Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: PEKAN BIASA IX SELASA 5 Juni 2012

RENUNGAN HARI BIASA: PEKAN BIASA IX 
SELASA 5 Juni 2012 
(Bonifasius) 
2Ptr 3:12-15a,17-18, Mzm 90:2,3-4,10,14,16, Mrk 12:13-17 

BACAAN INJIL: 

Kemudian disuruh beberapa orang Farisi dan Herodian kepada Yesus untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan. Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?" 

 Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!" Lalu mereka bawa. Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!" Mereka sangat heran mendengar Dia. 

RENUNGAN: 

Kalau memang sudah tidak suka dengan seseorang, apapun akan dilakukan untuk menghancurkan orang yang tidak disukai itu. Menghancurkan orang yang tidak disukai dengan jalan kekerasan, tentu ini sudah biasa dilakukan, tetapi penuh dengan resiko. Oleh sebab itu, kadang orang menggunakan dengan jalan yang lebih halus, misalnya menjilat atau memuji-muji orang yang tidak disukai, tetapi sebenarnya tujuannya adalah untuk menjatuhkan lawannya.

Ini pula cara yang dilakukan oleh Farisi dan Herodian kepada Yesus. Mereka bertanya kepada Yesus soal apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak. Mereka menyebut Yesus Guru dan memuji Yesus guru yang berani, jujur, takut kepada siapapun juga, tidak mencari muka, dan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Namun baik pujian dan pertanyaan mereka kepada Yesus, tidak keluar dari hati mereka yang tulus, juga bertanya bukan untuk mendapat penjelasan, tetapi untuk menjebak Yesus. 

Yesus tahu bahwa mereka mau menjebak diri-Nya, sebab bila Yesus mengatakan bisa membayat pajak, berarti Dia dianggap sebagai guru yang mendukung penjajah, bukan mendukung rakyat. Bila Yesus mengatakan tidak bisa, maka Dia akan dianggap pemberontak dan akan dilaporkan kepada penguasa. Yesus tahu kebusukan hati mereka. Niat mereka mau menjebak Yesus, justru dipakai oleh Yesus untuk mengajarkan hal kerajaan Allah yakni kewajiban untuk memberi apa yang menjadi hak Allah. Yesus mengatakan, "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!" Dengan jawaban ini, Yesus mengingatkan mereka supaya tidak hanya melakukan kewajiban kepada pemerintah tetapi juga memberikan apa yang menjadi hak Allah. 

Kewajiban memberi apa yang menjadi hak kaisar, bisa kita mengerti bukan hanya dalam arti pemerintah, tetapi bisa juga dalam arti lebih luas yakni kewajiban bagi kehidupan dunia. Sehubungan dengan hal ini tentu kita semua mengerti. Nah sekarang persoalannya kita seringkali tidak tahu bahwa Allah juga punya hak dan kita mempunyai kewajiban untuk memberikan apa yang menjadi hak Allah. Bahkan hak Allah atas hidup kita jauh lebih besar dibandingkan dengan hak kaisar atau hak dunia, sehingga kewajiban kita untuk memberikan hak Allah jauh lebih besar. 

Namun yang seringkali terjadi, justru sebaliknya, hak kaisarlah yang selalu kita penuhi, sedangkan kewajiban kita memberi apa yang menjadi hak Allah justru kita abaikan. Kewajiban memberi apa yang menjadi hak Allah, tentu bukan hanya soal memberi persembahan, tetapi hidup yang sesuai dengan kehendak Allah. Hidup yang kita terima bukan dari pemerintah, bukan dari dunia ini, tetapi dari Allah dan Allahpun memberikan berkat-Nya. Sehingga dengan demikian Allah mempunyai hak atas hidup kita dan kitapun mempunyai kewajiban memberikan hak Allah, yakni hidup yang sesuai dengan kehendak Allah. 

Dengan demikian, kewajiban kepada Allah bukan soal persembahan, bukan soal pajak atau kewajiban atau tanggungjawab kepada Gereja-Nya, tetapi hidup yang seturut kehendak Tuhan. Nah, apakah kita sudah membayar kewajiban kita kepada Allah?

Berbagi Informasi: Vatikan Bantah Paus Akan Mengundurkan Diri

Vatikan Bantah Paus Akan Mengundurkan Diri 

Juru Bicara Paus Benediktus XVI Pendeta Frederico Lombardi membantah Paus akan mengundurkan diri setelah penangkapan seorang kepala pelayan di Vatikan karena dicurigai membocorkan dokumen rahasia. Ia menyebut berita tersebut tak berdasar. 

"Itu kreasi tak berdasar dari beberapa wartawan, yang tidak memiliki dasar dalam kenyataan," kata Lombardi dalam pertemuan Rabu (30/5) dengan wartawan di Vatikan. 

 Paolo Gabriele (46), ditangkap pekan lalu dan dituduh atas memliki dokumen rahasia ilegal. Lombardi mengatakan, Gabriele telah bertemu dengan pengacaranya, "Yang mungkin akan meminta hanya dipantau atau menjadi tahanan rumah," imbuhnya. 

 Gabriele, salah satu dari segelintir orang yang memiliki akses ke meja pribadi Paus, telah dituduh mencuri dokumen pribadi. Dia diduga membocorkan kertas tersebut untuk seorang wartawan Italia. Vatikan kemudian mengatakan menemukan dokumen rahasia itu di apartemen Gabriele di wilayah Vatikan. 

Tapi Lombardi membantah dokumen tersebut akan dikirim ke orang-orang tertentu. Ia menyebut, penyelidikan atas hal itu tengah dilakukan.(Metrotvnews.com)
Disadur dari: www.mirifica.net

RENUNGAN HAR BIASA HARI SENIN, 4 Juni 2012

RENUNGAN HAR BIASA:
HARI SENIN, 4 Juni 2012 
(Yakobus dr Viterbo, Petrus dr Verona)
 2Ptr 1:1-7, Mzm 91:1-2,14-15ab,15c-16, Mrk 12:1-12 

BACAAN INJIL:

Lalu Yesus mulai berbicara kepada mereka dalam perumpamaan: "Adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka. Tetapi mereka menangkap hamba itu dan memukulnya, lalu menyuruhnya pergi dengan tangan hampa. Kemudian ia menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka. Orang ini mereka pukul sampai luka kepalanya dan sangat mereka permalukan. Lalu ia menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan ada yang mereka bunuh. Sekarang tinggal hanya satu orang anaknya yang kekasih. Akhirnya ia menyuruh dia kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu. Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain. Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita." Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi mereka pergi dan membiarkan Dia. 

RENUNGAN: 

Pemiliki kebun anggar dalam perumpamaan ini sungguh seorang pemilik yang sangat baik hati. Pemilik kebun anggur itu menyiapkan segala sesuatu yang perlu agar anggur itu menghasilkan buah yang baik dan aman. Kebun anggur itu dipercayakannya kepada para penggarap-penggarap. Ketika tiba musim panen, tentu sebagai pemilik, dia punya hak untuk mendapatkan sebagian dari hasil dari kebun yang dia sewakan. Untuk itu dia menyuruh hambanya untuk menerima sebagian dari hasil kebun anggur itu. Namun apa yang terjadi, para penyewa itu bukan hanya tidak memberi, malahan memukuli para hamba yang disuruh oleh tuan itu. 

Demikian terjadi setiap dia menyuruh hambanya untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu, bahkan ada hamba yang mereka bunuh. Hingga pada akhirnya pemilik kebun anggur itu menyuruh anaknya meminta sebagian dari hasil kebun itu, dengan pikiran bahwa anaknya pasti disegani oleh penggarap-penggarap kebun itu. Namun anaknyapun mereka bunuh dan lempar keluar dari kebun anggur itu. 

Dalam perumpamaan ini sungguh kelihatan jelas kejahatan para penggarap kebun anggur itu. Mereka merasa bahwa kebun itu milik mereka, mereka tidak sadar bahwa pemilik itu sudah sungguh berbaik hati mau menyewakan kebun itu kepada mereka, dan pemilik itu hanya meminta sebagian dari hasil kebun itu, bukan meminta semua hasil. Hal yang wajar bila seorang pemilik meminta sebagian dari hasil kebunnya. Namun penggarap-penggarap itu bukan hanya sekedar tidak mau memberi sebagian dari hasil kebun itu kepada pemiliknya, tetapi ingin merampas kebun itu, dan ingin menjadikan kebun itu sebagai milik mereka. 

Perumpamaan ini adalah gambaran Allah yang sangat baik hati, sedangkan kebun anggur adalah hidup kita, dan penggarap-penggarap itu adalah kita. Hidup kita ini adalah anugerah Allah dan kita hidup itu dipercayakan oleh Allah kepada kita untuk kita garap-garap. Allah mempercayakan hidup yang baik kepada kita, bukan sekedar hidup. Karena seperti pada kebun anggur itu, pemilik menyediakan segala sesuatu yang perlu agar kebun anggur itu aman, tumbuh menghasilkan buah, demikianpun Allah memberkati dan menyediakan segala sesuatu agar hidup kita berbuah. Allah sebagai pemilik hidup yang dipercayakan kepada kita, tentu punya hak meminta sebagian dari buah hasil hidup itu, bukan meminta semuanya. 

Namun apa yang terjadi? Seringkali terjadi banyak orang atau kita menganggap bahwa hidup ini adalah milik kita, sehingga merasa hasil dari buah hidup itu hanya untuk kita. Orang merasa bahwa buah dari hidupnya adalah hasil kerja kerasnya, bukan karena anugerah Allah sehingga semuanya untuk dirinya. Namun ingatlah bahwa hidup itu adalah anugerah yang dipercayakan Allah kepada kita masing-masing untuk kita garap dan buahnya harus kita berikan sebagian kepada Allah. Memberikan sebagian hasil dari buah hidup kita berarti kita mau berbagi buah kehidupan kepada Allah lewat gereja-Nya dan sesama. 

Namun banyak orang yang hanya menikmati sendiri buah dari hidup itu, begitu pelitnya untuk berbagi kepada Gereja dan sesama yang membutuhkan. Pada umumnya, kalaupun berbagi kepada sesama atau Gereja, itupun seringkali jumlahnya jauh lebih sedikit daripada yang dihabiskan untuk kesenangan pribadi. Terkadang lebih banyak yang dihabiskan untuk hoby pribadi, misalnya untuk makanan anjing peliharaannya daripada yang dipersembahkannya kepada Gereja atau kepada sesama. Hidup itu harus menghasilkan buah dan sebagian harus kita persembahkan kepada pemilik yakni Tuhan. 

Namun ada orang yang merasa tidak bisa memberikan apa-apa dari hidupnya karena tidak memiliki apa-apa. Atau ada orang yang merasa Tuhan memberi hidup yang kurang baik sehingga tidak dapat menghasilkan buah sebagaimana yang diharapkan oleh Tuhan. Ini tentu tidak benar. Sebab Tuhan memberi hidup dan menyediakan segala sesuatu yang perlu untuk hidup itu agar menghasilkan buah. Hanya persoalannya, kita yang tidak bisa melihatnya sebagai anugerah Allah, tidak bersyukur dan tidak mampu menggarapnya dengan baik. Amin.

Berbagi Berita: Ketua KWI: Tidak boleh semua diagamakan

Ketua KWI: Tidak boleh semua diagamakan 

Agama dinilai dapat dengan mudah jatuh ke dalam ketertutupan dan ekslusivistik. Untuk itu, agama tidak boleh berdiri sendiri dan tidak boleh semua diagamakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai luhur agama harus saling melengkapi dengan nilai-nilai luhur Pancasila. 

Hal itu dikatakan oleh Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Martinus Dogma Situmorang OFMCap ketika memberikan pidato dalam peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (1/6/2012) seperti dilansir kompas.com. 

Peringatan itu dihadiri beberapa mantan petinggi negara, seperti mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, tiga mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Try Sutrisno, dan Hamzah Haz. Hadir pula istri Abdurrahman Wahid, Shinta Nuriyah Wahid, para pimpinan MPR, jajaran menteri kabinet, dan pejabat tinggi negara. 

Uskup Martinus mengatakan, mengamalkan Pancasila juga termasuk menghayati iman. Melalui Pancasila, kata dia, kita dapat mengembangkan persaudaraan dengan siapa saja, termasuk dengan mereka yang memusuhi kita. Pertentangan dapat diselesaikan dengan Pancasila. Begitu pula dengan ketertutupan dapat dibuka dengan Pancasila. 

Namun, lanjutnya, dalam pertemuan dengan pimpinan dan tokoh lintas agama mencuat bahwa Pancasila sepertinya tidak lagi dibicarakan, tidak lagi menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila dikhawatirkan akan terus tergusur. 

“Keburukan, kelemahan, kemerosotan dalam moralitas, ketidakadilan, konflik-konflik, serta manipulasi faktual tidak akan seburam dan sebanyak ini jika Pancasila kita pegang dan hayati sebagai nilai kebangsaan dan kemasyarakatan, termasuk di kehidupan keagamaan,” kata prelatus itu. 

Ia menambahkan, kemajuan bangsa akan jauh lebih besar jika Pancasila menjadi acuan. Untuk itu, lanjutnya, ke depan perlu ada pendidikan, penyegaran, pendalaman, peresapan, penghayatan, dan penerapan nilai-nilai Pancasila. 

“Perlu pertobatan nasional, perlu kembali ke basic. Sebagai warga bangsa, menurut keyakinan iman masing-masing, patut mensyukuri nikmat Pancasila sebagai anugerah yang amat berharga dari Tuhan. Jika tidak, kita melecehkan diri kita, menghina the founding fathers, menjual diri kepada pasar politik dan ekonomi global,” papar Mgr Martinus.

Foto: m.komhukum.com
Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

RENUNGAN HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS MINGGU 3 Juni 2012

RENUNGAN HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS
MINGGU  3 Juni 2012 
Ul 4:32-34,39-40, Mzm 33:4-5,6,9,18-19,20,22, Rm 8:14-17, Mat 28:16-20

BACAAN INJIL: Mat 28:16-20 
“Baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak dan Roh Kudus.” 

Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." 

RENUNGAN: 
Allah Tritunggal Maha Kudus adalah misteri iman akan Allah dan misteri cinta kasih Allah. Iman Allah Tritunggal Maha Kudus ini seringkali menjadi bahan perdebatan dan menjadi alasan yang dipakai oleh non kristiani untuk megatakan bahwa Allah kita bukan Allah yang tunggal tetapi tiga Allah. 

Seringkali orang yang non kristiani mengatakan bahwa kita mempunyai tiga Allah. Mungkin karena tantangan itu pulalah orang berusaha mengerti Allah Tritunggal, mencoba menjelaskan dengan berbagai perumpamaan. Ada yang mencoba menjelaskan iman Tirtunggal Maha Kudus dengan perumpamaan matahari, cahayar dan panasnya, ada pula dengan menggunakan gambaran telur: kulit telur, kuning telur dan putih telurnya. Ada pula yang mencoba menjelaskan dengan menggunakan gambaran tentaung Dalihan Natolu dalam budaya Batak Toba. 

Namun semuanya itu tetap tidak bisa menjelaskan misteri Tri Tunggal Maha Kudus. Iman akan Allah Tritunggal Maha Kudus, tetapi menjadi suatu misteri iman bagi kita. Dalam iman Tritunggal Maha Kudus, kita mengakui bahwa Allah itu satu tetapi tiga pribadi, yakni Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus. Ketiga pribadi itu adalah satu dalam hakekat Allah, tidak bisa dipisahkan dan juga tidak punya tingkatan, namun bisa dibedakan dalam tugas dan peran masing-masing. Allah Tri Tunggal Maha Kudus adalah misteri cinta kasih Allah kepada manusia. Iman ini jelas bukan karangan Gereja, sudah ada dalam Alkitab. Sehingga iman Tritunggal Maha Kudus adalah refleksi iman Gereja berdasarkan kitab suci. 

Dalam renungan ini, kita tidak berteologi akan Tritunggal Maha Kudus, tapi kita mencoba merenungkan makna imanini kepada kita. Misteri Tritunggal Maha Kudus adalah misteri cinta kasih Allah yang sungguh luar besar pada kita. Ketiga pribadi dalam Allah Tritunggal satu dalam hakekat yakni Allah dan juga memiliki kesatuan yang sangat erat dalam kasih terutama kasih kepada manusia. Allah Bapa menciptakan manusia sungguh mengasihi Allah. Kasih Allah itu terungkap dalam penyertaan-Nya kepada manusia sejak dahulu kala. Musa dalam bacaan pertama mengingatkan bangsa Israel akan kasih Allah yang senantiasa menyertai mereka, khususnya ketika mereka keluar dari tanah Mesir. Musa menyerukan atau mengingatkan hal itu, karena bangsa Israel sudah melupakan kasih Allah yang besar, mereka tidak hidup seturut kehendak Allah. Sehingga Musa kembali mengingatkan agar mereka berpeganglah pada ketetapan dan perintah Allah. 

Karena kasih Allah Bapa pulalah makanya Allah Putera yakni Yesus diutus ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Allah menghendaki manusia yang sudah bergelimang dosa ikut menikmati kebahagiaan surga dengan kembali percaya pada-Nya. Untuk itu Allah Bapa mengutus Allah Putera, yakni Yesus Kristus. Kehendak dan cinta kasih Allah Bapa kepada manusia, itu pulalah yang ada dalam diri Allah Putera, sehingga Yesus juga mengasihi dan menghendaki manusia selamat. Karena besarnya kehendak dan kasih Allah kepada manusia, maka baik Allah Bapa rela mengorbankan Allah Putera demi menyelamatkan manusia. 

Sesudah Yesus bangkitadari mati dan naik ke surga, kasih Allah tetap tinggal bersama manusia bahkan bersatu dengan manusia. Untuk itu Allah Bapa dan Allah Putera mengutur Allah Roh Kudus. Roh Kudus itu dicurahkan dalam diri manusia untuk menghibur, menguatkan dan menolong manusia agar tetap merasakan kasih Allah, agar manusia dapat bertahan hidup dalam kehendak Tuhan. Lagi-lagi semuanya itu karena kasih Allah yang sungguh luar biasa besar kepada manusia. Secara singkat dapat kita pahami bahwa ketiga pribadi dalam Allah Tritunggal adalah satu dalam hakekat, satu dalam kehendak dan satu dalam kasih. Ketiganya tidak bisa dipisahkan, tetapi dapat dibedakan dalam peran. Namun walau dapat dibedakan dalam perat, tetapi dalam diri masing-masing pribadi, tetap ketiganya ada. Sehingga jelas kita ketahui bahwa misteri Allah Tritunggal adalah misteri cinta kasih Allah yang sungguh besar bagi manusia. Misteri cita kasih inilah yang kita rayakan dalam perayaan ini. 

Sungguh kita disegarkan kembali bahwa Allah sungguh mengasihi kita, oleh sebab itu Paulus dalam bacaan kedua mengatakan bahwa kita adalah anak-anak Allah. Kita sebagai anak-anak Allah diperkenankan menyebut Allah ‘Abba’ atau Bapa kita, hanya karena kasih Allah pada kita, yang telah memberikan diri-Nya ke dalam diri kita yakni dengan pencurahan Roh Kudus ke dalam hati kita. Roh itu telah kita terima saat kita dibaptis. Ketia kita dibaptis, kita dibaptis dalam Nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. 

Dengan baptisan itu, kita telah dipersatukan dalam kesatuan kasih Allah Tritunggal yang menyelamatkan kita. Sehingga dengan menerima baptisan itu, kita telah dipersatukan dalam kesatuan yang sangat erat dalam Allah Tritunggal. Namun harus tetap kita ingat bahwa dengan persatuan itu, maka hendaknya kita membina kesatuan kita dengan kehendak Allah, yakni dengan berusaha hidup seturu kehendak Allah, seperti Yesus yang taat pada kehendak Allah. Kia juga hendaknya membina kesatuan cinta dengan Allah dengan berusaha hidup membina kesatuan cinta kasih dengan sesama kita. 

Kesatuan dalam kehendak Allah dan kesatuan dalam kasih Allah Tritunggal, itu sangat penting bagi hidup manusia, karena dengan demikian orang akan menyadari keberadaannya yang sungguh dikasihi oleh Allah. Dengan kesatuan itu orang akan merasakan misteri kasih Allah. 

Oleh sebab itu, baiklah kita juga berusaha membina kesatuan kehendak dengan Allah dengan berusaha melaksanakan kehendak Allah. Kita juga hendaknya berusaha membina kesatuan cinta kasih dengan Allah dengan berusaha hidup dalam kasih kepada Allah dan kepada sesama. Hidup yang senantiasa membina kesatuan kasih dengan sesama, akan semakin mampu merasakah betapa besar kasih Allah pada hidupnya dan dengan hidup demikian, dia membagikan kasih Allah kepada sesama. Amin.

BACAAN HARI MINGGU : HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS 3 Juni 2012

BACAAN HARI MINGGU : HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS 
3 Juni 2012 
Ul 4:32-34,39-40, Mzm 33:4-5,6,9,18-19,20,22, Rm 8:14-17, Mat 28:16-20 

BACAAN I: Ul 4:32-34,39-40, 
 “Hanya Tuhanlah Allah di langit dan di bumi, tidak ada yang lain!” 

Dalam perjalanan di padang gurun, musa berkata kepada Bangsa Israel, “Cobalah tanyakan, dari ujung langit ke ujung langit, tentang zaman dahulu, yang ada sebelum engkau, sejak waktu Allah menciptakan manusia di atas bumi, apakah ada pernah terjadi sesuatu hal yang demikian besar atau apakah ada pernah terdengar sesuatu seperti itu. Pernahkah suatu bangsa mendengar suara ilahi, yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti yang kaudengar dan tetap hidup? Atau pernahkah suatu allah mencoba datang untuk mengambil baginya suatu bangsa dari tengah-tengah bangsa yang lain, dengan cobaan-cobaan, tanda-tanda serta mujizat-mujizat dan peperangan, dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan dengan kedahsyatan-kedahsy yang besar, seperti yang dilakukan TUHAN, Allahmu, bagimu di Mesir, di depan matamu? Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain. Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya." 

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm 33:4-5,6,9,18-19,20,22, 
Ulangan: Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku. 

Ayat: 
1. Firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya. 

2. Oleh Firman Tuhan, langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya diciptakan segala tentara-Nya. Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada. 

3. Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang bertakwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya. Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut, dan memelihata hidup mereka pada masa kelaparan. 

4. Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita. Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu. 

 BACAAN II: Rm 8:14-17, 
“Kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah, oleh Roh itu kita berseru, “Abba, ya Bapa!”

 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. 

BACAAN INJIL: Mat 28:16-20 
“Baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak dan Roh Kudus.” 

Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

BEBERAPA FOTO KEGIATAN PEMBANGUNAN GEREJA SANTO PETRUS STASI RANTE BESI-PAROKI MARIA GUNUNG KARMEL TIGALINGGA

BEBERAPA FOTO KEGIATAN PEMBANGUNAN GEREJA SANTO PETRUS 
STASI RANTE BESI-PAROKI MARIA GUNUNG KARMEL TIGALINGGA 

Pembangunan ini sudah dipersiapkan sejak tahun 2005 dengan membentuk panitia pembangunan dan pembuatan proposal. Namun pembangunan baru bisa dimulai pada Oktober 2011 lalu, karena kekurangan dana. Pembangunan ini dapat dilangsungkan bukan karena dana sudah cukup tetapi karena kerinduan hati umat untuk memiliki Gedung Gereja yang lebih layak dan juga hanya karena iman dan semua umat bersedia bergotong royong selama pembangunan ini.











































RENUNGAN HARIAN: MASA BIASA PEKAN VIII SABTU 2 Juni 2012

RENUNGAN HARIAN: MASA BIASA PEKAN VIII
SABTU 2 Juni 2012
(Marselinus & Petrus, Yohanes Baptista Skalabrini, Feliks dr Nikosia) 
Yud 17,20b-25,Mzm 63:2,3-4,5-6, Mrk 11:27-33 

BACAAN INJIL: 

Lalu Yesus dan murid-murid-Nya tiba pula di Yerusalem. Ketika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua, dan bertanya kepada-Nya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?" Jawab Yesus kepada mereka: "Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu. Berikanlah Aku jawabnya, maka Aku akan mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Baptisan Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia? Berikanlah Aku jawabnya!" Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? Tetapi, masakan kita katakan: Dari manusia!" Sebab mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul seorang nabi. Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Maka kata Yesus kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu." 

RENUNGAN: 

Akhir-akhir ini toleransi beragama di negara kita ini sungguh memprihatinkan. Bahkan karena begitu memprihatinkan, kebebasan beragama di negara kita ini (Indonesia) mendapat perhatian serius dalam sidang Universal Periodic Review (UPR) Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, pekan lalu, yang diikuti oleh 74 negara termasuk Indonesia tersebut, sebanyak 25 negara mencecar Indonesia dengan berbagai pertanyaan seputar permasalahan kebebasan beragama yang ada di Indonesia. 

Buramnya kebebasan beragama di Indonesia ini dilakukan oleh kelompok tertentu yang mengatasnamakan agama tertentu. Memang mereka itu mungkin hanya sebagian kecil dari kelompok agama itu, tetapi mereka bagian dari kelompok agama itu dan mengatasnamakan kelompok agama itu sendiri. Kelompok itu justru bagian dari kelompok agama yang jumlahnya lebih banyak di negera kita ini. Kelompok ini merasa bahwa hanya kelompok merekalah yang benar, yang boleh ada di negara ini sedangkan yang lain harus ditiadakan. Oleh sebab itu, ketika mereka melihat ada kelompok agama lain mulai muncul, mulai berkembang, mereka merasa terancam dan mereka mulai melakukan aksi penolakan dan bahkan penghilangan kelompok itu. Kelompok ini hampir selalu melakukan penolakan keberadaan kelompok agama lain, walaupun yang dilakukan oleh kelompok lain itu adalah hal yang baik. 

Kelompok ini pasti juga melihat bahwa yang dilakukan kelompok lain adalah baik, tetapi mereka tidak mau menerima dan mengakui hal itu, karena menganggap bahwa yang meraka anutlah yang paling benar. Mungkin pasti, masih banyak alasan mereka kelompok ini menolak kehadiran kelompok lain. Hal yang demikian juga kiranya sudah dialami oleh Yesus. Ketika Yesus mengajarkan hal kerajaan Allah dan melakukan kebenaran, imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua, dan bertanya kepada-Nya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?" Mereka mempertanyakan apa yang dilakukan oleh Yesus. Dari segi tindakan, apa yang diajarkan dan dilakukan oleh Yesus adalah benar, yakni melarang orang berjualan di sekitar Bait Allah, karena Bait Allah adalah tempat berdoa namun telah menjadi tempat yang ramai, tempat berbisni. Yesus menegaskan kekudusan Bait Allah. Tindakan ini sungguh benar, tetapi malah dipertanyakan oleh imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Mengapa? Tentu tidak ada bedanya dengan apa yang dilakukan oleh kelompok yang menolak agama lain yang terjadi di negara kita ini. 

Menghadapi tantangan demikian, Yesus berlaku bijaksana. Yesus tidak takut menghadapi tantangan atas apa yang diajarkan dan dilakukannya. Walaupun ada yang menolak apa yang dilakukan-Nya, Yesus tidak menarik perbuatan benar yang dilakukannya, juga tidak menghadapi dengan kekerasan. Tetapi Yesus menghadapi penolakan itu dengan suatu ajaran agar penolak itu berpikir akan kebenaran. Namun kiranya hati mereka itu sudah bebal, sehingga tetap tidak mau mengakui dan mengatakan yang benar. Apa yang dilakukan oleh Yesus hendaknya menjadi suatu pengajaran dan teladan bagi kita, Yesus mengajak kita untuk tidak takut mengatakan dan melakukan yang benar, walaupun pasti ada saja yang menolak kita.

Demikian juga dalam beriman, sama seperti Yesus yang mengalami penolakan, kitapun pasti akan mengalami penolakan dari kelompok tertentu. Namun baiklah kiranya kita tidak usah menjadi mundur sehingga tidak lagi berusaha hidup dalam beriman. Malah kita harus tetap setia dalam iman kita. Kita berusaha dan beraharap bahwa dengan kesetiaan menghayati iman itu, orang lain melihat kebenaran dari iman yang kita hanyati. 

Dalam Bacaan I, Yudas juga menasihati kepada orang beriman, bahwa akan ada muncul para pengejek yang berusaha menyesatkan iman mereka. Oleh sebab itu, Yudas menasihati agar orang beriman hendaknya tetap teguh dalam iman, bahkan menunjukkan belas kasih kepada yang meragukan dan menolak iman mereka. Nasihat ini menjabarkan ajaran Yesus, bahwa dalam menghadapai penolakan yang memecah belah kita, kita tidak perlu takut, tidak perlu menjadi surut, tetapi tetap teguh dalam iman. Keteguhan kita dalam iman, itu akan menjadi penegasan akan kebenaran iman kita kepada orang-orang yang meragukan dan menolak iman kita. 

 Lebih dari itu, Yesus juga mengajarkan kepada kita agar kita menjadi orang yang berani mengatakan dan melakukan kebaikan dan kebenaran. Janganlah kiranya kita takut mengatakan dan melakukan yang baik dan benar, karena takut kepada orang lain. Juga baiklah kiranya kita juga mau melihata dan mengakui kebaikan dalam diri sesama, jangan seperti orang-orang yang mempertanyakan kuasa Yesus. Namun hal ini bisa kita lakukan, kalau kita membuang sikap sombong dari dalam diri kita, kita harus menyungkirkan sikap merasa lebih hebat dari orang lain. Selama kita merasa diri lehih hebat dan harus lebih hebat dari orang lain, selama kesombongan ada dalam diri kita, kita tidak akan mampu menerima dan mengakui kebaikan yang ada dan yang dilakukan oleh orang lain. 

Oleh karena itu, mari juga kita tanamkan dan hayati kerendahan hati dalam diri kita. Kerendahan hati menjadi salah satu keutamaan kristiani. Amin.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)