Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: SENIN 30 SEPTEMBER 2013

RENUNGAN HARI BIASA: SENIN 30 SEPTEMBER 2013 
 (Pw. St. Hieronimus)) 
Za. 8:1-8 atau 2Tim 3:14-17; Mzm 102; Luk. 9:446-50

BACAAN INJIL: 
Maka timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya, dan berkata kepada mereka: "Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar." Yohanes berkata: "Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita." Yesus berkata kepadanya: "Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu." 

RENUNGAN : 
Siapa yang tidak ingin menjadi yang terbaik dari semua orang? Siapa yang ingin menjadi pemimpinyang membawahi banyak orang? Tentu semua orang pada umumnya menginginkan hal itu apalagi orang tua seringkali berpesan dan mengarahkan agar anaknya menjadi yang terbaik. Menjadi yang terbaik dan lebih unggul dari yang lain juga banyak didengunkan oleh para pengusaha dengan propaganda bahwa produk mereka lebih unggul dari yang lain. Juga kita bisa saksikan dalam kontes-kontes atau perlombaan yang mengedepankan menjadi yang terbaik. Sehingga memang wajar kalau hampir semua orang berlomba menjadi yang terbaik menjadi pemimpin, lebih unggul dari yang lain. Kebiasaan dan prinsip ini ada baiknya karena dengan demikian orang dipacu untuk berusaha dengan sebaik-baiknya dan berjuang. 

Namun yang menjadi persoalan bila pada akhirnya menjadi yang terbaik, menjadi pemimpin dan penguasa menjadi tujuan utama, sehingga akhirnya melahirkan persaingan yang tidak sehat. Orang yang terlalu mengutamakan hal demikian, pada akhirnya akan menyingkirkan kebersamaan, melahirkan ketidak harmonisan hidup karena orang demikian tidak lagi menghargai perbedaan dan tidak lagi menghargai kebaikan yang ada dalam diri orang lain. Ambisi untuk menjadi yang terkemuka dan menjadi pemimpin juga merasuki dalam diri para murid. 

Para murid berdebat antara mereka mengenai siapa diantara mereka paling hebat, paling besar. Yesus mengetahui hal itu, sehingga Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya dan berkata "Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar." Yesus menempatkan anak kecil itu disamping-Nya dengan maksud bahwa Yesus tetap lebih utama, lebih besar sedangkan mereka harus senantiasa seperti anak kecil di samping Yesus. 

Dengan maksud itu, bukan berarti Yesus memperlakukan para murid tetap seperti anak kecil. Tentu tidak. Maksudnya adalah, para murid tetap sadar bahwa mereka bukan untuk mengejar kehormatan atau menjadi yang paling besar, tetapi Yesuslah yang harus senantiasa diwartakan dan Yesuslah yang menjadi utama. Selain itu juga mengatakan bahwa mereka diterima atau dihargai orang lain bukan karena dirinya sendiri tetapi karena Yesus sendiri. Untuk itu Yesus mengharapkan agar para murid tetap bersikap rendah hati. 

Namun kiranya para murid tidak mengerti perkataan Yesus, mereka tetap merasa diri lebih hebat dari orang lain, sehingga ketika mereka melihat ada orang yang mengusir setan dalam nama Yesus tetapi tidak termasuk dalam kumpulan para murid, mereka mengusirnya. Para murid melakukan demikian karena mereka berpikir bahwa merekalah yang lebih hebat dan hanya merekalah yang punya hak melakukan demikian. Yesus menegur mereka dengan mengatakan, “Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu." 

Kitapun mungkin melakukan seperti yang dilakukan para murid. Mungkin karena kita sudah lebih banyak belajar tentang kitab suci dan ajaran Gereja, karena kita sudah banyak ikut dalam tugas pelayanan Gereja dan sudah melakukan banyak ziarah ke tempat-tempat Ziarah, kita merasa bahwa kitalah lebih beriman, lebih hebat dari orang lain. Bahkan seringkali kita dengan mudah menghakimi orang lain yang tidak melakukan seperti yang kita lakukan. Ada juga orang beriman yang karena menganggap dirinya lebih hebat dari orang lain, mereka menuntut dihormati dan diberi jabatan yang lebih tinggi dari orang lain. Ada pula yang merasa bahwa hanya dirinyalah yang punya hak untuk melayani orang lain. 

Oleh sebab itu, lewat injil hari ini, kita diingatkan bahwa kita hanya seperti anak kecil di samping Yesus. Kita harus senantiasa bersikap rendah hati, tidak mencari hormat, tidak ingin dihormati orang lain, tetapi kita semata-mata hanya untuk mewartakan kebesaran Tuhan. Kita juga harus ingat bahwa kita akan dihargai orang lain karena kita Yesus sendiri, jadi bukan karena diri kita sendiri. Semoga dengan menghidupi demikian, kitapun berani menghargai orang lain dan juga menghargai orang yang dianggap kecil dan tidak berguna. Amin.

RENUNGAN HARI MINGGU: 29 SEPTEMBER 2013 (HARI MINGGU BIASA XXVI)

RENUNGAN HARI MINGGU: 29 SEPTEMBER 2013 
(HARI MINGGU BIASA XXVI) 
Am. 6:1a,4-7; Mzm. 146:7,8-9a,9bc-10; 1Tim. 6:11-16; Luk. 16:19-31 

BACAAN INJIL : Luk. 16:19-31 
“Engkau telah menerima semua yang baik, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat penghiburan dan engkau sangat menderita.” 

 Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati." 

RENUNGAN: 
Orang kristiani dipanggil oleh Tuhan untuk hidup berbelas kasih kepada sesama terutama sesama yang miskin dan menderita. Kemarin lusa baru ada berita kebakaran di Jimbaran yang pada akhirnya menewaskan anggota keluarga yang sedang berada di rumah. Rakyat sekitar berusaha memadamkan api dan juga membantu penghuni rumah keluar dari rumah, namun mereka tidak berhasil. Menurut berita, penduduk tidak bisa membantu penghuni rumah keluar dari dalam rumah yang sedang terbakar karena gagal membuka pintu dan jendela yang dilengkapi dengan terali anti maling. 

Demikian juga halnya penghuni rumah yang berada di dalam tidak bisa membuka pintu dan jendela yang dilengkapi dengan terali anti malam, mungkin karena mereka panik. Akhirnya sangat menyedihkan, penghuni rumah itu meninggal ikut terbakar dengan rumahnya dan rakyat yang menyaksikan dan berusaha menolong mereka, tidak bisa berbuat apa-apa. 

Dalam berita itu dikatakan bahwa, rakyat tidak bisa menolong para korban, dan para korban tidak bisa selamat karena terlasi besi anti maling. Memang di perkotaan sudah biasa orang menggunakan terali besi anti maling demi menjaga mereka dan hartanya dari maling. Terasli besi anti maling bisa menjadi gambaran bahwa hidup memang tidak lagi aman, banyak pencuri dan perampok, juga gambaran ketakutan atau kecurigaan kepada orang lain. 

Hal biasa juga kita termui di perkotaan rumah mewah dengan tembok-tembok besar, bahkan karena besar dan tingginya pagar tembok rumah itu, orang dar luar tidak bisa melihat apa-apa di balik tembok itu. Memang seringkali alasannya adalah demi keamanan. Namun sebenarnya ini menjadi suatu gambaran bahwa saat ini betapa hidup manusia itu sudah terpisah-pisah, dan memisahkan diri dari orang sekitar. Sekarang ini orang hidup berdampingan tetapi tidak ada kebersamaan, hidup hanya untuk dan dalam dunianya sendiri. 

Betapa lebar jurang pemisah antara hidup manusia terutama antara orang kaya dan orang miskin. Dalam injil hari ini Yesus menceritakan tentang orang kaya dan Lazarus orang miskin. Orang kaya itu hidup dalam kemewahan dengan pakaian yang mahal-mahal dan sering mengadakan pesta perjamuan mewah bersama teman-temannya. Sedangkan orang miskin itu, sering datang ke depan pintu orang kaya itu, berbaring di depan pintu sambil menunggu dan berharap ada makanan sisa yang jatuh dari meja makan orang kaya itu, untuk dia makan. 

Orang miskin itu dikatakan pakaiannya robek-robek, kudisan sampai anjing-angjing orang kaya itu datang menjilati kudis orang miskin itu. Dikatakan bahwa anjing-anjing orang kaya itu tidak menggonggong Lazarus, itu berarti Lazarus sudah dikenal oleh anjing-anjing itu, itu berarti Lazarus sudah biasa datang mengemis di tempat orang kaya itu. Berarti juga bahwa Lazarus sudah biasa melihat orang kaya itu dengan pakaian mewah dan mengadakan makan jamuan mewah bersama rekan-rekannya. Kemudian matilah Lazarus orang miskin itu, demikian juga orang kaya itu. Dikatakan bahwa Lazarus lebih dulu mati dan tentunya di mati dijalanan. Namun setelah Lazarus mati, malaikat-malaikat membawa Lazarus ke pangkuan bapa Abraham, yang berarti masuk surga. 

Orang kaya itupun kemudian mati, tentunya di tidak mati dijalanan, tapi bisa saja di rumah sakit atau di rumahnya yang mewah. Namun setelah orang kaya itu mati, dia dikuburkan dan masuk dalam neraka. Sesudah orang kaya itu mati dan masuk neraka, tempat penderitaan yang tiada hentinya, dia melihat Lazarus duduk di pangkuan Abraham. Orang kaya itu tidak kaget melihat hal itu. Mungkin karena dia sudah pernah mendengar pengajaran para nabi bagaimana hidup orang yang tidak peduli dengan sesama, tetapi dia tidak mau mendengarkan dan melaksanakannya. Dia hanya meminta agar Abraham mengijinkan Lazarus mencelupkan tangannya ke air dan datang ke tempatnya untuk memberikan setitik ait kepadanya untuk menghilangkan dahaganya. 

Apa jawaban Abraham? Tidak bisa. Orang kaya itu setelah dia mati dan masuk dalam neraka mengharapkan belaskasih dari Abraham, padahal selama hidupnya dia tidak punya belaskasih kepada sesamanya. Abraham juga mengatakan bahwa ada jurang pemisah antara mereka, yang tidak bisa diseberangi oleh siapapun. Orang kaya itu sungguh sadar akan kesalahannya sewaktu hidup dunia dan berharap agar ayah dan sauda-saudaranya kelak tidak sepeti dia. 

Oleh sebab itu, dia meminta Abraham menyuruh Lazarus pergi ke keluarganya untuk mengingatkan dan mempertobatkan mereka. Namun Abraham menolak permintaan orang kaya itu, karena sudah ada kesaksian nabi musa dan para nabi, itu sudah cukup. Kalau kita simak injil hari ini, kita berpikir, “Kenapa orang kaya itu masuk neraka? Padahal dia tidak melakukan kejahatan terutama kepada Lazarus orang miskin itu. Orang kaya itu memang tidak berbuat jahat kepada Lazarus. 

Kesalahan orang kaya itu adalah, dia hidup dalam kekayaannya, berfoya-doya untuk diri sendiri bahkan di hadapan orang miskin, dan dia tidak punya rasa peduli dan belaskasih kepada orang miskin Lazarus yang ada di hadapannya. Memang dia tidak mengusir dan menghina Lazarus yang datang di depan pintunya, namun dia seakan tidak menganggap Lazarus adalah manusia, sehingga seakan-akan dia tidak melihat adanya Lazarus. 

Melalui injil hari ini, jelas bahwa kiranya tidak cukup hanya tidak berbuat jahat kepada orang lain atau orang miskin, tetapi harus punya rasa peduli dan berbelaskasih kepada sesama yang miskin. Sungguh injil hari ini sangat sesuai dengan kehidupan sekarang ini. Sekarang ini sungguh begitu besar jarak antara orang kaya dan orang miskin, bahkan bukan hanya itu, juga lebar jarak antara manusia. Manusia sekarang ini hidup dalam lingkungan yang sama, tetapi tidak punya kebersamaa. Individualisme sungguh mendapat tempat pada masa sekarang. Orang tidak peduli lagi dengan sesamanya, hidup hanya dalam dan untuk dirinya sendiri. Seakan ada prinsip, “Jangan urusi urusanku, dan sayapun tidak mengurusi urusanmu!” 

Sungguh menyedihkan hidup sekarang ini. Hedonisme dan individualisme juga merasuki hidup orang beriman. Berapa banyak orang beriman yang tidak lagi punya rasa peduli dan belaskasih kepada sesama. Betapa sering kita dengar orang beriman yang begitu aktif dalam kegiatan gereja, melakukan banyak ziarah ke banyak tempat ziarah, namun mereka tidak punya rasa peduli dengan orang-orang di sekitarnya. Bahkan ada umat beriman yang kelihatan sungguh beriman, dengan bangga menceritakan pengalamannya melakukan banyak ziarah rohani ke tempat-tempat ziarah, tetapi tidak peduli orang yang mendengar ceritanya miris karena jangankan melakukan ziarah, untuk makan saja mereka berjuang. 

Orang kristiani dipanggil untuk hidup berbelas kasih kepada sesama dan terutama kepada orang miskin dan menderita. Kita dipanggil untuk mempersempit jurang pembatas antara orang kaya dan miskin, bahkan kalau perlu menghilangkan pembatas itu, sebab dimata Tuhan kita adalah sama, tidak ada yang kaya dan tidak ada yang miskin. Tuhan tidak melarang kita menjadi kaya, tetapi jangan sampai kekayaan kita itu kita simpan dan habiskan hanya untuk diri sendiri dengan tidap peduli dan tidap punya belaskasih dengan sesama. 

Belas kasih kepada sesama, harus kita nyatakan dengan kerelaan berbagi sukacita dengan orang miskin dan juga belaskasih dan peduli itu kita nyatakan dengan hidup sederhana. Sebab bisa saja kita begitu berbelas kasih kepada orang miskin, tetap penampilan kita yang dengan pakaian dan memakai barang-barang mewah tetap menciptakan jurang perbedaan antara orang kaya dan miskin. Maka semoga kita berbelas kasih kepada sesama yang miskin, seperti Yesus yang penuh belaskasih kepada manusia terutama kepada orang-orang miskin. Amin.

BACAAN HARI MINGGU: 29 SEPTEMBER 2013 (HARI MINGGU BIASA XXVI)

BACAAN HARI MINGGU: 29 SEPTEMBER 2013 
(HARI MINGGU BIASA XXVI) 
Am. 6:1a,4-7; Mzm. 146:7,8-9a,9bc-10; 1Tim. 6:11-16; Luk. 16:19-31 

BACAAN I: Am. 6:1a,4-7 
“Yang duduk berjunatai dan bernyanyi akan pergi sebagai orang buangan.” 

Beginilah Firman Tuhan, Allah semesta alam, "Celaka atas orang-orang yang merasa aman di Sion, atas orang-orang yang merasa tenteram di gunung Samaria, atas orang-orang terkemuka dari bangsa yang utama, orang-orang yang kepada mereka kaum Israel biasa datang! yang berbaring di tempat tidur dari gading dan duduk berjuntai di ranjang; yang memakan anak-anak domba dari kumpulan kambing domba dan anak-anak lembu dari tengah-tengah kawanan binatang yang tambun; yang bernyanyi-nyanyi mendengar bunyi gambus, dan seperti Daud menciptakan bunyi-bunyian bagi dirinya; yang minum anggur dari bokor, dan berurap dengan minyak yang paling baik, tetapi tidak berduka karena hancurnya keturunan Yusuf! Sebab itu sekarang, mereka akan pergi sebagai orang buangan di kepala barisan, dan berlalulah keriuhan pesta orang-orang yang duduk berjuntai itu." 

MAZMUR TANGGAPAN : Mzm. 146:7,8-9a,9bc-10 
Ulangan : 
Tuhan telah membebaskan dan menyelamatkan daku. 

Ayat: 
1. Dialah yang menegakkan keadilan bagi orang yang diperas. Ruhan memberi roti kepada orang-orang yang lapar, dan membebaskan orang-orang yang terkurung. 

2. Tuhan membuka mata orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tunduk, Tuhan mengasihi orang-orang benar. Tuhan menjaga orang-orang asing. 

3. Anak Yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya. Allahmu, ya Sion, turun-temurun. 

BACAAN II : 1Tim. 6:11-16 
“Taatilah perintah ini hingga pada saat Tuhan menyatakan Diri.” 

Hai engkau, manusia Allah, jauhilah semua kejahatan, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi. Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu: Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya, yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin. 

BACAAN INJIL : Luk. 16:19-31 
“Engkau telah menerima semua yang baik, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat penghiburan dan engkau sangat menderita.” 

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. 

Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."

RENUNGAN HARI BIASA: SABTU 28 SEPTEMBER 2013

RENUNGAN HARI BIASA: SABTU 28 27 SEPTEMBER 2013 
(Wenseslaus, Laurensius Ruiz, Dominikus Ibanez, Yakobus Kyushei Tomonaga,Inosensius dr Bertio) 
Za. 2:1-5,10-11a; MT Yer. 31:10,11-12ab,13; Luk. 9:43b-45 

BACAAN INJIL: 
Maka takjublah semua orang itu karena kebesaran Allah. (9-43b) Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia." Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya. 

RENUNGAN : 

Kita mungkin sering kecewa terhadap seseorang, karena seseoran gitu tidak seperti yang kita harapkan, padahal kita sungguh mengagumi dan banyak berharap kepada orang itu. Atau kitapun kecewa karena ternyata salah menilai orang lain dan orang itu tidak sesuai dengan keinginan kita atau tidak bisa memenuhi keinginan hati kita. Pada saat kita merasa kecewa demikian, kita kadang hanya diam saja, tidak berusaha mengetahui mengapa orang itu tidak seperti yang kita harapkan dan pada akhirnya kita diam-diam meninggalkan orang itu. 

Orang banyak sebagaimana kita dengarkan dalam injil hari ini, begitu terkagum-kagum dengan apa yang mereka saksikan pada Yesus. Mereka tentu punya harapan banyak terhadap Yesus. Namun ketika mereka terkagum-kagum dan punya banyak harapan kepada Yesus, Yesus tiba-tiba mengatakan bahwa Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia. Mendengar kata-kata Yesus, orang banyak itu pasti kaget dan tidak mengerti apa maksud dari perkataan Yesus. Walau mereka tidak mengerti, namun mereka hanya diam saja dan mungkin pasti akhirnya meninggalkan Yesus. 

Dalam mengikuti Yesus, tidak jarang kita merasa kagum atas perbuatan dan perkataan Yesus. Kita banyak berharap pada Dia. Itu baik dan benar, karena memang Yesus adalah Tuhan Yang Mahakuasa, Dia dapat melakukan apa saja, tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Pada saat tertentu kita begitu menggebu-gebu mengikuti Yesus. Namun mungkin pada suatu saat kita begitu kaget, heran dan kecewa terhadap Yesus karena sabda-Nya tidak seperti yang kita harapkan dan tidak seperti yang biasa dalam hidup. Kita bingung, apakah kita mendengar dan melaksanakan sabda Yesus atau mengikuti keinginan hati kita atau apa yang biasa dilakukan dalam hidup ini. Kitapun seringkali kaget karena apa yang kita harapkan tidak seperti yang diharapkan oleh Yesus, misalnya apa yang kita kehendak dari-Nya, merasa tidak dikabulkannya. Hal ini bisa terjadi karena kita berharap agar Yesus seperti yang kita kehendaki, bukan kita menyesuai diri dengan kehendak-Nya. 

Demikian juga halnya, banyak diantara umat kristiani yang tidak mengerti ajaran Yesus dan merasa bahwa Gereja kurang mengajarkan dengan jelas ajaran Yesus. Bagitu banyak umat yang kecewa karena Gereja Katolik dalam kotbah-kotbah merasa tidak membahas isi kitab suci, terlalu berpatokan pada bacaan demikian. Tidak sedikit umat yang merasa kecewa karena merasa Gereja Katolik kurang banyak mengarjakan isi kitab suci, ajaran Yesus dan juga ajaran Gereja. Orang demikian mengharapkan agar Gereja Katolik seperti dalam gereja-gereja protestan yang dianggap banyak mengajarkan sabda Yesus, dalam kotbah banyak mengulas Kitab Suci dan merasa bahwa apa yang disampaikan seperti yang mereka pikirkan dan harapkan. 

Tidak sedikit umat katolik yang merasa bahwa kotbah dalam gereja Protestan lebih menarik karena mengena pada hati umat. Tidak sedikit umat yang kaget dan tidak memahami ajaran Yesus dan ajaran Iman Katolik, tetapi mereka hanya diam saja, tidak mau bertanya atau menggalinya. Sehingga pada akhirnya diam-diam pindah ke gereja lain. Memang kita sering bingung akan sabda Tuhan dan juga akan ajaran Yesus dalam Gereja Katolik. Itu baik karena itu berarti kita ingin yang lebih baik lagi. Namun yang sering disesalkan adalah kita hanya kecewa, diam dan tidak mau bertanya atau menggalai kekayaan sabda Tuhan dan kekayaan dalam Gereja katolik. Maka dari itu, kita tidak boleh hanya diam, tetapi bertanya dan menggali sabda Tuhan dan kekayaan iman dalam Gereja Katolik. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: JUMAT 27 SEPTEMBER 2013

RENUNGAN HARI BIASA: JUMAT 27 SEPTEMBER 2013 
(Peringatan Wajib St. Vinsensius a Paulo) 
Hag. 2:1-9;Mzm. 43:1,2,3,4; Luk. 9:18-22 

BACAAN INJIL: 
Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: "Kata orang banyak, siapakah Aku ini?" Jawab mereka: "Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit." Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah." Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun. Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga." 

RENUNGAN: 
Menjadi Kristen berarti pada tempat pertama mengikuti seorang pribadi yakni Yesus dan bukan melaksanakan ajaran-ajaran Yesus. Kita dipanggil untuk mengikuti dan mencintai seorang pribadi yakni Yesus. Kekristenan adalah agama persekutuan yang pertama-tama mau membangun hubungan pribadi dengan Yesus dan dengan sesama. Dari hubungan pribadi inilah akan lahir suatu gaya hidup baru, yakni mengikuti dengan meneladan hidup Yesus, mendengar dan melakasanakan sabda atau ajaran-ajaran-Nya. Agama Kristen adalah agama cinta kepada Yesus. 

Hal ini perlu ditekankan karena seringkali orang hanya mengikuti ajaran Yesus, dan malah terkadang melaksanakan ajaran-Nya sejauh dianggap menarik atau menguntungkan dirinya.Sebab bisa jadi orang mengikuti ajaran Yesus karena menganggap ajaran Yesus baik dan benar, tetapi tidak menjadi seorang kristen yang mengikuti Yesus. 

Kita tidak dipanggil untuk melaksanakan ajaran-ajaran. Kalau kita berpikir bahwa kekristenan adalah pertama-tama mendengar dan melaksanakan ajara-ajaran-Nya, tentu tidak mungkin kita melaksanakan jaran-ajaran-Nya kalau kita tidak mengikuti dan mencintai Dia. Demikian juga halnya, bila kita hanya berpikir bahwa menjadi kristen adalah pertama-tama mengikuti ajaran-ajaran Yesus, itu sama halnya kita jatuh pada pemikiran bahwa Yesus adalah tokoh besar sama dengan tokoh lain yang ajarannya baik untuk didengarkan dan dilaksanakan. 

Sekarang menjadi persoalan bagi kita, “Bagaimana kita bisa mengikuti dan mencintai Yesus kalau kita tidak mengenal Dia?” Mengenal Yesus, itu sangat penting dalam mengikuti dan mencintai Dia. Dalam injil hari ini, Yesus tiba-tiba bertanya kepada murid tentang bagaimana pengenalan orang banyak akan dirinya, siapa Dia menurut orang banyak. Para murid memberi jawaban bahwa orang banyak ada yang mengenal Yesus adalah Yohanes Pembaptis, ada pula yang mengatakan bahwa Dia adalah nabi Elia dan ada pula yang mengatakan bahwa Dia adalah salah seorang dari nabi. Dari jawaban ini jelas bahwa orang banyak belum mengenal Dia yang sesungguhnya. Sebab itu, karena pengenalan mereka yang keliru, tentunya mereka juga tidak sungguh-sungguh mengikuti dan mencintai Yesus. 

Yesus tidak puas dengan pengenalan orang banyak, sehingga Dia ingin mengetahui dengan pasti apakah para murid-Nya sudah sungguh mengenal Dia atau apakah sama dengan pengenalan orang banyak. Petrus mewakili para murid memberi jawaban bahwa Yesus adalah "Mesias dari Allah." Jawaban Petrus benar, namun Yesus tahu bahwa para murid belum sungguh-sungguh mengerti bagaimana kehendak Tuhan akan Yesus Mesias. Oleh sebab itu, Yesus menerangkan bahwa Dia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. 

Pasti para murid kaget dan bingung mendengar penjelasan Yesus, tapi mereka tidak berani bertanya maksudnya apa. Yesus menjelaskan atau memperkenalkan diri-Nya bahwa Dia adalah Mesias yang siap menderita, akan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat demi mewartakan Kerajaan Allah dan bahkan Dia akan dibunuh tetapi bangkit pada hari ketiga. Yesus melakukan semuanya itu karena cinta kasih Tuhan yang luar biasa untuk menyelamatkan manusia dan sebagai tebusan atas dosa-dosa manusia. Yesus adalah Tuhan yang Mahakasi dan kasih-Nya dinyatakan dengan rela menderita dan mati demi manusia yang dikasihi-Nya. Dengan demikian, bila kita sungguh mengenal siapa Yesus yang sesungguhnya, kita tentu akan mencintai Dia, mengikuti-Nya dan siap meneladan hidup dan melaksanakan ajaran-ajaran-Nya. Apakah kita sudah sungguh mengenal Yesus?

Berbagi Berita : Seorang imam diekskomunikasi

Seorang imam diekskomunikasi



Pastor Greg Reynolds menunjukkan surat pemecatannya.

Pastor Greg Reynolds telah dipecat dan diekskomunikasi terkait dukungannya bagi imam wanita dan pernikahan gay (sejenis), yang merupakan pastor pertama yang diekskomunikasi di Melbourne, Australia. Perintah pemecatan itu datang langsung dari Vatikan, bukan dari permintaan Uskup Agung Melbourne Mgr Denis Hart, dan tampaknya pemecatan itu dilakukan menyusul penyelidikan rahasia, demikian Pastor Reynolds. 

Surat ekskomunikasi tertanggal 31 Mei itu ditulis dalam bahasa Latin dan memberikan tanpa alasan, yang berarti pemecatan itu berada di bawah otoritas Paus Fransiskus dan hal itu menjadi berita utama pekan lalu. Pastor Reynolds, yang mengundurkan diri sebagai pastor paroki tahun 2011 dan tahun lalu mendirikan Inclusive Catholics, mengatakan ia berharap hanya dipecat, tetapi bukan diekskominukasi. 

Tapi, ekskomunikasi itu, katanya, ia akan tetap menjalankan pelayanan yang sama. “Di masa-masa lalu ekskomunikasi adalah sesuatu yang luar biasa, tetapi saat ini hirarki telah kehilangan kepercayaan dan hormat,” katanya. ”Saya melakukan hal ini karena saya telah mengikuti hati nurani saya tentang penahbisan perempuan dan pernikahan gay.” …. 

Pastor Reynolds mengatakan ia dipanggil untuk bertemu Kepala Katedral St. Patrick, John Salvano, pengacara canon, untuk membahas beberapa isu” pada Rabu pagi. Ketika ia tiba, Pastor Salvano menerjemahkan sebuah surat yang ditujukan kepadanya. “Dia mengatakan kepada saya bahwa Mgr Denis Hart tidak memecat saya, tetapi orang lain yang tidak diketahui telah memecat dia dan silahkan menghubungi Kongregasi Ajaran Iman (yang melakukan Penyelidikan sebelumnya).”Vatikan tidak pernah menghubungi saya, dan pihaknya tidak memberikan penjelasan,” tambahnya.

Sumber: Australian rebel priest excommunicated
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

RENUNGAN HARI BIASA: KAMIS 26 SEPTEMBER 2013

RENUNGAN HARI BIASA: KAMIS 26 SEPTEMBER 2013
(Kosmas & Damianus, Gaspar Strangassinger, Elzear & Delfina Ordo III) 
Hag. 1:1-8; Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9b; Luk. 9:7-9

 BACAAN INJIL: 
Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan iapun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata: "Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?" Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus. 

RENUNGAN: 
Baru-baru ini kita membaca berita tentang pendirian Gereja Santa Bernadet di Tangerang di demo oleh massa intoleransi. Gereja ini sudah menunggu ijin pembangunan selama 23 tahun dan setelah mendapat ijin dan tempat yang baru, tetapi mendapat penolakan dati keolompok islam. Issu yang beredar sebab dari penolakan ini adalah bukan soal menyalahi aturan tetapi ketakutan akan terjadinya kristenisasi. Memang sering terjadi bahwa pendirian Gereja dan juga kegiatan sosial yang dilakukan oleh umat kristiani selalu dengan alasan kristenisasi. 

Kehadiran Gereja dan kristiani memang seringkali mendapat hambatan dan tangangan dari kelompok tertentu, meskipun sebanarnya kehadirannya adalah untuk mewartakan sukacita, kebenaran dan cinta kasih. Tantangan yang demikian sudah terjadi sejak dahulu dan pasti akan sampai selamanya. Hal demikian pula yang kita dengarkan dalam injil hari ini. 

Ketika Herodes mendengar tentang Yesus, dia begitu cemas. Baru mendengar tentang Yesus, Herodes langsung cemas dan ingin bertemu dengan Yesus. Walaupun dia ingin bertemu dengan Yesus, tentu bukan karena dia mau bertobat dan percaya kepada Yesus. Hal ini kami katakan karena pada awal jelas dikatakan bahwa dia cemas ketika mendengar kehadiran Yesus. Mungkin saja kita berpikir bahwa Herodes cemas memang karena merasa bersalah karena telah membunuh Yohanes Pembaptis yang pernah menegurnya karena berbuat dosa. 

Namun kiranya kecemasan karena bersalah telah membunuh seorang nabi, itu tidak ada dalam kamus Herodes karena pada dasarnya dia sangat jahat. Dia cemas karena berpikir bahwa orang yang pernah dia bunuh telah bangkit kembali. Dia berpikir bahwa Yohanes yang telah dibunuhnya dan bangkit lagi untuk menghukumnya atas kesalahan yang telah diperbuat. Selain itu, dia cemas karena takut bahwa Yesus juga akan mengkritik dan mengungakap kejahatannya. Kehadiran Yesus membuat Herodes cemas karena dia mendengar bahwa Yesus punya banyak pengaruh dan banyak orang yang mengikuti Yesus. Herodes cemas karena kehadiran Yesus menjadi ancaman atas kekuasaannya, berpikir bahwa orang akan lebih mengikuti Yesus daripada dirinya sendiri. 

Memang sebagaimana kita alami sendiri, kehadiran Yesus dari dulu hingga sekarang lewat kehadiran Gereja, seringkali mendapat tantangan dari orang-orang atau kelompok. Penolakan bisa terjadi karena ketakutan kristenisasi, karena menganggap ajaran yang dianut itu lebih baik dari yang lainnya. Egoisme yang berlebihan ini seringkali bereaksi penolakan terhadap apa saja yang berbeda dengan dirinya. Walaupun kita bingung, kalau memang ajarannya baik, kenapa harus takut dengan ajaran yang lain? Dengan demikian, walaupun mendapat tantangan, Kerajaan Allah harus tetap diwartakan. Yesus tetap mewartakan Kerajaan Allah meskipun mendapat tantangan dan bahkan pada akhirnya mati di salib. 

Kitapun hendaknya demikian. Kita tidak usah takut menjadi pengikuti Yesus, juga tidak takut mewartakan Kerajaan Allah, senan Yesus Tuhan kita sudah terlebih dahulu mengalaminya dan mengalahkan semuanya. Kita harus Yakin bahwa kebenaran dan Kerajaan Allah harus diwartakan, apapun resikonya, semi hidup kekal dan demi hidup lebih baik. Namun kita juga hendaknya bukan menjadi Herodes-Herodes baru yang merasa terancam dan cemas karena orang lain yang berbeda dengan kita. Kita bisa menjadi Herodes baru manakala kit merasa diri lebih baik dari orang lain, sehingga menganggap bahwa orang yang berbeda atau lebih baik dari kita, sebagai ancaman. 

Kitapun seringkali cemas dan menganggap orang baik dan benar sebagai ancaman, karena kita sudah nyaman dalam hidup kita yang jahat atau tidak baik, sehingga merasa dengan kehadiran orang baik dan benar, akan membongkar kejahatan kita. Bila kita demikian, kita menjadi Herodes-herodes baru dalam hidup sekarang ini. Namun sebaliknya, sebagai pengikut Yesus, kita harus malah berani mewartakan kebenaran walaupun akan menghadapi resiko. Amin.

Perjalanan perizinan Gereja St. Bernadette, Tangerang

Perjalanan perizinan Gereja St. Bernadette, Tangerang 

Berusaha patuh pada pemerintah, Paroki St. Bernadette memindah ibadahnya dari Sekolah Sang Timur di Karangtengah, Ciledug, Tangerang (2004) karena ditolak kelompok intoleran. Mereka mendapat izin mendirikan bangunan di Bintaro, tetapi hari Mi
ngggu massa mengatasnamakan warga, menyegel Gereja Katolik Paroki St. Bernadette. ICRP (Indonesian Conference on Religion and Peace) melalui Koordinator Bidang Informasi, Komunikasi, dan Penelitian, Ahmad Nurcholish mengatakan, “Mempercayai pemerintah sia-sia. Mereka tunduk pada mayoritas, bukan tunduk pada hukum.”

Sejarah berdirinya Paroki St. Bernadette 

Paroki St. Bernadette adalah gereja Katolik di bawah dekenat Tangerang, Keuskupan Agung Jakarta. Paroki ini didirikan pada 11 Februari 1990 dengan ditandai pembentukan Pengurus Gereja dan Dana Papa (PGDP) Roma Katolik Paroki Santa Bernadette, Ciledug oleh Uskup Agung Jakarta, Leo Sukoto SJ (Alm). Karena tidak memiliki tempat ibadah permanen, kebaktian Minggu dan kegiatan keagamaan di hari raya kristiani secara bergantian dilaksanakan berpindah-pindah. Misalnya: bekas bedeng kompleks perumahan Ciledug Indah, bekas gudang padi di kompleks Asrama Polri Ciledug, dan Gudang Arsip Kompleks Keuangan Karang Tengah Ciledug. 

Dua tahun kemudian, pengurus gereja mengajukan permohonan kepada Bupati Tangerang (20/7/92) untuk memanfaatkan Bangunan Sementara Sekolah (BSS) Sang Timur di Kompleks Barata/Keuangan Karang Tengah, Ciledug sebagai tempat menjalankan ibadah. PGDP mendapatkan rekomendasi melaksanakan kegiatan keagamaan umat Katolik Kepala Desa Karang Tengah melalui Surat No. 192/Pem/VII/1992, tanggal 21 Juli 1992, dengan tembusan disampaikan kepada Bupati Tangerang, Walikota Tangerang, Musyawarah Pimpinan Kecamatan Ciledug, Ketua RW dan Ketua RT sekompleks Barata Karang Tengah. Sejak itu kegiatan peribadatan berlangsung dan terkonsentrasi di BSS Sang Timur dengan aman, dan tenteram untuk seluruh umat Katolik Paroki Santa Bernadette Ciledug (8.975 jiwa) yang berasal dari enam kecamatan (Karang Tengah, Ciledug, Larangan, Cipondoh, Pondok Aren dan sebagian Serpong). 

Penolakan tiba-tiba 

Setelah 12 tahun berjalan, tanpa ada pembicaraan atau berita sebelumnya, Sekolah Sang Timur memperoleh surat nomor: Kd.258.5/BA.00/248/2004 dari Kepala Departemen Agama Kantor Kota Tangerang, 29 Juli 2004, meminta menghentikan kegiatan keagamaan dengan menggunakan gedung sekolah. Sebulan kemudian, tiba-tiba Ketua Pengurus Gereja dan Dana Papa (PGDP) Paroki St. Bernadette Karang Tengah memperoleh surat dari Lurah Karang Tengah, no. 642/71-KRT/04, tanggal 30 Agustus 2004, perihal Pencabutan Rekomendasi Surat Lurah Karang Tengah No. 192/Pem/VUU/92. 

Setelah pencabutan surat rekomendasi, beberapa kali ibadah diganggu dengan demonstrasi dan orasi oleh sekelompok warga yang menamakan dirinya Forum Komunikasi Umat Islam Karang Tengah yang menginginkan dihentikannya kegiatan keagamaan di BSS Sang Timur Karang Tengah Ciledug. Puncaknya pada Minggu, 3 Oktober 2004, massa yang menyebut masyarakat sekitar melakukan demonstrasi dan meminta tempat tersebut tidak lagi digunakan untuk ibadah. Mereka bahkan membangun tembok di pintu gerbang menuju sekolah itu, dan memblokir akses ke sekolah. Mereka juga mengusir umat yang sedang beribadah. Walau keberadaan Paroki St. Bernadette dibela Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama waktu itu, Abdurrahman Wahid, dan pegiat perlindungan anak, Seto Mulyadi, tidak menyurutkan kelompok intoleran ngotot peribadatan dihentikan. 

Kompromi, mendapat IMB, tetapi tetap ditolak di Bintaro 

 Jemaat Paroki St. Bernadette berkompromi. Dalam pertemuan dengan tim dari kementerian agama pada 29 Oktober 2004, disepakati jemaat Paroki St. Bernadette mencari lahan baru. Dalam pernyataannya, Menteri Agama waktu itu, Muhammad M. Basyuni menegaskan persoalan kasus warga perumahan Karang Tengah Ciledug, Tangerang Banten dengan Yayasan Pendidikan Karya (YPK) Sang Timur telah selesai dan tuntas. Murid-murid di sana sudah dapat belajar kembali. “Ini bukan persoalan agama. Jadi itu hanya masalah kesalahpahaman.” 

Jemaat Paroki St. Bernadette pun nomaden. Jemaat paroki ini kemudian menggelar misa dengan menumpang di sejumlah tempat. Mereka paling sering beribadah di Gereja Maria Kusuma Karmel, Gedung Lokagenta di Perumahan Ciledug Indah I, Balai Pertemuan RW di Metro Permata I, dan Pondok Lestari. Tempat-tempat itu dipilih karena lokasinya dekat dengan gereja sebelumnya. Akhirnya, paroki menemukan lokasi di Kelurahan Sudimara Pinang dan memutuskan membangun gereja di sana. Menurut Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Romo Benny Susetyo, mengatakan, paroki tersebut memperoleh izin mendirikan bangunan (IMB) pada 11 September 2013. 

“Warga telah menyetujui pembangunan tersebut,” kata Romo Benny. Namun, kemarin, upaya mereka kembali ditolak warga sekitar. Ratusan orang menggelar unjuk rasa menolak pembangunan Gereja Katolik Santa Bernadette di Bintaro, Kelurahan Sudimara Pinang, Kota Tangerang, kemarin. Selain berunjuk rasa, mereka menghentikan kegiatan ibadah yang sedang berlangsung dengan menggembok gerbang masuk gereja. Pernyataan dari ICRP Ahmad Nurcholish, Koordinator Bidang Informasi, Komunikasi, dan Penelitian ICRP mengungkapkan kepada satuharapan.com, “Pemerintah tidak dapat diandalkan untuk mengatasi permasalahan intoleransi karena mereka terdiri dari para politikus yang memiliki banyak kepentingan.” 

Jika pemerintah diisi para negarawan, mereka akan berusaha menegakkan hukum, kata Nurcholish. “Namun, kenyataannya mereka tunduk kepada kelompok yang mengatasnamakan diri mayoritas,” katanya. Sumber: satuharapan.com Disadur dari: indonesia.ucanews.com

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)