Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: SABTU 10 NOPEMBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: SABTU 10 NOPEMBER 2012 
(Leo Agung) 
Flp 4:10-19, Mzm 112:1-2,5-6,8a,9, Luk 16:9-15 

BACAAN INJIL: 
Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi." "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah. 

RENUNGAN: 

Sabda Yesus hari ini yang mengatakan agar kita mengikat persahabatan dengan mamon yang tidak jujur, tentunya bukan bermaksud mengajak kita untuk bersahabat atau terikat dengan harta duniawi. Mamon yang tidak jujur dimaksudkan adalah harta duniawi atau hal-hal duniawi yang seringkali begitu menggiurkan dan seakan bisa menjamin hidup bahagia manusia. Dikatakan mamon yang tidak jujur karena memang seringkali manusia tertipu oleh penampilan luar, yang sekan dapat menjamin hidup bahagia manusia. Yesus mengatakan agar kita mengikat persahabatan dengan mamon yang tidak jujur maksudnya adalah kita diajak menggunakannya dengan sebaik-baiknya. 

Tuhan tidak melarang kita memiliki harta duniawi, tetapi Tuhan mengingatkan kita agar kita menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Justru kita harus menggunakan harta itu dengan sebaik-baiknya, menguasai dan mengaturnya sehingga kelak beroleh hidup kekal, diterima dalam kemah abadi. Sabda ini sungguh patut kita renungkan. 

Saat ini sungguh mamon banyak menguasai hidup manusia, bahkan bentuk mamon saat inipun sangat beragam. Mamon pada zaman modern ini dapat kita katakan adalah segala sesuatu yang menjauhkan kita dari Tuhan. Perkembangan zaman tekhnologi sungguh bisa menjadi mamon bagi kita. Kemajuan itu memang sangat baik, menggiurkan kita sehingga merasa bahwa kemajuan itu menjadi jaminan bagi kebahagiaan dan keselamatan kekal. Kita jangan sampai tertipu. Hari ini dengan jelas Yesus mengatakan bahwa akan tiba saatnya harta duniawi dan kemajuan zaman tidak akan bisa menolong kita, tidak akan berguna apa-apa bagi kita. Misalnya, walaupun seseorang mempunyai harta yang sangat banyak, bila tiba waktunya meninggal, harta yang banyak itu tidak bisa menyelamatkannya. 

Demikian juga halnya, bila seseorang mempunya harta yang sangat banyak, akan tiba waktunya bahwa semuanya itu tidak bisa menjadi jaminan kebahagiaan dan keselamatan kekal baginya dan bagi orang lain Maka demikian, sabda Yesus hari ini sungguh harus menjadi permenungan dan peringatan bagi kita. Seringkali kita menggunakan harta duniawi, dikuasai harta duniawi yang menjauhkan kita dari Tuhan. Sekali lagi, Yesus tidak melarang kita memiliki mamon atau harta duniawi, tetapi mamon itu harus kita gunakan sebagai jalan untuk memperoleh hidup kekal. Harta duniawi bukan menjadi tujuan utama kita, tetapi menjadi jalan yang bisa kita pakai untuk kelak masuk dalam kemah Surgawi. 

Kita juga harus ingat, bahwa harta duniawi atau apa yang kita miliki adalah dipercayakan Tuhan kepada kita untuk kita gunakan untuk kehidupan kita, dan terutama untuk kita gunakan dengan sebaik-baiknya. Apa yang dipercayakan Tuhan kepada kita, harus kita gunakan dengan sebaik-baiknya demi kebahagiaan kekal. Semakin besar yang dipercayakan Tuhan kepada kita, semakin besar pula tanggungjawab yang dituntut dari kita. Bila kita mempertanggungjawabkan pemberian Tuhan, Tuhanpun semakin mempercayakan banyak kepada kita. Maka semoga hidup dan berapapun banyaknya yang dipercayakan Tuhan bagi kita, kita gunakan dengan sebaik-baiknya demi keselamatan kekal, bukan malah menghalani kita atau menjauhkan kita dari Tuhan. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: JUMAT 9 NOPEMBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: JUMAT 9 NOPEMBER 2012 
(Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran) 
Yeh 47:1-2,8-9,12 atau 1Kor 3:9b-11,16-17, Mzm 46:2-3,5-6,8-9, Yoh 2:13-22 

BACAAN INJIL: 
Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan." Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku." Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?" Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?" Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus. 

RENUNGAN: 
Gedung gereja bagi kita tentu bukan sekedar gendung biasa, bukan hanya tempat berkumpul memuji Tuhan, tetapi kita menyakini bahwa Gereja adalah tumah Tuhan. Gedung Gereja kita kuduskan untuk Tuhan yang berbeda dengan gedung lainnya. Betapaun jeleknya atau sederhananya gedung Gereja, gedung itu lebih kita hormati dibanding dengan hotel yang mewah dan megah. Namun kiranya keyakinan ini seringkali sudah kurang dihayati oleh umat. 

Gedung Gereja seringkali dianggap tidak ubahnya dengan gedung lain, bahkan mungkin tidak sedikit orang yang menganggap gedung gereja lebih rendah daripada rumahnya sendiri, karena gedung rumahnya lebih bagus dan lebih megah. Ada pula orang yang enggan datang ke Gereja dengan alasan di Gereja tidak nyaman, tidak sebagus rumahnya atau mall mall. Maka tidak jarang juga ditemui di Gereja-gereja stasi orang dengan seenaknya merokok sebelum dan sesudah ibada / Misa. Orang tua dengan seenaknya meninggalkan bungkus makanan anaknya di gereja. 

 Oleh sebab itulah kita mengerti kemarahan Yesus ketika melihat di sekitar Bait Allah banyak orang yang berjualan dan menukarkan uang. Pekarangan Bait Allah tentu menjadi rame dan kotor. Suasana demikian pasti akan mengangggu keheningan dan kesakralan Baik Allah. Terlebih pasti banyak orang datang ke Bait Allah bukan lagi untuk berdoa, tetapi lebih pada berbisnis. Kemarahan Yesus mengingatkan akan kesucian Bait Allah dan tujuan orang datang ke Bait Allah. Bait Allah adalah tempat allah berdiam, tempat manusia bertemua dengan Allah atau sebaliknya. 

Dengan demikian injil hari ini mengingatkan kita kembali akan penghargaan kita atas gereja. Baiklah kita mengimani bahwa gedung gereja sungguh tempat yang dikuduskan untuk Tuhan. Sehingga ketika kita pergi dan masuk dalam gereja, kita harus sadari bahwa kita berada di tempat yang disucikan hanya untuk Allah. Dengan menyadari hal ini, kita harus menjaga sikap dan perilaku kita yang sesuai dengan tempat suci itu. Janganlah kiranya kita jadikan gereja sebagai tempat yang tidak ada bedanya dengan gedung lain. Jangan dijadikan menjadi tempat berbisnis atau tempat untuk pamer kekayaan atau seakan kita mau ke tempat konser atau pesta sehingga mengenakan pakaian yang tidak pantas. 

Maka semoga kita disadarkan kembali akan pengharagaan kita pada gereja adalah tempat yang disucikan atau dikuduskan bagi Tuhan. Amin.

Berbagi Berita: Pemimpin Gereja diminta menerima pria Kristen berpoligami

Pemimpin Gereja diminta menerima pria Kristen berpoligami

Para pendeta dan imam telah mendesak para pemimpin mereka untuk mempertimbangkan secara matang, dengan bersikap longgar terhadap pria Kristen berpoligami, atau berisiko penurunan jumlah anggota Gereja. Desakan ini muncul hanya dua tahun setelah para pemimpin Gereja diminta untuk menerima pria Kristen berpoligami. 

 Meskipun dalam Kristen mempromosikan perkawinan hanya satu istri seumur hidup, namun dampak yang berat tinggal di tengah masyarakat Muslim di mana keluarga-keluarga minoritas agama menjadi korban, kata mereka. Muslim di Pakistan diperbolehkan menikah hingga empat istri. Mereka menyuarakan keprihatinan mereka pada sebuah seminar baru-baru ini bertemakan “Keluarga Kristen,” yang diselenggarakan bersama oleh Institut Teologi untuk Kaum Awam dan Gereja Presbyterian. 

Tidak ada angka resmi yang menjelaskan berapa banyak pria Protestan dan Katolik memiliki lebih dari satu istri. Sumber Gereja Katolik mengatakan ada lebih dari 50 kasus tersebut di 12 paroki dari keuskupan agung Lahore. “Beberapa menikah dua kali demi keturunan, mereka yang miskin tetap lebih dari satu istri untuk membantu keuangan. Namun, sebagian besar poligami kaya hanya melakukannya untuk kesenangan,” kata Pastor Emmanuel Yousaf Mani, direktur Komisi Keadilan dan Perdamaian Konferensi Waligereja Pakistan. 

“Kami membaptis anak-anak mereka, tetapi Komuni Kudus tidak diberikan kepada pasangan tersebut.” Tapi, Liaqat Qaiser, kepala sekolah Full Gospel Assembly Bible College di Lahore, mengatakan: “Mereka hanyalah korban. Meskipun mereka tidak boleh menjadi pemimpin Gereja, kami harus mendorong mereka untuk terus menghadiri pelayanan di gereja. Ekskomunikasi bukanlah solusi.” Pastor Morris Jalal, yang telah menyelenggarakan program pesekutuan keluarga selama puluhan tahun di keuskupan agung Lahore, juga menyerukan pendekatan yang lebih lunak. 

“Kami harus memperluas pelayanan pastoral kepada keluarga-keluarga yang telah jatuh. Gereja-gereja di Barat kosong karena sikap mereka terkait poligami, berdasarkan hukum kanonik. Hal yang sama bisa terjadi di sini jika kami tidak memperhatikan dengan penuh belas kasih,” katanya.

Sumber:www.cathnewsindonesia.com
Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

MISA PERDANA PASTOR ANDREAS CORSINI LAMTARIDA SIMBOLON O.CARM

MISA PERDANA PASTOR ANDREAS CORSINI LAMTARIDA SIMBOLON O.CARM

“Orang yang menabur dengan bercucuran ari mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.” (Mzm 126:5) 

Kalimat di atas adalah motto tahbisan dari Pastoran Andreas Corsini Lamtarida Simbolon O.Carm, yang menerima tahbisan imam dari Uskup Agung Medan Mgr. Anicetus B. Sinaga Ofm.Cap pada hari sabtu 27 Oktober 2012 di paroki Santo Petrus dan Paulus Pasar Merah Medan. Beliau ditahbiskan bersama 4 orang diakon Karmel, yakni 
 1.Yohanes Rudy Kartolo Malau, O.Carm (Dari Paroki Aek Kanopan) 
2. Samuel Anton Situmorang, O.Carm 
3. Alfonsus Arpol Manik, O.Carm (Dari Paroki Jalan Sibolga P. Siantar) 
4. Roberto Hasudungan Sianturi, O.Carm (Dari Paroki Pekan Baru)
Sebagai tanda syukur atas tahbisan yang diterima oleh Romo Andreas Corsini Lamtarida Simbolon O.Carm, maka paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga mengadakan pesta syukur Misa perdana di Gereja Stasi Gundalin I Tigalingga. Pesta Misa perdana ini diadakan di sana karena beliau berasal dari stasi tersebut. Umat stasi Gundaling I bersama semua umat se-rayon dan panitia sungguh mempersiapkan semuanya dengan antusias dan penuh sukacita. 

Pesta syukur misa perdana itu dilangsungkan tanggal 31 Oktober 2012 di Gereja stasi Gundaling i Paroki Tigalingga. Perayaan dimulai dengan penyambutan dan pengalungan bunga kepada pastor Andreas Corsini Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 imam yang baru ditahbiskan bersama beliau. Pengalungan bunga juga diberikan kepada pimpinan atau Komisaris Ordo Karmel Sumatera yakni Pastor Frans Borta Rumapea O.Carm dan Pastor Vikaris Episkopal Dairi yakni Pastor Bernad Teguh O.Carm 

Perayaan ini mengundang semua umat katolik separoki Tigalingga, dihadiri oleh banyak imam karmel dan juga mengundang para pengurus Gereja dari paroki tetangga yakni paroki Sidikalang, paroki Parongil dan paroki sumbul. Perayaan Misa perdana ini langsung dipimpin oleh Pastor Andreas Corsini Lamtarida O.Carm, ditemani oleh 4 imam baru.
Pengkotbah pada perayaan ini adalah Pastor Matias Mangapul Simarmata O.Carm. Beliau diminta oleh Pastor Andreas Corsini Lamatarida Simbolon O.Carm. Dalam kotbahnya, pastor Mangapul mengatakan bahwa para pastor sungguh menghidupi cinta yang total kepada Allah sehingga mempersembahkan diri seutuhnya kepada Allah. Para imam hidup dalam kasih Allah sehingga mengasihi semua orang. Beliua juga mengajak agar semua umat mengasihi para pastor, hidup dalam kasih satu sama lain.

Sesudah Misa perdana, acara dilanjutkan dengan kata-kata sambutan, makan bersama, hiburan dan tortor bersama. Pesta ini berjalan dengan baik, hanya sayang cuaca kurang mendukung karena turn hujan yang lumayan deras. Akibat dari hujan turun, pada saat hujan sedikit reda banyak umat yang pulang. Umat pulang karena mengingat kalau hujan makin lebat, mereka akan kesulitan pulang ke tempat masing-masing, karena memang jalan ke tempat masing-masing sangat sulit bila hujan lebat. Namun walaupun demikian, acara tetap dilanjutkan dengan penuh semangat bahkan baru selesai pada jam 17.30 wib. 
Pesta syukur ini bisa berlangsung dengan baik terutama karena berkat Tuhan sendiri. Berkat Tuhan membantu kegiatan ini lewat semua umat, semua panitia dan para donatur yang memberi sumbangan untuk biaya kegiatan ini. Oleh sebab itu, kami mengucapkan terimakasih kepada beberapa orang yang mendukung dan memberi bantuan untuk pesta ini, yakni: 
1. Semua umat Stasi Gundaling 1 
2. DPPH Paroki yang sungguh mendampingi persiapan. 
3. Para Panitia 4. Para pastor Karmel yang mendukung kegiatan ini. 
5. Paroki Sidikalang yang memberi sumbangan panggung dan tenda panggung. 
6. Bapak Robert Sihite 
7. Bapak Harsono Pratikno (Jakarta)
8. Ibu Sondang Marta Samosir (Jakarta) 
9. Ibu Evi (Jakarta) 
10. Ibu Mariana Sitorus (Jakarta) 
11. Ibu Chatarina (Jakarta) 
12. Ibu Imelda Waruna (Tanjung Pinang) 
13. Bapak Leo Sukar Naibaho (Surabaya) 
Dan masih banyak lagi yang membantu kegiatan ini. 
Semoga pengorbanan umat dan doa-doa semua umat menjadi bekal semangat bagi para imam baru ini.











1. Andreas Corsini Lamtarida Simbolon, O.Carm (Dari Paroki Tigalingga) Lahir di Gundaling Tigalingga, 19 Mei 1982 “Orang yang menabur dengan bercucuran ari mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.” (Mzm 126:5)





  



2. Yohanes Rudy Kartolo Malau, O.Carm (Dari Paroki Aek Kanopan) Lahir di Tungkam, 04 Januari 1978 “Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai perintis bagi kita”. (Ibr 6:19)










3. Samuel Anton Situmorang, O.Carm (Dari Paroki Helvetia Medan) Lahir di Medan, 10 September 1983 “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yosua 1:8)








4. Alfonsus Arpol Manik, O.Carm (Dari Paroki Jalan Sibolga P. Siantar) Lahir di Pematangsiantar, 23 Maret 1983 “Aku telah memilih dan menetapkan kamu supaya kamu pergi dan menghasilkan buah.” (Yoh 15:16)








5. Roberto Hasudungan Sianturi, O.Carm (Dari Paroki Pekan Baru) Lahir di Pekan Baru, 17 Februari 1984 “Dia Tuhan, biarlah diperbuat-Nya apa yang dipandang-Nya baik.” (1Sam 3:18b)



















RENUNGAN HARI BIASA: KAMIS 8 NOPEMBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: KAMIS 8 NOPEMBER 2012 
(Elisabet dr Tritunggal) 
Flp 3:3-8a, Mzm 105:2-3,4-5,6-7, Luk 15:1-10 

BACAAN INJIL: 
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka." Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan." "Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat." 

RENUNGAN: 
Kharisma dan kasih Yesus memang sungguh luar biasa, sebab dikatakan dalam injil bahwa para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan ajaran-Nya. Kelompok mereka ini dicap orang-orang berdosa, yang disingkirkan dari kehidupan masyarakat, tetapi justru mereka yang sering datang kepada Yesus, mereka yang menerima dan mendengarkan pengajaran Yesus. Sedangkan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang merasa dirinya orang benar, tidak mau datang untuk mendengarkan pengajaran Yesus, mereka malah mengkritik Yesus yang mau menderima orang yang dianggap berdosa dan malah makan bersama dengan mereka. 

Dalam Injil hari ini, diperlihatkan kepada kita betapa besar kasih Allah kepada manusia. Kasih Allah itu dinyatakan dalam kerinduan-Nya agar manusia bertobat dan akhirnya ikut menikmati Kerajaan Allah. Lewat perumpamaan yang diberikan oleh Yesus, dikatakan dengan jelas bahwa Dia diutus untuk mencari domab yang hilang, mengajaknya bertobat. Pertobatan dari satu orang berdosa sungguh membahagiakan Allah dan bahkan dikatakan akan ada sukacita besar di surga karena satu orang yang bertobat, daripada 99 orang yang merasa diri benar dan tidak bertobat. Sungguh dalam Injil hari ini kepada kita dikatakan bahwa Allah sungguh mendambakan pertobatan kita. Allah sungguh bahagia bila kita mau bertobat dan kembali kepada-Nya. 

Dengan demikian, betapa besarpun dosa-dosa yang sudah kita lakukan, Tuhan pasti menerima pertobatan kita dan Tuhan pasti menerima kita dengan sukacita. Maka tidak ada alasan bagi kita untuk takut datang kepada Tuhan. 

Mari kita hidup dalam pertobatan dengan senantiasa datang kepada Yesus untuk mendengarkan ajaran-Nya. Pertobatan itu juga kita nyatakan dengan sikap hidup yang rendah hati, sikap hidup yang tidak merasa diri benar sehingga tidak membutuhkan pertobatan. Sikap tobat itu juga kita nyatakan dalam hidup yang senantiasa mengasihi sesama, mau menerima sesama juga yang dianggap berdosa. Jauhlah kiranya dari hati kita sikap hidup seperti orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang merasa diri benar, yang menghakimi orang-orang berdosa dan merasa diri tidak membutuhkan pertobatan. Ingatlah, bahwa pertobatan kita akan mendatangkan sukacita besar di surga. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: RABU 7 NOPEMBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: RABU 7 NOPEMBER 2012 
(Gratia dr Kotar, Assunta Pallota) 
Flp 2:12-18, Mzm 27:1,4,13-14, Luk 14:25-33 

BACAAN INJIL: Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka: "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku. 

RENUNGAN: 
Allah adalah kasih. Allah mengasihi kita dan kita diajarkan untuk saling mengasihi. Kiranya sepintas injil hari ini bertentangan dengan hekekat Allah dan ajaran-Nya. Mungkin kita berpikir bahwa Injil hari ini mengajarkan kita untuk membenci orang lain, bahkan membenci keluarga. Tuhan tetap mengajarkan kepada kita agar kita saling mengasihi satu sama lain dan injil hari ini tidak bermaksud untuk mengajar kita hidup dalam kebencian kepada sesama. Yang dimaksud oleh Yesus dalam Injil hari ini adalah syarat untuk mengikuti Yesus. 

Yesus memberi dua syarat yakni, cinta yang total hanya kepada Tuhan dan siap memikul salib demi iman kepada-Nya. Yesus mengharapkan agar kita sungguh mencintai Tuhan di atas semuanya, bahkan dia tas cinta terhadap keluarga dan orang tua. Cinta yang total hanya kepada Tuhan, berarti mengutamakan Tuhan di atas semuanya. Bahkan karena cinta yang total kepada Tuhan, siap membenci atau meninggalkan keluarga bila keluarga menghalangi untuk menjadi murid. Sebab bisa saja karena cinta kepada keluarga, keluarga menjadi penghalang kita untuk menjadi murid. Sehingga jelas bagi kita, bahwa Yesus bukan mengajar kita untuk membenci keluarga, tetapi harus mencintai Tuhan secara total, bahkan melebihi cinta kepada keluarga dan orang tua. 

Menjadi murid Yesus memang bukanlah hal yang mudah sebab dari pihak kita dituntut kesetiaan yang mengandung pengorbanan. Menjadi pengikuti Yesus, pasti akan menghadapi tantangan dari luar diri kita dan juga terutama dari dalam diri kita sendiri. Tantangan dari luar diri kita kiranya sudah pasti kita hadapi setiap saat, yakni dari mereka yang tidak percaya keapda Tuhan. 

Dalam hal ini banyak contoh yang sudah kita lihat sendiri. Sedangkan tantangan dari dalam diri kita adalah demi mengikuti Yesus kita harus berani menyesuaikan hidup, perilaku dan kehendak kita seturut kehendak Tuhan sendiri. Kita harus meninggalkan hidup dan perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Tantangan yang datang dari luar maupun dari dalam diri sendiri karena mengikuti Yesus, itulah yang dinamakan salib. Yesus dengan jelas mengatakan bahwa hanya orang yang berani memikul salibnya, dialah yang layak menjadi pengikuti Yesus. Semoga kita selalu berusaha menjadi murid Yesus yang setia. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: SELASA 6 NOPEMBER 2012

RENUNGAN HARI BIASA: SELASA 6 NOPEMBER 2012 
(Angel Maria Prat Hostench) 
Flp 2:5-11, Mzm 22:26b-27,28-30a,31-32, Luk 14:15-24 

BACAAN INJIL: 
Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorangpun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku." 

RENUNGAN: 
Bila seorang pejabat atau penguasa mengadakan pesta, pasti banyak orang berharap dan berusaha untuk menghadiri pesta itu. Pemilik pesta itu juga pasti berharap agar undangannya hadir dan menjabu para tamunya. Yesus mengumpamakan Kerajaan Allah dengan perjamuan pesta. Tuan rumah pesta itu menyediakan makanan yang enak dan mengundang semua orang untuk hadir dalam pesta itu. Namun ternyata orang-orang yang diundang tidak datang karena alasan kesibukan. Kita bisa bayangkan bagaimana kecewanya tuan rumah karena ketidak hadiran para undangan. Akan tetapi tuan rumah itu tidak kecewa, masih berharap orang hadir ke pestanya. Untuk itu dia menyuruh hamba-hambanya segera ke segala jalan dan lorong kota dan membawa orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Tua rumah itu menghendaki rumahnya penuh. 

Tuan rumah pesta itu adalah Allah sendiri. Allah mengadakan pesta jamuan dan mengundang semua orang untuk masuk dalam perjamuan Kerajaan Surga. Allah menyediakan makan sejati. Namun nyatanya yang diundang ke pesat itu tidak ada dengan alasan sibuk dengan urusan mereka. Tetapi Tuhan tetap berharap agar orang masuk dalam perjamuan Kerajaan Surga. 

Memang demikianlah yang sering terjadi dalam diri kita orang beriman. Kita semua tentu percaya dan berharap kelak masuk surga. Tuhan mengundang kita, tetapi kita sering menolak undangan Tuhan dengan berbagai alasan, terutama alasan sedang sibuk bekerja. Sebenarnya bukan karena kita sibuk, tetapi karena kita lebih mementingkan kepentingan pribadi atau kesenangan pribadi. 

Kita kerapkali berharap masuk surga tetapi kita tidak mau repot atau tidak mau mengikuti jalan yang harus kita jalani untuk masuk dalam perjamuan surga. Lewat Injil hari ini, kita diingatkan bahwa sungguh Tuhan mengharapkan kita masuk dalam kebahagiaan abadi di surga, Tuhan selalu berharap agar kita memenuhi undangan-Nya. Oleh sebab itu, mari kita memenuhi undangan Tuhan, jangan sampai kita terlambat sehingga kita tidak ikut menikmati perjamuan surga. Amin.

Berbagi Berita : Pertemuan kaum awam Katolik Cina ditutup

Pertemuan kaum awam Katolik Cina ditutup 

Sidang pleno enam hari Pelayanan Awam Katolik Cina yang melibatkan lebih dari 170 perwakilan dari seluruh dunia, telah ditutup di Hong Kong pada Kamis. Keuskupan Hong Kong menyelenggarakan pleno itu untuk menutup perayaan Tahun Awam keuskupannya, yang ditetapkan tahun 2011-2012. 

Pada acara hampir selama seminggu itu, para peserta belajar aspek Alkitabiah tentang pelayanan awam dan berbagi pengalaman praktis mereka dengan mengambil tiga misi pelayanan Kristus sebagai Imam, Nabi dan Raja. Menurut Lumen Gentium (dokumen Konsili Vatikan II), semua pria dan wanita awam Katolik berbagi tiga misi pelayanan Yesus: Imam, Nabi dan Raja, yaitu pelayanan untuk menguduskan, mengajar dan memerintah. 

“Banyak umat Katolik tidak memiliki konsep yang jelas tentang pelayanan ini. Beberapa orang berpikir tiga aspek itu adalah terpisah satu sama lain,” kata Eric Li, seorang peserta dari Amerika Serikat, usai pertemuan itu. “Bahkan ketika orang awam bekerja pada sebuah pelayanan, tiga peran tersebut bisa dilakukan sekaligus,” katanya. Mengevaluasi pertemuan itu, 

Pastor Dominic Chan Chi-ming, vikjen keuskupan Hong Kong, mengatakan, para peserta sangat jujur ketika mereka berbagi pengalaman pelayanan mereka. Dia mengatakan peserta dari Vietnam bercerita tentang penganiayaan yang mereka hadapi selama perang di Vietnam dan selanjutnya. “Bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada, Komunitas Katolik Cina kadang-kadang merasa minder. Tapi, mereka merasa diberkati bahwa anggota mereka mempertahankan solidaritas dan menyingkirkan perasaan seperti itu,” katanya. 

“Para peserta tahu bahwa setiap negara memiliki kesulitan tersendiri, tetapi mereka sepakat bahwa mereka harus terlebih dahulu membangun hubungan pribadi dengan Tuhan dan kemudian memperkenalkan-Nya kepada lingkungan dan tempat kerja mereka,” kata Pastor Chan.

Sumber: Laity plenary assembly ends
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)