Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VIII: SELASA 4 MARET 2014

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VIII: 
SELASA 4 MARET 2014 
Yak. 5:13-20; Mzm. 141:1-2,3,8; Mrk. 10:13-16 

INJIL : 
Suatu hari berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!" Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu." 

RENUNGAN : 
 Injil yang kita baca hari ini adala kelanjutan dari kisah pemuda kaya yang menghendaki hidup kekal, tetapi ketika Yesus memintanya menjual semua hartanya dan memberikannya kepada orang miskin lalu mengikuti-Nya, namun pemuda itu kecewa dan pergi meninggalkan Yesus. Pemuda itu tidak rela kehilangan harta kekayaannya, sehingga Yesus mengatakan bahwa orang kaya sukat masuk surga. Mendengar perkataan itu, 

Petrus yang merasa diri sudah meninggalkan segala demi mengikuti Yesus seakan mau menyatakan bahwa mereka tidak seperti pemuda itu sehingga mereka kiranya layak beroleh hidup kekal. Memang kiranya para murid sudah meninggalkan bukan hanya harta benda mereka atau pekerjaan mereka, juga meninggalkan keluarga mereka demi mengikuti Yesus Kristus. Berbeda dengan pemuda kaya itu, maka para murid kiranya kelak layak menerima hidup kekal. 

Menanggapi pernyataan Petrus, Yesus mengatakan bahwa para murid akan menerima balasan akan semuanya itu bukan hanya kelak setelah mereka mati, tetapi semasa hidup juga akan menerima balasan dari pengorbanan mereka, yakni juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. 

Perkataan ini mengatakan kepada kita bahwa pengorbanan demi mengikuti Yesus akan membuahkan kebahagiaan bagi kita bukan hanya kelak tetapi juga dalam hidup yang sekarang ini. Memang benarlah bahwa orang yang sangat mencintai harta kekayaannya tidak akan disukai banyak orang karena orang demikian hanya memikirkan diri sendiri, tidak peduli dengan orang lain. Orang demikian juga tertutup terhadap sesamanya, dia hanya berteman dengan orang yang menguntungkan bagi dirinya. 

Sedangkan orang yang berani meninggalkan kekayaan atau yang rela berbagi harta kekayaan dan berkat Tuhan kepada sesama, dia terbukan akan semua orang, bersaudara dengan semua orang sehingga banyak orang yang mengasihinya. Terlebih lagi orang demikian dikasihi Tuhan sehingga Tuhan semakin mempercayakan rahmat dan berkat-Nya kepada dia untuk dibagikan kepada sesama. Dengan demikian, orang yang berani meninggalkan segala-galanya demi Yesus, akan beroleh hidup bahagia pada masa sekarang dan kelak akan beroleh hidup kekal. Amin.

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VIII: SENIN 3 MARET 2014

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VIII: 
SENIN 3 MARET 2014 
Yak. 5:13-20; Mzm. 141:1-2,3,8; Mrk. 10:13-16 

INJIL : 
Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja. Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!" Lalu kata orang itu kepada-Nya: "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah." Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah." 

RENUNGAN : 
Sebagai orang beriman, tentu kita semua mendambakan dan ingin beroleh hidup kekal. Namun kiranya untuk beroleh hidup kekal tidaklah cukup hanya sekedar mendambakan dan berharap. Yesus memberi syarat untuk beroleh hidup kekal, sebagaimana yang kita dengarkan dalam injil hari ini. Sebagaimana kita baca dalam injil hari ini, seorang pemuda yang kaya raya sangat mendambakan kehidupan kekal. Untuk itu dia berusaha beroleh hidup kekal dengan mentaati semua perintah Tuhan. 

Pemuda itu pasti mengira bahwa dia sudah layak beroleh hidup kekal Dengan bangga pemuda itu menjawab Yesus bahwa dia sudah mentaati sepuluh perintah Tuhan. Namun ternyata masih ada syarat yang diberikan oleh Yesus, yakni pemuda itu diminta untuk menjual semua hartanya, memberikannya kepada orang miskin lalu mengikuti Yesus. Pemuda itu begitu kaget mendengarkan jawaban Yesus. Dia sudah mengira bahwa dengan mentaati perintah Tuhan, dia pasti akan beroleh hidup kekal, namun ternyata itu masih kurang. Syarat terakhir yang diberikan Yesus, baginya sangat berat dan sulit untuk dia laksanakan sehingga dia pergi dengan kecewa. Pemuda itu itu sulit untuk melepas harta bendanya. 

Baginya hartanya sangat berharga. Apalagi Yesus mengatakan bahwa dia harus menjual hartanya dan membagikannya kepada orang-orang miskin. Mungkin kalau Yesus mengatakan agar dia menjual hartanya dan menyimpannya, mungkin saja pemuda itu masih bisa melaksanakannya. Namun yang diminta oleh Yesus adalah melepaskan harta-hartanya itu dan membagikannya kepada orang miskin. Memang seringkali banyak orang seperti pemuda yang kaya ini. 

Orang mengharapkan keselamatan kekal namun tidak mau berusaha untuk mendapatkannya dengan mengikuti perintah yang dikehendaki oleh Tuhan. Seringklai kita juga berpikir bahwa dengan menaati perintah Tuhan, kita sudah pasti layak beroleh hidup kekal sehingga kita hanya menaati peraturan saja. Selain itu, juga mungkin kita berpikir karena kita sudah rajin berdoa, rajin menghadiri perayan ekaristi dan banyak mengikuti kegiatan rohani juga melakukan ziarah rohani keberbagai tempat, kita berpikit bahwa kita pasti akan masuk surga dan beroleh hidup kekal. Mungkin sering kita temukan orang kristiani yang kaya harta, rajin salam ibadah, aktif dalam kegiatan gereja, tetapi sulit berkorban harta untuk membantu sesamanya atau tidak punya rasa kepedulian terhadap orang miskin. 

Kiranya hanya menaati peraturan saja atau hanya sekedar menjalankan kegiatan gereja, tidaklah cukup menjadi jaminan kita masuk surga beroleh hidup kekal. Selain itu semua kita harus rela berbagi harta dengan orang miskin. Tuhan tidak meminta kita menjual semua harta kita dan membagikan semuanya kepada orang miskin sehingga kita menjadi miskin dan melarat. Namun Yesus meminta tidak melekat pada harta kekayaan sehingga kita rela berbagi dengan sesama yang miskin, jangan sampai cinta terhadap harta menghalangi kita untuk masuk dalam Kerajaan surga. Amin.

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VIII: SABTU 1 MARET 2014

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VIII: 
SABTU 1 MARET 2014 
Yak. 5:13-20; Mzm. 141:1-2,3,8; Mrk. 10:13-16 

INJIL : 
Suatu hari banyak orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya." Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka. 

RENUNGAN : 
 Sangat menarik bahwa sebagaimana kita baca dalam injil hari ini, banyak orangyang membawa anak-anak kecil kepada Yesus. Apakah anak-anak itu dibawa orang tuanya masing-masing, atau hukan, kita tidak tahu dan itu tidak terlalu pening bagi kita. Yang menjadi perhatian kita adalah bahwa orang banyak itu membawa anak-anak kepada Yesus. Mereka rindu agar anak-anak itu juga bertemu dengan Yesus agar Yesus menjamah mereka. 

Namun sayang para murid melarang mereka. Memang biasanya kehadiran anak-anak bisa merepotkan, karena bisa saja anak-anak itu menangis sehingga suasana tenang menjadi ribut. Para murid juga melarang mungkin karena Yesus sedang sangat sibuk mengajar. Mengetahui hal itu, Yesus memarahi para murid yang melarang membawa anak-anak itu kepada-Nya. 

Yesus juga menyayangi anak-anak. Yesus tidak merasa terganggung dengan kehadiran anak-anak itu. Yesus menyambut mereka karena memang Yesus mengasihi semua orang dan juga anak-anak kecil. Kesempatan itu juga digunakan oleh Yesus untuk mengajar mereka. Yesus menggunakan anak kecil sebagai gambaran orang yang empunya kerajaan surga. Tentu yang dimaksud adalah sifat yang dimiliki oleh anak kecil, itulah yang empunya kerajaan surga. Kita tentu tahu bagaimana sikap anak kecil. 

Anak kecil itu polos, lugu, tulus, hati dan pikirannya masih murni dan juga bergantung pada yang lebih besar daripadanya. Demikian pun kiranya sikap hidup orang beriman, haruslah memiliki sikap polos salam arti ulus, hati dan pikiran murni dan bergantung pada Allah saja. Selain itu, baiklah sabda ini mengingatkan agar orang tua menyadari bahwa Yesus juga mengasihi anak-anak, juga hendaknya para orang tua sejak kecil memperkenalkan Yesus kepada anak-anak mereka. 

Orang tua yang baik, tentu juga berusaha memawa anak-anaknya kepada Yesus untuk dijamah oleh Yesus. Hal ini dilakukan dengan membaptis anak sejak masa kecil dan membiasakan hidup doa dalam keluarga dan mengajarkan serta memberi teladan iman kepada anak-anak. Amin.

Paus Fransiskus menjelaskan uskup yang dibutuhkan Gereja

Paus Fransiskus menjelaskan uskup yang dibutuhkan Gereja

 Paus Fransiskus bertemu dengan para anggota Kongregasi Uskup Vatikan belum lama ini, dan berbicara panjang lebar tentang karakteristik para pemimpin Gereja yang dibutuhkan. Dalam proses pengangkatan uskup, Paus mengatakan: “Kongregasi ini hendaknya memastikan bahwa nama yang dipilih pertama-tama dipanggil oleh Tuhan.” 

Dia meminta para anggota Kongregasi itu untuk mencari imam yang telah mendedikasikan diri untuk Tuhan dan menarik orang lain kepada-Nya. “Tidak ada seorang pastor yang standar untuk semua keuskupan,” kata Paus, kebutuhan khusus dari masing-masing keuskupan akan meminta berbagai macam uskup. Tapi semua uskup harus memiliki beberapa karakteristik umum: “Profesionalisme, semangat pelayanan, dan kesucian hidup.” 

Paus Fransiskus mengingatkan Kongregasi itu bahwa pemilihan yang dilakukan yakni seorang uskup harus menjadi saksi Kristus yang Bangkit. Selanjutnya, ia mengatakan: Uskup sebagai pengawal doktrin, tidak mengukur seberapa jauh dunia berpijak pada kebenaran doktrinal, tetapi dalam rangka untuk memikat dunia … dengan keindahan cinta, dengan kebebasan yang ditawarkan oleh Injil. 

Gereja tidak membutuhkan pembela atau tentara salib untuk pertempuran, tapi menjadi penabur rendah hati dan percaya kebenaran, yang tahu bahwa itu selalu diberikan kepada mereka dan kepercayaan dalam kekuasaan-Nya. Seorang uskup juga harus menjadi seorang pendoa, kata Paus. Dia harus berdoa terus-menerus untuk kesejahteraan keuskupannya. 

Paus memperingatkan Kongregasi itu bahwa dalam pemilihan uskup “kita harus menghindari dan mengatasi pilihan-pilihan tertentu – simpati, asalnya, atau kecenderungan.” Para calon uskup, tambahnya, “Hati-hati bahwa mereka tidak ambisius, mereka tidak dalam pencarian dari keuskupan.” 

 Meskipun mengakui bahwa sulit untuk menemukan para imam yang memiliki semua karakteristik seperti yang disebutkan untuk menjadi seorang uskup yang baik, Paus mengatakan kepada Kongregasi itu bahwa ia tidak ragu orang tersebut dapat ditemukan karena Yesus tidak akan meninggalkan Gereja-Nya. 

Sumber: UCA News
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VII: SELASA 24 FEBRUARI 2014

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VII: 
SELASA 24 FEBRUARI 2014 
Yak. 4:1-10; Mzm. 55:7-8,9-10a,10b-11a,10b-11a,23; Mrk. 9:30-37 

INJIL : 
Suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya pergi dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang; sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit." Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya. Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?" Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka. Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya." Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka: "Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku." 

RENUNGAN
Para saudara, ketika Yesus menyatakan bagaimana perjalanan hidup-Nya bahwa Dia akan mengalami penderitaan, dibunuh tetapi bangkit pada hari ketika, para murid malah sibuk berdebat tentang siapa yang paling besar diantara mereka. Penginjil mengatakan bahwa mereka tidak mengerti apa maksud perkataan Yesus, tetapi tidak mau bertanya namun malah sibuk berdebat tentang siapa yang terbesar di antara mereka. Memang mereka tidak mengerti maksud perkataan Yesus tetapi sepertinya mereka berpikir siapa yang akan menjadi pemimpin mereka setelah Yesus wafat. Mereka berpikir suksesi. 

Para murid wajar berpikir demikian karena itulah jalan pikiran manusia pada umumnya, juga karena memang jelas bahwa mereka belum sepenuhnya mengerti maksud mereka mengikuti Yesus. Pada masa itu dan juga pada masa sekarang orang pasti ingin menjadi pemimpin yang mempunyai kuasa atas orang banyak. Orang berpikir bahwa menjadi pemimpin berarti punya kuasa, bisa memerintah orang lain dan orang lain pun melayaninya. Yesus tahu jalan pikiran mereka sehingga mengingatkan mereka akan tujuan mengikuti Dia dan sekaligus mengajarkan bagaimana seharusnya seorang pemimpin dan bagaimana menjadi terkemuka. 

Apa yang ajarkan oleh Yesus bertolak belakang dengan jalan pikiran atau pemikiran manusia tentang pemimpjn dan kekuasaan. Yesus dengan tegas mengatakan bahwa seseorang sungguh menjadi pemimpin dan menjadi terkemuka bukan terutama karena jabatan dan kekuasaan yang ada padanya, tetapi bila orang itu bersikap rendah hati dan mau menjadi pelayan bagi manusia. Seorang pemimpin dan akan menjadi terkemuka haruslah selalu bersikap rendah hati dan menjadi pelayan bagi sesama. 

 Seseorang yang merasa dirinya kekurangan, dia pasti banyak menuntut dari orang lain, menuntut perhatian dari orang lain dan mengharapkan dilayani orang lain. Jadi seorang pemimpin yang menggunakan kuasanya untuk memerintah orang lain agar tunduk padanya dan melayaninya, justru menjadi tanda dia seorang pemimpin yang kekuarangan. Sehingga seseorang itu menjadi pemimpin dan terkemukan tidak ditentukan oleh jabatan dan kuasa, tetapi sikap rendah hati dan pelayanannya. Para murid ternyata belum sepenuhnya mengerti untuk apa mereka mengikuti Yesus dan untuk apa Yesus memanggil mereka menjadi murid-murid-Nya. Yesus memanggil para murid untuk suatu tugas pelayanan kepada sesama seperti yang diperbuat-Nya sendiri. Dengan demikian, Yesus juga mengajarkan bahwa mengikuti Dia bukan untuk mengejar jabatan atau kuasa, tetapi untuk ikut ambil bagian menjadi pelayan bagi sesama. 

Yesus tidak melarang kita menjadi pemimpin dan mempunyai kuasa atas jabatan yang ada pada kita. Bahkan Yesus mengharapkan kita menjadi pemimpin dan hidup terkemuka tetapi bukan menurut pikiran manusia, tetapi menurut pikiran Tuhan yakni senantiasa bersikap rendah hati, pelayanan yang tulus kepada sesama. Jabatan dan kuasa yang ada pada kita hendaknya kita gunakan untuk melayani sesama, bahkan sesama yang seperti anak kecil sekalipun. 

KIta harus menjadi pemimpin bagi diri sendiri dengan mengusahakan hidup seturut kehendak Allah, memimpin diri sendiri untuk sampai kepada kebahagiaan kekal. Kita menjadi pemimpin bagi orang lain untuk memimpin orang lain sampai kepada Allah. Kita harus mempunya kuasa atas diri sendiri yakni dengan menguasai diri agar sesuai dengan kehendak Tuhan. Demikian juga halnya dalam hubungan dengan orang lain, kuasa yang ada pada kita, kita gunakan sebaik-baiknya bukan supaya orang takut kepada kita tetapi untuk membantu orang lain dapat sampai kepada kehidupan kekal. Selamat beraktifitas. Tuhan memberkati.

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VI: SENIN 23 FEBRUARI 2014

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VI: 
SENIN 23 FEBRUARI 2014 
Yak. 3:13-18; Mzm. 19:8,9,10,15; Mrk. 9:14-29. 

INJIL :
Ketika Yesus, Petrus, Yakobus dan Yohanes kembali pada murid-murid lain, mereka melihat orang banyak mengerumuni murid-murid itu, dan beberapa ahli Taurat sedang mempersoalkan sesuatu dengan mereka. Pada waktu orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia. Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?" Kata seorang dari orang banyak itu: "Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia. Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat." Maka kata Yesus kepada mereka: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!" Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa. Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya. Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami." Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!" Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!" Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: "Ia sudah mati." Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri. Ketika Yesus sudah di rumah, dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?" Jawab-Nya kepada mereka: "Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa." 

RENUNGAN : 
Para saudara, Kita bisa bayangkan bagaimana kekesalan Yesus menghadapi orang yang tidak percaya. Seorang anak yang sudah sejak kecil sudah kerasukan setan, sudah dibawa kepada para murid untuk didoakan tetapi tidak sembuh juga. Orang tua anak itu sangat jengkel karena anaknya ternyata tidak sembuh, sehingga dia mengatakan kepada Yesus, “Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat." Dalam kalimat ini ada rasa jengkel dan tidak yakin. Apakah doa para murid tidak manjur? 

Menanggapi pernyataan orang tua anak itu, Yesus berkata, "Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!" Sampai di sini, kita tidak tahu kepada siapa Yesus mengatakan perkataan ini. Mungkin saja kepada para murid atau kepada orang tua anak itu. Namun dalam ayat selanjutnya kita bisa mengetahui bahwa Yesus mengatakan kalimat di atas kepada para murid dan juga orang tua anak itu. Kita mengetahui bahwa orang tua anak itu tidak percaya karena dia mengatakan kepada Yesus, “Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami!” 

Mungkin saja orang tua anak itu juga tidak percaya kepada Yesus sanggup menyembuhkan anaknya karena para murid tidak sanggup menyembuhkannya. Yesus nampaknya kesal dengan ayah anak itu, karena menyamakan Dia dengan para murid, meragunakan kemampuan Yesus karena para murid tidak mampu menyembuhkan anaknya. Menanggapi pernyataan orang itu Yesus berkata, “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" 

Kita bisa bayangkan bahwa Yesus mengatakan kalimat ini dengan nada tinggi sehingga ayah anak itu cepat menyadari kesalahannya yang tidak percaya dengan berkata, “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!" Yesus pun akhirnya menyembuhkan anak itu. Kepercayaan ayah anak itu mendatangkan penyembuhan dari Yesus. Ternyata orang tua anak itu membawa anaknya kepada para murid untuk didoakan bukan karena percaya pada kuasa penyembuhan yang diberikan oleh Yesus kepada para muri. Dia membawanya hanya karena mengharapkan penyembuhan saja. 

Para murid tidak bisa menyembuhkan anak itu bukan karena kuasa yang diberikan oleh Yesus kepada para murid , itu tidak manjur, namun ketidak percayaan ayah anak itulah yang menyebabkan anaknya tidak sembuh. Mungkin kitapun demikian. Kita seringkali datang kepada Yesus bukan dengan iman bahwa Yesus adalah Mesias, namun kita datang kepada Yesus hanya semata-mata ingin memohon. Sehingga pada akhirnya apa yang kita harapkan tidak terkabul. Kita juga sering mengharapkan mukjizat dari Tuhan tetapi kita tidak percaya. Namun lewat sabda hari ini jelas bagi kita, bahwa iman kepada Yesuslah yang mendatangkan mukjizat sehingga seperti yang dikatakan oleh Yesus bahwa tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. 

Namun selain itu, kita patut merenungkan apa yang dikatakan oleh Yesus kepada para murid yakni, “Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami!” Bisa saja para murid mendoakan bukan karena percaya tetapi karena terpaksa sehingga tidak mendatangkan kesembuhan bagi anak itu, ditambah lagi ayah anak itupun tidak percaya. Akan tetapi juga menjadi peringatan bagi kita betapa doa itu punya kekuatan yang mendatangkan rahmat dan berkat Allah bagi orang lain. 

Doa itu mendekatkan diri kita dengan Tuhan sehingga kita ada dalam Tuhan dan Tuhan dalam diri kita. Dengan doa, kuasa Tuhan bekerja lewat diri kita sehingga mendatangkan berkat kepada sesama. Jadi bukan kita dan bukan rumusan doa itu itu yang mendatangkan berkat bagi sesama, tetapi Tuhan yang berdiam dalam diri kitalah yang mendatangkan berkat itu. Maka semoga, kita senantiasa mengusahakan hidup doa harian kita. Amin.

RENUNGAN MINGGU, Hari Minggu Biasa VII : 23 FEBRUARI 2014

RENUNGAN MINGGU, Hari Minggu Biasa VII : 
23 FEBRUARI 2014 
 Im. 19:1-2,17-18; Mzm. 103:1-2,3-4,8,10,12-13; 1Kor. 3:16-23; Mat. 5:38-48. 

BACAAN INJIL (Mat 5:38-48) 

I. Tuhan bersamamu 
U. Dan bersama rohmu 
I. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 
U. Dimuliakanlah Tuhan. 

I. Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, “Kalian mendengar, bahwa dahulu disabdakan, ‘mata ganti mata; gigi ganti gigi’. Tetapi Aku berkata kepadamu, ‘Janganlah kalian melawan orang yang berbuat jahat kepadamu. Sebaliknya, bila orang menampar pipi kananmu, berikanlah pipi kirimu. Bila orang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Bila engkau dipaksa mengantarkan seseorang berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berikanlah kepada orang apa yang dimintanya, dan jangan menolak orang yang mau meminjam sesuatu dari padamu. Kalian telah mendengar bahwa disabdakan, ‘Kasihilah sesamamu manusia, dan bencilah musuhmu’. Tetapi Aku berkata kepadamu, ‘Kasihilah musuh-musuhmu, dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kalian.’ Karena dengan demikian kalian menjadi anak-anak Bapamu di surga. Sebab Ia membuat matahari-Nya terbit bagi orang yang jahat, dan juga bagi orang yang baik. Hujan pun diturunkan-Nya bagi orang yang benar dan juga bagi orang yang tidak benar. Apabila kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kalian hanya memberi salam kepada saudaramu saja, apakah lebihnya dari perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu kalian harus sempurna sebagaimana Bapamu di surga sempurna adanya. 
I. Demikianlah Injil Tuhan 
U. Terpujilah Kristus. 

RENUNGAN :
Para saudara,
Mengasihi orang yang mengasihi kita atau yang memberi kita untung, itu tentu sangatlah mudah. Walaupun terkadang mengasihi orang yang mengasihi kita saja seringkali juga sulit. Sebab sering kita dengar bahwa ada orang yang mengasihi orang lain, tetapi orang itu tidak mengasihi orang yang mengasihi mereka.

Oleh sebab itu sabda Yesus yang mengatakan agar kita mengasihi bukan hanya orang yang mengasihi kita, juga musuh-musuh kita dan bahkan berbuat baik kepada orang yang membenci kita, ini tentulah bukanlah perintah yang mudah untuk kita lakukan. Kita pasti ingin dikasihi oleh semua orang, tetapi kita sendiri belum tentu bisa mengasihi semua orang apalagi orang yang membenci kita.

Apalagi ajaran yang berlaku dalam kehidupan nyata adalah mengasihi orang yang mengasihi kita. Tanpa diajarkan pun kita pasti cenderung membenci orang yang membenci dan yang tidak mengasihi kita. Jangankan yang membenci, dalam mengasihi sesama juga seringkali orang memperhitungkan untung ruginya. Kalau dirasa orang itu menguntungkan bagi dirinya, pasti akan dikasihi. Tetapi kalau orang itu dirasa tidak menguntungkan bagi dirinya, orang itu mungkin tidak dibenci tetapi tidak berkawan dengan dia.

Inilah hukum manusia bahkan lebih dari itu, seperti yang dikatakan oleh Yesus pada awal sebelum Yesus mengajarkan hukum kasih bagi semua orang, yakni: "Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi!" (Mat 5:38) Pada umumnya kita mengerti teks ini sebagai ajaran balas dendam. Tanpa diajarkan, orang pasti menganut ajaran ini.

Perintah yang disebutkan Yesus “mata ganti mata dan gigi ganti gigi”. dikutip dari Kel 21:24. Bila kita baca dalam Kel 21: 22-25, Hukum Taurat sebenarnya mau mengatakan bahwa bertapa berharganya hidup itu, tidak ada yang bisa menggantikan nyawa seseorang selain nyawa sendiri. Tidak sepenuhnya teks ini mau berbicara tentan balas dendam. Hukum Taurat mau melindungi kehidupan dengan ganti rugi yang setimpal. Sekaligus ditunjukkan betapa nyawa dan kehidupan itu amat dihormati. Jadi hukum Taurat ini sebenarnya mengajarkan bagaimana orang hendaknya menghargai kehidupan orang lain seperti kehidupannya sendiri. Jadi tekanan utama bukan pada pembalasan melainkan pada menghormati kehidupan.

Dengan mengerti latar belakang sabda yang dikutip oleh Yesus,kita bisa mengerti maksud Yesus dalam mengasihi sesama. Mengasihi sesama bukan hanya tidak membalas dendam, mengasihi bukan hanya sekedar tidak berbuat jahat kepada sesama. Yesus menuntut lebih dari itu, yakni mengasihi sesama dengan melakukan perbuatan baik kepada sesama. Sehingga ketika kita dibenci oleh orang lain, kita tidak hanya tidak membalas dendam tetapi melakukan perbuatan baik kepada mereka atau mendoakannya supaya bertobat dan diberkati oleh Tuhan.

Ini tentu bukannya muda dan mungkin kita berpikir, "Apakah itu dapat kita lakukan?" Kita mungkin berpikir bahwa sabda ini hanya Yesus sendiri dapat melakukannya.

Kita juga mampu melakukan sabda ini kalau kita sungguh-sungguh mau mencoba dan mau ingin seperti Allah yang adalah sempurna. Yesus mengajak kita agar kita sempurna seperi Bapa yang di sorga adalah sempurna. Kesempurnaan jangan dipikirkan terlalu muluk2. Bapa yang di sorga adalah sempurna, tetapi mau mengasihi kita manusia yang tidak sempurna. Kasih Allah menyempurnakan ketdak sempurnaan kita. Allah yang sempurna mau mengasihi kita yang tidak sempurna, maka sangatlah wajar bila kita yang tidak sempurna mau juga mengasihi orang yang tidak sempurna. Justru dalam ketidak sempurnaan kita sebagai manusia, kita mau mengasihi sesama juga yang tidak sempurna, itu berarti kita mau menjadi sempurna seperti Bapa Yang adalah sempurna. BIla kita mengasihi sesama tanpa membeda-bedakan juga mengasihi yang membenci kita dan kasih itu diwujudkan dalam perbuatan baik yang nyata, kita sudah berusaha ingin seperti Bapa yang adalah sempurna.

Maka semoga kita berusaha seperti Allah Bapa yang sempurna dengan mengasihi sesama kita seperti Allah mengasihi semua manusia.

Selamat Hari Minggu. Tuhan memberkati.

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VI: JUMAT 21 FEBRUARI 2014

RENUNGAN HARIAN, PEKAN BIASA VI: 
JUMAT 21 FEBRUARI 2014 
 (Petrus Damianus ) 
Yak. 2:14-24,26; Mzm. 112:1-2,3-4,5-6; Mrk. 8:34?9:1 

INJIL : 
Suatu hari Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus."  Kata-Nya lagi kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa."

RENUNGAN : 
Seorang pengikut berarti mengikuti orang yang diikuti. Tidak mungkin orang yang diikuti malah mengikuti apa yang diinginkan oleh orang yang mengikuti. Seorang murid berarti mengikuti ajaran dan teladan hidup gurunya. Demikian juga halnya sehubungan dengan menjadi murid-murid Yesus. Menjadi pengikut Yesus berarti siap mengikuti ajaran dan teladan hidup Yesus bukan Yesus yang mengikuti kita. Hari ini Yesus dengan tegas menyatakan pengajaran dengan mengatakan "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. 

Yesus menegaskan bagaimana hidup seorang murid. Menyangkal diri tentu bukan berarti tidak mengakui diri sendiri. Tetapi yang dimaksud dengan menyangkal diri adalah menyelasakan hidup dan keinginan diri dengan keinginan Tuhan. Kita tahu bahwa sebagai manusia kita pasti punya keinginan dan kehendak. Namun kita harus sadar bahwa keinginan atau kehendak bebas kita tidak selamanya baik dan seringkali bertentangan dengan kehendak Allah. 

Untuk itulah bila kita mengikuti Yesus, berarti kita siap menyelaraskan keinginan atau kehendak kita bahkan bila perlu meninggalkannyadengan melakukan kehendak Allah sendiri dalam hidup kita. Inilah yang dimaksud oleh Yesus dengan menyangkal diri. Selain menyangkal diri, Yesus juga menuntut sikap hidup yang tela memikul salib karena Dia. Tidak semua penderitaan bisa dikatakan sebagai tindakan memikul salib. Penderitaan atau resiko yang harus kita terima karena menghayati iman, itulah yang dinamakan dengan memikul salib. Masing-masing dari kita pasti mengalami resiko dalam memikul salib dan berbeda-beda untuk setiap orang. 

Oleh sebab itulah Yesus mengatakan bahwa untuk menjadi pengikut-Nya harus siap memikul salibnya demi Dia. Semuanya itu kita lakukan hanya demi satu tujuan yakni mengikuti Yesus Kristus. Inilah syarat yang diajarkan oleh Yesus untuk menjadi murid-Nya. Semoga kita berusaha untuk sungguh-sungguh menjadi murid Yesus dengan menghayati apa yang dikatakan oleh Yesus kepada kita hari ini.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)