Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

Berbagi Berita : Eks-yakusa jadi Katolik

Eks-yakusa jadi Katolik

Takayuki Oku dan istrinya Yuka. Di belakangnya ada potret dari mendiang ibunya.

Ketika Takayuki Oku berada di kelas dua sekolah menengah pertama di Yamagata City, sekitar 290 kilometer utara Tokyo, dan bekerja sebagai bocah tukang koran, dia bertemu dengan seorang bos geng yakusa. Dia sendiri akhirnya menjadi seorang yakusa.

Pernah, ketika berusia 17 tahun, dia meninggalkan yakusa dan berusaha menjalani kehidupan normal. Pada waktu itu, dia bertemu dengan seorang gadis bernama Yuka, dan keduanya menikah.

Namun, dia kembali ke dunia yakuza dan terus seperti itu hingga suatu hari, ketika dia berusaha melindungi seorang sahabat dekat dan sesama anggota geng yang berusaha menyembunyikan diri dari kelompok tersebut. Sebagai hukuman, Takayuki sendiri dipukul.

Takayuki pulang dengan berlumuran darah. Karena marah dan menyesal atas kehidupannya, dia mencari bantuan polisi dan, akhirnya, memutuskan hubungannya dengan kelompok tersebut.

“[Bahkan setelah itu] saya sendiri masih dihantui oleh kehidupan masa lalu saya. Hingga hari ini, saya masih mengalami persoalan [dalam hubungan saya] dengan orang-orang yang tahu masa lalu saya. Mulai sejak sekolah menengah, orang tidak mau bicara dengan saya … tetapi lain dengan Gereja.”

Takayuki, yang kini berusia 36, dan Yuka memiliki delapan anak, lima perempuan dan tiga laki-laki, berusia mulai dari satu hingga 16 tahun. Namun orang pertama dari keluarga yang pergi ke gereja adalah Takayuki sendiri.

“Empat tahun lalu, ibu saya dan saya mengalami pertengkaran sengit, dan saya menamparnya, ‘Mengapa kamu tidak mati saja?’ Itu terjadi sebelum saya tahu bahwa ibu saya menderita kanker. Beberapa bulan kemudian, ibu saya meninggal … dan saya tidak berkesempatan untuk meminta maaf.”

Takayuki terus bergumul dalam depresi berat. Akhirnya, dia meminta nasehat dari orang yang pernah menjadi ayah angkatnya, yang kebetulan seorang Katolik. Nasehat yang diperoleh adalah “pergi ke gereja.” Dan begitulah, untuk pertama kalinya pada musim panas tahun lalu, dia pergi ke Paroki Yamagata di Kota Yamagata. Di sanalah dia mendengar kotbah dari Pastor Kenji Honma, seorang imam dari Tarekat Hati Kudus Yesus dan Maria.

“Kotbah itu terpusat pada ide bahwa ‘Seberat apapun perkelahian seorang anak dengan orangtuanya, orangtuanya akan selalu mengampuninya.’ Ibu saya menjadi alasan terbesar [saya dibaptis]. Tentu saja, ada juga yang lain, di masa lalu yakusa saya, yang tidak bisa saya katakan di sini. Dan, saya kira, ini semacam apa yang bisa dikatakan sebagai atonement (silih) ….”

Yuka pertama kali pergi ke gereja bersama Takayuki hanya sebagai sopir (karena Takayuki sendiri tidak pinya SIM), dan tidak tertarik dengan agama Kristen. Namun, Yuka mengatakan, suaminya itu orang yang “cepat marah, namun dia berubah setelah dia mulai pergi ke gereja.”

“Semua orang di gereja memperlakukan anak-anak kami dengan ramah, maka anak-anak juga senang ikut ke gereja. Bahkan putri kami yang baru berusia setahun merasa bebas ke mana saja di gereja [dengan kedua tangannya terkatub]. Ketika [suami saya] tanya, bagaimana perasaan kami jika kita semua dibaptisbersama-sama, saya mulai berpikir, dan saya katakan: ‘Ya!’”

Takayuki mengatakan, “Anak-anak sesungguhnya tidak tahu apa-apa. Tetapi ketika saya katakan bahwa saya akan ke gereja, mereka spontan mengatakan, “saya juga mau, ikut!’ Dan saya tanya mereka, “Ayah akan menjadi seorang anak Tuhan, bagaimana dengan kamu?’ Mereka menjawab, ‘kami juga!’”

Ken’ichi, 16, putra sulung, sangat tertarik pergi ke gereja ketika dia melihat Takayuki membaca sebuah buku tentang agama Kristen di rumah. “Saya masih belum banyak tahu tentang Gereja,” kata Ken’ichi, tetapi beberapa hari setelah terjadi Gempa Bumi paling dahsyat di Jepang bagian timur, dia memesan delapan “Medali Wasiat” sama seperti sebuah medali yang diperoleh dari satu kelompok misioner di gereja. Dia ingin memberi medali-medali itu kepada semua adiknya “sebagai omamori” — yaitu, sesuatu yang bisa memberi perlindungan bersifat mistik – “dari bencana apapun.”

Takayuki mengatakan, “Sekarang ini, mestinya ada latihan persiapan, namun [karena krisis akibat gempa, tidak bisa memperoleh bensin] kami bahkan tidak bisa pergi ke gereja. Namun saya sedang menunggu pembaptisan saya.”

Seluruh keluarga Oku akan dibaptis di Paroki Yamagata pada Malam Paskah, 23 April.

ucanews.com
Disadur dari : www.cathnewsindonesia.com : Tanggal publikasi: 19 April 2011

RENUNGAN HARI SELASA DALAM PEKAN SUCI, 19 April 2011

RENUNGAN HARI SELASA DALAM PEKAN SUCI, 19 April 2011
Yes 49:1-6, Mzm 71:1-2,3-4a,5-6ab,15,17, Yoh 13:21-33,36-38

"Mari kita semakin berusaha memperdalam hubungan cinta kasih kita kepada Yesus, agar kita terlepas dari perbuatan mengkhianati Dia."

BACAAN INJIL:
Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya. Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!" Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?" Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera." Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam. Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.

Simon Petrus berkata kepada Yesus: "Tuhan, ke manakah Engkau pergi?" Jawab Yesus: "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku." Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!" Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."

RENUNGAN:
Tentu suatu yang menyakitkan bila kita tahu bahwa orang yang dekat dengan kita dan kita kasihi bakal mengkhianati kita. Juga sangat menyakitkan bila orang yang kita kasihi mengatakan bahwa dia akan setia kepada kita, tetapi kita tahu bahwa dia akan melakukan yang sebaliknya. Coba Anda bayangkan bila suami atau istri Anda yang sangat Anda kasihi ternyata mengkhianati Anda. Bila saat Anda sebelum mengucapkan janji nikah, Anda tahu bahwa pasangan Anda tidak akan setia, tentu Anda akan berpikir ulang untuk melangsungkan pernikahan. Juga bila kita tahu bahwa orang yang kita kasihi mengatakan akan setia, tetapi kita tahu bahwa dia tidak akan setia seperti yang dikatakannya, tentu kita tidak akan mau percaya. Dikhianati memang tidaklah menyenangkan, tidak ada orang yang ingin dikhianati. Namun bila hal itu sudah terjadi, tentu sangat menyakitkan. Suami/isteri bila mengetahui bahwa pasangannya telah mengkhianati cinta dan janji nikahnya, biasanya tidak lagi mau percaya kepada pasangannya, ada yang menuntut perceraian dan ada pula yang membalas dengan hal yang sama.

Seseorang melakukan pengkhianatan terhadap orang yang mengasihinya, karena seseorang itu tidak memiliki hubungan dan cinta yang mendalam dan tulus kepada pasangannya. Demikian sebaliknya karena tidak memiliki hubungan yang mendalam dan cinta yang tulus, bila seseorang itu dikhianati, dia tidak akan mau lagi percaya dan menerima orang yang mengkhianatinya dan bahkan akan balik untuk melakukan hal yang sama. Oleh karena itulah, ketika seseorang itu mendapatkan tawaran yang lebih menarik sesuai dengan yang diharapkannya, seseorang itu akan dengan mudah berkhianat. Berbeda halnya dengan hubungan dan cinta Yesus kepada para murid-Nya dan kepada kita. Yesus tahu bahwa salah seorang murid-Nya akan mengkhianati-Nya. Yesus juga tahu bahwa Petrus yang dengan lantang mengatakan, "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!" juga akan menyangkal Dia. Namun walaupun demikian, Yesus tidak membenci merekadan tidak mundur dari cinta-Nya untuk menyelamatkan manusia. Cinta Yesus yang sungguh mendalam bagi manusia, tidak bisa dikalahkan oleh pengkhianatan para murid-Nya. Sungguh cinta yang luar biasa, yang membuat kita bersyukur karena kita mempunyai Tuhan yang setia mencintai kita, walaupun kita seringkali tidak setia dan mengkhianati Dia.

Kita tidak mau dikhianati orang, tetapi justru seringkali melakukan pengkhianatan, terutama kepada Yesus. Mungkin kita berpikir bahwa kita tidak melakukan seperti yang dilakukan oleh Yudas Iskariot atau tidak menyangkal Yesus seperti yang dilakukan oleh Petrus. Tetapi kita jangan lupa dan jangan berbangga diri, sebab bila kita tetap hidup dalam perbuatan dosa dan tidak melakukan kehendak Tuhan, itu juga merupakan bentuk penyangkalan dan pengkhianatan kepada Yesus sendiri. Oleh karena itu, mari kita semakin berusaha memperdalam hubungan cinta kasih kita kepada Yesus, agar kita terlepas dari perbuatan mengkhianati Dia. Dan bila kita mengalami seperti yang dialami Yesus dari para murid-Nya, hendaknya kita tidak justru membalasnya tetapi tetap setia mengasihi Allah dan sesama kita. Kesetiaan kita pada perbuatan baik dan cinta kasih, akan membuahkan keselamatan bagi kita dan juga bagi sesama kita. Amin.

Habemus Papam Diputar di Italia

Habemus Papam Diputar di Italia

HP(16/4/2011)Habemus Papam, sebuah film satir mengenai terpilihnya seorang Paus yang meragukan kemampuan dirinya untuk memimpin ummat Katolik sedunia diputar di Italia mulai akhir pekan ini.

Film ini langsung menumbangkan rekor jumlah penonton di Italia.

Sutradaranya adalah Nanni Moretti yang dikenal dengan film-film satir tragisnya. Pemeran utama adalah aktor veteran Prancis Michel Picoli yang memerankan Paus baru. Paus ini mengalami gangguan kekhawatiran hebat sebelum muncul di hadapan massa di lapangan Santo Petrus usai terpilih.

Para kardinal kemudian mengundang seorang psikiatris, yang diperankan sendiri oleh Nanni Moreti, untuk membantu meyakinkan Paus yang baru.

Tetapi Paus yang baru ini, terbebani oleh krisis eksistensi, melarikan diri keluar dari Vatikan dan menggelandang di jalanan Roma tanpa dikenali.

Film ini banyak mendapat pujian dari kritikus film yang menunjuk bahwa Paus Benediktus sendiri dalam sebuah wawancara sempat mengatakan kegundahannya dan meragukan kemampuan diri untuk memimpin ummat ketika terpilih lima tahun lalu.

Pengambilan gambar Habemus Papam dilakukan tidak di Vatikan sendiri tetapi menggunakan berbagai lokasi di dalam kota Roma kuno dan menggunakan beberapa rekaman asli dari pemakaman Paus Johanes Paulus.

Nanni Moreti mengatakan filmnya ini juga akan diputar di festival film Cannes bulan depan.(bbcindonesia)

Disadur dari : www.mirifica.net: 18 April 2011

Yohanes Paulus II di mata orang Indonesia

Yohanes Paulus II di mata orang Indonesia

Paus Yohanes Paulus II pada 1 Mei akan dibeatifikasi (dijadikan “beato,” yang berbahagia).

Paus kelahiran Polandia ini dikenal sebagai seorang tokoh yang dikagumi dunia dan telah menginspirasi banyak orang, termasuk di Indonesia.

Berkaitan dengan beatifikasi tersebut beberapa tokoh Muslim dan Katolik dimintai komentar tentang kesan mereka terhadap mendiang Paus.

Mereka mengaku Paus Yohanes Paulus II telah memberi kontribusi yang signifikan, baik bagi perdamaian, dialog antaragama di Indonesia, maupun inspirasi bagi pribadi-pribadi.

“Paus Yohanes Paulus II adalah seorang tokoh kemanusiaan. Ia menjadi saudara bagi siapa saja dari lataragama manapun,” kata Ahmad Syafi’i Maarif, dosen sejarah di Universitas Negeri Yogyakarta dan pendiri Maarif Inistitute.

Menurut mantan Ketua Muhammadiyah itu Yohanes Paulus II merupakan seorang tokoh karismatis yang luar biasa dan selalu bersuara di mana terjadi ketidakadilan.

Ia mengingat pada tahun 2003 saat dirinya dan beberapa tokoh lintas agama bertemu dengan Paus di Vatikan untuk meminta bantuan Paus agar mendesak Presiden AS kala itu George W. Bush tidak melakukan invasi ke Irak.

Ketika Paus meninggal tahun 2005, ia dan Kardinal Julius Darmaatmadja, SJ mengikuti pemakamannya. “Kematian beliau tidak saja suatu kehilangan bagi umat Katolik, tapi bagi semua orang di seluruh dunia,” kata Syafi’i.

Menurut Romo Thomas Aquino Deshi Ramadhani, SJ, Paus Yohanes Paulus II adalah seorang tokoh yang menjadi inspirasi banyak orang, terutama kaum muda.

“Paus Yohanes Paulus II adalah sosok yang luar biasa. Ia telah memberikan kontribusi besar bagi Gereja Katolik dan orang-orang muda,” kata Romo Deshi.

Dosen STF Driyarkara dan moderator Domus Cordis ini mengatakan buku Theology of the Body (Teologi Tubuh) karya Yohanes Paulus II berisi pesan-pesan yang patut digaungkan dewasa ini.

Sementara menurut Harry Tjan Silalahi, seorang intelektual dan salah seorang pelopor CSIS, Paus tidak saja seorang pemimpin spiritual tapi juga ‘tokoh kemanusiaan.’

Stefanus Gusma, ketua PMKRI, mengatakan Yohanes Paulus II mengajarkan banyak orang terutama kaum muda, tentang cinta, kesederhanaan dan perdamaian.

“Contoh-contoh seperti ini hendaknya diikuti oleh para pemimpin dunia, termasuk di Indonesia,” kata Stefanus.
Riwayat singkat Paus Yohanes Paulus II

-Paus Yohanes Paulus II lahir di Polandia pada 18 Mei 1920, dengan nama Karol Józef Wojtyła

-Ditahbiskan imam pada 1 November 1946. Ia mendapat gelar doktor dalam bidang Teologi dan Filsafat.

-Ditahbiskan uskup pada 28 September 1958.

-Pada awal Oktober 1962, Uskup Wojtyła mengambil bagian dalam Konsili Vatikan II (1962-1965) dan berpengaruh besar dalam pembuatan 2 dokumen yang sangat fenomenal: Dignitatis Humanae (Dekrit tentang Kebebasan Beragama) dan Gaudium et Spes (Konstitusi Pastoral tentang Gereja dalam Dunia Modern)

-Ditunjuk menjadi Uskup Agung Krakow (Polandia) pada 13 Januari 1964 oleh Paus Paulus VI.

-Pada 26 Juni 1967, Paus Paulus VI mengumumkan pengangkatan Uskup Agung Wojtyła menjadi Kardinal.

-Pada tahun 1967 ia berperan dalam penyusunan Humanae Vitae, ensiklik yang antara lain melarang aborsi dan KB buatan.

-Menjadi Paus mulai 16 Oktober 1978 hingga wafat pada 2 April 2005, pada usia 84 tahun.

-Lama menjadi Paus: 26 tahun dan 168 hari (kedua terlama setelah Paus Pius IX (1846–1878) yang memimpin selama 31 tahun.

-Yohanes Paulus II diakui sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh selama abad ke-20, dan berperan penting dalam berakhirnya Komunisme di negara kelahirannya.

-Ia menentang keras kapitalisme yang berlebihan

-Menjadi tokoh Katolik yang sentral dalam pemulihan hubungan Gereja Katolik dengan Judaisme, Islam, Ortodox, dan Anglikan.

-Ia dikritik karena melawan kontrasepsi (KB buatan), tidak menghendaki tahbisan perempuan. Ia juga dikritik kaum tradisionalis karena mendukung Konsili Vatikan II dan reformasi atas liturgi dan perjuangannya bagi ekumene.

-Yohanes Paulus II adalah salah satu pemimpin negara yang paling banyak mengungjungi negara lain. Selama menjadi Paus ia mengunjungi 129 negara.

-Ia berbicara bahasa Italia, Pranis, Jerman, INggris, Spanyol, Portugis, Ukrania, Rusia, Kroatia, Esperanto, Yunani Kuno, Latin, dan Polandia.

-Ia menguduskan 1,340 orang dan kanonisasi bagi 483 santo dan santa

-Pada tanggal 19 Desember 2009, ia dinyatakan “Venerable” oleh Paus Benediktus XVI dan dijadwalkan akan dikuduskan pada 1 Mei 2011 mendatang.

Disadur dari : www.cathnewsindonesia.com; Tanggal publikasi: 18 April 2011

Berbagi Berita : Jemaat GKI adakan aksi Minggu Palem depan istana

Jemaat GKI adakan aksi Minggu Palem depan istana
Konradus Epa, Jakarta

Pendeta Ujang Tanu Saputra (pegang daun) memimpin aksi Minggu Palem depan istana negara kemarin

Sekitar 500 jemaat Protestan dari GKI Taman Yasmin di Bogor, Jawa Barat, mengadakan kebaktian Hari Minggu Palem di luar Istana Presiden kemarin sebagai bentuk protes atas gereja mereka yang tetap disegel oleh pemerintah lokal.

Gereja Taman Yasmin disegel pada Februari 2008, menyusul tekanan dari kelompok garis keras yang menuduh jemaat Protestan itu melakukan kristenisasi. Mahkamah Agung memenangkan gereja itu awal tahun ini, namun mereka masih dilarang untuk mengadakan ibadat di gereja itu.

Kebaktian yang berlangsung tiga jam itu dipimpin oleh Pendeta Ujang Tanu Saputra, bertujuan untuk melakukan protes terhadap pemerintah.

“Yesus membawa pesan damai. Kita diminta untuk membawa pesan damai ini kepada orang lain,” kata Pendeta Saputra dalam kotbahnya.

Ia meminta umat kristiani untuk menyebarluaskan pesan itu seperti yang dilakukan Yesus ketika masuk Kota Yerusalem dengan menunggang keledai sebagai simbol perdamaian dan anti-kekerasan.

Para pendeta dari Gereja denominasi lain, Buddha, Katolik dan Muslim ikut bergabung dalam acara itu.

“Kita berdoa agar Tuhan memberikan pencerahan bagi bangsa kita agar kita saling menghormati satu sama lain. Indonesia adalah rumah bersama. Maka, tidak ada diskriminasi di negeri ini,” kata Pendeta Andreas A. Yewangoe, ketua umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).

“Kita juga berdoa kepada Tuhan untuk pemerintah pusat dan lokal untuk menegakkan konstitusi dan hak-hak semua warga negara.”

Bondan Gunawan, seorang tokoh Muslim, mengatakan dalam orasinya setelah kebaktian itu bahwa bukan Muslim yang melanggar konstitusi tapi pemerintah.

“Sebagai orang Muslim saya ingin Muslim sebagai agama yang damai rahmatan lil’alamin, melindungi dan menghormati semua orang tanpa melihat latar belakang mereka,” katanya.

Di akhir acara itu, seorang aktivis membacakan pernyataan dari forum itu yang mendesak presiden Susilo Bambang Yudhoyo untuk mengambil alih kasus diskriminasi dan intimidasi itu.

“Kami mendesak presiden untuk langsung mengambil alih kasus diskriminasi dan intimidasi terhadap GKI Yasmin.”

SUMBER: Palm Sunday protest over closed church

Disadur dari ; www.cathnewsindonesia.com ,Tanggal publikasi: 18 April 2011

RENUNGAN HARI SENIN DALAM PEKAN SUCI, 18 April 2011

RENUNGAN HARI SENIN DALAM PEKAN SUCI, 18 April 2011
Yes 42:1-7, Mzm 27:1,2,3,13-14, Yoh 12:1-11

Tuhan memberikan hidup, kasih dan berkat-Nya kepada kita dengan cuma-cuma.

BACAAN INJIL:
Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu." Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

Demikianlah Injil Tuhan bagi kita hari ini.

RENUNGAN:
Seringkali dalam Gereja diumumkan adanya kegiatan gotong royong untuk membersihkan Gereja dan sekitarnya sebagai persiapan Paskah atau perayaan tertentu. Namun yang hadir hanya beberapa orang saja dan seringkali hanya mereka saja yang sering saya lihat. Melihat kenyataan yang demikian kita bertanya, “Mengapa banyak umat yang sulit berkorban buat Gereja dan buat Tuhan sendiri?” Sulitnya umat untuk memberi atau berkorban untuk Gereja bukan hanya dalam hal tenaga atau waktu, tetapi juga dalam hal materi. Karena bila ada permohonan dari Gereja untuk suatu kegiatan, biasanya umat bersungut-sungut atau sulit memberi, tetapi bukan suatu rahasia bahwa umat banyak menghadiri pesta-pesta atau kegiatan lain yang semuanya pasti mengeluarkan banyak uang, waktu jauh melebihi yang dimohonkan oleh Gereja. Orang Batak bisa menghadiri pesta 4 kali dalam sebulan dan dalam setiap pesta pasti ada iuran wajib dan sumbangan. Tapi untuk kegiatan gereja yang mungkin hanya beberapa kali dalam setahu, banyak umat yang mengeluh dan tidak ikut berpartisipasi. Belum lagi kolekte yang diberikan pada perayaan ekaristi, umumnya adalah uang paling kecil yang ada dalam kantong atau dompetnya.

Menganggapi hal seperti itu, yang memang tidak terjadi di semua tempat, orang mengatakan bahwa memang manusia zaman sekarang memegang prinsip untung rugi. Bila seseorang atau kegiatan atau kelompok itu dirasakan memberi keuntungan bagi dirinya, maka seseorang itu pasti tidak akan segan-segan untuk memberi karena berharap kelak bahwa dia akan mendapat keuntungan dengan keterlibatan dalam kegiatan itu. Ada juga yang mengatakan bahwa kalau seseorang sudah menyadari dan merasakan rahmat dari imannya, maka seseorang itu akan hidup dalam iman dan tidak akan segan-segan untuk memberi bagi kehidupan iman itu. Pendapat ini mungkin benar.

Bertolak dari prinsip hidup ini, kita patut bertanya pula, “Apa memang Gereja dan Tuhan tidak memberi ‘keuntungan’ bagi hidup manusia?” Apakah Tuhan tidak memberikan berkat-Nya kepada umat lewat Gereja-Nya?” Tentu kita sudah beroleh keuntungan sangat besar dari Tuhan, yakni hidup dan keselamatan. Keselamatan itu diwariskan Yesus lewat Gereja-Nya yang kudus, sehingga Gereja menjadi saluran berkat Allah. Yang menjadi persoalan adalah kesadaran dan keyakinan yang belum dimiliki oleh banyak orang. Sangat banyak umat yang tidak menyadari bahwa Tuhan telah memberi hidup dan telah melimpahkan berkat yang sangat banyak, terlebih Tuhan telah mengorbankan diri-Nya dengan menderita dan wafat di salib demi menyelamatkan manusia. Semuanya bukan karena jasa manusia tetapi hanya karena cinta kepada manusia.

Dalam Injil hari ini, Yesus memuji tindakan Maria yang meminyaki rambut Yesus dengan setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, bukan karena mahalnya minyak itu dan juga bukan karena Maria melap kaki Yesus dengan rambutnya yang menjadi makhota bagi seorang wanita, tetapi karena ketulusan hati Maria untuk melayani Yesus. Maria tidak merasa sayang menggunakan minyak yang mahal untuk meminyaki kaki Yesus dan juga tidak merasa hina memberikan rambutnya untuk melap kaki Yesus. Bahkan dari sikap Maria itu, kita bisa melihat bahwa bagi Maria minyak yang mahal harganya, rambut yang menjadi kebanggan dan makhota seorang wanita, tidak bernilai apa-apa untuk melayani Yesus. Ini semua dilakukan oleh Maria, karena Maria menyadari kasih Yesus yang begitu besar atas dirinya, atas keluarganya sehingga dia berani berkorban memberikan yang terbaik bagi Yesus. Nah bagaimana dengan kita masing-masing? Kita sering justru sulit memberi atau berkorban kepada Tuhan dan Gereja-Nya. Kalaupun kita memberi, kita memberi dengan terpaksa dan memberi bukan yang terbaik.

Bermenung atas Injil hari ini, kita diajak untuk menyadari kasih Allah yang begitu besar kepada kita, yang sudah diberikan sebelum kita mengenal Dia, dan Dia memberikan-Nya bukan karena jasa kita, tetapi hanya karena kasih-Nya kepada kita. Tuhan tidak pernah berpikir untung rugi dalam mengasihi kita. Tuhan memberikan kasih dan berkat-Nya kepada kita dengan cuma-cuma. Maka semoga, kita juga dalam relasi dengan sesama kita, tidak memegang prinsip untung rugi karena kita telah beroleh hidup dan berkat dengan cuma-cuma, sehingga kitapun berani mengasihi sesama dengan cuma-cuma pula. Amin.

Berbagi Berita : Tantangan Kerukunan Ada di Generasi Muda

Tantangan Kerukunan Ada di Generasi Muda

(Athena 12/4/2011)Tantangan kerukunan dan toleransi dalam masyarakat multikultural yang dihadapi saat ini ialah bagaimana generasi muda melihat perbedaan dari segi positif.

Hal itu disampaikan Rektor Institut Sanata Darma Yogyakarta Romo Dr. J.B. Heru Prakosa, SJ dalam public lecture (kuliah umum, red) yang diikuti 150 mahasiswa Yunani pada Fakultas Theologia, National and Kaposditrian University of Athens, Senin (11/4/2011).

Kuliah umum ini, sebagaimana dituturkan Sekretaris II Widya Sinedu kepada detikcom, adalah bagian dari rangkaian interfaith dialogue, terselenggara atas kerjasama KBRI Athena, Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Agama RI dengan Universitas terbesar di Yunani tersebut.

Romo menyampaikan pengalaman yang dilakukan dalam rangka mengajarkan nilai-nilai multikultural terhadap generasi muda di Indonesia, yaitu melalui upaya peningkatan pemahaman mengenai agama lain dan berusaha menerima perbedaan yang ada.

Menurut Romo, upaya untuk menanamkan pendidikan multikulturalisme telah diterapkan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan tujuan mencipatakan generasi muda Pancasilais.

"Selain itu juga dilakukan upaya-upaya demi mendorong kerjasama dan aktifitas beragama yang mempelajari satu dengan yang lain," pungkas Romo.

Selain bagian dari interfaith dialogue, kuliah umum ini juga dalam rangka soft diplomacy untuk memperkenalkan Indonesia melalui empowering the moderates (pemberdayaan kaum moderat, red).

Indonesia sendiri diakui telah berhasil mengembangkan budaya dialog dan mempromosikan toleransi antara pihak-pihak yang berbeda agama, budaya dan latar belakang maupun antara kelompok moderat dan less moderates.

Tradisi Beragama

Sementara itu Prof. Marios Megzos dalam kuliah bertema The Inter-religious Dialogue in an Orthodox Christian Perspective menekankan bahwa dialog merupakan tradisi agama dan menjadi esensi dari pengajaran Gereja Orthodoks dan telah menjadi isu penting saat ini.

"Namun demikian perlu diluruskan bahwa interfaith dialogue tidak dikaitkan dengan isu politik dan ekonomi," tandas Guru Besar Perbandingan Filsafat Agama pada University of Athens itu.

Di akhir kuliah disepakati pemahaman bahwa semua manusia mempercayai adanya satu Tuhan namun refleksi theologis dan ekspresi peribadatannya menjadi pilihan dari masing-masing umat manusia.

Perwujudan atas keyakinan kepada Tuhan bisa menyatu melalui tindakan-tindakan nyata demi kebaikan bersama.

Misi interfaith dialogue oleh Kementerian Luar Negeri RI dan Kementerian Agama RI ini berupaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Yunani, yang mayoritas beragama Kristen Orthodox, mengenai keberhasilan Indonesia dalam menciptakan keharmonisan beragama yang kompatibel dengan demokrasi.

Disebutkan bahwa Indonesia saat ini dijadikan sebagai model yang mewakili tradisi Islam moderat dan terbukti dapat hidup berdampingan secara damai dengan penganut agama lain.(detikNews)

Disadur dari :www.mirifica.net , 15 April 2011

Berbagi Berita :Dinikahi Pangeran William, Kate Middleton Tinggalkan Iman Katolik

Dinikahi Pangeran William, Kate Middleton Tinggalkan Iman Katolik

(London 13/4/2011) Gara-gara menikah dengan Pangeran William, Kate Middleton "terpaksa" menanggalkan iman Katoliknya. Khabarnya dia sudah dibabtis menjadi seorang Anglikan oleh Uskup London, Richard Chartres, sebelum pernikahannya dengan Pangeran William pada 29 April mendatang.

Yah, Kate Middleton memang harus menjadi Anglikan. Sebab, Pangeran William akan menjadi kepala Gereja Inggris, bila kelak dia menjadi Raja Inggris. Dia sudah ikrarkan itu pada 1994, ketika putra mendiang Putri Diana ini masih berumur 14 tahun. Hanya saja, tidak ada yang bisa mengkonfirmasi seberapa jauh komitmennya pada iman sebagai seorang Kristen Anglikan.

Pangeran William dan keluarga Kate hadir pada acara pembabtisannya menjadi seorang Anglikan di Istana St James's. Seorang juru bicara Kerjaan Inggris mengatakan, "Nona Middleton menerima pembabtisan (sebagai seorang Anglikan) itu sebagai bagian dari persiapan pernikahan mereka." (suarapembaruan.com/the sun)

Disadur dari : www.mirifica.net,15 April 2011 10:40

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)