Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

RENUNGAN KAMIS PUTIH, 21 April 2011

RENUNGAN KAMIS PUTIH , 21 April 2011
Kel 12:1-8,11-14, Mzm 116:12-13,15-16bc,17-18, 1Kor 11:23-26, Yoh 13:1-15

"Tindakan Yesus membasuh kaki para rasul adalah teladan bagi para murid agar melakukan hal yang sama kepada sesama. Inilah pula pesan yang disampaikan Yesus kepada kita pada perjamuan malam terakhir."

BACAAN INJIL:
Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?" Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak." Kata Petrus kepada-Nya: "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." Jawab Yesus: "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku." Kata Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!" Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua." Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."
Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.
Demikianlah Injil Tuhan bagi kita hari ini.

RENUNGAN:

Sering terjadi bahwa seorang orang tua yang mengasihi anak-anaknya dia mengumpulkan anak-anaknya sebelum dia meninggal. Orang tua itu menyampaikan pesan terakhir kepada anak-anaknya atau keturunannya. Tentu pesan itu umumnya pesan yang baik. Pesan yang disampaikan orang tua sebelum meninggal, pasti dianggap sangat penting dan harus dijalankan anak-anak atau keturunannya.

Yesus juga pada malam sebelum diserahkan atau mengalami penderitaan salib mengadakan makan bersama para rasul dan pada saat itupula Yesus memeri nasihat, pesan kepada para rasul. Yesus menyampaikan pesan itu lewat perkataan, lewat perjamuan itu sendiri dan juga lewat upacara pembasuhan kaki para rasul. Maka baiklah kiranya pesan Yesus yang Dia sampaikan pada perjamuan malam terakhir juga menjadi sesuatu yang sangat penting bagi kita untuk kita hayati.

Malam ini kita merayakan perjamuan malam terakhir yang pernah diadakan oleh Yesus kepada para murid-Nya sebelum Dia menderita salib. Namun kiranya pada perayaan malam ini kita tidak hanya mengenang apa yang telah terjadi 2000 tahun lalu, tetapi dalam perayaan ini dalam Roh kita percaya bahwa Yesus sendiri hadir dan merayakan perjamuan bagi kita semua yang hadir di sini. Perjamuan malam terakhir adalah perjamuan kasih Allah yang memberikan diri-Nya seutuhnya bagi kita untuk menyelamatkan kita. Pemberian diri seutuhnya bagi keselamatan manusia nyata pada penderitaan dan kematian Yesus di salib, yang akan kita rayakan besok pada hari Jumat Agung. Dalam perjamuan malam terakhir yang kita rayakan ini, kita mengenang Yesus yang rela membagi-bagi diri-Nya bagi kita demi keselamatan kita manusia. Oleh karena itulah Paulus mengatakan “Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum piala ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang” (1 Kor 11:26). Inilah yang kita rayakan dalam setiap kita merayakan perayaan Ekaristi. Maka setiap kita merayakan Ekaristi, kita mengenangkan Yesus yang telah mengorbankan diri demi keselamatan kita, kita mengenangkan Yesus yang rela membagi-bagi diri-Nya menjadi makanan rohani bagi kita semua. Berkat karya Roh Kudus, kita percaya bahwa hosti yang kita terima dalam perayaan Ekaristi adalah Yesus sendiri yang mengorbankan diri bagi keselamatan kita, Yesus yang rela menjadi makanan rohani bagi kita, karena Dia ingin senantiasa bersatu dengan kita sebagaimana pernah Yesus katakan bahwa Dia akan menyertai para murid sepanjang segala masa (Mat 28:20).

Ekaristi yang kita rayakan adalah perwujudan janji Yesus kepada kita bahwa Dia menyertai dan akan selalu bersatu dengan kita. Sehingga dengan menyambut komuni suci, kita bersatu dengan Yesus sendiri. Yesus sendiri mengatakan, “Perbuatlah ini sebagai peringatan akan Daku!” (Luk 21:19) Dengan demikian, semakin kita sering merayakan Perjamuan Yesus dalam perayaan Ekaristi, semakin sering pula kita mengenang cinta kasih Allah bagi kita, dan semakin sering pula kita bersatu nyata dengan Yesus lewat komunis suci. Maka baiklah dalam perayaan mala mini, kita diajak untuk merenungkan dan menghayati makna suci perayaan Ekaristi yang kita rayakan. Dengan perayaan ini, kita hendaknya merayakan ekaristi dengan penuh iman dan hendaknya perayaan Ekaristi merupakan kerinduan bagi kita, karena dalam perayaan itu kita sungguh bersatu dengan Yesus Tuhan yang mengasihi kita.

Dalam Perjamuan Malam terakhir, Yesus melakukan pembasuhan kaki para rasul. Dalam tradisi waktu itu, membasuh kaki para tamu dilakukan seorang pelayan kepada tamu terhormat sebelum masuk ke rumah. Dengan membasuh kaki para rasul, Yesus melakukan apa yang menjadi tugas seorang hamba. Karena itulah Petrus protes dan menolak kaknya dibasuh oleh Yesus. Yesus sungguh merendahkan diri, bertindak selaku pelayan bagi para rasul dan dalam peristiwa itu para rasul menjadi orang yang terhormat. Namun pada pembasuhan kaki yang dilakukan oleh Yesus, dilakukan pada saat perjamuan berlangsung. Dengan demikian pembasuhan kaki yang diperbuat oleh Yesus bukan hanya sekedar mengikuti tradisi pada saat itu, tetapi Yesus menyatakan bahwa Dia yang adalah guru dan Tuhan sungguh mau merendahkan diri dan mau menjadi pelayan bagi para murid-murid-Nya. Tindakan-Nya menjadi teladan bagi para rasul sehingga para murid juga melakukan hal yang sama kepada sesama sebagaimana dikatakan oleh Yesus sendiri, “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” Maka tindakah Yesus membasuh kaki para rasul adalah teladan bagi para murid agar melakukan hal yang sama kepada sesama. Inilah pula pesan yang disampaikan Yesus kepada kita sebelum Dia menjalani salib-Nya.

Sebagaimana kita dengarkan tadi, bahwa pemasuhan kaki para rasul dilakukan oleh Yesus saat perjamuan itu berlangsung, bukan sebelum memasuki rumah atau sebelum perjamuan. Tindakan ini menjadi suatu pesan bagi kita bahwa kita sebagai para murid Yesus, terutama yang telah ikut dalam perjamuan Ekaristi, haruslah melakukan hal yang sama, yakni berani merendahkan diri dan mau membasuh kaki para saudara kita. Memasuh kaki para saudara yang lain adalah dengan bersikap rendah hati dan mau menjadi pelayan bagi sesama, bukan bertindak sebagai tuan atas sesama kita. Menjadi pelayan bagi sesama berarti kita selalu berusaha melakukan perbuatan baik bagi sesama, membawa kebahagiaan bagi sesama kita. Justru dengan ‘membasuh’ kaki para saudara kita, nyatalah bahwa kita yang merayakan ekaristi sungguh bersatu dengan Yesus yang sudah mau menjadi pelayan bagi kita.

Hal yang menarik pada saat peristiwa pembasuhan kaki, Simon Petrus berkata kepada Yesus: "Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!" Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua." Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih." Kata-kata Yesus ini sungguh menarik kita renungkan. Yesus sudah membasuh kaki kita, membersihkan kita dari dosa-dosa berkat kasih-Nya. Namun sama seperti diantara para rasul Yesus tahu ada yang masih belum bersih, demikian juga halnya saat ini Yesus juga tahu bahwa tidak semua di antara kita sudah bersih. Yesus tahu bahwa diantara kita masih ada dan mungkin masih banyak yang belum bersih karena belum sungguh-sungguh percaya kepada-Nya. Bersih berarti sungguh percaya kepada Yesus, bukan kepada allah-allah yang lain. Percaya kepada Yesus berarti mengikuti perintah-perintah-Nya dan melakukan perbuatan baik kepada sesama. Maka sadarlah, walaupun tidak ada orang lain yang tahu bahwa kita masih belum bersih, tapi Yesus tahu bahwa dari antara kita masih belum bersih. Oleh karena itu, biarkan dan berilah dirimu dibersihkan oleh Tuhan pada malam hari ini, pada Paskah ini. Amin.

'Perjamuan Terakhir' Leonardo Da Vinci

'Perjamuan Terakhir' Leonardo Da Vinci

Kisah lukisan ini, Perjamuan Terakhir, sungguh menarik dan mendatangkan pelajaran berharga. Perjamuan Terakhir dilukis oleh Leonardo da Vinci. Figur yang mewakili keduabelas rasul dan juga figur Kristus Sendiri dilukis dari model hidup. Model hidup lukisan untuk tokoh Yesus dipilih terlebih dahulu. Ketika diputuskan bahwa Da Vinci akan melukis karya besar ini, ratusan pemuda diwawancarai dengan seksama sebagai usaha untuk mendapatkan seraut wajah dan kepribadian yang mencerminkan tanpa dosa dan keelokan, bebas dari carut-marut dan guratan-guratan akibat dosa.

Pada akhirnya, setelah berminggu-minggu mencari, seorang pemuda berusia sembilan belas tahun terpilih sebagai model lukisan Kristus. Selama enam bulan, Da Vinci sibuk mengerjakan lukisan tokoh utama dari karyanya yang terkenal itu. Selama enam tahun berikutnya, Da Vinci melanjutkan karya seninya yang sungguh mengagumkan ini. Satu demi satu model yang cocok dipilih untuk mewakili masing-masing pribadi dari kesebelas rasul, hingga tersisalah ruang dalam lukisan yang diperuntukkan bagi tokoh Yudas Iskariot sebagai bagian akhir dari karya besar ini.

Selama berminggu-minggu, Da Vinci mencari-cari seseorang dengan wajah keras tanpa perasaan, dengan gurat-gurat ketamakan, tipu daya, kemunafikan dan kekejian. Berita disampaikan kepada Da Vinci bahwa orang yang penampilannya sesuai dengan permintaannya telah didapatkan di sebuah penjara bawah tanah di Roma, hukuman mati telah dijatuhkan kepadanya atas tindak kejahatan dan pembunuhan yang dilakukannya. Orang ini dibawa keluar dari selnya di penjara dan dibimbing keluar dalam terang sinar matahari. Di sanalah Da Vinci menyaksikan di hadapannya seorang pemuda berkulit gelap; rambutnya yang gondrong, kusut serta acak-acakkan menutupi sebagian wajahnya, raut wajahnya mencerminkan watak yang bengis dan kejam. Akhirnya, pelukis terkenal itu mendapatkan seseorang yang ia inginkan untuk mewakili karakter Yudas dalam lukisannya.

Orang itu duduk di hadapan Da Vinci pada jam-jam yang ditentukan setiap hari sementara sang pelukis melanjutkan karyanya menuangkan ke dalam lukisannya karakter dasar yang ada di hadapannya. Sementara ia menggoreskan sapuan-sapuan kuasnya yang terakhir, para pengawal membimbing tahanan mereka pergi. Tiba-tiba orang itu meronta dan melepaskan diri dari para pengawal, lalu berlari mendapatkan Da Vinci sambil berseru,

"Da Vinci, pandanglah aku! Tidakkah engkau mengenali siapa aku?"

Da Vinci menjawab, "Tidak, tak pernah aku berjumpa denganmu sepanjang hidupku."

Tahanan itu berseru, "Ya Tuhan, apakah aku telah jatuh demikian dalam?" Kemudian sambil mendekatkan wajahnya kepada sang pelukis, ia menangis, "Pandanglah aku sekali lagi. Aku adalah orang yang sama yang engkau lukis tujuh tahun yang lalu sebagai figur Kristus!"

(sumber : yesaya.indocell.net/News For Kids, Rm Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company;www.catholic1.com )

BACAAN KAMIS PUTIH Sore, 21 April 2011

BACAAN KAMIS PUTIH Sore, 21 April 2011
Kel 12:1-8,11-14, Mzm 116:12-13,15-16bc,17-18, 1Kor 11:23-26, Yoh 13:1-15

DOA PEMBUKAAN
I Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang maha pengasih dan maha penyayang petang hari ini kanii merayakan perjamuan mahakudus. Perjamuan cinta kasih ini dianugerahkan Kristus kepada Gereja-Nya sebagai korban baru sepanjang masa pada malam la menyerahkan diri-Nya. Kami mohon, semoga kami Kau-perkenankan menimba cinta kasih dan hidup melimpah dari misteri agung ini. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu, Tuhan dan pengantara kami...
U Amin

BACAANPERTAMA
"Ketetapan tentangperjamuan Paskah."

P Pembacaan dari Kitab Keluaran (12:1-8.11-14)

Pada waktu itu berfirmanlah Tuhan kepada Musa dan Harun di tanah Mesir, "Bulan ini akan menjadi permulaan segala bulan bagimu, bulan yang pertama bagimu tiap-tiap tahun. Katakanlah kepada segenap jemaat Israel, 'Pada tanggal sepuluh bulan ini hendaklah diambil seekor anak domba oleh masing-masing menurut kaum keluar-ga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga. Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk menghabiskan seekor anak domba, maka hendaklah ia bersama dengan tetangga yang terdekat mengambil seekor menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang. Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela dan berumur satu tahun; kamu boleh mengambil domba, boleh kambing. Anak domba itu harus kamu kurung sampai tanggal empat belas bulan ini. Lalu seluruh jemaat Israel yang berkumpul harus menyembelihnya pada senja hari. Darahnya harus diambil sedikit dan dioleskan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas rumah, tempat orang-orang makan anak domba itu. Pada malam itu juga mereka harus memakan daging-nya yang dipanggang; daging panggang itu harus mereka makan dengan roti yangtidak beragi dan sayuran pahit. Beginilah kamu harus memakannya: pinggangmu terikat, kaki berkasut, dan tongkat ada di tanganmu. Hendaknya kamu memakannya cepat-cepat. Itulah Paskah bagi Tuhan. Sebab pada malam ini Aku akan menjelajahi negeri Mesir, dan membunuh semua anak sulung, baik anak sulung manusia maupun anak sulung hewan, dan semua dewata Mesir akan Kujatuhi hukuman. Akulah Tuhan. Adapun darah domba itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah tempat kamu tinggal. Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan melewati kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, pada saat Aku meng-hukum negeri Mesir. Hari ini harus menjadi hari peringatan bagimu, dan harus kamu rayakan sebagai hari raya bagi Tuhan turun-temurun. Demikianlah sabda Tuhan.
U Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN Mzm ll:12-13.15-16bc.l7-18;R:l Kor 10:16
Ulangan do = g 2/4; 3/4 (PS. No. 856)
_ _____ ____ ____ ____ _____ ____ ___
5 7 1/ 2 1 2 1 1 2/ 4 3 2 1/ 2 .
I- ni- lah Tu- buh-Ku yang di- se- rah- kan ba- gi- mu.
_ ___ ____ ____ ____ __ __ __
5 7 1/ 2 1 2 1 1 2/ 4 5 4/ 4 3 2 1/ 2 . /
I- ni- lah Da- rah- Ku yang di- tum-pah-kan ba- gi- mu.
____ ____ ___ ____ ____ ___ ___ _
6 7 1 7/ 6 6 5 7 2/ 1 7 6 5 7 1/ 6 . //
La- ku- kan-lah i- ni a- kan per- i- ngat- an ke- pa- da- Ku.

Mazmur:
5 7 1 2 2.'
1. Bagai- mana akan ku- balas kepada Tu- han
2. Sungguh berhar- galah di mata Tu- han
3. Aku akan mempersem- bahkan kurbansyukur kepa-da- Mu,
2 4 3 4 2 (2)./
1. se- gala kebaikan-Nya ke- pa- da- ku?
2. kema- tian semua orang yang di- ka- sih- i- Nya.
3. dan akan menyerukan na- ma Tu- han.
4 5 4 3 2.'
1. Aku akan meng- angkat pi- ala kesela- mat-an,
2. Ya Tuhan, aku hamba-Mu; aku ham- ba-Mu, anak dari saha- ya- Mu.
3. Aku akan mem- bayar na- zarku kepada Tu- han
1 6 1 1 7 5. (5.) II
1. dan akan menyerukan na- ma Tu- han
2. Engkau telah mele- paskan be- leng-gu- ku.
3. di depan se- lu- ruh u-mat-Nya.- .,,

BACAANKEDUA

"Setiap kali kamu makan dan minum, kamu mewartakan wafat Tuhan."

P Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (11:23-26)
Saudara-saudara, apa yang telah kuteruskan kepadamu ini telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam la diserahkan, mengambil roti, dan setelah mengucap syukur atasnya, la memecah-mecahkan roti itu seraya berkata, "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagimu; perbuatlah ini untuk mengenangkan Baku!" Demikian juga la mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata, "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan dalam darah-Ku. Setiap kali kamu meminumnya, perbuatlah ini untuk mengenangkan Baku." Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum dari cawan ini, kamu mewartakan wafat Tuhan sampai la datang.
Bemikianlah sabda Tuhan.
U Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTARINJIL
TERPUJILAH do = bes 4/4 (PS. No. 965)
____ _____
3 6 7 1 7 / 6 5 6./5 1 2 3 2/1 7 6.//
Ter-pu- ji- lah Kris-tus Tu- han,Ra- ja mu-li- a dan ke- kal.

Ayat: Yoh 13:34
6 i 6 7 . /
Aku memberikan perintah baru kepada kamu,
yaitu supaya kamu saling me- . . nga-si- hi;
i . 2 2 7 . 6 . //
sama seperti Aku telah menga- sih- i ka- mu.
Terpujilah (Diulang seperti di atas)

BACAAN INJIL

"la mengasihi mereka sampai saat terakhir." . ;

I: INILAH INJIL YESUS KRISTUS MENURUT YOHANES (13:1-15)

Sebelum Hari Raya Paskah mulai, Yesus sudah tahu bahwa saatnya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sebagaimana la senantiasa mengasihi murid-murid-Nya, demikianlah sekarangla mengasihi mereka sampai saat terakhir. Ketika mereka sedang makan bersama, Iblis membisikkan dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, rencana untuk mengkhianati Yesus. Yesus tahu, bahwa Bapa telah menyerahkan segala sesuatu kepacla-Nya dan bahwa la datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Maka bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. la mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya. Kemudian la menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid- Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. Maka sampailah la kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya, "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?" Jawab Yesus kepadanya, "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak mengerti sekarang, tetapi engkau akan memahaminya kelak." Kata Petrus kepada-Nya, "Selama-iamanya Engkau tidak akan membasuh kakiku!" Jawab Yesus, "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak akan mendapat bagian bersama Aku." Kata Simon Petrus kepada-Nya, "Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!" Kata Yesus kepadanya, "Barangsiapa sudah mandi, cukuplah ia membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Kamii pun sudah bersih, hanya tidak semua!" Yesus tahu siapa yang akan menyerahkan Dia; karena itu Ia berkata, "Tidak semua kamu bersih." Sesudah membasuh kaki mereka, Yesus mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu la berkata kepada mereka, "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Nah, jikalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kaki. Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepadamu, supaya kamu juga berbuat seperti yang telah Kuperbuat padamu." Demikianlah sabda Tuhan.
U Terpujilah Kristus.

DOA PENUTUP A-l
I Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang mahakuasa, dalam perjamuan Putera-Mu Engkau telah menganugerahi kami daya hidup di dunia ini. Kami mohon, limpahilah kami daya hidup ilahi. Demi Kristus,...
U Amin.

KAMIS PUTIH Pagi- 21 April 2011

KAMIS PUTIH Pagi- 21 April 2011
Yes 61:1-3a,6a,8b-9, Mzm 89:21-22,25,27, Why 1:5-8, Luk 4:16-21

"Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."

BACAAN INJIL:
Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."

RENUNGAN:
Kami yakin bahwa bukan suatu kebetulan bahwa Yesus membaca teks yang ditujukan pada diri-Nya. Tetapi itu adalah karya Roh Allah yang senantiasa tinggal dalam diri Yesus dan Roh itu pulalah yang selalu menguatkan Yesus dalam melaksanakan kehendak Allah Bapa.

Pagi hari sebelum malam hari nanti kita merayakan Kamis Putih, bacaan ini kembali menyatakan kepada kita bahwa Yesus adalah Mesias yang diutus oleh Allah Bapa untuk menyatakan kasih Allah kepada manusia. Sehingga dengan demikian, kita sungguh dipersiapkan untuk merayakan perayaan Kamis Putih. Malam nanti, kita akan merayakan Yesus mengadakan perjamuan malam bersama para murid-Nya. Yesus mengatakan perjamuan itu sebelum Dia dijatuhu hukuman mati dan mati di salib. Sehingga perjamuan malam itu adalah lambang pemberian diri seutuhnya kepada kita untuk menebus dosa kita. Maka bacaan padi ini membantu kita untuk mempersiapkan diri agar kita merayakan kamis putih dengan penuh iman kepada Yesus yang telah menyerahkan diri-Nya kepada kita sebagai tebusan dosa kita. Semuanya Dia lakukan hanya karena kasih-Nya yang sungguh besar kepada kita. Maka baiklah kita mohonkan agar Roh Kudus tinggal dalam kita, agar Roh itu pula yang menyertai kita dalam merayakan perayaan Paskah. Amin.

Berbagi Berita : Datar, komunike dari Vatikan untuk Cina

Datar, komunike dari Vatikan untuk Cina
Oleh Reporter ucanews.com, Hong Kong, Cina

Pentahbisan uskup ilegal di Chengde pada November tahun lalu

Komunike terakhir dari Komisi Cina di Vatikan tidak punya kekuatan apa-apa bagi umat Katolik di Cina daratan, sekalipun ada juga yang melihat tanda-tanda pengharapan dalam komunike tersebut.

Seorang uskup dari Gereja “terbuka” mengatakan, poin paling penting dari komunike tersebut adalah “penegasan kembali secara jelas dan definitif tentang prinsip Gereja” yang bertentangan dengan pentahbisan uskup ilegal di Chengde dan Eighth National Congress of Catholic Representatives.

“Mudah-mudahan ini bisa mencegah terjadinya insiden serupa di masa depan,” kata prelatus yang diakui Vatikan dan yang meminta tidak menyebut namanya itu.

Namun, dia juga mengatakan, poin bahwa “ekskomunikasi tidak terkena secara otomatis” itu bersifat ambigu. Itu menunjukkan bahwa Takhta Suci “tidak memahami dan membedakan sejauhmana para uskup yang terlibat dalam tahbisan itu memang ditekan atau malah terlibat secara sukarela.”

Pastor John, seorang imam dari Gereja terbuka di Cina bagian utara, Takhta Suci dalam dasawarsa lalu terlalu mengakomodasi Gereja terbuka dan menuntut Gereja bawah tanah untuk tetap disiplin.

Dulu, komunitas Gereja bawah tanah menikmati banyak keistimewaan dari Takhta Suci untuk merayakan Sakramen-Sakramen, termasuk mentahbisan uskup sekalipun belum mendapat mandat dari paus. Namun semua itu akhirnya hilang, katanya menjelaskan.

“Kinilah saatnya bagi komunitas Gereja terbuka untuk tahu bahwa hukum kanonik itu bukan hanya di atas kertas.

“Jika Vatikan dapat memadukan berbagai kebijakannya dan menjaga checks and balances di antara kedua komunitas Gereja di Cina, maka Vatikan akan memiliki posisi yang menguntungkan dalam negosiasi dengan Beijing,” katanya.

Pastor John Baptist Luo Wen, imam komunitas bawah tanah dari Keuskupan Mindong, mengatakan, tidak ada yang baru dalam komunike dari Vatikan itu.

“Komunike itu tidak artinya apa-apa untuk dialog antara kedua komunitas Gereja di Cina, jika Vatikan tidak meninjau kembali dan menyelesaikan berbagai kesalahan dalam kebijakannya tentang Cina,” kata imam yang juga aktif sebagai blogger itu.

“Karena instruksi yang didasarkan pada mentalitas yang salah dari Vatikan, para oportunis dalam Gereja Cina memanfaatkan semua yang dari Vatikan itu untuk untuk tawar-menawar dengan pemerintah Cina.”

Bersama sejumlah umat Gereja bawah tanah, Paul mengatakan bahwa umat Katolik bawah tanah merasa tertekan ketika membaca komunike tersebut. Jika tidak ada sanksi terhadap pentahbisan ilegal itu maka akan ada konsekuensi-konsekuensi berat yang merusak kesatuan dan persekutuan Gereja, katanya.

“Kami menanggung kesulitan dan penderitaan, tetapi khawatir bahwa Takhta Suci tidak memahami dan mendukung kami.”

“Mereka yang berada dalam Asosiasi Patrotik Katolik Cina merasa senang karena mereka bisa terus mentahbiskan uskup-uskup mereka, karena yakin bahwa pada akhirnya Takhta Suci akan mengakuinya,” Paul said.

Sementara para imam dari kedua komunitas Gereja di cina yang sempat dikontak oleh ucanews.com mengakui bahwa mereka merasa putus asa. Salah satu, dengan menggunakan nama samaran Panshi Peter, meninggalkan pesan di situs CathNews China – sebuah pelayanan dari UCA News – yang mengatakan: komunike yang berisi 11 poin itu menghancurkan harapan terakhir yang mereka pasrahkan ke Vatikan.

“Saya kita, itu sudah cukup. Baiklah kita berhenti di sini. Asaya harap Takhta Suci tidak akan menganggu kami lagi. Kami akan bertanggungjawab atas iman kami sendiri. Goodbye!” tulisnya.

Namun, ada juga yang masih punya pengharapan.

Uaskup Qiqihar, Cina bagian timur laut, Mgr Joseph Wei Jingyi meminta umat untuk berdoa.

“Gereja bisa saja membuat kesalahan. Iti bisa dipahami, karena Gereja juga komunitas manusia, namun segala sesuatu berada di tangan Allah. Saya masih tetap punya pengharapan,” kata prelatus dari Gereja bawah tanah itu.

Di Beijing, Liu Yuanlong, wakil ketua dari Asosiasi Patriotik Katolik Cina yang diakui pemerintah, mengatakan bahwa komunike itu tidak menunjukkan bahwa Takhta Suci sepenuhnya memahami Gereja di Cina secara obyektif.

“Kita butuh lebih banyak waktu untuk meraih komunikasi yang baik dan hubungan yang normal,” kata tokoh awam tersebut.

Dengan akan adanya pentahbisan uskup yang lebih banyak tahun ini, kata Liu, dia berharap bahwa Takhta Suci dapat menyetujui para calon demi evangelisasi dan pengembangan Gereja di Cina.

ucanews.com

Disadur dari : www.cathnewsindonesia.comTanggal publikasi: 20 April 2011

Berbagi Berita : Ilmuwan Cina akan dibeatifikasi di Shanghai

Ilmuwan Cina akan dibeatifikasi di Shanghai

Ilmuwan Cina Paolo Xu Guangqi, yang bekerja sama dengan Pastor Matteo Ricci, misionaris Yesuit di Cina.

Paolo Xu Guangqi, salah satu umat Katolik pertama Cina yang sekaligus ilmuwan dan murid dari Pastor Matteo Ricci SJ, akan dibeatifikasi (digelari beato) di Shanghai, demikian pengumuman dari Vatikan.

“Inilah cahaya pengharapan yang menggembirakan bagi Cina sekarang ini dan di masa depan,” kata jurubicara Vatikan Federico Lombardi kepada wartawan pada 15 April, demikian AFP.

Berita bahwa ilmuwan Paolo Xu Guangqi akan dibeatifikasi itu membawa “pengharapan” dan “kegembiraan” dalam ketegangan antara Vatikan dan pejabat negara dalam Gereja Katolik di Cina, demikian Takhta Suci.

Ketika Guangqi (1562-1633) menjadi Katolik, Cina masih berada di bawah Dinasti Ming. Riwayat ilmuwan tersebut memberi keyakinan bagi umat Katolik di Cina untuk kesetiaan kepada Vatikan, kata Lombardi.

“Masyarakat Cina, apakah Katolik atau tidak, akan lebih bisa memahami bahwa tidak ada kontradiksi atau resiko untuk menjadi orang Cina dan umat Katolik,” tambahnya.

“Guangqi adalah seorang awam. Dia adalah pejabat kekaiseran yang sangat terdidik. Dia sangat dikenal sebagai “seorang abdi yang agung dan setia kepada negara dan bangsanya,” katanya.

Uskup Shanghai Mgr Aloysus Jin Luxian, yang mengatur proses beatifikasi tersebut, berperan penting sebagai pendamai dalam Gereja Katolik antara “komunitas terbuka” dan “komunitas bawah tanah” di Cina.

SUMBER
Vatican says China’s move to beatify Christian sign of hope(AFP)

FOTO
World Imaging(Wikipedia/CC 3.0)
Disadur dari :www.cathnewsindonesia.comTanggal publikasi: 20 April 2011

Ada Bom di Cirebon, Polda Metro Perketat Pengamanan Hari Paskah

Ada Bom di Cirebon, Polda Metro Perketat Pengamanan Hari Paskah

(Jakarta 19/4/2011)Aksi bom bunuh diri di Cirebon membuat seluruh jajaran Polri meningkatkan kewaspadaan. Bahkan untuk menyambut perayaan Hari Paskah, Polda Metro Jaya akan meningkatkan pengamanan.

"Kita cuman lakukan langkah antisipasi seperti kejadian kemarin (Cirebon) itu saja," Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Pol Sujarno usai rapat di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Selasa (19/4/2011).

Menurut Jarno, pengamanan untuk hari Paskah dipusatkan di tempat-tempat ibadah. Khususnya, gereja yang melaksanakan Jumat agung dan perayaan pada hari Minggu.

"Terhadap seluruh gereja dilakukan pengamanan. Polanya dilakukan sterilisasi di setiap gereja," jelasnya.

10.000 ribu personel Polda Metro Jaya disiapkan untuk mengamankan perayaan Hari Paskah. Semua Polres dan Polsek akan mengajukan permohonan bantuan tambahan pengamanan ke Polda.

"Gereja kan banyak, jadi polres membuat mengatur berapa personil di polres dan meminta berapa ke polda," terangnya.

Pola pengamanan yang dilakukan oleh petugas akan melalui beberapa tahap. Mulai dari siaga 1 ada siaga 2, ada waspada 1, waspada 2 dan waspada 3.

"Dan itu fleksibel sifatnya. Jadi kita kerahkan 2/3 kekuatan. Kita sebar ke gereja-gereja. Banyak gerejanya ada sekitar 100 berapa. Tapi ada gereja-gereja yang jadi prioritas pengamanan," jelasnya.

Jarno menjelaskan, pada setiap gereja akan dilakukan sterilisasi menggunakan metal detector. Baik untuk bangunannya maupun orang-orang yang datang.

"Setiap gedung pasti kita sterilisasi dengan memberdayakan unit jibom (penjinak bom)," tandasnya.

(detiknews.com)

RENUNGAN HARI RABU DALAM PEKAN SUCI, 20 April 2011

RENUNGAN HARI RABU DALAM PEKAN SUCI, 20 April 2011
Yes 50:4-9a, Mzm 69:8-10,21bcd-22,31,33-34, Mat 26:14-25

Bila kita sering berlaku seperti Yudas, baiklah kita tidak membela diri, tetapi baiklah kita bertobat segera, sehingga pada Paskah nanti, layaklah kita bersukacita merayakan keselamatan Allah. Amin.

BACAAN INJIL:
Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?" Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku." Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah. Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?" Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan." Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."
Demikianlah Injil Tuhan bagi kita hari ini.

RENUNGAN:

"Bukan aku, ya Rabi?" Itulah pernyataan Yudas yang hendak menyerahkan Yesus ketika Yesus mengatakan bahwa salah seorang dari 12 murid-Nya akan menyerahkan Yesus kepada imam-imam kepala. Pernyataan Yudas berbeda dengan pernyataan para murid lain yang menyebut Yesus adalah Tuhan ("Bukan aku, ya Tuhan?"). Para murid yang lain menyebut Yesus adalah Tuhan, tetapi Yudas justru menyebut Yesus adalah Rabi. Melihat perbedaan ini mungkin kita mengatakan bahwa manakala setan sudah merasuki diri kita, maka kita tidak lagi mengakui Yesus adalah Tuhan. Juga kita berpikir bahwa ketika seseorang sudah dikuasai oleh setan, maka seseorang itu memisahkan diri dari keluarga Kerajaan Allah, sebagaimana pada ayat pertama dikatakan bahwa Yudas memisahkan diri dari rasul yang lain dan pergi kepada imam-imam kepala. Namun kiranya perbedaan itu bukanlah suatu kebetulan yang terjadi saat itu juga.

Menurut hemat kami, memang sejak awal menjadi rasul Yesus, Yudas tidak mempunyai motivasi yang murni karena percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Tetapi dia mencari kehormatan karena menjadi murid Yesus yang terkenal saat itu. Memang hal yang sama juga terjadi dalam diri para rasul yang lain. Pada awal mengikuti Yesus, mereka belum mempunyai motivasi yang murni, yakni karena percaya sungguh bahwa Yesus adalah Tuhan dan mendambakan Keselamatan Kekal. Namun pertemuan dan hidup bersama Yesus, telah memurnikan motivasi mereka sehingga bagi mereka Yesus bukan lagi hanya sekedar rabi atau nabi, tetapi Yesus adalah Tuhan. Perubahan yang demikian tidak terjadi pada Yudas Iskariot. Hidup bersama Yesus belum mengubah dirinya, dia masih tinggal tetap dalam keinginan dan dalam manusia lama. Karena itulah dia dikatakan sering memisahkan diri dari kelompok para rasul dan pada akhirnya berani menyerahkan Yesus hanya demi mendapatkan tiga puluh uang perak.

Nah bermenung atas Injil hari ini. Kitapun mungkin sering demikian. Kita sudah mengenal dan hidup bersama dengan Yesus lewat baptisan yang kita terima, tetapi kita belum berubah seperti yang dikehendaki oleh Tuhan. Banyak orang yang sudah dibaptis tetapi masih hidup dalam kehendaknya sendiri, masih mencari kesenangan sendiri dan mengejar kehormatan diri. Bukan suatu hal yang aneh bahwa banyak umat yang sudah dibaptis tetapi selalu sering memisahkan diri dari kelompok keluarga kerajaan umat Allah atau dari jemaat dan Gereja, yakni dengan tidak sering atau jarang ikut dalam kegiatan-kegiatan Gereja, juga jarang menghadiri perayaan ibadah pada hari minggu. Memisahkan diri dari saudara seiman, juga dengan hidup dalam kedosaan. Orang yang hidup berbuat dosa, itu berarti dia bukan hanya memisahkan diri dari Allah tetapi juga dari para murid Yesus yang lainnya.

Maka menjelan hari Raya Paska, kita patut berenung, ‘Apakah pertemuan dan hidup bersama dengan Yesus lewat iman yang telah kita nyatakan, sudah mengubah hidup kita atau tidak?’ Atau apakah kita tetap hidup dalam manusia lama kita sebelum mengenal Yesus? Apakah selama masa Prapaskah ini kita semakin mendekatkan diri pada Yesus dan mengubah hidup kita seperti yang dikehendaki-Nya? Apakah Yesus sungguh bagi kita adalah Tuhan, atau bagi kita Yesus hanya seorang guru iman yang mengagumkan? Atau apakah kita mengikuti-Nya tetapi tetap hanya mencari kesenangan dan kehendak diri, atau sungguh hidup seperti yang dikehendaki oleh Tuhan.

Dalam Injil hari ini, sabda Yesus kepada kita yang mengatkan bahwa salah seorang dari para murid-Nya akan menyerahkan-Nya kepada para imam-imam kepala, juga ditujukan kepada kita semua. Pernyataan Yesus ini, mari kita tanggapi bukan dengan pembelaan diri yang mengatakan “Bukan aku ya Tuhan?”. Tetapi mari kita tanggapi dengan introspeksi diri kita masing-masing, apakah kita juga sering berlaku seperti Yudas. Bila kita sering berlaku seperti Yudas, baiklah kita tidak membela diri, tetapi baiklah kita bertobat segera, sehingga pada Paskah nanti, layaklah kita bersukacita merayakan keselamatan Allah. Amin.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)