Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

Berbagi Berita : Debat besar, Siapa Khianati Kebenaran?

Debat besar, Siapa Khianati Kebenaran?

Dalam pidato Paus Benediktus XVI untuk Kuria Roma pada 22 Desember 2005, tentang cara menafsirkan Konsili Vatikan II, ada satu poin yang masih terus menjadi sumber konflik dewasa ini.

Poin itu terkait dengan kebebasan beragama.

Tentang poin ini, konsili menemukan cara baru dalam menyelesaikannya. Konsili meneguhkan apa yang ditolak oleh berbagai paus sebelumnya yaitu: Kebebasan setiap orang untuk mempraktekkan agamanya sekalipun “salah.”

Ensiklik “Quanta Cura” 1864 dari Pius IX secara eksplisit mengutuk kebebasan seperti itu. Hanya satu agama yang benar, agama Katolik, yang pantas dipeluk oleh setiap warga suatu negara. Praktek agama lain hanya bisa ditoleransi, dalam batas-batas tertentu.

Namun Konsili Vatikan II tidak menjadikan kebenaran sebagai pusat. Konsili justru menjadikan kewajiban suatu negara dan manusia sebagai pusat. Dan konsili menegaskan bahwa pengakuan harus diberikan kepada hak setiap orang untuk mempraktekkan agamanya, apa pun konsekuensinya.

*

Inovasi konsili ini segera dilihat oleh banyak orang sebagai kehancuran tradisi Gereja secara drastis.

Bagi mereka yang melihat kecerahan dan awal “zaman baru,” Vatikan II memberi suatu kegembiraan besar.

Bagi mereka yang melihat kejahatan karena ajaran yang benar diabaikan, Vatikan II itu mencemaskan.

- Sandro Magister

SUMBER
Who’s Betraying Tradition. The Grand Dispute (www.chiesa)

Disadur dari :www.cathnewsindonesia.com

RENUNGAN HARI SABTU DLM OKTAF PASKAH, 30 April 2011

RENUNGAN HARI SABTU DLM OKTAF PASKAH, 30 April 2011
Kis 4:13-21, Mzm 118:1,14-15,16ab-18,19-21, Mrk 16:9-15

"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk!"

BACAAN INJIL:
Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota. Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya. Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
Demikianlah Injil Tuhan bagi kita hari ini.

RENUNGAN:

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk!” Inilah perintah yang diberikan oleh Yesus ketika menampakkan diri kepada sebelas murid. Kiranya perintah ini sangat penting, karena itu dikatakan Yesus kepada kesebelas murid. Perintah ini diahului oleh kejengkelan Yesus kepada mereka karena tidak percaya bahwa Dia telah bangkit.

Dalam Injil jelas dikatakan bahwa Yesus yang telah bangkit pertama kali menampakkan diri kepada Maria Magdalena dan Maria yang lain, dan ketika mereka memberitahukan kepada para murid itu, mereka tidak percaya. Yesus juga sudah menampakkan diri kepada dua murid lain, tetapi mereka juga belum percaya bahwa Kristus bangkit seperti dikatakan oleh dua murid itu. Yesus mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Maka dalam penampakan kepada kesebelas murid, Yesus berharap mereka percaya dan mereka pergi keseluruh dunia dan memberitakan Injil kepada segala makhluk.

Perintah untuk pergi ke seluruh dunia dan mewartakan Injil dikatakan oleh Yesus sesudah Dia menampakkan diri dan mencela ketidakpercayaan mereka akan kesaksian murid lain bahwa Dia telah bangkit. Itu berarti bahwa mewartakan Injil menjadi suatu keharusan bagi yang percaya akan kebangkitan Yesus Kristus. Atau percaya akan kebangkitan Kristus juga harus dibuktikan dengan pewartaan Injil ke seluruh dunia dan kepada segala makhluk.

Kitapun sering begitu sulit untuk percaya kepada Yesus yang bangkit, padahal sudah banyak bukti dan saksi-saksi akan kebangkitan Yesus. Atau kita mengatakan bahwa kita percaya akan kebangkitan Kristus dan merayakan kebangkitan Kristus tetapi kita tidak mewartakan Injil keapda semua makhluk. Maka hendaknya kita sungguh percaya bahwa Yesus Kristus telah bangkit dan hidup bersama-sama kita. Kebangkitan Yesus Kristus, kita juga harus mewartakan injil dalam hidup setiap hari.

"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” Tentu kita tidak usah berpikir bahwa kita harus menjadi misionaris ke tempat lain atau ke Negara asing, sehingga kita merasa bahwa kita tidak akan mampu. Semua kita, tanpa kecuali diutus untuk mewartakan Injil Kristus. Maria Magdalena adalah wanita sederhana dan yang pernah dianggap terkutuk karena pernah dirasuki setan tetapi kemudian disembuhkan Yesus, juga diutus mewartakan Kristus yang telah bangkit. Petrus dan Yohanes sebagaimana diakui orang banyak adalah orang-orang sederhana, juga mewartakan Kristus yang bangkit. Maka semua kita diutus untuk mewartakan Kristus yang bangkit.

Ke seluruh dunia yang dimaksud tentu bukan hanya dalam arti harafiah, tetapi bisa kita tafsirkan sebagai seluruh dunia kehidupan kita setiap hari. Kita diminta untuk mewartakan Injil dalam dunia hidup keluarga, dalam duni hidup pekerjaan kita setiap hari, dalam dunia lingkungan satu iman, dalam lingkungan kemasyarakatan kita. Maka tugas pewartaan Injil kita laksanakan kapanpun dan di manapun kita berada setiap hari.

Dalam mewartakan Kristus yang bangkit, kita diminta untuk mewartakan injil. Kita ketahui bahwa Injil Kristus adalah kabar sukacita Allah yang mengasihi manusia dan menyelamatkan manusia lewa kehadiran, pengajaran, sengsara dan keselamatan Yesus Kristus. Injil mewartakan cinta kasih Allah yang nyata dalam Yesus Kristus. Dari sebab itu, dalam pewartaan injil, tentu kita tidak hanya sekedar dengan kata-kata, tetapi terlebih dengan membagikan kasih Kristus kepada sesama kita. Membagikan kasih Kristus kepada sesama, berarti dalam pewartaan kita hidup dalam perbuatan-perbuatan baik, perbautan kasih kepada sesama kita, kapanpun dan di manapun. Lewat kehidupan kita yang demikian, maka semua orang diharapkan ikut menikmati kebangkitan Kristus.

Oleh karena itu, Kristus yang bangkit adalah karena kasih-Nya kepada semua orang. Maka kebangkitan Kristus harus kita wartakan kepada semua orang lewat pewartaan Injil. Amin.

Berbagi Berita : Gereja Pantekosta Sleman dilempar bom molotov

Gereja Pantekosta Sleman dilempar bom molotov

Sebuah Gereja Pantekosta di Sleman, Yogyakarta, pukul 01.00 dini hari tadi dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal.

Baik pelaku maupun motif pelemparan molotov tersebut belum diketahui. Namun polisi sudah mengamankan lokasi.

Mengutip laporan Pendeta Nico Lomboan yang tinggal di gereja tersebut, Ketua Umum Forum Komunikasi Kristiani Jakarta, Theophilus Bela mengatakan bom tersebut mengakibatkan kaca dan tiang gedung bangunan gereja rusak.

Tidak ada korban dalam kejadian ini, karena tidak ada orang di lokasi.

“Gereja ini kerap mengalami gangguan sejak Februari lalu. Saat ini, polisi sudah ada di lokasi dan mengolah TKP,” kata Theo seperti dikutip Suara Merdeka.

Hingga siang tadi belum diketahui siapa pelakunya dan berapa jumlah mereka. Namun Theo mengakui bahwa memang ada konflik lokal di Sleman.

Sejak Februari itu, gereja ini tidak pernah lagi digunakan untuk kebaktian karena ada gesekan dengan warga sekitar.

Pemerintah daerah setempat menyediakan tempat lain bagi jemaat untuk melakukan kebaktian.

Disadur dari : www.cathnewsindonesia.com

RENUNGAN HARI JUMAT DLM OKTAF PASKAH, 29 April 2011

RENUNGAN HARI JUMAT DLM OKTAF PASKAH, 29 April 2011
Kis 4:1-12, Mzm 118:1-2,4,22-24,25-27a, Yoh 21:1-14

"Saat rasa kecewa, kita hendaknya datang kepada Yesus dan melaksanakan sabda-Nya. Yakinlah bahwa Dia akan bekerja untuk kita dan demi keselamatan kita."

BACAAN INJIL:
Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada." Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu." Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.
Demikianlah Injil Tuhan bagi kita hari ini.

RENUNGAN:
Para murid sungguh kecewa dan kehilangan setelah kematian Yesus. Mereka seakan mau membuang juah-jauh pengalaman mereka selama bersama dengan Yesus. Mereka melarikan diri dari tugas yang pernah diberikan oleh Yesus kepada mereka yakni menjadi penjala manusia dan meneruskan karya-karya Yesus. Mungkin dari sebab itu mencari pelarian untuk membuang rasa kecewa dengan kembali ke pekerjaan sebelum mereka bertemu dengan Yesus yakni menjadi penjala ikan. Saat mereka menjala ikan, ternyata semalam-malaman mereka mencari ikan tetapi tidak satu ekorpun yang mereka tangkap.

Tentu mengetahui hal ini, mungkin Tuhan Yesus yang bangkit juga pasti akan kecewa. Sebab jelas-jelas bahwa Yesus memanggil mereka dari kehidupan dan pekerjaan lama mereka adalah untuk melanjutkan karya keselamatan mewartakan Kerajaan Allah. Selama tiga tahun Yesus mempersiapkan mereka dengan mengajari, memberi contoh teladan dan juga memberi mereka kuasa. Namun ketika Dia wafat dan sesudah bangkit juga sudah beberapa kali menampakkan diri, namun para murid masih tidak percaya, dan malah kembali ke kehidupan lama mereka sebelum mengenal Yesus. Namun pada saat demikian, Yesus menemui mereka. Yesus tetap berbuat baik bagi mereka dan malah membantu mereka untuk mendapatkan ikan. Yesus menyuruh para murid menebarkan jala mereka ke sebelah kanan perahu mereka. Mereka melakukannya begitu saja. Atas perintah Yesus, akhirnya mereka mendapatkan banyak ikan. Tentu itu bukan kebetulan dan bukan soal ditebarkan disebalah kanan atau kiri, tapi karena Yesus yang melakukannya dan Yesus tetap melakukan karya mukjijat atas mereka. Mengalami peristiwa itu, murid yang dikasihi Yesus langsung mengenal Yesus dan berkata, “Itu Tuhan.” Mukjijat yang diperbuat oleh Yesus dan pengakuan murid yang dikasihi Yesus yang mengatakan bahwa itu Tuhan, membuat mereka percaya bahwa yang mereka lihat adalah Yesus yang bangkit sehingga mereka tidak ada yang bertanya lagi dan menerima tawaran Yesus untuk makan bersama.

Bermenung atas Injil hari ini, kita diingatkan bahwa dalam hidup pasti kita akan mengalami rasa kecewa. Banyak hal yang membuat kita kecewa. Kerap ketika orang kecewa, orang mencari pelarian, ada yang lari pada hal-hal positif dan lebih banyak lari pada hal-hal negative. Banyak orang ketika mengalami rasa kecewa, justru lari meninggalkan Yesus. Namun Injil hari ini mengingatkan kita bahwa bila rasa kecewa menemui kita, hendaknya kita tidak lari meninggalkan Yesus, kembali ke jalan hidup sebelum mengenal Yesus. Tindakan demikian justru akan semakin menyengsarakan kita, karena kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Dalam situasi demikian, baiklah kita tetap ingat akan Yesus, karena dalam situasi apapun Yesus selalu hadir menyertai kita. Yesus selalu hadir dan bekerja untuk membawa kita kembali kepada-Nya untuk makan bersama dengan Dia. Dari sebab itu saat rasa kecewa, kita hendaknya datang kepada Yesus dan melaksanakan sabda-Nya. Yakinlah bahwa Dia akan bekerja untuk kita dan demi keselamatan kita.

Dalam sejarah hidup kita, kita juga pasti pernah mengalami bahwa pada-pada masa sulit kita mengalami sesuatu yang luar biasa, melampaui kekuatan dan akal budi kita. Murid yang dikasihi Yesus, ketika mereka mendapatkan banyak ikan padahal sudah semalam-malaman mereka mencari ikan tetapi tidak mendapatkan satu ekorpun, tetapi setelah mengikuti perintah Yesus, mereka mendapatkan banyak ikan, dia langsung menyadari kehadiran Yesus yang bangkit. Demikianpun kiranya dalam hidup kita, hendaknya kita menyadari bahwa dalam pengalaman demikian, kita sadar bahwa itu bisa terjadi karena Yesus hadir untuk membantu kita, sehingga kita berani berkata, “Itu Tuhan,” atau “Semuanya karena Tuhan sendiri yang melakukannya.”. Dengan kesadaran ini, tentu kita tidak menjadi sombong karena sudah dapat melewati peristiwa sulit, tetapi membuat kita semakin rendah hati sebab semuanya adalah karena karya Yesus. Kesadaran dan keyakinan ini, juga hendaknya membuat kita berani berbagi sukacita dengan sesama kita, dengan mengajak mereka ikut menikmati anugerah yang kita peroleh. Semoga kahirnya kita berani berabagi roti dengan sesama kita. Amin.

Video Pesta Paskah Se-Rayon Lau Pamulutan Di stasi Lau Ipuh, Senin 25 April 2011 (Manortor Bersama)

Pesta Paskah Se-Rayon Lau Pamulutan
Di stasi Lau Ipuh, Senin 25 April 2011 (Manortor Bersama)

Video Pesta Paskah Rayon Lau Pamulutan : Stasi Lau Ipuh Senin 25 April 2011 : Pasahat Pelean

Video Pesta Paskah Rayon Lau Pamulutan : Stasi Lau Ipuh
Senin 25 April 2011 : Pasahat Pelean

Video Paskah Umat Rayon Lau Pamulutan di stasi Lau Ipuh, Senin 25 April 2011 (Liturgi Sabda)

Video Paskah Umat Rayon Lau Pamulutan di stasi Lau Ipuh, Senin 25 April 2011
(Liturgi Sabda)

Video Pesta Paskah se Rayon Lau Pamulutan: Lau Ipuh, Senin 25 April 2011

Video Pesta Paskah se Rayon Lau Pamulutan:
Lau Ipuh, Senin 25 April 2011

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)