orang lain karena iman kepada Yesus. Nyatanya dapat dikatakan, banyak Gereja Katolik yang begitu megah dan bahkan seakan tidak ada habis-habisnya mempermegah Gereja mereka, sementara banyak gereja katolik yang hampir sama dengan kandang ternak. Ada paroki tertentu yang mengadakan program-program yang besar, sementara ada paroki lain untuk bertahan hidup aja sudah kesulitan. Iman sejati kepada Yesus adalah bila kita bersedia memikul salib karena iman kepada Yesus dan juga bersedia memikul salib bersama dengan orang lain karena iman kepada Yesus.

PENUTUP

Akhir zaman akan terjadi, tetapi kapan dan bagaimana tanda-tanda akhir zaman tiba, kiranya itu bukan menjadi persoalan dan pertanyaan penting bagi kita. Kitapun hendaknya tidak mengikuti orang-orang yang meramalkan hal itu. Yang terpenting bagi kita adalah agar kita tetap setia dalam Iman kepada Yesus walaupun karena iman itu kita kan menghadapi tantangan, persoalan, penindasan, penganiayaan dan pembunuhan. Kita tidak usah takut, karena Tuhan sendiri akan membantu kita. Bahkan hendaknya peristiwa itu kita gunakan sebagai kesempatan indah untuk bersaksi. Sebagai murid-murid yang setia kepada Yesus, kita harus siap memikul salib karena nama-Nya dan siap memikul salib bersama orang lain, karena iman kepada Yesus. Barangsiapa yang tetap setia, dia akan memperoleh hidup.

Tigalingga, 13 Nopember 2010

BACAAN MINGGU BIASA XXXIII ; 14 Nop 2010 (BAHASA TOBA)

HARI MINGGU BIASA XXXIII ( 14 Nopember 2010 )
Mal 3:19-20a, Mzm 98:5-6,7-8,9a,9bc, 2Tes 3:7-12, Luk 21:5-19
“Jaga ma hamu, so tung lilu hamu!”

Dung i ditaringoti na deba ma joro i, naung dipajagar dohot batu angka na uli dohot silua ni halak, jala ninna Ibana ma: Diida hamu pe i sude, na ro ma angka arina, ndang tinggal disi dua batu martinditindi na so gargaronna. Jadi disungkun nasida ma Ibana, ninna ma: Andigan ma masa i, Guru; jala dia ma tandana, paboa laho songgop ma i? Alai ninna Ibana ma: Jaga ma hamu, so tung lilu hamu! Ai lan do na ro sogot manoluk Goarhu, angka na mandok: Ahu do! Nunga dapot tingkina i! Unang ma ihuthon hamu nasida! Alai molo dibege hamu barita ni angka hamusuon dohot hagunturon, unang ma hamu tarsonggot; ai ndang tarbahen so songgop i jumolo. Alai ndang dope manigor dapot ajalna i. Laos didok ma tu nasida: Na hehe do sogot bangso maralohon bangso, harajaon maralohon harajaon. Masa ma lalo angka na bolon, angka sahit bala marluatluat nang haleon, tarida ma angka panonggoti ro di tanda na balga sian langit. Alai tagan so masa dope angka i, tangkupon jala leleannasida do hamu; pasahatonna do hamu tu angka parguruan dohot hurungan, gabe togihononna hamu tu jolo ni raja dohot panguhum humongkop Goarhu. Laos i ma gabe dalanmuna, mangkatindangkon Ahu. On ma parateatehon hamu: Na so pola sarihononmuna hian sitariashononmuna disi. Ai Ahu mangalehon tu hamu soara dohot habisuhon, na so bolas aloon nang alusan ni angka musumuna. Alai nang natorasmuna, hahaanggi, sisolhot ro di alealemuna do pasahathon hamu; jala pamateonna deba sian hamu. Hosoman ni saluhut jolma do hamu ala Goarhu. Jala na so tupa mago sada obuk sian ulumuna. Marhitehite benget ni roha do malua hosamuna.

BACAAN MINGGU BIASA XXXIII ; 14 Nop 2010 (BAHASA KARO)

HARI MINGGU BIASA XXXIII ( 14 Nopember 2010 )
Mal 3:19-20a, Mzm 98:5-6,7-8,9a,9bc, 2Tes 3:7-12, Luk 21:5-19
"Metengetlah gelah ola kam kena tipu.”

Lit piga-piga kalak ncakapken kerna jilena Rumah Pertoton, si ihiasi alu batu-batu si mejile dingen erbage-bage persembahen si iendesken man Dibata. Nina Jesus, "Kerina si iidahndu enda lit pagi masana maka lanai lit sada batu pe pagi tading i bas inganna; kerina pagi iruntuhken." Nungkun ajar-ajar man Jesus nina, "O Guru, ndigan kin e jadi? Janah kai nge pagi tanda-tandana kejadin e?" Erjabap Jesus, "Metengetlah gelah ola kam kena tipu. Sabap nterem pagi kalak reh i bas gelarKu nina, 'Aku kap Ia,' janah, 'Enggo ndeher waktuna.' Tapi ola ikutken ia. Bage pe ola kam mbiar adi ibegindu kerna perang ras pemberontaken-pemberontaken. Kerina si e arus jadi, tapi labo berarti maka enggo seh ku kedungenna."0 Tole nina Jesus, "Bangsa pagi ngelawan bangsa, kerajan ngelawan kerajan. Ijapa pe terjadi pagi taneh linuren, kelihen ras penakit langket-langket. Lit pe pagi kejadin si mehantu ras tanda-tanda sengget i langit nari. Ope denga jadi si enda kerina, kam pagi itangkap dingen isiksa. Kam pagi iendesken ku bas rumah pertoton guna icubai janah itamaken ku bas penjara. Kam pagi ibaba ku lebe-lebe raja ras ku lebe-lebe kalak si erkuasa erkite-kiteken Aku. Enda pagi jadi kesempaten man bandu guna meritaken Berita Si Mehuli si i bas Dibata nari e. E maka tetapkenlah i bas ukurndu, maka la atendu ndele kerna kai si man katanken guna mbela dirindu. Aku pagi mereken man bandu jabapenna, ras kepentaren gelah la lit sekalak pe imbang-imbangndu ngasup ngelawan ntah nimbak kai si ikatakenndu e. Kam pagi iendesken orang-tuandu, senina-seninandu, kade-kadendu ras teman-temanndu. Piga-piga i bas kam ibunuh pe pagi. Kerina kalak e rate segat man bandu erkite-kiteken Aku. Tapi labo bene selambar buk pe i bas takalndu nari. Megenggenglah kam, sabap alu bage maka kam banci engkelini geluhndu.

BACAAN MINGGU BIASA XXXIII ; 14 Nop 2010 (BAHASA INDONESIA)

HARI MINGGU BIASA XXXIII ( 14 Nopember 2010 )
Mal 3:19-20a, Mzm 98:5-6,7-8,9a,9bc, 2Tes 3:7-12, Luk 21:5-19
"Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan.”

Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: "Apa yang kamu lihat di situ -- akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan." Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?" Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera." Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."

Renungan : Sabtu, 13 Nopember 2010

Sabtu, 13 Nopember 2010
3Yoh 1:5-8, Mzm 112:1-2,3-4,5-6, Luk 18:1-8
“BERDOALAH TANPA HENTI!”

Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku." Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"
Demikianlah warta Gembira bagi kita hari ini.

PERMENUNGAN:

Ada dua kenyataan yang terjadi dalam hidup orang-orang beriman. Pertama, pada saat tertentu kita merasa kalau doa kita terkabul. Tentang hal ini aku memiliki sebuah pengalaman. Pada suatu hari datang seorang ibu yang sudah tua sambil bercucuran air mata menjabat tanganku erat-erat lalu berkata, Pastor tolong doakan anak-anakku yang saat ini lagi bermusuhan bahkan hampir saling membunuh. Dalam hati kuberdoa, “Tuhan, engkau sendiri tahu isi hati ibu ini. Kabulkanlah permintaannya.” Selang beberapa minggu ibu itu datang lagi sambil tersenyum menjabat tanganku lalu berujar, “Terimakasih pastor atas doa-doanya.”
Kenyataan kedua, ada juga yang merasa kalau doanya tidak terkabul. Suatu hari HPku berdering, terdengar suara yang begitu panik meminta supaya mendoakan kesembuhan suaminya yang sedang sekarat di rumah sakit. Akupun bergegas ke gereja dan di depan Sakramen Mahakudus kuberdoa agar Tuhan sudi mencurahkan rahmat kesembuhan bagi bapak yang sedang sakit tersebut. Selang beberapa jam kemudian, HPku berdering lagi tidak ada kata yang terucap cuma tangisan yang kudengar. Aku langsung paham kalau bapak tersebut sudah meninggal.

Kisah ini adalah kenyataan yang sering kita hadapi sekaligus menjadi tantangan bagi kehidupan iman kita. Dalam Injil Lukas 18 : 1 – 8, Tuhan Yesus memberikan nasihat kepada kita agar berdoa dengan tidak jemu-jemu, berdoa tanpa henti. Untuk memperkuat nasihat-Nya, Tuhan Yesus mengangkat kisah seorang janda miskin dengan seorang hakim yang tidak adil. Janda itu memohon agar hakim itu membantu untuk menyelesaikan perkaranya. Namun, tentu saja hakim itu tidak akan memperhatikan permintaan janda tersebut karena janda itu miskin, tidak memiliki uang untuk membayar hakim tersebut. Tetapi janda itu tidak putus asa. Tiap hari dia datang ke hakim tersebut memohon supaya hakim itu memperhatikan perkaranya. Dikisahkan bahwa hakim itu kemudian mengabulkan permohonan janda tersebut dengan alasan supaya tidak diganggu terus-terusan oleh janda tersebut.

Ketekunan dari janda tersebut akhirnya membuahkan hasil. Dan janda ini menjadi contoh untuk kita dalam berdoa. Kita diajak untuk senantiasa tekun dalam doa. Dan tentu saja dalam doa kita, kita selalu menambahkan kesempurnaan dari doa itu sendiri sebagaimana yang diajarkan oleh Kristus sendiri, yakni “KehendakMulah yang terjadi.

REFLEKSI PRIBADI:

1. Awalilah hari ini dengan doa dan selalula berdoa sebelum melaksankan tugas-tugas hari ini.
2. Berapa jam, menit, atau detik yang Anda usahakan untuk berdoa setiap hari?

GAMBARAN PEMBANGUNAN GEREJA

GAMBARAN PEMBANGUNAN GEREJA


Sudut Gereja Yang sudah mulai retak

Dinding Depan Bagian panti Imam sudah mulai retak


Dinding Gereja model lubang angin, kurang mendukung Keheningan


Tanah Bagian Belakang, lebih rendah hampri 3 meter selisihnya.


Pastoran dilihat dari Sambing, langsung berbatasan dinding dengan Gereja


Gambar Gereja Yang direncanakan


Denah Lantai Atas Gereja (Lokasi Tempat Ibadah)
Denah Bagian Bawah yang direncanakan(Tempat Pertemuan, Pembinaan, Tempat Rapat.)


Gambar Fondasi Gereja yang sudah hampir 2 tahun berhenti, tidak bisa diteruskan karena ketiadaan Biaya.

Barang-Barang Rohani di mata Banyak Umat.

BARANG ROHANI/DEVOSI DI MATA KEBANYAKAN UMAT

PENGANTAR

Pernah terjadi suatu kecelakaan. Sebuah mobil baru yang ditumpangi satu keluarga ditabrak dari depan, mobil itu ringsek bagian depan, tetapi semua penumpang selamat. Salah satu penumpang dari keluarga itu berceolteh, “Wah, berkat pastor atas mobil ini gak manjur, kemarin baru diberkati, taunya hari ini sudah kecelakaan?” Menanggapi celoteh itu, ibunya menjawab, “Justru untung mobil ini sudah diberkati oleh pastor, sehingga walaupun kecelakaan, kita semua selamat, coba kalau belum diberkati, mungkin kita semua sudah mati.” Bisa dikatakan bahwa adanya barang-barang rohani atau devosi hanya ada dalam Gereja Katolik. Barang-barang rohani itu umumnya diberkati oleh imam dan begitu dihormati. Namun apakah pengertian dan penggunaan barang-barang rohani/devosi itu sudah seperti yang dimaksudkan? Atau apakah semua umat sudah memahami makna berkat bagi barang-barang rohani tersebut? Illustrasi yang buat di atas, mungkin bisa mewakili pemahaman benda-benda rohani atau berkat atas benda-benda rohani itu.

JIMAT DAN BARANG-BARANG ROHANI

Jimat dalam dunia kita, tentu bukan barang baru, kita pasti sudahpernah mendengar dan bahkan mungkin masih banyak orang yang menggunakannya. Secara umum dapat dikatakan bahwa jimat adalah benda yang diyakini mempunyai kekuatan tertentu melebihi kemampuan manusia. Jimat ini diperoleh dengan dipelajari/berguru atau diberi orang lain yang dianggap sakti. Orang bilang benda itu diisi oleh orang sakti dan dipakai untuk tujuan tertentu. Singkat kata, jimat itu dipake orang sebagai ‘pertahanan’ atau dianggap buat lindungi orang yang make, ntah itu biar kebal atau selamat dari marabahaya. Orang yang memakainya hanya berpegang dan percaya pada benda dan kekuatan yang ada di dalamnya. Hal ini tentu tidak sesuai dengan iman kristiani. Namun itulah yang masih terjadi dan mungkin masih terjadi dalam diri beberapa umat kristiani.

Kalaupun tidak lagi menggunakan jimat yang umumnya dari ‘dunia kegelapan’, tapi pola pikir seperti itu masih marak di kalangan umat kristiani dan mungkin lebih besar pada umat katolik. Saya katakana demikian, karena pola pikir demikian seringkali yang terjadi pada benda- benda rohani. Tidak sedikit umat katolik yang melihat bahwa berkat pastor itu seperti layaknya mantra sehingga barang-barang rohani yang diberkati oleh pastor seakan dianggap sebagai jimat, jimat rohani menggantikan jimat yang umum dalam hidup masyarakat. Yang seringterjadi sehubungan dengan hal ini adalah Rosario. Umat memakai Rosario bukan untuk berdoa tetapi hanya sebagai kalung hiasan, dan bahkan tidak sedikit yang menganggap sebagai ‘pelindung’ agar mereka terlindung dari marabahaya. Seakan yakin bahwa bila memakai Rosario, mereka akan selamat dari marabahaya dan Rosario itulah yang menjadi pokok. Olehkarena itulah seringkali, Rosario yang dicari adalah Rosario yang bisa dikalungkan. Seberapapun bagusnya Rosario itu tetapi kalau gak bisa dikalungkan, itu tetap gak menarik bagi mereka. Dengan pola pikir demikian, tanpa disadari umat akhirnya jatuh pada pola pikir ‘berkat dan benda-benda rohani’ dilihat tidak ada ubahnya seperti jimat. Pola pikir demikian tentunya keliru dan tidak sesuai dengan iman.

BERKAT DAN BENDA-BENDA ROHANI, BUKAN JIMAT.

Umat yang menganut pola pikir demikian, tidak bisa kita persalahkan. Hal itu bisa terjadi karena masih sebatas itulah pengetahuan mereka sehubungan dengan berkat dan devosi. Tapi kenyataannya, tidak sedikit pula orang-orang katolik yang berpendidikan tinggi jatuh pada pola pikir demikian. Umat masih terpusat pada berkat atau rumusan berkat dan benda rohani itu, berpikir bahwa rumusan doa itulah dan benda-benda itulah yang akan melindungi dan menyelamatkan mereka. Tidak sedikit umat yang belum sampai pada puncaknya atau yang inti, yakni Tuhan Allah.
Doa yang diucapkan untuk memberkati bukanlah rumusan mantra, tetapi permohonan dalam iman, yang memohon agar Tuhan berkenan ‘mengkuduskan’ atau memberkati benda-benda rohani itu, dan berkenan menjadikannya sebagai sarana kehadiran-Nya, sarana keselamatanNya yang menyelamatkan manusia. Doa berkat dan benda-benda rohani itu, hanya sebagai alat dan sarana, bukan menjadi subyek keselamatan dan kehadiran Tuhan. Dalam artian inipun yang kami maksudkan bahwa bukan dengan sendirinya doa itu dan benda-benda rohani itu bukan pada hakekatnya menjadi berkat. Bagi orang non katolik, Rosario yang sudah diberkati sekalipun, tidak akan bermakna apa-apa buatnya. Baginya itu tidak ubahnya hanya sebagai hiasan belaka atau hanya untaian manic-manik yang indah. Tetapi bagi orang katolik, itu sangat bermakna.
Secara singkat dapat kita katakana bahwa bagi orang katolik, benda-benda rohani yang sudah diberkati merupakan suatu cirri khas kekatolikan kita. Orang memakai dan menggunakannya sebagai salah satu bentuk untuk menunjukkan identitas kekatolikan. Tentu diharapkan bukan hanya sekedar mau memperkenalkan identitas kekatolikan, tettapi lebih dari itu. Dengan ,menggunakan barang-barang rohani, hendaknya kita diingatkan bahwa Tuhanlah yang menyelamatkan kita, kita diajak untuk selalu ingat akan Tuhan yang sudah berkenan memberkati benda-benda rohani itu. Jadi yang menjadi pusat bukanlah benda itu atau doa berkat, tetapi Tuhan sendiri. Dengan memakai Rosario, kita diharapkan senantiasa setia kepada Tuhan, seperti Bunda Maria yang menjadi teladan iman dalam kesetiaan kepada Tuhan. Jadi jelasnya bahwa bukan kepada benda itu kita percaya, bukan benda itu yang kita percayai akan menyelamatkan kita, tetapi iman kepada Tuhanlah satu-satunya yang menyelamatkan kita. Benda-benda rohani yang kita gunakan, diharapkan membantu kita sampai kepada hal itu.

PENUTUP

Sebagai penutup dari coretan kecil ini, dapat kita katakana bahwa doa berkat bukan mantra, benda-benda rohani bukan pula jimat. Doa berkat dan benda-benda rohani adalah alat atau sarana yang bisa membantu kita untuk senantiasa ingat dan beriman pada Tuhan. Tuhanlah dan iman kepadaNyalah yang menyelamatkan kita, bukan benda-benda rohani itu. Olehkarena itu, mari kita gunakan benda-benda rohani itu sesuai dengan tujuannya, jangan malah kita jatuh pada pemikiran bahwa itu sebagai jimat rohani kita.

GAMBAR GEREJA-GEREJA PAROKI

GAMBAR GEREJA-GEREJA
PAROKI MARI DARI GUNUNG KARMEL - TIGALINGA


GEREJA PAROKI


GEREJA LAMA


BAGIAN DALAM GEREJA PAROKI


GEREJA STASI TANJUNG BERINGIN


GEREJA STASI TAMPOK KITE


GEREJA STASI SUMBUL KARO


GEREJA STASI RANTE BESI


GEREJA STASI PARSAORAN


GEREJA STASI PENGKURUKEN


GEREJA STASI PANDAN II


GEREJA STASI KENDIT LIANG


GEREJA STASI GUNUNG SITEMBER


GEREJA STASI GUNDALING I


GEREJA STASI LAU GAMBIR


GEREJA STASI BUKIT TINGGI


GEREJA STASI BERTUNGEN JULU


GEREJA STASI AEK NAULI


GEREJA STASI TANAH PINEM


GEREJA STASI SUKEN DEBI


GEREJA STASI SIBENGKURUNG


GEREJA STASI PERTUMBUNGEN


GEREJA STASI ONOM KODIN


GEREJA STASI NAPAN BELANG


GEREJA STASI LAU RAMBONG


GEREJA STASI LAU PEMULUTAN


GEREJA STASI LAU IPUH


GEREJA STASI GUNDALING II


GEREJA STASI LAU KERSIK


GEREJA STASI RINDANG







 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)