| JANSEN GINTING | BONAR SIANTURI | DAMASUS TARIGAN |
| Ketua Pelaksana DPP | Sekretaris DPP | Bendahara DPP |
Turut Memohon Bantuan:
|
| PASTOR ANTONIUS MANIK O.CARM |
| PASTOR PAROKI |
VII. PENUTUP
Kami merencanakan pembangunan ini bukan karena kami sudah memilik dana dan kemampuan yang cukup, tapi karena kami yakin bahwa ini adalah karya demi memuliakan Tuhan. Dalam segala kelemahan kami, kami dikuatkan, disemangati dan berharap akan kemurahan Tuhan yang akan membantu kami lewat para Saudara atau para Donatur yang mau membantu kami mewujudkan mimpi yang mulia ini. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan perhatian, dukungan doa, terutama bantuan materiil/dana dari para Saudara atau Para Donatur mewujukan kerinduan umat memiliki bagunan Gereja yang layak dan sakral, tempat mereka berkumpul mewujudkan kebersamaan dalam iman dan dalam merayakan iman mereka, memuji dan memuliakan Tuhan.
Atas perhatian dan kebaikan Bapak/Ibu/Saudara-Saudari dan para Donatur, kami mengucapkan banyak terima kasih. Kami berdoa semoga kebaikan dan uluran kasih para Saudara mendapat balasan yang berlimpah dari Tuhan Allah. Kami juga mohon doa dari para Saudara agar kami umat dan khususnya panitia senantiasa diberkati, dilindungi, diberi kesehatan dan kebijaksanaan oleh Tuhan dan dijauhkan segala kendala dalam mewujudkan tugas mulia ini.
HORMAT KAMI, PANITIA
| VIKTOR SIANTURI | ERNAWATI BR. TARIGAN | ERNIWATI BR. BARUS |
| Ketua I | Sekretaris I | Bendahara I |
Dewan Pastoral Paroki
| JANSEN GINTING | BONAR SIANTURI | DAMASUS TARIGAN |
| Ketua Pelaksana DPP | Sekretaris DPP | Bendahara DPP |
| Turut Memohon Bantuan: |
| PASTOR ANTONIUS MANIK O.CARM |
GAMBARAN SINGKAT PEMBANGUNAN YANG TELAH BERLANGSUNG
Pembangunan Gereja Paroki sudah lama didambakan dan ditrencanakan umat, namun perwujudannya dimulai baru setelah peletakan Batu pertama. Peletakan Batu pertama pembangunan diadakah pada hari Minggu tanggal 3 Agustus 2008 dalam perayaan ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Agung Medan saat itu yakni
Mgr. A.G. Pius Datubara OFM.Cap.
Peletakan Batu Pertama dan pembangunan setelah peletakan Pertama dimulai bukan karena dana yang cukup sudah terkumpul tetapi karena kerindukan umat untuk memilik Gedung Gereja Baru yang lebih layak untuk tempat beribadah dan juga demi perkembangan , pembinaan umat paroki dan juga demi perkembangan Gereja Katolikdi Tigalingga. Pembangunan dilaksankana sambil menggalang dana dari umat maupun dari para donatur. Pembangunan tersebut berjalan lambat karena dana yang terkumpul hanya sedikit dan tidak lancar. Pembangunan tersebut baru menyelesaikan fondasi dan akhirnya terpaksa berhenti pada bulan Maret 2009. Dalam proposal ini kami cantumkan sekilas laporan pembangunan tahap I.
LAPORAN PEMBANGUNAN TAHAP I : PEMBUATAN FONDASI BANGUNAN
| NO | KETERANGAN/URAIAN | DEBET/Rp | KREDIT/Rp |
| I | PEMASUKAN |
|
|
| Cicilan dari umat se-paroki | 173.545.500 |
|
| 2 | DONATUR | 47.041.400 |
|
| 3 | Kolekte Bangunan | 18.795.700 |
|
| 5 | Saldo2 Pesta | 83.453.200 |
|
| 6 | Usaha lain | 378.000 |
|
| 7 | Penjualan Kalender Paroki | 7.352.000 |
|
| II | PENGELUARAN |
|
|
| 7 | Pembelian Pasir |
| 5.133.000 |
| 8 | Sert/Batu padas |
| 7.540.000 |
| 9 | Kayu/beroti |
| 6.240.000 |
| 10 | Batu bata |
| 3.960.000 |
| 11 | Besi |
| 143.289.050 |
| 12 | Semen |
| 28.013.000 |
| 13 | Kawat beton |
| 3.200.000 |
| 14 | Paku-paku |
| 503.000 |
| 15 | Batu kerikil |
| 7.787.500 |
| 16 | Tripleks |
| 15.982.800 |
| 17 | Pengangkutan |
| 22.270.000 |
| 18 | Adm,akomodasi |
| 13.000.600 |
| 19 | BBM |
| 4.350.000 |
| 20 | Alat-alat tukang |
| 8.786.000 |
| 21 | Makan tukang |
| 8.207.500 |
| 22 | Upah tukang |
| 30.785.500 |
| 23 | Upah gali |
| 5.710.000 |
| 24 | Upah tukang masak |
| 1.500.000 |
| 25 | Upah konsultan bangunan |
| 18.100.000 |
| 26 | Biaya pesta peletakan Batu I |
| 11.811.000 |
| 27 | Sumbangan dari KAM | 75.000.000 |
|
| 28 | Sumbangan dari Paroki MKK Jakarta | 20.000.000 |
|
| JUMLAH | 425.566.800 | 346.168.950 |
| SALDO AKHIR/Awal Februari 2010 |
| 79.397.850 |
|
| 425.566.800 | 425.566.800 |
CATATAN PENTING:
Uang bangunan terpaksa dipakai untuk menutupi kekurangan pembuatan sumur bor patoki. Hal ini diputuskan karena sumur juga sangat dibutuhkan dalam mendukung pembangunan. Maka hasil penghitungan Saldo keuangan pembangunan adalah sebagai berikut:
| NO | KETERANGAN/URAIAN | DEBET/Rp | KREDIT/Rp |
| 1 | Saldo dana bangunan | 79.397.850 |
|
| 2 | Kekurangan pembuatan sumur bor paroki |
| 72.097.650 |
| JUMLAH | 79.397.850 | 72.097.650 |
| Saldo akhir / awal Feb. 2010 |
| 7.300.200 |
PENUTUP
Demikian kiranya laporan singkat pembangunan tahap I yang sudah kami lakukan. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Para Saudara yang sudah membantu kami dalam pelaksanaan pembangunan Tahap I ini. Walaupun demikian, kami masih mengharapkan bantuan dari Para Saudara untuk membantu kami lewat doa dan dalam menggalang dana agar kami mampu melanjutkan pembangunan Tahap II dan pada akhirnya menyelesaikan pembangunan Gedung Gereja kita ini. Kami berencana dan merindukan akan melanjutkan pembangunan Tahap II dan kalau Tuhan berkenan pembangunan dilanjutkan hingga selesai. Semoga Tuhan merestui upaya dan kerinduan iman kami ini dan juga Dia membantu kami lewat bantuan para Donatur.
Sekali lagi, kami sangat mengharapkan bantuan dari Bapak, Ibu, Saudara Saudari. Bila Bapak, Ibu, Saudara / Saudari berkenan membantu kami, bantuan uluran kasih dapat disalurkan melalui:
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK
Atau
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama :ADYTIA PERMANA P.
Demikian kiranya laporan kondisi pembangunan dan Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih. Atas doa, perhatian, dukungan dan bantuan Para Saudara, kami mengucapkan banyak terima kasih. Berkat Yesus Kristus senantiasa menyertai kita semua.
ooo000 O 000oooo
LAMPIRAN FOTO-FOTO

GEDUNG GEREJA PERTAMA


BAGIAN DALAM GEREJA YANG SEKARANG,
SUDAH BANYAK YANG RETAK-RETAK

GEDUNG GEREJA YANG AKAN DIBANGUN


DENAH RENCANA BANGUNAN

PASTORAN

TANAH LOKASI RENCANA BANGUNAN GEREJA,
LEBIH RENDAH 3 METER DIBANDING TANAH DI DEPAN.

FONDASI BANGUNAN GEREJA YANG SUDAH
2 TAHUN BERHENTI PEMBANGUNANNYA.