Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

BACAAN MINGGU HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN, 8 Januari 2012:

BACAAN MINGGU HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN, 8 Januari 2012:
(Hari Anak Misioner Sedunia)
Yes 60:1-6, Mzm 72:1-2,7-8,10-11,12-13, Ef 3:2-3a,5-6, Mat 2:1-12

BACAAN I: (Yes 60:1-6)

“Kemuliaan Tuhan terbit atasmu.”

Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.

MAZMUR TANGGAPAN: (72:1-2,7-8,10-11,12-13)

Reff: Semua bangsa di dunia bersujud menyembah Tuhan.

1. Kiranya Sang Raja memerintah umat-Mu dengan hukum
Dan para hamba-Mu yang tertindas dengan adil.

2. Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan!
Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!

3. kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persemb kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti!
Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya!

4. Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong;
ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin.

BACAAN II: (Ef 3:2-31,5-6)

“Kini telah dinyatakan bahwa pada bangsa menjadi ahli waris dan peserta perjanjian.”

Saudara-saudaro, kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.

BACAAN INJIL: (Mat2:1-12)

“Kami datang dari Timur mau menyembah Sang Raja baru.”

Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia." Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

RENUNGAN HARIAN MASA NATAL: Rabu 4 Januari 2012

RENUNGAN HARIAN MASA NATAL: Rabu 4 Januari 2012
1Yoh 3:7-10, Mzm 98:1.7-8.9, Yoh 1:35-42

BACAAN INJIL:
Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!" Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus. Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?" Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat. Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus. Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)." Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."

RENUNGAN:

Apakah yang kita cari dalam kehidupan ini? Terkadang kita tidak tahu untuk apa kita hidup dan melakukan pekerjaan-pekerjaan kita. Atau terkadang kita tidak tahu apa sebanarnya yang kita cari dan kita salah dalam jalan untuk menemukan apa yang kita cari. Tidak sedikit juga orang yang tidak mengetahui apa arti hidupnya. Suatu hal yang sangat pasti bahwa sebenarnya semua orang mencari kebahagiaan hidup. Hanya persoalannya kita sering kali menganggap bahwa kebahagiaan itu dapat kita raih bila kita mempunyai harta kekayaan, pekerjaan bagus, kuasa, pangkat dan popularitas hidup. Dari sebab itu, segala upaya dilakukan untuk meraihnya. Tetapi apa yang mereka temukan, apakah menemukan kebahagiaan hidup? Mungkin saja, tetapi itu hanya kebahagiaan semu.

Dua orang murid Yohanes Pembaptis setelah mendengar perkataan Yohanes tentang Yesus, mereka pergi mengikuti Yesus. Yesus melihat mereka dan bertanya kepada mereka, "Apakah yang kamu cari?" Mereka tidak tahu apa yang mereka cari dan tidak tahu menjawab pertanyaan Yesus, mereka hanya mengatakan “Di mana Yesus tinggal.” Tentu dengan jawaban ini bukan berarti mereka ingin tahu dan melihat tempat tinggal Yesus, namun karena mereka tidak tahu mau menjawab apa. Namun walaupun demikian, Yesus tahu apa yang mereka cari sehingga mengajak mereka untuk melihat dan tinggal bersama mereka. Kedua murid itu juga datang dan melihat di mana Yesus tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Yesus. Suatu hal yang sangat menarik bahwa setelah tinggal bersama Yesus, kedua murid itu yang salah satunya adalah Andreas merasakan sukacita sehingga Andreas menceritakannya kepada saudaranya Simon. Andreas bukan hanya menceritakan pengalaman tinggal bersama Yesus, tetapi juga mengajak Simon bertemu dengan Yesus. Tinggal bersama dengan Yesus merupakan pengalaman yang membahagiakan bagi mereka sehingga mereka menceritakannya kepada orang lain dan mengajak orang lain datang kepada Yesus.

Yesus juga mengundang kita untuk datang kepada-Nya dan tinggal bersama Dia agar kita juga mengalami sukacita seperti yang dialami oleh kedua murit itu. Maka dari itu, mari kita menerima tawaran Yesus untuk datang dan tinggal bersamanya, agar kita sungguh mengetahui apa yang kita cari, yakni kebahagiaan sejati. Datang dan tinggal bersama Yesus, seperti para murid itu, kita akan mengalami sukacita, kebahagiaan yang sejati, dan kitapun berani bercerita kepada orang lain dan mengajak orang lain datang kepada Yesus.

Mungkin kita belum sungguh-sungguh merasakan sukacita dan bahagia setelah datang atau menjadi pengikut Yesus sehingga kita tidak berani bercerita kepada orang lain dan mengajak orang lain datang kepada Yesus. Ini bisa terjadi karena kita belum sungguh-sungguh tinggal bersama dengan Dia. Tinggal bersama dengan Yesus, berarti sungguh-sungguh percaya pada-Nya bahwa Dia adalah Anak domba Allah dan berusaha setia mengikuti-Nya. Maka bila kita sungguh-sungguh tinggal bersama Yesus, kita akan mengerti arti hidup, merasakan kebahagiaan sejati, dan kitapun berani bercerita kepada orang lain dan mengajak orang lain datang kepada Yesus. Amin.

RENUNGAN HARIAN MASA NATAL: Selasa 3 Januari 2012

RENUNGAN HARIAN MASA NATAL: Selasa 3 Januari 2012
(Nama Yesus Yang Tersuci, Fulgensius, Kuriakos Elias Chavara)
1Yoh 2:29-3:6, Mzm 98:1,3cd-4,5-6, Yoh 1:29-34

BACAAN INJIL:
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel." Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."

RENUNGAN:
Sungguh luar biasa bahwa Yohanes Pembaptis dapat mengenali Yesus yang hadir di depannya dan bahkan dia tidak hanya mengenal Yesus tetapi dia sungguh mengenal Yesus secara mendalam bahwa Yesus adalah Anak domba Allah, yang menghapus dosan dunia. Padahal Yohanes sebelumnya tidak mengenal Yesus, namun dia mengakui bahwa yang mengutus dia memberitahukan tanda-tanda kehadiran Yesus. Jadi jelaslah bahwa Yohanes dapat mengenali kehadiran Yesus dan dia sungguh mengenali Yesus dengan mendalam karena dia taat pada perutusannya bahwa hanya untuk mempersiapkan kehadiran Anak doma Allah dan taat melaksanakan Tuhan yang mengutus dia. Sesudah dia mengenali Yesus, Yohanes tidak segan-segan memperkenalkan Yesus kepada orang lain.

Bagaimana dengan kita, apakah kita dapat mengenali dan menyadari kehadiran Yesus dalam hidup kita? Apakah kita juga berani memperkenalkan Yesus kepada orang lain? Kiranya bukan hal yang mudah untuk mengenali atau menyadari kehadiran Yesus dalam hidup kita. Namun bukan berarti bahwa Yesus tidak hadir dalam hidup kita. Sebagaimana dahulu Yesus hadir di depan Yohanes Pembaptis, sampai sekarang dan selama-selamanya Dia tetap hadir dalam hidup kita bahkan tidak lagi dalam wujud tubuh fisik tetapi berkat Roh Allah dan berkarya dalam hidup kita. Namun kita sulit mengenali dan menyadari-Nya karena kita kurang menyadari dan menghayati peran kita di hadapan Allah, bahwa kita ada adalah karena kasih Allah dan untuk memuliakan Tuhan. Selain itu juga karena kita tidak mempunyai hubungan yang dekat dan mendalam dengan Tuhan sehingga kita tidak mampu mengenali Yesus. Sebab bagaimana kita dapat mengenali kehadiran Yesus dalam hidup kita, sebab kita sendiri seringkali kurang percaya pada Dia? Kalau kita sungguh percaya pada Dia, tentu kita akan selalu menjalin relasi yang dekat dan mendalam dengan Yesus, kita pasti taat pada kehendak Tuhan dan kita pasti akan dengan mudah menangkap kehadiran Tuhan dalam hidup kita.

Oleh karena itu, baiklan kita memperbaharui iman kita kepada Yesus bahwa Dia adalah Anak domba Allah, yang menghapus dosa manusia, kita berusaha terus menerus menjalin relasi yang mendalam dengan Dia dan taat melaksanakan kehendak Allah dalam hidup kita. Sehingga dengan demikian, kita juga akan berani bersaksi tentang Yesus kepada sesama kita. Amin.

RENUNGAN HARIAN MASA NATAL: 2 Januari 2012

RENUNGAN HARIAN MASA NATAL: 2 Januari 2012
(Basilius Agung & Gregorius dr Nazianze)
1Yoh 2:22-28, Mzm 98:1,2-3ab,3cd-4, Yoh 1:19-28

BACAAN INJIL:

Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?" Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias." Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!" Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?" Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya." Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?" Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak." Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.

RENUNGAN:

Beberapa tahun yang lalu, siapa yang tidak mengenal Kiyai kondang yang bernama AA Gim? Beliau ini dikagumi karena kotbah-kotbahnya yang menarik dan juga dengan gaya bicaranya yang bagus. Banyak orang suka mendengar kotbah-kotbahnya dan mengaguminya. Namun setelah beberapa tahun kemudian orang meninggalkannya dan bahkan mencibirnya ketika dia menikah lagi dengan istri keduanya, padahal istri pertama masih hidup. Beliau mencoba memberi alasan dari pernikahannya itu, tetapi orang banyak tetap tidak setuju dan akhirnya tidak lagi bersimpati pada beliua. Hampir semua orang kecewa kepada beliau karena hidupnya tidak sesuai dengan apa yang dikotbahkannya.

Namun lain lagi dengan kisah Yohanes Pembatis. Pada zamannya Yohanes Pembaptis juga sangat populer sebagai pengkotbah dan sebagai nabi. Orang-orang sungguh terkagum-kagum kepada dia sehingga orang banyak mengira bahwa dia adalah Mesias yang dinanti-natikan. Namun Yohanes dengan tegas menjawab bahwa dirinya bukanlah Mesias, malahan dia juga tidak mau menyebut dirinya seorang nabi. Yohanes Pembaptis tidak menyebut dirinya siapapun dari yang mereka sangkakan atasnya, dia hanya mengatakan bahwa dirinya hanyalah suaru yang berseru-seru di padang gurun untuk mempersiapkan kedatangan Sang Mesias. Walaupun Yohanes Pembaptis sangat terkenal, tetapi dia tetap bersikap rendah hati, dia tetap hanya mau mewartakan Sang Mesias. Kerendahan hatinya dan keterusterangannya mewartakan Sang Mesias, itulah yang membuat dia tetap dikagumi dan tetap besar sepanjang masa.

Kitapun pasti memiliki karunia dari Tuhan, yang membuat kita dikagumi dan dielu-elukan oleh orang banyak. Itu semua baik dan tentu menyenangkan kita. Namun hendaknya kita tetap bersikap rendah hati. Kita hendaknya tetap sadar bahwa semuanya itu adalah karunia Tuhan yang diberikan kepada kita dengan satu tujuan mulia yakni tentu bukan untuk mencari popularitas, keagungan diri tetapi demi keagungan Tuhan sendiri. Apa yang kita miliki adalah anugerah Tuhan. Ini harus kita sadari sehingga kita terbebas dari sikap sombong dan mencari keagungan diri. Bila kita tidak menyadari hal ini, kita pasti akan jatuh pada kesombongan dan hanya untuk mencari popularitas. Kita juga harus sadar bahwa popularitas kita, bukan ditentukan oleh kesombongan diri, tetapi kerendahan hati dan iman di hadapan Tuhan. Semakin kita menyombongkan diri dan kita lupa akan tujuan berkat yang dipercayakan Tuhan kepada kita, pelan-pelan dan pasti akan tiba saatnya kita akan jatuh, akan ditinggalkan orang banyak dan bahkan mungkin akan dicibirkan oleh orang banyak.

Namun kiranya sabda Tuhan hari ini tidak hanya untuk orang-orang yang beroleh karunia istimewa yang membuat mereka dikagumi dan terkenal. Sabda Tuhan hari ini ditujukan kepada kita semua. Mewartakan Sang Mesias, itulah kiranya tugas dan panggilan semua orang yang percaya kepada Yesus. Siapapun diri kita, dan bagaimanapun status kita, kita semua hendaknya berani mewartakan Mesias kepada sesama kita. Bahkan kita harus berani mewartakan Yesus Mesias kepada sesama kita. Hal ini tentunya terutama kita lakukan bukan dengan kata-kata tetapi lewat sikap hidup yang sungguh sesuai dengan apa yang kita wartakan. Janganlah kiranya kita mewartakan Mesias dengan mulut manis, tetapi hidup kita tidak sesuai dengan apa yang kita katakan itu. Jadi hidup kita harus menjadi pewartaan akan Yesus Mesias kepada sesama kita. Amin.

Inilah Pesan Tahun Baru Paus Benediktus

Inilah Pesan Tahun Baru Paus Benediktus

VATICAN, KOMPAS.com- Kemanusiaan menghadapi tantangan berat di tahun 2012 untuk mencegah terulangnya kekerasan dan pelanggaran hak asasi di masa lalu. Untuk itu, kaum muda harus dididik mengenai keadilan dan perdamaian.

Demikian pesan tahun baru Pimpinan Tertinggi umat Katholik, Paus Benedictus XVI dalam kotbahnya saat memimpin Misa Tutup Tahun 2011, di Gereja Basilika, Vatikan, Minggu (1/1/2012). Misa itu dihadiri oleh ribuan orang.

Dalam kotbahnya, Paus menyatakan bahwa thema tahun ini "Mendidik Kaum Muda di bidang Keadilan dan Kedamaian" adalah tugas semua pihak, semua generasi.

"Mendidik kaum muda dalam kebenaran, dalam nilai-nilai dasar adalah melihat ke depan dengan penuh harapan," kata Paus.

"Kaum muda terbuka pada segala hal, tetapi memerlukan komitmen sosial terhadap keadilan dan perdamaian," lanjut pemimpin 1,3 miliar umat Katolik itu. Kaum muda, lanjutnya, harus memanfaatkan segala hal yang tersedia seperti teknologi komunikasi untuk mengampanyekan koeksistensi perdamaian, dialog, saling menghargai dan saling mengerti.

"Kaum muda terbuka pada semua itu (keadilan dan perdamaian), tetapi realitas sosial di mana mereka tumbuh bisa membawa untuk berpikir dan bertindak sebaliknya, bahkan menjadi intoleran dan kekerasan," kata Paus.

Disadur dari: internasional.kompas.com

RENUNGAN HARI MINGGU MASA NATAL: 1 Januari 2012 Hari Raya SP Maria Bunda Allah, Hari Perdamaian Sedunia

RENUNGAN HARI MINGGU MASA NATAL: 1 Januari 2012
Hari Raya SP Maria Bunda Allah, Hari Perdamaian Sedunia
Bil 6:22-27, Mzm 67:2-3,5,6,8, Gal 4:4-7, Luk 2:16-21

BACAAN INJIL: Luk 2:16-21

“Setelah depalan hari Puteranya itu diberi nama Yesus.”
Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

RENUNGAN:

Selamat Tahun baru bagi semuanya. Ucapan selamat Tahun baru bergema di mana-mana dan dirayakan dengan kemeriahan dan kegembiraan. Dalam menyambut tahun baru pasti selalu ada kegembiraan dan ada harapan baru. Tetapi apakah tahun yang baru ini berbeda dengan tahun sebelumnya dan akan penuh dengan sukacita sehingga disambut dengan sukacita dan kemeriahan? Ini tentu menjadi harapan, belum menjadi suatu jaminan. Namun dalam menyambut tahun yang baru, ada suatu kebahagiaan tersendiri yang sudah pasti, yakni bahwa kita bergembira dan bersykur karena kita telah bisa melewati tahun sebelumnya dan diperkenankan memasuki tahun yang baru. Tentu pada tahun sebelumnya kita pasti mengalami banyak hal baik itu suka dan duka, namun walaupun demikian kita bersyukur dan bergembira semuanya itu bisa kita lewati dan kita masuk pada tahun yang baru.

Pada umumnya saat memasuki tahun yang baru, pasti banyak orang mencoba meramal apa yang akan terjadi pada tahun yang baru. Demikian juga halnya pada tahun ini, kita mungkin sudah banyak mendengar ramalan orang akan tahun yang baru ini. Kadang kala ramalan-ramalan itu membuat kita gentar, khawati dan gelisah, karena bagaimanapun, bila yang diramalkan itu terjadi, tentu akan berpengaruhi pada kehidupan pribadi kita. Selain itu, kita juga pasti mempunyai kekhawatiran tersendiri dalam hidup juga dalam tahun yang baru ini.

Namun kita sebagai orang beriman, tidak perlu terlalu cemas dan gelisah akan semua ramalan itu, juga akan kekhawatiran hidup kita pada tahun yang baru ini. Hari ini Gereja yang sungguh hidup dalam dunia dan mengerti situasi hidup manusia, mengajak kita menghadapi tahun yang baru dalam Iman. Hari ini dalam memasuki tahun yang baru, kita sekaligus merayakan hari Raya Maria Bunda Allah. Tentu hari raya ini bukan suatu kebetulan, tetapi Gereja bermaksud mau mengajak kita meneladan Maria dalam memasuki setiap tahun baru.

Kita sendiri tahu bahwa Maria adalah manusia biasa, tetapi dia dipilih oleh Allah menjadi saluran berkat Tuhan lewat kerelaannya mengandung Yesus sang Mesias. Maria rela menerima tugas mulia namun berat itu, meskipun dia sebanarnya belum tahu pasti bagaimana hidup yang akan dialaminya setelah menerima tawaran Allah, dia juga sebenarnya tidak tahu akan kehendak Allah pada diri-Nya. Namun walau demikian dia terbuka pada rencana Allah, pada kehendak Allah dan berserah diri pada Allah. Maria menghadapi semuanya dalam iman. Karena imannya kepada Allah, Yesus berdiam dalam dirinya dan itu pulalah yang menjadi kekuatan bagi dia menghadapi hidupnya yang penuh dengan persoalan dan penderitaan sebagaimana yang kita alami.

Bunda Maria menjadi teladan bagi kita dalam menghadapi tahun yang baru, yakni iman kepada Allah. Iman kepada Tuhan itulah kiranya harus menjadi jaminan dan pegangan kita setiap kita memasuki tahun yang baru. Kita percaya bahwa Tuhan senantiasa beserta kita dan akan senantiasa melimpahkan berkat-Nya kepada kita sehingga walau apapun yang kita alami tahun 2012, kita akan sanggup menghadapinya, dan akhirnya kita juga pasti mampu melewatinya sehingga kita akan bisa kembali melewati tahun 2012 ini. Sehubungan dengan kesetiaan Allah yang senantiasa mengasihi kita, itulah yang dinyatakan kepada kita dalam bacaan pertama hari ini. Kebenaran iman ini, juga kiranya sudah kita rasakan dalam tahun sebelumnya. Kalau bukan karena kasih karunia, penyertaan dan berkat Tuhan, pasti kita tidak akan mampu melewati tahun 2011 yang barusan kita lewati. Sehingga sama seperti tahun sebelumnya, demikian juga pada tahun 2012 ini, kita harus yakin bahwa Tuhan senantiasa ada beserta kita dan pasti Dia siap membantu kita. Maka masuki dan jalanilah tahun 2012 ini dengan semangat iman dan kasih-Nya kepada kita.

Oleh karena itu, mari kita seperti bunda Maria terbuka kepada iman akan Allah, membuka diri terhadap rahmat, berkat dan kehendak Allah dalam hidup kita. Keterbukaan kita kepada Allah, itu berarti kita mempersilahkan Yesus memasuki hidup kita, memasuki diri kita dan Tuhan berdiam dalam hidup kita. Dengan demikian, Tuhan yang berdiam dalam diri kita, Dialah yang menjadi kekuatan bagi kita menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dalam tahun 2012 ini.

Kita juga tentu berharap bahwa hidup tahun ini lebih baik, dan kita pasti berusaha hidup lebih baik lagi. Namun kita hendaknya tidak hanya sekedar berharap, namun kita sendiri yang harus mewujudkannya. Kita jangan hanya mengharapkan dari orang lain agar hidup tahun ini lebih baik, agar hidup kita lebih baik lagi, namun kita sendirilah yang harus mewujudkannya. Kita harus menjadi pelaku pembaharuan hidup yang lebih baik, entah sekecil apapun yang bisa kita lakukan, itu pasti bisa membuat hidup kita lebih baik lagi. Sama halnya seperti bunda Maria, kehadiran Tuhan dalam dirinya, membuat hidupnya bahagia, hidupnya bersukacita, dan sukacita itu juga dinikmati oleh semua manusia karena Yesus yang lahir dari kandungannya. Sehingga adalam hal ini, kita mencoba mengupayakan hidup yang lebih baik atas diri kita dan atas kehidupan ini dengan berusaha hidup dalam dan bersama Tuhan. Maka kita hendaknya terbuka atas Tuhan, dan mengusahakan agar Tuhan berdiam dalam diri kita, dan biarkanlah Tuhan memasuki hidupnya sehingga hidupmu bersukacita dan juga berkat hidup kita yang sesuai dengan kehendak Allah, orang lainpun ikut merasakan sukacita hidup di tahun ini, maka tahun ini akan menjadi tahun berkat Tuhan dan penuh sukacita Tuhan. Dari sebab itu, hendaknya kita menjadi pelaku pembaharuan hidup yang lebih baik. Hidup yang lebih baik, harus kita mulai dari diri kita sendiri. Amin.

BACAAN HARI MINGGU MASA NATAL: 1 Januari 2012 Hari Raya SP Maria Bunda Allah, Hari Perdamaian Sedunia

BACAAN HARI MINGGU MASA NATAL: 1 Januari 2012
Hari Raya SP Maria Bunda Allah, Hari Perdamaian Sedunia
Bil 6:22-27, Mzm 67:2-3,5,6,8, Gal 4:4-7, Luk 2:16-21

BACAAN I: Bil 6:22-27

“Mereka akan menyerukan nama-Ku atas umat Israek, dan Aku akan memberkati mereka.”

TUHAN berfirman kepada Musa: "Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka."

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm 67:2-3,5,6,8

Reff: Ya Allah, kasihanilah kami dan berkatilah kami.

1. Ya Allah, kasihanilah kami dan berkatilah kami. Semoga cahaya wajah-Mu menyinari kami, supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.

2. Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.
3. Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.
Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita.

BACAAN II: Gal 4:4-7

“Tuhan mengutus Putera-Nya yang dilahirkan oleh wanita.”

Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.


BACAAN INJIL: Luk 2:16-21

“Setelah depalan hari Puteranya itu diberi nama Yesus.”
Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

PBNU harapkan tidak ada kekerasan atas nama agama di 2012

PBNU harapkan tidak ada kekerasan atas nama agama di 2012

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengharapkan kehidupan beragama di tahun 2012 bisa lebih baik dan tidak ada lagi kekerasan atas nama agama.

“Untuk itu, kami mewakili seluruh masyarakat Indonesia meminta Pemerintah bisa melakukan langkah nyata menekan, bahkan menghilangkan segala bentuk kekerasan yang mengatasnamakan agama,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Kamis (29/12), seperti dilansir SP.

Menurut dia, Rancangan Undang-Undang Kerukuran Umat Beragama yang saat ini sedang disusun, diharapkan bisa menjadi solusi terbaik.

“Keamanan dalam negeri, termasuk dari aksi-aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama, itu sangat mempengaruhi kepercayaan asing. Itu tugas Pemerintah, itu PR (pekerjaan rumah) yang harus dituntaskan,” katanya.

Dalam catatan PBNU, sepanjang tahun 2011 masih banyak ditemukan kasus intoleransi, baik antaragama maupun sesama agama, yang tak jarang berujung pada kekerasan.

“Dari Islam sendiri, yang paling parah kita masih ingat kejadian di Cikeusik. Dari Kristen juga ada, yang cabang-cabang alirannya memang juga banyak,” kata Said Aqil.

Said Aqil menambahkan, dalam ajaran agama apapun, termasuk Islam, kekerasan dilarang dengan tegas untuk alasan apapun.

“Laa ikraaha fiddin. Tidak ada kekerasan dalam agama ataupun atas nama agama. Agama itu pembawa perdamaian, menjadikan hidup damai. Tidak ada ceritanya agama justru menjadikan manusia saling serang,” katanya.

Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)